Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Setiap peristiwa dukacita tentu menimbulkan dukacita di dalam hati kita sekalian. Tetapi sebagai orang percaya tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan sebab kita memiliki pengharapan kepada Tuhan. Biarlah semua keluarga bisa terus berpengharapan kepada Tuhan dan yakin Tuhan tidak akan pernah meninggalkan keluarga yang ada.
I Tesalonika 4:13-18
4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Dari ayat-ayat yang sudah kita baca, ada 2 garis akhir hidup manusia:
1. Diizinkan meninggal dunia, seperti yang dialami oleh kekasih kita, papa Keldi.
2. Ada yang hidup sampai Yesus datang.
Ibrani 9:27
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Memang jelas tidak ada manusia yang mati 2 kali. Ada kalimat yang harus diperhatikan di situ, mati 1 kali dan akan dihakimi. Kata dihakimi berarti untuk dihukum.
Roma 8:1
8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Jadi yang akan mati untuk dihakimi dan dihukum adalah orang-orang yang berada di luar Yesus. Sementara yang di dalam Yesus ada yang diizinkan meninggal tetapi waktu Yesus datang dia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk menyambut kedatangan Yesus. Dan ada yang diizinkan hidup sampai Yesus datang, ketika Yesus datang dia akan diubahkan sekejab mata dalam tubuh kemuliaan untuk bersama-sama menyambut Yesus di awan-awan yang permai.
Yang penting bukan hidup atau mati, tetapi yang penting selama kita hidup di dunia ini, kita hidup di dalam Yesus.
Kematian adalah maut secara tubuh, seringkali menimbulkan dukacita yang mendalam. Tidak sedikit karena adanya dukacita itu membuat kehilangan pengharapan. Rasanya kalau begitu saya ikut menyusul saja dengan cara sendiri. Memang ini adalah maut secara tubuh, tetapi kita sebagai orang percaya harus punya pengharapan, sehingga ketika mengalami pengalaman dukacita ini kita tidak mengalami maut secara rohani. Sekalipun diizinkan mengalami maut secara tubuh, tetapi tidak mengalami maut secara rohani sehingga waktu Yesus datang dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk menyambut kedatangan Yesus. Tetapi kalau mengalami maut secara rohani, maka kehidupan itu akan menunggu kebangkitan gelombang kedua. Dibangkitkan untuk dihakimi dan dihukum seperti dalam Ibrani 9:27.
Jadi, dalam dukacita secara tubuh biarlah kita menjaga jangan sampai mengalami maut secara rohani. Apa itu maut secara rohani?
1. Efesus 2:1
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Maut secara rohani yang pertama adalah dosa. Seringkali ketika dalam keadaan dukacita malah mengalami maut secara rohani yaitu berbuat dosa. Dan dosa yang terbanyak dilakukan adalah dosa perkataan. Kenapa dia yang diambil, kenapa bukan saya, Tuhan tidak adil, Tuhan kejam dan sebagainya. Itu semua dosa perkataan yang membuat mengalami maut secara rohani. Bahkan juga dosa perbuatan, dalam keadaan dukacita mulai berpikir nanti harta ini, kebunnya untuk saya, orang lain dirugikan.
2. Maut secara rohani yang kedua adalah ajaran palsu yang membinasakan.
II Petrus 2:1
2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
Ajaran palsu, ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab. Ketika mengalami dukacita tidak percaya lagi pada Firman Tuhan, tidak percaya pada ajaran yang sehat. Sehingga beralih pada ajaran yang lain dan bahkan keyakinan yang lain. Karena kecewa kepada Yesus, dia berpikir Tuhan Yesus tidak tolong saya. Semoga hal ini jangan terjadi pada keluarga yang ditinggalkan dan juga jangan terjadi untuk kita sekalian.
Banyak kali ketika ditinggalkan orang yang dikasihi, pengikutan kepada Yesus mulai kendor, mulai dingin. Sehingga Firman sudah tidak bisa diterima lagi, ajaran sehat sudah tidak bisa diterima lagi. Telinga dipalingkan pada ajaran-ajaran yang menyenangkan daging kita. Karena untuk menghibur diri dalam dukacita dia dengar ajaran yang menyenangkan dagingnya, bukan ajaran yang menyucikan. Sementara yang harus kita lakukan selama masih hidup di dunia ini, kalau masih diberikan perpanjangan umur mari kita gunakan hidup kita untuk mendengar suara sangkakala. Karena itu yang menentukan kita dibangkitkan, kita diubahkan untuk menyambut kedatangan Yesus. Mulai di dunia ini, telinga kita pakai untuk mendengar suara sangkakala.
Apa itu suara sangkakala?
Keluaran 19:9,17-19
9:9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.
9:17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.
9:18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.
9: 19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.
Ini suara sangkakala, suara Tuhan yang kian lama kian keras. Apa suara Tuhan yang kita dengar dalam gereja? Itulah Firman Tuhan. Jadi suara sangkakala adalah suara Firman yang kian lama kian keras menyucikan kita. Ini yang harus kita dengar, sehingga kalau diizinkan meninggal dunia, kita mati atau meninggal dalam keadaan sebagai orang yang suci, orang yang benar. Waktu Yesus datang kita dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Kalau kita masih hidup sampai Yesus datang, kita hidup sebagai orang yang benar, orang yang suci, sehingga waktu Yesus datang kita diubahkan dalam sekejab mata. Dan peristiwa ini terjadi pada waktu sangkakala terakhir dibunyikan. Mari kita gunakan hidup ini untuk mendengarkan Firman yang menyucikan, Firman pengajaran yang sehat.
Syarat melayani Tuhan adalah kekudusan. Kita bisa dikuduskan karena Firman yang menyucikan, bukan karena kekuatan manusia. Imam-imam yang benar melayani Tuhan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan. Mungkin keluarga berpikir siapa lagi yang akan menafkahi kami, siapa yang akan menjadi tulang punggung keluarga? Biarlah ayat Firman ini menjadi kekuatan bagi mama Keldi dan anak-anak.
Yesaya 65:13-14
65:13 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan makan, tetapi kamu akan menderita kelaparan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan minum, tetapi kamu akan menderita kehausan; sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersukacita, tetapi kamu akan mendapat malu;
65:14 sesungguhnya, hamba-hamba-Ku akan bersorak-sorai karena gembira hatinya, tetapi kamu akan mengerang karena sedih hati, dan kamu akan menangis karena patah semangat.
Dunia ini memang sedang goncang, ada kuda merah yaitu peperangan, ada kuda hitam yaitu kelaparan. Akan terjadi kelaparan yang dahsyat di dunia, tetapi hamba Tuhan yang disucikan oleh Firman Tuhan, dia dipelihara oleh Firman itu. Semoga ayat ini menghiburkan kita, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Pengharapan ada kaitannya dengan kekudusan. Orang yang punya pengharapan, dia menjaga kekudusan. Kekudusan hidup hanya bisa dikerjakan oleh Firman pengajaran yang sehat.
I Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Apa tandanya orang itu hidup dalam kekudusan dan kesucian? Tanda itu akan jelas terlihat ketika diperhadapkan seperti apa yang dialami saat ini, ketika diperhadapkan dengan ujian. Tandanya adalah tahan uji karena kasih Allah ada di hati.
Roma 5:3-5
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Saat ujian supaya bisa tahan, kita belajar dari Maria. Maria suka duduk di bawah kaki Yesus. Ketika Lazarus yang adalah tulang punggung keluarga meninggal, Maria tersungkur di bawah kaki Yesus.
Yohanes 11:31-32
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Pada umumnya ketika ada yang meninggal yang dilakukan adalah meratap. Tetapi sikap yang benar seperti yang dilakukan Maria yaitu tersungkur di kaki Yesus, menyerahkan semua kepada Yesus. Kalau sekarang masih banyak keluarga yang memberikan penghiburan, tetapi kalau sudah selesai proses acara pemakaman, tinggal sendiri di rumah. Bukan meratap tetapi tersungkur di bawah kaki Yesus, hanya menyerahkan di kaki Tuhan.
Mama Keldi statusnya sekarang adalah seorang ibu janda, tetapi seorang janda dia banyak berdoa, menyerahkan semua kepada Tuhan.
I Timotius 5:5
5:5 Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita semua. Baik keluarga tidak ditinggalkan, kita juga tidak ditinggalkan.
Yang menjadi kunci kita bisa hidup dalam pengharapan, kita bisa tersungkur menyembah adalah kita banyak mendengar Firman yang menyucikan. Itu yang menjadi kekuatan.
Ibrni 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Mengapa Maria kuat? Karena dia suka duduk di kaki Yesus mendengar Firman.
Lukas 10:39
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
Banyak pengalaman dukacita kita alami akhir zaman ini dan pengalaman sengsara itu kian lama kian berat sampai kita sudah tidak berdaya lagi. Seperti ibu hamil yang mau melahirkan. Itulah penderitaan gereja Tuhan. Tetapi yang bisa kita lakukan hanya mengeluh mengerang kepada Tuhan.
Wahyu 12:2
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
Biarlah kita hanya mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Kalau kita adalah kehidupan yang mau disucikan dan taat maka kita memiliki pengharapan sehingga kita terhibur, tidak kecewa, tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
I Tesalonika 4:18
4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Penghiburan adalah dari perkataan-perkataan Firman. Ketika Ayub ditimpa dukacita, anak-anaknya mati semuanya, hartanya habis, tubuhnya sakit, lalu datang sahabat-sahabatnya menghibur. Apa yang Ayub katakan? Penghibur sialan kamu semua! Kalau manusia yang menghibur, belum tentu dia kuat kalau mengalami pengalaman yang sama seperti itu. Tetapi kalau Tuhan yang menghibur dengan Firman, itu penghiburan yang sejati. Manusia bisa merangkai kata-kata supaya kita terhibur. Tetapi itu tidak bisa memberikan penghiburan yang sesungguhnya. Penghiburan yang sesungguhnya hanya di dalam Firman Tuhan.
Kita yang masih hidup, telinga kita mari kita gunakan untuk mendengar Firman yang menguduskan kita semua. Kita diubahkan waktu Yesus datang kedua kali. Suara sangkalala itu, bunyi nafiri mengubahkan kita dalam sekejab mata.
I Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Saat bunyi sangkakala terakhir ditiupkan kita tidak lagi merasa asing, karena selama di dunia ini kita sudah sering mendengar suara itu yaitu Firman yang menyucikan. Ketika sangkakala itu berbunyi kita diubahkan sekejab mata untuk menyambut Yesus di awan-awan. Yang mati dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, kita yang hidup diubahkan, sama-sama bisa menyambut Yesus di awan-awan yang permai.
Biarlah Firman ini bisa menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kekasih kita, keluarga yang ditinggalkan. Khususnya mama Keldy bersama Keldy, Kilyon dan Kasih. Biarlah Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan yang sejati.
Tuhan Yesus memberkati.
