Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus
Wahyu 16:8-9
16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Ini adalah malapetaka keempat, hukuman dari Allah Bapa kepada manusia yang tidak menghargai kasihNya. Matahari menunjuk kasih Allah yang sempurna. Karena kasih Allah tidak dihargai maka berubah menjadi penghukuman.
Mazmur 84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Matius 5:43-45,48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Di dalam matahari, dalam kasih Allah ada 3 unsur.
1. Terang
Menunjuk aktivitas kasih Allah yang membuat kita bisa berjalan di dalam terang, sehingga bisa menjadi terang kesaksian bagi orang lain, sampai menjadi terang dunia.
2. Panas
Menunjuk gairah kasih Allah yang membuat kita setia dan berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan. Yang membuat tidak bergairah lagi karena tanggapan negatif terhadap Firman.
3. Energi
Di dalam matahari ada energi.
Kita bahas poin yang ketiga di dalam matahari ada energi. Ini menunjuk kekuatan kasih Allah membuat kita kuat teguh hati menghadapi persoalan apapun di dunia ini, menghadapi tantangan dan godaan. Dalam pengikutan kita terhadap Yesus, kita diperhadapkan dengan 2 hal yaitu tantangan seperti kesaksian tadi dan godaan. Ini yang membuat kita menjadi loyo, tidak bisa mengikut Tuhan sampai garis akhir, hanya separuh jalan. Sudah mau sampai finish tetapi bisa jatuh. Seperti yang dihadapi Yudas Iskariot, kalah karena godaan uang. Seperti tantangan yang dihadapi rasul-rasul sampai mereka mati martir. Kecuali rasul Yohanes yang mati secara wajar.
Tujuan akhir hidup kita adalah hidup kekal bersama Yesus sebagai mempelai wanitaNya. Ada tantangan kita hadapi, ada godaan kita hadapi.
Kita lihat satu contoh dalam Alkitab, tanpa kekuatan kasih Allah dia tidak bisa mencapai garis akhir, dia kecewa dan meninggalkan Yesus, itulah orang kaya yang sukar masuk kerajaan Sorga. Ini awasan bagi kita, kalau kita terikat pada harta kekayaan, itu membuat kita tidak kuat teguh hati. Padahal startnya sudah bagus tetapi kalah karena ikatan uang.
Markus 10:17-22
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Perjalanan rohaninya sudah baik, sudah positif tetapi tidak bisa mencapai tujuan akhir, tidak bisa mencapai hidup kekal karena ada ikatan akan uang, terhalang oleh harta dunia.
Tanpa kasih Allah kita tidak akan mampu menghadapi tantangan dan menghadapi godaan. Sudah separuh jalan baik, tetapi kalau tidak ada kasih Allah bisa hancur, gagal!
Kalau digabungkan dengan Injil Matius, Markus dan Lukas secara jasmani dia orang yang hebat, kaya, muda, pemimpin, punya kedudukan. Secara rohani juga sudah hebat. Jadi ini orang yang sudah hebat jasmani dan rohani, tetapi tanpa kasih Allah dia kalah!
Ada 2 jawaban Yesus terhadap pertanyaan orang kaya ini:
1. Yesus menjabarkan 6 hukum kasih kepada sesama.
Keluaran 20:12-17
20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
20:13 Jangan membunuh.
20:14 Jangan berzinah.
20:15 Jangan mencuri.
20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."
Ada 6 hukum kasih kepada sesama yang tertulis pada loh batu kedua. Ini sudah dijabarkan oleh Yesus.
Markus 10:19
10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
Baru 5 hukum yang dijabarkan. Hukum keenam yaitu jangan mengingini belum disampaikan oleh Yesus. Mendengar jawaban Yesus, ternyata orang muda yang kaya ini belum sepenuhnya melakukan Firman Tuhan, masih satu yang kurang yaitu jangan mengingini, keinginan masih ada padanya!
Ada 2 macam dosa keinginan:
a) Keinginan najis. Dalam Keluaran pasal 20 dikatakan jangan mengingini isteri sesamamu, itu keinginan najis!
b) Keinginan jahat. Dalam Keluaran pasal 20 dikatakan jangan mengingini rumah sesamamu, hambanya laki-laki, hambanya perempuan. Ini keinginan jahat, keinginan akan uang.
2 ini berpasangan, kalau ada jahat pasti ada najis! Berarti kasihnya kepada sesama masih kurang bahkan tidak ada sama sekali. Karena dalam hukum Taurat kalau melanggar satu hukum berarti melanggar seluruh hukum.
Yakobus 2:10
2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
Kalau disimpulkan orang kaya ini tidak bisa mengasihi sesama, dia tidak memiliki kasih persaudaraan.
Ibrani 13:1-5
13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Jadi kasih persaudaraan itu dikaitkan dengan jujur soal nikah (ayat 4) dan jujur soal keuangan (ayat 5). Jadi orang kaya ini tidak jujur soal nikah, tidak jujur soal keuangan.
Mari kita periksa diri kita, jangan ada keinginan najis, itu mencemarkan tempat tidur, mencemarkan nikah. Jangan ada keinginan jahat, membuat tidak jujur soal keuangan.
Kaum muda, masa pacaran, masa tunangan, jujur soal nikah, jujur soal tempat tidur, jaga kekudusannya. Untuk bisa jujur soal nikah, jujur soal tempat tidur dan jujur soal keuangan harus jujur soal pengajaran. Itu kuncinya!
Titus 2:7
2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
Sebagai gembala saya harus mengawasi diri, mengawasi ajaran, sehingga jemaat bisa percaya Firman dan percaya gembala. Jujur soal pengajaran, kalau salah bilang salah dan hindari, kalau benar bilang benar. Kalau orang yang jujur soal pengajaran ditegur oleh Firman dia bisa menerima, tidak marah. Kalau jujur soal pengajaran pasti jujur soal nikah dan soal keuangan. Milik orang jangan diambil, apalagi milik Tuhan jangan diambil, itu jujur soal keuangan.
2. Markus 10:21
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Jual semua lalu mengikut Yesus. Artinya Yesus memberikan kesempatan orang ini mempraktekan kasih kepada sesama, supaya bisa mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, tidak ada lagi ikatan-ikatan lain, tidak ada lagi perhatian yang terbagi pada yang lain, betul-betul fokus kepada Tuhan. Tetapi sayang dia tidak mau juga.
Jadi kalau disimpulkan orang ini tidak punya kasih kepada Tuhan dan tidak punya kasih kepada sesama. Makanya dia sedih, tidak bisa kuat teguh hati, hidupnya hanya diisi kekecewaan. Periksa, apakah kita mengikut dan melayani Tuhan dengan kasih? Atau tanpa kasih seperti orang muda yang kaya ini. Orang kaya ini diberkati, punya ini punya itu, bisa dia berkata ini bukti saya mengasihi Tuhan makanya Tuhan berkati saya. Jangan dulu, jangan diukur dengan itu. Kalau dilihat dia berhasil, masih muda sudah jadi pemimpin, kaya lagi. Tetapi sayang tanpa kasih. Semua tanpa kasih tidak ada gunanya.
I Korintus 13:1-2
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Kita periksa, dalam diri kita ada kekuatan kasih Tuhan (energi) atau tidak.
Praktek mengasihi Tuhan lebih dari segalanya:
1. Ada penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan. Percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Sekalipun kita punya sesuatu yang bisa diandalkan di dunia, tetapi kita tidak mengandalkan itu. Apalagi kalau memang tidak ada, kesempatan menyerah sepenuh kepada Tuhan. Jangan berharap pada kekuatan apapun di dunia, betul-betul hanya berpengharapan kepada Tuhan, penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan. Itu mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu.
2. Tuhan Yesus katakan ‘ikutlah Aku’. Jadi praktek mengasihi Tuhan lebih dari segalanya yaitu ikut Tuhan, artinya:
a) Taati Firman. Firman bilang apa, langsung lakukan, tidak usah berdebat nanti bagaimana. Seperti Maria ‘kau harus mengandung’ akhirnya dia menjawab ‘aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku seperti yang Kau katakan. Taat pada firman Tuhan apapun resikonya. Kalau dia jual segala hartanya lalu dia ikut Yesus, yang tanggung resikonya Tuhan Yesus. Kalau taat yang tanggung resikonya adalah Tuhan, kalau tidak taat yang tanggung resikonya diri sendiri. Tidak usah takut, tidak usah ragu, layani Tuhan sepenuhnya. Untuk hidup sehari-hari adalah urusannya Tuhan.
b) Layani Tuhan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati. Jangan bercabang-cabang. Kita datang beribadah sepenuh hati, jangan terganggu perhatian kita.
Jadi kalau disimpulkan mengasihi Tuhan lebih dari segalanya adalah melayani Tuhan dengan penyerahan diri sepenuh dan sesuai kehendak Tuhan. Kasih itu adalah motor penggerak pelayanan kita. Tidak akan tersendat-sendat melayani Tuhan kalau melayani dengan kasih. Apapun tantangan dan rintangannya serta godaan yang dialami tidak akan membuat kita berhenti di tengah jalan! Karena yang menjadi motor penggerak adalah kasih. Saya melayani karena saya mengasihi Tuhan seperti Tuhan mengasihi saya, berkorban nyawa untuk saya. Tidak ada istilah saya mau istirahat dulu, saya mau berhenti dulu melayani.
Kasih itu kekal maka pelayanan itu kekal. Bukan hanya di dunia ini, tetapi sampai di dalam kerajaan Sorga kita melayani selama-lamanya. Usia semakin bertambah, kekuatan fisik menurun, tetapi pelayanan tidak pernah kita lepaskan.
Di dalam kerajaan Sorga tugas kita melayani selama-lamanya.
Wahyu 22:3
22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
Di surga kita beribadah melayani. Kalau di dunia tersendat-sendat pelayanannya, bagaimana bisa masuk kerajaan Sorga? Makanya di dunia ini berupaya supaya kita tidak terhalang di dalam pelayanan. Sebagai gembala berupaya, satu jemaatpun jangan diabaikan, semua dilayani. Tentena dilayani, Tonusu dilayani, Diora dilayani, Palu juga dilayani.
Tanggapan orang kaya ini terhadap jawaban Yesus adalah kecewa lalu pergi meninggalkan Yesus dengan sedih hati. Ini membuktikan bahwa dia sama sekali tidak punya kasih. Kasih kepada sesama tidak punya, kasih kepada Tuhanpun tidak punya. Akibat melayani tanpa kasih adalah mudah kecewa, muda putus asa, hidup dalam kesedihan. Kalau begitu kalau melayani dengan kasih otomatis tidak ada masalah? Masalah tetap ada tetapi kita hadapi dengan bahagia dari Sorga. Ada masalah tetapi kita tenang, kita damai, bahagia di tengah penderitaan. Kalau tidak ada kasih, bisa kecewa, sedih, tinggalkan pengajaran yang benar, tinggalkan ibadah pelayanan yang benar, sampai betul-betul tinggalkan Yesus, ganti keyakinan.
Yesus berkata kepada orang kaya itu ‘hanya satu kekuranganmu’. Sekalipun kita hebat secara jasmani, hebat secara rohani di mata manusia, tetapi kalau tidak punya kasih itu satu kekurangan yang terbesar! Dari iman, pengharapan dan kasih, yang terbesar adalah kasih. Kalau tidak ada kasih itu kekurangan terbesar, semuanya tidak berguna! Saya khotbah tanpa kasih, tidak ada gunanya, hanya tong kosong bunyi nyaring. Main musik tanpa kasih, nyanyi tanpa kasih, semua tidak ada gunanya. Mungkin dia bersihkan gereja tetapi tidak ada kasih, tidak ada gunanya!
Kenyataannya semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Artinya semua manusia tidak memiliki kasih, yang ada hanya emosi, ambisi dan hawa nafsu!
Roma 3:23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Tidak terkecuali, hamba Tuhanpun telah berbuat dosa, kehilangan kemuliaan Allah. Syukur kepada Tuhan, Tuhan itu kasih. Dia curahkan kasihNya kepada kita lewat pengorbanan Yesus Anaknya yang tunggal.
I Yohanes 4:8-10
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Yohanes 3:16
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Dari Tuhan sudah memberikan kasihNya kepada kita, dari kita tinggal menerima.
Proses menerima kasih Allah:
1. Yesus itu Korban Pendamaian. Jadi proses pertama untuk menerima kasih Allah harus berdamai dengan Tuhan dan berdamai dengan sesama. Tidak perlu ribet untuk menerima kasih Allah, sederhana saja.
a) Proses berdamai dengan Tuhan adalah mendengar Firman yang menyatakan dosa, sehingga kita sadar, menyesal dan mengaku kepada Tuhan dengan hancur hati, dengan jujur dan kita diampuni. Apa tandanya dosa kita sudah diampuni?
I Yohanes 3:19-21
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Tanda kita sudah diampuni, tenang, hati sudah tidak menuduh lagi. Kalau masih ada perasaan bersalah, berdebar-debar itu belum diampuni.
b) Proses berdamai dengan sesama adalah saling mengaku dan saling mengampuni. Yang salah mengaku, yang benar mengampuni dan lupakan dosa, jangan diungkit-ungkit lagi.
Hati tenang, hati damai sejahtera maka kasih dicurahkan, membuat kita berbahagia. Dosa itu membuat kita selalu dalam kesedihan, beban berat. Tetapi kalau sudah diperdamaikan kita berbahagia.
Amsal 28:13
28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Mazmur 32:1
32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Kasih sudah dicurahkan di hati kita, kita bisa bahagia. Dalam pergumulanpun kita bisa tetap bahagia karena kasih dicurahkan di hati. Selama belum berdamai tidak beruntung! Tetapi kalau sudah berdamai kita beruntung. Untungnya apa? Kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan, dapat 2 sayap burung nazar yang besar untuk menyingkir dari antikristus. Kita tidak perlu lagi mencucurkan darah sendiri untuk berdamai. Yang masuk aniaya antikristus, untuk memperdamaikan dosanya, dia harus mencucurkan darahnya sendiri. Sekarang sudah ada darah Yesus, tidak usah kita cucurkan darah. Tinggal kita manfaatkan untuk berdamai dengan Tuhan dan sesama, selesaikan semuanya. Keuntungan untuk hidup sekarang, hidup kita menjadi enak dan ringan.
Matius 11:28-30
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Dosa itu membuat letih lesu beban berat. Datang kepada Yesus untuk belajar rendah hati, berarti belajar mengaku dosa. Belajar lemah lembut, belajar mengampuni. Maka Tuhan berikan kelegaan, kuk yang diberikan enak dan ringan, semua menjadi enak dan ringan. Di tengah-tengah beratnya hidup di padang gurun dunia, tetapi kita enak dan ringan.
Sebelum berdamai semua menjadi berat. Makanya pelayanan dibuang sangking beratnya. Tetapi kalau semua enak dan ringan, nikahnya tidak akan pernah ditinggalkan, pelayanan tidak akan dibuang.
2. Yohanes 14:15
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Untuk menerima kasih Allah proses kedua kita harus menuruti segala perintah Tuhan, taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan apapun resikonya. Menuruti Firman dimulai dari mendengar. Bagaimana kita mau menuruti Firman kalau tidak mendengar. Jadi sikap mendengar Firman menentukan kita memiliki kasih atau tidak.
Periksa sikap kita selama ini, mungkin masih ada yang salah, diperbaiki. Mendengar dengan emosi daging, diperbaiki. Betul-betul kita bisa mendengar Firman sampai menikmati, sampai Firman menjadi kebutuhan kita. Bukan sekedar karena saya sudah datang, harus mendengar Firman. Tetapi betul-betul sampai kita menikmati, sampai Firman menjadi kebutuhan kita. Ini yang menentukan kita bisa melakukan Firman Tuhan atau tidak.
Kalau berdamai hidup kita menjadi enak dan ringan. Kalau menuruti Firman juga semua menjadi enak dan ringan. Contohnya janda di Sarfat. Hidupnya berat, dalam krisis ekonomi karena hujan tidak turun 3,5 tahun. Dia janda, anaknya 1 lalu yang dia miliki hanya segenggam tepung dan sedikit minyak. Elia minta dibuatkan sepotong roti bundar kecil. Dia bilang yang ada padaku tinggal sedikit minyak dan segenggam tepung, aku akan mengolah tepung ini menjadi roti untukku dan anakku, setelah makan itu kami akan mati, karena sudah habis makanan. Berat hidupnya, tetapi Elia katakan buatlah dulu bagiku setelah itu bagimu, maka terjadilah mujizat. Tepung tidak habis, minyak tidak habis, dia terpelihara 3,5 tahun lamanya, jadi enak dan ringan.
Jadi jangan berpkir untuk hidup enak dan ringan di dunia yang krisis akhir zaman ini harus punya berkarung-karung tepung, bertong-tong minyak. Bukan itu! Taat, itu yang membuat hidup kita enak dan ringan. Begitu janda ini melakukan firman, enak ringan hidupnya, terpelihara dia.
Mungkin hidup kita bagaikan janda di Sarfat atau bahkan janda dalam arti sesungguhnya, betul-betul menderita. Yang kita miliki seperti janda di Sarfat, segenggam tepung, sedikit minyak, apa artinya! Mau memelihara hidup 3,5 tahun lamanya, sedangkan segenggam tepung hannya untuk 1 kali makan, tetapi Tuhan bisa pelihara kalau taat.
I Raja-raja 17:10
10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
Perintah ini masih ringan, air dalam kendi. Ketika minta roti, mulai berat!
I Raja-raja 17:11-13
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
Kadangkala, bahkan mungkin sering, saat kita dalam kelemahan, dalam kekurangan seperti janda ini, Firman datang tidak sesuai logika. Dan seakan-akan memberatkan kita. Dalam keadaan krisis, Firman Tuhan datang, kita harus membagi Firman lewat menggelar ibadah persekutuan. Piye toh pak gembala, berat ini. Ini tidak sesuai logika. Di sini kita diuji, apakah kita mau taat sehingga memiliki kasih atau tidak.
Tugas kita bagi saja Firman, urusan Tuhan kapan Firman itu mau bertumbuh, mau 1 tahun, 2 tahun atau kapan itu urusan Tuhan. Kalau semua untuk diri tidak akan pernah diberkati oleh Tuhan. Buktinya kami tidak kekurangan, Tuhan pelihara terus. Digerakan ikut ibadah persekutuan, ikut! Dari mana biayanya? Tuhan yang sediakan. Kalau sudah Tuhan gerakan, ada berkatnya. Dan tidak pernah pergi tangan kosong, ada juga berkat untuk membantu panitia. Kadang bingung, tidak sesuai logika, untuk tiket saja tidak ada uang, mau lagi sumbang untuk panitia. Tetapi ada saja Tuhan kirim berkat.
Jangan selalu untukku, untukku, kalau hanya untukku nanti mati! Untuk Tuhan, kita hidup. Jadi rumusnya begitu, untuk Tuhan dulu baru untuk kita. Elia utusan Tuhan, untuk Tuhan dulu setelah itu baru untuk kita, baru Tuhan sediakan, semua menjadi enak dan ringan. Ayo kita belajar mempraktekan Firman.
Hamba Tuhan menyampaikan Firman bukan bermaksud untuk membebani jemaat tetapi untuk membagi kasih karunia supaya jemaat hidupnya enak dan ringan. Saya hamba Tuhan, saya digembalakan juga. Saya dengar Firman bukan untuk jadi beban tetapi Tuhan mau bagi kasih karunia kepada saya supaya saya menjadi enak dan ringan. Tugas kita yang mendengar Firman praktekan saja, tidak usah berdebat, lakukan saja Firman.
Filipi 1:7
1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
Kami hamba Tuhan sudah menerima kasih karunia dari Tuhan, Firman itu sudah dibukakan rahasianya, sudah kami praktekan, sudah jadi pengalaman hidup, sudah menikmati kasih karunia, bagikan kepada jemaat, beritakan pada jemaat supaya jemaat juga menikmati kasih karunia itu. Asalkan jemaat mau mendengar dan praktek, sama-sama mendapat kasih karunia. Kalau sudah dapat kasih karunia, masalah apa saja hampiri saja takhta kasih karunia, dapat pertolongan pada waktunya, jadi enak dan ringan. Beban berat, datang saja kepada Tuhan, ada kasih karunia Tuhan menyelesaikan tepat pada waktunya. Yang bikin berat itu kita sendiri, sudah berat di dunia tambah berat lagi dengan melawan Firman. Akhirnya susah hidup kita. Tetapi kalau ikuti sistem Tuhan, berdamai, taat, sudah enak ringan semuanya.
Ibrani 4:16
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Kita dapatkan semuanya pada waktunya. Tidak terlalu cepat, tidak terlambat. Seperti menolong orang yang mau tenggelam, telat sedikit sudah dibawa arus. Tepat pada waktunya Tuhan, bukan waktunya kita. Kadang kita minta bulan depan, Tuhan jawab tahun depan. Sesuai waktu Tuhan, waktu Tuhan adalah yang terbaik.
Taat itu tabiat domba yang tergembala. Jadi taat itu dibuktikan dengan tergembala.
Yohanes 10:27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Enak ringan di tangan Tuhan, semua beban kita Tuhan yang tanggung. Berapa bobot kita? 50kg, 80kg, ditanggung Tuhan semuanya. Pemazmur mengatakan sampai masa tuaku, aku digendong Tuhan, enak dan ringan. Semoga kita bisa menikmati nikmatnya tergembala itu.
Sesudah berdamai, sudah taat, ada proses ketiga.
3. Tersungkur menyembah Tuhan. Bahkan menghadapi ujian mustahil, kita bisa tersungkur menyembah Tuhan. Ingat keluarga Betania, Lazarus mati sudah busuk, apa yang Maria lakukan? Tersungkur di kaki Yesus.
Yohanes 11:31-32
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Maria dan Marta sudah berdamai, sudah taat, sudah tergembala, diizinkan Tuhan menghadapi kebusukan. Baik kebusukan dalam diri sendiri, ada kekurangan kelemahan yang sulit lepas. Kebusukan dalam nikah, buah nikah, nikah hancur-hancuran, buah nikah hancur-hancuran. Sudah seperti mayat yang busuk yang cerai berai dagingnya! Kebusukan ekonomi, kebusukan masa depan, menghadapi sesuatu yang mustahil. Tuhan izinkan supaya kita bisa tersungkur di kaki Tuhan, menyembah Tuhan, mengakui bahwa saya hanya tanah liat. Banyak kekurangan kelemahan, tidak berharga, tetapi saya rindu ada di tangan Tuhan Sang Penjunan. Kita serahkan hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan bekerja. Kita melihat kemuliaan Tuhan membangkitkan Lazarus yang sudah mati, membangkitkan apa yang sudah busuk di dalam kita.
Yohanes 11:38-40
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Tuhan mau kita bisa tersungkur di kaki Yesus menyembah Tuhan. Artinya:
a) Jujur mengakui segala kekurangan kelemahan kita. Kebusukan nikah buah nikah karena saya! Kalau menunjuk, menyalahkan orang lain itu meratap. Ada kebusukan dalam pelayanan, itu karena saya. Jangan tunjuk itu karena tua-tua, karena jemaat, tetapi itu karena saya sebagai gembala. Itu jujur mengakui, saya menyebabkan busuk, kalau saya tidak begini, pasti akan baik semuanya.
b) Percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan.
Hati jujur dan percaya, kemuliaan Tuhan dinyatakan, memulihkan apa yang sudah mati dan busuk. Yang busuk menjadi pulih kembali, sampai kita menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.
Di dalam Tubuh Kristus bukan orang-orang baik-baik saja semuanya. Di situ ada kehidupan yang sudah busuk tetapi sudah dipulihkan. Salah satu, anak hamba Tuhan yang busuk! Berkat Tuhan cuma dihabiskan untuk yang tidak baik, untuk rokok, untuk miras, untuk segala sesuatu yang tidak baik. Tuhan kirim saya ke Malang, di sana kebusukan dipulihkan. Tuhan kirim balik ke sini untuk membantu pelayanan orang tua.
Kalau dulu kita busuk, sekarang harum, itu semua hanya karena kemurahan Tuhan. Ayo tetap berdamai, selesaikan semua dosa, taat, tergembala dan banyak tersungkur menyembah Tuhan. Saat menghadapi pergumulan masalah, jangan langsung salahkan siapa-siapa, apa lagi salahkan Tuhan. Langsung pukul diri, saya penyebab kebusukan, sayalah orangnya. Jujur dan percaya, Tuhan menolong tepat pada waktunya. Semua menjadi enak dan ringan, semua jadi indah pada waktunya. Hati percaya, Tuhan buka semua jalan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati.