20251001

Kebaktian Pendalaman Alkitab Kisah Para Rasul, Rabu 1 Oktober 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:1-5

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya "telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

 

Kisah Para Rasul dan Injil Lukas ditulis oleh tabib Lukas dan ditujukan kepada Teofilus yang artinya kekasih Tuhan. Yang dituliskan oleh Lukas adalah apa yang dikerjakan dan diajarkan Yesus. Yang dikerjakan oleh Yesus adalah perintah dari Allah Bapa. Jadi Yesus memberikan teladan kepada kita untuk taat kepada Firman Tuhan. Kitab ini ditujukan kepada Teofilus yang artinya kekasih Tuhan. Jadi kalau kita taat pada Firman Tuhan kita menjadi kekasih Tuhan untuk nanti menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Ketaatan dikaitkan dengan angka 40. Angka 40 adalah angka penamatan daging. Musa berpuasa 40 hari, Yesus berpuasa 40 hari untuk mematikan daging, hujan turun di bumi di zaman Nuh juga selama 40 hari, jadi angka 40 menunjuk penamatan daging. Selama 40 hari Yesus berulang-ulang menampakan diriNya kepada murid-muridNya. Dari sini kita akan belajar bagaimana praktek ketaatan pada Firman Tuhan. Ada 4 hal yang Yesus lakukan waktu Dia menampakan diri kepada murid-muridNya dalam waktu 40 hari.

1.      Lukas 24:38

24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

 

Yesus membuktikan bahwa Ia hidup supaya murid-muridNya tidak lagi ragu dan tidak lagi tidak percaya. Jadi orang yang taat pada Firman, tidak ragu terhadap kebangkitan Yesus. Kadang kita mengaku orang Kristen, kita percaya Yesus telah mati dan bangkit. Tetapi dalam praktek hidup sehari-hari, sebenarnya ragu, bahkan tidak percaya pada kebangkitan Yesus.

 

Apa bukti kita betul-betul percaya pada kebangkitan Yesus?

Lukas 24:39-43

24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

 

a)      Buktinya kita bisa melihat tangan Yesus yang berlubang paku. Tangan ini untuk pelayanan, dipaku menunjuk pengorbanan Yesus. Jadi melihat tangan Yesus yang berlubang paku artinya melayani Tuhan dengan rela berkorban apa saja. Tidak takut untuk berkorban apa saja, seperti Yesus rela tanganNya dipaku. Kita korban waktu, tenaga, harta, pikiran dan perasaan, sampai seluruh hidup kita! Ini berarti kita melayani dalam tahbisan yang benar. Tahbisan artinya menyerahkan sama sekali.

Keluaran 29:1-3

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

29:2 roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.

29:3 Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu.

 

Kita melayani bukan mencari keuntungan jasmani atau meminta, tetapi melayani dengan berkorban apa saja. Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan berkorban.

 

Orang yang percaya bahwa Yesus hidup dibuktikan dengan mau melayani Yesus dengan sungguh-sungguh disertai pengorbanan-pengorbanan.

 

b)      Melihat kaki Yesus yang berlubang paku. Kaki itu pendirian. Artinya punya pendirian teguh atas kebenaran Firman. Tidak mudah digoyahkan oleh kesenangan dunia, oleh dosa-dosa bahkan oleh ajaran-ajaran palsu. Kalau Firman bilang A, itu yang dia lakukan. Kalau B, itu yang dia kerjakan. Ada kesenangan dunia mau mengoyahkan, kita tidak mau, tetap berdiri pada kebenaran Firman. Ada dosa mau menggoyahkan, tidak bisa! Ajaran-ajaran palsu mau menggoyahkan, tidak bisa, sebab punya pendirian yang teguh sekalipun harus menderita, seperti kaki Yesus yang dipaku.

Yesaya 51:7

51:7 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

 

Sekalipun karena kebenaran Firman kita diaibkan, kita dinista, kita menderita, tetap tidak tergoyahkan pendirian kita. Itu orang yang percaya bahwa Yesus bangkit, bukan hanya di mulut tetapi betul-betul ada bukti nyata dia berdiri teguh di atas kebenaran Firman. Tidak tergoyahkan oleh apapun sekalipun menghadapi sengsara.

 

c)      Yesus katakan Aku bukan hantu, hantu tidak punya daging dan tulangnya.

Apa maksudnya perkataan ini?

Kejadian 2:22-24

2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

 

Isteri adalah daging dan tulangnya suami. Jadi dengan perkataan Yesus, Aku bukan hantu yang tidak punya daging dan tulang, berarti Yesus tampil sebagai suami, sebagai Mempelai Pria Sorga, Dia rindu mendapatkan kita sebagai Mempelai WanitaNya.

Efesus 5:30,32

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya (daging dan tulangnya).

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

 

Jadi bukti kita percaya kebangkitan Yesus, kita punya kerinduan untuk menjadi mempelai wanita Tuhan. Sehingga mau dimandikan/disucikan oleh air Firman pengajaran yang benar.

Efesus 5:25-27

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Yang memandikan adalah Yesus, jadi kita tidak mandi sendiri. Untuk dimandikan harus ditanggalkan pakaiannya, harus ditelanjangi. Inilah pekerjaan penyucian oleh air Firman pengajaran yang benar. Seringkali seperti mempermalukan kita, menelanjangi segala kekurangan dan dosa kita! Tetapi karena kita punya kerinduan untuk jadi Mempelai maka kita tidak marah, tidak melawan, kita mau dimandikan. Jadi biar kita dibolak balik ditelanjangi, ditanggalkan pakaian kita, terima supaya kita bersih. Setelah itu akan dikenakan pakaian pesta.

Zakharia 3:3-4

3:3 Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu,

3:4 yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

 

Yosua ini Imam Besar, masih ada kotornya! Kami hamba Tuhan masih ada kekurangannya, perlu mandi Firman pengajaran. Pakaian kotornya ini ditanggalkan pakaiannya. Bukan dia yang menanggalkan sendiri pakaiannya tetapi ada yang disuruh menanggalkan. Ada yang melayani, jemaat dilayani oleh hamba Tuhan, kami hamba Tuhan dilayani di dalam persekutuan, ada hamba Tuhan yang dipercaya untuk menyampaikan Firman Tuhan. Jangan marah kalau dicopot pakaian kita, rasanya seperti dipermalukan. Harga diri kita, kebanggaan, semua harus ditanggalkan.

 

Tentu setelah ditanggalkan, tidak langsung berpakaian pesta, pasti mandi dulu. Seperti Rut sebelum bertemu Boas, dia mandi, dia berpakaian, dia berurap. Inilah kehidupan yang percaya bahwa Yesus bangkit. Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan, Dia Mempelai Pria Sorga. Kalau kita percaya Yesus bangkit, Dia mempelai Pria Sorga, bawalah diri kita untuk dimandikan, disucikan oleh air Firman pengajaran yang benar. Jangan marah, terima penyucian itu.

 

d)      Memberi Yesus ikan goreng untuk dimakan. Artinya kita harus tahu selera Yesus. Selera Yesus:

1)      Yesus makan ikan goreng, bukan ikan mentah. Artinya kita tidak boleh mempertahankan bau amis kedagingan kita. Baik itu keinginan daging, hawa nafsu daging, ambisi daging, perbuatan daging, tabiat daging, semua yang berbau daging harus ditanggalkan. Kita harus rela masuk dalam proses pematangan rohani. Memang sakit untuk daging kita tetapi mau dimatangkan. Banyak proses dari Tuhan untuk bisa matang rohani kita.

 

2)      Yohanes 4:34

4:34  Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

 

Jadi arti memberi Yesus ikan goreng adalah kita melayani dengan taat dan setia sampai garis akhir. Usia boleh bertambah tetapi kesetiaan tidak kendor, tidak berhenti di tengah jalan.

 

2.      Yesus berulang-ulang berbicara tentang kerajaan Sorga. Apa itu kerajaan Sorga.

Keluaran 25:9,40

25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

25:40 Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

 

Dulu Tuhan menyuruh Musa membuat Tabernakel menurut contoh yang sudah Tuhan perlihatkan. Apa contohnya?

Ibrani 8:5

8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

 

Jadi Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat miniatur kerajaan Sorga di bumi, itulah Tabernakel. Di dalamnya ada Tabut Perjanjian berisi 2 loh batu. Tuhan perintahkan Musa buat menurut contoh di dalam Kerajaan Sorga.

 

Tabernakel secara jasmani sudah hancur, tetapi sekarang dalam wujud pengajarannya. Ini yang kita terima dan dibuka rahasianya kepada kita. Pengajaran Tabernakel adalah pengajaran Alkitabiah yang menerangkan rencana keselamatan Allah bagi umatNya, di mana sasarannya adalah membawa umatNya menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Mulai dari pintu gerbang, kita percaya Yesus dan diselamatkan. Mezbah korban bakaran itu adalah pertobatan. Bejana pembasuhan itu baptisan air. Pintu kemah, baptisan Roh Kudus. Ruangan suci, kita tergembala, tekun 3 macam ibadah. Pintu tirai itu perobekan daging. Baru bisa mencapai ruangan maha suci, kesempurnaan, Tabut Perjanjian yang menyatu dengan Yesus Mempelai Pria sorga, tutupnya, kita masuk di Yerusalem Baru. Tabernakel jasmani sudah hancur, sekarang pengajarannya yang harus kita terima dan praktekan.

 

Dalam Tabut Perjanjian ada 2 loh batu yang berisi hukum kasih. Tabernakel tanpa 2 loh batu, kosong. 2 loh batu kalau tidak ada Tabernakel mau ditaruh di mana. Keduanya ini berkaitan erat, suatu kesatuan. Semua sudah hancur, sekarang menunjuk pengajaran Mempelai, yaitu pengajaran Alkitabiah yang menerangkan hubungan Tuhan dengan umatNya berdasarkan pengajaran Tabernakel. Yang memuncak pada hubungan mempelai yaitu Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja sebagai Mempelai WanitaNya.

 

Keduanya disebut Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Ada di dalam alkitab berarti milik semua gereja, tinggal kita mau menerima atau tidak.

 

Ini yang Yesus lakukan selama 40 hari, Dia berulang-ulang mengajar kerajaan Sorga, mengajar Tabernakel. Sekarang yang kita terima Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Istilah berulang-ulang ini supaya kita mengerti dan yakin sungguh. Jadi orang yang taat pada Firman, dia tidak ragu akan pengajaran ini, punya keyakinan iman akan Kabar Mempelai. Ini yang akan membawa saya untuk bertemu Yesus, masuk kerajaan 1000 tahun damai sampai kerajaan Sorga.

 

Kalau ini ajaran palsu, ajaran sesat, tidak akan bertahan sampai sekarang. Ini ilham Tuhan yang Tuhan percayakan kepada Pdt. Van Gessel pada tahun 1935. Sekarang sudah 2025 sudah 90 tahun. Apalagi kita sudah menikmati lawatannya, hidup kita sudah diubahkan, nikah kita sudah ditolong, pelayanan kita sudah ditolong, jangan kita ragukan!

 

Disebut berulang-ulang, ini juga menunjukan pemberitaan Firman dalam sistem penggembalaan. Firman itu diulang tetapi ada pembukaan yang baru. Kita terima pengajaran Tabernakel sehingga ibadah kita tidak ngawur, ada polanya. Seandainya tidak ada pola memang akan kacau! Kalau ada pola maka ibadah kita adalah ibadah yang berkenan kepada Tuhan.

Ibrani 12:28

12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Bagaimana itu ibadah yang berkenan kepada Tuhan, tanda-tandanya seperti apa?

a)      Roma 14:17-18

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

14:18  Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

 

Tanda ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah bukan soal makan minum. Artinya bukan untuk mencari perkara jasmani tetapi untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kalau ibadah kita mencari, itu sama seperti orang yang membawa sesajian ke atas gunung ‘mbah tolong aku mbah’. Itu bukan ibadah kerajaan sorga tetapi ibadah kerajaan maut. Kita persembahkan mulai perkara kecil yaitu harta, kita persembahkan waktu, tenaga, sampai mempersembahkan seluruh hidup kita. Ini ibadah yang berkenan kepada Tuhan, sesuai pola kerajaan Sorga.

 

b)      Di dalamnya ada kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1)      Kebenaran adalah Firman yang menyucikan. Jadi dalam ibadah ada Firman yang menyucikan.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Dalam Tabernakel itu terkena pada meja roti sajian. Ada 12 roti yang disusun menjadi 2 susun, setiap susun 6 roti. Kalau ditaruh angka di atasnya 6 6, kita baca 66. Sesuai Alkitab ada 66 kitab. Ini Firman yang murni yang bisa menyucikan kita, Firman yang tertulis di dalam Alkitab, bukan yang dari logika manusia. Tetapi yang betul-betul tertulis dalam Alkitab dan Tuhan nyatakan pembukaan rahasia FirmanNya.

 

Jadi kebenaran ini berarti kita bersekutu dengan Yesus dalam Firman pengajaran dan korbanNya. Itulah ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Jangan takut jemaat menjadi lebih pintar dari gembala. Justru kalau jemaat semakin mengerti Firman akan semakin tunduk dan taat pada Firman Tuhan. Kalau ada Firman dia menjadi gandum yang menunduk, kalau tidak ada Firman menjadi lalang.

 

2)      Damai sejahtera ini menunjuk ketekunan di dalam doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasih, sumber damai sejahtera. Dalam Tabernakel ditunjukan dengan alat mezbah dupa emas.

 

3)      Sukacita oleh Roh Kudus. Ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Dalam Tabernakel ditunjukan dengan alat pelita emas.

 

Dulu jemaat mula-mula, 3 macam ketekunan ini mereka lakukan. Sekarang kita jemaat hujan akhir juga kerjakan. Inilah ibadah pola kerajaan Sorga, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Terapkan 3 macam ibadah pokok di situ kita bersekutu dengan Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan sumbernya kegoncangan. Makanya tadi disebut ibadah dengan sistem kerajaan yang tidak tergoncangkan. Setan itu yang menggoncang, dia goncang nikah, goncang ekonomi, goncang kesehatan. Kalau kita tidak melekat pada Allah Tritunggal, bisa dijamah setan sehingga mulai goncang ini, goncang itu. Akhirnya keluar karena goncang, sebab tidak melekat pada Allah Tritunggal.

 

Terpisah sebentar saja setan bisa masuk menimbulkan kegoncangan. Contohnya ketika Yesus naik ke gunung untuk berdoa, apa yang terjadi di kaki gunung? Kegoncangan! Ada anak dirasuk roh bisu tuli, gila babi, goncang di kaki gunung. Banyak orang berkumpul tetapi tidak bisa menolong anak itu.  Nanti Yesus turun baru tertolong.

 

Ketekunan ini jangan dianggap enteng. Mulai mengabaikan, mulai membiasakan diri menjauh dari pertemuan ibadah itu sudah membuka celah, setan masuk!  Makanya saya bergumul ekstra, apalagi kalau ada kaum muda datang izin om saya mau kerja atau sekolah di sana nanti saya tergembala secara online. Itu pergumulan ekstra. Sekali dia lengah, 2 kali lengah, abaikan 3 macam ibadah, ada celah setan masuk menimbulkan kegoncangan. Orang tua goncang mendengar anak sudah seperti itu. Gembala juga jadi pusing.

 

Jangan buka celah, jangan beri kesempatan kepada setan. Setan selalu mencari kesempatan untuk menyerang balik. Yesus sudah menang atas pencobaan, tetapi setan masih mencari kesempatan.

Lukas 4:13

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

 

Kapan waktu yang baik bagi iblis? Saat lengah dalam penggembalaan. Bapak ibu yang punya anak kuliah atau kerja di tempat lain, harus selalu dipantau. Selama masih berada dalam pengawasan orang tua, harus diingatkan. Bahkan setelah menikah tidak salah kalau diingatkan. Sebab bahaya kalau kita lengah, ada waktu bagi setan untuk masuk. Dari pada nanti kita menangis, menyesal, lebih baik sekarang kita cerewet demi keselamatan anak-anak kita. Syukur kalau masih bisa tertolong, bagaimana kalau sudah hancur!

 

Tidak usah kita gelisah akan kebutuhan kita. Nanti kalau tekun 3 macam ibadah pokok terlalu tersita waktuku, tidak bisa kuliah, tidak bisa kerja, tidak bisa ini, tidak bisa itu. Ketekunan itu kebutuhan utama kita, ketekunan di dalam penggembalaan.

Ibrani 10:36-37

10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

 

Dalam ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, sudah tercakup segala kebutuhan kita. Domba masuk kandang, makanan dia dapat dalam ibadah pendalaman Alkitab, minuman dia dapat dalam ibadah raya, ada air Roh Kudus. Udara segar dia dapat di dalam ibadah doa penyembahan. Kalau yang rohani dapat, masa yang jasmani tidak Tuhan sanggup sediakan. Sudah terkandung semuanya, kita temukan semuanya di dalam penggembalaan.

 

Setan saja mengakui penggembalaan itu tempat yang terbaik. Firaun gambaran setan. Firaun akui Gosyen itu daerah terbaik di Mesir. Gosyen itu daerah penggembalaan, menunjuk penggembalaan. Terbaik di Mesir berarti terbaik di dunia. Kita dapatkan semuanya di situ. Bukan berarti masa bodoh dengan pekerjaan, pekerjaan ditinggal begitu saja untuk beribadah. Tetap kita bekerja namun berupaya untuk bisa beribadah maka Tuhan pasti buka jalan. Mari kita berupaya untuk bertekun di dalam penggembalaan.

 

c)      Ibrani 12:28

12:28b marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Beribadah dengan hormat dan takut akan Tuhan. Bukan takut kepada gembala, kalau ada gembala sungguh-sungguh beribadah, kalau tidak ada gembala seperti kucing pergi tikus menari-nari. Beribadah dengan hormat dan takut akkan Tuhan sama dengan beribadah melayani Tuhan dengan kekuatan urapan Roh Kudus.

Yesaya 11:1-3

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

 

Periksa ibadah kita selama ini, kekuatannya apa? Urapan Roh Kudus atau daging! Ada 4 akibatnya beribadah melayani dengan kekuatan daging:

1)      Menjadi pembunuh seperti Musa. Dia pangeran, dia rasa punya kedudukan, dia punya jabatan, dia orang berpengaruh. Dia coba melayani 2 orang, ada orang Mesir memukul orang Israel, karena pakai kekuatan daging dia membunuh, dia gagal! Kalau pakai kekuatan daging menjadi pembunuh seperti Musa. Artinya dalam pelayanan muncul kebencian-kebencian, kepahitan hati, kedengkian. Sampai Musa menyembunyikan mayat di dalam pasir. Artinya menyembunyikan kebusukan-kebusukan. Memang kelihatan hebat bermain musik, singer bagus suaranya, hebat kalau dia yang memimpin pujian, punya keahlian, tetapi kekuatan daging. Akibatnya jadi pembunuh seperti Musa.

 

2)      Menjadi penyangkal seperti Petrus. Waktu Yesus mengingatkan murid-muridNya, ada Petrus juga di situ ‘gembala akan dibunuh, domba akan tercerai berai, kamu semua akan tergoncang imannya’. Petrus tampil dengan kekuatan dagingnya ‘biar mereka semua tergoncang imannya, aku tidak!’. Dia merasa hebat. Yesus bilang ‘sebelum ayam berkokok 2 kali engkau telah menyangkal Aku 3 kali. Petrus menjawab aku akan memberikan nyawaku kepadaMu. Itu kekuatan daging, ujung-ujungnya menyangkal.

 

3)      Menjadi pencuri seperti Yudas! Tidak ada urapanNya, dia mencuri miliknya Tuhan.

 

4)      Ibadahnya menjadi urakan, tidak tertib, tidak teratur.

I Korintus 14:39-40 (Peraturan dalam pertemuan jemaat)

14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

 

Biarlah kita melayani dengan urapan Roh Kudus. Itulah tanda ibadah dalam pola kerajaan Sorga.

 

3.      Yesus mengangkat Petrus sebagai gembala.

Yohanes 21:15-17

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

 

Penggembalaan adalah tempat untuk memelihara kasih, jangan menjadi dingin. Petrus sudah sempat dingin kasihnya, sampai 3 kali dia menyangkal Yesus. Makanya 3 kali Yesus bertanya tentang kasih kepada Petrus karena Petrus sudah dingin kasihnya. Petrus menyangkal Yesus berarti dalam diri Petrus ada roh antikristus.

I Yohanes 2:22

2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

 

Antikristus itu digambarkan dengan binatang buas. Petrus menyangkal lewat perkataan, berarti lidah Petrus adalah lidah buas. Orang yang dingin kasihnya lidahnya buas. Apa yang keluar dari mulut itu dari hati. Mengapa lidah Petrus buas? Karena hatinya kosong dari Firman.

Markus 14:27-29

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

14:29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."

 

Petrus kosong dari Firman, ketika Firman disampaikan malah dia sanggah, dia lawan!

Markus 14:30-31

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

14:31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lain pun berkata demikian juga.

 

Yesus sampaikan Firman lagi, disanggah lagi oleh Petrus! Jadi mengapa lidah jadi buas? Karena hati kosong dari Firman, Firman datang dia bantah terus. Kalau sudah membantah Firman mulai merasa lebih hebat dari orang lain, mulai merendahkan orang, menghina pemakaian Tuhan pada orang lain, sampai merasa kuat menghadapi kegoncangan. Antikristus salah satu dari trio setan. Jadi kalau kehidupan itu sudah dingin kasihnya, maka lidahnya akan dikuasai oleh trio setan binatang buas.

 

Periksa apakah mulut kita ini mulut yang bertobat, yang baik atau yang buas, tidak terkendali?

a)      Mulut dikuasai roh jahat dan roh najis sehingga perkataannya perkataan yang jahat dan najis!

b)      Dikuasai nabi palsu sehingga mengeluarkan perkataa dusta, perkataan yang munafik, termasuk mengajarkan ajaran palsu. Kami pendeta khotbah ajaran palsu, itu berarti tampil di belakang mimbar sebagai binatang buas! Ngeri, domba-dombanya Tuhan nanti habis dimakan. Makanya kita belajar dari Kisah Para Rasul ini apa yang dikerjakan itu yang diajarkan, supaya tidak palsu! Gembala mengajarkan apa yang dia praktekan, jemaat teliti apa yang dia dengar dari gembala. Jangan sampai ternyata yang tampil di belakang mimbar adalah binatang buas. Penampilan seperti anak domba tetapi suaranya suara naga, ini kepalsuan!

c)      Dikuasai antikristus sehingga mengeluarkan perkataan hujan. Antikristus itu banyak mulutnya, mulut penuh kesombongan dan dia menghujat Tabernakel, menghujat Allah dan menghujat semua yang diam di Sorga. Ini perkataan hujat, yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Kalau sudah menghujat pasti menggosip, memfitnah, ujaran kebencian, itu berarti dikuasai oleh antikristus! Ampuni kalau sempat keluar dari mimbar ini ujaran kebencian, jangan sampai terjadi.

 

Dengan mulut yang dikuasai trio setan seharusnya Petrus binasa tetapi dia masih mendapat kemurahan. Di dalam penggembalaan dia mengalami pemulihkan. Hargailah penggembalaan, disitulah tempat kita mengalami pemulihan, di situ tempat kita diperbaiki. Mungkin kasih kita sudah dingin seperti Petrus, mulut kita mulut yang buas, setiap ngomong hanya menimbulkan huru hara, kekacauan dan sakit hati yang lain. Kalau masih ada dalam penggembalaan, ada harapan untuk ditolong.

 

Seringkali dalam nikah kita mengeluarkan lidah buas, suami mengaum, isteri menggonggong, anak ba kotek, kacaulah dalam rumah tangga. Dalam penggembalaan juga begitu, jemaat berkata-kata yang buas, si anu begini begitu. Apalagi kalau gembalanya yang buas. Dari mimbar bergosip, fitnah orang, menghujat, itu mengerikan!

 

Tetapi Petrus masih mau dipulihkan. 3 kali Yesus bertanya tentang kasih dikaitkan dengan penggembalaan. Ini menunjukan Firman pengajaran dalam 3 macam ibadah pokok sanggup memulihkan kasih yang sudah dingin. Mari kita hargai penggembalaan, di situ kasih kita dipulihkan, tidak lagi dingin tetapi kasih yang membawa kepada Yesus. Istilah dalam Kidung Agung sakit asmara kepada Salomo, ini kita dapatkan dalam penggembalaan.

 

Kidung Agung 1:7; 2:1,16,5

1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.

2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

 

Dalam penggembalan kasih kita dipulihkan sehingga kita sakit asmara dengan Yesus, ada kerinduan besar untuk jumpa dengan Yesus Mempelai Pria Sorga kita. Ayo bawa hidup kita digembalakan.

 

Tanda-tanda menghargai penggembalaan:

a)      Gembala bisa menunaikan tugasnya dengan baik. Apa tugas utama gembala?

1)      Dalam Yohanes 21:15,17 gembalakanlah domba-dombaKu diambil dari terjemahan aslinya Bosco artinya menyediakan makanan bagi domba-dombanya Tuhan. Jemaat adalah domba-dombanya Tuhan, bukan dombanya gembala di bumi. Dalam Yohanes pasal 10 penjaga membuka pintu bagi gembala. Kami gembala di bumi adalah penjaga domba. Gembala Agung yang mengorbankan nyawa bagi domba-domba adalah Yesus. Jadi tidak usah rebutan domba, tidak usah marah-marah kalau ada domba yang pindah sebab itu dombanya Tuhan.

 

2)      Dalam Yohanes 21:16 gembalakanlah domba-dombaKu diambil dari terjemahan aslinya Poimen artinya melawat yaitu membesuk dan mengunjungi yang membutuhkan. Terutama menaikan doa penyahutan.

 

Jemaat tekun makan Firman dan berdoa untuk gembala supaya Tuhan bukakan Firman.

Efesus 6:18-20

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

 

Mari saling mendoakan. Gembala berdoa untuk keselamatan jiwa jemaat, jemaat berdoa supaya Tuhan bukakan Firman. Jadi sirkulasinya tetap ada, ada makanan, ada doa. Tuhan sediakan semua di dalam penggembalaan.

 

b)      Petrus disebut anak Yohanes. Yohanes berasal dari kata Yohanan yang artinya suka mengampuni. Jadi tanda tergembala itu cinta damai, bukan malah perang terus. Selalu memperdamaikan dosa, bukan menambah dosa. Mulai dari gembala. Tidak semua jemaat bisa menerima gembala, tetapi gembala tidak boleh membenci dan mengutuk, semua harus dirangkul.

 

c)      Yohanes 21:18-19

21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

 

Petrus mengulurkan tangannya untuk diikat dan dibawa di tempat di mana dia dieksekusi. Artinya taat pada Firman Tuhan apapun resikonya sampai daging tidak bersuara lagi. Ini orang yang menghargai penggembalaan, mulai dari gembala taat, jemaat taat, daging tidak bersuara lagi. Bagaikan anggur sudah diperas menjadi air anggur, ditaruh di wadah dan bisa dinikmati. Kalau daging kita masih besar tidak bisa menyatu. Kalau sudah bisa taat, terjadi penyatuan.

 

4.      Yesus melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem. Yerusalem itu kota damai. Jadi orang yang taat pada Firman selalu berusaha menjaga hati tetap damai sejahtera, tidak ada dosa, kepahitan, kecewa, putus asa, kekuatiran, buang semua! Berarti dia mengejar kekudusan sebab damai dan kudus tidak bisa dipisah. Kita kejar kekudusan sehingga kita bisa memandang Tuhan waktu Yesus datang kembali.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Hal-hal yang membuat kita tidak damai ayo segera selesaikan. Mungkin sore ini kita datang beribadah ada hal-hal yang membuat kita tidak damai, entah itu dosa atau ada kepahitan hati, ada kedengkian, ada kekuatiran, kekecewaan, putus asa, mari selesaikan. Berusahalah hidup damai, kejarlah kekudusan maka kita bisa memandang Tuhan. Bagaimana caranya untuk bisa hidup damai dan hidup dalam kekudusan? Harus banyak tersungkur menyembah Tuhan. Saat hati terganggu mari menyembah. Ada kekecewaan, ayo sembayang. Ada kepahitan hati, mari kita curahkan semua di kaki Tuhan. Tuhan sumber damai sejahtera yang akan memberikan kita kedamaian.

 

Kalau hati kita sudah damai, kemudian kita hidup dalam kekudusan maka Roh Kudus mengambil alih seluruh hidup kita. Berarti suara daging sudah mati total, tidak ada lagi. Dalam terang Tabernakel Kisah Para Rasul pasal 1 terkena mahkota 12 bintang di atas kepala Mempelai Wanita Tuhan, itulah Roh Kudus yang permanent. Roh Kudus menguasai hidup kita, mengambil alih seluruh hidup kita. Waktu Yesus datang kita bisa menyambutNya sebab daging sudah mati total.

 

Di depan ada perjamuan suci, ketika kita merasa menderita untuk mematikan daging kita, pandang korban Kristus! Yesus sudah memberikan teladan, Dia sampai mati di kayu salib, Yesus mati sungguhan dan Dia bangkit dalam tubuh kemuliaan. Kita mematikan suara daging kita maka kita diubahkan dalam tubuh kemuliaan. Mempelai Wanita yang siap menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.

Roma 8:13

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar