20260425

Kebaktian Kaum Muda, Sabtu 25 April 2026 Pdt. Handri Legontu

 

 

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 17:1-7

17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"

17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"

17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

 

Dalam terang Tabernakel pasal ini terkena pelita emas. Secara rohani pelita emas artinya persekutuan gereja Tuhan dengan Allah Roh Kudus. Akhir zaman ini semakin sukar sulit secara jasmani, terutama secara rohani, manusia untuk hidup benar dan suci sangat sulit, sebab itu kita butuh Roh Kudus.

 

Salah satu pekerjaan Roh Kudus menginsafkan kita dari dosa.

Yohanes 16:8-9

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

 

Jadi pekerjaan Roh Kudus menyadarkan kita akan dosa supaya kita akui kepada Tuhan dan kepada sesama. Setelah diampuni jangan diperbuat lagi. Ketika kita berbuat dosa lalu hati kita berdebar-debar, itu pekerjaan Roh Kudus menyadarkan kita untuk kita akui dan diampuni. Tetapi ada dosa yang tidak terampuni yaitu dosa tidak percaya Yesus. Yang mengampuni dosa adalah Yesus dengan darahNya, bagaimana kita mendapat pengampunan dosa kalau tidak percaya Yesus. Bangsa Israel tidak percaya kepada Tuhan, mereka berkata ‘adakah Tuhan’.

 

Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan menubuatkan perjalanan gereja Tuhan di padang gurun dunia menuju ke Yerusalem Baru. Ada 2 keadaan bangsa Israel di padang gurun = 2 keadaan manusia tanpa Roh Kudus. Kita periksa dan raba diri kita, ada Roh Kudus atau tidak. Jangan hanya mengaku-ngaku ada Roh Kudus, tetapi harus ada bukti nyata.

1.      Haus = tidak pernah puas

Di padang gurun ada tempat-tempat persinggahan. Dunia yang kita tempati ini menawarkan kepuasan yang bersifat sementara, kepuasan yang semu. Digambarkan dengan tempat-tempat persinggahan di padang gurun, tetapi tidak ada air. Waktu lulus SMP mau masuk SMA, senang, puas, masuk 3 besar, nilainya lumayan. Tetapi nanti masuk tes SMA mulai bingung lagi, banyak tantangannya. Lulus SMA dapat nilai bagus, puas. Mau masuk kuliah,  tidak ada biaya, tidak bisa lanjut. Inilah kepuasan di dunia ini, menawarkan kepuasan tetapi hanya bersifat sementara. Hanya disaat rekreasi rasa senang, puas, tetapi sesudah itu mulai lagi bergumul dengan hidup sehari-hari.

 

Karena kepuasannya sementara, manusia terus terikat dengan dunia, sehingga tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Yakobus 4:4

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

 

Sudah tidak setia beribadah karena mengejar kepuasan di dunia, tetapi tetap tidak puas. Pergi rekreasi, sibuk dengan perkara dunia, tetap tidak puas. Karena tetap tidak puas dengan dunia ini, maka akhirnya manusia mencari kepuasan lewat berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Ngeri sekali dan banyak anak muda yang berguguran dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Itu semua karena tidak puas. Sudah punya 1 pacar tidak puas, tambah 1 lagi, tidak puas, ganti lagi, tidak pernah mengalami kepuasan.

 

Jadi kepuasan dari dunia dan dari dosa adalah kepuasan daging. Kepuasan daging itu menipu! Hanya membawa kita pada kebinasaan.

I Korintus 15:50

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

 

Kaum muda remaja jangan hanya mengejar kepuasan di dunia, apalagi berbuat dosa, itu hanya kepuasan daging! Contohnya merokok, habis makan yang pedis merokok supaya hilang pedisnya. Narkoba supaya segar, supaya enak. Sebenarnya tidak pernah puas, itu kepuasan daging, hanya membawa kebinasaan, tidak bisa masuk dalam kerajaan Sorga.

 

Semua yang hebat kita capai di dunia ini kalau tanpa Roh Kudus, tidak akan pernah memberi kepuasan. Kekayaan, kalau tanpa Roh Kudus tidak memberi kepuasan. Tamatan kampus yang hebat, nilai yang hebat, tetapi kalau tanpa Roh Kudus tidak memberikan kepuasan. Kedudukan, mungkin ada kaum muda menjadi anggota dewan atau nanti jadi camat, jadi kepala desa, tidak memberi kepuasan. Hanya Roh Kudus yang memberi kepuasan.

 

Kaum muda seringkali mengejar pacar, kalau tidak ada Roh Kudus tidak puas. Dapat pacar satu, tidak puas. Semua yang didapat di dunia ini, sampai nanti menikahpun, kalau tanpa Roh Kudus tidak akan pernah puas. Malah justru membawa kita jatuh dalam dosa. Kaya justru berbuat dosa. Dapat ijazah, pandai, malah berbuat dosa. Dapat kedudukan di dunia, malah berbuat dosa, korupsi dan lain-lain. Dapat pacar, malah berbuat dosa. Sampai menikahpun malah berbuat dosa. Itu kalau tanpa Roh Kudus!

 

Dulu waktu belum ada ijazah, setia ibadah pelayanan. Sesudah dapat ijazah, mulai berbuat dosa yaitu dosa tidak setia. Waktu belum dapat pacar, hidup benar dan suci. Begitu sudah dapat pacar, ikut-ikut yang ada di handphone, di televisi, berbuat dosa, sehingga binasa!

 

Dosa bangsa Israel di padang gurun adalah bersungut-sungut. Kaya kalau tanpa Roh Kudus banyak bersungut. Ada kedudukan tanpa Roh Kudus, bersungut dan bertengkar. Bertengkar itu pasangannya adalah iri hati. Kekayaan dan kedudukan banyak kali menimbulkan iri hati. Ijazah menimbulkan iri hati, bahkan sudah lengser dari kedudukan, masih digugat ijazahnya. Juga pacar bisa menimbulkan iri hati dan pertengkaran. Iri hati dan perselisihan itu tanda manusia duniawi, manusia daging tanpa Roh Kudus.

I Korintus 3:3

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

 

Om berdoa supaya kaum muda punya ijazah, pintar, punya kedudukan, punya kekayaan, kaum muda yang diberkati, orang muda yang kaya. Tetapi semua itu tidak ada artinya kalau kita tidak punya Roh Kudus. 2 hamba Tuhan muda om ingatkan supaya ada Roh Kudus, sebab kalau tidak ada tidak akan bisa bertahan, hanya berbuat dosa.

 

Iri hati dan perselisihan kadang dianggap biasa sehingga tidak diselesaikan. Iri lihat temannya sudah punya kedudukan, punya ijazah. Iri hati, pertengkaran, perselisihan, kalau tidak diselesaikan mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Mulai merokok, minum, narkoba. Karena temannya dia lihat sudah punya pacar, dia juga mulai cari pacar siapa saja sehingga jatuh dalam dosa makan minum, dosa kawin mawin.

 

Roma 13:13

13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

 

Dosa perselisihan dan iri hati yang dianggap kecil ini justru setara dengan dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Saya hamba Tuhan kalau mulai iri lihat hamba Tuhan yang lain, bisa jatuh dengan jemaat, jatuh dengan pengerja, dengan rekan pelayan. Makanya dijaga hati ini dari iri dan perselisihan.

 

Dosa itu adalah beban yang terberat, membebani manusia mulai di dunia ini sampai nanti di neraka. Kalau sakit hanya di bumi ini, kalau sudah meninggal selesai. Miskin hanya di dunia ini, kalau meninggal selesai. Tetapi kalau dosa, di dunia ini sampai di neraka, binasa selamanya! Makanya tempat bangsa Israel bertengkar dengan Tuhan disebut Masa dan Meriba. Masa artinya beban atau tanggungan. Bangsa Israel berbuat dosa, bersungut-sungut. Mulai dari bersungut, itu sudah membebani hidup kita. Kalau selalu bersungut, biar berkatnya melimpah, itu beban! Tetapi kalau mengucap syukur, biar di mata manusia berkatnya kecil, dia berbahagia. Meriba artinya air perbantahan. Hati-hati, jangan berbantah-bantah, bersungut, bertengkar, itu membawa pada hakim yang akan menghukum kehidupan kita.

I Korintus 10:10

10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

 

Kalau bersungut-sungut hanya bertemu malaikat maut, bertemu Tuhan sebagai hakim. Bersungut-sungut itu hanya membawa pada kebinasaan. Hidupnya jadi berbeban terus karena bersungut. Ayo kaum muda, bersyukurlah. Apa yang kita sudah dapatkan yang Tuhan berikan, mari kita syukuri. Kalau banyak bersungut, biar melimpah yang dia dapat, hidupnya berbeban berat terus, bersuasana maut. Suasana penderitaan dan berbeban berat itu maut!

 

2.      Tidak percaya Tuhan

Dosa tidak percaya ini dosa yang tidak bisa terampuni. Orang yang tidak percaya Tuhan dia sudah berada di bawah hukuman. Bukan nanti, tetapi sudah berada di bawah hukuman. Mungkin di mulut mengaku orang Kristen, tetapi praktek hidup sehari-harinya bagaimana!

Yohanes 3:18

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

 

Dunia dengan segala pengaruhnya terus mengikis iman gereja Tuhan.

 

Tidak percaya kepada Tuhan dimulai dari ragu, bimbang terhadap Tuhan, terhadap Firman Tuhan dan terhadap kuasa Tuhan.

Yakobus 1:6-8

1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

 

Orang bimbang tidak menerima sesuatu dari Tuhan = tidak selamat = binasa! Ketika kaum muda diperhadapkan dengan kesulitan di dunia, jangan bimbang terhadap kuasa Tuhan, jangan bimbang terhadap pengajaran. Apalagi kita sudah ada dalam pengajaran, pegang teguh! Kaum muda ini generasi akhir, bukan generasi penerus, karena setelah ini Yesus sudah mau datang.

 

Jangan bimbang terhadap Firman pengajaran yang benar. Karena jodoh, mulai bimbang dan ragu terhadap pengajaran yang benar. Itu tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan. tidak selamat = binasa! Ayo jangan ragu, jangan bimbang, pegang teguh Firman Tuhan. Ketika menghadapi kesulitan, jangan bimbang terhadap kuasa Tuhan, yakin Tuhan pasti menolong. Jangan cari jalan keluar di luar Firman. Masalah sekolah, mulai cari jalan keluar di luar Firman. Mulai pakai joki supaya dapat ijazah. Atau copy paste skripsi orang lain, tinggal diubah-ubah sedikit.

 

Kalau disimpulkan, tidak pernah puas dan tidak percaya Tuhan = keras hati! Bagaikan mengambil batu melempari Musa. Kalau tidak puas, tidak percaya Tuhan, hanya menyakiti hamba Tuhan. Musa itu gembala, menyakiti gembala. Gembala pusing menghadapi kaum muda yang tidak pernah puas. Gonta ganti pacar. Apalagi sudah menikah masih lirik yang lain. Itu bagaikan melempari Musa dengan batu. Itu orang yang keras hati, hanya menyakiti sesama, menyakiti gembala, hanya menyakiti Tuhan.

 

Bangsa Israel sudah ditolong Tuhan, 10 tulah mereka lihat menimpa Mesir dan mereka tidak kena. Mereka menyeberang laut Teberau dan mereka menyanyi memuliakan Tuhan. Tetapi cuma karena tidak ada air, sudah menyakiti Tuhan, tidak percaya kepada Tuhan. Sama dengan mengambil batu melempar sesama, melempar hamba Tuhan, melempari Tuhan dengan kata-kata. Sudah menyakiti hati sesama, hati orang tua, hati gembala, sampai hati Tuhan di sakiti.

 

Sebab itu kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Mari kaum muda kita bergumul hari-hari terakhir ini, minta Roh Kudus, maka kepada kita diberi.

 

Proses mendapatkan Roh Kudus:

1.      Dari pihak Tuhan: gunung batu harus dipukul.

Mazmur 18:3

18:3 Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!

 

Siapa gunung batu? Itulah pribadi Tuhan Yesus, harus dipukul. Bukan berarti kita pukul Tuhan!

I Korintus 10:4

10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

 

Gunung batu harus dipukul artinya Yesus Kristus yang adalah Tuhan lahir sebagai manusia harus mati di kayu salib. Tetapi Dia tidak mati selamanya, Yesus bangkit dan naik ke Sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Dari pihak Tuhan sudah diberikan sarana yaitu Korban Kristus. Yesus sudah mati supaya kita bisa dipenuhkan Roh Kudus, berarti semua kita bisa dipenuhkan Roh Kudus, tinggal dari pihak kita, ada upaya atau tidak.

Yohanes 16:7

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

 

Yesus harus mati, bangkit dan naik ke Sorga mencurahkan Roh Kudus kepada kita. Seharusnya semua manusia mendapat Roh Kudus, tetapi ada yang lain tidak dapat. Kenapa yang lain penuh Roh Kudus, yang lain lagi tidak? Karena keras hati.

 

2.      Dari pihak kita hancurkan kekerasan hati, yang membuat tidak pernah puas dan tidak percaya Tuhan. Bagaimana prakteknya menghancurkan kekerasan hati?

a)      Merendahkan hati untuk menerima koreksi Firman pengajaran yang benar = mendengar dan melakukan Firman. Kadang ketika Firman datang malah disambut dengan sombong, tinggi hati, tidak mau terima, malah marah, tersinggung, kita cari-cari siapa yang lapor sama pak gembala, koq dosaku dihantam terus. Padahal itu kasih Tuhan kepada kita. Ayo kaum muda bersikap yang baik dalam mendengar Firman, sampai praktek Firman, maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

b)      Mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama oleh dorongan Firman. Bukan karena sudah terpojok, sudah ketahuan, sudah ketangkap basah. Kita mengaku kepada Tuhan dan kepada sesama dengan penuh penyesalan dan dengan hancur hati!

c)      Merendahkan diri untuk menyembah Tuhan. Gunung batu tinggi, dihancurkan jadi rendah. Batunya hancur, tinggal tanah. Merendahkan diri menyembah Tuhan, mengaku hanya tanah liat yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan Tanah liat kalau tanpa Roh Kudus hanya patung!

Kejadian 2:7

2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

 

Nafas hidup itu adalah Roh Kudus.

Kejadian 6:3

6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

 

Kalau kita manusia tanpa Roh Kudus, kita hanya seperti patung. Patung tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan berjalan, berkedippun tidak bisa!

 

Saya sebagai gembala juga masih banyak kekurangan kelemahan. Akui kepada Tuhan, ini kelemahan dan kekuranganku Tuhan, maka Roh Kudus dicurahkan mengisi hati kita yang tidak pernah puas, yang tidak pernah percaya. Maka kita menjadi Bait Roh Kudus.

I Korintus 6:19-20

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Biar sore ini kita minta Roh Kudus. Akui kekurangan kelemahan kita, saya kaum muda yang suka membantah, saya najis, saya jahat, akui semua maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Biar sore ini Roh Kudus dicurahkan di hati kita. Kita pulang sebagai manusia daging yang dikuasai Roh Kudus, bukan lagi tanpa Roh Kudus.

 

Kegunaan Roh Kudus:

a)      Roma 5:3

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

 

Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di hati kita, sehingga kita tidak kecewa, tidak putus asa, menghadapi pencobaan apapun di dunia ini. Tetapi selalu mengucap syukur. Ketika diperhadapkan dengan penderitaan dan pencobaan, kita bisa merenungkan pencobaan dan derita yang kita alami, tidak pernah sebanding dengan derita Yesus di kayu salib sehingga kita bisa mengucap syukur. Ketika tidak bisa lanjut kuliah, bukan bersungut tetapi Roh Kudus mencurahkan kasih Allah di hati. Tidak kecewa, tidak putus asa, selalu bersyukur. Kalau saya tidak lanjut, itu ada maksud Tuhan, Tuhan mau melakukan sesuatu yang indah dalam hidup saya.

 

Mungkin diizinkan usaha yang dirintis sampai sekarang tidak maju-maju. Kalau ada Roh Kudus kita tidak kecewa, tidak putus asa. Diizinkan pencobaan apa yang kita hadapi, sampai yang paling berat, tetap mengucap syukur, tidak kecewa, tidak putus asa. Berarti hatinya sudah lembut, bukan hati yang keras yang tidak pernah puas.

 

b)      I Korintus 12:3

12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.

 

Roh Kudus menolong untuk kita bisa mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Artinya Roh Kudus menolong kita untuk percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan sebagai pemilik hidup kita. Apapun yang kita hadapi, apapun persoalan pergumulannya, Tuhan pemilik hidup kita. Bukan hanya percaya tetapi sampai mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Apapun yang dihadapi terserah Engkau Tuhan, jodoh terserah Tuhan, study terserah Tuhan, masa depan terserah Tuhan. Mungkin menghadapi masalah keluarga, orang tua belum bertobat, terserah Engkau Tuhan. Tetap percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu. Kita percaya dan mempercayakan hidup bagaikan mengangkat 2 tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan 2 tanganNya untuk menolong tepat pada waktunya. Roh Kudus yang menolong kalau kita bisa berserah sepenuh.

 

c)      Titus 3:5

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

 

Roh Kudus membaharui dan mengubahkan kita dari manusia daging yang banyak kelemahan kekurangan, menjadi manusia rohani yang sempurna seperti Yesus. Mulai dari hati diubahkan menjadi hati yang kuat dan teguh, hati yang taat.

Roma 8:11

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Kalau yang rohani sudah diubahkan, mengalami mujizat rohani, maka mujizat jasmani juga pasti terjadi. Tuhan sanggup mengerjakan semua bagi kita. Kita mohon Roh Kudus dicurahkan pada kita sore hari ini. Lembutkan hati, hancurkan kekerasan hati, biar Roh Kudus dicurahkan.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com