20260524

Kebaktian Kaum Muda, Jumat 29 Maret 2026 Pdt. Handri Legontu

 


 

 

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 17:1-7

17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"

17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"

17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

 

Dalam terang Tabernakel ayat-ayat ini terkena pelita emas, persekutuan dengan Allah Roh Kudus. Roh Kudus itu air kehidupan yang memberikan kepuasan di tengah-tengah padang gurun dunia. Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan melewati padang gurun. Ini menubuatkan perjalanan gereja Tuhan menuju Yerusalem Baru melewati padang gurun dunia ini.

Yesaya 14:17

14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

 

Di padang gurun ada tempat-tempat persinggahan tetapi tidak ada air. Artinya di dunia ini ada tempat-tempat kesukaan yaitu tempat-tempat rekreasi, tempat hiburan, pariwisata tetapi tanpa Roh Kudus. Tidak ada kepuasan, malah seringkali hanya menimbulkan pertengkaran. Tiketnya mahal atau fasilitasnya kurang baik tidak sesuai iklannya. Inilah yang ada di padang gurun dunia ini.

 

Di dunia ini manusia tidak mengalami kepuasan, kering. Disebutkan tadi bangsa Israel haus di padang gurun. Di dunia ini hanya ada kehausan, manusia tidak puas. Dulu lihat air terjun Saluopa sudah senang, karena tidak ada internet. Setelah ada internet, bisa lihat tempat lain ternyata di Luwuk ada yang lebih bagus, manusia tidak puas.

 

Ada 3 penyebab tidak puas atau kering rohani:

1.      Mereka singgah di Masa, tempat perhentian di padang gurun yang panas, tetapi tidak ada air. Artinya masalah-masalah yang datang silih berganti yang semakin meningkat, bahkan sampai mustahil. Dari pendidikan saja semakin ruwet, masalahnya semakin banyak. Kalau dulu standar nilai sekian, sekarang lebih tinggi standar nilainya. Dan banyak lagi masalah-masalah yang dihadapi manusia. Sudah bekerja, masalahnya tambah banyak. Itu yang membuat tidak puas, kering rohani.

 

2.      Ketika tiba di Meriba, bangsa Israel bertengkar dengan Musa. Ini roh jahat yang menimbulkan pertengkaran, iri hati, kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Sekarang ini tawuran anak-anak semakin menjadi-jadi. Kita lihat di kota besar, pertengkaran dan keributan yang sebenarnya hanya sepeleh, cuma karena teguran tidak dibalas, bisa terjadi pertengkaran. Apalagi sekarang film bertema kekerasan di sekolah semakin banyak.

 

Roh jahat selalu berpasangan dengan roh najis. Roh najis menjatuhkan manusia pada dosa makan minum dan dosa kawin mawin. Karena mabuk, karena narkoba, karena pacaran menimbulkan pertengkaran sampai bisa pembunuhan, kebencian sampai kebencian tanpa alasan.

 

3.      Adakah Tuhan di tempat ini. Artinya bimbang terhadap kuasa Tuhan. Kenapa bisa bimbang? Karena menggunakan logika, bagaimana mau mencari air di padang gurun. Bimbang terhadap kuasa Tuhan karena menggunakan logika atau pikiran daging dalam menghadapi masalah sehingga tidak lagi percaya Tuhan. Betapa banyak kaum muda yang tinggalkan Yesus karena dia pakai pikirannya sendiri dalam menghadapi masalah-masalah yang ada. Digoda dengan keyakinan lain yang seakan-akan menawarkan jalan keluar dari segala masalah, bahkan menawarkan kesenangan daging sehingga pindah.

 

Akibat tidak puas atau kering rohani adalah

1.      Banyak bersungut-sungut, sehingga bukan bertemu dengan Yesus Imam Besar yang akan menyelesaikam masalah tetapi bertemu Yesus sebagai hakim yang akan menghukum. Kalau bersungut ada Hakim yang sudah berdiri di ambang pintu untuk menghukum.

Yakobus 5:9

5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

 

Kaum muda remaja dalam menghadapi segala banyak masalah banyak mengucap syukur. Dengan adanya kecanggihan teknologi ini sudah menjadi life style harus punya handphone yang canggih-canggih. Lihat temannya handphonenya lebih canggih, mulai bersungut, ngomel, maunya lebih dari itu. Itu karena gaya hidup sekarang ini sudah hedon, mau tampil bergaya hidup mewah, sementara kemampuan tidak ada. Ini yang menimbulkan banyak persungutan.

 

2.      Mau melempari Musa dengan batu. Musa ini gembala. Jadi akibat kedua berani melawan hamba Tuhan, karena hatinya keras seperti batu. Sekarang hamba Tuhan sudah tidak dihargai lagi, orang sudah terlalu berani melawan hamba Tuhan. Bahkan banyak anak muda yang terlalu berani melawan hamba Tuhan, melawan gembala karena hatinya keras seperti batu. Kalau gembala saja dia bisa lawan apalagi cuma sesama jemaat. Dalam hidup sehari-hari suka menjelek-jelekan orang, saling menghakimi.

 

Dulu bangsa Israel kalau berbuat salah yang sepadan dengan hukuman mati, dia harus dilempari daging sampai mati. Musa ini mau dilempari batu, berarti mau menghukum. Manusia cenderung menghukum orang lain, tidak ada lagi belas kasihan mau mengangkat. Bahkan sering hamba Tuhan seperti itu, bukannya diangkat tetapi langsung menjatuhkan hukuman ‘lempari batu dia!’ Langsung menghakimi orang, tidak ada lagi roh belas kasihan.

 

Orang kalau kedapatan mencuri, tidak ada langsung di bawa ke Polisi, dipukuli dulu, langsung dihakimi. Sekarang seperti itu, tidak ada lagi belas kasihan.

 

Inilah akibat kering rohani, akibat tidak puas di dunia ini. Untuk mengatasi ketidakpuasan, kekeringan rohani, kita sangat butuh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus kita tidak bisa bertahan hidup di padang gurun dunia ini. Tidak usah di padang gurun, di daerah yang panas kalau tidak minum bisa pingsan, bahkan bisa mati. Mari kaum muda minta Roh Kudus supaya Tuhan curahkan, bukan hanya mengurapi tetapi sampai memenuhi kaum muda dengan Roh Kudus. Karena kaum muda ini mau dipakai Tuhan. Dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yang ditunggangi Yesus adalah keledai muda. Ayo berjuang, ada gairah, saya kaum muda harus penuh Roh Kudus, jangan kering, minta Roh Kudus!

 

Bagaimana untuk kita mendapatkan Roh Kudus, minimal diurapi. Tetapi jangan puas hanya diurapi, sampai dipenuhi bahkan meluap-luap.

Keluaran 17:6

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

 

Supaya mendapatkan Roh Kudus, gunung batu harus dipukul dengan tongkat. Dulu Musa memukul gunung batu dengan tongkat, sekarang ini penggenapan nubuatannya. Gunung batu adalah pribadi Yesus.

I Korintus 10:4

10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

 

Yesus dipukul dengan tongkat artinya Yesus rela sengsara sampai mati di kayu salib, bagaikan gunung batu dipukul dengan tongkat. Jadi untuk menerima pencurahan Roh Kudus, Yesus harus mati di kayu salib. Setelah itu Dia bangkit, naik ke Sorga dan Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Tuhan tahu kita tidak mampu di padang gurun dunia ini, kalau tidak diberikan air Roh Kudus, hancur nanti kita!

 

Yohanes 16:7

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

Pergi di sini artinya mati, bangkit dan naik ke Sorga mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Dari pihak kita supaya memperoleh kepenuhan Roh Kudus harus menghargai Korban Kristus. Bagaimana praktek menghargai Korban Kristus?

Yohanes 19:28-30

19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —: "Aku haus!"

19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

 

Dari pihak kita berikan kepada Yesus air anggur asam bercampur empedu. Coba kalau kita minum sesuatu yang asam dan pahit, tidak akan puas. Malah setelah kita minum malah rasa tidak nyaman, tidak enak. Itulah keadaan manusia sekarang ini, hidup dalam dosa, hidupnya menjadi asam dan pahit karena dosa.

 

Jadi dari pihak kita memberi Yesus minum air anggur asam bercampur empedu, artinya mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Selesaikan dosa supaya Roh Kudus dicurahkan. Roh Kudus itu mau turun memenuhi hidup kita, mau tinggal di hati kita. Tetapi kalau hati ini kotor, penuh dosa, gudangnya dosa, Roh Kudus tidak bisa turun di situ.

 

Kejadian 1:1

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

 

Roh Tuhan melayang-layang di atas air. Permukaan air itu titik nol. Untuk bisa mengaku dosa dibutuhkan kerendahan hati, supaya Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Jangan malu, kalau sudah salah yah minta ampun, bagaikan kita memberi minum Yesus air anggur asam bercampur empedu. Yesus sudah teguk segala sesuatu yang membuat kita tidak puas, yang membuat kita kering dan Dia mau memberikan kepuasan kepada kita lewat air Roh Kudus itu.

 

Salah satu contoh kehidupan di dalam Alkitab, kehidupan yang tidak mengalami ketidakpuasan sampai mencari kepuasan lewat berbuat dosa. Itupun dia tetap tidak puas. 5 kali kawin cerai. Yang ke-6 hanya kumpul tanpa ikatan yang resmi. Tetapi Tuhan berkenan memberikan air kehidupan kepadanya.

 

Yohanes 4:10-14

4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

 

Yesus tawarkan air hidup. Lihat pengakuan perempuan ini.

Yohanes 4:15

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

 

Berarti selama ini dia haus. Biar dia sudah menimba air di sumur dia tetap haus. Dia cari kepuasan di dunia tetap tidak puas. Cari kepuasan lewat berbuat dosa, tetap tidak puas!

 

Yohanes 14:16-17

14:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

14:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

 

Dia mengakui tidak mempunyai suami. Dia mau mengakui kesalahannya, dia tidak pernah puas selama ini. Mungkin keadaan kita sudah seperti perempuan ini. Perempuan ini mencari kepuasan lewat berbuat dosa dan sudah sampai puncaknya dosa, dosa kawin mengawinkan. 5 kali kawin cerai, yang ke-6 sudah kumpul kebo sangking tidak puasnya! Perhatikan kaum muda, kalau sudah gonta ganti pacar itu sudah tidak puas, itu sudah mencari kepuasan di dunia, kepuasan lewat berbuat dosa! Nanti arahnya pada puncaknya dosa, dosa seks dengan berbagai macam bentuknya. Pasangannya dosa makan minum. Sudah makan makanan yang berguna bagi kesehatan masih tidak puas, mau makan sesuatu yang merusak kesehatan. Enak minum kopi, teh, susu malah minum alkohol, narkoba, rokok. Itu hidupnya tidak puas.

 

Perempuan ini tidak puas, tetapi Tuhan menanti pengakuan dengan kejujuran, bagaikan memberi air anggur asam bercampur empedu kepada Yesus. Yesus di sini sabar menanti, tidak langsung Yesus tampil sebagai hakim ‘hei kau perempuan, terlalu kau yah!’. Yesus giring perempuan ini dalam percakapan, Dia bicara dengan lembut, sampaikan Firman dengan nada kasih sampai perempuan ini sadar,  selama ini aku tidak puas, hanya berbuat dosa. Itulah tugas kami hamba Tuhan, sampaikan Firman kepada jemaat dengan nada kasih dari Tuhan sampai jemaat sadar, iya Tuhan saya tidak puas, saya cari kepuasan di dunia, cari kepuasan lewat berbuat dosa sampai puncaknya dosa, saya sudah terikat bertahun-tahun sampai sekarang ini. Tuhan tunggu, Tuhan sabar menanti. Dia tidak langsung menghukum, Tuhan berikan kesempatan untuk kita bisa sabar, menyesal dan mengaku dosa.

 

Pengakuan dosa yang benar adalah pengakuan dosa oleh dorongan Firman. Perempuan ini mengaku dosanya oleh dorongan Firman, bukan nanti ketangkap basah baru mengaku. Ada contoh dalam Alkitab sudah tertangkap basah, sudah terpojok baru mengaku sehingga tidak mendapat pengampunan, malah dihukum mati, itulah Akhan. Nanti setelah dibuang undi, kedapatan dia yang berbuat dosa baru mau mengaku. Tetapi sudah tidak mendapat pengampunan, dibawa ke lembah Akhor, dilempari batu, dibakar habis. Jangan tunggu seperti itu, baru mau mengaku setelah tertangkap basah atau terpojok. Biarlah oleh dorongan Firman Tuhan, akui semua kepada Tuhan.

 

Ketidakpuasan perempuan ini sampai berbuat dosa. Tetapi kalau dibaca di ayat-ayat di atasnya, selain melakukan dosa perbuatan, ketidakpuasan itu diwujudkan dengan menyimpan kepahitan hati.

Yohanes 4:9

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

 

Yesus minta air tetapi tidak langsung dikasih, malah yang ditampilkan kepahitan hati. Ketidakpuasan itu diwujudkan dengan kepahitan hati. Kaum muda periksa, hubungan dengan keluarga, dengan orang tua, dengan saudara, hubungan dengan sesama di sekolah, hubungan dengan sesama pelayan Tuhan di gereja, kalau ada pahit hati itu tanda tidak puas. Tuhan sabar menanti untuk kita akui hati yang pahit, perbuatan dosa.

 

Kalau disimpulkan praktek dari kita untuk menerima pencurahan Roh Kudus adalah mengakui dosa baik dosa di luar yaitu perbuatan dan perkataan serta dosa di dalam hati, kepahitan, iri. Akui kepada Tuhan, akui kepada sesama. Harus segera diselesaikan, jangan ditunda-tunda. Begitu Firman sudah menunjukan dosa kita, segera selesaikan. Jangan gengsi, segera selesaikan. Berani berbuat, berani mengaku dan menanggung resikonya. Itu sikap kesatria. Kalau berani mengaku dosa kita diampuni. Sehelai rambut tidak akan gugur. Artinya kita mau dibawa pada kesempurnaan Tubuh Kristus.

 

Akui dosa kepada Tuhan dan kepada sesama, baik dosa di dalam hati juga dosa perbuatan diselesaikan semuanya, maka air Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Kegunaan Roh Kudus:

1.      Yohanes 4:37-39

4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.

4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."

4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

 

Roh Kudus menyucikan kita sehingga bisa menjadi kesaksian bagi orang lain yang kering rohaninya. Perempuan ini bersaksi di kota Sikhar. Sikhar artinya mabuk. Dia disucikan untuk menjadi kesaksian bagi orang lain yang kering rohaninya. Ini bagaikan air yang mengalir membasahi tanah-tanah di sekitar yang kering.

 

Tadinya kita kering, tidak puas, sangking tidak puasnya hidup dalam dosa, berbuat macam-macam dosa! Setelah kita akui kepada Tuhan dan sesama, Roh Kudus mengalir membasahi hati kita. Tidak berhenti sampai di situ, Roh Kudus mengalir membasahi tanah-tanah yang kering di sekitarnya. Roh Kudus menyucikan kita untuk kita menjadi terang kesaksian bagi sesama yang kering rohaninya, yang tidak puas. Di rumah tangga, orang tua kering rohani, ayo kita jadi kesaksian di situ, bawa air kehidupan di situ. Di sekolah, di gereja, di mana saja, ada banyak orang sekitar yang kering, biarlah kita bisa mengalirkan air Roh Kudus kepada sesama yang kering rohaninya.

 

Nanti KKR ayo bersaksi, bawa jiwa, ajak teman untuk datang mendengar Firman. Kalau perlu fasilitasi, misalkan dia tidak punya kendaraan, ayo jemput. Tetapi laki-laki jemput laki-laki, perempuan jemput perempuan, jangan jadi modus. Apalagi sekarang canggih teknologi, bagikan link ibadah. Dengan kita terlibat aktif di dalamnya itu sudah menjadi kesaksian.

 

Jangan malah di mana-mana kita menjadi sandungan. Kita yang membuat orang lain menjadi kering, jadi tidak puas. Mereka suka datang dengan Firman pengajaran, tetapi karena ulah kaum muda malah membuat mereka mundur. Orang pengajaran begitu, sama jo dengan kita. Dia dengar Firman panjang-panjang, saya dengar Firman 1 2 ayat tetapi kelakuan sama saja. Jangan begitu! Kita sudah dibekali Tuhan dengan Firman yang melimpah, ayo biar kita disucikan, kita menjadi terang kesaksian.

 

2.      Yohanes 4:14

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

 

Air Roh Kudus memancar ke atas sampai kepada hidup yang kekal. Artinya Roh Kudus memampukan kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan benar.

 

Roma 8:26-27

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

 

Minta Roh Kudus mengurapi dan memenuhi kehidupan kita, sampai meluap-luap dalam diri kita. Bagaimana caranya? Selesaikan dosa. Manfaatkan Korban Kristus, kita menyelesaikan dosa. Seperti kita memberi Yesus air anggur asam bercampur empedu. Maka Tuhan berikan air anggur manis, air kehidupan Tuhan berikan kepada kita. Mengalir ke tempat-tempat yang kering dan memancar ke atas, memampukan kita untuk bisa berdoa menyembah.

 

Doa penyembahan adalah puncak pelayanan. Ada hamba yang membajak dan mengembalakan ternak majikannya, itu semua pelayanannya. Pulang di rumah majikannya suruh melayani secara pribadi, beri majikannya makan dan minum, itu doa penyembahan, puncak pelayanan. Sudah zangkoor, main musik, besih-bersih, tim dekor, perlengkapan, masak, jangan lupa puncak pelayanan lewat penyembahan.

Lukas 17:7-8

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!

17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

 

Mari banyak menyembah Tuhan. Kalau puncak pelayanan bisa dikerjakan, maka pelayanan-pelayanan yang lain pasti akan dikerjakan dengan tanggung jawab. Roh Kudus ini selain air kehidupan, Roh Kudus juga digambarkan dengan api. Api itu membara. Roh Kudus membuat kita berkobar-kobar melayani Tuhan. Kaum muda semakin menyala-nyala, jangan kering. Semua harus aktif.

 

Kelemahan daging yang paling utama itu malas dalam hal yang rohani. Secara jasmani dia rajin, tetapi yang rohani dia malas. Apalagi kalau yang jasmani juga sudah malas, bagaimana yang rohani! Roh Kudus membantu mengatasi kelemahan daging yaitu malas. Malas untuk beribadah melayani, malas untuk menyembah Tuhan.

 

Tuhan cemburu, kita menghadapi handphone bisa berjam-jam. Tidak puas duduk, berbaring, ketawa-ketawa sendiri. Tetapi untuk memandang Tuhan dalam penyembahan rasanya berat sekali. Mari minta Roh Kudus, biar bisa memancar ke atas, bisa menyembah Tuhan.

 

Doa penyembahan itu proses perobekan daging. Kalau kita bisa menyembah daging kita dirobek, terjadi keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai nanti bisa sempurna seperti Yesus. Itulah memancar ke atas sampai kepada hidup kekal.

 

Jadi Roh Kudus memberi hidup secara rohani, Roh Kudus juga pasti memberi hidup secara jasmani. Kaum muda jangan takut, menghadapi kekeringan jasmani Roh Kudus sanggup membasahi yang kering, Roh Kudus sanggup memberi hidup jasmani dan juga rohani.

Roma 8:11

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

 

Dunia ini menawarkan tempat-tempat perhentian, tempat-tempat persinggahan, tempat-tempat rekreasi, hiburan, wisata tetapi di situ tidak ada kepuasan. Di situ hanya pertengkaran, kepahitan, kebencian, sampai kebencian tanpa alasan, karena tidak ada Roh Kudus di dunia ini. Dunia tidak bisa memberi Roh Kudus. Jadi jngan kejar dunia, jangan melekat pada dunia. Kejar yang rohani maka yang jasmani akan mengejar kita. Yang rohani kita kejar, maka kita dapat hal yang rohani, Roh Kudus kita miliki, rohani hidup maka jasmani juga pasti hidup. Roh Kudus yang memberi hidup kepada kita sekalian.

 

Yesus sudah rela mati di kayu salib untuk memberikan air kehidupan kepada kita. Ayo akui segala kekurangan kesalahan dosa, maka Roh Kudus dicurahkan mengalir dalam hidup kita, membasahi apa-apa yang sudah kering. Bahkan menolong memampukan kita bisa menyembah Tuhan, bisa melayani Tuhan, mencapai hidup yang kekal.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com