20250923

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 24 September 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:1-5

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya "telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

 

Perikopnya adalah Roh Kudus dijanjikan. Roh Kudus sangat kita butuhkan sebab tanpa Roh Kudus kita hanya manusia darah daging yang ditandai begitu banyak kelemahan dan kekurangan. Manusia daging mudah putus asa, mudah kecewa juga mudah bangga, mudah sombong ketika diberkati. Kelemahan daging yang utama tidak tahu menyembah Tuhan. Makanya kita mutlak membutuhkan Roh Kudus. Roh Kudus memampukan kita mematikan daging dengan segala hawa nafsu, keinginan, ambisi, tabiatnya, sampai pada perbuatan daging.

Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Bagaimana caranya mematikan daging? Kita pelajari dari pribadi Yesus. Tadi disebutkan ada angka 40 hari Yesus berulang-ulang menampakkan diri.

Kisah Para Rasul 1:3

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

 

Dulu makhluk hidup di bumi ini kecuali Nuh sekeluarga dibinasakan oleh air bah, hujan turun 40 hari. Angka 40 adalah angka mematikan daging.

 

Ada 3x40 dalam pribadi Yesus.

1.      Yesus diserahkan waktu berumur 40 hari.

Lukas 2:21-24

2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,

2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 

2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

 

Waktu pentahiran perempuan yang melahirkan anak laki-laki adalah 40 hari. Dari hewan korban yang dipersembahkan oleh orang tua Yesus, bisa kita lihat bahwa orang tua Yesus berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kalau mampu harus mempersembahkan lembu, domba atau kambing. Kalau tidak mampu mempersembahkan burung tekukur atau burung merpati.

 

Hewan korban ini adalah untuk korban pendamaian. Jadi dari sini kita belajar cara mematikan daging adalah pertama lewat berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama! Dengan Tuhan kita mengaku dosa kita, kita selesaikan dosa kita dengan Tuhan, setelah diampuni jangan diulangi lagi. Dengan sesama kita mengaku dosa dan mengampuni.

 

2.      Yesus berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun.

Markus 1:12-13

1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.

1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

 

Jadi cara mematikan daging lewat doa puasa! Ini doa yang diajarkan Yesus, ada doa puasa, doa semalaman dan doa penyembahan satu jam. Di sini Yesus berdoa puasa, Dia berada di antara binatang buas namun Yesus tidak diterkam. Puasa ini untuk mematikan daging sehingga kita bisa mengalahkan binatang buas, itulah trio setan! Setan di udara digambarkan dengan naga, antikristus binatang buas yang muncul dari dalam laut, nabi palsu binatang buas yang muncul dari darat. Trio setan ini sumbernya pencobaan.

 

Puasa untuk mematikan suara daging sehingga kita menang atas pencobaan-pencobaan dari setan. Tidak putus asa, tidak kecewa, tidak tinggalkan Yesus tetapi menang. Ketika menghadapi pencobaan, Yesus selalu berkata ‘ada tertulis’.

Matius 4:1-4

4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

 

Jadi menghadapi pencobaan Yesus tetap taat pada Firman Tuhan. Sampai pada puncak ketaatan Yesus adalah ketika Dia mati di kayu salib. Lewat ketaatanNya, kepada Yesus dikaruniakan nama yang berkuasa untuk mengalahkan setan di langit dengan roh jahat roh najis, yang ada di bumi itu nabi palsu dengan roh dustanya, yang ada di laut itu antikristus dengan roh durhaka.

 

Yesus adalah Allah yang lahir sebagai manusia namun tidak berbuat dosa. Dalam kemanusiaanNya Yesus memberikan teladan kepada kita manusia, Yesus taat kepada Allah Bapa.

Filipi 2:5-11

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

Ditekankan oleh Paulus bahwa Yesus adalah manusia Kristus Yesus. Supaya kita melihat teladan, karena manusia ini tidak percaya kalau tidak melihat. Jadi kalau mau belajar taat, lihat manusia Kristus Yesus, Dia taat sampai mati di kayu salib.

I Timotius 2:5

2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

 

Kita belajar taat dari manusia Kristus Yesus, taat sampai daging tidak bersuara lagi. Salah satu prakteknya adalah puasa, betul-betul kita tidak mengikuti kehendak daging kita. Kehendak daging kalau lapar kita makan, kalau haus minum. Puasa tidak makan, tidak minum, kehendak daging tidak kita turuti, hanya melakukan kehendak Tuhan. Kalau Yesus dikaruniakan nama yang berkuasa untuk mengalahkan trio setan lewat ketaatanNya sampai mati di kayu salib, maka begitu juga dengan kita. Kalau kita mau taat pada Firman Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi, maka kepada kita akan dikaruniakan nama Yesus yang berkuasa. Kita bisa menang atas trio setan sumbernya pencobaan.

 

Puasa itu bukan lamanya yang penting. Tetapi yang dilihat adalah ketaatan kita. Puasa itu mempercepat perobekan daging supaya taat pada Firman Tuhan, pada kehendak Tuhan apapun resikonya. Betul-betul merobek daging kita sehingga bisa taat pada Firman Tuhan.

 

Yesus berpuasa di padang gurun. Padang gurun menunjuk dunia yang kita tinggali ini. Setan membuat dunia ini seperti padang gurun.

Yesaya 14:17

14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

 

Dunia seperti padang gurun, tandus, kering, serba sulit, bahkan menghadapi kemustahilan. Yesus berpuasa di padang gurun. Artinya selama kita hidup di dunia ini harus ada waktu puasa. Jangan terbentur dengan saya sakit maag, saya asam lambung, tidak bisa puasa. Kalau kita sungguh-sungguh mematikan daging justru sehat, Tuhan berikan kesehatan.

 

Kenapa kita berpuasa? Di padang gurun Yesus di kelilingi oleh binatang buas. Dunia ini sudah berada di bawah kuasa si jahat.  Jadi kita berpuasa karena dunia ini sudah berada di bawah kuasa setan.

I Yohanes 5:19

5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

 

Kalau kita tidak merobek daging lewat puasa, maka kita bisa dikalahkan oleh setan. Iblis memanfaatkan media dunia dan juga daging kita untuk mematikan rohani kita. Begitu sudah terikat dengan dunia, mengikuti keinginan daging kita, disitulah kita jatuh dalam dosa! Rohani mulai sakit sampai nanti mati.

I Yohanes 2:16

2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

 

Isi dunia dibuka dengan keinginan daging. Makanya sebagai gembala saya mengajak ayo puasa bersama. Ada waktu kita manfaatkan untuk berpuasa untuk mempercepat proses mematikan daging sehingga kita tidak terpengaruh oleh dunia. Rohani kita bisa hidup sampai berhasil menjadi gereja yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna untuk hidup kekal bersama Yesus Mempelai Pria Sorga di Yerusalem Baru. Yang boleh masuk di Yerusalem Baru hanya manusia rohani, darah dan daging tidak boleh masuk dalam kerajaan Sorga. Sebab itu harus dirobek, dimatikan lewat doa puasa.

I Korintus 15:50

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

 

Ingat, kita menghadapi iblis yang licik!

Lukas 4:13

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

 

Setan sumber pencobaan itu sudah dikalahkan oleh setan. Setan sudah kalah tetapi tidak pernah mau mengaku kalah. Dia menunggu waktu yang baik untuk menyerang Yesus. Artinya mau menggagalkan rencana Allah yang besar dan mulia yaitu membentuk gereja menjadi Mempelai Wanita yang sempurna.

 

Jadi yang menjadi sasaran setan adalah kita! Rencana Allah yang besar dan mulia tidak mungkin gagal, tetapi kita yang bisa digagalkan oleh setan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sebab itu jangan lengah! Giatkan doa penyembahan ditambah doa puasa untuk mempercepat proses mematikan daging.

 

Bagaimana supaya kita tidak gagal masuk dalam kegenapan rencana Allah? Setelah Yesus menang, malaikat-malaikat melayani Yesus. Bicara malaikat menunjukan gembala sidang. Supaya kita tidak gagal masuk dalam kegenapan rencana Allah, maka kita harus tergembala dengan benar dan baik. Kita harus dilayani oleh gembala, ada Firman yang disampaikan, ada doa penyahutan dinaikan. Kita harus tergembala dengan benar dan baik sampai menikmati. Raja Daud sampai berbaring di atas rumput hijau.

Mazmur 23:1-2

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

 

Rumput itu makanan domba. Sekarang makanan domba adalah Firman penggembalaan, nikmati itu! Itu sebabnya tugas kami gembala menyediakan rumput hijau. Bagaimana domba bisa menikmati kalau berbaring di rumput kering atau di tanah yang tandus.

 

Ada orang rajin puasa tetapi tidak tergembala sehingga ada celah yang bisa dimanfaatkan iblis masuk menghancurkan rohaninya. Puasa dan penggembalaan tidak bisa dipisah. Puasa itu salah satu aktivitas di dalam penggembalaan. Puasa dan tergembala sama sakitnya, sama tidak enaknya bagi daging. Keduanya merupakan salib yang harus kita pikul.

 

Sebagai gembala untuk tekun melayani dalam penggembalaan itu sakit bagi daging. Harus persiapan, sesudah itu harus melayani. Kadang yang didatangi malah tidak mau datang beribadah. Yang mau datang itu yang dilayani. Yang tidak mau datang terus didoakan.

 

Puasa dan tergembala merupakan salib yang harus kita pikul supaya mampu menghadapi bentuk-bentuk pengalaman salib lainnya. Untuk masuk kerajaan sorga kita harus mengalami banyak sengsara.

Kisah Para Rasul 14:22

14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

 

Ada bentuk-bentuk salib lainnya misalnya difitnah, digosipkan, diperlakukan tidak adil. Kalau kita tidak berpuasa dan tidak tergembala, tidak akan tahan. Tetapi kalau kita tergembala, kita bisa berbaring, bisa tenang. Biar digosipkan kita bisa diam. Kita yakin Tuhan Gembala Agung pasti membela!

 

Perobekan daging ini menentukan pintu tirai terbuka. Untuk melewati pintu tirai, kita harus masuk ruangan suci dulu. Dulu Musa disuruh Tuhan membangun Tabernakel. Secara jasmani Tabernakel sudah hancur, tidak ada lagi, tetapi sekarang dalam bentuk pengajarannya.

 

Kita sudah lewati pintu gerbang (percaya Yesus), mezbah korban bakaran (bertobat), bejana pembasuhan (baptisan air), pintu kemah (kepenuhan Roh Kudus). Tujuan akhir kita di ruangan maha suci yang bentuknya 4 persegi. Itu menubuatkan Yerusalem Baru kota 4 persegi. Di ruangan maha suci ada Tabut Perjanjian yang terbagi 2 bagian. Tutupnya dari emas murni dengan 2 kerub, itu bicara Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga. Peti dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni dalam dan luar. Menunjuk gereja yang sempurna, mempelai wanita Tuhan. Mempelai pria dan mempelai wanita menyatu dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Untuk mencapai ke sana harus melalui pintu tirai, perobekan daging. Untuk bisa melewati pintu tirai, lewati ruangan suci, penggembalaan. Kita harus tergembala.

Ada 3 macam alat dan itu sudah hancur. Sekarang menunjukan 3 macam ibadah pokok:

a)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan korbanNya. Domba-domba diberi makan.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Termasuk ibadah kaum wanita, kaum bapak, kaum muda.  Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Domba-domba diberi minum.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, kita bernafas di dalam kasih Allah.

 

Alat yang paling dekat dengan pintu tirai adalah mezbah dupa emas, itulah doa penyembahan. Salah satu bentuk doa penyembahan adalah doa puasa, merobek daging. Pintu tirai terobek sehingga kita bisa mencapai ruangan maha suci, kita bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, masuk Yerusalem Baru. Tergembala, ditambah doa penyembahan dan doa puasa, serta pengalaman-pengalaman salib yang kita hadapi dan bisa kita terima, itu untuk mematikan daging kita secara total sehingga kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Dibalik salib ada kemuliaan, ada kebahagiaan kekal bersama Yesus.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Salib harus kita pikul, daging harus dimatikan! Selama kita masih manusia daging, masih banyak kelemahan kekurangan kita.

 

3.      Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dalam tubuh kemuliaan secara berulang-ulang selama 40 hari.

Kisah Para Rasul 1:3

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

 

Angka 40 ada kaitan dengan kemuliaan. Jadi kita harus merobek daging untuk melihat Yesus dalam kemuliaan. Nanti kita melihat muka dengan muka. Tetapi mulai dari sekarang kita harus bisa melihat Yesus dalam kemuliaan.

II Korintus 4:3-4

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

 

Lewat apa kita melihat Yesus dalam kemuliaan? Lewat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus! Injil itu Firman Tuhan, cahaya itu adalah rahasia Firman yang diungkap bukakan mengenai Yesus yang akan datang dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Jadi cahaya Injil Kemuliaan Kristus adalah pembukaan rahasia Firman = Firman pengajaran yang benar, ajaran sehat. Kita bisa memandang pribadi Yesus lewat Firman yang dibukan rahasianya. Kita tahu isi hati Yesus, kita tahu bagaimana perasaan Yesus, lewat Firman dibuka rahasianya.

 

Kita berdoa supaya setiap beribadah ada penampilan cahaya Injil kemuliaan, ada penampilan pembukaan rahasia Firmah sehingga kita bisa memandang Yesus. Dengan memandang Yesus kita bisa memandang diri yang banyak kekurangan dan kelemahan sehingga hidup Yesus semakin nyata di dalam kita. Kekurangan kelemahan kita tidak kita pertahankan, hidup Yesus makin nyata. Dengar Firman lagi, kita semakin mengenal Yesus, kekurangan kita disingkirkan, hidup Yesus semakin nyata. Terus seperti itu sampai nanti ketika Yesus datang kita memandang Dia muka dengan muka dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Sekarang kita memandang Dia lewat penampilan Firman. Tugas kami sebagai gembala supaya Tuhan membukakan rahasia Firman sehingga jemaat bisa memandang Yesus dalam kemuliaan.

 

II Korintus 4:7-10

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

 

Kita memandang Yesus di dalam Firman yang dibuka rahasianya, pribadi Yesus semakin nyata dalam kita, karakter Yesus semakin nyata di dalam kita, perasaan Yesus ada di dalam kita.

 

Memandang Yesus dalam kemuliaan lewat Firman yang dibuka rahasianya artinya adalah kita mendengar Firman sampai kita mempraktekan. Makanya Firman pengajaran disebut Firman yang hidup, bisa didengar, diraba yaitu dipraktekan dan dilihat, ada wujud nyata Yesus di dalam kita. Kita dibaharui, manusia daging disingkirkan, manusia Ilahi yaitu pribadi Yesus nyata di dalam kita.

I Yohanes 1:1

1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

 

Disebutkan Yesus berulang-ulang menampakkan diri. Artinya Firman pengajaran itu harus kita dengar berulang-ulang. Sebagai hamba Tuhan jangan bosan mengulangi Firman, sebagai jemaat jangan bosan mendengar Firman yang diulang-ulang. Firman diulang, ada lagi pembukaan yang baru.

 

Firman pengajaran itu peningkatan dari Firman penginjilan. Kita sudah menerima penginjilan, sudah selamat. Sekarang mau ke mana? Mau dibawa pada pengajaran, harus diajar. Tetapi ada yang menjadi halangan, ada ilah zaman ini. Apa itu? Kekerasan hati! Waktu Musa turun dari gunung Sinai, bangsa Israel sudah membuat 1 lembu emas. Di zaman Yerobeam, dibuat 2 lembu emas, satunya ditaruh di Dan, yang satunya di Betsyeba. Di akhir zaman anak lembu emas sudah tidak terhitung. Kekerasan hati yang meningkat, ini yang membuat tidak bisa menerima pengajaran.

 

Bisa menerima pengajaran atau tidak bukan tergantung pada pendidikannya. Sebenarnya yang membuat sulit menerima Firman karena kekerasan hati, ada sesuatu yang salah dipertahankan. Pengajaran itu mendidik dalam kebenaran, pengajaran menyatakan kesalahan. Karena mempertahankan yang salah makanya tidak bisa menerima pengajaran.

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Inilah pengajaran, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan dan mendidik dalam kebenaran. Jadi bukan sekedar ditunjuk salahnya, tetapi harus diperbaiki.

 

Jadi yang membuat sulit menerima pengajaran adalah kekerasan hati, mempertahankan sesuatu yang salah. Entah itu kesalahan secara pribadi, dosa yang dia perbuat. Juga kesalahan dalam pelayanan. Tahbisannya salah, dia dapat sesuatu yang jasmani di situ. Untuk menerima yang benar jadi susah. Juga kesalahan dalam nikah, kalau dipertahankan tidak bisa menerima Firman. Raja Herodes senang menerima Firman, tetapi karena dia mempertahankan kesalahannya dia bimbang dan akhirnya membunuh Yohanes. Kalau mempertahankan kesalahan akhirnya Firman dibunuh, Firman tidak dibiarkan tumbuh dihati, Firman dibuang, Firman tidak diterima!

 

Sore ini kita mau melembutkan hati, kita terima Firman.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Dosa dinyatakan supaya kita bisa diperbaiki dan kita selamat. Jadi jangan marah kalau kesalahan-kesalahan kita dibeberkan, dibuka supaya jiwa kita selamat. Selamat dari aniaya antikristus, selamat dari penghukuman Tuhan atas dunia ini.

 

Pengajaran adalah Firman yang lebih tajam dari pedang yang bermata 2.

Ibrani 4:12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

 

Tidak ada yang bisa tersembunyi di hadapan Tuhan, semua dibukakan, semua ditelanjangi supaya kita diperbaiki. Seharusnya bersyukur kalau kita datang beribadah lalu dosa kita ditelanjangi. Terima kasih Tuhan, saya mau diperbaiki, saya mau dibentuk menjadi gereja yang sempurna tanpa cacat dan cela.

 

Apa yang harus disucikan?

a)      Matius 5:27-28

5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

 

Yang pertama disucikan adalah hati dan pikiran kita dari keinginan najis, keinginan jahat, termasuk kepahitan hati. Kita datang, apa yang kita sembunyi di hati Tuhan buka! Baru keinginan dosa sudah harus disucikan, dari pada dia berbuahkan dosa lebih baik harus disucikan sejak dari bentuk keinginan. Jangan sampai dia berbuahkan dosa, berbuahkan maut!

 

Hati disucikan sehingga hati hanya berisikan 1 hal yaitu kerinduan yang besar akan pribadi Yesus, hanya rindu perkara-perkara yang rohani.

Mazmur 27:4

27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

 

Yang dia ingini bukan harta melimpah, kemenangan gilang gemilang, bukan ingin perkara yang jasmani, tetapi ingin perkara-perkara yang rohani.

 

Keinginan najis, keinginan jahat, kepahitan hati harus dibersihkan, disucikan!

 

b)      Matius 5:29

5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

 

Mata atau pandangan kita disucikan. Pandangan bukan hanya tertuju pada perkara jasmani, perkara dunia. Jangan seperti Lot, ikut serta panggilan pilihan Tuhan kepada Abraham, di tengah jalan, pandangannya kepada lembah Yordan, kepada Sodom dan Gomora, kepada dosa, kepada dunia! Dan akhirnya Lot jatuh dengan kedua anak gadisnya sendiri, karena pandangannya pandangan daging. Isterinya juga pandangan daging, sudah keluar dari Sodom dan Gomora namun menoleh ke belakang, ingat hartanya di Sodom Gomora. Anak gadisnya merasa tidak ada laki-laki yang mau dengan mereka, mereka buat papanya mabuk lalu tidur dengan papanya. Ini pandangan najis, pandangan daging.

 

Ini yang harus disucikan dari kita, pandangan najis, pandangan dunia, pandangan yang hanya tertuju pada perkara-perkara daging sehingga mata kita hanya memandang Yesus. Makanya disebut mata kanan, kanan itu posisi Yesus Imam Besar. Pandangan kita hanya tertuju pada Yesus Imam Besar.

Ibrani 8:1; 12:12

8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

 

Apa yang kita lihat dari Yesus? SalibNya. Yesus berkorban nyawa di situ. Pandangan kita bukan tertuju pada dunia, hanya mengejar perkara dunia, tetapi pandangan kita tertuju kepada Yesus, tertuju pada pelayanan sekalipun disertai dengan pengorbanan-pengorbanan. Korban harta, korban pikiran, korban perasaan, korban tenaga, korban waktu, korban segala-galanya. Semua kita korbankan, kecuali 1 yang tidak boleh dikorbankan, itulah pengajaran yang sehat! Itu pandangan Abraham, bukan pandangan Lot.

Kejadian 13:14

13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

 

Abraham memandang ke timur dan barat, utara dan selatan, ini pandangan salib. Pandangan Lot pandangan daging.

Kejadian 13:10

13:10  Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —

 

Perkara daging dianggap perkara rohani. Atau memandang perkara rohani untuk mendapatkan perkara dunia, pandangan daging, itu pandangan Lot! Biar pandangan kita adalah pandangan Abraham, pandangan salib. Mau melayani sekalipun disertai dengan pengorbanan-pengorbanan.

 

c)      Matius 5:30

5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

 

Penyucian tangan, ini penyucian perbuatan dan pelayanan. Bicara tangan kanan ini ada kaitannya dengan memberi. Seringkali kita tidak bisa memberi. Yang ada malah mencari, meminta, menuntut. Ini yang harus disucikan sehingga bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, memberi untuk sesama yang membutuhkan. Bukan merugikan, tetapi menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan.

Matius 6:3

6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

 

d)      Matius 5:31-32

5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

 

Penyucian nikah, tidak 1 keyakinan, tidak satu baptisan, tidak satu pengajaran. Juga kawin cerai disucikan, sampai kawin mengawinkan, sudah seks bebas, ini harus disucikan!

 

Apa yang menyebabkan perceraian? Tabiat kekerasan hati.

Matius 19:7-8

19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"

19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

 

Kalau sudah keras hati akan timbul kebenaran diri sendiri. Isilah nikah kita dengan kebenaran Tuhan yaitu kebenaran dari kayu salib, kebenaran yang didapat lewat saling mengaku dan saling mengampuni, maka amanlah nikah itu.

 

Sama juga dalam menghadapi kaum muda yang pacaran. Begitu yang laki-laki datang si anu begini begitu, yang perempuan lagi datang si anu begini begitu. Sama-sama mempersalahkan, tidak ada yang mengaku salah, keduanya membenarkan diri. Saling mengaku, saling mengampuni, kembali ke Alkitab sehingga terjadi kesatuan.

 

e)      Matius 5:33-37

5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

 

Yang ketiga adalah penyucian mulut sampai kita bisa jujur. Tuhan menciptakan manusia itu jujur adanya, tetapi manusia yang berdosa mencari banyak dalih. Tuhan mau mengembalikan kita pada ciptaan semula, manusia yang jujur, bukan bengkok-bengkok.

Pengkhotbah 7:29

7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

 

Manusia yang segambar dengan Allah itu jujur, tetapi sejak jatuh dalam dosa, mencari banyak dalih, membenarkan diri. Mulut ini disucikan sampai kita bisa jujur. Mulai jujur mengakui keadaan kita apa adanya, mengakui dosa-dosa kita. Jujur soal pengajaran, kalau pengajarannya benar pegang teguh, kalau salah, tidak benar, hindari! Kadangkala soal pengajaran, sudah tahu salah masih juga cari pembenaran ‘cuma beda sedikit, masa begini saja tidak bisa!’ Pengajaran ini lebih pasti dari ilmu pasti, jadi harus sesuai dengan Alkitab. Jujurlah, kalau tidak sesuai jangan! Mungkin kita dirugikan karena mempertahankan yang benar, harus jujur. Soal Tuhan harus jujur maka kita bisa jujur dalam segala hal.

Titus 2:7

2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

 

Apalagi kami yang mengajar. Jangan sampai hari ini ajar A, nanti berikutnya B. Kalau A yah A, B yah B, sesuai Alkitab, harus jujur soal pengajaran. Juga jujur soal keuangan, jujur soal nikah. Ini yang menentukan kita mengarah ke mana. Kalau mulut disucikan, mulut yang baik bagaikan kemudi kapal membawa kita ke pelabuhan Yerusalem Baru.

 

Penyucian berakhir pada mulut, penentu kesempurnaan adalah mulut.

Yakobus 3:2

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Wahyu 14:5

14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

 

Penyucian sampai di mulut terdapat dusta, tidak bercela. Mulut disucikan mengeluarkan perkataan yang benar, yang membangun rohani, yang membawa kita pada kesempurnaan Tubuh Kristus.

 

Mulut menentukan kita menang atau kalah.

Wahyu 15:2-3

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

 

Kalau jujur, terutama jujur soal pengajaran, kita pasti menang. Mereka menyanyikan nyanyian Musa. Apa nyanyian Musa? Pengajaran! Jadi kalau jujur soal pengajaran pasti menang dari trio setan sumbernya masalah.

 

Ketika diperhadapkan dengan pencobaan lalu kita selalu kalah, kita mulai merosot dalam hal yang rohani, periksa mulut, periksa kejujuran khususnya soal pengajaran.

Ulangan 32:1-2

32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

 

Kalau dalam nikah ada persoalan pergumulan selalu kalah tambah runyam masalah nikahnya, dalam pelayanan selalu kalah dan pelayanan tambah merosot, ada masalah dalam hidup sehari-hari, kembai ke mulut, periksa kejujuran, khususnya kejujuran soal pengajaran. Kalau jujur soal pengajaran dari mulut pasti ada nyanyian kemenangan. Pasti ada kemenangan.

 

Mungkin soal pengajaran kita mulai tidak jujur, mulai mau membanding-bandingkan dengan yang lain, mulai ragu dengan pengajaran yang kita terima selama ini yang sudah memberkati kita, sudah membenahi hidup kita, yang sudah menolong nikah kita. Tetapi karena sempat mendengar yang lain, mulai ragu, mulai bimbang. Mulai menganggap yang lain sama saja. Itu akan kalah, terus kalah, sampai nanti betul-betul binasa bersama trio setan. Tetapi kalau kita jujur soal pengajaran apapun resikonya, kita pasti menang, sampai kemenangan terakhir, kita duduk setakhta bersama dengan Yesus dalam kerajaan Sorga.

 

Kejujuran = perkataan iman. Salah satu contoh perempuan Siro Fenesia. Dia jujur mengakui kebenaran Firman, dia mengakui kesalahannya, ada kemenangan dia dapatkan. Nikahnya dan buah nikahnya yang bermasalah ditolong oleh Tuhan.

Markus 7:27-30

7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Sekalipun disebut anjing, dia membenarkan Firman Tuhan. Perempuan ini menghadapi masalah buah nikah dan masalah nikah, tidak disebutkan suaminya di mana. Masalah nikah dan buah nikah ini melanda semua lapisan masyarakat, masalah seluruh dunia, itu bisa ditolong dengan kejujuran. Terutama jujur soal pengajaran. Firman datang menunjuk salah kita, akui iya itulah saya, bukan malah salahkan orang. Dan kita akui kebenaran Firman, pegang teguh, praktekan sekalipun kita menghadapi banyak tantangan. Tuhan pasti menolong, ada kemenangan, anaknya berbaring, ada damai sejahtera. Kalau jujur pasti menang, ada ketenangan, damai sejahtera.

 

Memang kadangkala iblis mengganggu pikiran kita ‘kalau kamu jujur, hancur kamu!’. Firman sudah bekerja menunjuk salah tetapi tidak berani mengaku.

 

Masalah apapun bisa tertolong dengan kita mau jujur, mulut disucikan, ada kata-kata iman. Malam ini kita menunggu kata-kata iman dari Tuhan. Jangan marah kalau dibilangi anjing. Benar Tuhan saya anjing, tetapi mau berubah. Bukan anjing yang menjilat muntah, menjilat borok, menjilat darah tetapi anjing yang menjilat remah-remah roti.

 

Mulut menentukan hari-hari baik.

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Kita melihat hari-hari yang baik ke depan. Sampai yang terbaik nanti ketika kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Kejujuran memang sakit bagi daging. Seperti Yesus jujur makanya Dia disalibkan. Bisa saja di taman Getsemani waktu serdadu datang Yesus tidak jujur, karena mereka tidak kenal Yesus. Tetapi Yesus berkata Akulah Dia. Yesus ditangkap, disidang sampai dijatuhi hukuman mati. Di dalam sidang Yesus ditanya dan Dia jujur ‘Engkaukah Anak Allah?’. Yesus jujur mengakui bahwa Dia Anak Allah. Akhirnya Imam Besar mengoyakan jubahnya dan semua sepakat Yesus harus dihukum mati. Karena kejujuran Yesus mati di kayu salib, tetapi Dia dibangkitkan di dalam kemuliaan. Karena kejujuran mungkin kita sekarang menghadapi banyak tantangan, semakin ditekan, semakin dihimpit. Kita jujur soal pengajaran, soal nikah, soal keuangan, banyak tantangan tetapi dibalik itu ada kemuliaan kekal menanti kita.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Penderitaan yang kita hadapi, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita, yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Jujur adalah kata-kata iman, jujur itu juga itu adalah perkataan yang manis didengar oleh Tuhan. Maka Tuhan akan memberikan yang terbaik, yang termanis bagi kita sampai kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar