Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:8-9
16:8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
16:9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.
Ini adalah malapetaka keempat yaitu penumpahan malapetaka ke atas matahari sehingga menghanguskan manusia dengan api. Kalau sekarang diberitakan matahari ini ada badai api, di Eropa banyak orang mati karena cuaca yang panas. Yang akan terjadi lebih hebat, bahkan bukan hanya panas tetapi sampai manusia hangus.
Matahari menggambarkan kasih Allah yang sempurna.
Mazmur 84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Matius 5:43-44,48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Jadi malapetaka keempat ini adalah hukuman atas orang yang tidak menghargai kasih Allah. Tadi dikatakan hangus, ini hukuman bagi orang yang dihanguskan oleh api hawa nafsu daging. Seharusnya kita dihanguskan oleh api kasih Tuhan.
Yohanes 2:17
2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
Ini yang benar, kita dihanguskan oleh api kasih Tuhan. Prakteknya cinta rumah Tuhan = cinta ibadah. Jadi bukan ibadah kebiasaan tetapi betul-betul kita cinta ibadah. Seperti orang yang dimabuk oleh asmara. Kapan lagi ibadah, saya mau datang, berupaya menembusi halangan apapun untuk beribadah melayani Tuhan.
Ibadah ini yang diincar oleh setan, mau dia hambat dan halangi. Sejak dari zaman awal sampai zaman akhir ini setan mengincar ibadah. Dari zaman Kain, beribadah tetapi dibakar api kebencian. Setan hancurkan ibadah sampai akhir zaman ini. Dalam kitab Wahyu ada 7 sidang jemaat, hanya 2 yang baik, yang lain hancur-hancuran ibadahnya. Setan incar ibadah, dia tembakan panah api hawa nafsu daging kepada hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan supaya terhalang beribadah.
Efesus 6:16
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
Dari jauh setan tembak orang yang mau beribadah. Kena di mulut, kena di mata, kena di pikirannya sehingga terhalang untuk beribadah melayani Tuhan. Bahkan saat kita beribadah melayani, ditembakan panah api. Saat menyanyi, saat main musik, saat khotbah, setan mencoba terus menembak. Makanya dalam doa masuk Firman, kita usir terus dia supaya jangan dia tembak kita dengan panah apinya. Panah api dosa, api emosi, api hawa nafsu daging ditembakan setan untuk menghalangi ibadah pelayanan kita.
Segala kegiatan di dunia yang membuat kita tidak bisa beribadah melayani Tuhan, itu adalah perbuatan sia-sia.
Ibrani 9:14
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Ini semua serangan dari setan, panah api. Ah dari pada beribadah, kegiatan yang ini menguntungkan, ini tidak bisa ditunda, ibadah minggu depan masih ada lagi. Itu semua perbuatan sia-sia, bahkan kerja paksa, tidak mendapat apa-apa. Mungkin dapat yang jasmani tetapi semua akan lenyap bersama dunia ini, makanya disebut sia-sia, kerja paksa!
Cara Firaun, dulu menjelang bangsa Israel keluar dari Mesir, semakin diperberat pekerjaan bangsa Israel. Sekarang menjelang gereja mau terangkat ke awan-awan menyambut kedatangan Yesus, iblis semakin memperberat kehidupan kita dengan perkara-perkara duniawi. Sehingga akhirnya terhalang dalam ibadah pelayanan, sibuk dengan perkara jasmani. Itu sudah dinubuatkan dalam perbudakan bangsa Israel di Mesir.
Keluaran 1:11-14
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
1:12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.
1:13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.
Setan dengan kejam memaksa hamba Tuhan, pelayan Tuhan sibuk mengurus yang jasmani. Jasmani mungkin dapat tetapi secara rohani tidak dapat. Dapat seisi dunia tetapi kehilangan nyawa, buat apa! Dapat segalanya tetapi kehilangan keselamatan, buat apa! Makanya disebut perbuatan sia-sia, semua adalah kerja paksa. Kita perhatikan ibadah, jangan sampai kita dihanguskan oleh api hawa nafsu daging.
Dosa tidak beribadah merupakan dosa yang meningkat.
Ibrani 10:25-26
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Ini dosa yang meningkat mulai dari dosa kebiasaan. Sangking sudah biasa, tidak merasa bersalah lagi ketika tidak beribadah. 1 kali tidak beribadah, sedih, nangis, doa kepada Tuhan ‘saya mau beribadah’. Diulangi kedua kali, ketiga kali, akhirnya sudah merasa biasa kalau tidak beribadah. Akhirnya meningkat dosa sengaja. Tadinya karena tidak ada waktu, tidak ada kesempatan, akhirnya terbiasa tidak beribadah lagi. Ini ada waktu, ada kesempatan, sudah sengaja tidak beribadah. Dia sudah enak dengan keadaannya tidak beribadah. Sehingga tidak ada lagi korban menghapus dosanya, tidak ada pengampunan. Jangan terjadi dalam kehidupan kita!
Kalau ingat Yesus waktu disalibkan, betul-betul Dia hangus dengan api! Dari bawah api kebencian dari orang-orang yang menyalibkan Dia. Dari atas Yesus menanggung api murka Allah. Kita yang seharusnya dihukum tetapi sudah Dia tanggung semuanya. Bagaikan hewan kurban yang dibakar di atas mezbah korban bakaran. Dia rela tanggung semuanya supaya kita tidak dihanguskan oleh api penghukuman. Tetapi kalau tidak menghargai KorbanNya yang melayakan kita beribadah, jangan marah kalau Tuhan kirim api penghukuman.
Ibrani 10:27
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Ibadah itu seharga Korban Kristus, harus kita hargai!
Mengapa setan menghalangi ibadah gereja Tuhan?
1. Supaya gereja Tuhan tidak menerima janji Tuhan. Sebenarnya setan itu juga ingin menerima janji Tuhan, tetapi dia tidak bisa. Makanya dia halangi kita menerima janji Tuhan. Janji pemeliharan hidup sekarang, janji pemeliharaan hidup yang akan datang, sampai janji pemeliharaan hidup kekal. Setan tidak mau kita hidup kekal bersama Tuhan, dia mau bersama dia kekal dalam kebinasaan, makanya dia halangi beribadah.
I Timotius 4:8
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Dalam ibadah itu terkandung janji hidup sekarang, hidup yang akan datang sampai hidup kekal. Tuhan berikan hidup kekal bagi domba-domba yang tergembala. Jangan ditipu oleh setan, setan hanya menawarkan janji hidup sekarang dan masa depan, tetapi hidup kekal tidak bisa dia berikan. Setan bisa memperkaya orang, bisa membuat orang berhasil, tetapi tidak bisa mencapai hidup kekal.
Janji Tuhan yang terbesar kepada orang yang beribadah adalah kita mau dijadikan sama mulia dengan Tuhan.
II Petrus 1:4
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Dalam ibadah ada kekuatan ibadah itulah Firman dan kuasa salib untuk mengubahkan kehidupan kita sampai kita sama mulia dengan Tuhan. Sebab itu perjuangkan ibadah pelayanan! Seperti Yesus sudah memperjuangkan ibadah pelayanan kita.
Untuk memperjuangkan ibadah bangsa Israel, Tuhan menghukum Mesir dengan 10 tulah. Sampai akhirnya orang Mesir mengusir bangsa Israel untuk bisa beribadah kepada Allah yang hidup. Untuk kita bangsa kafir lebih hebat lagi perjuangan Tuhan. Tuhan lahir sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa untuk menjadi Korban Pendamaian bagi kita, mati di kayu salib supaya kita bisa beribadah.
Wahyu 1:5-6; 5:9-10
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
Imam itu orang yang beribadah dan melayani. Karena Korban Kristus kita bisa beribadah melayani Tuhan. Kalau Tuhan begitu memperjuangkan ibadah pelayanan kita, maka sebagai timbal balik kita juga harus berjuang, berjerih payah, berjerih lelah untuk bisa beribadah melayani Tuhan.
I Timotius 4:9-10
4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
Kita berjuang untuk beribadah melayani dan jerih payah kita tidak sia-sia.
I Korintus 15:58
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Menembusi jarak jauh, meninggalkan kesibukan di dunia, dalam keadaan kurang fit, kita berjuang beribadah. Tidak sia-sia perjuangan kita, karena Tuhan siapkan mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
I Petrus 5:4
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Usia boleh bertambah, kekuatan fisik menurun, tetapi tidak pernah layu dalam ibadah pelayanan. Banyak tantangan dan pergumulan kita hadapi, tetapi jangan pernah layu, apalagi layu sebelum berkembang. Ayo semangat melayani Tuhan, terus maju sampai garis akhir, ada mahkota Tuhan sediakan bagi kita.
2. Supaya gereja menjadi tidak berguna, hanya seperti jerami yang hanya dibakar.
Maleakhi 3:14-18; 4:1
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga."
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
Setan halangi tidak beribadah supaya menjadi seperti jerami yang hanya untuk dibakar. Dari mana kita tahu kualitas orang itu rohaninya jerami? Dari sikapnya beribadah.
Dia anggap ibadah itu percuma, sia-sia, menyusahkan, bikin repot, itu jerami! Kita tidak mau menjadi seperti jerami, kita mau menjadi gandum yang dikumpulkan di lumbungnya Tuhan. Penuaian sudah akan terjadi dan gandum-gandum akan dikumpulkan di lumbungnya Tuhan. Malaikat meniup sangkakala mengumpulkan orang pilihan Tuhan, seperti gandum yang dikumpul untuk dibawa masuk ke lumbungnya Tuhan.
3. Supaya gereja Tuhan tidak sampai ke takhtanya Tuhan, hanya tetap di bumi saja. Sama seperti Firaun menghalangi bangsa Israel jangan keluar dari Mesir. Sudah keluarpun, dia kejar!
Wahyu 22:3-4
22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
Aktivitas di takhta sorga itu beribadah. Kalau sekarang tidak mau beribadah melayani, tidak akan bisa mencapai ke takhta Sorga. Hanya mengimpikan tetapi tidak menjadi kenyataan.
Orang sudah beribadahpun, setan masih halangi lagi, dia buat ibadah orang itu tidak berkenan. Tadi dalam Maleakhi ada perbedaan orang yang beribadah dengan yang tidak beribadah. Tetapi juga ada perbedaan antara orang beribadah dengan orang beribadah. Ingat ibadahnya Kain, sama-sama beribadah dengan Habel, sama-sama mempersembahkan korban tetapi ibadah Kain tidak diterima karena tidak dalam sistem penggembalaan. Sama-sama beribadah tetapi ada yang diterima dan ada yang ditolak oleh Tuhan.
Beribadah melayani Tuhan itu bagaikan membawa korban santapan kepada Tuhan, ada yang Tuhan terima, ada yang Tuhan tolak.
Yohanes 4:30-33
4:30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
Ini ibadah yang berkenan! Kita harus berjuang untuk ibadah pelayanan yang benar, yang berkenan kepada Tuhan. Jadi bukan sekedar saya datang ke gereja, saya beribadah, saya menyanyi memuji Tuhan, lalu serta merta diterima oleh Tuhan. Belum tentu!
Kalau membaca Yohanes pasal 4 ini, yang Yesus butuhkan bukan makan tetapi minum.
Yohanes 4:7-8
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
Yang Yesus minta minum, yang mereka bawakan makanan. Memang ibadah yang ditolak itu kelihatannya hebat, kelihatan luar biasa. Makanan dengan minuman lebih mahal makanan. Tetapi Yesus minta minum, orang haus harus diberi minum, bukan dikasih gorengan. Kadang kita begitu. Tuhan minta A malah lakukan B dan kita anggap B ini lebih hebat. Di mata manusia hebat tetapi Tuhan bilang ‘Aku tidak kenal kamu!’. Dalam Yohanes pasal 4 Yesus masih berkata pada murid-muridNya ‘padaKu ada makanan yang tidak kamu kenal’ jadi mereka masih dapat kesempatan. Kalau dalam Matius pasal 7 orang yang mengaku pelayan Tuhan itu yang tidak dikenal! Aku tidak mengenal kamu, kamu sekalian pembuat kejahatan! Matius 7:21-23
Kita periksa ibadah pelayanan kita selama ini. Terutama saya sebagai gembala, saya melayani di Tentena, Tonusu, Diora dan Palu, apakah berkenan atau tidak di hadapan Tuhan. Ayo kita berjuang untuk ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.
Praktek ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.
1. Matius 6:31-33
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Jadi ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah yang di dalamnya ada kebenaran Allah = Firman pengajaran yang menyucikan dan membenarkan kita.
Yohanes 17:17; 8:32
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Periksa, saya beribadah selama ini ikatan sudah lepas semua atau tidak? Atau jangan-jangan tambah melingkar, melilit kehidupan kita. Ibadah pelayanan yang benar mengutamakan Firman pengajaran yang benar sehingga terjadi kelepasan demi kelepasan, terjadi penyucian. Ikatan-ikatan yang mengikat kita bisa lepas. Kalau kita sudah alami itu, sudah jadi kesaksian, tekuni ibadah itu! Tidak usah lirik yang lain lagi sebab ibadah pelayanan yang kita kerjakan, sudah benar.
Seperti pesan Boas kepada Rut, tidak usah ke ladang yang lain lagi, cukup di ladang Boas.
Rut 2:8
2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.
Cukup di ladang Mempelai yaitu dalam ibadah pelayanan yang dibina Firman pengajaran yang sehat. Itu sudah lebih dari cukup untuk menyucikan dan menyempurnakan kehidupan kita sampai kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sebab kalau kita ke ladang lain, hanya dibikin susah.
2. Roma 12:1-2
12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ibadah yang benar itu membawa persembahan kepada Tuhan. Bukan mencari atau meminta. Mulai dari menggembalikan miliknya Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Itu belum berkorban, itu baru mengembalikan. Baru kita berkorban hal-hal yang lain sampai bisa mempersembahkan tubuh kepada Tuhan. Ini ibadah yang benar yang berkenan kepada Tuhan, bukan malah mencari sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, tetapi kita mengorbankan segala sesuatu untuk Tuhan.
Persembahan tubuh itu ada syaratnya, tidak sembarang. Dulu bangsa Israel tidak boleh membawa hewan yang bercacat. Syaratnya:
a) Membawa tubuh yang hidup, bukan tubuh yang mati. Apa tubuh yang hidup?
Roma 8:13
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Tubuh yang hidup adalah tubuh yang dikuasai Roh Kudus, sehingga kita beribadah melayani tidak menonjolkan daging. Banyak orang beribadah melayani tetapi menonjolkan daging. Terutama karena iblis dulu pemain musik di sorga, jadi dia ganggu dalam hal musik. Bermain musik daging yang ditonjolkan, mau seperti orang dunia. Makanya harus dikuasai Roh Kudus. Bagaimana supaya kita bisa dikuasai Roh Kudus? Tekuni ibadah raya, di situ kita akan dikuasai Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya. Roh Kudus akan menguasai kehidupan kita sehingga pelayanan kita tidak kedagingan. Dalam melayani jangan tampilkan yang daging, jangan tonjolkan daging kita. Daging harus dimatikan, biar kita dikuasai oleh Roh Kudus.
Hidup = aktif. Mempersembahkan tubuh yang hidup = aktif dalam kegiatan rohani, bukan pasif. Aktif, apa saja mau kita kerjakan. Jangan tanya apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, tanya apa yang sudah kita kerjakan untuk Tuhan.
b) Tubuh yang kudus
Yohanes 15:3
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tubuh yang kudus adalah tubuh yang dikuasai oleh Firman sehingga bisa hidup suci, perkataan dan perbuatannya suci. Ini hasil ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman dan kurbannya. Tubuh ini pakai mendengarkan Firman supaya kita disucikan, dikuduskan.
c) Tubuh yang berkenan
Matius 17:5
17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Tubuh yang berkenan adalah tubuh yang dikuasai oleh kasih Allah sehingga tidak akan pernah meninggalkan ibadah pelayanan karena kita mengasihi Tuhan. Bukan alasan yang lain-lain. Ini tubuh yang dikuasai Allah, hasil ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.
Jadi ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah ibadah dalam sistem penggembalaan. Seperti Habel mempersembahkan domba yang dia gembalakan, yang sulung dari ternaknya. Sebagai gembala saya berupaya jangan sampai ada sidang yang terabaikan 3 macam ibadah. Semua harus terpenuhi 3 macam ibadah supaya semua berkenan kepada Tuhan. Dalam 3 macam ibadah pokok itu kesempatan kita melekat pada Allah Tritunggal. Tekun 3 macam ibadah bagaikan domba disembelih dan dipotong-potong, sakit bagi daging! Setelah dipotong-potong korban persembahan ini harus dibakar, tidak boleh mentah. Makanya ada praktek yang ketiga.
3. Terjadi pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Periksa diri kita, saya ini sudah bertahun-tahun digembalakan, sudah melayani, sudah berubah atau belum? Kalau belum berubah, ibadahnya tidak diterima! Masih daging mentah, sudah dipotong-potong tetapi masih berbau busuk, nanti berulat, makanya harus dibakar. Keubahan hidup = daging yang dibakar menjadi asap yang berbau harum bagi Tuhan. Dibakar lewat apa?
II Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Dibaharui lewat api ujian atau nyala api penderitaan daging tanpa dosa.
I Petrus 4:12
4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sudah tergembala 3 macam ibadah, koq sakit, terjadi sesuatu yang luar biasa dalam diri kita. Nikmati itu, berarti kita sedang dibakar supaya menjadi asap yang berbau harum bagi Tuhan. Nikmati pengalaman salib itu. Kita tidak sendiri, saat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilempar ke dapur api, tetapi ada pribadi yang keempat mukanya seperti muka anak dewa. Itulah pribadi Tuhan, Roh Kudus yang menyertai kehidupan kita.
Tidak usah takut, daging memang tidak mampu menghadapi semua itu, tetapi Roh Kudus yang memberikan kekuatan.
I Petrus 4:14
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Makanya disebut penderitaan ringan karena ada Roh Kudus. Roh Kudus yang mampukan kita untuk menerimanya. Biar kita bisa bertahan, tidak mundur sedikitpun sampai kita menjadi asap yang berbau harum.
a) Keubahan hidup dimulai dari pikiran atau jiwa. Kita periksa, pikiranku sudah dibaharui atau belum.
Roma 12:3,16
12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
Pikiran yang dibaharui adalah memiliki pikiran yang sederhana. Jadi tidak boleh cita-cita tinggi? Silahkan saja.
Jadi apa pikiran yang sederhana? Mensyukuri apa yang kita dapatkan dari Tuhan, sehingga kita tidak ngotot untuk memeluk dunia seperti Yudas. Pikiran yang terlalu tinggi itu tidak pernah puas. Pikiran sederhana itu puas dengan apa yang Tuhan berikan, bisa mensyukuri apa yang Tuhan berikan sehingga tidak ngotot memeluk dunia.
Kalau pikirannya terlalu tinggi, tidak bisa menguasai diri, bisa gugur dari iman. Saya mau peluk dunia, mau ini, mau itu. Akhirnya kebenaran sudah ditepis, tidak lagi benar, ibadah tidak lagi dikerjakan karena mau memeluk dunia.
Kita bekerja sekeras-kerasnya tetapi selalu dipikiran kita, saya kerja yang jasmani untuk perkara yang rohani. Bekerjalah untuk makanan yang mendatangkan hidup kekal, bukan yang dapat binasa. Kita kerja dapat kulit untuk diisi dengan butir-butir gandum Firman Tuhan, untuk beribadah melayani Tuhan.
Yohanes 6:27
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Bekerja, sekolah setinggi-tingginya, bekerja di dunia semua itu sebagai sarana untuk diisi dengan perkara rohani. Itulah pikiran yang sederhana. Jadi apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita usahakan di dunia ini untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, jangan sampai mengganggu ibadah pelayanan.
b) Pembaharuan hati atau roh yaitu hatinya peka, tahu membedakan mana yang benar, mana yang tidak benar, terutama soal pengajaran. Yang benar saya pegang teguh, yang tidak benar hindari, bukan musuhi. Kalau sudah berbeda, hindari!
Roma 16:17
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Hindari persekutuannya, jangan malah duduk makan bersama, artinya jangan berfellowship kalau tidak sesuai lagi. Sampai bisa membedakan mana yang benar, mana dosa! Sekarang ini setan membuat semua menjadi abu-abu, padahal dosa. Dosa bisa jadi benar.
Kita harus tahu membedakan mana yang benar, mana yang salah. Sayakan berdusta untuk kebaikan, padahal itu dosa, namanya dusta itu berdosa! Dosa jadi benar, nanti dibalik, yang salah jadi benar.
Kalau hati sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, pasti taat dan setia.
Yehezkiel 11:19-20
11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
11:20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Kehidupan yang taat dan setia, yang dibaharui, posisinya ada di dalam tangan Tuhan.
Yohanes 10:27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Kita berjerih payah untuk ibadah pelayanan yang benar, jerih payah kita tidak sia-sia sebab kita berada di dalam tangan Yesus Gembala Agung, Gembala yang baik.
Hasilnya
1) Tangan Yesus memberikan jaminan pasti pemeliharaan hidup. Mulai sekarang di padang gurun dunia yang serba sulit dan sukar, masa depan sampai di zaman antikristus. Tidak usah takut, hidup kekal Tuhan berikan, masa cuma hidup sehari-hari Tuhan tidak berikan. Di dalam tangan Yesus ada kepastian. Di luar penggembalaan tidak pasti, tanda tanya. Di dalam penggembalaan sudah pasti 100% ada kepastian. Kaum muda jangan ragu, di tangan Yesus Gembala Agung ada jaminan pasti.
2) Tangan Yesus Gembala Baik memberikan jaminan pasti untuk menang! Banyak pergumulan kita hadapi, tetapi dengan kita mau dibaharui hati pikiran, mau taat dan setia, Tuhan berikan jaminan pasti untuk menang.
Masalah apa yang bapak ibu hadapi? Mungkin sudah mustahil, sudah tidak bisa, di tangan Yesus tidak usah ragu, ada kepastian untuk menang. Banyak tantangan saya hadapi, hari-hari terakhir ini tantangan menyangkut pelayanan. Tetapi Tuhan berikan jaminan pasti untuk menang. Terutama kemenangan yang terakhir:
Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
Ini jaminan pasti untuk menang, duduk di takhta Sorga, takhta mempelai. Kita mempelai wanita Tuhan, duduk bersanding dengan Yesus Mempelai Pria Sorga. Ini doa dan kerinduan saya, keluarga saya bersama jemaat dan keluarga jemaat berhasil menyambut Yesus untuk duduk setakhta dengan Dia di Yerusalem yang Baru.
Ayo berjuang untuk ibadah pelayanan, persembahkan tubuh yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Tuhan, ada jaminan pasti di tangan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.