20260220

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 13 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:1-8

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Dalam terang Tabernakel, ayat-ayat ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam. Manusia digambarkan hanya seperti tongkat yaitu kayu yang tercabut dari pokok dan dari akar. Artinya manusia banyak kelemahannya dan tidak punya pengharapan. Kalau sudah jadi tongkat itu kayu mati, kalau masih melekat pada pokok masih bisa hidup. Sekalipun hebat, mungkin diisi kepandaian, kekayaan atau yang hebat di dunia ini suatu saat nanti bisa lapuk dan hancur. Sebab itu kita harus menjadi seperti ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, itulah Yesus =  Firman pengajaran yang benar.

 

Ada 2 hubungan yang erat dengan Yesus sebagai pokok:

1.      Hubungan kesetiaan (ayat 4 sampai 7)

2.      Hubungan kesucian (ayat 1 sampai 3)

 

Kita hubungan kesetiaan. Setia artinya tinggal di dalam Yesus, di dalam Firman pengajaran yang benar. Di sini bicara pokok anggur, anggur ada kaitannya dengan nikah. Jadi setia adalah tinggal di dalam Kabar Mempelai. Kita merayakan natal, ada berita sukacita Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa, itu Firman penginjilan, Kabar Baik. Itu natal pertama, tetapi kita menanti natal kedua, kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Pria sorga dalam kemuliaan. Makanya kita harus tinggal di dalam Firman pengajaran, Kabar Mempelai. Firman pengajaran ini sanggup membenahi nikah. Sehancur apapun nikah bisa diperbaiki, supaya nikah jasmani bisa mengarah masuk nikah yang rohani, itulah pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Praktek tinggal di dalam pengajaran adalah mendengar Firman pengajaran dan mempraktekan sehingga menjadi pengalaman hidup. Kalau sudah menjadi pengalaman hidup, kita tidak akan meninggalkan pengajaran yang benar. Kenapa sudah bertahun-tahun dalam pengajaran bisa meninggalkannya, bisa menjadi ranting yang terlepas dari pokok? Karena belum menjadi pengalaman. Hanya sebatas mendengar, mungkin sudah percaya, tetapi belum praktek. Tuhan mau kita menjadi pelaku Firman, bukan pendengar saja. Apa bukti sudah mendengar dan praktek Firman? Tergembala dengan benar dan baik. Periksa sepanjang tahun ini, jangan sampai kita ranting yang lepas dari pokok. Biar kita tergembala dengan benar dan baik.

 

Untuk tergembala ada 2 hal rohani yang harus kita perhatikan sehingga kita bisa memantapkan diri kita untuk tergembala di situ.

1.      Pokoknya, itulah pengajarannya. Pengajaran yang benar itu disebut perkataan Yesus. Firman pengajaran itu disebut sempurna dan murni.

Mazmur 19:8

19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

 

II Samuel 22:31

22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

 

Sabda Tuhan itu murni, jadi Firman pengajaran itu sempurna dan murni, sanggup mengarahkan kita kepada kesempurnaan sebagai Mempelai Wanita Tuhan, itu tingkat rohani tertinggi yang bisa kita capai.

 

Nilai angka dalam Alkitab mempunyai arti, salah satunya angka 7 berbicara kesempurnaan. Ada 7 tanda Firman pengajaran yang benar.

I Tesalonika 2:3-6

2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.

2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.

2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi --

6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

 

a)      Tidak lahir dari kesesatan.

Kita ini sedang dipertunangkan kepada Yesus. Iblis mau menyesatkan, yang dia serang adalah pikiran. Iblis mau menyesatkan pikiran gereja Tuhan.

II Korintus 11:2-3

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

 

Iblis ini menyesatkan pikiran. Jadi tidak lahir dari kesesatan artinya tidak ditafsirkan menggunakan pikiran atau logika manusia. Firman tidak boleh ditafsirkan dengan logika pikiran sendiri, biar dibukakan oleh Tuhan Yesus.

II Petrus 1:20

1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

 

Nubuat itu menunjuk pembukaan Firman. Pembukaan Firman tidak boleh ditafsirkan dengan pikiran manusia. Sekarang ini banyak ditafsirkan menurut kehendak sendiri, akhirnya bisa berbeda-beda penafsiran. Ada yang bilang baptisan air begini, ada yang bilang begitu. Kalau pembukaan Firman tidak akan berbeda, pasti sama karena sumbernya satu dari Tuhan. Kecuali pakai logika pasti berbeda. Berbeda orang logikanya berbeda, beda juga penafsirannya. Firman kalau sudah ditafsirkan disebut hanya menjadi pengetahuan dan tidak punya kuasa penyucian. Alkitab katakan itu omongan kosong!

I Timotius 6:20-21

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

 

Jadi bapak ibu bisa menilai, kalau diterangkan dengan ayat-ayat Alkitab tidak bisa dibantah, ada ayatnya. Sama seperti di sekolah, kalau soal matematika, fisika, kimia dikerjakan pakai rumus, tidak bisa dibantah. Tetapi kalau ada pembagian, tidak ada jalannya lalu tiba-tiba ada hasil, itu berarti menyontek!

 

b)      Diberitakan bukan dengan maksud yang tidak murni.

Kalau sudah ada tujuan tembak-tembak orang, salah-salahkan orang, itu sudah tidak murni. Kalau murni maka Firman disampaikan untuk menyucikan jemaat supaya bisa dibawa bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, tidak ada maksud-maksud lain.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Makanya di Lempinel kami di ajar, kalau mau khotbah perpuluhan periksa hatimu, jangan ada keinginan akan uang.

 

c)      Diberitakan tidak disertai tipu daya.

Banyak pendeta pintar menipu sidang jemaat dari mimbar. Dengan bahasa muluk-muluk menipu sidang jemaat.

 

d)      Bukan untuk menyukakan manusia.

Kalau Firman hanya menyukakan manusia pasti diputar balik, ditambah kurang.

Galatia 1:6-10

1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,

1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

Firman sudah diputar balik, ditambah kurang untuk menyukakan hati manusia. Salah satu yang sering diputar balik adalah Paulus bekerja membuat tenda. Mereka putar balik, hamba Tuhan harus rajin bekerja di dunia untuk membantu pelayanan. Paulus memang bekerja siang malam, tetapi bukan bekerja yang jasmani. Hamba Tuhan yang benar melayani untuk menyukakan hati Tuhan sehingga berani memberitakan Firman yang menyucikan supaya jemaat bisa diterima oleh Tuhan sebagai suatu persembahan yang berkenan di hati Tuhan, persembahan yang menyukakan hati Tuhan.

Roma 15:16

15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

 

Firman pengajaran bekerja dengan Roh Kudus menyucikan kehidupan kita sekalian.

 

e)      Bukan bahasa manis atau muluk-muluk. Tetapi apa adanya untuk menyucikan sidang jemaat.

Roma 16:17-18

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.

 

Kita diberkati, kita selamat, semua indah pada waktunya, itu bahasa yang muluk-muluk tetapi tidak disertai penyucian. Betul kalau kita disucikan pasti semua indah pada waktunya, tetapi penekanannya penyucian. Bukan cuma bicara manis-manis muluk-muluk,  tetapi tidak ada penyucian. Akhirnya orang yang tulus hati kena tipu. Sudah berkorban padahal dia cuma kena tipu daya pendeta. Jangan terjadi pada kita!

 

f)       Bukan untuk mencari keuntungan. Kalau sudah muluk-muluk tujuannya pasti yang jasmani.

 

g)      Bukan untuk mencari pujian dari manusia. Sehebat apapun hamba Tuhan dipakai untuk menyampaikan pembukaan Firman, yang harus kita puji adalah Tuhan, bukan hamba Tuhan. Jangan puji hamba Tuhan, kalau sudah memuji hamba Tuhan, pasti nanti mengkultuskan hamba Tuhan, Tuhan tidak mau! Dari 7 nasihat terakhir Tuhan Yesus salah satunya jangan menyembah malaikat. Pujian penyembahan itu hanya kepada Tuhan, bukan kepada hamba Tuhan.

 

Lalu bagaimana sikap kepada hamba Tuhan? Hamba Tuhan dihormati dan didukung pelayanannya dalam doa. Bukan dipuji-puji.

I Tesalonika 5:12-13

5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

 

Jangan sampai hamba Tuhan menjadi anak lembu emas. Pandangan saya hari-hari terakhir ini bahaya, hamba Tuhan yang dipakai dalam pembukaan rahasia Firman itu dipuji-puji, perkataannya sudah seperti perkataan Tuhan, pokoknya kalau sudah bilang A sudah betul punya itu. Padahal kalau ada hamba Tuhan sampaikan Firman dilihat di Alkitab, jangan langsung ditelan mentah-mentah. Jangan karena dia pendeta besar sehingga bukan lagi Firman yang dilihat tetapi orangnya, itu sudah menganaklembu emaskan, bisa Tuhan ambil hamba Tuhan itu. Jangan sampai Tuhan ambil karena sudah dikultuskan.

 

Rasul Yohanes 2x salah, dia menyembah malaikat karena dia terpukau dengan wahyu yang diperlihatkan oleh Malaikat. Untung malaikat tahu diri. Hamba Tuhan yang benar tahu diri ‘jangan sembah saya, jangan puji saya’.

Wahyu 22:8-9

22:8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.

22:9  Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"

 

2.      Gembala

I Tesalonika 2:7,11

2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,

 

Gembala adalah orang tua bagi sidang jemaat. Sekalipun usianya masih muda, tetapi kalau dia Tuhan tetapkan menjadi gembala dalam sidang jemaat dia adalah orang tua rohani. Maka dia berlaku sebagai seorang bapa yaitu bisa menasihat dan menegur yang salah lewat Firman Tuhan. Untuk menegur orang yang lebih tua ada caranya, pakai hikmat. Sebagai hamba Tuhan harus tahu etika. Bukan langsung ditegur seperti anak kecil, itu bukan orang tua yang baik. Orang tua rohani yang baik bisa menegur dengan pengajaran dan kesabaran.

 

Gembala sebagai seorang ibu yaitu bisa mengasuh dan merawat. Artinya tekun memberi makan sidang jemaat lewat pembukaan Firman. Dan praktek dulu baru diberitakan sehingga jemaat bisa menikmati Firman pengajaran dan rohani bisa bertumbuh. Berarti gembala bertanggung jawab atas hidup rohani sidang jemaat.

 

Tanda gembala yang bertanggung jawab atas sidang jemaat.

a)      I Tesalonika 2:2

2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.

 

Tanda pertama rela sengsara untuk melayani Tuhan dan melayani sidang jemaat. Bukan mencari yang enak bagi daging. Bapak ibu bisa menilai bagaimana pelayanan saya sebagai hamba Tuhan. Kalau mau mencari yang enak bagi daging, cukup saya di Tonusu, tidak usah ditambah di Diora, di Tentena dan di Palu. Kalau mau yang enak bagi daging cukup 1 kali ibadahnya, tidak usah ada perjuangan.

 

Harus rela sengsara untuk melayani Tuhan, melayani jemaat, jiwa-jiwa yang Tuhan sudah beli dengan darahNya dan sudah Tuhan percayakan. 1 jiwa saja harganya mahal. Yesus rela menembusi badai gelombang untuk melayani 1 orang gila. Alkitab katakan siap sedialah melayani Tuhan baik atau tidak baik waktunya. Jangan tolak pelayanan tetapi jangan ambisi. Kalau diminta melayani, itu berarti mereka butuh, rindu dilayani.

 

b)      I Tesalonika 2:9

2:9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.

 

Bekerja siang malam yang dimaksud di sini artinya hamba Tuhan harus berjerih lelah dalam melayani dan berusaha supaya tidak menjadi beban bagi sidang jemaat. Lalu apa maksudnya bekerja siang dan malam?

II Korintus 11:28

11:28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

 

Urusan hamba Tuhan memelihara rohani sidang jemaat. Kalau pagi berkebun, malam jadi guru les, kapan dia bisa memelihara rohani sidang jemaat. Tidak mungkin Paulus tulis surat II Korintus pasal 11 ini lalu tulisan pertamanya kontra dengan tulisanya yang berikut. Kalau seperti itu berarti ini hamba Tuhan plin plan, saya tidak mau baca Alkitab kalau yang menulis plin plan. Tidak seperti itu. Dia tuliskan bekerja siang dan diterangkan dalam II Korintus 11:28 bahwa urusan hamba Tuhan untuk memelihara rohani sidang jemaat.

 

I Timotius 4:13

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

 

Ini tugas hamba Tuhan. Paulus ajar anak rohaninya yaitu Timotius. Dia ajar berarti sudah dia praktekan. Hamba Tuhan bertekun baca kitab suci dalam membangun dan dalam mengajar.

 

Kisah Para Rasul 6:2,4

6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja.

6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

 

Sikap dari jemaat:

1.      I Petrus 2:2

2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

 

Seperti bayi selalu rindu asi. Artinya merindu dan membutuhkan Firman, tidak mau ditukar dengan apapun. Gembala sudah bergumul supaya ada pembukaan Firman, jemaat harus merindu untuk mendengar. Ada timbal balik, ada kerja sama. Jangan sampai gembala sudah bergumul, lalu jemaat masa bodoh.

 

Kalau gembala sudah bergumul sungguh-sungguh lalu jemaat yang dilayani tidak merespon dengan baik, gembalanya Tuhan ambil, Tuhan pindah ke tempat yang lain yang butuh. Di situ orang yang tidak tahu tahbisan ditempatkan, orang yang tidak mau bergumul, rohaninya diterlantarkan. Kalau ada kerinduan dari jemaat, pasti gembala semakin mantap melayani di situ sehingga rohani jemaat terbangun.

 

2.      Selalu mendukung gembala di dalam doa. Juga membantu dalam pekerjaan yang jasmani, sehingga gembala bisa fokus dalam doa dan pelayanan Firman.

 

3.      Ibrani 13:7,17

13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

 

Sikap jemaat adalah teladani iman hamba Tuhan, keteguhannya dalam pengajaran. Dan taati, jangan membuat gembala berkeluh kesah. Kalau gembala berkeluh kesah, jemaat tidak mendapat keuntungan, berarti rugi kita, doa penyahutan tidak sampai kepada Tuhan. Sampai dalam kitab Yeremia Tuhan mencegah ‘jangan berdoa lagi bagi sidang jemaat’. Kasihan sidang jemaat, karena gembala sudah berkeluh kesah.

 

Maka hasilnya:

I Petrus 5:4

5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

 

Hasilnya gembala dan jemaat mendapat mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Artinya tidak pernah layu, tidak pernah loyo di dalam penggembalaan. Gembala sukacita terus melayani Tuhan melihat jemaat antusias menerima Firman. Jemaat juga tidak layu, tidak loyo, semangat terus sampai kita mendapat mahkota kemuliaan, mahkota mempelai. Kita saling bermegah pada hari kedatangan Yesus kedua kali.

II Korintus 1:14

1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

Bermegah ini berarti ada suatu sukacita yang besar. Gembala bersukacita, jerih payah dan sengsara saya tidak sia-sia, jemaat yang Tuhan percayakan berhasil duduk bersanding dengan Yesus sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Jemaat juga bersukacita, saya tidak sia-sia tergembala, sudah betul saya masuk dalam penggembalaan yang tepat, gembalaku sungguh-sungguh melayani saya sehingga saya bisa berada bersama Yesus saat ini.

 

Biar menjadi kerinduan hati kita bersama, waktu Yesus datang kita bersama-sama menyambut Yesus di awan-awan, masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Tidak ada satupun yang tertinggal dan binasa, semua berhasil menyambut Yesus, Mempelai Pria sorga kita.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati