20251022

Kebaktian Doa Semalaman Sesi3, Kamis 23 Oktober 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Kita mempelajari tentang kaki dian emas atau kandil.

Keluaran 25:31-32

25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya dengan tombolnya dan kembangnya haruslah seiras dengan kandil itu.

25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Keluaran 25:33-34

33 Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu dengan tombol dan kembangnya dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain dengan tombol dan kembangnya ; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.

34 Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam dengan tombolnya dan kembangnya.

 

Pada pokoknya ada 4 rangkai, berarti ada 12 bentuk. Pada setiap cabang terdiri dari 3 rangkai, berarti 9 bentuk. Semuanya 6 cabang, berarti ada 54 bentuk. Kalau ditotal dengan yang ada pada pokok berarti ada 66 bentuk. Angka 66 menunjuk 66 kitab dalam Alkitab = Firman yang murni, tidak perlu ditambah dan dikurangi. Jadi dari 2 alat baik pelita emas maupun meja roti kita temukan bahwa Alkitab itu memang 66 kitab, tidak ada tambahan-tambahan yang lain. Itulah pengajaran yang murni yang tidak perlu ditambah dan dikurang. Sekalipun ada Alkitab yang ada tambahan-tambahannya, tetapi kalau kita mengacu pada Tabernakel, Alkitab itu hanya 66 kitab. 39 kitab dalam Perjanjian Lama dan 27 kitab dalam Perjanjian Baru.

 

Pekerjaan Firman yang murni ini yang menjadikan kita sebagai terang dunia.

Mazmur 119:105

119:105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

 

Firman pengajaran yang murni adalah pelita bagi kaki kita supaya tidak tersandung dan jatuh. Sandungan itu adalah dosa yang merintangi atau menjerat. Iblis pasang di tempat-tempat yang selalu kita lewati atau kita datangi. Kita mau datang beribadah, jalan yang kita lewati itu bisa iblis pasang jerat dosa. Dia begitu licik, sebab itu kita butuh Firman yang murni.

 

Gejala terjerat adalah ada perhatian atau ketertarikan pada dosa! Apalagi kalau pada puncaknya dosa, dosa kawin mengawinkan. Dia punya isteri tetapi mulai tertarik pada orang lain. Punya suami tetapi tertarik pada laki-laki yang lain. Itu sudah gejala terjerat. Firman yang murni yang sanggup menolong kita. Firman yang murni juga terang bagi jalan kita untuk menunjukan arah ke kota terang, kota Yerusalem Baru.

 

Pada kaki dian dengan 66 bentuk ini ada pelita. Ini adalah Firman yang diterangi, yang diurapi Roh Kudus sehingga dibukakan rahasianya kepada kita. Kita mau ditampilkan sebagai terang dunia, maka kita harus menerima Firman yang dibukakan rahasianya. Maka kita akan memahami rahasia besar dari Tuhan di dalam Alkitab. Ada 2 rahasia besar Tuhan di dalam Alkitab:

1.      I Timotius 3:16

3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

 

Rahasia ibadah itu disebut Agung, diterjemahkan dari bahasa Yunaninya Rosh yang artinya yang di atas. Jadi ibadah itu harus kita tempatkan pada bagian paling atas. Harus kita utamakan lebih dari segala sesuatu. Sebab lewat ibadah kita mengalami kuasa dari ibadah itu, kuasa Firman, kuasa salib yang mengubahkan kita. Yesus Firman yang telah menjadi manusia. Lewat Firman itu, kita manusia mau dijadikan sama dengan Yesus. Rahasia ibadah = keubahan hidup. Sepanjang malam kita datang doa semalaman, sia-sia kalau cuma menahan kantuk lalu kita tidak mengalami keubahan hidup. Sudah capek kerja, harus beribadah lagi, menahan kantuk lagi sepanjang malam, lalu tidak ada keubahan hidup, itu sia-sia!

 

Biar Firman yang kita terima bekerja dalam hati. Sebab itu Firman harus dipercaya sebagai perkataan Allah maka akan terasa kuasanya. Kalau mendengar Firman hanya dianggap perkataan manusia, tidak terasa kuasanya.

I Tesalonika 2:13

2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

 

Bila kita percaya Firman itu perkataan Allah, maka Firman bekerja menyucikan dan mengubahkan kita.

 

2.      Efesus 5:32

5:32  Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

 

Rahasia kedua adalah rahasia nikah Kristus Mempelai Pria Sorga, dengan jemaat gereja yang sempurna mempelai wanita Tuhan. Itulah kehidupan yang cinta ibadah, yang disucikan dan diubahkan lewat kekuatan ibadah, kuasa Firman, kuasa salib. Kita sudah mendengar Firman sepanjang malam dan menerima salib, kita merobek daging dalam doa semalaman, biarlah keubahan hidup semakin jelas dan nyata di dalam kita untuk kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Nikah jasmani  kita harus dijaga untuk bisa masuk nikah yang rohani. Apa yang harus dijaga dalam nikah? Kesucian nikah dan kesatuan nikah. Seperti pelita emas, tombol, kelopak dan bunga tidak terpisah, satu kesatuan. Masa permulaan nikah, masa pacaran dan tunangan harus dijaga kesuciannya dan jaga kesatuannya. Jangan karena ngotot dengan si A sehingga kita tercerai dengan orang tua. Orang tua tidak izinkan lalu memaksa, akhirnya tercerai dengan orang tua. Justru seharusnya dengan adanya masa pacaran malah semakin erat. Nanti ada tambahan keluarga baru, kedua belah pihak terjadi penyatuan, bukan malah pisah-pisah.

 

Apalagi kalau memaksakan dengan pasangan yang tidak seimbang, tidak satu pengajaran apalagi tidak satu iman, itu bukan menyatukan tetapi malah memecah belah Tubuh Kristus.

II Korintus 6:14

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Kalau sudah terlanjur terjadi bagaimana? Jangan diceraikan, bergumul supaya nikah itu bisa satu. Makanya kita butuh Firman pengajaran yang benar. Jaga kesatuan nikah, jaga kesucian nikah.

 

Dengan kita memahami rahasia ibadah yaitu rahasia keubahan hidup, kita pahami rahasia nikah, nikah jasmani mau dibawa kepada nikah yang rohani, maka terjaga kekudusan kita, waktu Yesus datang kita tampil sebagai perawan yang suci. Waktu Yesus datang pertama kali, kedatanganNya melalui jalur perawan suci Maria. Kedatangan Yesus kedua kali juga akan disambut oleh gereja Tuhan yang tampil sebagai perawan suci.

II Korintus 11:2

11:2  Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Bagaimana caranya untuk kita tetap menjaga kekudusan kita tetap sebagai perawan suci, sedangkan dunia yang kita tempati ini sudah dikuasai oleh si jahat, sudah cemar.

1.      Belajar dari Ribka. Untuk menjadi isteri Ishak, Ribka tetap perawan suci. Kemudian terjadi pertemuan Ribka dan Eliezer utusan Abraham yang akan membawanya kepada Ishak.

Kejadian 24:16

24:16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.

 

Pertemuan Eliezer dan Ribka di tepi sumur penggembalaan. Jadi cara menjaga kekudusan supaya kita tetap menjadi perawan yang suci di hadapan Tuhan adalah tekun dalam penggembalaan. Di sini Ribka menimba air sebanyak-banyaknya sampai unta Eliezer puas minum. Tekuni penggembalaan, di situ kita bisa menimba air Firman penggembalaan sebanyak-banyaknya sampai kehidupan kita bisa puas, terpuaskan rohani kita. Tekuni pengajaran yang di dalamnya ada pengajaran yang sehat maka kita akan dibawa bertemu Ishak atau Yesus Mempelai Pria Sorga. Dari dunia ini kita tergembala, kita akan dibawa ke awan-awan bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, masuk penggembalaan terakhir, Yerusalem Baru.

 

2.      Efesus 5:30

5:30  karena kita adalah anggota tubuh-Nya (daging dan tulangNya).

 

Mempelai wanita Tuhan adalah daging dan tulangnya Yesus. Untuk tetap terjaga kekudusan kita sebagai perawan suci maka kita harus menjadi dagingnya Yesus, tulangnya Yesus. Menjadi dagingnya Yesus artinya kita menjadi kehidupan yang taat pada Firman Tuhan. Yesus menjadi manusia daging sama seperti kita, Dia taat pada Bapa di Sorga sampai mati di kayu salib. Kita dagingnya Yesus maka kita harus taat seperti Yesus sampai daging tidak bersuara. Kita juga harus menjadi tulangnya Yesus. Bicara tulang menunjuk pendirian. Artinya kita harus punya pendirian teguh atas Korban Kristus, tidak mau dicemari oleh dosa. Dan pendirian teguh atas Firman pengajaran yang benar, tidak mau disesatkan oleh ajaran-ajaran apapun yang lain.

 

Maka waktu Yesus datang kita memiliki daging yang mulia. Waktu bunyi sangkakala yang terakhir kita diubahkan sekejab mata, memiliki daging yang mulia seperti Yesus.

I Korintus 15:51-52

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

 

Tujuan menikah untuk kita menjadi satu. Kita menikah dengan Yesus Mempelai Pria Sorga untuk kita menjadi satu daging, daging yang mulia.

Efesus 5:31

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

 

Tidak mungkin daging dengan roh, sama-sama daging tetapi daging yang mulia. Inilah tujuan kita berdoa semalaman, untuk mempercepat perobekan daging untuk mencapai daging yang mulia. Pagi ini sesi yang terakhir, kita kembali dari doa semalaman ini sebagai kehidupan yang sudah dibaharui, daging yang mulia. Sehingga kapanpun Yesus datang kita sudah siap sedia menyambut kedatanganNya. Tidak ragu-ragu lagi. Entah Yesus datang memanggil secara pribadi dalam arti meninggal dunia, kita sudah dibaharui. Waktu Yesus datang kita dibangkitkan sebagai daging yang mulia dalam tubuh kemuliaan. Kalau kita hidup sampai Yesus datang, selama hidup kita diubahkan, maka ketika Yesus datang  kita diubahkan sekejab mata dalam tubuh kemuliaan, daging yang mulia, menyatu dengan Dia selama-lamanya.

 

Secara jasmani kita tidak perlu ragu, Dia adalah suami yang bertanggung jawab atas hidup kita. Yang kita kejar adalah keubahan hidup, maka yang jasmani itu urusannya Tuhan. Dia sanggup menyediakan semuanya bagi kita semua. Dalam doa semalaman sesi yang terakhir ini kita rindu supaya hidup terus dibaharui. Bukan lagi kehidupan yang lama tetapi kehidupan yang sudah dibaharui, kehidupan yang siap sedia menyambut kedatangan Yesus.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar