Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas atau kandil.
Keluaran 25:31-40
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — haruslah seiras dengan kandil itu.
25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
Bicara kaki dian emas menunjuk gereja Tuhan yang sempurna sebagai terang dunia.
Kaki dian emas terdiri dari 3 bagian:
1. Kakinya
2. Batang atau pokoknya
3. Cabang
Kita belajar tentang kaki atau dasar atau alas. Pengertian rohaninya adalah pendirian yang kuat. Kita mau ditampilkan sebagai terang dunia, harus punya pendirian yang kuat. Pendirian kita harus kokoh, bagaimana bisa menjadi terang kalau pendirian rapuh.
Efesus 2:19-20
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Ada 2 macam dasar gereja Tuhan supaya bisa menjadi terang dunia.
1. Kristus Yesus sebagai batu penjuru
2. Rasul dan nabi.
Kita bahas yang pertama yaitu Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Apa itu Kristus Yesus sebagai batu penjuru?
I Petrus 2:6-7
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang bangunan. Tukang bangunan di sini adalah bangsa Israel yang membuang Yesus, menyalibkan Yesus, tetapi Dia menjadi batu penjuru. Jadi batu penjuru adalah Korban Kristus, itu yang menjadi dasar kita. Berdiri teguh di atas Korban Kristus itu adalah percaya kepada Yesus yang disalibkan.
Praktek percaya kepada Yesus atau berdiri teguh di atas Korban Kristus:
1. Mazmur 118:19-23
118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
118:20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Di sini batu penjuru dikaitkan dengan pembukaan pintu gerbang keselamatan. Dalam Tabernakel pintu gerbang keselamatan itu menunjuk pintu gerbang atau iman. Tiangnya ada 4 itulah 4 Injil, dengan 3 pintunya itulah Tuhan Yesus Kristus. Jadi pintu gerbang artinya iman kepada Tuhan Yesus Kristus lewat mendengar Injil. Jadi praktek pertama adalah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus lewat mendengar Firman.
Dikatakan bukakanlah. Ini yang menjadi kerinduan kita supaya dalam setiap beribadah supaya Tuhan bukakan Firman. Orang yang punya iman ada kerinduan terhadap Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan. Bukan cuma berkata saya orang percaya, tetapi dengar Firman saja malas, Firman agak panjang sudah ngomel, Firman keras tidak bisa menerima, tetapi mengaku orang percaya. orang percaya itu punya iman, iman dari mendengar Firman, selalu rindu untuk mendengar Firman.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
Sebagai orang Kristen kita suka mendengar Firman sehingga mempunyai dasar iman lewat mendengar Firman. Bukan hanya merasa orang beriman. Tuhan di Sorga tidak mau melihat kehidupan yang hanya penyakit merasa, buktinya yang mau Tuhan lihat.
2. Markus 12:9-10
12:9 Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
12:10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:
Batu penjuru dikaitkan dengan buah anggur. Buah anggur kalau diperas menghasilkan air anggur, itu menunjuk darah Yesus. Jadi praktek kita percaya kepada Yesus adalah kita mau bersekutu dengan darah Yesus lewat menyelesaikan dosa-dosa. Dalam Tabernakel kena pada mezbah korban bakaran, ada hewan korban di situ, darahnya dicurahkan di mezbah
I Yohanes 1:7,9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Bersekutu dengan darah Yesus yaitu menyelesaikan dosa, saling mengaku dan saling mengampuni. Yang salah mengaku, yang benar mengampuni dan melupakan dosa. Darah Yesus membasuh dosa dan mencabut akar dosa sehingga tidak terulang lagi.
3. Kisah Para Rasul 4:11-12
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Batu penjuru dikaitkan dengan nama Yesus yang menyelamatkan. Ini menunjuk kelahiran baru lewat baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus yang benar.
Matius 28:19
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Allah Bapa punya nama, Anak Allah punya nama, Allah Roh Kudus punya nama, itu sebabnya dalam Kisah Para Rasul dilengkapi.
Kisah Para Rasul 2:38,36
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
Baptisan air itu harus ada meterai nama Allah yang lengkap yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lahir baru lewat baptisan air yang benar dan dalam baptisan Roh Kudus yang benar. Nama Tuhan dikaitkan juga dengan baptisan Roh Kudus.
Kidung Agung 1:3
1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Jadi batu penjuru dikaitkan dengan nama Yesus yang menyelamatkan menunjuk pada kelahiran baru lewat baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus yang benar. Kenapa disebut yang benar? Karena ada yang tidak benar. Yang benar itu sesuai Alkitab, seperti Yesus dibaptis begitu juga kita dibaptis. Roh Kudus dicurahkan sehingga kita berbahasa Roh seperti yang Roh Kudus ajarkan, bukan meniru kata pendeta.
Kalau baptisan air benar, baptisan Roh Kudus benar, ada bukti nyatanya.
Yehezkiel 11:19-20
11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
11:20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Jadi bukti nyata baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang benar adalah memiliki hati dan roh yang baru. Yaitu hati yang taat dan roh yang taat dengar-dengaran. Betapa bahagianya kalau dalam penggembalaan semua sudah dipenuhi dengan Roh Kudus. Seperti kerinduan Musa:
Bilangan 11:25-29
11:25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.
11:26 Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka — mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah — maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan.
11:27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan."
11:28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!"
11:29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
Betapa bahagianya kalau semua umat Tuhan sudah dipenuhi Roh Kudus maka di dalam penggembalaan semua taat, aman dalam penggembalaan karena semua ada Roh Kudus, bukan daging. Betapa mengerikan kalau semua daging, tidak ada Roh Kudus, tidak bisa diatur, dikomando begini dilawan, dikomando begitu dilawan. Tetapi kalau ada Roh Kudus semua berseru ya Abba, ya Bapa, semua taat. Kita mohon kepada Tuhan lewat doa puasa dari pagi hari sampai selesai, kita merendahkan diri minta Roh Kudus supaya kita punya hati dan roh yang baru yang taat dengar-dengaran.
4. I Petrus 2:5-6
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
Batu penjuru dikaitkan dengan pelayanan pembangunan rumah rohani. Jadi praktek berdiri teguh di atas dasar korban Kristus adalah aktif dalam pelayanan rumah rohani, pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Sekarang kegerakan ini sudah semakin membesar. Dan kalau melihat keadaan dunia, kegerakan ini sudah akan mencapai puncaknya! Israel dan kafir akan segera menyatu. Lihat keadaan sekarang ini, Israel mulai ditinggal sendiri. Bangsa-bangsa yang tadinya mendukung sekarang mulai buka suara menekan Israel. Dan Alkitab mengatakan Israel akan dikepung dari segala penjuru. Saat itu mereka berseru kepada Yesus. Pintu kemurahan sudah akan tertutup kepada kita bangsa kafir dan akan kembali kepada Israel yang asli di Timur Tengah sana.
Kegerakan Firman ini akan semakin membesar, kita ikuti kegerakan ini di mana saja. Yang terutama di dalam penggembalaan. Jangan sampai kalau keluar kita ikuti, kalau dalam penggembalaan tidak bergairah. Sebab rumah rohani di dalam Tabernakel itu adalah ruangan suci dan ruangan maha suci, disitulah yang ditutup dengan papan-papan jenang. Jadi kegerakan itu dimulai dari ruangan suci, dari penggembalaan. Kalau diperkecil lagi mulai dari nikah terjadi kegerakan rohani baru dalam penggembalaan dan antara penggembalaan.
Syarat untuk aktif dalam kegerakan rohani:
a) Yesaya 52:11
52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
Dulu orang Israel mengangkat Tabut Perjanjian dan perkakas Tabernakel. Sekarang kita memberitakan Kabar Mempelai. Syaratnya adalah suci. Biarpun kaya, punya kedudukan tetapi tidak suci, belum tentu bisa aktif dalam kegerakan. Ada orang kaya mau ikut kegerakan, tetapi tidak mau hidup suci, dia terikat pada hartanya. Dia bertanya ‘Guru apa yang harus aku lakukan supaya selamat’. Lalu Yesus menyampaikan ini yang harus dikerjakan, dia jawab sudah aku lakukan. Satu lagi yang kurang, jual hartamu, bagikan pada orang miskin lalu ikutlah aku. Orang kaya ini tidak mau, malah dia tinggalkan Yesus dengan hati yang sedih. Jadi belum tentu kalau kaya bisa aktif dalam kegerakan! Syaratnya hidup suci. Sidang jemaat Makedonia yang kecil dan miskin, diperhadapkan dengan berbagai pergumulan tetapi bisa ikut serta dalam kegerakan Firman.
Jadi syarat masuk dalam kegerakan Firman adalah hidup suci. Kalau sudah hidup suci Tuhan perlengkapi dengan jabatan dan karunia Roh Kudus.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Yang diperlengkapi jabatan adalah orang kudus. Inilah keadilan Tuhan, semua bisa terlibat dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, semua bisa masuk kegerakan Firman asalkan hidup suci. Tinggal mau atau tidak. Memang sakit bagi daging untuk disucikan. Apalagi kita harus meninggalkan kegemaran kita yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, sakit bagi daging! Tetapi kalau kita bisa hidup suci, kita dipakai Tuhan.
Makin suci makin jelas dan mantap jabatan pelayanan kita dan semakin bertambah karunianya. Jemaat bisa merasakan gembala semakin jelas menyampaikan Firman. Pemain musik bisa semakin enak mainnya. Yang paduan suara menyanyi semakin baik, makin bertambah karunianya. Kalau memang bisa latih vokal itu bagus, tetapi yang utama kita kejar kesucian maka Tuhan pertambahkan karunianya.
b) Kisah Para Rasul 2:41-42
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Syarat kedua adalah tekun dalam 3 macam ibadah pokok, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, Tuhan Yesus Kristus, kita tidak bisa dijamah oleh setan. Dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita melekat pada Yesus Anak Allah. Dalam ibadah raya kita melekat pada Allah Roh Kudus. Dalam ibadah doa penyembahan, kita melekat pada Allah Bapa.
Jadi syarat untuk aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus adalah suci dan tekun atau setia. Kalau sudah suci dan setia, kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sudah suci dan setia masih harus disertai dengan pengorbanan-pengorbanan. Suci dan tekun itu bagaikan ranting melekat pada pokok, cepat atau lambat pasti berbuah. Kalau sudah berbuah harus diperas, itulah pengorbanan-pengorbanan atau pemerasan daging. Sudah berkorban masih dicibir. Seperti Maria, sudah mengurapi kaki Yesus masih dikata-katai oleh Yudas ‘pemborosan!’. Sudah suci, tekun dan setia harus ada pengorbanan daging tetapi membawa kita melekat kepada Yesus. Yesus sebagai kepala dan kita tubuhNya, Dia bertanggung jawab penuh atas hidup kita.
Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Yesus teladannya, dalam pelayanannya sampai berkorban nyawa. Pengorbanan kita tidak akan pernah sebanding dengan Korban Kristus. Kalau berkata kita korban perasaan, Yesus sampai berkorban nyawa! Kalaupun ada yang mati dalam pelayanan tidak akan pernah sebanding dengan Korban Kristus. Kita manusia berdosa, Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa. Jadi korban nyawa Yesus dengan korban nyawa manusia berdosa tidak akan pernah sebanding. Harus disertai dengan pengorbanan-pengorbanan, namun itu berarti kita sedang meletakan Yesus sebagai kepala atas kita. Dia bertanggung jawab penuh atas kita. Sudah Yesus buktikan dengan mati di bukit tengkorak.
Ayo kita melayani Tuhan, berdiri di atas korban Kristus, ada gairah untuk mendengar Firman. Kemudian bertobat, selesaikan dosa. Lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang benar, memiliki hati dan roh yang taat. Dan dilanjutkan hidup suci, hidup tekun, kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sekalipun disertai dengan pengorbanan. Satu hari ini kita korban, ada yang tinggalkan pekerjaan, ada yang izin sekolah dan lain-lain. Kalau dipakai untuk kerja 1 hari ini lumayan, tetapi dipakai untuk beribadah melayani Tuhan, korban semuanya. Kita korban segalanya untuk masuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, maka Yesus sebagai bertanggung jawab penuh kepada kita.
Hubungan Yesus sebagai kepala dengan kita sebagai tubuhnya adalah hubungan saling ingat yaitu
a) Yesaya 49:14-15
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Tuhan ingat kita ini hanya bayi yang tidak berdaya, tidak bisa hidup tanpa ibunya. Sekalipun punya kebun yang luas, punya usaha yang maju, punya kedudukan dan lain-lain, Tuhan tetap ingat kita ini hanya bayi. Kita berada di padang gurun dunia, kalau antikristus berkuasa 10% kita bisa berkuasa 90%, antikristus 50% kita 50% sampai antikristus berkuasa 100% kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau Antikristus menancapkan kukunya kita tidak berdaya. Betul-betul kita bayi yang tidak berdaya. Kalau Tuhan ingat kita hanya bayi yang tidak berdaya, kita juga harus selalu ingat Tuhan, hanya bergantung pada belas kasihan Tuhan.
Hizkia raja yang hebat, tetapi satu waktu diizinkan dia sakit dan Tuhan suruh Yesaya kepada Hizkia ‘sampaikan pesan-pesan terakhirmu sebab engkau akan mati’. Hizkia menangis seperti bayi, dia ingat Tuhan dan Tuhan perpanjang umurnya 15 tahun.
Yesaya 38:1-3
38:1 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
38:3 Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Kita belajar seperti Hizkia, raja yang hebat tetapi tidak bisa menahan kematian. Kalau sudah Tuhan vonis kamu mati, mau bikin apa. Sebab itu sebagai bayi menangis kepada Tuhan. Mohon belas kasihan Tuhan. Bukan merasa hebat, merasa bisa.
Ini hubungan saling ingat. Tuhan ingat kita hanya bayi, kita juga ingat kita butuh tangan anugerah Tuhan, hanya menangis di kaki Tuhan, menyembah Tuhan dengan hancur hati.
Masalah apa yang kita hadapi, masalah nikah, buah nikah, kesehatan, mungkin sudah divonis seperti Hizkia akan meninggal, ayo menangis di hadapan Tuhan. Hizkia ditambah usianya 15 tahun, itu kelimpahan kemurahan Tuhan. Kalau kita bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati, kita mendapat kelimpahan kemurahan Tuhan.
b) Mazmur 103:14
103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Tuhan ingat kita ini hanya debu tanah. Namun seringkali kita tidak ingat kita ini debu tanah, kita pikir kita emas, sehingga cenderung persalahkan orang. Ada kebenaran diri sendiri seperti Ayub, merasa lebih benar dari orang lain, bahkan lebih benar dari Tuhan. Sampai dia bilang kenapa orang fasik hidupnya mujur sedangkan saya begini.
Kalau Tuhan ingat kita debu tanah, kita juga harus ingat kita ini debu tanah, tidak mampu, tidak layak, hanya bergantung tangan anugerah Tuhan. Ketika Ayub diuji habis-habisan baru dia ingat bahwa dia debu tanah.
Ayub 42:5-6
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
Bayi bergantung tangan anugerah Tuhan, debu tanah bergantung tangan anugerah Tuhan.
Mazmur 144:3-4
144:3 Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
144:4 Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.
Tuhan ingat bahwa kita hanyalah uap.
Yakobus 4:14
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Tuhan ingat kita seperti angin, seperti uap, yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Kita hanya uap, jangan bangga, jangan sombong ketika kita dipakai dan diberkati Tuhan. Apalagi khususnya kami anak-anak hamba Tuhan. Waktu orang tua ada, Tuhan pakai, semua diingat sampai anak-anaknya. Tetapi waktu orang tuanya meninggal, bagaimana anak-anaknya? Banyak yang dilupakan. Hanya uap, hanya bayang-bayang lalu. Sebab itu selalu ingat Tuhan, jangan pernah melupakan Tuhan. Ingat kita hanya bergantung pada tangan belas kasihan Tuhan. Kalau kita ingat Tuhan, kita akan dibawa masuk sampai ke Yerusalem Baru.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar