Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:1-3
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Yohanes pasal 14 secara keseluruhan terbagi 3 bagian:
1. Ayat 1-9 Perjanjian di dalam pengharapan. Ada perjanjian dari Tuhan kepada kita dan dari kita ada pengharapan akan janji itu.
2. Ayat 10-14 Perjanjian di dalam iman atau percaya.
3. Ayat 15-31 Perjanjian di dalam kasih.
Kita bahas bagian pertama, perjanjian dalam pengharapan. Di sini Yesus menjanjikan bahwa akan membawa kita masuk di dalam kerajaan Sorga, ke tempat di mana Yesus berada. Ini merupakan hubungan tererat antara kita dengan Tuhan, di mana Yesus sebagai Kepala berada di situ kita tubuhnya berada = hubungan Mempelai. Sekarang ini Tubuh Kristus belum terbentuk, buktinya kita masih ada di dunia ini. Kalau Tubuh Kristus sudah terbentuk, kita dibawa masuk dalam kerajaan Sorga. Jadi tugas kita harus masuk di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, yang disebut juga pembangunan rumah rohani.
I Petrus 2:5-7
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Pembangunan rumah rohani ini tentu ada dasarnya atau pondasinya. Dasar itu harus kuat, kalau tidak begitu ada gempa sedikit bisa ambruk. Kalau tidak dibangun di atas dasar yang kuat maka begitu datang hujan, banjir dan angin maka ambruklah bangunan itu.
Apa dasar bangunan itu? Yesus sebagai batu penjuru. Batu penjuru yang dibuang oleh tukang bangunan. Menunjuk Yesus yang ditolak dan disalibkan oleh tukang bangunan yaitu bangsa Israel. Jadi Yesus yang berkorban di kayu salib itulah yang menjadi dasar pembangunan Tubuh Kristus, pembangunan rumah rohani. Dalam Perjanjian Baru disebut batu penjuru, dalam Perjanjian Lama disebut gunung batu.
Ada 3 penampilan Yesus sebagai gunung batu:
1. Yesus gunung batu Penebus
Mazmur 19:15; 62:2-3
19:15 Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.
62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Praktek membangun di atas dasar Yesus gunung batu penebus atau keselamatan:
a) Berjuang untuk mengalami kelepasan dari dosa. Bagaimana caranya? Kita paksa daging untuk saling mengaku dan saling mengampuni, sehingga mengalami kelepasan dari dosa.
Lukas 6:49
6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
Salah satu praktek melakukan Firman adalah mengaku dosa. Biarlah bangunan kita dibangun di atas batu, saling mengaku, saling mengampuni. Kalau mengulangi dosa, itu bangunannya ambruk.
b) Berjuang untuk hidup dalam kebenaran apapun yang kita hadapi. Berupaya terus supaya benar. Secara pribadi semua benar mulai dari yang kecil-kecil. Kemudian nikah benar, kalau ada yang salah diperbaiki. Kita datang beribadah kepada Tuhan supaya diperbaiki. Tidak ada kita yang pada mulanya baik-baik saja, kita semua adalah orang yang rusak.
Roma 3:23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Jadi jangan marah kalau Firman menunjuk kesalahan kita, supaya kita diperbaiki. Pribadi kita diperbaiki, nikah kita yang salah diperbaiki supaya benar. Kemudian tahbisan pelayanan kita juga diperbaiki. Berjuang untuk hidup dalam kebenaran apapun yang kita hadapi.
c) Berjuang untuk hidup damai sejahtera. Jangan ada lagi iri, benci, dengki, pahit hati, buang semua itu.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Mungkin ada gosip-gosip yang mau mengganggu kedamaian kita, ayo berjuang, tidak usah dengar, pura-pura tuli. Seperti Saul begitu dia diangkat menjadi raja, ada yang tidak mau dia diangkat menjadi raja, orang-orang itu mencibir dia. Tetapi Alkitab mengatakan Saul pura-pura tuli, tidak mau dengar. Telinga kita pakai untuk mendengar Firman. Tidak usah mendengar gosip, fitnah dan lain-lain yang membuat tidak damai.
2. Yesus adalah Gembala yang baik
Kejadian 49:24
49:24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,
Praktek membangun di atas gunung batu adalah tergembala dengan benar dan baik. Kalau sudah hidup benar ayo kita tergembala dengan benar dan baik.
Amsal 12:26
12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
Mazmur 23:3
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Bagaimana itu tergembala dengan benar dan baik?
a) Masuk kandang penggembalaan = tekun dalam 3 macam ibadah pokok
1) Meja roti sajian ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran yang benar dan Kurbannya. Rohani kita makan.
2) Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia dan urapannya. Rohani kita minum.
3) Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihnya. Kita bernafas di dalam kasih Allah.
Domba makan, minum dan bernafas, nanti berkembang biak. Domba yang beranak domba, bukan gembala yang beranak domba. Kalau sudah bertekun semua, makan, minum, bernafas, bertumbuh, nanti minta kawin, sesudah itu berkembang. Begitulah gereja bertumbuh.
b) Telinga kita hanya mau mendengar satu suara yaitu suara gembala. Suara gembala di sini adalah Firman penggembalaan sehingga mengalami penyucian secara terus menerus.
Yohanes 10:3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Telinga kita hanya mau mendengar 1 suara, itulah Firman penggembalaan, Firman pengajaran yang benar yang Tuhan percayakan pada seorang gembala untuk diberitakan dengan setia, teratur, berkesinambungan, diulang-ulang, menjadi makanan rohani bagi kita.
Harus ada ketegasan terhadap suara asing. Suara asing itu suara pengajaran palsu, tidak usah kita dengar! Disebut suara orang-orang asing. Suara gembala hanya 1, tetapi suara asing itu banyak, pengajaran yang palsu yang tidak ada tertulis dalam Alkitab, yang tidak senada dengan yang sudah kita terima selama ini. Hindari, tidak usah dengar! Kemudian suara gosip-gosip, biasanya suara gosip tentang gembala. Masa tega, selama ini sudah dinaikan doa penyahutan oleh gembalanya, sudah dibina rohaninya, masa cuma dengar gosip dari orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya lalu lebih percaya itu dari pada suara gembala! Keterlaluan! Jangan kita seperti itu. Taati Firman penggembalaan, taati suara gembala. Kalau terganggu hati, datang kepada gembala, tanya langsung.
Kalau sudah tergembala, masuk kandang penggembalaan, dengar suara Firman penggembalaan, disucikan, maka pasti Tuhan perlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Semakin disucikan, semakin mantap jabatannya, semakin dipakai oleh Tuhan. Ada bonusnya semakin diberkati. Tergembala itu seperti ranting melekat pada pokok, cepat atau lambat pasti berbuah. Makanya kejar kekudusan, jangan kejar berkat. Kalau kejar kekudusan, nanti berkat yang mengejar kita.
Sesudah dipercaya jabatan, dipakai Tuhan, jaga kesetiaan.
I Timotius 1:12
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
Kalau sudah dipercaya Tuhan dijaga kesetiaan dan berkobar-kobar.
II Timotius 1:6
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Mengobarkan, jangan mengorbankan. Sudah dipercaya pimpin pujian, dipercaya main musik, dipercaya zangkoor, setia, jaga kepercayaan itu dan berkobar-kobar. Jangan sampai kehilangan kepercayaan Tuhan. Kalau manusia tidak percaya kita, ada manusia lain yang mau percaya. Tetapi kalau Tuhan sudah tidak percaya siapa yang mau percaya kita? Hanya setan! Ingat Yudas, kehilangan kepercayaan Tuhan dia binasa. Kalau kehilangan kepercayaan Tuhan, kutuk yang datang.
Yeremia 48:10
48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Penggembalaan yang selama ini dia rintis, sudah berkembang, sudah bertumbuh, karena lalai bisa merosot. Ini jangan terjadi!
3. Yesus sebagai suami
Ulangan 32:4
Ulangan 32:4 Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.
Efesus 5:25-27
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Yesus menyucikan kita sampai tidak bercela. Jadi bukti kita membangun Tubuh Kristus di atas dasar Yesus sebagai gunung batu adalah mau masuk dalam proses penyucian sampai tidak bercela = penyucian sampai tuntas. Lewat apa?
a) Lewat baptisan air, penyucian hati, dari hati nurani yang jahat menjadi hati nurani yang baik.
b) Lewat Firman pengajaran yang benar, penyucian tabiat daging.
II Timotius 3:1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan 1mencintai dirinya sendiri dan menjadi 2hamba uang. Mereka akan 3membual dan 4menyombongkan diri, mereka akan menjadi 5pemfitnah, mereka akan 6berontak terhadap orang tua dan 7tidak tahu berterima kasih, 8tidak mempedulikan agama,
3:3 9tidak tahu mengasihi, 10tidak mau berdamai, 11suka menjelekkan orang, 12tidak dapat mengekang diri, 13garang, 14tidak suka yang baik,
3:4 15suka mengkhianat, 16tidak berpikir panjang, 17berlagak tahu, 18lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
18 tabiat dosa, dikunci dengan lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah = tidak taat. Ini tabiat daging paling keras, paling susah dikeluarkan.
c) Untuk mengalami penyucian sampai tuntas, Tuhan izinkan kita harus masuk dalam percikan darah. Memang sakit bagi daging tetapi kita terhindar dari antikristus. 18 tabiat daging, kalau dipecah menjadi 6 6 6, itu bilangan antikristus. Antikristus itu binatang buas, daging kalau tidak disucikan jadi buas. Harus disucikan oleh kekuatan ibadah, kuasa Firman dan salib yaitu percikan darah. Memang sakit bagi daging kita, rasanya mau memberontak, tidak bisa, tidak tahan, tetapi harus!
Supaya kita mampu melewati proses penyucian ini maka harus bertekun dalam penyembahan.
Imamat 16:12-14
16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
Ini tentang hari raya pendamaian. Dulu bangsa Israel merayakan 7 pesta Tuhan, salah satunya adalah hari raya pendamaian. Ini penyucian dosa secara tuntas. Imam Besar 1 tahun sekali masuk ruangan maha suci membawa dupa dan membawa darah, 7 kali dipercikan di depan tabut dan 7 kali dipercik di atas tutup pendamaian. Setelah itu terjadi Shekina Glori, sinar kemuliaan, menandakan dosanya sudah diampuni, dosa isteri dan anak-anaknya sudah diampuni, dosa seluruh jemaat sudah diampuni, penyucian dosa secara tuntas. Darah itu bicara percikan darah, sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus, dupa menunjuk doa penyembahan. Jadi supaya kita tahan menghadapi penyucian secara tuntas baik lewat pengajaran maupun lewat percikan darah maka harus banyak bertekun dalam doa penyembahan.
Percikan darah bentuknya macam-macam, ada yang difitnah, ada yang diperlakukan tidak adil, ada yang dirugikan, dibunuh karakternya, bahkan aniaya secara fisik. Tetapi kita hadapi dengan penyembahan, maka terjadi penyucian secara tuntas.
Kalau disimpulkan, praktek membangun Tubuh Kristus di atas dasar Yesus sebagai gunung batu adalah paksa daging untuk menyelesaikan dosa sehingga bisa hidup benar, tergembala dengan benar dan baik, masuk dalam penyucian dan berdoa menyembah Tuhan. Jangan malah ikuti daging ‘saya memang tidak mampu, Tuhan tahu’ jangan! Harus paksa daging, jangan malah diikuti! Dari kita ada kemauan, dari Tuhan diberikan kemampuan yaitu lewat Roh Kudus.
I Petrus 4:14
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Memaksa daging itu bagaikan buah zaitun diperas menghasilkan minyak, itulah urapan Roh Kudus. Semakin daging dipaksa masuk dalam pemerasan daging, semakin luar biasa minyak urapannya. Roh Kudus bukan hanya mengurapi tetapi sampai meluap-luap di dalam kita. Itulah minyak persediaan untuk menyambut kedatangan Yesus. Ada 10 gadis menanti Mempelai Pria, 5 bodoh, 5 bijaksana. Yang bodoh bawa pelita menyala tetapi tidak punya minyak persediaan. Ada pelita menyala, ada aktivitas rohani, pelita menyala itu pengajaran. Tetapi tidak mau memaksa daging. Dari pada ribet bawa minyak persediaan, dia mau santai, cukup bawa pelita saja. 5 gadis bijaksana bawa pelita menyala dan dia bawa minyak persediaan. Dia paksa dagingnya untuk selesaikan dosa, tergembala, masuk penyucian dan menyembah Tuhan. Daging dipaksa, tidak diikuti maunya, maka ada minyak persediaan. Ketika pesta digelar, kita masuk di dalamnya.
Matius 25:1-13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
Kalau daging kita ikuti maunya, tidak mau dipaksa, jadinya seperti 5 minyak gadis bodoh yang pergi membeli minyak. Istilah membeli itu mengingatkan zaman antikristus, semua tidak bisa membeli dan menjual kecuali yang memakai cap antikristus. Jadi kalau daging tidak mau dipaksa, dielus-elus, diikuti maunya, dia akan berakhir pada aniaya antikristus. Di situ dia dipaksa dagingnya untuk tidak menyembah antikristus, kalau dia bertahan menyembah Yesus, dia dipancung dan akan dibangkitkan dan masuk kerajaan 1000 tahun damai. Dari pada daging kita harus dirobek antikristus, lebih baik sekarang paksa daging untuk selesaikan dosa, untuk tergembala, disucikan dan menyembah Tuhan, Roh Kudus menguasai kita. Ketika pesta nikah digelar, kita boleh masuk di dalamnya. Lalu masuk kerajaan 1000 tahun damai, seperti bulan madu. Dan masuk kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem Baru.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar