20261102

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 10 Oktober 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 17:4-8

17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.

17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

 

Ada 7 isi doa syafaat Yesus:

1.      Ayat 1-3 Mengenal Allah Bapa dan AnakNya.

2.      Ayat 4-8 Pembukaan namaNya atau nama Yesus dinyatakan.

3.      Ayat 9-17 Perlindungan dan pemeliharaan di dalam nama Yesus.

4.      Ayat 18-20 Doa untuk pengutusan di dalam dunia.

5.      Ayat 21-22 Doa untuk kesatuan

6.      Ayat 23 Kasih Allah yang agung

7.      Ayat 24-26 Memandang kemuliaan

 

Sekarang kita pelajari poin kedua, pembukaan namaNya atau namaNya dinyatakan. Nama Yesus dinyatakan dan dilekatkan kepada orang-orang yang menjadi milik Tuhan. Siapa milik Tuhan?

I Korintus 6:19-20

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Jadi milik Tuhan adalah orang yang telah ditebus oleh darah Yesus. Semua manusia telah berbuat dosa. Manusia berdosa itu terusir dari hadapan Tuhan dan mengembara di padang gurun dunia ini.

Kejadian 3:24

3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

 

Ketika manusia telah berbuat dosa, jatuh dalam dosa dan diusir dari Taman Eden. Manusia tidak bisa kembali lagi ke Firdaus sebab pintu Firdaus dijaga oleh kerub-kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar. Karena manusia tidak bisa kembali kepada Tuhan, maka Yesus membuka jalan bagi kita. Yesus satu-satunya yang bisa melewati pintu Firdaus untuk merintis jalan bagi kita supaya kita bisa kembali ke Firdaus, kita bisa dimiliki oleh Tuhan.

Ibrani 10:19-20

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

 

Yesus berkata Aku telah menyelesaikan pekerjaan, artinya Yesus setia dan taat sampai mati di kayu salib. Bagaikan kena pedang yang menyambar-nyambar oleh kerub-kerub untuk membuka jalan bagi kehidupan kita. Korban Kristus menyelamatkan dan menyempurnakan kita.

Ibrani 10:14

10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

 

Jadi hanya orang yang selamat dan sempurna yang bisa masuk pintu Firdaus. Dalam Tabernakel, selamat itu wilayah halaman. Ada pintu gerbang itu iman kepada Yesus. Yesus adalah Firman, menerima Yesus dibuktikan dengan suka mendengar Firman. Kemudian ada mezbah korban bakaran, menunjuk pertobatan. Setelah kita percaya, iman kepada Yesus lewat mendengar Firman, kita mengaku dosa-dosa kita, menyelesaikan dosa-dosa, mati terhadap dosa. Tujuan kita hidup di dunia untuk bertobat. Kalau Tuhan percayakan kedudukan harus disertai pertobatan. Punya kedudukan tidak bertobat, tidak ada gunanya. Tuhan berkati dengan kekayaan, kaya tetapi bertobat. Kaya tetapi tidak bertobat tidak ada gunanya. Diberikan kepandaian, ijazah, kalau tidak bertobat tidak ada gunanya. Apalagi kalau tidak punya kekayaan, tidak punya kedudukan, tidak punya kepandaian lalu tidak bertobat lagi, tidak tahu lagi mau bilang apa.

 

Sesudah itu bejana pembasuhan,  lahir baru lewat baptisan air. Hidup lama kita dikubur bersama Yesus, bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Sesudah itu pintu kemah, menerima baptisan Roh Kudus. Diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Dengan Roh Kudus yang menguasai kita, kita bisa menyapa Tuhan Bapa di Sorga ‘ya Abba, ya Bapa’ kita menjadi anak-anak Allah.

 

Orang yang masuk pintu Firdaus itu selamat dan sempurna. Dalam Tabernakel sempurna itu ditunjukan dengan ruangan maha suci. Kita sudah selamat tetapi belum sempurna. Sebab itu tempat kita sekarang adalah di ruangan suci, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, kandang penggembalaan. Nama Tuhan dinyatakan kepada miliki Tuhan. Siapa milik Tuhan? Orang yang tergembala. Kalau tergembala kita dimiliki oleh Tuhan. Kalau tidak tergembala, beredar-edar siapa saja bisa mengklaim ini dombanya. Tetapi kalau kita di kandang berarti kita miliknya Tuhan, tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, kita berada di dalam tangan Tuhan.

Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Di kandang penggembalaan kita disucikan secara intensif, secara terus menerus oleh pedang Firman Tuhan, Firman pengajaran yang benar.

Ibrani 4:12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

 

Dengan apa kita disucikan? Dengan pedang Firman pengajaran yang benar. Yesus rela kena pedang yang menyambar-nyambar, pedang penghukuman dari Tuhan yang seharusnya kena kepada kita. Kita tinggal mengikuti jejakNya yaitu menerima pedang penyucian. Tidak perlu lagi kita menerima pedang penghukuman. Dalam penggembalaan kita disucikan secara terus menerus, yang tidak baik dipotong, dibaharui, tumbuh yang baru yang berkenan kepada Tuhan.

 

Kalau dalam penggembalaan tidak mau menerima pedang penyucian, suatu saat pedang penyucian itu akan berubah menjadi pedang penghukuman.

Yehezkiel 21:28-29

21:28 "Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH mengenai bani Amon dan cercaan mereka; katakanlah: Pedang, pedang sudah tercabut untuk menumpahkan darah, digosok untuk memusnahkan, dan supaya mengkilap seperti petir --

21:29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu — untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.

 

Dalam gereja Tuhan sekarang ini bukan pedang penyucian yang dihadirkan di situ tetapi penglihatan-penglihatan yang menipu, tenungan-tenungan bohong, nubuatan-nubuatan yang bohong, bukan dari Tuhan. Bukan nubuat tetapi lu buat. Tetapi gereja senang, padahal itu nubuatan yang bohong. Pedang Firman sudah tidak ada. Pedang penyucian tidak ada lagi, akhirnya berubah menjadi pedang penghukuman.

 

Pedang ini tertuju pada orang fasik yang durhaka. Jadi orang yang tidak mau disucikan di dalam penggembalaan disebut orang fasik yang durhaka. Ada dalam penggembalaan tetapi dia pertahankan dosa, bahkan sudah menikmati berbuat dosa! Mereka adalah orang-orang yang menyelusup di dalam penggembalaan.

Yudas 1:4

 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

 

Jangan sampai terjadi pada kita. Kita periksa diri kita masing-masing, kita sungguh-sungguh ada dalam penggembalaan dan disucikan atau sebatas ada tetapi hanya jadi penyelusup, tidak mau disucikan! Bertahun-tahun jadi orang Kristen, jangan-jangan bertahun-tahun jadi pelayan Tuhan, tetapi ternyata hanya penyelusup! Tidak mau disucikan oleh pedang firman Tuhan. Orang seperti ini sudah ditentukan untuk dihukum, untuk kena pedang Firman penghukuman. Jangan terjadi pada kita!

 

Dari sikap mendengar Firman kita bisa melihat sejauh mana orang itu bertobat dan disucikan, apalagi saya sebagai gembala. Dari sikap mendengar Firman menentukan sejauh mana jemaat itu bertobat dan disucikan. Kalau dia tidak sungguh-sungguh mendengar Firman, pertobatannya tanda tanya, hidup sucinya tanda tanya. Makanya hanya menjadi penyelusup dalam penggembalaan. Jangan terjadi kepada kita. Biarlah kita yang hadir saat ini, yang tatap muka langsung maupun yang mengikuti secara virtual, mari perhatikan sikap kita mendengar Firman, karena itu menentukan sejauh mana kita bertobat, sejauh mana kita disucikan.

 

Yesus sudah mau datang, Dia sudah merintis jalan bagi kita. Pintu tirai sudah terobek untuk kita bisa masuk ke ruangan maha suci. Ayo kita tempuh jalan itu. Masuk kandang penggembalaan, bukan hanya sekedar ada terdaftar di gereja, tetapi sungguh-sungguh dalam penggembalaan, dengar Firman, mau praktek Firman, mau disucikan, mau diubahkan. Apalagi kalau kita sudah korban banyak hal, lalu datang tidak bisa serius dengar Firman, rugi besar! Orang seperti itu hanya penyelusup di hadapan Tuhan dan dia orang fasik yang binasa.

 

Pedang penghukuman ditetakan di leher. Ini membuktikan bahwa orang ini hubungannya dengan Yesus sebagai kepala terputus. Dia tidak pernah mengalami penyucian, dia tanpa kesucian. Makanya pedang datang memotong lehernya. Dalam kitab nabi Yesaya dikatakan bertekuk lutut untuk dibantai. Jangan terjadi dalam diri kita. Saya merindu dan selalu serukan dalam doa kepada Tuhan supaya jangan ada satupun yang harus tertinggal, harus dibantai oleh pedang antikristus. Lebih baik sekarang kita mau tersungkur di kaki Tuhan mau menerima pedang penyucian.

 

Firman pengajaran yang benar menyucikan mulai dari dalam yang merupakan gudangnya dosa, tempat menyembunyikan dosa. Banyak dosa dalam hati dan pikiran yang dibagi menjadi 3:

1.      Keinginan jahat.

2.      Keinginan najis.

3.      Kepahitan hati.

 

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, 1percabulan, 2pencurian, 3pembunuhan,

7:22 4perzinahan, 5keserakahan, 6kejahatan, 7kelicikan, 8hawa nafsu, 9iri hati, 10hujat, 11kesombongan, 12kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Markus pasal 7 ini terkena pada meja roti sajian. Di atas meja roti sajian ada 12 ketul roti. Meja itu adalah pikiran dan hati. Jadi kalau ditinjau dari meja roti sajian ada 12 dosa di dalam hati dan pikiran. 12 dosa ini yang menghalangi masuk Firdaus. Tidak akan bisa masuk Firdaus kalau 12 dosa ini dipertahankan, pintu Firdaus tidak akan terbuka. Tetapi kalau kita mau disucikan, sekalipun secara nyata kita belum masuk Firdaus, tetapi suasana Fidaus sudah kita rasakan.

 

Dalam doa Bapa kami dikatakan ‘berilah pada kami hari ini makanan kami yang secukupnya’. Makan yang secukupnya itulah Firman. Adam dan Hawa diperlihara di taman Eden dengan makanan yang secukupnya.

 

Kita dipelihara oleh Tuhan, bersuasana Firdaus yaitu suasana kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun di dunia ini. Mungkin secara jasmani kita ada dalam keadaan kurang, tetapi merasakan suasana kebahagiaan Sorga. Belum tentu yang melimpah secara jasmani dia mengalami suasana kebahagiaan Sorga. Suasana Firdaus itu juga suasana damai sejahtera dan suasana diberkati. Suasana kutukan tidak ada lagi bagi orang yang mau disucikan. 12 dosa jahat najis disingkirkan, diganti dengan 12 ketul roti. 12 dosa ditutup dengan kebebalan. Artinya tidak bisa ditegur, tidak bisa dinasihati = keras hati = degil = bidat.

 

Kita semua rindu untuk mengalami suasana Firdaus. Dunia ini akan dibersihkan oleh Tuhan untuk nanti kita berkerajaan 1000 tahun damai. Sesudah itu pindah ke langit dan bumi yang baru, kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem yang Baru. Pintu Sorga terbuka, pintu Firdaus terbuka bagi kita.

 

12 ketul ditaruh di meja. Hati dan pikiran yang suci ditempati oleh Firman pengajaran yang benar. Dan itu tertampak dalam hidup sehari-hari, yaitu kalau dalam hati dan pikiran ada Firman maka hidup sehari-hari ditandai dengan ketaatan. Dalam rumah tangga taat Firman, dalam bermasyarakat taat Firman, bekerja taat Firman. Ada ketaatan sampai daging tidak bersuara lagi. Doa penyembahan ini proses untuk mematikan daging, kita menjadi kehidupan yang taat pada Firman Tuhan.

 

Yesus sudah kena pedang penghukuman, Dia sudah rela taat sampai mati di kayu salib. Dengan ketaatanNya, Yesus menerima nama di atas segala nama. Nama ini dinyatakan kepada kita yang mau taat pada Firman Tuhan.

Yohanes 17:6,12

17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

 

Sekarang sudahkah kita menerima nama itu? Bisa kita alami dan kita rasakan. Secara hurufiah kita tidak melihat Tuhan datang menyerukan namaNya kepada kita. Tetapi secara rohani kita rasakan nama itu dinyatakan kepada kita. Nama itu adalah Tuhan Yesus Kristus, nama yang berkuasa mau dinyatakan kepada kita yang mau taat.

 

Hasilnya:

1.      Filipi 2:8-10

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

Hasil pertama, kepada kita dikaruniakan atau dipercayakan nama Yesus, sehingga mengalami kuasa kemenangan atas trio setan sumbernya dosa, sumbernya masalah, sumbernya yang jelek-jelek. Di langit naga dengan roh jahat, roh najis dan roh durhaka. Di bumi nabi palsu. Di bawah bumi itu antikristus. Kalau kita mau disucikan, mau taat, kita dikaruniakan nama Yesus.

 

2.      Wahyu 14:1

14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

 

Kepada kita dimeteraikan nama Yesus. Sehingga mengalami kuasa perlindungan. Bumi yang kita tempati ini sudah tidak aman. Sementara enak-enak tidur, banjir bandang, gempa bumi, mara bahaya di mana-mana. Tetapi kalau kepada kita dimeteraikan nama Yesus, ada kuasa perlindungan.

Wahyu 9:3-4

9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

 

Kalau tidak ada meterai nama Tuhan, kena penghukuman. Tetapi kalau ada meterai nama Tuhan kita diluputkan dari penghukuman. Kita dilindungi oleh Tuhan dari mara bahaya, dari celaka, dari aniaya antikristus, dari penghukuman Tuhan atas dunia sampai dari penghukuman neraka!

 

3.      Yesaya 4:1

4:1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

 

7 perempuan menunjuk gereja akhir zaman. Satu laki-laki itulah Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Hasil ketiga, kepada nama kita dilekatkan nama Yesus, berarti kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Seorang isteri menyandang nama suaminya. Nama Tuhan di sini mengandung kuasa pemeliharaan. Kalau nama Yesus sudah dilekatkan kepada kita maka kita mengalami kuasa pemeliharaan. Tuhan pelihara kita, asal ada makanan dan pakaian cukuplah. Tuhan pelihara kita berkecukupan. Saat kita butuh, Tuhan sediakan.

 

Dan selain kuasa pemeliharaan, nama Yesus juga mengandung kuasa penyucian dan kuasa pembaharuan hidup. Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sempurna! Kita siap menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, berkerajaan 1000 tahun damai masuk Firdaus yang akan datang dan masuk kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem yang Baru. Waktu Yesus datang kita menyambut Yesus dengan seruan haleluya. Jadi suasana penyembahan itu adalah suasana Firdaus.

 

Tuhan Memberkati