Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:1-3,8-10
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Dan sesudah itu Dia akan datang kembali, membawa kita ke tempat yang telah Dia sediakan. Sehingga di mana Yesus berada di situ kita berada. Ini adalah hubungan tubuh dan kepala = hubungan suami dengan isteri atau hubungan mempelai. Jadi Tuhan mau meningkatkan kita sampai pada hubungan mempelai.
Sambil menanti kedatangan Yesus kita juga harus menyiapkan tempat bagi Yesus sebagai kepala. Tempat bagi Yesus sebagai kepala adalah Tubuh Kristus. Jadi kita mau masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Praktek pelayanan pembangunan Tubuh Kristus kita pelajari dari Tomas dan Filipus. Tomas tadinya perjalanannya adalah perjalanan daging atau duniawi sehingga dia tidak tahu jalan Tuhan. Sore ini kita akan belajar dari Filipus.
Pandangan Filipus adalah pandangan daging atau duniawi sehingga dia tidak bisa melihat Bapa di dalam Yesus. Pandangan daging ini yang harus disucikan. Untuk kita bisa masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus kita harus memiliki pandangan rohani, yaitu melihat Bapa, Anak dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan = melihat Tuhan Yesus Kristus. Sekarang kita belum melihat secara nyata, seperti kita bertatapan muka dengan muka seperti sore ini, tetapi kita punya pengharapan waktu Yesus datang kembali, kita akan melihat Dia. Makanya dari sekarang kita sudah harus punya pandangan rohani, sebab pengharapan kita akan melihat Yesus waktu Dia datang kembali.
I Yohanes 3:2
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Pandangan mata kita ini menentukan nasib hidup kita.
Matius 6:22-23
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Jika mata kita baik, kita punya pandangan yang rohani, maka kita bisa masuk dalam kerajaan Sorga, Yerusalem Baru, kota terang, sehingga tidak perlu lagi matahari sebab Tuhan sudah meneranginya. Tetapi kalau mata jahat, pandangan hanya pandangan yang jasmani, maka hanya menuju pada kebinasaan di neraka, kegelapan yang paling gelap!
Pandangan ini menentukan ke mana arah hidup kita. Ingat Abraham dan Lot. Abraham punya pandangannya yang rohani maka dia menduduki negeri Kanaan bersama keturunannya. Lot memiliki pandangan daging, nikahnya hancur. Dia tinggal di Sodom dan Gomora, Sodom dan Gomora ditunggangbalikan, isterinya menjadi tiang garam dan dia jatuh dengan kedua anaknya. Biarlah pandangan kita adalah pandangan yang rohani, jangan hanya tertuju pada yang dunia.
Ada 4 kali pandangan Filipus dikoreksi oleh Tuhan Yesus.
1. Yohanes 1:43-48
1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
Filipus melihat Yesus anak Yusuf orang Nazaret. Ini menunjuk pandangan daging, pandangan yang jasmani. Waktu mereka bertemu Yesus, mereka bertanya Guru di manakah Engkau tinggal. Guru kaitannya dengan pengajaran. Lewat Firman pengajaran pandangan daging/jasmani diubahkan menjadi pandangan yang rohani yaitu melihat Yesus sebagai Juruselamat.
Matius 1:20-21
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Apa prakteknya kita melihat Yesus sebagai Juruselamat?
a) Percaya, iman bahwa hanya Yesus satu-satunya Juruselamat. Tidak ada keselamatan di luar Yesus. Banyak orang Kristen tetapi masih punya pandangan bahwa sekalipun tidak percaya Yesus asalkan berbuat baik bisa masuk kerajaan Sorga. Ini pandangan yang masih kabur, belum yakin bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, tidak ada yang lain.
Makanya percaya itu ada kelanjutannya. Kalau hanya sebatas percaya itu yang bikin bingung, pandangan jadi kabur.
b) Bertobat, berhenti berbuat dosa kembali kepada Tuhan. Jadi percaya dilanjutkan dengan pertobatan. Iman harus ada perbuatannya, kalau iman tanpa perbuatan itu mati.
c) Lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan ketulusan.
2. Yohanes 6:7
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
Di sini Yesus memberi makan 5.000 orang. Yang bertugas memberi makan adalah gembala. Yang kedua pandangan Filipus ini pandangan pada uang, pada dunia dan pada kekuatan sendiri, sehingga tidak bisa melihat Yesus sebagai Gembala Agung. Jangan jadi Filipus doi, cuma pandangan pada uang, pada dunia, pada kekuatan sendiri sehingga tidak bisa memandang Yesus sebagai Gembala Agung, akibatnya tidak bisa tergembala. Dan tidak bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Membagi-bagikan roti yang dipecah-pecahkan oleh Yesus itu menunjuk dipakai oleh Tuhan.
Tidak dipakai Tuhan, hanya merasa dipakai.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Mereka mengaku-ngaku sebagai hamba, tetapi majikan bilang ‘Aku tidak kenal kamu!’. Ini hanya merasa dipakai karena pandangan hanya tertuju pada uang, pada dunia dan pada kekuatan sendiri.
Jemaat Laodekia lebih parah lagi, merasa kaya, merasa tidak kekurangan apa-apa.
Wahyu 3:17
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Kekayaan, uang, mereka jadikan tolak ukur dipakai Tuhan. Kalau menggelar natal lalu makanan melimpah, dijadikan tolak ukur dipakai Tuhan. Tetapi mereka melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Semiskin-miskinnya manusia, tidak ada juga yang telanjang. Jemaat ini betul-betul hancur rohaninya tetapi merasa dipakai, aku kaya, aku diberkati.
Ini pandangan daging. Harus disucikan dan diubahkan oleh Firman pengajaran yang benar menjadi pandangan rohani yaitu melihat Yesus sebagai Gembala Agung. Jadi ada peningkatan, tadinya melihat Yesus sebagai Juruselamat meningkat memandang Yesus sebagai Gembala Agung. Prakteknya adalah tergembala dengan benar dan baik.
Yohanes 6:10
6:10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Tergembala dengan benar dan baik itu duduk di rumput, bukan beredar-edar. Siapa yang harus tergembala? Di mulai dari laki-laki = gembala = suami. Kaum muda yang laki-laki, besok-besok menikah sebagai suami, sebagai pemuda tergembalalah supaya waktu menikah, isteri dan anak-anak tidak terlantar. Kalau gembala tergembala, maka domba-domba tidak tercerai berai. Tetapi kalau gembala tidak tergembala, domba-domba tercerai berai. Jangan jadi gembala Filipus doi, hanya hitung uang, hanya cari uang! Kemudian kalau suami tergembala maka isteri dan anak-anak juga bisa tergembala. Tetapi kenyataannya lebih banyak isteri-isteri yang tergembala. Ini terbalik! Malulah suami-suami kalau tidak tergembala, belum duduk, masih ke sana kemari.
Duduk di rumput artinya:
a) Masuk kandang, tekun dalam 3 macam ibadah pokok. Orang tergembala itu tenang seperti Yakub. Jangan seperti Esau yang ke sana kemari cari daging. Tekun 3 macam ibadah pokok, kita bersekutu dengan Allah Tritunggal.
1) Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
2) Pelita emas, ketekunan dalam ibadah Raya.
3) Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
b) Artinya taat pada Firman penggembalaan. Tuhan bilang suruhlah mereka duduk. Semua langsung duduk, tidak ada yang berdiri.
Mereka duduk dengan formasi 50 dan 100 orang.
Markus 6:40
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
100 dan 50 itu ukuran Tabernakel. Panjang Tabernakel 100, lebarnya 50. Tabernakel rohani adalah Tubuh Kristus. Kalau kita bisa tergembala maka kita dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus, Tabernakel rohani. Sebelum tergembala kita hanya merasa dipakai, pelayanan sia-sia. Kalau sudah tergembala dengan benar dan baik pasti dipakai oleh Tuhan! Dan Tuhan tidak menipu kita, ada hasilnya yaitu kita hidup terpelihara dari pemecahan roti. Artinya kita hidup terpelihara dari pembukaan rahasia Firman yang kita dengar dan kita praktekan.
Markus 6:35
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
Tempat ini sunyi, berarti sumber-sumber di dunia ini semakin habis, tidak bisa diandalkan lagi. Pemeliharaan kita dari pemecahan roti, Firman yang dibukakan rahasianya.
Ulangan 8:2-3
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
Kita hidup dari Firman Tuhan yang kita dengar dan mau kita praktekan. Sekarang kita mau memandang Yesus sebagai Gembala Agung, prakteknya bawa hidup kita mantap tergembala maka kita akan terpelihara oleh Firman itu dan kita pasti dipakai Tuhan.
3. Yohanes 12:20-24
12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."
12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.
12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Filipus melihat Yesus yang mati dan bangkit = Yesus Imam Besar dengan percikan darah untuk mengadakan pelayanan pendamaian. Orang Yunani itu bangsa kafir, bisa dekat kepada Yesus, bertemu Yesus. Kita bangsa yang jauh, oleh darah Yesus menjadi dekat. Ini pelayanan pedamaian.
Jadi praktek pandangan rohani adalah mau mengalami percikan darah. Sudah selamat, hidup benar dan tulus, kemudian tergembala disucikan dan dipakai, lanjutkan menerima percikan darah, pengalaman sengsara bersama dengan Yesus. Bentuknya macam-macam, ada yang diizinkan sakit, dibenci, digosipkan, ada yang sampai diambil gerejanya. Kalau kita mengalami percikan darah maka kita akan mengalami pelayanan pendamaian yaitu penyucian dosa secara tuntas.
Dulu Imam Besar Harun setahun sekali masuk ke ruangan maha suci membawa darah, membawa dupa. Darah dipercik 7 kali di atas tutup pendamaian dan 7 kali di depan tabut perjanjian, untuk mendamaikan dosanya, dosa isteri dan anak-anaknya dan dosa seluruh jemaat Israel. Ini berarti penyucian secara tuntas.
Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami penyucian secara tuntas dari segala dosa sampai dosa yang tidak kita sadari yaitu dosa kebenaran diri sendiri. Seperti Ayub harus mengalami ujian habis-habisan untuk disucikan dari dosa kebenaran diri sendiri. Ayub suci dan saleh, orang yang beribadah dan tergembala, dia dipakai Tuhan. Tetapi dalam Ayub 32:1-2 ternyata ada noda kebenaran diri sendiri. Ini yang harus disucikan.
Sudah hidup benar dan tulus, sudah tergembala, sudah dipakai Tuhan, melayani Tuhan, kadangkala muncul kebenaran diri sendiri, kita merasa lebih benar dari orang lain, merasa lebih hebat dari orang lain, sampai merendahkan orang lain. Kalau dia hamba Tuhan, dia merendahkan hamba Tuhan yang lain.
Ibrani 2:17
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Kalau kita menerima percikan darah, disucikan secara tuntas maka ada hasilnya.
Ibrani 2:18
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Yesus Imam Besar dapat menolong kita dari segala masalah sampai yang mustahil sekalipun tepat pada waktunya.
4. Memandang Bapa di dalam Yesus = memandang Bapa, Anak dan Roh Kudus (ini satu kesatuan, tidak bisa terpisahkan) di dalam pribadi Yesus.
Dalam terang Tabernakel Yohanes pasal 14 terkena pada Tabut Perjanjian. Pada Tabut perjanjian ada tutup pendamaian yang terbuat dari emas murni dengan 2 kerub di atasnya. Kerub pertama adalah Allah Bapa, kerub kedua adalah Allah Roh Kudus, tutupnya menunjuk Yesus Anak Allah. Jadi tutup pendamaian adalah pribadi Allah Bapa, Allah Roh Kudus di dalam Yesus. Atau istilah dalam surat Kolose, kepenuhan Allah Tritunggal di dalam Yesus Mempelai Pria Sorga.
Kolose 1:19
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
Yang keempat ini memandang Yesus sebagai mempelai Pria Sorga. Prakteknya apa? Mempelai Pria itu kepala, Mempelai wanita itu tubuh. Jadi prakteknya memiliki hubungan yang erat dengan Yesus Mempelai Pria Sorga lewat doa penyembahan. Makanya kenapa doa penyembahan ini sulit dilakukan, karena ini puncak hubungan kita dengan Tuhan. Kalau suruh cor gereja, bisa. Belah kayu untuk natal, bisa. Ambil kayu untuk KKR, bisa. Kalau menyembah 1 jam saja tidak bisa.
Jadi praktek kita memiliki hubungan yang erat dengan Yesus Mempelai Pria Sorga adalah tekun dalam doa penyembahan. Maka kita akan merasakan kasih setia Tuhan.
Amsal 3:3
3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Kalau ada penyembahan kasih setia Tuhan dikalungkan di leher, hidup kita mengalami kasih setia Tuhan, yaitu:
a) Mengalami kasih setia Tuhan yang besar.
Mazmur 59:19
59:19 Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
Kita alami kasih setia Tuhan yang besar yang menjawab doa-doa kita dengan pertolonganNya yang setia. Ada masalah, pergumulan yang berat, ayo menyembah. Hubungan dengan Yesus jangan sampai putus, banyak menyembah Tuhan.
b) Mazmur 17:7-8
17:7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
17:8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Mengalami kasih setia Tuhan yang ajaib yang memelihara dan melindungi kita di tengah padang gurun dunia. Sekalipun keadaan kita hanya seperti biji mata, lemah, tidak berdaya, tetapi kasih setia Tuhan yang ajaib memelihara dan melindungi kita secara ajaib.
c) Yesaya 54:5,8,10
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.
54:8 Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.
54:10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
Kasih setia Tuhan yang abadi, meneguhkan dan menguatkan kita menghadapi berbagai macam kegoncangan, bahkan membangun kita menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, membentuk kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Pembangunan Bait Allah di tengah-tengah kegoncangan. Pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna di tengah-tengah kegoncangan.
Hagai 2:7-9
2:7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
Kita membutuhkan kasih setia Tuhan. Bawa hidup kita meningkat dalam pandangan rohani sampai memandang Dia sebagai Mempelai Pria sorga lewat praktek doa penyembahan. Kita mengalami kasih setia Tuhan yang besar menjawab doa-doa kita menolong kita di tengah-tengah kesesakan. Kita mengalami kasih setia Tuhan yang ajaib memelihara, melindungi kita di padang gurun dunia. Kita mengalami kasih setia Tuhan yang abadi, kita dibangun menjadi Tubuh Kristus sekalipun di tengah-tengah kesesakan.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar