Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus
Filipi 1:1-2 Salam
1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba
Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan
para penilik jemaat dan diaken.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari
Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Secara
keseluruhan surat Filipi terkena pada pelita emas. Ini termasuk surat-surat
penggembalaan. Paulus menyebutkan Timotius juga sebagai penulis. Jadi, surat
ini ditulis oleh Paulus bersama dengan Timotius untuk sidang jemaat Filipi.
Paulus menyebutkan dirinya dan Timotius adalah hamba-hamba Kristus Yesus. Jadi,
dari salam pembuka surat Filipi ini Paulus sudah menunjukkan kepada kita betapa
pentingnya kesatuan hati antara hamba Tuhan di dalam pelayanan.
Pelayanan
pembangunan tubuh Kristus tidak bisa dikerjakan sendiri, harus bekerjasama.
Paulus selalu mengajak hamba Tuhan yang lain untuk bisa bekerjasama.
Efesus 6:21-22
6:21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan
hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di
dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu.
6:22 Dengan maksud inilah ia kusuruh
kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu.
Kesatuan
hati ini yang mau dirusak oleh setan, supaya hamba-hamba Tuhan tidak bisa
bekerjasama malah saling menjatuhkan satu dengan yang lain.
Secara
khusus ayat 1–11 dalam tabernakel terkena pada tabut perjanjian, secara umum
semua surat Filipi itu terkena pada pelita emas.
Tabut
perjanjian itu punya kayu pengusung, dipikul diusung, bukan dinaikkan di kereta
atau diseret, ditarik. Tabut perjanjian sekarang menunjuk pada kabar mempelai.
Tabut
itu terbagi dua bagian:
ØTutupnya dari emas murni dengan dua
kerub itu menunjukkan Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.
ØPetinya dari kayu penaga disalut
emas murni itu menunjukkan mempelai wanita Tuhan/ gereja Tuhan yang sempurna.
Gereja
Tuhan belum sempurna, Yesus belum datang, penyatuan mempelai belum terjadi,
sekarang dalam wujud kabar mempelai, Firman pengajaran yang benar. Tugas kita
untuk mengusung kabar mempelai, artinya bertanggung jawab untuk mempraktekkan
Firman pengajaran yang benar/ kabar mempelai dan bertanggung jawab untuk
memberitakannya atau menyaksikannya. Berarti kita bertanggung jawab untuk masuk
dalam kegerakan Firman Pengajaran kabar mempelai, terus maju sampai kita
berhasil dibentuk menjadi mempelai wanita Tuhan.
Itu
sebabnya harus ada kesatuan hati dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
seumpama dua orang yang memikul lalu yang di depan mau maju, yang dibelakang
mundur, apalagi kalau 4 orang yang memikul yang di depan sebelah kanan mau
belok kanan, yang di belakang sebelah kiri mau belok kiri, tidak akan bisa
berjalan tabutnya, harus ada kesatuan hati dalam pelayanan.
Setan
mau merusak kesatuan hati lewat hal-hal yang seringkali dianggap tidak apa-apa,
yaitu iri hati dan perselisihan.
2 Korintus 12:20
12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku
datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku
tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri
hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan
kerusuhan.
Jadi,
dari iri hati, perselisihan muncullah dosa-dosa yang lain yang merusak kesatuan
hati dari pelayan Tuhan, hamba Tuhan.
Bagaimana
supaya bisa satu hati? Dari nikah suami dan isteri satu hati, dalam
penggembalaan gembala dan jemaat bisa satu hati baru nanti antar penggembalaan.
Yesaya 52:11
52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari
sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya,
sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
Imam
yang memikul tabut perjanjian harus menjauh dari kenajisan keluar dari
kenajisan = mau disucikan dan hidup dalam kesucian. Kesucian itu menimbulkan
kasih persaudaraan yang tulus ikhlas.
1 Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh
ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan
yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan
segenap hatimu.
Kasih
itu yang menyatukan dan menyempurnakan kita.
Kolose 3:14
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah
kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Jadi,
ini yang menjadi doa dan pergumulan kita supaya seisi keluarga kita bisa
terlibat dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sama-sama menjadi hamba
Tuhan atau pelayan Tuhan yang suci sehingga bisa menjadi satu hati, bisa
menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
Pada
pembuka surat ini Paulus dan Timotius memberi salam yang pertama kepada semua
orang kudus di Filipi baru ditujukan kepada pelayan-pelayan Tuhan yang ada di
Filipi. Jadi, yang dikedepankan di sini adalah kekudusan, ini yang terutama
harus kita miliki baru kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh
Kristus.
Keluaran 29:1
29:1 "Inilah yang harus kaulakukan
kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam
bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak
bercela,
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik
rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun
gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kekudusan
itu yang nomor satu, itu yang kita kejar
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua
orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan
melihat Tuhan.
Maka
dalam pelayanan yang kita kerjakan kita bisa melihat Tuhan, artinya:
1.Bisa
menyembah Tuhan, pelayanan kita memuncak pada penyembahan, bukan cuma kita
mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan setia, dengan aktif tapi kita juga mau melayani
pribadi Tuhan lewat doa penyembahan.
2.Kita
bisa melihat pribadi Tuhan nyata dalam kita = kita diubahkan, melayani dalam
tanda keubahan hidup. Kedagingan kita tabiat-tabiat daging disingkirkan hidup
Yesus nyata dalam kita. Semakin lama kita melayani Tuhan semakin berubah
menjadi manusia rohani.
3.Kita
melihat pertolongan Tuhan, pembelaan Tuhan, penyertaan Tuhan tepat pada
waktunya. (Filipi 1:2). Kita tidak perlu ragu lagi akan hidup kita di dunia
ini, tidak perlu ragu menghadapi tantangan, pergumulan apapun, kita yakin kasih
karunia Tuhan, damai sejahtera dari Allah ada pada kita, dan Tuhan, Yesus,
Kristus menyertai kita.
Mari
kita berupaya untuk hidup di dalam kekudusan, beri hidup kita disucikan oleh
Firman pengajaran, makanya jangan jauh dari persekutuan dengan Allah, jangan
jauh dari ibadah pelayanan, jangan jauh dari penggembalaan, penyucian secara
intensif ada di dalam penggembalaan. Kita datang kepada Tuhan kita mau
menyembah Tuhan, kita mohon biar Tuhan terus menyucikan kita dan Tuhan berikan
kemampuan untuk kita bisa hidup di dalam kesucian.
Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu
14:19-20
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas
bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam
kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota
dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan
jauhnya dua ratus mil.
Ini penuaian anggur, ini adalah kehidupan
yang hidup dalam hawa nafsu daging tanpa Roh Kudus sehingga dibawa dalam
kilangan murka Allah. Ketika hukuman Allah dijatuhkan darah mengalir setinggi
kekang kuda bahkan sejauh 200mil. Ini menunjuk keadaan orang yang akan dihukum oleh
Tuhan, yaitu:
1.Darah
itu tingginya sampai ke kekang kuda. Ini menunjukan orang yang dagingnya tidak mau
dikekang, terutama mulutnya tidak dibisa dikendalikan. Perkataannya perkataan
sia-sia, bergosip, memfitnah dan lain sebagainya.
2.Darah
itu mengalir sejauh 200 mil. Ini yang akan kita bahas.
Angka 200 dalam Alkitab menunjuk angka tidak
cukup atau tidak puas.
Markus 6:37
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka
makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti
seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
Yohanes 6:7
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua
ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun
masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
Yesus memberi makan 5.000 orang ini menubuatkan
tentang kegerakan Firman, kegerakan yang rohani, kegerakan pembangunan Tubuh
Kristus yang sempurna. Tubuh Kristus akan segera terwujud dan Yesus segera
datang. Kerinduan Tuhan supaya kita masuk dalam kegerakan ini, makanya Yesus
menyuruh murid-muridNya memberi orang banyak makan. Bisa saja Yesus memberi
makan tanpa memerintahkan murid-muridNya. Bangsa Israel di padang gurun Tuhan
pelihara dengan roti manna, tanpa campur tangan manusia bisa Tuhan curahkan
dari sorga. Kalau memberi makan 5.000 orang sangat mudah bagi Yesus. Jumlah
bangsa Israel yang keluar dari Mesir yang laki-laki 20 tahun ke atas 603.550
orang, belum ditambah perempuan dan anak-anak, sudah sekitar 2jutaan. Mereka ini Tuhan berikan
makan dengan roti manna. Tidak usah suruh orang bagi, langsung dicurah.
Apalagi hanya memberi makan 5.000 orang bisa
Tuhan lakukan sendiri. Tetapi Tuhan melibatkan murid-muridNya ‘beri mereka makan’.
Kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, untuk
membentuk gereja yang sempurna bisa Yesus kerjakan sendiri. Tetapi Tuhan
melibatkan kita masuk dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, ini adalah
kemurahan Tuhan.
Zakharia 6:12-13
6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN
semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya
dan ia akan mendirikan bait TUHAN.
6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan
dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas
takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang
damai akan ada di antara mereka berdua.
Orang bernama tunas menunjuk Yesus sebagai
manusia. Yesus bisa mendirikan sendiri bait Tuhan. Tetapi kita bangsa kafir
juga dilibatkan, orang dari jauh itulah kita bangsa kafir.
Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut
membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang
mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik
mendengarkan suara TUHAN Allahmu."
Sementara hati Tuhan merindu supaya kita
masuk atau terlibat dalam kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh
Kristus, ternyata roh tidak cukup/tidak puas, menghinggapi gereja Tuhan
sehingga tidak bisa dipakai dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus.
Seringkali ketika ada kegerakan ada yang berkata tidak cukup, tidak puas,
sehingga tidak bisa dipakai. Kegerakan ini akan semakin besar, jangan selalu
tidak cukup, tidak puas, tidak akan dipakai orang seperti itu! Nanti orang itu
akan dibawa masuk dalam kilangan murka Allah, darah yang mengalir. Lebih baik
sekarang uangnya yang mengalir, tenaga yang keluar, waktu kita beri untuk ikut
dalam kegerakan. Jangan nanti baru mau ikut dalam kegerakan sudah tidak bisa, sudah
dituai, sudah dibawa masuk dalam kilangan murka Allah. Yang mengalir darah dan
tentu air mata. Baru menyesal kenapa dulu saya selalu pasif, kenapa dulu saya
tidak mau ikuti kegerakan Firman. Baru menyesal tetapi terlambat. Lebih baik
sekarang kita ikuti kegerakan.
Praktek tidak cukup atau tidak puas.
1.Markus
6:35
6:35
Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan
berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Tempat ini sunyi artinya selalu terbentur dengan keadaan dunia, selalu
terpengaruh dengan dunia sehingga tidak bisa setia mengikuti kegerakan, terutama
tidak setia dalam ibadah pelayanan penggembalaan. Celaka kalau gembala seperti
itu, selalu terbentur dengan pengaruh dunia, bagaimana bisa melayani!
Yakobus 4:4
4:4
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan
dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi
sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Dunia mau menjalin persahabatan dengan gereja. Dia mau mengikat gereja
dengan dunia, dia mau membuat gereja Tuhan mengasihi dunia sampai nanti serupa
dengan dunia! Tidak akan bisa beribadah kalau selalu terbentur dengan keadaan
dunia.
2.Hari
sudah mulai malam, artinya hidup dalam kegelapan dosa! Sehingga paling sedikit
ada rasa malu, Pelayanannya dibuang, dosa dia pertahankan. Kalau merasa malu
seharusnya buang dosanya, pelayanannya jangan!.
Akhir zaman ini keadaannya bukan hanya hari mulai malam tetapi sudah
jauh malam, begitu gelap!
Roma 13:12-13
13:12
Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan
perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13
Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta
pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam
perselisihan dan iri hati.
Ini kegelapan dosa yang ada di akhir zaman:
a)Pesta
pora dan kemabukan. Ini menunjuk dosa makan minum, merokok, narkoba, miras dan
lain-lain.
b)Percabulan
dan hawa nafsu. Ini menunjuk dosa kawin mengawinkan dengan begitu banyak
ragamnya. Ini membuat tidak bisa masuk dalam kegerakan bahkan mau menghambat,
mau merusak kegerakan. Seperti Hofni dan Pinehas, kegerakan tabut mereka halangi!
Akhirnya Tabut Perjanjian dirampas, terjadi ikabod, kehilangan kemuliaan Allah.
Siapa Hofni dan Pinehas? Imam-imam! Jadi imam-imam ini yang menjadi sasaran
utama setan. Kalau yang melayani sudah dihantam, pengaruhnya luar biasa. Apalagi
kalau dia gembala, dia tua-tua, imam-imam, pengaruh pada gereja itu begitu luar
biasa.
c)Perselisihan
dan iri hati. Ini menghambat kegerakan! Seperti Yusuf di Kanaan, Kanaan itu
negeri kegerakan. Mereka sudah tinggal di situ, namun saudara-saudaranya iri
dan benci kepada Yusuf. Sudah ada 12 anak, 12 angka persekutuan. Tetapi dibuang
1 tinggal 11. Kegerakan terhalang dengan iri hati dan perselisihan.
Kalau ada 3 kegelapan ini maka hidup itu gelap, nikah kita gelap!
Markus 4:21
4:21
Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya
ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya
ditaruh di atas kaki dian.
Pelita ditaruh di bawah gantang. Gantang tempat makanan, menunjuk dosa
makan minum. Pelita ditaruh di bawah tempat tidur. Tempat tidur bicara nikah, ada
dosa kawin mawin di situ, jadi gelaplah nikah. Juga kegelapan dosa ini membuat
pelayanan menjadi gelap. Tidak ada kemajuan, malah kemerosotan.
Matius 20:11-15
20:11
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
20:12
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau
menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung
panas terik matahari.
20:13
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak
adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
20:14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk
terakhir ini sama seperti kepadamu.
20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri
hatikah engkau, karena aku murah hati?
Pelayan yang sudah bekerja seharian, sudah baik, sudah mau selesai,
artinya Tubuh Kristus sudah mau terbentuk, sudah mau menerima upah. Upah kita
adalah Yesus.Pelayanan sudah
mau berakhir tetapi dirusak dengan iri dan perselisihan. Sudah bertahun-tahun
jadi gembala, pelayanan sudah maju, sudah baik, jemaat sudah bisa terbina
rohaninya, sudah ada pertumbuhan, sedang mengarah pada kesempurnaan, tetapi
jadi rusak karena iri!
Ini ibarat kebun anggur, pohonnya sudah mengeluarkan bunga, sebentar
lagi akan ada buah. Koq bodoh dirusak dengan iri dan perselisihan! Sudah mau
bertemu Yesus, kenapa dirusak dengan iri dan perselisihan? Rugi sendiri! Itu
rubah-rubah kecil yang merusak kebun anggur yang sedang berbunga.
Kidung Agung 2:15
2:15
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak
kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Saya tidak mau pelayanan saya rusak karena iri dan perselisihan. Kalau
ada yang lebih maju pelayanannya saya harus fellowship, teladani bagaimana dia
bisa maju. Bukan iri! Ada yang lebih diberkati dari kita, tidak usah iri.
Sebentar lagi akan menikmati buahnya, tetapi gugur, rugi sekali. Ini ibarat
orang lomba lari lalu jatuh di garis finish, tidak bisa masuk finish.
Permohonan gadis Sulam ‘tangkaplah bagi kami rubah-rubah yang kecil’.
Ini yang seharusnya ada pada kita, bukan iri dan perselisihan. Tetapi kita
serahkan hidup kita kepada Tuhan ‘Tuhan sucikan hidup saya’. Kalau melihat ada
orang yang dipakai Tuhan, lebih diberkati dari kita, mungkin sudah mau muncul
rasa cemburu, langsung berdoa pada Tuhan ‘Tuhan tangkap rubah-rubah ini,
bersihkan saya dari rasa iri dan perselisihan’. Istilah tangkaplah bukan
berarti kita memerintah Yesus, tetapi ini sikap penyerahan diri kepada Tuhan Yesus
supaya kita dibersihkan dari segala dosa, sampai dosa yang dianggap kecil yaitu
iri hati dan perselisihan.
Akibat iri dan perselisihan hilang kemanisan. Hubungan yang tadinya
baik antara sesama pelayan jadi rusak, persekutuan yang tadinya solid jadi
sulit. Rugi kita kalau hilang kemanisan!
Mazmur 104:15
104:15
dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena
minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.
Anggur harusnya menyukakan hati, tetapi karena iri hati dan
perselisihan jadi hilang sukacita.
3.Markus
6:36-38
6:36
Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di
kampung-kampung di sekitar ini."
6:37
Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka
kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk
memberi mereka makan?"
6:38
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu?
Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan
dua ikan."
Pikiran daging yaitu:
a)Suruh
mereka pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa. Berarti orang banyak
yang beli makan sendiri, murid-murid tidak usah keluar uang. Artinya tidak rela
untuk berkorban! Kalaupun berkorban hanya karena terpaksa.
Mereka menyebut angka 200 dinar. 1
dinar itu upah 1 hari. Jadi 200 dinar ini upah 6 bulan. Mau mengorbankan gaji 6
bulan, mereka tidak rela! Kalau selalu tidak cukup, akhirnya betulan tidak
cukup. Biarpun melimpah tetapi selalu tidak cukup.
Amsal 30:15-16
30:15 Si lintah mempunyai dua anak perempuan:
"Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan
kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"
30:16 Dunia orang mati, dan rahim yang mandul,
dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata:
"Cukup!"
Yang tidak pernah merasa cukup adalah
dunia orang mati. Jadi yang selalu merasa tidak cukup, tidak puas, itu berarti
berada dalam dunia orang mati! Kalau tidak rela berkorban berarti berada pada
dunia orang mati! Bukan orang hidup berarti tidak bisa menjadi Mempelai Wanita
Tuhan. Masa Tuhan menikah dengan orang mati, Yesus menikah dengan orang yang
hidup rohaninya.
b)Haruskah
kami membeli roti seharga 200 dinar. Itu berarti mengandalkan kekuatan sendiri.
Pekerjaan Tuhan tidak bisa memakai kekuatan sendiri. Dalam hidup sehari-hari
juga jangan menggunakan kekuatan sendiri. Merasa mampu, merasa hebat, Tuhan
sudah diabaikan. Tidak akan pernah cukup kalau mengandalkan kekuatan sendiri. Tuhan
sanggup mencukupkan, Tuhan menyediakan, Tuhan tidak pernah menipu asalkan kita
mau rela berkorban dan mengandalkan Tuhan.
c)Yohanes
6:9
6:9 "Di sini ada seorang anak, yang
mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk
orang sebanyak ini?"
Artinya lebih membesarkan halangan
dan tantangan dari pada kuasa Tuhan. Seringkali pikiran-pikiran daging
menimbulkan pertanyaan apa artinya, bagaimana mungkin, bagaimana bisa. Itu
pertanyaan yang muncul kalau pakai pikiran daging.
Sama seperti Maria, dia menerima
berita dari malaikat ‘engkau akan mengandung dan melahirkan anak’. Maria mau
dipakai dalam kegerakan tetapi Maria berkata bagaimana mungkin hal itu terjadi.
Lukas 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu:
"Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Bagaimana mungkin, bagaimana bisa,
kemarin sudah cuti, masa mau cuti lagi. Segala sesuatu kalau kita serahkan
kepada Tuhan pasti bisa, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Jangan
pakai pikiran daging, pertanyaan-pertanyaan daging, apa artinya, bagaimana
mungkin. Atau seringkali muncul perkataan hanya ini!
Matius 14:17
14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami
di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Jangan kita mengecilkan kuasa Tuhan.
Kalau Tuhan sudah gerakan untuk mengikuti persekutuan, kegerakan mulai dari
penggembalaan, jangan muncul pikiran daging. Tepis, buang jauh-jauh pikiran
daging!
Juga waktu bangsa Israel mau masuk
tanah Kanaan, perkataan yang muncul ‘hanya’. Kata-kata ini melemahkan.
Bilangan 13:27-28
13:27 Mereka menceritakan kepadanya:
"Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu
berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri
itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak
telah kami lihat di sana.
Jadi kalau ada pikiran daging,
sehingga muncul pertanyaan bagaimana mungkin, apa artinya, hanya ini, akhirnya
lebih membesarkan pencobaan atau halangan dari pada kuasa Tuhan. Dan
menimbulkan persungutan!
Bilangan 14:1-2
14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara
nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel
kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah,
sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
Ini bukan doa semalaman, kalau
menangis dalam doa semalaman itu bagus, tetapi ini bersungut-sungut semalaman!
Akibatnya:
Bilangan 14:29
14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu
akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa
terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah
bersungut-sungut kepada-Ku.
Akibatnya disebut bangkai = menjadi
seperti binatang yang hanya untuk dibinasakan. Sebutan bangkai ini hanya untuk binatang!
Turun derajatnya menjadi binatang, hanya untuk dibinasakan.
I Korintus 15:32-33
15:32 Kalau hanya berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas
di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan,
maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang
buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Makan minum dan besok mati, sebab
binatang tidak dibangkitkan, yang dibangkitkan hanya manusia. Yang hidup dalam
Tuhan dibangkitkan untuk hidup kekal bersama Tuhan. Yang tidak didalam Tuhan dibangkitkan untuk
dibinasakan, yang terakhir ini jangan terjadi dalam hidup kita.
Yohanes 6:9
6:9"Di
sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi
apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Memang Tuhan mau melibatkan kita dalam
pembangunan Tubuh Kristus, kita rindu terlibat di dalam kegerakan, namun
kenyataannya kekuatan kita hanya seperti seorang anak yang punya 5 roti dan 2
ikan mau memberi makan 5.000 orang. Artinya:
1.Kita
tidak mempunyai kemampuan untuk melayani Tuhan.
2.Tidak
punya kemampuan untuk menghadapi dunia yang semakin sulit ini. Sekalipun kita
berupaya sekolah lebih tinggi lagi untuk meningkatkan ijazahnya, tetapi tetap
kita tidak bisa menghadapi keadaan dunia yang semakin sulit.
3.Tidak
punya kemampuan menghadapi dosa. Begitu hebat dosa sekarang ini, di mana-mana
dosa karena setan bergentayangan. Di bidang keamanan dia ada di situ, di bidang
rohani ada, di bidang pendidikan dia ada di situ. Kita tidak punya kemampuan
untuk menghadapinya. Saya bergumul
menghadapi 2 anak perempuan karena banyak yang dirusak, diganggu. Makanya kami
berupaya mendidik dan membina supaya tahu batas-batas.
Karena kita tidak mampu lalu apa yang harus
kita lakukan?
Matius 14:16
14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak
perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Hanya ini yang bisa kita lakukan yaitu
menyerahkan segala hidup kita yang banyak ditandai dengan ketidakmampuan,
keterbatasan ke dalam tangan Tuhan. Jadi jangan putus asa. Kalau secara jasmani
punya kelebihan, jangan sombong, jangan bangga, tetap serahkan kepada Tuhan.
Bisa saja yang dibanggakan hari ini habis. Serahkan semua hanya ke dalam tangan
Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Bagaimana praktek menyerahkan diri ke dalam
tangan Tuhan?
Yohanes 10:27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku
mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada
mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun
tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Jadi yang bisa kita lakukan adalah
menyerahkan hidup kepada Tuhan lewat tergembala dengan benar dan baik. Masuk
kandang penggembalaan, tekuni 3 macam ibadah:
1.Meja
roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita
bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan korbanNya. Kita
diberi makan.
2.Pelita
emas, ketekunan dalam ibadah raya, kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam
urapan dan karuniaNya. Kita diberi minum.
3.Mezbah
dupa emas, ketekuan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah
Bapa di dalam kasihNya. Kita bisa bernafas di dalam kasih Allah.
Masuk kandang dan taati Firman penggembalaan.
Sikap orang tergembala adalah bisa merendahkan diri dan tunduk pada Firman
penggembalaan, mau diatur.
I Petrus 5:5-6
5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda,
tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu
seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak,
tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan
Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
Mempelai wanita digambarkan seperti kawanan
kambing yang turun dari bukit Gilead. Kalau kambing turun kepalanya pasti
tunduk, itu sikap tunduk dan taat pada Firman Tuhan apapun resikonya, maka kita
berada di dalam tangan Tuhan yang kuat.
Dengan tergembala dan tunduk pada Firman
Tuhan maka hasilnya:
1.Tangan
kemurahan Tuhan mampu memakai kita dalam kegerakan rohani. Memberi kemampuan
ajaib kepada kita untuk melayani Tuhan. Anak kecil dengan 5 roti dipakai memberi
makan 5.000 orang. Jangan pesimis kalau kita tidak berdaya, tidak mampu. Tetapi
kalau bisa tergembala, tunduk, tangan kemurahan Tuhan yang memberi kemampuan
untuk melayani Tuhan.
2.Mazmur
20:7; 138:7
20:7
Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya
dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang
gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
138:7
Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah
musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
Tangan kanan Tuhan yang kuat memberi kemenangan atas segala masalah,
memberi kemenangan atas dunia dengan segala pengaruhnya, atas dosa yang mau
mengikat, atas daging kita sendiri. Tidak gampang memang mau melayani Tuhan,
kita kadang menghadapi tantangan dan rintangan. Kadang kita mengalami
kesesakan, tetapi tangan kanan Tuhan melepaskan dari kesesakan.
Mazmur 118:15-16
118:15
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan
TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan
keperkasaan!"
Orang-orang benar itu orang yang tergembala. Dia memberikan kemenangan
dan meninggikan kita tempat pada waktunya. Secara rohani semakin disucikan.
Secara jasmani apa yang merosot diangkat oleh tangan kanan Tuhan. Kita tidak
mampu, tinggal serahkan kepada Tuhan. Kadang penyakit kita sudah tidak mampu
malah merasa mampu. Padahal sama sekali tidak ada kekuatan. Ayo tergembala,
serahkan semua kepada Tuhan.
3.Tangan
kemurahan Tuhan mengadakan mujizat 5 roti untuk 5.000 orang. Secara jasmani
menghapus kemustahilan. Apa yang tidak bisa kita lakukan, Tuhan yang kerjakan.
Mujizat secara jasmani Tuhan kerjakan, mujizat secara rohani juga Tuhan
kerjakan. Apa mujizat rohani? Kita manusia yang banyak kekurangan, kelemahan
dan ditandai keterbatasan dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, dipermuliakan
bersama Yesus di Yerusalem Baru. Keterbatasan dan ketidakmampuan kita Tuhan
singkirkan, diberikan kemampuan yang ajaib. Kotoran dan kelemahan Tuhan singkirkan semua, Dia baharui
kita secara terus menerus. Sekalipun mau dibaharui itu sakit bagi daging, mau meninggalkan kebiasaan yang lama,
mau menanggalkan dosa-dosa itu memang sakit bagi daging, tetapi kita mau dibawa
pada kesempurnaan menjadi Mempelai WanitaNya. Dia akan meninggikan kita tepat
pada waktunya.
I Petrus 5:6
5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
ditinggikan-Nya pada waktunya.
Kita ada di dalam tangan Tuhan yang kuat, mau ditinggikan pada
waktunya. Inilah waktu kita ditinggikan, kita dijadikan Mempelai Wanita Tuhan,
tanda besar di langit.
Wahyu 12:1
12:1
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan
matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas
bintang di atas kepalanya.
Ada kegerakan besar di depan. Tuhan
merindukan, Tuhan menghendaki kita untuk masuk dalam kegerakan ini. Mulai dari
dalam penggembalaan jangan ada roh tidak puas. Jangan terbentur dengan pengaruh
dunia, jangan hidup dalam kegelapan dosa, jangan menampilkan pikiran daging
kita, tanggalkan semuanya. Memang keadaan kita seperti seorang anak dengan 5
roti untuk memberi makan 5.000 orang. Betul-betul tidak berdaya, tidak mampu
tetapi kita serahkan semua kepada Tuhan. Tergembala dengan benar dan baik, kita
berada di dalam tangan Tuhan yang sanggup melakukan apa saja bagi kita sekalian.