Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 25:37
25:37 Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
Ketika pelita emas dinyalakan maka diterangilah yang ada di depannya. Pelita emas pengertian rohaninya adalah persekutuan dengan Allah Roh Kudus. Kalau persekutuan kita dengan Allah Roh Kudus intensif, Roh Kudus terus mengurapi kehidupan kita, maka kita akan memiliki karakter rohani. Apa itu? Kita pelajari dari alat-alat yang ada di ruangan suci.
1. Meja roti sajian. Artinya kita bergemar dan bersukacita mendengar Firman pengajaran yang benar dan mempraktekannya. Biar ini menjadi karakter kita senang mendengar Firman, bukan malah marah atau bosan mendengar Firman.
2. Mezbah dupa emas, kita bergemar menyembah Tuhan. Karakter rohani mulai nyata di dalam kita.
3. Pintu kemah. Ini bicara kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus menolong kita untuk bisa taat.
Roma 8:15
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Berseru ya Abba, ya Bapa = taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan apapun resikonya.
4. Pintu tirai. Itu menunjuk perobekan daging. Jadi dengan kita bersekutu dengan Allah Roh kudus kita bisa masuk di dalam proses perobekan daging, sampai kita tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Salah satu praktek, kalau dalam pengalaman penderitaan, daging pada umumnya kecewa, sedih, bahkan frustasi, marah! Tetapi karena Roh Kudus menguasai kita, daging dirobek, kita tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging, tetapi kita bisa mengucap syukur sekalipun dalam penderitaan. Seperti Yesus waktu sudah mau ditangkap dan disalibkan. Dalam perjamuan terakhir dengan murid-murid, Yesus mengangkat roti ‘ini adalah tubuhKu’, Yesus mengangkat cawan ‘ini darahKu’ dan Dia mengucap syukur. Jadi kuatnya urapan Roh Kudus itu sampai kita tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Kita bisa mengucap syukur di dalam segala hal.
5. Papan-papan jenang yang membentuk ruangan suci dan ruangan maha suci. Ini menunjuk penyatuan Tubuh Kristus. Jadi dengan pelita menyala kita memiliki kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, sehingga bisa menyatu dalam satu Tubuh Kristus yang sempurna. Kita datang berpuasa sepanjang hari ini, kita mau memeras daging. Roh Kudus dicurahkan, Roh Kudus mencurahkan kasih Allah dalam hati kita sehingga kita bisa menyatu.
Kolose 3:14
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Mari persekutuan kita dengan Roh Kudus ditingkatkan. Pemerasan daging harus terus kita alami, bukan mau diikuti keinginannya.
Apa buktinya kita berada dalam proses penyatuan, bukan berada di luar?
Filipi 2:1-4
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Bukti kita ada dalam proses penyatuan Tubuh Kristus:
a) Sehati sepikir. Bagaimana ini sehati sepikir? Secara jasmani tentu berbeda-beda pikiran kita. Saat duduk sore ini ada yang pikirannya fokus mendengar Firman, ada yang pikirannya bagaimana untuk bisa melakukan Firman.
Filipi 2:5
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Bisa sehati sepikir kalau sama-sama punya pikiran dan perasaan Yesus. Ada 7 pikiran perasaan Yesus, 2 yang terakhir adalah merendahkan diri dan taat.
1) Merendahkan diri itu menganggap yang lain lebih utama dari diri sendiri, sehingga tidak mau menonjol atau lebih dari yang lain. Dalam nikah rumah tangga, anggap yang lain lebih utama dari pada diri kita. Mungkin ijazahnya lebih tinggi dari pasangannya, tetapi tidak menjadi kebanggaan untuk merendahkan pasangannya. Atau dia berasal dari keluarga mapan, pasangannya dari keluarga yang biasa-biasa saja, tetapi status sosialnya bukan untuk merendahkan yang lain, menganggap yang lain lebih utama dari dirinya. Begitu juga dalam penggembalaan. Kalau saya pertahankan, saya orang terpelajar, dia tidak, susah mau kerja dengan dia. Tidak akan bisa menyatu.
2) Taat sampai daging tidak bersuara.
b) Filipi 2:4
2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Tidak mementingkan kepentingan sendiri tetapi kepentingan Tubuh Kristus. Mungkin mau terganggu perasaan kita karena perkataan atau sikap orang lain, lalu mau bereaksi daging untuk meluapkan emosi dalam dada. Tetapi kita pentingkan kepentingan Tubuh Kristus, kalau saya emosi, saya meluapkan amarah saya, bisa hancur pekerjaan Tuhan. Kepentingan Tubuh Kristus yang diutamakan sehingga kita bisa redam emosi daging kita.
Kita semua masih manusia daging, masih ada emosi daging, masih ada letupan-letupan daging ini. Tetapi karena kita berpikir untuk kepentingan Tubuh Kristus maka bisa kita redam, tidak mengganggu pekerjaan Tuhan. Kadang dalam rumah tangga juga begitu.
Kita tanggalkan kepentingan sendiri, kepentingan Tubuh Kristus di atas segalanya.
6. Tudung Tabernakel. Ini tudung iman. Punya iman disertai perbuatan iman = percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Kadang kita hanya sebatas saya orang percaya, saya punya iman, tetapi tidak mempercayakan hidup sepenuh.
Yakobus 2:19
2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Setan bukan cuma percaya, dia percaya dan gemetar terhadap Tuhan. Kita orang Kristen percaya dan ditambah mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan. Serahkan hidup kita sepenuh kepada Tuhan. Menyerah sepenuh, apapun yang terjadi, Tuhan selalu baik. Kita tidak ngomel, tidak persalahkan manusia, tidak persalahkan Tuhan, tidak persalahkan siapa-siapa.
Mazmur 31:6
31:6 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Kepada Tuhan kita serahkan seluruh hidup kita, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan maka kita akan dipakai dalam kegerakan ini. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir ini kegerakan iman, kegerakan percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Waktu Yesus masuk ke Yerusalem, Dia menunggangi keledai muda. Apa yang murid-murid lakukan? Punggung keledai mereka alasi dengan pakaian. Di jalan mereka hamparkan pakaian lalu ranting-ranting hijau. Artinya semua kita percayakan kepada Tuhan, Tuhan yang atur semua hidup kita. Bukan mencari sandang, pangan, papan tetapi menyerahkan semua karena percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Kegerakan iman itu kegerakan memberi.
Markus 11:6-8
11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.
11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.
11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
7. Begitu pelita dinyalakan yang terlihat adalah pasir. Pasir di bawah untuk diinjak-injak. Artinya dapat mengalahkan dunia dengan segala pengaruhnya! Kita lepas dari ikatan dunia. Bukan dunia yang mau kita lihat, yang mau kita lihat Yesus yang datang di awan-awan.
Lukas 21:25-28
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
Angkat muka, jangan tunduk! Buktikan pada kita ada Roh Kudus, pandangan kita bukan di bumi ini, bukan lihat pasir, tetapi melihat awan, melihat langit, karena Yesus akan datang di situ. Pandangan kita pandangan yang rohani.
Kalau masih terikat dengan dunia, berarti kehidupan kita belum percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, pasti tidak bisa mengamalkan kasih persaudaraan, pasti egois. Pandangan ke atas, pandang langit, pandang perkara-perkara yang rohani. Doa puasa sesi pertama supaya api kasih tidak padam, sesi kedua supaya kita punya api Roh Kudus. Sesi ketiga dikunci pandangan yang ke atas, pandangan yang rohani. Jangan tunduk-tunduk, kalau melihat ke bumi bungkuk, itu berarti kuatir.
Waktu Yesus datang kita bisa memandang Dia muka dengan muka. Mulai sekarang pandangan kita kepada yang rohani, selalu memandang wajah Yesus yang mulia. Kita mau memandang wajahNya di dalam penyembahan.
Tuhan Memberkati