Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:1-2
1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
Lukas menuliskan apa yang dikerjakan dan diajarkan. Yang dikerjakan dan diajarkan oleh Yesus bukan hanya bernilai sejarah tetapi juga memiliki roh nubuatan.
Wahyu 19:10
19:10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."
Roh nubuat adalah nubuatan-nubuatan Roh Kudus di dalam Alkitab = Firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan. Itu yang dituliskan oleh Lukas.
Ada 2 nubuatan terbesar dalam Alkitab:
1. Pesta nikah Anak Domba Allah antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna. Ini pasti terjadi.
2. Penghukuman Tuhan atas dunia dengan segala isinya, disertai aniaya antikristus. Ini juga akan terjadi dan pasti terjadi. Tetapi kalau kita dibentuk oleh Firman Tuhan, kita akan luput dari penghukuman itu.
Karena mengungkapkan tentang mempelai maka Firman yang dibukakan rahasianya disebut juga Firman pengajaran yang benar disebut Kabar Mempelai. Kita sudah membaca tulisan dari Lukas dan Tuhan bukakan rahasianya, bagaimana sikap kita terhadap Firman yang dibukakan rahasianya, terhadap roh nubuatan itu?
Wahyu 1:1-3
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Sikap kita adalah membaca, mendengar dan menuruti Firman. Menuruti Firman ini berarti kita mengikuti kegerakan Firman. Sementara kegerakan Firman ini sudah akan mencapai garis akhirnya, jangan ketinggalan. Kisah Para Rasul menceritakan kegerakan Firman, dari 120 murid menjadi 3.000 lalu menjadi 5.000. Dalam Perjanjian Lama kegerakan Firman dinubuatkan dengan perjalanan Tabut Perjanjian. Dalam Perjalanan Tabut ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi yaitu Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin.
I Samuel 4:11
4:11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Pada waktu itu yang memikul Tabut adalah Hofni dan Pinehas. Mengapa Tabut bisa dirampas? Karena pemikulnya tidak layak untuk memikul Tabut Perjanjian! Memikul artinya bertanggung jawab untuk memberitakan Kabar Mempelai, untuk sidang jemaat bertanggung jawab menyaksikan Kabar Mempelai. Jangan sampai di hadapan Tuhan kita ternyata tidak layak karena ada dosa seperti yang dilakukan Hofni dan Pinehas! Ini awasan bagi kita, jangan sampai tabut dirampas, kita tidak ada dalam kegerakan, beralih pada yang lain.
Hofni dan Pinehas melakukan 2 dosa yaitu:
1. Dosa kejahatan terjadi di luar tubuh.
2. Dosa kenajisan terjadi di dalam tubuh.
Korban untuk Tuhan tidak mereka indahkan, malah mereka tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu kemah. Dosa kejahatan, dosa kenajisan, ini yang ada pada mereka sehingga akhirnya mereka dibunuh oleh Tuhan dan Tabut Perjanjian dirampas. Ini pelajaran bagi kita, jangan sampai kita sudah ada dalam Kabar Mempelai tetapi tidak menghargai karya penebusan dari Yesus!
I Samuel 2:12,17,22
2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
2:17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
2:22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,
Ini nubuatan untuk kita di akhir zaman ini! Orang yang sudah berada di dalam Kabar Mempelai, sudah berada dalam pengajaran yang benar, jatuh dalam dosa kejahatan dan bisa jatuh dalam dosa kenajisan dalam bentuk apa saja. Di hadapan Tuhan orang seperti ini adalah orang dursila. Bagaimana bisa dipakai dalam kegerakan kalau dia orang dursila, justru dia menjadi penghambat kegerakan Kabar Mempelai.
Saya diingatkan Tuhan sebagai hamba Tuhan yang masih muda, seperti Hofni dan Pinehas hamba Tuhan muda, jangan ada roh dursila. Sementara kegerakan ini kian besar, lalu kita yang ada dalam Kabar Mempelai dimasuki roh dursila, tidak menghargai Korban Kristus, hidup dalam kenajisan!
Orang dursila itu duri, bagaimana bisa dipakai kalau dia menjadi duri yang menusuk-nusuk!
II Samuel 23:6-7
23:6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan:
23:7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!"
Sementara dalam kegerakan, ada duri yang dihambur. Yang memikul justru menghambur duri! Bagaimana orang bisa menerima pengajaran kalau melihat yang memberitakan begitu keadaannya yaitu dursila, jahat dan najis. Akhirnya orang tidak mau menerima Kabar Mempelai karena orang yang di dalam justru menjadi sandungan. Ini awasan bagi kita sekalian. Berbahagia kita sudah berada dalam pengajaran, jangan menghambur duri. Justru kita harus memuliakan Firman pengajaran, menghiasi pengajaran, bukan menghambur duri!
Akibatnya kemuliaan Kabar Mempelai hilang! Indah kabar dari rupa.
I Samuel 4:20-22
4:20 Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: "Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki." Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.
4:21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel" — karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.
4:22 Katanya: "Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas."
Akibatnya kehilangan kemuliaan Allah, kemuliaan dalam Kabar Mempelai hilang. Kabar mempelai ini untuk membenahi nikah, berarti kemuliaan dalam nikah hilang. Mulia hilang, yang ada hanya malu. Mengaku orang pengajaran Kabar Mempelai tetapi malah memalukan. Malah dicibir orang karena duri-duri yang dihambur!
Ketika perempuan yang menemani anak Pinehas ini mengatakan anaknya sudah lahir, tetapi isteri Pinehas tidak memperhatikan. Isteri Pinehas ini memperagakan bahwa sesungguhnya Hofni dan Pinehas tidak pernah memperhatikan pelayanan. Berarti ada oknum yang mengaku hamba Tuhan, mengaku pelayan Tuhan, tetapi tidak memperhatikan, tidak peduli pembangunan Tubuh Kristus. Tidak memperhatikan dan tidak mempedulikan kegerakan Tabut Perjanjian, Kegerakan Kabar Mempelai. Mereka justru menghambat kegerakan Tabut.
Tetapi rencana Allah tidak pernah gagal, kegerakan Tabut tidak bisa dibendung. Kegerakan Kabar Mempelai untuk mengarahkan jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan menyatu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga tidak bisa digagalkan. Cuma pertanyaannya apakah kita ini yang berada dalam kegerakan berhasil atau gagal. Kalau sikap kita seperti Hofni dan Pinehas dapat dipastikan gagal! Biarlah kita bersikap menghargai sungguh-sungguh Firman Tuhan. Membaca, mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Jadi ada oknum hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang dipakai oleh iblis untuk menghambat kegerakan Tabut! Akibatnya sangat dahsyat kalau menjadi penghambat kegerakan Tabut Perjanjian.
Bulan-bulan awal saya dikirim di Malang, waktu itu saya belum bertobat, Firman datang keras tentang Hofni dan Pinehas ini. Gembala di sana mengatakan anak hamba Tuhan kalau menjadi sandungan bagi pelayanan orang tuanya kutuknya double. Tetapi kalau menjadi berkat bagi pelayanan orang tua, berkatnya double. Ketika saya mendengar itu saya ketakutan. Hari itu hari minggu, setelah ibadah saya memberanikan diri menceritakan kepada orang tua. Saya cerita semua apa yang sudah saya lakukan, dosa-dosa yang selama ini tidak mereka tahu sudah saya perbuat. Begitu jahat dan kotor hidup ini! Lalu papa menjawab ‘Firman sudah sampai kepada ngana anakku, mari kita berdoa’. Betapa lega hati saya. Saya bersyukur dikirim di sana, saya digembalakan dan bisa bertobat dari perbuatan Hofni dan Pinehas.
Jadi, dalam perjalanan tabut memang ada hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam kegerakan Kabar Mempelai ini ada hal-hal yang mau menghambat.
1. I Samuel 5:1-5
5:1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.
5:2 Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon.
5:3 Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.
5:4 Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal.
5:5 Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini.
Hambatan yang pertama, Tabut Perjanjiian diletakkan di dalam kuil Dagon di Asdod.
Ada 3 pengertian Asdod:
a) Orang yang kuat
b) Benteng
c) Organisasi
Di situ ada Dagon, patung setengah manusia setengah ikan, menunjuk kepalsuan. Jadi hambatan yang pertama adalah kepalsuan yang bergerak di dalam organisasi! Ini yang menghambat kegerakan Tabut Perjanjian. Ini Dagon modern di dalam gereja. Organisasi dibentuk untuk hubungan gereja dengan pemerintah. Tetapi kenyataannya apa yang sekarang terjadi? Organisasi justru menjadi penghambat yang kuat bagi gereja untuk masuk dalam kegerakan Tabut, kegerakan Kabar Mempelai. Mulai diancam, dibentengi umat supaya jangan ikut kegerakan Kabar Mempelai. Lalu dipakailah ayat-ayat sebagai suatu kepalsuan. Ayat dipakai untuk menakut-nakuti supaya jangan ikut kegerakan Kabar Mempelai, kegerakan Firman pengajaran yang benar.
Di akhir zaman ini orang Kristen lebih takut kepada aturan organisasi dari pada takut pada Firman. Jadi aturan organisasi itu sudah lebih kuat dari pada Firman. Inilah Asdod, Dagon modern! Sebenarnya hatinya ingin ikut kegerakan, tetapi takut ancaman. Jangan takut, kalau kita pegang pengajaran yang benar, mau ikut kegerakan Tabut, Tuhan pasti membela. Biarpun organisasi membentengi dengan begitu kuat tetapi pengajaran ini tidak bisa dihambat. Pengajaran ini yang akan menghentar kita bertemu dengan Tuhan!
2. I Samuel 5:8-9
5:8 Sebab itu mereka memanggil berkumpul kepadanya semua raja kota orang Filistin dan berkata: "Apakah yang akan kita lakukan dengan tabut Allah Israel itu?" Lalu kata mereka: "Tabut Allah Israel harus dipindahkan ke Gat." Jadi mereka memindahkan tabut Allah Israel itu ke sana.
5:9 Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu; Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka.
Yang kedua Tabut dibawa ke Gat. Gat artinya:
a) Nafsu akan uang
b) Kejar kekayaan
Jadi hambatan kedua adalah ikatan uang, keinginan akan uang. Ini yang akan menghambat kegerakan Tabut, kegerakan Kabar Mempelai. Jangan ada ikatan, apalagi kami yang memberitakan Kabar Mempelai. Rasul Paulus katakan apa upah kami hamba Tuhan? Upah kami kalau bisa memberitakan Firman.
I Korintus 9:15-18
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
Itu sebabnya Kabar Mempelai diberitakan dengan cuma-cuma, bukan mencari keuntungan. Sekalipun ada oknum yang mencari keuntungan dari pemberitaan Firman.
II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Ada nafsu akan uang mau menghambat kegerakan Kabar Mempelai! Akibatnya orang-orang Gat dihambat dengan borok atau bisul. Kalau dalam kegerakan ini motivasinya adalah uang atau yang jasmani, nanti kena borok atau bisul! Bisul itu daging yang bengkak dan busuk. Jadi kalau melayani dalam kegerakan Kabar Mempelai motivasinya adalah uang atau perkara jasmani lainnya, maka daging ini pasti membengkak. Keinginan daging, hawa nafsu daging yang menonjol dan menimbulkan bau busuk bagi sesama.
Wahyu 22:17
22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Kegerakan Kabar mempelai itu cuma-cuma, bukan untuk diperjualbelikan, mencari keuntungan atau mencari kehormatan. Pesan guru kami, kalau mau khotbah perpuluhan harus periksa hati, jangan sampai ada keinginan akan uang supaya khotbahnya murni.
Hambatan kedua ini akhirnya membuat daging menonjol, daging membengkak dan berbau busuk bagi sesama. Pelayanan juga berbau busuk bagi Tuhan, Tuhan tidak terima. Begitu juga kalau meninggalkan pengajaran untuk mencari perkara yang jasmani, dagingnya membengkak, ada bisul, ada borok, berbau busuk bagi Tuhan dan sesama.
Mari kita ikuti kegerakan ini, layani Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas, murni untuk menyenangkan hati Tuhan. Maka berkat yang mengikuti kita, tidak usah kita kejar. Di mana ada pengajaran Kabar Mempelai daerah itu diberkati. Ketika Tabut sampai di rumah Obed Edom, rumahnya diberkati.
3. I Samuel 5:10-12
5:10 Lalu mereka mengantarkan tabut Allah itu ke Ekron. Tetapi sesampai tabut Allah itu di Ekron, berteriaklah orang Ekron itu, demikian: "Mereka memindahkan tabut Allah Israel itu kepada kita untuk mematikan kita dan bangsa kita."
5:11 Sebab itu mereka memanggil berkumpul semua raja kota orang Filistin itu dan berkata: "Antarkanlah tabut Allah Israel itu; biarlah itu kembali ke tempatnya, supaya jangan dimatikannya kita dan bangsa kita." Sebab di seluruh kota itu ada kegemparan maut; tangan Allah menekan orang-orang di sana dengan sangat berat:
5:12 orang-orang yang tidak mati, dihajar dengan borok-borok, sehingga teriakan kota itu naik ke langit.
Tabut Perjanjian dibawa ke Ekron. Begitu tabut sampai di Ekron, orang di Ekron berteriak ketakutan. Ini nubatan bagi kita di akhir zaman ini. Bagi kebanyakan orang Kristen, Kabar Mempelai atau Firman pengajaran dianggap sesuatu yang menakutkan, mematikan, dianggap momok! Jangan ke Tabernakel, terlalu keras, tidak bisa begini, tidak bisa begitu. Bahkan di antara kalangan pendeta dianggap berbahaya, menjadi pesaing dalam pelayanan, nanti jiwa-jiwa diambil pindah ke sana. Jemaat ditakut-takuti, itu palsu, itu sesat, menyimpang. Itu karena belum tahu kebenarannya.
Ekron artinya persamaan. Seringkali kami yang seharusnya memberitakan pengajaran yang murni menjadi takut memberitakan kebenaran Firman sehingga memberitakan ajaran lain. Takut tidak diterima, takut jemaat keluar sehingga Kabar Mempelai sudah dicampur dengan pengajaran yang lain sehingga bisa diterima oleh jemaat, tidak ditinggalkan dan seterusnya. Akhirnya bukan membawa pada kehidupan rohani tetapi malah membawa pada kematian rohani, hukuman yang datang dari Tuhan!
Jangan dicampur-campur, jangan disamakan, bertahan pada kemurnian Firman ini. Tidak usah takut, kalau kita dalam pengajaran beritakan, saksikan, Tuhan pasti melindungi kehidupan kita. Roti campur itu dimasak di atas kotoran manusia, itu makanan orang yang terbuang!
Ini 3 hambatan, tetapi syukur kepada Tuhan kegerakan tidak bisa terbendung. Akhirnya orang Filistin mengembalikan Tabut Perjanjian ke Israel.
I Samuel 6:7-9
6:7 Oleh sebab itu ambillah dan siapkanlah sebuah kereta baru dengan dua ekor lembu yang menyusui, yang belum pernah kena kuk, pasanglah kedua lembu itu pada kereta, tetapi bawalah anak-anaknya kembali ke rumah, supaya jangan mengikutinya lagi.
6:8 Kemudian ambillah tabut TUHAN, muatkanlah itu ke atas kereta dan letakkanlah benda-benda emas, yang harus kamu bayar kepada-Nya sebagai tebusan salah, ke dalam suatu peti di sisinya. Dan biarkanlah tabut itu pergi.
6:9 Perhatikanlah: apabila tabut itu mengambil jalan ke daerahnya, ke Bet-Semes, maka Dialah itu yang telah mendatangkan malapetaka yang hebat ini kepada kita. Dan jika tidak, maka kita mengetahui, bahwa bukanlah tangan-Nya yang telah menimpa kita; kebetulan saja hal itu terjadi kepada kita."
Bagaimana cara orang Filistin mengembalikan Tabut Perjanjian kepada orang Israel? Orang Filistin meletakan Tabut Perjanjian di sebuah kereta baru yang ditarik oleh 2 lembu yang menyusui. Kemudian Tuhan menuntun lembu-lembu itu sampai ke Betsemes. Begitu sampai di ladang seorang yang bernama Yosua, lembu-lembunya dikorbankan, kayu-kayu kereta menjadi kayu bakar.
I Samuel 6:14
6:14 Kereta itu sampai ke ladang Yosua, orang Bet-Semes itu, dan berhenti di sana. Di sana ada batu besar. Mereka membelah kayu kereta itu dan mereka mempersembahkan lembu-lembu sebagai korban bakaran kepada TUHAN.
Artinya ada orang yang coba-coba masuk dalam kegerakan Tabut, kegerakan Kabar Mempelai tetapi masih mempergunakan cara-cara kekafiran, cara-cara orang yang tidak mengenal Tuhan! Makanya langsung lembunya dipersembahkan, keretanya dijadikan kayu bakar. Tuhan tidak mau dalam pelayanan Kabar Mempelai disertai cara-cara kafir. Pelayanan dalam Kabar Mempelai harus dibersihkan dari roh kekafiran, tidak boleh ada lagi.
Efesus 2:11-12
2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
Roh kekafiran antara lain:
1. Tanpa sunat artinya tanpa kesucian. Jangan coba-coba kita melayani dalam pengajaran tanpa kesucian! Tidak akan berhasil.
2. Tanpa Kristus artinya tanpa urapan Roh Kudus.
Roma 8:7,13
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Tanpa urapan Roh Kudus, yang dipertontonkan hanya keinginan daging, perbuatan daging. Mulai dari saya hamba Tuhan, melayani di dalam Kabar Mempelai. Jangan mengikuti keinginan daging, jangan melakukan perbuatan daging. Pelayanan kita tidak akan berhasil malah diusir oleh Tuhan!
3. Tanpa janji Allah, artinya tidak mau taat pada Firman.
4. Tanpa pengharapan yaitu mudah kecewa, putus asa, kuatir termasuk mudah bangga. Itu semua roh kekafiran! Melayani sedikit-sedikit kecewa, ada masalah sedikit, Tuhan lagi dikorbankan. Tetapi waktu dipakai mulai bangga, sombong. Ini jangan ada.
5. Tanpa Allah = tanpa kasih. Melayani tanpa kasih tidak ada gunanya. Biarpun memberi diri untuk dibakar tetapi tanpa kasih tidak berguna. Bisa berbahasa malaikat tetapi tidak punya kasih juga tidak berguna.
I Korintus 13:1-2
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Sekarang kita lihat bagaimana perjalanan Tabut kembali ke Israel sampai menyatu dengan Tabernakel.
1. Roh kekafiran harus disingkirkan!
2. I Samuel 6:19
6:19 Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
Waktu sampai di Bet Semes ada 70 orang yang mati karena mengintip isi Tabut Perjanjian. Dipakai kata mengintip, artinya ini suatu penghinaan terhadap Tabut. Ini awasan bagi kita. Dalam kegerakan ini jangan kita menghina Firman pengajaran, tidak menghargai Kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar lewat sikap-sikap kita waktu mendengar Firman. Kalau mendengar sambutan dari pejabat di dunia ini, sikap kita harus sopan. Tetapi kadangkala kita mendengar suara dari Raja segala raja, sikap kita tidak ada penghargaan.
Ini jangan terjadi pada kita. Sebab kalau kita tidak menghargai kabar mempelai, mati! 70 itu angka pengutusan. Berarti tidak akan dipakai oleh Tuhan. Sekalipun berkata saya panitia Kabar Mempelai tetapi Tuhan tidak pakai!
Mulai dari kami hamba Tuhan harus ada penghargaan setinggi-tingginya terhadap Kabar Mempelai. Jemaat juga hargai Kabar Mempelai. Jangan kita hina dengan sikap yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kaum muda perhatikan, sungguh-sungguh dalam mendengar Firman.
3. I Samuel 7:1-2
7:1 Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu.
7:2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.
Tabut diletakan di Kiryat Yearim dan diletakan begitu saja sehingga orang Israel mengeluh. Artinya dalam kegerakan Kabar Mempelai ini, jangan kita pernah mengabaikannya. Harus ada kegerakan dalam diri kita, jangan pasif, jangan diam, Kabar Mempelai ini harus kita sebarkan! Mungkin kita tidak bisa mengundang orang, minimal ada yutub, ada facebook ayo sebarkan. Jangan eksklusif untuk kalangan sendiri, harus buka untuk umum. Kalau pasif maka dalam dirinya hanya berisi keluhan-keluhan.
Angka 20 itu angka sabar menanti. Tuhan sabar menanti supaya kita semakin giat dalam kegerakan, bukan Tabut didiamkan begitu, harus berjalan!
Seringkali begitu sudah mau aktif, masih ada hal-hal yang keliru kita lakukan di mata Tuhan. Yang dikuduskan menjaga Tabut Eleazar. Tetapi waktu Tabut berangkat ke Yerusalem, Eleazar tidak dipakai, malah Uza dan Ahyo yang menyertai Tabut.
II Samuel 6:1-3
6:1 Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.
6:2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
6:3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
Tuhan sudah dalam kegerakan, sudah aktif, tetapi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang hidup suci tidak dipakai. Malah orang lain yang dipakai yang tidak ditahu bagaimana kekudusannya. Kalau kita menjaga kekudusan lalu tidak dipakai oleh manusia tidak usah kecil hati, tidak usah putus asa. Kalau kita dipakai jangan sombong! Manusia seringkali melihat rupa, memandang yang jasmani, tidak melihat yang rohani. Yang menjaga kekudusan tidak dipakai, yang tidak menjaga kekudusan malah menonjol dipakai. Lihat akibatnya, akhirnya Uza mati! Kalau tidak sesuai selera Tuhan hanya membawa dampak yang buruk! Kita tidak boleh pasif dalam kegerakan, harus aktif tetapi harus sesuai kehendak Tuhan, sesuai selera Tuhan. Bukan untuk sombong, bukan untuk cari nama dan lain sebagainya.
Daud salah dalam mengambil keputusan, dia mengikuti cara kafir! Ini juga kesalahan yang banyak kali terjadi. Orang Filistin sudah mengangkut Tabut dengan kereta lalu keretanya dijadikan kayu bakar dan lembunya menjadi korban bakaran, Daud malah ikut-ikutan seperti itu! Ini awasan bagi kita, dalam kegerakan Firman pengajaran, jangan kembali ke cara kafir. Tuhan tidak mau yang begitu, Daud malah pakai seperti itu. Tabut itu seharusnya dipikul, bukan dimuat di kereta. Mau masuk dalam kegerakan tetapi pakai cara-cara dunia, mau yang enak bagi daging, tidak dipikul malah pakai kereta. Akibatnya hanya kematian dan kebinasaan. Uza akhirnya disambar oleh Tuhan.
II Samuel 6:6-7
6:6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.
Kalau kegerakan Kabar Mempelai ini menggunakan cara-cara dunia, akibatnya tergelincir. Tergelincir ini artinya berbelok arah, tidak akan sampai Yerusalem Baru, tersesat. Tabut Perjanjian harusnya dipikul, bukan mau yang enak bagi daging. Ini kesalahan Daud dan jangan terjadi lagi sekarang. Sama-sama kita memikul tabut, tanggung jawab dalam kegerakan ini, bukan mencari yang enak bagi daging!.
Mari pikul tabut. Yang muda muda ayo aktif bagikan kegerakan ini. Menjadi pemberita Kabar Mempelai harus menjadi orang yang militan. Hamba Tuhan semangat, jemaat juga semangat menggebu-gebu. Mari kita ikuti kegerakan Tabut Perjanjian, jangan kita pasrah.
4. Tabut dibawa ke rumah Obed Edom
II Samuel 6:10-11
6:10 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.
6:11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
Obed Edom ini bangsa kafir, orang Gat, orang Filistin. Tetapi justru Tabut Perjanjian di taruh di rumahnya. Ini kemurahan Tuhan kepada kita bangsa kafir, justru Tabut Perjanjian dipercayakan kepada kita bangsa kafir. Bukti ada pengajaran di dalam kita, ada Kabar Mempelai seisi rumah diberkati. Ayo dalam kegerakan jaga nikah, nikah jangan dibongkar! Dijaga kekudusan dan kesatuan nikah. Seringkali isteri saya ingatkan Ayah, disebut Ayah karena ada Noe dan Lili, dijaga itu buah nikahnya, jangan diterlantarkan. Saya disebut suami karena ada isteri, jaga jangan disakiti, dijaga nikah kita. Itu bukti ada Kabar Mempelai, berkat Tuhan dicurahkan dalam nikah rumah tangga kita.
5. Daud sadar akan kesalahannya, akhirnya dia kembali pada cara yang benar.
I Tawarikh 15:11-13
15:11 Lalu Daud memanggil Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dan orang-orang Lewi, yakni Uriel, Asaya, Yoël, Semaya, Eliel dan Aminadab,
15:12 dan berkata kepada mereka: "Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan untuk itu.
15:13 Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya."
Tabut dipindahkan ke Yerusalem dengan cara dipikul oleh imam-imam suku Lewi yang dikuduskan. Artinya dalam kegerakan Tabut Perjanjian, kegerakan Kabar Mempelai jaga tahbisan! Kekudusan hidup kita harus dijaga supaya kita berhasil dalam kegerakan. Apa artinya kita berhasil di dunia tetapi gagal total dalam kegerakan, buat apa! Orang muda yang kaya dia berhasil, tetapi dia gagal total dalam kegerakan, dia tidak mau ikut Yesus. Sampai Yesus katakan lebih mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum dari pada orang kaya masuk dalam kerajaan Sorga.
Saya berdoa supaya kaum muda secara jasmani berhasil, tetapi yang terutama kegerakan tidak boleh kita abaikan, aktiflah dalam kegerakan! Jaga kekudusan hidup kita sampai kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
6. II Samuel 6:13
6:13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
Setiap 6 langkah ada korban yang dipersembahkan untuk Tuhan. Angka 6 itu angka daging. Artinya dalam Kegerakan Kabar Mempelai daging ini harus dimatikan! Bagaimana cara mematikan daging? Junjung tinggi Korban Kristus = rela menerima salib. Rela sengsara daging karena kebenaran, jangan ngomel, jangan marah! Yesus dari taman Getsemani sampai di kayu salib rela menerima semuanya.
Dalam kegerakan ini harus rela pikul salib, salib itu kekuatan kita. Tidak ada yang bisa mengalahkan salib, iblis lari kalau ada salib. Darah Yesus kekuatan kita. Harus rela menerima percikan darah. Kalau karena kebenaran, pegang terus kebenaran, terima salib Tuhan. Tidak usah kecewa, tidak usah membela diri. Waktu Yesus diperhadapkan dengan salib Dia diam. Dalam kegerakan ini mungkin banyak tuduhan-tuduhan kepada kita, diam saja, pikul salib.
I Petrus 2:22-23
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Markus 15:3-5
15:3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.
15:4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"
15:5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.
Dituduh macam-macam diam, tidak ada jawaban. Maka kita akan mencapai langkah terakhir.
7. Tabut Perjanjian menjadi satu dengan Tabernakel dan kemuliaan Tuhan turun.
I Raja-raja 8:1-2,6-7,10-11
8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
8:2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
8:6 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
8:7 sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.
8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.
Inilah sasaran terakhir dari kegerakan Tabut, kegerakan Kabar Mempelai yaitu kita menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna, menyatu dengan Yesus sebagai kepala, Mempelai Pria Sorga dan kita masuk kemuliaan kekal. Kerinduan hati untuk kita semua bisa ada di sana. Ketika kegerakan terjadi kamu berada di mana? Harus berada di dalam kegerakan, jangan ada di luar. Kita rindu menyatu dengan Yesus, Dia sudah mau datang. kedatanganNya sudah di ambang pintu, jangan mandek, jangan terhambat kegerakan ini. Terus maju sampai kita menjadi satu Tubuh Kristus dengan Yesus, menyatu denganNya masuk dalam kemuliaan kekal.
Mulai sekarang ini, selama kita berada dalam kegerakan, kita akan Tuhan permuliakan. Dipermuliakan secara rohani yaitu diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Secara jasmani juga Tuhan permuliakan, ada pemeliharaan yang ajaib, ada pertolongan yang ajaib, ada perlindungan, ada pembelaan kita dapatkan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu.
Ikutilah kegerakan ini, di mana Tabut berjalan kita ada di situ. Mungkin kita tidak bisa mengikuti setiap kegerakan lewat kehadiran langsung, tetapi bisa kita ikuti lewat siaran langsung, siaran tunda. Terutama Firman itu kita praktekan dalam hidup kita, menjadi kesaksian bagi sesama kita. Jangan jadi duri-duri yang menusuk sesama, justru kita mempermuliakan pengajaran.
Titus 2:10
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
Titus 2:10 (Terjemahan Lama)
2:10 dan dengan tiada mencuri, melainkan menunjukkan setia yang sempurna, supaya di dalam segala perkara mereka itu menjadi suatu perhiasan bagi pengajaran Allah, Juruselamat kita.
Dulu papa selalu mendoakan kami ‘Tuhan tolong buah nikah hambaMu menjadi hiasan di dalam rumahMu’. Kemurahan Tuhan kalau bisa dipanggil, dipilih untuk menjadi hamba Tuhan, itu kasih karunia Tuhan, kemurahan Tuhan. Dari tadinya duri-duri, sekarang mau menjadi hiasan di dalam rumah Tuhan. Itu juga doa saya bagi buah nikah saya agar jadi hiasan dalam rumah Tuhan. Kita hiasi pengajaran Kabar Mempelai. Yesus sudah mau datang, biarlah kita semua siap sedia untuk menyambut kedatanganNya di awan-awan.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar