Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:3
16:3 Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.
Malapetaka kedua air laut menjadi darah. Laut secara rohani menunjukan kumpulan orang fasik atau orang berdosa. Laut itu bergelora terus, tidak pernah damai.
Yesaya 57:20-21
57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.
Kalau dosa dibiarkan, tidak diselesaikan maka laut menjadi darah seperti darah orang mati. Artinya rohani kita akan mati. Sehingga tidak bisa menerima teguran Firman, nasihat Firman, nasihat hamba Tuhan, betul-betul sudah menikmati berbuat dosa, tidak ada rasa menyesal, tidak ada rasa bersalah. Sehingga mengarah pada kematian kedua, itulah kebinasaan selamanya di neraka. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.
Wahyu 20:14-15
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Karena laut sudah menjadi darah maka semua yang hidup di situ mati. Ini kontras atau berlawanan dengan aliran sungai kehidupan. Kalau aliran sungai kehidupan, dia mengalir, semua makhluk di situ hidup. Sampai di laut mati, laut itu menjadi tawar dan semua ikan hidup di situ.
Yehezkiel 47:8-9
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Sungai yang dimaksud di sini adalah aliran Roh Kudus. Kenapa diartikan aliran Roh Kudus?
Yehezkiel 47:1
47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
Kita lihat bagan Tabernakel, apa yang ada di sebelah selatan? Selatan adalah tempatnya pelita emas. Pelita emas menunjuk persekutuan dengan Allah Roh Kudus. Jadi sungai yang mengalir tadi adalah aliran-aliran Roh Kudus. Ini kita perlukan dan butuhkan. Hanya kekuatan Roh Kudus yang sanggup mematikan dosa.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Roh Kudus mematikan perbuatan tubuh, perbuatan daging, perbuatan dosa. Kita butuh Roh Kudus. Hari-hari terakhir ini kita menantikan ketuangan Roh Kudus. Biar kita gunakan Minggu ini untuk minta Roh Kudus. Bukan nanti hari kelima puluh tetapi setiap saat kita minta Roh Kudus sebab kita butuh. Dan Tuhan akan memberikan sesuai kerinduan kita, kalau kita rindu, kita minta kepada Tuhan maka pasti Tuhan berikan. Ini kekuatan kita, kita sangat butuh Roh Kudus.
Berjuang untuk diurapi, dipenuhi Roh Kudus sampai Roh Kudus meluap-luap. Kita akan melihat proses Roh Kudus meluap-luap dari air setinggi mata kaki, sampai ke lutut, pinggang sampai tidak terseberangi lagi, orang harus berenang.
Kita pelajari proses diurapi, dipenuhi Roh Kudus sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.
1. Yehezkiel 47:2-3
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
Air sampai di pergelangan kaki. Pergelangan kaki kalau tidak kuat, kita tidak bisa berjalan. Artinya Roh Kudus memindahkan kita dari perjalanan hidup yang duniawi, yang kedagingan ke perjalanan iman yang rohani. Selama ini masih ikuti maunya daging, segala yang direncanakan cuma daging melulu, tidak pernah ada pertimbangan yang rohani. Sekarang oleh Roh Kudus dipindahkan, kita berpindah pada perjalanan iman, perjalanan yang rohani = Roh Kudus memantapkan iman kita kepada Yesus. Kadang kita mengaku orang Kristen, orang percaya, tetapi tidak punya iman. Menghadapi masalah pergumulan, yang dikorbankan yang rohani untuk menyelesaikan masalahnya, tetapi mengaku orang percaya, orang Kristen. Termasuk hamba Tuhan, gembala, kalau ada masalah yang dikorbankan yang rohani. Pengerja ganti dulu melayani, om mau urus masalah. Yang jasmani yang diutamakan, yang rohani dikorbankan, di mana iman kita!
Kalau seperti itu mata kaki kita akan semakin lemah sampai suatu saat lumpuh, tidak berjalan. Orang lumpuh itu tinggal di luar, tidak masuk Bait Allah. Akhirnya tinggal di luar, tidak melayani lagi, pelayanan sudah ditinggal. Apa yang dicari di luar? Orang lumpuh itu mengemis, hanya mencari yang jasmani. Tidak ada orang mengemis minta doa, pasti minta doi.
I Korintus 12:3
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Rasa-rasa, pergelangan kaki saya ini mulai bermasalah, mulai tidak kuat, lemah, susah berjalan, apalagi sampai lumpuh.
Kisah Para Rasul 3:6-7
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Mungkin ada yang pergelangan kakinya sudah asam urat secara rohani, kita minta Roh Kudus supaya kuat kembali perjalanan rohani kita, bukan berjalan dalam perjalanan dunia atau daging.
Pengertian lumpuh rohani, tanda bahwa tidak punya iman, imannya sudah merosot:
a) Imannya goyah = bimbang, putus asa, saat menghadapi masalah pergumulan sehingga yang dikorbankan yang rohani. Kalau orang bimbang pasti pilih yang salah. Yang dikorbankan pasti ibadah, lalu masalahnya coba diatasi sendiri. Mungkin selesai tetapi rohaninya mati, merosot. Atau masalah tambah berat, rohaninya tambah amburadul, lebih parah! Banyak yang seperti itu, rohani dikorbankan jasmani diutamakan. Memang dapat yang jasmani, tetapi ingat hanya seperti Yudas membeli tanah kuburan. Sia-sia, rohani mati!
Kaum muda menghadapi masalah sekolah, pekerjaan apalagi masalah jodoh, jangan yang rohani yang dikorbankan. Itu lumpuh! Sehingga mulai goyang imannya. Iman kaitannya dengan Firman, dengan perkara rohani.
b) Kisah Para Rasul 3:2
3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
Diletakkan di luar pintu gerbang, tidak pernah masuk Bait Allah. Bait Allah tempat beribadah. Pengertian kedua lumpuh rohani adalah selalu terhalang untuk beribadah melayani Tuhan karena perkara yang jasmani. Sampai akhirnya sudah tidak mau lagi beribadah. Kalau di dalam tidak dapat yang jasmani, kalau di luar dapat, lebih baik di luar dari pada di dalam. Sampai sudah tidak mau beribadah, malah tantang gembala, buktinya sekarang saya diberkati, selama ini beribadah saya kering secara jasmani. Tetapi berada di luar, bukan berada di dalam Bait Allah.
c) Hanya berharap emas perak jasmani, hanya berharap pada perkara dunia, hidupnya hanya bergantung pada perkara dunia. Perkara dunia suatu saat tidak bisa menjamin hidup kita. Secara jasmani memang semakin sulit hidup di dunia ini, itu semua penggenapan Firman. Kalau kita bergantung pada perkara dunia, pusing 7 keliling, tidak bisa hidup. Tetapi kalau bergantung pada Tuhan, pasti hidup!
d) Dia hanya meminta-minta. Jadi pengertian keempat lumpuh rohani adalah tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Selalu perhitungan dengan Tuhan, nanti untuk saya apa yang didapat?
Makanya kita butuh Roh Kudus. Roh Kudus menguatkan iman kita sehingga dalam menghadapi masalah kita tidak mengorbankan yang rohani, tetap berharap dan bersandar kepada Tuhan. Hidup kita gantungkan kepada Tuhan, bukan kita gantungkan pada perkara dunia, perkara yang jasmani. Kita bisa setia, berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
Di sini sudah kuat imannya, masuk pintu gerbang.
2. Yehezkiel 47:4a
47:4a Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut;
Air kehidupan sudah sampai di lutut. Artinya Roh Kudus membantu kita untuk bisa berlutut = memampukan kita untuk rendah hati dan lemah lembut. Contohnya Stefanus, orang yang penuh Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 6:5; 7:59-60
6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Roh Kudus membantu Stefanus berlutut, dia dilempari batu dia berlutut. Lemah lembut artinya kemampuan untuk mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Stefanus dilempari batu tetapi dia berseru, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka. Inilah hati yang lemah lembut. Ini kekuatan Roh Kudus, kita bisa mengampuni, bisa melupakan dosa orang lain. Roh Kudus sudah mengurapi, memenuhi sampai menguasai kita sekalian. Apalagi dalam rumah tangga, suami selingkuh atau isteri selingkuh lalu mau mengampuni dan melupakan itu berat sekali. Roh Kudus yang memampukan, kalau daging tidak bisa. Kalau nasihat orang dunia ‘kamu sudah dibikin begitu, tinggalkan saja dia’ atau ‘balas, memangnya cuma dia yang bisa begitu’. Tetapi kalau ada Roh Kudus ampuni dan lupakan.
Termasuk orang tua anak, berapa banyak anak sudah tinggalkan orang tua, menyakiti hati orang tua. Sebagai orang tua tetap mengampuni ‘kapanpun kamu mau pulang, pintu terbuka’. Itu lemah lembut, bisa mengampuni dan melupakan dosa orang lain.
Lemah lembut itu pasangannya rendah hati.
Matius 11:28-29
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Yang membuat letih lesu dan beban berat itu dosa. Tuhan mau memberikan kelegaan. Syaratnya belajar lemah lembut dan rendah hati. Rendah hati itu kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama dengan sejujur-jujurnya, dengan suatu penyesalan. Tidak usah dibuat-buat. Kalau sudah salah ya akui! Setelah diampuni jangan berbuat dosa lagi.
Juga belajar untuk mengampuni dosa orang lain. Orang lain yang berbuat salah, kita yang datang minta ampun. Memang ini bukan hal yang mudah, tetapi kita harus lewati proses. Sebagai pengerja 2 kali saya diusir di sini. Bukan sesuatu yang saya perbuat, saya tidak salah, tetapi diusir. Mau jadi hamba Tuhan belajar rendah hati, ingat dulu di sekolah Alkitab diajarkan, hamba Tuhan itu keset. Belajar rendah hati, saya peluk kaki beliau, minta ampun, sekalipun saya tidak salah.
Kadangkala kita sudah salah, ada bukti nyata, tidak mau mengaku! Tidak mau rendah hati untuk mengaku iya saya salah. Sedangkan kita tidak salah, dipersalahkan kalau kita mau dipakai oleh Tuhan harus rendah hati, kita yang datang minta ampun, itu pekerjaan Roh Kudus.
Kalau bisa lemah lembut dan rendah hati kita bisa tenang. Kalau ada segenggam ketenangan, sebentar lagi masalah selesai, itu lebih penting dari 2 tangan yang menjaring angin. Waktu Elia tanya kepada bujangnya, ada apa di langit? Ada awan sebesar telapak tangan. Baru awan sebesar telapak tangan, hujan sudah turun, masalah selesai. Yang penting kita tenang dulu, damai sejahtera, masalah itu urusannya Tuhan.
Kalau disimpulkan rendah hati dan lemah lembut ini menyelesaikan dosa = bertobat. Ini menunjuk mezbah korban bakaran.
3. Yehezkiel 47:4b
47:4b kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
Daerah pinggang pada wanita ada kandungan. Ini bicara kelahiran baru. Roh Kudus membantu kita mengalami kelahiran baru lewat baptisan air (bejana pembasuhan) sehingga kita menjadi anak-anak Allah. Setelah dibaptis dan Yesus keluar dari air, Tuhan berseru ‘inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan’. Kalau baptisan air kita benar, kita diakui Anak Allah. Kalau baptisan tidak benar berarti hanya mengaku-ngaku.
Kita periksa diri kita, saya sudah dibaptis sekian tahun yang lalu atau sekian bulan yang lalu, buktikan kita adalah anak Allah.
Bukti anak-anak Allah.
a) Matius 5:9
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Anak-anak Allah itu membawa damai di mana saja kita berada, jangan memicu pertengkaran. Apalagi hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu dipercaya pelayanan dan berita pendamaian. Kalau hamba Tuhan saja memicu pertengkaran, bagaimana jemaat yang dilayani. Sekalipun ada tantangan dan perlawanan dari jemaat, tetap bawa damai.
Inilah anak Allah, apalagi hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan, bawa damai di manapun kita berada.
II Korintus 5:18-19
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Mulai dari dalam nikah bawa damai. Kalau suami sudah menyala, isteri jangan bawa tabung gas di situ, nanti meledak. Kadang suami sudah menyala, isteri malah bawa tabung gas. Isteri menyala, suami bawa pertamax, terbakar. Kalau yang satu menyala, yang lain siram dengan air, dalam arti bawa damai.
b) Matius 13:43
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Bapa di sini adalah Allah. Anak itu adalah orang benar. Jadi yang kedua kita hidup benar dalam segala hal, itu anak Allah. Mulai dari pribadi benar, pelayanan benar, nikah benar, terutama pengajarannya benar. Nikah salah, perbaiki lewat Firman, bukan dengan cara sendiri. Pelayanan sudah salah, diperbaiki lewat Firman. Pengajaran tidak benar, kembali kepada Firman.
Damai dan benar tidak bisa dipisahkan, kalau semua benar pasti damai.
Yesaya 32:17
32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
4. Yehezkiel 47:5
47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
Air kehidupan menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi. Artinya Roh Kudus memenuhi kita sehingga kita bisa bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, 3 macam alat di dalam ruangan suci. Roh Kudus membantu kita untuk bisa tergembala, tekun dalam 3 macam ibadah pokok.
Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Untuk tekun dalam 3 macam ibadah pokok, bagi daging itu sakit. Penggembalaan tempat membendung daging. Air itu sudah menjadi sungai, Yehezkiel tidak bisa berjalan lagi di situ. Dalam penggembalaan daging dibendung, keinginan, hawa nafsunya semua dibendung, kita tidak bisa bergerak bebas lagi. Kalau di halaman masih luas 50x100hasta. Kalau sudah masuk ruangan suci 10x20 hasta sudah sempit, daging sudah tidak bisa bergerak bebas.
Daging dibendung, jangan dibiarkan bebas, sampai daging sudah tidak berkuasa lagi atas kita. Roh Kudus sudah meluap-luap di dalam kita bagaikan sungai yang sudah tidak bisa diseberangi lagi.
Kalau orang berenang yang kelihatan di permukaan tinggal kepalanya. Bicara kepala di situ ada pikiran. Roh Kudus menguasai kita sampai kita bisa menaklukkan pikiran kita kepada Tuhan.
II Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Pikiran bisa kita taklukan kepada Tuhan, pikiran ini yang mengatur hidup kita. Selama ini pikiran yang mengatur kita adalah pikiran daging. Jadi kita berbuat, perbuatan daging. Berkata, perkataan daging. Bersikap, sikap daging. Tabiatnya tabiat daging. Kalau pikiran sudah ditaklukan kepada Kristus, semuanya Tuhan yang atur. Perkataannya sudah rohani, perbuatannya perbuatan yang rohani, sikapnya sikap yang rohani, tabiatnya tabiat yang rohani. Pikiran itu komando seluruh hidup.
Pikiran ditaklukkan = taat dengar-dengaran sampai daging mati total, tidak bersuara lagi.
Filipi 2:8
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kalau Roh Kudus sudah menguasai kita, maka kita bisa melakukan tugas pelayanan kita dengan baik. Pelayanan kita dalam ibadah disebut pelayanan roh, hanya bisa dikerjakan dengan kekuatan Roh Kudus, tidak bisa dengan kekuatan daging. Kita periksa selama ini kita melayani dengan kekuatan Roh Kudus atau kekuatan daging. Kalau kekuatan daging melayani timbul tenggelam, saat saya bisa saya melayani, kalau tidak bisa tidak melayani. Alasannya klise ‘Tuhan tahu’. Tetapi kalau roh, saat ada tantangan saya melayani, saat ada persoalan saya tetap melayani, saat diberkati saya tetap melayani, itu karena Roh Kudus yang bekerja.
II Korintus 3:7
3:7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
Pelayanan yang memimpin kepada kematian, artinya 10 hukum itu kalau dilanggar, hukumannya mati!
II Korintus 3:5-6
3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Kita periksa, selama ini kita melayani dengan pelayanan daging atau pelayanan roh. Pekerjaan itu pekerjaan kita sendiri atau pekerjaan Allah? Kalau pekerjaan di dunia, yang harus kita tingkatkan adalah keahlian jasmani. Tetapi kalau di dalam Tuhan, pekerjaan Tuhan, yang harus ditingkatkan itu rohani yaitu kekudusan, kesetiaan, ketaatan.
Pekerjaan Tuhan adalah pelayanan roh, bekerjalah dengan Roh Kudus. Usia bertambah, fisik menurun, tetapi kalau ada Roh Kudus, tidak kendor kerajinan kita.
Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Yang sudah mulai kendor, kembali semangat. Coba pakai pakaian yang kedodoran, tidak enak orang lihat, tidak bagus juga kita pakai. Makanya pikiran ditaklukan kepada Tuhan.
Setiap peningkatan tinggi air, diawali dengan mengukur 1000 hasta. Angka 1000 adalah angka kesucian.
Kejadian 20:16
20:16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."
Artinya kalau kita mau disucikan maka urapan Roh Kudus semakin meningkat. Semakin suci semakin meningkat urapannya dan semakin meningkat pemakaian Tuhan. Tidak usah kuatir yang jasmani, semakin dipakai maka semakin diberkati Tuhan. Yang penting rohani meningkat, suci, urapan bertambah, pemakaian meningkat, berkat juga Tuhan tambahkan.
Sara tadinya diambil oleh Abimelekh, diperisteri oleh Abimelekh. Tidak sempat dirusak kesuciannya, Tuhan sudah datang menolong menyelamatkan Sara dan dia dikembalikan. Ini bicara soal nikah. Jadi, yang terutama harus kita tingkatkan kesucian nikah. Sebagai suami, isteri, anak, orang tua, sebagai ibu janda dan juga sebagai duda, semua harus tingkatkan kesucian!
Ingat waktu pencurahan Roh Kudus baik di Yerusalem dan juga kepada Kornelius, terjadi di mana? Di rumah!
Kisah Para Rasul 2:1-2; 10:22
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
10:22 Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan."
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
Jadi, Roh Kudus menyentuh nikah. Kesucian nikah ini yang harus kita jaga dengan baik, jaga dengan sungguh-sungguh. Jaga kesucian masa pacaran dan masa tunangan. Jangan buat Roh Kudus berduka apalagi padam. Jaga kekudusan maka Roh Kudus melimpah di dalam kita.
Hasil jika Roh Kudus melimpah di dalam kita:
1. Yehezkiel 47:8-9
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Roh Kudus sanggup menghidupkan apa yang sudah mati. Baik secara jasmani terutama secara rohani. Yang jasmani mungkin sudah mati, masa depan sudah mati, ekonomi sudah mati. Kalau pedagang sudah tidak ada pembeli, kalau petani sudah tidak bisa panen, banyak hama. Roh Kudus sanggup menghidupkan, Roh Kudus sanggup menghapus kemustahilan.
Secara rohani Roh Kudus mampu menghidupkan kita, melepaskan kita dari dosa-dosa, melepaskan dari ajaran-ajaran palsu yang mematikan rohani sehingga kita bisa tetap hidup suci, tetap melayani sampai nanti kita bisa sempurna.
2. Roh Kudus sanggup membuat air laut menjadi tawar. Artinya Roh Kudus mengubahkan kita dari manusia daging yang penuh dosa, bagaikan air laut dengan kandungan garam yang begitu tinggi menjadi tawar. Ingat isteri Lot menjadi tiang garam, garam di sini dalam arti dosa sodom dan gomora. Roh Kudus mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang tidak mau berbuat dosa, sampai tidak bisa berbuat dosa lagi sampai sempurna seperti Yesus. Kalau manusia daging tumpuk terus garam dosa seperti Sodom dan Gomora.
Kekuatan Roh Kudus memampukan kita untuk berubah.
Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3. Roh Kudus memampukan kita untuk bisa menyembah Tuhan.
Roma 8:26
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Sampai nanti penyembahan kita itu memuncak waktu Yesus datang kedua kali. Dari seluruh dunia dengan berbagai bahasa dan logatnya dikumpulkan menjadi satu untuk menyambut Yesus di awan-awan dengan satu suara penyembahan ‘haleluya’.
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Di sini sungai kehidupan bukan lagi hanya menjadi sungai tetapi menjadi desau air bah. Roh Kudus yang menguasai kita membuat kita bisa menyembah sampai membawa kita kepada kesempurnaan Tubuh Kristus, menyambut Yesus dengan satu suara penyembahan ‘haleluya’.
Ini kerinduan hati saya bersama jemaat dan semua keluarga kita bisa menyambut Yesus di awan-awan. Sekarang kita praktekan di bumi, menyeru haleluya, menyembah Yesus. Minta Roh Kudus turun ke atas kita sekalian.
Tuhan Yesus memberkati.