20260515

Ibadah Doa Pagi, Senin 29 September 2025 Pdt. Handri Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus

 

Filipi 1:1-2 Salam

1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

 

Secara keseluruhan surat Filipi terkena pada pelita emas. Ini termasuk surat-surat penggembalaan. Paulus menyebutkan Timotius juga sebagai penulis. Jadi, surat ini ditulis oleh Paulus bersama dengan Timotius untuk sidang jemaat Filipi. Paulus menyebutkan dirinya dan Timotius adalah hamba-hamba Kristus Yesus. Jadi, dari salam pembuka surat Filipi ini Paulus sudah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya kesatuan hati antara hamba Tuhan di dalam pelayanan.

 

Pelayanan pembangunan tubuh Kristus tidak bisa dikerjakan sendiri, harus bekerjasama. Paulus selalu mengajak hamba Tuhan yang lain untuk bisa bekerjasama.

Efesus 6:21-22

6:21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu.

6:22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu.

 

Kesatuan hati ini yang mau dirusak oleh setan, supaya hamba-hamba Tuhan tidak bisa bekerjasama malah saling menjatuhkan satu dengan yang lain.

 

Secara khusus ayat 1–11 dalam tabernakel terkena pada tabut perjanjian, secara umum semua surat Filipi itu terkena pada pelita emas.

 

Tabut perjanjian itu punya kayu pengusung, dipikul diusung, bukan dinaikkan di kereta atau diseret, ditarik. Tabut perjanjian sekarang menunjuk pada kabar mempelai.

Tabut itu terbagi dua bagian:

Ø  Tutupnya dari emas murni dengan dua kerub itu menunjukkan Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.

Ø  Petinya dari kayu penaga disalut emas murni itu menunjukkan mempelai wanita Tuhan/ gereja Tuhan yang sempurna.

 

Gereja Tuhan belum sempurna, Yesus belum datang, penyatuan mempelai belum terjadi, sekarang dalam wujud kabar mempelai, Firman pengajaran yang benar. Tugas kita untuk mengusung kabar mempelai, artinya bertanggung jawab untuk mempraktekkan Firman pengajaran yang benar/ kabar mempelai dan bertanggung jawab untuk memberitakannya atau menyaksikannya. Berarti kita bertanggung jawab untuk masuk dalam kegerakan Firman Pengajaran kabar mempelai, terus maju sampai kita berhasil dibentuk menjadi mempelai wanita Tuhan.

 

Itu sebabnya harus ada kesatuan hati dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. seumpama dua orang yang memikul lalu yang di depan mau maju, yang dibelakang mundur, apalagi kalau 4 orang yang memikul yang di depan sebelah kanan mau belok kanan, yang di belakang sebelah kiri mau belok kiri, tidak akan bisa berjalan tabutnya, harus ada kesatuan hati dalam pelayanan.

 

Setan mau merusak kesatuan hati lewat hal-hal yang seringkali dianggap tidak apa-apa, yaitu iri hati dan perselisihan.

2 Korintus 12:20

12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

 

Jadi, dari iri hati, perselisihan muncullah dosa-dosa yang lain yang merusak kesatuan hati dari pelayan Tuhan, hamba Tuhan.

 

Bagaimana supaya bisa satu hati? Dari nikah suami dan isteri satu hati, dalam penggembalaan gembala dan jemaat bisa satu hati baru nanti antar penggembalaan.

Yesaya 52:11

52:11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!

 

Imam yang memikul tabut perjanjian harus menjauh dari kenajisan keluar dari kenajisan = mau disucikan dan hidup dalam kesucian. Kesucian itu menimbulkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas.

1 Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Kasih itu yang menyatukan dan menyempurnakan kita.

Kolose 3:14

3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

 

Jadi, ini yang menjadi doa dan pergumulan kita supaya seisi keluarga kita bisa terlibat dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, sama-sama menjadi hamba Tuhan atau pelayan Tuhan yang suci sehingga bisa menjadi satu hati, bisa menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

 

Pada pembuka surat ini Paulus dan Timotius memberi salam yang pertama kepada semua orang kudus di Filipi baru ditujukan kepada pelayan-pelayan Tuhan yang ada di Filipi. Jadi, yang dikedepankan di sini adalah kekudusan, ini yang terutama harus kita miliki baru kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

Keluaran 29:1

29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

 

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Kekudusan itu yang nomor satu, itu yang kita kejar

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Maka dalam pelayanan yang kita kerjakan kita bisa melihat Tuhan, artinya:

1.      Bisa menyembah Tuhan, pelayanan kita memuncak pada penyembahan, bukan cuma kita mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan setia, dengan aktif tapi kita juga mau melayani pribadi Tuhan lewat doa penyembahan.

2.      Kita bisa melihat pribadi Tuhan nyata dalam kita = kita diubahkan, melayani dalam tanda keubahan hidup. Kedagingan kita tabiat-tabiat daging disingkirkan hidup Yesus nyata dalam kita. Semakin lama kita melayani Tuhan semakin berubah menjadi manusia rohani.

3.      Kita melihat pertolongan Tuhan, pembelaan Tuhan, penyertaan Tuhan tepat pada waktunya. (Filipi 1:2). Kita tidak perlu ragu lagi akan hidup kita di dunia ini, tidak perlu ragu menghadapi tantangan, pergumulan apapun, kita yakin kasih karunia Tuhan, damai sejahtera dari Allah ada pada kita, dan Tuhan, Yesus, Kristus menyertai kita.

 

Mari kita berupaya untuk hidup di dalam kekudusan, beri hidup kita disucikan oleh Firman pengajaran, makanya jangan jauh dari persekutuan dengan Allah, jangan jauh dari ibadah pelayanan, jangan jauh dari penggembalaan, penyucian secara intensif ada di dalam penggembalaan. Kita datang kepada Tuhan kita mau menyembah Tuhan, kita mohon biar Tuhan terus menyucikan kita dan Tuhan berikan kemampuan untuk kita bisa hidup di dalam kesucian.

 

Tuhan memberkati