20251202

Ibadah Doa Pagi, Rabu 03 Desember 2025 Pdt. Handri Legontu

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus

 

I Tesalonika 1:1 Salam

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.

 

Suratan 1 Tesalonika dalam terang tabernakel terkena pada pakaian imam besar. Dalam Keluaran 28 dan 29 mengenai pakaian imam besar dan pakaian imam-imam. Pakaian imam besar itu 7 rangkap sampai tutup dada, tutup bahu, serban, dll.

 

Pakaian imam besar disebut pakaian kudus

Keluaran 28:4

28:4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.

 

Keluaran 29:1, 41

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

29:41 Domba yang lain haruslah kauolah pada waktu senja; sama seperti korban sajian dan korban curahannya pada waktu pagi harus engkau mengolahnya sebagai persembahan yang harum, suatu korban api-apian bagi TUHAN,

 

Pakaian kudus imam besar menunjukkan kelakuan hidup sehari-hari dari Yesus Imam Besar yang harus kita teladani. Ini juga menunjukkan pada kelakuan hidup sehari-hari dari hamba Tuhan atau gembala sebagai teladan bagi sidang jemaat.

 

Pada ayat tadi ada 3 hamba Tuhan yang memberi salam kepada sidang jemaat Tesalonika kita belajar keteladanan dari Paulus, Silwanus atau Silas dan Timotius:

1.      Bisa bekerjasama di dalam pelayanan. Kami dulu hamba Tuhan tunjukkan kepada jemaat bahwa hamba Tuhan itu bisa bekerjasama di dalam pelayanan. Hamba Tuhan yang tua atau senior diwakili oleh Paulus dan Silas dan hamba Tuhan yang muda diwakili oleh Timotius bisa bekerjasama. Jadi, yang senior tidak merasa superior tidak merasa dia lebih hebat, yang muda juga tidak merasa bahwa dia kuat sehingga mengabaikan yang tua.

Tuhan sudah tunjukkan waktu Yesus masuk ke Yerusalem Ia menunggangi anak keledai muda, tetapi induknya menyertai, itu menunjukkan suatu kerja sama hamba Tuhan senior dan hamba Tuhan yang muda.

 

Bagaimana Paulus dan Silas bisa melayani bersama-sama? Padahal awalnya Paulus pergi melayani dengan Barnabas kemudian ada pengerja mereka ponakannya Barnabas itulah Markus (Yohanes), di tengah perjalanan Markus meninggalkan mereka, kemudian di ada satu persitiwa Barnabas ingin membawa kembali Markus untuk mendampingi mereka dalam pelayanan, tetapi Paulus tidak setuju karena Markus ini hamba Tuhan yang tidak setia dalam pelayanan, menunjukkan hamba Tuhan yang salah tahbisannya, tapi akhirnya ia bertobat. Akhirnya terjadi perselisihan tajam, Barnabas mendukung Markus karena pengaruh keluarga daging, ponakannya. Paulus tidak mau, Paulus akhirnya memilih Silas untuk bersama dengan dia dalam pelayanan pemberitaan injil.

 

Kisah Rasul 15:37-41

15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan

15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

 

Jadi, di sini kita lihat kita bisa bekerja sama dalam pelayanan kalau sama-sama tahbisannya benar. Kalau yang satu salah tahbisannya, yang satu benar tahbisannya sulit untuk dipaksakan bekerja sama.

 

2.      Dukung hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Jangan seperti Barnabas karena keluarga, ponakannya akhirnya dia dukung Markus sekalipun salah tahbisannya.

 

Silas atau Silwanus ini adalah seorang nabi sedangkan Paulus adalah rasul. Kalau kita mendukung hamba Tuhan yang benar tahbisannya, maka rohani kita akan terbangun di atas dasar nabi dan rasul, atas dasar Firman nubuat dan Firman pengajaran.

Efesus 2:20

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

 

Tadi dalam Kisah Rasul 15:40 Paulus dan Silas didoakan oleh sidang jemaat baru mereka pergi melayani, sementara Barnabas dan Markus tidak didoakan. Jadi, pelayanan hamba Tuhan yang benar tahbisannya pasti maju dan kalau kita mendukungnya kita akan kecipratan berkatnya, kita juga akan dipakai oleh Tuhan. Kalau dukung yang salah, rugi besar.

Barnabas dan Markus ke Siprus. Siprus artinya pulau tembaga. Ingat dalam tabernakel daerah yang bahan atau benda-bendanya terbuat dari tembaga adalah halaman, ada mezbah korban bakaran terbuat dari tembaga, bejana pembasuhan dari tembaga. Jadi, kalau dukung yang salah tahbisan rohani merosot sampai ke halaman. Halaman itu diserahkan kepada antikrist untuk diinjak-injak.

Wahyu 11:1-2

11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Tuhan tidak pernah memaksa, Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk memilih, berdoa kepada Tuhan supaya jangan salah pilih. Yang kita dukung hamba Tuhan yang bagaimana, kita berfellowship kepada hamba Tuhan seperti apa, lihatlah hamba Tuhan yang benar tahbisannya, bukan pandangan yang jasmani supaya jangan sampai rohani kita merosot tapi rohani kita maju dibangun atas dasar Firman nubuat dan Firman pengajaran.

 

3.      Kuat dan teguh hati dalam pelayanan sekalipun harus menderita karena kebenaran, tetapi di tengah-tengah penderitaan bisa mengucap syukur, bisa memuji dan menyembah Tuhan.

 

Kita lihat apa yang dikerjakan Paulus dan Silas

Kisah Rasul 16:25

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

 

Dalam keadaan sengsara setelah mereka didera, dicambuk tidak diobati langsung dimasukkan dalam penjara dipasung, tetapi dalam keadaan penderitaan itu mereka tidak bersungut justru mereka menaikkan puji-pujian. Kita bisa mengucap syukur, memuji dan menyembah Tuhan.

 

4.      Teladan yang ke empat kita belajar dari Timotius bisa menerima dan meneruskan pengajaran yang benar dari pendahulu.

2 Timotius 2:2

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

 

Jadi, pengajaran yang dia terima dari pendahulu dia pegang dan teruskan kepada yang lain. Ini yang benar, kita ini tinggal meneriam jadi, dulu yang menerima Wahyu pengajaran tabernakel ini adalah Pdt Van Gessel, diteruskan oleh menantunya Alm. Pdt. Totaijs, diteruskan oleh muridnya pdt. In Juwono kemudian diteruskan kepada Pdt. Pong Dongalemba dan hamba-hamba Tuhan yang lain yang teguh dengan pengajaran, dari Pdt Widjaja Hendra kemudian diteruskan kepada kami murid-murid Lempinel, juga saya terima dari Alm. Pdt Bernard Legontu, beliau menerima langsung dari Pdt. In Juwono. Sekarang kita tinggal menerima dari pendahulu, jangan penerus ini malah mengotak atik pengajaran, mengubah pengajaran, menambah mengurangi Firman pengajaran dengan alasan supaya sesuai dengan zaman. Dari dulu tahun 1935 pengajaran diterima menembusi sudah 90 tahun tetap cocok dari zaman ke zaman, tidak pernah ketinggalan zaman.  Kalau kita Indonesia dari zaman penjajahan, masuk zaman orde lama, kemudian orde baru, zaman reformasi sampai zaman sekarang ini tetap cocok, jangan ditambah kurang.

 

Pegang teguh pengajaran dari pendahulu dan teruskan, maka pelayanan kita akan jadi enak dan ringan. Semua jadi enak dan ringan kalau hamba Tuhan muda bisa meneladani hamba Tuhan senior, yang senior bisa menjadi teladan bagi yang muda, sidang jemaat bisa menerima dan mendukung pelayanan hamba Tuhan.

 

Kalau yang muda ini penerus tidak mau meneruskan dari yang senior malah cenderung menyalahkan yang senior, seperti saya meneruskan pelayanan orang tua, jemaat sudah menikmati enaknya Firman pengajaran lalu saya putus itu akan menimbulkan kegoncangan jadi tidak enak. Tetapi kalau diteruskan yang kami terima dari pendahulu tetap di teruskan oleh gembala sekarang semua menjadi enak dan ringan kita bisa hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan.

 

Juga dalam persekutuan hamba-hamba Tuhan kami generasi muda sekarang ini kalau meneruskan apa yang kami terima dari pendahulu maka pelayanan dan persekutuan menjadi enak dan ringan, ada Tuhan menjadi kepala, kita merasakan kasih karunianya dan kita hidup dalam damai sejahtera.

 

Tapi saya mau tekankan sekali lagi jangan salah pilih dalam penggembalaan, dalam persekutuan lihat tahbisannya, tahbisan itu bisa benar kalau pengajarannya benar, pengajaran yang sehat.

 

Tuhan memberkati

 

20251125

Kebaktian Doa Puasa Sesi 1, Selasa 25 November 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 7:17-25

7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah TUHAN. Lihat, dengan tongkat yang di tanganku ini akan kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah,

7:18 dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini."

7:19 TUHAN berfirman kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun: Ambillah tongkatmu, ulurkanlah tanganmu ke atas segala air orang Mesir, ke atas sungai, selokan, kolam dan ke atas segala kumpulan air yang ada pada mereka, supaya semuanya menjadi darah, dan akan ada darah di seluruh tanah Mesir, bahkan dalam wadah kayu dan wadah batu."

7:20 Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya, maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah;

7:21 matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah.

7:22 Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.

7:23 Firaun berpaling, lalu masuk ke istananya dan tidak mau memperhatikan hal itu juga.

7:24 Tetapi semua orang Mesir menggali-gali di sekitar sungai Nil mencari air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil.

25 Demikianlah genap tujuh hari berlalu setelah TUHAN menulahi sungai Nil.

 

Ini adalah tulah pertama akibat kekerasan hati Firaun menolak membiarkan bangsa Israel pergi beribadah. Bagi kita juga, kalau kita tidak mau beribadah melayani Tuhan, maka Tuhan akan menjatuhkan hukuman kepada kita.

 

Air menjadi darah sehingga tidak bisa diminum. Ini menunjuk ketidakpuasan, kekeringan rohani bahkan sengsara lahir batin. Siapa yang mengalaminya? Yang menjadi darah adalah:

1.      Air di sungai, selokan dan kolam. Air itu menunjuk bangsa-bangsa atau orang banyak.

Wahyu 17:1-2

17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

17:2 Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya."

 

Jadi air di sungai, selokan dan kolam menunjuk orang Kristen secara umum yang tidak mau tergembala, mau bebas. Ini yang akan mengalami ketidakpuasan, kekeringan lahir dan batin.

 

2.      Air pada wadah kayu. Kayu menunjuk daging. Ketika Yesus dibawa untuk disalibkan, para perempuan di Yerusalem menangisinya. Lalu Yesus berkata kalau mereka melakukan ini pada kayu yang hidup, apalagi pada kayu yang mati. Jadi kayu bicara daging. Air pada wadah kayu menunjuk orang Kristen yang menuruti hawa nafsu dagingnya. Ini yang akan mengalami ketidakpuasan, kekeringan. Sekalipun kaya secara jasmani tetapi tidak mengalami kepuasan. Berapa banyak orang kaya tidak puas sehingga melakukan korupsi, melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

 

3.      Air pada wadah batu. Menunjuk orang Kristen yang keras hati.

 

Jadi kalau tidak mau tergembala, hidup menuruti hawa nafsu daging dan keras hati, maka itu adalah orang yang menolak pekerjaan Roh Kudus.

 

Akibatnya:

1.      Keluaran 7:18,21

7:18 dan ikan yang dalam sungai Nil akan mati, sehingga sungai Nil akan berbau busuk; maka orang Mesir akan segan meminum air dari sungai Nil ini."

7:21 matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah.

 

Kehidupan itu berbau busuk bagi sesama, perkataan dan perbuatannya hanya menjadi beban, menjadi sandungan bagi orang lain. Contohnya orang kaya tetapi arogan, akibatnya menjadi sandungan bagi orang lain. Sama dengan tidak berguna bagi Tubuh Kristus, malah merusak Tubuh Kristus. Ingat waktu Yesus bangkit, Yesus minta makan dan diberikan ikan goreng, bukan ikan busuk. Dimakan Yesus berarti masuk dalam kegerakan Tubuh Kristus. Ini ikannya mati berbau busuk, berarti tidak berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus, terbuang, tidak dipakai.

 

2.      Keluaran 7:24

7:24 Tetapi semua orang Mesir menggali-gali di sekitar sungai Nil mencari air untuk diminum, sebab mereka tidak dapat meminum air sungai Nil.

 

Artinya kalau tidak puas, kering rohani, hanya menimbulkan kekacauan. Kalau sekarang gali lubang, tutup lubang, menunjuk utang sana sini. Akhirnya bingung untuk mengatasi semuanya.

 

3.      Keluaran 7:22

7:22 Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.

 

Para ahli sihir Mesir membuat air menjadi darah dengan ilmu mantera mereka. Ahli sihir di sini menunjuk nabi palsu. Jadi akibat ketiga mudah disesatkan oleh guru palsu dan nabi-nabi palsu. Karena tidak puas, kering rohaninya, begitu ada ajaran lain yang menyenangkan daging, langsung diterima. Mudah sekali disesatkan.

 

4.      Keluaran 7:22

7:22 Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.

 

Tetap berkeras hati sehingga mendatangkan tulah-tulah yang lain, sampai akhirnya Firaun mati. Masalah tidak pernah selesai sampai binasa!

 

Yang Tuhan rindukan air menjadi air anggur. Seharusnya itu yang kita alami, bukan air menjadi darah. Artinya kita harus mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang menjadi berkat bagi sesama, yang menyenangkan, memuaskan hati Tuhan. Air menjadi air anggur, bisa dikecap, bisa diminum.

 

Kita datang doa puasa sepanjang hari ini, daging ini harus dimatikan supaya mengalami keubahan hidup. Sudah mau berakhir tahun 2025 jangan sampai kita air menjadi darah. Periksa hidup kita sepanjang tahun, apa yang terjadi dalam hidup kita, air menjadi darah atau air menjadi air anggur. Biarlah lewat doa puasa kita merobek daging kita sehingga kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Proses mengalami keubahan hidup sehingga sama mulia dengan Yesus, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, air menjadi air anggur.

1.      Yohanes 2:1-10

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.

2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.

2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,

2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

 

Prosesnya air harus dimasukan ke dalam 6 tempayan. Air menunjuk bangsa-bangsa, orang banyak. Harus dimasukan dalam 6 tempayan, artinya harus dibendung dagingnya di dalam penggembalaan. Kalau mau mengalami keubahan hidup, harus masuk dalam penggembalaan, bendung daging. Batasi gerak daging kita, jangan ikuti keinginan daging yang mau bebas, mau liar!

 

Dari sekian banyak air, yang ditampung hanya 6 tempayan, tidak banyak. Artinya kalau kita bisa tergembala, tekun 3 macam ibadah pokok, itu adalah kemurahan Tuhan, itu adalah pilihan Tuhan! Kita adalah orangnya Tuhan, orang yang ditentukan oleh Tuhan! Sebab tidak semua orang mau masuk dalam penggembalaan, tekun dalam 3 macam ibadah pokok.

 

Memang dalam penggembalaan daging kita dibendung, tidak bisa bergerak bebas, tidak boleh berbuat ini dan itu yang mengarah kepada dosa! Sebagai gembalapun gerakan dibatasi, tidak bisa bergerak bebas lagi.

 

Wahyu 17:1

17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

 

Kalau daging kita bebas dan liar maka kehidupan kita akan dikuasai oleh roh jahat dan roh najis sehingga mengarah pada pembangunan Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan.

 

2.      6 tempayan. Angka 6 bicara manusia daging, manusia diciptakan pada hari keenam. Hidup kita manusia daging harus diisi dengan air Firman pengajaran yang benar, Roh Kudus dan kasih Tuhan di dalam penggembalaan. Kalau ada isi kita punya kekuatan menghadapi segala macam tekanan hidup, tantangan, godaan dan lain-lain.

II Korintus 4:7-10

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

 

Banyak tekanan dan himpitan kita alami di dunia ini. Tekanan hidup, pergumulan, belum lagi godaan-godaan dosa, penderitaan, sengsara dari sesama yang diperalat oleh setan. Kita bejana tanah liat tidak mampu, harus diisi dengan Firman Tuhan. Kalau bejana itu mau diisi tentu bejananya dibersihkan dulu supaya air yang diisi di situ bisa tetap dipakai. Jadi kalau kita diisi dengan Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan, kita pasti dibersihkan, disucikan oleh Tuhan dari segala kekotoran. Kalau sudah bersih kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pendamaian, bisa memberitakan berita pendamaian.

II Korintus 5:18-21

5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

 

Kita dipakai dalam pelayanan pendamaian, memberitakan berita pendamaian, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Orang yang suci diperlengkapi jabatan pelayanan untuk melayani Tuhan.

Keluaran 29:1

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

 

Efesus 4:12

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Firman pengajaran adalah makanan rohani, jabatan pelayanan itu pakaian rohani.

I Timotius 6:8

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

 

Cukup artinya kita mengalami kepuasan rohani. Ada Firman kita disucikan dan dibersihkan, ada pakaian pelayanan, maka kita mengalami kepuasan rohani. Kalau puas rohani kita pasti Tuhan pelihara. Kami hamba Tuhan menjadi kesaksian bagi jemaat, ada Firman, ada pakaian pelayanan, tidak bekerja lagi di dunia, tidak ada gaji, tidak ada sponsor maka Tuhan cukupkan semuanya, ada kepuasan rohani. Banyak kebutuhan kita, kalau kita korbankan makanan Firman, korbankan pelayanan untuk mengejar dan memenuhi kebutuhan hidup, tidak akan pernah cukup, tidak akan pernah puas.

 

Misalkan gajinya 500.000, ah tidak cukup ini, dia kejar menjadi 1.000.000. mulai cari pekerjaan sampingan, dapat 2 juta, 3 juta, 5 juta tetapi selalu tidak pernah cukup karena mengorbankan pelayanan. Jangan buang pengajaran, jangan buang pakaian pelayanan, pegang teguh.

 

3.      Kalau sudah disucikan, sudah dipakai, pasti ada keubahan hidup. Cedoklah, artinya terjadi keubahan hidup mulai dari lidah, dari perkataan. Perkataan kita diubahkan, disucikan oleh Tuhan.

 

Istilah cedok berarti diambil sedikit. Sudah dalam penggembalaanpun masih terjadi pemisahan. Ada yang berubah, ada yang tetap manusia daging. Seringkali karena melihat ada yang tidak berubah akibatnya pengajaran atau penggembalaan yang dihina. Jangan! Itu hanya oknum yang tidak berubah. Kalau begitu Yudas bersama-sama Yesus, dia tidak berubah, apakah mau menghina penggembalaan Yesus? Jangan!

 

Ini tahun pemisahan. Orang yang diubahkan terus mengalami keubahan hidup, yang mempertahankan daging semakin jahat, semakin najis. Terjadi pemisahan, sampai pemisahan yang tegas, 1 terangkat, 1 tertinggal, nikah terpisah! Yang mengilang, sementara bekerja, 1 terangkat, 1 terhilang. Di ladang sama-sama melayani, 1 terangkat, 1 tertinggal.

 

Doa saya selalu supaya saya bersama anak isteri, mama bersama kakak-kakak saya, jemaat dan keluarga daging, tidak ada yang tertinggal binasa, biar kita terpisah dari hidup lama, bukan terpisah dari Tubuh Kristus.

 

Kalau mulut sudah dibaharui, mulut sudah diubahkan maka terjadi keubahan hidup yang lain.

Efesus 4:24-25

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

 

Yang dibaharui berikutnya adalah:

a)      Tabiat kuatir diubahkan menjadi menyerah sepenuh kepada Tuhan.

Yohanes 2:3

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

 

Waktu kekurangan anggur, Maria datang kepada Yesus ‘mereka kehabisan’. Kurang tetapi bilang habis, ini kekuatiran. Sebenarnya masih ada tetapi dibilang sudah tidak ada, itu karena kuatir. Apalagi kalau gembala seperti itu, kuatir, padahal sudah ada berkatnya. Kuatir diubah menjadi menyerah sepenuh kepada Tuhan. Orang tergembala adalah orang yang menyerah sepenuh kepada Tuhan.

I Petrus 5:7

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

 

Serahkan semua, biar kita tergembala dengan benar dan baik. Tidak pusing perkara yang jasmani, tetapi yang kita pikirkan utama rohani kita harus terbangun.

 

b)      Tabiat tidak taat diubahkan menjadi taat. Kita belajar dari pelayan-pelayan pesta, bayangkan ada 6 tempayan untuk tempat cuci kaki. Itu diisi air lalu Yesus suruh cedok bawa kepada pemimpin pesta. Kalau pemimpinnya tanya ‘dari mana ini air” dari air cuci kaki mau disuruh minum, bisa kena marah. Tabiat tidak taat diubahkan menjadi tabiat taat apapun resikonya. Kadang Firman itu tidak cocok bagi logika. Ini air cuci kaki, harus diminum. Disitulah kita diuji ketaatannya, mau taat pada Firman atau tidak. Biarlah kita mau taat dengar-dengaran pada Firman maka mujizat terjadi. Kalau taat mujizat terjadi, air menjadi air anggur.

 

Dari mulut diubahkan, kemudian tabiat diubahkan, maka seluruh hidup pasti diubahkan oleh Tuhan. Mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani pasti terjadi. Air menjadi air anggur, itu sesuatu yang mustahil. Ketaatan kita pada Firman menghapus kemustahilan! Mungkin pagi ini kita menghadapi masalah, menghadapi sesuatu yang sudah mustahil. Masalah terberat adalah masalah nikah. Kalau ada ketatan pada Firman mujizat pasti terjadi, Tuhan sanggup menghapus kemustahilan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Yohanes 2:10

2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

 

Hidup kita menjadi baik, bahkan menjadi semakin baik mulai dari nikah. Nikah pada umumnya pada awal baik, lama-lama kurang baik. Isteri waktu pertama menikah masih bagus bentuknya, begitu sudah punya anak 1 2, sudah seperti burasa diikat, tidak punya bentuk. Mulai lirik yang lain, padahal dia sendiri sama, sudah seperti biapong! Itulah laki-laki makhluk visual.

 

Nikah manusia begitu, awalnya baik, lama-lama kurang baik. Tetapi kalau kita tergembala, taat pada Firman, baik, tambah baik, tambah manis, tambah indah. Sampai puncak keindahan kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah, Yesus datang kita bisa menyambut Dia di awan-awan yang permai.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

 


Tuhan Memberkati