Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:4-5
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Kisah Para Rasul menceritakan kegerakan Firman atau kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Dibuka dengan kegerakan Roh Kudus, akhir kegerakan gereja tampil sebagai mempelai wanita Tuhan yang sempurna yang bermahkota 12 bintang, itu Roh Kudus yang permanen. Jadi kita sangat membutuhkan Roh Kudus dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna maka kita bisa berhasil mencapai takhta Sorga. Waktu Yesus lahir, ada bintang yang menuntun orang Majus untuk menemukan bayi Yesus. Sekarang kita membutuhkan Roh Kudus untuk menuntun kita mencapai takhta Sorga. Dalam kitab Kejadian, Roh Kudus digambarkan bagaikan Eliezer yang mencari isteri untuk Ishak, anak Abraham. Eliezer gambaran Allah Roh Kudus, Abraham gambaran Allah Bapa, Ishak gambaran Yesus Anak Allah, Ribka adalah gereja Tuhan. Roh Kudus yang menuntun untuk kita berhasil mencapai takhta kerajaan Sorga.
Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Bukan berarti Roh Kudus ada 7, ini adalah 7 perwujudan dari Roh Kudus. Ini yang bekerja sekarang, kita butuh Roh Kudus supaya kita berhasil mencapai takhta Sorga. 7 obor menyala-nyala itulah 7 lampu pada pelita emas, itulah kuasa Roh Kudus. Musa dan Yohanes sama-sama melihat kerajaan Sorga dengan jelas. Dulu Musa melihat kerajaan Sorga dan Tuhan suruh membangun Tabernakel minatur kerajaan Sorga di bumi. Musa melihat pelita emas, rasul Yohanes melihat 7 obor menyala-nyala. Ini sama-sama menunjuk kuasa Roh Kudus. Kita membutuhkan kuasa Roh Kudus.
Kita pelajari kuasa Roh Kudus dari satu hakim dalam Alkitab, itulah Simson. Simson memiliki 7 rambut yang dijalin, itu menunjuk kuasa Roh Kudus.
Hakim-hakim 16:13
16:13 Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga."
Selama hidupnya Simson pernah menjalin hubungan dengan 3 perempuan, menubuatkan kuasa Roh Kudus pada 3 macam gereja, yaitu:
1. Simson dan perempuan Filistin/Timna
Hakim-hakim 14:1-3,12-13
14:1 Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin.
14:2 Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku."
14:3 Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: "Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?" Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: "Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai."
14:12 Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
14:13 Tetapi jika kamu tidak dapat memberi jawabnya kepadaku, maka kamulah yang harus memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran kepadaku." Kata mereka kepadanya: "Katakanlah teka-tekimu itu, supaya kami dengar."
Perempuan Filistin menunjukan gereja mula-mula atau gereja hujan awal. Terdiri dari bangsa Israel asli dan juga bangsa kafir hasil pelayanan rasul Paulus. Ketika Simson menikah dengan perempuan Timna ini, Simson menceritakan suatu teka teki dan hanya dia sendiri yang tahu jawabannya. Artinya kuasa Roh Kudus membukakan rahasia Firman bagi gerejaNya. Dulu gereja mula-mula mendapatkan pembukaan rahasia Firman.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Kolose 1:25-27
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
Roh Kudus membukakan rahasia Firman bagi gerejaNya, itulah Firman pengajaran yang benar, ayat menerangkan ayat.
Simson katakan kalau bisa menebak teka-tekiku maka bisa menerima pakaian kebesaran, pakaian lenan. Artinya jika kita bisa menerima sampai mempraktekan Firman yang dibukakan rahasianya oleh kuasa Roh Kudus maka kita mendapat pakaian lenan sampai pakaian kebesaran, artinya:
a) Ketelanjangan dosa kita ditutupi. Jadi Firman itu menunjuk ketelanjangan dosa kita untuk ditutupi, bukan untuk kita dipermalukan. Diperbaiki sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan kesucian. Pembukaan Firman itu mengajar, menunjuk ketelanjangan dosa untuk memperbaikinya. Sesudah itu kita didik di dalam kebenaran, bisa hidup benar dan suci.
b) Memiliki pakaian mempelai untuk masuk di dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Kalau mau menikah yang dipersiapkan adalah pakaian pestanya. Baik yang akan menjadi mempelai, juga keluarga atau undangan.
Wahyu 19:7-8
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Mempraktekan Firman = menuruti kehendak Tuhan, sehingga tidak ada kesempatan bagi kita untuk menuruti kehendak kita. Memang sakit bagi daging, sebab kehendak kita selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Di sinilah kita butuh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita menuruti kehendak kita.
Roma 8:7,13,15
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Kita butuh Roh Kudus sebab Roh Kudus yang membukakan rahasia Firman dan Roh Kudus yang memampukan kita menuruti kehendak Tuhan. Seperti Yesus berdoa di taman Getsemani, ya Abba, ya Bapa, jikalau mungkin lalukanlah cawan ini dari padaKu. Kehendak daging bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Kehendak Tuhan, Yesus harus mati, minum cawan. Kehendak dagingNya lalukan cawan ini. Tetapi Yesus tutup bukan kehendakKu yang jadi, melainkan kehendakMu yang jadi. Waktu itu ada malaikat datang memberi kekuatan kepada Yesus. Itu bicara Roh Kudus yang memampukan kita menuruti kehendak Tuhan, kita tidak mengikuti kehendak daging kita.
2. Simson dan perempuan sundal
Hakim-hakim 16:1-3
16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
16:2 Ketika diberitahukan kepada orang-orang Gaza: "Simson telah datang ke sini," maka mereka mengepung tempat itu dan siap menghadang dia semalam-malaman itu di pintu gerbang kota, tetapi semalam-malaman itu mereka tidak berbuat apa-apa, karena pikirnya: "Nanti pada waktu fajar kita akan membunuh dia."
16:3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.
Perempuan sundal ini menunjuk gereja di zaman pertengahan, terjadi kemerosotan rohani. Sejak rasul-rasul sudah meninggal, Timotius dan pelayan-pelayan yang lain sudah tidak ada, gereja jatuh mengalami kemerosotan rohani. Ada persundalan rohani dan persundalan jasmani. Persundalan jasmani gereja jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Persundalan rohani gereja dicemari oleh macam-macam ajaran palsu dan juga dicemari oleh dunia. Sama dengan orang yang 38 tahun lumpuh, itu menubuatkan 38 yobel gereja sakit di zaman pertengahan.
Syukur pada tengah malam Simson melakukan sesuatu yang luar biasa. Tengah malam menunjuk pemuncakan dosa. Saat terjadi pemuncakan dosa, gereja dalam keadaan gelap, Tuhan tidak membiarkan, Roh Kudus bekerja. Bagaimana cara Roh Kudus bekerja?
Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Roh Kudus mengurapi Firman pengajaran yang benar sehingga menjadi Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2 untuk menyucikan gereja yang sudah merosot rohaninya. Baik gereja zaman pertengahan, terutama kita sekarang ini, banyak yang sudah merosot rohaninya. Keadaan gereja betul-betul dalam kegelapan, butuh terang, butuh pedang.
Apa yang disucikan? Pada tengah malam Simson mencabut pintu gerbang dan kedua tiang pintunya. Ini menunjuk hati dan pikiran serta panca indera.
a) Seringkali di dalam hati dan pikiran ada tiang-tiang dosa, bagaikan tiang pintu gerbang. Ada 7 tiang-tiang dosa:
Matius 15:19
15:19 Karena dari hati timbul segala 1pikiran jahat, 2pembunuhan, 3perzinahan, 4percabulan, 5pencurian, 6sumpah palsu dan 7hujat.
Hanya kekuatan Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus yang sanggup mencabut tiang-tiang dosa dari dalam hati kita! Seperti Simson mencabut pintu gerbang kota. Pintu rumah saja berat, apalagi pintu gerbang kota. Ini tiang-tiang yang berat yang membebani hidup manusia.
Angka 7 ini mengingatkan 7 lampu pada pelita emas. Kalau 7 dosa ini ada maka Roh Kudus padam, tidak ada dalam hidup orang itu! Sekalipun saat menyembah berbahasa roh, tetapi kalau ada 7 tiang dosa sebenarnya Roh Kudus padam! Makanya ujilah setiap roh, hidupnya bagaimana, 7 tiang dosa masih bercokol di hatinya atau sudah dibersihkan? Kalau masih ada maka Roh Kudus padam, itu hanya seperti tahi burung merpati, tidak ada lagi merpatinya hanya tahinya di situ.
Efesus 4:17-19
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Hati sudah ditancap dengan 7 dosa tadi sehingga hati degil, perasaan tumpul. 7 dosa kalau tidak disucikan maka Roh Kudus padam dan kehidupan itu akan mengerjakan dengan serakah segala kecemaran. Membabi buta dalam dosa, semua dosa dihantam saja.
b) Pancaindera ini adalah pintu masuknya dosa. Panca indera kita terutama mulut kita harus disucikan karena mulut ini menentukan kesempurnaan. Orang yang sempurna dilihat dari perkataannya. Kalau sudah tidak ada dusta berarti sempurna
Wahyu 14:5
14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
Yakobus 3:2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Pancaindera ini mau disucikan, terutama mulut kita, karena kita terlalu banyak salah dalam perkataan. Kalau kita mengingat-ingat dosa yang kita buat dalam 1 hari, masih bisa kita tuliskan daftarnya. Tetapi dosa kata-kata kadangkala sudah secara otomatis keluar dari mulut. Ini yang harus disucikan!
Apa yang keluar dari mulut adalah apa yang timbul dari dalam hati. Jadi jika hatinya suci, maka mulutnya, perkataannya pasti suci. Dari buahnya kamu bisa melihat pohon itu baik, buah itu di mulut. Kalau pohonnya, hatinya, pikirannya tidak suci maka mulutnya juga seperti itu. Mungkin dia mau mengeluarkan kata-kata yang baik, tetapi sebenarnya munafik, tidak murni!
Matius 12:33-37
12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Mulut menentukan nasib kita. Kalau mau melihat hari-hari baik maka harus menjaga lidah. Mulut ini menentukan, biarlah disucikan, pedang Firman menusuk sampai ke dalam hati, pedang Firman juga menyucikan lidah, mulut kita. Jangan ada perkataan sia-sia karena akan dihakimi. Termasuk gosip, fitnah, dusta itu semua harus dibuang, disucikan, sampai hujat. Hujat ini mulut yang sudah dikuasai roh antikristus, mulut yang buas. Hujat itu adalah yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Hamba Tuhan yang benar tahbisannya, sungguh-sungguh melayani dibilang salah, sesat, menyimpang. Yang tidak sungguh-sungguh, yang salah malah dibilang benar dan didukung mati-matian. Pengajaran benar dibilang palsu, dihina. Pengajaran salah jadi benar. Kalau ditelusuri kenapa benar dibilang salah, yang salah dibilang benar? Karena ada kepentingan daging! Dia dapat keuntungan jasmani.
Matius 5:37
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Hati dan mulut yang disucikan sampai kita menjadi pribadi yang jujur. Kalau ya katakan ya, tidak katakan tidak. Kalau pengajaran benar bilang benar dan pegang teguh, kalau salah hindari. Jujur soal pengajaran dan jujur mengaku dosa.
Hati pikiran yang disucikan ada hasilnya:
a) Tiang dan pintu gerbang itu dibawa Simson ke suatu tempat yang berhadapan dengan Hebron. Hebron artinya persekutuan. Jadi kalau hati, pikiran dan mulut kita disucikan maka kita bisa masuk persekutuan Tubuh Kristus yang benar. Mulai nikahnya bisa menyatu, karena hatinya suci, pikiran dan mulutnya disucikan, tidak ada lagi pikiran jahat, tidak ada lagi perkataan sia-sia. Seringkali rumah tangga itu menjadi retak karena hati pikiran yang tidak suci. Padahal tidak demikian tetapi sudah berperasangka buruk kepada suami, kepada isteri. Akhirnya mulut sudah teledor, berkata yang sia-sia, perkataan yang menyakiti, terjadilah keretakan. Begitu juga dalam penggembalaan, begitu juga antara penggembalaan. Karena belum tahu duduk persoalannya sudah teledor berkata-kata, cerita ke mana-mana. Jangan cerita di belakang, padahal kita belum tahu duduk persoalannya, itu hati dan pikiran belum suci, mulut juga belum suci, akhirnya terjadi keretakan. Jangan terlanjur cerita ke mana-mana, kalau tidak ada kerendahan hati tidak akan mencabut perkataan yang terlanjur dilontarkan. Kasihan kita sudah membunuh karakter orang padahal sebenarnya tidak begitu. Kalau ada kerendahan hati cabut, selesaikan itu.
Makanya Firman pengajaran kita butuhkan supaya bisa sampai ke Hebron, ada persekutuan. Persekutuan dalam nikah semakin baik, persekutuan dalam penggembalaan semakin erat, persekutuan antar penggembalaan juga semakin erat.
Dalam persekutuan harus ada kejujuran. Selama ada sesuatu yang buruk, yang busuk disembunyikan, persekutuan itu tinggal tunggu waktu akan retak. Itu sama dengan menyimpan bom waktu yang tunggu meledak. Yang tadinya erat bisa pecah dan bisa terjadi kebencian sampai kebencian tanpa alasan.
Mulai dalam nikah rumah tangga. Suami mungkin bisa menyembunyikan keburukannya dengan rapi terhadap isteri, tetapi suatu saat nanti akan terbongkar dan nikah itu bisa pecah. Begitu juga dalam penggembalaan, gembala bisa bersembunyi di balik ayat-ayat Alkitab, jemaat tidak tahu keburukannya. Tinggal tunggu waktu kalau tidak berubah bisa retak, pecah. Begitu juga persekutuan antara pengembalaan. Sebab itu kita butuh pedang Firman, urapan Roh Kudus.
Biarlah hati kita suci, mulut suci, maka persekutuan makin erat, makin menyatu.
Mazmur 1:5
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
Kalau ada dosa disembunyikan, dia tidak akan tahan dalam persekutuan yang benar, suatu saat akan terjadi perpecahan dan dia keluar dari persekutuan yang benar.
b) Kita menjadi rumah doa, doa orang jujur dijawab oleh Tuhan.
Amsal 15:8
15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
Kita menjadi rumah doa, doa kita dikenan, dijawab oleh Tuhan. Kita periksa kenapa bertahun-tahun saya berdoa belum dijawab oleh Tuhan? Kita periksa hati kita bagaimana, bagaimana pikiran dan mulut kita. Apakah ada sesuatu yang kita sembunyikan, keburukan, kebusukan, itu yang menghalangi Tuhan menjawab doa kita.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Biarlah kita menjadi rumah doa, doa kita dijawab. Doa dijawab semua menjadi enak dan ringan. Segala letih lesuh beban berat kita diangkat oleh Tuhan, diganti kelegaan, diganti dengan kebahagiaan Sorga.
c) Kita disucikan sampai sempurna, tidak salah lagi dari perkataan. Yang keluar dari mulut hanya seruan haleluya, untuk menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga. Semakin suci, semakin meningkat penyembahannya, sehingga waktu Yesus datang kita bisa menyambutNya dengan perkataan haleluya.
Yang dirindukan oleh Salomo dari Sulamit adalah suaranya. Yang Yesus rindukan adalah suara penyembahan kita, itu dari hati, pikiran, mulut yang suci, maka naik penyembahan. Hati Tuhan yang rindu penyembahan kita terobati, Dia bisa mendengar seruan penyembahan kita dan menjawab doa-doa kita.
Kidung Agung 2:14
2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
3. Simson dan Delila
Delila menunjuk gereja hujan akhir.
Hakim-hakim 16:4-6
16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.
16:5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."
16:6 Lalu berkatalah Delila kepada Simson: "Ceritakanlah kiranya kepadaku, karena apakah kekuatanmu demikian besar, dan dengan apakah engkau harus diikat untuk ditundukkan?"
Delila ini ingin tahu lebih dalam tentang pribadi Simson. Makanya dia bertanya bahkan dia sampai merengek-rengek untuk mengenal lebih dalam lagi pribadi Simson, mengetahui kekuatannya, mengetahui kuasanya. Karena ingin tahunya begitu besar, dia tanya terus kepada Simson, maka 4 kali Simson menceritakan tentang dirinya.
Artinya kepada kita, ini menunjukan kepada kita, kuasa Roh Kudus memperkenalkan pribadi Yesus dengan jelas kepada kita. Tinggal dari kita, ingin lebih dalam mengenal Dia atau hanya sebatas Kristen umum saja, tidak ada rasa ingin mengenal Dia lebih dalam lagi.
Periksa diri kita, apakah orang Kristen biasa saja atau kita menjadi orang Kristen yang ingin mengenal Yesus lebih dalam lagi. Kalau kita ada kerinduan untuk mengenal Dia lebih dalam maka kuasa roh Kudus akan memperkenalkan pribadi Yesus kepada kita.
Efesus 1:17
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Kita minta kepada Tuhan supaya kita diberikan hikmat dan wahyu, pembukaan rahasia Firman supaya lebih dalam lagi mengenal Yesus. Orang menikah pasti ingin mengenal lebih dalam calonnya. Begitu juga dengan Yesus.
4 kali Simson menceritakan tentang dirinya menunjuk Roh Kudus memperkenalkan pribadi Yesus dengan jelas kepada kita.
a) Hakim-hakim 6:7-8
6:7 Jawab Simson kepadanya: "Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga."
6:8 Lalu raja-raja kota orang Filistin membawa tujuh tali busur yang baru yang belum kering kepada perempuan itu dan ia mengikat Simson dengan tali-tali itu,
Busur atau panah itu merupakan senjata seorang raja. Jadi Roh Kudus memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Raja kepada kita. Apa ciri seorang raja?
Mazmur 20:7,10
20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:10 Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!
Raja adalah orang yang diurapi dan berkemenangan. Apa bukti kita mengenal Yesus sebagai Raja? Kita hidup dalam urapan Roh Kudus dan selalu menang. Menang atas tantangan rintangan, menang atas dosa-dosa, menang atas pengaruh dunia dan menang atas keinginan hawa nafsu daging kita sendiri. Bukan malah gampang kalah! Harus berjuang, tidak mau kalah. Ada halangan untuk kita beribadah melayani Tuhan, ayo berjuang untuk menang. Dosa begitu kuat menggoda kita, bahkan mungkin sudah memaksa, mengancam, berjuang saya mau menang, saya tidak mau dikalahkan oleh dosa. Berjuang menghadapi pengaruh-pengaruh dunia. Apalagi lewat gadget ini pengaruh dunia begitu banyak membuat banyak kaum muda berguguran. Kita berjuang untuk menang, kalau tidak ada urapan Roh Kudus kita akan kalah.
Dari mana kita mendapatkan urapan Roh Kudus? Dari penggembalaan.
Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Ayo kita tekuni 3 macam ibadah pokok:
1) Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah lewat Firman pengajaran dan Kurban Kristus.
2) Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya.
3) Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.
Tekuni ini, urapan Roh Kudus ada di dalam kita maka kita selalu berkemenangan. Halangan rintangan pasti ada, tetapi kita tidak bisa dikalahkan, kita selalu menang.
b) Hakim-hakim 16:11
16:11 Jawabnya kepadanya: "Jika aku diikat erat-erat dengan tali baru, yang belum terpakai untuk pekerjaan apa pun, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga."
Bicara pekerjaan ada kaitannya dengan hamba. Jadi Roh Kudus memperkenalkan Yesus sebagai hamba. Apa bukti kita mengenal Yesus sebagai hamba?
Yesaya 11:5
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
Lukas 11:7-8
11:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
11:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Buktinya adalah siap sedia melayani Tuhan dengan setia dan benar sesuai Firman Tuhan, tanpa menuntut hak, hanya melakukan kewajiban.
c) Hakim-hakim 16:13
16:13 Berkatalah Delila kepada Simson: "Sampai sekarang engkau telah mempermain-mainkan dan membohongi aku. Ceritakanlah kepadaku dengan apakah engkau dapat diikat." Jawabnya kepadanya: "Kalau engkau menenun ketujuh rambut jalinku bersama-sama dengan lungsin lalu mengokohkannya dengan patok, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain mana pun juga."
Patok atau kayu. Bicara kayu mengingatkan kayu salib. Jadi Roh Kudus memperkenalkan Yesus sebagai manusia sengsara sampai mati di kayu salib. Apa bukti kita mengenal Yesus sebagai manusia sengsara sampai mati di kayu salib? Buktinya kita rela sengsara daging karena kebenaran Firman. Waktu Yesus diperhadapkan kepada Pilatus, yang ditanyakan kepada Yesus tentang kebenaran dan karena kebenaran Dia disalibkan.
Penekanannya rela. Kadangkala kita sudah sengsara karena kebenaran Firman tetapi belum rela. Saya juga berapa kali seperti itu, sengsara tetapi belum rela. Sampai menangis merengek kepada Tuhan ‘Tuhan saya ingin bahagia’ itu karena saya belum rela. Tuhan kuatkan dan mampukan sampai bisa rela sengsara daging, terserah Engkau Tuhan.
d) Hakim-hakim 16:17
16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
Simson ceritakan segala isi hatinya, kuasanya, kekuatannya. Artinya Roh Kudus lewat Firman memperkenalkan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan kuasaNya, kekuatanNya dan kemuliaanNya. Apa bukti kita mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga?
Efesus 5:25-27
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Buktinya kita menyerahkan diri sepenuh untuk dibersihkan, disucikan, diubahkan lewat Firman pengajaran yang benar sampai suatu saat kita bisa disempurnakan sama mulia seperti Yesus. Penyucian itu memang rasanya sakit bagi daging, malu, tetapi kita terima, menyerah sepenuh.
Kita sudah di dalam pengajaran, kita mengenal Dia sebagai Raja, sebagai hamba, Dia adalah manusia sengsara tetapi Dia juga Mempelai Pria sorga yang mulia dan kita mau dibawa pada kemuliaan bersama Yesus. Serahkan diri untuk dimandikan, dibersihkan, jangan berkomentar negatif terhadap Firman atau kepada hamba Tuhan.
Kalau mau menghadiri pesta, sesudah kita dimandikan pasti berdandan. Sesudah kita disucikan kita harus berdandan untuk bisa masuk pesta nikah.
I Petrus 3:4-5
3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
Malam ini kita mendengar Firman bagaikan dimandikan, setelah itu kita berdandan. Apa perhiasan kita?
1) Perhiasan pertama adalah lemah lembut. Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Sesudah dengar Firman di gereja disucikan, pulang kita diperhadapkan dengan praktek. Ada orang yang menyakiti. Bahkan seringkali yang menyakiti itu orang terdekat, suami atau isteri.
Baru turun dari gereja sudah disakiti, mana isteri saya tidak turun-turun. Begitu isteri turun langsung pasang muka cemberut ‘apa ngana bikin diatas itu, pe lama!’. Isteri belum duduk baik-baik suami sudah tancap gas, hati isteri sudah hancur remuk. Baru pulang gereja suami sudah sakit hati isteri. Tetapi belajar lemah lembut, saya diperhadapkan dengan praktek Firman, saya mau mengampuni suami saya. Pulang rumah langsung layani suami, siapkan piring di meja, langsung layani suami.
2) Tentram atau pendiam, bisa menjaga perkataannya sesuai Firman. Dan bisa menerima koreksi Firman. Tidak mengamuk, malah berterima kasih, terima kasih Tuhan, Firman datang untuk saya. Juga saat diperhadapkan dengan masalah, pergumulan, bisa berkata-kata sesuai Firman, tidak berkomentar negatif kepada Tuhan. Tuhan ini tidak adil masa dia ditolong, saya tidak ditolong. Saya sudah begini, sudah begitu tetapi tidak ditolong. Dia yang tidak bikin apa-apa untuk Engkau kenapa dibiarkan dia sehat, gemuk segar, kenapa saya kurus kering dan sakit. Tentram dan pendiam itu pasangannya itu sabar, sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan.
3) Tunduk, taat pada Firman Tuhan apapun resikonya sampai daging tidak bersuara lagi.
Ini lawatan Tuhan bagi kita gereja hujan akhir. Roh Kudus bekerja memperkenalkan pribadi Yesus dengan jelas kepada kita lewat pembukaan rahasia Firman. Tingkatkanlah pengenalan kita kepada Yesus.
Namun sayang, banyak orang Kristen yang sudah di dalam pengajaran bersikap seperti Delila! Datang ibadah sudah menikmati pembukaan Firman, tetapi sikapnya seperti Delila.
Hakim-hakim 16:19
16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.
Ini sikap yang salah, bukan tunduk kepada Tuhan, bukan tunduk kepada Firman, malah menundukan Simson. Artinya:
a) Melawan kehendak Tuhan, melawan Firman, sebab ada keinginan-keinginan daging, ada kepentingan-kepentingan daging yang mau dia capai. Ini kepentingan dagingnya Delila:
Hakim-hakim 16:5
16:5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."
Ada uang ditawarkan. Seringkali sudah dalam pengajaran, Firman sudah begitu jelas dibukakan, Yesus diperkenalkan dengan begitu jelas kepada kita, tetapi karena ada keinginan daging maka kehidupan itu melawan kehendak Tuhan, melawan Firman Tuhan. Ini jangan terjadi kepada kita, apalagi saya sebagai gembala. Setelah Simson ditangkap, yang ada hanya kengerian.
Sebagai gembala, saya pergi bersekutu di mana, kalau ada keinginan dan kepentingan daging di situ nanti hanya melawan Firman!
b) Kelihatan giat mencari dan mendengar Firman pengajaran, tetapi hanya untuk mendapatkan keuntungan daging. Giat pergi persekutuan mendengar Firman tetapi motivasinya lain, hanya untuk mencari keuntungan daging. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.
Akibatnya fatal!
a) Hakim-hakim 16:21
16:21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.
Simson ditangkap dan dicungkil matanya. Artinya dalam gereja sudah tidak ada lagi pekerjaan Roh Kudus yang membukakan rahasia Firman. Kita sudah dalam pengajaran, tetapi kalau kita hanya mencari yang jasmani, maka nanti Tuhan tutup pembukaan Firman. Kalau dia gembala tidak dipercaya lagi pembukaan Firman. Kalau jemaat, biar datang, duduk, tidak mengerti pembukaan Firman. Jemaat lain mengerti, dia tidak mengerti apa maksudnya itu. Yang lain bisa menyembah hancur hati karena jamahan Tuhan, tetapi dia kering-kering saja, tidak merasakan jamahan Tuhan.
Betapa kehidupan itu menjadi gelap, mata dicungkil. Kalau sudah tidak bisa mengerti Firman, gembala tidak lagi dipercaya pembukaan Firman, hidup itu gelap, masuk dalam kegelapan dosa dan mengarah pada kegelapan aniaya antikristus. Tidak ada masa depan yang terang! Perhatikan kaum muda, bukan karena gelar kamu dapat itu sudah garansi masa depanmu baik, bukan itu! Kalau kita bisa mengerti pembukaan Firman, mata celik, bisa melihat, menangkap apa yang menjadi kehendak Tuhan lewat Firman, itu yang menentukan masa depan kita terang, berhasil. Jangan sampai Tuhan cabut roh pengertian, tidak lagi mengerti pembukaan Firman karena tujuan hanya yang jasmani. Seperti Delila, tidak mau tunduk pada Firman, tetapi Firman yang dia mau atur mengikuti kehendaknya.
b) Hakim-hakim 16:25,27,30
16:25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
16:27 Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
16:30 Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
Simson disuruh melawak dan akhirnya Simson membunuh 3000 orang di kuil Dagon. Artinya yang disenangi bukan lagi Firman yang menyucikan tetapi Firman yang berisi lawak-lawak. Dia tidak bisa lagi mendengar Firman pengajaran yang keras menyucikan. Hadir di gereja tetapi sudah tidak bisa menerima Firman. Yang disenangi hanya lawak-lawak, yang senang bagi daging. Sehingga kehilangan angka 3.000, rohani mati!
Angka 3000 itu isi dari ruangan suci dan ruangan maha suci. Ruangan suci 10x10x20 ditambah ruangan maha suci 10x10x10, jumlahnya 3000. Ini adalah hidup rohani kita. Firman itu untuk menghidupkan, tetapi sangat disayangkan rohaninya mati, ada dalam penggembalaan tetapi mati rohani. Apalagi kalau gembala yang mati rohani, bagaimana nasib jemaat. Gembala tidak dipercaya lagi pembukaan rahasia Firman, dia hanya melawak. Di sini hanya seperti stand up comedy, kasihan jemaat.
Firman sudah diperdengarkan, tinggal sikap kita bagaimana? Tunduk pada Firman atau Firman yang kita paksa mengikuti mau kita. Mari kita tunduk pada Firman. Kalau tidak tunduk pada Firman, berakhir pada kematian rohani dan berakhir dalam pelukan iblis sehingga berakhir bersama iblis di neraka. Tetapi kalau kita tunduk pada Firman Tuhan sekalipun sakit bagi daging kita, kita berada pada pelukan tangan Yesus, mencapai hidup kekal bersama Yesus dalam kerajaan Sorga. Tunduk menghasilkan kehidupan, tidak tunduk mengakibatkan kematian. Tuhan tidak memaksa, kepada kita diperhadapkan 2 pilihan, kematian atau kehidupan. Pilihlah kehidupan, tunduk pada Firman Tuhan. Sakit bagi daging tetapp membawa pada kesempurnaan, hidup kekal bersama Yesus.
Ulangan 11:13-15
11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
Jika tunduk pada Firman ada kehidupan, yaitu:
a) Ada gandum. Artinya rohani dan jasmani terpelihara lewat Firman Tuhan.
b) Ada anggur. Artinya kalau tunduk pada Firman, Tuhan mengisi nikah kita dengan kemanisan. Tambah usia pernikahannya bukan tambah pahit tetapi tambah manis.
c) Ada minyak. Artinya hidup kita terang. Ada masa depan yang terang, Tuhan buka bagi kita pintu-pintu yang tertutup.
d) Ada rumput untuk hewan ternak. Artinya ada berkat untuk ibadah. Dulu hewan ternak dipakai untuk hewan ibadah. Kalau berkat untuk ibadah kita makan sendiri itu sama seperti makan rumput!
Ayo belajar tunduk. Yesus Anak Allah, Dia belajar taat dari apa yang dideritaNya.
Ibrani 5:8
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
Kalau Yesus yang sempurna saja belajar menjadi taat, ini bukan meniadakan kesempurnaan Yesus tetapi teladan bagi kita supaya kita juga belajar tunduk, taat pada apa yang kita derita. Saat sengsara tetap tunduk pada Firman.
Di depan ada perjamuan suci bukti penundukan Yesus sampai mati di kayu salib. Dia sediakan tubuh dan darahnya bagi kita. Ayo kita terima perjamuan suci, belajar dari Yesus di kayu salib, tunduk sampai daging tidak bersuara dan kita dibawa pada kemuliaan kekal bersama Yesus.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar