20251005

Kebaktian Umum, Minggu 5 Oktober 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Dalam Tabernakel Wahyu pasal 15 terkena pada Tabut Perjanjian.

Wahyu 15:1-4

15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Wahyu 15:1-4 ini merupakan pengulangan dan peningkatan dari Wahyu pasal 4 dan pasal 5 tentang takhta Tuhan. Wahyu pasal 4 dan 5 juga terkena Tabut Perjanjian. Yohanes mendapat penglihatan tentang kerajaan Sorga, ada pintu terbuka, ada takhta Tuhan di situ dan ada pelangi melingkupinya, sampai melihat 4 makhluk di sekeliling takhta. Artinya Tuhan sungguh-sungguh mau menempatkan kita di takhta Tuhan = mau membawa kita masuk ruangan maha suci, daerah kesempurnaan.

 

Dulu tidak sembarang orang yang boleh melihat dan masuk ke dalam ruangan maha suci. Imam-imampun tidak sembarang, hanya Imam Besar yang boleh masuk, itupun setahun sekali membawa darah dan dupa untuk mengadakan pelayanan pendamaian.

 

Sekarang kita memiliki Imam Besar Yesus yang telah membuka jalan bagi kita untuk bisa masuk ruangan maha suci. Supaya di mana Yesus berada, di situ juga kita berada.

Ibrani 6:19-20; 10:19-20

6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

 

Bagaimana Yesus merintis jalan bagi kita? Imam Besar Yesus mati di kayu salib. Jadi yang Dia bawa bukan darah lembu lagi tetapi membawa darahNya sendiri. Yesus membawa dupa, itulah doa syafaatNya bagi kita. Yesus sudah mati di kayu salib untuk membuka jalan bagi kita masuk ke ruangan maha suci, bisa mencapai kesempurnaan seperti Yesus. Sudah dinubuatkan dengan peristiwa waktu kematian Yesus, pintu tirai terbelah dan terjadi gempa bumi, maka terlihat Tabut Perjanjian di dalamnya.

Matius 27:51

27:51  Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

 

Ruangan maha suci = Yerusalem Baru. Mengapa? Karena ruangan maha suci itu panjang, lebar dan tingginya sama. Yerusalem Baru juga panjang, lebar dan tingginya sama, kota itu 4 persegi.

Wahyu 21:16

21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.

 

Dalam ruangan maha suci ada Tabut Perjanjian. Itu menunjukan penyatuan antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna, Mempelai WanitaNya.

Tabut Perjanjian terdiri dari 2 bagian:

1.      Tutup pendamaian dari emas murni dan 2 kerubnya juga dari emas murni. Kerub pertama menunjuk pribadi Allah Bapa, kerub kedua menunjuk pribadi Allah Roh Kudus, tutup pendamaian yang ada 7 percikan darah menunjuk pribadi Yesus Anak Allah.

Keluaran 25:16-18

25:16 Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.

25:17 Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.

25:18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

 

Jadi kalau disimpulkan tutup pendamaian adalah kepenuhan Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.

Kolose 1:19

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

 

2.      Peti Perjanjian

Keluaran 25:10-11

25:10 "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

25:11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Terbuat dari kayu penaga tetapi sudah tidak terlihat lagi kayunya karena disalut dengan emas murni bagian dalam dan bagian luar. Sehingga kalau kita lihat, sudah sama dengan tutup, sama-sama emas. Ini menunjuk kita manusia daging yang berdosa tetapi mau disucikan, mau diubahkan sehingga tidak terlihat lagi kedagingannya. Terutama bagian dalam yang disalut, terutama tidak ada lagi tabiat daging, yang ada pada kita tabiat Ilahi, tabiat Yesus. Kalau tabiat sudah dibaharui maka perkataan dan perbuatan (bagian luar) juga sudah diubahkan. Sehebat-hebatnya manusia kalau tidak disucikan, tidak dibaharui, dia tetap kayu yang mudah rapuh dan suatu saat hancur!

 

Tabut dibuat dari kayu penaga, bentuknya bengkok-bengkok, warnanya hitam, bergetah lagi. Kalau tukang mebel tidak suka kayu seperti ini. Tetapi inilah yang dipilih Tuhan. Kita manusia yang rusak Tuhan pilih mau dijadikan Mempelai WanitaNya. Kita bersyukur kalau kita bisa disucikan dan dibaharui. Inilah tujuan kita beribadah, tujuan kita digembalakan supaya diperbaiki. Tidak ada yang baik hidup kita, tidak ada yang mulus, tidak ada yang sempurna, tetapi semua mau Tuhan perbaiki.

 

Karena kematian Yesus pintu tirai terobek dan tabut perjanjian terlihat. Artinya karena kematian Yesus, karena Korban Kristus kita mendapat kesempatan untuk dibenarkan, disucikan, bahkan disempurnakan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Ibrani 10:10,14

10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

 

Apa sepatah kata Firman? Itulah perkataan Yesus di kayu salib ‘sudah selesai’. Ini sepatah kata Yesus yang mengandung kuasa untuk membenarkan kita, menyucikan, sampai menyempurnakan kita.

Wahyu 21:6 (Terjemahan Lama)

21:6 Maka firman-Nya kepadaku, "Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang awal dan Yang akhir. Kepada orang yang dahaga kelak Aku akan memberi minum daripada mata air hayat dengan percuma.

 

Dari kayu salib ‘sudah selesai’ Dia selesaikan segala dosa kita, Dia benarkan dan kuduskan kita. Sampai di Yerusalem Baru ‘sudahlah genap’ Yesus membawa kita ke sana. Makanya ketika perwira di Kapernaum meminta supaya Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit, dia kirim sahabat-sahabatnya berkata Tuhan aku tidak layak menerima Engkau di rumahku, katakan saja sepatah kata hambaku pasti sembuh. Kita bersyukur ada sepatah kata di kayu salib ‘sudah selesai’. Ini yang membuka kesempatan khususnya bagi kita bangsa kafir untuk kita dibenarkan, dikuduskan sampai nanti disempurnakan.

 

Manusia itu semuanya berdosa. Manusia berdosa terpisah dari Tuhan. Bagaimana mau dibenarkan, dikuduskan, disempurnakan kalau kita terpisah dari Tuhan. Tetapi sejak dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Tuhan selalu memanggil orang berdosa. Manusia pertama yang dipanggil oleh Tuhan adalah Abraham. Dia dipanggil dari tengah-tengah bangsa yang keras hati, orang Ur-Kasdim, negeri orang Kasdim, orang-orang yang menyembah ilah lain.

Yosua 24:2

24:2 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.

 

Dari tengah-tengah bangsa yang keras hati, Abraham mendapat panggilan. Kemudian keturunannya yaitu bangsa Israel, justru menjadi bangsa yang keras hati. Mereka menyembah ilah lain. Sudah dipanggil keluar dari Mesir, malah menyembah Ilah lain di padang gurun, mereka menyembah lembu anak emas. Dan mereka berkata inilah tuhan yang menyelamatkan kita dari Mesir, sangking keras hatinya mereka! Jadi mereka membuat Tuhan sendiri.

Keluaran 32:9

32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

 

Tuhan itu Maha Kasih, tidak bosan-bosan Tuhan memanggil. Bangsa Israel yang keras hati Tuhan panggil, bahkan Tuhan jadikan inti Mempelai Wanita Tuhan.

Wahyu 7:4-5,8

7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,

7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

 

Dari mereka yang juataan itu sudah ditentukan jumlahnya hanya 144.000. Orang yang keras hati dipanggil, dijadikan inti Mempelai Wanita Tuhan.

Yesaya 54:5

54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

 

Jadi mereka adalah inti mempelai, tetapi dengan kalimat Allah seluruh bumi, terbuka kesempatan bagi kita bangsa bukan Yahudi, bukan Israel saja. Ini pelajaran bagi kita, sekeras-kerasnya hati manusia, masih Tuhan buka kesempatan. Tuhan panggil dan Tuhan mau pilih menjadi Mempelai WanitaNya. Ini pernyataan Tuhan kasih Tuhan yang besar, orang yang paling keras bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan. semua diberi kesempatan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Tinggal mau menerima panggilan dan pilihan Tuhan atau tidak. Bangsa Israel dipanggil, yang menyambut hanya 144.000.

Sekarang bangsa kafir dipanggil, yang menyambut berapa? Semoga yang menyambut panggil pilihan Tuhan itu bapak ibu saudara sekalian.

 

Dalam Perjanjian Lama Tuhan panggil Abraham, Ishak, Yakub serta keturunannya dan yang menjadi Mempelai Wanita Tuhan hanya 144.000. Tetapi mereka itu yang inti Mempelai Wanita Tuhan. Dalam Perjanjian Baru kita juga dipanggil Tuhan.

I Petrus 1:18-19; 2:9-10

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

 

Tuhan memanggil kita lewat korbanNya, kasih Allah dinyatakan lewat Korban Kristus yang memanggil dan membeli kita dengan darah yang mahal menjadi umatNya untuk dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Seharusnya kita bersyukur dan berterima ksaih kepada Tuhan, seharusnya hanya Abraham, Ishak dan Yakub serta keturunannya, tetapi sekarang saya mendapat kesempatan. Jangan main-main dengan Tuhan, manfaatkan kesempatan yang Tuhan buka bagi kita.

 

Bagaimana sikap kita terhadap panggilan dan pilihan Tuhan?

1.      Menyerahkan diri kita sepenuh kepada Tuhan menjadi haknya Tuhan, sehingga kita tidak berhak lagi atas diri kita sendiri. Dalam artian kita tidak boleh lagi mengikuti keinginan hawa nafsu kita. Seringkali kita menyanyi hidupku bukannya aku lagi tetapi Yesus dalamku, tetapi kita gunakan hidup kita untuk kesenangan daging kita. Serahkan hidup kita kepada Tuhan. Ini yang disebut dengan doulos, hamba yang tidak punya hak, hanya melakukan kewajiban. Baru nanti bisa ditingkatkan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Wahyu 12:1

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

 

Mempelai wanita Tuhan digambarkan seperti seorang perempuan yang hamil. Isteri bisa hamil bukan karena diperkosa tetapi karena dia menyerahkan dirinya kepada suaminya. Itulah Mempelai Wanita Tuhan, hanya menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan, tidak menuntut apa-apa, hanya melakukan kewajiban.

 

Hubungan Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan adalah hubungan suami isteri yaitu hubungan hak dan kewajiban.

I Korintus 7:3-4

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.

7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

 

Ini kita terapkan dalam nikah, lakukan dulu kewajiban baru dapat hak. Kewajiban suami apa, kewajiban isteri apa, baru dapat haknya. Belajar dari Yesus, Yesus suami, tidak berhak atas diriNya sendiri. Buktinya Dia serahkan diriNya untuk kita, Dia mati di kayu salib.

Efesus 5:25

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

 

Sebagai timbal balik, kita gereja Tuhan adalah isterinya Tuhan, tidak berhak atas diri kita. Serahkan kepada Tuhan biar dibentuk dan dikerjakan lewat FirmanNya sesuai kehendak Tuhan. Jadi perjalanan hidup kita bukan lagi mengikuti maunya kita tetapi maunya Tuhan. Kalau istilah rasul Paulus menjadi tawanan roh. Taklukan pikiran kepada Yesus, diambil alih oleh Tuhan Yesus. Baru kita bisa menyanyi jalan serta Yesus setiap langkah sebab Tuhan sudah ambil alih.

 

Ini sikap terhadap panggilan Tuhan. Bahasa yang mudah dicerna adalah taat. Apa saja yang Tuhan sampaikan lewat Firman jawabannya adalah ‘ya’. Jangan dilawan, kalau dilawan ada akibat yang akan dihadapi. Mungkin sekarang merasa aman-aman saja hidup saya. Tetapi nanti akan ada akibat yang kita hadapi. Dalam Wahyu pasal 14 darah sampai di kekang kuda, itu karena hidupnya tidak mau dikendalikan oleh Tuhan.

 

2.      Harus memiliki bukti-bukti ketaatan. Ketaatan ini seperti lembu atau sapi yang diikat hidungnya. Kalau dia mau lari, sakit hidupnya ditarik. Begitu tidak taat, kita sakit, kita sengsara. Tetapi begitu kita mau taat, sekalipun sengsara bagi daging, tetapi ada kemuliaan di depan.

 

Bukti-bukti ketaatan:

a)      Kejadian 12:1

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

 

Negeri = dunia. Pergi dari negerimu berarti harus lepas dari ikatan-ikatan dunia.

Ada 3 ikatan dunia yang harus kita lepaskan.

I Yohanes 2:16

2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

 

1)      Keinginan daging.

2)      Keinginan mata.

3)      Keangkuhan hidup.

 

Apalagi dengan ada handphone, kita bisa melihat dunia dengan segala kemolekannya, sehingga timbul keinginan akhirnya tidak tahu membedakan mana kebutuhan, mana keinginan. Sepatu di rumah sudah 10 pasang, lihat yang gaga beli lagi. Itu sudah bukan kebutuhan, sudah keinginan. Akhirnya keangkuhan hidup, tidak mau mengenal Tuhan, hanya sibuk dengan dunia.

 

b)      Tinggalkan saudaramu. Saudara menunjuk daging. Jadi bukti ketaatan adalah lepas dari kedagingan yaitu hawa nafsu, keinginan, ambisi, emosi, tabiat, lepaskan semua, sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau daging sudah tidak bersuara itu yang disebut damai sejahtera. Kenapa tidak damai? Sebab daging kita masih bersuara. Damai sejahtera itu tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Ini memang tidak langsung jadi, harus ada proses yang kita lewati.

 

c)      Tinggalkan bapa. Bapa yang lama itulah iblis. Jadi artinya lepas dari segala dosa. Iblis disebut bapa pembunuh dan pendusta, jadi terutama lepas dari kebencian dan dusta.

Yohanes 8:44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Kebencian itu justru paling subur dalam rumah tangga nikah. Kalau kita orang pengajaran benci dan dusta, dipertanyakan! Pengajaran yang sehat melepaskan kita dari kebencian dan dari dusta. Bukan justru menumbuh suburkan kebencian, menumbuh suburkan dusta. Apalagi kalau dari mimbar ini mengajar jemaat membenci yang lain. Itu berarti masih bapa yang lama, bukan Bapa di Sorga.

 

3.      Kejadian 12:2

12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

 

Menjadi berkat di mana kita berada. Yang mau ikut KKR jadi berkat di sana lewat perbuatan, lewat tutur kata. Jangan kita bikin susah panitia. Kadang kita diatur tetapi malah kita yang mau mengatur. Kadang kita lupa dipanggil jadi berkat.

I Petrus 3:9

3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

 

4.      I Korintus 6:19-20

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (dan rohmu juga, yang keduanya adalah milik Tuhan)!

 

Memuliakan Tuhan dalam segala hal. Kadangkala kita lakukan ini kita pikir benar, kita berkata seperti itu kita rasa sudah benar, ternyata memalukan Tuhan! Bukan memuliakan. Lalu bagaimana caranya memuliakan Tuhan? Kita belajar dari tabut. Tabut Perjanjian disalut dengan emas dari dalam dan luar. Jadi untuk bisa memuliakan Tuhan serahkan hidup kita, serahkan kedagingan kita untuk disucikan lewat Firman pengajaran yang benar dari dalam sampai luar. Dalam itu hati, pikiran, tabiat. Luar itu perkataan dan perbuatan.

 

Kita datang beribadah siang ini, kita serahkan hidup kita ‘Tuhan bersihkan saya mulai dari hatiku, pikiranku, tabiatku dan juga perkataan, perbuatanku’. Kita pulang bisa memuliakan Tuhan.

 

Kita mulai dari dalam. Emas itu logam mulia yang seringkali dibuat menjadi perhiasan. Serahkan hidup kita untuk dihiasi oleh Tuhan dengan perhiasan rohani yang indah. Jadi jangan marah kalau ditegur dan ditunjuk dosa kita. Itu berarti kita mau dihiasi, mau dijadikan indah. Coba kalau emas itu bisa ngomong, sementara enak-enak dalam sungai lalu diambil dan dimurnikan, kemudian dibakar, dipukul-pukul, ditempa menjadi anting, gelang dan perhiasan-perhiasan lain. Proses itu sakit. Tetapi sesudah jadi perhiasan, yang tadinya hanya bongkahan yang harganya masih tidak terlalu mahal, sekarang bernilai tinggi. Itulah kita, jangan marah kalau kita disucikan oleh Firman. Sakit rasanya, seperti dipukul dengan palu, seperti dibakar dengan api, tetapi maksudnya supaya kita menjadi indah.

 

Kita belajar dari Sara, ditempa, dihiasi oleh Tuhan, diproses oleh Tuhan sampai berhias rohaninya.

I Petrus 3:3-6

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniahh yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

 

Perhiasaan mulai dari dalam, kalau dalam sudah dihiasi maka pasti yang luar berhias juga. Bukan perhiasan lahiriah tetapi perhiasan batiniah, perhiasan bagian dalam. Tempat kita dihiasi adalah dalam penggembalaan. Memang sakit kalau kita beribadah mendengar Firman bagaikan palu, bagaikan api, tetapi kita mau dihiasi.

 

Apa perhiasan rohani yang dimiliki oleh Sara dan juga harus kita miliki?

a)      Lemah lembut. Pengertiannya:

1)      Kemampuan untuk menerima Firman sekeras apapun. Sekalipun rasanya kita seperti dihina, dipermalukan, seperti dimarah-marah, tetapi kita bisa menerima Firman dengan hati lemah lembut.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

Terima dengan lemah lembut. Jangan malah marah kalau Firman menegur kita dengan keras. Itu tanda kita mau dihiasi Tuhan.

 

2)      Bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan. Pasangan lemah lembut adalah rendah hati yaitu kemampuan mengakui dosa kepada Tuhan dan sesama, setelah diampuni tidak mengulangi lagi.

 

b)      Tentram atau pendiam. Artinya:

1)      Tidak berkomentar miring terhadap Firman. Juga tidak berkomentar miring kepada Tuhan saat menghadapi ujian. Kadangkala Firman kita terima ‘amin’ teriak lantang. Tetapi begitu menghadapi ujian berkomentar miring ‘Tuhan tidak adil, Tuhan tidak sayang saya’ jangan! Belajar tentram, nikmati. Juga tidak menyalahkan orang lain apalagi menyalahkan Tuhan. Makanya pasangannya tentram adalah sabar. Sabar menderita, sabar menunggu waktu Tuhan.

 

2)      Bisa mengontrol perkataan sesuai Firman. Hatinya dulu disalut emas, baru mulut diluar pasti suci. Dalam persekutuan antara penggembalaan kita jaga hati, jaga mulut, tidak usah banyak komentar. Apa yang diajar di penggembalaan itu saja yang kita lakukan. Kadang kita manusia mau ikut yang negatif, ikuti saja yang positif.

 

c)      Tunduk atau taat pada Firman Tuhan apapun resikonya. Sara 2 kali diserahkan pada laki-laki lain, dia tetap tunduk pada suaminya. Waktu sampai di Mesir Abraham bilang kepada Sara jangan katakan aku suamimu, bilang aku saudaramu. Pegawai-pegawai Firaun memuji-muji kecantikan Sara, akhirnya diambil Firaun, tetapi Tuhan bela. Juga di hadapan Abimelekh raja Gerar, Abraham bilang begitu juga kepada Sara, akhirnya Sara diambil Abimelekh. Kalau Sara tidak tunduk, tidak taat, habislah Abraham.

 

Belajar tunduk, belajar taat, apapun yang Tuhan lakukan kepada kita. Dan kita percaya, semua yang Tuhan lakukan adalah baik adanya. Tuhan tidak pernah merancangkan yang buruk kepada kita tetapi rancanganNya damai sejahtera.

 

Dengan tunduk daging kita benar-benar tidak bersuara lagi, betul-betul mati.

Filipi 2:8

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Yesus taat sampai mati di kayu salib, kita juga mau taat sampai daging tidak bersuara lagi.

 

Kalau punya perhiasan batiniah maka Tuhan sanggup menghapus kelemahan-kelemahan kita, bahkan sampai kelemahan yang permanen sekalipun. Sara punya kelemahan yang permanen yaitu mandul, usia sudah tua, sudah mati haid, tidak akan mungkin punya anak. Tetapi dengan dia mau tunduk, Tuhan membuka pintu rahimnya. Bapak ibu kekasih dalam Tuhan, kelemahan apa yang kita miliki, bahkan mungkin kelemahan yang permanen, terutama kelemahan dalam buah nikah kita. Tetapi kalau punya perhiasan rohani, disalut bagian dalam, disalut juga bagian luar, Tuhan sanggup mengatasi kelemahan-kelemahan kita. Pintu rahim Sara Tuhan buka, bagi kita sekarang pintu-pintu yang tertutup Tuhan buka. Sampai pintu Sorga Tuhan buka bagi kita.

 

Tuhan menghapus kemustahilan, Sara melahirkan Ishak, dari Ishak lahir Yakub. Dari Yakub lahir suatu bangsa yang besar itulah bangsa Israel. Dari Israel, dari suku Yehuda lahirlah Yesus Mempelai Pria sorga. Tuhan sanggup menghapus kemustahilan, Dia membuka pintu Firdaus, pintu kerajaan Sorga. Kemustahilan yang tertinggi juga dihapus, manusia berdosa jadi sempurna, itukan tidak masuk akal, tetapi Tuhan hapus kemustahilan.

 

Serahkan hidup kepada Tuhan, biarlah kita mau disalut, ada penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan untuk disalut dengan tabiat Ilahi. Apapun yang Tuhan izinkan terjadi, selalu yakin Tuhan itu selalu baik. Dia tidak pernah merancangkan kejahatan bagi kita sekalian.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar