20260723

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 30 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 16:4b-7

16:4b "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

Penekanannya pada ayat 7. Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa Roh Kudus adalah kebutuhan mutlak kita. Untuk mencurahkan Roh Kudus Yesus harus pergi, harus mati, bangkit dan naik ke Sorga. Jadi harga pencurahan Roh Kudus itu seharga Korban Kristus.  

 

Roh Kudus disebut penghibur sebab Yesus tahu gereja Tuhan diperhadapkan dengan banyak penderitaan karena Yesus yaitu karena ibadah pelayanan yang benar dan pengajaran yang benar yang memuncak pada masa pra aniaya antikristus. Sengsara yang kita hadapi ini kian meningkat, seperti ibu yang sedang hamil hendak melahirkan.

 

Pada mulanya manusia diciptakan segambar dengan Allah dan manusia berbahagia di taman Eden. Tetapi kebahagiaan yang ada pada manusia itu dirusak oleh setan lewat dosa! Tuhan mau mengembalikan kebahagiaan itu kepada manusia, bahkan kebahagiaan kekal bersama Yesus. Dibuktikan di kayu salib, sebelum menyerahkan nyawaNya Yesus berkata kepada penjahat di sebelahNya ‘hari ini juga Engkau bersama dengan Aku di Firdaus’. Firdaus itu adalah suasana kebahagiaan.

 

Roh Kudus adalah jaminannya bahwa sungguh-sungguh Tuhan mau mengembalikan kita pada kebahagiaan itu. Diterjemahkan dari kata arabon artinya jaminan.

II Korintus 1:21-22; 5:5

1:21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,

1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

5:5 Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.

 

Efesus 1:14

1:14  Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

Untuk memberikan Roh Kudus sebagai jaminan bagi kita, Yesus rela mati, bangkit dan naik ke sorga, jadi tidak usah ragu. Betul-betul ini jaminan bahwa kita akan dikembalikan pada kebahagiaan kekal, kembali pada gambar Allah Tritunggal. Tanpa Roh Kudus kita akan menderita terus di dunia ini sampai menderita kekal di neraka.

 

Permulaan penderitaan manusia adalah ketika panca inderanya dirusak oleh setan. Hawa mendengar suara ular, telinganya dirusak. Lalu matanya melihat buah terlarang sedap kelihatannya, matanya dirusak. Perasaannya dirusak, dia mau sama dengan Allah dengan cara yang salah. Mulutnya juga dirusak sehingga menambah dan mengurangi Firman, semua panca inderanya dirusak setan.

 

Oleh sebab itu pada pencurahan Roh Kudus, panca indera manusia dikuasai oleh Roh Kudus. Ini yang terutama dikuasai, kalau pancaindera sudah dikuasai, seluruh hidup dikuasai.

Kisah Para Rasul 2:1-4

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

5 indera ini = 5 tiang pintu kemah dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni.

Keluaran 26:36-37

26:36 Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.

26:37 Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga."

 

Kayu penaga menunjuk kita manusia daging. Sebab kayu penaga bentuknya bengkok-bengkok dan warnanya gelap. Itu bicara manusia daging yang bengkok-bengkok dan gelap oleh dosa. Tetapi disalut emas, menunjuk Roh Kudus mau menguasai kita mulai dari 5 indera kita supaya kita tidak bengkok-bengkok lagi, tidak gelap lagi hidup kita, tidak berbuat dosa lagi.

 

5 indera adalah pintu masuk segala keinginan daging. Dari mata kita melihat sesuatu yang bagus lalu ingin. Telinga mendengar sesuatu, mulai muncul keinginan. Perasaan, perkataan, hidung, itu semua pintu masuk segala keinginan daging. Kalau keinginan daging dituruti bisa jatuh dalam dosa dan melahirkan maut.

Yakobus 1:14-15

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

 

Sebab itu 5 indera kita harus disalut dengan Roh Kudus sehingga keinginan daging tidak bisa masuk dan kita tidak jatuh dalam dosa, tidak jatuh dalam pencobaan.

 

1.      Telinga

Telinga yang dikuasai Roh Kudus hanya mendengar suara dari Sorga, terutama suara Firman pengajaran yang keras. Ketika manusia diciptakan, Tuhan menghembuskan nafas hidup, itulah Roh Allah. Tetapi manusia tidak kuat menghadapi keinginan daging sehingga jatuh dalam dosa. Makanya Tuhan bukan hanya menghembuskan tetapi ditiup dengan keras!

 

Kalau tanpa Roh Kudus suara kita hanya menangkap suara lain, suara daging, gosip-gosip yang memancing emosi, ajaran palsu yang hanya menyesatkan, berita-berita yang menakutkan. Begitu banyak berita yang menakutkan terdengar sana sini. Kalau telinga tidak dikuasai Roh Kudus kita akan ketakutan. Bisa sampai mati ketakutan mendengar berita-berita yang menakutkan.

 

Kita mohon kepada Tuhan, kuasailah telingaku, biarlah telingaku hanya untuk mendengar suara dari Sorga, suara Firman pengajaran yang benar, yang keras menyucikan, sehingga iman kita tidak tergoyahkan. Biar goncang di sana sini, kita tidak goyah. Kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan.

Ibrani 12:28

12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Telinga yang dikuasai oleh Roh Kudus membuat kita bisa hidup suci. Kayu penaga itu bengkok-bengkok. Yang tinggal di dunia ini angkatan yang bengkok-bengkok. Kita tinggal di tengah-tengah orang yang bengkok hatinya. Mau menemukan yang lurus, sulit!

Filipi 2:15

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

 

Kita tinggal di tengah angkatan yang bengkok hati tetapi telinga kita selalu menangkap suara sorga sehingga kita disucikan, kita tidak ikut bengkok bersama dengan orang-orang yang ada di dunia ini.

 

Ini pekerjaan Roh Kudus. Selain memampukan kita menangkap suara Sorga, Roh Kudus mengingatkan akan suara Firman yang sudah kita dengar sehingga ada rem untuk tidak berbuat dosa.

Yohanes 14:26

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Kalau kemampuan otak kita hanya seberapa untuk bisa mengingat akan Firman berapa tahun yang lalu, tidak akan mampu. Jangankan yang berapa tahun yang lalu, Firman minggu kemarin saja kadang sudah lupa. Tetapi Roh Kudus yang mengingat Firman. Ketika diperhadapkan dengan sesuatu, ini salah, ini dosa, ini tidak benar, Roh Kudus ingatkan dulu sudah mendengar Firman tentang hal ini, jangan di lakukan! Kalau telinga kita sudah dikuasai Roh Kudus kita punya kepekaan, peka terhadap sesuatu yang salah yang tidak berkenan kepada Tuhan.

 

2.      Mata

Mata dikuasai Roh Kudus melihat lidah-lidah seperti nyala api. Artinya bukti mata kita dikuasai Roh Kudus, kita melihat pekerjaan Tuhan dengan bernyala-nyala, dengan berapi-api untuk kita kerjakan. Semangat, setia terus, berkobar-kobar melayani sampai garis akhir, tidak kendor.

 

Dalam pelajaran kisah Para Rasul dimulai dengan lidah-lidah api, diakhiri dengan api unggun. Jadi jangan dimulai dengan lidah-lidah api dan diakhiri dengan berasap-asap.

Kisah Para Rasul 28:2

28:2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.

 

Kita butuh ini, semakin menyala-nyala karena kita diperhadapkan dengan musim dingin rohani. Tidak cukup hanya lidah-lidah api, harus sampai api besar, api unggun. Lihat pekerjaan Tuhan dengan berkobar-kobar, bukan bersungut-sungut, bukan mundur. Usia boleh semakin lanjut, kekuatan fisik menurun, tetapi semangat tidak pernah kendor! Apalagi yang masih muda, semangat, berkobar-kobar!

Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Kalau mata tidak dikuasai Roh Kudus akan memandang dengan hawa nafsu, memandang dosa!

Kejadian 6:2-4

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

 

Orang gagah perkasa di sini bukan orang hebat, tetapi gagah perkasa melawan Tuhan. Kalau mata tidak dikuasai Roh Kudus pandangannya daging. Kaum muda jangan menikah dengan pandangan daging! Kalau mata tidak dikuasai Roh Kudus akhirnya mencari pasangan hidup dengan pandangan daging. Apa yang terjadi? Nikah hawa nafsu daging, melahirkan raksasa-raksasa, hawa nafsu yang besar, tidak terkontrol, sampai nikah itu nikah yang tidak wajar, tidak boleh. Nanti cari pembenaran. Makanya pandangan harus disucikan sehingga mata berkobar-kobar melayani Tuhan.

 

3.      Mulut

Mulut disucikan sehingga berbahasa yang rohani. Bukan yang duniawi, bahasa yang najis, kotor! Setiap ketemu teman saya, saya berusaha bicara yang rohani, kami bercakap-cakap soal pelayanan, apa yang menjadi pergumulan dalam pelayanan. Bukan bergosip, kalau bergosip itu mulut yang tidak dikuasai Roh Kudus. Kita berbahasa rohani sampai bisa bersaksi.

Yohanes 15:26-27

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

 

Bersaksi itu keharusan, karena kita dipanggil untuk bersaksi. Bersaksi bisa di gereja, bisa bersaksi perorangan untuk menguatkan iman sesama.

 

4.      Hidung

Kisah Para Rasul 2:5-11

2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

 

120 orang itu menyembah dengan bahasa Roh. Ini hidung bukan untuk mencium bau busuk orang, tetapi mencium bau dupa, hanya menyembah sampai bisa menyembah dengan bahasa roh.

 

Ada orang yang mulai mengentengkan bahasa roh, tidak harus berbahasa roh. Kita harus menyembah dengan berbahasa roh. Karena kita mau menerima janji dari Tuhan, jaminannya Roh Kudus. Salah satu tanda dipenuhkan Roh Kudus adalah berbahasa roh, sebab itu kita gumuli, berupaya untuk dipenuhkan Roh Kudus. Bahasa roh itu menyampaikan keluhan yang tidak terucapkan, itu berbahasa roh.

Roma 8:26

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

5.      Kulit

Kisah Para Rasul 2:12-13

2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"

2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

 

Kulit dikuasai Roh Kudus sehingga tidak gampang tersinggung, tidak gampang tersulut emosinya. Kalau ada Roh Kudus kita tidak gampang tersinggung. Kadangkala telinga tipis, baru dengar bahasa sedikit sudah emosi ‘siapa yang bilang itu, saya mau cari orangnya!’. Perasaan kita perasaan yang rohani, bukan perasaan daging. Apalagi melayani Tuhan, jangan pakai perasaan daging. Kalau pakai perasaan daging tidak akan maju, malah mundur, sampai hancur!

 

Seperti Saul pakai perasaan daging. Tuhan bilang tumpas semua orang Amalek, sampai hewan-hewannya tumpas semua. Saul pakai perasaan daging, rugi kalau ternak ini ditumpas, kan bisa dipakai untuk korban bakaran. Dia pakai perasaan daging, akhirnya dia ditolak sebagai raja.

 

Dalam pelayanan kalau pakai perasaan daging, tidak bisa menjadi imam dan raja. Tidak bisa memerintah bersama Yesus di dalam kerajaan 1000 tahun damai sampai di dalam kerajaan Sorga selamanya. Harus dengan perasaan rohani.

 

Orang banyak mengatakan murid-murid mabuk oleh anggur manis. Ini salah satu contoh praktek perasaan daging, tidak tahu membedakan mana yang benar mana yang salah. Orang berbahasa roh dibilang mabuk. Nanti orang mabuk dibilangi berbahasa roh. Tidak tahu membedakan mana yang rohani, mana yang duniawi. Banyak orang Kristen tidak tahu membedakan mana pengajaran benar, mana pengajaran salah. Hamba Tuhan yang benar tahbisannya, dengan yang salah tahbisannya dibilang sama saja, diterima saja semua pelayanan.

 

Kita butuh kepekaan. Kalau tidak peka, habis kita!

I Timotius 4:1

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

 

Kalau tidak peka, gampang sekali disesatkan, gampang sekali murtad. Kadang karena sungkan pada seseorang sehingga mendengarkan saja apa yang diajarkan, ikuti ibadah di situ, akhirnya murtad, mengikuti roh penyesat dan ajaran setan-setan!

 

I Yohanes 2:27

2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

 

Tidak usah diajar orang lain artinya tidak perlu menerima ajaran lain! Terima saja satu ajaran.

 

Kita butuh Roh Kudus, jangan pakai perasaan daging. Perasaan daging itu membuat kita tidak peka terhadap pengajaran yang benar, terhadap ajaran palsu. Akhirnya sama saja. Yang jasmani dan rohani dianggap sama saja, dicampur saja. Harus ada perbedaan. Makanya pada 5 tiang pintu kemah itu digantung kain yang warna warni. Ada warna emas, merah, biru, putih dan ungu. Ini menunjuk tampil beda, ada perbedaan. Roh Kudus membuat kita tampil beda dengan orang dunia. Kita punya kepekaan, ada ketegasan menolak yang salah. Tegas berpegang pada pengajaran yang benar. Sampai nanti bisa membedakan mana yang benar, mana yang dosa. Sehingga kita tidak mau ikut yang salah, kita mau ikuti yang benar.

 

5 indera ini adalah cermin dari hati. Kalau inderanya baik, hatinya baik. Kalau hatinya baik, inderanya baik. Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati. Jadi kalau Roh Kudus menguasai indera kita, berarti di dalam hati kita ada kasih Allah.

Roma 5:3-5

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

 

Roh Kudus menguasai indera = Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita. Karena kita menghadapi banyak penderitaan dan tantangan, tetapi dengan ada kasih Allah di dalam hati, kita bermegah di dalam kesengsaraan. Kalau manusia saat sengsara mengeluh, putus asa, kecewa. Tetapi kalau ada kasih Allah, ada Roh Kudus, ketika kita diperhadapkan sengsara karena Yesus, kita bermegah, berbahagia. Kenapa disebut bermegah, berbahagia? Sebab kita tahu di balik sengsara itu ada kemuliaan yang Tuhan sediakan. Dan kita sudah berada pada jalur yang benar, jalur yang tepat. Kita sudah berada pada jalur yang benar, kita sudah akan mencapai kemuliaan bersama Yesus.

 

Sore ini kita minta Roh Kudus menguasai indera kita = curahkan kasih Allah di hati kita, sehingga kita bisa bermegah, berbahagia di dalam sengsara. Ini yang disebut dengan kuat dan teguh hati.

Roma 5:3-5 (Terjemahan Lama)

5:3 Tetapi bukannya itu sahaja, melainkan juga kita bermegah-megah di dalam kesukaran, sebab mengetahui, bahwa kesukaran itu mendatangkan sabar,

5:4 dan sabar itu mendatangkan hati yang teguh, dan hati yang teguh itu mendatangkan pengharapan,

5:5 dan pengharapan itu tiada mempermalukan, sebab kasih Allah sudah dicurahkan rata ke dalam hati kita oleh Rohulkudus yang dikaruniakan kepada kita.

 

Sabar dan taat itu sikap menanti kedatangan Yesus kedua kali. Yesus berkata ya Aku datang segera. Dari kita amin datanglah Tuhan Yesus. Artinya kita kuat teguh hati menanti kedatangan Yesus yang tidak lama lagi. Semoga kita bisa meyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, tidak ada yang tertinggal dan binasa. Dia tidak akan menunda lagi kedatanganNya, tidak akan menangguhkan lagi kedatanganNya.

Mazmur 27:14

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

 

Ibrani 10:37

10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

 

Biarlah kita sabar, taat, kuat teguh hati oleh Roh Kudus. Sore ini kita minta Roh Kudus menguasai hidup kita, menguasai indera kita sehingga kita bisa kuat teguh hati.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati