20260408

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 8 April 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:15-22

1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."

1:18 Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

 

Perikopnya Matias dipilih menggantikan Yudas. Yudas ini adalah salah satu dari 12 rasul tetapi dia menjadi pengkhianat dan mati mengenaskan. Dari 12 berkurang 1, tinggal 11. Harus ada yang menggantikan Yudas. Artinya jabatan pelayanan tidak boleh kosong, harus ada yang mengisinya = kita harus setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Jangan pernah melepaskan jabatan pelayanan sebab jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam Tubuh Kristus. Kalau kita lepaskan jabatan pelayanan = tidak punya tempat di dalam Tubuh Kristus.

 

Apa yang menjadi penyebab Yudas tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanannya?

Yohanes 12:4-6

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

Jawabannya karena Yudas mencuri uang kas yang dipercayakan kepadanya. Artinya bagi kita adalah tidak bisa menjaga kepercayaan Tuhan atau titipan Tuhan. Rencana Tuhan yang besar kita mau dijadikan Mempelai Wanita Tuhan. Syarat seorang isteri, syarat Mempelai Wanita Tuhan adalah dapat dipercaya dalam segala hal. Secara jasmani isteri-isteri harus bisa dipercaya. Secara rohani kita mau dijadikan mempelai wanita Tuhan, harus dapat dipercaya.

I Timotius 3:11

 

 

Mempelai wanita Tuhan harus dapat dipercaya dalam segala hal. Ada 3 hal kepercayaan Tuhan yang harus kita jaga:

1.      Diri kita

I Korintus 6:19-20

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Diri kita ini sudah dibeli dan ditebus dengan darah Yesus yang mahal. Dari kehidupan berdosa yang harus binasa, menjadi kehidupan yang mahal dan hidup. Jadi diri kita ini adalah kepercayaan Tuhan. Kalau kita masih hidup, masih diberikan perpanjangan umur dan kesehatan, itu kepercayaan Tuhan, jangan dirusak. Diri kita ini Tuhan titip untuk kita jaga, kalau tidak bisa kita jaga, Tuhan ambil.

 

Kita sudah ditebus, berarti kehidupan kita menjadi mahal oleh darah Yesus. Sesuatu yang mahal pasti dijaga dengan sungguh-sungguh, jangan sampai hilang. Begitu juga diri kita, jaga sungguh-sungguh, jangan sampai rusak. Ada 3 hal yang merusak diri, yang seringkali tidak kita sadari sudah kita perbuat. Akhirnya di hadapan Tuhan kita tidak bisa menjaga kepercayaan Tuhan.

a)      Pengkhotbah  7:7

7:7 Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.

 

Uang suap ini ikatan uang, merusak hati!

Amsal 4:23

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Hati adalah sumber kehidupan kita, jangan dirusak dengan ikatan akan uang. Yudas terikat dengan uang sehingga dia mencuri. Tidak puas mencuri uang kas, dia jual lagi Yesus dengan harga yang cukup mahal. Bukan berarti kita tidak butuh uang. Kita butuh uang untuk KKR, untuk hidup sehari-hari, untuk aktivitas yang rohani, tetapi hati jangan terikat. Begitu hati terikat dengan uang, maka hati menjadi rusak sehingga seluruh hidup akan menjadi rusak.

 

Ini praktek hati yang dirusak uang, cinta uang, sampai memburu uang dengan segala cara, menyimpang dari iman.

I Timotius 6:9-10

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

b)      Amsal 6:32

6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

 

Dosa perzinahan = dosa kawin mengawinkan ditambah dosa makan minum! Sudah jelas rokok, narkoba, minuman keras merusak diri, tetapi masih saja dikonsumsi. Dosa kawin mengawinkan dalam bentuk apa saja, mulai dari kenajisan pada diri sendiri, kenajisan antara perempuan dan laki-laki yang bukan suami isteri yang sah dan penyimpangan-penyimpangan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dengan benda mati, dengan hewan dan macam-macam lagi. Juga mulai dari pikiran yang najis, itu merusak diri kita sendiri!

 

c)      Amsal 18:9

18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

 

Malas ini merusak diri, baik malas dalam pekerjaan secara jasmani, terutama malas dalam perkara yang rohani, itu sudah merusak diri kita. Ibadah pelayanan itu perkara yang rohani, jangan kita malas. Begitu kita mulai malas dalam ibadah pelayanan, kita sedang merusak diri kita. Kita tidak menjaga kepercayaan Tuhan. Nanti Tuhan cabut kepercayaan itu. Banyak terjadi karena tidak setia, malas dalam ibadah pelayanan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sampai dicabut nyawanya.

 

Kita sudah dibeli menjadi Bait Allah. Kalau merusak diri = merusak Bait Allah. Maka Tuhan yang menjadi lawan kehidupan itu, untuk merusak dan membinasakan kehidupannya.

I Korintus 3:16-17

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

 

Jangan sampai Tuhan tampil sebagai pembinasa bagi kita! Dia sudah percayakan diri kita lalu kita tidak jaga kepercayaan Tuhan itu, Tuhan tampil sebagai pembinasa! Jangan sampai terjadi pada kita. Makanya kita gunakan tubuh ini, jiwa dan roh kita untuk memuliakan Tuhan. Jangan untuk melakukan hal-hal seenak daging kita sendiri. Memuliakan Tuhan itu mulai dari perkara yang paling kecil yaitu memuliakan Tuhan dengan harta.

Amsal 3:9

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

 

Milik Tuhan kita kembalikan, perpuluhan, persembahan khusus, hulu hasil itu semua milik Tuhan. Kekayaan yang Tuhan berikan, berkat-berkat jasmani pakailah sebagai sarana untuk diisi dengan perkara-perkara yang rohani. Tuhan berikan kendaraan pakai beribadah melayani Tuhan.

 

Kemudian memuliakan Tuhan dengan tubuh yaitu hidup benar dan suci. Suci itu kebenaran yang telah diuji. Mari kita gunakan tubuh ini untuk hal-hal yang benar dan suci.

II Korintus 13:8

13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.

 

Memuliakan Tuhan dengan jiwa dan roh yaitu menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Usaha Tuhan untuk Sion, untuk Yerusalem = gairah Tuhan untuk gereja Tuhan sangat besar. Sebagai timbal balik, gairah kita untuk Tuhan juga harus besar, bukan kendor tetapi semakin menyala-nyala.

Zakharia 1:14

1:14 Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion,

 

Sangat besar usaha Tuhan untuk kita, sampai Tuhan Yesus rela datang ke dunia untuk mati di kayu salib. Ayo kita juga timbal balik, jangan buat Tuhan bertepuk sebelah tangan. Kalau Tuhan begitu cinta, begitu menyala-nyala gairahNya kepada kita, jangan kita kering, jangan semangat kendor. Kita menyala-nyala juga, berkobar-kobar. Biarlah roh menyala-nyala dan layani Tuhan. Jangan sampai kerajinan kita kendor. Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk Tuhan tidak pernah kendor. Bagaimana supaya semangat melayani Tuhan tidak kendor di usia yang semakin bertambah sementara kekuatan fisik menurun? Siasati dengan semakin hidup benar dan hidup suci. Kalau sudah hidup benar dan suci pasti semangatnya menyala-nyala, gairahnya untuk Tuhan akan menyala-nyala. Tambah benar, tambah suci, tambah semangat dalam melayani Tuhan.

 

2.      Kisah Para Rasul 20:28

20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

 

Kepercayaan kedua adalah penggembalaan. Domba-domba diperoleh Yesus dengan darahNya sendiri. Makanya kami sebagai gembala, harus merawat baik-baik domba-dombanya Tuhan. Karena 1 jiwa saja sudah senilai Korban Kristus.

 

Yesus sudah melewati kematian dan kebangkitan untuk membeli kita domba-dombaNya. Dia juga melewati pengalaman kematian dan kebangkitan untuk mengangkat jabatan gembala. Selama Yesus melayani 3,5 tahun di bumi, Dia mengangkat penginjil, mengangkat rasul, tetapi gembala belum. Nanti Yesus mati dan bangkit baru Dia mengangkat Petrus sebagai gembala. Jadi jabatan gembala itu seharga Korban Kristus. Domba-domba seharga Korban Kristus, jabatan gembala seharga Korban Kristus. Kalau disimpulkan penggembalaan itu seharga Korban Kristus, sangat mahal kepercayaan Tuhan yang harus kita jaga.

Yohanes 21:15

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

 

Kalau kita bisa tergembala, itu pilihan Tuhan, karena tidak semua orang Kristen yang mengaku sudah ditebus oleh darah Yesus bisa tergembala. Yang bisa masuk di bawah tongkat gembala itu pilihan Tuhan. Ada yang melompat tembok. Jadi kalau sampai saat ini kita bisa tergembala, untuk kami hamba Tuhan masih bisa eksis di ladang Tuhan sebagai gembala, betul-betul kita adalah orang pilihan Tuhan, orang yang mendapat kasih karunia Tuhan.

 

Tidak semua orang mau tergembala, nilai penggembalaan semakin kabur. Penggembalaan itu sudah dianggap sesuatu yang kecil, sudah dientengkan. Yang penting saya pergi gereja, yang penting saya beribadah. Tidak jelas di mana digembalakan, tidak jelas tahbisan pelayanannya sebagai gembala. Kalau bisa tergembala, bisa menggembalakan, itu hanya kemurahan Tuhan, kita adalah orang-orang pilihan Tuhan.

 

Jabatan gembala adalah jabatan yang indah. Begitu juga melayani dalam sistem penggembalaan, itu juga adalah jabatan yang indah!

I Timotius 3:1

3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."

 

I Timotius 3:1 (Terjemahan Lama)

3:1 Maka inilah perkataan yang sungguh: Jikalau barang seorang berkehendakkan jawatan gembala sidang, maka tujuannya itu kepada suatu pekerjaan yang baik.

 

Jadi penggembalaan menentukan indahnya hidup kita. Kadang diganggu pikiran kita oleh setan, kamu ibadah-ibadah terus dalam 3 macam ibadah, rugi sekali waktumu, begini bisa kerja, sudah dapat uang, kamu cuma ibadah-ibadah terus, makanya hidupmu begitu-begitu saja. Padahal justru indah. Esau pergi berburu, dia dapat daging. Tetapi suatu saat dia lelah, tidak dapat apa-apa dan dia kehilangan hak dan berkat sulung. Yakub yang tinggal di kemah, tidak beredar-edar, gambaran orang yang tergembala, dia mendapat hak dan berkat sulung!

 

Yusuf juga contoh kehidupan yang tergembala, hidupnya jadi indah. Bahkan kesaksian Alkitab mengatakan dia orang yang teristimewa. Bukan hanya indah, kita teristimewa di hadapan Tuhan. Mungkin harus menempuh jarak yang jauh, banyak yang harus dikorbankan untuk tergembala, jangan takut, kita bukan jadi kering tetapi justru menjadi indah bahkan menjadi yang teristimewa. Dari 12 anak Yakub, yang mendapat berkat yang teristimewa hanyalah Yusuf.

Kejadian 49:22,24,26

49:22 Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.

49:24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

49:26 Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.

 

Saya boleh alami bagaimana Tuhan menjadikan hidup itu indah, bahagia. Indah kalau bisa melayani. Mau gembala, mau jemaat kalau mau melayani dalam sistem penggembalaan itu indah. Jangan ingat susahnya, tetapi ingat dibaliknya ada keindahan Tuhan sediakan bagi kita. Yusuf melewati pengalaman menderita, sengsara, tetapi akhirnya dia menjadi yang teristimewa, indah. Jangan ingat-ingat susahnya. Dibalik itu ada keindahan dan kebahagiaan Tuhan sediakan bagi kita.

 

Bukti dapat dipercaya oleh Tuhan soal penggembalaan, mulai dari gembala dulu. Gembala harus bisa menjaga domba-domba jangan sampai hilang, jangan cacat, apalagi mati!

Ibrani 13:17

13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

 

Jaga jiwanya jangan hilang, jangan cacat rohaninya, jangan mati! Cara menjaganya bagaimana:

a)      Bergumul untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman yang menjadi makanan utama yang rohani bagi jemaat. Masih banyak kekurangan saya sebagai gembala, masih terus belajar, harus menjaga domba-domba. Kalau ada yang terhilang bukan saya salahkan jemaat, saya pukul diri, saya masih kurang dalam persiapan, kurang dalam pergumulan. Harus ditingkatkan.

 

Kadangkala kalau sudah satu kali dinasihati, 2 kali dinasihati tidak masuk juga! Ditelpon tidak ditanggapi, di wa tidak dibalas, bicara secara langsung tidak masuk juga, kadangkala dalam hati ini ngapain saya mau peduli dengan dia. Kalau dia mau binasa, bekeng saja! Tetapi selalu Tuhan ingatkan, 1 jiwa itu seharga Korban Kristus. Hanya 1 orang gila di Gerasa, Yesus datang layani. Jadi kuat lagi, bergumul lagi. Apalagi kalau sudah datang minta nasihat, minta doa, tetapi tidak dilakukan nasihat itu. Malah ditambah berbuat dosanya. Kadang berpikir masa bodoh, terserah dia. Tetapi harus dijaga! Jangan ada yang hilang, 1 saja hilang dicari. Jangan hilang, jangan cacat, jangan mati. Sebab sasaran akhir penggembalaan adalah menghentar domba-dombanya Tuhan menjadi pengantin Yesus Anak Domba Allah.

Wahyu 21:9

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

 

Tugas kami gembala menghentar jemaat, jangan sampai hilang. Gembala itu suami bayangan bagi jemaat untuk menghentar jemaat pada suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Dijaga jangan sampai hilang, jangan sampai cacat bahkan sampai mati rohani. Daud begitu ada domba yang diterkam beruang atau singa, dia kejar dan tangkap janggutnya, dia bunuh hewan itu, dia lepaskan domba yang ada di mulutnya. Begitu juga dalam kitab Amos, begitu ada yang betisnya digigit, telinganya digigit, lepaskan, jangan ada yang diterkam oleh singa. Itu tugas kami gembala sidang.

Maleakhi 2:6-7

2:6 Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.

2:7 Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.

 

Imam itu penyelenggara ibadah, kalau sekarang menunjuk gembala. Di dalam mulut kami sebagai hamba Tuhan harus ada pengajaran sebab kami adalah tempat bagi jemaat bertanya Firman. Kalau saya hamba Tuhan tidak tahu Firman, bagaimana mau menjawab pertanyaan. Rasul Paulus pesankan kepada Timotius, bertekunlah dalam membaca kitab suci.

 

Supaya Tuhan percayakan pembukaan Firman, harus bergaul erat dengan Tuhan.

Mazmur 25:14

25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

 

Doakan saya sebagai gembala, supaya mulut ini menjadi tempat mencari pengajaran bagi sidang jemaat. Tuhan percayakan Firman untuk disampaikan kepada sidang jemaat. Ketika ada bahasa-bahasa sumbang saya pukul diri, koreksi diri, Tuhan ampuni saya. Dan periksa diri. Begitu persiapan dan Tuhan bukakan Firman, lega, berarti tuduhan kepada saya tidak benar karena masih Tuhan percayakan pembukaan Firman. Kecuali sudah kering, mau khotbah apa kalau kering, tidak ada lagi pembukaan Firman.

 

Tugas kami hamba Tuhan harus bergumul untuk mendapat pembukaan rahasia Firman. Mohon kemurahan Tuhan, bergaul karib dengan Tuhan, supaya selalu ada Firman yang bisa diberikan kepada jemaat menjadi makanan rohani.

 

b)      Tekun berdoa syafaat bagi jemaat. Gumuli doakan sidang jemaat. Kadangkala sudah ada pembukaan Firman Tuhan percayakan, ada domba yang suka melawan. Di sini diuji kesabaran dari seorang hamba Tuhan. Ini yang kurang dari kami pemberita. Ada pengajaran tetapi sabarnya masih kurang. Begitu menghadapi reaksi yang negatif, bereaksi daging juga.

II Timotius 2:24-26

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

 

Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, orang yang suka bertengkar tidak boleh jadi hamba Tuhan. Yang suka melawan dituntun dengan lemah lembut. Musa berkali-kali menghadapi perlawanan dari bangsa Israel, tetapi berkali-kali dia berdoa untuk bangsa Israel. Bahkan dia minta supaya namanya yang dihapuskan, jangan bangsa Israel. Dia pasang diri bagi jemaat. Saya masih belajar, masih jauh untuk bisa pasang diri bagi jemaat.

 

Doakan kami hamba-hamba Tuhan di sini untuk bisa mengajar dengan sabar, menuntun jemaat dengan lemah lembut untuk dibawa kepada Yesus menjadi pengantin Anak Domba.

 

Harus banyak berdoa bagi sidang jemaat. Setiap mau tidur saya berdoa, Tuhan ampuni saya, ampuni isteriku dan anak-anak, ampuni keluarga, ampuni sidang jemaat. Bisa saja sementara tidur langsung meninggal, kalau tidak ada doa penyahutan dari gembala bagaimana nasibnya, keselamatan jiwanya bagaimana.

 

c)      Menjadi teladan bagi sidang jemaat.

I Petrus 5:1-3

5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

 

Menjadi teladan bagi domba-domba. Terutama teladan dalam iman, teladan dalam keteguhan soal pengajaran.

Ibrani 13:17

13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

 

Kalau ada teladan iman maka pasti ada teladan kesucian, teladan kesetiaan, teladan kasih dan seterusnya.

 

d)      Membesuk, melawat jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan. Doakan supaya saya bisa melayani dengan baik dan benar, betul-betul menjaga kepercayaan Tuhan.

 

Dari pihak domba atau sidang jemaat bagaimana cara menjaga kepercayaan Tuhan untuk bisa digembalakan dengan baik.

Yohanes 10:1-3,5

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:5  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

a)      Domba yang dapat dipercaya itu masuk kandang, jangan beredar-edar, tekuni 3 macam ibadah pokok. Ada tugas di luar, segera kembali masuk kandang, tidak boleh beredar-edar. Sebab kalau beredar-edar, ada setan bagaikan singa yang beredar-edar mau menelan.

1)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman dan KurbanNya.

2)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah Raya. Persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karuniaNya.

3)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah Doa Penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.

 

b)      Dengar-dengaran pada suara gembala yaitu Firman penggembalaan dan juga pada nasihat gembala. Suara asing jangan didengar. Kadangkala inilah kesalahan saat mencari nasihat. Ada pergumulan dan masalah lalu datang kepada gembala. Gembala sudah dia nasihat, tetapi karena dia rasa tidak cocok bagi dagingnya, dia cari nasihat-nasihat dari pendeta yang lain, sampai ada yang cocok dengan dagingnya itu yang dia dengar, bukan nasihat gembala!  

Yohanes 10:3

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

 

Yesus adalah Gembala Agung, kami gembala di dunia adalah penjaga domba. Domba-domba dengar suara penjaga, suara gembala yaitu Firman penggembalaan dan juga nasihat gembala, jangan dilawan. Mendengar Firman penggembalaan = makan Firman penggembalaan.

 

Masuk kandang, taat dan dengar-dengaran pada suara gembala, maka gembala dan jemaat dapat dipercaya untuk menjadi pengantin Anak Domba Allah.

II Korintus 1:14

1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

Waktu hari pesta nikah Anak Domba Allah digelar, jemaat bersanding dengan Yesus. Jemaat bersukacita, saya ada di sini karena gembalaku melayani saya dengan baik. Gembala juga bersukacita, jemaat mau tergembala dengan baik sehingga bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Itu suatu kebahagiaan yang tidak terkatakan. Sekalipun sekarang kita menderita untuk tergembala, tetapi arah kita jelas menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

3.      Nikah

Matius 19:10-11

19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."

19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

 

Jadi nikah itu merupakan karunia Tuhan, kepercayaan Tuhan, harus kita jaga. Ada yang dipercaya tidak menikah, ada yang dipercaya menikah. Kalau dipercaya tidak menikah jangan paksa menikah, nanti hancur. Kalau dipercaya menikah, jangan tidak menikah nanti hancur. Jadi semua sesuai karunia Tuhan.

 

Orang yang tidak menikah itu rohani paling tinggi. Sebab dia tidak lagi memusatkan perhatian mengurus pasangannya, betul-betul dia memusatkan perhatian pada Tuhan.

I Korintus 7:32-36

7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,

7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.

 

Yang sudah menikah jaga kepercayaan Tuhan. Bagaimana buktinya kita menjaga kepercayaan Tuhan?

a)      Jaga supaya nikah tidak terhilang, bagaimana prakteknya?:

1)      Jangan menikah di luar Yesus atau di luar Firman pengajaran yang benar. Kalau sudah terlanjur terjadi apakah mau diceraikan? Jangan!

I Korintus 7:13-15

7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.

7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

 

Kalau sudah terlanjur terjadi, kita yang sudah dalam pengajaran menguduskan pasangan kita yang tidak satu keyakinan, tidak satu pengajaran. Artinya harus tunjukan teladan kekudusan, teladan kesucian, teladan keubahan hidup supaya pasangannya bisa tertolong. Kecuali yang tidak seiman itu mau bercerai, kita tidak terikat. Bukan berarti boleh kawin lagi dengan yang satu iman, bukan begitu! Bagaimana sikap orang yang diceraikan itu? Hidup sendiri untuk melayani Tuhan tanpa gangguan lagi!

I Korintus 7:35

7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

 

Yang boleh menceraikan itu yang tidak satu keyakinan dengan kita, tetapi bukan untuk kita menikah lagi, namun supaya kita bisa melayani tanpa gangguan.

 

Namun ayat 15 dikunci Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera, sedangkan bercerai itu perseteruan, permusuhan. Kalau sudah terjadi pernikahan yang tidak satu keyakinan, tidak satu pengajaran, bertahan. Tunjukan kesaksian kekudusan dan keubahan hidup untuk membawa yang belum satu pengajaran, belum satu keyakinan itu bisa dibawa kepada Yesus, bisa ditolong, layani dengan baik.

 

Makanya para orang tua di sini, anaknya diingatkan, jangan mencari yang berbeda keyakinan, berbeda pengajaran. Ribka dan Ishak hatinya pedih, karena Esau mengambil isteri orang Kanaan.

Kejadian 26:34-35

26:34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.

26:35 Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.

 

Mungkin orang tuanya berpikir ini mantu kaya, jarang mau dapat mantu seperti ini, kesempatan tidak datang dua kali. Akhirnya setuju saja, dengan alasan nanti ditarik. Jangan, orang tua nanti pedih hatinya! Jangan terjadi pada kita. Anak-anak muda juga perhatikan, terang dan gelap tidak bisa menyatu. Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang. Berdoa bergumul, supaya Tuhan berikan yang terbaik, satu pengajaran yang benar.

 

Sekali lagi kalau sudah terlanjur tidak boleh bercerai, bertahan, tunjukan kesaksian kekudusan dan keubahan hidup.

 

2)      Nikah harus tergembala.

Pengkhotbah 4:12

4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

 

Tali 3 lembar itu ketekunan 3 macam ibadah pokok. Jaga nikah, diikat, artinya digembalakan. Masing-masing tanggung jawab, bawa nikah untuk bisa tergembala pada satu Firman pengajaran yang benar.

 

b)      Jaga nikah jangan bercacat cela, jangan rusak! Bagaimana menjaga nikah supaya jangan rusak? Mulai dari permulaan nikah, masa pacaran dan masa tunangan. Dijaga jangan terjadi kejatuhan! Contoh Amnon dan Tamar, cinta Amnon begitu besar kepada Tamar, setelah jatuh langsung berubah menjadi kebencian, menjadi dingin. Masa pacaran dan tunangan kalau sudah terjadi kejatuhan, begitu masuk nikah nanti jadi dingin kasihya, apalagi kalau tidak ada kejujuran. Makanya dalam penataran nikah, saya tanya kepada kedua calon mempelai dengan jujur. Sebab kalau sudah terjadi sesuatu dengan pasangannya atau dengan yang lain, lalu tidak ada kejujuran, masuk nikah langsung dingin kasihnya seperti Amnon dan Tamar. Diselesaikan semuanya, jangan sampai nikah itu bercacat cela. Kalau sudah sempat terjadi minta ampun, akui kepada Tuhan, kepada gembala, kepada orang tua, selesaikan!

 

Kadangkala saya sendiri merasa kasihan, tidak dapat utuh berkat nikah. Apalagi kalau sudah dia renggut kesuciannya lalu dia tinggalkan, tidak bertanggung jawab, kasihan! Saya bukan orang tuanya, tetapi sebagai gembala saya rasa terlalu orang ini! Apalagi sudah diangkat dari kejatuhan, sudah dinikahkan, lalu mau ditinggalkan, terlalu!

 

Sesudah masuk dalam perjalanan nikah, jaga nikahnya jangan terbalik. Kalau nikah terbalik, rusak! Suami kepala, isteri tubuh, anak anggota tubuh.

 

Bagaimana menjaga nikah supaya tidak bercacat cela? Lewat penyucian double.

Efesus 5:25-27

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

 

Penyucian double lewat baptisan air, dilanjutkan air hujan Firman pengajaran yang benar. Tanggung jawab nikah kita masing-masing supaya tidak bercacat cela. Kalau mandi rela ditelanjangi. Masuk nikah harus rela ditelanjangi, jujur, akui segala kesalahan kekurangan. Penting kejujuran dalam nikah. Telanjangi perbuatan-perbuatan gelap.

Efesus 5:11-13

5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

5:12 Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

5:13  Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

 

Kalau kita bisa jujur, itu berarti kembali seperti nikah Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa. Bagaimana keadaan nikah Adam dan Hawa? Telanjang tetapi tidak malu sebab ada pakaian kemuliaan dari Tuhan. Nikahnya dipermuliakan oleh Tuhan untuk berhasil masuk dalam nikah yang rohani.

I Yohanes 2:28

2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.


Tetapi kalau tidak jujur, suatu saat Tuhan ungkap dan Tuhan permalukan. Jaga nikah jangan sampai hilang, jangan sampai bercacat.

 

c)      Jaga nikah jangan mati. Apa nikah yang mati? Suami kepala, isteri tubuh, nikah yang mati adalah nikah yang tercerai. Dijaga jangan bercerai. Mungkin cerai diam-diam seperti Yusuf mau menceraikan Maria. Masih satu rumah, satu tempat tidur tetapi hati sudah tercerai. Atau cerai secara surat.

 

Penyebab perceraian adalah kekerasan hati.

Markus 10:5

10:5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

 

Wujud kekerasan hati adalah kebenaran diri sendiri. Saya merasa saya sudah benar, apalagi saya sebagai gembala, saya suami, saya kepala, saya benar, isteri saya salah. Tetapi dia juga rasa dia benar, saya yang salah. Malah bertengkar hebat, dia di kamar, saya di luar, bukannya satu. Kebenaran diri sendiri menceraiberaikan. Kebenaran diri sendiri itu kebenaran di luar Firman, bukan itu solusinya! Harus ada kebenaran Tuhan. Kebenaran Tuhan diperoleh dari saling mengaku dan saling mengampuni dari dasar hati yang lembut.

 

Saya bilang kepada orang yang mau menikah, tabunganmu perbanyak pengampunan. Masuk nikah itu masuk masalah. Gampang kalau mau selesaikan masalah dengan berkata kamu saya pulangkan kepada orang tuamu, kita jalan masing-masing, sudah tidak bisa sejalan. Bisa bilang seperti itu, tetapi nikah itu sudah mati, tidak mungkin mencapai nikah yang rohani. Dan Tuhan benci perceraian. Kekerasan hati, perceraian, kebenaran diri sendiri, ayo dibuang, mohon hati yang lembut. Hati yang penuh kasih dari kayu salib.

Efesus 5:22-33 (Perikop: kasih Kristus sebagai dasar hidup suami isteri)

 

Minta hati yang lembut, hati yang penuh kasih. Hati yang lembut itu saling mengaku, saling mengampuni, saling mendoakan. Ini yang kadangkala kurang, sudah saling mengaku, saling mengampuni, tetapi tidak berdoa.

Yakobus 5:16

5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

 

Berdoa, undang Yesus Imam Besar supaya tidak terulang lagi. Yesus Imam Besar hadirlah di tengah-tengah kami, perdamaikan kami dengan darahMu, cabut semua yang salah di dalam nama Yesus, dicabut supaya tidak terulang lagi. Saling mengaku, saling mengampuni, saling mendoakan. Maka doa orang benar sangat besar kuasanya. Terjadi kesembuhan, nikahnya menjadi sehat. Tadinya nikah sudah mati menjadi hidup, sehat, ada damai sejahtera di dalamnya. Jangan terus digalakan perang. Nanti ada kegerakan kuda merah mengambil damai dari bumi.

Wahyu 6:3-4

6:3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"

6:4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

 

Mata pedang dirubah menjadi mata bajak, tombak dirubah menjadi pisau pemangkas, baru ada anggur manis.

Yesaya 2:2-4

2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

 

Nikah dijaga, lembutkan hati. Tuhan berikan hati yang lembut untuk saya bisa menghadapi masalah apapun dalam nikah. Banyak terjadi akhir zaman ini perceraian dalam rumah tangga, bukan hanya suami isteri tetapi juga orang tua anak, kakak beradik banyak yang tercerai, sehingga dalam rumah tangga saling membunuh.

Markus 13:12

13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

 

Baik membunuh sungguhan, dan yang paling banyak membunuh karakter. Apalagi dengan adanya media sosial, semua dia permalukan di medsos. Kadang juga anak permalukan orang tuanya di medsos.

 

Di depan ada perjamuan suci, sarana bagi kita untuk memohonkan hati yang lembut, hati yang penuh kasih. Tuhan tolong saya, nikahku selama ini tidak baik-baik saja. Minta hati yang lembut supaya bisa saling mengaku, saling mengampuni, saling mendoakan. Nikah sembuh, sehat dan ada buah-buahnya.

Yakobus 5:18

5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

 

Nikah menghasilkan buah yang manis. Buah anggur yang manis, tambah hari tambah manis. Sampai nanti terakhir buah kesempurnaan, nikah kita berhasil masuk pesta nikah Anak Domba Allah, menjadi Mempelai Wanita untuk Yesus Mempelai Pria Sorga.  

 

Saya tidak tahu bagaimana keadaan nikah bapak ibu kekasih dalam Tuhan. Masing-masing koreksi nikah kita. Mungkin nikah sudah terhilang, bercacat atau bahkan sudah mati, Tuhan masih mampu memperbaikinya, tinggal kita mau atau tidak. Mau melembutkan hati atau tetap pertahankan kekerasan hati. Lembutkan hati, hati penuh kasih dari kayu salib, biar nikah kita diperbaiki, tidak ada yang mustahil. Diri kita yang sudah rusak diperbaiki. Penggembalaan yang sudah hancur sanggup Tuhan perbaiki. Nikah yang sudah rusak dan hancur sanggup diperbaiki.

 

Perjalanan rohani kita bagaikan naik kapal menuju ke seberang, seringkali diombang ambing angin dan gelombang, kapal itu nyaris pecah, hampir hancur. Tetapi Tuhan sanggup memperbaiki semuanya, tergantung dari hati. Tuhan saya mau melembut, saya sudah disakiti orang tuaku, saya mau menerima dia. Saya sudah disakiti anakku, saya belajar melembut mau menerima dia. Saya disakiti oleh suamiku, oleh isteriku, saya mau melembut, mau menerima. Saling mengaku, saling mengampuni, saling mendoakan. Yang sudah rusak diperbaiki, bahasa air mata kita Tuhan tahu semuanya. Di depan ada perjamuan suci, jaminan bahwa Tuhan sanggup memulihkan apa yang sudah hancur dan yang sudah rusak.

 

Tuhan Yesus memberkati.