Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:10-11
16:10 Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan,
16:11 dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.
Gelap gulita meliputi takhta iblis dan kerajaannya. Kerajaan iblis adalah dunia ini. Dunia ini telah diserahkan kepada iblis, ada dibawa kuasa iblis.
I Yohanes 5:19
5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Matius 4:8-9
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
Dunia sudah dikuasai iblis, ini yang akan diliputi oleh kegelapan. Dulu sudah pernah terjadi, Mesir diliputi gelap gulita menjelang bangsa Israel keluar dari Mesir dan gelap itu bisa diraba.
Keluaran 10:21-23
10:21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu."
10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.
10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.
Ini menubuatkan suasana yang akan terjadi menjelang gereja Tuhan keluar dari dunia ini, terangkat ke awan-awan bertemu dengan Yesus. Dunia ini akan diliputi gelap gulita, sangking gelapnya, kegelapan itu menimbulkan kesakitan sampai orang-orang yang diliputi kegelapan menggigit lidah karena kesakitan. Ini kegelapan yang hebat.
Secara rohani sedang terjadi kegelapan yang hebat di akhir zaman ini yaitu:
1. Kegelapan dosa sampai puncaknya dosa. Kalau satu manusia gelap, dua gelap, sampai seluruh manusia berbuat kegelapan, betapa gelapnya dunia ini. Ini yang kita lihat, dosa semakin hebat, dosa ditambah dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
2. Krisis di berbagai bidang. Bidang ekonomi, kesehatan, politik sampai bidang yang rohani gelap semua.
Dan kegelapan ini akan memuncak pada masa 3,5 tahun aniaya antikristus. Ini yang dimaksud kegelapan yang bisa diraba, artinya sudah menjadi wujud nyata dalam tampilnya antikristus berkuasa selama 3,5 tahun. Betapa ngerinya zaman itu, tidak ada lagi kasih di situ, tidak ada lagi Firman, tidak ada lagi Roh Kudus. Orang Kristen yang tertinggal betul-betul diliputi kegelapan yang menyakitkan sampai mengigit lidah. Saat itu manusia sudah tidak bisa bertobat. Betul-betul tambah jahat, tambah najis, tambah sadis, semua yang negatif.
Kegelapan ini sedang terjadi dan akan memuncak pada zaman antikristus. Kegelapan meliputi kerajaan iblis yaitu dunia. Tetapi hati-hati, kegelapan ini juga bisa meliputi gereja Tuhan. Siapa yang diliputi kegelapan?
II Petrus 1:10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
I Petrus 2:9-10
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Kita dipanggil dari gelap kepada terang dan dipilih untuk menjadi imam dan raja, hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Jadi siapa yang diliputi kegelapan? Orang yang tidak menghargai panggilan dan pilihan Tuhan untuk meninggalkan kegelapan dosa dan untuk melayani Tuhan sebagai imam dan raja = tidak menghargai Korban Kristus.
Dulu kita bukan umat Allah, kita bangsa kafir, berada dalam kegelapan tetapi dipanggil, dipilih untuk meninggalkan kegelapan dosa untuk melayani Tuhan. Kalau tidak menghargai panggilan dan pilihan Tuhan maka akan diliputi kegelapan dosa sampai puncaknya dosa, krisis diberbagai bidang, sampai masuk aniaya antkristus.
Biarlah kita menghargai Korban Kristus. Oleh Korban Kristus rahasia Firman Tuhan dibukakan, ada terang Firman bisa kita nikmati, itulah cahaya Injil kemuliaan Kristus.
Wahyu 5:4-6,9
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Ada 2 hal yang kita dapatkan dari pembukaan rahasia Firman:
1. Dosa dinyatakan sampai yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran. Ini merupakan panggilan Tuhan supaya kita bertobat, kita bisa dibenarkan dan kita disucikan. Seperti Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan panggil mereka. Manusia berdosa tidak bisa kembali kepada Tuhan, makanya Tuhan yang memanggil. Kalau terpisah dari Tuhan itu ngeri! Sebab itu Tuhan panggil kita lewat Firman, ditunjuk dosa kita supaya kita selesaikan, kita dibenarkan, disucikan.
2. Digerakan atau didorong untuk melayani Tuhan. Ini sama dengan panggilan Tuhan untuk melayani Tuhan. Baik menjadi hamba Tuhan sepenuh atau menjadi pelayan Tuhan sekalipun tidak sepenuh. Jadi Firman yang menggerakan, bukan manusia, bukan gembala. Kalau manusia yang gerakan bisa berhenti pelayanannya, tetapi kalau Tuhan yang gerakan bisa melayani Tuhan sungguh-sungguh sampai garis akhir.
Kalau panggilan Tuhan untuk bertobat dan melayani Tuhan tidak dihargai, maka kegelapan yang datang meliputi kehidupan itu!
Bagaimana keadaan orang yang ada di kegelapan?
1. Keluaran 10:22-23
10:22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.
10:23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.
Tidak dapat melihat teman artinya egois, tidak bisa melihat orang lain. Menerima berkat Tuhan tetapi tidak mau menjadi berkat bagi orang lain. Petrus rasul yang hebat sempat egois. Dia sudah menerima berkat pelayanan dari Tuhan. Dari penjala ikan dia dipanggil untuk bertobat dan dipilih menjadi penjala manusia, tetapi sempat egois. Dia takut menderita karena Tuhan Yesus sehingga dia menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan kepadanya.
Markus 14:69-70a
14:69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini adalah salah seorang dari mereka."
14:70a Tetapi Petrus menyangkalnya pula.
Banyak kali pelayan Tuhan hamba Tuhan menyangkali panggilan pilihan Tuhan atas dirinya karena takut sengsara, menderita sehingga berhenti dari pelayanan. Tidak berani berkorban untuk pelayanan. Belum terjadi sudah berpikir ‘nanti kalau’ ‘bagaimana nanti’. Kadang manusia belum terjadi, sudah dipikirkan yang negatifnya. Akhirnya takut menderita, tidak mau berkorban untuk pelayanan.
Orang egois kalau selalu mementingkan dirinya, tidak berani menderita sengsara, tidak berani berkorban, dia sedang membuka keran dosa. Dosa ini masuk, sampai jatuh dalam puncaknya dosa. Sudah melayani tetapi takut sengsara, takut berkorban, akhirnya masuk dosa-dosa sampai 18 dosa.
II Timotius 3:1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan 1mencintai dirinya sendiri dan menjadi 2hamba uang. Mereka akan 3membual dan 4menyombongkan diri, mereka akan menjadi 5pemfitnah, mereka akan 6berontak terhadap orang tua dan 7tidak tahu berterima kasih, 8tidak mempedulikan agama,
3:3 9tidak tahu mengasihi, 10tidak mau berdamai, 11suka menjelekkan orang, 12tidak dapat mengekang diri, 13garang, 14tidak suka yang baik,
3:4 15suka mengkhianat, 16tidak berpikir panjang, 17berlagak tahu, 18lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Kekuatan ibadah yang pertama adalah Firman, yang kedua adalah salib. Jadi memungkiri kekuatan ibadah berarti tidak mau sengsara, tidak mau menderita, akhirnya dosa-dosa masuk, kehidupan itu dikuasai oleh 18 dosa. Kalau dipecah menjadi 6 6 6 dia dimeterai oleh antikristus, masuk dalam kegelapan paling gelap, aniaya antikristus. Dia tidak pernah mengalami keubahan hidup, tidak berubah, tetap manusia daging.
6 pertama tubuhnya daging, perbuatannya daging.
6 kedua jiwanya daging, tabiatnya daging.
6 ketiga rohnya daging, keinginan dan perasaannya daging.
Kita sudah menerima berkat Tuhan yaitu berkat Firman, berkat pelayanan. Kita terima berkat dari Tuhan jasmani dan rohani. Kita semua diberkati oleh Tuhan. Jangan berkata hanya ini, itu berkat Tuhan! Jangan bilang hanya, itu mengecilkan berkat Tuhan.
a) Berkat jasmani kita terima, jangan egois. Jadi berkat, jangan jadi rawa. Harus menjadi air yang mengalir. Kita terima berkat jasmani, ayo memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan. Jemaat Makedonia, dalam keadaan miskin, menderita berbagai-bagai pencobaan tetapi mereka bisa memberi. Memberi untuk pekerjaan Tuhan dan memberi untuk sesama yang membutuhkan.
II Korintus 8:4-5
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Jangan lupa Pemberi berkat. Kembalikan apa yang menjadi hak Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus serta hulu hasil.
b) Berkat yang rohani, terutama Firman pengajaran yang benar. Oleh Korban Kristus rahasia Firman dibuka dan sudah kita nikmati. Harus jadi berkat, jadi terang kesaksian, bagikan kepada sesama. Jadi terang kesaksian terutama dalam nikah rumah tangga. Satu saja kalau menjadi terang bisa menolong yang lain yang gelap.
Matius 5:14-15
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Jadilah terang mulai dari dalam rumah. Sesama yang belum menerima pengajaran, mungkin anak, suami atau isteri, kita pancarkan terang di situ. Bagaimana memancarkan terang dalam rumah tangga? Ada keubahan hidup. Suami berubah dari manusia daging menjadi manusia rohani. Isteri dan anak-anak semua berubah menjadi terang kesaksian di dalam rumah tangga kita.
Ada 2 hal yang menjadi penghalang kita menjadi terang di dalam nikah rumah tangga:
1) Gantang. Ini tempat makanan. Menunjuk:
Ø Persoalan ekonomi. Persoalan uang seringkali membuat tidak jadi terang. Katanya orang pengajaran tetapi serakah, rakus, kikir, merugikan orang, merugikan tetangga soal batas dan lain-lain. Tidak enak kalau dikata-katai seperti itu.
Ø Gantang juga menunjuk dosa makan minum yaitu merokok, narkoba, miras dan pesta pora.
2) Tempat tidur. Ini dosa kawin mengawinkan dalam bentuk macam-macam! Manusia memodifikasi dosa ini untuk memuaskan hawa nafsu dagingnya yang terlalu besar! Mulai dari permulaan nikah, masa pacaran dan masa tunangan sudah jatuh bangun dalam dosa ini. Kaum muda remaja mari jaga kesucian. Apalagi kalau berhubungan dengan orang di luar pengajaran, terutama yang di luar keyakinan, mereka paling cari itu! Kalau sudah dapat itu dibuang! Kasihan, terutama remaja puteri, jagalah! Banyak laki-laki kurang ajar di luar sana. Kalau sudah dia dapat dia buang, yang perempuan tinggal nangis-nangis sudah hancur hidupnya. Mari dijaga tempat tidur. Yang sudah menikah juga dijaga.
Ibrani 13:4
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Penuh hormat terhadap perkawinan dan jangan mau dicemarkan. Kalau sundal dan pezinah akan bertemu Tuhan sebagai hakim. Hindari kenajisan! Dalam pergaulan jaga kebenaran dan kemurnian. Kalau tidak sesuai Firman, hindari!
Biarlah kita bisa memancarkan terang kesaksian dalam nikah rumah tangga kita sekalian. Kalau sudah dalam rumah tangga baru bisa di hadapan semua orang, di dalam penggembalaan, antara penggembalaan, hidup bermasyarakat, kita memancarkan terang kesaksian sampai kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang dilingkupi dengan 3 benda penerang.
1) Ada mahkota 12 bintang itu Roh Kudus yang permanen. Hasil ketekunan dalam ibadah raya.
2) Bulan di bawah kaki. Hasil ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
3) Pakaian matahari, kasih yang permanen. Hasil ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
Kalau sudah jadi terang kita disingkirkan dari antikristus. Kita luput dari antikristus, dilihatpun tidak bisa.
Wahyu 12:1,14
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Tekuni penggembalaan, di situ kita menggunakan senjata terang. Kita bisa menjadi terang dalam nikah kita, dalam penggembalaan, antara penggembalaan. Di mana saja kita berada jadi terang!
2. Tidak dapat bangun dari tempatnya = lumpuh rohani. Tidak mengalami kebangunan rohani. Kebangunan rohani mulai dari dalam penggembalaan. Kadang mau kebangunan rohani tetapi mau langsung keluar, padahal harus di dalam dulu. Orang lumpuh waktu ditanya Tuhan apa yang engkau kehendaki, dia jawab tidak ada yang menuntun saya. Dimana kita mendapat tuntunan dan pimpinan Tuhan? Di dalam penggembalaan. Jangan sampai sudah keluar ke mana-mana padahal dalam penggembalaan kering, masih lumpuh. Akhirnya ke mana-mana jadi beban!
Kita jangan lumpuh rohani! Ke malang ikut persekutuan, jangan jadi beban di situ, ini yang kita jaga. Yang dibutuhkan orang lumpuh ini adalah tuntunan, pimpinan.
Yohanes 5:5-8
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Orang lumpuh itu berkata tidak ada yang menurunkan dia, tidak ada yang pimpin dia, ini menunjukan dia tidak tergembala! Orang lumpuh ini berada di tepi kolam Betesda. Betesda artinya rumah kasih sayang atau rumah anugerah. Dia sudah mendapat anugerah, mendapat kasih sayang Tuhan itulah Firman pengajaran, tetapi sayang lumpuh rohaninya.
Praktek lumpuh rohani:
a) Tidak aktif dalam ibadah pelayanan. Aktiflah dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir.
b) Tidak ada pemimpin = tidak tergembala. Kasihan orang yang tidak tergembala, lelah dan terlantar, tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya.
c) Hanya berharap orang lain. Tidak berharap Tuhan atau Firman. Menghadapi masalah ini, ada orang ini. Menghadapi masalah itu, ada orang itu. Langsung ingat orang lain, bukan ingat Tuhan. Atau jangan-jangan berdoa, kelihatan berharap Tuhan padahal dalam hatinya masih ada saya punya sisa tabungan, masih ada orang yang bisa tolong, itu berarti masih berharap orang lain! Berharap sepenuh kepada Tuhan, jangan kepada orang lain. Kalau berharap orang lain nanti kecewa. Kalau berharap kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah mengecewakan kita.
d) Tidur ditilam, artinya nikahnya tidak beres. Ada sesuatu yang tidak beres dalam nikah, terutama kenajisan!
e) Orang lumpuh rohani itu berkumpul bersama sesama orang sakit lainnya. Kalau sudah lumpuh rohani, dia masuk persekutuan yang tidak sehat, persekutuan tanpa pengajaran yang benar. Dia rasa tidak nyaman kalau masuk persekutuan yang sehat yang berdasarkan Firman pengajaran yang benar.
Yohanes 5:3
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Kelumpuhan rohani ini terjadi di mana-mana.
Yohanes 5:2
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5 serambi menununjuk 5 benua. Terdapat orang yang lumpuh rohani di seluruh dunia. Tetapi syukur Tuhan masih mau menolong, masih ada kemurahan Tuhan. Ada kasih sayang Tuhan bagi kita, terutama untuk kita bangsa kafir. Angka 5 menunjuk 5 luka Yesus, terutama luka yang kelima untuk kita bangsa kafir di lambungnya Yesus. Dia sudah mati tetapi masih mau menerima luka yang kelima untuk menolong kita yang lumpuh rohaninya.
Lamanya dia lumpuh sudah 38 tahun. Kalau dikatakan dengan peta jaman 38 tahun = 38 Yobel. Kalau dijadikan tahun, 38 Yobel = 1900 tahun. Gereja Tuhan 1900 tahun lumpuh rohani. Dulu bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan selama 40 tahun. Dari Mesir ke Kadesh Barnea 2 tahun dan dari Kadash Barnea sampai seberang sungai Zered ada 38 tahun.
Ulangan 2:14
2:14 Lamanya kita berjalan sejak dari Kadesh-Barnea sampai kita ada di seberang sungai Zered, ada tiga puluh delapan tahun, sampai seluruh angkatan itu, yakni prajurit, habis binasa dari perkemahan, seperti yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada mereka;
Kenapa mereka sampai berjalan 40 tahun lamanya, apa yang menjadi persoalan di situ sehingga Tuhan hukum mereka harus mengembara 40 tahun? Karena mereka lebih membesarkan pencobaan dari pada janji Tuhan, dari pada Firman Tuhan. Mereka bersungut-sungut, mereka lebih mendengar kabar busuk dari pada kabar baik, dari pada kabar Mempelai. Ingat 10 pengintai. Ada 12 pengintai diutus oleh Musa ke Kanaan, 10 pengintai pulang membawa kabar busuk. Orang Israel mau dengar kabar busuk itu dan mereka bersungut-sungut! Akhirnya Tuhan bilang selama 40 tahun kamu akan mengembara di padang gurun sampai habis semuanya! Yang membuat lumpuh rohani karena lebih mendengar suara lain dari pada suara Tuhan.
Bilangan 14:28-35
14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
14:30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!
14:31 Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu.
14:32 Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun ini,
14:33 dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun.
14:34 Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:
14:35 Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati."
Ini yang membuat mereka bersungut-sungut:
Bilangan 13:27-28,32
13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
Mereka mengaminkan Firman tetapi diikuti suara daging pada ayat 28. Sudah tahu kebenaran Firman, sudah tahu ini pengajaran yang benar, sudah lihat hasilnya, tetapi suara daging muncul. Karena lebih membesarkan pencobaan, tantangan dari pada suara Firman, dari pada kuasa Tuhan.
Kalau saya melangkah masuk dalam pengajaran nanti bagaimana? Kalau saya praktekan Firman pengajaran nanti bagaimana? Suara dagingnya muncul. Akhirnya telinga mendengar kabar busuk, berita yang lain yang tidak benar, ajaran yang salah! Ini yang membuat lumpuh dan mereka mengembara 40 tahun di padang gurun. Lalu mereka berjalan 38 tahun dari Kadesh Barnea sampai ke Kanaan. 38 tahun lumpuh rohani!
Tetapi ada hal yang sangat memprihatinkan mengenai kelumpuhan ini:
Yohanes 5:6
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Dia telah lama dalam keadaan itu. Artinya sudah lama dia lumpuh tetapi dia merasa nyaman dengan keadaannya itu, nyaman dengan kelumpuhan rohaninya. Dia tidak tergembala sudah merasa nyaman. Dia berharap orang lain, sudah dia rasa nyaman. Tidak aktif dalam ibadah sudah dia rasa nyaman. Nikah tidak beres, sudah dia rasa nyaman. Dia tidak peduli dengan nasihat orang.
Syukur Tuhan masih mau datang menolong. Yesus datang bertanya. Sekarang Kabar Mempelai kita dengar untuk menolong kehidupan kita.
Kolam Betesda itu sewaktu-waktu goncang kalau malaikat datang. Orang lumpuh ini kelihatan aktif tetapi hanya sewaktu-waktu. Pelayanan sewaktu-waktu tidak bisa menyembuhkan kelumpuhan rohani. Hanya dalam kandang penggembalaan yang ada Kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar yang bisa menolong. Syukur dalam keadaan 38 tahun lumpuh, Tuhan Yesus datang menolong. Sekarang kita sudah 1900 tahun sejak gereja mula-mula terbentuk gereja lumpuh rohani. Tetapi Tuhan datang lewat berita Kabar Mempelai. Seperti dulu bangsa Israel masuk Kanaan pada tahun yang 40, begitu juga gereja Tuhan akan masuk Kanaan Samawi di Yobel yang ke-40. Yobel ke-40 itu tahun 2000, sekarang kita mendapat bonus 26 tahun. Sebentar lagi kita akan masuk ke dalam Kanaan Samawi, Kanaan Rohani.
Injil Yohanes menampilkan Yesus sebagai Anak Allah. Yesus datang sebagai Anak Allah, sebagai Mempelai Pria Sorga menanyakan kepada orang lumpuh ‘maukah engkau sembuh’. Sekarang pada kita ditujukan pertanyaan ini, mau sembuh dari lumpuh rohani atau tidak. Tinggal dari sikap kita bagaimana terhadap Firman Tuhan. Semoga kita mau bergairah, bukan malah menjauh. Kepada kita kasih sayang Tuhan ditujukan. Kabar Mempelai ini milik semua gereja. Pengajaran Tabernakel ini sebenarnya milik orang Israel. Tetapi kepada mereka tidak dibukakan, justru kepada kita di Indonesia dibukakan. Mata seluruh dunia terarah kepada Indonesia. Kenapa? Karena di sini ada pengajaran. Kalau terealisasi tahun depan digelar BTFI itu suatu kegerakan yang luar biasa!
Yang menerima pengajaran ini memang bukan orang Indonesia, Pdt. Van Gessel berkebangsaan Belanda, tetapi beliau menerima ilham pengajaran ini di Indonesia di Pacet Jawa Timur. Dan selesai menyusun Alkitab dalam terang Tabernakel di Abi Pura dan Beliau meninggal di sana. Kita bersyukur sudah menerima, kita berbahagia.
Cara supaya sembuh dari lumpuh rohani:
Yohanes 5:6,8
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Cara supaya sembuh kita mendengar dan dengar-dengaran. Ada aksi dan reaksi, bukan hanya sekedar kita dengar.
Yohanes 5:9
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Coba saat disuruh bangun orang lumpuh ini tidak mau, bagaimana mau angkat tilam, berdiri saja susah. Tetapi dia mau bangun dan berjalan, terjadi kesembuhan.
Kita sudah banyak mendengar. Sudah berapa buku kita pelajari di sini. Satu yang masih harus kita perjuangkan yaitu prakteknya. Di luar sana banyak yang belum dengar, bagaimana mau praktek. Kita sudah dengar pengajaran, tiap minggu 3 macam ibadah, ditambah doa pagi, doa puasa, doa semalaman, tinggal kita praktekan. Supaya sembuh dari lumpuh rohani, praktekan Firman.
Dalam Wahyu 1:3 berbahagia yang mendengar, membaca dan menuruti Firman Tuhan. Nanti di Wahyu pasal 22 berbahagia yang menuruti. Tidak ada lagi kesempatan membaca dan mendengar, tinggal praktek.
Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Sekarang bagi kita masih diberikan kesempatan membaca dan mendengar untuk melakukan. Nanti dalam Wahyu 22:7 tidak ada kesempatan mendengar dan membaca, tinggal praktek.
Wahyu 22:7
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
Dikaitkan dengan kedatangan Yesus yang sudah sangat dekat. Yesus segera datang, segera praktek, segera lakukan Firman, jangan tunda-tunda waktu lagi. Pulang langsung praktekan Firman. saya mau bangun, tidak lumpuh! Dalam Matius pasal 25 gereja Tuhan tertidur, yang sanggup membangunkan dari kelumpuhan adalah suara mempelai, mempelai datang, songsonglah Dia.
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Praktek rohani terbangun. Angkat tilammu, berarti segera perbaiki nikah, benahi nikah masing-masing! Kita tidak mau bertahan dalam keadaan nikah yang hancur, nikah yang tidak beres, segera benahi, itu rohani terbangun. Saya suami yang kasar, harus segera benahi diri. Saya isteri yang tidak tunduk. Saya anak yang suka melawan, segera benahi. Kakak adik yang sering tengkar, sering ribut, segera benahi. Benahi nikah rumah tangga kita masing-masing. Sebab nikah jasmani kita mau dibawa pada nikah yang sempurna, nikah yang rohani.
Yesus Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga akan segera datang, Dia mau menjemput kita gereja Tuhan yang sempurna. Di dalam gereja Tuhan yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan di situ ada suami yang jahat, ada isteri yang jahat, ada anak yang jahat, ada orang tua yang jahat, ada kaum muda yang najis tetapi mau membenahi dirinya sehingga bisa menyambut Yesus Raja, Mempelai Pria Sorga.
Banyak yang tidak beres dalam nikah rumah tangga kita. Masa permulaan nikah, perjalanan nikah, sudah lansiapun masih ada yang tidak beres yang harus dibenahi. Ayo bangun, angkatlah tilam, Tuhan Yesus sudah mau datang. Biarlah kita bisa menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga. Angkat tilam itu suatu kesiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Kapanpun Tuhan Yesus datang kita sudah dalam keadaan nikah yang terbenahi.
Tuhan Yesus memberkati.