Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Kasih karunia Tuhan melenyapkan ketakutan. Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia diliputi ketakutan bahkan ketakutan menjadi pembunuh utama nomor 1 di akhir zaman. Maria bisa mengandung bayi Yesus sekalipun resiko yang dihadapi adalah hukuman mati karena belum menikah tetapi harus mengandung. Secara hukum Taurat, perempuan yang hamil sebelum menikah harus dihukum mati. Ini resiko yang harus diterima oleh Maria tetapi kasih karunia Tuhan melenyapkan ketakutan.
Mengandung bayi Yesus = menerima Yesus. Sekarang kita tidak mengandung bayi Yesus tetapi kita menerima pribadi Yesus di dalam hidup kita.
Ada 2 status Yesus yang diperkenalkan oleh Gabriel kepada Maria.
Lukas 1:31-32
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan
hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1. Anak Allah Raja yang Mahatinggi. Anak Allah yang Mahatinggi mengerjakan korban pendamaian, Dia menjadi Kurban pendamaian bagi kita. Jadi kita menerima Yesus sebagai Anak Allah yang Maha Tinggi lewat mau berdamai, menyelesaikan apapun dosa-dosa kita.
2. Raja segala raja. Kita bahas poin kedua
Raja identik dengan takhta, juga dengan kemuliaan dan kemenangan. Jadi menerima Yesus sebagai Raja segala raja berarti kita berupaya untuk bisa masuk di dalam kemuliaan kekal bersama Yesus. Untuk duduk bersanding dengan Yesus di takhta Sorga. Upaya kita itu diwujudkan dengan melayani Sang Raja, mengabdi kepada Yesus Raja segala raja. Dikaitkan dengan takhta, pelayanan kita di bumi harus bersuasana takhta Sorga. Jadi bukan melayani dengan asal! Banyak orang melayani, bahkan hebat luar biasa, tetapi Tuhan tidak pernah berkenan.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Kita periksa pelayanan kita sepanjang tahun ini apakah pelayanan yang berkenan atau tidak berkenan. Pelayanan yang Tuhan rindukan adalah pelayanan bersuasana takhta Sorga. Dalam doa Bapa kami ada kalimat di bumi seperti di Sorga. Kita hidup di bumi tetapi bersuasana takhta Sorga.
Bagaimana pelayanan yang bersuasana takhta Sorga?
Wahyu 4:5-11
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Tanda-tanda pelayanan yang bersuasana takhta Sorga.
1. Ada 7 obor menyala-nyala. Jadi tanda pertama adalah melayani dengan kekuatan Roh Kudus, bukan dengan kekuatan daging. Kalau dengan kekuatan daging mungkin kelihatan hebat tetapi tidak akan tahan, suatu saat akan mundur dari pelayanan. Kita minta kepada Tuhan untuk bisa melayani dengan kekuatan Roh Kudus, bukan api daging tetapi api Roh Kudus.
Praktek melayani dengan kekuatan Roh Kudus:
a) Seperti kilat. Artinya:
1) Kilat itu terang, jadi artinya tidak ada kegelapan dosa yang disembunyikan. Kalau kita melayani masih menyembunyikan sesuatu, menyembunyikan dosa, itu berarti bukan bersuasana takhta Tuhan tetapi bersuasana takhta setan. Salah satu dari 7 sidang jemaat di Asia Kecil bersuasana takhta setan.
Wahyu 2:12-14
2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
Ini jemaat Pergamus tetapi di dalamnya ada takhta iblis. Di dalamnya ada ajaran Bileam. Bileam itu melayani untuk mendapatkan upah. Itu kegelapan yang seringkali disembunyikan dibalik pelayanan. Kelihatan hebat melayani tetapi ujung-ujungnya mencari perkara yang jasmani. Apalagi sekarang kalau berkhotbah pendeta ada tarifnya. Begitulah di akhir zaman ini, semua pelayanan diukur dengan uang. Kalau tidak ada uang, tidak melayani, kalau ada uang baru semangat melayani.
Ajaran Bileam itu kegelapan yang disembunyikan di dalam pelayanan. Akhirnya membawa jemaat pada penyembahan berhala, ada kekerasan hati, tidak pernah disentuh oleh Firman. Dan berbuat zinah, jatuh dalam kenajisan, baik kenajisan jasmani juga kenajisan secara rohani, ajaran campur masuk dalam gereja.
2) Kilat itu cepat. Jadi seperti kilat arti yang kedua adalah tidak berlambat-lambat dalam pelayanan, tidak berlambat-lambat, tidak menunda-nunda untuk perkara yang rohani. Kalau Firman sudah gerakan langsung dikerjakan. Firman dorong kita untuk bertobat, untuk melayani Tuhan, untuk berpuasa, kita kerjakan dengan tidak berlambat-lambat.
Kedatangan Yesus seperti kilat. Jadi kedatangan Yesus cepat, tidak bisa diprediksi, tiba-tiba Yesus datang. Kalau berlambat-lambatan untuk hal yang rohani, nanti ketika Yesus datang tertinggal! Sudah didorong oleh Firman untuk bertobat tetapi malah ditunda, nanti dulu. Firman mendorong supaya mengaku sama isterimu di sebelah apa yang sudah kau buat, tetapi malah berkata nanti dulu. Akhirnya ketika Tuhan datang seperti kilat, isterinya terangkat, dia tertinggal.
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Cahaya kilat juga menunjuk cahaya Injil Kemuliaan Kristus. Jangan berlambat-lambat mempraktekan cahaya Injil Kemuliaan Kristus. Firman yang kita dengar langsung praktekan.
II Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Kalau kita sudah yakin ini pengajaran yang benar, ini pengajaran yang sehat yang saya butuh yah sudah langsung praktek, langsung terima, jangan berlambat-lambatan, nanti kita ketinggalan.
Firman itu memancar dari sebelah timur sampai ke barat. Dalam Tabernakel Timur itu wilayah halaman, barat itu ruangan maha suci. Jadi Firman pengajaran ini membawa kita sampai ke ruangan maha suci, sampai kesempurnaan. Bukan suatu kebetulan Pdt. Van Gessel yang menerima Wahyu ini menyusun Alkitab dalam terang Tabernakel, selesai di susun di Abipura. Begitu selesai menyusun 66 kitab dalam terang Tabernakel, pada usia 66 tahun beliau dipanggil Tuhan. Kita bisa menerima pengajaran Tabernakel karena Ilham Tuhan kepada beliau.
Kilat ini sedang memancar sampai pada kesempurnaan. Termasuk lewat siaran online, seperti kilat dipancarkan, hanya beberapa detik sudah bisa didengarkan di tempat lain. Mari kita ikuti kegerakan ini, jangan berlambat-lambat. Kalau pandangan selalu pada yang jasmani, tidak akan jadi. Tetapi kalau pandangan kita pada yang rohani pasti Tuhan buka jalan semuanya.
Ayo bergairah, jangan berlambat-lambat dalam hal yang rohani.
Yakobus 1:19
1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
Cepat untuk mendengar Firman dan cepat praktek Firman.
Ibrani 5:11
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
Ditinjau dari sudut waktu seharusnya sudah melangkah pada pengajaran tetapi lamban mendengar, masih penginjilan terus, tidak mau makanan keras. Dulu kita dalam penginjilan menerima Yesus sebagai Juruselamat, ayo tingkatkan pada pengajaran. Segera mendengar dan mempraktekan Firman pengajaran yang benar.
Sebab ada akibatnya kalau berlambat-lambat dalam perkara yang rohani. Seperti Lot berlambat-lambat akibatnya ngeri, nikahnya hancur! Isterinya jadi tiang garam dan Lot jatuh dengan kedua anak kandungnya sendiri melahirkan anak Lot.
Kejadian 19:16,26, 30-38
19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
19:30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
19:31 Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
19:32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
19:37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
19:38 Yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.
Terjadi kejatuhan antara Lot dengan kedua anak gadisnya, terjadi hubungan yang tidak wajar, bapak dengan anaknya sendiri dan menghasilkan bani Amon dan Bani Moab. Bani Moab dan bani Amon tidak boleh masuk umat Tuhan. Ini dahsyatnya kalau berlambat-lambat, akibatnya nikah hancur dan tidak bisa masuk pembangunan Tubuh Kristus.
Ulangan 23:3
23:3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,
Tetapi ada seorang Moab yang mendapat kemurahan bisa masuk jemaah Tuhan. Bahkan masuk dalam silsilah kelahiran Yesus Kristus, itulah Rut perempuan Moab. Sempat sudah divonis Tuhan orang Moab tidak boleh masuk jemaat Tuhan, tetapi Rut mendapat kemurahan, mendapat kasih karunia.
Mungkin ada di antara kita, karena seringkali menunda-nunda waktu untuk perkara yang rohani sehingga sudah hancur-hancuran, hidup sudah hancur-hancuran, rohaninya hancur, nikahnya hancur, masih diberikan kesempatan. Masih ada kasih karunia Tuhan untuk memulihkan kita. Kalau sekarang masih bisa mendengar Firman, masih diberikan perpanjangan umur, diberikan kesehatan dan kesempatan beribadah, itu kesempatan dari Tuhan. Segera bangkit, bersegera melakukan Firman, jangan berlambat-lambat.
b) Ada bunyi guruh. Artinya tidak bisa dihalangi oleh apapun. Kita bisa setia dan tekun dalam ibadah pelayanan. Tekun itu tidak bisa dihalangi dan tidak mau terhalang. Hati-hati, kalau sudah mulai malas, mulai tidak setia, menjadi saudara si perusak!
Amsal 18:9
18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.
Si perusak itu setan, iblis, berarti dia sudah bersuasana takhta iblis, akhirnya rusak semua. Di dunia saja kalau kita percayakan pekerjaan pada orang yang malas, tidak jadi, semua rusak! Begitu juga dengan pekerjaan Tuhan, kalau malas tidak akan bisa dipakai, hanya merusak pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus.
c) Ada 7 obor yang menyala-nyala. Yang ketiga adalah menyala-nyala di dalam ibadah pelayanan. Usia boleh semakin tua, kekuatan fisik semakin menurun, tetapi semangat kita dalam melayani Tuhan tidak pernah kendor! Semua menyala-nyala dalam pembangunan Tubuh Kristus
2. Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Sampai 3 kali dikatakan kudus, kudus, kudus. Berarti tubuh jiwa dan roh kita kudus. Jadi tanda kedua melayani bersuasana takhta sorga adalah tubuh, jiwa dan rohnya kudus. Seluruh hidupnya disucikan, terjaga kekudusannya. Karena kita bukan melayani manusia, yang kita layani Allah yang Maha Kudus. Bagaimana bisa melayani Allah yang kudus kalau hidup kita dalam kekotoran, kenajisan. Yang kita layani Allah yang kudus, jangan dalam kecemaran, biar kita mau disucikan oleh Tuhan.
Makanya dalam setiap ibadah berdoa supaya dalam setiap kita beribadah ada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2 untuk menguduskan kita. Tajam pertama untuk saya sebagai pemberita, tajam kedua untuk sidang jemaat. Sama-sama dikuduskan maka pelayanan kita berkenan kepada Tuhan.
Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Apa yang disucikan?
a) Penyucian itu dimulai dari dalam. Makanya kalau baca dalam kitab keluaran pasal 25, Tabut Perjanjian itu disalut dengan emas mulai bagian dalam. Jadi penyucian itu mulai dari bagian dalam, bukan luar! Bagian dalam dulu disucikan yaitu hati dan pikiran. Di dalam hati dan pikiran itu tersembunyi keinginan-keinginan dosa. Belum dilakukan, masih dalam bentuk keinginan, baik keinginan jahat, keinginan najis termasuk kepahitan hati. Segala niat yang jahat dan najis yang ada di dalam hati yang tidak pernah diselesaikan nanti akan dihakimi Tuhan. Termasuk niat baik yang tidak diwujudkan, itu juga akan dihakimi Tuhan. Misalkan niatnya mau tehel dinding gereja ‘nanti pak gembala kalau sudah cair dananya saya mau pasang tehel gereja’. Begitu sudah cair ‘nanti dulu pak gembala’. Makanya saya tidak pernah mengajarkan janji iman. Alkitab ajarkan kepada kita, apa yang kita berikan untuk pekerjaan Tuhan adalah yang ada pada kita, bukan yang tidak ada.
b) Penyucian keluar yaitu sendi dan sumsum, itu hubungan dengan sesama. Apa yang merusak hubungan dengan sesama mari disucikan. Di momen natal ini, apa yang mengganjal di hati mari diselesaikan.
Ada 2 hal yang seringkali kita anggap tidak apa-apa padahal itu sudah mengganggu sendi dan sumsum, menganggu hubungan dengan sesama yaitu iri hati dan perselisihan.
I Korintus 3:3
3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Iri hati berarti:
1) Tidak menghargai kemurahan Tuhan.
2) Tidak menghargai berkat Tuhan.
Semua kita diberkati oleh Tuhan menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Jadi jangan ukur kemurahan Tuhan itu dengan berkat jasmani yang melimpah-limpah. Ada orang berlimpah harta, tetapi kesehatan tidak dia nikmati. Ada orang yang tidak berlimpah harta tetapi Tuhan berikan kekayaan. Ada yang mengumpulkan harta tetapi tidak bisa menikmati. Ada yang mengumpulkan dan bisa menikmatinya.
3) Tidak menghargai pemakaian Tuhan. Seperti kakak-kakak Yusuf kepada Yusuf, mereka iri. Yusuf diberikan jubah maha indah, itu bicara pelayanan. Yusuf mendapatkan karunia mimpi. Kakak-kakaknya marah, mereka tidak senang.
Kisah Para Rasul 7:9-10
7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
Seharusnya apa yang terjadi dulu pelajaran bagi kita, supaya jangan seperti kakak-kakak Yusuf. Jangan iri kalau ada yang lebih dipakai dari pada kita. Tujuannya satu yaitu pembangunan Tubuh Kristus. Kalau ada yang dipakai lebih menonjol itu untuk pembangunan Tubuh Kristus. Yang lain menopang, mendoakan, mendukung. Bukan malah menjegal, memfitnah, menjatuhkan dan lain-lain. Kalau besok-besok pengerja buka sidang lalu berkembang, puji Tuhan, kenapa saya gembala mau iri kepada pengerja. Justru senang kalau murid bisa seperti gurunya, berarti ajaran yang disampaikan masuk semua.
Termasuk penyataan-penyataan Allah kepada hamba Tuhan. Penyataan-penyataan Allah itu untuk kepentingan bersama. Kadang kalau ada hamba Tuhan bersaksi, Tuhan menyatakan sesuatu kepadanya, malah dikatakan itu pendeta sombong! Kalau orang Kabar Mempelai seharusnya merendah. Coba baca tentang Paulus, dia beberkan semua penyataan Allah. Kalau begitu Paulus sombong, dia tidak memberitakan Kabar Mempelai? Dia malah dipakai memberitakan Kabar Mempelai, dia tidak menikah tetapi bisa mengajar soal nikah. Paulus berkali-kali menceritakan penyataan Allah, semua untuk kepentingan bersama. Semakin menguatkan bahwa berita yang disampaikan adalah berita yang benar!
Bahagia kita kalau ada hamba Tuhan yang menerima penyataan Allah, itu untuk kita bersama. Jangan iri, justru kita dukung, doakan, supaya kita sama-sama masuk di dalam kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna.
2 dosa ini yaitu perselisihan dan iri hati yang kadang dianggap tidak apa-apa, membuka keran dosa yang lain masuk.
II Korinntus 12:20-21
12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya 1perselisihan, 2iri hati, 3amarah, 4kepentingan diri sendiri, 5fitnah, 6bisik-bisikan, 7keangkuhan, dan 8kerusuhan.
12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari 9kecemaran, 10percabulan dan 11ketidaksopanan yang mereka lakukan.
Tanah Kanaan didiami 11 suku, dibuang semua oleh Tuhan dan didiami 12 suku. Yudas mati, rasul-rasul tidak dibiarkan 11. Ditambah, ada Matius dipilih menggantikan Yudas sehingga rasul kembali menjadi 12.
Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya karena iri, mereka sisa 11. Apa yang terjadi? Kelaparan. Kalau ada dosa iri dan perselisihan ini, terjadi kelaparan rohani. Saya gembala iri pada pendeta lain, berselisih dengan pendeta lain, akan membawa jemaat pada kelaparan rohani. Jangan heran kalau jemaat pindah, itu karena dia tidak puas! Dengar Firman tetapi isinya hanya ujaran kebencian, Firman hanya serang orang, jemaat tidak bisa menikmati Firman, akhirnya kering. Ini yang saya jaga, jangan sampai terjadi. Tuhan percayakan saya menjadi gembala menggantikan papa di sini, lalu kering jemaat karena saya iri, karena saya berselisih dengan hamba Tuhan lain. Jadi kering, tidak ada pembukaan Firman. Kelihatan masih bisa khotbah, tetapi tidak terasa lagi. Doakan saya sebagai gembala, jangan ada iri hati dan perselisihan, dampaknya ngeri, jemaat jadi lapar!
Kejadian 37:11; 42:1-3
37:11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.
42:1 Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"
42:2 Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."
42:3 Lalu pergilah sepuluh orang saudara Yusuf untuk membeli gandum di Mesir.
Ternyata kelaparan melanda Kanaan, kakak-kakak Yusuf lapar, tidak ada gandum. Jadi kita jemaat bisa menilai, ini gembala hamba Tuhan ini apa yang dituduhkan kepadanya benar atau tidak. Kalau yang dituduhkan ternyata tidak benar maka di dalam penggembalaan itu melimpah gandum, melimpah Firman. Kalau yang dituduhkan itu memang benar pasti kering, tidak ada gandum.
Jangan sampai angka 12 menjadi rusak, persekutuan Tubuh Kristus menjadi pecah. Yang bisa memulihkan iri hati dan perselisihan hanya satu yaitu gandum Yusuf. Yusuf adalah gambaran sidang mempelai, gandum itu Firman. Jadi Firman Kabar mempelai ini yang bisa memperbaiki hubungan kita dengan sesama, baik dalam nikah, hubungan dalam penggembalaan dan hubungan antara penggembalaan.
Kejadian 42:13,21-23
42:13 Lalu jawab mereka: "Hamba-hambamu ini dua belas orang, kami bersaudara, anak dari satu ayah di tanah Kanaan, tetapi yang bungsu sekarang ada pada ayah kami, dan seorang sudah tidak ada lagi."
42:21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."
42:22 Lalu Ruben menjawab mereka: "Bukankah dahulu kukatakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat dosa terhadap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataanku. Sekarang darahnya dituntut dari pada kita."
42:23 Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru bahasa.
Karena gandum Yusuf, kakak-kakak Yusuf bisa mengaku kesalahan mereka. Firman pengajaran Kabar Mempelai ini yang mendorong kita bisa mengaku dosa dan kesalahan kita. Cara Tuhan untuk mendorong kita bisa mengaku, Tuhan buat kita lapar. Aduh kenapa sudah kering saya ini, ah saya mau cari Firman yang benar, pengajaran yang sehat. Ini mendorong kita untuk mengaku, saya kering karena saya sudah berbuat ini pada Tuhan dan sesama. Tuhan izinkan sampai kering, baru kita mau cari Firman. Firman itu yang mendorong kita mengaku segala dosa dan salah kita.
Kejadian 44:27-28
44:27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;
44:28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.
Yehuda bercerita bahwa Yusuf sudah dimakan binatang buas. Jadi tanpa sadar dia mengaku bahwa dialah binatang buas. Jadi kalau sudah ada iri hati dan perselisihan kita tampil sebagai binatang buas. Saudara sendiri disikat, teman sendiri disikat, rekan hamba Tuhan disikat. Jadi binatang buas, terutama mulutnya buas, di mana-mana gosip, fitnah, cerita orang, buas mulutnya! Tetapi yang difitnah dan digosipkan dibela Tuhan, dia mendapat kasih karunia Tuhan. Yusuf mendapat kasih karunia.
Jadi jangan marah kalau kita difitnah, digosipkan yang bukan-bukan, tidak apa-apa, orang yang bergosip itu binatang buas. Kalau binatang buas dalam arti rohani didoakan, siapa tahu berubah seperti saudara-saudara Yusuf. Kita yang digosipkan dan difitnah jangan balas, doakan! Tetap bagikan Firman, tunjukan bahwa kita ada Firman, ada pengajaran. Kamu bilangi saya begini begitu, tunjukan buahnya, ini hasil pelayanan. Akhirnya bisa mengaku ‘saya salah, ampuni saya’. Betapa bahagianya kalau bisa menyatu, terjadi penyatuan Tubuh Kristus.
c) Mazmur 149:6
149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
Jadi yang disucikan adalah mulut, perkataan kita hanya untuk memuji memuliakan Tuhan, perkataan yang baik, perkataan yang benar dan suci, sampai tidak salah dalam perkataan.
Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Kalau sudah tidak salah dalam perkataan kita menjadi orang yang sempurna, mulut untuk memuliakan nama Tuhan. Mulut hanya menyeru haleluya. Saat kita diperlakukan tidak adil, haleluya. Kita diberkati, haleluya. Dalam senang, dalam susah tetap berseru haleluya. Saat sakit haleluya. Mulutnya tidak salah lagi dalam perkataan.
3. Wahyu 4:9-11
4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
24 Tua-tua tersungkur di hadapan takhta sorga dan melemparkan mahkotanya. Mahkota bicara kedudukan, kemuliaan, berkat, kekayaan, kepandaian dan lain-lain. Jadi yang ketiga adalah bisa merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Tuhan, mengaku kita tidak layak, tidak mampu apa-apa. Ada mahkota tetapi dia lempar. Saya tidak layak, tidak mampu berbuat apa-apa, sehingga kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan.
Kadangkala mahkota kita hanya dari kertas tetapi tidak bisa dilempar, harga dirinya terlalu tinggi! Apalagi kami hamba Tuhan, karena sudah gembala merasa dia raja. Padahal gembala itu seorang hamba. Gembala disebut hamba Tuhan. Kalau jemaat disebut anak Tuhan. Mana lebih tinggi hamba atau anak? Anak! Kadangkala gembala merasa lebih tinggi, apa kau jemaat, kau tidak tahu apa-apa, kau macam-macam saya kutuk!
Tuhan mau kita menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tahu merendah. Itu pikiran perasaan Yesus, bisa merendahkan diri, bisa mengosongkan diri. Yesus adalah Tuhan tetapi dia tidak menganggap kesetaraan sebagai Allah itu sesuatu yang harus dipertahankan. Yesus mengosongkan diri dan dia mengambil rupa seorang hamba. Kadangkala kita yang jelas-jelas hamba malah merasa saya hebat.
Sekalipun kita punya kedudukan, kekayaan, punya segala-galanya, kita tidak mengandalkan itu. Kita merendahkan diri, saya tidak mampu Tuhan, saya tidak layak, saya tidak bisa apa-apa tanpa Engkau!
Jadi kalau disimpulkan, tanda ketiga ini ada penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan. Waktu Maria memakai logikanya, bagaimana mungkin aku bisa hamil sementara aku belum bersuami, dia tidak bisa menerima Yesus. Begitu dia merendahkan diri serendah-rendahnya dia berkata sesungguhnya aku adalah hamba Tuhan, jadilah padaku sesuai yang Engkau katakan. Kalau kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan, maka kita bisa menerima Firman itu, Firman itu bisa bertumbuh dan bekerja di dalam kita.
Lukas 1:34-38
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Biarlah kita bisa berkata jadilah padaku menurut perkataanmu. Jadilah kehendakMu, bukan kehendakku. Yesus dalam keadaan sebagai hamba berkata ya Abba ya Bapa jikalau sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini dari padaKu, tetapi bukan kehendakKu yang jadi melainkan kehendakMu yang jadi. Kita betul-betul memposisikan diri saya hamba, saya bukan siapa-siapa. Punya kedudukan, punya kepandaian, punya kekayaan, kita ini hanya hamba. Apalagi kalau memang tidak punya, kesempatan besar mengaku saya ini hamba. Jadilah kehendakMu, bukan kehendakKu.
Malam ini apa yang menjadi pergumulan persoalan kita, bagi Allah tidak ada yang mustahil, bagi orang percaya juga tidak ada yang mustahil. Kalau kita bisa memposisikan diri ‘saya hamba’ kita akan menerima kuasa Tuhan menghapus kemustahilan.
Kalau kita melayani bersuasana takhta Tuhan, tinggal menerima sayap Tuhan.
Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
4 makhluk ini adalah Henokh, Musa, Elia dan Yesus. Henokh terangkat hidup-hidup ke Sorga. Musa mengalami kematian kemudian dibangkitkan dan terangkat ke sorga. Elia terangkat hidup-hidup ke Sorga. Yesus mengalami kematian, bangkit dan naik ke Sorga. Jadi mau hidup atau mati bukan itu yang penting, yang penting selama kita hidup melayani bersuasana takhta Sorga. Kalau Tuhan izinkan mengalami kematian, akan dibangkitkan untuk masuk dalam kemuliaan bersama Yesus. Kalau diizinkan hidup sampai Yesus datang, diubahkan sekejab mata, diangkat ke awan-awan, masuk dalam kemuliaan bersama Yesus.
Kalau melayani bersuasana takhta sorga, kita menerima 6 sayap dari Tuhan:
a) 2 sayap induk ayam.
Lukas 13:34
13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Sayap Tuhan digambarkan dengan 2 sayap induk ayam untuk menaungi kita, melindungi dan memelihara kehidupan kita di tengah-tengah dunia yang semakin sulit sukar. Kita ini hanya anak ayam yang sulit mencari makan. Belum lagi ada predator yang siap memangsanya kapan saja. Tetapi kalau ada dibawah naungan sayap induk, kita aman, dipelihara dilindungi oleh Tuhan.
Kalau kita dikasih pilihan berkat atau pribadi Tuhan, kita pilih mana? Kalau kita pilih berkat, pilih pekerjaan, itu anak ayam dapat 1 ton jagung tetapi tidak bisa dia nikmati. Tetapi kalau kita pilih Tuhan, semua kita dapatkan. Layani Dia, mengabdi kepada Yesus Raja segala raja, layani bersuasana takhta Sorga, kita dinaungi Tuhan. Kalau sudah Tuhan naungi tidak usah ragu, ada berkat, ada pemeliharaan, ada perlindungan, semua kita dapatkan dalam naungan tangan kasih Tuhan.
b) 2 sayap merpati
Mazmur 55:7-9
55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
55:8 bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
55:9 Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."
Sayap merpati ini naungan sayap Tuhan untuk memberi damai sejahtera, ketenangan di tengah badai. Hidup kita di dunia tidak aman-aman, tidak tenang-tenang saja. Ada badai, tetapi naungan sayap Tuhan memberi ketenangan, memberi damai sejahtera. Kita tidak ikut goncang, tidak stress, tidak mati ketakutan.
Kalau gembala tenang, jemaat jangan terpancing. Gembala diam, semua diam, tidak usah jemaat bereaksi. Menghadapi badai apa saja, yang penting kita melayani bersuasana takhta Tuhan, ada tangan Tuhan menaungi kita, memberikan ketenangan dan damai. Sampai kita sendiri heran, koq bisa saya tenang, koq bisa saya diam. Itu karena tangan Tuhan yang menaungi.
c) 2 sayap burung nazar.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Naungan sayap Tuhan melindungi kita dari aniaya antikristus. Menyingkirkan kita ke padang belantara jauh dari antikristus. Dan saat Yesus datang menerbangkan kita ke awan-awan, bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga.
Biarlah 6 sayap ini mewarnai perjalanan hidup kita. Berjalan di padang gurun dunia dengan sayap Tuhan, enak tenang. Yang penting melayani bersuasana takhta Tuhan. Itu yang kita upayakan. Kita melayani Yesus Raja yang tidak pernah meninggalkan kita. Saya berbahagia karena sudah menjadi pengalaman hidup, makanya bisa disampaikan supaya jemaat menjadi kuat, menghadapi apapun ada tangan Tuhan menaungi kita.
Di depan ada perjamuan suci, jaminan pasti bahwa Tuhan akan menaungi kita. Di kayu salib tanganNya di rentangkan bagaikan sayap yang dikembangkan untuk menaungi kita sekalian.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |