Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 14:1-6
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Dan sesudah itu Dia akan datang kembali menjemput kita, membawa kita ke tempat yang telah Dia sediakan. Sehingga di mana Yesus berada di situ kita berada. Ini adalah hubungan tererat, hubungan tubuh dan kepala = hubungan suami isteri atau hubungan mempelai. Kita mau dibawa untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Sambil menanti kedatangan Yesus kita juga harus menyediakan tempat bagi Yesus sebagai kepala. Tempat kepala adalah tubuh. Jadi kita mau masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Semakin hari semakin dekat kedatangan Yesus, Dia tidak akan menangguhkannya lagi. Berarti pembangunan Tubuh Kristus harus semakin maju, jangan sampai kendor. Jika tahun-tahun yang lalu kita semangat, sekarang harus semakin semangat lagi. Usia boleh bertambah tetapi tidak membatasi pelayanan kita, semangat kita harus semakin berkobar-kobar.
I Petrus 2:9-10
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Ibadah pelayanan kita seharga Korban Kristus. Tuhan telah memanggil dan memilih kita untuk menjadi imam dan raja yaitu hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi semakin dekat kedatangan Yesus, panggilan dan pilihan Tuhan kepada kita harus semakin mantap! Kalau dipanggil dan dipilih sebagai anggota zangkoor, harus semakin mantap! Jangan justru semakin tidak jelas. Katanya zangkoor tetapi kadang menyanyi, kadang tidak menyanyi. Katanya pemain musik, tetapi kadang main musik, kadang tidak. Apalagi gembala lalu jarang memberi makan domba-domba.
Kita pelajari pelayanan yang semakin hari semakin mantap dari Tomas dan Filipus.
Yohanes 14:5-6
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Tomas tidak tahu jalan Tuhan, yang dia tahu hanyalah perjalanan hidup daging atau duniawi. Kadangkala kita mengaku hamba Tuhan, pelayan Tuhan, tetapi perjalanan hidup kita perjalanan hidup yang duniawi, daging! Apa itu perjalanan hidupnya Tomas? Melihat dulu baru percaya.
Yohanes 20:29
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Kalau Tuhan tolong saya baru saya mau setia. Kalau Tuhan tolong saya baru saya mau sungguh-sungguh melayani. Itu melihat dulu baru percaya! Biarlah kita percaya sekalipun tidak melihat.
Jadi perjalanan hidup Tomas adalah perjalanan hidup daging, imannya tidak benar, dia tidak berada pada perjalanan iman. Ini yang mau Tuhan tolong, mungkin selama ini kita melayani, tetapi perjalanan kita adalah perjalanan daging, perjalanan hidup yang duniawi. Tuhan mau perjalanan kita adalah perjalanan iman. Apapun halangan di depan, mungkin kita belum melihat pertolongan Tuhan, kita maju saja. Itu perjalanan iman! Seperti yang Tuhan perintahkan kepada Musa, waktu orang Israel berseru-seru karena kiri kanan tidak ada jalan, di belakang Firaun dan pasukannya, di depan laut Teberau. Tuhan suruh berangkat, maju saja, itu perjalanan iman. Jadi kita tidak terbentur dengan apapun yang ada di dunia! Apalagi sebagai gembala, mau melayani jangan terbentur dengan sesuatu yang ada di dunia. Maju saja, itu perjalanan iman.
Jadi praktek pelayanan pembangunan Tubuh Kristus adalah punya iman yang benar dan makin teguh! Sekalipun kita belum melihat tetapi kita maju karena kita percaya Tuhan pasti menolong, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Kalau ada dalam kegerakan rohani, tidak ada yang bisa menghalangi.
Iman yang benar disertai perbuatan iman. Tuhan suruh Musa berangkat. Dia percaya, ada perbuatan iman, dia berangkat.
Yakobus 2:17
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Percaya Yesus, percaya pengajaran, tetapi tidak berani bertindak karena takut. Itu iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya mati! Iman kita harus disertai perbuatan iman. Ini praktek kita ada dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Praktek perbuatan iman kita lihat dari perkataan Yesus ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup’.
1. Iman kepada Yesus sebagai jalan. Jalan apa?
Filipi 1:29
1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Kita percaya, harus ada perbuatan iman yaitu menderita untuk Yesus. Jadi ini adalah jalan salib. Dikatakan ‘dikaruniakan’ jadi jalan salib adalah kasih karunia dari Tuhan.
I Petrus 2:19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Ada bentuk penderitaan untuk Yesus:
a) I Petrus 4:1-2
4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Menderita daging untuk berhenti berbuat dosa dan untuk hidup menuruti kehendak Tuhan. Jika dosa dipertahankan maka panggilan dan pilihan Tuhan kepada kita akan makin pudar, sampai nanti sudah tidak mau lagi beribadah melayani Tuhan. Yesus tidak pernah menyesali panggilan dan pilihanNya. Jadi tidak ada istilah panggilan sudah habis. Lalu kenapa panggilan makin pudar? Karena ada dosa yang dipertahankan, diulang-ulang sampai puncaknya dosa!
Secara daging dia rasa enak karena dia tidak lagi melayani, tidak lagi beribadah, bisa begini dan begitu, tetapi rohnya menderita. Dan nanti akan lebih berat penderitaan daging yang dia alami yaitu ketika dia harus masuk dalam zaman penderitaan antikristus. Baru mau kembali pada panggilan dan pilihan sudah terlambat.
Karena selama ini dia tidak menghargai darah Yesus yang memanggil dan memilih dia maka dia harus masuk aniaya antikristus, darahnya dicurahkan, dagingnya dirobek. Sampai nanti harus mengalami 21 hukuman dari Tuhan. Sampai puncak penderitaan daging ketika masuk dalam lautan api dan belerang!
Lebih baik sekarang menderita daging untuk berhenti berbuat dosa, untuk hidup menuruti kehendak Tuhan. Kita melayani Dia menjadi senjata kebenaran, bukan menjadi senjata kelaliman. Kita mau melayani Tuhan sebagai majikan kita, bukan melayani setan, bukan melayani dosa! Memang sakit bagi daging.
b) I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Menderita daging tanpa dosa karena Yesus, yaitu:
Ø Karena ibadah pelayanan yang benar.
Ø Karena Firman pengajaran yang benar.
Ø Karena mau hidup benar.
Mengikut Tuhan, beribadah melayani Tuhan memang tidak enak bagi daging, tetapi harus memikul salib. Siapa mau mengikut Yesus harus memikul salibnya setiap hari. Kita beribadah melayani Tuhan setiap hari, kalau kita diizinkan menderita karena pelayanan, tinggal periksa diri. Kalau ada dosa itu berarti teguran dan hajaran dari Tuhan, selesaikan dosa. Kalau tidak ada dosa, itu berarti salib yang harus kita pikul. Jangan semua penderitaan langsung kita bilang salib. Kalau salib itu menderita tanpa dosa, karena kebenaran, karena Firman pengajaran yang benar.
Memang tidak gampang untuk menderita karena Yesus, seringkali kita dianggap tidak layak. Jadi untuk menderita karena Yesus itu dilayakan, ada yang tidak layak.
Kisah Para Rasul 5:41
5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
Kalau untuk menderita karena Yesus dianggap tidak layak, bagaimana mau layak dipermuliakan bersama Yesus. Kita periksa saya menderita selama ini karena Yesus, saya dianggap layak atau tidak. Apa bukti dianggap tidak layak?
Bukti dianggap tidak layak menderita karena Yesus adalah saat menghadapi penderitaan mulai bereaksi daging, mengomel, tidak rela menerima. Kenapa saya begini, padahal saya lakukan ini untuk Engkau Tuhan! Itu tidak rela. Dan juga merasa diri benar ‘dibandingkan dia, saya lebih benar. Pelayanan saya lebih baik dari dia, saya lebih sungguh dari dia. Kenapa saya menderita, sedangkan dia enak hidupnya’. Ini menderita konyol. Sudah menderita tetapi tidak dapat apa-apa.
Bukti kita dianggap layak adalah berbahagia saat menderita karena Yesus. Berbahagia ini artinya rela menerima, tidak ada suara daging lagi. Dicaci maki, dikata-katai kita hanya mengucap syukur. Itu berarti dianggap layak menderita bersama Yesus maka kelak kita dianggap layak untuk masuk dalam kemuliaan kekal bersama Yesus.
Jangan hanya puas dengan kemuliaan jasmani, yang kita kejar kemuliaan rohani kekal bersama Yesus. Untuk dipermuliakan bersama Yesus hanya satu jalannya yaitu jalan salib!
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Bagi logika manusia tidak masuk akal, orang menderita koq bahagia. Itulah bukti kita dianggap layak, kita rela menderita. Sebab yang kita kejar bukan kemuliaan jasmani. Secara jasmani kita dihina, dipermalukan, tetapi kemuliaan rohani menanti kita, kemuliaan kekal bersama Yesus. Lihat Yesus, di kayu salib Dia dipermalukan, ditelanjangi, tetapi Dia dipermuliakan, maka kita juga akan dipermuliakan.
2. Iman kepada Yesus sebagai kebenaran.
Yohanes 16:13
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Iman kepada Yesus sebagai kebenaran artinya dikuasai oleh Roh Kudus sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran di dalam segala hal. Dan kita melayani Tuhan dengan setia dan benar, menjadi hamba atau senjata kebenaran.
Kita periksa, selama ini saya melayani Tuhan dengan setia dan benar atau tidak, saya sudah melayani sebagai hamba kebenaran atau belum. Bukti kita melayani sebagai hamba kebenaran adalah tidak ada ikatan lagi, tidak mau terikat oleh apapun. Kebenaran itu memerdekakan kita.
Yohanes 8:32
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Tidak ada lagi ikatan dosa, kita melayani dalam kesucian. Tidak ada lagi ikatan dunia, kita melayani dengan setia berkobar-kobar. Dunia itu membuat kita tidak setia.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Selalu berjuang dan rela berkorban untuk ibadah pelayanan, tidak terikat dengan dunia. Dunia mau menjalin persahabatan dengan gereja. Dunia mau menjadikan gereja mengasihi dia. Dunia ini mau menjadikan gereja serupa dengan dia. Tetapi kita harus terlepas dari dunia.
Tidak ada lagi ikatan daging yang membuat kita tidak taat. Kita melayani Tuhan dengan ketaatan pada Firman apapun resikonya.
Roma 8:7
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Ini iman kepada Yesus sebagai kebenaran. Kita melayani dengan kebenaran, ada kelepasan demi kelepasan, bukan terikat. Isteri Lot adalah kehidupan yang melayani dengan ikatan. Dia sudah keluar dari Sodom Gomora, tidak dihukum. Tetapi dia terikat dengan Sodom dan Gomora sehingga menoleh ke belakang. Kalau ada ikatan pasti suatu saat menoleh ke belakang, kembali pada hidup lama. Mungkin dia hebat melayani, awal melayani luar biasa, banyak orang diberkati dengan pelayanannya, tetapi kalau ada ikatan akan menoleh ke belakang. Waktu ikatannya belum kuat, masih kendor, masih bisa jalan. Suatu saat talinya sudah span, dia menoleh ke belakang, jadi tiang garam.
Lukas 9:62
9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Nomor 1 saya dikoreksi Tuhan, berapa tahun sudah melayani, kalau ada ikatan suatu saat akan kembali pada hidup lama, menoleh ke belakang sehingga tidak layak untuk masuk kerajaan Allah.
Ayo beriman kepada Yesus sebagai kebenaran, jangan ada lagi ikatan, kita mohon kepada Tuhan melepaskan semuanya. Kita bersyukur dalam penggembalaan ada pedang Firman memutuskan segala ikatan. Kita sekarang berada dalam suatu perlombaan rohani, lomba lari untuk mencapai gunung Yerusalem Baru. Coba kalau ada ikatan, lari kencang lalu terikat kakinya. Semakin tinggi dia lari lalu tersandung, luar biasa kejatuhannya. Makanya tidak usah heran, dia itukan hamba Tuhan, pelayan Tuhan, kenapa dia begini? Itu karena ada ikatan yang belum dilepaskan.
3. Iman kepada Yesus sebagai hidup.
Yohanes 5:24
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Yang memberi hidup adalah Yesus, itulah Firman yang dibuka rahasia. Jadi beriman kepada Yesus sebagai hidup adalah berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar apapun yang dihadapi.
Jangan lepaskan pengajaran yang sudah kita terima dari pendahulu kita, apa yang sudah menjadi pengalaman hidup kita. Ikuti kegerakan ini, pegang teguh Firman pengajaran. Hasilnya:
a) Berpindah dari maut kepada hidup yang kekal. Pengajaran yang benar ini memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal. Ketika Yesus datang kembali kita yang masih hidup yang berpegang pada pengajaran ini akan diubahkan sekejab mata dalam tubuh kemuliaan untuk menjadi satu daging dengan Yesus. Suami isteri itu satu daging. Yesus Mempelai Pria sorga dalam tubuh kemuliaan, kita Mempelai WanitaNya juga dalam tubuh kemuliaan, menjadi satu dalam pesta nikah Anak Domba Allah, ini kerinduan kita.
Kalau Tuhan izinkan meninggal dunia seperti para pendahulu kita, mereka berpegang pada pengajaran yang benar sampai garis akhir, akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan! Saya tekankan soal kehidupan, kalau yang mati itu urusannya Tuhan. Yang mau saya urus ini jemaat yang hidup, berdoa supaya kita semua hidup menyambut Tuhan. Kalau Tuhan izinkan meninggal dunia itu urusannya Tuhan. Yang pasti akan dibangkitkan juga dalam tubuh kemuliaan.
b) Kalau kita pegang teguh Firman pengajaran, kuasa Firman pengajaran itu menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Yang sudah merasakan kuasa Firman pengajaran menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, jangan lepaskan pengajaran!
Ibrani 1:1-2
1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Sekarang Tuhan berbicara melalui Anak-Nya, itulah Firman pengajaran yang benar yang kita dengar sekarang. Alam semesta saja Tuhan ciptakan, masakan hanya yang jasmani Tuhan tidak sanggup adakan. Sepatah kata Firman sanggup menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.
Alam semesta ini diatur oleh Tuhan, kalau tidak diatur bisa tabrakan semua. Jadi dalam Firman pengajaran yang benar ada kuasa untuk mengatur hidup kita, menjadikan semua indah pada waktunya, menata rapi hidup kita.
Lalu bagaimana sikap kita terhadap Yesus yang empunya Firman?
Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Sikap kita sujud menyembah Tuhan! Mari banyak menyembah Tuhan hari-hari terakhir ini. Kita bersyukur, berterima kasih kepada Tuhan sudah Tuhan perkenalkan dengan pengajaran yang benar. Firman pengajaran menata rapi hidup kita. Bandingkan dulu sebelum dalam pengajaran, bandingkan sekarang di dalam pengajaran, apa yang kita alami dan rasakan. Firman itu menciptakan dari yang tidak ada, menghapus kemustahilan, menata rapi hidup ktia. Jangan lepaskan iman kepada Yesus sebagai hidup. Pegang teguh Firman pengajaran yang benar, sepatah kata Firman berkuasa menghapus kemustahilan.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar