Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Selamat kita memandang pribadi Tuhan di dalam FirmanNya, biar kasih bahagia damai sejahtera Allah menjadi bagian kita sekalian. Dan janji pencurahan Roh Kudus benar digenapi di dalam kita sekalian. Bukan nanti hanya waktu kita kumpul di gereja kita mencari ketuangan Roh Kudus, di rumahpun kita bisa mendapatkan ketuangan Roh Kudus itu sesuai dengan kerinduan kita.
Wahyu 16:3
16:3 Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.
Malapetaka kedua, cawan murka dicurahkan ke atas laut dan air laut berubah menjadi darah orang mati. Laut secara rohani menunjukan kehidupan yang mau bebas dagingnya, kehidupan tanpa Roh Kudus, sehingga mati rohani. Keinginan dan hawa nafsu daging dituruti, perbuatannya perbuatan daging sehingga mati rohani.
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Inilah orang-orang yang akan menerima penghukuman dari Tuhan. Baginya perkara Tuhan, perkara rohani itu baik ibadah, Firman Tuhan, adalah sesuatu yang mengikat daging, sesuatu yang menghambat kebebasan daging. Memang sifat dasarnya daging adalah suka memberontak pada aturan, terutama aturan Firman. Lihat saja di negara kita, sudah ada undang-undang masih dilanggar, karena sifat dasar daging suka memberontak. Penegak hukumpun melawan aturan.
Yesaya 30:9-11
30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
30:10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,
30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
Ini daging, tidak mau taat pada aturan Firman, menganggap Firman itu hanya menyusahkan, mengikat kebebasan dagingnya. Sekalipun dia beribadah, tetapi di hadapan Tuhan dia adalah gereja daging.
Di dalam surat Yudas ada beberapa jenis gereja palsu, gereja tidak tergembala (ayat 4), gereja Taurat (ayat 5), gereja setan (ayat 6-7) dan yang paling banyak ayatnya adalah gereja daging (ayat 8-19). Betul-betul gereja daging ini banyak peminatnya.
Yudas 1:18-19,8
1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
1:8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
Ini gereja daging tanpa Roh Kudus. Tandanya ada di ayat 8.
1. Bermimpi-mimpian. Mimpi itu pikiran daging, prakteknya:
a) Hanya senang dengan penglihatan dan mimpi-mimpi yang tidak sesuai Firman dan tidak punya tujuan rohani. Kadangkala malah hanya dibuat-buat. Ini pikiran daging, sehingga itu lebih diutamakan dari pada Firman. Kalau ada nubuatan itu lebih disenangi, begitu pendeta khotbah, bosan.
b) Menolak salib. Gereja daging itu orang beribadah tetapi tanpa Roh Kudus.
Matius 16:21-23
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Pikirannya bukan pikiran yang rohani, pikirannya daging. Karena Petrus berpikir kalau Yesus ditangkap, disalibkan, dibunuh, otomatis murid-muridNya akan ditangkap juga, akan menghadapi salib juga. Petrus menolak salib. Dia tarik Yesus ke samping, jadi kedudukan Yesus sudah sama dengan dia. Artinya mau menjadi sama dengan Yesus atau mau masuk dalam kerajaan Sorga tetapi hanya mencari yang enak bagi daging. Kelihatan beribadah tetapi ibadahnya hanya mengenakan daging. Firman yang dicaripun Firman yang mengenakan daging.
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Ibadah cuma cari yang enak bagi daging. Kalau Firman keras dan tajam dia marah, tidak terima. Tetapi kalau enak bagi daging dia berkata dahsyat, luar biasa. Sementara dia tidak baca dalam Alkitab, dahsyatnya Firman Tuhan itu dahsyat menyucikan. Bukan hanya yang enak-enak bagi daging. Kita diberkati, kita disertai, tetapi tidak disampaikan mau diberkati itu bagaimana, mau disertai Tuhan itu harus apa? Dosa harus dibuang.
Bagi orang seperti ini sorga hanya impian, tidak mungkin menjadi kenyataan dan dia gampang tersandung atau menjadi sandungan bagi orang lain. Kita raba dan periksa, ketika ada teguran yang keras dia tersandung, ada orang yang mengingatkan dia malah tersandung dan dia menjadi sandungan bagi orang lain. Orang yang tersandung dan menjadi sandungan, lehernya diikat batu kilangan, hidupnya tidak akan indah.
Matius 18:6
18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Batu kilangan diikat di leher, tidak indah! Lalu ditenggelamkan ke dalam laut, artinya apa?
Wahyu 18:21
18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.
Jadi ditenggelamkan ke dalam laut artinya masuk dalam dosa Babel. Babel ini gereja palsu, pemuncakan dari segala dosa. Dosa makan minum yaitu narkoba, miras, merokok dan kawin mengawinkan dengan berbagai macam bentuknya. Pergumulan saya sekarang ini berat sekali karena menghadapi anak-anak muda yang tenggelam di dalam dosa Babel. Sangking menggumuli anak-anak muda ini sampai kering semua. Wajah kering, bahu kering, leher kering, dada kering. Akhirnya yang jarang pake skin care jadinya pakai skin care.
Perhatikan yang di Palu ini rata-rata kaum muda remaja. Dosa Babel ini ngeri sekali, dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan. Kalau sudah jatuh di situ, tidak akan ditemukan lagi, berat untuk kembali. Hanya karena kemurahan Tuhan kalau bisa kembali. Kadang cuma di mulut saya rindu untuk kembali, tetapi susah. Bahkan sudah bersaksi ‘saya mau lepas’ tetapi kenyataannya sulit untuk kembali. Sebab itu sebelum terjadi, dicegah jangan sampai terjadi, jangan sampai tenggelam dalam dosa Babel. Ini terjadi karena hanya mau yang enak bagi daging.
Termasuk kami hamba Tuhan, apalagi hamba Tuhan muda. Dulu saya pengerja sama orang tua sendiri tetapi saya rasa seperti romusa. Kalau hari rabu tamu-tamu datang, saya tidur paling cepat jam 12 nanti bangun setengah 5 doa pagi sama-sama, itu rutinitas tiap Rabu. Jadi betul-betul daging ini dirobek. Kalau sekarang ini mencari yang enak bagi daging. Ditegur sedikit sudah tersinggung, dinasihati sudah marah, payah! Mau yang enak bagi daging akhirnya jatuh dalam dosa Babel. Akhirnya cari-cari kekurangan gembala, gembala itu ternyata pemarah, ibu gembala cerewet, karena tidak terima ditegur, tidak terima diingatkan.
2. Galatia 5:19-21
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: 1percabulan, 2kecemaran, 3hawa nafsu,
5:20 4penyembahan berhala, 5sihir, 6perseteruan, 7perselisihan, 8iri hati, 9amarah, 10kepentingan diri sendiri, 11percideraan, 12roh pemecah,
5:21 13kedengkian, 14kemabukan, 15pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Mencemarkan tubuh = perbuatannya daging. Ada 15 jenis perbuatan daging di sini. Kontras dengan Tabernakel yang dibangun dengan 16 bahan. Jadi kalau perbuatannya daging tidak bisa masuk pembangunan Tubuh Kristus, pembangunan Tabernakel rohani. Ini tanda gereja daging, beribadah tetapi perbuatannya daging, hanya mencemarkan tubuh, berbuat dosa. Kelihatan melayani tetapi tahbisannya tidak benar, motivasi pelayanannya tidak benar.
3. Menghujat semua yang mulia di sorga. Artinya rohnya daging. Ada roh antikristus yaitu roh menghujat.
Wahyu 13:6
13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Apa yang dihujat?
a) Menghujat Allah. Allah itu kepala. Jadi menghujat Allah artinya susunan nikahnya terbalik, ibadahnya juga terbalik yaitu:
1) Perempuan menjadi kepala, perempuan mau mengajar dan memerintah laki-laki di dalam nikah dan dalam ibadah. Padahal sudah jelas susunan nikah yang benar itu Allah, Yesus, Suami baru isteri. Sekarang ini kebanyakan isteri yang mau tampil menjadi kepala suami. Kalau isteri yang mau tampil, berarti Tuhan Yesus tidak ada di situ. Mulai masa pacaran, masa tunangan, kalau yang perempuan mulai mengatur-ngatur, itu bahaya! Nanti masuk nikah jadi jendril. Suami balik kanan grak, ambil air grak, cuci piring grak. Jangan sampai terbalik susunan nikahnya. Kalau perempuan sudah menjadi kepala, itu perbuatan yang tidak sopan!
I Korintus 11:3; 14:34
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
Berdiam diri ini bukan berarti tidak boleh menyanyi, berdiam diri di sini maksudnya tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Bukan berarti tidak boleh bersaksi, silahkan bersaksi tetapi jangan mengajar, jangan memerintah. Saksikanlah apa yang sudah menjadi pengalaman, saya sakit tetapi bisa menjadi kesaksian, tetap beribadah di rumah sakit, ada orang lain ikut ibadah. Harus selalu diingat, bersaksi, bukan menghimbau.
Kadang saya sudah tunduk-tunduk kepala, sebab dalam bersaksi sudah menghimbau. Menghimbau itu haknya gembala, yang menggerakan rohani jemaat adalah gembala. Kesaksiannya 10% himbauannya 90%. Apalagi kalau sampai tembak-tembak orang, tidak boleh sebab mimbar itu kudus! Lebih baik nanti saya sortir. Dari pada tampil bersaksi malah menghimbau. Kadang saya tinggal kode-kode supaya dikecilkan micnya! Sebagai gembala memimpin pada kebenaran. Jangan marah kalau diingatkan, kalau diberi tahu. Tugas kita bersaksi, tetapi bukan menghimbau, bukan mengajar.
I Timotius 2:11-12
2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
b) Menghujat nama Yesus. Salah satu kuasa nama Yesus adalah kuasa pengampunan.
Lukas 24:47
24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Jadi menghujat nama Yesus artinya mempermainkan pengampunan yaitu mengulang-ulang dosa yang sudah diakui! Kalau sudah diampuni, jangan diulang lagi! Buang, tinggalkan dosa. Jangan mempermainkan kuasa nama Yesus.
Kisah Para Rasul 10:43
10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
c) Menghujat kemah kediaman Allah. Kemah kediaman Allah itulah Tabernakel. Tabernakel sudah hancur, tidak ada lagi. Tetapi yang ada adalah pengajaran Tabernakel, pengajaran pembangunan Tubuh Kristus, pembangunan Mempelai Wanita Tuhan, ajaran yang sehat. Menghujat kemah kediaman Allah artinya pengajaran benar dibilang palsu, dijauhi, dihindari. Sedangkan pengajaran yang palsu dibilang benar, didukung mati-matian. Belum tahu kebenaran sudah dituduh palsu! Itu menghujat.
d) Menghujat mereka yang diam di sorga. Ini orang-orang kudus. Menghujat orang-orang suci, mulai memfitnah, menggosipkan, membenci, dihakimi, dicari-cari kekurangannya. Kalau mau cari-cari kekurangan orang, gampang sekali sebab memang kita banyak kekurangan.
Ini tanda-tanda gereja daging, tubuh, jiwa dan rohnya daging. Perbuatannya daging, pikirannya daging, jiwanya daging, rohnya roh menghujat, rohnya juga daging. Tidak mungkin masuk dalam kerajaan Sorga. Sorga itu bukan tempatnya manusia darah daging, tidak mungkin masuk ke sana.
Manusia daging = manusia celaka = tubuh maut.
Roma 7:18-25
7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tubuh kita ini tubuh maut, hanya membawa pada kebinasaan. Hanya Yesus yang sanggup melepaskan kita dari tubuh maut. Lewat apa?
a) Lewat kematian dan kebangkitannya. Sekarang saya mau lepas dari tubuh maut, dari manusia daging, maka saya harus bersekutu dalam kematian dan kebangkitan Yesus lewat baptisan air yang benar. Di situ kita mati bersama Yesus, bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru, hidup dalam kebenaran.
Syarat baptisan air yang benar mati terhadap dosa. Pelaksanaannya dikubur bersama Yesus di dalam air, ada meterai Allah Tritunggal yang jelas, ditangani oleh hamba Tuhan yang benar tahbisannya. Maka kita akan bangkit dalam hidup yang baru, hidup dalam kebenaran. Hidup benar itu lepas dari dosa, lepas dari maut. Manusia itu seumur hidupnya terikat dengan dosa, takut kepada maut, sebab itu kita harus lepas dari dosa.
Ibrani 2:14-15
2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Manusia daging itu takut akan maut, jadi dia diperhamba terus oleh maut sehingga dia berbuat dosa terus. Makanya harus dikubur, harus mati bersama Yesus, untuk bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Biarlah sesuai dorongan Firman, jangan dorongan manusia, jangan dorongan orang tua, jangan dorongan pacar atau siapa saja. Biarlah oleh dorongan Firman, saya mau lepas dari tubuh maut ini. Yang sudah dibaptis ayo praktekan dalam hidup sehari-hari, hidup benar, lepas dari maut, lepas dari dosa.
b) Lewat Roh Kudus. Roh Kudus memberi hidup.
Roma 8:11,13
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Hari ini kita memperingati hari ketuangan Roh Kudus. Kita minta Roh Kudus, biar Roh Kudus mengurapi kita, memenuhi kehidupan kita, sampai meluap-luap di dalam kita.
Lewat baptisan air kita hidup benar, oleh Roh Kudus kita bisa melayani Tuhan dengan benar. Sudah hidup benar, layani Tuhan dengan benar, jangan nganggur. Kita minta Roh Kudus supaya kita bisa melayani Tuhan dengan benar. Lewat Roh Kudus kita tampil sebagai pelayan Tuhan seperti angin dan seperti api. Kalau angin kolaborasi dengan api benar-benar dahsyat, badai api, siapa yang bisa halangi!
Yohanes 3:6-8
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
Ibrani 1:7
1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."
Ayo pelayan Tuhan jadi seperti angin dan seperti api, tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun, tidak terhalang dalam pelayanan.
Tanda-tanda pelayan seperti angin:
1) Angin itu ada tetapi tidak ada. Bukan tidak ada tetapi merasa ada.
Filipi 2:5-7
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Artinya melayani tanpa menuntut hak, tidak menuntut dipuji, tidak menuntut dihormat, tidak menuntut dibantu dan lain-lain. Melayani itu lakukan kewajiban saja, tidak usah menuntut.
Juga melayani hanya kekuatan dari Tuhan, bukan dengan kekuatan sendiri. Biarpun pintar menyusun kata-kata, tetapi tidak menggunakan kekuatan sendiri, melainkan dengan kekuatan Tuhan, Jago main musik, tetapi bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kekuatan Tuhan.
Kalau dengan kekuatan sendiri kita bertahan sampai berapa lama, suatu saat akan menurun. Kekuatan daging merosot, guru di sekolah nanti pensiun, yang kerja di kantor nanti pensiun. Tetapi kalau dengan kekuatan dari Tuhan, pelayanan tidak akan pernah merosot. Justru usia semakin tua, semakin gemuk dan segar, bukan loyo. Apalagi yang masih muda!
2) Angin kemana ditiupkan ke sana dia berhembus. Artinya taat dengar-dengaran pada Firman apapun resikonya, sampai daging ini tidak bersuara.
Kalau melayani seperti angin ada hasilnya:
1) Filipi 2:9-10
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
Ada kuasa nama Yesus untuk mengalahkan trio setan sumbernya air mata, sumbernya masalah, sumber kegagalan, kalah semuanya, kita menang. Kalau jadi angin tidak usah takut, kita pasti menang. Banyak tantangan di dalam pelayanan, tetapi posisikan diri sebagai angin. Saya ditekan, saya belajar jadi angin, saya bukan siapa-siapa dan Tuhan pasti berikan kemenangan. Apalagi kalau sudah difiitnah apa yang tidak saya lakukan, saya belajar diam saja. Tetapi Tuhan perhitungkan, Tuhan berikan kemenangan. Angin tidak kelihatan tetapi dibutuhkan.
2) Kita membawa bau harum Yesus di mana-mana.
II Korintus 2:14-15
2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Artinya kita dipakai sebagai terang kesaksian. Kita bersaksi tentang Firman yang sudah kita alami.
3) Ada pembukaan pintu-pintu. Tuhan sanggup membukakan pintu apa saja untuk kita. Angin itu biarpun pintu sudah ditutup rapat-rapat, dia bisa masuk di celah-celah.
4) Kita dimeterai dengan nama Tuhan, dimiliki oleh Tuhan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Wahyu 7:1-3
7:1 Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.
7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
Suatu saat angin distop, artinya suatu saat tidak ada lagi kesempatan untuk mau melayani Tuhan, untuk dipakai Tuhan. Kalau saat itu baru mau melayani, sudah terlambat. Lebih baik sekarang kita melayani dengan kekuatan Roh Kudus, melayani seperti angin. Yang sudah digerakan melayani jangan ditahan-tahan. Melayani bukan nanti zangkoor, bisa melayani sebagai pendoa, sebagai tim besuk, transkrip khotbah dan lain-lain.
Tanda pelayan Tuhan seperti api:
1) Mengalami api penyucian dalam sistem penggembalaan. Ingat Musa waktu dia mau diutus melayani Tuhan, dia lihat ada api di tengah-tengah semak tetapi semaknya tidak terbakar. Itu api penyucian Tuhan. Waktu itu Musa menggembalakan domba.
Kita mengalami api penyucian dalam penggembalaan:
v Dalam ibadah pendalaman Alkitab kita disucikan oleh api Firman.
v Dalam ibadah raya kita disucikan oleh api Roh Kudus.
v Dalam ibadah doa kita disucikan oleh api kasih Allah.
Semakin suci, semakin dipakai oleh Tuhan, semakin menyala-nyala.
Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Kita raba diri kita masing-masing, saya ini semakin suci atau tidak. Kalau semakin malas, semakin loyo, semakin tidak sungguh-sungguh, itu berarti kesuciannya sudah merosot! Kalau kesuciannya meningkat akan semakin menyala-nyala melayani Tuhan. Mau ada gembala atau tidak ada gembala, tetap menyala-nyala melayani Tuhan sampai garis akhir. Kita tidak mundur apapun tantangan yang dihadapi.
2) Mau menerima api ujian.
I Petrus 4:12-14
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Rela menerima nyala api ujian, penyucian terakhir, bentuknya macam-macam, ada yang diizinkan sakit. Sudah sungguh-sungguh melayani koq malah sakit. Ada yang diizinkan merosot ekonominya, ada yang dikucilkan. Jadi macam-macam bentuk ujiannya. Tuhan tidak pernah memberikan ujian melebihi kemampuan kita.
Semakin besar nyala api ujiannya, semakin luar biasa urapanNya. Jadi Roh Kudus itu bukan saja mau mengurapi, Roh Kudus juga mau memenuhi kita. Bukan hanya sampai pada kepenuhan Roh Kudus, Roh Kudus meluap-luap di dalam kita. Apa bukti Roh Kudus meluap-luap? Ketika ujian kita bisa berkata terserah Engkau Tuhan. Tidak ngomel lagi, tidak bersungut, tidak mengeluh tidak mempersalahkan Tuhan, tidak mempersalahkan orang lain atau merasa lebih benar dari orang lain. Tinggal berseru kepada Tuhan, Engkau izinkan saya mengalami ini, terserah Engkau Tuhan.
Seperti Yesus, di taman Getsemani, Dia berseru ‘Bapa kalau boleh, lalukan cawan ini dari padaKu’. Tetapi Yesus kunci ‘biarlah kehendakMu yang jadi, bukan kehendakKu yang jadi’.
Mungkin ujiannya dari keluarga, semakin dia sungguh-sungguh keluarganya semakin menekan. Bahkan kadangkala dijadikan ATM berjalan sama keluarganya, dikuras terus, kalau tidak dikasih dicaci maki. Itu ujian yang dihadapi. Sudah nikmati saja ‘biar kehendakMu Tuhan yang jadi’. Itu Roh Kudus sudah meluap-luap.
Jangan takut, kalau kita sudah melayani seperti angin, seperti api, kita mau taat, suci, setia bernyala-nyala maka hidup kita bersuasana takhta Tuhan.
Daniel 7:9
7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Hidup kita bersuasana takhta Tuhan, hidup kita dalam kasih karunia Tuhan.
Ibrani 4:16
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Tidak usah takut, Dia sanggup menolong, melakukan mujizat apa saja dalam hidup kita. Tantangan demi tantangan kita hadapi, tetapi Tuhan sanggup menolong. Kita menjadi pelayan Tuhan bagaikan angin dan api, tidak bisa dihalangi di dalam pelayanan. Sampai nanti kita bisa duduk setakhta dengan Yesus di Yerusalem yang Baru.
Tuhan Yesus memberkati.