20250914

Kebaktian Umum, Minggu 14 September 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 14:19-20

14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

 

Ini penuaian anggur yang dibawa masuk dalam kilangan murka Allah. Di sini kita akan melihat keadaan orang yang akan dihukum oleh Tuhan. Melihat ini bukan untuk menempatkan diri sebagai orang yang akan dihukum tetapi menjadi awasan bagi kita jangan masuk dalam kilangan penghukuman Tuhan.

 

Waktu anggur itu dikilang dalam kilangan murka Allah, ada darah mengalir tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya 200 mil. Ini 2 keadaan orang yang akan dihukum Tuhan. Kita akan pelajari poin pertama.

 

Tinggi darah itu sampai ke kekang kuda. Ini menunjukan orang yang akan dihukum Tuhan itu selama hidup di dunia ini dagingnya tidak mau dikekang, maunya bebas, maunya liar, terutama mulutnya tidak bisa dikekang! Kekang kuda itukan ditaruh di mulut untuk bisa dikendalikan. Orang yang dihukum Tuhan itu lidahnya tidak bisa dikekang!

Mazmur 39:2

39:2 Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."

 

Yakobus 3:2-3

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Orang sempurna tidak salah dalam perkataannya, berarti dia mengekang lidahnya sehingga bisa mengendalikan seluruh hidupnya, itu yang positif. Yang negatif, orang yang masuk hukuman Tuhan, lidahnya tidak bisa dia kekang. Perkataan yang terlontar dari mulutnya adalah perkataan nista!

Yudas 1:14-16

1:14 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,

1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."

1:16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

 

Surat Yudas ini dibagi 2, gereja benar dan gereja palsu. Salah satu praktek gereja palsu adalah gereja daging, itu ada pada ayat 8 sampai 19. Gereja daging ini adalah gereja yang hidup dalam hawa nafsu daging, perbuatannya fasik, perkataanya perkataan nista, seperti kuda liar tidak ada kekangnya!

 

Mulut ini menentukan kita akan ke mana. Kalau bisa mengendalikan mulut arahnya menjadi gandum yang dituai masuk dalam lumbung kerajaan Sorga. Tetapi kalau mulut tidak bisa mengendalikan dia akan menjadi anggur yang masuk dalam kilangan murka Allah. Kadangkala yang menjadi sandungan adalah mulut, perkataan kita, ini mulut yang tidak bisa dikekang. Kita ini anak-anak Tuhan, kita sudah dipilih, harus bisa mengekang lidah.

 

Praktek perkataan nista:

1.      Perkataan yang bukan-bukan = perkataan yang sia-sia, yang tidak ada nilai rohaninya. Seperti dusta, gosip, fitnah, kata-kata kotor, makian sampai menghujat. Yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar.

2.      Perkataan yang menjilat orang untuk mendapat keuntungan dan orang lain dirugikan! Termasuk mengadukan sahabat, akhirnya matanya dipatuk, menjadi rabun. Baik dalam pekerjaan, juga dalam lingkungan pekerjaan Tuhan.

3.      Menggerutu dan mengeluh tentang nasib = bersungut-sungut. Tidak ada manusia yang tidak pernah bersungut. Nabi Elia yang begitu hebat dipakai Tuhan pernah mengeluh waktu dikejar oleh Izebel ‘aku tidak lebih baik dari nenek moyangku, ambil nyawaku Tuhan’.

 

Ini lidah yang tidak dikendalikan, dalam Alkitab lidah yang tidak terkekang itu disebut lidah anjing!

II Petrus 2:22

2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

 

Lidah anjing itu lidahnya bangsa kafir. Waktu perempuan Siro Fenesia datang kepada Tuhan Yesus supaya anaknya yang kerasukan setan ditolong, apa yang Yesus katakan? Tidak patut mengambil roti dan dilemparkan kepada anjing. Jadi jangan marah kalau kita bangsa kafir dibilangi anjing karena Yesus sendiri yang bilang. Itulah memang kenyataannya yang tidak bisa kita sangkali, itu lidah kita bangsa kafir.

Markus 7:24-30

7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Perempuan Siro Fenesia ini bangsa kafir, lidahnya anjing, tetapi mau diubahkan! Jika lidah kita tidak bisa dikendalikan maka keadaan kita seperti perempuan Siro Fenesia ini.

Apa keadaannya?

1.      Anak kerasukan roh jahat. Anak itu buah nikah, ada buah nikah karena ada nikah. Jadi keadaan pertama nikah dan buah nikah hancur. Ketika kita mengalami nikah dan buah nikah yang keadaannya makin buruk dan semakin memburuk, yang pertama kita periksa lidah kita! Rasanya tidak usah pulang kalau nikah rumah tangga itu suasana neraka mini. Jangan heran kalau suami cari kedamaian di luar, isteri cari kedamaian di luar sehingga ketemu orang ketiga. Anak cari kedamaian di luar sehingga terjerumus dosa makan minum, merokok, mabuk, narkoba. Setelah anak terjerumus, orang tua bukannya periksa diri malah marah-marah lagi.

 

2.      Dikuasai roh durhaka! Roh jahat = roh durhaka.

Efesus 2:2

2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

 

Kedurhakaan melanda 2 tempat:

a)      Melanda ibadah pelayanan. Karena mulutnya tidak mau dikekang akhirnya biasa tidak beribadah, sampai sengaja tidak beribadah. Itu semua awalnya dari mulut, baik yang tersandung maupun yang menjadi sandungan. Yang tersandung mendengar kata-kata orang mulai tidak beribadah ‘bagaimana mau beribadah di sana, mulutnya imam-imam, mulutnya gembala tidak baik!’. Yang menjadi sandungan juga begitu, mulai biasa tidak beribadah sampai sengaja tidak beribadah. Ada waktu, ada kesempatan, tidak ada halangan, memang sengaja tidak beribadah. Ini kedurhakaan melanda ibadah pelayanan.

Ibrani 10:25-27

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

 

Celakanya yang menjadi penyebab pelayan Tuhan hamba Tuhan mendurhaka justru gembala. Bahkan bukan gembala biasa, melainkan gembala yang ada di kebun anggur, itulah gembala yang melayani dalam Kabar Mempelai. Ketika jemaat tidak beribadah langsung bilang pemberontak. Gembala tidak periksa diri! Kalau Tuhan bisa teriak di sini ‘gara-gara kau jemaat tidak beribadah!’.

Yeremia 2:8; 12:10

2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di hu TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

12:10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi.

 

Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupanku. Kalau ada jemaat sempat tersandung karena kata-kata saya, karena perilaku saya, karena perilaku seisi pastori, saya mewakili semuanya, kami minta ampun, minta maaf, jangan sampai jemaat tidak beribadah gara-gara ulah kami! Perhatikan seisi pastori, jangan karena ulah kita yang makan ayapan Allah sehingga jemaat tidak beribadah, jemaat jadi durhaka. Tuhan tolong, ampuni kami sekeluarga. Kalau gembala salah, imam salah, jemaat yang kena! Semoga kita bisa saling doa mendoakan.

 

Yang seringkali membuat gembala jadi sandungan karena sudah tidak ada pergumulan cari Firman, sudah tidak bertanya di manakah Tuhan. Tidak mengenal Tuhan berarti tidak mau hidup dalam kekudusan. Ini yang banyak terjadi di akhir zaman ini. Khotbah Kabar Mempelai tetapi hanya menyontek! Bisa saya khotbah menyontek, tinggal ambil khotbah di internet, tetapi tidak pernah praktek. Apalagi kalau pengajaran sudah ditambah kurang, itu sudah paling parah.

I Timotius 4:16

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

 

Seorang hamba Tuhan harus mengawasi dirinya, mengawasi ajarannya. Apa yang dia ajarkan itu yang sudah dia praktekan, maka akan meluputkan jemaat dari roh durhaka. Kalau hanya khotbah tetapi tidak dipraktekan, makanya jemaat bisa tersandung. Dia khotbah kesucian dan kesatuan, coba lihat nikahnya seperti itu! Dia khotbah tentang korban tetapi tidak pernah berkorban. Jemaat tersandung, kalau begitu tidak usah ibadah.

 

Mari saling doa mendoakan, saya sebagai gembala belajar untuk bisa mengawasi diri, mengawasi pengajaran. Sidang jemaat juga, jangan kita mendurhaka kepada Tuhan.

 

b)      Kedurhakaan melanda nikah. Nikah rumah tangga adalah tempatnya kasih. Waktu Mesir dihukum dengan hukuman hujan es, yang berada dalam rumah itu aman.

Keluaran 9:18-20

9:18 Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini.

9:19 Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati."

9:20 Maka siapa di antara para pegawai Firaun yang takut kepada firman TUHAN, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah,

 

Mari isilah nikah rumah tangga kita dengan kasih Tuhan. Praktek mengasihi dimulai dengan saling mengaku dan saling mengampuni, saling berdamai.

Matius 24:12

24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

 

Kalau nikah tidak bisa menjadi tempat memelihara kasih, maka nikah menjadi tempat kedurhakaan. Salah satu praktek kedurhakaan adalah banyak menuntut hak tetapi tidak melakukan kewajibannya. Suami menuntut haknya dihormati oleh isteri dan anak, tetapi suami tidak mengasihi isteri, tidak melakukan kewajiban, itu durhaka!. isteri menuntut untuk mengasihi tetapi tidak melakukan kewajibannya, dia tidak tunduk kepada suami, itu durhaka! Orang tua menuntut dihormati oleh anak, tetapi orang tua tidak pernah mendidik anak sesuai ajaran Firman, itu durhaka! Anak menuntut sekolah dan lain-lain, tetapi tidak pernah hormat pada orang tua. Itulah kedurhakaan dalam nikah rumah tangga, akhirnya kedurhakaan bertambah dan meningkat menjadi kebencian. Yang menjadi musuh orang adalah sesama di dalam rumah.

Matius 10:36

10:36  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

 

Hubungan nikah itu memang hubungan hak dan kewajiban. Kewajiban dulu kita lakukan baru menerima hak.

I Korintus 7:3-4

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

 

Kalau sampai sekarang haknya belum didapat, terus lakukan kewajiban sampai mendapat hak dari Tuhan. Untuk melakukan kewajiban, teladannya adalah Yesus. Yesus sampai berkorban nyawa!

Efesus 5:22-25

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

 

Lakukan kewajiban maka nikah itu akan mencapai kesatuan Tubuh Kristus, nikah jasmani akan mengarah pada nikah yang rohani. Jangan ada keduhakaan dalam ibadah, jangan ada kedurhakaan dalam nikah rumah tangga, isilah nikah kita dengan kasih Tuhan.

 

Markus 7:24

7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

 

Yesus datang di daerah Tirus tetapi tidak mau ada orang tahu Dia ada di situ. Artinya sebenarnya kedatangan Yesus pertama kali tidak ada kena mengena dengan kita bangsa kafir. Yesus datang hanya untuk menyelamatkan bangsa Israel yang terhilang.

Matius 15:24

15:24  Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

 

Bangsa kafir itu tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Tuhan lahir sebagai manusia dalam pribadi Yesus untuk menyelamatkan bangsa Israel yang terhilang. Tetapi ada kalimat selanjutnya, kedatanganNya tidak dapat dirahasiakan. Artinya terbuka peluang bagi kita bangsa kafir untuk diselamatkan, ini kemurahan bagi kita. Makanya ketika Yesus disalibkan, Dia sudah mati dengan 4 luka utama, 2 di tangan, 2 di kaki. Yesus sudah mati, berarti pekerjaan penebusan sudah selesai, sudah berakhir dan itu hanya untuk bangsa Israel. Tetapi dalam keadaan mati lambungNya ditikam dan keluar darah dan air. Ini peluang bagi kita bangsa kafir untuk selamat.

 

Kalau dibandingkan bagi Israel 4, untuk kita bangsa kafir 1. 4 banding 1, peluang untuk kita bangsa kafir sangat kecil. Itu sebabnya manfaatkan peluang atau kesempatan yang kecil ini, jangan santai dalam mengikut Tuhan. Tidak selamanya dibuka kesempatan bagi kita. Tuhan akan segera beralih pada bangsa Israel di Timur Tengah sana.

 

Kalau mendengar berita sekarang ini, Israel seperti di atas angin. Suatu saat semua bangsa akan mengepung Yerusalem. Mereka betul-betul dalam keadaan terhimpit dan saat itulah mereka berseru kepada Yesus. Pintu kemurahan tertutup bagi kita dan beralih kepada bangsa Israel. Kalau lihat perkembangan dunia, Firman itu jelas sekali semakin digenapi. Tuhan sudah mau kembali kepada umatNya. Sekarang kesempatan masih ada, manfaatkan peluang yang kecil ini, maka kita akan menikmati kemurahan dan anugerah Tuhan yang besar.

Sama seperti pekerja kebun anggur, yang masuk terakhir hanya bekerja 1 jam.

 

Sikap memanfaatkan peluang yang kecil. Kita pelajari dari perempuan Siro Fenesia ini.

1.      Markus 7:25

7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

 

Segera mendengar tentang Yesus dan datang kepada Yesus. Artinya manfaatkan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk datang beribadah melayani Tuhan. Tuhan kasih kesehatan, ayo manfaatkan beribadah. Tuhan berikan berkat jasmani, kekayaan, harta, kendaraan, manfaatkan untuk beribadah. Jangan membuang waktu percuma untuk menyenangkan daging.

I Petrus 4:2-4

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

 

Sudah terlalu banyak waktu kita gunakan untuk mengikuti daging kita. Sekarang waktu yang sisa, manfaatkan untuk beribadah melayani Tuhan. Terlalu banyak waktu kita gunakan dulu untuk berbuat yang tidak berkenan kepada Tuhan, untuk berbuat dosa! Sekarang waktu yang sisa. Sebenarnya tidak layak kita memberikan yang sisa kepada Tuhan! Dia Raja segala raja, lalu kita hanya berikan yang sisa.

 

Ini kemurahan Tuhan kepada kita, waktu yang sisa masih mau Tuhan minta, Tuhan masih mau pakai kita. Para orang tua, kita mau pakai semuanya. Saya bisa berdiri melayani karena saya percaya ada doa-doa dari sidang jemaat, terutama doa para orang tua. Pekerjaan Tuhan di tempat ini bisa berjalan karena ada doa-doa dari para orang tua. Manfaatkan peluang yang kecil untuk beribadah melayani, untuk cari Tuhan.

 

2.      Markus 7:28

7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

 

Anjing menjilat remah-remah roti. Artinya ada kerinduan dan kebutuhan untuk menerima Firman pengajaran. Kita lapar, butuh makan, butuh Firman. Sekalipun tinggal remah-remah tetapi mau dia jilat! Kita datang beribadah karena kita rindu dan butuh Firman Tuhan. Buktinya perempuan itu dikatakan anjing dia bisa berkata ‘benar Tuhan’. Artinya:

a)      Kita bisa membenarkan Firman dan menerima Firman sekeras apapun. Sekalipun tidak cocok bagi daging kita, Firman seperti menghina dan mempermalukan kita, tetapi kita bisa menerima. Iya itu saya orangnya!

Amsal 27:7

27:7 Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

 

Kalau memang kita lapar, biar daun pepaya dirasa manis! Orang kenyang menginjak-injak madu, artinya merasa kenyang merasa tahu Firman. Merasa benar sendiri, merasa dipakai Tuhan, ini penyakit merasa padahal tidak demikian.

 

b)      Bisa mengaku dosa! Iya saya anjing, mulut saya mulut anjing tidak bisa dikekang. Bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Saat terjadi sesuatu dalam nikah rumah tangga kita terhadap buah nikah kita bukan untuk mempersalahkan siapa-siapa. Tetapi belajar untuk rendah hati dan lemah lembut, semua terjadi karena saya. Anak berulah, karena saya Tuhan. Isteri/suami berulah, karena saya Tuhan. Mertua/menantu berulah, langsung mengaku saya yang salah, ampunilah saya. Bukan malah salahkan orang!

Matius 15:22

15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

 

Seringkali kita berdoa ‘Tuhan tolong anakku, tolong isteriku, tolong suamiku’. Kita bukan mengaku kita yang salah tetapi tunjuk orang yang salah. Anakku nakal, suamiku nakal, isteriku wongo!

 

Matius 15:25

15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

 

Mengaku kepada Tuhan, saya yang salah. Suamiku berulah karena saya, isteriku berulah karena saya. Itu sikap yang salah, sikap mengaku dosa bahwa kita yang salah. Waktu perempuan itu teriak-teriak, murid-murid terganggu langsung berkata usir dia. Tetapi begitu dia berseru tolonglah aku, langsung tergerak hati Tuhan untuk menolong. Saat kita bisa mengaku saya yang salah, maka saat itu Tuhan tergerak untuk segera menolong nikah rumah tangga dan buah nikah kita.

 

Kalau saya mendengar pergumulan jemaat tentang nikah dan buah nikah, saya langsung pukul diri. Tuhan tolong saya, saya yang salah. Langsung pukul diri. Tetapi kalau selalu salah-salahkan orang lain, Tuhan diam saja, tidak menolong.

Matius 15:23

15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."

 

Makanya kenapa sudah puluhan tahun berdoa Tuhan tidak jawab-jawab? Karena selalu tunjuk orang dia yang salah! Kenapa pekerjaan Tuhan tidak berkembang? Karena selalu menunjuk orang lain yang salah.

Matius 15:24-27

15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

 

Selalu pukul diri maka menggerakan hati Tuhan untuk menolong kita. Pertolongan Tuhan yang utama adalah penyucian, mulai dari penyucian lidah, penyucian perkataan kita. Kalau lidah sudah disucikan maka yang jasmani pasti ditolong. Lidah menentukan kesempurnaan. Kalau lidah sudah disucikan maka mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi.

Yakobus 3:2

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Lidah kafir disucikan menjadi lidah domba yang mau makan Firman penggembalaan. Ini lidah yang disucikan, kita bisa berkata-kata sesuai Firman, bisa tergembala. Anjing liar menjadi domba tergembala, itu mujizat. Jangan dulu putus asa kalau masalah jasmani belum ditolong. Kita lihat dulu diri kita, bandingkan dulu dengan sekarang. Dulu kita liar, sekarang bisa tergembala, itu mujizat! Menempuh jarak jauh untuk bisa tergembala, itu mujizat. Korban segala sesuatu untuk bisa tergembala, itu mujizat! Tinggal tunggu waktu masalah jasmani Tuhan selesaikan, itu urusan Tuhan. Yang penting kita tergembala dengan benar dan baik. Mujizat jasmani pasti terjadi.

a)      Anak itu sembuh. Artinya masalah jasmani, masalah nikah dan masalah buah nikah Tuhan selesaikan tepat pada waktunya. Segala masalah Tuhan sanggup selesaikan.

 

b)      Markus 7:30

7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

 

Anak tidur, berarti ada damai sejahtera. Kalau selalu mempersalahkan orang tidak akan tenang, malah ribut, tengkar! Kalau sudah bisa berkata ‘aku yang salah, saya yang salah, karena saya’ maka Tuhan berikan ketenangan dan damai sejahtera.

 

Maka mujizat yang terakhir pasti terjadi, kita diubahkan, kita disempurnakan dan dengan lidah ini kita hanya menyeru haleluya menyambut kedatangan Yesus waktu Dia datang di awan-awan. Kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk kerajaan 1000 tahun damai, sampai masuk Kerajaan Sorga Yerusalem Baru.

 

Apapun persoalan pergumulan kita hadapi selalu berkata saya yang salah, bukan orang lain, ampuni saya. Maka Tuhan bekerja dengan cara yang luar biasa. Yang tidak bisa kita pikirkan, tidak pernah timbul dalam hati, itu yang Tuhan kerjakan, sampai kita terheran-heran. Tuhan sanggup mengerjakan mujizat apa saja di dalam hidup kita.

Wahyu 19:6-9

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

19:9  Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 

Biar mulut ini dikekang, jangan liar, jangan buas. Mulut kita untuk mengaku dosa, untuk bersaksi, mulut kita untuk menyembah Tuhan maka mujizat Tuhan pasti terjadi. Tuhan sanggup menolong tepat pada waktunya.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar