20251025

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 25 Oktober 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 14:10-14

14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

 

Ini adalah perjanjian di dalam iman atau percaya. Di sini Yesus menunjukan kepada siapa kita harus percaya atau beriman, yaitu kepada Tuhan Yesus Kristus. Bapa di dalam Yesus, jadi Yesus adalah kepenuhan dari Allah Tritunggal. Lalu apa yang harus kita percayai dari Tuhan Yesus Kristus?

1.      Perkataan Yesus adalah perkataan Bapa. Artinya Firman yang kita dengar, kita percayai bahwa itu sungguh-sungguh perkataan Allah sendiri sehingga Firman itu akan bekerja di dalam kita untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita.

I Tesalonika 2:13

2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

 

Berarti kita yakin sepenuh bahwa Allah itu sungguh-sungguh ada. Tidak ada kekuatan di dunia ini yang sanggup menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita. Kalau mungkin ada yang mengaku bisa lewat hipnotis, lewat didikan-didikan, tetapi bersifat sementara, suatu saat bisa berubah menjadi jahat. Hanya kuasa Firman yang sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.

 

Kita harus yakin sungguh-sungguh bahwa Tuhan itu ada. Dulu sebelum beribadah bagaimana hidup kita, lalu setelah mendengar Firman, kita percayai Firman itu adalah perkataan Allah, maka terjadi penyucian dan pembaharuan. Tuhan sungguh-sungguh ada, Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang abstrak, Dia sungguh-sungguh ada!

Ibrani 11:6

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

 

Tuhan itu sungguh ada. Mata jasmani tidak melihat, tetapi dengan mata iman kita melihat, buktinya Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita.

 

2.      Pekerjaan Yesus adalah pekerjaan Bapa.

Di ayat 12 ada 2 macam pekerjaan:

a)      Pekerjaan yang Yesus lakukan yaitu pekerjaan penyelamatan atau penebusan atau penyelesaian dosa. Dosa ini adalah beban terberat, membebani manusia mulai di dunia ini sampai di neraka. Kalau penyakit, begitu meninggal dunia sudah selesai. Masalah apapun di dunia ini, kalau sudah meninggal dunia sudah selesai. Tetapi beban dosa membebani manusia mulai dari dunia sampai di neraka. Sebabnya kita harus percaya pekerjaan Yesus, Dia sanggup menyelesaikan segala dosa. Bukti kita percaya pekerjaan Yesus kita mau menyelesaikan dosa kita, mau mengakui dosa kita kepada Tuhan dan kepada sesama oleh dorongan Firman. Ada pengakuan tetapi oleh dorongan manusia, itu seperti pengakuannya Akhan sehingga hanya mendatangkan hukuman. Biarlah pengakuan kita oleh dorongan Firman, bukan karena sudah terpojok baru mengaku. Akhan sudah kena undi baru mengaku, saya yang mencuri miliknya Tuhan saya sembunyikan di dalam kemahku. Akhirnya Yosua bilang seperti engkau mencelakakan Israel hari ini juga Tuhan akan mencelakakan engkau. Sekeluarga mereka dilempari batu. Mengampuni dosa orang lain dan melupakan juga oleh dorongan Firman.

 

Ini semua tergantung iman percaya kita. Kalau kita percaya Firman itu perkataan Allah maka kita tidak mengamuk, kita bisa menerima ketika Firman menyatakan dosa kita, sehingga kita didorong oleh Firman untuk mengakuinya kepada Tuhan dan kepada sesama. Setelah mendapat pengampunan kita tidak melakukan lagi. Kalau kita marah ketika Firman menyatakan dosa, berarti kita tidak percaya Firman itu perkataan Tuhan. Kita anggap itu hanya perkataan manusia, apalagi kalau berperasangka buruk, ada yang lapor, ada yang kasih tahu bapak gembala ini makanya saya ditembak dari mimbar.

 

Saya juga ketika laporan masuk si anu begini, menyampaikan Firman harus murni, jangan mau tembak-tembak dia. Biar Firman itu dari Tuhan, Firman yang murni sehingga bisa menolong kehidupan yang sudah jatuh di dalam dosa.

 

Segala yang hebat di dunia ini tidak bisa menyelesaikan dosa, hanya kuasa Firman, kuasa Korban Kristus, kuasa darah Yesus.

 

b)      Pekerjaan yang lebih besar dari yang Yesus kerjakan. Pekerjaan yang lebih dari pekerjaan penyelamatan, apa itu? Itulah pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Yesus menyelamatkan kita manusia berdosa supaya dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Pekerjaan ini dipercayakan kepada kita yang percaya. Kita percaya kepada Yesus, kepada FirmanNya, kepada pekerjaanNya. Kita sudah mengalami penyelamatan, mengalami pengampunan dosa, mengalami kelepasan dari dosa, maka kepada kita Tuhan percayakan pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Ayo kita aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah.

 

Bagaimana melayani Tuhan yang benar. Kita melayani Tuhan yang suci, sementara kehidupan kita adalah kehidupan yang masih banyak kelemahan dan kekurangan. Tidak semua pelayanan diterima Tuhan. Kain dan Habel sama-sama melayani, Kain ditolak, Habel diterima. Akan ada pemisahan antara orang beribadah dan tidak beribadah. Tetapi lebih dahsyat lagi pemisahan, orang beribadah dan orang yang beribadah juga akan dipisah. Sebab itu kita belajar dari Alkitab bagaimana melayani Tuhan yang benar.

Lukas 17:7-10

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

 

Bagaimana melayani Tuhan yang benar? Harus melayani dengan berikat pinggang.

Yesaya 11:5

11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Melayani dengan berikat pinggang = melayani dengan benar dan setia. Banyak orang sudah setia tetapi tidak benar. Ada orang yang hebat pelayanannya, setia tetapi tidak benar.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Roma 10:1-3

10:1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

 

Ada orang yang giat beribadah melayani tetapi tidak benar. Makanya kebenaran ditaruh urutan pertama baru setia.

 

Melayani dengan benar artinya:

1)      Melayani sesuai Firman. Apa yang diatur oleh Firman jangan kita rombak.

Ikuti sesuai Firman.

2)      Melayani sesuai jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan.

3)      Melayani dengan ditandai kelepasan, kemerdekaan dari segala ikatan! Ikatan dosa, ikatan dunia dan ikatan daging.

Yohanes 8:32

8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

 

Tidak ada lagi ikatan, apalagi ikatan dosa. Kalau ada ikatan dosa suatu saat akan menoleh ke belakang, kembali pada hidup yang lama! Mungkin di awal kelihatan hebat luar biasa, tetapi suatu saat menoleh ke belakang. Kalau sudah ada kelepasan baru bisa setia sampai garis akhir.

 

Yesus menunjukan pelayanan yang benar:

1.      Lukas 17:7

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

 

Membajak artinya menyediakan tanah hati yang baik untuk ditanami benih Firman. Kita bisa melayani hebat di mata manusia, hebat main musik, menyanyinya bagus, kalau khotbah fasih lidah, tetapi yang utama hati ini harus ditanami Firman, jangan kosong! Melayani Tuhan itu terutama hati harus ditanami benih Firman sehingga pelayanan kita sesuai kehendak Tuhan, pelayanan kita bisa berkenan. Karena Firman itu adalah komando pelayanan kita. Firman itu kepala, pada mulanya adalah Firman, gerak tubuh dikomando oleh kepala. Kalau ada pendarahan sedikit saja di otaknya, tidak bisa bergerak, stroke.

 

Begitu juga kenapa pelayanan jadi amburadul? Karena hatinya kosong dari Firman. Tidak ada benih Firman ditabur di hatinya. Setiap pemberitaan Firman, pikirannya mengembara ke mana-mana, hatinya keras sehingga Firman tidak tertanam di hatinya. Rasul Paulus katakan buka hatimu selebar-lebarnya, gemburkanlah tanah hati sehingga benih Firman masuk. Pelayanan yang terbaik adalah mendengar dan melakukan Firman, seperti yang dilakukan Maria, duduk di kaki Tuhan mendengar Firman. Marta sibuk melayani tetapi dicela oleh Tuhan, yang dipuji pelayanan Maria. Bisa sibuk bekerja melayani apa saja, tetapi kalau tidak ada Firman di hati, Tuhan tidak puji, malah Tuhan cela.

II Korintus 6:11-13

6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.

6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.

6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

 

Saat-saat penaburan benih Firman buka hati, lembutkan hati.

Yakobus 1:21

1:21  Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Harus ingat, jangan asal menerima penaburan benih. Ada ketentuannya bahwa tanah itu hanya boleh ditaburi dengan 1 jenis benih. Artinya hanya boleh mendengar 1 Firman pengajaran yang benar, jangan ajaran campur. Yang tertulis dalam Alkitab, yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, yang tajam mengoreksi nikah, yang diberitakan dengan maksud murni dan yang dipraktekan.

 

Imamat 19:19 (Perikop:Kudusnya hidup)

19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

 

Kudusnya hidup, jadi kalau ajaran campur, kekudusan hilang. Apalagi kalau Firman sudah dicampur dengan adat istiadat. Yesus katakan setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa akan dicabut sampai ke akar-akarnya. Adat istiadat nenek moyang yang menyangkut soal keselamatan jangan dicampur! Sampaikan Firman saja. Dulu sebelum nenek moyang kita mengenal Yesus memang diatur oleh adat istiadat.

Sesudah menerima Yesus sekarang kita diatur oleh Firman pengajaran yang benar. Hati ini hanya boleh ditaburi oleh 1 jenis benih. Ini yang mengontrol pelayanan kita.

 

Kalau tanah hati ditaburi dengan 1 jenis benih Firman, maka ada harapan untuk bertumbuh dan berbuah. Apa yang dibutuhkan menanti buah? Kesabaran!

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Hanya itu yang boleh ditanam di hati kita, Firman pengajaran yang benar. Untuk menanti buah, tentu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Jadi kita jangan langsung menghakimi orang ‘dia itu sudah lama dalam pengajaran, begitu terus kelakuannya’. Sebagai gembala juga kalau jemaat belum menghasilkan buah, jangan marah-marah. Sampaikan Firman pengajaran dengan kesabaran, ditambah ekstra bergumul. Seperti pohon ara yang tumbuh di dalam kebun anggur, belum berbuah, dipupuk. Tunggu tahun depan, kalau belum berbuah nanti Tuhan yang tebang. Jadi jangan gembala yang pecat. Jangan usir-usir jemaat. Kalau dia tidak berbuah sampai waktunya Tuhan, Tuhan yang tebang! Yudas tidak berbuah, Tuhan yang pecat.

 

Pendeta Pong mengatakan kalau saya mau pecat orang saya lebih dulu pecat diri saya sebab saya juga banyak kekurangan. Sabar menyampaikan pengajaran, tunggu sampai waktunya Tuhan, pasti berbuah. Selama dia masih ada dalam penggembalaan, ada harapan untuk berbuah. Ada Firman diulang-ulang, ada doa penyahutan dari gembala supaya berbuah.

 

2.      Menggembalakan. Artinya tekun dalam penggembalaan. Baik gembala, juga jemaat tekun dalam penggembalaan. Jangan melayani hebat tetapi tidak tergembala. Tuhan tidak lihat hebatnya kita melayani, yang Tuhan lihat ketekunan kita dalam penggembalaan. Makanya poin pertama membajak baru bisa menggembalakan. Tergembala itu soal hati, kalau hati nurani sudah baik pasti tergembala. Gembala yang punya hati nurani yang baik, tekun memberi makan sidang jemaat. Jemaat yang hati nuraninya baik pasti tekun dalam penggembalaan dan bisa makan Firman Tuhan.

 

3.      Melayani majikan. Artinya melayani Yesus secara pribadi lewat doa penyembahan. Semua pelayanan harus memuncak pada doa penyembahan. Membajak dan menggembalakan itu di ladang. Melayani majikan itu di rumah. Jadi doa penyembahan itu pelayanan pembangunan rumah Tuhan yang rohani. Jika tekun dalam doa penyembahan pasti bisa melayani dalam rumah tangga dengan baik. Pengalaman kami dalam rumah tangga, kalau penyembahan kering, pelayanan dalam rumah tangga juga ada-ada saja hal yang mengganggu. Tetapi kalau penyembahan baik, sehari itu aman, tenang rumah tangga. Suami tidak gampang terpancing emosi, isteri tidak gampang meraju. Kalau salah satu dari kami sudah menyembah, yang lain langsung datang menyelesaikan. Penyembahan ini yang menentukan kita melayani dalam rumah tangga baik atau tidak. Anak-anak kalau tidak tahu menyembah, jadi tukang membantah, melawan. Orang tua baru satu kalimat, dia sudah seribu kalimat. Tetapi kalau suka menyembah, aman. Cepat sadar, minta ampun.

 

Doa penyembahan itu pelayanan kasih. Bagaimana mau melayani dengan kasih dalam nikah kalau penyembahan kita sulit sekali.

 

Tanda pelayanan kasih:

a)      Tidak egois. Sudah lapar, haus, malah disuruh melayani makan minum tuannya. Sebenarnya dia butuh makan dan minum tetapi disuruh layani dulu majikannya. Tidak egois, tidak mementingkan diri, tetapi mementingkan Tubuh Kristus. Ingat, Tubuh Kristus itu mulai dari nikah. Kalau saya dengan isteri tengkar, hancur Tubuh Kristus. Kalau saya bantah suami berarti saya memecah belah Tubuh Kristus. Kalau saya kasar sama isteri, berarti memecah belah tubuh Kristus. Tetapi sudah sakit hati. Yah kita jangan egois, jangan pentingkan perasaan daging kita, dimatikan itu! Itulah penyembahan, kita tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri tetapi mementingkan Tubuh Kristus.

 

b)      Tidak menggunakan kebenaran diri sendiri tetapi kebenaran Firman. Jangan ada kebenaran diri sendiri, mulai dari dalam rumah tangga. Saya begitu dengan isteri, saya bilang saya benar, dia juga bilang benar, kebenaran diri sendiri, pisah! Tetapi begitu ingat kebenaran Tuhan, Yesus sudah mati di kayu salib, selesaikan dosa, akui, bereskan dosa, bisa berangkulan.

 

c)      Tidak menuruti kehendak sendiri, tetapi menuruti kehendak Tuhan.

 

d)      Tidak menuntut hak, Hanya melakukan kewajiban. Kewajiban isteri tunduk kepada suami. Kewajiban suami mengasihi isteri, jangan kasar, nanti hak kita Tuhan sediakan. Dalam penggembalaan juga begitu, jangan banyak menuntut, lakukan saja kewajiban masing-masing. Lakukan dulu kewajiban baru dapat haknya.

 

I Korintus 7:2-3

7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

 

Jangan egois, jangan ada kebenaran diri sendiri, jangan menuruti kehendak sendiri tetapi turuti kehendak Tuhan dan jangan menuntut. Hanya melakukan kewajiban. Maka pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, pelayanan kita diterima dan ada hasil Tuhan berikan kepada kita.

 

Hasilnya:

1.      Engkau boleh makan dan minum. Artinya urusan makan minum kita, urusan kebutuhan hidup kita sehari-hari adalah urusannya Tuhan. Tuhan yang mengatur untuk kebahagiaan kita, Tuhan yang bertanggung jawab atas hidup kita. Urusan kita memuliakan Tuhan, membajak, menggembalakan, melayani Tuhan, menyembah Tuhan. Bukan berarti kita masa bodoh, tidak usah bekerja. Artinya Tuhan sanggup menyediakan segala yang kita butuhkan. Saat butuh Tuhan adakan. Ketika belum butuh, tidak ada juga.

 

2.      Yesaya 49:3-4

49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

 

Hak dan upah kita terjamin di tangan Tuhan. Hati-hati kita yang sudah menerima hak sulung bisa diambil oleh Tuhan.

 

Hak sulung yaitu:

a)      Hak untuk menikah menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

b)      Hak mewarisi Kerajaan Sorga, layak masuk Kerajaan Sorga.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar