Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:1-5
1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Dalam terang Tabernakel Kisah Para Rasul 1:1-5 itu kena pada mahkota 12 bintang yang ada di atas kepala mempelai wanita Tuhan. Mahkota 12 bintang adalah urapan dan karunia Roh Kudus yang permanen. Urapan dan karunia adalah bukti pengesahan bahwa kita adalah anak Tuhan, keluarga Tuhan atau warga kerajaan Sorga. Kita mohon supaya Roh Kudus itu mengurapi kita, memenuhi kehidupan kita, sampai nanti permanen dalam kehidupan kita sekalian. Urapan dan karunia Roh Kudus adalah perlengkapan kita dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Injil Matius sampai Injil Yohanes menampilkan pribadi Yesus sebagai kepala. Dari Kisah Para Rasul sampai kitab Wahyu menunjuk pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna. Berarti ada kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Di sini kita membutuhkan urapan dan karunia-karunia Roh Kudus. Roh Kudus ini yang mematikan daging kita dengan segala hawa nafsu, keinginan dan perbuatannya. Dalam kegerakan rohani tidak boleh ada suara daging. Tidak akan berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan kalau daging kita masih bersuara. Roh Kudus memiliki peranan penting untuk mematikan daging kita.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Bagaimana caranya mematikan daging? Kita pelajari dari pribadi Yesus. Yang ditulis tabib Lukas adalah segala sesuatu yang sudah Yesus kerjakan dan ajarkan. Tadi disebutkan ada angka 40.
Kisah Para Rasul 1:3
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Angka 40 adalah angka mematikan daging. Ada 3x40 dalam hidup Yesus:
1. Yesus diserahkan waktu berumur 40 hari
2. Yesus berpuasa 40 hari 40 malam.
3. Yesus menampakan diri kepada murid-muridNya dalam tubuh kemuliaan secara berulang-ulang selama 40 hari.
Kita bahas poin pertama.
Lukas 2:21-24
2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Imamat 12:3-4,8
12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apa pun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
12:8 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."
Hari kedelapan disunat. Dari hari kedelapan itu dihitung 33 hari baru diserahkan, berarti hari ke-40. Di zaman Taurat kalau perempuan melahirkan anak laki-laki, nanti 40 hari baru dia tahir. Sesudah itu dia harus membawa korban bakaran dan korban penghapus dosa, sambil membawa anaknya untuk diserahkan kepada Tuhan.
Dalam penyerahan Yesus pada hari ke-40 ditandai dengan korban sepasang burung tekukur sebagai korban bakaran dan 2 ekor anak burung merpati sebagai korban penghapus dosa. Ini menandakan keluarga Yesus ini orang yang ekonominya kurang mampu.
Ini menubuatkan bahwa Yesus harus datang pertama kali dan harus mati di kayu salib mengalami penamatan daging untuk melakukan 2 hal.
1. Menggenapkan hukum Taurat. Kenapa demikian? Bangsa Israel memiliki hukum Taurat, tetapi mereka tidak mampu melakukan hukum Taurat sehingga harus binasa. Yesus mati untuk menggenapi hukum Taurat supaya bangsa Israel bisa selamat lewat percaya kepada Yesus. Lalu bagaimana dengan kita bangsa kafir? Kita tidak memiliki hukum Taurat, kita bangsa kafir lahir hanya untuk binasa. Digambarkan seperti anak keledai lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya. Yesus mati di kayu salib supaya kita bangsa kafir selamat lewat percaya Yesus. Jadi baik Israel dan kita bangsa kafir bisa selamat lewat percaya kepada Yesus yang mati menggenapkan hukum Taurat.
2. Menjadi korban pendamaian bagi semua manusia berdosa baik Israel dan kafir sehingga bisa selamat.
Ibrani 2:17
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Seluruh bangsa, berarti bukan hanya bangsa Israel, tetapi kita juga bangsa kafir.
Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Untuk mengalami penamatan daging maka kita harus berjuang untuk selamat. Prosesnya:
1. Percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar Firman.
2. Daging harus dipaksa untuk menyelesaikan dosa! Yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Kadangkala ketika kita mau mengaku suara daging muncul, waktu mau mengampuni orang daging juga bersuara, terlalu sakit yang dia perbuat kepada kamu, jangan segampang itu kamu ampuni, kasih sangsi sama dia. Matikan daging, paksa daging untuk mengaku dan mengampuni. Maka saat itu darah Yesus aktif untuk menghapus dosa dan mencabut akar dosa sehingga tidak terulang lagi!
I Yohanes 1:7,9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
3. Daging harus dipaksa masuk kuburan baptisan air yang benar bersama Yesus, supaya bisa bangkit bersama Yesus di dalam hidup yang baru, hidup dalam kebenaran. Kadang ada suara, kamu itu mau dibaptis 2 kali, menghujat Roh Kudus. Harus periksa dulu, baptisannya benar sesuai Firman atau tidak. Kalau belum benar, belum sesuai Firman, harus dibenarkan, harus sesuai Firman, itu bukan dibaptis 2 kali. Harus sesuai Firman Tuhan, seperti Yesus dibaptis begitu kita dibaptis. Ingat, daging harus dipaksa! Harus dibaptis sesuai Firman maka kita bisa bangkit dalam hidup baru, hidup dalam kebenaran.
Roma 6:2,4
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Kalau sudah mati, sudah bertobat harus dikubur bersama Yesus. Hidup baru = hidup dalam kebenaran. Paksa daging untuk hidup dalam kebenaran, mulai dari perkara-perkara kecil. Hidup benar = selamat. Tidak benar = tidak selamat.
Setelah kita selamat kerjakan keselamatanmu. Jadi masih ada tindak lanjut, tidak berhenti sampai baptisan air, ada kelanjutannya. Bagaimana cara mengerjakan keselamatan? Kita belajar dari peristiwa setelah Yesus diserahkan.
Lukas 2:25-27
2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
Setelah Yesus diserahkan, ada seorang yang bernama Simeon yang diurapi Roh Kudus, dia menyambut bayi Yesus. Dan dia melihat Yesus sebagai Mesias. Pekerjaan Mesias adalah membenahi nikah dan membenahi ibadah.
Yohanes 4:25-26
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
Mesias membenahi nikah:
Yohanes 4:15-18
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
Mesias membenahi ibadah:
Yohanes 4:20-24
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Pekerjaan Mesias membenahi nikah dan ibadah pelayanan. Jadi mengerjakan keselamatan adalah lewat praktek mau mengalami pembenahan nikah dan ibadah pelayanan. Tujuan akhir keselamatan adalah nikah yang rohani, pesta nikah Anak Domba Allah. Kalau lihat Tabernakel, halaman itu daerah keselamatan, pintu gerbang itu percaya, mezbah korban bakaran itu bertobat, bejana pembasuhan baptisan air, pintu kemah baptisan Roh Kudus. Tujuan akhir adalah ruangan maha suci di mana ada Tabut Perjanjian. Tutup dan peti menyatu, Tutup adalah Yesus Mempelai Pria Sorga, peti kita Mempelai WanitaNya. Ini tujuan akhir keselamatan yaitu supaya kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Makanya mengerjakan keselamatan lewat praktek membenahi nikah, mau masuk dalam pengalaman pembenahan nikah dan ibadah pelayanan.
Tidak ada nikah yang tidak teruji. Ada banyak hal-hal yang tidak berkenan yang harus dibenahi, harus dibaharui. Baik permulaan nikah masa pacaran dan masa tunangan. Baik perjalanan nikah, nikah yang sudah bertahun-tahun bahkan sudah kakek nenekpun masih ada hal-hal yang harus dibenahi.
Di mana tempat pembenahan nikah dan ibadah? Yesus membenahi nikah dan ibadah perempuan Samaria ini di tepi sumur penggembalaan.
Yohanes 4:6-7
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
Jadi tempat pembenahan nikah dan ibadah ada dalam penggembalaan. Sesudah kita selamat, mau mencapai kesempurnaan harus melewati ruangan suci, daerah penggembalaan. Jadi mengerjakan keselamatan itu lewat tergembala dengan benar dan baik. Di situ kita mengalami pembenahan nikah dan ibadah tahbisan pelayanan kita. Kalau ada nikah yang hancur bukan diusir, justru di dalam penggembalaan harus dibina, dibenahi.
Penggembalaan itu tempat pembenahan. Jadi tugas hamba Tuhan itu membenahi, bukan mengusir. Kalau ada nikah yang hancur harus dibenahi, ada pelayanan yang rusak harus dibenahi di dalam penggembalaan, bukan diusir! Tugas kami hamba-hamba Tuhan untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membenahi nikah-nikah dan tahbisan pelayanan gereja Tuhan supaya tembus berhasil masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Tidak ada di antara kita yang nikahnya mulus-mulus, banyak kekurangan ditemukan sana sini. Bahkan nikah saya sendiri sebagai hamba Tuhan ada hal-hal yang harus dibenahi. Berbahagia kalau kita berada dalam penggembalaan, tekuni itu.
Pesta nikah Anak Domba Allah dinubuatkan dengan pesta nikah anak Raja.
Matius 22:1-4
22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam penggembalaan untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
1. Harus ada makanan, ada hidangan yang lezat dan ada penyembelihan ternak piaraan. Ini makanan yang harus ada di dalam penggembalaan. Mulai dari saya gembala dan semua jemaat, perhatikan, adakah makanan di dalam penggembalaan. Bagaimana kita mau mengerjakan keselamatan kalau tidak ada makanan di dalam penggembalaan.
Makanan dalam penggembalaan:
v Hidangan yang dimaksud itulah Firman penggembalaan, Firman pengajaran yang benar, Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan, itu yang bisa membenahi nikah. Mulai dari gembala bergumul supaya ada pembukaan rahasia Firman, jemaat juga bergumul supaya bisa menikmati pembukaan rahasia Firman.
v Ternak sembelihan menunjuk perjamuan suci, Korban Kristus.
Firman pengajaran menyatakan dosa, menyatakan apa yang salah.
II Timotius 3:16; 4:2
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Jadi jangan marah kalau kita datang beribadah lalu Firman menyatakan dosa kita, kesalahan dalam nikah, kesalahan dalam tahbisan kita. Bahkan yang sudah dilakukan puluhan tahun lalu dinyatakan. Mungkin kita berpikir tidak usah diakui, tidak usah diselesaikan, seiring waktu nanti lupa. Tetapi Firman akan mengungkap semuanya, sampai apa yang dilakukan bertahun-tahun lalu dibuka semua. Inilah fungsi hidangan, makanan dalam penggembalaan. Ini yang harus kita perhatikan, harus ada makanan, ada Firman yang menyatakan salah kita untuk diperbaiki.
Kalau sudah diperbaiki, arah kita jelas yaitu masuk pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
I Tawarikh 28:19-20
28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.
28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Dulu Salomo membangun Bait Allah, perencanaan Bait Allah adalah ilham Tuhan kepada Daud. Sekarang kita mau membangun Bait Allah Rohani, Tubuh Kristus yang sempurna lewat ilham Tuhan, pembukaan rahasia Firman. Ini yang menyatakan salah kita, mengoreksi kita, membenahi kita sehingga kita bisa terbangun menjadi Tubuh Kristus, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Bawa nikah kita tergembala dalam binaan Firman pengajaran yang sehat, bukan milik 1 gereja tetapi ada tertulis dalam Alkitab berarti milik semua, tinggal mau menerima atau tidak.
Firman pengajaran yang benar ditambah perjamuan suci menyucikan kita dari segala dosa sampai puncaknya dosa. Ada 2 macam kegelapan dosa yang mau merusak nikah dan ibadah pelayanan kita.
Markus 4:21
4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
a) Kegelapan gantang, pengertiannya:
1) Dosa makan minum, merokok, mabuk, narkoba, termasuk judi! Berapa banyak nikah yang hancur karena dosa makanan minum, suami pukul terus isterinya karena suami pemabuk. Akhirnya karena tidak tahan berpisah. Bahkan ada juga isteri pemabuk, lebih parah lagi kalau suami isteri pemabuk. Semua bisa dibenahi lewat pekerjaan Firman pengajaran.
2) Masalah ekonomi, masalah keuangan. Banyak nikah yang hancur karena masalah ekonomi. Atau bukan suami isteri tetapi mertua, menantu, kakak, adik ribut karena masalah keuangan. Biarlah Firman yang menyucikan dan membenahi.
Jadi ikatan uang ini bisa membunuh nikah, menceraiberaikan nikah, mematikan nikah. Ingat Ananias dan Safira, ingat Akhan yang terikat uang, mencuri milik Tuhan. Barang-barang yang dikhususkan untuk Tuhan dia curi. Akhirnya Akhan bersama barang-barang yang dia ambil dibawa ke lembah Akhor bersama isteri dan keluarganya. Mereka dilempar batu dan dibakar. Habis, mati, hancur nikah itu.
Contoh-contoh dalam Alkitab ini adalah pelajaran bagi kita supaya tidak terjadi dalam nikah kita.
Yosua 7:20-21,24-25
7:20 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
7:21 aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."
7:24 Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor.
7:25 Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
Dalam Perjanjian Baru, saat gereja dalam kegerakan rohani, ada suami isteri yaitu Ananias dan Safira yang juga terikat akan uang sehingga mati. Mereka sepakat untuk mendustai Roh Kudus. Memang nikah itu harus sehati tetapi yang positif, sehati, satu pengajaran, satu roh supaya bisa satu Tubuh Kristus. Jangan sehati yang negatif, mau menipu Tuhan.
Kisah Para Rasul 5:1-5,7,9
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
Ini sepakat yang negatif! Suami isteri jangan sepakat mendustai Roh Kudus, jangan terikat dengan uang. Dalam kitab Zakharia ada kitab penuh sumpah serapah dikirim ke rumah pencuri.
Zakharia 5:2
5:2 Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta."
Panjang 20 hasta, lebar 10 hasta itu ukuran ruangan suci. Seharusnya kita menjadi kehidupan yang tergembala, bukan menjadi pencuri!
Zakharia 5:3-4
5:3 Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman.
5:4 Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya."
Rumah itu bicara nikah. Nikah hancur dirusak kegelapan gantang, ikatan uang. Yang dirusak adalah kayu dan batu. Kayu itu suami, batu itu isteri, keduanya hancur.
Yeremia 2:27
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!
Kayu menunjuk suami yang kedagingan, batu itu isteri yang keras hati. Akhirnya sepakat untuk mencuri apa yang menjadi milik Tuhan, terikat dengan uang. Jangan terjadi pada kita!
Kegelapan gantang merusak nikah, merusak tahbisan pelayanan. Hofni dan Pinehas dosa makan minum, rusak tahbisan pelayanannya. Yudas terikat uang, rusak tahbisan pelayanannya. Saya bersyukur kepada Tuhan, menjelang papa dipanggil Tuhan, nasihat terakhir beliau hampir setiap ketemu, motivasi pelayananmu jangan yang jasmani. Itu selalu diingatkan. Itu adalah cara Tuhan mempersiapkan saya melanjutkan pelayanannya papa, jangan ada ikatan uang! Harus murni melayani Tuhan.
b) Kegelapan tempat tidur menunjuk dosa kawin mengawinkan! Mulai permulaan nikah, masa pacaran, masa tunangan, perjalanan nikah, jangan ada dosa kawin mengawinkan. Nikah itu panggilan Tuhan, ada yang dipanggil untuk menikah, ada yang dipanggil untuk tidak menikah. Kalau dipanggil untuk menikah harus menikah, kalau tidak bisa hancur. Kalau dipanggil tidak menikah jangan paksa menikah, nanti hancur.
Tanda dipanggil Tuhan untuk menikah:
1) Satu iman = satu pengajaran yang benar. Kalau belum satu bawa dulu beribadah, dengar Firman, biar dia tertarik pada Firman. Kalau memang panggilan Tuhan dia akan tertarik pada Firman pengajaran, bukan tertarik pada manusia.
2) Direstui oleh orang tua. Jangan dipaksa! Kalau belum direstui berdoa supaya direstui.
Kejadian 2:24
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Meninggalkan di sini bukan kawin lari tetapi direstui. Kalau orang tua sudah bilang jangan nak, itu berarti mereka sudah punya pandangan jauh ke depan, jangan paksa. Itu bukan panggilan Tuhan, kalau dipaksa hancur! Harus direstui orang tua jasmani dan juga orang tua rohani yaitu gembala.
3) Disahkan oleh pemerintah.
Banyak yang dipanggil menikah tetapi hanya sedikit yang dipilih, sedikit yang masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Jadi untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah itu suatu perjuangan. Perjuangkan nikah untuk tergembala, perjuangkan kesucian, perjuangkan kesatuan nikah untuk mencapai nikah yang rohani, nikah yang sempurna. Bukan kalau ada masalah dalam nikah langsung saling menjauhi, jangan. Kalau saling menjauhi hancurlah nikah! Boleh berpisah untuk sementara waktu untuk berdoa dan berpuasa.
I Korintus 7:5
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
Banyak di luar sana yang mau dipakai oleh iblis untuk merusak. Makanya jangan saling menjauhi. Mari bergumul dan berjuang supaya nikah kita bisa masuk nikah yang rohani, nikah yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan.
Contoh kehidupan yang rusak nikah dan tahbisannya karena 2 macam kegelapan tadi, itulah Hofni dan Pinehas!
I Samuel 2:13-16
2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
2:13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya
2:14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.
2:15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja."
2:16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan."
Memakan lemak berarti mencuri miliknya Tuhan, ini kegelapan gantang. Belum dibakar untuk dipersembahkan kepada Tuhan sudah diambil, ini dosa makan minum. Lalu dosa kawin mengawinkan:
I Samuel 2:22
2:22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,
Kelihatan dalam hidup sehari-hari kalau dia anak Tuhan, pelayan Tuhan, hamba Tuhan yang sudah rusak nikah dan tahbisannya. Hofni artinya tukang tinju. Hidupnya suka kekerasan, ada kepahitan, kebencian. Nikahnya sudah rusak, tahbisannya sudah rusak maka dia isi nikahnya dengan kekerasan. Pinehas artinya mulut ular. Mulutnya suka dusta, suka gosip, suka memfitnah! Itu tanda nikah itu sedang rusak, tahbisannya sedang rusak. Sebab itu bawalah hidup untuk digembalakan. Kalau masih ada dalam penggembalaan ada harapan lewat firman dan perjamuan suci supaya kehidupan itu disucikan.
2. Ada pakaian pesta.
Matius 22:11
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
Pakaian pesta menunjuk pelayanan. Jadi harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kalau sudah makan, harus kerja. Secara jasmani kalau makan tidak kerja nanti numpuk lemak, numpuk gula akibatnya kena diabetes, kolesterol, hipertensi. Begitu juga kalau yang rohani, sudah makan tidak mau beraktivitas. Sebab itu kita harus melayani.
Efesus 4:11
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Harus punya jabatan pelayanan. Kita mau melayani dalam bidang apa saja, kita bekerja melayani Tuhan bukti kita sudah makan. Firman itu menghasilkan kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Syaratnya adalah kekudusan. Harus disucikan dulu, dikuduskan dulu, kita mau disucikan baru Tuhan perlengkapi dengan jabatan. Yang memperlengkapi itu adalah Tuhan, kami gembala hanya menganjurkan, menghimbau, mendorong, mengarahkan. Yang memberikan jabatan adalah Tuhan. Jadi kita yang sudah punya jabatan tanggung jawabnya sama Tuhan, bukan pada gembala. Apalagi sudah isi formulir, sudah ada pernyataan bapak ibu tanda tangan, sudah ditupangkan tangan, tanggung jawab sama Tuhan! Jangan tidak punya pakaian pesta.
Bagaimana sikap terhadap pelayanan?
a) Setia dan dapat dipercaya. Kepercayaan ini jangan sampai hilang. Dijaga kepercayaan Tuhan. Kalau sudah Tuhan percaya sebagai gembala, pemimpin pujian, pemain musik, anggota zangkoor, jaga itu kepercayaan Tuhan. Saya ingatkan anak muda di Palu, kalau pulang ke Tentena ayo kembali melayani. Kalau di palu tetap melayani lewat doa!
II Timotius 1:6
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
I Timotius 1:12
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
Setia berkobar-kobar dan dapat dipercaya. Tuhan sudah percayakan pelayanan, mari kerjakan sungguh-sungguh. Jangan pelayanannya yang dikorbankan. Kita harus mengobarkan, bukan dikorbankan!
b) Jubah kita harus dicelup dalam darah. Artinya rela sengsara dalam melayani.
Wahyu 22:14; 7:14
22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
Wahyu 7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Rela sengsara, rela menderita, rela berkorban dalam pelayanan, itu mencelup jubah dalam darah. Jangan marah kepada Tuhan ketika sudah melayani lalu kita sengsara. Nikmati, itu pengalaman membasuh jubah dalam darah. Ingat jubah Yusuf, harus dicelup dalam darah. Contoh-contoh jubah dicelup dalam darah, datang beribadah ada kerusakan kendaraan, sementara dalam keadaan sakit mau datang melayani, mungkin difitnah, digosipkan, dikata-katai, itu semua dicelup dalam darah! Kadangkala manusia daging ini mau membela diri. Kalau kita membela diri bukannya selesai malah tambah runyam. Lebih baik diam saja.
Matius 11:8
11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
Kalau dicelup dalam darah, pakaian kita menjadi halus. Artinya kita punya tabiat Ilahi, berperangi yang halus, karakter yang lemah lembut, itu karakter Mempelai. Paling tidak ada 3 yaitu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Sudah giat melayani lalu ada yang hina, ada yang gosipkan, itu supaya rendah hati, jangan sombong. Diizinkan supaya lemah lembut, bisa mengampuni orang itu. Dan sabar menunggu waktu Tuhan. Kalau karakternya sudah lemah lembut, bisa satu.
Efesus 4:2 Perikop: (Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda)
4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Tujuan berikutnya supaya memiliki pakaian putih berkilau-kilau, kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
Wahyu 19:8
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
3. Mulut harus diperhatikan. Ini yang kadangkala masih kurang diperhatikan. Sudah ada makanan, mau dengar Firman, mau melayani, sudah ada pakaian pelayanan, tetapi mulutnya masih belum dikekang.
Matius 22:12
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
Istilah diam di sini dalam arti negatif!
Matius 22:13
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
Dalam penggembalaan mulutnya jangan diam dalam arti yang negatif yaitu:
a) Tidak mau mengaku dosa! Sudah ditanya kenapa tidak pakai pakaian pesta, pakaian masih kotor, masih compang-camping, pakaianmu masih tambal sulam. Seharusnya mulutnya mengaku ‘ampun, tadi tidak sempat ganti’ ini dia diam saja tidak mau mengaku dosa. Kalau tidak mau mengaku dosa, cenderung menghakimi orang lain!
b) Tidak mau bersaksi! Perintah Tuhan kepada kita harus bersaksi, beritakan Injil kepada segala makhluk. Pakailah mulut kita untuk bersaksi di manapun kita berada, dalam lingkungan pekerjaan, dalam bermasyarakat, saksikan Firman Tuhan.
c) Tidak mau menyembah. Sudah melayani kalau tidak ada penyembahan tidak ada gunanya. Penyembahan itu puncak pelayanan. Setelah kita melayani pekerjaan Tuhan, jangan lupa melayani pribadi Tuhan lewat doa penyembahan.
Lukas 17:7-8
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Ketika pesta nikah Anak Domba Allah digelar, yang terdengar adalah suara penyembahan. Kalau dalam gereja begitu mau masuk pesta nikah lagu yang diangkat adalah haleluya, haleluya. Begitu juga ketika Yesus masuk pesta nikah, yang terdengar suara haleluya. Makanya dari sekarang jangan diam, harus bersuara menyembah Tuhan, ada penyembahan. Tuhan mau mendengar suara mempelaiNya. Kekasihku, idam-idamanku, perlihatkan wajahmu, perdengarkan suaramu, itu kerinduan Salomo kepada Sulamit. Sekarang itulah kerinduan Yesus kepada kita supaya kita memperdengarkan suara penyembahan kita.
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Mulut ini menentukan arah kita ke mana? Pesta nikah atau diikat tangan dan kaki. Kalau mulut tidak mau mengaku dosa, tidak mau bersaksi, tidak mau menyembah maka pelayanan tidak akan berhasil! Pelayanan ditolak, pribadi juga ditolak oleh Tuhan. Hanya akan masuk kegelapan yang paling gelap, itulah masa aniaya antikristus, penuh ratap tangis dan kertak gigi. Doa saya sebagai gembala supaya jangan ada satupun dari kita yang tertinggal, semua berhasil masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Mulut kita menentukan masuk dalam pesta nikah atau masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Jangan sampai kita diusir oleh Tuhan. Pakailah mulut ini untuk menyembah Tuhan.
Hasilnya kalau mulut dipakai untuk menyembah Tuhan:
a) Yesaya 43:16-17
43:16 Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
43:17 yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah — mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu —,
Tangan Yesus Sang Raja mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Ayat ini menceritakan ketika bangsa Israel menyeberang laut Teberau, saat tidak ada lagi jalan tinggal menyembah, tinggal mengangkat tangan menyeru nama Yesus, menyeru haleluya. TanganNya diulurkan menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dari mustahil menjadi tidak mustahil.
Apa persoalan yang kita hadapi hari-hari terakhir ini, kemustahilan apa? Mungkin secara ekonomi atau nikah yang sudah tidak bisa tertolong, ayo menyembah Yesus Sang Raja. Mungkin bagaikan kita menghadapi laut Teberau, sudah tidak ada jalan, tanganNya sanggup membuka jalan bagi kita.
b) Tangan Yesus Sang Raja sanggup memberi kemenangan atas setan, sumbernya dosa, sumbernya kegagalan, sumber semua yang jelek! Dosa apa yang begitu mengikat, sulit untuk lepas, ayo menyembah, biar tangan Tuhan yang memberi kemenangan dari setan sumbernya dosa!
c) Tangan Yesus Sang Raja membuka pintu Firdaus.
Lukas 23:40-43
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Penjahat di sebelah Yesus mengalami pembukaan pintu Firdaus. Mulutnya mau mengaku dosa dan menyembah Yesus Sang Raja. Tangan Yesus Sang Raja membuka pintu Firdaus, pintu pesta nikah Anak Domba Allah, pintu Sorga bagi kita semua, pintu Yerusalem Baru.
Sehancur apapun kita, seperti penjahat ini yang sudah tidak ada harapan hidup baik jasmani maupun rohani. Tetapi kalau masih bisa mengaku dosa, masih bisa menyembah Sang Raja, tanganNya sanggup membuka pintu keselamatan, membuka pintu pesta nikah bagi kita sekalian, sampai pintu kerajaan Sorga yang kekal. Kita bisa masuk ke sana bersama Yesus selamanya.
Di depan ada perjamuan suci, hidangan yang akan kita nikmati. Mari kita menyembah Yesus Sang Raja.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar