Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
I Korintus 9:24-27
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Perjalanan hidup kita di dunia ini digambarkan sebagai suatu pertandingan iman untuk mencapai garis akhir. Kalau kita bisa mencapai garis akhir maka Tuhan memberikan kepada kita mahkota Abadi. Opa sudah mencapai garis akhir.
Ada 2 garis akhir manusia:
1. Meninggal dunia seperti yang dialami orang tua kekasih kita.
2. Hidup sampai Yesus datang.
Bukan masalah hidup atau meninggal, tetapi yang penting selama kita hidup di dunia ini kita mau bertanding dalam pertandingan iman. Itu adalah kewajiban kita.
Ibrani 12:1
12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Kalau dikatakan wajib harus diselesaikan, tidak bisa kita berhenti di tengah jalan. Terutama bagi kami para hamba Tuhan. Kita mengikuti suatu pertandingan iman, diteladani sidang jemaat. Saya percaya selama opa melayani banyak teladan yang diberikan pada sidang jemaat yang ada untuk diikuti sampai berhasil mencapai garis akhir.
Memang di dalam pelayanan tidak luput dari tantangan-tantangan dan dari kritikan-kritikan. Dalam ayat yang sudah kita baca tadi, di sini Paulus menyampaikan apa yang menjadi isi hati Tuhan bagi sidang jemaat Korintus, terutama karena sidang jemaat Korintus adalah jemaat yang suka mengkritik pelayanan Paulus.
I Korintus 9:3
9:3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.
Bagi kami hamba Tuhan, di dalam pelayanan tidak sedikit kritikan yang datang. Tetapi bukan untuk membuat lemah! Apa yang dihadapi itu adalah pupuk iman. Padahal sidang jemaat mendapat kasih karunia Tuhan melalui hamba Tuhan. Hamba Tuhan merupakan saluran kasih karunia Tuhan bagi sidang jemaat. Tetapi seringkali tidak ditanggapi dengan baik sehingga ada kritikan yang tajam bagi hamba Tuhan yang sudah melayani dengan sungguh-sungguh. Saya sampaikan ini bukan membela diri sebagai hamba Tuhan, tetapi supaya sama-sama kita bertanding dalam pertandingan iman yang baik, sehingga gembala dan jemaat berhasil. Gembala bermegah karena jemaat berhasil bersanding dengan Yesus. Jemaat bermegah karena dia dilayani dengan baik sehingga berhasil menyambut kedatangan Yesus.
II Korintus 1:14
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Jemaat mendapat kasih karunia dari hamba Tuhan.
Filipi 1:7
1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
I Korintus 4:10-13
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Inilah yang alami oleh hamba Tuhan, tidak sedikit penderitaan dan sengsara yang dialami. Semua rela diterima untuk membawa sidang jemaat berhasil dalam pertandingan iman. Makanya Paulus katakan aku melatih diriku. Sebagai hamba Tuhan dia latih dirinya, dia harus kuat supaya sidang jemaat juga kuat dalam pertandingan iman, menghadapi begitu banyak tantangan dan begitu banyak pergumulan. Tidak sedikit kerikil yang kita hadapi dalam gelanggang pertandingan.
Menghadapi kritikan dari sidang jemaat, Paulus tampil dengan keteladanan di dalam pelayanan. Tidak mungkin hamba Tuhan mau ajak jemaat bertengkar. Berikan saja teladan di dalam pelayanan sehingga jemaat bisa melihat, jemaat bisa terbuka matanya sehingga kalau dia salah dalam menghadapi pelayanan hamba Tuhan, dia bisa sadar dan kembali pada kebenaran.
Paulus memberikan banyak keteladanan. Ini juga yang banyak saya lihat dari hamba-hamba Tuhan yang sudah mendahului, termasuk opa yang sudah mendahului.
Ada 3 keteladanan iman yang diberikan oleh rasul Paulus supaya kita berhasil dalam gelanggang pertandingan ini.
1. I Korintus 9:15
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
Teladan pertama tidak menggunakan hak-hak secara jasmani. Hamba Tuhan ada hak-haknya di dalam pelayanan yang bisa dia ambil, bisa digunakan, tetapi Paulus katakan aku tidak mempergunakan hak-hak itu. Artinya motivasi pelayanannya bukan yang jasmani, tetapi bagaimana membawa jiwa yang Tuhan percayakan untuk dilayani berhasil dalam gelanggang pertandingan iman. Motivasinya murni untuk membawa sidang jemaat bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, Raja segala raja.
Kalau opa datang di Tentena saya lihat raut wajah beliau capek sebab harus melayani di Meko, Tampemadoro dan Bunta. Di usia yang sudah lanjut, harus menempuh perjalanan yang jauh untuk melayani. Kalau saja hanya mencari yang jasmani, diusia yang sudah lanjut seperti ini lebih baik istirahat saja, biar yang muda-muda yang bergerak. Tetapi karena beliau mau menjangkau jiwa untuk dibawa dalam gelanggang perlombaan agar mencapai garis akhir, beliau mau menempuh jarak yang jauh untuk melayani. Begitu juga kami hamba Tuhan yang masih diberikan kesempatan menjalani hari-hari di dunia ini. Ketika motivasi sudah salah pasti banyak keluhan dalam pelayanan, sehingga jemaat melihat tidak ada hasil yang rohani yang bisa diterima. Tetapi kalau betul-betul motivasinya yang rohani, jemaat bisa melihat, bisa meneladani sehingga bergairah dalam pertandingan iman, sampai mencapai mahkota abadi.
I Korintus 9:18
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
Upah kami hamba Tuhan kalau bisa memberitakan Firman, menyampaikan apa yang menjadi isi hati Tuhan, tidak perlu digaji. Bagi sidang jemaat, upah sidang jemaat kalau bisa melakukan Firman Tuhan. Itu upah kita sehingga kita bisa hidup dari Firman, hidup dari iman, tidak hidup dari apa yang ada di dunia ini. Kita hidup dari Firman Tuhan yang sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.
2. I Korintus 9:19
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
Teladan kedua menjadikan diri hamba atau budak bagi semua orang. Artinya rela membatasi hak atau kebebasannya sendiri untuk memenangkan jiwa-jiwa, untuk membawa jiwa-jiwa masuk dalam pertandingan yang benar.
Kadang kami hamba Tuhan karena membatasi kebebasannya, sampai sudah tidak ada waktu dengan anak karena melayani. Jangan karena melayani sehingga anak keteteran, tidak terurus jasmani dan rohaninya. Memang harus ada waktu untuk keluarga, sekalipun memang kebebasan dibatasi untuk bisa berhasil membawa jiwa-jiwa bertemu dengan Yesus. Tidak ada kopromi dengan daging. Daging maunya bebas, refreshing, mau ini, mau itu yang enak bagi daging, tetapi ditekan, dibatasi, sehingga bisa membawa jemaat juga terlepas dari keinginan-keinginan daging, kelak bertemu dengan Yesus.
Itu keteladanan yang saya lihat dari opa, waktu banyak hanya untuk melayani, kebebasan daging betul-betul sudah dibatasi. Sidang jemaat juga bisa meneladani, jemaat tidak menuruti kebebasan daging. Sebab kalau daging ini dituruti, akan menyeret kita jatuh dalam pencobaan sampai berbuahkan maut!
Yakobus 1:14-15
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Sidang jemaat yang sudah ditinggalkan opa terkasih, teladani bagaimana pelayanan opa, daging betul-betul dibatasi, bukan diumbar. Daging dimatikan, digiling sampai halus untuk berhasil kelak bertemu Yesus. Sebab manusia darah dan daging tidak mendapat hak di dalam kerajaan Sorga. Makanya daging ini harus dirobek, dimatikan keinginan-keinginannya.
I Korintus 15:50
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
3. I Korintus 9:24
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Teladan ketiga adalah bertanding dalam pertandingan iman dengan benar. Syaratnya:
a) Masuk dalam gelanggang pertandingan. Artinya kita mengabdikan diri kita untuk melayani Tuhan, bekerja di ladang Tuhan. Jemaat juga ikuti, bekerja di ladang Tuhan, melayani dengan pengabdian diri. Bukan melayani untuk mencari sesuatu. Kalau ada pengabdian pasti rela berkorban. Bukan untuk mencari atau mendapatkan sesuatu, tetapi mau berkorban untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.
Opa saja usia lanjut tetap semangat, mengabdikan diri melayani. Saya yang masih muda harus lebih semangat lagi, lebih giat lagi untuk bisa melayani dan rela berkorban.
I Petrus 5:1-2
5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.
5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
Bukan nanti jadi pendeta semua, kita melayani dalam bidang apa saja dengan pengabdian dan rela berkorban apa saja.
b) Menguasai diri untuk bisa taat pada peraturan. Artinya kita layani Tuhan dengan ketaatan pada Firman Tuhan. Kita lihat teladan dari orang tua kita dalam pelayanan. Manusia memang banyak kekurangannya, tetapi kita ikuti teladan yang baik dari para pendahulu. Musa dalam pelayanan ada kekurangan. Petrus dalam pelayanan ada kelemahan, tetapi kita ikuti teladan yang baik yaitu ketaatan pada Firman dan keteguhan pada pengajaran yang benar. Opa selalu katakan, di usia yang sudah lanjut ini berusaha hidup sesuai Firman.
Ketaatan pada Firman Tuhan itu menghasilkan kesucian.
I Petrus 1:22
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Dengan taat pada firman, kesucian kekudusan kita terjaga sampai kita berhasil mencapai garis akhir, berhasil mencapai mahkota abadi, mahkota mempelai untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah, pernikahan antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna yang berhasil menyelesaikan pertandingan iman.
Kita tidak perlu ragu kalau dalam gelanggang pertandingan kita ikuti aturannya, kita beribadah melayani Tuhan dengan mengikuti aturan Firman, Tuhan sudah jamin untuk hidup kita secara jasmani.
Ulangan 11:13-15
11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.
Tuhan sediakan berkat bagi kita sekalian. Ada gandum pemeliharaan rohani dan jasmani. Ada anggur kemanisan dalam nikah rumah tangga kita. Ada minyak untuk kita tetap menjadi terang. Dan ada berkat untuk kita bisa ibadah melayani Tuhan, untuk berfellowship. Opa termasuk hamba Tuhan yang tekun mengikuti persekutuan di mana saja bahkan sampai ke luar negeri. Berkat yang ada ditabung untuk ibadah pelayanan, bukan untuk dihabiskan.
Kalau diizinkan meninggal seperti opa, sudah beristirahat. Nanti pada saat sangkakala terakhir dibunyikan, dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk mendapat mahkota abadi. Kita yang masih hidup sampai Tuhan Yesus datang, bertanding dalam pertandingan rohani yang mengikuti aturan Firman sampai garis akhir, diubahkan dalam sekejab mata untuk menerima mahkota abadi, mahkota kemuliaan.
I Tesalonika 4:15-18
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Biarlah ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita. Opa sudah beristirahat, sekarang tugas kita bertanding dengan benar sampai garis akhir, sampai mencapai mahkota abadi. Ketika Yesus datang, sangkakala terakhir dibunyikan, yang sudah mendahului akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan kita yang masih hidup diubahkan sekejab mata dalam tubuh kemuliaan untuk nanti menerima mahkota abadi, masuk pesta nikah Anak Domba Allah, masuk dalam kerajaan Sorga, Yerusalem yang baru.
Tuhan Yesus memberkati.