Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Kasih karunia Tuhan sanggup melenyapkan ketakutan seperti yang dialami oleh Maria. Maria ini kaum muda, kaum muda juga banyak diliputi ketakutan. Ketakutan yang seringkali ada di pikiran kaum muda adalah ketakutan soal masa depan, termasuk soal jodoh.
Lukas 1:34
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Dulu Maria menerima kasih karunia Tuhan lewat mengandung bayi Yesus. Bagi kita sekarang menerima kasih karunia lewat menerima pribadi Tuhan Yesus. Yesus inilah yang sanggup melenyapkan ketakutan.
Ada 2 status Yesus:
Lukas 1:31-32
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1. Anak Allah Raja yang Mahatinggi. Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Pekerjaan atau kegiatannya adalah menjadi korban pendamaian. Dia Anak Allah tetapi menjadi manusia seperti kita tetapi Dia tidak berdosa, untuk menjadi korban pendamaian. Yesus mati di kayu salib mendamaikan kita, menyelamatkan kita dari dosa-dosa. Kaum muda buktikan kita menerima Yesus, bukan cuma di mulut kita menerima Yesus tetapi betul-betul dalam praktek hidup sehari-hari kita menerima Yesus lewat menyelesaikan dosa-dosa. Dosa apa saja! Dosa perkataan, perbuatan, yang dipikirkan yang timbul dalam hati, itu diselesaikan semua. Berdamai, maka ketakutan akan lenyap. Kalau dosa sudah diselesaikan kita bisa dibenarkan, hidup benar. Kalau hidup benar maka ada ketenangan damai sejahtera tidak ada lagi ketakutan. Menghadapi masa depan tenang. Yang sudah berumah tangga menghadapi persoalan dalam rumah tangga bisa tenang karena dosa sudah diselesaikan.
2. Raja segala raja. Raja identik dengan takhta, kemuliaan dan kemenangan. Jadi menerima Yesus sebagai Raja segala raja lewat mengabdi kepada Yesus Raja segala raja, melayani bersuasana takhta Sorga.
Siang ini kita akan belajar silsilah Yesus sebagai Raja. Raja itu dicatat jelas silsilahnya. Dari 4 Injil yang menceritakan kelahiran Yesus hanya 3 Injil yaitu Matius, Lukas dan Yohanes. Yohanes menampilkan Yesus Firman yang lahir mejadi manusia. Matius menampilkan Yesus sebagai Raja segala raja, makanya silsilahnya dicatat dengan begitu terperinci. Lambang dari Injil Matius adalah singa, warnanya warna ungu. Markus menampilkan Yesus sebagai hamba, jadi tidak perlu ditulis silsilahnya, hamba tidak dibutuh silsilahnya, hanya tenaganya yang dibutuhkan. Dilambangkan dengan lembu dan warnanya biru. Lukas menampilkan Yesus sebagai manusia yang sengsara, lambangnya manusia warna merah. Yohanes menampilkan Yesus sebagai Anak Allah, lambangnya rajawali, warnanya putih.
Kita lihat silsilah Yesus dalam Injil Matius.
Matius 1:1
1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Secara urutan harusnya Abraham dulu baru Daud, tetapi Daud lebih dulu disebutkan karena menampilkan Yesus sebagai Raja. Daud adalah seorang raja. Daud itu identik dengan kemenangan.
Silsilah ini dibagi 2:
1. 40 orang laki-laki, semuanya Israel asli, keturunan raja-raja. Dari Abraham sampai kepada Yesus adalah 40 orang laki-laki. Ini adalah jalur pilihan Tuhan. Kalau dari jalur pilihan Tuhan, kita bangsa kafir tidak masuk didalamnya, berarti seharusnya kita tidak bisa menerima Yesus. Bangsa kafir tidak mendapat kasih karunia kalau melihat jalur ini.
2. 5 orang perempuan disebutkan, 3 di antaranya adalah bangsa kafir.
a) Tamar
Matius 1:3
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
Tamar seorang perempuan Kanaan.
b) Rahab
Matius 1:5
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Rahab adalah orang Yerikho. Dia bukan perempuan baik-baik, dia adalah perempuan sundal.
c) Rut orang Moab. Moab adalah hasil hubungan antara bapak dan anak. Ini juga bangsa kafir.
d) Batsyeba
Matius 1:6
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
e) Maria
Kalau dilihat kelima wanita ini dalam keadaan tidak baik:
a) Tamar
Kejadian 38:16
38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?"
Tamar jatuh dengan mertuanya sendiri yaitu Yehuda, lalu melahirkan Peres dan Zerah.
b) Rahab, perempuan sundal.
c) Rut, peremuan Moab. Moab hasil hubungan bapak dengan anak, jadi di mata orang Israel, orang Moab itu orang yang tidak baik.
d) Batsyeba, isteri Uria. Statusnya isteri tetapi jatuh dengan Daud yang sudah beristeri.
e) Maria memang perempuan baik tetapi hampir diceraikan oleh Yusuf.
Matius 1:18-19
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Jadi 5 perempuan yang masuk dalam silsilah Yesus ada dalam kejatuhan dan kehancuran, tetapi dipakai untuk bisa menyambut kedatangan Yesus pertama kali. Dan 3 di antaranya adalah bangsa kafir. Dari 3 perempuan ini kita bangsa kafir beroleh jalur kemurahan untuk menerima Yesus Sang Raja. Kita bisa mendapat bagian di dalam janji Tuhan.
5 perempuan ini ditandai dengan kejatuhan dan kehancuran. Saya tidak tahu bagaimana keadaan kaum muda, saya tidak memata-matai kalian, tidak punya drone untuk mengikuti bagaimana keadaan kaum muda remaja. Orang tua juga tidak bisa melihat kaum muda. Mungkin di tengah-tengah kita ada yang ditandai dengan kejatuhan dan kehancuran. Masa pacaran, masa tunangan sudah ditandai dengan kejatuhan dan sudah hancur-hancuran karena dosa, dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan. Tetapi Tuhan mau menolong tinggal kita mau menerima atau tidak.
Termasuk kami orang tua mungkin ada yang rohaninya dalam keadaan kehancuran, nikahnya dalam keadaan kehancuran, tetapi lewat berita natal siang ini, kasih karunia Tuhan mau memulihkan. Kehancuran apapun, kejatuhan apapun, kuasa Sang Raja sanggup memulihkan.
Raja itu berkuasa, sekarang kita diberi kasih karunia untuk menerima Yesus sebagai Raja supaya kita bisa menerima kuasanya. Siang ini kita mau menerima kuasa Yesus sebagai Raja yaitu kuasa untuk mengangkat dan untuk memulihkan. Yang sudah jatuh diangkat, yang sudah hancur dipulihkan.
Seharusnya ini ada di dalam hati gembala. Kalau ada kaum muda yang jatuh, diangkat. Dalam suasana sudah jatuh, kalau dibiarkan dia hancur. Harus segera diangkat, bukan menunggu setahun, 2 tahun, 3 tahun. Kalau Tuhan datang bagaimana? Sementara dia dipercayakan Tuhan untuk dilayani hamba Tuhan itu. Diangkat, tetapi ada proses pengangkatan. Dipanggil, dinasihati, didoakan, mereka menyelesaikan dosanya. Kalau sudah mengaku, menyelesaikan dosanya, tinggal diangkat, itu tugas kami hamba Tuhan. Yesus saja mengangkat perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Perempuan Samaria diangkat, tidak tunggu waktu lama. Datang perempuan Samaria di tepi sumur dengan Yesus ada di situ, saat itu juga langsung Yesus angkat. Tidak tunggu kamu tergembala dulu 10 tahun baru saya angkat, kamu 50 tahun dulu di sini, mau dilihat dulu kesungguhanmu, kesetiaanmu, ketetkunanmu baru mau diangkat. Katanya mau meneladani Yesus, pelayanan Yesus juga harus diteladani.
Jaga kaum muda jangan ada kejatuhan. Kalaupun sudah pernah terjadi kejatuhan, minta ampun. Biarlah kuasa Sang Raja memulihkan dari kehancuran.
Kadangkala kalau melihat diri, saya sudah tidak layak, sudah jatuh berulang kali, sudah hancur berkeping-keping, sudah tidak layak saya, sudah tidak pantas saya untuk beribadah dan melayani Tuhan. Kalau begitu pasrah berbuat dosa saja. Jangan! Tempayan yang hancur, sudah tidak bisa dipakai mencedok air dan mengambil api, masih bisa juga dipulihkan.
Yesaya 30:14
30:14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
Mungkin keadaan kita sudah seperti ini, sudah tidak bisa dipakai lagi, kaum muda yang sudah tidak berguna! Di hadapan Tuhan sudah hancur-hancuran, di hadapan manusia kita sudah dipandang orang pendosa, hidup yang hancur-hancuran, tetapi masih diberikan kesempatan.
Yesaya 30:15
15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
Lewat diam dan tenang masih diberikan kesempatan. Diam itu artinya koreksi diri lewat Firman, kalau ada dosa diselesaikan. Tenang itu berdoa dan menyembah Tuhan, pasti Tuhan pulihkan. Pada kesempatan ibadah natal ini kita berseru kepada Tuhan saya kaum muda, ibu, bapak, kakek, nenek yang sudah hancur. Tuhan bisa pulihkan semua, tinggal mau atau tidak. Jangan ada kalimat terakhir ‘tetapi kamu enggan’.
Sekarang kita lihat wujud kuasa pengangkatan dan pemulihan Tuhan:
1. Matius 1:20
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Wujud pertama adalah mimpi. Yusuf mau menceraikan Maria. Untuk mencegah Yusuf menceraikan Maria, Tuhan datang lewat mimpi. Apa mimpi yang dimaksud?
Ayub 33:14-15
33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,
Mimpi menunjuk pembukaan rahasia Firman. Yusuf tidak tahu kalau Maria mengandung dari Roh Kudus. Lewat mimpi, lewat pembukaan rahasia Firman diungkapkan ‘Yusuf, Maria yang mau kau ceraikan itu sudah mengandung Yesus, jangan yah diceraikan karena dia mengandung dari Roh Kudus’.
Yusuf dalam keadaan tidur waktu dia bermimpi, orang tidur pikirannya sudah tidak jalan lagi. Jadi untuk bisa menerima pembukaan rahasia Firman, supaya bisa mengerti Firman, jangan pakai logika, jangan pakai pikiran manusia. Kita tidak bisa menyelami Allah. Jangan pakai logika, jangan pakai kepandaian kita. Justru seringkali logika dan kepandaian kita membuat kita menolak Firman. Masakan firman begitu, tidak mungkin, tidak bisa. Jangan pakai logika tetapi pakai iman, berserah sepenuh kepada Tuhan. Tidur itu berserah sepenuh, penyerahan sepenuh sehingga kita bisa menerima Firman, Firman masuk ke dalam kita. Kuasa Firman itulah kuasa pengangkatan, kuasa pemulihan.
Kaum muda yang baru lulus, yang sudah dapat pekerjaan, kadang kita boleh kritis, apalagi menghadapi masalah di dunia ini. Tetapi terhadap Firman Tuhan tidak boleh kritik, Firman didengar untuk diterima, dipraktek. Di sinilah penyerahan diri, kalau pakai pikiran kita tidak cocok, tidak masuk akal. Memang kalau Firman itu kita ikuti, kita baca, kita cerna dengan otak kita yang terbatas ini pasti sulit menerima. Salah satu contoh, dalam Injil Matius orang buta yang disembuhkan Yesus ada 2, tetapi dalam Injil Markus hanya 1 itulah Bartimeus. Kalau pakai logika kita bisa berpikir Alkitab ini tidak betul. Jadi tidak bisa kita ikuti dengan pikiran kita yang terbatas ini. Firman hanya bisa diterima dengan iman, dengan berserah sepenuh kepada Tuhan.
Di mana kita bisa menerima kuasa Firman itu? Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Kaum muda masakan kalau membaca di internet, menonton bisa berjam-jam. Tetapi kalau dengar Firman dalam ibadah pendalaman Alkitab sudah tidak betah. Soal ibadah itu Tuhan cemburu, kalau untuk yang jasmani bisa berjam-jam untuk meluangkan waktu, tetapi kalau mendengar Firman tidak bisa meluangkan waktu.
2. Matius 1:20
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Yesus dikandung dari Roh Kudus, jadi wujud yang kedua adalah urapan Roh Kudus. Di mana kita mendapatkan kesempatan yang luas untuk menerima urapan Roh Kudus? Lewat ketekunan dalam ibadah raya. Termasuk ibadah natal seperti ini.
3. Matius 1:21
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Yesus datang untuk menyelamatkan umatNya yang berdosa, ini adalah wujud kasih Allah. Kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Di situ kita menerima kasih Allah.
Kalau disimpulkan kuasa Yesus Raja segala raja yaitu kuasa pengangkatan dan pemulihan adalah Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Semuanya kita dapatkan lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Saya lihat kalau ibadah minggu, tempat kaum muda duduk itu penuh. Tetapi kalau sudah ibadah yang lain, apalagi ibadah pendalaman Alkitab, mulai kosong. Kaum muda ada di mana? Sementara keadaan dunia semakin hancur, dosa semakin luar biasa, dan terlalu banyak kaum muda yang rebah.
Amos 8:11-13
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."
Yang banyak berebahan justru kaum muda, karena iblis tahu yang mau dipakai oleh Yesus dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus adalah keledai muda, kaum muda mau dipakai. Pada kedatangan Yesus pertama kali kaum muda yang dipakai itulah Maria. Menyambut kedatangan Yesus kedua kali kaum muda juga mau dipakai. Makanya iblis serang kaum muda. Mulai dia masukan pengaruh dunia, pengaruh gadget membuat kamu muda malas untuk mendengar Firman, bosan untuk beribadah. Orang tua sudah sibuk, kadang kaum muda justru lebih sibuk dari orang tuanya. Orang tua sudah sibuk tetapi bisa datang beribadah, kaum muda mana! Orang tua harus diingatkan anaknya untuk beribadah. Jangan diikuti kalau mereka tidak mau beribadah, diarahkan ibadah. Kalau tidak kasihan, nanti haus, nanti rebah, pingsan dan tidak bisa bangkit-bangkit lagi.
Selagi masih ada kesempatan, ada waktu Tuhan berikan, masih ada perpanjangan umur, gunakanlah waktu kesempatan yang Tuhan berikan untuk beribadah, untuk mencari kuasa Sang Raja yaitu Firman, Roh Kudus dan kasih Allah di dalam 3 macam ibadah pokok. Yang hancur dipulihkan, yang jatuh diangkat.
Betapa banyak kaum muda yang berjatuhan di akhir zaman ini. Kalau orang tuanya saja begitu terpukul, apalagi saya sebagai gembala orang tua rohani, sangat terpukul! Tinggal pukul diri di hadapan Tuhan, ampuni saya Tuhan. Apalagi yang saya bina dari sekolah minggu, banyak yang sekarang sudah punya anak. Sekarang setelah dewasa jaga jangan terjadi kejatuhan, jangan hancur! Kalau sempat jatuh bahkan hancur, siang ini masih ada kuasa Yesus Raja segala raja, kuasa mengangkat dan memulihkan yaitu kuasa Firman, Roh Kudus dan Kasih Allah.
Kalau bisa beribadah seperti ini, hati gembala senang sekali, semua bisa beribadah. Orang tua, arahkan anak-anak untuk bisa beribadah. Anak sekolah minggu yang beranjak remaja, tetap dididik, dibina untuk bisa beribadah. Sebab yang rebah lesu itu kaum muda.
Amos 8:13
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
Bukan berarti orang tua tidak ada yang jatuh. Banyak juga yang jatuh! Tetapi kita bersyukur kita punya Sang Raja yang kita rayakan hari kelahiranNya. Kita terima Dia, terima kuasaNya di dalam Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Kalau kita bisa bertekun dalam penggembalaan, tekun dalam 3 macam ibadah, menerima kuasa Sang Raja, maka ada hasilnya:
Matius 1:23
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.
Hasilnya Allah menyertai kita semua. Bukti Allah menyertai kita:
1. Kita disucikan secara terus menerus sampai tidak ada lagi dosa. Kita mau melangkah, bertutur kata, mau berbuat, terjaga kekudusannya. Begitu mau berbuat dosa, Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan mengingatkan ‘jangan!’. Mau berbelok arah diingatkan, tetap lurus dijalur yang benar!
2. Tuhan memakai kita. Tuhan Yesus itu kepala, kita tubuh. Bukti kepala masih sehat, tubuhnya bisa bergerak. Kalau kepala sudah terganggu, gerak tubuh sudah terganggu juga, sudah sulit. Tuhan Yesus sebagai kepala ada di tengah-tengah kita, Dia menyertai kita dan buktinya Dia memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semakin suci, semakin dipakai oleh Tuhan. Dan ada bonus, kalau sudah suci dan dipakai kita semakin damai sejahtera. Menghadapi masa depan, menghadapi study, menghadapi perjodohan, menghadapi pekerjaan, kalau sudah suci dan dipakai Tuhan kita semakin damai dan tenang. Dan juga semakin diberkati oleh Tuhan.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Puncak penyertaan Tuhan adalah di mana Yesus berada di situ kita berada. Yesus di Yerusalem Baru, nanti di sana tempat kita juga dalam kerajaan Sorga.
Yohanes 12:26
12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Ini penyertaan Mempelai, penyertaan kepala atas tubuhnya, sampai kita bisa menyatu selama-lamanya. Dia kepala Mempelai Pria Sorga, kita tubuhNya mempelai wanitaNya yang sempurna.
Ada orang tua di sini, kaum muda jangan malu untuk mengaku. Saya sudah hancur mama, saya sudah jatuh papa, sudah jatuh bolak balik. Tetapi ada kuasa Yesus Sang Raja. Datang kepada gembala untuk didoakan. Biarlah kita dipulihkan, kuasa Sang Raja, Firman, Roh Kudus dan kasih Allah sanggup mengangkat dari kejatuhan, sanggup memulihkan dari kehancuran. Sehingga kita bisa diangkat di awan-awan yang permai saat Yesus datang, menyambut Dia Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.
Tuhan Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar