Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus
I Tesalonika 1:1 Salam
1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.
Suratan 1 Tesalonika dalam terang tabernakel terkena pada pakaian imam besar. Dalam Keluaran 28 dan 29 mengenai pakaian imam besar dan pakaian imam-imam. Pakaian imam besar itu 7 rangkap sampai tutup dada, tutup bahu, serban, dll.
Pakaian imam besar disebut pakaian kudus
Keluaran 28:4
28:4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.
Keluaran 29:1, 41
29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
29:41 Domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian dan korban curahannya pada waktu pagi harus engkau mengolahnya sebagai persembahan yang harum, suatu korban api-apian bagi TUHAN,
Pakaian kudus imam besar menunjukkan kelakuan hidup sehari-hari dari Yesus Imam Besar yang harus kita teladani. Ini juga menunjukkan pada kelakuan hidup sehari-hari dari hamba Tuhan atau gembala sebagai teladan bagi sidang jemaat.
Pada ayat tadi ada 3 hamba Tuhan yang memberi salam kepada sidang jemaat Tesalonika kita belajar keteladanan dari Paulus, Silwanus atau Silas dan Timotius:
1. Bisa bekerjasama di dalam pelayanan. Kami dulu hamba Tuhan tunjukkan kepada jemaat bahwa hamba Tuhan itu bisa bekerjasama di dalam pelayanan. Hamba Tuhan yang tua atau senior diwakili oleh Paulus dan Silas dan hamba Tuhan yang muda diwakili oleh Timotius bisa bekerjasama. Jadi, yang senior tidak merasa superior tidak merasa dia lebih hebat, yang muda juga tidak merasa bahwa dia kuat sehingga mengabaikan yang tua.
Tuhan sudah tunjukkan waktu Yesus masuk ke Yerusalem Ia menunggangi anak keledai muda, tetapi induknya menyertai, itu menunjukkan suatu kerja sama hamba Tuhan senior dan hamba Tuhan yang muda.
Bagaimana Paulus dan Silas bisa melayani bersama-sama? Padahal awalnya Paulus pergi melayani dengan Barnabas kemudian ada pengerja mereka ponakannya Barnabas itulah Markus (Yohanes), di tengah perjalanan Markus meninggalkan mereka, kemudian di ada satu persitiwa Barnabas ingin membawa kembali Markus untuk mendampingi mereka dalam pelayanan, tetapi Paulus tidak setuju karena Markus ini hamba Tuhan yang tidak setia dalam pelayanan, menunjukkan hamba Tuhan yang salah tahbisannya, tapi akhirnya ia bertobat. Akhirnya terjadi perselisihan tajam, Barnabas mendukung Markus karena pengaruh keluarga daging, ponakannya. Paulus tidak mau, Paulus akhirnya memilih Silas untuk bersama dengan dia dalam pelayanan pemberitaan injil.
Kisah Rasul 15:37-41
15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan
15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.
Jadi, di sini kita lihat kita bisa bekerja sama dalam pelayanan kalau sama-sama tahbisannya benar. Kalau yang satu salah tahbisannya, yang satu benar tahbisannya sulit untuk dipaksakan bekerja sama.
2. Dukung hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Jangan seperti Barnabas karena keluarga, ponakannya akhirnya dia dukung Markus sekalipun salah tahbisannya.
Silas atau Silwanus ini adalah seorang nabi sedangkan Paulus adalah rasul. Kalau kita mendukung hamba Tuhan yang benar tahbisannya, maka rohani kita akan terbangun di atas dasar nabi dan rasul, atas dasar Firman nubuat dan Firman pengajaran.
Efesus 2:20
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Tadi dalam Kisah Rasul 15:40 Paulus dan Silas didoakan oleh sidang jemaat baru mereka pergi melayani, sementara Barnabas dan Markus tidak didoakan. Jadi, pelayanan hamba Tuhan yang benar tahbisannya pasti maju dan kalau kita mendukungnya kita akan kecipratan berkatnya, kita juga akan dipakai oleh Tuhan. Kalau dukung yang salah, rugi besar.
Barnabas dan Markus ke Siprus. Siprus artinya pulau tembaga. Ingat dalam tabernakel daerah yang bahan atau benda-bendanya terbuat dari tembaga adalah halaman, ada mezbah korban bakaran terbuat dari tembaga, bejana pembasuhan dari tembaga. Jadi, kalau dukung yang salah tahbisan rohani merosot sampai ke halaman. Halaman itu diserahkan kepada antikrist untuk diinjak-injak.
Wahyu 11:1-2
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
Tuhan tidak pernah memaksa, Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk memilih, berdoa kepada Tuhan supaya jangan salah pilih. Yang kita dukung hamba Tuhan yang bagaimana, kita berfellowship kepada hamba Tuhan seperti apa, lihatlah hamba Tuhan yang benar tahbisannya, bukan pandangan yang jasmani supaya jangan sampai rohani kita merosot tapi rohani kita maju dibangun atas dasar Firman nubuat dan Firman pengajaran.
3. Kuat dan teguh hati dalam pelayanan sekalipun harus menderita karena kebenaran, tetapi di tengah-tengah penderitaan bisa mengucap syukur, bisa memuji dan menyembah Tuhan.
Kita lihat apa yang dikerjakan Paulus dan Silas
Kisah Rasul 16:25
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Dalam keadaan sengsara setelah mereka didera, dicambuk tidak diobati langsung dimasukkan dalam penjara dipasung, tetapi dalam keadaan penderitaan itu mereka tidak bersungut justru mereka menaikkan puji-pujian. Kita bisa mengucap syukur, memuji dan menyembah Tuhan.
4. Teladan yang ke empat kita belajar dari Timotius bisa menerima dan meneruskan pengajaran yang benar dari pendahulu.
2 Timotius 2:2
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Jadi, pengajaran yang dia terima dari pendahulu dia pegang dan teruskan kepada yang lain. Ini yang benar, kita ini tinggal meneriam jadi, dulu yang menerima Wahyu pengajaran tabernakel ini adalah Pdt Van Gessel, diteruskan oleh menantunya Alm. Pdt. Totaijs, diteruskan oleh muridnya pdt. In Juwono kemudian diteruskan kepada Pdt. Pong Dongalemba dan hamba-hamba Tuhan yang lain yang teguh dengan pengajaran, dari Pdt Widjaja Hendra kemudian diteruskan kepada kami murid-murid Lempinel, juga saya terima dari Alm. Pdt Bernard Legontu, beliau menerima langsung dari Pdt. In Juwono. Sekarang kita tinggal menerima dari pendahulu, jangan penerus ini malah mengotak atik pengajaran, mengubah pengajaran, menambah mengurangi Firman pengajaran dengan alasan supaya sesuai dengan zaman. Dari dulu tahun 1935 pengajaran diterima menembusi sudah 90 tahun tetap cocok dari zaman ke zaman, tidak pernah ketinggalan zaman. Kalau kita Indonesia dari zaman penjajahan, masuk zaman orde lama, kemudian orde baru, zaman reformasi sampai zaman sekarang ini tetap cocok, jangan ditambah kurang.
Pegang teguh pengajaran dari pendahulu dan teruskan, maka pelayanan kita akan jadi enak dan ringan. Semua jadi enak dan ringan kalau hamba Tuhan muda bisa meneladani hamba Tuhan senior, yang senior bisa menjadi teladan bagi yang muda, sidang jemaat bisa menerima dan mendukung pelayanan hamba Tuhan.
Kalau yang muda ini penerus tidak mau meneruskan dari yang senior malah cenderung menyalahkan yang senior, seperti saya meneruskan pelayanan orang tua, jemaat sudah menikmati enaknya Firman pengajaran lalu saya putus itu akan menimbulkan kegoncangan jadi tidak enak. Tetapi kalau diteruskan yang kami terima dari pendahulu tetap di teruskan oleh gembala sekarang semua menjadi enak dan ringan kita bisa hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan.
Juga dalam persekutuan hamba-hamba Tuhan kami generasi muda sekarang ini kalau meneruskan apa yang kami terima dari pendahulu maka pelayanan dan persekutuan menjadi enak dan ringan, ada Tuhan menjadi kepala, kita merasakan kasih karunianya dan kita hidup dalam damai sejahtera.
Tapi saya mau tekankan sekali lagi jangan salah pilih dalam penggembalaan, dalam persekutuan lihat tahbisannya, tahbisan itu bisa benar kalau pengajarannya benar, pengajaran yang sehat.
Tuhan memberkati