Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Kasih karunia yang diterima oleh Maria adalah bisa mengandung bayi Yesus, sekalipun beresiko. Belum bersuami tetapi mengandung. Bagi hukum Taurat, orang yang hamil di luar nikah berarti berzinah dan hukumannya harus dilempari batu. Tetapi ada perkataan jangan takut sebab engkau beroleh kasih karunia. Jadi kasih karunia melenyapkan ketakutan.
Manusia selalu diliputi ketakutan.
Lukas 21:25-26
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Bukan disebutkan orang mati karena covid, kena pedang dan lain-lain, tetapi mati karena ketakutan. Pembunuh utama manusia di akhir zaman.
Ada 3 macam ketakutan yang melanda manusia dari zaman ke zaman.
1. Ketakutan di zaman Allah Bapa
Kejadian 3:9-10
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Ini awal mulanya manusia diliputi ketakutan. Penyebab pertama adalah karena telanjang, karena jatuh di dalam dosa. Tadinya manusia bahagia, ditempatkan di taman Eden, suasana berkelimpahan. Tetapi begitu mereka tidak taat dan dengar-dengaran pada suara Firman Tuhan, mereka makan buah terlarang, akibatnya mereka telanjang dan malu, bersembunyi dari hadirat Tuhan.
2. Ketakutan di zaman Anak Allah.
Maria disuruh oleh Tuhan untuk mengandung bayi Yesus, ini mengenai nikah. Jadi yang kedua ini ketakutan karena masalah nikah dan buah nikah. Ini masalah mengglobal yang melanda seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari nikah Presiden sampai rakyat jelata, menimbulkan banyak masalah. Seringkali masalah nikah dan buah nikah membuat manusia tidak takut Tuhan, malah melanggar Firman. Masalah dalam nikahnya. dia selesaikan dengan cara sendiri, bukan cara Firman. Malah melawan Tuhan, tidak takut kepada Tuhan.
3. Ketakutan di zaman Allah Roh Kudus, zaman kita sekarang.
Wahyu 6:15-17
6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
Ini ketakutan menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Namun manusia takut, seharusnya manusia bahagia, karena itu yang kita nantikan. Kita merayakan natal, berarti lebih dekat lagi kedatangan Yesus kedua kali, seharusnya kita bahagia. Seperti dulu waktu mau menikah, menjelang hari H tambah bahagia, tambah senang. Gereja Tuhan sekarang dipertunangkan dengan Yesus, berarti mau melangkah pada jenjang pernikahan yang rohani. Mempelai itu sudah mau datang, tetapi di sini malah takut mau berjumpa dengan Yesus Mempelai Pria Sorga, Raja segala raja.
Ada 2 macam suasana hari kedatangan Tuhan:
a) Suasana kebahagiaan bagi kehidupan yang takut akan Tuhan, yang siap sedia menyambut Yesus.
b) Suasana ketakutan bagi kehidupan yang tidak takut Tuhan. Takut menghadapi penghukuman dari Allah Tritunggal. Ada 3 kali penghukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai dari Allah Roh Kudus, 7 sangkakala dari Anak Allah, 7 bokor dari Allah Bapa. Yang tidak takut Tuhan, dia dalam keadaan ketakutan menghadapi hukuman Tuhan, menghadapi kiamat sampai menghadapi hukuman neraka.
Zefanya 1:14-18
1:14 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawan pun akan menangis.
1:15 Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam,
1:16 hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi.
1:17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi.
1:18 Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.
Kekayaan dan kedudukan tidak bisa menyelamatkan. Sampai raja-raja bersembunyi di sela-sela gunung karena takut menghadapi keganasan murka Allah.
Apa praktek tidak takut Tuhan? Disebutkan mereka bersembunyi di dalam gua dan celah-celah gunung batu. Apa artinya ini?
Ibrani 11:36-38
11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
Jadi praktek tidak takut Tuhan adalah tidak menghargai pelayanan hamba Tuhan. Bahkan terlalu berani melawan hamba Tuhan!
Ulangan 33:11
33:11 Berkatilah, ya TUHAN, kekuatannya dan berkenanlah kepada pekerjaannya. Remukkanlah pinggang orang yang melawan dia dan yang membenci dia, sehingga mereka tidak dapat bangkit."
Pinggang itu tempat buah pinggang yaitu ginjal untuk menyaring air yang masuk dalam tubuh, itu bicara penyucian. Kalau terlalu berani melawan hamba Tuhan, dia tidak akan pernah mengalami penyucian. Banyak orang Kristen terlalu berani melawan hamba Tuhan karena merasa dia yang banyak berkorban, banyak berkontribusi dalam pembangunan gereja.
Melawan hamba Tuhan mulai tidak percaya berita Firman yang dia sampaikan dan tidak percaya hamba Tuhan itu sendiri.
Keluaran 14:31
14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
Ini yang positif, kalau takut Tuhan pasti percaya Firman Tuhan dan percaya hamba Tuhan yang diutus. Dengan kata lain hamba Tuhan itu harus dapat dipercaya.
Tidak semua bisa menerima pelayanan kami hamba Tuhan. Ada yang bisa langsung menerima, ada yang bereaksi negatif, tetapi kami harus sabar.
II Timotius 2:23-26
2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
Tugas kami sebagai hamba Tuhan menuntun sidang jemaat untuk bisa siap menyambut kedatangan Yesus Mempelai Pria Sorga. Tugas kami menuntun dan mengarahkan jemaat untuk bisa tampil sebagai perawan suci, gereja yang sempurna, tubuh Kristus yang sempurna. Sama dengan membawa gereja untuk bisa mengenal Yesus lebih mendalam. Kalau sudah mengenal Yesus lebih mendalam, tidak mungkin melawan.
Kita belajar dari Yohanes Pembaptis, orang yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus pertama kali. Dia mengarahkan murid-muridNya mengenal Yesus lebih dalam. Ada 2 tingkatan pengenalan terhadap Yesus:
a) Yohanes 1:29
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah = mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Kita merayakan kelahiran Yesus sebagai Juruselamat, kita periksa apakah kita sudah mengenal Yesus sebagai Juruselamat? Karena pada kenyataannya banyak orang Kristen belum mengenal Yesus dan tidak dikenal Yesus. Bahkan yang sudah hebat pelayanannya, Yesus berkata ‘Aku tidak pernah mengenal kamu’. Betapa mirisnya, kita sudah melayani lalu Tuhan berkata Aku tidak pernah mengenal kamu. Jangan sampai terjadi pada kita.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Praktek mengenal sebagai Juruselamat, Anak Domba Allah yang menghapus dosa seluruh dunia:
1) Percaya, iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Tidak ada lagi kepercayaan yang lain, tidak ada pegangan-pegangan yang lain. Sebagai orang Kristen, hanya Yesus satu-satunya yang kita percayai.
2) Bertobat, mati terhadap dosa, berhenti berbuat dosa, stop berbuat dosa! Kadangkala saya sedih, justru pada moment natal orang Kristen justru menambah dosa. Mau merayakan Juruselamat tetapi tidak mengenal Juruselamatnya sendiri.
3) Yohanes 1:31
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
Masuk baptisan air yang benar seperti yang diteladankan oleh Yesus. Sebenarnya kita tidak usah berdebat soal baptisan air, tinggal ikuti teladan Yesus. Bagaimana Yesus dibaptis, tinggal itu kita ikuti.
Matius 3:16
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Yesus keluar dari air, berarti sebelumnya Yesus masuk ke dalam air baru Dia keluar dari air. Pertanyaannya, airnya sedalam apa?
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Sedalam kuburan. Baptisan itu penguburan hidup lama yang berdosa. Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Tetapi mengapa harus masuk baptisan air? Untuk memberikan teladan kepada kita mana baptisan yang benar.
Baptisan air itu untuk menghasilkan hati nurani yang baik.
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Kita periksa hati kita, saya mengenal Yesus Sang Juruselamat, hati nuraniku bagaimana. Harus hati nurani yang baik, hati nurani yang taat, hati yang damai, hati yang jujur, hati yang tulus seperti Yusuf, bapaknya Yesus.
Bukan malah momen natal ini semakin mempertajam kebencian, memperkeruh keadaan. Apalagi kami hamba Tuhan, seringkali dari mimbar ini kami malah membawa jemaat untuk membenci, melawan dan menghina hamba Tuhan yang lain. Ini jangan sampai terjadi. Jangan urus yang tidak datang, urus saja tamu-tamu yang datang. Kalau tidak mau datang tidak apa-apa, jangan marah.
4) Yohanes 1:32-34
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Mengalami baptisan Roh Kudus, urapan Roh Kudus, menghasilkan hidup di dalam kebenaran. Roh Kudus memimpin dan menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Jadi kita mengaku kita percaya Yesus sebagai Juruselamat, kita mau hidup di dalam kebenaran. Apa itu hidup dalam kebenaran? Kebenaran itu memerdekakan.
Yohanes 8:32
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itulah akan memerdekakan kamu."
Jadi hidup dalam kebenaran adalah bebas dari segala ikatan, ikatan dosa, ikatan uang, ikatan dunia dan lain-lain. Tidak ada lagi ikatan yang mengikat dan membelenggu kita sehingga kita bisa melangkahkan kaki mencapai Yerusalem Baru. Tetapi banyak orang Kristen tidak suka diarahkan untuk hidup dalam kebenaran, bahkan cenderung melawan. Apalagi soal nikah, paling tidak mau kalau diarahkan pada yang benar. Selalu mau melawan, mau melangggar apa yang sudah Tuhan Firmankan.
b) Yohanes 1:36
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
Tidak ada lagi kalimat “yang menghapus dosa dunia”. Siapa Anak Domba Allah itu?
Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Jadi mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah = mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, Raja segala raja yang akan datang dalam kemuliaan.
Apa praktek mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah, Mempelai Pria Sorga?
1) Bicara domba ada kaitan dengan penggembalaan. Jadi nomor 1 menjadi orang Kristen yang tergembala dengan benar dan baik. Sesudah kita percaya, bertobat, lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus, bawa diri kita untuk digembalakan. Pulang dari ibadah natal ini masing-masing kembali pada penggembalaannya, tergembala dengan benar dan baik.
Bagaimana tergembala dengan benar dan baik itu?
Yohanes 10:1-5
10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Bukti kita tergembala dengan benar dan baik adalah kita masuk kandang penggembalaan. Secara jasmani boleh berbeda-beda, itulah organisasi gereja masing-masing yang legal yang diakui pemerintah. Secara rohani kandang penggembalaan kita harus satu yaitu kemah suci. Dulu Musa diperintahkan Tuhan membangun Tabernakel. Pelayanan dalam Tabernakel adalah bayangan dari apa yang ada di Sorga.
Ibrani 8:5
8:5 yang melakukan peraturan ibadat kepada suatu peta dan bayang segala perkara yang di surga, sebagaimana Musa telah difirmankan Allah tatkala ia tengah hendak membuat kemah itu, yaitu firman-Nya: Perhatikanlah supaya engkau membuat sekaliannya itu menurut teladan yang ditunjukkan kepadamu di gunung itu.
Ruangan suci adalah kandang penggembalaan kita, ada 3 macam alat di situ, menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Ø Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah dalam Firman pengajaran dan kurbanNya. Domba-domba diberi makan.
Ø Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Domba-domba diberi minum.
Ø Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihnya. Bernafas, ada udara segar.
Biar dalam penggembalaan kita masing-masing ada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Dulu memang Tuhan suruh buat, Tabernakel yang dibangun Musa ini sudah hancur. Tetapi dalam Kisah Para Rasul dalam bentuk 3 macam ketekunan, sekarang dalam bentuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Mari kita tekuni itu.
Tergembala dengan baik itu mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala. Bagaimana mau taat dengar-dengaran pada Firman kalau kita tidak percaya pada Firman, tidak percaya pada gembala. Malah dilawan terus, tidak akan pernah bisa taat.
Makanya saya sebagai gembala bergumul untuk dapat dipercaya.
I Korintus 4:1-2
4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
Bagaimana seorang gembala bisa dipercaya? Murid-murid ketika diutus oleh Yesus berdua-dua, mereka kembali dan melapor apa yang mereka kerjakan dan ajarkan. Jadi supaya bisa dipercaya praktekan dulu Firman baru ajarkan kepada sidang jemaat. Saya mau mengajar nikah yang suci, sementara saya dengan isteri tengkar terus, bagaimana bisa dipercaya! Saya mau mengajar soal berkorban sementara saya kikir, tidak bisa dipercaya. Mau mengajar kekudusan sementara hamba Tuhan sendiri hidup dalam kenajisan, tidak bisa dipercaya!
Markus 6:30
6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Teladan yang sempurna adalah Yesus
Kisah Para Rasul 1:1
1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
Jangan kita seperti ahli Taurat, taruh beban di pundak jemaat, tetapi dengan 1 jaripun tidak mau disentuh. Harus begini, harus begitu, tetapi dia sendiri tidak mau lakukan. Harus berkorban, dia sendiri tidak berkorban. Harus hidup suci, dia sendiri tidak hidup suci! Kalau jemaat melihat hamba Tuhan yang melayani hidupnya seperti dengan Firman yang dia ajarkan, mantapkanlah diri tergembala, sudah betul itu ada pada alamat yang tepat. Jangan dilawan, jangan buat gembala berkeluh kesah.
Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Kalau gembala berkeluh kesah, doa penyahutan untuk kita tidak naik kepada Tuhan. Bahkan dalam kitab nabi Yeremia, Tuhan bilang kepada Yeremia supaya jangan lagi berdoa bagi umat Israel! Karena mereka sangat melawan Tuhan, melawan hamba Tuhan.
Kadangkala jomplang, gembala bisa dipercaya, ibu gembalanya bagaimana? Seorang isteri harus bisa dipercaya, apalagi ibu gembala.
I Timotius 3:11
3:11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.
Bagaimana ibu-ibu yang bisa dipercaya?
Titus 2:3-5
2:3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang.
Di sini disebut wanita yang tua. Bisa tua secara jasmani, tetapi saya ambil secara rohani yaitu ibu gembala rohaninya harus lebih tua dari sidang jemaat sehingga dia bisa menjadi teladan bagi kaum wanita dan remaja puteri. Suami dan isteri sudah satu, saya sedih kalau isteri saya dilawan. Tetapi tidak mungkin saya panggil jemaat yang suka melawan isteri saya lalu saya tegur. Saya ingat lagi Musa, menghadapi bangsa Israel dia sudah emosi, dia pukul bukit batu, akibatnya Musa tidak masuk Kanaan, umat juga tidak masuk Kanaan.
Kalau tidak menghargai isteri saya sebagai ibu gembala, bagaimana mau menghargai saya sebagai gembala. Tapi kami mawas diri, koreksi diri. Sebagai gembala harus bisa dipercaya, sebagai isteri gembala juga harus bisa dipercaya. Rohani harus lebih tua supaya mengajar dan menjadi teladan bagi kaum wanita dan remaja puteri yang ada.
Perjalanan kita adalah perjalanan yang melewati jalan yang baru yang belum pernah kita lewati sebelumnya, kita tidak tahu jalannya. Makanya lihat Tabut, percaya Firman, percaya hamba Tuhan, maka kita akan mengarah ke Kanaan Samawi, Yerusalem yang Baru.
2) Yohanes 1:37-38
1:37 Maka kedua orang murid itu mendengar perkataannya demikian, lalu mereka itu mengikut Yesus.
1:38 Maka berpalinglah Yesus, serta dilihat-Nya keduanya mengikut Dia, lalu berkatalah Ia kepada mereka itu, "Apakah kamu cari?" Maka sahut mereka itu, "Ya Rabbi!" (yang diterjemahkan artinya Guru); "Di manakah Rabbi tinggal?"
Praktek kedua mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah mengikuti Yesus sebagai Guru. Guru ada kaitannya dengan pengajaran. Jadi praktek kedua mau menerima pengajaran yang sehat, ajaran yang benar dari Tuhan. Kita ikuti itu maka langkah kita akan tiba di tempat tinggal Yesus. Di mana tempat tinggal Yesus? Di Yerusalem Baru, di sana kita akan sampai.
Pelajaran Yohanes ini saya ambil untuk saya. Begitu Yohanes berkata ‘lihat Anak Domba Allah’ murid-muridnya langsung meninggalkan Yohanes dan mengikuti Yesus. Ketika murid-muridNya meninggalkannya dan mengikuti Yesus, Yohanes tidak marah, karena pandangannya tertuju pada murid-muridnya mengikuti peningkatan rohani.
Untuk kami hamba Tuhan, seringkali kalau ada jemaat yang keluar kita marah. Sampai hamba Tuhan di mana jemaat itu pindah dibenci, tidak mau bertegur sapa. Seharusnya pandangan kami sebagai gembala adalah melihat peningkatan rohani. Kalau jemaat itu mengalami peningkatan rohani tidak usah marah.
Kalau dia pindah karena dagingnya tidak mau digembleng oleh kebenaran Firman Tuhan, dia mau cari yang enak bagi daging, nanti dia tanggung jawab dengan Tuhan. Berarti Tuhan sudah tidak percaya lagi untuk menggembalakan orang itu. Kalau dia mengalami peningkatan rohani kita seharusnya mengucap syukur. Yohanes, 2 muridnya langsung ikut Yesus, dia tidak marah karena muridnya mengalami peningkatan rohani.
Kalau kita mengikuti pengajaran yang sehat pasti mengalami peningkatan rohani dan ada buktinya! Kita periksa apakah kita mengalami peningkatan rohani atau tidak. Bukti mengalami peningkatan rohani.
Ø Yohanes 1:40-42
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."
Andreas mengatakan ‘kami telah menemukan Mesias’ apa artinya? Waktu Yesus menghadapi perempuan Samaria yang sudah 5 kali kawin cerai, yang keenam sudah bukan suami sah, Yesus menampilkan diriNya sebagai Mesias.
Yohanes 4:24-26
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
Mesias yang benar memperbaiki nikah yang salah. Jadi bukti rohani kita meningkat, kita mengalami pembenahan nikah. Misalkan pindah penggembalaan, di sana mengalami pembenahan nikah, bukan malah hancur nikahnya. Itu rohani meningkat.
Andreas artinya pemberani. Berani pertahankan nikah yang benar, apapun resikonya. Itu rohani bertumbuh! Mungkin dicela, dicibir dan lain-lain, tetap pertahankan nikah yang benar. Jadi jemaat bisa meraba dirinya sendiri, rohani saya sudah bertumbuh atau tidak. Saya digembalakan di mana? Pengajarannya sehat atau tidak. Kalau di situ pengajaran sehat, di situ ada Mesias yang memperbaiki nikah. Memang wujud Mesias secara kasat mata tidak ada kita lihat, tetapi pekerjaanNya kita rasakan membenahi nikah kita.
Ø Simon diganti namanya menjadi Kefas atau Petrus artinya batu karang. Jadi bukti rohani bertumbuh adalah kuat dan teguh hati menghadapi apapun, menghadapi persoalan, menghadapi ajaran-ajaran asing, menghadapi godaan-godaan, tetap pertahankan yang benar.
Ø Yohanes 1:43-44
1:43 Pada keesokan harinya Ia hendak pergi ke Galilea; lalu berjumpa dengan Pilipus, serta berkata kepadanya, "Ikutlah Aku."
1:44 Adapun Pilipus itu orang Baitsaida, yaitu senegeri dengan Andreas dan Petrus.
Seperti Filipus dipanggil di Galilea. Galilea artinya lingkaran. Jadi bukti rohani bertumbuh rohaninya maju, tidak berputar-putar di tempat. Pelayanannya maju, semua maju, bukan berputar di tempat. Galilea itu wilayah bangsa lain.
Yesaya 8:23
8:23 Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
Rohani bertumbuh tidak bertahan pada kekafiran, maju, tinggalkan semua praktek kekafiran sebelum kita mengenal Yesus.
Ø Yohanes 1:48-51
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Seperti Natanael keluar dari bawah pohon Ara untuk melihat Malaikat turun naik Sorga. Artinya sudah mantap tergembala, harus keluar berani menjadi saksi Kristus, harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Saya mengarahkan sidang jemaat untuk aktif dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, jangan cuma berdiam di bawah pohon. Memang enak di bawa pohon yang rindang, sejuk, tetapi harus keluar.
Kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Tubuh Kristus tidak hanya terdiri dari 1 anggota tetapi banyak anggota. Ciri Tubuh Kristus adalah persekutuan. Di dalam Tabernakel ada papan jenang yang dihubungkan satu dengan yang lain. Memang papan jenang itu ada pasaknya, ada lubangnya. Kekurangan kita ditutupi kekurangan orang lain. Itulah persekutuan, harus masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna.
Mau dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus ada syaratnya.
Yohanes 1:47
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
Tidak ada kepalsuan, ini bicara kejujuran! Kita datang bersekutu malam ini jangan ada kepalsuan, jangan ada kemunafikan, betul-betul kita murni bersekutu untuk pembangunan Tubuh Kristus. Bukan karena mau menonjol dari pada yang lain.
Kalau rohani meningkat, ada hasilnya:
Ø Melihat langit terbuka. Artinya melihat mujizat dinyatakan di tengah-tengah kita. Terjadi mujizat baik secara jasmani, terutama mujizat secara rohani. Kita diubahkan dari manusia darah daging yang tidak cocok hidup di sorga, menjadi manusia rohani yang cocok hidup di sorga. Kita merayakan natal ada keubahan hidup. Kita kembali dalam keadaan sudah berubah. Natal ditambah natal lagi di tahun berikutnya kita terus berubah, sampai nanti Yesus datang kita sama mulia dengan Dia.
Mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga pasti terjadi. Tuhan sanggup mencurahkan berkat-berkatNya. Pintu-pintu apa yang tertutup bagi kita di dunia ini? Sedangkan pintu Sorga Tuhan buka, apalagi hanya pintu-pintu di dunia ini, Tuhan sanggup bukakan bagi kita. Asal rohani kita bertumbuh, kita kenal Yesus Juruselamat, kita kenal Dia sebagai Mempelai Pria Sorga. Kita mau digembalakan, tekun dalam pengajaran yang sehat, mau disucikan, maka mujizat Tuhan pasti terjadi.
Saya tidak tahu apa yang menjadi pergumulan bapak ibu saudara. Pergumulan yang paling berat itu pergumulan dalam nikah. Sudah bergumul bertahun-tahun belum ditolong, bukan Tuhan tidak mau tolong, Tuhan pasti menolong. Hanya Tuhan mau memperbaiki kita dulu. Kalau Tuhan belum menolong, berarti Tuhan masih sibuk membenahi kita. Mungkin kita belum mempercayai Yesus sepenuhnya sebagai Juruselamat atau belum mengenalNya sebagai Mempelai Pria Sorga, belum mau tergembala, belum mau disucikan oleh pengajaran yang sehat, makanya Tuhan belum menolong. Tuhan mau memperbaiki dan membenahi kehidupan kita. Kalau sudah selesai, Tuhan menolong pada waktunya.
Ø Melihat Yesus datang dalam kemuliaan.
Yohanes 1:51
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Malam ini kita merayakan kedatangan Yesus pertama kali. Nanti Yesus akan datang kedua kali dalam kemuliaan. Pertanyaannya sudahkah kita siap menyambutNya, atau jangan-jangan belum ada persiapan sama sekali. Sedangkan mengenal Yesus sebagai Juruselamat saja belum, apalagi mau mengenalNya sebagai Mempelai Pria Sorga. Biar kita tingkatkan pengenalan kita.
Ada hamba Tuhan diutus melayani kita. Percaya Firman, percaya hamba Tuhan itu, jangan dilawan. Dan kami hamba Tuhan harus bisa dipercaya, ibu gembala juga harus bisa dipercaya. Dan bersama jemaat kita bisa menyambut kedatangan Yesus.
II Korintus 1:14
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Hari Tuhan Yesus itu hari pesta nikah Anak Domba Allah. Ketika pesta itu digelar, hamba Tuhan bermegah, saya tidak percuma melayani, tidak sia-sia pelayanan dan pengorbanan saya karena jemaat yang Tuhan percayakan bisa duduk bersanding dengan Yesus Mempelai Pria Sorga. Jemaat juga bisa bermegah, saya bisa duduk bersanding dengan Yesus, bisa menyambut Yesus karena ada gembalaku di bumi yang melayani dengan baik yang bisa dipercaya. Sehingga kita bisa sama-sama menyambut Yesus, masuk dalam kebahagiaan kekal, pesta nikah Anak Domba Allah.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar