20260711

Kebaktian Umum, Minggu 12 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu



Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:4-7

16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.

16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"

16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

 

Ayat ini mengenai air sungai dan mata air menjadi darah. Ini merupakan pembalasan Tuhan atas mereka yang menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi. Jadi jiwa mereka berseru kepada Tuhan untuk menuntut pembalasan.

Wahyu 6:9-10

6:9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

6:10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"

 

Jadi Wahyu pasal 6 ditindak lanjuti di pasal 16, ada pembalasan atas orang-orang yang menumpahkan darah orang-orang kudus. Dari sini kita ambil pelajaran, jangan usik orang benar, orang suci, orang yang melayani Tuhan. Karena orang itu bersama dengan Tuhan, dan Tuhan akan membalaskan kepada orang yang mengusik mereka. Kalau benar kita diam, nanti Tuhan yang balas. Kalau kita dalam posisi benar, lalu difitnah, diperlakukan tidak adil, tidak usah kita balas, pembalasan itu adalah hak Tuhan.

Roma 12:19

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

 

Saya dikata-katai, saya diam. Yesus dituduh macam-macam, Dia diam. Kalau apa yang dituduhkan pada kita tidak benar, diam saja. Jadi tidak usah klarifikasi, tidak usah telpon, apalagi mau datangi, diam saja.

Markus 15:1-5

15:1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.

15:2 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."

15:3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.

15:4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"

15:5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.

 

I Petrus 2:23

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

                                           

Jangan kita mengutuk sebab kita dipanggil untuk memberkati.

I Petrus 3:9

3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

 

Kita akan melihat 2 contoh orang yang menjadi martir dan darahnya menuntut pembalasan. Contoh pertama adalah Habel, sudah kita pelajari. Dia dibunuh oleh Kain karena persembahan Kain tidak diterima.

 

Contoh kedua yang akan kita pelajari adalah Zakharia, anak dari imam Yoyada.

Lukas 11:51

11:51 mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.

 

II Tawarikh 24:17-22

24:17 Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.

24:18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.

24:19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.

24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!" 

24:21 Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.

24:22 Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"

 

Kalau membaca kisah awal raja Yoas, dia begitu setia, begitu takut akan Tuhan waktu dia dibimbing imam Yoyada. Waktu imam Yoyada masih hidup dia takut akan Tuhan.

II Tawarikh 24:2

24:2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada.

 

Bersama imam Yoyada dia memperbaiki Bait Allah. Tetapi setelah imam Yoyada mati, dia menjadi tidak setia kepada Tuhan, Bait Allah dia tutup dan dia menjalankan ibadah pelayanan yang rusak.

 

Jadi, raja Yoas menunjukan hamba Tuhan pelayan Tuhan yang menjalankan ibadah pelayanan yang rusak. Orang seperti ini akan Tuhan balas! Tuhan beri minum darah. Kita periksa pelayanan kita selama ini, apakah pelayanan kita adalah pelayanan yang benar atau rusak.

1.      Ikut Tuhan atau ikut pengajaran hanya karena manusia. Yoas takut Tuhan hanya karena ada imam Yoyada. Perhatikan kaum muda remaja, orang tua masuk pengajaran jadi anak ikut juga. Kalau hanya ikut manusia itu berarti menjalankan ibadah pelayanan yang rusak! Kalau anak dipaksa-paksa tergembala nanti dia ikut hanya karena manusia, orang tua mendoakan saja.

 

Makanya kami latih anak kami beribadah karena dorongan Tuhan, mereka bisa mengenal Yesus secara pribadi. Sebab banyak anak ikut pengajaran, setelah dewasa mereka hilang karena hanya ikut manusia. Dia merantau, kerja kemudian kenal dengan lain jenis lalu ikut keyakinan yang lain, ikut kepercayaan yang lain, ikut pengajaran yang lain! Karena dia tidak ikut pengajaran, hanya ikut manusia.

 

Makanya anak-anak diarahkan ikut sekolah minggu, guru sekolah minggu perkenalkan Yesus dengan baik. Jangan dipaksa-paksa, jangan diancam-ancam, biar dia kenal Yesus, ikut Yesus secara pribadi, bukan ikut manusia.

 

Ini praktek menjalankan ibadah yang rusak, hanya ikut manusia. Jadi dampaknya lebih banyak negatif. Kalau yang diikuti meninggal dunia, seperti imam Yoyada mati, begitu banyak meninggalkan pengajaran. Atau kalau yang dia ikuti menyimpang, dia ikut juga menyimpang. Jadi betul-betul kita ikut pengajaran harus karena pengalaman pribadi.

 

Banyak orang Kristen seperti Ayub, hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau.

Ayub 42:5-6

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

 

Cuma dari kata orang, tidak punya pengalaman pribadi. Makanya begitu orang yang diikuti menyimpang, dia ikut juga menyimpang. Saya ikut pengajaran bukan karena orang tua tetapi karena betul-betul karena pengajaran. Sudah punya pengalaman saya dikerjakan oleh Firman pengajaran ini, bukan karena saya ikut orang tua.

 

2.      Tidak tahu berterima kasih kepada pendahulu. Kalau hamba Tuhan tidak tahu berterima kasih kepada mentornya. Kalau jemaat tidak tahu berterima kasih kepada gembalanya yang selama ini mendoakan, membimbing, merohanikan dia. Didikan dan bimbingan pendahulu dilupakan, warisan pelayanannya dirusak, bahkan pendahulunya dilawan! Gembalanya dilawan. Kalau dia hamba Tuhan, pembimbingnya dia lawan!

 

Generasi penerus jangan buat jalur sendiri, ikuti jalur yang benar yang sudah ditetapkan. Dulu papa menggelar ibadah Natal dan Paskah persekutuan, saya tinggal meneruskan, bukan mau begini begitu. Supaya jemaat yang dulu sudah berkobar-kobar menggelar ibadah persekutuan, lebih berkobar-kobar lagi. Tidak usah bikin jalur yang baru. Jangan rusak warisan yang pendahulu sudah berikan kepada kita. Jangan dirusak, jangan dilawan!

 

Kadang kita merasa lebih hebat dari pendahulu sehingga melawan, dirombak total semuanya! Padahal kita tinggal meneruskan. Jalan yang sudah bagus, ditambahkan lebih bagus lagi. Misalkan sudah punya jalan dari Tentena ke Poso, ngapain membuat jalan baru lewati pinggir sungai! Tinggal diasap baik-baik supaya bannya tidak meledak. Tidak usah bikin jalan yang baru, anggarannya lebih besar!. Warisan pelayanan sudah ada, cara ibadah dari pendahulu bagaimana, pengajarannya bagaimana, tinggal diteruskan. Semoga kita bisa kuat bertahan.

 

Memang untuk meneruskan pengajaran yang benar itu tantangannya lebih hebat dari pada waktu kita menerima pengajaran. Tetapi kita kuat karena Tuhan beserta kita sekalian.

 

3.      Sesudah Imam Yoyada mati, raja mendengar pemimpin-pemimpin Yehuda yang lain. Artinya mendengar suara asing dan meninggalkan pengajaran yang benar. Makanya iblis itu menyerang pemimpin. Gembala dibunuh, domba-domba tercerai berai. Kalau pemimpin sudah membawa ajaran asing, jemaat tinggal ikut saja. Doakan saya sebagai gembala sidang, jangan membawa suara asing di sini! Cukup 1 suara, pengajaran yang benar yang kita terima dari pendahulu, Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar.

 

 

Kalau ibadah pelayanan rusak, ini akibatnya:

II Tawarikh 24:23-25

24:23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.

24:24 Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.

24:25 Ketika mereka pergi dari padanya, — mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat — pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

 

Akibatnya raja Yoas dihukum oleh Aram dan dibunuh oleh pegawainya sendiri. Artinya:

1.      Aram artinya puncak, ibu kotanya Damsyik artinya kegiatan. Aram membuat raja Yoas luka berat. Luka itu daging yang menganga. Jadi artinya kegiatan pelayanannya meningkat tetapi mencapai puncak kerusakan yaitu hanya mengumbar daging dengan segala hawa nafsunya!

 

Saya bukan mengutuk, tetapi kalau hamba Tuhan melawan pembimbing, melawan pendahulunya, dalam pelayanannya dia jatuh dalam puncaknya dosa! Ngeri! Dia mengumbar hawa nafsu dagingnya. Saya tanya kepada papa, kenapa hamba Tuhan yang dulu dipakai dalam pengajaran, akhirnya menyimpang meninggalkan pengajaran yang benar. Papa bilang karena jatuh dalam puncaknya dosa, dosa kawin mengawinkan dan dosa makan minum.

 

Jadi justru di saat mencapai puncak, termasuk juga dalam hal yang jasmani, karirnya di puncak, di situ hati-hati jangan sampai rohani hancur! Untuk hamba Tuhan, pelayanan sudah diberkati, manusia melihat pelayanannya sudah mencapai puncak, gedung gereja sudah ada, jemaat banyak, ekonomi mapan, di situ malah rohani hancur. Itu akibat kalau menjalankan ibadah pelayanan yang rusak!

 

Saya dikoreksi Tuhan, jangan sampai terjadi. Saya merangkak dari bawah melayani di Tonusu dari 4 orang, lalu Tuhan tambah di Diora, Tuhan tambah lagi di Tentena dan Palu. Kalau di mata manusia saya sudah mencapai puncak, Tuhan sudah percayakan jemaat dalam jumlah yang besar, Tuhan berkati secara jasmani. Jangan hancur karena melawan pendahulu! Waktu mempersiapkan ini saya ngeri, takut! Karena banyak yang seperti ini, waktu masih pendeta pembantu masih taat dengar-dengaran pada pembimbing. Naik Pdm lalu Pdt mulai melawan. Ada lagi belum sampai di puncak sudah melawan.

 

Saya ingatkan hamba Tuhan muda yang kemarin baru diteguhkan, jangan sampai melawan, om sudah trauma. Banyak yang tanya kenapa tidak cari pengerja lagi? Trauma, karena banyak yang sudah melawan, tidak tahu berterima. Akhirnya disaat kegiatannya sudah mencapai puncak malah hancur.

 

2.      Rohaninya mati, persekutuannya hancur! Pegawai-pegawai yang tadinya mendukung Yoas, malah membunuh dia. Pemimpin-pemimpin yang menjilat raja Yoas itu habis dibunuh. Jadi rohaninya mati, persekutuannya hancur! Persekutuan Tubuh Kristus yang terkecil dimulai dari nikah, persekutuan nikahnya hancur! Ngeri sekali kalau sudah seperti ini!

 

Berani kita melawan apa yang kita terima dari pendahulu, yang sudah memberkati kita, yang sudah menolong kehidupan kita, lalu orangnya kita lawan, tidak ingat lagi dari mana kita berasal! Ibaratnya dia itu kayu gelondongan lalu ada hamba Tuhan yang membentuknya menjadi papan, menjadi balok, supaya siap dibangun lalu dia melawan. Apalagi kalau orangnya sudah mati lalu dicerita-cerita kejelekannya, ini dampaknya. Rohani mati, persekutuan hancur. Tadinya erat persektuannya, akhirnya saling menyerang. Akan seperti itu! Kumpul-kumpul melawan pembimbing, kelihatan satu, nanti saling menyerang. Dan yang paling parah nikah hancur, ngeri sekali. Sebagaimana dia mengkhianati Tuhan, mengkhianati pendahulunya, mengkhianati pembimbingnya, begitu juga dia dikhianati orang-orang terdekatnya!

 

Biar selalu kita taruh di hati, dari mana kita berasal. Saya bisa menjadi hamba Tuhan karena ada papa yang membimbing saya. 4 tahun saya dibimbing di Malang tetapi lebih banyak saya dibimbing di sini. Tidak boleh saya lupakan nasihat didikan beliau, doa-doanya selama ini, karena dampaknya nanti ke nikah saya, bisa hancur! Persekutuan yang ada bisa hancur, akhirnya saling menyerang. Ini jangan sampai terjadi. Ini sama dengan meminum air yang menjadi darah, suatu penderitaan yang hebat!

 

Supaya tidak bernasib seperti Yoas, ada 4 hal yang harus kita perhatikan.

1.      II Timotius 1:3-5

1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.

1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

 

Warisan dari pendahulu jangan dirusak! Tetapi teruskan kepada anak cucu kita, terutama warisan iman dari pendahulu. Kalau suatu saat dimutasi ke mana, jangan lupakan iman gembalanya.

 

Apa itu warisan iman yang tulus ikhlas?

a)      II Timotius 1:13-14

1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

 

Ajaran sehat, Firman pengajaran yang benar, pegang teguh itu. Di dunia saja tidak dirubah-rubah, dari dulu rumus luas itu panjang x lebar. Biarpun profesor dari mana tidak boleh dia rubah. Kalau matematika tidak boleh dirubah, pengajaran lebih pasti dari ilmu pasti! Jangan dirubah, jangan ditambah kurang dengan alasan apapun! Sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, siapa bilang! Pengajaran yang kita terima Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel adalah ilham Tuhan kepada bapak Pdt. Van Gessel dari tahun 1935, sampai sekarang masih eksis memperbaiki kehidupan kita yang rusak!

 

Kita bukan mengkultuskan hamba Tuhan, tetapi kita lihat bagaimana Tuhan pakai hamba Tuhan ini menerima ilham dari Tuhan. Dan sekarang kita tinggal menerima jadi. Dan sudah menjadi pengalaman memberkati kita, nikah kita sudah diberkati, pelayanan sudah diberkati, kenapa mau dirusak.

 

Pengajaran yang sehat adalah harta Sorga yang indah, harus kita pelihara. Jangan biarkan mati! Cuma di luar merknya Tabernakel tetapi di dalamnya ajarannya sudah lain. Memang banyak tantangannya, tetapi kita jaga, kita pelihara ajaran yang sehat ini.

 

Kaum muda bukan lagi generasi penerus tetapi generasi akhir sebab zaman ini sudah mau berakhir, Yesus sudah mau datang, pegang teguh pengajaran. Jangan menikah di luar pengajaran. Jangan kerja lalu tinggalkan pengajaran. Jangan sekolah tinggalkan pengajaran. Pertahankan pengajaran itu yang sudah memberkati kalian. Bisa lulus karena pengajaran yang sehat. Bisa lulus kuliah karena pengajaran yang sehat, ada doa dari gembala. Bisa kerja karena ada pengajaran yang sehat, berkat dari Firman. Bukan karena kekuatan kemampuan kita tetapi semua karena Firman. Langit dan bumi diciptakan oleh Firman, jadi semua dari Firman. Apa yang kita dapat, fasilitas yang kita miliki, semua yang kita nikmati adalah dari Firman. Nafas hidup kita dari Firman. Jangan rombak Firman pengajaran!

 

Kalau yang lain mau begini dan begitu, silahkan, terserah dia! Saya tetap pada ajaran yang saya terima dari pendahulu. Yang mau menyimpang, terserah mereka. Tetapi kita tetap dijalur yang lurus!

Yosua 24:15

24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

 

Saya dan seisi rumahku tetap mau bertahan pada pengajaran yang sehat. Saya bersyukur masih ada mama mendampingi pelayanan. Beliau yang mendampingi bersama papa dalam pelayanan Kabar Mempelai ini, ikut kegerakan mula-mula. Saya banyak mendengar dari orang tua, bagaimana dulu kegerakan Kabar Mempelai mula-mula begitu hebat. Bukan mengkultuskan hamba Tuhan, tetapi kita sudah menikmati pengajaran ini, koq bodoh mau mencari yang lain! Ayo kita semua bertahan. Para tua-tua dukunglah, tetap bertahan.

 

Kalau punya harta yang mulia yaitu Firman pengajaran, memang kita dihimpit dan dihempaskan.

II Korintus 4:7-10

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

 

Dalam segala lini hidup kita dihimpit, ditindas, sampai dalam organisasi kita dihimpit. Tetapi kita tetap bertahan pada ajaran yang sehat. Yang kita ikuti ajarannya, bukan ikut manusia. Yang kita muliakan adalah Tuhan. Jangan sembah manusia, jangan mengkultuskan hamba Tuhan. Sehebat apapun hamba Tuhan dipakai dalam pemberitaan Firman pengajaran, yang kita muliakan pengajarannya. Bukan kita mau agung-agungkan dan sembah orangnya. Kalau menghormati, harus!

I Tesalonika 5:12-13

5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

 

Harus menghormati, tetapi kalau kita mau sembah, kita agung-agungkan, sampai yang keluar dari mulut hamba Tuhan ini dianggap sudah lebih benar dari Firman, ini sudah parah!

 

b)      Hidup benar dalam segala hal. Kita lihat bagaimana pendahulu, nikahnya, tahbisannya bagaimana, kita teladani. Kita hidup benar dalam segala hal, jangan menyimpang, jangan belok-belok. Yang kita lakukan hanya untuk kebenaran.

II Korintus 13:8

13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.

 

Kaum muda menikah yang benar, tunangan yang benar, pacaran yang benar sesuai Firman. Ini warisan yang bisa kita wariskan kepada anak. Mungkin tidak bisa mewariskan kekayaan, wariskanlah kebenaran kepada anak cucu. Berikan keteladanan, sebagai orang tua jadilah orang tua yang benar. Sebagai hamba Tuhan jadilah hamba hamba Tuhan yang benar, supaya anak cucu kita bisa mengikuti.

 

c)      Tetap percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan. Tidak bersandar pada apapun di dunia. Mulai dari gembala wariskan ini, gembala percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan, jemaat ikuti dan teladani.

 

2.      II Timotius 1:6-7

1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

 

Melayani dengan kekuatan Roh Kudus. Apa itu?

a)      Berkobar-kobar, semangat, tidak pernah kendor. Usia boleh bertambah, fisik bisa menurun, tetapi kobaran semangat tidak pernah padam. Saya lihat teladannya papa, dalam keadaan diinfus masih bisa khotbah dan dalam keadaan kritis sampai mau dipanggil Tuhan masih bisa menaikan doa penyahutan bagi jemaat. Juga masih bisa menasihati hamba Tuhan lain ‘kalau sakit, mimbar masih bisa diserahkan kepada orang lain. Tetapi doa penyahutan tidak bisa diserahkan kepada orang lain!’. Saya juga meneladani opa Ombo, di hari sudah mau meninggal, saat doa subuh masih berdoa syafaat untuk jemaat lalu siangnya meninggal.

 

Tidak terbatas oleh kekuatan fisik, oleh keadaan ekonomi, tetap berkorbar melayani Tuhan karena kita melayani dengan kekuatan Roh Kudus. Kalau dengan kekuatan daging, misalnya mau menggelar ibadah KKR, dananya tidak cukup, tidak akan jadi-jadi. Tetapi kalau dengan kekuatan Roh Kudus, bisa digelar, malah ada surplus.

 

b)      Tidak takut apapun resikonya, tidak takut apapun tantangannya. Papa nasihati, itu pekerjaan Tuhan, maju saja. Pekerjaan Tuhan tidak bisa dihalangi. Seorang jemaat melawan, tetapi tetap layani dengan baik, sampai satu waktu dia berubah jadi baik, jadi manis. Mari kita tetap berkobar-kobar, tidak takut apapun resikonya, apapun tantangannya.

 

c)      Melayani dengan kasih, Roh Kudus membangkitkan kasih.

I Petrus 1:22

1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

 

Melayani dengan kasih artinya melayani dengan taat dan suci. Ini kekuatan Roh Kudus memampukan kita taat dan suci di tengah-tengah angkatan yang bengkok. Di mana-mana bengkok, tetapi kita tetap taat dan suci, tiada beraib, tiada bernoda.

Filipi 2:15

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

 

Kita jaga tetap dengan kekuatan Roh Kudus, melayani dengan taat dan suci.

 

d)      Melayani dengan tertib. Jangan timbul tenggelam. Untuk pekerjaan di dunia saja bisa tertib untuk mendapatkan upah yang fana. Kita bekerja di dalam Tuhan, dapat upah yang kekal, seharusnya lebih tertib. Semua disiapkan dengan baik, termasuk soal seragam, harus tertib. Misalnya seragam hijau dasinya emas, yah pakai itu, jangan seragam hijau, dasi merah, celana kuning. Sebagai hamba Tuhan juga saya harus tertib, masa jemaat disuruh tertib, gembalanya tidak tertib. Kalau tidak ada kesempatan melayani ada laporan. Saya doakan ‘Tuhan tolong keluarga ini di sini eh ternyata sudah pergi nonton piala dunia di mana. Pak gembala saya mau ke sini, nanti 3 hari saya pulang, eh ternyata 3 minggu! Dari yang kecil-kecil saja kalau tidak bisa tertib, bagaimana bisa masuk dalam kerajaan Sorga yang kekal.

 

Sebagai pelayanan Tuhan kita disebut prajurit. Sebagai prajurit yang ditekankan itu tertibnya. Tentara dan polisi itu semua harus tertib!

 

Biar diperbaiki semua. Jangan kita bernasib seperti raja Yoas, hancur semuanya! Sampai waktu mati dia dikuburkan tidak di pekuburan raja-raja. Tidak diakui sebagai raja, berarti tidak bisa masuk Kerajaan 1000 tahun damai. Lebih baik kita belajar untuk selalu melayani dengan kekuatan Roh Kudus yaitu berkobar-kobar, tidak takut apapun, melayani dengan kasih dan melayani dengan tertib.

 

3.      II Timotius 1:4,16-18

1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.

1:16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.

1:17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku.

1:18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

 

Gembala dan sidang jemaat sebagai anak rohani punya hubungan yang baik. Ini harus diperhatikan supaya kita tidak merusak pelayanan, tidak merusak warisan dari pendahulu.

 

I Tesalonika 2:19-20

2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

 

Ada hubungan yang baik, yaitu gembala melakukan tugasnya dengan baik, dengan sungguh-sungguh, dengan kerja keras untuk merohanikan sidang jemaat. Apa artinya Tuhan percayakan 100 jiwa, 500 jiwa, sampai 1000 jiwa tetapi tidak rohani!

 

Saya malu kalau ada laporan begini dan begitu, berarti saya masih kurang, masih harus lebih sungguh-sungguh lagi. Bukan malah marah sama jemaat, caci maki jemaat, tetapi saya yang pukul diri. Saya masih belum berhasil merohanikan jemaat. Jemaat datang ibadah, dengar Firman, tujuannya supaya jadi rohani. Makanya gembala kerja keras mengajar supaya jemaat jadi rohani semuanya.

 

Dari jemaat harus tergembala sungguh-sungguh supaya menyegarkan hati gembala.

II Timotius 1:16

1:16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.

 

Menyegarkan hati, bukan menyakiti. Gembala bekerja keras dalam mengajar supaya jemaat berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Sidang jemaat menghargai pelayanan gembala. Ada timbal balik, jadi ada hubungan yang baik. Gembala sudah susah payah khotbah, jangan dilawan, jangan bikin gembala berkeluh kesah.

 

Salah satu praktek jemaat yang menyegarkan hati gembala, sudah membuat gembala terhibur:

I Tesalonika 5:13

5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

 

I Korintus 3:3-4

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

 

Hidup damai di sini tidak ada penggolongan-penggolongan. Tidak ada kelompok-kelompok dalam jemaat yang saling serang, saling sindir, apalagi sampai di media sosial. Gembala biasa lihat di media sosial, siapa lagi yang dia sindir ini! Tidak boleh ada kelompok-kelompok, cukup satu yaitu Kristus Penebus. Itu menyegarkan hati gembala. Kalau kelompok kerja silahkan. Tetapi yang dimaksud ini kelompok dalam arti yang negatif, saling sindir, saling gosip, saling memfitnah dan lain-lain. Tetapi kalau ketemu di gereja munafik!

 

Jangan begitu, sekalipun tidak ada yang melapor saya sebagai gembala tahu, dalam melayani terasa, dalam doa Tuhan kasih tahu. Dalam melayani terasa, ada tembok-tembok pemisah. Kalau tersandung sampaikan baik-baik. Yang sudah menyandung terima kalau disampaikan. Bukan malah berkata ‘masa cuma begitu sudah tersandung, payah!’. Uruslah urusanmu sendiri, itu yang terhormat, tidak usah yang lain. Kadangkala hal sepeleh dikepoin, akhirnya jadi membesar.

I Tesalonika 4:11

4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,

 

Kalau Firman datang berarti itulah yang terjadi dan Tuhan mau menolong kita. Syukur kalau tidak terjadi, semua damai. Kalau ada yang belum damai, segera berdamai. Kita mau menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga sebagai satu tubuh. Kalau kita saja masih gontok-gontokan, bagaimana bisa satu tubuh. Masih saling serang, saling sindir, saling mencemooh, saling menggosip, saling memfitnah.

 

Termasuk antara kami hamba Tuhan. Saya gembala yang digembalakan, berusaha hidup damai dengan yang lain. Bukan munafik tetapi kalau ketemu betul-betul senyum dan sapa dari hati. Kalau ada berkat Tuhan berikan melimpah, bagikan.

 

4.      II Timotius 1:15

1:15 Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes.

 

Ini waktu Paulus dipenjara, ada jemaat yang berpaling. Kita ambil positifnya, kita rela menderita karena Yesus. Memang tidak semua jemaat, tidak semua pelayan Tuhan mau menderita karena Yesus. Ujiannya bagaimana kalau jemaat itu mau menderita karena Yesus? Ketika gembala dalam penderitaan, dalam tekanan dari luar, penggembalaan yang dipimpin menghadapi tantangan yang hebat, ada yang justru keluar tinggalkan penggembalaan. Itu yang tidak mau menderita.

 

Untuk kami gembala-gembala, ada perjuangan mempertahankan kemurnian pengajaran, lalu ada yang keluar, tidak mau berjuang. Inilah yang tidak mau sengsara! Harus rela menderita, kalau yang satu menderita yang lain juga turut merasakan. Bukan yang lain menderita lalu saya yang enak-enak saja, itu bukan 1 tubuh! Seperti tubuh kita, tangan teriris, semua turut merasakan. Begitu kita kalau satu tubuh Kristus. Jangan sampai ada penderitaan lalu mau langsung tinggalkan, mau cari yang aman, cari yang enak. Sama-sama sebeban, sependeritaan.

 

Terutama dalam nikah, kalau susah sama-sama menikmati. Jangan waktu susah ditinggal, nanti waktu sudah enak baru datang. Sama-sama kita saling menghibur, saling menguatkan satu dengan yang lain, rela menderita karena Kristus, karena Firman pengajaran yang benar.

 

Ikut Yesus jangan takut menderita, memang kita harus pikul salib.

Lukas 9:23

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

 

Tidak usah takut ikut menderita bersama Yesus, sebab dibalik itu ada kemuliaan.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Jangan takut sengsara sebab di balik itu ada kemuliaan yang kekal yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.

 

Kalau 4 hal ini kita perhatikan, kita akan terhindar dari ibadah pelayanan yang rusak. Sekalipun sengsara, terus maju sampai kita mencapai kemuliaan itu!

II Korintus 4:16-17

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

 

Disebut penderitaan ringan karena dibandingkan kemuliaan yang akan kita raih jauh lebih besar.

 

Warisan dari pendahulu jangan dirusak. Pengajaran sehat yang kita terima, pegang teguh itu. Ikuti teladan hidup benar dari pendahulu. Teladan percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan kita ikuti. Kemudian melayani dengan kekuatan Roh Kudus, berkobar-kobar tidak takut tantangan dan resiko apapun. Melayani dengan kasih yaitu ketaatan dan kesucian. Dan melayani dengan tertib. Hubungan yang baik gembala dengan jemaat.

 

Kalau ada persoalan di tengah-tengah jemaat, selesaikan. Ingat kita ini satu tubuh, bukan hanya satu gereja. Kalau satu gereja tinggal datang gereja saja tidak usah peduli dengan yang lain. Kita satu tubuh harus ada damai, saling mempedulikan 1 dengan yang lain. Bukan saling menyindir dan membuat pengelompokan.

 

Kemudian rela menderita, ada kemuliaan kekal Tuhan sudah sediakan bagi kita. Saya sangat merindu bersama jemaat bisa mencapai kemuliaan itu. Jemaat menjadi mahkota kemegahan gembala untuk dibawa kepada Yesus. Isteri itu adalah mahkota kemegahan suami. Jadi gembala adalah suami bayangan dari jemaat untuk membawa jemaat pada suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Kalau sebagai gembala bersukacita melihat jemaat sebagai mahkota, seperti itulah bagaimana hati Yesus sangat bersukacita melihat jemaat tampil sebagai jemaat yang rohani, bukan yang jasmani.

I Tesalonika 2:19-20

2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

 

Sidang jemaat menyegarkan hati gembala. Saya sebagai gembala berusaha keras merohanikan sidang jemaat, sehingga kita berhasil menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna. Ini suatu anugerah Tuhan yang besar bagi kita. Saya selalu terngiang-ngiang bagaimana penyataan Tuhan kepada bapak gembala di tempat ini ‘GerejaKU di LANGGADOPI 4 akan Ku jadikan sokoguru di Tentena. Kalau di dalam kita masih saling sikut, tidak akan bisa menjadi sokoguru. Kuat, biar kita berhasil kelak menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.