Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 1:8-11
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Yesus naik ke Sorga dengan 2 janji besar:
1. Janji pencurahan Roh Kudus.
2. Janji Yesus akan datang kembali di dalam kemuliaan.
Kita bahas janji yang pertama, Roh Kudus dicurahkan kepada kita supaya kita menjadi saksi Yesus. Mengapa kita harus bersaksi?
1. Sebab saksi Tuhan adalah kehidupan yang selalu mengagungkan Tuhan di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja, sehingga ketika Yesus datang kembali, saksi Tuhan akan dipermuliakan bersama dengan Dia selamanya.
2. Karena kalau tidak bersaksi kita berhutang darah yang tidak bisa dibayar oleh apapun dan oleh siapapun. Dengan kesaksian kita orang lain bisa tertolong, tetapi kita tidak mau bersaksi. Dia binasa, kita hutang darah yang tidak bisa dibayar oleh siapapun dan oleh apapun.
3. Kalau tidak bersaksi pasti bergosip! Memfitnah, sampai mendakwa seperti setan.
4. Kalau tidak bersaksi akan ditelan oleh kegelapan dosa.
Apa yang harus disaksikan? Injil kerajaan Sorga yaitu:
1. Efesus 1:13
1:13 Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Injil keselamatan atau Firman penginjilan yang memberitakan tentang Yesus yang datang pertama kali sebagai satu-satunya manusia tidak berdosa untuk mati di kayu salib menyelamatkan manusia berdosa.
Bersaksi tentang Injil keselamatan adalah kegerakan Roh Kudus hujan awal untuk menambah jiwa. Arahnya dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi, dari barat ke timur. Mari kita saksikan kepada orang-orang yang belum percaya Yesus. untuk mereka bisa percaya Yesus dan diselamatkan.
2. II Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Yang kedua adalah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus atau Firman pengajaran yang memberitakan tentang Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat. Ini merupakan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, menambah kualitas! Arahnya dari timur ke barat. Kegerakan pengajaran ini seperti kilat, kegerakan yang cepat, tidak akan lama.
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
7 tahun gereja di bumi dibagi 2:
a) 3,5 tahun pertama adalah kegerakan kilat, kegerakan yang cepat, penyatuan Tubuh Kristus yang sempurna antara bangsa kafir dan Israel. Kita tidak tahu kapan waktunya, apakah sementara berlangsung, atau nanti.
b) 3,5 tahun kedua, gereja Tuhan yang sempurna disingkirkan. Gereja yang tertinggal masuk aniaya antikristus, sampai kiamat, langit dan bumi lenyap.
Penginjilan sudah kita lewati, sekarang tugas kita saksikan Firman pengajaran. Kita gunakan moment natal untuk menyaksikan Firman pengajaran ini.
Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Di takhta Tuhan ada kilat yang memancar dan juga 7 obor menyala-nyala, itu adalah Roh Kudus dengan 7 perwujudannya. Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan Firman pengajaran yang benar membawa kita sampai ke takhta Tuhan, kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang duduk bersanding dengan Yesus. Daging tidak bisa sampai ke sana, makanya dibutuhkan kuasa Roh Kudus supaya daging ini mati dan Kita bisa mencapai takhta Sorga, takhta Yerusalem yang baru.
Bersaksi = melayani. Jadi kita melayani dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir harus seperti kilat. Artinya tidak boleh berlambat-lambat, tidak boleh menunda-nunda waktu. Kalau kilat sudah memancar tidak ada yang menghalangi. Apa yang seringkali membuat kita berlambat-lambat dan menunda-nunda waktu? Karena kita belum mengalami penyucian! Berlambat-lambat dalam hal yang rohani itu tanda belum bertobat. Kalau sudah mengalami penyucian, dia akan berlari-lari untuk mencapai tujuan, mencapai kesempurnaan. Berlari, bukan santai! Kita butuh Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus, kita masuk dalam kegerakan kilat ini untuk mencapai kesempurnaan.
Filipi 3:13-14
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Mari kita bawa hidup kita untuk masuk dalam penyucian seluruh hidup lewat Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus sehingga kita bisa gerak cepat dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, tidak ada lagi yang menghambat.
Apa yang harus disucikan?
1. Aku melupakan apa yang ada di belakangku. Berarti yang pertama disucikan adalah pikiran. Ingat Lot sekeluarga berlambat-lambat karena pikirannya belum disucikan! Pikirannya masih ingat hartanya, ini Sodom dan Gomora mau ditunggang balikan, bagaimana caranya semua ternakku bisa dikumpulkan. Sebagai bukti waktu lari isteri Lot menoleh ke belakang, masih ingat hartanya di Sodom dan Gomora sehingga menjadi tiang garam. Nikah Lot hancur karena berlambat-lambat dalam hal yang rohani. Isterinya menjadi tiang garam, dia sendiri jatuh dengan kedua anak gadisnya sendiri. Ayo kita bawa hidup kita disucikan mulai pikiran kita.
Firman pengajaran menyucikan pikiran kita, buktinya:
a) Melupakan apa yang di belakang, artinya terlepas dari ikatan-ikatan dosa masa lalu sampai terlepas dari ikatan uang. Pekerjaan Firman itu dalam urapan Roh Kudus menunjukan segala dosa kita, mengingatkan dosa kita di masa lalu supaya kita sadar, insaf, akui kepada Tuhan dan sesama. Surat Filipi ini ditulis oleh Paulus. Paulus bersaksi bahwa dia adalah orang paling berdosa, tetapi dia bisa terlepas. Kapan Paulus terlepas dari dosanya? Ketika dia menuju ke Damsyik, dia mau menganiaya pengikut jalan Tuhan, ada cahaya dari langit memancar dan ada suara. Sekarang menunjuk cahaya Injil Kemuliaan Kristus, Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus sanggup menyucikan Paulus orang paling berdosa. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa disucikan. Paulus bisa lepas dari dosa, kita juga bisa lepas dari dosa, tinggal mau atau tidak.
I Timotius 1:13-16
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
Jangan dihina orang berdosa, jangan dihakimi. Suatu saat dia ditangkap oleh Tuhan, dimenangkan, diselamatkan, dia menjadi terang kesaksian.
Paulus mengatakan dia mendapat kasih karunia. Jadi oleh pekerjaan Firman dalam urapan Roh Kudus, kita bisa terlepas dari dosa, itu merupakan kasih karunia Tuhan. Tidak semua mendapatkan kasih karunia Tuhan. Makanya Firman pengajaran itu disebut Firman kasih karunia.
Kisah Para Rasul 20:32
20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
Bersyukur kalau kita masih bertahan dalam pengajaran. Setiap saat kita diingatkan oleh Firman, ditunjuk salah kita supaya kita sadar, kita bisa diperbaiki dan kita bisa dididik di dalam kebenaran, kita dibangun menjadi Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau masih mempertahankan dosa bahkan mengulang-ulang dosa, berarti kita berada di luar kasih karunia sehingga hanya siap untuk binasa! Hanya orang yang mendapat kasih karunia yang terlindungi dari hukuman Tuhan atas dunia ini, dari kebinasaan. Ingat Nuh, dia mendapat kasih karunia, dia luput dari air bah. Yang lain di luar kasih karunia, binasa! Memang hanya sedikit yang mendapat kasih karunia Tuhan. Kalau dalam kitab Kejadian pasal 6, 8 orang dibandingkan seluruh dunia, sedikit sekali. Jangan kecil hati, jangan putus asa kalau hanya sedikit sekali orang yang ada dalam pengajaran. Sudah ada dalam pengajaran masih terjadi penyaringan, yang masih bertahan itulah yang hidup dalam kasih karunia Tuhan. Sehingga waktu Yesus datang dia siap menyambut. Hanya orang yang hidup dalam kasih karunia yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Wahyu 22:20-21
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Kedatangan Yesus pertama kali dibuka dengan kasih karunia. Waktu datang kepada Maria, Gabriel berkata ‘Engkau yang mendapat kasih karunia’. Kedatangan Yesus kedua kali juga dengan kasih karunia. Kita berada dalam kasih karunia Tuhan, dalam pengajaran yang benar, apapun omongan di luar, apapun tantangan dan godaannya bertahan! Kita sudah harus siap menyambut kedatanganNya, sebentar lagi Yesus sudah mau datang, kedatanganNya sudah diambang pintu, jangan berada di luar kasih karunia. Sudah berada dalam pengajaran, ayo sungguh-sungguh dalam pengajaran supaya sungguh-sungguh terlepas dari dosa, mengalami kelepasan dari dosa, jangan pertahankan dosa! Jangan indah kabar dari rupa, kita mengaku orang pengajaran tetapi hidup kita tetap berkutat dengan dosa, tetap pertahankan dosa! Ayo segera lepas! Paulus orang paling berdosa bisa lepas, kita juga bisa lepas tinggal mau atau tidak.
Paulus mengaku orang paling berdosa bukan karena dia peminum, pezinah, penjahat dan lain-lain, tetapi karena dia penganiaya jemaat Tuhan dan penghujat! Sekarang tanpa disadari banyak juga orang Kristen, hamba Tuhan, pelayan Tuhan berbuat seperti Paulus, yaitu:
1) Menganiaya pengikut Kristus lewat praktek tidak mau disucikan oleh Firman pengajaran dan membenci orang yang hidup suci. Hamba Tuhan yang suci, pelayan Tuhan yang suci itu malah dibenci. Roh kebencian ini begitu hebat hari-hari terakhir ini. Waktu Yesus datang pertama kali betapa hebat kebencian yang Dia dapatkan. Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, betapa hebat kebencian yang dihadapi gereja Tuhan yang mau hidup suci. Dalam Wahyu pasal 17 jelas sekali Babel itu mabuk dengan darah orang-orang kudus, berarti ada darah orang kudus yang ditumpahkan.
Wahyu 17:6
17:6 Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
Jangan heran kalau kita mau hidup suci kita dibenci, dikucilkan, dihina! Tetapi kalau hidup bergelimangan dengan dosa itu disenangi. Hamba Tuhan yang menekankan kesucian itu dibenci, yang menyebar dosa itu digemari. Sampai dikatakan kefasikan meluas dari imam-imam, tetapi itu digemari!
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?
Hamba Tuhan yang tidak suci itu malah disenangi.
Yeremia 23:14-15
23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorang pun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."
Firman Tuhan yang menyucikan malah dianggap beban. Justru yang bicara malah nabi dan imam.
Yeremia 23:33,34,36,38,40
23:33 Apabila bangsa ini — baik nabi ataupun imam — bertanya kepadamu: Apakah 1Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang 2Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:36 Tetapi 3Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.
23:38 Tetapi jika kamu masih berbicara tentang 4Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, maka beginilah firman TUHAN: Oleh karena kamu masih memakai ungkapan 5Sabda yang dibebankan oleh TUHAN itu, sekalipun Aku mengutus orang kepadamu mengatakan: Janganlah kamu berbicara tentang 6Sabda yang dibebankan oleh TUHAN,
23:40 Aku akan menimpakan kepadamu aib yang kekal dan noda yang kekal yang tidak akan terlupakan."
Sampai 6 kali disebutkan sabda yang dibebankan oleh Tuhan! Angka 6 ittu angka daging, karena mempertahankan daging makanya tidak suka penyucian, Firman Tuhan dianggap momok, dianggap beban. Akibatnya aibnya kekal, nodanya kekal, dosanya kekal, tidak terampunkan!
Firman pengajaran ini bukan beban, justru pengajaran yang benar mengangkat beban dosa kita. Jangan malah dianggap beban.
2) Menghujat jalan Tuhan. Artinya sekarang menganggap pengajaran yang benar itu palsu, hamba Tuhan yang benar tahbisannya itu salah, sesat. Diputar balik, ajaran palsu, hamba Tuhan salah tahbisannya malah dibilang benar dan didukung mati-matian. Yang benar disingkir, dibilangi sesat, ajaran campur dan bahasa-bahasa yang tidak baik sampai anjing tidak mau makan. Tidak usah kecil hati, kecewa kalau kita mendapat penistaan seperti itu. Biar saja mau dibilangi apa, terima kasih.
Manusia ini cenderung mencari yang enak bagi dagingnya. Di akhir zaman orang tidak bisa lagi menerima ajaran sehat. Mereka memalingkan telinganya bagi dongeng, bagi ajaran-ajaran yang menyenangkan telinga. Di mana dia dapat ajaran yang cocok bagi dagingnya, di situ dia bertahan. Kalau dagingnya terusik dia pindah lagi, mengembara lagi, sampai dapat yang cocok bagi dagingnya.
Saya tidak akan membiarkan bapak ibu nyaman dengan dosanya di sini, Firman terus disampaikan, pengajaran yang keras bukan untuk menyenangkan daging!
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Kalau kebenaran orang tidak mau dengar, kalau dongeng orang suka, apalagi kalau disertai dengan lawak-lawak. Semoga kita bisa bertahan di dalam pengajaran.
Kalau menolak pengajaran, menolak hamba Tuhan yang menyampaikan Firman pengajaran yang benar, apalagi yang bisa menyucikan? Semakin liar daging itu, semakin tidak terkontrol. Makanya disebut orang paling berdosa karena tidak ada lagi yang bisa menyucikan dia. Satu-satunya Kabar yang dibutuhkan untuk menghadapi kegelapan malam adalah Kabar Mempelai.
Pengajaran yang benar, hamba Tuhan yang benar adalah wujud kasih Tuhan bagi kita. Tanggapi dengan serius, terima, praktekan Firman.
II Tawarikh 36:15-16
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
Makanya tadi Paulus katakan aku orang paling berdosa, sebab kalau sudah menolak pengajaran, tidak mungkin lagi pemulihan, tidak akan mengalami penyucian lagi. Hidupnya betul-betul menjadi orang paling berdosa. Tanggapi Firman dengan serius, dengan baik sehingga kita bisa terlepas dari ikatan dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita bisa menjadi kesaksian bagi sesama kita. Tadi Paulus katakan aku menjadi contoh, menjadi teladan bagi sesama, tugas kita adalah bersaksi!
b) Filipi 3:18
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Pikiran tidak tertuju lagi pada perkara dunia, perkara jasmani tetapi kepada perkara sorga, perkara yang rohani.
Ibrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Firman pengajaran itu sanggup menyucikan kita sampai kita bisa membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Kalau ada pengajaran, pikiran kita bisa menimbang yang benar, mana yang bermanfaat bagi rohani kita mana yang tidak sehingga kita bisa menghindari, ada pertimbangan-pertimbangan yang rohani. Orang tua melepaskan anaknya sekolah atau kerja harus ada pertimbangan yang rohani. Apakah anakku di sana bisa tergembala, dia bisa mencari Tuhan dengan benar atau tidak. Anak juga, mau keluar dari daerah, mau kuliah, dia punya pertimbangan yang rohani kalau pikirannya sudah suci. Bukan malah berpikir ini kesempatan keluar, saya online di sana, padahal hanya main game.
Saya sebagai gembala cuma menghimbau, menasihati, tidak memaksakan, biarlah jemaat yang menimbang sendiri. Biarlah pikiran kita tertuju pada yang rohani, itu yang dipikirkan. Bukan berarti tidak pikir lagi yang dunia, kita pikirkan juga, tetapi yang utama yang rohani, keselamatan jiwa kita. Apa artinya kita dapat semuanya tetapi kehilangan nyawa!
Markus 8:35-37
8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Apa artinya kita dapat semuanya tetapi kita kehilangan keselamatan, rohani kita terlantar, rohani kering, mati! Itu hanya mengarah pada kematian kedua di neraka. Harus ada pertimbangan yang rohani, pikiran bukan pada yang dunia, tetapi yang selalu yang dipikirkan yang rohani. Saya kerja rohani saya bagaimana, saya kuliah di sini rohani saya bagaimana. Kalau saya menikah dengan dia rohani saya bagaimana. Kalau saya pacaran dengan dia, rohani bagaimana. Pacar itu berkat, kalau itu dari Tuhan, meningkatkan rohani. Tetapi kalau membawa kita malah terjerumus, semakin jauh dari Tuhan, bisa itu hanya hawa nafsu daging.
Jangan bernasib seperti Yudas, pikirannya hanya tertuju pada yang jasmani terus. Akhirnya ketika mati, posisi matinya jatuh tertelungkup.
Kisah Para Rasul 1:18
1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
Jatuh tertelungkup berarti dia memeluk bumi. Tuhan tunjukan inilah orang yang mengasihi dunia, yang tidak bisa mengasihi Tuhan. Nasibnya binasa, tidak elok, tidak indah. Sementara Alkitab mengatakan, betapa indah kematian orang di dalam Tuhan. Yudas matinya tidak indah, betul-betul dipermalukan. Matinya saja tidak indah, hidupnya bagaimana.
Jangan mengasihi dunia, peganglah dunia dengan tangan terbuka, sehingga ketika dunia menuju pada kebinasaan, kita tidak ikut binasa bersama dengan dunia. Tetapi kalau kita gengam dunia, kita peluk dunia, akan ikut binasa juga.
I Yohanes 2:15-17
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Orang yang mengasihi dunia tidak mungkin mengasihi Tuhan, tidak mungkin mengutamakan perkara yang rohani. Dunia sedang lenyap, bukan akan lenyap! Jangan peluk dunia. Silahkan kita kerja di dunia ini tetapi jangan memeluk dunia. Katak keluar dari sungai Nil. Dosa kenajisan ada pada semua lini kehidupan di dunia ini. Kalau melekat pada dunia maka katak memanjati orang itu, hidup najis dan binasa. Seperti Yudas, perutnya terbelah, semua kebusukannya terbongkar! Akhirnya binasa.
Kita belajar dari Paulus, pikiran disucikan sehingga selalu tertuju pada perkara yang rohani. Kalau pikiran tertuju pada perkara dunia berarti orang dunia. Tetapi kalau pikiran tertuju pada perkara rohani, berarti kita warga kerajaan Sorga.
Filipi 3:20
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Kita bisa raba diri kita, pikiran kita dominan yang dunia berarti masih orang dunia. Tetapi kalau pikirannya sudah yang rohani, berarti kita warga kerajaan Sorga, bukan telungkup. Kita belajar dari Paulus, dia bukan telungkup, Paulus malah terlentang. Kalau kita memikirkan dan mengutamakan perkara yang rohani, kita seperti Paulus yang ditelentangkan. Paulus ditelentangkan untuk dicambuk. Kalau kita mengutamakan perkara yang rohani memang resikonya tidak enak bagi daging, tetapi kita warga kerajaan Sorga yang layak masuk Sorga.
Kisah Para Rasul 22:25
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"
Telentang berarti membelakangi bumi. Bumi tidak ada lagi arti apa-apa, yang utama adalah Tuhan, perkara yang rohani. Bukan berarti kita tidak butuh, kita memang butuh tetapi pikiran kita yang rohani, bukan yang dibelakang. Bumi ini hanya tempat kita singgah. Kita belakangi bumi, jangan malah Tuhan yang dibelakangi karena mau memeluk bumi. Apalagi kalau hamba Tuhan yang seperti itu. Katanya hamba Tuhan tetapi fokusnya yang dunia, Tuhan dia belakangi, bagaimana itu! Paulus katakan urusanku sehari-hari adalah untuk jemaat, urusan yang rohani. Tugas hamba Tuhan itu pelayanan Firman dan doa. Betul-betul pandangan yang rohani, bumi bukan lagi urusannya.
Kisah Para Rasul 6:2-4
6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja.
6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
Tugas hamba Tuhan fokus memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman, bukan pada perkara dunia.
II Korintus 11:27-29
11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
11:28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
11:29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
Ini urusan kami hamba Tuhan, untuk bisa diteladani oleh jemaat. Hamba Tuhan memusatkan perhatian kepada perkara yang rohani, jemaat juga bisa meneladani demikian sehingga kita semua adalah orang yang rohani, warga kerajaan sorga. Kalau kita warga kerajaan Sorga pasti dibela.
Kisah Para Rasul 22:25-26
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"
22:26 Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: "Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum."
22:27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: "Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar."
22:28 Lalu kata kepala pasukan itu: "Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal." Jawab Paulus: "Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku."
Kita menjadi warga kerajaan Sorga karena kelahiran kita lewat baptisan air yang benar. Jadi kalau pikiran kita tertuju pada perkara yang rohani, Tuhan Raja kita, Raja segala raja pasti membela kita!
Praktek telentang seperti Paulus:
1) I Yohanes 2:17
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Praktek pertama adalah melakukan kehendak Tuhan, taat pada Firman. Kita warga negera Indonesia harus taat pada undang-undang, kalau melanggar ada hukumannya. Undang-undang kerajaan Sorga adalah Firman. Taati Firman, Firman itu yang menyucikan kita. Jaga kesucian, itulah warga kerajaan Sorga! Tidak usah diperdebatkan, jangan ditentang, lakukan saja!
Coba lihat di negera kita, begitu pemerintah mengeluarkan peraturan baru kita tinggal nurut saja. Itu pemerintah dunia. Kerajaan Sorga perintahnya adalah Firman. Kalau sudah keluar perintah harus begini, tidak boleh begitu, yah sudah taati! Aturan soal ibadah, soal nikah, soal apa saja, yah sudah diikuti. Jangan maunya kita sendiri. Sudah diatur nikah yang benar bagaimana, tahbisan yang benar bagaimana, lalu kita mau bikin aturan sendiri, berarti kita bukan warga kerajaan Sorga yang baik, bisa kena sanksi, ada hukuman dari Tuhan.
2) Mazmur 123:1-2
123:1 Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Praktek kedua, dalam melayani Tuhan hanya meneladani Yesus. Tangan Majikan kita itulah Yesus, teladani Dia, jangan bikin jalan cara kita sendiri. Tangan bicara pelayanan, bagaimana pelayanan Yesus, begitu juga kita. Apa teladan dari Yesus?
Yohanes 4:23
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Markus 10:35
10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
Apa yang kita teladani dari Yesus? Lakukan kehendak Bapa, selesaikan pekerjaanNya sekalipun harus berkorban apapun. Kalau disimpulkan, taat dan setia sampai garis akhir, sekalipun harus berkorban. Itulah memandang tangan majikan kita.
Kita korban waktu, korban tenaga, korban pikiran, korban perasaan, korban harta, sampai berkorban seluruh hidup kita. Kadangkala kita sudah melayani tetapi masih banyak tuntutan-tuntutan kita. Termasuk kami hamba Tuhan, kadang banyak menuntut, menuntut dihargai, menuntut dihormati. Tuhan tolong jangan kita seperti itu.
Kita melayani dengan berkorban apapun. Memang tidak semua orang mau menerima pelayanan kita. Jangan marah kalau kita sudah melayani baik-baik lalu orang tidak mau menerima. Yesus datang melayani malah disalibkan.
Kolose 3:22
3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
Ini untuk hamba dunia, tetapi bisa juga untuk kita dalam hal yang rohani.
Kolose 3:23
3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Sedangkan bekerja di dunia saja Tuhan bilang kamu bekerja bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan. Apalagi kita melayani Tuhan, betul-betul untuk Tuhan. Kita melayani bukan menuntut, apa yang kita kerjakan dalam pelayanan harus dengan segenap hati untuk Tuhan! Kita semua kerja untuk Tuhan, saya khotbah untuk Tuhan, saya main musik untuk Tuhan, saya dekor untuk Tuhan, saya urus konsumsi untuk Tuhan, saya menyanyi paduan suara untuk Tuhan, supaya kita tidak menghiraukan yang jasmani.
Paulus berkata aku tidak menghiraukan nyawaku, apalagi cuma perkataan orang, tidak usah hirau. Semua yang kita lakukan itu untuk Tuhan. Itulah mata memandang kepada tangan Tuhan, melayani meneladani Yesus, semua kita lakukan untuk Tuhan. Jadi tidak kecil hati kalau ada yang mengkritik, yang menolak pelayanan kita.
3) Menyembah Tuhan. Hanya menyembah, percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Kita menyembah Tuhan sampai Tuhan berbelas kasihan kepada kita. Kalau Tuhan sudah berbelas kasihan, masalah apa yang kita hadapi Tuhan selesaikan tepat pada waktunya.
Jangan memeluk bumi, tetapi pandang perkara Sorga. Pikirkan, pandang perkara rohani maka Tuhan berbelas kasihan dalam hidup kita.
2. Filipi 3:14
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Perjalanan hidup disucikan sehingga kita bisa berlari-lari menuju panggilan Sorgawi. Berjalan dengan berlari tentu lari membutuhkan tenaga yang besar. Berlari menuju panggilan Sorgawi artinya:
a) Berusaha sungguh-sungguh dengan segenap kekuatan kita atau berjerih payah dan berjuang untuk ibadah pelayanan.
I Timotius 4:8-10
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Jadi apapun halangan dan rintangan kita berupaya terobos karena kita mengejar upah sorgawi yaitu mahkota kehidupan, mahkota mempelai!
Sekalipun banyak halangannya, tetapi kalau kita berjuang pasti bisa! Tuhan sudah berjuang untuk ibadah kita, masakan Tuhan tidak menolong kita yang mau berjuang beribadah. Untuk ibadah bangsa Israel, Tuhan menolong dengan menghukum Mesir dengan 10 tulah. Untuk ibadah kita bangsa kafir, Yesus sudah rela mengorbankan diriNya, rela dihukum sampai mati di kayu salib untuk kita bisa beribadah. Ayo berjuang untuk mendapatkan mahkota.
II Timotius 4:7-8
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Tuhan sediakan mahkota bagi kita. Mahkota kebenaran, makhota mempelai supaya kita bisa masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Pertemuan di udara akan segera terjadi, yang bisa mencapai itu adalah orang-orang yang berjuang. Kalau ada halangan sedikit sudah mundur, sudah tidak beribadah, bagaimana bisa terangkat ke awan-awan! Perjuangkan ibadah pelayanan kita, berjuang terus sampai Tuhan Yesus datang kembali.
b) II Petrus 1:10-11
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Berusaha makin teguh pada panggilan dan pilihan Tuhan. Tuhan sudah memanggil dan memilih kita sebagai apa? Kalau saya sebagai hamba Tuhan sepenuh, berusaha makin teguh pada panggilan pilihan Tuhan. Jangan mudah tersandung! Rugi kita kalau tersandung. Ibarat ikut lomba lari lalu tersandung, mulai lagi dari awal mau lari. Apalagi kalau sudah di depan garis finish lalu tersandung, yang sebenarnya mau juara satu malah didahului yang lain.
Ibadah pelayanan itu hak penuh kita masuk kerajaan Sorga, jangan sampai hak kita berkurang, apalagi kehilangan hak. Berusaha makin teguh ada panggilan dan pilihan Tuhan. Jangan gampang tinggalkan pengajaran, jangan kendor!
3. Filipi 3:4-8
3:4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
3:5 1disunat pada hari kedelapan, 2dari bangsa Israel, 3dari suku Benyamin, 4orang Ibrani asli, 5tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 6tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, 7tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Hati disucikan, terutama disucikan dari kebanggaan-kebanggaan secara lahiriah, secara jasmani.
Ada 7 kebanggaan Paulus, semua dia anggap sampah, dia buang. Angka 7 mengingatkan 7 lampu pada pelita emas. Jadi kalau bangga-bangga, sombong pada hal yang lahiriah, pelita kita padam, Roh Kudus tidak ada pada kita!
Jangan membanggakan yang lahiriah. Kalau Tuhan berkati kita dengan perkara yang lahiriah lebih dari yang lain untuk kita pakai memuliakan Tuhan, bukan kita banggakan apalagi sombongkan. Kalau perkara jasmani ini kita banggakan, 7 pelita padam, Roh Kudus tidak ada pada kita, maka hati kita akan diisi dengan 7 keinginan jahat dan najis!
Matius 15:19-20
15:19 Karena dari hati timbul segala 1pikiran jahat, 2pembunuhan, 3perzinahan, 4percabulan, 5pencurian, 6sumpah palsu dan 7hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
7 itu angka sempurna, dia sedang menuju pada kesempurnaan kejahatan dan kenajisan, itulah Babel, gereja palsu.
Sekali lagi, jangan ada kebanggaan-kebanggaan yang lahiriah, jangan menyombongkan hal-hal yang lahiriah. Kalau kita dipercaya pekerjaan yang lebih baik dari yang lain, gaji yang lebih tinggi dari yang lain, ijazah yang lebih tinggi, semua itu hanya kemurahan Tuhan, kita pakai untuk memuliakan Tuhan. Bukan dijadikan kebanggaan untuk merendahkan yang lain, jangan! Sebab kalau pelitanya padam, kejahatan dan kenajisan masuk dan orang itu akan mengarah pada kegelapan yang paling gelap, itulah aniaya antikristus, sampai kebinasaan selamanya.
Biar seluruh hidup kita disucikan oleh Tuhan, tidak ada yang terlewatkan. Mulai dari pikiran disucikan, perjalanan hidup disucikan, hati disucikan, seluruh hidup kita menjadi terang kesaksian bagi sesama kita. Semakin suci semakin terang. Semakin suci semakin dipakai oleh Tuhan. Kalau sudah dipakai, bonusnya pasti diberkati.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tidak usah ragu, yang kita kejar hari-hari terakhir ini adalah kekudusan, kesucian! Silahkan bekerja berkarya di dunia ini, tetapi yang terutama kita kejar adalah kekudusan. Apalagi kami hamba Tuhan, yang kami harus kejar adalah kekudusan. Berita yang disampaikan oleh hamba Tuhan adalah berita tentang kekudusan, maka hidupnya harus dalam kekudusan. Pengajaran yang benar itu adalah berita kekudusan.
Markus 16:8
16:8b Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
Dari Timur ke Barat itu menunjuk dari pintu gerbang Tabernakel sampai ke ruangan maha suci, itulah pengajaran Tabernakel. Pengajaran Tabernakel membawa gereja dari pintu gerbang percaya Yesus, mezbah korban bakaran bertobat, bejana pembasuhan lahir baru lewat baptisan air, pintu kemah kepenuhan Roh Kudus. Masuk ruangan suci tekun 3 macam ibadah pokok, mulai dari meja roti ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci , pelita emas ibadah raya, mezbah dupa emas ibadah doa penyembahan. Kemudian melewati pintu tirai perobekan daging, masuk ruangan maha suci melewati percikan darah, penyucian terakhir sampai sempurna.
Ini berita yang kami sampaikan. Makanya disebut berita kudus. Berarti kami yang menyampaikannya harus hidup di dalam kekudusan. Jemaat boleh menilai, kalau kami hamba Tuhan tidak hidup dalam kekudusan, berita yang disampaikan tidak ada kuasa untuk menyucikan kita dan kita rugi tergembala di situ! Tetapi kalau gembala itu hidup dalam kekudusan, berita yang dia sampaikan punya kuasa untuk menyucikan kita sekalian untuk kita berhasil mencapai Yerusalem Baru.
Ibrani 12:14
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
Tanpa kekudusan tidak mungkin melihat Yesus saat Dia datang di awan-awan. Tetapi kalau kita mengejar kekudusan, waktu Yesus datang kita bisa memandang Dia muka dengan muka, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, kita berkerajaan 1000 tahun damai dan kita masuk kerajaan Sorga yang kekal.
Di depan ada perjamuan suci. Korban Kristus ini yang menjadi sumber bagi kita bisa disucikan. Korban Kristus membukakan rahasia Firman sehingga kita bisa mengalami penyucian. Hargai sungguh-sungguh Korban Kristus, biar kita menjunjung tinggi Korban Kristus. Alaskan hidup kita, tahbisan kita, nikah kita atas korban Kristus. Saat Yesus datang kita siap menyambut kedatanganNya.
Tuhan Yesus memberkati.