20260821

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 4 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 16:12-13a

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

16:13a Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

 

Pekerjaan Roh Kudus yang pertama di ayat 8 sampai 11 yaitu menginsafkan kita akan dosa, ini kena pada jabatan rasul. Yang kedua memimpin kepada seluruh kebenaran. Ini kena dengan jabatan gembala. Jadi gembala dalam urapan Roh Kudus, memimpin jemaat pada seluruh kebenaran.

Yohanes 8:32,36

8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

 

Ayat 32 kebenaran ini memerdekakan kita, ayat 36 Yesus Anak Allah memerdekakan kita. Jadi Yesus adalah kebenaran! Wujudnya sekarang dalam gereja adalah Firman penyucian.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Kalau 3 ayat ini digabungkan, gembala dalam urapan Roh Kudus memimpin sidang jemaat kepada Yesus lewat Firman penyucian, sampai sidang jemaat berhasil menjadi Mempelai Wanita bagi Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Sekarang kita raba, saya ini sudah dipimpin kepada Yesus atau belum. Saya ini digembalakan pada penggembalaan yang tepat atau belum tepat. Kebenaran itu memerdekakan. Jadi bukti kita dipimpin oleh Yesus kita mengalami kemerdekaan atau kelepasan dari dosa, dari dunia, dari daging dengan segala hawa nafsunya. Dulu saya terikat oleh dosa, sekarang saya digembalakan di sini, saya tetap terikat atau sudah terlepas! Sebagai gembala saya juga harus koreksi diri kalau jemaat yang digembalakan tidak mengalami kelepasan, terikat terus oleh dosa. Periksa diri, jangan sampai salah mengajar, bukan Firman penyucian yang disampaikan. Atau pengajaran yang benar disampaikan tetapi tidak dipraktekan. Ada jemaat sampai berkata kalau datang ibadah muak, karena Firman yang disampaikan tidak sesuai praktek hidup gembala yang memberitakan. Nikah-nikah yang datang digembalakan di situ bukan tambah baik tetapi tanpa hancur-hancuran, karena gembala tidak praktek Firman.

 

Jadi dua-dua dikoreksi. Sebagai gembala saya koreksi diri, harus mengawasi diri, awasi juga ajaran. Apa yang saya ajarkan harus sudah saya kerjakan, supaya dalam pengajaran itu ada wibawa Kristus. Jemaat yang datang mengalami wibawa Kristus sehingga mengalami kelepasan dari dunia, dari dosa, dari daging. Jemaat koreksi diri juga. Saya sudah tergembala dengan benar atau belum selama ini mendengar Firman dengan sungguh-sungguh atau tidak. Kalau mendengar dengan sungguh-sungguh pasti mengalami kelepasan.

 

Ada 2 tahap kelepasan:

1.      Roma 3:23-24

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

 

Kita dimerdekakan oleh Korban Kristus Yesus di kayu salib, oleh darah Yesus. Sarana untuk lepas dari dunia, dari dosa, dari daging sudah tersedia, itulah Korban Kristus di kayu salib. Tinggal kita manfaatkan. Bagaimana cara memanfaatkannya? Mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama.

I Yohanes 1:7,9

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

2.      Setelah lepas dari dosa jangan berhenti sampai di situ. Bawa diri digembalakan untuk kita bisa menerima Firman penyucian, Firman pengajaran yang benar.

Roma 6:17-18

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

 

Pengajaran yang sudah kita terima dari pendahulu pegang teguh, jangan ditambah kurang, jangan diotak-atik, jangan dirubah sana sini. Kalau sudah ditambah kurang, diotak atik, tidak punya kuasa lagi untuk menyucikan kita.

 

Saya bersyukur digembalakan di tempat ini oleh hamba Tuhan yang berpegang teguh pada pengajaran yang diterima dari pendahulu. Di sekolah Alkitab saya digembleng dan dibimbing oleh guru yang berpegang dalam pengajaran yang disampaikan para pendahulu. Mari kita berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar.

 

Sikap terhadap kebenaran:

1.      Sikap yang negatif:

Yohanes 8:33

8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"

 

Merasa tidak pernah menjadi hamba dosa = merasa tidak ada dosa. Orang seperti ini cenderung menghakimi orang lain. Pada dirinya ada kebenaran diri sendiri, bukan kebenaran Tuhan yang ada padanya. Padahal dia sedang diikat dengan kuat oleh setan. Kadang mendengar Firman malah berkata ini bukan untuk saya, ini untuk suami saya, untuk isteri saya. Tidak pernah berkata terima kasih Tuhan, Firman ini untuk saya. Sama seperti orang Farisi waktu berdoa di Bait Allah, aku memberi perpuluhan, aku berpuasa, aku tidak sama seperti pemungut cukai ini. Ini merasa tidak punya dosa. Tetapi pemungut cukai berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah ke atas dan berdoa ampuni aku orang berdosa. Apa yang Yesus katakan? Dari kedua orang ini siapa yang dibenarkan? Pemungut cukai. Orang Farisi tetap tinggal di dalam dosanya, tidak pernah merdeka,  merasa sudah merdeka padahal tidak!

Lukas 18:11-14

18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

Pemungut cukai itu pulang sebagai orang merdeka, orang Farisi tidak! Firman itu akan digenapi, ada yang menggenapi secara positif, ada yang menggenapi secara negatif. Janganlah kita menggenapi secara negatif, tetapi kita menggenapi Firman secara positif.

 

2 orang datang di Bait Allah, sama-sama beribadah, sama-sama melayani Tuhan, tetapi sikapnya berbeda. Ada yang seperti orang Farisi ini, tetapi ada yang seperti pemungut cukai, ini sikap yang positif.

 

2.      Sikap yang positif

Yesaya 51:1-2

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.

51:2 Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

 

Ini sikap yang positif, mengejar kebenaran. Mengejar itu berarti dengan suatu kecepatan. Tidak ada orang mengejar jalan santai. Artinya kita gunakan waktu dan kesempatan dengan maksimal untuk mendengar dan praktek Firman! Segera, dengan kecepatan penuh! Setelah mendengar Firman, ditunjuk salah kita, segera mengaku, jangan berlambat-lambat! Dengar Firman mengarahkan kita untuk melayani, segera lakukan. Dengar Firman mengarahkan kita untuk tergembala, segera lakukan, jangan tunda-tunda waktu.

 

Suka menunda waktu itu rumusnya setan. Kalau rumusnya Tuhan, perintah Tuhan kepada Musa nantikanlah Firaun. Berarti Musa lebih dulu ada di situ. Beda nantikan dengan nanti dulu. Bertobat, nanti dulu. Melayani, nanti dulu. Tergembala,nanti dulu. Akhirnya didahului setan, hancur orang itu! Tidak pernah lepas, karena berlambat-lambat.

 

Ingat contoh orang berlambat-lambat dalam Alkitab adalah Lot sekeluarga. Apa yang terjadi? Isterinya menjadi tiang garam. Lot dan 2 anaknya sudah selamat dari Sodom dan Gomora tetapi tidak selamat dari dosa kenajisan, dia jatuh dengan kedua anak gadisnya. Ngeri kalau berlambat-lambat dalam hal yang rohani, dampaknya ke nikah! Kalau kita sayang nikah kita, rindu nikah kita masuk nikah yang sempurna, jangan berlambat-lambat dalam hal yang rohani. Ingat isteri Lot, jadi tiang garam. Ini karena berlambat-lambat dalam hal yang rohani, terutama lambat dalam mempraktekan Firman.

Kejadian 19:15-16,22,26

19:15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."

19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.

19:22  Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.

19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

 

Selanjutnya Lot tinggal di gua, di gunung. Ini orang berlambat-lambat akhirnya tinggal di gua. Gua itu gelap, artinya tinggal di dalam kegelapan.

Kejadian 19:30

19:30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

 

Hidup dalam gua, dalam kegelapan dosa. Buktinya jatuh dengan kedua anak gadisnya. Orang yang hidup dalam kegelapan malam, mabuk dan tidur. Lot mabuk lalu tidur dengan anak gadisnya sendiri.

 

Mari kita gunakan waktu dengan maksimal, segera, jangan berlambat-lambat.

 

Untuk mengejar kebenaran, ada 2 indera yang penting:

1.      Yesaya 51:1

51:1 Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.

 

Untuk mengejar kebenaran, telinga lebih dulu ditangkap oleh Roh Kudus, sehingga telinga ini hanya untuk mendengar Firman pengajaran yang benar. Bukan mendengar yang lain, dengar gosip, dengar ajaran-ajaran lain. Saya belajar tips dari Saul, kalau ada omongan yang miring dia pura-pura tuli.

 

Pakai telinga mendengar Firman, dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Seperti Abraham mendengar panggilan Tuhan dan dia mengalami kelepasan.

Kejadian 12:1

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

 

Telinga kita pakai mendengar Firman supaya lepas dari dunia dengan segala ikatannya, lepas dari kedagingan dan lepas dari bapa yang lama yaitu iblis, lepas dari dosa! Kita bisa menuju Kanaan yang rohani yaitu kegerakan. Telinga yang mendengar Firman dan dengar-dengaran mengarahkan kita untuk dipakai Tuhan dalam kegerakan rohani, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus dan kita berhasil mencapai Yerusalem Baru.

 

2.      Mata kita ditangkap oleh Tuhan untuk memandang 2 hal.

a)      Memandang gunung batu yang dari padanya kita diambil, artinya:

I Korintus 10:4

10:4  dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

 

Memandang gunung batu yang digali, dipahat = mata kita memandang Korban Kristus. Waktu dicambuk, Yesus bagaikan gunung batu yang dipahat. Waktu Yesus dipaku di kayu salib bagaikan gunung batu yang digali. Itu yang kita pandang, yaitu Korban Kristus yang menjadi dasar ibadah kita.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

Jadi mata yang dikuasai Firman, pandangannya tertuju pada ibadah pelayanan. Dia betul-betul menghargai ibadah pelayanan. Bukan untuk memandang yang lain, perkara dunia.

 

Kenapa Lot sudah keluar dari Sodom dan Gomora tetapi dia tetap hancur, jatuh dengan kedua anak gadisnya? Karena mata Lot hanya memandang perkara-perkara dunia. Waktu dia melihat lembah Sodom dan Gomora sangat subur, dia berkata itu taman Tuhan. Perkara dunia dianggap rohani. Ini pandangan yang tidak dikuasai Firman.

Kejadian 13:10

13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —

 

Apa tandanya pandangannya kelihatan pandangan rohani? Dia melihat seperti taman Tuhan. Pandangannya hanya tertuju pada yang jasmani tetapi menganggap itu tidak apa-apa. Tidak apa-apa tidak beribadah, tidak apa-apa sekali-sekali tidak melayani, Tuhan tahu, inikan juga penting, tujuannya rohani juga, padahal tidak! Itu tanda pandangan sudah tertuju pada perkara yang dunia!

 

Mulai dari kami gembala, om kenapa tidak melayani? Istirahat sekali-sekali, ini juga penting, supaya bisa melayani seterusnya. Tetapi tugasnya sudah dia lalaikan! Kecuali ikut ibadah persekutuan keluar. Kalau hanya untuk jalan-jalan, pandangannya sudah duniawi. Tugas gembala membawa jemaat bertemu Yesus, memimpin jemaat pada seluruh kebenaran, ini malah sibuk dengan yang jasmani.

 

b)      Memandang nikah Abraham dan Sara.

Ini nikah yang terjaga kesuciannya. Ketika Sara diambil orang, selalu Tuhan bela dan dikembalikan. Ketika diambil Abimelekh, Abimelekh kembalikan dan membawa 1000 syikal perak, bukti kesucian Sara. Jadi memandang Abraham dan Sara artinya menghargai nikah. Ini pandangan yang suci, pandangan dikuasai Firman, dia menghargai nikahnya. Tuhan tidak mau dipermainkan, hargai nikah! Kesucian dan kesatuannya dihargai.

 

Perhatikan kaum muda, jangan karena jodoh sehingga hubungan dengan orang tua jadi retak. Kalau itu jodoh dari Tuhan, hubungan dengan orang tua tetap baik. Karena Alkitab katakan, nikah yang benar itu nikah yang direstui. Seorang laki-laki meninggalkan ayah ibunya untuk menyatu dengan isterinya, itu artinya direstui. Bukan malah dicerai beraikan. Ini masa depanku, bukan urusannya orang tua, akhirnya dengan orang tua, dengan keluarga terputus karena jodoh. Salah! Itu tidak menghargai nikah. Nikah itu untuk menyatu. Kalau ada seperti itu, diselesaikan!

 

Pandang nikah Abraham dan Sara, jangan ada sesuatu yang jasmani antara suami dan isteri. Yang ada hanya pribadi Yesus, Korban Kristus Yesus. Kadangkala anak yang membuat suami isteri tidak menyatu. Cucu membuat suami isteri tidak menyatu. Jangan! Hargai nikah kita untuk mencapai nikah yang sempurna, nikah antara Kristus Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna, Mempelai WanitaNya.

 

Wahyu 19:6-9

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 

Nikah kita mengarah pada nikah yang sempurna.

 

Ayo kita pandang Korban Kristus, pandang ibadah pelayanan, hargai itu. Pandang nikah Abraham Sara. Hormati dan hargai nikah, kesuciannya, kesatuannya dihargai sungguh-sungguh supaya bisa mencapai nikah yang sempurna, pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Ingat perjanjian pada masa muda, jangan dilupakan! Jangan hanya gombal di hadapan jemaat, di hadapan gembala, tetapi tidak dilakukan!

Maleakhi 2:14-15

2:14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

 

Yang dikehendaki dari kesatuan nikah adalah keturunan Ilahi, berarti perkara yang rohani. Nikah itu bukan untuk perkara daging, tetapi untuk perkara yang rohani.

 

Ingat ikrarnya dulu! Ya saya bersedia, saya mau. Tetapi setelah ada anak, lupa!

 

Jadi supaya kita merdeka dari dunia, daging dan dosa maka kita harus menghargai ibadah, menghargai nikah. Kejar kebenaran, kita mengalami kelepasan demi kelepasan sampai kelepasan puncak, terangkat ke awan-awan bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati