Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 14:17-20
14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.
Ada 2 macam penuaian di bumi:
1. Penuaian gandum, ini kehidupan yang punya bobot rohani, dibawa masuk di dalam lumbung kerajaan sorga.
2. Penuaian anggur untuk dibawa masuk ke dalam kilangan murka Allah.
Anggur di sini menunjuk anggur hawa nafsu daging, kehidupan yang dipenuhi dengan hawa nafsu daging, sehingga hanya membuahkan dosa sampai puncaknya dosa. Jadi bukan anggur secara positif. Inilah kehidupan yang akan masuk dalam kilangan murka Allah. Darah mengalir sampai ke kekang kuda. Ini menunjuk kehidupan yang memiliki hawa nafsu daging yang kuat. Supaya kita tidak masuk dalam penghukuman Tuhan, masuk dalam kilangan murka Allah, maka kita harus memiliki anggur Roh Kudus.
Efesus 5:18
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Roh Kudus ini yang sanggup mematikan suara daging. Bagaimana supaya diurapi dan dipenuhi Roh Kudus? Kita harus bekerja di kebun anggur Tuhan. Ini suatu perintah yang harus ditaati, dipatuhi, suatu keharusan.
Matius 20:1-7
20:1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Di sini ada perintah pergi jugalah. Ini menunjuk 2 hal:
1. Perintah Tuhan yang tidak boleh dilanggar. Siapapun kita harus bekerja di kebun anggurnya Tuhan. Salah satu definisi dosa adalah melanggar perintah Tuhan.
I Yohanes 3:4
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Jadi kalau kita melanggar perintah Tuhan ini, kita berbuat dosa. Kita tidak mencuri, tidak berzinah, tetapi tidak mau aktif dalam pelayanan, tidak mau beribadah dan melayani Tuhan = tidak mau bekerja di kebun anggur = dosa!
2. Perintah Tuhan yang mengandung 2 pengertian:
a) Tuhan tidak mau kita menganggur. Kita harus aktif bekerja di kebun anggur Tuhan, harus aktif beribadah melayani Tuhan. Mengapa kita tidak boleh menganggur?
Maleakhi 3:18; 4:1
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
Mengapa kita harus beribadah? Sebab ada perbedaan antara orang yang beribadah dan yang tidak beribadah. Orang beribadah dikumpulkan dalam lumbung kerajaan Sorga, orang yang tidak beribadah adalah jerami yang akan dibakar. Sehebat apapun kita, mungkin punya gaji yang tinggi, kehidupan yang mapan, kedudukan sosial yang tinggi, tetapi kalau tidak beribadah melayani Tuhan, hidup itu hanya seperti jerami yang akan berakhir pada pembakaran, berarti tidak berguna, semua yang dicapai sia-sia. Makanya pengkhotbah mengatakan segala yang ada di bawah kolong langit ini sia-sia. Semua usahanya bagaikan menjaring angin kalau kita tidak beribadah melayani Tuhan. Itu sebabnya gembala selalu meneriakan, menganjurkan, menghimbau ayo kita beribadah, mari kita melayani Tuhan.
b) Tuhan memberi arah ibadah pelayanan yang benar yang harus kita tekuni. Tidak sembarang, tidak semua ibadah pelayanan itu diterima. Ingat Kain dan Habel, persembahan Habel diterima, Kain tidak! Jadi tidak semua diterima. Di mana ibadah yang benar? Di dalam kebun anggurnya Tuhan.
Mazmur 128:3a
128:3a Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu;
Isteri adalah pohon anggur yang subur atau kebun anggur. Isteri = pohon anggur. Jadi arah ibadah pelayanan yang benar membentuk kita menjadi isterinya Tuhan, mempelai wanita Tuhan. Atau Tubuh Kristus yang sempurna yang siap menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga, Kepala Gereja, kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.
Inilah arah ibadah pelayanan yang benar. Jadi kalau kita masuk dalam ibadah, di situ ada Firman yang membentuk kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan, itulah tempat ibadah yang benar yang harus kita tekuni. Bukan sekedar Sorga dan neraka, kalau hanya sekedar Sorga dan neraka, agama lainpun mengajarkan tentang itu.
Dia Kepala, Mempelai Pria Sorga, kita tubuhNya. Kepala dan tubuh tidak terpisah selamanya. Nikah jasmani kita di bumi ini tidak berhenti sampai di liang kubur, nikah yang jasmani mau dibawa masuk pada nikah yang rohani, nikah yang sempurna, pesta nikah Anak Domba Allah. Kenyataannya banyak nikah jasmani sudah dirusak oleh setan. Baik suami isteri, orang tua anak, mertua menantu, kakak dan adik. Cara memperbaikinya bawa masuk dalam ibadah pelayanan yang benar. Ibadah yang dibina Firman pengajaran yang benar, oleh Kabar mempelai. Termasuk permulaan nikah yang sudah rusak bisa dibina lewat Kabar Mempelai. Di mana ada pemberitaan Firman pengajaran yang benar, pemberitaan Kabar Mempelai, ada kesempatan nikah itu terbenahi untuk mengarah pada nikah yang rohani.
Kalau disimpulkan kebun anggur Tuhan adalah kebun mempelai.
Tuhan buka kesempatan seluas-luasnya untuk bekerja dalam kebun anggur Tuhan.
1. Matius 20:2
20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kesempatan kepada bangsa Israel asli dengan dasar janji upah 1 dinar sehari. Kalau dalam Perjanjian Lama, janji Tuhan kepada bangsa Israel adalah hidup kekal, khususnya untuk imam dari suku Lewi.
Keluaran 28:1,3-4
28:1 "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku — Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
28:3 Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.
28:4 Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.
Ada perjanjian, suku Lewi memegang jabatan imam bagi Tuhan.
Keluaran 28:41
28:41 Maka semuanya itu haruslah kaukenakan kepada abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya, kemudian engkau harus mengurapi, mentahbiskan dan menguduskan mereka, sehingga mereka dapat memegang jabatan imam bagi-Ku.
Ini dasar perjanjian, kesempatan yang utama untuk bangsa Israel melayani Tuhan, untuk memegang jabatan pelayanan, jabatan imam.
Keluaran 28:43
28:43 Harun dan anak-anaknya haruslah memakainya, apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan atau apabila mereka datang ke mezbah untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, supaya mereka jangan membawa kesalahan kepada dirinya, lalu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya baginya dan bagi keturunannya."
Pelayanan itu kekal, jadi jabatan imamnya suku Lewi itu kekal.
2. Kesempatan bagi bangsa Israel yang terhilang dengan dasar kasih. Yang terhilang maksudnya yang melanggar hukum Taurat. Pemilik kebun anggur keluar mencari pekerja pada jam 9,12 dan 3. Jam 9, 12 dan 3 adalah waktu penyaliban Yesus, proses penyaliban Yesus.
Markus 15:25,33-34
15:25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.
15:33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Yesus sudah mati dengan 4 luka utama untuk menyelamatkan bangsa Israel yang terhilang karena melakukan hukum Taurat sehingga bisa masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Lalu bagaimana dengan kita bangsa kafir? Kesempatan ketiga adalah untuk kita bangsa kafir.
3. Matius 20:6
20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Jam 5 Tuhan keluar lagi untuk mencari pekerja. Ini kesempatan bagi kita bangsa kafir dengan landasan kemurahan, anugerah Tuhan. Bangsa Israel yang terhilang ternyata tidak semua mau menerima Yesus, sebagian keras hati menolak Yesus. Yesus mencari yang terhilang, begitu ditemukan, mereka mau dibawa malah tidak mau, menolak. Malah mereka menyalibkan Yesus.
Roma 11:25-26
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
Seumpama 5 jari, yang 2 menolak, sebagian menolak. Tubuh Kristus itu utuh tanpa cacat cela. Karena sebagian menolak maka dicari dari bangsa kafir. Terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus supaya utuh kembali. Israel asli dengan kita bangsa kafir sudah menjadi satu Tubuh Kristus, disebut Israel rohani. Seluruh Israel yang dimaksud adalah Israel rohani, terdiri dari bangsa Israel asli dan bangsa kafir yang masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.
Sekarang kita diberikan kesempatan, pekerjaan kita hanya 1 jam. Pukul 5 sore menunjuk luka kelima di lambung Yesus. Setelah Yesus mati, prajurit-prajurit datang. Mereka melihat penjahat di sebelah Yesus belum mati, dipatahkan kakinya supaya mati. Datang kepada Yesus ternyata sudah mati. Tetapi salah satu prajurit datang menikam lambung Yesus. Dalam keadaan mati Yesus mau menerima luka kelima di lambung supaya kita bangsa kafir bisa dilibatkan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kita bangsa kafir hanya mendapatkan kemurahan. Jangan disia-siakan kesempatan, cuma 1 jam bekerja lalu mau leyeh-leyeh, santai-santai, nanti disuruh keluar dari kebun anggurnya Tuhan!
Oleh sebab itu, karena kesempatan kita hanya 1 jam, maka kita harus ahli dalam menggunakan kesempatan yang hanya 1 jam ini. Artinya:
a) Jangan mengganggur, jangan pasif, ayo semua melayani dalam bidang apa saja.
b) Setia dan sungguh-sungguh dalam melayani Tuhan. Kadangkala kita baru sampai tahap setia, tetapi sungguh-sungguhnya belum.
c) Satu jam mengingatkan doa penyembahan. Ibadah pelayanan kita harus memuncak pada doa penyembahan. Melayani zangkoor semangat, melayani main musik semangat, melayani pimpin pujian semangat, tetapi jangan lupa memuncak pada doa penyembahan. Apa saja pelayanan yang dikerjakan harus memuncak pada doa penyembahan. 1 jam itu adalah waktu minimal, bukan maksimal, untuk berdoa menyembah Tuhan yang dianjurkan oleh Yesus.
Markus 14:37
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
Karena kita bangsa kafir bisa melayani Tuhan hanya karena kemurahan Tuhan maka ibadah kita harus dalam sistem kemurahan. Tetapi ingat, jangan dijadikan murahan. Sebagai gembala saya tidak oleh diktator, harus dalam sistem kemurahan.
Tanda-tanda ibadah sistem kemurahan.
a) Roma 2:4
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
Tanda pertama melayani Tuhan dengan tanda pertobatan. Bertobat itu artinya mati terhadap dosa. Bukan malah melayani menambah dosa atau melayani sambil menyembunyikan dosa. Biarpun saya hebat tetapi menyembunyikan dosa maka tidak ada gunanya, pelayanan tidak diterima oleh Tuhan. Mari kita melayani dalam tanda pertobatan, mati terhadap dosa. Kalau masih hidup di dalam dosa, kita di luar kemurahan Tuhan, diluar kebun anggur Tuhan. Dia pikir masih melayani dalam kebun anggur Tuhan padahal sudah ada di luar!
Bertobat itu mulai dari lepas dari 6 dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh.
I Korintus 5:11
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
1) Yang mengikat tubuh adalah cabul, dosa kawin mengawinkan. Ini dosa yang diulang-ulang. Pertama dilakukan, minta ampun, menangis, tetapi sudah terikat sehingga diulang-ulang percabulan ini. Jangan melayani dengan percabulan! Mulai percabulan terhadap diri sendiri, kalau itu ada pelayanan kita tidak akan diterima Tuhan. Kita harus bertobat mati terhadap dosa.
Kemudian mabuk, itu dosa makan minum yaitu mabuk, merokok, narkoba, termasuk judi. Ini jangan ada lagi dalam diri kita, harus lepas! Mau melayani Tuhan jangan seperti Hofni dan Pinehas, memikul tabut, pakai efod tetapi mati, tabutnya dirampas. Utama untuk saya sebagai gembala jangan ada 2 dosa ini.
2) Yang mengikat jiwa, sudah menjadi karakter yaitu kikir, pemfitnah dan penipu.
3) Yang mengikat roh yaitu penyembahan berhala = keras hati dan serakah.
Kita mau melayani Tuhan, ayo jangan ada lagi ikatan dosa! Dosa itu adalah ragi, sedikit saja sudah bisa merusak! Tidak pernah orang buat roti 1 loyang, raginya juga 1 loyang, pasti hanya sedikit saja. Kalau pendeta menipu jemaat 1 kali saja, sudah hilang kepercayaan jemaat. Bagaimana mau melayani kalau jemaat sudah tidak percaya. Ragi ini harus dibuang, jangan ada lagi pada kita.
I Korintus 5:7-8
5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Kalau kita melayani Tuhan dengan tanda pertobatan maka ibadah pelayanan kita bersuasana pesta. Tidak akan bosan kita kalau berpesta. Kenapa melayani rasanya berat, beribadah rasanya tersiksa? Karena masih ada dosa dipertahankan sehingga tidak pernah merasakan suasana pesta. Biarlah kita punya pengalaman dengan Tuhan. Salah satu pengalaman dengan Tuhan adalah membuang dosa supaya kita beribadah melayani dengan suasana pesta. Orang sampai heran-heran kita beribadah 3 kali seminggu. Ditanya tidak bosan? Tidak! Kalau perlu setiap hari. Karena gereja mula-mula tiap-tiap hari mereka berada di dalam Bait Allah. Nanti kita juga akan tiap-tiap hari. Itu kalau sudah betul-betul merasakan suasana pesta. Suasana pesta itu suasana sukacita.
Ayo buang ragi maka kita hidup di dalam kebenaran dan kemurnian. Hidup benar sesuai Firman pengajaran yang benar dan beribadah dalam kemurnian berarti tanpa pamrih, tidak menuntut ini, tidak menuntut itu. Melayani Tuhan jangan gila hormat. Layani saja Tuhan, tunjukan teladan kesucian dan kesetiaan, dengan sendirinya nanti Tuhan berikan wibawa.
Murni juga berarti jangan campur dengan dunia. Melayani Tuhan jangan campur-campur dengan dunia. Tidak boleh serupa dengan dunia, kita harus tampil beda. Juga tidak boleh campur ajarannya, ajarannya harus murni! Yesus hanya ada 1 kalau ada yang lain itu sudah bukan Yesus yang benar. Pengajaran yang benar hanya 1, tertulis dalam Alkitab, dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat menerangkan ayat, tajam menyucikan terutama menyucikan nikah. Dan diberitakan dengan maksud murni, dipraktekan dulu sebelum diberitakan.
b) Titus 3:4-5
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
Mengalami kelahiran baru lewat baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus yang benar. Kalau dikatakan benar berarti ada yang tidak benar. Yang benar itu sesuai Alkitab. Patokannya sudah jelas yaitu Alkitab, tidak usah berpatokan pada yang lain. Kadangkala kita salah, melihat orang lain ‘itu sana dia bisa, koq kenapa kita tidak boleh!’. Patokannya harus Alkitab, jangan patokannya manusia.
Mengalami kelahiran baru, baptisan airnya sesuai Firman, baptisan Roh Kudusnya sesuai Firman, itu patokannya! Baptisan air itu yang benar sesuai dengan Alkitab dan seperti yang diteladankan oleh Yesus.
Matius 3:13
3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Jadi orang yang sudah mengerti yang datang, bukan dibawa orang tetapi datang sendiri, memberi diri dibaptis.
Matius 3:14-16
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Penentu baptisan air itu benar adalah langit terbuka. Ada istilah keluar dari air, berarti sebelum keluar dari air, Yesus masuk ke dalam air.
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Sedalam apa airnya? Sedalam kuburan. Jadi tidak usah dibantah, semuanya harus masuk dalam air, itulah baptisan air yang benar, dikubur bersama Yesus. Dan dari kesadaran kita sendiri, kita yang datang. Seperti Yesus datang memberi diri, bukan dibawa oleh orang lain. Maka langit terbuka. Kalau baptisan airnya benar maka langit terbuka. Artinya kita menerima pencurahan Roh Kudus. Minimal mengurapi kita sehingga kita menjadi kehidupan yang baru, memiliki jenis kehidupan Roh sorga. Yang kita minta bukan hanya mengurapi tetapi sampai dipenuhi Roh Kudus dan Roh Kudus meluap-luap.
Tandanya kehidupan Sorga:
1) Yohanes 3:3
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
Kalau belum lahir baru, belum masuk baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus yang benar, tidak bisa melihat kerajaan Sorga. Jadi kalau sudah lahir baru, baptisan air yang benar, baptisan Roh Kudus yang benar, kita memiliki jenis kehidupan sorga, tanda pertamanya bisa melihat kerajaan Sorga. Melihat Sorga artinya kita punya perhatian utama pada perkara rohani, pada ibadah pelayanan, pada Firman pengajaran yang benar. Silahkan perhatikan pekerjaan supaya tidak dicap orang Kristen pemalas! Silahkan perhatian pada pendidikan, orang tua sudah biayai harus perhatian! Yang sudah berumah tangga perhatian pada isteri, perhatian pada suami. Tetapi perhatian utama kita adalah ibadah pelayanan dan Firman pengajaran yang benar. Itu lebih dari segala sesuatu yang ada di dunia ini. Kalau perkara rohani kita abaikan, jangankan masuk kerajaan Sorga, melihat Sorgapun tidak bisa!
2) Yohanes 3:5
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Tanda jenis kita sudah lahir baru adalah masuk kerajaan sorga. Sekarang ini belum tetapi suasananya sudah harus ada, hidup kita bersuasana sorga. Apa itu bersuasana Sorga.
II Petrus 3:13
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Sorga itu tempatnya kebenaran. Jadi masuk kerajaan Sorga artinya hidup dalam kebenaran, mulai dari perkara-perkara yang kecil. Kita sendiri sudah tahu yang benar itu bagaimana, yang sesuai aturan. Kalau berkendara sesuai aturan bagaimana, kerja sesuai aturan bagaimana, itulah yang benar. Nikah yang benar bagaimana, tahbisan pelayanan yang benar bagaimana, kita sudah mengerti. Terutama tegas berpegang pada Firman pengajaran yang benar. Jangan habis dibaptis malah keluar dari pengajaran, dipertanyakan baptisannya benar atau tidak. Kalau baptisannya benar, urapan Roh Kudusnya benar, tegas berpegang pada pengajaran benar.
Setiap roh harus diuji, kalau Roh Kudus harus tegas!
I Timotius 4:1
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
Pengajarannya benar maka penyucian pasti terjadi. Kalau sudah hidup benar dan disucikan maka Tuhan berikan jabatan pelayanan dan Tuhan perlengkapi dengan karunia-karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kalau sudah disucikan, pasti diperlengkapi dengan jabatan. Sebagai gembala tidak boleh mencegah orang melayani. Tetapi sebagai gembala punya pandangan rohani. Kalau dilihat dia ini belum sungguh-sungguh, yah jangan dulu. Nikahnya belum benar, tahbisannya belum benar, kesetiaannya masih kurang, yah jangan dulu melayani. Sampaikan dulu Firman, seperti burung rajawali, dikasih makan dulu sampai kuat baru dia terbang sendiri. Jadi jangan berperasangka buruk kalau ada yang mau melayani lalu dibilangi tunggu dulu. Itu bukan dicegah melayani, tetapi sebagai gembala saya perlu melihat kesetiaan, kebenarannya, ketegasannya dalam hal pengajaran.
Kalau sudah disucikan tidak akan mungkin dicegah. Pasti Tuhan berikan jabatan pelayanan, diperlengkapi dengan karunia Roh Kudus dan dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Yang sudah melayani harus semakin suci supaya semakin mantap jabatan pelayanannya. Kalau Tuhan sudah berikan jabatan pelayanan, jangan dilepaskan! Semakin suci, jabatan semakin mantap dalam pembangunan Tubuh Kristus.
c) Roma 12:1
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Seperti keledai memberikan punggungnya untuk ditunggangi oleh Yesus. Yang mau Tuhan pakai ini keledai muda, bukan kebetulan kalau jemaat di Palu ini muda-muda, Tuhan mau pakai untuk ditunggangi oleh Yesus. Jangan sampai ditunggangi Bileam!
Tetapi ada syaratnya, hidup yang bagaimana yang dipersembahkan kepada Tuhan?
1) Tubuh yang hidup. Apa itu tubuh yang hidup? Tubuh yang aktif dalam ibadah pelayanan. Dalam kondisi tubuh sakit, keterbatasan fisikpun kita masih bisa aktif dalam ibadah pelayanan, ada yang bisa kita kerjakan. Apalagi kalau fisik masih kuat, usia masih muda, aktiflah dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Pelayanan di kebun anggur harus gesit!
2) Tubuh yang kudus. Artinya mempersembahkan hidup yang suci, yang tidak dicemari oleh dosa, tidak dicemari hawa nafsu daging, tidak dicemari dengan pengaruh dunia.
3) Tubuh yang berkenan. Artinya hidup yang mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, sampai bisa mengasihi orang yang memusuhi kita. Jadi melayani bukan dengan kebencian. Menyanyi ‘aku mengasihi Engkau Yesus’ tetapi benci orang lain, benci sesama pelayanan, benci hamba Tuhan lain. Ini bukan mempersembahkan hidup, mana Tuhan mau terima. Menyanyi ‘Bapa kupersembahkan tubuhku’ tetapi Tuhan di atas geleng-geleng, tubuh yang mana yang dipersembahkan! Tidak aktif, tidak suci, tidak mengasihi!
Jangan ada kepahitan dalam kita melayani Tuhan.
Markus 12:30-31
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
d) II Korintus 4:1
4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
Tidak tawar hati = kuat teguh hati. Melayani harus dengan kuat dan teguh hati. Dalam kita melayani banyak tantangan, kita pikul salib, sengsara, belum lagi dosa-dosa yang mengincar, kejahatan dan kenajisan di mana-mana.
Tidak tawar hati, tidak kecewa, tidak putus asa. Tetap kuat teguh hati, artinya:
1) Dalam menghadapi persoalan pergumulan apapun tetap berharap Tuhan.
2) Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan apapun yang kita hadapi. Ingat selalu saya melayani hanya karena kemurahan Tuhan, jangan sedikit-sedikit kecewa, sedikit-sedikit putus asa, sedikit-sedikit ngambek, meraju sama Tuhan sampai tidak datang beribadah. Kalau ada persoalan pergumulan datang kepada Tuhan, biar Tuhan yang atasi semua, bukan malah jauh dari Tuhan.
3) Tetap hidup benar dan suci apapun. Menghadapi godaan, tantangan, ancaman, tetap hidup benar.
4) Tetap taat, tetap pegang teguh Firman pengajaran yang benar apapun yang dihadapi.
Tantangan semakin hebat tetapi biarlah kita kuat dan teguh hati! Ketika raja Daud diperhadapkan dengan banyak pergumulan dan tantangan, menghadapi anak kandungnya sendiri, dia kuat teguh hati. Karena Daud kuat teguh hati, Yoab pemimpin dalam peperangan juga kuat teguh hati.
Jadi kalau gembala kuat teguh hati, jemaat juga kuat teguh hati. Kalau gembala sedikit-sedikit meraju, mengeluh, yah jemaat juga begitu.
Kalau kita kuat teguh hati, hidup benar dan suci, tetap berharap Tuhan, tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah, tetap taat pada Firman pengajaran yang benar apapun yang dihadapi maka hasilnya:
1) Mengalami kuasa nama Yesus. Teladan yang sempurna adalah Yesus, sampai matipun Dia tetap kuat dan teguh hati.
Filipi 2:8-10
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
Kuasa nama Yesus memberikan kemenangan atas trio setan, berarti kemenangan atas segala masalah, segala pergumulan. Tunggu waktu Tuhan, kalau belum ditolong tetap kuat teguh hati, sampai waktunya Tuhan menolong. Kuasa nama Yesus sanggup mengangkat kita dari segala kemerosotan, dari segala keterpurukan. Apa yang membuat terpuruk hari-hari terakhir ini. Biasanya masalah nikah itu yang membuat terpuruk. Ayo kuat teguh hati maka nama Yesus memberikan kemenangan dan memberikan pengangkatan secara jasmani dan juga secara rohani, kita dipakai, sampai mengangkat kita di awan-awan yang permai masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
2) Mazmur 27:14
27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Kita bisa menanti dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. kedatanganNya sudah di ambang pintu, sudah akan segera datang. Tuhan tidak menangguhkan lagi kedatanganNya. Biarlah kita kuat dan teguh hati. Tujuan akhir pelayanan supaya kita menyatu dengan Yesus sebagai kepala, Yesus Mempelai Pria sorga dan kita mempelai wanitaNya.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar