Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 30:4-6
30:4 Haruslah kaubuat dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya; pada kedua rusuknya haruslah kaubuat gelang itu, pada kedua bidang sisinya, dan haruslah gelang itu menjadi tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.
30:5 Haruslah kaubuat kayu pengusung itu dari kayu penaga dan kausalutlah dengan emas.
30:6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
Mezbah dupa emas terdiri dari 5 bagian:
1. Mezbahnya
2. Tanduk mezbah
3. Bingkai emas
4. Gelang emas, tempat memasukan kayu pengusung
5. Kayu pengusung
Kita bahas bagian ketiga yaitu bingkai emas, ini menunjuk persekutuan yang suci dengan Tuhan. Jadi lewat doa penyembahan kita menjalin persekutuan yang suci dengan Tuhan. Penyembahan yang benar harus dalam kesucian.
I Timotius 2:8
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Laki-laki simbol kekuatan. Jadi ini doa yang kuat, doa yang dinaikan dengan kekudusan atau kesucian.
Mazmur 141:2
141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.
Kita menyembah bagaikan menadahkan kedua tangan kepada Tuhan, tangan yang suci. Penyucian terjadi di dalam penggembalaan yang dibina Firman pengajaran yang benar. Semakin suci, semakin meningkat penyembahannnya. Makanya penyembahan itu bagaikan naik ke gunung yang kudus.
Mazmur 24:3-4
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Penyucian mulai dari penyucian hati, hati yang suci, hati yang murni. Kemudian tangan disucikan, perbuatan yang suci. Lalu mulut disucikan. Baru penyembahan kita naik, kita menjalin persekutuan yang suci dengan Tuhan.
Bagian keempat adalah gelang emas. Gelang itu tanpa ujung pangkalnya, menunjuk kasih Allah yang suci dan kekal. Ada 4 gelang emas menunjuk 4 penjuru bumi. Artinya di mana saja di 4 penjuru bumi kita bisa menyembah Tuhan sehingga kita punya kasih Allah yang suci dan kekal. Tuhan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi penyembahan itu bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja sebab kasih Allah tidak bisa dibatasi asalkan penyembahan dinaikan dengan kesucian. Kesucian ini ada kaitannya dengan nikah. Ingat waktu Yesus membenahi nikah perempuan Samaria. Selain Yesus membenahi nikah perempuan Samaria ini, Yesus juga membenahi ibadahnya, utamanya penyembahannya. Setelah nikahnya dibenahi, Yesus mulai bicara tentang penyembahan. Penyembah yang benar menyembah di dalam roh dan kebenaran. Jadi pada sesi 3 ini mari kita periksa nikah kita supaya penyembahan kita naik. Biarlah nikah kita dibenahi.
Praktek penyembahan dalam nikah:
1. Laki-laki harus menyembah dengan tangan, hati dan mulut yang suci.
I Timotius 2:8
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Laki-laki dulu yang harus banyak menyembah. Maka hasilnya kita menjadi kekuatan dalam rumah tangga. Dia suami yang kuat untuk memelihara dan melindungi rumah tangganya bagaikan singa yang kuat. Rumah kalau dijaga anjing saja orang sudah takut masuk, apalagi kalau singa. Tidak ada yang bisa mengganggu apalagi merusak nikah kita kalau suami menjadi penyembah yang benar.
2. Perempuan atau isteri.
I Timotius 2:9-12
2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.
2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
Perempuan atau isteri harus memiliki perhiasan rohani. Semakin tekun menyembah Tuhan, semakin indah hidupnya, semakin indah nikahnya. Bagaikan perempuan yang sedang berdandan, berhias. Tetapi perhiasannya bukan yang jasmani tetapi yang rohani yaitu:
a) Berdiam diri. Artinya bisa menjaga perkataan. Isteri yang suka menyembah bisa menjaga perkataannya, bukan isteri yang suka bergosip. Berdiam diri ini juga artinya tidak mengajar dan memerintah laki-laki/suami
b) Tunduk dan taat dengaran kepada Tuhan, kepada suami.
Isteri yang banyak menyembah bagaikan madu yang manis. Kalau dia banyak berdiam diri, tidak mengajar dan memerintah laki-laki, bisa menjaga perkataannya, bisa tunduk dan taat pada Firman Tuhan, dia madu, sumber kemanisan di dalam nikah.
Menikah itu bagaikan menjawab teka teki. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam nikah kita. Waktu masa pacaran tunangan yang ditampilkan semua yang manis-manis. Begitu masuk dalam nikah kelihatan yang tidak baiknya. Kalau suaminya banyak menyembah dia singa yang kuat menjaga dan melindungi nikah, kalau isteri banyak menyembah dia bagaikan madu sumber kemanisan dalam rumah tangga, maka teka teki terjawab, masalah selesai.
Hakim-hakim 14:12,14,18
14:12 Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
14:14 Lalu katanya kepada mereka: "Dari yang makan keluar makanan, dari yang kuat keluar manisan." Ada tiga hari lamanya mereka tidak dapat memberi jawab teka-teki itu.
14:18 Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."
Banyak masalah dalam rumah tangga, tetapi kalau suami isteri banyak menyembah, masalahnya terjawab, masalahnya selesai. Tingkatkan doa penyembahan demi nikah kita. Kalau mulai malas menyembah langsung ingat nikah kita. Kalau saya suami tidak menyembah, saya lemah, nanti nikah saya tidak terlindungi, bisa hancur. Kalau saya isteri tidak banyak menyembah, nanti saya justru menjadi sumber kepahitan dalam nikah. Jangan menjadi manusia egois, masa bodoh. Kita banyak menyembah untuk nikah kita bisa mencapai nikah yang rohani, nikah yang sempurna.
Kalau teka teki terjawab, masalah terjawab, dapat pakaian lenan dan pakaian kebesaran. Artinya kalau suami isteri banyak menyembah, nikahnya tidak telanjang, ditutupi oleh Tuhan, tidak ada cela bagi setan untuk menyerang nikah kita. Dan nikah mengarah ada pesta nikah Anak Domba Allah, berpakaian yang putih bersih.
Bagian kelima adalah kayu pengusung. Kayu pengusung untuk memikul mezbah dupa emas. Dulu di padang gurun bangsa Israel mengembara. Kalau sudah waktunya pindah, Tabernakel dibongkar lalu alat-alatnya dipikul. Nanti sampai di tempat perhentian berikutnya didirikan lagi Tabernakelnya. Jadi, kayu pengusung ini untuk memikul mezbah dupa emas. Memikul menggunakan bahu. Bahu bicara tanggung jawab. Jadi memikul mezbah dupa emas ini paling kurang dibutuhkan 2 orang atau 4 orang yang bisa bekerja sama. Kayu pengusung disalut dengan emas. Emas menunjuk kesucian Roh Kudus.
Pengertian kayu pengusung:
1. Roh Kudus mendorong kita untuk bertanggung jawab menyembah Tuhan. Penyembahan itu adalah puncak ibadah, ibadah pelayanan harus dikerjakan dengan tanggung jawab. Waktu Yesus memberikan perumpamaan tentang talenta, ada yang mendapat 5, ada yang 2, ada yang 1. Dituntut tanggung jawab di situ. Yang mendapat 5 dan 2 dia bertanggung jawab. Yang mendapat 1 tidak bertanggung jawab.
Pelayanan harus dikerjakan dengan tanggung jawab. Roh Kudus mendorong kita untuk bertanggung jawab dalam penyembahan. Jadi bukan asal-asalan, kita kerjakan dengan tanggung jawab. Yang centang pelayanan doa syafaat, ayo kerjakan dengan sungguh-sungguh, tanggung jawab pelayanan itu. Kalau dalam doa penyembahan saja kita tidak tanggung jawab, pelayanan lainnya tidak bisa diharapkan dia akan bertanggung jawab. Mungkin hebat main musik, tetapi kalau malas menyembah tidak bisa diharapkan dia bertanggung jawab. Dia pintar menyanyi, tetapi kalau malas menyembah tidak bisa diharapkan dia bertanggung jawab. Kalau sekarang penyembahan tidak tanggung jawab, bagaimana mau dipercaya pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
2. Bisa bekerja sama dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saya gembala tekun menyembah, jemaat tekun menyembah, bisa bekerja sama dalam pelayanan. Anggota Zangkoor, suara Sopran tanggung jawab menyembah, Alto dan Tenor serta bass juga tanggung jawab menyembah, bisa bekerja sama. Paduan suara dan pelatihnya kalau sama-sama menyembah, bisa bekerja sama dalam pelayanan, bukan simpan pahit hati. Tetapi kalau satu menyembah, yang lain tidak, tidak akan bisa bekerja sama, jadi amburadul.
Contoh paling gampang tim musik, karena tidak menonjolkan diri sendiri, harus menampilkan harmonisasi dalam bermain musik. Penyembahan itu merendahkan diri. Kalau dia tidak suka menyembah pasti mau menonjol, mau tampil lebih dari yang lain. Sesama hamba Tuhan, gembala dengan gembala, kalau gembala yang satu suka menyembah yang lain malas menyembah, biar mau dipaksakan tidak akan bisa.
Pembangunan Tubuh Kristus itu bukan pekerjaan 1 orang tetapi melibatkan banyak orang. Dibutuhkan kerja sama yang baik. Kalau semua panitia adalah penyembah, bisa bekerja sama dengan baik. Mari tanggung jawab dalam penyembahan supaya kita bisa bekerja dengan baik dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
Jadi tujuan akhir penyembahan adalah menjadi satu Tubuh Kristus untuk menyambut Yesus di awan-awan. Makanya waktu kedatangan Yesus kedua kali disambut dengan penyembahan.
Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Roma 15:5-6
15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
Satu hati itu satu pengajaran, satu suara itu satu penyembahan. Tujuan akhir penyembahan supaya kita menjadi satu dalam Tubuh Kristus yang sempurna untuk layak menyambut Yesus kepala Mempelai Pria Sorga dengan satu suara haleluya.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |