|
|
Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:1-4
15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."
Lautan kaca menunjuk baptisan air. Baptisan air adalah cara meluputkan kita dari hukuman Tuhan atas dunia ini dan juga cara untuk menang dari antikristus atas trio setan. Baptisan air seringkali justru dikecilkan, dientengkan dalam gereja padahal punya arti penting dalam hidup kita.
Baptisan air adalah pemisahan dari hidup lama yang berdosa.
Lukas 3:7-9
3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
Ada 3 keadaan hidup lama yang berdosa:
1. Seperti keturunan ular beludak. Ular adalah iblis setan, berarti punya karakter setan.
2. Seperti batu yaitu keras hati, mempertahankan dosa. Tetapi Tuhan mau mengubah batu menjadi batu hidup bahkan menjadi batu permata di kota Yerusalem Baru.
3. Seperti pohon.
Kita pelajari poin ketiga, seperti pohon yang memiliki akar tidak baik! Kapak sudah tersedia pada akar pohon, jadi yang diperiksa akarnya. Akar itu tersembunyi di dalam tanah, jadi akar menunjuk hati manusia. Manusia berdosa hati nuraninya tidak baik sehingga yang dihasilkan adalah buah yang tidak baik juga. Dari buahnya kamu bisa menilai pohon itu baik atau tidak. Kalau hati nuraninya tidak baik, buahnya pasti tidak baik yaitu perkataan dan perbuatannya tidak baik. Ini yang harus kita tinggalkan. Akar-akar tidak baik ditinggalkan. Kita harus beralih pada hidup baru dengan akar yang baik, hati nurani yang baik.
Ada 4 akar yang tidak baik:
1. I Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka..
Akar kejahatan atau akar yang terikat uang. Hidup lama kita seperti itu. Jadi kalau mengaku, sudah dibaptis tetapi hati masih terikat uang, itu seperti bayi yang lahir, tali pusarnya tidak dipotong! Masih terbawa-bawa hidup lama. Ingat Yudas, karena hatinya terikat akan uang maka Yesus katakan adalah lebih baik jika orang itu tidak dilahirkan. Artinya lebih baik dia tidak dibaptis, dari pada sudah dibaptis tetapi masih cinta uang, akar kejahatan masih melekat padanya.
Praktek hati cinta akan uang:
a) Menyimpang dari iman untuk memburu uang. Iman timbul dari mendengar Firman, iman adalah kebenaran. Jadi artinya mengorbankan Firman pengajaran yang benar hanya untuk mendapatkan keuntungan jasmani. Atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan jasmani, walaupun tidak benar yang penting untung. Biarlah kita betul-betul sudah terpisah dari hidup lama. Ingat tahun ini tahun pengangkatan dan juga tahun pemisahan. Harus terpisah dari hidup lama, biarlah rohani kita terangkat, lepas dari akar yang tidak baik.
b) Meninggalkan ibadah pelayanan untuk mendapatkan keuntungan jasmani. Atau sebaliknya, masih beribadah tetapi untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan jasmani. Dikoreksi oleh Tuhan, kita beribadah cari apa, termasuk yang pergi persekutuan. Persekutuan itu untuk pembangunan Tubuh Kristus. Kalau pergi bersekutu tujuannya yang jasmani maka tidak terjadi pembangunan Tubuh Kristus, rohani tidak terbangun. Kalau datang beribadah yang dicari perkara jasmani, rohaninya tidak pernah terbangun, begitu terus! Termasuk kita mau menggelar ibadah persekutuan, kalau tujuannya untuk yang jasmani, tidak akan terjadi kebangunan rohani. Rugi kita, sudah persiapkan semuanya.
Dalam ibadah persekutuan biarlah konsumsi sederhana. Kemuliaan Tuhan itu bukan diukur dengan makanan, yang rohani yang utama! Kita tidak usah fokus harus ada makanan ini, ada makanan itu. Fokusnya berdoa Tuhan bukakan Firman, makanan jasmani itu hanya bonusnya, bukan itu yang dicari. Kerajaan sorga bukan soal makan minum. Kerajaan Sorga itu soal kebenaran, Firman yang menyucikan, damai sejahatera, sukacita oleh Roh Kudus. Jadi tidak usah fokus yang jasmani, kalau fokus yang jasmani akhirnya sudah kecapekan. Memang kita menjamu tamu-tamu kita, sediakan makanan dan minumannya, tetapi bukan itu fokusnya. Fokusnya pembukaan rahasia Firman Tuhan.
c) Kikir, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, tidak bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan. Dan serakah, mengambil milik Tuhan, mengambil milik sesama. Ini hati yang tidak baik, akar yang harus ditebang, dipotong dengan kapak, harus disucikan!
Dalam Alkitab kita lihat contoh kehidupan yang hatinya tidak baik.
a) Esau. Hak sulung dia korbankan hanya untuk mendapat sepiring kacang merah. Dia anak orang kaya, papanya punya banyak pembantu, tinggal dia minta. Tetapi hatinya sudah terikat dengan yang jasmani, yang rohani sudah diabaikan!
Ibrani 12:16
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
Perkara rohani ditukar dengan perkara jasmani yang sebenarnya remeh, bisa didapat, tetapi karena hatinya sudah tidak baik jadi yang rohani tidak masuk hitungannya, yang dia utamakan yang jasmani.
Ibrani 12:17
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
Ini sikap yang sangat dibenci Tuhan. Makanya ada ayat mengatakan Yakub dikasihi, Esau dibenci. Karena ini, hak sulung perkara rohani dia tukar dengan perkara jasmani, sehingga tidak diberi kesempatan untuk berubah, untuk bertobat, tidak menerima berkat!
Saya tegur kemarin seorang kaum muda, awas kamu nanti kena kutuk karena kamu tidak ibadah! Lebih utamakan acara ulang tahun di kampus dari pada ibadah. Tahun depankan ada lagi ulang tahun kampus, kenapa ibadah yang dikorbankan! Sampai mencari dengan mencucurkan air mata nanti tidak dapat lagi kesempatan, hidupnya penuh air mata. Sebagai gembala saya harus mengingatkan dari pada hidupnya ke depan penuh air mata, menangis terus, dalam suasana kutukan, lebih baik ditegur. Kalau diterima syukur, kalau tidak diterima kembali kepada saya berkatnya. Tetapi saya percaya dia bisa menerima.
Sidang jemaat jangan korbankan yang rohani. Yang benar, yang jasmani kita rela korbankan untuk dapat yang rohani maka air mata dihapus. Sampai nanti masuk kerajaan Sorga, tidak ada lagi air mata di sana. Manusia ditandai air mata, lahir sudah nangis, kecil kanak-kanak menangis. Sampai dewasa banyak tangisan. Tetapi kalau rohani kita kejar, jasmani kita rela korbankan, Tuhan hapus air mata kita, sampai tidak ada lagi air mata. Itu janji dan jaminan dari Tuhan! Dia akan tuntun kita sampai ke mata air kehidupan. Sambil menuntun, Tuhan menghapus air mata kita.
Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Siapa yang dituntun? Orang yang bersama-sama dengan Anak Domba, bersama-sama dengan Yesus. Yang mengutamakan perkara yang rohani.
b) Yudas Iskariot, dia seorang pencuri.
Yohanes 12:4-6
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Yudas Iskariot terikat uang. Selama mengikut Yesus hatinya tidak pernah tersentuh Firman, tetap melekat pada uang. Dia mencuri milik Tuhan. Sekarang bagi kita mencuri milik Tuhan dan milik sesama. Milik Tuhan bukan hanya uang, perpuluhan dan persembahan khusus, itu yang terkecil. Ada milik Tuhan yang lain yang lebih besar yaitu penyembahan dan ibadah. Itu jangan dirampas! Dan milik Tuhan yang terbesar adalah Mempelai Wanita Tuhan. Serahkan hidup kita dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Jangan dicuri, jangan dirampas.
Akhirnya Tuhan bongkar perutnya Yudas, dia mati dengan keadaan perut yang terburai. Padahal Yudas ini gantung diri, sesudah itu dia jatuh tertelungkup dan perutnya pecah. Karena Tuhan buka semua! Selama ini hatinya hanya melekat pada uang, tidak pernah melekat pada Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita. Kalau hati kita melekat pada yang jasmani, pada uang, nanti Tuhan bongkar, Tuhan permalukan dan kita tidak ada kesempatan untuk bertobat.
Kisah Para Rasul 1:18
1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Sampai ditahu semua orang, tetapi sudah terlambat. Apa lagi kami hamba Tuhan, kelihatan rohani, kelihatan sungguh-sungguh melayani, padahal cari sesuatu, cari yang jasmani, nanti Tuhan bongkar. Tidak usah kita ngomel dan marah-marah kalau ada hamba Tuhan seperti itu. Itu urusannya dengan Tuhan, kalau dia tidak berubah nanti perutnya pecah, dibuka semua oleh Tuhan! Dan dia tidak bisa bertobat lagi, tidak ada kesempatan. Kalau kita diperlakukan tidak adil, dirugikan, kalau dia hamba Tuhan nanti Tuhan bongkar!
Akar jahat pasangannya najis, kedua ini tidak bisa dipisah. Kalau ada akar jahat pasti ada akar najis yang mengarah ada dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Kalau ibadah sudah sering dikorbankan, hati-hati nanti ada kenajisan. Kalau gembala sudah dominan yang jasmani, nanti jatuh pada hal yang najis. Begitu juga suami kalau lebih fokus pada hal yang jasmani, dia tidak mau yang rohani, itu alarm bagi isteri, bergumul ekstra, sebentar lagi bisa jatuh. Begitu juga isteri, kalau sudah tidak yang rohani, nanti najis! Akar jahat dan akar najis ini berpasangan.
Orang tua juga bergumul ekstra untuk buah nikah. Kalau anak sudah tidak fokus pada ibadah nanti najis! Mulai dari tontonan, bisa sampai pada perbuatan. Nanti menyesal di kemudian hari. Sekarang lebih baik diingatkan, ditegur dengan keras masih dibawa bimbingan orang tua. Dibimbing baik-baik dari pada terhilang, dia kena pada akar najis!
Saya sebagai gembala orang tua rohani. Saya lihat anak muda yang mulai bolong-bolong, saya kejar, tegor, cari tanya diingatkan. Karena ini pasti, kalau ada jahat, najis pasti ada. Apalagi kaum muda, masa kuatnya daging. Kalau dia laki-laki bisa merusak anak perempuan orang. Kalau dia perempuan, bisa dirusak anak laki-laki orang! Lebih baik sekarang kita keras sama anak-anak kita dari pada besok-besok terhilang, binasa, najis, nikahnya hancur. Kita akhirnya yang penuh air mata. Lebih baik sekarang keras mengingatkan, mumpung dia masih dalam bimbingan kita. Dicek terus, diingatkan terus, jangan sampai hilang! Sudah banyak yang korbankan ibadah akhirnya jatuh dalam kenajisan, jangan tambah lagi!
2. Akar pahit
Ibrani 12:15
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Akar pahit ini kepahitan hati, iri hati, benci, sampai benci tanpa alasan. Kenapa bisa timbul akar pahit? Karena menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Apa salah satu bentuk kasih karunia Allah? Penggembalaan. Karena sudah menjauhkan diri dari penggembalaan, makanya timbul pahit hati.
Gembala itu adalah kasih karunia Tuhan kepada sidang jemaat.
Filipi 1:7
1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
Jemaat turut mendapat kasih karunia melalui hamba Tuhan yaitu gembala. Jadi kalau kita mulai menjauhkan diri dari kasih karunia, artinya tidak sungguh-sungguh beribadah, mulai muncul akar pahit. Sama juga saya gembala, kalau tidak sungguh-sungguh menggembalakan, mulai muncul akar pahit, mulai iri, benci sampai benci tanpa alasan. Tidak ada alasan Esau membenci Yakub, kan Esau yang menjual hak sulung. Jadi kalau Yakub menerima berkat sulung itu haknya dia, dia sudah menjadi anak sulung, mengapa Esau mau benci! Hati-hati, jangan ada akar pahit dalam kehidupan kita.
Akar jahat, akar najis, akar pahit, timbul karena mulai tidak sungguh-sungguh tergembala. Yudas, dia digembalakaan Yesus Gembala yang sempurna, tidak dia hargai malah dia jual. Apalagi kami gembala manusia ini, banyak domba yang menjual gembalanya dengan kata-kata. Gembalaku begini dan begitu. Saat dia terbentur pada suatu masalah, minta nasihat pada gembala namun dia tidak terima, karena ada keinginan jahat, keinginan najis yang mau dipenuhi. Dia pergi kepada pendeta lain sampai dia dapat pendeta yang bilang boleh. Di situlah dia mulai jual gembalanya.
Gembala menjual domba ada tertulis di dalam Alkitab. Domba menjual gembala ternyata ada juga, itu lebih hebat, Yudas menjual Yesus Gembalanya seharga 30 keping perak. Di sini tidak ada domba yang menjual gembala. Nama saya sudah laku dijual di mana-mana, tetapi kemuliaan untuk saya. Jemaat jangan terpancing! Ini pupuk iman bagi kita.
Akibatnya ada akar jahat, akar najis, akar pahit, nanti menjadi antikristus.
I Yohanes 2:18-19
2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
Tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita, tidak sungguh-sungguh termasuk dalam penggembalaan, tidak sungguh-sungguh masuk dalam pengajaran. Kalau tidak sungguh-sungguh 3 akar ini sudah mengincar kita. Kenapa tidak sungguh-sungguh? Karena tidak puas! Esau pulang dari berburu dia lapar, lelah, haus. Dia tidak pernah puas dan tidak memuaskan Tuhan. Baginya kalau cuma 1 pengajaran yang benar rasa kurang, mau ini, mau itu, tidak puas dalam penggembalaan.
Tidak puas = tidak cukup. Di dalam Alktiab ada 4 hal yang tidak pernah berkata cukup, salah satunya api. Jadi kalau tidak puas dalam penggembalaan, tidak sungguh-sungguh tergembala, bagiannya adalah api yang tidak terpadamkan, itulah neraka.
Amsal 30:15-16
30:15 Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"
30:16 Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: "Cukup!"
Gembala sungguh-sungguh menggembalakan, jemaat sungguh-sungguh tergembala. Gembala jangan menjual domba, domba jangan jual gembala. Bapak ibu kalau sudah menyatakan diri digembalakan di sini jangan jual gembala yang lama, tidak usah cerita kekurangannya, itu tidak baik. Stop, tidak usah cerita! Memang paling bagus kalau menceritakan kekurangan orang, bisa panjang lebar bisa sampai tengah malam. Ini tabiat yang tidak boleh ada lagi ada pada kita. Tahun ini tahun pengangkatan, rohani kita harus terangkat, tinggalkan semua yang lama. Tahun pemisahan, kita terpisah dari akar jahat, najis dan pahit.
3. Ulangan 29:18
29:18 Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.
Akar racun, artinya murtad meninggalkan pengajaran yang benar, beralih pada ajaran yang lain. Atau meninggalkan Yesus dan beralih pada keyakinan yang lain. Itu sudah akar beracun atau murtad! Kalau ada orang murtad bisa kembali dalam pengajaran, itu hanya kemurahan. Kalau 1 dari 1000 orang murtad bisa kembali, itu kemurahan Tuhan. Mengapa? Sebab dia sudah kenyang dengan jalannya, dia rasa apa yang dia ikuti itu sudah betul, sudah benar, makanya untuk kembali pada jalan yang benar dia sudah tidak mau.
Amsal 14:14
14:14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.
Orang murtad itu tidak mungkin dibaharui. Tinggal kemurahan Tuhan kalau bisa kembali.
Ibrani 6:4-6
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Sudah mengecap karunia Sorgawi, ada karunia Roh Kudus, sudah melayani, mendapat bagian dari Roh Kudus, mendapat yang baik dari Tuhan, sudah ada Firman pengajaran, ada Firman nubuatan, namun murtad lagi! Kalau ada keluarga kita seperti ini gumulilah, siapa tahu masih dapat kemurahan. Tetapi ayat mengatakan tidak mungkin dibaharui.
Makanya saya katakan orang tua jangan sampai sudah terlambat. Lebih baik sekarang keras kepada anak-anak kita soal ibadah untuk kebaikannya. Jangan dia berakhir murtad, tidak bisa dibaharui lagi. Biarpun saudara atau keluarga kalau sudah murtad, lain keyakinan, lain pengajaran pasti sudah ada jarak. Hati kita seperti teriris-iris melihatnya.
Saya terus bergumul untuk adik saya, saudara-saudara saya yang sudah tinggalkan Yesus, siapa tahu bisa kembali. Saya bersyukur kakak ipar saya bisa ikut ibadah persekutuan di Malang. Dia sudah berkata saya nyaris kehilangan iman, sudah tidak beribadah. Tetapi kami terus bergumul, kami tidak paksa beribadah, dia sendiri yang tergerak. Kalau sudah ada awan sebesar telapak tangan, sebentar lagi hujan, Tuhan pasti menolong. Dia sudah kembali mendengar Firman, semoga bisa kembali tergembala.
Doa saya juga bagi berapa keluarga yang sudah tinggalkan Yesus, siapa tahu masih ada kesempatan untuk kembali. Kalau rasul Paulus, doa paling ekstrim biar tubuhnya binasa, tetapi jiwanya selamat. Ada cara Tuhan bekerja, mungkin sampai hancur-hancuran, di saat terakhir dia mau kembali. Tetapi doa saya janganlah seperti itu, siapa tahu masih dalam tubuh yang utuh bisa kembali.
Makanya kita berdoa ekstra untuk keluarga kita. Tahun ini tahun pemisahan. Ada 2 pemisahan, pemisahan yang positif kita dipisah dari hidup lama yang berdosa. Tetapi ada pemisahan yang negatif, kita terpisah dari tubuh Kristus. Jangan sampai keluarga kita terpisah karena tidak kita gumuli, kita tidak tegas dalam hal ibadah. Jangan sampai anak kita sudah terpisah baru kita menyesal di kemudian hari. Lebih baik sekarang kita bergumul ekstra. Tuhan percayakan nikah dan buah nikah, harus kita jaga. Itu titipan Tuhan, gumulilah.
Nuh seorang diri mendapat kasih karunia, tetapi keluarganya bisa selamat. Bukan cuma isterinya, bukan cuma anaknya, tetapi sampai anak mantunya bisa selamat.
Kejadian 6:8
6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Rahab seorang pelacur, bisa selamat keluarganya karena ada seutas benang kirmizi. Kalau pelacur saja bisa selamat, apalgi hamba Tuhan pelayan Tuhan. Ayo bergumul ekstra hari-hari terakhir ini, jangan kendor!
4. Akar busuk!
Yesaya 5:24
5:24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.
Kalau sudah murtad nanti menjadi akar busuk. Apa itu? Menista, menghina Firman pengajaran. Apa itu pengajaran, dulu waktu dalam pengajaran saya tidak dapat apa-apa, sekarang lihat hidup saya berhasil dan sebagainya. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian, jangan ada akar jahat, akar najis, akar pahit, akar racun dan akar busuk.
Buktikan kita terpisah dari hidup lama dan ada pada hidup yang baru. Apa hidup yang baru?
Kolose 2:6-7
2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hidup baru berakar di dalam Yesus. Mari kita berakar di dalam Yesus = bertambah teguh dalam iman terhadap Firman pengajaran yang sehat. Doakan supaya saya terus menyajikan makanan yang kenyang dan sehat supaya kita bertambah teguh di dalam iman terhadap pengajaran yang benar. Kita kuatkan keyakinan kita terhadap Firman pengajaran yang benar.
Bagaimana prosesnya supaya keyakinan kita pada pengajaran kuat, tidak tergoda dengan yang lain, tidak tercabut?
Mazmur 93:13-16
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Prosesnya tertanam di Bait Allah, artinya tergembala dengan benar dan baik. Berbahagia kalau lihat kaum muda bisa tergembala, ada hiburan. Sekalipun capek secara fisik tetapi kalau lihat jemaat datang beribadah dengan antusias, rasanya senang, sukacita.
Praktek tergembala dengan benar:
1. Masuk kandang, tekuni 3 macam ibadah pokok.
a) Ibadah Pendalaman Alktiab dan Perjamuan Suci, kita bersekutu dengan Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan korbannya. Kita diberi makan.
b) Ibadah Raya, kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Kita diberi minum. Kadang orang Kristen hanya suka ibadah raya, minum terus, tidak suka makan, akhirnya kembung.
c) Tekuni ibadah doa penyembahan, kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya. Kita bernafas.
2. Dengar-dengaran pada suara gembala.
Yohanes 10:3
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Kalau dipangggil, ba dengar!
Yohanes 10:5
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Dengar-dengaran pada Firman penggembalaan dan tegas menolak suara asing. Suara asing itu ajaran asing, gosip-gosip, tidak usah kita dengar. Dengar saja komando gembala. Saya datang persekutuan hanya mau dengar Firman bapak gembala saya, saya digembalakan di dalam persekutuan.
Kalau mendengar dan dengar-dengaran = makan Firman penggembalaan. Kumpulkan sebanyak-banyaknya. Bangsa Israel pada hari pertama sampai kelima hanya mengumpulkan manna sebanyak 1 gomer. Hari keenam harus 2 gomer. Sekarang kita berada di penghujung akhir zaman, hari keenam minggu ketebusan, tugas kita mengumpulkan manna 2 kali lipat banyaknya, 2 gomer seorang.
Keluaran 16:22
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
2 untuk satu orang, dua menjadi satu, ini bahasa nikah. Jadi yang sekarang harus kita kumpulkan adalah Firman penggembalaan yang membenahi nikah kita, yang membawa pada nikah yang rohani, itulah Kabar Mempelai. Kita tergembala dalam binaan Kabar Mempelai, pengajaran yang sehat dan benar.
Kalau sudah naik matahari, manna ini menguap. Jadi ada batas waktunya, sudah habis nanti, jangan terlambat, lebih baik kumpul sebanyak-banyaknya. Bagaimana cara mengumpulkan manna?
Bilangan 11:7-8
11:7 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
11:8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
Berlari kian kemari untuk mengumpulkan. Artinya jangan buang waktu percuma, gunakan waktu maksimal untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan. Waktu kita sekarang waktu yang sisa, gunakan semaksimal mungkin untuk mendengarkan Firman dan praktek! Manfaatkan waktu semaksimal mungkin, hari ibadah, jam sekian, segera datang mendengar Firman, pulang langsung praktek. Kadang begitu pulang langsung diperhadapkan dengan ujian, langsung praktek Firman! Waktu yang ada kita manfaatkan dengan maksimal untuk mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Pulang kerja langsung datang ibadah, dengar Firman langsung praktekan.
Jangan buang waktu sia-sia, apalagi hanya buang waktu dengan gadget. Kumpulkan Firman sebanyak-banyaknya. Waktu tinggal sisa, kita gunakan dengan maksimal.
I Petrus 4:2
4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Tugas saya sebagai gembala hanya menganjurkan, kalau jemaat terima anjuran puji Tuhan dan jemaat mendapatkan untungnya. Kalau tergembala dengan benar dan baik, kita manfaatkan waktu dengan maksimal untuk cari Firman, ada hasilnya, tidak rugi! Banyak yang kita korbankan untuk mencari Firman, tetapi Tuhan tidak menipu, ada hasilnya:
a) Mazmur 92:13
92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
Bertunas seperti pohon korma. Pohon korma itu manis. Bertunas berarti ada harapan, ada harapan hidup kita akan manis pada waktunya. Pohon korma hubungannya dengan nikah. Ada harapan nikahnya manis. Mungkin berpuluh-puluh tahun menikah belum juga manis. Ayo mantapkan diri berakar di dalam Tuhan, tergembala dengan benar dan baik, pasti manis pada waktunya.
Manna itu bentuknya halus.
Keluaran 16:14
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
Manna itu halus, artinya Firman penggembalaan akan menghaluskan tabiat daging kita sehingga nikah itu menjadi manis. Mulai dari perkataan, dalam rumah tangga perkatakanlah yang halus, yang manis supaya nikah itu menjadi manis. Jangan sedikit-sedikit perang kata-kata. Saya juga bergumul dan berupaya supaya di dalam nikah perkataan-perkataan yang manis, perkataan-perkataan yang baik. Buktikan kita tergembala, hasil Firman menghaluskan tabiat daging kita, sehingga nikah kita manis, hidup kita jadi manis.
b) Tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Pohon aras itu pohon yang kayunya kuat. Jadi hasilnya ada kekuatan menghadapi tantangan apapun. Kita ini makhluk sosial, hidup bermasyarakat, tantangan kuat di situ tetapi Tuhan berikan kekuatan menghadapi apapun.
Manna itu bentuknya seperti sisik, ingat baju zirah bentuknya seperti sisik Firman pengajaran memberi kita kekuatan untuk berperang, kita kuat dan menang menghadapi musuh-musuh.
c) Berbuah gemuk dan segar. Semakin tua bukan semakin kendor! Para orang tua, jangan sudah tua malah kisut. Apalagi yang masih muda sudah mengkerut, tidak segar. Artinya:
1) Semakin tua semakin dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai garis akhir. Ingat Musa, sudah usia 120 tenaganya tidak habis, kuat terus melayani sampai garis akhir. Yang jasmani mungkin sudah loyo, tetapi yang rohani terus semangat, semakin kuat tua semakin kuat dipakai Tuhan melayani, terutama doa-doanya. Ketika saya lapor sama gembala Pdt. Widjaja, saya sudah menggembalakan para lansia. Langsung om bilang ‘bagus itu! Orang-orang tua itu doanya kuat’. Yang tua dipakai, yang muda juga harus dipakai Tuhan. Keledai muda ditunggangi Yesus, induk keledai mendampingi sampai Yerusalem Baru. Mau tua, mau muda, semua dipakai Tuhan, itu kalau kita tergembala.
2) Semakin tua, semakin dewasa rohani, semakin dipelihara, semakin diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. Jangan malah kita menjadi sandungan! Segar terus dan berbuah. Berbuah = berubah, semakin dewasa rohani semakin berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sama mulia seperti Yesus. Ada buah-buah yang kita hasilkan, bisa kita nikmati. Minimal keluarga kita bisa menikmati.
Berbuah mulai dari buah perkataan, buah perbuatan,
Ibrani 13:12-13
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
Orang tergembala bisa menerima sengsara bersama Yesus sehingga dia bisa berubah.
Ibrani 13:15
13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Ibrani 13:15 (Terjemahan Lama)
13:15 Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.
Ada buah bibir, buah perkataan yang baik, yang memuliakan Tuhan, yang menjadi berkat bagi sesama, bukan melemahkan. Selalu mengucap syukur, menyembah Tuhan.
Ibrani 13:16
13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
Ada buah perbuatan baik. Sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. Buah terakhir adalah buah mempelai, buah ketaatan atau buah kasih.
Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Tertanamlah di Bait Allah, jangan pertahankan akar yang tidak baik. Kalau ada keluarga kita yang akarnya tidak baik, bahkan sampai murtad ayo gumuli! siapa tahu masih dapat kemurahan untuk kembali. Kita yang masih di dalam jangan lemah! Kita semakin kuat tertanam, kuatkan keyakinan kita pada pengajaran yang benar dan pasti berbuah gemuk dan segar. Tuhan tidak pernah menipu. Ada korma kemanisan, ada aras kekuatan menghadapi pergumulan tantangan, ada buah-buah yang bisa dihasilkan. Memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi sesama. Juga buah untuk kita nikmati Tuhan berikan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati.