Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 16:31-36
16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.
16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.
Dulu bangsa Israel selama 40 tahun mengembara di padang gurun, Tuhan pelihara dengan roti manna, roti dari Sorga. Sekarang kita gereja Tuhan berada di padang gurun dunia untuk masuk ke tanah Kanaan Sorgawi atau Yerusalem Baru, makanan kita sama dengan bangsa Israel yaitu roti dari Sorga, itulah Firman Allah yang murni. Kalau mereka dulu dalam bentuk fisik, kita sekarang dalam bentuk yang rohani.
Apa tanda bahwa Firman Allah yang kita dengar selama ini adalah Firman Allah yang murni, yang kita makan selama ini adalah roti Sorga?
1. Warnanya putih. Putih bicara kekudusan atau kesucian. Jadi artinya Firman yang murni itu mengandung kuasa penyucian. Bisa saja menerangkan ayat-ayat Alkitab, tetapi kalau tujuannya tidak murni, untuk mencari sesuatu, maka tidak ada kuasa penyucian di dalamnya.
Yohanes 17:17
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Firman Tuhan itu adalah kebenaran yang menyucikan.
2. Bentuknya seperti ketumbar. Ketumbar itu bundar. Bundar itu tidak ada ujung pangkalnya. Itu menunjuk kasih yang kekal. Jadi tanda Firman yang murni, kalau kita praktekan akan menimbulkan kasih yang membawa pada hidup kekal. Bukan menimbulkan kesombongan, kebanggaan sehingga menghina yang lain.
I Petrus 1:22,24-25
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Firman itu murni, kalau dipraktekan bukan malah terpisah satu dengan yang lain. Kalau dipraktekan membuat kita saling mengasihi dan saling menyatu, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita. Saya juga menyampaikan Firman, kalau saya tidak praktek Firman, tidak punya kasih, maka Firman itu tidak murni.
3. Bentuknya seperti sisik. Sisik itu seperti baju zirah. Artinya mengandung kuasa perlindungan. Melindungi dari apa?
a) Dari dosa.
b) Dari pengaruh dunia.
c) Dari hukuman Tuhan atas dunia ini.
Efesus 6:14
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
4. Rasanya seperti kue madu. Ada 2 hamba Tuhan di dalam Alkitab, ketika mereka makan Firman Tuhan rasanya manis seperti madu, itulah nabi Yehezkiel dan rasul Yohanes.
Wahyu 10:9-10
10:9 Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
10:10 Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.
Firman itu manis seperti madu, artinya Firman yang murni itu memberi kemanisan di dalam hidup kita. Kapan kita merasa manis?
Wahyu 10:1-2
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.
10:2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
Ini malaikat yang kuat, kalau kuat tentu selalu menang. Dia memegang kitab yang terbuka menghadap ke atas. Kaki kanan menginjak laut, kaki kiri menginjak bumi. Yang ada di atas itu setan dengan roh jahat dan roh najis. Yang ada di laut itu antikristus dengan roh durhaka, kebencian dan kekuatan uangnya. Yang ada di bumi itu nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran palsunya. Jadi kapan kita merasa manis? Ketika kita menang atas setan tritunggal, di situlah kita mengalami manisnya hidup. Kalau kalah terus menghadapi roh kebencian, roh antikristus, waktu dibenci malah terpuruk dan putus asa, atau malah sebaliknya, kita yang membenci orang, tidak akan pernah manis hidup kita. Atau mulut terbiasa berdusta, tidak akan pernah manis. Dikuasai roh jahat dan roh najis, jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, tidak akan pernah manis.
Ketika kita bisa mempraktekan Firman Tuhan dan kita menang atas setan tritunggal sumbernya kepahitan, maka hidup kita akan menjadi manis. Sampai puncaknya kemanisan kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
Manna disimpan di dalam sebuah buli-buli. Buli-buli tanah liat menunjuk kehidupan kita manusia daging yang mudah retak bahkan hancur. Ketika sudah mendapat gelar ijazah bisa retak karena kesombongan. Ketika sudah dapat gaji bisa hancur karena gajinya dipakai untuk berbuat dosa. Dihimpit oleh dosa, dihimpit oleh keinginan dagingnya, bisa retak dan hancur. Makanya harus diisi dengan manna, diisi dengan Firman pengajaran yang benar. Ibadah semacam ini kesempatan untuk kita diisi dengan Firman.
II Korintus 4:7-8
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
Kalau ada isi kita menjadi kuat menghadapi himpitan apapun. Kita diisi oleh Firman pengajaran pengajaran yang benar, Firman penggembalaan. Diisi Firman itu = makan. Secara jasmani kalau kita makan pasti bertumbuh, tidak kecil terus. Terus bertumbuh sampai dewasa. Begitu juga kalau makan Firman, rohani kita bertumbuh sampai dewasa, sampai rohani matang. Sehingga waktu Yesus datang kita siap untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
I Korintus 2:6-7
2:6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.
2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
Sekalipun usianya belia, tetapi kalau mau makan Firman, rohaninya bisa lebih matang dari pada orang tua. Jadi kematangan rohani tidak bergantung dari usia. Samuel kecil secara usia jauh dari Hofni dan Pinehas, tetapi dari segi kematangan rohani Samuel lebih matang dari Hofni dan Pinehas. Mereka hidup dalam dosa, disebut orang dursila.
Jadi belum tentu yang usianya sudah 20an atau 30an tahun ke atas sudah matang rohaninya, belum tentu! Yang belasan tahun di bawah 17 masih kanak-kanak rohaninya, belum tentu! Kalau sikap kita sungguh-sungguh terhadap Firman, mendengar Firman dengan baik, makan Firman dengan baik, maka rohani pasti matang. Kita periksa diri kita masing-masing, saya ini sudah matang atau belum.
Kita lihat tanda-tanda rohani matang dikaitkan dengan hikmat. Kita lihat hikmat ini di dalam kitab Amsal.
Amsal 1:20-21
1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
1:21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.
Tanda rohani matang:
1. Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan. Jalan itu tempat lalu lalang orang dengan kesibukan duniawinya. Artinya bagi kita, tanda rohani matang adalah tidak terikat dengan perkara-perkara dunia yang membuat anak Tuhan, pelayan Tuhan, hamba Tuhan beredar-edar, tidak tergembala. Rohani matang tidak beredar-edar tetapi tergembala dengan benar dan baik.
Kesibukan dunia ini banyak yaitu pekerjaan, sekolah, rekreasi dan lain-lain. Kalau karena kesibukan dunia ini membuat tidak bisa beribadah, tidak bisa melayani, tidak bisa tergembala, berarti rohaninya belum matang. Biar rohaniya sudah tua, tetapi kalau seperti itu, berarti rohaninya belum matang. Sebaliknya usianya masih muda belia tetapi dia tidak terikat dengan kesibukan dunia, dia tergembala, itu rohani matang! Samuel tinggal di Bait Allah, rohaninya matang. Daud masih muda, dia menggembalakan domba. Yusuf usianya 17 tahun tapi biasa menggembalakan domba, ini rohani yang matang.
Kalau bisa beribadah melayani lalu kita cari-cari alasan untuk tidak beribadah, sangat disayangkan. Sebagai gembala om tidak bisa melarang, tidak bisa mengikat dan mengekang, hanya memberi anjuran kepada kaum muda. Ayo perjuangkan ibadah pelayanan. Kalau ibadah dikerjakan dengan berkobar-kobar dari dalam hati, pasti kita perjuangkan. Itu rohani matang, bukan hanya setia tetapi berkobar-kobar.
Sekarang ini iblis betul-betul iblis menyibukan manusia dengan aktivitas dunia. Lihat anak sekolah sekarang, sudah semakin banyak kegiatannya yang mau menyita waktu beribadah melayani Tuhan. Dulu saya juga aktif dipramuka sampai jadi bantara. Tetapi untuk apa juga jadi bantara! Dulu sibuk kegiatan, tetapi ibadah tidak diterlantarkan. Jangan sampai kesibukan dunia menghalangi kita untuk beribadah melayani Tuhan. Silahkan aktif kegiatan ekstra kurikuler, tetapi jangan sampai tidak beribadah melayani Tuhan. Apalagi yang sudah melayani di gereja lalu sengaja cari-cari alasan supaya tidak beribadah melayani Tuhan.
2. Hikmat berseru di lapangan-lapangan. Apa yang terjadi di lapangan? Ada perbuatan yang tidak baik terjadi di lapangan.
Hakim-hakim 19:17,20,22
19:17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?"
19:20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."
19:22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
Dipakai di sini artinya berhubungan badan, laki-laki dengan laki-laki. Lapangan di sini tempat memancing kedatangan orang dursila yang mau merusak nikah. Jadi tanda matang rohani adalah lepas dari roh dursila, roh jahat dan najis yang mau merusak nikah!
Ayo jangan merusak nikah. Sebagai anak kita punya orang tua, dijaga jangan sampai oleh ulah kita merusak nikah bapak ibu kita. Contohnya papanya mau keras kepada anaknya sebab kalau tidak dikerasi bahaya, tetapi mamanya yang bela di depan anaknya. Akhirnya anak itu jadi keras kepalanya, sangat nakal, tidak bisa diatur, membuat orang tua ribut dan tengkar. Orang tua jadi bertengkar gara-gara ulah anak-anak. Anak-anak jangan seperti itu, jangan karena ulah kita orang tua ribut dan tengkar, itu roh dursila.
Sudah beranjak dewasa, mulai lirik yang lain mau menjalin hubungan. Jangan dipermainkan, pacaran untuk menikah. Kalau pacaran hanya untuk main-main, itu roh dursila. Kalau pacaran untuk menikah, dia pasti terang-terangan. Dalam arti pamit pada orang tua, minta di doakan pada gembala. Itu berarti memang tujuannya untuk masuk nikah. Kalau sembunyi-sembunyi, gonta-ganti pacar, itu roh dursila.
Tanda orang matang rohaninya dia menjaga kekudusannya, utamanya kekudusan nikahnya. Bicara nikah di sini luas, bukan hanya orang yang sudah menikah. Masa pacaran dan tunangan itu harus diperbaiki kalau salah. Anak sebagai anggota rumah tangga, juga harus dibenahi.
I Tesalonika 4:3
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
Percabulan ini kenajisan yang diulang-ulang. Mengaku diulang lagi, mengaku diulang lagi, akhirnya sudah tidak mau mengaku, itu sudah percabulan!
I Tesalonika 4:4-7
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
Pacaran itu jangan gonta ganti, satu saja, tujuannya untuk menikah. Yang masih dibawa umur jangan ingat-ingat pacaran. Belajar dulu yang baik.
Termasuk penyimpangan, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Kalau sekarang kita bisa tahu orang agak lain dengan penampilannya dan gayanya. Sekarang belum tentu, badan berotot, bertato, badan kekar, tetapi ternyata melambai juga. Saya semakin takut membaca berita akhir zaman, yang tertangkap anak-anak muda, ganteng-ganteng lagi.
Hati-hati ini roh dursila, jangan ada pada kita. Termasuk dosa makan minum. Orang yang matang bisa lepas dari roh dursila. Kuasa Firman Tuhan sanggup melepaskan, tinggal dari kita mau lepas atau tidak. Kalau kita mau lepas maka Tuhan lepaskan, kalau kita tidak mau yah begitu terus!
3. Hikmat berseru di atas tembok
Yesaya 62:6
62:6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang
Di tembok kota Yerusalem ada pengintai yang akan memperingatkan orang-orang kota akan bahaya yang datang. Secara rohani pengintai ini adalah gembala-gembala yang berjaga-jaga atas kerohanian sidang jemaat. Kalau ada bahaya dia peringatkan, awas ada bahaya dosa, bahaya ajaran palsu, bahaya persekutuan yang salah. Itu gembala, dia bagaikan pengintai yang berjaga-jaga atas keselamatan kerohanian sidang jemaat.
Hikmat berseru-seru di tembok, artinya orang yang matang rohani dia menghargai dan menopang pelayanan gembala yang berjaga-jaga atas keselamatan jiwa kita, kerohaniannya. Bagaimana prakteknya?
a) I Tesalonika 5:12-13
5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
Praktek pertama hormati gembala yang bekerja keras untuk memimpin jemaat bisa berhasil bertemu Yesus waktu Yesus datang. Ada lagi yang salah, gembala sudah disembah seperti Tuhan, bukan seperti itu!
Apa bukti menghormati gembala? Selalu berusaha untuk hidup damai seorang dengan yang lain. Dalam penggembalaan hidup damai dengan jemaat yang lain, itu menghormati gembala. Jadi gembala tidak pusing lagi mau mendamaikan si A dan si B yang bertengkar. Jemaat yang matang rohaninya menghormati gembala dan berusaha hidup damai satu dengan yang lain.
Gembala itu pergumulannya banyak. Bergumul untuk dirinya, untuk keluarganya, untuk kesehatannya, bergumul lagi untuk jemaat.
b) Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
Teladani gembala, terutama teladani imannya, teladani keteguhannya di dalam Firman. Kalau gembala teguh berpegang pada pengajaran yang benar, ayo teladani, tidak usah dengar yang lain, satu pengajaran yang sehat yang kita terima. Gembalanya hidup dalam kebenaran, teladani. Iman itu kebenaran.
c) Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Taati gembala, apa Firman yang dia sampaikan dan cocok dengan hidupnya sehari-hari, taati itu. Nasihatnya harus didengar. Kadang kalau gembala sudah menegur 4 mata malah tidak terima. Di depan gembala ‘iya om’ tetapi pulang hatinya mendongkol! Saya juga gembala yang digembalakan, kalau saya dinasihati saya terima. Kadang saya terima suara keras, bukan marah, karena saya tahu saya diperhatikan. Jangan malah marah.
d) Galatia 6:6
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
Ini saya taruh paling belakang karena bukan ini motivasi kami melayani, tetapi ini yang Tuhan ajarkan. Jemaat yang menerima berkat rohani dari gembala, bisa membagi berkat jasmani dengan gembala.
Kalau kita menghargai pelayanan seorang gembala, malaikat sidang jemaat, maka pasti berhasil melewati tembok Yerusalem Baru, kita masuk Yeruselam Baru. Jangan sampai buat gembala itu berkeluh kesah, nanti kita gagal masuk di kota Yerusalem Baru.
4. Hikmat berseru di pintu gerbang. Ada satu peristiwa yang indah terjadi di pintu gerbang yaitu waktu Boas mengambil Rut menjadi isterinya. Itu terjadi di pintu gerbang kota Betlehem.
Rut 4:10-11
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,
Rut perempuan Moab, ditebus oleh Boas untuk menjadi isterinya. Moab itu adalah bangsa kafir, bangsa di luar Israel. Rut ditebus menjadi isteri Boas, orang Betlehem, masuk dalam keluarga Israel.
Artinya bagi kita, tanda rohani matang adalah kita mengalami penebusan atau kelepasan dari kekafiran, sampai nanti kita layak menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ayo segala kekafiran jangan ada lagi pada kita.
Apa yang dimaksud dengan kekafiran? Ada 5 tanda kekafiran yang tidak boleh ada lagi pada kita.
Efesus 2:11-12
2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
a) Tanpa sunat = tanpa kesucian. Itu kita dulunya, sekarang harus lepas. Berarti kita hidup dalam kekudusan.
b) Tanpa Kristus, tanpa urapan Roh Kudus sehingga hidup dalam hawa nafsu daging. Ayo lepas dari segala hawa nafsu daging.
c) Tanpa janji = tanpa Firman. Dulu bangsa kafir tanpa Firman, diatur oleh adat istiadat aturan nenek moyang. Sekarang dilepaskan, kita mau diatur oleh Firman. Bukan lagi diatur oleh aturan adat istiadat nenek moyang tetapi diatur oleh Firman Tuhan. Kaum muda kalau mau menikah, hanya satu yang mengatur dalam pernikahan yaitu Firman. Kalau masih mau menggelar pesta adat, om tidak mau menangani.
d) Tanpa pengharapan. Bangsa kafir itu mudah putus asa, mudah kecewa, juga mudah bangga, mudah sombong. Sudah terlepas dari semua itu.
e) Tanpa Allah = tanpa kasih.
Hikmat berseru di pintu gerbang, kita mengalami kelepasan dari kekafiran. Apa buktinya kita sudah mengalami kelepasan dari kekafiran?
Efesus 2:19-22
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Jadi bukti kita sudah lepas dari kekafiran adalah masuk dalam pembangunan rumah Tuhan secara rohani, itulah Tubuh Kristus, Mempelai Wanita Tuhan. Ayo jadi kaum muda yang aktif, bergairah melayani. Masih muda, masa kuat, ayo gunakan untuk melayani. Jangan nanti sudah tidak berdaya baru mau melayani. Ayo melayani Tuhan sungguh-sungguh dalam kesucian sehingga kita bisa bergairah melayani Tuhan.
Tuhan tidak menipu, kalau kaum muda bisa aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, hidupnya jadi rapi tersusun. Masa depannya tertata rapi, pendidikannya, pekerjaannya sampai jodoh Tuhan tata rapi semuanya dan indah. Kalau sudah rapi menjadi indah. Hidup kita menjadi indah, kita menjadi batu hidup. Di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja pasti hidup.
I Petrus 2:5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Ayo aktif dalam pelayanan untuk masa depan kita sebenarnya, bukan untuk dibikin susah! Supaya hidup kita rapi tersusun, indah dan kita bisa hidup. Sekarang, masa depan sampai hidup kekal, kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Ayo kaum muda bergairah, aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Tuhan tidak pernah menipu, hidupmu tertata rapi, hidupmu menjadi indah dan pasti hidup sampai hidup kekal bersama Tuhan. Kita hidup dari kemurahan Tuhan, kemurahan yang lebih dari hidup.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |