Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:1-4
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Di sini ditunjukan di depan takhta Tuhan ada lautan kaca bercampur api. Ini adalah pengulangan dan peningkatan dari Wahyu pasal 4 dan 5 tentang takhta Tuhan. Wahyu pasal 4 dan 5 ada lautan kaca bagaikan kristal, di sini sudah bercampur api, ini suatu peningkatan mutu rohani.
Dalam Tabernakel Wahyu pasal 15 terkena pada Tabut Perjanjian. Ini menunjukan gereja Tuhan yang sempurna, mempelai wanita Tuhan yang sudah menyatu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga. Kita mempelai wanita adalah petinya, mempelai pria Sorga adalah tutupnya. Tabut Perjanjian ini diletakkan di ruangan maha suci. Dulu Tabernakel disuruh Tuhan untuk Musa membangunnya karena Tuhan merindu untuk diam di tengah-tengah bangsa Israel.
Keluaran 25:8-9
25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.
25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."
Kerinduan Tuhan untuk diam di tengah-tengah bangsa Israel, tetapi setelah Tabernakel dibangun dan mereka mencapai tanah Kanaan, bangsa Israel berulah. Mereka berubah setia, tidak lagi setia kepada Tuhan. Mereka memberontak melawan Tuhan sehingga akhirnya Tabernakel dibuang oleh Tuhan dan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo dihancurkan oleh Nebukadnezar.
Kerinduan hati Tuhan untuk diam di tengah-tengah umatNya masih teramat besar. Dia rindu bukan hanya di tengah-tengah bangsa Israel tetapi di tengah-tengah kita semua manusia. Untuk Tuhan bisa diam di tengah-tengah kita, maka kita harus memiliki Tabernakel. Bukan lagi secara jasmani. Kalau harus membuat Tabernakel secara jasmani kita tidak mampu, pelita emas saja dari 34kg emas.
Sekarang Tabernakel rohani dalam wujud pengajaran Tabernakel yang mengarahkan kita dari pintu gerbang sampai menjadi Tabut Perjanjian, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna untuk menyatu dengan tutupnya, itulah Yesus Mempelai Pria sorga.
Wahyu 15:2
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
Mempelai Wanita Tuhan itu adalah orang-orang yang menang, menang dalam perlombaan rohani. Dari pintu gerbang percaya Yesus, mezbah korban bakaran bertobat, bejana pembasuhan baptisan air, pintu kemah kepenuhan Roh Kudus, masuk ruangan suci tergembala, lewati pintu tirai perobekan daging, sampai tembus ruangan suci menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Kita sekarang berada dalam perlombaan yang rohani, mari kitta berjuang sampai sempurna.
Sekarang kita belum menjadi Mempelai Wanita Tuhan, Tabut dan tutup belum menyatu. Sebab itu Tabut Perjanjian dalam wujud berita mempelai atau Kabar Mempelai. Diletakan di dalam Tabernakel. Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel untuk membentuk kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Kita berbahagia telah dibawa oleh Tuhan untuk mendengar, mengenal dan menerima Kabar Mempelai ini, peningkatan dari Kabar Baik, penginjilan. Yang di luar pengajaran mau mendengar pengajaran Kabar Mempelai, kita yang sudah di dalam pengajaran jangan bosan mendengar Kabar Mempelai! Mari kita semangat, pegang teguh, semangat mengikuti kegerakan Kabar Mempelai ini.
Ada 8 hal yang bisa kita pelajari mengenai pembuatan Tabut Perjanjian atau mengenai pembentukan Mempelai Wanita Tuhan.
1. Inti dari kerinduan hati Tuhan adalah membuat Tabut Perjanjian. Sebab disitulah Tuhan tampil dalam kemuliaanNya dan berbicara kepada Musa. Artinya kepada kita, inti dari kerinduan hati Tuhan adalah supaya kita masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, pembentukan mempelai wanita Tuhan. Biar kita jawab kerinduan Tuhan itu, kita mau masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus untuk nanti menyatu dengan Yesus sebagai kepala. Kita petinya Dia tutupnya, bisa menyatu untuk selama-lamanya.
Untuk membangun rumah Tuhan bisa Tuhan kerjakan sendiri, tetapi kita diikutsertakan.
Zakharia 6:12
6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.
Tuhan mampu mendirikan Bait Tuhan tetapi kita bangsa kafir diikutsertakan.
Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."
Ini kerinduan hati Tuhan supaya kita bisa masuk di dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Bisa saja Tuhan ciptakan manusia yang sempurna untuk menjadi Mempelai WanitaNya, lalu kita manusia berdosa dibinasakan semua. Tetapi Tuhan merindu supaya kita manusia yang seharusnya binasa bisa masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus, kembali pada ciptaan yang semula yang semgambar dengan Dia, itulah mempelai wanita Tuhan.
Itu inti kerinduan hati Tuhan, biarlah itu juga menjadi kerinduan hati kita.
2. Tabut Perjanjian itu dibuat lebih dulu lalu diletakan pada bagian paling belakang.
Keluaran 25:10-22 Perikop: mengenai Tabut Perjanjian
Artinya membentuk gereja Tuhan sebagai Mempelai Wanita Tuhan adalah tujuan awal dan akhir Tuhan memanggil gerejaNya. Jadi selama Yesus belum datang, masih ada kesempatan untuk kita dibentuk. Mungkin waktu awal kegerakan Kabar Mempelai kita belum ada di situ, sekarang sudah mendekati akhir kegerakan aktiflah di dalamnya. Tidak ada kata terlambat selama Yesus belum datang. Kita masih diberikan perpanjangan umur, kita masih diberikan kesehatan, masih diberikan waktu dan kesempatan untuk mendengarkan Firman, ayo bawa hidup kita. Yang baru masuk jangan berpikir ‘saya sudah ketinggalan jauh’. Malah Alkitab katakan yang terdahulu bisa menjadi yang terkemudian, yang terkemudian bisa menjadi yang terdahulu. Mari kita berlomba-lomba masuk dalam kegerakan ini, kegerakan Kabar Mempelai, Firman pengajaran ini.
Kalau orang di luar begitu antusias, sekali mendengar mau lagi mendengar, kita yang ada di dalamnya jangan keluar. Bertahanlah di dalam Kabar Mempelai.
3. Keluaran 25:10-11
25:10 "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
25:11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
Tabut perjanjian dibuat dari kayu penaga, disalut dengan emas lebih dulu bagian dalam, baru bagian luar. Artinya untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, gereja Tuhan yang sempurna, maka kita harus bisa menjadi saksi mulai dari dalam nikah kita baru menjadi saksi keluar. Bagaimana mau bersaksi Kabar Mempelai keluar kalau nikah kita sendiri belum beres, nikah sendiri hancur-hancuran. Makanya prioritas Kabar Mempelai adalah pembenahan nikah. Nikah itu bukan hanya terdiri suami dan isteri tetapi ada juga anak di dalamnya. Mari benahi dulu nikah kita baru bisa bersaksi ke luar.
Kita merindu pengajaran ini dibawa keluar, tetapi nikah kita dibenahi lebih dulu baru bisa bersaksi keluar. Mari benahi nikah kita. Apa yang masih salah, apa yang belum beres serahkan kepada Tuhan supaya Tuhan benahi. Bukan malah bermasa bodoh teruskan saja yang tidak beres. Apa artinya kita menyerukan Kabar Mempelai keluar kalau di dalam belum ada keubahan.
Sebagai contoh adalah Andreas.
Yohanes 1:39-42
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
Setelah Andreas menerima panggilan Tuhan dia langsung bersaksi kepada saudaranya yaitu Petrus, untuk dibawa kepada Yesus. Ini tanggung jawab kita, kita sudah menerima Kabar Mempelai, saksikan ke dalam dulu dalam rumah tangga kita masing-masing, baru kita bawa keluar. Masih banyak saudara kita yang belum tahu Kabar Mempelai ini, bahkan menghina karena belum mengerti. Kepada mereka kita tunjukan kesaksian. Kalau dalam nikah belum bisa menjadi saksi lalu kita mau bersaksi keluar, itu munafik namanya. Saya sebagai hamba Tuhan, nikah saya belum beres lalu saya mau khotbah pengajaran keluar, saya munafik!
Makanya kami suami isteri berusaha kalau ada yang salah dalam rumah tangga tidak boleh berlarut-larut, langsung segera diselesaikan. Bagaimana saya mau khotbah kalau nikah saya saja tidak jadi kesaksian. Makanya pertumbuhan rohani jemaat jadi lambat karena keluarga gembala tidak jadi kesaksian. Ini tanggung jawab saya bersama isteri dan anak-anak, juga saudara-saudara saya. Jangan sampai pertumbuhan rohani jemaat lambat karena ulah kami sebagai hamba Tuhan. Kami yang hidup dari pengajaran Kabar Mempelai, menikmati ayapan Allah, jemaat membawa apa saja ke gereja karena sudah digarap oleh Firman, lalu kami tidak jadi kesaksian!
Mari kita saling mendoakan. Perhatikan penghuni pastori, termasuk yang tinggal di wisma kembar di Palu, itu sudah termasuk penghuni pastori, kalian tanggung jawab di sana. Jangan menghambat pertumbuhan rohani sidang jemaat karena kita yang menikmati ayapan Allah, menikmati berkat dari Tuhan lewat Kabar Mempelai ini tidak jadi kesaksian. Jadi kalau nikah gembala tidak menjadi kesaksian, itu hanya menghancurkan pekerjaan Tuhan!Kalau bagian dalam sudah disalut, maka bagian luar juga disalut. Ada pelayanan ke dalam baru pelayanan keluar.
Contoh kedua adalah orang Samaria yang murah hati.
Lukas 10:33-37
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Orang Samaria yang murah hati punya anggur dan punya minyak. Dia menolong orang yang habis dirampok dan ditinggal setengah mati. Air anggur untuk diminum. Minum berarti masuk ke dalam. Artinya bagi kita ada pelayanan di dalam nikah kita masing-masing. Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Bagaimana bisa melayani keluar kalau dalam nikah belum bisa melayani.
Minyak itu untuk membebat luka. Luka itu bagian luar. Ini menunjuk ada pelayanan keluar. Kalau sudah ada pelayanan ke dalam nikah maka bisa melayani keluar. Bisa melayani dalam penggembalaan baru bisa melayani antara penggembalaan. Sampai nanti terbentuk Tubuh Kristus yang sempurna terdiri dari kita bangsa kafir dan bangsa Israel.
Yang Tuhan mau salut adalah roh kemunafikan. Di gereja kelihatan hebat melayani luar biasa, tetapi nikahnya bagaimana? Munafik! Ini untuk kami, nomor 1 saya hamba Tuhan. Pukulan telak kalau keluarga hamba Tuhan berulah, bagaimana mau melayani keluar. Mau mengajar kekudusan, keluarga sendiri hidup dalam kenajisan! Mau mengajar berkorban, keluarga sendiri kikir! Karena itu layani dulu dalam nikah baru melayani keluar.
Kemunafikan harus disalut, jangan ada tabiat kemunafikan. Sebab kalau ada kemunafikan, semakin melayani malah semakin celaka! Dalam Matius pasal 23 ada 7 kali ucapan celaka yang ditujukan kepada orang Farisi karena mereka munafik. 7 itu angka sempurna, berarti celaka yang sempurna!
Matius 23:13
23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
Mulai dari masa permulaan nikah, masa pacaran dan tunangan, kalau ada yang tidak beres diselesaikan baru melayani dalam penggembalaan. Waktu saya pacaran dengan isteri saya, bisa menjadi kesaksian bagi calon mertua saya. Beliau masih sembunyi-sembunyi merokok. Lalu saya bersaksi pada pacar saya kalau dulu saya merokok. Dia cerita kepada bapaknya. Lalu bapaknya bilang kalau Handri bisa lepas dari rokok masa aku tidak bisa. Puji Tuhan bisa lepas, karena saya datang di situ jadi kesaksian. Sekalipun kami manusia daging ada kesalahan-kesalahan tetapi Tuhan jaga tidak sampai terjadi kejatuhan. Kesempatan ada, orang tuanya percaya sekali sama saya. Kalau mau berbuat sampai jatuh bisa karena kami seringakali ditinggal berdua di rumah. Tetapi lewat Firman dan Roh Kudus menjaga untuk kami tidak berbuat hal-hal yang najis.
Semakin kita melayani tetapi tidak ada kesaksian ke dalam nikah, semakin celaka! Bukan semakin hebat tetapi semakin hancur. Saya khotbah tetapi dalam nikah saya amburadul, itu semakin hancur, semakin celaka!
Anggur dan minyak itu menunjuk pelayanan yang double atau pelayanan berganda. Selain diminum, anggur bisa juga untuk membasuh luka. Selain untuk membebat luka, minyak juga bisa diisi ke dalam pelita. Satu bahan tetapi 2 pelayannya, dua menjadi satu, ini bahasa mempelai. Inilah pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, pembentukan Mempelai Wanita Tuhan. Ada pelayanan ke dalam nikah baru keluar.
Selalu ingat, saya mau melayani zangkoor, main musik, pimpin pujian, pelayan pundi, periksa dulu saya suami, saya isteri, saya anak bagaimana pelayanan dalam nikah, supaya kita melayani tidak munafik, pelayanan kita berkenan kepada Tuhan. Semakin kita melayani semakin berkenan kepada Tuhan, semakin kita dibawa pada arah yang jelas, pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna.
Sudah banyak pelayanan yang kita kerjakan, kalau sekarang kita baru memahami hal ini, yang salah dalam nikah diselesaikan. Tanpa disadari kita melayani tetapi sebenarnya terlepas dari pembanguan Tubuh Kristus karena dalam nikah tidak beres! Jangan terjadi dalam diri kita.
Apa praktek pelayanan di dalam nikah rumah tangga? Kita belajar dari Ribka yang dipinang menjadi isterinya Ishak. Ribka gambaran mempelai wanita Tuhan, Ishak gambaran Mempelai Pria Sorga.
Kejadian 24:5-6,54-58
24:5 Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: "Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri dari mana tuanku keluar?"
24:6 Tetapi Abraham berkata kepadanya: "Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana.
24:54 Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: "Lepaslah aku pulang kepada tuanku."
24:55 Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi."
24:56 Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku."
24:57 Kata mereka: "Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri."
24:58 Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau."
Mau, ini menunjuk penundukan. Jadi praktek pelayanan dalam nikah adalah suami, isteri, anak seluruh isi rumah tangga belajar tunduk pada Firman Tuhan. Hanya satu kata ‘mau’ atau ‘ya’ pada Firman. Tidak ada alasan! Firman datang, isteri tunduk pada suami ‘ya’ mau melakukan Firman. Tidak ada alasan, kalau saya tunduk nanti suami tambah ngelunjak saya tambah diinjak-injak. Suami kasihi isteri, tidak usah alasan kalau dikasihi dia tambah cerewet, tambah melawan. Hanya tunduk pada Firman, lakukan Firman. Kalau semua bisa taat pada Firman aman nikah itu, jadi kesaksian baru bisa kesaksian keluar. Seringkali kita terhadap Firman masih belum bisa taat. Masih ada kata tidak, masih tawar menawar dengan Tuhan. Baru ketemu Eliezer, langsung percaya, langsung ikut dibawa kepada Ishak. Begitu juga kita ketika mendengar Firman langsung praktekan, tunduk pada Firman maka aman nikah itu, terjaga nikahnya.
Bukan berarti setelah mendengar ini malah berkata ‘nikah saya tidak beres, yah saya tinggalkan pelayanan’ jangan! Pelayanannya jangan ditinggalkan, yang tidak beres yang ditinggalkan. Tadi dibilang bagaimana mau melayani kalau tidak beres, kalau munafik saya mau celaka. Kalau begitu buang yang salah, pelayanan tetap dikerjakan. Dosa-dosa kesalahan itu yang diselesaikan, pelayanannya jangan dibuang. Kalau sampai pelayanan dibuang, diambil orang dan tidak ada kesempatan untuk kembali. Jubah Esau ditinggalkan di rumah, akhirnya diambil oleh Yakub sampai baunya Esau tidak ada lagi, yang ada baunya Yakub, Yakub yang diberkati. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.
Untuk taat daging memang tidak mampu.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Daging tidak mampu, makanya tabut itu disalut emas. Emas menunjuk kekuatan Roh Kudus. Daging tidak mampu, Roh Kudus yang memampukan. Minta kekuatan dari Roh Kudus.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Kita taruh di hati, mulai dari sekarang saya mau benahi nikah saya, saya tidak mau pertahankan yang salah dalam nikahku, saya mau dipakai keluar. Bersaksi ke dalam supaya bisa dipakai keluar. Mari kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
4. Keluaran 25:12-13
25:12 Haruslah engkau menuang empat gelang emas untuk tabut itu dan pasanglah gelang itu pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.
25:13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas.
Pada Tabut Perjanjian ada 4 gelang emas tuangan, bukan ditempa, sehingga pembuatannya lebih cepat. 4 gelang emas ini untuk tempat memasukan kayu pengusung supaya tabut bisa dipikul. 4 menunjuk 4 penjuru bumi, dipukul berarti ada tanggung jawab. Artinya bagi kita, Tuhan merindu supaya di mana saja kita berada, kita bersegera melakukan Firman Tuhan, jangan tunda-tunda waktu! Firman datang langsung lakukan Firman. Seperti Ribka, langsung mau ikut Eliezer. Tidak tunggu 10 hari atau 12 hari lagi. Bersegera melakukan Firman Tuhan itu bukti bahwa kehidupan kita juga sangat merindu untuk ketemu Yesus. Gelang itu bulat, bulat menunjuk kasih Tuhan yang tidak ada ujung pangkalnya. Melakukan Firman Tuhan itu adalah bukti cinta kasih kita kepada Tuhan.
Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Lakukan Firman Tuhan dengan segera, jangan tunda-tunda waktu. Untuk perkara yang rohani tidak boleh tunda-tunda waktu. Kenapa? Karena hari-hari terakhir ini adalah hari yang jahat. Kalau menunda-nunda waktu untuk melakukan Firman, menunda waktu untuk perkara yang rohani, nanti ditelan oleh hal-hal yang jahat dan najis!
Efesus 5:16
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Ingat waktu Tuhan menyuruh Musa bertemu Firaun ‘nantikanlah Firaun’. Jadi Musa lebih dulu ada di situ baru Firaun. Kalau Firaun lebih dulu ada di situ, habislah Musa!
Keluaran 7:14-15
7:14 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
7:15 Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular.
Sungai Nil itu sumber penghasilan orang Mesir, disitulah aktivitas mereka. Kalau sekarang menunjuk pekerjaan kita, sumber pencaharian kita. Kalau kita tidak bergerak cepat untuk perkara yang rohani, iblis sabotase, iblis sudah cemarkan dengan hal-hal yang jahat. Jangan heran bekerja hari ini gampang sekali saya tipu orang, saya marah-marah, di kantor saya ngamuk-ngamuk. Sudah ditelan hal-hal jahat karena kita tunda-tunda waktu untuk perkara yang rohani! Coba pikir kenapa di sekolah saya gampang sekali digoda, menyontek dan lain-lain? Karena tunda-tunda waktu untuk perkara rohani. Sama saya juga sebagai hamba Tuhan, kalau tunda-tunda waktu untuk perkara yang rohani, bisa diganggu perkara yang jahat dan najis. Rumus Tuhan nantikanlah, rumus setan nanti saja, tunda-tunda waktu. Kita mau ikut Tuhan atau ikut setan.
Dalam pekerjaan Tuhan pandangan kita jangan hanya yang horisontal, jangan yang jasmani. Kalau pandangan yang horisontal pasti menunda-nunda waktu. Kalau pandangan yang vertikal, yang rohani maka kita tidak menunda-nunda waktu, seperti kilat.
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Kedatangan Tuhan seperti kilat, tidak tunda-tunda waktu. Begitu juga kita, gerak cepat, tidak tunda-tunda waktu. Lihat ke atas, kilat itu di atas. Kalau lihat yang jasmani nanti kita bisa tergoda, akhirnya tunda-tunda waktu! Pandang yang rohani, jangan yang jasmani sebab kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu, sudah semakin dekat.
Di hadapan takhta Tuhan ada lautan kaca bercampur api.
Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Di takhta itu ada kilat, berarti harus gerak cepat, tidak boleh lambat untuk hak yang rohani.
5. Pada tiap sisi ada 2 gelang. Tujuannya supaya seimbang. Artinya bukti kita memiliki kasih kepada Tuhan, maka harus ada keseimbangan yaitu Yesus mati untuk kita yang seharusnya binasa, supaya seimbang maka kita hidup untuk Yesus.
II Korintus 5:15
5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Filipi 1:21-22
1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Mari kita hidup untuk Yesus, hidup untuk berbuah, bermanfaat bagi Yesus. Kita periksa selama ini hidup kita bagaimana? Selama ini kita hidup untuk menyenangkan daging, untuk kebutuhan kita, untuk masa depan kita, semua untuk daging. Sekarang dirubah kita hidup untuk Yesus. Kalau saya bekerja, berkarya di dunia untuk memberi buah, untuk Yesus. Di manapun saya berada saya bermanfaat bagi Tuhan dan bermanfaat bagi sesama.
Kita renungkan hidup kita selama ini, apakah kita hidup untuk Yesus atau untuk kesenangan daging kita! Yesus sudah mati di kayu salib, karena Korban Kristus kita bisa hidup dan selamat, lalu kita seenaknya, malah kita menyakiti hatiNya! Betapa sedih hati Yesus yang sudah berkorban nyawa bagi kita. Terutama kaum muda, jangan hidup untuk kesenangan dagingmu, hiduplah untuk Yesus.
6. Tabut Perjanjian memiliki 2 kayu pengusung yang tidak boleh dicabut.
Keluaran 25:13-14
25:13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas.
25:14 Haruslah engkau memasukkan kayu pengusung itu ke dalam gelang yang ada pada rusuk tabut itu, supaya dengan itu tabut dapat diangkut.
Yang boleh mikulnya adalah imam-imam dari suku Lewi. Dipikul untuk bergerak maju. Artinya kita harus bertanggung jawab atas kehidupan rohani kita supaya bergerak maju, jangan mundur, jangan diam di tempat! Renungkan hari-hari sebelumnya bagaimana rohani kita, kalau masih diam ditempat ayo maju. Yang mundur, kembali maju! Jangan ada yang mundur. Jangan menoleh ke belakang.
Mulai dari saya Gembala. Saya menggantikan pelayanan papa di sini karena beliau dipanggil Tuhan, harus maju, bukan malah terjadi kemunduran. Kalau dulu beliau sudah merintis jalan, sudah maju, sudah mencapai etape ke berapa, harus saya lanjutkan sampai garis finish. Saya mengharapkan kerja sama dari seluruh sidang jemaat, tua-tua dan semua hamba Tuhan yang ada di sini, mari kita gerak maju semua, jangan ada kemunduran.
Bertanggung jawab, maju arahnya jelas. Arahnya ke mana? Yerusalem Baru. Supaya mencapai Yerusalem Baru ada penunjuk arah. Apa penunjuk arahnya? Firman! Lakukan Firman, ikuti penunjuk arahnya, pasti mencapai Yerusalem Baru. Kalau Firman bilang A ikuti A, Firman bilang B ikuti B. Tidak usah kita menyimpang ke kiri atau ke kanan.
Saya menerima pelajaran Tabernakel dari papa dan guru-guru, apa yang diajarkan itu yang diikuti! Jangan hilangkan baunya. Artinya saya mengganti pelayanan bapak gembala di sini, jangan hilangkan pelayanan yang lama, jangan dirombak, jangan dihapus! Ikuti apa yang sudah benar. Beliau manusia biasa seperti kita, ada kekurangan, ada keterbatasan, kalau kita temukan ada yang masih kurang mari diperbaiki sesuai Firman Tuhan. Jangan malah dihilangkan, sudah tidak dianggap, sudah dihapus, dihilangkan baunya. Sudah tidak dingat lagi ajaran dan dididikan yang dulu. Jangan seperti itu! Apa yang sudah saya terima dari pendahulu, tidak mungkin mau saya hilangkan, saya mau hapus, jangan! Kadangkala generasi penerus ini merasa lebih hebat dari pendahulu. Pendahulu sudah menerima wahyu dari Tuhan, kami malah mau rombak, bahkan mau menghilangkan apa yang sudah diterima dari pendahulu. Mari tanggung jawab dalam pengajaran, bertanggung jawab dalam kegerakan Firman, bergerak maju sampai ke Yerusalem Baru.
7. Tabut Perjanjian ini yang mencari tempat perhentian.
Bilangan 10:33-36
10:33 Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.
10:34 Dan awan TUHAN ada di atas mereka pada siang hari, apabila mereka berangkat dari tempat perkemahan.
10:35 Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: "Bangkitlah, TUHAN, supaya musuh-Mu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu."
10:36 Dan apabila tabut itu berhenti, berkatalah ia: "Kembalilah, TUHAN, kepada umat Israel yang beribu-ribu laksa ini."
Tabut Perjanjian mencari tempat perhentian bahkan memberikan kemenangan atas musuh-musuh. Artinya jika Kabar Mempelai itu kita mau tanggung jawab untuk mempraktekan maka memberi damai sejahtera, perhentian kepada kita. Kenapa tidak damai? Karena kurang praktek. Kalau kita mau praktek Firman pasti ada kedamaian. Saya alami, dalam pergumulan menghadapi banyak tantangan, lakukan saja Firman Tuhan maka Tuhan berikan damai sejahtera.
Paulus tidak menghiraukan nyawanya, yang penting menyelesaikan pekerjaan Tuhan. Kalau nyawa saja tidak dihirau, apalagi cuma omongan orang. Kamu mau ngomong apa terserah, yang penting saya sudah lakukan Firman. Yang saya tahu saya berada pada jalur kebenaran Firman maka ada ketenangan, damai sejahtera.
Bukan hanya tenang tetapi juga ada kemenangan.
Bilangan 10:35
10:35 Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: "Bangkitlah, TUHAN, supaya musuh-Mu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu."
Masalah sudah berat dan mustahil, tetapi tanggung jawab melakukan Firman, Tuhan berikan kemenangan. Lakukan saja Firman, maka kita sudah damai dan kita menang! Betapa bahagianya. Sudah berapa banyak buku kita pelajari di gereja ini tetapi kenapa belum tenang, kenapa belum damai? Jawabannya hanya satu, prakteknya masih kurang. Kalau sudah praktek Firman maka pasti tenang, damai. Masalah belum selesai tetapi kita sudah tenang, damai, maka Tuhan berikan kemenangan.
Kadang kesalahan kita sudah dengar firman, ada petunjuk jalan di situ tetapi kita cari jalan keluar sendiri. Seperti Musa sempat salah, dia tidak lagi mengikut Tabut, dia ikuti iparnya.
Bilangan 10:29-32
10:29 Lalu berkatalah Musa kepada Hobab anak Rehuel orang Midian, mertua Musa: "Kami berangkat ke tempat yang dimaksud TUHAN ketika Ia berfirman: Aku akan memberikannya kepadamu. Sebab itu ikutlah bersama-sama dengan kami, maka kami akan berbuat baik kepadamu, sebab TUHAN telah menjanjikan yang baik tentang Israel."
10:30 Tetapi jawabnya kepada Musa: "Aku tidak ikut, melainkan aku hendak pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku."
10:31 Kata Musa: "Janganlah kiranya tinggalkan kami, sebab engkaulah yang tahu, bagaimana kami berkemah di padang gurun, maka engkau dapat menjadi penunjuk jalan bagi kami.
10:32 Jika engkau ikut bersama-sama dengan kami, maka kebaikan yang akan dilakukan TUHAN kepada kami akan kami lakukan juga kepadamu."
Musa hamba Tuhan yang luar bisa dipakai Tuhan bisa salah! Tetapi jangan kita pakai alasan ini, kalau Musa bisa salah saya juga bisa salah. Musa salah, dia mau pakai penunjuk jalan yang lain. Sementara penunjuk jalan yang utama adalah Tabut, itulah Firman pengajaran Kabar Mempelai. Jangan pakai jalan keluar di luar Firman. Kadangkala kita mencari jalan keluar untuk masalah kita dari keluarga, Hobab ini keluarga Musa, iparnya. Tidak minta penunjuk jalan dari Tuhan, mau cari jalan keluar sendiri. Bukan jalan keluar yang ada malah jalan kebinasaan. Mari ikuti selalu Firman. Bukan berarti kita tidak butuh pertolongan orang, tetapi bukan itu yang kita utamakan, bukan itu yang nomor 1. Nomor 1 itu Firman, itu yang bisa menolong. Manusia bisa untuk sesaat menolong, misalkan pinjam dulu seratus, masih bisa. Kalau pinjam dulu 1 juta, sudah tidak bisa. Apalagi kalau sudah berkali-kali. Tetapi kalau kita melakukan Firman maka penunjuk jalan dari Tuhan. arahnya Tuhan yang atur semua. Kita damai, kita menang.
Menghadapi masalah pelayanan di Tonusu dalam hal ekonomi, tidak pernah saya minta sama papa. Praktekan saja Firman, Tuhan yang kirim orang membantu. Ada-ada saja Tuhan adakan lewat Firman Tuhan.
Hobab artinya kekasih. Kekasih kita hanya satu yaitu Yesus. Minta tolong kepada Yesus, berserah kepada Yesus! Jangan kepada kekasih yang lain, jangan di luar Firman. Serahkan pada Yesus, Yesus Engkau kekasih-ku, tidak mungkin Kekasih kita membiarkan kita. Masa Yesus mau membiarkan kita terlunta-lunta sengsara terus. Dia pasti menolong tepat pada waktunya. Tugas kita hanya melakukan Firman maka Firman itu yang memberi damai, Firman itu memberi kemenangan.
8. Di atas tutup pendamaian ada 7 percikan darah dan di situ Tuhan berfirman kepada Musa.
Bilangan 7:89
7:89 Apabila Musa masuk ke dalam Kemah Pertemuan untuk berbicara dengan Dia, maka ia mendengar suara yang berfirman kepadanya dari atas tutup pendamaian, yang di atas tabut hukum Allah, dari antara kedua kerub itu; demikianlah Ia berfirman kepadanya.
Artinya pengajaran Kabar Mempelai yang kita terima ini memiliki tanda darah yaitu sakit bagi daging. Tetapi membawa kita kepada kemuliaan. Di atas tutup, di situ ada Shekina Glory. Nikah kita bertahun-tahun salah, begitu dengar Kabar Mempelai kita tahu itu salah dan mau diperbaiki, itu sakit bagi daging, tetapi membawa pada kemuliaan kekal.
Kabar Mempelai mendorong kita masuk dalam proses perobekan daging, sehingga ketika Yesus datang tidak ada lagi kedagingan dalam kita dan kita bisa menyambut dia. Waktu Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan, Dia minta makanan kepada murid-muridNya dan murid-murid memberikan ikan goreng, bukan lagi ikan mentah tetapi sudah masak. Yang mau kita sodorkan kepada Yesus bukan lagi kehidupan berbau daging, tetapi kita mau memberikan hidup kita yang sudah matang rohaninya yang mau diproses lewat pengajaran Kabar Mempelai.
Memang sakit bagi daging, kita harus diperhadapkan dengan pengalaman sengsara bersama Yesus, tetapi semua membawa kita pada kemuliaan.
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Janji-janji Allah kita dapatkan di dalam Firman Tuhan. Kita bisa menerima itu kalau kita mau menderita bersama dengan Yesus. Kemuliaan di depan ini yang mau kita raih.
Kita ada dalam pengajaran Kabar Mempelai karena kasih karunia Tuhan. Kita mau lakukan dan praktekan, itu yang akan memberi damai, ketenangan dan kemenangan atas musuh-musuh. Itu yang akan menuntun kita berhasil mencapai Yerusalem Baru. Kita menjadi orang-orang yang menang yang ada di takhta Tuhan. Jangan mencari jalan keluar di luar Firman, jalan keluar hanya ada di dalam Firman. Lakukan Firman, praktekan pengajaran Kabar Mempelai yang sudah kita dengar selama ini. Rohani kita maju, jangan pernah mundur, terus maju sampai mencapai sasaran akhir, Yerusalem Baru, menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar