20170131

Kebaktian Ucapan Syukur, Selasa 31 Januari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


I Tesalonika 1:9-10
1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Kita harus waspada jangan sampai kena murka yang akan datang. Jemaat Tesalonika dibuka oleh pelayanan tiga hamba Tuhan:
1.      Paulus. Dia adalah seorang rasul. Dalam bahasa asalinya adalah apostolos artinya duta sorga.
2.      Silas. Dia adalah seorang nabi
Kisah Para Rasul 15:32
15:32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.

3.      Timotius. Dia adalah episkopos yang akhirnya menjadi gembala di Efesus.

Trio ini yang dipercayakan oleh Tuhan untuk masuk di wilayah Makedonia, antara lain adalah Tesalonika. Nama awal Tesalonika adalah Termo atau Terma yang artinya panas. Kemudian oleh jendral Alexander, yang menggantikan Iskandar Agung, merubah nama dari Termo ini menjadi Tesalonika. Namanya sekarang ini bukan lagi Tesalonika tetapi menjadi Tesaloniki.

Perjuangan trio hamba Tuhan ini untuk masuk ke Makedonia sehingga lahir jemaat Tesalonika ini bukanlah sesuatu yang mudah sebab yang melawan bukan orang lain tetapi saudara sendiri yaitu orang-orang Yahudi. Artinya sesama orang percaya. Ini menjadi tantangan yang berat. Tetapi oleh pekerjaan Roh Kudus karena mereka berjalan dalam pengutusan Roh Kudus, tidak ada yang bisa menghadang. Walaupun hampir saja Paulus dan Silas ini dipukuli oleh saudara mereka sendiri yaitu bangsa Yahudi. Tetapi ada seseorang yang bernama Yason yang berani pasang badan dan rela untuk diapa-apakan agar mereka berdua dilepaskan. Oleh pelayanan dua hamba Tuhan ini lahirlah sidang jemaat di Tesalonika sehingga timbul aksi-aksi fisik yang mau membunuh dua hamba Tuhan ini.

Kenapa Tuhan mengarahkan kedua orang ini ke sana? Apakah hanya kebetulan? Paulus sebagai rasul membawa Firman pengajaran dan Silas sebagai nabi membawa Firman nubuatan. Jadi sidang jemaat ini mau dibangun atas dasar para nabi dan para rasul.
Efesus 2:20
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Nabi tidak bisa lepas dengan Firman nubuatan.
II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Rasul tidak bisa lepas dengan Firman pengajaran.
Kisah Para Rasul 2:42
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Dalam Kisah Para Rasul pasal 17 dikisahkan tentang terbentuknya jemaat Tesalonika. Mereka membawa diri untuk dibangun menjadi Bait Allah atau Tubuh Kristus atas dasar nabi dan rasul dengan Kristus batu penjurunya. Firman pengajaran dan Firman nubuatan tidak boleh lepas dengan Kristus Yesus.

I Tesalonika 1:10 dan pasal 2:19 berbicara kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Pasal 3:13 di sana diceritakan tentang kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Dalam pasal 4 ada dua ayat yang berbicara bagaimana gereja Tuhan mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. II Tesalonika 5:1,23 juga berbicara kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Kita harus sadar di akhir zaman ini, kalau Tuhan bicara tentang kedatanganNya kita jangan hanya santai-santai atau bersikap cuek. Sebab ada yang berkata “Tuhan tidak akan datang, kalau kita mati itu berarti Tuhan sudah datang” itu sama dengan menginjak-injak Firman Tuhan.

Kalau kita direkrut oleh Tuhan menjadi kehidupan Kristen alias orang percaya, perhatikan apa motivasi Tuhan memanggil kita menjadi orang percaya. Olehnya itu dalam menanti kedatangan Tuhan pada kali yang kedua, mesti ada persiapan. Bukan hanya bernada bodoh, ada yang mati bunuh diri, tapi pelayan berkata “berbahagia orang yang mati dalam Tuhan”. Kemudian ada orang yang mabuk-mabukan lalu mati dan dikatakan juga “berbahagia orang yang mati dalam Tuhan”. Jangan kita membohongi sidang jemaat!

Kita harus ada persiapan yang matang sebab gereja sedang bertunangan dengan Tuhan Yesus. Dalam era pertunangan kita butuh persiapan untuk menyambut kedatangan calon Suami kita itulah Kepala gereja. Jangan kita main-main! Di penghujung akhir zaman, sudah wajib hamba Tuhan menyampaikan berita seperti ini.
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Apakah kita mengkondisikan diri sebagai tunangannya Tuhan? Kita harus mengerti hal ini.

Apa pokok pembicaraan mereka ketika tiba di Tesalonika.
Kisah Para Rasul 17:1-2
17:1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
17:2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.
17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."

Pokok yang diangkat oleh rasul Paulus adalah persoalan Mesias. Dia mengatakan Mesias itulah Yesus, agar orang Yahudi yang dia masuki rumah ibadahnya ini mengerti, karena mereka menanti Almasih, menanti Mesias. Sekarang rasul Paulus menerangkan bahwa yang mereka nantikan itulah Yesus.

Kisah Para Rasul 17:4
17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.

Ada tiga pokok yang diberitakan oleh Paulus tetap ada pada satu Figur:
1.      Mesias harus menderita
2.      Siapakah Mesias? Itulah Tuhan Yesus
3.      Kebangkitan Mesias

Ini berita yang disampaikan Paulus kepada orang Tesalonika, bahwa Mesias yang mereka tunggu itulah Tuhan Yesus. Dia mengalami penderitaa dan mati tetapi Dia bangkit. Apakah gereja mengerti tiga hal yang mendasar ini. Untuk apa kehadiran Tuhan Yesus di dunia ini. Tuhan Yesus datang untuk membebaskan kehidupan yang takut akan maut.
Ibrani 2:14-15
2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Pembebasan Kristus berlaku pada orang yang taku akan maut. Bukannya orang yang bermain-main dengan maut. Apa yang menjadi sengat maut. Sengat maut itulah dosa.
I Korintus 15:56
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Penyakit empat huruf ini yang paling berbahaya yaitu dosa. Makanya Mesias datang ke dunia, sengsara dan mati namun Dia bangkit untuk mematahkan sengat maut ini.

Orang Tesalonika yang mendengar berita ini menggabungkan diri kepada Paulus dan Silas. Secara kasat mata mereka menggabungkan diri pada dua pribadi ini. Tetapi secara rohani mereka langsung memberi diri untuk dibangun di atas dasar Firman pengajaran dan Firman nubuatan sehingga rohani mereka kuat.

Setelah jemaat Tesalonika lahir kemudian terjadi sengsara, hati Paulus was-was apakah mereka tetap kuat, sehingga dia mengutus Timotius. Tetapi Timotius melihat bahwa mereka ini tetap  teguh dan kuat. Itu disampaikan kepada Paulus dan hati Paulus kembali lega. Jangan rohani kita malah menukik, harusnya rohani kita melejit ke atas.
                                 
Persoalan harga diri itu tidak gampang untuk direndahkan. Tetapi Yesus rela turun dari Sorga, untuk sengsara dan mati untuk membebaskan kita dari sengat maut. Supaya kita dibangun menjadi Bait Allah, jangan dikotori.
Efesus 2:20
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Apa tujuan Tuhan membangun kita?
Efesus 2:21
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

Untuk menjadi bait Allah yang kudus. Oleh sebab itu jangan dikotori! Kita mau duduk bersanding dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, masakan kita tampil kotor. Oleh sebab itu kita harus dibersihkan lewat penampilan Firman pengajaran dan Firman nubuatan.

Paulus jabatan rasul, Saulus jabatan nabi dan Timotius menyandang jabatan sebagai gembala. Selama Tuhan Yesus masih hidup di antara murid-muridNya, Dia tidak pernah mengangkat jabatan gembala. Nanti setelah Yesus mati dan bangkit baru Dia mengangkat jabatan gembala. Jadi jabatan gembala yang kami sandang itu mahal harganya karena seharga korban Kristus. Saya sebagai hamba Tuhan paling sensitif untuk main-main dalam jabatan gembala dan saya tidak segan-segan menegur jemaat. Karena berat tanggung jawab ini. Kalau saya salah memimpin, mereka tidak akan masuk dalam Tubuh Kristus.

I Korintus 15:54-55
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

Bicara sengat itu bicara duri. Dalam bahasa Ibrani sengat dan duri itu sama disebut sirpat. Kalau duri ada dalam rumah tangga kita, itu yang membuat kita menjadi susah dan sengsara. Apakah ibu-ibu tidak akan sengsara kalau suamimu menjadi duri (pelihara dosa)? Pasti sengsara karena menyusahkan. Sebaliknya isteri tampil seperti duri, maka pasti menyusahkan suami.

Yesus datang menghancurkan sengat supaya umat Tuhan mulai dari dalam nikah ada suasana yang elok. Kita menanti kedatangan Tuhan pada kali yang kedua, kenapa tidak ada pembenahan dalam diri kita. Kenapa tidak ada penampilan Firman pengajaran yang kuat menggembleng kita. Kalau kita tampil sebagai duri, akan menyusahkan orang lain dan menyulitkan diri kita sendiri.

I Korintus 15:56
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Sengat maut adalah dosa. Makanya isteri jangan pelihara dosa. Suami jangan pelihara dosa. Jangan ada yang berselingkuh! Itu dosa.
Amsal 6:32-33
6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.
6:33 Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.

Amsal 6:32 (Terjemahan Lama)
6:32 Tetapi orang yang berbuat zinah dengan bini orang, ia itu gila; barangsiapa yang berbuat demikian, ia itu membinasakan nyawanya sendiri.

Firman Tuhan harus disampaikan dengan terus terang sebab kalau tidak, kami pemimpin-pemimpin yang akan dihantam Tuhan, akan digiring oleh Tuhan berhadapan dengan antikristus.

Jika masa lalu kita telah salah, segera berdamai dengan Tuhan. Jangan tunggu Tuhan mempermainkan kita dengan maut. Walaupun Tuhan sudah memegang segala kunci kerajaan maut, tetapi kalau suka bermain-main dengan maut maka Tuhan akan membiarkan satu kunci untuk membuka pintu jurang maut sehingga keluar binatang yang memiliki sengat seperti kalajengking yang akan menyiksa orang seperti itu sehingga 5 bulan mau mencari mati tidak bisa mati.

I Tesalonika dan II Tesalonika kena pada pakaian imam besar dan imam-imam. Ini menunjuk perilaku kita. Oleh sebab itu kita harus dipersiapkan dengan Firman pengajaran dan Firman nubuatan. Untuk menyambut kedatangan Tuhan kita perlu pembenahan mulai dari dalam nikah rumah tangga kita. Jangan sampai kita tertinggal saat Tuhan datang.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Inilah isi pokok khotbah dari Paulus yaitu Yesus yang dalah Mesias, Mesias yang menderita dan mati serta Mesias yang bangkit dari antara orang mati.

Kalau kita meyakini bahwa segala kunci maut dan kerajaan maut ada di tangan Tuhan Yesus, jangan kita mempermainkan Tuhan. Jika Tuhan melihat diriNya tidak dihargai padahal Dia yang memegang kunci maut dan kerajaan maut, akhirnya Tuhan akan mengizinkan orang yang bermain-main dengan maut itu dipermainkan oleh maut itu sendiri.

Yesaya 28:15
28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

Mengadakan persepakatan dengan maut dan dengan dunia maut, berarti mengolok-olok Tuhan Yesus yang sudah memegang kunci maut dan kerajaan maut.

Artinya di sini, biarpun Firman pengajaran sudah menunjuk dosanya tetapi dia merasa tidak apa-apa. Apalagi kalau kami sebagai hamba Tuhan malah bermain-main dengan maut, maka akan diizinkan alami siksaan besar.

Yesus bermahkota duri dan dipukul sehingga duri itu tertancap di kepalaNya. Untuk apa? Untuk melepaskan kita dari sengat maut. TanganNya kena duri itulah paku, kakiNya kena duri itulah paku, kemudian lambungnya kena duri itulah lembing. Semua Dia terima demi saya dan saudara.

Wahyu 9:1-2
9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

Kunci kerajaan maut sudah ada di tangan Tuhan Yesus. Tetapi di sini satu kunci sudah berpindah tangan. Ternyata orang yang bermain-main dengan maut, akan dipermainkan oleh maut, 5 bulan cari mati tetapi tidak bisa mati, mereka hanya akan tersiksa. Saat itu Tuhan akan menertawakan mereka seperti yang dikatakan dalam Amsal, ketika malapetaka menimpa mereka maka Tuhan akan tertawa dan mengolok-olok mereka.

Wahyu 9:5-6,10
9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Kalau nasihat Firman Tuhan datang tujuannya supaya kita terhindar dari hal ini. Kalau kita rindu terhindar dari hal itu berarti kita rindu menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Berarti kita menjadi belahan jiwanya Tuhan. Sebenarnya begitu besar rencana Tuhan kepada kita, Dia mau menjadikan kita belahan jiwaNya. Gereja Tuhan mau diangkat oleh Yesus menjadi belahan jiwaNya. Sebenarnya luar biasa rencana Tuhan kepada kita, tetapi sayang gereja Tuhan buta sehingga tidak bisa melihat kemuliaan ini.

Kalau Tuhan mau menjadikan kita belahan jiwaNya maka pantaslah juga kita berucap kepadaNya “Engkau belahan jiwaku”. Di dalam nikah haruslah demikian. Isteri berkata kepada suami “engkau belahan jiwaku” sekalipun hidungnya pesek, begitu juga sebaliknya. Jangan malah saling menghina di dalam rumah tangga.

Tuhan Yesus rela mati untuk saya dan saudara. Dia mengalahkan sengat maut supaya kita hidup dalam kondisi yang nyaman antara suami isteri, keluarga, sesama sidang jemaat, lebih-lebih lagi dengan Tuhan. Alangkah indahnya hidup ini kalau seperti itu.

Yesaya 53:1-2
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Ini pengalaman Tuhan Yesus ketika Dia disalib, itu sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya.

Yesaya 53:3-4
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Penyakit kita yang ditanggung oleh Tuhan Yesus. Dia menderita karena kita, masakan penderitaanNya itu hanya slogan dan tidak kita nikmati. Olehnya itu jangan kita sia-siakan Korban Kristus, jangan kita remehkan Korban Kristus. Hargai Korban Kristus dan hargai pembukaan rahasia Firman Tuhan sebab itu seharga Korban Kristus.

Yesaya 53:5
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Saya sebagai hamba Tuhan bertanggung jawab untuk membawa sidang jemaat menjadi belahan jiwanya Tuhan. Kalau kita menjadi belahan jiwanya Tuhan maka segala sesuatu yang kita butuhkan, Tuhan yang bertanggung jawab.

Dalam pembangunan rumah Tuhan jangan kita mengambil barang dengan cara utang di toko. Sebab Tuhan sudah membeli kita dengan harga tunai. Apakah ketika Yesus disalib, Dia minta untuk turun sebentar kemudian naik lagi? Saudara tidak dibeli oleh Tuhan dengan sistem kredit atau sistem bon. Kalau kita berkorban harus dengan tunai, jangan berkorban tetap barang kredit, sebab kita rindu melihat kemuliaan Tuhan.

Dalam pembangunan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, tidak ada kredit. Ketika Salomo mengirim surat kepada Hiram, raja di Libanon untuk meminta pohon aras dan pohon sanobar, Hiram tidak mengirimkan sebelum Salomo membayarnya lebih dahulu.
II Tawarihk 2:15-16
2:15 Baiklah sekarang tuanku kirim kepada hamba-hamba tuanku gandum dan jelai, minyak dan anggur yang telah tuanku sebutkan itu.
2:16 Dan kami akan menebang kayu dari gunung Libanon sebanyak engkau perlukan dan membawanya kepadamu dengan rakit-rakit melalui laut sampai ke Yafo, dan engkau dapat mengangkutnya ke Yerusalem."

Untuk pembangunan Tubuh Kristus, kita dibayar kontan oleh Tuhan Yesus. Itu yang saya pelajari makanya saya ajarkan kepada jemaat dan juga kepada hamba-hamba Tuhan. Biarlah kita benar-benar menghargai Korban Kristus sehingga ketika Tuhan Yesus datang pada kali yang kedua kali, sekali sentak kita sudah terbang sebab memiliki dua sayap yaitu Firman dan Roh Kudus, sehingga sekali sentak kita sudah ada di padang gurun.

Ayub 36:15
36:15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.

Karena kita diperhamba oleh dosa maka Dia rela sengsara untuk menyelamatkan kita. Tegakah kita mempermainkan Korban Kristus. Pada tahun 2017 ini biarlah kita menghargai Korban Kristus. Dialah kekasih jiwa saudara, Mempelai Laki-laki Sorga. Tuhan Yesus segera akan datang.

I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tuhan memulai dengan roh lalu jiwa dan terakhir tubuh, untuk menyempurnakan kita pada kedatanganNya pada kali yang kedua. Artinya kita harus mengutamakan yang rohani baru tubuh kita pasti Tuhan tangani. Kadang kala kita lupa, kita lebih memprioritaskan yang jasmani kemudian yang rohani kita lupakan. Orang seperti itu pasti akan tertinggal pada saat gereja disingkirkan dan menjadi mangsanya antikristus.

Sidang jemaat hargai penggembalaan. Perjuangan kami hamba Tuhan tidak enteng. Tanggung jawab gembala tidak enteng karena kami menjadi gembala itu seharga Korban Kristus. Bukti sidang jemaat menghargai Korban Kristus, hargailah penggembalaan.


Tuhan Memberkati.

20170129

Kebaktian Kaum Muda Remaja, Minggu 29 Januari 2017 Pdt. Handri Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Keluaran 11:1-3 Tulah kesepuluh diberitahukan
11:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Aku akan mendatangkan satu tulah lagi atas Firaun dan atas Mesir, sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi dari sini; apabila ia membiarkan kamu pergi, ia akan benar-benar mengusir kamu dari sini.
11:2 Baiklah katakan kepada bangsa itu, supaya setiap laki-laki meminta barang-barang emas dan perak kepada tetangganya dan setiap perempuan kepada tetangganya pula."
11:3 Lalu TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu; lagipula Musa adalah seorang yang sangat terpandang di tanah Mesir, di mata pegawai-pegawai Firaun dan di mata rakyat.

Firaun dan orang Mesir menolak melepaskan bangsa Israel untuk pergi beribadah kepada Allah di padang gurun. Ini menunjukkan kehidupan yang menolak kelepasan dari dosa, daging, dunia.

9 tulah belum cukup bagi orang yang menolak kelepasan, ia masih akan menerima tulah ke-10 yaitu kematian anak sulung. Artinya:
1.      Mati rohani
Jadi, kalau tidak mau lepas dari dosa, maka akan mati rohani. Kalau kaum muda sudah mengalami tidak apa-apa berbuat dosa itu sudah mengalami kematian anak sulung.
2.      Sudah berada di bawah penghukuman Tuhan sejak di dunia
3.      Masuk kematian kedua, penghukuman kekal di neraka    

Ayat 1 → Berita kelepasan
Orang Israel harus segera keluar dari Mesir begitu tulah sepuluh dijatuhkan. Artinya setelah mendengar berita kelepasan kita harus segera berupaya sungguh-sungguh untuk keluar dari keduniawian dan lepas dari dosa dan daging, supaya kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Apa itu berita kelepasan? Yaitu kebenaran= Yesus= Firman penyucian/ Firman Pengajaran yang benar.
Yohanes 8:32,36; 17:17
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Kebenaran itu harus dikejar, bukan hanya sekedar dicari. Supaya kelepasan/ kemerdekaan itu benar-benar kita alami. Artinya manfaatkan waktu dan kesempatan semaksimal mungkin untuk mendengar dan mempraktekkan Firman Pengajaran yang benar.
Yesaya 51:1
5:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.

Praktek mengejar kebenaran:
ð  Dengarkanlah Aku= telinga dikuasai Tuhan
Tanda-tandanya: seperti Abraham mendengar dan menerima panggilan Tuhan.
Yesaya 51:2
51:2 Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

Tanda mendengar panggilan Tuhan:
a.       Tinggalkan negeri, artinya lepas dari pengaruh dunia, cara hidup duniawi, sehingga bisa setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
Kejadian 12:1
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Kalau masih terikat dengan dunia/ bersahabat dengan dunia berarti tidak bisa setia.

b.      Tinggalkan sanak saudara → lepas dari pengaruh daging sehingga bisa taat dengar-dengaran pada Firman apapun resikonya.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

c.       Tinggalkan bapa → lepas dari bapa yang lama yaitu iblis= lepas dari dosa terutama dusta dan kebencian (saling menyakiti, mencaci maki).
Yohanes 8:44
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Kalau telinga sudah dikuasai Tuhan maka tidak sulit untuk tergembala.
Contoh: Abraham waktu sudah tinggalkan negerinya ia tidak tinggal di rumah tapi tinggal di kemah. Tinggal di kemah berarti tergembala dalam 3 macam ibadah pokok (ruangan suci).
Ibrani 11:9
11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
           
Kalau kita tergembala, ini membuktikan bahwa kita orang asing di dunia ini dan kita menjadi warga kerajaan sorga. Walaupun KTP kita masih KTP dunia tapi kita punya KTP Sorga/ warga kerajaan sorga. Tetapi kalau masih terikat dengan yang duniawi, masih suka dengar lagu-lagu dunia berarti merasa asing dalam penggembalaan, tidak sejahtera dalam ibadah, maunya cepat-cepat pulang, lama-lama sudah terbiasa untuk tidak beribadah.

Kalau sudah lepas maka kita yang rasa asing dengan dunia ini. Kalau sudah lepas dengan yang duniawi berarti tidak sulit untuk memberikan apa yang Tuhan minta, seperti Abraham mempersembahkan Ishak. Sekalipun yang Tuhan minta itu sesuatu yang kita kasihi, banggakan, andalkan, misalnya: menanggalkan ijasah untuk memberi diri menjadi hamba Tuhan sepenuh. Kalau Tuhan panggil jadi hamba Tuhan lalu tidak mau maka akan hancur, kalau tidak dipanggil lalu memaksakan diri jadi hamba Tuhan, itu juga akan hancur. Jangan takut untuk mengorbankan apa yang Tuhan minta.

ð  Pandanglah...= mata dikuasai Tuhan
Jika mata sudah dikuasai Tuhan maka kita akan melihat 2 hal:
1)      Gunung batu yang daripadanya kita terpahat dan tergali.
1 Korintus 10:4
10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
Siapa gunung batu? Yaitu Yesus, Ia rela terpahat dan tergali = disiksa sampai mati di kayu salib.

Jadi, memandang gunung batu= menghargai korban Kristus lewat praktek:
a)      Mengutamakan ibadah lebih dari segala sesuatu di dunia ini.
Ibadah itu ada rahasianya dan rahasia ibadah itu agung (Rosh artinya yang di atas). Artinya ibadah itu harus kita tempatkan di atas segalanya, lebih utama dari segalanya.      
1 Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Kalau kita mengutamakan ibadah, maka kita akan merasakan rahasia ibadah: Yesus adalah Firman menjadi manusia dan diangkat dalam kemuliaan. Artinya kita akan merasakan kekuatan ibadah itulah Firman Pengajaran yang benar yang menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna untuk dipermuliakan  bersama Yesus.

Mengutamakan ibadah dengan tujuan menerima Firman Pengajaran yang benar sehingga disucikan, diubahkan sampai sama mulia dengan Tuhan.

Jangan asal beribadah, apalagi kalau tidak ada Firman Pengajaran yang benar, hanya menekankan perkara jasmani.

b)      Menjadi imam dan raja→ terlibat dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna= menjadi batu hidup
Wahyu 5:9-10
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Jangan merasa tidak bisa melayani karena kemampuan terbatas, contohnya tidak bisa menyanyi karena suara false, jangan mengecilkan kuasa Tuhan, Tuhan akan pertambahkan karuniaNya. Syarat untuk melayani SUCI bukan pandai.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kalau kita terlibat dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, melayani dalam kesucian maka kita adalah batu hidup. Hidup kita bukan tergantung ijasah, pekerjaan
1 Petrus 2:5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Hasilnya: Tuhan akan menata rapi/ hidup kita menjadi indah, semua Tuhan sediakan.
Efesus 2:20-22
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Pekerjaan hamba Tuhan sepenuh itu pekerjaan yang terindah. Jadi jangan takut kalau ada yang dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan sepenuh.
1 Timotius 3:1
3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."

Apapun pelayanan yang kita kerjakan dengan kesucian, menjamin keindahan hidup. Sebelum melayani, hidup kita belum indah. Tinggalkan pelayanan maka hidup akan berantakan/ hancur. Contoh, Yudas mati tertelungkup, isi perutnya keluar hancur berantakan.

2)      Memandang nikah Abraham dan Sara= nikah yang suci
Abraham seorang suami yang benar dan suci, Sara seorang istri yang tunduk kepada suami.
Yakobus 2:23
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

1 Petrus 3:6
3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Artinya bagi kita adalah kita harus menghargai nikah, menjaganya tetap benar dan suci. Sebagai anak jaga kesucian dan kesatuan nikah orang tua. Jangan isi dengan pertengkaran, perbantahan dan perkelahian. Jaga kesucian masa pacaran/ tunangan.

Di dalam nikah ada rahasia Allah yaitu nikah jasmani mau dibawa masuk dalam nikah rohani= pesta nikah Anak Domba Allah.
Efesus 5:30,32
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Mata dikuasai Tuhan= menjaga kesucian lewat tergembala dalam binaan Firman Pengajaran yang benar, maka kita bisa tampil menjadi perawan suci di hadapan Yesus, layak menjadi belahan jiwaNya/ mempelai wanitaNya.
2 Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Contoh, Yusuf umur 17 sudah tergembala dan ia menjaga kesucian. Sekalipun dibuang oleh saudara-saudaranya ia tidak membenci dan sekalipun digoda oleh isteri Potifar, ada tawaran menggiurkan tapi ia tidak mau dan ia lari. Kaum muda kalau ada godaan dalam pergaulan teman-teman ajak berbuat jahat dan najis, jangan mau! harus lari, tinggalkan!.

Akhirnya Yusuf bisa diangkat menjadi penguasa Mesir. Kaum muda kalau mau menjaga kesucian maka pasti akan mengalami kuasa pengangkatan dari Tuhan. Mungkin ekonomi rendah, IQ rendah, tapi jika tergembala dengan sungguh-sungguh maka Tuhan pasti akan mengangkat kita baik secara jasmani dan secara rohani, kita akan diangkat ke awan-awan permai bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga.

Godaan dosa begitu luar biasa, terutama dosa kenajisan lewat internet, Hp, laptop, tontonan-tontonan yang najis, dsb. Biarlah kita semua tampil seperti Yusuf. Jaga kesucian hidup masa muda kita!. Kita mohon kepada Tuhan untuk terlepas dari segala ikatan dosa.


Tuhan Memberkati.