Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 15:23-27
15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.
15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku.
15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Ada 2 hal yang harus kita lakukan menghadapi kebencian dari dunia ini:
1. Bertahan
2. Bersaksi
Gereja Tuhan harus menghadapi kebencian dari dunia, menghadapi sengsara daging tanpa dosa. Kita tidak salah tetapi dibenci, sampai Alkitab mengatakan, membunuh orang percaya itu adalah ibadah bagi mereka. Orang yang hidup beribadah akan menderita aniaya.
II Timotius 3:12
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
Jadi, gereja Tuhan harus menghadapi sengsara daging tanpa dosa antara lain menghadapi kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Yang kita lakukan adalah bertahan dan bersaksi. Kita harus bertahan sampai garis akhir.
Markus 13:13
13:13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."
Kebencian dari dunia semakin meningkat, seiring dengan pencobaan yang semakin berat. Ini merupakan suatu kegoncangan, bagaikan gempa bumi yang mau membuat hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan bergeser dari iman, pengharapan dan kasih kepada Tuhan. Sebab itu mari kita bertahan, jangan bergeser.
Bertahan ini digambarkan seperti tutup pendamaian yang tidak bisa bergeser dari Tabut Perjanjian.
Keluaran 29:10-11
29:10 Kemudian haruslah kaubawa lembu jantan itu ke depan Kemah Pertemuan, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan itu.
29:11 Haruslah kausembelih lembu jantan itu di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.
Di dalam Tabut Perjanjian ada 3 macam benda di situ:
1. Buli-buli emas berisi manna. Menunjuk iman yang permanen.
2. Tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam. Ini bicara pengharapan yang permanen.
3. 2 loh batu, ini kasih yang permanen.
Kalau tutup bergeser, terlihat buli-buli emas, tongkat Harun dan 2 loh batu di dalamnya, bisa diambil orang, artinya imannya, pengharapan dan kasihnya bisa merosot sampai habis. Banyak hamba Tuhan dan anak Tuhan menghadapi kebencian di akhir zaman sehingga menjadi putus asa, kecewa sampai kehilangan iman, pengharapan dan kasih. Mari kita bertahan supaya tutup pendamaian tidak bergeser dari tabut.
Tutup pendamaian terbuat dari emas murni dengan 2 kerubnya. Di atas tutup ini dipercikan dengan darah 7 kali. Jadi tutup menunjuk Yesus Anak Allah yang rela sengsara sampai mati di kayu salib. Kerub pertama adalah Allah Bapa yaitu Tuhan, kerub kedua adalah Allah Roh Kudus, itulah Kristus. Dan kepenuhan Allah Tritunggal ada di dalam Tuhan Yesus. Jadi tutup pendamaian menunjuk Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga.
Kolose 1:19
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
Tutup atau tabut itu terbuat dari kayu penaga tetapi disalut dengan emas dari dalam dan luar. Emas menunjuk sifat Ilahi. Jadi peti adalah manusia daging yang disalut dengan sifat Ilahi sehingga menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Ukuran panjang lebar dari tutup dan tabut itu sama, menunjuk gereja yang sudah sama mulia dengan Yesus. Tutup ini tidak bisa bergeser, hubungan kita dengan Yesus Mempelai Pria Sorga tidak boleh bergeser apapun yang kita hadapi. Menghadapi kegoncangan, pencobaan dan menghadapi kebencian, tidak boleh bergeser.
Hari-hari terakhir ini mulai lagi digoncang-goncang, tetapi Tuhan tolong jangan sampai bergeser dari pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga. Iblis memang selalu menghambat ketika kita mau melangkah dalam kegerakan rohani untuk dibentuk menjadi Mempelai Wanita, gereja yang sempurna. Iblis menghalang-halangi, dia mau hambat dengan pencobaan-pencobaan yang kian berat, dengan kebencian-kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Semuanya itu mau membuat kita bergeser dari Yesus Mempelai Pria Sorga. Iman mulai bergeser, pengharapan mulai bergeser, kasihnya mulai bergeser. Dan kita juga bisa terpancing emosi ketika kita dibenci sampai benci tanpa alasan. Tidak punya kasih juga, mulai menyerang balik.
Sebab itu pada peti atau tabut harus ada bingkai emasnya untuk mengeratkan hubungan peti dengan tutup, untuk mengeratkan hubungan kita dengan Yesus Mempelai Pria Sorga. Apa itu bingkai emas? Kerinduan menyala-nyala untuk bersekutu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga di dalam kesucian oleh Roh Kudus, di dalam kemurnian dan kejujuran serta di dalam kasih. Contohnya Sulamit, gambaran gereja yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan, dia tidak mau terpisah dengan Salomo. Untuk kita sekarang kerinduannya untuk selalu bersekutu dengan Yesus, tidak mau terpisah dengan Yesus, ada kerinduan yang menyala-nyala kepada Yesus.
Kidung Agung 1:7-8
1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
1:8 — Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.
Kerinduannya begitu menyala-nyala karena menghadapi petang hari atau malam. Petang atau malam menunjuk keadaan dunia akhir zaman ini. Jangan pernah terpisah dari Mempelai Pria Sorga. Apa praktek punya kerinduan menyala-nyala untuk bersekutu dengan Yesus? Tergembala! Yang dia tanya penggembalaan. Yang dirindukan Sulamit adalah penggembalaan Salomo, bukan hartanya Salomo. Salomo itu orang yang paling kaya sampai sekarang ini, tetapi Sulamit bukan mencari itu. Kita bersekutu dengan Yesus bukan mencari berkat perkara-perkara jasmani, tetapi kita merindu untuk menjadi domba yang tergembala dengan benar dan baik. Ayo bertahan dalam penggembalaan yang benar.
Sulamit bertanya di mana kakanda menggembalakan. Dimana penggembalaan yang bersuasana mempelai, penggembalaan yang bisa membawa kita menjadi mempelai Wanita Tuhan. Dijawab dalam ayat 8, ikuti jejak-jejak domba. Penggembalaan yang benar di dalamnya ada jejak-jejak domba. Jejaknya banyak, dombanya satu itulah Yesus. Apa jejak-jejakknya Yesus?
I Petrus 2:21-23
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Jejaknya Yesus yaitu jejak kematian dan kebangkitan. Jadi kalau kita masuk dalam penggembalaan lalu di situ kita diarahkan untuk mati dan bangkit bersama Yesus, itu sudah betul. Mati dan bangkit itu salib, jadi jejak kematian dan kebangkitan adalah jalan salib. Ini penggembalaan yang benar. Ketika Sulamit merindu untuk berada dalam penggembalaan Salomo, Salomo langsung tunjukan jejak-jejak domba. Penggembalaan yang benar di dalamnya kita diarahkan untuk mati dan bangkit bersama Yesus. Kita diarahkan untuk pikul salib, ikuti jalan salib, itu yang benar! Bukan enak-enak daging. Sekarang penggembalaan dikemas dengan kemakmuran dan hiburan daging. Memang senang sekali, orang suka kemakmuran dan hiburan daging, tetapi arahnya bukan kepada Yesus, bukan ke Yerusalem Baru tetapi ke Babel. Dalam Wahyu pasal 18 ini penggembalaan yang salah, hanya menawarkan kemakmuran dan hiburan daging:
Wahyu 18:6-7
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
18:7 berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
Yesaya 47:7-8
47:7 Katamu tadinya: "Untuk selama-lamanya aku tetap menjadi ratu!" sedang engkau tidak menyadari dan tidak memikirkan kesudahan semuanya itu.
47:8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!"
Kita pilih yang mana? Kalau pilih yang enak bagi daging, senang di dunia, tetapi arahnya ke Babel yang akan dibinasakan oleh Tuhan. Tetapi kalau kita masuk dalam penggembalaan yang di dalamnya ada pengalaman mati dan bangkit bersama Yesus, kita diarahkan untuk pikul salib, untuk berjalan di dalam salib, arahnya Yerusalem Baru, kemuliaan kekal bersama dengan Yesus. Sudah betul kalau kita beribadah rasanya sakit bagi daging. Terutama Firman yang ditampilkan di dalam penggembalaan adalah Firman yang merobek daging kita, bagaikan pedang yang menyayat-nyayat daging kita, itu sudah betul, sudah berada pada alamat yang tepat!
Sikap kita menghadapi kegoncangan adalah bertahan dalam penggembalaan yang benar, penggembalaan yang di dalamnya ada Firman pengajaran yang benar, penggembalaan yang menghentar kita melewati jalan salib untuk mencapai kemuliaan.
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Keadaan orang yang bertahan di dalam penggembalaan yang benar, seperti domba sembelihan. Betul-betul tidak berdaya, 4 kaki sudah diikat, tinggal menunggu disembelih. Diizinkan kita seperti domba sembelihan supaya kita menyerah sepenuh kepada Tuhan! Tidak mengandalkan kekuatan kita. Kalau keadaannya seperti hewan-hewan yang kuat, tidak akan ada penyerahan. Tuhan izinkan kita berada pada keadaan tidak berdaya sama sekali, sudah tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menyerah sepenuh kepada Tuhan. Sudah berada pada puncak kegoncangan, puncak kebencian, betul-betul tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi Tuhan berjanji, kalau Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita. Sebab itu hubungan kita dengan Tuhan Yesus jangan pernah bergeser! Makanya disuruh oleh Tuhan bertahan, jangan pernah keluar dari penggembalaan.
Roma 8:31,36
8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Kita memang domba sembelihan, tetapi Tuhan di pihak kita. Tahun ini tahun penyertaan Tuhan, bertahan dalam penggembalaan, bertahan dalam persekutuan yang benar, apapun kegoncangan yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Mungkin ada yang berkata dulu enak hidupku, setelah dalam pengajaran kenapa tambah berat? Terus bertahan sampai Tuhan izinkan kita berada pada kondisi domba sembelihan, betul-betul tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin uangnya banyak tetapi suatu saat akan seperti domba sembelihan, tidak bisa dipakai, tidak bisa digunakan uangnya. Tuhan izinkan sampai betul-betul kita tidak berdaya, tekanannya semakin hebat.
Roma 8:35
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Kita lihat keadaan dunia akhir zaman ini, kalau perang terus minyak semakin sulit didapat. Di depan akan ada krisis yang lebih hebat. Bukan cuma 1 2 negara tetapi seluruh dunia menghadapi krisis hebat. Saat itu kita hanya mengangkat 2 tangan, saya tidak mampu Tuhan, tidak bisa Tuhan! Mau pakai kekuatan sendiri mungkin bisa. Ada saya punya kenalan dalam pemerintahan, di kepolisian, di TNI tetapi bukan itu yang Tuhan mau. Kalau kita pakai kekuatan sendiri, Tuhan akan lepas tangan. Tinggal angkat tangan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita.
Jika kita bertahan maka hasilnya:
1. Roma 8:32
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Hasil pertama ada pemeliharaan Tuhan secara ajaib dari kayu salib, dari Korban Kristus. Tidak usah takut, nyawanya saja Tuhan berikan, apalagi cuma yang jasmani. Tuhan berikan dari kayu salib, Tuhan pelihara secara ajaib.
2. Roma 8:33-34
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Ada pembelaan dan perlindungan Tuhan. Pekerjaan Tuhan tidak bisa dihalangi. Pemeliharaan dan perlindungan Tuhan itu bagaikan naungan sayap Tuhan di tengah malam.
Rut 3:8-9,18
3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."
3:18 Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."
Semakin kita diam di kaki Tuhan (bukan diam meraju) semakin dibela Tuhan. Kalau kita bereaksi daging, tidak ada pembelaan. Dikatakan Boas tidak pernah berhenti sampai segala sesuatu selesai. Boas gambaran Yesus. Yesus tidak akan berhenti bekerja sampai kita terbentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
3. Roma 8:37
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Ada kemenangan yang ajaib = menjadi lebih dari pemenang, sudah tidak berdaya tetapi bisa menang.
Tanda menang kita tidak bisa terpisah dari kasih Tuhan = kuat dan teguh hati. Semakin hebat tantangannya semakin kuat dan teguh hati. Mungkin malam ini kita belum melihat pertolongan Tuhan, tetapi kita kuat teguh hati, sebentar lagi kita ditolong. Kalau kita kuat teguh hati maka Tuhan akan menjadikan semua baik di mataNya, jangan lihat dari sudut pandang kita, lihat dari sudut pandang Tuhan.
I Tawarikh 19:13
19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."
Orang kuat teguh hati dia bisa menerima keadaan apapun yang Tuhan izinkan terjadi. Di mata manusia mungkin buruk, tetapi karena dia kuat teguh hati dia yakin ini yang baik yang Tuhan lakukan untuk saya. Untuk nikah kita, untuk pelayanan kita, Tuhan lakukan yang baik di mataNya. Untuk sesaat mungkin kita lihat tidak baik, tetapi nanti kita lihat, betul-betul kemuliaan Tuhan dinyatakan.
I Tawarikh 28:20
28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.
Jika kita kuat teguh hati Tuhan menyertai kita sampai semua selesai. Masalah selesai, pergumulan selesai, terutama kita selesai dibangun menjadi Bait Allah rohani, Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Mari bertahan, Tuhan menyertai kita sampai semua selesai.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |