20250926

Kebaktian Doa Puasa Sesi 3, Jumat 26 September 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita mempelajari tentang kaki dian emas atau kandil.

Keluaran 25:31-32

25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya dengan tombolnya dan kembangnya haruslah seiras dengan kandil itu.

25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

 

Ini mengenai kaki dian emas menunjuk gereja Tuhan sebagai terang dunia. Kaki dian emas terdiri dari 3 bagian:

1.      Kaki atau dasar.

2.      Batang atau pokoknya.

3.      Cabang

 

Kita pelajari poin kedua yaitu batang atau pokok. Ini menunjuk pribadi Yesus sebagai teladan. Sekalipun alasnya kuat tetapi kalau batangnya roboh maka percuma, tidak bisa dinyalakan pelitanya. Begitu juga kalau alasnya tidak kuat, batang dan cabangnya kuat, roboh juga. Jadi semua harus diperhatikan, baik batang atau pokok, serta cabangnya supaya kita bisa menjadi terang dunia.

 

Pokok menunjuk pribadi Yesus. Cabang ada 6, 3 di kiri, 3 di kanan, menunjuk kita manusia daging. Pada cabang ada 3 rangkaian kelopak, tombol, bunga. Tetapi pada pokok ada 4 rangkaian. 4 lebih dari 3 menunjukan Yesus lebih dari manusia biasa. Dia adalah satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Memang Yesus mengambil rupa sebagai hamba, Dia menjadi sama seperti kita manusia, tetapi kelebihan Yesus, Dia manusia yang tidak berdosa. Yesus adalah manusia sempurna, itu sebabnya Yesus menjadi teladan yang sempurna bagi kita. Banyak keteladanan dari Yesus yang bisa kita pelajari, tetapi kita ambil teladan dalam hal pelayanan. Yesus adalah Imam Besar, kepala pelayanan. Kita belajar meneladani Yesus sebagai Imam Besar.

 

Ada 2 teladan Yesus sebagai Imam Besar:

1.      Yohanes 13:4-5,12-15

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

 

Teladan pertama adalah teladan merendahkan diri.

Filipi 2:5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Kita sekarang berada dalam suatu kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Dalam melayani Tuhan kita harus bisa merendahkan diri dan rela direndahkan. Dalam Yohanes 13 Yesus menanggalkan jubahNya. Dalam Filipi 2 Yesus menanggalkan kesetaraan dengan Allah dan mengambil rupa sebagai hamba.

 

Kalau Yesus yang adalah Allah yang mulia rela menjadi sama dengan hamba untuk melayani kita manusia berdosa, seharusnya tidak sulit bagi kita yang memang manusia berdosa yang hina untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan melayani sesama. Mulai dari dalam rumah tangga melayani dengan merendahkan diri dan rela direndahkan. Memang sakit kalau mau menanggalkan harga diri ini. Kadang kita sudah melayani memberikan yang terbaik, masih dicari kekurangannya.

 

Merendahkan diri artinya menganggap yang lain lebih utama dari kita.

Filipi 2:3

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

 

Jadi tidak akan ada ambisi daging dan emosi daging dalam melayani. Betul-betul kita melayani hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Menganggap yang lain lebih utama. Dalam rumah tangga suami tidak merasa sebagai kepala yang bisa bertindak sewenang-wenang kepada isteri dan anak. Isteri mungkin gajinya lebih tinggi atau pendidikannya lebih tinggi dari suami tetapi bisa menganggap suaminya lebih dari dia. Mengganggap yang lain lebih utama dari kita, itulah teladan dari Yesus, teladan merendahkan diri. Sehingga tidak merasa bangga dan sombong kalau dipakai Tuhan. Semua hanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk kita.

 

Kalau kita melayani lalu dihina, kita bisa menerima. Anggaplah kritikan atau hinaan yang diarahkan kepada kita, kita jadikan sebagai cambuk untuk memotivasi diri kita lebih baik lagi dalam melayani Tuhan.

 

2.      Teladan membasuh kaki. Artinya teladan penyucian. Melayani itu dasarnya kesucian. Melayani dalam nikah, dalam penggembalaan, antara penggembalaan semua dasarnya kesucian sehingga kita bisa melayani dengan kasih. Kasih itu dari kesucian!

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kalau sudah suci kita bisa melayani dengan kasih yang tulus ikhlas. Dalam rumah tangga mungkin suami berulah terus, tetapi karena kita melayani dengan kesucian, kita melayani dengan kasih. Suatu saat suami yang tidak bertobatpun bisa dimenangkan. Mungkin isteri berulah terus, suami melayani dengan kasih, dengan kesucian. Anak berulah terus, orang melayani dengan kasih, dengan kesucian, bisa tertolong semua. Kasih itu menyatukan, mempersatukan dan menyempurnakan. Jadi kita melayani dengan kasih dan kesucian, ada harapan rumah tangga kita bisa menyatu dalam satu Tubuh Kristus yang sempurna. Kita melayani dengan kasih, dengan kesucian, dalam penggembalaan ada harapan bisa menyatu. Antara penggembalaan menyatu, sampai Israel dan kafir menyatu dalam satu Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Apa yang harus disucikan? Yang disucikan adalah kaki, bagian tubuh yang paling rendah, paling kotor! Kalau kita bisa merendahkan diri maka pasti bisa menerima penyucian sampai bagian yang paling kotor dari diri kita.

 

Yohanes 13:10

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

 

Penyucian itu oleh 2 hal:

a)      Lewat mandi yaitu lewat baptisan air yang benar untuk memohonkan hati nurani yang baik.

b)      Membasuh kaki, penyucian lewat Firman pengajaran yang benar, menyucikan bagian yang paling kotor dalam hidup kita.

 

Dari ayat yang kita baca Yohanes 13:10  Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."tadi yang paling kotor yang mau disucikan adalah kakinya Yudas Iskariot.

Yohanes 13:11

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Ada yang kotor, itulah Yudas Iskariot yang akan menyerahkan Yesus. Dosa Yudas inilah yang paling kotor dalam hidup kita, harus disucikan. Apa itu dosa Yudas?

a)      Yohanes 13:18

13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

 

Mazmur 41:10

41:10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

 

Sudah mendapat roti dari Tuhan tetapi mengangkat tumit terhadap Tuhan. Ini tabiat sombong, membelakangi atau melawan Firman pengajaran yang benar karena mau mengejar perkara yang jasmani. Dengan mengangkat tumit terhadap Yesus, Yudas mendapat 30 keping perak. Orang seperti ini merasa tidak berdosa, karena dia merasa diberkati, merasa berhasil. Kalau hamba Tuhan dia merasa berhasil, pelayanan maju, tambah besar gereja. Padahal dia sudah melawan Firman pengajaran tetapi merasa tidak salah.

Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Sudah jelas-jelas ditunjuk dosanya malah berkata bukan saya, saya tidak salah, buktinya saya diberkati, maju semuanya, berhasil. Inilah tipuan iblis, setan itu pandai menipu. Dipikir sudah berhasil berarti sudah benar, padahal sedang ditipu oleh iblis.

 

b)      Pencuri

Yohanes 12:5-6

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Pengertian pencuri:

1)      Mengambil apa yang bukan haknya. Baik itu milik sesama, juga miliknya Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Milik Tuhan ada 3:

Ø  Milik Tuhan yang terkecil adalah perpuluhan.

Ø  Milik Tuhan yang berikutnya penyembahan. Kadangkala kita mencuri penyembahan, milik Tuhan tidak kita beri. Tuhan ajarkan minimal menyembah Tuhan 1 jam dalam 1 hari, tetapi diambil, tidak diberi, 24 jam semua untuk kita.

Ø  Milik Tuhan yang terbesar adalah Mempelai Wanita Tuhan. Kadang dicuri juga. Bagaimana prakteknya? Tidak mau disucikan, tidak mau selesaikan dosa, pertahankan kekerasan hati, itu mencuri milik Tuhan.

 

2)      Membongkar nikah

Matius 24:43

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

 

Nikah kita dijaga kesucian dan kesatuannya, jangan dibongkar, jangan dirusak. Mulai dari masa pacaran, masa tunangan, jangan dibongkar. Dulu kita lahir dari kandungan ibu kita, dibesarkan ayah ibu. Jangan sampai karena ada pacar, ada tunangan sehingga hubungan dengan orang tua terbongkar. Berdoa supaya dapat restu dari orang tua. Ingat Firman Tuhan dalam kitab Kejadian, laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya untuk menyatu dengan isterinya. Meninggalkan di sini bukan lari tetapi dapat restu. Makanya saya selalu pesankan kepada yang mau menikah, minta restu dari orang tua.

 

26 tahun saya bersama orang tua, baru setelah menikah saya sudah tidak mau lihat orang tua saya. Itu sudah membongkar nikah! Menikah itu selain menerima pasangan kita, terima juga keluarganya. Saya menikah dengan riski nila sari, saya terima jadi. 26 tahun dia dibina orang tuanya, saya menikah saya harus menerima keluarga saya. Sama juga dia menerima dengan saya, terima keluarga saya. jangan dibongkar!

 

Kalau tidak diatur, nanti saya atur sendiri. Itu membongkar nikah, itu pencuri. Itu dosa Yudas yang paling kotor. Kalau masuk nikah sudah bermasalah, selanjutnya masalah terus. Kaum muda berdoa supaya Tuhan berikan yang terbaik. Kalau jodoh atau pasangan hidup dari Tuhan, Tuhan akan tolong semua, Tuhan akan bela, Tuhan akan buka jalan.

 

Termasuk yang sudah menikah, jangan bongkar nikah dengan pertengkaran-pertengkaran, bisa bongkar rumah sungguhan. Termasuk membongkar rumah tangga dengan terjadi perselingkuhan, terjadi perceraian. Itu semua harus disucikan.

 

3)      Tidak setia dalam persekutuan yang benar, hanya untuk mendapat keuntungan. Yudas tinggalkan persekutuan dengan Yesus, dengan murid-murid untuk pergi kepada imam-imam kepala. Sudah jelas-jelas imam kepala beda dengan Yesus, tetapi tetap datang di situ. Kenapa sudah tahu salah tetapi tetap datang di situ, karena mendapat yang jasmani. Tidak mungkin Yudas dapat yang rohani dari imam-imam kepala!

 

4)      Yohanes 13:2

13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

 

Kalau sudah tidak setia, tinggalkan persekutuan yang benar, dia pasti menjadi pengkhianat. Raja Zedekia paling takut menghadapi orang-orang yang berkhianat. Dalam peperangan, pembelot atau pengkhianat ini paling berbahaya dalam persekutuan Tubuh Kristus. Kalau kami sebagai murid, melawan guru, melawan gembala, melawan pembina. Pengajaran yang benar itu sudah menjadi sesuatu yang asing di telinganya, dia tidak akan betah lagi dengan Firman pengajaran.

 

Kalau disimpulkan dosa Yudas ini adalah orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Tuhan. Memang dia ada dalam penggembalaan tetapi itulah orang yang sudah ditentukan oleh Tuhan untuk dihukum.

Yudas 1:4

1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

 

Ada tetapi dia tidak tahan, nanti suatu saat terlihat kalau fasik. Awalnya seperti mendukung, tetapi lama-lama tidak akan tahan.

Mazmur 1:5

1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

 

Jadi jangan heran kalau ada orang sudah sekian lama dalam penggembalaan lalu bisa keluar, mengkhianati. Memang Alkitab mengatakan akan terjadi penyucian dan pemurnian.

Daniel 12:10; 11:35

12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

11:35 Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.

 

Jadi jangan heran sudah sekian lama penggembalaan itu berdiri, tetapi akan terjadi penyaringan, pemurnian. Akan ada yang terpisah, itulah orang yang menyalah gunakan kasih karunia Tuhan seperti Yudas. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus jangan sampai kita yang terpisah dari Tubuh Kristus. kita berdoa supaya kita yang terpisah dari daging, dari dosanya Yudas.

 

Biarlah kita bertahan dalam penggembalaan. Dengar suara Yesus, jangan mau dengar bisikan iblis. Biar rohani kita maju sampai kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Tahun ini memang tahun pemisahan tetapi kita mau terpisah dari hidup lama, bukan terpisah dari Tubuh Kristus. Tahun ini juga tahun pengangkatan. Biarlah rohani kita semakin diangkat sampai Yesus datang kita bisa menyambutNya di awan-awan yang permai.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar