Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 16:16-21
16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.
16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."
16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.
16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
Kegunaan Manna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dulu orang Israel memungut 1 gomer per orang dari hari pertama sampai kelima. Jadi 1 gomer itu sudah cukup memenuhi kebutuhan orang Israel sehari-hari bahkan melimpah. Manna menunjuk Firman penggembalaan, Firman itu cukup memelihara hidup kita bahkan melimpah. Kalau dalam gereja ada Firman yang dibukakan rahasianya dengan melimpah maka kita tidak perlu ragu, Tuhan sanggup memelihara hidup kita dengan melimpah. Melimpah ini jangan diukur dengan banyaknya uang. Melimpah itu sampai kita bisa mengucap syukur. Berapa saja Tuhan berkati kita lalu kita bisa mengucap syukur, itu adalah pemeliharaan yang melimpah dari Tuhan.
Jadi, pemeliharaan hidup kita bukan bergantung dari apa yang kita miliki di dunia ini tetapi dari Firman Tuhan yang semakin dibukakan rahasianya dengan melimpah. Saya berdoa supaya kaum muda bisa dapat ijazah, yang sudah lulus bisa mendapat pekerjaan yang mapan, terpelihara hidupnya, tetapi jangan bergantung pada apa yang ada di dunia karena dunia sedang lenyap. Jika kita hanya bergantung pada apa yang ada di dunia, maka kita adalah orang yang paling malang. Dunia ini sedang lenyap, maka bisa ikut lenyap. Bergantunglah pada Firman. Dengar Firman dan praktekan, itu yang memelihara hidup kita.
Yang menjadi pokok utama untuk dicari adalah Firman. Sebagai hamba Tuhan saya harus bergumul untuk menyiapkan Firman untuk diberitakan kepada sidang jemaat. Kesempatan mendengar Firman di dalam ibadah, utamakan itu, maka Tuhan akan memelihara hidup kita.
Ada yang harus dijaga, di dalam kelimpahan Firman kita tetap harus menghargai dan menghormati Firman. Bangsa Israel dalam kelimpahan tetapi bosan terhadap Firman.
Bilangan 21:5
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
Bangsa Israel muak terhadap manna, bagi kita sekarang muak terhadap Firman. Ini yang harus kita jaga, sementara Tuhan bukakan rahasia Firman dengan limpah, jangan sampai muak terhadap Firman, bosan terhadap Firman. Apalagi Firman penggembalaan itu Firman yang diulang-ulang. Tiap hari bangsa Israel makan 1 gomer manna, mereka bosan, mau ganti dengan yang lain. Banyak orang Kristen seperti itu, sudah diberkati oleh Tuhan, dibawa pada penggembalaan yang ada pembukaan Firman yang melimpah, mulai bosan dan muak terhadap Firman.
Sementara orang di luar kelaparan, mereka butuh Firman. Kita yang mendapat kelimpahan Firman malah bosan, nanti nasibnya sama seperti orang di luar, akan masuk dalam kelaparan yang dahsyat yang melanda bumi ini. Akan terjadi kelaparan yang dahsyat melanda bumi ini, lapar akan Firman. Cari Firman sudah tidak dapat, mau bayar berapapun mencari Firman sudah tidak ada lagi.
Amos 8:11-13
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
Siapa yang lapar? Pemuda dan pemudi. Karena yang terjadi dalam gereja, yang punya minat mendengar Firman hanya orang tua, kaum muda itu banyak yang kurang berminat mendengar Firman!
Amos 8:14
8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."
Akhirnya jatuh dalam dosa dan tidak bangkit-bangkit lagi, tidak bisa bertobat karena tidak ada kekuatan Firman.
Memang ada 2 kemungkinan yang terjadi saat kelimpahan Firman.
1. Mulai bosan, menghina Firman sehingga jatuh dalam dosa dan tidak bangkit-bangkit lagi, tidak bertobat. Kalau tidak bertobat sudah sama seperti setan!
2. Kita mengucap syukur kepada Tuhan sehingga mengalami penyucian dan mengarah pada kesempurnaan.
Hari pertama sampai kelima mengumpulkan 1 gomer 1 orang. Angka 5 menunjuk 5 indera kita. Dengan adanya Firman yang melimpah, kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan maka kita bisa mengalami penyucian panca indera = penyucian seluruh hidup.
Dulu manusia diciptakan segambar dengan Allah, tetapi setan merusak gambar itu dengan memanfatkan indera manusia. Hawa mendengar setan, telinganya salah mendengar. Hawa menambah dan mengurangi Firman, mulutnya dirusak oleh setan. Kemudian matanya melihat buah terlarang, dirusak oleh setan. Hawa melihat buah itu sedap kelihatannya, kulitnya atau perasaannya dirusak oleh setan. Lalu dia mau menjadi sama dengan Tuhan dengan cara yang salah, hidungnya dirusak oleh setan.
Kita berbahagia, bersyukur kepada Tuhan kalau setiap kita beribadah ada Firman yang dibuka rahasianya supaya kita mengalami penyucian panca indera.
Kita pelajari penyucian panca indera dalam Yohanes pasal 10 yang bicara tentang penggembalaan. Di sini Yesus tampil sebagai Gembala yang baik. Kebaikan Yesus sebagai Gembala adalah dengan memberi Firman yang melimpah.
Yohanes 10:10
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Yesus Gembala yang baik datang untuk memberi hidup di dalam kelimpahan. Yesus Gembala yang baik menyediakan Firman yang melimpah kepada kita supaya panca indera kita disucikan.
1. Indera kulit
Yohanes 10:24
10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
Penyucian indera kulit atau perasaan, disucikan dari kebimbangan. Waktu Yesus datang pertama kali, yang bimbang adalah kaum muda, Maria bimbang. Waktu Gabriel datang dan berkata engkau akan mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, engkau harus memberi nama Dia Yesus. Maria bertanya ‘bagaimana mungkin hal itu terjadi’. Kaum muda ini banyak yang bimbang.
Lukas 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Kebimbangan itu memunculkan pertanyaan bagaimana bisa, bagaimana mungkin.
Kalau saya tergembala tekun 3 macam ibadah nanti bagaimana saya mencari pekerjaan. Kalau saya tergembala bagaimana kuliah saya, bagaimana study saya. Kalau saya tekun dalam penggembalaan, bagaimana jodoh saya, sementara diajar harus satu sumur penggembalaan. Bagaimana masa depanku dan seterusnya.
Lewat Firman penggembalaan kita disucikan.
Ada 3 hal yang seringkali membuat bimbang:
a) Ajaran palsu
Di gereja diajar kaum muda harus menjaga kekudusan, pacaran untuk menikah. Kalau di sana tidak apa-apa, lebih bagus di sana, saya dikekang di gereja. Akhirnya jadi bimbang terhadap pengajaran yang benar. Ajaran palsu itu ajaran yang tidak senada dengan yang kita dengar, bertentangan dengan yang kita terima, hanya mengenakan daging.
Daging ini kalau mau diikuti maunya pasti pilih yang salah karena yang salah itu enak bagi daging. Coba lihat saja Hawa, dia dengar ajaran palsu, kalau kamu makan buah itu kamu jadi sama dengan Tuhan. Kan enak bagi daging, cuma makan buah terlarang sudah langsung jadi sama dengan Tuhan. Sementara kalau pengajaran yang benar kalau mau jadi sama dengan Allah prosesnya sakit bagi daging, daging harus dirobek, harus dimatikan. Itu ajaran palsu, isinya selalu mengenakan daging.
Kalau kita dengar satu ajaran cuma mengenakan daging, menghibur daging, tidak ada penyucian, hindari, nanti bisa bimbang.
b) Dosa
Dosa itu enak bagi daging. Pesta narkoba, pesta miras, pesta seks, enak bagi daging. Tetapi hanya membawa kita kepada kebinasaan! Kalau ada dosa hindari, bukan kita berkecimpung di situ. Sudah tahu itu lingkungan yang tidak sehat, lebih baik menghindar.
c) Pencobaan-pencobaan
Ada kaum muda yang berkata ‘sejak saya masuk pengajaran saya malah dijauhi teman-teman’. Saya kuatkan sudah betul, kamu sudah pilih yang benar! Puji Tuhan sampai sekarang dia masih bertahan di dalam pengajaran yang benar.
Jika bimbang pasti pilih yang salah, pasti pilih ajaran palsu, pasti pilih dosa, pasti berharap kepada yang lain bukan berharap Tuhan dalam menghadapi pencobaan dan dia sedang menuju kebinasaan.
Yakobus 1:6-8
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Orang bimbang tidak mendapat apa-apa dari Tuhan, kosong dari Tuhan. Terutama tidak mendapat keselamatan, berarti binasa. Hidupnya tidak pernah tenang dan semakin merosot. Jasmani merosot, rohani merosot, sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang. Itu sebabnya kita butuh Firman untuk menyucikan perasaan kita.
Pedang Firman pengajaran yang benar itu kuat, hidup, tajam menusuk sampai ke dalam hati dan pikiran. Hati dan pikiran ini yang seringkali bimbang, biar disucikan sehingga kita menjadi kaum muda yang kuat teguh hati.
Di dalam kitab Daniel ada 4 kaum muda yang kuat teguh hati yaitu Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, mereka kuat teguh menghadapi apapun. Menghadapi ajaran palsu tetap pegang pengajaran yang benar. Sadrakh, Mesakh dan Abednego dipaksa menyembah patung, Daniel dipaksa tidak boleh menyembah Tuhan hanya boleh mengajukan permohonan kepada raja. Menghadapi ajaran palsu mereka tetap kuat dan teguh hati. Mereka sama dengan kita manusia daging, kalau mereka bisa kita juga bisa. Bukan dari kita kekuatannya tetapi dari Firman Tuhan.
Mari kuat teguh hati, berpegang pada pengajaran yang benar. Kalau sudah bimbang, selalu timbang-timbang. Bagaimana nanti? Akhirnya perasaannya jadi tumpul. Kalau sudah jadi tumpul pasti berbuat dosa.
Efesus 4:18-19
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Hati-hati, masa muda itu masa kuatnya hawa nafsu daging. Kalau sudah bimbang terhadap pengajaran yang benar, perasaannya tumpul akhirnya menyerah pada hawa nafsu daging, berbuat segala macam kecemaran dosa.
Biarlah kita kuat teguh hati, pegang pengajaran yang benar, pertahankan hidup benar dan suci. Apapun dosa yang menggoda, memaksa, mengancam, kita pertahankan hidup benar dan suci. Dan apapun pencobaan yang kita hadapi tetap berharap dan menyembah Tuhan.
2. Indera telinga
Yohanes 10:27
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
Penyucian telinga, telinga hanya dipakai untuk mendengar Firman dan dengar-dengaran. Bukti telinga disucikan, dia bersukacita saat mendengar Firman. Periksa diri kita, raba diri masing-masing, waktu ibadah waktu pujian bersukacita, waktu mendengar Firman apakah bersukacita atau bosan atau marah?
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Kita mau dibawa pada status mempelai wanita Tuhan, bukan hanya sahabat. Yohanes Pembaptis adalah sahabat mempelai, tetapi sangat bersukacita mendengar suara mempelai. Kita mau dijadikan Mempelai Wanita Tuhan, seharusnya sukacita kita lebih besar.
Kisah Para Rasul 13:48
13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
Jadi orang yang mau disucikan telinganya, yang bersukacita mendengar Firman, dia adalah orangnya Tuhan. Biasanya saya tes bicara dengan orang yang bukan jemaat, kalau sudah bicara Firman lalu dia tidak tertarik, berarti bukan orangnya Tuhan. Tetapi kalau bicara Firman dia bisa tertarik sampai bisa berapa waktu lamanya, yakinlah itu orangnya Tuhan, pasti bisa masuk menerima pengajaran.
Periksa diri, saya ini orangnya Tuhan atau orangnya setan. Kalau orangnya setan mendengar Firman dia tidak sejahtera. Tetapi kalau orangnya Tuhan, dia bersukacita.
3. Indera mata
Yohanes 10:32
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Mata disucikan sehingga bisa memandang pekerjaan Tuhan. Artinya melayani Tuhan dengan perhatian penuh, bukan sekedar melayani. Periksa pelayanan kita selama ini, apakah dengan perhatian penuh atau hanya sekedar. Saya juga sebagai gembala diperiksa, saya melayani ada perhatian atau hanya sekedar karena gembala harus khotbah. Karena saya sudah isi formulir sebagai paduan suara kaum muda jadi saya latihan, tetapi tidak ada perhatian penuh. Ayolah kita rubah pelayanan kita.
Tahun ini sudah mau berakhir, di awal-awal tahun sampai pertengahan mungkin pelayanan kita mulai kendor, tidak ada perhatian. Lebih banyak alpa izinnya dari pada hadir. Perhatian pelayanan, melayani bukan sekedar menyanyi, bukan sekedar main musik, perhatikan semuanya, terutama perhatikan kekudusan hidup kita. Pekerjaan Tuhan itu disebut pekerjaan baik. Perhatikan itu maka akan menentukan hidup kita baik, masa depan kita baik, semua baik karena kita memperhatikan pekerjaan Tuhan yang baik.
Tetapi justru ada hamba Tuhan pelayanan Tuhan memandang pekerjaan Tuhan dengan mata bermusuhan.
I Samuel 2:32
2:32 Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.
Pekerjaan Tuhan dipandang dengan mata bermusuhan, artinya tidak mau menjamah pelayanan, tidak mau aktif, masa bodoh dengan pelayanan, tidak peduli dengan pelayanan. Kenapa tidak serius dalam melayani?
I Samuel 2:29
2:29 Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?
Karena orientasi melayani hanya untuk kepentingan sendiri, hanya mencari kesenangan daging, hanya mencari keuntungan jasmani. Makanya pekerjaan Tuhan dipandang dengan bermusuhan. Kalau diumumkan ada doa puasa, malah ditanggapi dengan bermusuhan. Nanti kalau doa puasa saya dengan papa mama ribut lagi di rumah, orang ada pekerjaan, ada tugas, malah disuruh puasa, om gembala ini tidak tahu situasi! Jangan terjadi pada kita.
Termasuk ya sebagai gembala. Pekerjaan Tuhan itu pekerjaan yang baik, pandang dengan perhatian penuh. Tuhan Yesus katakan lihatlah sekeliling, pandanglah ke ladang-ladang yang sudah menguning dan matang siap untuk dituai. Bukan hanya memandang yang jasmani, akhirnya pekerjaan Tuhan dipandang dengan mata bermusuhan. Kalau disuruh mengerjakan sesuatu mungkin di depan gembala tidak mengomel, tetapi di hati mengomel. Itu berarti memandang pekerjaan Tuhan dengan mata bermusuhan. Biarlah itu semua disucikan.
Kalau pekerjaan Tuhan dipandang dengan mata bermusuhan, nanti pekerjaan Tuhan dianggap menyusahkan. Akhirnya bersungut-sungut dan berbantah-bantah.
Filipi 2:12
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Pelayan Tuhan itu adalah bintang. Kalau bersungut-sungut, berbantah-bantah, berarti bintang berbenturan dengan bintang, pasti gugur! Mengapa banyak pelayan Tuhan berguguran? Dulu melayani tetapi sekarang hilang sudah tidak melayani lagi. Karena matanya hanya tertuju pada yang jasmani sehingga pekerjaan Tuhan dia pandang dengan pandangan bermusuhan, bosan, malas dikerjakan, dia anggap itu hanya menyusahkan, hanya menyita waktunya. Akhirnya bersungut-sungut, ngomel, gugur! Semakin banyak bersungut, banyak ngomel, bintangnya semakin redup. Tinggal tunggu waktu dia gugur dan jatuh. Jangan terjadi pada kita!
4. Indera mulut
Yohanes 10:35-36
10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan —,
10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Penyucian mulut. Ada 2 hal yang disucikan dari mulut:
1) Apa yang dari dalam keluar di mulut, itulah perkataan-perkataan kita yang keluar di mulut. Jangan ada hujat. Hujat dimulai dari bergosip, menyalahkan orang, memfitnah, nanti menghujat. Menghujat itu yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Kalau hati kotor mulutnya kotor. Harus disucikan semua.
Hujat itu roh antikristus, jangan sampai menghujat pengajaran. Banyak terjadi kaum muda menghujat Firman pengajaran yang benar karena persoalan jodoh. Memaksakan pasangan yang tidak seimbang, waktu ditegur dan diingatkan, malah pengajaran dihujat. Tidak ada kasih, tidak bisa begini, tidak bisa begitu, ini pengajaran apa!
2) Apa yang dari luar ke dalam yaitu penyucian dari dosa makan minum. Jangan sampai mulut ini memakan makanan yang tidak suci, makanan yang tidak sehat bahkan hanya merusak! Rokok itu merusak! Miras merusak. Apalagi narkoba. Tidak mengenyangkan, tidak sehat, malah merusak. Juga termasuk makanan yang tidak cocok bagi kesehatan. Sakit maag, jangan makan yang terlalu pedis. Kolesterol jangan makan babi ragey. Kan sudah didoakan, dalam nama Yesus sikat saja, itu sudah mencobai Tuhan!
Yesaya 55:1-2
55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
Tetapi banyak yang berdebat, kan Paulus bilang segala sesuatu diperbolehkan. Memang betul, tetapi ingat kalimat selanjutnya, bukan segala sesuatu berguna.
I Korintus 10:23
10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Kalau yang dikonsumsi itu tidak berguna bagi kesahatan, malah merusak kesehatan yah jangan dikonsumsi. Itu mulut yang suci. Sudah tahu tekanannya tinggi, lalu makan sate kambing, minum jus durian. Boleh? Boleh, tetapi tidak berguna bagi kesehatan. Kalau tidak berguna, hanya merusak kesehatan, jangan!
Segala sesuatu diperbolehkan tetapi bukan segala sesuatu membangun. Makan apa saja boleh, tetapi kalau jadi sandungan, jangan dikonsumsi!
I Korintus 8:13,8-9
8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
Termasuk kita harus belajar etika, kalau kita mengikuti suatu acara pesta atau acara yang berakhir dengan makan-makan, dijaga etikanya. Jangan karena kita punya cara makan orang lain tersandung. Kalau mau tambah silahkan, tetapi dijaga jangan jadi sandungan. Alkitab mengajar kita untuk beretika. Dilihat di mana tempat kita berada. Kalau di lingkungan itu angkat kaki 1 sambil makan tidak masalah yah tidak apa-apa. Tetapi jangan sampai di tempat lain. Jangan sampai makanan kita menjadi sandungan bagi orang lain.
5. Indera hidung
Yohanes 10:31
10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
I Timotius 2:8
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Orang yang berdoa mengangkat tangan yang suci, penyembahan itu hidung, berarti ini penyucian hidung supaya bisa menyembah Tuhan. Tetapi dalam Yohanes 10:31 tangan diangkat untuk melempari Yesus dengan batu. Hidung disucikan supaya bisa menyembah Tuhan. Kalau tidak suka menyembah, pasti banyak menyakiti orang lain sampai menyakiti Tuhan. Batu itu keras, suka kekerasan! Hati-hati, kekerasan ini tumbuh subur dalam nikah. Kain membunuh Habel. Yang punya saudara, jangan ada kekerasan. Kalau ada kekerasan, minta ampun. Tingkatkan penyembahan supaya kita tidak melakukan kekerasan.
Juga kekerasan tumbuh subur dalam penggembalaan. Kakak-kakak Yusuf adalah gembala, membenci Yusuf sampai menjualnya, Yusuf juga adalah gembala. Sesama pelayan, sesama anak Tuhan, melakukan kekerasan, menyakiti hati sesama. Kita berbeda karakter, berbeda suku, beda kebudayaan, jangan sampai ada kekerasan-kekerasan. Makanya hidung dipakai untuk mencium dupa, untuk menyembah. Kita pakai hidup kita untuk menyembah Tuhan dengan benar.
Kaum muda masa kuatnya daging, dimatikan dagingnya lewat doa penyembahan. Daniel seorang muda, tetapi dia suka menyembah.
Daniel 6:11
6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Jadilah kaum muda yang menjadi penyembah-penyembah yang benar, suka menyembah, gemar menyembah Tuhan.
5 indera ini harus disucikan. Kalau 5 indera sudah disucikan maka urusan hidup kita adalah urusannya Tuhan. Seperti bangsa Israel 40 tahun di padang gurun tidak bisa menabur, tidak bisa menuai, tetapi tiap hari menerima pencurahan roti manna. Tinggal pungut! Jadi kalau hidup dan pancaindera kita sudah disucikan, maka kebutuhan hidup kita, masa depan kita adalah urusannya Tuhan, Tuhan sanggup memelihara hidup kita. Dunia yang kita tempati ini seperti padang gurun. Dulu bangsa Israel berjalan di padang gurun, kita juga sekarang ada di padang gurun dunia, serba sulit. Biaya-biaya semakin mahal, mencekik leher, tetapi Yesus sanggup memelihara kita lewat Firman, lewat penyucian.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Pemeliharaan itu bukan hanya sebatas tubuh tetapi jiwa dan roh. Kita disucikan sampai sempurna. Hasil pemeliharaan Firman itu luar biasa. Kaum muda jangan karena mencari pemeliharan hidup sehingga penggembalaan ditinggalkan, kesempatan mendengar Firman diabaikan. Mungkin dapat tetapi hanya untuk sesaat saja, sebab begitu antikristus berkuasa semua yang ada disita oleh antikristus. Kalau sekarang kita cari pemeliharaan hidup dari dunia maka sedang lenyap bersama dunia. Tetapi kalau kita mencari Firman, cari kesucian, maka Tuhan memelihara kita, tidak terbatas pemeliharaan Tuhan. Sekalipun dunia krisis, Tuhan memelihara kita secara ajaib. Jasmani dipelihara, rohani juga dipelihara oleh Tuhan.
Kejar kekudusan, yang kita cari hari-hari terakhir ini adalah kekudusan, itu yang utama. Cari Firman, cari kekudusan, maka berkat-berkat itu urusannya Tuhan, Tuhan kirim kepada kita.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Kalau ada kekudusan kita bisa melihat Tuhan. Untuk sekarang kita melihat Tuhan dalam bentuk pemeliharaan Tuhan, pertolongan Tuhan, pembelaan Tuhan secara ajaib pada waktunya. Nanti waktu Yesus datang kita bisa melihat Tuhan muka dengan muka, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, berkerajaan 1000 tahun damai dan masuk kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem Baru. Kejar kekudusan, mata memandang Tuhan.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar