Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Siang ini adalah penataran imam yang pertama. Biarlah kita baharui tahbisan kita yang mungkin sudah loyo dalam pelayanan, kita kembali bergairah melayani Tuhan sampai garis akhir hidup kita.
Wahyu 16:1-2
16:1 Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."
16:2 Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.
Dalam terang Tabernakel, Wahyu pasal 16 terkena pada 2 loh batu, salah satu isi dari peti perjanjian. Tabut peti perjanjian adalah Mempelai Wanita Tuhan yang berisi:
1. Buli-buli emas berisi manna adalah Firman atau iman yang permanent.
2. Tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam adalah Roh Kudus atau pengharapan yang permanent.
3. Dua loh batu adalah kasih yang permanent, kasih yang sempurna.
7 malapetaka adalah hukuman dari Allah Bapa kepada orang yang tidak menghargai Kasih Allah Bapa bahkan tidak punya kasih. Memang kenyataannya manusia itu tidak punya kasih tetapi oleh Korban Kristus kasih itu dicurahkan kepada kita supaya hukuman datang. Sekarang masih diberikan kesempatan, masih ada perpanjangan sabar Tuhan, Tuhan belum datang, kita masih diberikan perpanjangan umur untuk kita menghargai kasih Allah itu.
Malapetaka yang pertama adalah bisul jahat dan berbahaya. Bisul ini kena kepada orang yang memakai tanda antikristus dan menyembah antikristus. Secara nyata antikristus memang belum berkuasa, tetapi sekarang ini sudah banyak antikristus. Cap secara jasmani memang belum dinyatakan, tetapi cap secara rohani ini sudah mulai dicapkan kepada orang yang tidak menghargai kasih Allah.
Tanda orang yang memakai tanda antikrsitus, cap 666.
Ulangan 28:35,15
28:35 TUHAN akan menghajar engkau dengan barah jahat, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh, pada lutut dan pahamu, bahkan dari telapak kakimu sampai kepada batu kepalamu.
28:15 "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:
Jadi tanda sudah dicap antikristus adalah tidak mau mendengar Firman, tidak mau taat, hanya hidup menuruti hawa nafsu dan keinginan daging.
6 itu angka daging, jadi 666 berarti:
6 pertama tubuhnya yaitu perbuatannya daging.
6 kedua jiwanya yaitu pikiran perasaannya daging.
6 ketiga rohnya yaitu tabiatnya daging.
Jadi baik perbuatannya, pikiran dan perasaannya serta tabiatnya daging. Daging ini tidak bisa taat, tidak mungkin bagi daging untuk taat. Inilah orang yang secara rohani sudah dicap 666. Tidak mau mendengar Firman, tidak mau taat pada Firman Tuhan. Kalau disimpulkan sudah diperhamba atau diperbudak oleh daging.
Supaya dicap antikristus, tidak menjadi hamba daging, maka kita harus menghamba, mengabdi kepada Tuhan = menjadi imam dan raja. Kita telah ditebus oleh darah Yesus menjadi imam dan raja.
Wahyu 1:5-6
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
Semua kita yang sudah ditebus oleh darah Yesus harus menjadi imam dan raja. Karena status penghuni kerajaan sorga adalah imam dan raja, penghuni kerajaan 1000 tahun damai adalah imam dan raja. Jadi dari bumi sampai di Sorga status kita tidak berubah, imam dan raja. Harus melayani, menghamba kepada Tuhan. Di dalam kerajaan 1000 tahun damai kita menjadi imam dan raja.
Wahyu 20:6
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
Wahyu 22:3,5
22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.
Kalau raja di bumi ada batasannya. Tetapi kalau raja yang rohani selama-lamanya. Jadi tidak ada istilah pensiun di dalam pelayanan. Yang sudah berencana menanggalkan jabatannya, jangan! Pertahankan jabatannya, semua harus menjadi imam dan raja.
Jangan beralasan saya sudah tua, saya tidak bisa lagi melayani. Bisa, semua bisa melayani dan harus melayani! Saya tidak bisa main musik, tidak bisa menyanyi, mau bersihkan gereja sedangkan mau jalan tidak bisa. Ada pelayanan yang terbaik yaitu mendengar dan melakukan Firman. Berarti semua imam. Berdoa, pelayanan yang semua bisa kerjakan, saat sakitpun bisa melayani.
Disegarkan lagi pemahaman kita supaya betul-betul mantap di dalam pelayanan. Bukan datang ‘om saya mau melayani’. Setelah melayani, mana orangnya ini sudah tidak datang. Makanya harus diperdalam pemahaman kita, apa itu seorang imam, bukan asal melayani. Harus betul-betul sesuai Firman, tidak boleh salah. Karena Alkitab katakan kalau imam salah, umat menanggung akibatnya. Jangan terjadi, kita salah malah jemaat yang kena kutuk.
Imam adalah:
1. Seorang yang suci. Jadi bukan orang yang pandai, punya keahlian. Biar dia jago main musik, pintar menyanyi, jago masak, kalau tidak mau disucikan, dia bukan imam!
Keluaran 29:1
29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
Yang sudah melayani, dosa jangan dibuat, dibuang, diselesaikan dosa-dosa itu. Bukan terus dibuat bahkan ditambah. Mungkin di depan manusia tidak ditahu apa yang diperbuat, tetapi Tuhan tahu! Yang kita layani adalah Tuhan, Raja segala raja. Dalam kitab Maleakhi dikatakan melayani Tuhan itu dengan rasa hormat. Jangan bawa roti cemar, jangan bawa diri yang cemar tetapi yang disucikan.
Ini adilnya Tuhan, semua bisa dipakai melayani Tuhan asalkan mau disucikan. Jangan coba datang kepada Tuhan membawa roti cemar. Saya khotbah tetapi habis tempeleng isteri saya, saya khotbah tetapi sembunyi dosa, itu membawa roti cemar di hadapan Tuhan, tidak hormat kepada Tuhan!
Maleakhi 1:6
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
Ini ditujukan kepada imam yang menghina nama Tuhan, tetapi masih membantah ‘dengan cara bagaimanakah kami menghina nama Tuhan’.
Maleakhi 1:7
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
Melayani membawa roti cemar, berarti melayani tetapi ada kecemaran dosa, itu berarti tidak hormat kepada Tuhan! Itu pelayanan yang cacat.
Maleakhi 1:14
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.
Mari para imam, jangan pelayanannya dibuang, dosanya yang dibuang! Kalau pelayanan dibuang maka kita tidak punya tempat dalam kerajaan Sorga. Buang dosa supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, kita melayani Sang Raja dengan rasa hormat, rasa takut akan Dia.
2. Seorang yang punya jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Dalam kerajaan Sorga harus ada jabatan pelayanan. Pendengar Firman dan pelaku Firman itu adalah jabatan. Kalau dia menjadi pelaku Firman pasti jadi pendoa. Saya bisa melayani di sini karena doa-doa dari sidang jemaat. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Tuhan untuk melayani sesuai jabatan pelayanan.
Semakin suci semakin bertambah urapannya, semakin bertambah karunianya. Saya ini tidak tahu berdoa, menyusun kalimat untuk berdoa tidak tahu, tampil di depan orang banyak grogi, tetapi Tuhan panggil sebagai hamba Tuhan. Saya tahu tidak punya potensi secara jasmani, jadi kejar kesucian, Tuhan tambahkan karunianya. Sekarang bisa berdoa, bisa khotbah. Semakin suci, semakin meningkat urapannya, semakin dipakai oleh Tuhan dan pasti semakin diberkati. Imam itu diberkati, bagian imam diberikan paha depan, perut besar, kedua rahang. Dalam kitab Yesaya dikatakan imam makan, sementara yang lain goncang.
Penyucian dan pemeliharaan Tuhan itu berjalan bersama-sama, semakin suci, semakin dipelihara dan diberkati.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kalau kita suci, tubuh, jiwa dan roh kita terpelihara sempurna, bukan terpelihara sewaktu-waktu. Tidak usah ragu, kalau kita imam, seorang yang suci, diberikan jabatan, dikasih karunia, dipakai Tuhan, pasti diberkati. Memang pelayanan pembangunan Tubuh Kristus di tengah kegoncangan. Dalam kitab Hagai, pembangunan Bait Allah itu di tengah kegoncangan, tetapi disitulah kita dipakai. Supaya kita betul-betul melayani dengan kesucian, dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan, tidak terpengaruh situasi kondisi di sekitarnya.
3. Seorang yang berdiri di antara manusia berdosa dengan Allah untuk ikut dalam pelayanan pendamaian supaya manusia berdosa didamaikan dengan Allah.
II Korintus 5:18-19
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Artinya imam melayani dengan suasana damai. Orang yang berdosa didamaikan dengan Allah, kita jadi kesaksian di situ. Orang lain melihat, dia yang dulu tidak beres hidupnya, sekarang sudah disucikan, bisa melayani. Orang itu bisa terdorong juga hatinya untuk bisa seperti kita. Kalau dia bisa, saya juga pasti bisa. Itu berarti ikut dalam pelayanan pendamaian. Bukan jadi tukang adu domba! Apalagi kalau gembala jadi tukang adu domba, telpon sana sini mengadukan orang-orang. Justru jadi penengah, ada jemaat dengan jemaat berselisih kita jadi penengah.
Sebutan imam selalu digandeng dengan raja. Apa itu raja?
Mazmur 20:7,10
20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:10 Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!
Raja adalah orang yang diurapi Roh Kudus dan selalu menang. Jadi mengapa imam digandeng dengan raja, tidak hanya imam tok!
1. Karena Tuhan mengkhendaki kita melayani dalam kesucian dan dalam urapan Roh Kudus sehingga pelayanan kita tertib. Kalau ada halangan, izin. Sekolah saja tertib. Tidak usah saya buat daftar hadir di sini, masing-masing langsung absen sama Tuhan.
I Korintus 14:38
14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
II Timotius 1:7
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Kalau ada urapan, melayani itu tertib. Bukan kalau saya mau saya melayani, kalau tidak mau saya tidak melayani. Memang saya tidak akan pernah pecat, bukan hak saya. Tetapi nanti Tuhan sendiri yang akan pecat kalau tetap seperti itu. Yudas tidak tertib, kadang bersama dengan murid-murid, kadang menjauh. Menjauhnya ke mana? Dia bersekutu dengan imam-imam kepala dan orang Farisi, akhirnya menjual Yesus. Dia sendiri yang memecat diri, Tuhan yang pecat dia. Sampai akhirnya gantung diri, mati, jatuh dan perutnya pecah.
Kalau ada Roh Kudus tidak urakan tetapi dalam urapan. Urakan ini bebas dagingnya, melayani dengan kepuasan daging, hanya membangkitkan hawa nafsu daging. Kita beribadah di gereja, beda sekali dengan orang di konser. Jangan sama seperti itu.
Kelihatan kalau itu semangat dari Tuhan atau semangat daging. Kalau semangat dari Tuhan dia semangat memuji Tuhan, waktu mendengar Firman lebih semangat lagi. Tetapi kalau semangat daging waktu memuji Tuhan dia jingkrak-jingkrak semangat, tetapi waktu dengar Firman loyo. Itu urakan, bukan urapan!
2. Supaya dalam pelayanan kita selalu menang atas segala halangan, tidak gampang terhalang. Kita berupaya, sekalipun ada halangan kita terus melayani. Banyak halangan yang mau menghalangi kita melayani dan beribadah. Kalau selalu terhalang akhirnya sudah terbiasa tidak melayani Tuhan, jadi kebiasaan. Akhirnya sudah sengaja tidak beribadah melayani Tuhan. Halangan yang ada harus disingkirkan dengan kuasa Tuhan, bukan kuasa kita.
Murid-murid diajak Tuhan Yesus berlayar ke depan. Istilah berlayar itu berarti ada aktivitas pelayanan, tidak boleh diam di tempat, harus maju. Halangannya sekonyong-konyong angin topan datang. Halangannya memang tidak bisa diprediksi, tiba-tiba datang. Tetapi kalau kita melayani dalam kekudusan, dalam urapan, berarti kita melayani bersama dengan Yesus. Taufan reda, kita bisa berlayar bersama Yesus.
Lukas 8:22-24
8:22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka.
8:23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.
8:24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.
Seringkali ketika menghadapi halangan, sesuatu yang buruk belum tentu terjadi sudah diklaim pasti terjadi. Seperti murid-murid, mereka belum tentu tenggelam, sudah berteriak ‘guru, guru, kita binasa!’. Padahal belum tentu terjadi seperti itu. Ada halangan datang, mungkin sakit, sudah langsung klaim ‘sudah waktunya saya ini’ padahal masih mau diperpanjang umurnya. Inilah yang harus dikalahkan.
Jangan minta-minta mati, jangan klaim-klaim yang buruk. Juga misalkan ada gangguan, ini pasti roh jahat. Tidak usah klaim-klaim seperti itu! Langsung saja strap ‘dalam nama Yesus!’ kalahkan halangan itu. Sakit kepala karena kebanyakan lihat hp. Langsung klaim ini dari roh jahat. Padahal dia yang salah, sudah sampai jam 2 jam 3 masih nonton drakor.
Kadangkala kita sendiri yang klaim-klaim seperti itu. Sebenarnya tidak seperti itu malah kita yang klaim. Mereka berkata ‘guru, guru kita binasa!’ langsung Yesus tegur!
Lukas 8:25
8:25 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"
Sebenarnya yang boleh melayani hanya orang Israel asli, terutama suku Lewi. Kita bangsa kafir tidak boleh. Tetapi kalau kita belajar dari pembangunan Bait Allah, bangsa kafir diikut sertakan. Hiram raja Tirus diikut sertakan dalam pembangunan Bait Allah. Jadi kita bangsa kafir mendapat kemurahan diikut sertakan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, menjadi imam dan raja.
Keluaran 19:5-6
19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Kita bangsa kafir dapat kemurahan boleh melayani.
Wahyu 5:6,9-10
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
Hanya oleh Korban Kristus, khususnya luka kelima di lambung, sehingga kita boleh dilayakan untuk beribadah melayani. Dapat kemurahan untuk beribadah melayani Tuhan, menjadi imam dan raja. Mari kita hargai.
Sudah melayani, yang harus dijaga jangan sampai kena kutuk. Bisul itu kutuk akibat tidak taat pada Firman.
Wahyu 22:3
22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
Sebagai anggota zangkoor, sebagai pemain musik, sebagai penerima tamu, pendoa, gembala dan apa saja jabatan pelayanan jangan sampai saya melayani tetapi dikutuk Tuhan, kan miris! Ini harus kita jaga, jangan sampai kita melayani tetapi dikutuk oleh Tuhan.
Penyebab dikutuk Tuhan padahal sudah melayani.
1. Karena melayani tanpa ketaatan. Melayani tetapi tidak mau taat pada Firman, tidak suka dengar Firman.
Ulangan 28:15
28:15 "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:
Biar hebat kalau tidak suka dengar Firman, tidak taat, kutuk yang datang! Dengar Firman malah bosan, marah, begitu disentuh dosanya dia mengamuk, biar hebat pelayanannya kutuk yang datang. Akhirnya kena bisul yang jahat.
Firman itu makanan kita. Coba suruh kerja lalu tidak dikasih makan, pertama kerja mungkin masih kuat. Mulai jam 10 kopi dan kue tidak muncul, dia lihat jam lagi sudah jam 11, setengah 12 sementara di dapur tidak ada bunyi apa-apa. Kalau paksa kerja akhirnya pingsan. Kadang kita seperti itu. Kenapa banyak pelayan Tuhan, sudah melayani musik, anggota zangkoor bahkan gembala ada yang jatuh! Karena lapar, melayani tetapi tidak makan. Itu suasana kutukan! Tidak mau dengar Firman, tidak taat pada Firman. Saya khotbah satu hari lalu tidak makan, lama-lama pingsan!
2. Lalai dalam melayani Tuhan.
Yeremia 48:10
48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
Kita lupa saja atribut untuk melayani itu sudah termasuk kelalaian. Dijaga semuanya, seragamnya dijaga, map dijaga, kertas lagunya dijaga. Terutama jangan lalai dalam kekudusan. Coba-coba buat sesuatu yang salah, melayani tetapi serempet-serempet dosa, sembunyi-sembunyi berbuat dosa, itu lalai dalam kekudusan. Kalau seperti itu kita dikutuk Tuhan!
Jangan lalai dalam pelayanan. Begitu lalai lalu Tuhan datang, ketinggalan!
Lukas 12:35-37
12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
Tidak boleh lalai, ikat pinggang harus tetap ada di pinggang, artinya setia melayani. Pelita tetap menyala, tetap terang, jangan ada gelap, jangan serempet-serempet dosa! Jangan lalai!
Kalau kita tidak berjaga-jaga, lengah, tidak siap sedia dalam pelayanan, hidup jadi repot, jadi susah dan Yesus datang bisa ketinggalan. Jangan lalai dalam pelayanan, jangan lalai dalam kekudusan. Dijaga, terus, jangan bolong!
3. Melayani tetapi milik Tuhan tidak dikembalikan. Itu juga penyebab kutukan!
Maleakhi 3:8-9
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
Milik Tuhan yang terkecil adalah perpuluhan dan persembahan khusus. Milik Tuhan yang berikutnya yang lebih besar adalah penyembahan. Oke, perpuluhan sudah dikembalikan, bagaimana dengan penyembahan? Kalau tanpa mengembalikan milik Tuhan akhirnya melayani dalam suasana kutukan, letih lesu, beban berat. Milik Tuhan yang terbesar adalah menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Milik Tuhan yaitu perpuluhan, persembahan khusus, penyembahan ayo kembalikan, jangan sampai kita ambil.
Tuhan minta 1 hari berjaga-jaga bersama-sama dengan Yesus 1 jam. Jangan diambil waktu 1 jam ini, serahkan kepada Tuhan. Mulai nanti pulang, saya seorang imam, saya harus bisa menyembah Tuhan 1 hari 1 jam. Cuma 1 jam Tuhan minta, 23 jam untuk kita.
Perpuluhan dan persembahan khusus ini menentukan kita bisa makan Firman atau tidak.
Ulangan 14:23
14:23 Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
Ini bukan berarti kita boleh makan sendiri perpuluhan. Ini maksudnya di mana kita makan Firman, kita mendapat asupan Firman dari Tuhan, di situ kita kembalikan milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Bapak ibu digembalakan di mana, di situ kembalikan perpuluhan.
Jangan sampai saya salah, kalau saya salah soal perpuluhan, Tuhan akan menutup pembukaan rahasia Firman.
Maleakhi 3:10
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Perpuluhan kaitannya dengan makanan. Jadi yang menjadi persoalan bukan uangnya. Kadangkala sudah dituding pendeta mata duitan. Bukan uangnya tetapi supaya ada makanan di rumah Tuhan. Kalau saya tidak salah soal perpuluhan, jemaat juga tidak salah, maka Tuhan percayakan terus pembukaan rahasia Firman, kita bisa makan. Kalau makan maka rohani hidup. Kalau rohani hidup, jasmani juga hidup.
Begitu perpuluhan diambil, tidak ada makanan Firman, tingkap langit tertutup, berkat tidak dicurahkan! Rohani mati, jasmani juga mati. Jadi bukan soal jumlah uangnya tetapi soal makanan Firman. Kembalikan perpuluhan.
Ada lagi yang berkata itu Perjanjian Lama, dalam Perjanjian Baru tidak ada lagi. Ada dalam Perjanjian Baru:
Ibrani 7:8
7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.
Mungkin kita sudah melayani selama ini tetapi dalam suasana kutukan. Karena melayani tetapi tidak makan Firman, melayani tetapi lalai dalam pelayanan lalai dalam kekudusan, kemudian melayani tetapi tidak jujur soal perpuluhan dan tidak ada penyembahan. Tuhan masih mau menolong.
Cara Tuhan menolong:
Galatia 3:13-14
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Yesus sudah rela mati terkutuk di kayu salib untuk membebaskan kita dari kutukan dan memberikan berkat Abraham itulah Roh Kudus. Dari pihak kita bagaimana? Manfaatkan salib Yesus, akui semuanya, akui kesalahan bahwa selama ini kita tidak makan Firman, tidak taat. Akui kalau kita lalai, akui kita tidak jujur mengembalikan milik Tuhan. Kita belajar untuk makan Firman, belajar untuk setia, belajar untuk jujur maka Roh Kudus meluap-luap di dalam kita sekalian. Kekuatan kita adalah Roh Kudus. Usia boleh bertambah, kekuatan fisik menurun, tetapi kalau ada Roh Kudus tidak akan pernah kendor dalam pelayanan, semakin setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
Belajar untuk taat pada Firman, untuk setia, untuk jujur, maka Roh Kudus dicurahkan. Roh Kudus ini yang membuat kita semakin setia berkobar-kobar, menyala-nyala dalam kita melayani Tuhan. Rasanya kalau tidak melayani ada sesuatu yang hilang, hampa, kosong. Tetapi kalau kita melayani ada sukacita yang tidak terkatakan, bahagia. Kadangkala secara fisik memang sakit, tetapi bahagia bisa melayani.
Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Di mata manusia pelayanan kita kecil, tetapi kita kerjakan dengan menyala-nyala. Kadang manusia mengukur pelayanan dengan pandangannya sendiri. Kalau khotbah harus menyala-nyala, kalau sapu gereja biar tidak menyala-nyala. Harus sama! Bersih gereja menyala-nyala, khotbah menyala-nyala, main musik menyala-nyala, masak nasi menyala-nyala. Semangat terus kita melayani, tidak pernah kendor.
Tuhan bilang kalau kita setia berkobar Tuhan bilang masuklah dalam kebahagiaan tuanmu.
Matius 25:21
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Semua semangat melayani Tuhan sampai garis akhir. Dan Tuhan tidak pernah menipu, Tuhan kasih kebahagiaan, Tuhan juga sanggup melakukan apa yang baik di mataNya. Roh Kudus itu yang membuat kita menyala-nyala, Roh Kudus itu juga yang mendorong kita bisa menyembah Tuhan. Kalau sudah bisa menyembah, Roh Kudus yang sampaikan keluhan kita kepada Tuhan. Jadi tidak usah mengeluh di medsos, tidak usah mengeluh kepada manusia. Roh Kudus yang menyampaikan dan Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita.
Roma 8:26-28
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Mungkin sekarang kita menghadapi suasana kutukan, beban berat, letih lesu, periksa bagaimana sikap makan Firman, periksa ketaatan pada Firman, kalau kurang diperbaiki. Periksa kesetiaannya, periksa kesucian, periksa kejujurannya. Biar diperbaiki semuanya dan Roh Kudus Tuhan curahkan begitu melimpah kepada kita, membuat kita semakin setia berkobar-kobar, bahagia melayani Tuhan dan Tuhan menjadikan semua baik. Sampai pada puncak kebaikan:
Kejadian 2:18
2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Puncak kebaikan Tuhan kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.
Sudah berapa tahun kita menggelar KKR bagaimana sikap kita? Kita melayani tetapi waktu khotbah apakah makan atau tidak? Diperbaiki kalau salah. Kemudian bagaimana kesetiaan kita? Yang lain masih kerja, malah sudah pulang. Kesuciannya bagaimana? Diperbaiki semua maka kita akan semakin dipakai Tuhan. Dipakai Tuhan itu bahagia, dan Tuhan menjadikan semua baik bagi kita, sempurna, sampai kita menjadi Mempelai WanitaNya.
Tuhan Yesus memberkati.