20260219

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 6 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

 

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:1-3

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Pasal ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam. Manusia daging digambarkan hanya seperti tongkat kayu yaitu kayu yang tercabut dari pokok dan akar. Banyak kelemahannya dan tidak punya pengharapan. Suatu saat bisa lapuk dan hancur. Mungkin pandai, kaya, punya kedudukan, terkenal, itu seperti tongkat kayu yang dicat, suatu saat nanti bisa lapuk dan hancur.

 

Sebab itu kita harus menjadi seperti ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, itulah Yesus.

Lukas 23:31

23:31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"

 

Kita hanya kayu kering. Apa artinya kekayaan dan kepandaian kalau nantinya binasa, tongkat kayu yang lapuk!

 

Mengapa Yesus disebut pokok anggur yang benar atau kayu hidup? Karena Dia satu-satunya manusia yang tidak berdosa, yang menjadi teladan bagi kita manusia yang berdosa atau kayu kering. Dengan kita mau melekat pada Yesus pokok anggur yang benar, berarti kita mau meneladani Yesus. Misalnya pohon anggur, rantingnya juga ranting anggur. Ciri yang ada pada pokoknya itu, ada juga pada rantingnya.

 

Ada 3 macam teladan dari Yesus:

1.      Teladan jejak

I Petrus 2:21

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

 

I Petrus 2:24-25

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

 

Dulu kita sesat, tidak tahu arah mana yang harus kita ikuti. Yesus datang, Dia lahir ke dunia dan mati di kayu salib. Dia bangkit memberikan teladan atau jejak yang harus kita ikuti sehingga kita tidak tersesat, tinggal ikuti saja. Sulamit bertanya kepada Salomo, di mana kakanda menggembalakan domba-domba. Salomo berkata, kalau engkau mau tahu ikutilah jejak-jejak domba. Jejaknya banyak, dombanya hanya satu itulah Yesus.

 

Teladan jejak = teladan kebenaran. Bagaimana mengikuti teladan kebenaran ini? Jejak Yesus adalah jejak kematian dan jejak kebangkitan. Jejak kematian adalah mati terhadap dosa, bertobat. Jejak kebangkitan adalah hidup untuk kebenaran. Mati terhadap dosa, kita bertobat, dosa apa yang kita lakukan selama ini stop, jangan diulang. Lalu kita hidup untuk kebenaran, kita ikuti jejak Yesus.

 

Mengikuti jejak Yesus mulai dari masuk baptisan air yang benar.

Roma 6:1-4

6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

 

Jadi lewat baptisan air yang benar, hidup lama kita dikuburkan dan kita bangkit dalam hidup yang baru. Sekarang masing-masing periksa diri, saya ini sudah hidup baru atau masih hidup lama.

 

Hidup baru adalah:

a)      Hidup dalam kebenaran yaitu tidak berbuat dosa. Dosa yang sudah kita matikan, kita buang, tidak dilakukan lagi.

I Yohanes 3:9

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

 

Setelah bertobat, masuk dalam baptisan air, yang sudah dikubur itu tidak dilakukan lagi. Kita terlepas atau terpisah dari dosa.

 

b)      I Yohanes 3:7

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

 

Hidup baru yaitu berpegang teguh pada ajaran yang benar. Tidak mau disesatkan! Sekalipun ajaran itu mendatangkan keuntungan bagi daging, tetap tidak mau. Ajaran palsu itu menggoda dan hanya bertujuan untuk perut, hanya untuk perkara jasmani, orientasinya hanya yang jasmani. Kita tidak mau disesatkan, pegang teguh pengajaran yang sehat, apapun yang dihadapi.

 

c)      Tidak dapat berbuat dosa lagi. Mau digoda, dipaksa, diancam, tidak dapat berbuat dosa lagi. Itu disebut sudah benar seperti Yesus benar.

I Yohanes 3:7

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

 

Ini teladan pertama, teladan kebenaran. Dan kalau kita mengikuti jejak teladan kebenaran Yesus maka ada hasilnya.

a)      Amsal 10:2

10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

 

Hasil pertama kita selamat dari maut, dari kebinasaan, dari penghukuman Tuhan. Harta tidak berguna, pada hari kemurkaan tidak bisa menyelamatkan. Kebenaran itu yang menyelamatkan. Itu sebabnya wariskanlah kebenaran.

 

b)      Amsal 10:3

10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

 

Hasil kedua dipelihara Tuhan di dalam kelimpahan. Kelimpahan di sini jangan diukur dengan saldo rekeningnya banyak. Hidup dalam kelimpahan itu sampai bisa mengucap syukur dan menjadi berkat bagi sesama.

 

c)      Hasil ketiga sehat secara jasmani terutama secara rohani. Sehat secara rohani itu damai, tidak ada lagi dosa yang menuduh di hati. Rohani sehat maka jasmani juga sehat, tubuh sehat, ekonominya juga sehat.

 

2.      Yohanes 13:13-13

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

 

Teladan membasuh kaki = teladan kesucian. Tuhan menyucikan kita lewat Firman yang dikatakan Yesus, itulah Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, Firman pengajaran yang benar. Tempat penyucian adalah ruangan suci. Tabernakel terdiri dari 3 tingkatan pertama halaman, teladan kebenaran, daerah kebenaran. Yang kedua adalah ruangan suci, teladan kesucian. Ayo kita masuk di situ, tergembala, tekuni 3 macam ibadah pokok, meja roti sajian = ibadah pendalaman Alkitab, pelita emas = ibadah raya, mezbah dupa emas = ibadah doa penyembahan. Di situ kita dibersihkan secara terus menerus.

 

Penyucian dimulai dari apa? Dari membasuh kaki. Penyucian dimulai dari kaki. Dari tubuh kita dari kepala sampai kaki yang paling kotor adalah kaki. Jadi penyucian dimulai dari sesuatu yang paling kotor dalam hidup kita. Makanya jangan pesimis, jangan minder kalau kita orang yang kotor. Masuk penggembalaan, di situ kita dibersihkan. Penggembalaan yang benar menerima orang yang paling kotor untuk dibersihkan. Bukan menolak orang yang kotor! Penggembalaan bukan cuma mau menerima yang bersih-bersih.

 

Kita belajar dari Yesus Gembala Agung. Dia rela menyeberangi danau yang dilanda badai untuk melayani 1 orang gila di Gadara! Kenapa kami hamba Tuhan kalau ada yang kotor malah diusir? Itu Tuhan kirim supaya kami bersihkan, dimandikan, dibasuh dengan air Firman pengajaran yang benar. Berkali-kali dia kotor, bersihkan! Seperti kita merawat anak kita, waktu kita bersihkan, sudah harum, dikasih pakaian bagus, tiba-tiba ngompol, tidak mungkin kita bilang ini bukan saya punya anak! Pasti dibersihkan, dimandikan lagi. Hari ini dimandikan, besok dimandikan lagi. Mengasuh dan merawat jemaat itu dengan segala kesabaran.

II Timotius 4:2; 2:24-26

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

 

Sabar seperti kita mengasuh anak-anak. Kadang mereka makan, tangannya kotor, kita bilang jangan lap dibaju, tapi sudah dia lap di baju. Kalau gembala tidak mau merawat yang kotor, ada yang seperti itu dia kasih saja sama gembala yang lain. Tidak mungkin kita seperti itu, begitu anak kita kotor, dimandikan, dibersihkan dengan segala kesabaran, siapa tahu dia yang suka melawan bisa bertobat. Yang kotor sekalipun bisa bertobat, dirawat dengan segala kesabaran.

 

Kita juga jemaat, kalau menolak penyucian maka bernasib seperti Yudas Iskariot. Kaki yang paling kotor dari murid-murid adalah kakinya Yudas. Apa nasibnya Yudas? Yudas binasa! Hatinya tidak pernah disentuh oleh Tuhan. Kotoran yang paling melekat di hatinya Yudas adalah ikatan akan uang. Ini juga kotoran paling kuat melekat pada gereja Tuhan adalah ikatan uang.

 

Yudas itu rasul, tetapi terikat uang dan binasa. Ada contoh dalam Alkitab yang pekerjaannya sehari-hari berkutat dengan uang dan seringkali diisi dengan pemerasan dan penipuan, tetapi dia mau dibersihkan, yaitu Zakheus.

Lukas 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

Bagi orang Israel, pemungut cukai dianggap orang berdosa, tidak layak dianggap teman. Zakheus disebut orang pendek. Jadi kalau kita melekat pada uang, ada kotoran yang namanya ikatan uang pada diri kita, maka rohani kita akan jadi kerdil, tidak bertumbuh! Di sini Zakheus sadar kekurangannya adalah pendek. Bagi kita sadar akan kekurangan kita, sadar akan kelemahan kita. Zakheus berusaha memanjat pohon ara supaya bisa melihat Yesus.

 

Sekarang kita sadar kita orang yang paling kotor, kita sadar kita orang paling berdosa dan kita berjuang melihat Yesus di dalam pembukaan rahasia Firman. Tuhan melihat perjuangan dan usaha kita. Jangan bertahan dalam kekurangan kita ‘sudahlah saya begini orangnya, mau bikin apa’. Kita sadar akan kekurangan kita, itu sudah hal yang positif. Ditambah berjuang untuk melihat Yesus. Buktinya apa? Kita berjuang, berusaha untuk beribadah! Karena kita mau diperbaiki, tidak mau bertahan pada kekurangan kita. Tuhan lihat usaha kita dan itu menarik belas kasihan Tuhan untuk menyucikan kita. Ini orang paling kotor tetapi dia berjuang mau datang beribadah, maka Tuhan sucikan.

 

Kalau sudah disucikan ada hasilnya:

a)      Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Hasil pertama Tuhan perlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi jangan hina orang yang paling kotor. Sama juga saya sebagai gembala, jangan usir orang yang kotor. Besok-besok dia disucikan dia dipakai, bahkan mungkin lebih dipakai dari gembala.

 

Markus sempat meninggalkan pelayanan, namun dia kembali dan dia dipakai. Onesimus orang yang tidak dipakai, tetapi akhirnya berguna bagi Paulus dan dia dipakai. Perempuan Samaria itu orang yang paling kotor, 5 kali kawin cerai, itu sudah kotoran yang paling busuk! Dia bertemu Yesus dan disucikan lalu dia bersaksi dan menjadi berkat, banyak orang dari kota Sikhar mau datang kepada Yesus dan dimenangkan.

 

Jadi jangan hina orang yang kotor, jangan dihakimi. Bawa kepada Yesus. Biarkan Firman yang bekerja. Kalau dia sudah disucikan, dia dipakai oleh Tuhan.

 

b)      Roma 10:15

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

 

Roma 10:15 (Terjemahan Lama)

10:15 Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat: Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

 

Kalau sudah dipakai maka kaki kita atau perjalanan hidup kita menjadi indah.

 

c)      I Petrus 1:15-16

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

Hasil ketiga menjadi suci seperti Yesus suci.

 

3.      Teladan kemuliaan.

Kejadian 1:26 (Terjemahan Lama)

1:26 Maka firman Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan Kita, supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah.

 

Manusia diciptakan menurut peta dan teladan Allah, ini teladan kemuliaan. Jadi setelah kita benar seperti Yesus benar, lalu meningkat suci seperti Yesus suci, kita mau dibawa pada puncaknya, mulia seperti Yesus mulia, sempurna seperti Yesus sempurna. Proses dan ujiannya semakin berat. Untuk benar seperti Yesus benar sudah berat, meningkat suci seperti Yesus suci tambah berat. Untuk sempurna sama mulia dengan Yesus lebih berat, tetapi Tuhan berikan kepada kita cara untuk bisa bertahan.

 

Proses untuk mulia seperti Yesus mulia adalah rela sengsara daging tanpa dosa bersama Yesus, karena Yesus.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Kita harus rela sengsara daging bersama Yesus, tanpa dosa. Mungkin kita dibenci, difitnah, dikucilkan, bahkan sudah mengalami aniaya fisik, tetapi kita bertahan. Bagaimana supaya bisa bertahan? Yesus sudah peragakan. Waktu Dia naik ke atas gunung untuk berdoa menyembah, kemudian ada Musa dan Elia bersama-sama dengan Dia, bercakap-cakap tentang apa yang akan Yesus alami di Yerusalem yaitu salib. Jadi untuk mengalami salib, mengalami sengsara daging, supaya kita bisa tahan harus naik gunung penyembahan, banyak menyembah Tuhan. Hanya itu yang bisa kita lakukan, menyembah, mengeluh, mengerang kepada Yesus.

Matius 17:1-2

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

 

Pengalaman sengsara, pengalaman penderitaan daging bersama Yesus itu bagaikan kita menghadapi awan tebal, menghadapi mendung, menghadapi hujan. Tetapi dengan menyembah kita memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari. Kalau bisa menyembah Tuhan maka pasti ada pelangi. Coba kalau mendung lalu matahari bersinar, ada pelangi. Tuhan tampil untuk menolong kita. Pelangi kasih Tuhan itulah Roh Kudus! Saat kita sengsara menderita karena Yesus, karena pengajaran, karena ibadah pelayanan lalu kita bisa berdoa menyembah maka ada Roh Kudus, Roh kemuliaan yang memberikan penghiburan bagi kita, yang memberikan kekuatan kepada kita dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti Yesus.

 

Biarlah malam ini kita kembali membawa pelangi kemuliaan,

Yehezkiel 1:28

1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

 

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Awan mendung apa yang kita hadapi? Mungkin dalam nikah ada awan mendung. Semakin saya dekat kepada Tuhan suami saya semakin jahat pada saya, itu awan mendung! Kenapa saya semakin sungguh-sungguh isteri saya semakin melawan, semakin tidak tunduk, semakin berulah. Atau buah nikah bermasalah, menghadapi awan mendung. Dalam penggembalaan, dalam pelayanan ada awan mendung. Gembala menghadapi banyak tantangan, itu bagaikan awan mendung. Tinggal sujud menyembah, kekuatan kita tinggal itu. Menghadapi orang-orang mungkin merasa bisa ‘saya ada bekingan bisa saya hadapi mereka’ tetapi tidak ada kemuliaan. Kita mau dibawa sama mulia dengan Yesus. Kalau pakai kekuatan sendiri itu kemuliaan palsu, kemuliaan antikristus. Luka yang membahayakan dirinya tetapi sembuh, itu kemuliaan palsu!  

 

Tinggal sujud menyembah ada pelangi kemuliaan, pelangi kasih Allah. Roh Kudus roh kemuliaan, menghibur, menguatkan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani. Manusia daging kalau sengsara pasti sedih. Manusia rohani kalau sengsara malah bahagia, ini pekerjaan pelangi kemuliaan, pelangi kasih Allah. Apapun masalah kita hadapi, sujudlah menyembah. Yakinlah ada pelangi sehabis hujan.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati