20260505

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 11 Maret 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:15-26

1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."

1:18 Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah .

1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 

1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,

1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,

1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

 

Di sini berkumpul 120 orang murid di sebuah rumah di Yerusalem untuk menanti pencurahan Roh Kudus. Jadi kepenuhan Roh Kudus dikaitkan angka 120. Kita akan belajar pengertian rohani angka 120. Ini harus kita perhatikan supaya Roh Kudus ada pada kita, bahkan sampai meluap-luap di dalam kita.

1.      Kejadian 6:1-3

6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

 

Pengertian angka 120 yang pertama adalah pembatasan kerja Roh Kudus baik di bumi secara umum maupun di dalam diri kita secara khusus. Roh Tuhan tidak akan selamanya, tetapi ada batas kerjanya.

 

120 jika dijadikan yobel berarti 120 yobel = 6.000 tahun, sebab 1 yobel itu 50 tahun. Inilah masa kerja Roh Kudus di bumi ini. Ini sudah mencakup zaman Allah Bapa, zaman Anak Allah dan zaman Allah Roh Kudus.

 

Kenapa disebut zaman Allah Bapa? Karena diapit oleh 2 Bapa yaitu Adam bapa orang pertama dan Abraham bapa orang percaya, itu 2000 tahun. Disebut zaman Anak Allah karena diapit oleh 2 anak yaitu Ishak anak tunggal Abraham dan Yesus Anak tunggal Allah. Sekarang kita ada pada zaman Allah Roh Kudus, bahkan sudah lewat 2000 tahun. Sudah 26 tahun masa perpanjangan sabar Tuhan, pekerjaan Roh Kudus sudah mau berakhir.

 

Karena waktu ini adalah waktu yang sisa, maka kita harus fokus untuk mendapatkan pencurahan Roh Kudus dan hidup di dalam urapan Roh Kudus. Apalagi kita sebagai imam-imam. Setelah ditebus oleh darah Yesus kita diangkat menjadi imam dan raja. Kalau melayani tanpa kekuatan Roh Kudus berarti melayani dengan kekuatan daging, kita tidak akan mampu.

 

Kenapa hanya sampai 120 tahun? Karena cara hidup manusia di zaman Nuh benar-benar rusak. Dan itulah yang terjadi sekarang, cara hidup manusia rusak! Sebab itu kita mohon kepada Tuhan, bergumul dan berupaya untuk mendapatkan pencurahan Roh Kudus sehingga kita diurapi, dipenuhi sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita. Kalau Roh Kudus sudah berhenti bekerja, murka Allah datang. Dalam Wahyu pasal 6 ada pembukaan 7 meterai, hukuman dari Allah Roh Kudus kepada manusia daging tanpa Roh Kudus, yang hanya hidup menuruti dagingnya! Makanya dijatuhkan hukuman!

 

Hukuman akan segera dijatuhkan. Sebelum dijatuhkan, kita diperingatkan lebih dahulu.

Amos 3:7

3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

 

Sekarang diteruskan Firman Tuhan kepada kita, hukuman sudah mau dijatuhkan, zaman Allah Roh Kudus sudah mau berakhir, pekerjaan Roh kudus di bumi ini sudah mau habis. Mari kita berupaya supaya dipenuhkan Roh Kudus sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita.

 

Kita akan fokus tentang pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus akan berhenti bekerja dalam diri kita jika kita hidup seperti manusia di zaman Nuh.

Kejadian 6:5,11-12

6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.

6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

 

Manusia di zaman Nuh, hatinya cenderung jahat dan menjalankan hidup yang rusak! Keadaan akhir zaman kembali seperti di zaman Nuh, manusia betul-betul menjalankan hidup yang rusak parah! Prakteknya:

a)      Merusak nikah.

Tuhan sudah tentukan seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, menyatu dengan seorang perempuan. Sekarang malah sudah laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, satu laki-laki dengan banyak perempuan atau satu perempuan dengan banyak laki-laki.

Kejadian 6:2

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

 

Di sini mulai dengan kawin campur. Anak-anak Allah menikah dengan anak-anak perempuan manusia. Kita lihat pengertian rohaninya, siapa anak-anak Allah dan anak-anak manusia yang dimaksud di sini.

Lukas 3:38

3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

 

Anak Allah adalah keturunan Adam dari jalur Set, ini jalur yang rohani. Sementara anak manusia adalah keturunan Adam dari jalur Kain, ini disebut jalur si jahat, berasal dari si jahat = anak-anak gelap.

I Yohanes 3:12

3:12  bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

 

Terjadi perkawinan campur, anak terang kawin dengan anak gelap, jalur si jahat. Tuhan sudah larang jangan terjadi, tetapi terus berlanjut sampai sekarang. Mau memaksakan terang dengan gelap, padahal firman Tuhan sudah katakan terang dan gelap tidak akan mungkin menyatu, itu pasangan yang tidak seimbang.

II Korintus 6:14

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Ayo dijaga jangan terjadi kawin campur. Kalau sudah terlanjur jangan diceraikan, minta ampun kepada Tuhan, biar Tuhan menjamah pasangannya yang masih dalam gelap, bisa datang kepada terang, asalkan dari kita bisa menjadi terang kesaksian. Kalau belum terjadi, ayo dijaga jangan sampai terjadi kawin campur. Sebab akibat kawin campur lahirlah raksasa-raksasa, nikah hawa nafsu daging yang besar, yang tidak terkontrol, yang liar.

 

Kita mau ikuti Firman, sementara pasangan kita tidak tahu Firman, dia paksakan maunya dia, maunya daging akhirnya tersiksa. Inilah nikah hawa nafsu daging, nikah hujatan. Lahir raksasa, ini menunjuk buah nikah hawa nafsu daging.

 

Nehemia 13:23-24

13:23 Pada masa itu juga kulihat bahwa beberapa orang Yahudi memperisteri perempuan-perempuan Asdod, perempuan-perempuan Amon atau perempuan-perempuan Moab.

13:24 Sebagian dari anak-anak mereka berbicara bahasa Asdod atau bahasa bangsa lain itu dan tidak tahu berbicara bahasa Yahudi.

 

Nehemia sampai marah, karena perkawinan campur sehingga anak-anak mereka sudah tidak tahu berbahasa Yahudi. Arti rohaninya sudah tidak bisa berbahasa yang rohani karena kawin campur. Itulah akibat kawin campur, menghasilkan nikah hawa nafsu daging yang liar, yang tidak terkontrol, sehingga tidak bisa lagi berbahasa yang rohani, hanya yang jasmani!

 

Imam harus menikah dengan imam, Lewi dengan Lewi. Ingat bagaimana pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Dia disiapkan oleh Tuhan untuk mempersiapkan jalan kedatangan Yesus. Dia lahir dari keturunan yang murni Lewi. Zakharia dari suku Lewi, Elizabet isterinya juga dari suku Lewi. Sama juga Musa lahir dari orang tua yang sama-sama Lewi yaitu Amram dan Yokhebed, maka lahirlah Musa yang disebut bayi yang cantik parasnya, dia dipakai untuk melepaskan bangsa Israel dari Mesir. Menikah harus terang dengan terang, jangan satu gelap yang satunya terang.

 

Kalau sudah kawin campur nanti kawin cerai, sampai akhirnya kawin mengawinkan.

Lukas 17:26-27

17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:

17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

 

Sudah terjadi kawin campur, sudah bebas. Sangking bebasnya sudah laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, bahkan dengan benda mati.

 

Termasuk juga jaga permulaan nikah. Jaga kekudusan dan kesucian masa pacaran dan masa tunangan, jangan kita rusak.

 

b)      Merusak ibadah

Keluaran 32:4-7

32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" 

32:5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi TUHAN!"

32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

32:7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.

 

Merusak ibadah yaitu membangun anak lembu emas:

1)      Anak lembu emas ini mahal. Artinya beribadah melayani hanya untuk mencari perkara jasmani, kekayaan jasmani. Ini yang dicari sekarang ini, sampai pendeta ditarif, main musik berapa, pimpin pujian berapa, khotbah berapa. Sehingga tidak pernah bertemu Yesus karena yang dicari yang jasmani. Sementara ibadah yang benar mengerumuni Yesus hendak mendengar Firman.

Lukas 5:1

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

 

Ini yang dikerumuni anak lembu emas, berapa yang didapat nanti. Kalau ibadah hanya mencari yang jasmani, itu berarti mengikut Yesus hanya menaruh pengharapan pada hidup ini saja.

I Korintus 15:19

15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

 

Artinya mengikut Yesus, hanya mencari perkara yang jasmani, maka paling malang hidupnya dari segala manusia. Bahkan sudah seperti binatang yang hanya untuk dibinasakan.

 

Sekedar beribadah tetapi tidak menemukan Yesus, tidak mendapatkan jamahan tangan Tuhan. Kering, kosong, tidak dapat apa-apa. Betapa ruginya saya melayani hanya mencari yang jasmani lalu kosong tidak mendapat apa-apa dari Tuhan, sangat rugi sekali.

 

2)      Anak lembu emas mereka bangun karena mereka ingat pada satu berhala Mesir namanya Apis, sapi jantan.

Yeremia 46:15

46:15 Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!

 

Mesir itu gambaran dunia. Artinya beribadah melayani dengan cara-cara dunia. Memang menarik kalau mau menggunakan cara-cara dunia. Apalagi ketika mereka sudah mendirikan anak lembu emas, Harun berkata besok pagi hari raya untuk Tuhan, mereka bermain ramai-ramai.

Keluaran 32:6 (Terjemahan Lama)

32:6 Maka pada keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu dipersembahkannya korban bakaran dan dibawanya korban syukur pula, maka orang banyak itupun duduklah makan minum, kemudian bangkitlah mereka itu berdiri hendak bermain ramai-ramai.

 

Ibadah hanya untuk main-main! Ibadah diisi dengan cara-cara dunia. Termasuk salah satunya hanya ramai-ramai daging, memang seru, sukacita daging. Seharusnya beribadah itu untuk mendengar Firman sampai hati terharu. Bukan malah tertawa-tawa, berseru dahsyat-dahsyat. Kemewahan dan hiburan daging itu Babel! Itu sekarang dibawa masuk dalam gereja.

 

3)      Tuhan yang benar ditukar dengan anak lembu emas. Artinya tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan yang benar. Ibadah pelayanan yang benar ditukar dengan yang jasmani.

 

Meninggalkan ibadah pelayanan berarti meninggalkan Tuhan, suatu saat nanti Tuhan yang meninggalkan orang itu. Kalau sekarang masih dihajar supaya bisa kembali. Tetapi kalau terus seperti itu, Tuhan tinggalkan juga! Sama seperti bangsa Israel, ketika mereka membangun lembu emas Tuhan murka dan Tuhan berkata Aku tidak akan menyertai mereka!

Keluaran 33:3-4

33:3 yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."

33:4 Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorang pun tidak ada yang memakai perhiasannya.

 

Kalau Tuhan tidak beserta, itu ancaman yang mengerikan. Kalau Tuhan tidak menyertai itu ngeri dan sudah Yesus peragakan di kayu salib. Ketika di salib Yesus berseru Eloi Eloi lama sabaktani, AllahKu AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku. Itu sebenarnya seruan kita manusia berdosa, betapa ngeri kalau ditinggalkan oleh Tuhan.

 

Betapa miris sekali, sudah beribadah, sudah korban ini itu, tetapi Tuhan tidak sertai, malah Tuhan tinggalkan. Seperti dalam Matius pasal 7 sudah melayani tetapi Yesus berkata Aku berterus terang, Aku tidak pernah mengenal kamu! Ditinggal oleh Tuhan ngeri sekali!

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

c)      Merusak diri sendiri.

Praktek merusak diri sendiri:

1)      Pengkhotbah 7:7

7:7 Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.

 

Mulai dari merusak hati, terikat akan uang. Orang yang jujur, begitu dikasih segepok uang bisa rusak hatinya! Yang tadinya lurus, bisa jadi bengkok. Termasuk kami hamba Tuhan, jangan sampai melayani tetapi terikat akan uang. Seperti Yudas, hatinya betul-betul rusak. Seperti Simon si tukang sihir, sampai Petrus berkata kepadanya, aku melihat hatimu seperti empedu pahit! Karena dia tawari uang untuk membeli karunia Roh Kudus. Itu hati yang sudah terikat dengan uang. Saat terakhir Yudas ditegur oleh Yesus dengan keras ‘adalah lebih baik sekiranya orang ini tidak dilahirkan!’ namun tetap hatinya rusak, tidak bisa menerima Firman, dia berkata bukan aku yang Rabi.

 

Hat-hati, jangan merusak diri. Kita butuh uang, ikatlah persahabatan dengan menggunakan mamon, tetapi jangan terikat dengan itu. Kita butuh uang, kita mau KKR butuh uang, membangun gereja butuh uang. Tetapi jangan cinta akan uang, cinta uang itu merusak hati, merusak diri.

 

2)      Amsal 6:32

6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

 

Yang kedua berzinah, jatuh dalam dosa kenajisan! Dosa kawin mengawinkan. Termasuk dosa makan minum, itu merusak diri. Penyakit menular itu karena dosa kawin mengawinkan.

I Korintus 3:16-17

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

 

Kadang kalau membaca ini saya malu, karena dulu ayat ini saya jadikan guyonan dengan teman-teman waktu minum minuman keras, merokok. Seandainya Tuhan tidak menangkap hidup saya, sudah hancur-hancuran. Jangan rusak diri sendiri dengan dosa kawin mawin dan dosa makan minum.

 

3)      Amsal 21:23

21:23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

 

Kalau jaga mulut, jaga lidah, memelihara diri dari kesukaran, dari kerusakan. Dibalik, merusak diri artinya tidak menjaga lidah, tidak menjaga mulut, perkataan sia-sia, dusta, gosip, fitnah, menjelek-jelekan orang, itu perkataan sia-sia, merusak diri kita! Siapa yang mencintai hidup dan mau melihat hari-hari yang baik jaga mulut. Jadi dibalik, kalau tidak jaga mulut tidak mencintai hidup, merusak dirinya sendiri. Jaga perkataan kita, baik perkataann di dunia nyata maupun di dunia maya.

I Petrus 3:10

3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Jaga mulut kita. Apalagi kalau pergi persekutuan lalu mulut hanya mau bergosip, berfitnah. Lebih baik cerita pelayanan, bahas pergumulan yang dihadapi, saling menguatkan, saling mendoakan. Biarpun memang betul dia lakukan, tidak usah kita bahas. Entah dia berdiri, entah dia jatuh, itu urusannya dengan tuannya, bukan urusan dengan kita.

 

Dijaga mulut ini, jangan sampai merusak diri kita. Tidak menjaga perkataan itu perilaku hidup yang rusak, rugi kita. Dan hanya memilukan Tuhan, memalukan Tuhan.

Kejadian 6:6

6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

 

Bagaikan kita tusuk hatiNya dengan lembing. Jangan kita menjalankan hidup yang rusak. Jaga nikah jangan dirusak, tahbisan pelayanan dijaga, juga diri kita jaga, jangan kita rusak. Tuhan sudah percayakan nikah, dijaga nikah itu. Tuhan percayakan tahbisan pelayanan, dijaga. Diri kita juga bukan milik kita karena sudah Tuhan tebus dengan darahNya yang mahal, dijaga!

 

Ini pengertian 120 yang pertama, batas kerja Tuhan di bumi dan secara khusus di dalam diri kita. Roh Kudus akan bekerja dalam diri kita kalau kita menjalankan hidup yang rusak. Malam ini mungkin kita datang dalam keadaan rusak, ada Firman Tuhan yang sanggup memperbaiki.

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Jangan putus asa, nikah saya sudah rusak, tahbisan saya sudah rusak, diri saya sudah rusak. Selama kita masih mendengar Firman dan kita buka hati menerima Firman bisa diperbaiki, tidak ada perkara mustahil. Hancur sekalipun bisa diperbaiki. Penjahat di sebelah Yesus diperbaiki, perempuan Samaria diperbaiki. Perempuan yang kedapatan berbuat zinah diperbaiki, tinggal mau membuka hati atau tidak.

 

2.      120 murid menanti-nanti pencurahan Roh Kudus. Jadi pengertian angka 120 kedua adalah pencurahan Roh Kudus. Tuhan tahu manusia tanpa Roh Kudus terlalu banyak kelemahannya. Tidak mampu kita menghadapi suasana akhir zaman yang sudah rusak ini. Bukan cuma manusianya yang rusak, alam juga rusak, semua rusak. Tambah lagi dengan perang, tambah rusak semuanya. Tuhan tahu tanpa Roh Kudus kita tidak mampu menghadapi suasana akhir zaman seperti di zaman Nuh. Zaman Nuh dari sekian banyak manusia di dunia hanya 8 orang yang selamat, sangat sedikit.

 

Roh Kudus adalah kehidupan utama kita. Minta, tunjukan kerinduan kita, tunjukan hati ini begitu merindu Roh Kudus, Tuhan pasti berikan.

Kisah Para Rasul 2:1-4

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

Salah satu tanda dipenuhi Roh Kudus adalah berbahasa roh. Kadang sudah bangga dengan berbahasa roh, padahal itu belum sampai pada tanda utama. Tanda utama dipenuhi Roh Kudus:

Roma 8:15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Tanda utama dipenuhi Roh Kudus kita bisa berseru ya Abba, ya Bapa, artinya:

a)      Matius 5:37

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

 

Ya katakan ya, tidak katakan tidak, artinya jujur. Terutama jujur soal pengajaran. Kalau pengajarannya benar bilang benar dan pegang teguh. Kalau salah hindari. Kejujuran soal pengajaran ini sudah semakin tergerus dengan uang, tergerus dengan dunia. Dulu berkata pengajaran ini yang kami cari, tetapi sekarang pengajaran yang sehat dan benar sudah dibuang!

 

Memang pengajaran ini hanya bisa dipertahankan oleh orang yang setiawan. Kalau kita orang yang setiawan pasti mempertahankan pengajaran yang benar ini.

II Timotius 2:2

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

 

II Timotius 2:2 (Terjemahan Lama)

2:2 Dan barang yang telah engkau dengar daripadaku di antara banyak orang saksi, amanatkanlah kepada orang yang setiawan, yang akan berlayak mengajar orang lain pula.

 

Kita bisa jujur dengan Tuhan kalau setia dalam pelayanan yang Tuhan percayakan. Mulai dari kami gembala, tugas kami memberi makan sidang jemaat. Kalau bisa setia memberi makan, pasti jujur soal pengajaran!

Matius 24:45

24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

 

Jemaat ini orangnya Tuhan, tugas kami memberi makan pada waktunya. Ibadah raya beri makan, ibadah pendalaman Alkitab beri makan, ibadah doa beri makan, dalam doa pagi beri makan, doa puasa beri makan pada waktunya, maka bisa setia dan jujur soal pengajaran. Kalau mulai kendor, tidak lagi setia memberi makan, maka kejujuran soal pengajaran mulai berkurang. Termasuk jemaat, bisa jujur soal pengajaran kalau setia makan Firman.

 

Untuk memberi makan umatNya, Tuhan membungkuk. Membungkuk itu tanda penghormatan. Kalau kita bisa menghormati saat-saat pemberitaan Firman, maka pasti jujur soal pengajaran. Tetapi kalau saat pemberitaan Firman sikapnya tidak hormat, maka tidak akan jujur soal pengajaran! Begitu digoda dengan jodoh langsung tinggalkan pengajaran. Digoda dengan pekerjaan, langsung tinggalkan pengajaran. Digoda dengan kedudukan bisa meninggalkan pengajaran yang sehat! Sikap kita saat makan Firman harus hormat!

 

Hosea 11:4

11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

 

Tidak ada kata maaf soal sikap makan Firman! Hormati saat-saat makan Firman. Saya sebagai gembala hormati saat-saat persiapan Firman, bergumul sungguh-sungguh, maka pasti jujur soal pengajaran. Jemaat saat makan hormati Firman. Kalau tidak ada keperluan yang mendesak tidak usah keluar masuk. Kecuali sudah tidak tertahankan lagi dari pada ngompol.

 

Sikap terhadap Firman menentukan kejujuran kita dalam hal Firman pengajaran. Mengapa banyak yang tidak jujur? Dilihat dari sikapnya waktu mendengar Firman, sikap saat makan. Coba kasih makan anak kita. Begitu makan langsung dia ludah, dia buang, apakah kita tidak marah? Pasti marah!

 

Kalau untuk makanan jasmani kita banting tulang kerja, kita masak, siapkan untuk anak kita untuk dia makan, sudah sakit hati kita kalau dia tidak mau makan. Bagaimana dengan Yesus, untuk membukakan rahasia Firman, untuk memberi kita makanan Dia harus mati! Lalu kita tidak ada sikap hormat saat makan Firman.

Wahyu 5:5,9

5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Yesus mati di kayu salib makanya Dia bisa buka rahasia Firman, Dia bisa menyediakan hidangan yang lezat untuk kita. Ingat perumpamaan orang yang berdalih, ada raja menggelar pesta lalu mengirim undangan, mari datang hidangan sudah disediakan, lembu tambun sudah disiapkan, tetapi yang diundang itu berdalih tidak mau datang. Apa yang dikatakan raja itu? Yang diundang tidak layak untuk masuk pesta!

Matius 22:2-8

22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.

22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.

 

Tidak layak masuk pesta nikah Anak Domba Allah! Biar mereka ketuk-ketuk pintu ‘Tuhan bukakan kami pintu’ tetapi Tuhan berkata Aku tidak pernah mengenal kamu! Sekarang undangan disebar, mari makan, tetapi tidak mau makan, tidak hormat! Makanya dikatakan tidak layak untuk menikmati jamuan pesta.

Lukas 14:24

14:24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

 

Mari kita belajar untuk jujur soal pengajaran. Jujur soal pengajaran mulai dari menikmati Firman, ada rasa hormat terhadap Firman, saat makan Firman ada sikap hormat. Secara jasmani saja kita diajarkan etika makan. Etika makan masing-masing suku beda-beda.

 

Kalau jujur soal pengajaran pasti jujur dalam segala hal.

 

b)      Taat pada Firman Tuhan apapun resikonya. Kalau jujur dan taat pasti suci.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Semakin suci, semakin besar urapan Roh Kudus. Semakin diurapi Roh Kudus sampai Roh Kudus meluap-luap di dalam kita. Pasti dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Yang dipakai Tuhan bukan orang yang hebat ekonominya, hebat ijazahnya, bukan itu yang nomor 1 Tuhan lihat, yang terutama kekudusan. Kalau suci ada urapan Roh Kudus, yang buruk menjadi baik. Tanpa urapan lalu melayani, yang baik malah jadi buruk. Jemaat yang baik, kalau dilayani tanpa urapan malah jadi buruk. Suci ada urapan, tambah suci tambah urapannya, tambah baik pelayanannya.

 

Pelayanan kita dalam pengajaran kalau dibandingkan dengan yang lain, main musik belum pas, nyanyi belum pas, pimpin pujian juga belum pas. Tetapi yang Tuhan lihat adalah kekudusan, kalau suci ada urapan, maka pelayanan menjadi berkat. Hebat main musik tetapi kalau tanpa kekudusan tidak ada urapan, hanya seperti pemain band di luar sana! Bukan skil kita tetapi kekudusan dan urapan, sehingga kita semakin dipakai Tuhan.

 

Orang yang suci, ada urapan pasti melayani dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan. Ingat waktu Bait Allah ditahbiskan, Bait Allah dipenuhi kemuliaan Tuhan. Sekarang wujud kemuliaan Tuhan adalah Roh Kudus. Imam-imam, tidak tahan berdiri, berarti jatuh tersungkur di kaki Tuhan. Itu sikap penyerahan sepenuh kepada Tuhan.

II Tawarikh 5:11

5:11 Lalu para imam keluar dari tempat kudus. Para imam yang ada pada waktu itu semuanya telah menguduskan diri, lepas dari giliran rombongan masing-masing.

 

Jadi syarat melayani adalah kekudusan, kesucian, bukan kehebatan.

II Tawarikh 5:12-14

5:12 Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri.

5:13 Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, 

5:14 sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.

 

Dengan kekudusan, dalam urapan, kita bisa melayani dengan penyerahan diri kepada Tuhan, itu tahbisan! Salah satu pengertian tahbisan adalah menyerahkan diri sama sekali kepada Tuhan. Makanya ada lembu jantan korban pendamaian, domba jantan pertama korban penyerahan diri, domba jantan kedua korban tahbisan. Kita menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan melalui urapan dan kesucian. Kekudusan itu dari mendengar Firman.

 

Para imam melayani apapun yang kita kerjakan, biarpun hebat dilihat orang, tetapi kalau sikap terhadap Firman tidak menghormati, tidak ada gunanya pelayanannya, tidak akan berkenan kepada Tuhan. Zangkoor kalau menyanyi bagus, tetapi kalau tidak ada sikap hormat terhadap Firman, tidak ada kekudusan maka tidak ada urapan! Pelayanan itu tidak berkenan kepada Tuhan. Pelayanan terbaik adalah mendengar Firman. Marta sibuk melayani tetapi Tuhan cela. Tetapi Maria duduk di kaki Tuhan mendengar Firman, Maria memilih bagian yang terbaik.

 

Sikap terhadap Firman yang menentukan pelayanan kita diterima oleh Tuhan. Bukan karena saya sopran suara saya bagus, saya main musik skill saya bagus, saya pimpin pujian saya tahu ketukan, bukan itu! Sikap hormat kepada Tuhan menentukan pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, ada kekudusan, ada urapan, dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Kalau KKR jago masak tetapi kalau tidak suci, tidak ada urapan, tidak berkenan kepada Tuhan. Makanya kami berupaya supaya tidak terlalu capek memasak nanti untuk KKR, karena kalau capek nanti akhirnya waktu dengar Firman ngantuk. Kenapa begitu? Capek urus makanan. Capek kerja jasmani akhirnya dengar Firman ngantuk-ngantuk. Jangan sampai kita yang menggelar ibadah lalu kita sendiri tidak bisa menikmati Firman. Sementara tamu-tamu bersukacita menikmati Firman. Lebih baik tidak menggelar ibadah persekutuan kalau kita sendiri tidak bisa menikmati.

 

Suci, dalam urapan, pelayanan kita diterima oleh Tuhan.

 

3.      Ulangan 34:5-7

34:5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.

34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.

 

Jadi angka 120 tahun adalah batas pengutusan Tuhan kepada Musa. Bagi kita angka 120 adalah diutus dipakai Tuhan ampai garis akhir. Kalau kita menjaga diri tidak menjalankan hidup yang rusak, kita disucikan, taat pada Firman maka bisa melayani sampai garis akhir, tidak berhenti di tengah jalan. Tidak ada istilah pensiun dalam pelayanan. Sampai dalam kerajaan 1000 tahun kita melayani, sampai dalam kerajaan Sorga juga terus melayani. Kita lihat teladan dari pendahulu, mereka melayani sampai garis akhir. Kalau Tuhan izinkan kita hidup sampai sekarang, ayo terus melayani. Jangan pernah berniat mau berhenti. Terus melayani, setia sampai garis akhir.

 

Dari kesucian dalam urapan kita bisa melayani sampai garis akhir. Maka ada hasilnya yang bisa kita nikmati dan kita terima dalam hidup kita.

a)      Musa hidup sesuai Firman, matinya juga sesuai Firman. Hasilnya hidup mati kita adalah urusannya Tuhan, tidak usah ragu. Bukan berarti kita tidak usah mengurus hidup kita. Silahkan urus pekerjaan, urus keluarga, urus kesehatan, tetapi semua Tuhan yang tentukan, hidup mati kita adalah urusan Tuhan, Tuhan sanggup memberikan yang terbaik kepada kita.

 

Urusan kita melayani Tuhan dalam kesucian dan dalam urapan Roh Kudus, maka Tuhan yang akan mengurus hidup kita, tidak usah ragu! Sampai matinya saja indah, apalagi selama hidup.

Mazmur 116:15

116:15  Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

 

Mazmur 116:15 (Terjemahan Lama)

116:15 Bahwa amat indahlah kepada pemandangan Tuhan matinya segala kekasih-Nya.

 

Waktu saya merasakan panggilan untuk menjadi hamba Tuhan, saya trauma dengan masa kecil sehingga lari dari panggilan. Dulu saya tidak ada pikiran mau menggantikan papa, yang saya pikir dulu bagaimana susahnya seorang hamba Tuhan. Saya lari, akhirnya sampai Tuhan hajar, minta ampun, baru melayani. Dan Tuhan buktikan melayani sebagai gembala itu indah, termasuk jabatan-jabatan yang lain juga indah.

I Timotius 3:1

3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."

 

I Timotius 3:1 (Terjemahan Lama)

3:1 Maka inilah perkataan yang sungguh: Jikalau barang seorang berkehendakkan jawatan gembala sidang, maka tujuannya itu kepada suatu pekerjaan yang baik.

 

Melayani Tuhan itu indah. Tidak usah takut, hidup mati kita urusannya Tuhan. Yang penting kita melayani dalam kesucian, kekudusan, dalam urapan. Tidak usah takut, pasti indah, urusan hidup kita Tuhan atur semuanya. Masa depan, jodoh dan semuanya Tuhan atur indah semuanya.

 

b)      Mayat Musa tidak ditemukan, kuburan Musa tidak ada yang tahu. Lalu di mana mayatnya Musa? Ternyata dibawa malaikat.

Yudas 1:9

1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

 

Mayat Musa tidak ditemukan karena dibawa malaikat. Musa dibangkitkan dan diangkat dalam tubuh kemuliaan.

 

Jadi ini hasil kedua, kita mengalami kuasa kebangkitan =  keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Kalau Tuhan izinkan meninggal dunia seperti Musa, akan Tuhan bangkitkan untuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan. Kalau hidup sampai Yesus datang, diubahkan sekejab dalam tubuh kemuliaan untuk menyambut Yesus di awan-awan. Bukan hidup atau mati yang penting tetapi selama hidup di dunia ini kita mengalami keubahan hidup. Urusan kita melayani Tuhan, urusan hidup kita itu urusan Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu, Dia pasti menjadikan indah pada waktunya.

 

Dan Dia akan mengubahkan kita. Semakin kita melayani dalam kekudusan, dalam urapan Roh Kudus, semakin diubahkan hidup kita. Sampai puncaknya Yesus datang kita diubahkan sekejab mata menjadi sama mulia dengan Yesus.

I Korintus 15:50-52

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

 

Di depan ada perjamuan kudus, ada tubuh dan darah Yesus. Kita makan, kita terima menjadi permanen didalam kita. Kita semakin diubahkan dari sehari ke sehari, dari kemuliaan pada kemuliaan yang lebih besar, sampai sama mulia dengan Yesus. Kemurahan Tuhan kalau kita bisa melayani sampai sekarang. Terus melayani Tuhan. Jangan menjalankan hidup yang rusak. Biar kita berbahasa ya Abba, ya Bapa, jujur taat. Dalam urapan Roh Kudus kita bisa melayani Tuhan sampai garis akhir. Kalau kita melayani, urusan hidup kita adalah urusannya Tuhan, berarti kita berjalan bersama Yesus setiap hari dalam penyertaan Tuhan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar. Waktu Yesus datang kita diubahkan sekejab mata untuk menyambut Dia di awan-awan yang permai.

 

Tuhan Yesus memberkati.