20251022

Kebaktian Doa Semalaman Sesi 1, Rabu 22 Oktober 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Kita mempelajari tentang Pelita Emas atau kandil.

Keluaran 25:31-32

25:31 "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya dengan tombolnya dan kembangnya haruslah seiras dengan kandil itu.

25:32 Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

 

Kaki dian emas terdiri dari 3 bagian:

1.      Kaki, menunjuk dasar rohani kita.

2.      Batang atau pokoknya. Ini menunjuk pribadi Yesus sebagai teladan bagi kita, terutama teladan dalam kekudusan.

3.      Cabang, ini yang akan kita pelajari.

 

Ada 6 cabangnya menunjuk kita manusia daging yang memiliki hubungan dengan Yesus sebagai pokok sehingga kita bisa memancarkan terang, menjadi terang dunia. Pada pokok ada lampu, menunjuk Yesus sebagai terang dunia. Pada 6 cabang juga ada 6 lampunya menunjuk gereja sebagai terang dunia.

 

Pengertian cabang:

1.      Cabang keluar dari pokok. Artinya manusia yang lahir baru dari lambungnya Yesus. Kalau membaca kitab Kejadian, Hawa diciptakan diambil dari rusuk atau lambungnya Adam.

Kejadian 2:21

2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

 

Isteri adalah tulang rusuk melindungi bagian tubuh yang lemah, kewajiban seorang isteri melindungi kelemahan suami, kelemahan anak lewat doa syafaat. Kalau rusuk rusak, bahaya organ-organ di dalamnya. Kalau rusuk patah, bisa menembusi organ yang lemah. Begitu juga dalam rumah tangga, suami jangan sewenang-wenang kepada isteri, kalau isteri rohaninya hancur maka hebatlah kerusakan rumah tangga itu. Begitu juga dalam penggembalaan, kalau ibu gembala hancur rohaninya, tidak tahu bagaimana keadaan jemaat, hancur juga! Itu sebabnya isteri harus diperhatikan. Kalau satu tulang rusuk patah lalu menusuk paru-paru, seluruh tubuh merasakan sakitnya. Begitu juga dalam rumah tangga, isteri dikasari, hancur hatinya, hancur rohaninya, dampaknya kepada seluruh keluarga itu. Begitu juga dalam penggembalaan, kalau ibu gembala dikasari oleh gembala lalu dia hancur, rohaninya hancur, pahit hatinya, hancur juga penggembalaan.

 

Dulu Hawa diambil dari rusuknya Adam. Sekarang kita gereja Tuhan lahir dari lambungnya Yesus. Kalau dulu Adam tertidur baru diambil rusuknya. Begitu juga Yesus harus tidur dalam artian harus mati, baru lambungNya ditikam dan keluar darah dan air, tanda kita lahir dalam keluarga Allah, cabang itu keluar dari pokok.

Yohanes 19:33-34

19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

 

Darah itu bicara pertobatan. Kita mau menjadi terang dunia maka kita harus hidup dalam pertobatan. Bagaimana mau menjadi terang dalam keluarga kalau kita sendiri tidak bertobat, suami tidak bertobat, isteri tidak bertobat, anak tidak bertobat, tidak bisa menjadi terang. Jadi cabang itu adalah manusia yang bertobat.

 

Jika tidak bertobat maka itu cabang yang terlepas dari pokok, cabang kering dan akan dibakar. Biar datang ibadah doa semalaman tetapi tidak terlepas, berarti kita lepas dari pokok. Jangan berpikir kalau begitu tidak ada gunanya datang beribadah, bukan begitu! Kita tahu keadaan kita, lewat mendengar Firman kita tahu bahwa kita cabang yang terlepas dari pokok, yah kita berjuang untuk bisa bertobat, lepas dari dosa, supaya kita bisa melekat pada pokok dan bisa bersinar.

 

Air menunjukan baptisan air, menghasilkan hati nurani yang baik.

I Petrus 3:20-21

3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 

3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,

 

Baptisan air itu bukan hanya sakramen dalam gereja, itu menentukan kita memiliki hati nurani yang baik. Pertobatan harus dilanjutkan dengan baptisan air. Setelah bertobat, mati terhadap dosa harus dikubur di dalam Baptisan air bersama Yesus, bangkit bersama Yesus memiliki hati nurani yang baik.

 

Apa itu hati nurani yang baik? Manusia di zaman Nuh tidak taat. Baptisan air menghasilkan hati nurani yang taat kepada Tuhan. Kita teladani Yesus, ketaatanNya sampai mati di kayu salib. Jadi kita belajar taat sampai daging tidak bersuara lagi. Kesempatan dalam doa semalaman ini kita mohon hati nurani yang baik yaitu hati nurani yang taat. Mungkin kita sudah dibaptis berapa tahun yang lalu, kita minta kepada Tuhan, Tuhan berikan saya hati yang taat.

 

Jika kita taat ada kesempatan untuk bersinar, menjadi terang kesaksian bagi sesama, untuk menjadi berkat bagi sesama dan untuk diberkati, dipermuliakan oleh Tuhan. Seperti Nuh sekeluarga, taat waktu disuruh membuat bahtera, tidak protes, tidak banyak tanya. Sekalipun waktu membuat bahtera dia diolok-olok, tetapi Nuh taat. Nantinya akan terlihat, dengan ketaatannya dia bersinar. Kemudian disuruh masuk ke dalam bahtera, Nuh juga taat. Disuruh oleh Tuhan bawa binatang masukan ke dalam bahtera, termasuk binatang haram, termasuk binatang buas, Nuh taat juga bawa masuk ke dalam bahtera.

 

Akhirnya begitu hujan turun, banjir datang, yang lain tenggelam = yang lain gelap, tetapi Nuh sekeluarga bersinar. Sekalipun hanya 8 orang dibandingkan manusia sedunia, tetapi kalau mau taat, pasti bersinar! Tidak usah kecil hati kalau jumlah kita sedikit dibandingkan orang Kristen seTentena atau orang Kristen sekabupaten Poso. Kalau kita mau belajar taat pasti bersinar, diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Yang lain gelap, kita bersinar. Dan kita akan dimuliakan. Mungkin satu kelas menyontek, hanya dia sendiri tidak menyontek. Nanti dia akan bersinar, Tuhan akan berkati, Tuhan akan muliakan.

 

2.      Melekat pada pokok. Artinya ada persekutuan dengan Yesus di dalam kesetiaan dan kesucian.

Yohanes 15:3-4

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

 

Mari jaga hubungan dengan Yesus dalam kesetiaan dan kesucian. Prakteknya adalah tergembala dengan benar dan baik. Tekun itu tidak bisa dihalangi dan tidak mau terhalang. Tekun dalam penggembalaan maka terjaga kesetiaan dan kesucian kita. Kita tinggal di dalam Yesus kita disucikan secara terus menerus. Ayo semua masuk kandang, tekuni 3 macam ibadah pokok:

a)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan KurbanNya.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah Raya. Bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karuniaNya.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan di dalam ibadah Doa Penyembahan. Bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.

 

Kita menghadapi dunia yang semakin jahat, semakin najis, di luar kandang penggembalaan kita akan ditelan oleh kejahatan dan kenajisan! Seperti domba kalau berada di luar kandang, ada serigala, ada singa yang akan menerkam. Tetapi kalau di dalam kandang, aman. Kecuali gembala memasukan serigala atau singa ke dalam kandang. Kapan itu terjadi? Kalau gembala tidak setia memberi makan domba-domba lewat Firman penggembalaan, itu bagaikan membuka pintu kandang dan singa serigala masuk. Tetapi kalau gembala setia memberi makan, dia tutup rapat-rapat pintu kandang, domba terpelihara, aman terlindungi.

 

Bukan cuma mantap tergembala, tetapi sampai menikmati. Mantap itu duduk di rumput. Tetapi jangan hanya sampai duduk, tetapi sampai berbaring di atas rumput, itu menikmati penggembalaan. Masuk kandang, makan Firman, mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan.

 

Sudah lahir baru tetapi kalau tidak digembalakan akan menjadi carang kering, hanya untuk dibakar.

Yohanes 15:5-6

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

 

Habis dibaptis kelihatan ranting yang hijau, tetapi kalau tidak tergembala lama-lama akan kering. Mulai kekuning-kuningan, mulai kecoklatan, sampai kering, hanya untuk dibakar. Jangan sampai terjadi di dalam kehidupan kita sekalian. Biarlah kita menjadi domba yang sungguh-sungguh tergembala, melekat kepada Tuhan, kita disucikan terus menerus. Disucikan dari apa?

Yohanes 15:3; 13:10-11

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Jadi, penyucian dalam penggembalaan adalah penyucian dari dosanya Yudas Iskariot. Ini diulang-ulang karena akhir zaman ini akan banyak yang berkhianat seperti Yudas. Jangan sampai kita menjadi orang yang menggenapi nubuatan Firman tetapi yang negatif seperti Yudas. Ada dalam kandang, menyelusup dalam kandang penggembalaan tetapi tidak menghargai kasih karunia, malah menyalahgunakan kasih karunia Tuhan dan berbuat fasik! Ini kehidupan yang ditentukan untuk dihukum.

 

Pengkhianatan dimulai dari hati melekat pada uang. Yudas mengkhianati Yesus karena hatinya melekat pada uang. Kita mengikut Yesus, kalau motivasi pelayanan salah akan menjadi Yudas! Ikut Yesus bukan untuk diberkati, bukan untuk mengejar yang jasmani. Kalau itu motivasinya, akan menjadi Yudas Iskariot. Karena motivasinya adalah uang, sembarang saja masuk persekutuan yang penting persekutuan itu mendatangkan keuntungan yang jasmani. Makanya penyucian itu mulai dari akar, dari hati. Hati itu tempat berakarnya kejahatan. Hati harus disucikan lewat Firman pengajaran yang benar!

 

Kalau motivasi pelayanannya sudah salah, mulutnya pasti jahat. Seperti Yudas, tidak mengaku dosa malah menyalahkan orang lain. Waktu Yesus bilang ‘siapa yang mencelupkan tangannya ke dalam pinggan bersama-sama dengan Aku, dialah yang akan menyerahkan Aku’. Yudas sementara mencelupkan tangan dalam pinggan, Yudas berkata bukan aku.

Matius 26:25

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Kalau berkata bukan aku berarti dia tuduh murid yang lain yang salah. Tidak mau mengaku dosa, cenderung mempersalahkan orang lain. Ini harus disucikan, jangan menjadi Yudas. Biarlah kita terus disucikan supaya jangan ada Yudas lagi, jangan menambah bilangan orang yang mengkhianati Firman pengajaran.

 

Kalau mau diraba, orang yang mengkhianati pengajaran itu sebenarnya dia sadar, menyesal. Tetapi kalau mau kembali pada pengajaran yang benar mereka malu. Bahasanya sudah basah sekalian mandi. Apalagi kalau sudah terlanjur mengajarkan yang salah, dia sadar itu salah, tetapi untuk mencabut sudah malu, biarlah sudah kadung.

 

Inilah yang harus disucikan. Kalau disucikan secara terus menerus maka ada hasilnya:

a)      Yohanes 15:1

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

 

Hasil pertama kita dipelihara secara ajaib oleh Tuhan. Kita hidup dari kemurahan Tuhan yang besar, yang tidak pernah habis. Apapun situasi kondisinya, kita hidup karena hidup dari kemurahan Tuhan. Yang penting kita tergembala, kita disucikan, kalau setia dan suci maka kita hidup dari kemurahan Tuhan. Jangan putus asa, mungkin usaha baru merintis, dalam kesulitan secara modal, kurang ijazahnya. Namanya ranting itu kecil, tetapi di ranting atau cabang di situlah keluar buah. Jangan putus asa, BapaKulah pengusahanya, Tuhan sanggup memelihara kita lewat kemurahanNya. Dalam kondisi apapun, di mana saja, kapan saja kita hidup, sampai hidup kekal. Saya terbatas untuk menerangkan, biarlah menjadi pengalaman hidup masing-masing.

 

b)      Yohanes 15:8

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Kalau sudah tergembala, disucikan, kita diangkat menjadi murid-murid. Kan sudah dari pasal 1, pasal 2 murid-murid sudah ada. Ini pasal 15 ayat 8 baru dikatakan kamu adalah murid-muridKu. Artinya:

1)      Kita adalah pewaris Firman pengajaran yang benar, jangan lepaskan! Sementara yang lain sudah tidak mau, kita menerima. Yang lain menganggap pengajaran ini sudah kuno, tidak cocok dengan perkembangan zaman, kita menerimanya. Saya yakin suatu saat Firman akan digenapi, bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke gunung Tuhan mencari Firman pengajaran. Kita yang menerima warisan pengajaran jangan lepaskan, nanti orang mencari pengajaran. Kalau banyak yang melepaskan, itu urusannya dengan Tuhan, kita pertahankan warisan pengajaran dari Tuhan.

Yesaya 2:3

2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

 

Orang cari pengajaran, tetapi orang yang ada dalam pengajaran malah sudah muak, bosan. Kita diangkat menjadi murid, dipercaya menjadi pewaris Firman pengajaran yang benar. Saya berbahagia bisa memiliki pengajaran, bersukacita dididik oleh 2 hamba Tuhan yang pegang teguh Firman pengajaran.

 

2)      Kita diutus Tuhan, dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Bagaimana mau dipakai dalam kegerakan pengajaran kalau tidak punya pengajaran. Kegerakan ini makin besar, tidak bisa dibendung dan Tubuh Kristus akan segera terbentuk.

 

Tugas kita sebagai pembagi roti. Yesus membagikan roti kepada 5.000 orang dan kepada 4.000 orang, Dia tidak bagi secara langsung dari tanganNya tetapi lewat perantaraan murid-muridNya. Ayo kita bagi roti, bagikan Firman pengajaran ini, jadi terang kesaksian. Kita hidup dari kemurahan Tuhan, kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai terbangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar