Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus
Kolose 1:1-2 Salam
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh
kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
1:2 kepada saudara-saudara yang kudus dan
yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari
Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
Surat
Kolose terkena pada mezbah dupa emas. Jadi, keseluruhan surat ini merupakan
surat penyembahan. Ini adalah surat yang ketujuh dari rasul Paulus yang merupakan
kelimpahan Firman, mulai dari kitab Roma sampai Kolose.
Dalam
pembuka surat ini Paulus menyampaikan salam dan Paulus menyertakan Timotius
sebagai saksi supaya salam dari Paulus menjadi salam atau perkara yang teguh.
2 Korintus 13:1
13:1 Ini adalah untuk ketiga kalinya aku
datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu
perkara sah.
Ini
pelajaran bagi kita dalam menyampaikan salam dalam ibadah, baik yang memimpin
pujian, yang bersaksi, yang memberitakan Firman Tuhan dalam menyampaikan salam kita
harus memiliki dasar rohani yang teguh, bukan ikut-ikutan bukan basa basi.
Salam itu ada kaitan dengan pengajaran.
Ada
3 pengertian salam di sini:
1.Pembuka
dari suatu pengajaran. Jadi, kalau salam kita berubah-ubah, isi pengajarannya
juga berubah-ubah.
2 Yohanes 1:9-11
1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang
melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam
ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
1:10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah
kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
1:11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam
perbuatannya yang jahat.
2.Doa
selamat dari seorang gembala kepada sidang jemaat supaya tetap melayani Tuhan
sampai garis akhir, tidak pernah tersandung. Ada 2 isi doa selamat:
ØKasih karunia, yaitu pemberian Tuhan
kepada kita manusia yang sebenarnya tidak layak untuk menerimanya. Wujud pemberian
itu adalah korban Kristus, Yesus berkorban untuk menyelamatkan kita dari
perbudakan dosa. Wujud kita menerima kasih karunia Tuhan, menerima korban
Kristus adalah kita mau menyelesaikan segala dosa kita, mau akui kepada Tuhan
dan kepada sesama dan juga mengampuni dosa sesama dan melupakannya.
ØDamai sejahtera, artinya kita tidak
terpisah dengan Allah, kita tidak terpisah dengan sesama, kita menyatu dengan
Allah dan menyatu dengan sesama anggota tubuh Kristus. Kerinduan kita mulai
dari nikah kita masing-masing, terjadi penyatuan.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk
menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala
kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga
Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Jadi,
kalau dosa sudah diselesaikan kita bisa menyatu dengan Allah dan menyatu dengan
sesama, sehingga Allah sumber damai sejahtera akan memelihara tubuh, jiwa, roh
kita sampai sempurna.
1 Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga
roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan
Yesus Kristus, Tuhan kita.
3.Pernyataan
rasa suka bersekutu dengan sesama anggota tubuh Kristus, bagaikan carang dengan
carang bisa menyatu. Persekutuan tubuh Kristus berdasarkan pokok anggur yang
benar yaitu Firman pengajaran yang benar.
Persekutuan atau
fellowship itu artinya makan bersama-sama. Jangan asal bersekutu, jangan sampai
kita masuk dalam suatu persekutuan ternyata yang kita konsumsi secara rohani
adalah racun, pulang kita malah sakit rohani, mati rohani. Persekutuan juga
berarti mewarisi tabiat Yesus, di mana kita bersekutu kalau persekutuannya
benar, kita mewarisi tabiat Yesus. Mulai dari persekutuan nikah harus satu
Firman pengajaran yang benar, bawalah nikah kita untuk bisa satu dalam
penggembalaan sehingga doa kita bisa naik kepada Tuhan.
Matius 18:19-20
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia
ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh
Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ
Aku ada di tengah-tengah mereka."
Persekutuan tubuh
Kristus segera terwujud. Persekutuan yang lebih besar adalah penggembalaan, kemudian
persekutuan yang lebih besar lagi antar penggembalaan sampai Israel dan kafir
menyatu dalam satu tubuh Kristus yang sempurna dan kita menyatu dengan Yesus
sebagai Kepala.
Satu tubuh = satu kepala
= satu suara penyembahan. Penyembahan dengan kata haleluya.
Jadi,
lewat salam yang disampaikan dalam ibadah, dalam pemberitaan Firman tujuannya untuk
membawa kita menjadi satu tubuh Kristus, menyatu dengan Yesus Kepala, kita satu
suara penyembahan kepada Yesus Raja Mempelai Pria Sorga, kita menyeru haleluya,
menyambut kedatangan Yesus.
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara
himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang
hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah
menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan
bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah
tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Jika
kita rindu menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari sekarang kita
banyak menyembah Tuhan, bertekun menyembah Tuhan.
Ada hasil
penyembahan yang kita bisa nikmati:
a.Kita
mengalami kuasa pertolongan Tuhan secara ajaib.
Mazmur 5:3
5:3 Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab
kepada-Mulah aku berdoa.
b.Kita
mengalami kasih setia Tuhan yang sanggup memelihara kita, melindungi,
memelihara kita, memberi ketenangan di tengah-tengah kegoncangan dunia.
Yesaya 54:5,10
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN
semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah
Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang,
tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku
tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
Jika kita bertekun dalam
penyembahan kita bisa tenang, tidak ikut goncang bersama dengan dunia ini,
sebab kita menanti kerajaan sorga, kerajaan yang tidak tergoncangkan.
Salam damai sejahtera di dalam Kasih
Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:6-11
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ:
"Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui
masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus
turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan
oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia
naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang
Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat
ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti
kamu melihat Dia naik ke sorga."
Di sini murid-murid bertanya kepada Yesus
apakah Yesus mau memulihkan kerajaan secara jasmani, mau mengembalikan kejayaan
bangsa Israel. Mereka mengharapkan pemulihan secara jasmani, tetapi Yesus
menjawab pemulihan Israel yang rohani, bukan jasmani, itulah gereja Tuhan. Kata
pulih itu berarti kembali pada keadaan semula. Keadaan kita manusia yang semula
ketika manusia diciptakan adalah segambar dengan Allah Tritunggal.
Kejadian 1:27
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut
gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan
diciptakan-Nya mereka.
Tuhan mau mengembalikan kita pada gambar
Allah Tritunggal, mau dijadikan sama mulia dengan Tuhan. Kita mau dibawa pada
tingkatan rohani yang paling tinggi itulah Mempelai Wanita Tuhan.
Murid adalah orang yang sudah berada dalam
pengajaran tetapi sayang pandangannya masih pada perkara yang jasmani, masih
pandangan daging. Ini seringkali ada pada kita. Kita mengaku muridnya Tuhan,
orang yang dalam pengajaran dan dalam gereja digaungkan tentang pemulihan
tetapi hanya pemulihan bersifat yang jasmani yaitu mengenai liturgi gereja, itu
yang dirubah. Atau yang seringkali diisi dalam gereja hanya pujian penyembahan.
Bukan berarti tidak penting soal pujian penyembahan, penting, Tuhan bertakhta
di atas pujian umatNya, tetapi jangan lupa di mulut ada pujian penyembahan, di
tangan harus ada pedang. Itu bicara Firman yang lebih tajam dari pedang bermata
2.
Pemulihan yang sebenarnya adalah ada Firman
yang lebih tajam dari pedang bermata 2, Firman yang dibukakan rahasianya oleh
Tuhan untuk menyatakan dosa dan kekurangan kita untuk diperbaiki. Karena gereja
yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan adalah kehidupan yang tidak bercela, tidak
bernoda. Jadi kekurangan yang ada bukan untuk dipertahankan, tetapi harus
dinyatakan untuk diperbaiki.
Ratapan 2:14
2:14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta
dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau
kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.
Ini pemulihan yang benar, kesalahan dinyatakan
untuk dipulihkan.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Kesalahan dinyatakan bukan untuk kita
dipermalukan tetapi supaya diperbaiki. Selanjutnya kita dididik di dalam
kebenaran. Inilah pemulihan yang sebenarnya, dosa-dosa dinyatakan. Kita
beribadah, mendengar Firman sampai dosa yang tersembunyi dalam hati dan pikiran
kita dinyatakan lewat pemberitaan Firman supaya kita dipulihkan.
Ketika dosa dinyatakan bagaimana sikap kita?
Kita mengaku kepada Tuhan dan sesama. Itu adalah suatu korban persembahan
kepada Tuhan.
Hosea 14:2-3
14:2
Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir
karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan
bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala
kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan
pengakuan kami.
Pengakuan dosa ini yang menggugah hati Tuhan
untuk memulihkan kita dari segala pelanggaran-pelanggaran kita.
Hosea 14:4-7
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak
mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada
buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan,
Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada
mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan
berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon
hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan
seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
Ini yang harus kita lakukan, menyikapi Firman
yang menyatakan dosa kita, kita harus mempersembahkan pengakuan dosa kita
sehingga Tuhan memulihkan kita.
Pengakuan dosa merupakan keuntungan bagi kita,
yaitu:
1.Darah
Yesus mengampuni, menghapus dosa kita, mencabut akar dosa sehingga tidak
terulang lagi.
I Yohanes 1:7,9
1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang,
maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus,
Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Darah Yesus mengampuni dan menyucikan, mencabut akar-akar dosa supaya
tidak terulang lagi. Makanya pengakuannya harus tuntas, kepada Tuhan (vertikal)
dan kepada sesama (horizontal).
Kalau dihubungkan membentuk salib, darah Yesus dari kayu salib mengampuni dan
mencabut akar-akar dosa.
2.Hosea
14:5
14:5
Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan
sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
Luput dari murka atau penghukuman Tuhan atas dunia ini. Sudah Tuhan
siapkan 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai dari Allah Roh Kudus,
7 sangkakala dari Anak Allah, 7 cawan murka dari Allah Bapa. Di dalam kitab
Ayub dikatakan beratur-aturan dijatuhkan, belum selesai satu, hukuman yang lain
dijatuhkan. Tetapi kalau kita bisa mengaku dosa, kita luput dari penghukuman
Tuhan.
Sekarang ini kita sudah berada di penghujung
akhir zaman. Sudah berada pada penghujung harus keenam minggu ketebusan.
Seharusnya persiapan kita sudah matang untuk menyambut kedatangan Yesus
Mempelai Pria Sorga. Jangan lagi ada dosa yang dipertahankan!
Wahyu 19:7; 22:20
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan
memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya
telah siap sedia.
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini,
berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Yesus bilang Aku datang segera. Jawaban dari
gereja datanglah Tuhan Yesus. Tidak mungkin bisa berseru datanglah Tuhan Yesus
kalau masih ada dosa yang dipertahankan, masih ada pelanggaran penyelewengan
yang kita buat. Tuhan tidak akan menangguhkan lagi kedatanganNya. Jadi apa yang
Tuhan Firmankan, Aku datang segera, tidak akan Tuhan tangguhkan lagi. Jadi
betul-betul kita sekarang berpacu dengan waktu, jangan santai. Waktu yang sisa
sedikit ini gunakanlah untuk menyelesaikan dosa-dosa, bukan menambah dosa!
Selesaikan semua karena ancaman murka Tuhan akan segera diwujudkan. Dengan
Tuhan berkata “Aku datang segera” berarti murkaNya akan segera diwujudkan.
hukumanNya terhadap orang yang masih mempertahankan dosa akan segera
dijatuhkan.
Tuhan memperhadapkan 2 hal, tinggal kita
pilih yang mana, Tuhan tidak memaksa. Diperhadapkan kehidupan, kalau
menyelesaikan dosa hidup, bersama Yesus hidup yang kekal atau kematian, kebinasaan.
Memang sekarang enak mempertahankan dosa tetapi menuju pada penghukuman dan
kebinasaan.
Pada tahun-tahun yang lalu kita diperhadapkan
dengan covid 19. Itu adalah penyakit sampar. Karena memang Tuhan mengatakan
salah satu hukuman Tuhan adalah penyakit sampar. Dan Firman Tuhan katakan akan
datang penyakit sampar yang dahsyat yang membunuh ¼ manusia.
Wahyu 6:7-8
6:7 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang
keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda
hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut
mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi
untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan
binatang-binatang buas yang di bumi.
Covid kemarin itu baru secuil. Nanti begitu
meterai dibuka, bukan cuma sampar tetapi disertai kelaparan dan perang serta
binatang buas! Sampai ¼ manusia di dunia mati. Di depan kita ada maut, sebab
itu ayo segera kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Dimulai dari mengaku dosa.
Dosa ini yang memisahkan kita dengan Tuhan.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang
untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan
Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap
kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Kenapa kita tidak mendapat pertolongan, doa
kita tidak dijawab? Karena ada dosa dipertahankan. Kalau pertahankan dosa
semakin jauh dari Tuhan, semakin dekat dengan hukuman, semakin dekat dengan kuda hijau kuning, semakin dekat
dengan maut. Ayo dekatkan diri dengan Tuhan, selesaikan dosa.
Sore ini kita beribadah pendalaman Alktiab
dan Perjamuan suci. Di depan ada Perjamuan Suci, ini Tubuh dan Darah Yesus,
sarana untuk kita mengalami kelepasan dari dosa. Manfaatkan sarana yang Tuhan
berikan, selesaikan dosa-dosa yang ada. Maka akan terjadi pemulihan dalam hidup
kita.
Hosea 14:6
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan
berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon
hawar.
Tanda sedang terjadi pemulihan adalah embun
turun di dalam gereja. Apa yang dimaksud dengan embun? Kita belajar dari
perjalanan bangsa Israel. Ketika mereka keluar dari Mesir, artinya lepas dari
perbudakan dosa, di padang gurun mereka dipelihara dengan roti manna yang
disebut embun beku. Setelah kita lepas dari perbudakan dosa, roti manna
dicurahkan kepada kita, embun beku dari kerajaan Sorga.
Keluaran 16:13-14
16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun
burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah
embun sekeliling perkemahan itu.
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada
permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus
seperti embun beku di bumi.
Setelah kita lepas dari perbudakan dosa,
Tuhan kirim manna kepada kita. Suatu perbekalan yang melimpah dari Tuhan kepada
kita. Manna adalah roti malaikat. Kalau mau pergi perjalanan jauh, harus punya
perbekalan yang melimpah. Begitu juga kita mau ke Sorga, negeri yang jauh,
harus ada perbekalan melimpah, itulah roti manna, roti malaikat.
Mazmur 78:23-25
78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas,
membuka pintu-pintu langit,
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk
dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia
mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.
Manna = roti malaikat. Roti bicara Firman,
malaikat menunjuk gembala. Jadi manna adalah Firman penggembalaan. Tanda kita
sedang dipulihkan adalah kita mau tergembala dengan benar dan baik, mau makan
Firman penggembalaan, bisa menikmati Firman. Selama dosa dipertahankan, sulit
menikmati Firman. Di rahang seperti ada kuk sehingga sulit untuk mengunyah. Dosa yang mengganggu sehingga
kita sulit mencerna Firman.
Hosea 11:4
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan
ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang
rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
Karena ada dosa dipertahankan, sulit
menikmati Firman seperti yang saya alami. Dulu saya pembaca Alkitab untuk papa.
Tetapi karena dosa saya pertahankan, tidak bisa menikmati Firman, malah
kadangkala mendongkol ‘terlalu lama!’. Sambil membaca, sambil menggerutu.
Tetapi papa tahu, papa lihat dari ekspresi, jadi sengaja ditambah ayat suruh
baca. Tetapi begitu kuk dilepaskan, dosa dilepaskan, bisa menikmati, tergembala
dengan benar dan baik.
Mari, jadilah domba yang tergembala, karena
Yesus adalah Anak Domba Allah. Yang menjadi pengantinNya disebut pengantin Anak
Domba. Makanya kita harus menjadi domba yang tergembala dengan benar dan baik,
menikmati Firman penggembalaan. Tidak terbentur dengan waktu, enak makan Firman. Dan ada hasil
pemulihan. Biar ini menjadi pengalaman hidup kita, kita alami dalam hidup kita.
1.Hosea
14:6
14:6
Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga
bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Kita akan berbunga seperti bunga bakung. Apa maksudnya?
Kidung Agung 2:1-2
2:1
Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2
— Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara
gadis-gadis.
Artinya kita sedang diarahkan atau dibentuk menjadi Mempelai Wanita
Tuhan. Berarti kita Kristen khusus. Di antara gadis-gadis, di antara duri-duri
kita tampil sebagai bunga bakung, sedang diarahkan menjadi Kristen khusus yang
mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Untuk menjadi sidang mempelai ada
tantangannya. Bunga bakung berada di antara duri-duri. Sudah tergembala,
menikmati Firman penggembalaan, sedang dibentuk menjadi Mempelai WanitaNya,
diperhadapkan dengan duri-duri. Siapa duri-duri? Demikianlah manisku di antara
gadis-gadis, gadis-gadis ini adalah gereja daging yang seringkali menyakiti, menusuk hati kita, mata kita,
telinga kita. Kita mendengar omongan-omongan yang miring, menusuk, menyakiti
hati. Kita lihat kelakuan orang Kristen yang hanya menyakiti hati. Seperti Lot
berkeluh kesah di tengah-tengah orang Sodom dan Gomora, tiap hari melihat dosa,
setiap hari mendengar dosa.
Kita berada di daerah mayoritas Kristen. Tetapi di mana-mana lihat
kelakuan orang Kristen, mabuk-mabuk, pesta pora, kawin mengawinkan, terjadi di
mana-mana. Tiap hari kita mendengar dan melihat hal seperti itu, itulah
duri-duri yang menusuk! Belum lagi yang menekan, menghimpit kita, mau
menggagalkan pengikutan kita kepada Tuhan.
II Petrus 2:7
2:7
tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita
oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti
hawa nafsu mereka saja, --
Sudah senang mau panen, begitu sampai di kebun sudah ada yang panen,
ada yang curi, ternyata orang Kristen. Sementara jemur coklat, mau pergi
angkat, eh sudah ada yang angkat duluan. Belum lagi ketika kita mau beribadah
melayani, ada saja yang ganggu, ada yang coba menghalangi.
Ada duri menusuk tetapi kita jalan terus, sebab Yesus sudah tanggung di
kayu salib, Dia bermahkota duri. Kalau kita merasa tersinggung, marah, ingatlah
Korban Kristus. Di kayu salib seluruh tubuhNya kena duri, cambuk berduri, paku
bagaikan duri, mahkota duri. Belum tombak, duri yang paling besar. Sudah Yesus
lewati dan terima semuanya. Jadi jangan kita marah, jangan bereaksi daging.
Begitu gereja mula-mula terbentuk, bertambah 3.000 jiwa lalu 5.000
jiwa, tantangannya hebat. Duri yang menusuk bukan kaleng-kaleng! Yang menusuk
luar biasa, Pilatus (pemerintah), Herodes, imam-imam kepala dan ahli-ahli
Taurat. Itu yang mereka hadapi! Tetapi gereja terus bertahan. Duri memang ada,
tetapi bunga bakung tetap putih bersih, tidak terpengaruh. Itulah gereja
Mempelai, tahan banting, tahan uji. Biar duri-duri di sekitar kita tetap putih.
Kisah Para Rasul 4:5-7,27
4:5
Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli
Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
4:6
dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang
lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
4:7
Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan
pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu
bertindak demikian itu?"
4:27Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam
kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa
Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,
Gereja daging bekerja sama dengan pemerintah dunia. Jadi kalau kita mengalami
tusukan sana sini itu sudah betul, kita berarti sudah berada dalam pemulihan.
Terima kasih Tuhan saya diperhadapkan dengan duri-duri, tetapi saya tetap bunga
bakung yang putih, tidak mau kotor, tidak mau terkulai, tidak mau gugur
bunganya! Kalau dikata-katai, dicibir, dihina atau bahkan mengalami secara
fisik, itu sudah betul.
Sikap kita tetap pertahankan keindahan bunga bakung, tetap pertahankan
kesucian, jangan bereaksi daging.
Kidung Agung 2:1-2
2:1
Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
2:2
— Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara
gadis-gadis.
Tetap hati Yesus terpikat kepada kita. Tuhan lihat, dia ini tahan banting, Tuhan tambah cinta. Semakin
dihimpit semakin manis di hadapan Tuhan.
2.Hosea
14:6
14:6
Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung
dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Akar itu yang menopang pohon, jadi akar itu bicara kekuatan. Untuk
mendapatkan ternak pilihan, Yakub memakai dahan pohon hawar.
Kejadian 30:37-42
30:37
Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon
berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang
putihnya kelihatan.
30:38
Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat
minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing
domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
30:39
Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya
bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
30:40
Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing
domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara
kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya
sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
30:41
Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub
meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu,
supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
30:42
Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan
itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub.
Untuk mendapatkan ternak yang kuat, Yakub mengambil dahan hijau pohon
hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupas dan ditaruh di palungan. Karena
domba-domba setiap makan mereka berkelamin di situ, jadi kalau ada yang kuat
Yakub hadapkan pada palungan yang ada dahan pohon hawar, pohon badam, pohon
berangan sehingga Yakub memperoleh hewan ternak yang kuat, Laban hewan ternak
yang lemah.
Jadi,
menjulurkan akar seperti pohon hawar artinya menjadi kehidupan yang memiliki
rohani yang kuat, Kristen pilihan! Tanda rohani kuat adalah tampil beda dengan
orang dunia, tampil beda dengan Kristen duniawi. Jangan serupa dengan dunia.
Roma 12:2
12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kalau dilihat sekarang orang ke gereja sudah seperti orang pergi
piknik. Bahkan kadang sudah lebih sopan orang ke mall dari pada ke gereja.
Jangan sama seperti orang dunia, jangan sama seperti Kristen duniawi.
Kristen duniawi digambarkan seperti Laban. Tanda-tanda Kristen duniawi
kita lihat dari Laban.
a)Kejadian 24:30-31
24:30 sesudah dilihatnya anting-anting itu dan
gelang pada tangan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka,
saudaranya, yang bunyinya: "Begitulah dikatakan orang itu kepadaku."
Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat
mata air itu,
24:31 dan berkata: "Marilah engkau yang
diberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah
bagimu, dan juga tempat untuk unta-untamu."
Tanda Kristen duniawi, kelihatan
cekatan melayani, tetapi tujuannya untuk mendapat keuntungan jasmani! Kalau
kita sempat seperti itu, sekarang kita dipulihkan, dinyatakan kesalahan untuk
kita diperbaiki. Itu gunanya kita beribadah, jangan marah kalau ditunjuk
kesalahannya. Kalau melayani orientasi kita hanya yang jasmani, minta ampun
kepada Tuhan.
Fokus kita adalah mezbah yaitu ibadah
pelayanan, bukan uang.
Filipi 4:10-12
4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa
akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu
ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan,
sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu
apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu
yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal
kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Ayat-ayat ini dalam Tabernakel kena
mezbah korban bakaran. Di atas mezbah ada korban api-apian, suatu persembahan
yang berbau harum kepada Tuhan. Jadi fokus Paulus adalah mezbah, pada ibadah
pelayanan. Yang dia lihat bukan uangnya. Ayo kita melayani Tuhan jangan fokus
pada yang jasmani. Fokus ibadah pelayanan kita berbau harum kepada Tuhan,
berkenan kepada Tuhan. Kalau fokus kepada yang jasmani itu Kristen daging,
Kristen Laban.
KKR dahsyat. Apa dahsyatnya? Ribuan
yang hadiri, musiknya luar biasa, itu semua hanya yang jasmani! Fokusnya pada
yang rohani yaitu ibadah pelayanan kita berbau harum bagi Tuhan.
b)Kejadian
29:23-26
29:23 Tetapi pada waktu malam diambilnyalah
Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia.
29:24 Lagipula Laban memberikan Zilpa,
budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.
29:25 Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa
itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat
terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa
engkau menipu aku?"
29:26 Jawab Laban: "Tidak biasa orang
berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada
kakaknya.
Ada roh tipu di dalamnya. Terutama di
sini memperdaya sesama di dalam nikah. Memperdaya suami, isteri, orang tua,
mertua, calon mertua. Tipu menipu dalam rumah tangga mereka. Ini jangan ada
pada kita. Kalau dalam rumah tangga selalu diisi dengan roh tipu, saling tipu
menipu, bahaya rumah tangga itu. Nanti nikah kita hanya untuk dihukum, bukan
pada nikah yang rohani.
c)Kejadian 31:30,36
31:30 Maka sekarang, kalau memang engkau harus
pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri
dewa-dewaku?"
31:36 Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar
dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: "Apakah kesalahanku, apakah dosaku,
maka engkau memburu aku sehebat itu?
Yang ketiga begitu giat untuk
berhalanya. Berhala itu adalah segala sesuatu yang lebih dikasihi dari pada
Tuhan. Jadi artinya lebih mengasihi perkara duniawi dari pada Tuhan. Kalau
untuk perkara duniawi begitu giat, tetapi kalau untuk yang rohani loyo!
Kita berdoa supaya terjadi kegerakan
besar dan suatu saat akan digenapi nubuatan dalam Yesaya pasal 2 bangsa-bangsa
akan berduyun-duyun mencari pengajaran. Kalau sekarang KKR akomodasi dan
konsumsi masih disiapkan panitia. Tetapi suatu waktu tidak akan ada lagi panitia,
terjadi kegerakan spontanitas, semua akan urus sendiri karena mau mencari
pengajaran. Pertanyaannya ketika kegerakan itu terjadi kita di mana, adakah
kita di situ? Kalau sekarang kita hanya mengejar yang jasmani, tidak mungkin
ada dalam kegerakan yang rohani. Ayo kita masuk dalam kegerakan yang rohani.
Giat untuk Tuhan, bukan giat untuk
yang jasmani. Soal ibadah itu Tuhan tampil sebagai Allah yang cemburu. Jangan
kita lebih mengasihi yang lain dari pada Tuhan! Jangan lebih mengasihi yang
duniawi dari pada yang rohani. Ayo kasihi Tuhan lebih dari segalanya. Giatlah
untuk yang rohani.
I Korintus 15:58
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang
kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan
Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu
tidak sia-sia.
Tuhan tidak menipu, Tuhan sanggup
menyediakan segala yang kita butuhkan. Kadang sebagai gembala saya rasa kasihan
melihat jemaat jauh-jauh datang beribadah, saya berpikir biar mereka online
saja. Tetapi mereka mau datang, saya jangan menghalangi. Kalau jemaat giat,
saya gembala harus lebih giat lagi melayani Tuhan. Ayo kita giat untuk
pekerjaan Tuhan, berdiri teguh, jangan goyah!
3.Hosea
14:7
14:7
Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun
dan berbau harum seperti yang di Libanon.
Bicara Zaitun itu menunjuk roh perdamaian. Jadi artinya ada roh
perdamaian yang terus bertumbuh dalam diri kita.
Ingat sebelum Nuh mau keluar dari Bahtera, dia lepaskan burung merpati
lalu pulang membawa daun zaitun, tanda Tuhan sudah berdamai dengan manusia.
Kejadian 8:10-11
8:10
Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu
dari bahtera;
8:11
menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada
paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh,
bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
Ketika Nuh mempersembahkan korban bakaran dan Tuhan mencium bau harum
persembahan itu, Tuhan berkata ‘Aku tidak akan menghukum lagi bumi ini dengan
air bah, Tuhan sudah berdamai. Jadi zaitun menunjukan roh perdamaian. Jadi
hasil kita telah dipulihkan kita cinta damai. Bukan benci orang, pahit hati
kepada orang, jengkel pada semua orang. Semua dibenci! Di rumah jengkel pada
suami/isteri, di gereja jengkel pada jemaat lain, nanti di kebun jengkel sama
sapinya, semua dibenci, tidak ada roh perdamaian. Isilah hidup kita dengan roh
perdamaian. Orang boleh membenci kita, tetapi kita jangan membenci orang itu,
kita tetap baik. Taruh bara api di atas kepalanya, kalau dia sadar dia
mengalami api penyucian. Kalau dia tidak sadar, tetap benci, nanti api murka. Jangan
kita membenci, biar Tuhan yang berhadapan dengan orang itu. Isi hati kita
dengan roh perdamaian. Apalagi kami hamba Tuhan, jangan ada roh kebencian,
benci jemaat, benci hamba Tuhan lain.
Kalau kita sebagai hamba Tuhan, pelayan Tuhan cinta damai maka ada hasilnya:
a)II Korintus 5:18-20
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan
perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah
mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan
diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah
mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan
Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama
Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Tuhan percayakan berita pendamaian
dan pelayanan pendamaian kepada kita. Artinya kita dipercaya dalam pelayanan
pembangunan Tubuh Kristus. Semakin nyata pemakaian Tuhan, semakin damai semakin
dipakai Tuhan, kalau hamba Tuhan semakin dipercaya pembukaan rahasia Firman.
Makanya saya takut kalau ada benci, kalau ada rasa tidak suka pada seseorang
selesaikan, kalau tidak nanti Tuhan tutup pembukaan Firman. Kasihan jemaat,
Tuhan tidak percaya berita pendamaian, khotbah jadi kering. Jaga hati tetap
damai sejahtera.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua
orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan
melihat Tuhan.
Ingat pembangunan Bait Allah Salomo,
tidak ada bunyi perkakas besi ketika batu-batu disusun. Tenang, itu bicara
pendamaian.
b)Mazmur
133:1-3
133:1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah
baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala
meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun
ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat,
kehidupan untuk selama-lamanya.
Hasil kedua Tuhan perintahkan berkat
datang kepada kita kalau kita cinta damai. Kita kadangkala gombal saja kepada
Tuhan. Nyanyi hidup rukun damai tetapi kita sendiri tidak mau damai. Sesama
hamba Tuhan tidak mau damai, sesama pelayan Tuhan tidak mau damai, sesama dalam
rumah tangga ribut terus. Kalau cinta damai berkat Tuhan kirim. Kalau memulai
pertengkaran itu bagaikan membuka jalur air bah, tsunami masuk.
Amsal 17:14 (Terjemahan Lama)
17:14 Permulaan perkelahian itu seumpama air
tiris, sebab itu tinggalkanlah akan perbantahan dahulu dari pada ia menjadi air
bah yang bergelora.
Hanya mengundang air bah, akhirnya
lemari baru jadi sudah picah, piring baru dibeli 1 lusin sudah hancur, kompor
baru dibeli sudah hancur. Kalau air bah hancur semua, sampai rumah hancur!Biarlah kita redam. Ketika mau
menyala, jangan tunggu seperti teko yang berteriak waktu sudah mendidih,
langsung kasih mati kompor.
c)Mazmur
37:7
37:37 Perhatikanlah orang yang tulus dan
lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada
masa depan;
Kalau suka damai ada masa depan yang
indah dan berhasil, sampai masa depan paling indah kita masuk di kota Yerusalem
Baru, kota damai. Kaum muda jangan sampai orang tua dimusuhi, tidak ada masa
depan! Itu kena kutuk oleh Tuhan seperti Ham kalau menceritakan kekurangan
orang tuanya. Seringkali kita sudah dibesarkan oleh orang tua, orang tua
banting tulang sekolahkan. Ada kesalahan sedikit dari orang tua, kita sudah
mengamuk, sudah ungkit-ungkit. Coba kalau mamanya ungkit juga, eh bayar asi
yang kau minum! Bisa? Bayar penderitaan mama 9 bulan bawa kamu dalam perut. Ada
kesalahan sedikit sudah mengamuk ‘saya menyesal lahir dalam keluarga ini’
jangan seperti itu.
Sayalah orang yang seperti itu dan
saya sudah cabut sama orang tua, saya minta ampun sama papa mama, saya dendam
sama mereka karena merasa diperlakukan tidak adil. Itu hanya perasaan daging
saya, karena saya maunya bebas. Orang maunya saya jadi anak pendeta yang
menopang pekerjaan Tuhan, tetapi saya maunya bebas bagi daging, mau berbuat
macam-macam. Akhirnya dididik
keras. Tetapi sudah diperdamaikan semuanya.
Kalau ada kaum muda berbuat seperti
itu, minta ampun sama orang tua! Kita tidak lahir dari pohon pisang, tidak
keluar dari batu. Kita keluar dari kandungan ibu kita, ada papa yang membesarkan. Mungkin di mata
kita orang tua itu jahat, tetapi tetap karena mereka kita ada di dunia ini.
Jangan ada roh peperangan, pelihara roh damai maka ada masa depan. Kalau
benci-benci tidak ada masa depan! Biar gelar tinggi kalau tidak damai apalagi
sampai musuhi orang tua, tidak ada masa depan, Tuhan tutup semuanya.
4.Hoesa
14:7
14:7
Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau
harum seperti yang di Libanon.
Kidung Agung 4:11
4:11
Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu,
dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Hasil keempat kita menjadi kehidupan yang dipuji oleh Tuhan. Artinya
kita menjadi kehidupan yang tahan uji.
II Korintus 10:18
10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji
Tuhan.
Apapun tantangannya, pergumulannya, sengsaranya, kita kuat dan teguh
hati, tahan uji! Orang yang tahan uji itu ada buktinya, bisa dilihat.
a)Bibir
meneteskan madu murni. Bibir menunjuk perkataan, madu itu manis. Jadi bukti
tahan uji perkataannya selalu manis, mengucap syukur, menyembah Tuhan. Bukan
bersungut, persalahkan Tuhan, persalahkan sesama. Orang yang tahan uji, apapun
yang terjadi selalu mengucap syukur. Hanya menyembah Tuhan, bukan salahkan
siapa-siapa. Padahal salahnya sendiri, malah salahkan orang.
Dia sudah praktek, dalam pengalaman
sengsara dia bisa mengucap syukur, bisa menyembah Tuhan, sehingga ada kesaksian untuk
menguatkan sesama. Madu itu untuk kekuatan. Berarti bisa bersaksi untuk
menguatkan sesama.
b)Madu
dan susu di bawah lidah. Madu dan susu untuk kekuatan dan untuk pertumbuhan.
Madu dan susu itu suasana negeri Kanaan. Kanaan menunjuk kegerakan. Jadi bukti
kedua kita menjadi kehidupan yang dipakai dalam kegerakan rohani, aktif dalam kegerakan
pembangunan Tubuh Kristus. Tidak mau pasif, tidak mau nganggur.
Sekali saja kita pasif bisa
berbahaya. Sekali saja Daud tidak berperang, jatuh dia! Padahal biasanya akhir
tahun ada peperangan, tetapi Daud tidak berperang, dia jalan-jalan santai,
lihat isteri orang mandi akhirnya dia jatuh. Sekali saja dia pasif, bisa jatuh!
Ini yang harus kita taruh di hati kita. Sekali saja pasif, berbahaya, nikah
saya bisa hancur, bisa rusak. Aktiflah dalam kegiatan rohani, dalam kegerakan
pembangunan Tubuh Kristus, pembangunan Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Di depan ada perjamuan suci kita mau terima,
memberi kesempatan untuk kita mengalami pemulihan. Pemulihan yang benar
menyatakan dosa supaya diperbaiki. Tubuh dan darah Yesus untuk mengampuni dosa
kita dan mempermanensikan Firman di dalam kita.
Ayo kita aktif dalam kegerakan rohani. Tetapi
ingat, waktu pemulihan terjadi, iblis juga bergerak di situ.
Hagai 1:9-10
1:9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit,
dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa?
demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi
reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi
menahan hasilnya,
Saat gerakan pemulihan terjadi iblis mau
menghalangi lewat dia masukan roh egois, mementingkan diri sendiri, sehingga
rumah Tuhan dibiarkan reruntuhan, rumahnya dibangun dengan baik. Artinya
rohaninya diterlantarkan, dia hanya sibuk mengurus yang jasmani. Hati-hati,
sementara kegerakan terjadi jangan ada egois. Dari 18 dosa akhir zaman, pembuka
dosa lain adalah egois. Manusia akan mencintai dirinya sendiri, baru setelah
itu muncul dosa-dosa yang lain.
Kegerakan ini akan semakin besar, ikutilah
arus kegerakan rohani. Nanti kita mau masuk bulan desember, saya rindu kita
menggelar ibadah natal. Menggelar ibadah seperti ini bukan untuk gagah-gagahan
tetapi supaya memberitakan Firman pengajaran, lebih banyak orang yang
mendengarkan pengajaran. Kalau ikuti daging lebih enak tidak usah gelar natal,
kita tidak keluar biaya, saya juga tidak capek. Tetapi untuk kegerakan kita
tidak boleh egois. Kalau Tuhan sudah berkati kita dengan Firman, ayo bagikan kepada
sesama. Seperti kita menggelar ibadah persekutuan maksudnya supaya orang lain
juga mendengar.
Hasil pemulihan kita menjadi kehidupan yang
tahan uji. Orang yang tahan uji dilihat dari mulutnya, apapun yang terjadi selalu
berkata Yesus selalu baik dan selalu menyembah, tidak pernah bersungut, tidak
pernah salahkan orang. Tantangan semakin hebat, semakin aktif dalam kegerakan.
Yesus sudah mau datang, masuklah dalam
kegerakan untuk kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kalau kita
bisa terbentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna hanya itu yang bisa
menggirangkan hati Tuhan.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami
seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu,
dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan,
demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Seperti girang hati Yesus Mempelai Pria Sorga
melihat kita Mempelai WanitaNya sudah siap sedia, sampai kita dipertontonkan di
hadapan Tuhan.
Yesaya 62:11
62:11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN
sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya,
keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada
bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Semoga kitalah itu, kita berada pada barisan
orang-orang yang berjalan di hadapan Tuhan. Dalam Wahyu pasal 12 Mempelai
Wanita Tuhan dipertontonkan di awan-awan. Doa saya selalu jangan ada satupun
dari antara jemaat yang tertinggal dan binasa. Biarlah bersama keluarga kita
bisa menyambut Yesus di awan-awan yang permai.