Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 15:5-8
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.
15:6 Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
15:7 Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.
15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.
Ada 7 malapetaka yang siap untuk dijatuhkan. Ada 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal yang akan dijatuhkan:
1. 7 meterai itu hukuman dari Allah Roh Kudus kepada kehidupan yang tidak menghargai bahkan menolak pekerjaan Roh Kudus. Ada 7 kesatuan roh, Roh Kudus sekarang sedang bekerja untuk membentuk kita gereja Tuhan bisa menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Dulu dinubuatkan Eliezer mencari seorang isteri bagi Ishak dari kaum keluarga Abraham, sekarang Roh Kudus bekerja untuk membentuk gereja menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan. Karena tidak dihargai maka hukuman 7 meterai dijatuhkan.
2. 7 sangkakala dari Yesus Anak Allah kepada kehidupan yang menolak Firman pengajaran yang menyucikan.
3. 7 malapetaka yaitu hukuman dari Allah Bapa bagi kehidupan yang menolak kasih Allah Bapa = tidak memiliki kasih. Kasih Allah diwujudkan dengan pelayanan pendamaian atau penyucian secara tuntas. Ini tidak dihargai maka hukuman Allah dijatuhkan.
Bagi Allah lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Berulang-ulang diberi kesempatan kepada kita, ada pembukaan Firman, ada pengajaran yang keras untuk kita disucikan, ada korban pendamaian darah Yesus untuk mendamaikan dosa, tetapi karena tidak dihargai maka hukuman dijatuhkan. Karena tidak menghargai kasih Allah maka malapetaka dijatuhkan.
Semua manusia telah berbuat dosa. Manusia berdosa memang tidak punya kasih. Kasih itu kita dapatkan dari kayu salib. Juga kasih itu kita dapatkan dari melakukan Firman.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
I Yohanes 5:3
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
Ini kasih kepada Allah, kita menuruti Firman Tuhan. Jadi kepada kita diberikan sarana ada Korban Kristus, korban pendamaian untuk kita memperdamaikan dosa-dosa, kita memiliki kasih Allah. Firman Tuhan disampaikan untuk kita dengar dan praktekan, kita memiliki kasih Allah. Belum lagi pekerjaan Roh kudus mencurahkan kasih Allah di hati kita. Karena ini tidak dihargai maka hukuman datang.
Banyak orang merasa tahu Firman tetapi tidak praktek Firman. Dagingnya tidak mau dirobek, tetap manusia daging dengan hawa nafsu dan keinginannya. Sebagai contoh dalam Alkitab adalah ahli taurat. Disebut ahli berarti pakar, pakar Firman, tetapi selalu menentang Yesus.
Lukas 10:25-29
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Ini ahli Taurat mau menentang Yesus. Ini gambaran hamba Tuhan pelayan Tuhan yang tahu banyak Firman tetapi tidak mempraktekan sehingga hanya menjadi pengetahuan. Kita sudah banyak mendengar Firman, kita sudah mempelajari banyak kitab dalam Alkitab mulai dari zaman papa gembala sebelumnya.
Tanda-tanda Firman hanya jadi pengetahuan, tidak jadi praktek:
1. Mencobai Yesus. Artinya banyak mengkritik. Firman disampaikan malah dikatakan masa seperti itu, tidak cocok, tidak logis. Habis energi cuma berdebat soal Firman. Apalagi sekarang di medsos cuma jadi ajang perdebatan. Praktekan saja, tunjukan saja bahwa hidup kita berpadanan dengan Firman. Tidak usah berdebat, ajaran siapa yang paling hebat, gereja mana yang paling top. Tidak usah seperti itu, praktekan saja Firman Tuhan. Bukan berdebat, berbantah-bantahan sampai saling menjatuhkan. Zaman gereja mula-mula memang terjadi seperti itu, aku golongan Apolos, aku golongan Kefas, aku golongan Paulus. Ayo kita praktekan saja Firman tidak usah berdebat, berbantah-bantahan, mau saling menjatuhkan.
2. Ada kebenaran diri sendiri, kebenaran yang didapat oleh orang berdosa dengan cara mempersalahkan orang lain, bahkan mempersalahkan Tuhan sampai menyalahkan setan. Dia giat beribadah, tahu Firman, tetapi kalau kebenaran diri sendiri, tidak ada gunanya! Ibadah tanpa kebenaran Allah, hanya kebenaran diri sendiri. Tunjukan saja buahnya, apa yang kita dengar praktekan. Orang lihat buktinya, bukan cuma omon-omon.
Sikap yang benar terhadap Firman:
1. Mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Urapan Roh Kudus tidak terbatas. Jadi pengajaran ini bukan nanti untuk orang-orang pintar, intelektual. Kalau dalam urapan, semua bisa mendengar sampai bisa mendengar dengan perhatian sungguh-sungguh. Roh Kudus menguasai pikiran kita, pandangan kita, telinga kita, hati kita sehingga semua hanya terfokus pada Firman Tuhan, tidak ingat-ingat yang lain. Kalau mendengar Firman tanpa urapan, perhatiannya sudah ke mana-mana.
2. Mengerti Firman.
3. Percaya, yakin pada Firman, menjadi iman di hati.
4. Praktek, ada perbuatan iman. Iman tanpa perbuatan hakekatnya mati. Seperti ahli Taurat banyak tahu Firman tetapi tidak praktek, imannya mati! Mengaku Kristen tetapi tidak punya iman, gugur dari iman.
Yakobus 2:17
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
Kalau kita mendengar Firman sampai kita praktekan maka kita memiliki kasih, memiliki 2 loh batu. Loh batu pertama berisi 4 hukum kasih kepada Tuhan, kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, mengutamakan perkara rohani lebih dari perkara jasmani. Kalau kita mengutamakan Tuhan maka yang jasmani itu bonus Tuhan berikan kepada kita.
Loh batu kedua berisi 6 hukum kasih kepada sesama. Kita bisa mengasihi sesama sampai mengasihi musuh. Seringkali kita dengar kesaksian, karena Firman saya bisa menghadapi suamiku, bisa menghadapi orang ini orang itu. Kalau kita praktekan Firman kita punya kasih.
Ahli Taurat ini tidak punya kasih, makanya Yesus menerangkan tentang kasih. Untuk menerangkan mengasihi sesama maka Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati.
Lukas 10:30-37
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Ada orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Yerusalem itu pusat kegiatan agama. Yerikho pusat kegiatan duniawi. Jadi orang ini menggambarkan orang yang rohaninya merosot, meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan karena sibuk dengan kegiatan duniawi. Ini jangan terjadi pada kita. Rohani kita seharusnya meningkat, bukan menurun. Jadi orang yang dirampok habis-habisan ini rohaninya sedang menurun. Dia meninggalkan ibadah karena sibuk dengan kegiatan duniawi.
Hati-hati, dosa tidak beribadah ini adalah dosa yang meningkat. Awal dilakukan menyesal, lama-lama tidak menyesal, sampai akhirnya sudah biasa.
1. Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Dosa kebiasaan. Artinya kalau sudah tidak beribadah sudah jadi biasa, tidak rasa apa-apa. Kalau pertama menangis, sedih, kenapa saya tidak beribadah, galau. Kalau lama-lama tidak beribadah sudah biasa, sudah tidak rasa apa-apa.
2. Ibrani 10:26
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
Dosa sengaja. Ada waktu, ada kesempatan tetapi sengaja tidak beribadah. Orang seperti ini disamakan dengan orang durhaka.
Ibrani 10:27
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
Ini orang durhaka yang akan dihukum. Tidak berlaku lagi korban pendamaian baginya! Kalau sudah 1 2 kali tidak beribadah, lama-lama sudah merasa enak, sampai lama-lama sudah terbiasa.
Akibat yang dialami orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.
1. Jatuh ke tangan penyamun. Penyamun itu menunjuk setan. Jadi dia lepas dari tangan Tuhan, jatuh dalam tangan setan. Setan itu menipu, dia goda kita jangan beribadah. Daging rasa enak kalau tidak beribadah. Tetapi kalau ada di tangan setan apa yang dia buat? Setelah jatuh di tangan setan dia dipukul habis-habisan. Kalau di tangan Tuhan kita dipeluk. Kalau dalam kitab Yesaya, anak domba itu dipangku. Enak kalau kita dipangku oleh Tuhan.
Dipukul itu dijatuhkan dalam dosa. Jatuh dalam dosa itu sebenarnya kita memar-memar, hancur! Jatuh dalam dosa a, jatuh dalam dosa b, sampai puncaknya dosa, dosa makan minum, merokok, narkoba, miras, itu sedang dipukul! Duitnya dipukul, masa depan dipukul, nikahnya dipukul, hancur semua! Juga dosa kawin mengawinkan, seks dengan berbagai macam bentuknya. Itu sedang dipukul sampai nanti dipukul dengan penyakit.
2. Dirampok habis-habisan, berarti semua hartanya habis. Artinya rohaninya hancur-hancuran, harta rohaninya tidak ada lagi. Kehilangan kebenaran, kehilangan kesucian, kehilangan jabatan pelayanan, perbuatan kasih Allah Bapa hilang, buah-buah roh hilang. Tuhan tolong jangan sampai terjadi dalam kehidupan kita sekalian. Jadi kalau jatuh di tangan setan itu ngeri, bukannya enak. Jatuh dalam dosa, kehilangan hal-hal rohani.
3. Ditinggalkan setengah mati, hidup jadi setengah mati, letih lesu, beban berat, menderita, hanya air mata. Kalau dibiarkan mati binasa selamanya.
Bagaimana sikap kita terhadap orang yang merosot rohani? Orang yang dirampok ini bertemu 3 orang. Dari sini kita melihat bagaimana sikap yang benar yang Tuhan inginkan dari kita terhadap orang yang sudah setengah mati rohaninya, mungkin suami kita, mungkin isteri kita, mungkin anak kita.
1. Seorang imam bangsa Israel, lewat saja, tidak mau menolong = tidak punya belas kasihan. Padahal berkali-kali Yesus katakan yang Aku kehendaki adalah belas kasihan. Ini tidak punya belas kasihan, ada orang sudah setengah mati, dilewati saja.
2. Seorang Lewi, bangsa Israel, juga tidak mau menolong, tidak berbelas kasihan. Seorang imam, seorang Lewi menunjuk hamba Tuhan pelayan Tuhan tetapi seringkali justru tidak punya belas kasihan terhadap orang berdosa. Tidak menolong malah menghakimi. Gembala kalau ada jemaat yang jatuh seharusnya diangkat, bukan dibiarkan. Seringkali malah dihakimi.
Kolose 3:2
3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Imam adalah orang pilihan Allah yang dikuduskan, seharusnya ada roh belas kasihan. Kita hamba Tuhan pelayan Tuhan sudah diangkat oleh Tuhan, seharusnya ada roh belas kasihan. Terhadap orang berdosa yang hancur-hancuran rohaninya bukan malah kita hina. Malah berharap biar dia dipenjara, ditangkap polisi, biar dia hancur, jangan! Orang Lewi ini lewat saja tidak mau menolong. Di depan mata kita lihat, ada saudara kita yang suka minum-minum, ayo punya belas kasihan. Mungkin ada orang tuanya yang suka ribut dan tengkar, ayo berbelas kasihan. Bukan malah kita tinggalkan dan berkata menyesal saya lahir dalam keluarga ini. Anak mungkin sudah hancur-hancuran, orang tuanya harus punya belas kasihan, jangan mengutuk-ngutuk.
3. Orang Samaria. Mereka ini disamakan bangsa kafir, mereka dianggap bukan orang Yahudi, karena mereka sudah bukan orang Yahudi murni. Waktu orang Samaria dalam pembuangan, dikirimlah bangsa-bangsa lain ke situ dan terjadilah perkawinan campur dengan orang Yahudi. Keturunannya inilah yang disebut orang Samaria, tetapi punya belas kasihan. Bangsa kafir mau menolong, punya belas kasihan.
Siapa yang dimaksud dengan orang Samaria ini?
Yohanes 4:9
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Orang Israel tidak mau bergaul dengan orang Samaria. Imam lihat ada orang tergeletak, dia lewati. Orang Lewi lewat dia lihat ada orang tergeletak, juga dia lewati. Jadi boleh dikatakan orang yang dirampok habis-habisan itu orang Samaria. Makanya orang Lewi dan imam itu tidak mau menolong. Lalu siapa orang Samaria yang murah hati?
Yohanes 8:48
8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
Orang Samaria yang murah hati menunjukan pribadi Yesus. Saat kita jatuh di tangan setan, yang sanggup menolong adalah pribadi Yesus. Apalagi kita bangsa kafir yang ada di dalam tangan setan, Yesus sanggup menolong! Dia memiliki belas kasihan, Yesus adalah Imam Besar yang berbelas kasihan. Kita teladani sikapnya Yesus, kalau ada orang berdosa, miliki belas kasihan seperti Yesus. Kita menyanyi ‘kumau sepertimu Yesus’ tetapi kalau ada orang berdosa malah kita berkata ‘rasain lu bukannya malah ditolong. Jangan kita seperti itu, itu sikapnya orang Lewi dan imam yang tidak terpuji.
Kita teladani sikap Yesus yang berbelas kasihan. Bagaimana berbelas kasihan? Minimal doakan, seperti Daud yang sampai berpuasa untuk musuhnya. Bergumul, apalagi kalau darah daging sendiri. Saya puasa terus untuk saudara saya, untuk nikahnya, untuk anaknya karena dia darah dagingku. Didoakan, berbelas kasihan, jangan sampai dia hancur dan binasa. Ajak dia beribadah supaya dia mendengar Firman. Kalau kita nasihati mungkin dia marah, kalau ditegur dia ngamuk, bawalah ke gereja atau bagikan link ibadah. Sepatah kata Firman sudah sanggup menolong dia. Harus ada rasa prihatin, kasihan dia, kalau begitu terus binasa. Apalagi kalau itu anak kita sendiri, orang tua kita, saudara kita sendiri, berbelas kasihanlah. Sedangkan yang tidak punya hubungan darah daging dengan kita harus berbelas kasihan, apalagi yang ada hubungan darah daging.
Malah kadang kita merasa seperti orang Lewi, sombong rohani, tidak mau melirik yang lain. Itu orang Lewi, tidak mau disentuh. Itu orang najis, jangan disentuh. Padahal sebenarnya keadaan rohaninya sama dengan orang yang dirampok habis-habisan. Kalau merasa sombong rohani, merasa suci, merasa hebat sehingga tidak mau disentuh dan tidak mau peduli dengan orang yang najis dan kotor, sebenarnya rohaninya sama dengan orang itu, dia juga sedang hancur rohani, sedang merosot rohaninya. Yesus tidak demikian, karena Yesus berbelas kasihan.
Yang suka mendakwa dan menghakimi hanya iblis. Kalau merasa saya sangat suci, saya pelayan di gereja, saya gembala, saya supir, dia orang kotor dan najis, usir dia, jangan sentuh, jangan bergaul, jangan peduli dengan dia. Kalau seperti itu berarti kita sama dengan iblis, pendakwa.
Wahyu 12:10
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Apalagi sampai kita tuduh orang lain itu sekam. Sebenarnya orang yang menuduh itu sama saja seperti sekam. Jadi kalau menghakimi orang lain sebenarnya dia juga seperti itu, malah menjadi sama dengan setan, karena setan itu pendakwa.
Tetapi Yesus mau menolong. Ada banyak sesama kita yang menderita karena dosa, ini sesama yang harus kita kasihi. Sesama yang harus kita tolong dan harus kita kasihi justru sesama yang rohaninya sedang hancur. Kita lihat tubuh kita, kalau ada yang luka pasti kita perhatikan. Kita mengaku sesama anggota tubuh Kristus, ada yang rohaninya sedang hancur, seperti anggota tubuh yang luka. Harus dirawat baik-baik, diperhatikan lebih dari pada yang lainnya. Itu roh belas kasihan seperti yang Yesus tunjukan. Cara Yesus menolong orang yang sudah dirampok habis-habisan. Untuk kita cara Yesus menolong kita yang sudah buruk, sudah hancur karena dosa, caranya bagaimana?
Yesaya 52:13-14
52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi —
Cara Yesus menolong Dia rela menjadi buruk di kayu salib untuk menolong kita, untuk menanggung segala keburukan kita. Dan untuk mengubahkan kita yang buruk bisa menjadi sama mulia dengan Dia. Coba bayangkan waktu Yesus dianiaya dan tidak diobati. Kalau Alkitab mengatakan janggutnya dicabut. Lalu bayangkan tangan prajurit Romawi meninju mukanya Yesus. Dicambuk dengan cambuk berduri, begitu dicambuk lalu ditarik, daging Yesus terkoyak. Belum lagi mahkota duri, durinya dicelup dalam bisa kalejengking lalu ditancapkan ke kepala Yesus, bengkak-bengkak semua. Jadi wajah Yesus di lukisan-lukisan itu masih ganteng, masih terlihat wajahnya dengan jelas. Kalau Alkitab mengatakan sudah buruk, bukan seperti manusia lagi.
Memang manusia berdosa ini sudah buruk, bukan seperti manusia lagi, Alkitab katakan manusia yang mengulang-ulang dosa seperti anjing dan babi. Kalau suka menghakimi seperti setan. Jadi Yesus rela menjadi buruk bukan seperti manusia lagi untuk menolong kita manusia yang sudah buruk! Mari berbelas kasihanlah kepada sesama, sebenarnya dia itu sudah buruk! Kita taruh dihati supaya kita juga berbelas kasihan seperti Yesus.
Proses Yesus menolong.
1. Meminyaki luka-luka dengan minyak dan anggur lalu membalutnya. Anggur menunjuk darah Yesus, kemudian minyak menunjuk Roh Kudus. Di atas kayu salib Yesus mencucurkan darahNya sampai darah penghabisan untuk mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita, bagaikan luka yang dibalut. Tuhan menutupi dosa kita dengan darahNya yang suci sampai tidak kelihatan lagi. Tuhan melihat kita seperti tidak pernah berbuat dosa.
I Yohanes 1:7,9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Darah Yesus menutupi dosa kita sampai tidak terlihat lagi. Kita juga harus seperti itu. Terhadap orang berdosa, sikap kita mengampuni dan lupakan dosanya. Bukan lupakan orangnya. Kalau saya membaca dan mendengar pengampunan dosa, kadangkala itu dosa yang sebenarnya kalau dilempar ke mulut anjing, anjing sudah tidak mau makan. Tetapi sebagai hamba Tuhan saya harus mendoakan, tutup, jangan dicerita, isteri saya saja tidak tahu. Terhadap orang yang mengaku dosa itu tidak saya jauhi, tetap seperti biasa sebagai gembala terhadap domba-domba yang Tuhan percayakan, layani dengan baik. Kalau kita yang seperti orang yang dirampok, kita yang hancur-hancuran di dalam dosa, mengakulah! Iya Tuhan saya sudah hancur, masa muda saya sudah hancur, sudah jatuh dalam puncaknya dosa. Nikah sudah hancur, sudah rusak. Akui dan minta ampun dengan jujur, maka darah Yesus mengampuni dan menutup dosa kita.
Kalau dosa sudah diselesaikan, sudah diampuni, kita mengalami minyak urapan Roh Kudus. Roh Kudus menuntun kita dalam seluruh kebenaran.
Yohanes 16:13
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Kita bisa hidup benar dalam segala hal, bahkan menjadi senjata kebenaran. Menjadi hamba Tuhan, pelayan Tuhan yang aktif melayani Tuhan. Saya dulu orang yang hancur-hancuran, dibandingkan dengan jemaat, saya anaknya pendeta, saya makan dari pemeliharaan Tuhan langsung di pastori. Tetapi hancur-hancuran, saya berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Tuhan ampuni, Tuhan tutup dosanya dan Tuhan angkat menjadi hambaNya. Kadangkala saya renungkan, kalau saya berdiri di hadapan jemaat, apalagi jemaat-jemaat lama yang tahu keadaan saya dulu, lalu Tuhan panggil untuk melayani mereka, kalau bukan karena kemurahan Tuhan, tidak layak saya untuk melayani. Tetapi Tuhan menolong, memanggil dan memilih untuk dipakai menjadi senjata kebenaran.
Jadi jangan kita hakimi orang yang hancur-hancuran. Besok-besok dia bertobat, dia ditolong dan dipakai Tuhan luar biasa.
Sikap kita berbelas kasihan, mulai berbelas kasihan pada diri kita. Kita lihat diri kita, dosa ini yang saya buat, kalau saya tetap seperti ini saya binasa, segera minta ampun. Tuhan ampuni saya! Kecuali sudah dikhususkan untuk dihukum, dia tidak peduli lagi dengan dirinya, bodoh amat begini saja. Kalau ada yang seperti ini, itu sudah urusannya Tuhan.
Yudas 1:4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Seperti Hofni dan Pinehas, sudah disiapkan untuk dihukum. Biar dinasihati, sudah ditegur, tidak bisa bertobat lagi.
I Samuel 2:25
2:25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.
Ayo berbelas kasihan minimal pada diri kita sendiri. Saya orang berdosa, saya mau binasa kalau seperti ini. Segera minta ampuni, darah Yesus menutup dosa kita. Kita pindah dari tangan setan ke tangan anugerah Tuhan, belas kasihan Tuhan.
Kaum muda apalagi hidup di kota, pergaulan beda dengan hidup di kampung, apalagi di kota dengan kecanggihan teknologi, dengan sarana memadai, itu mempermulus berbuat dosa. Kalau sudah terlanjur hancur rohaninya, merosot dari Yerusalem ke Yerikho, masih ada darah Yesus, masih ada Korban Kristus segera berdamai. Berbelas kasihan minimal pada diri kita. Setelah berdamai tolong orang lain yang hancur-hancuran, doakan dia, nasihati dia, bawa kepada Tuhan. Memang resikonya menolong orang siap digantung. Kalau menolong orang memang kita siap dilawan, bukannya diterima. Kalau sudah dimaki, doakan saja, bukan balas berbantah-bantahan. Saat dia tidur, pegang kepalanya atau dadanya, doakan kepada Tuhan.
2. Lukas 10:34
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Artinya Yesus lewat Firman pengajaran yang benar menuntun kita masuk dalam kandang penggembalaan. Jadi setelah dosa diampuni belum cukup, pergi ke penginapan, harus masuk kandang penggembalaan. Siapa yang bertanggung jawab membawa masuk domba ke dalam kandang? Tuhan melalui gembala! Tugas saya sebagai gembala memasukan domba ke dalam kandang. Lewat apa membawa masuk domba ke dalam kandang? Lewat Firman, jangan dipancing dengan duit, dengan sembako dan lain-lain. Sampaikan Firman biar dia bisa menikmati sehingga dengan sendirinya masuk kandang. Jadi domba tertarik rumput hijau, tertarik makanan dalam penggembalaan. Sidang jemaat juga ayo dituntun, diarahkan, yang sudah hancur-hancuran dalam dosa lalu minta ampuni, arahkan dia untuk masuk penggembalaan. Doakan dan ajak untuk bisa tergembala.
Di dalam penggembalaan kita dirawat.
Lukas 10:35
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Dalam penggembalaan kita dirawat supaya jangan luka lagi, jangan kembali dalam dosa. Kita sudah bertobat, hidup benar, itu baik. Masuk kandang penggembalaan, melayani Tuhan dalam penggembalaan. Jangan di luar penggembalaan.
Makanya kami upayakan di Palu ada tempat untuk sidang jemaat kumpul, karena itu Alkitabiah, di mana 2 3 orang berkumpul. Tdi disebut pertemuan ibadah, jadi kita bertemu satu dengan yang lain. Kecuali karena tidak ada tempat, yah online di rumah masing-masing. Itu hanya karena keadaan, bukan pilihan utama. Yang utama itu berkumpul, itulah persekutuan, ada perhimpunan. Kumpul untuk beribadah, sama-sama mendengar Firman. Di situ kita bisa saling menyapa, saling peduli dengan yang lain, saling cerita satu dengan yang lain, saling menolong.
Biarlah kita masuk dalam penggembalaan di mana kita dirawat oleh Tuhan lewat Firman dalam ibadah pendalaman Alkitab, lewat Roh Kudus dalam ibadah raya, lewat kasih Tuhan dalam ibadah doa penyembahan.
Yesus membayar 2 dinar. Untuk merawat kita Gembala Agung membayar harga dengan darahNya.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Jadi domba-domba yang digembalakan itu diperoleh dengan darahNya Yesus sendiri. Saya berhadapan dengan jiwa-jiwa di sini lebih 10 orang, ini semua ditebus oleh darah Yesus! 1 orang saja mahal harganya. Makanya jangan diusir-usir jemaat yang ada. Dirawat, yang luka, yang hancur, perhatikan lebih dari pada yang lain. Bukan malah disuruh keluar! Yesus saja untuk merawat 1 orang gila di Gerasa, Yesus harus menembusi angin dan gelombang. Apalagi ini jemaat waras semua. Kecuali orangnya sendiri sudah tidak mau dirawat, dia keluar, itu urusannya dengan Tuhan. Tugas saya untuk merawat jemaat Tentena, Tonusu, Diora, Palu. Bawa diri kita untuk tergembala, di situ kita mendapat perawatan.
Disebut penginapan, itu tempat untuk orang beristirahat. Jadi dalam ibadah kita diistirahatkan dari penatnya pergumulan di dunia ini, dari banyaknya beban pergumulan di dunia ini. Dalam penggembalaan kita sedang istirahat, enak, tenang. Penginapan itu berarti tempat tidur.
Mazmur 23:1-2
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Bawa di penggembalaan, berbaring di rumput hijau. Kadang kita salah kaprah, kalau tergembala berat, saya tidak bisa begini, tidak bisa begitu. Justru dalam penggembalaan enak, di luar sana cari makan sendiri. Dalam penggembalaan tinggal berbaring di rumput hijau, gembala sediakan, makanan sudah ada.
Saya hanya menganjurkan, bawa di penginapan. Tinggal jemaat yang mau ditempatkan di penginapan yang mana. Gembala sudah bayar harga datang ke sini! Gembala bayar harga untuk merawat domba-domba, seperti Yesus bayar harga untuk merawat domba-domba.
Dinar ada kaitan dengan gandum.
Wahyu 6:6
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Gandum bicara Firman. Jadi dalam penggembalaan kita dirawat oleh Firman penggembalaan. 2 dinar menunjuk Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Firman yang murni, ini yang merawat rohani kita. Tugas gembala bergumul, bayar harga supaya dapat pembukaan Firman supaya jemaat bisa dirawat rohaninya. Dia ditolong, dirawat, yang lemah dikuatkan, yang sakit disembuhkan. Sesama jemaat, yang lemah jangan tambah diinjak. Kadang ada yang rohaninya lemah, mungkin jasmaninya juga lemah, malah dibuli. Jangan! Yang lemah itu ditolong. Dalam surat Roma dikatakan hendaklah kamu yang kuat menolong yang lemah, perhatikan yang lemah. Itulah penggembalaan, kita saling memperhatikan. Saya sebagai gembala juga merawat lewat doa-doa penyahutan.
1 dinar juga ada kaitan dengan upah kerja di kebun anggur.
Matius 20:1-2
20:1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kebun anggur menunjuk pelayanan. Pemilik kebun anggur menunjuk pribadi Yesus, kita bekerja di situ. Jadi dalam penggembalaan kita dirawat, kita disucikan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Dikasih makan rohaninya, kalau sudah kuat, disuruh bekerja.
Tadi upahnya 1 dinar untuk 1 orang. 2 dinar berarti untuk 2 orang. 2 dinar berbicara nikah. 1 dinar pertama upah suami, 1 dinar kedua upah isteri. Dalam penggembalaan nikah kita dirawat sehingga kita bisa melayani mulai dari dalam nikah masing-masing. Suami melayani nikahnya sendiri, bukan nikah orang lain! Isteri melayani dalam nikahnya sendiri. Sebagai anak melayani dalam nikah, hormat kepada orang tua. Semua kita melayani mulai dari dalam rumah tangga, dalam nikah. Itulah hasil perawatan dalam penggembalaan, sehingga kita bisa melayani dalam rumah tangga masing-masing sehingga nikahnya tambah manis.
Kalau kita dirawat oleh Tuhan dalam penggembalaan lalu kita bisa melayani, maka kita luput dari bahaya kelaparan yang akan menimpa dunia ini, baik kelaparan jasmani, terlebih kelaparan rohani. Kelaparan yang dahsyat akan melanda dunia ini, sekalipun bapak Presiden berupaya supaya kita swasembada pangan, tetapi Firman akan digenapi, akan terjadi kelaparan yang dahsyat di akhir zaman ini. Baik secara jasmani, terutama secara rohani. Secara jasmani tambah krisis, harga-harga tambah naik, serba sulit sekarang ini. Nanti kelaparan rohani lebih dahsyat, orang mau cari Firman sudah tidak ada lagi. Biar bayar berapapun tidak dapat. Tetapi kita yang berada dalam penggembalaan, sudah lebih dari cukup. Kalau kita punya dinar, ada dalam penggembalaan, kita punya gandum dan jelai, tidak usah takut, Tuhan sediakan apa yang kita butuhkan.
Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Kelaparan ini sudah dinubuatkan jauh sebelumnya dan Firman akan digenapi.
Amos 8:11-13
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
Yang menghadapi kelaparan yang dahsyat ini mayoritas kaum muda. Nanti rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi. Ini jangan terjadi pada kita.
Amos 8:14
8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."
Ayo masa muda digunakan seperti Daud di masa mudanya tergembala. Seperti Yusuf 17 tahun biasa menggembalakan domba. Seperti Yesus 12 tahun sudah berada di Bait Allah mendengar Firman. Jadi usia 12 sampai 17 tahun itu usia paling efektif untuk tergembala. Kalau sudah tergembala di usia itu, selanjutnya pasti tergembala. Bersyukurlah yang sudah aktif tergembala dari sekolah minggu dan sampai sekarang masih tergembala. Kalau tergembala kita dirawat oleh Tuhan dan nikah kita pasti tertolong. Kaum muda mau masuk nikah, Tuhan tuntun semua. Dalam penggembalaan ada perawatan dari Gembala Agung.
3. Lukas 10:35
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Artinya sekalipun kita sudah diampuni, sudah dibenarkan, disucikan, melayani Tuhan, jujur kita masih punya kekurangan, masih ada kelemahan! Sebab itu kita serahkan kepada Tuhan untuk kita lepas dari kekurangan itu. Menyerahkannya lewat doa penyembahan. Inilah aku Tuhan banyak kelemahan dan kekuranganku. Saya gembala yang tempramen, saya ibu gembala yang masih banyak kekurangan, saya tua-tua yang masih ada kekurangan. Firman yang kita ikuti, itu sanggup menolong kita dalam kekurangan dan kelemahan.
Tugas kita tinggal mengangkat tangan, Tuhan Yesus ini kelemahanku, Tuhan tolong. Ketika kita lemah Dia kuatkan, ketika kita jatuh Dia angkat, ketika kita sakit Dia sembuhkan, itulah enaknya dalam penggembalaan. Dalam kekurangan apapun kita tinggal angkat tangan, Tuhan saya isteri yang sukar tunduk, saya suami yang cenderung kasar, saya kaum muda yang banyak membantah kepada orang tua, masih melawan dalam penggembalaan. Tuhan sanggup menolong dan mengatasi segala kelemahan kita.
Orang Samaria yang murah hati berkata kalau kamu belanjakan lebih nanti aku ganti waktu aku kembali. Artinya waktu Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan dalam sekejab mata, tidak ada lagi kekurangan kelemahan, kita menjadi sempurna seperti Dia.
I Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
Tidak ada lagi kelemahan dan kekurangan, kita bisa menyambut Yesus di awan-awan sebagai Mempelai WanitaNya yang sempurna, kita masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Mari masuklah dalam penggembalaan, ada gembala yang merawat. Gembala Agung di Sorga sudah membayar harga, gembala di bumi juga membayar harga untuk merawat domba-domba yang sudah Tuhan percayakan. Kita masih ada kelemahan, serahkan kepada Tuhan, saat Dia datang untuk menolong kita semua. Bahkan waktu Yesus datang kembali, kita diubahkan sekejab mata, tidak ada lagi kekurangan dan kelemahan, sempurna seperti Dia. Semoga tidak ada satupun yang tertinggal, semua berhasil menyambut kedatangan Yesus di awan-awan.
Tuhan Yesus memberkati.