20251214

Kebaktian PA Kitab Wahyu, Minggu 14 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:1-4

15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Dalam terang Tabernakel pasal ini terkena tabut perjanjian. Tabut Perjanjian dibuat dari kayu penaga yang disalut emas murni sehingga tidak kelihatan lagi kayunya. Kayu penaga menunjuk kita manusia daging yang ditandai dengan banyak kelemahan, banyak dosa, tetapi mau disucikan atau mau disalut, dari bagian dalam yaitu perasaan, pikiran dan hati kita, sampai bagian luar, perkataan dan perbuatan. Sehingga kita memiliki gambar Allah Tritunggal, tabiat Allah Tritunggal, emas.

 

Permulaan penyalutan atau penyucian adalah lewat baptisan air yang benar. Makanya tadi ditampilkan ada lautan kaca bercampur api, itu menunjuk baptisan air yang benar. Disitulah permulaan kita disalut oleh Tuhan, kita memiliki gambar Allah Tritunggal. Waktu Yesus dibaptis terdengar suara ‘inilah AnakKu yang Kukasihi’. Begitu juga kita, lewat baptisan air kita menjadi Anak Allah yang dikasihi oleh Allah. Anak itu memiliki tabiat atau gen yang ada pada orang tua. Berarti pada kita ada gambar atau tabiat Allah.

 

Tetapi belum selesai, itu baru penyalutan awal. Jadi jangan puas dan beranggapan setelah baptisan air sudah selesai, belum selesai! Kalau dalam Tabernakel itu masih di halaman, masih pada bejana pembasuhan. Sasaran akhir kita Tabut Perjanjian di ruangan maha suci. Makanya setelah dibaptis kita harus digembalakan. Tadi di tepi lautan kaca bercampur api ada sejumlah orang yang menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Anak Domba bicara penggembalaan. Setelah masuk baptisan air lanjutkan tergembala. Di mana kita tergembala? Nyanyian Musa menunjuk pengajaran yang benar. Jadi kita tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar. Disitulah kita disucikan terus menerus sampai kita segambar dengan Allah Tritunggal.

Ulangan 31:19; 32:1-2

31:19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.

32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

 

Biar kita membawa hidup kita tergembala dengan benar dan baik di dalam Firman pengajaran yang benar. Kita disucikan secara terus menerus, disalut dengan emas, disalut dengan tabiat Allah Tritunggal, sampai kita segambar dengan Allah Tritunggal.

 

Ada 4 isi nyanyian Musa:

1.      Besar dan ajaib segala pekerjaan Tuhan.

2.      Adil dan benar segala jalan Tuhan.

3.      Hanya kepada Tuhan saja kita harus takut dan hanya nama Tuhan yang harus dimuliakan.

4.      Hanya Tuhan yang harus disembah.

 

Kita bahas poin pertama, besar dan ajaib segala pekerjaan Tuhan. Untuk melakukan pekerjaan besar dan ajaib, Yesus melakukannya seorang diri.

Mazmur 136:4

136:4  Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

 

Kita ini manusia daging, apalagi kita bangsa kafir, nasib kita lahir hanya untuk binasa. Tetapi lewat peristiwa natal, Yesus lahir ke dunia ini, Dia datang ke dunia ini untuk melakukan keajaiban-keajaiban besar bagi kita.

 

Di dalam Alkitab ada 3 keajaiban besar yang dilakukan oleh Yesus seorang diri:

1.      Yohanes 8:2-4,7-11

8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah

8:4 lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Yesus seorang diri sebagai Imam Besar mampu menyelamatkan manusia berdosa. Kita semua ini telah berbuat dosa.

Roma 3:23

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

 

Bukan cuma berbuat dosa tetapi sampai sudah melakukan puncaknya dosa, dosa kawin mengawinkan, pasangannya dosa makan minum. Itulah keadaan kita, seperti perempuan yang kedapatan berberzinah. Perempuan ini diarak oleh banyak orang. Dalam arti, manusia berdosa itu dalam keadaan malu, takut dan terancam binasa! Dan ditinggal seorang diri, terpisah dari Tuhan dan terpisah dari sesama.

Yesaya 59:1-2

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Jadi sebenarnya bukan enak kalau berbuat dosa! Iblis itu penipu, jangan ikuti bujukannya. Disebut berbuat dosa itu pesta, pesta miras, pesta narkoba, pesta seks padahal sebenarnya manusia berdosa itu sengsara.

 

Yesus ditinggal seorang diri di kayu salib, Dia mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita manusia berdosa. Dia ulurkan tanganNya, tangan kebaikan kemurahanNya untuk menyelamatkan kita manusia berdosa. Bukti Yesus ditinggal seorang diri dari seruanNya di kayu salib ‘Eloi, Eloi, lama sabakhtani’ yang artinya AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku. Sampai Bapa di Sorga meninggalkan Dia seorang diri. Yesus menunjukan, memperagakan kepada kita, inilah keadaan orang berdosa, ditinggal seorang diri. Sampai Allah Bapa tidak beserta, murid-muridNya lari.

 

Tetapi puji syukur kepada Tuhan, lewat peristiwa natal Yesus mau datang ke dunia ini, mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita manusia berdosa. Dari pihak Tuhan sudah disediakan sarana untuk kita selamat. Bagaimana dari pihak kita?

Yohanes 8:3

8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah

 

Supaya selamat kita harus seperti perempuan itu di tempatkan di tengah-tengah. Jadi Yesus tahu dosanya, orang banyak tahu dosanya. Artinya supaya kita selamat harus beriman kepada Yesus Juruselamat dan mengaku dosa kepada Tuhan serta kepada sesama dengan jujur, jangan ditutup-tutupi, jangan dibagus-baguskan. Tidak ada yang disembunyikan, dengan penyesalan dan dengan hancur hati. Seperti perempuan ini tentu dalam keadaan menangis, tidak mungkin cengar cengir. Begitu juga kita.

 

Kadangkala kita minta maaf ada embel-embelnya. Saya minta maaf keras sama kamu bagaimana saya minta dabu-dabu tapi kamu tidak bikin. Biar pengakuan itu tuntas, tidak ada lagi akarnya. Sesudah dosa kita diampuni, dihapus oleh darah Yesus, bagaimana sikap kita?

Yohanes 8:11

8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

 

Sikap kita ‘pergilah’ artinya:

a)      Jangan diulangi lagi dosanya. Tadi sudah mengaku dosa sambil nangis-nangis sampai peluk kaki orang, tetapi malah diulangi lagi. Jangan! Betul-betul kita tinggalkan dosa, jangan kembali lagi pada dosa. Berjuang untuk hidup di dalam kebenaran.

 

b)      Ingat amanat agung Yesus, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.

Matius 28:19-20

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

Jadi, pengertian pergilah yang kedua adalah menjadi senjata kebenaran yaitu  kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan dengan benar.

 

Sudah diampuni dosanya, jangan nganggur, harus beribadah melayani Tuhan. Kalau tidak melayani Tuhan, majikan yang lama itulah iblis menunggu kita, suatu saat bisa kembali berbuat dosa, menjadi senjata kelaliman.

Roma 6:13, 17-18

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

 

Menjadi senjata kebenaran adalah beribadah melayani Tuhan. Dan ada tambahannya, pelayanan kita harus menjadi kesaksian bagi sesama, itulah senjata kebenaran. Orang lihat itu yang suka minum-minum dengan saya, sekarang dia melayani. Pelayanan kita menjadi kesaksian, orang tertarik datang dengar Firman karena melihat kita jadi kesaksian.

 

Bisa hidup benar, bisa menjadi senjata kebenaran, itu suatu keajaiban, itu mujizat rohani. Tidak semua orang mengalaminya, hanya yang mendapat kasih karunia. Kalau saya renungkan, dulu saya SMA hancur-hancuran berbuat dosa sampai puncaknya dosa, tetapi kalau bisa hidup benar dan menjadi senjata kebenaran itu suatu keajaiban. Untuk hidup, menjadi senjata kebenaran memang sakit bagi daging tetapi ada hasil yang kita peroleh:

a)      Yesaya 32:17

32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

 

Tadinya manusia berdosa keadaannya takut, binasa. Tetapi setelah hidup benar, menjadi senjata kebenaran, keadaan itu Tuhan ganti menjadi damai sejahtera dan tenang. Kalau sudah damai dan tenang, semua menjadi enak dan ringan.

Matius 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

 

Tadinya dalam nikah dalam suasana ketakutan karena suami seperti singa yang beringas. Tetapi setelah suami ditolong oleh Tuhan, bisa hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, dia menjadi manis, semua menjadi enak dan ringan. Selama pertahankan dosa, selalu suasana ketakutan, suasana malu, suasana stress dan lain-lain. Tidak ada damai, datang beribadah tidak ada damai, tidak pernah damai. Tetapi kalau dosa sudah diselesaikan, datang dalam suasana damai, pulang lebih damai lagi, semua enak dan ringan.

 

b)      Hasil kedua diberkati.

Mazmur 37:25-26

37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

 

Orang benar diberkati oleh Tuhan sampai ke anak cucu dan menjadi berkat, wariskanlah kebenaran kepada anak cucu. Kalau kekayaan bisa habis, kalau kebenaran tidak bisa habis. Orang tunjukan teladan saya hidup benar dan menjadi senjata kebenaran. Itu warisan untuk anak-anak dan kita diberkati, menjadi berkat bagi sesama. Sudah diberkati, dipagari lagi, dilindungi.

Mazmur 5:13

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

Ini yang dicari semua manusia di dunia ini, orang cari ketenangan, orang cari berkat, orang cari perlindungan. Saya lihat di Sumatra, begitu mengerikan kalau alam sudah mengamuk, rumah megah habis, mobil mewah diseret, belum nyawa yang melayang. Tetapi kita yakin, kalau hidup benar, menjadi senjata kebenaran, Tuhan pasti memberikan ketenangan damai sejahtera, Tuhan memberkati saya dan Tuhan melindungi.

 

2.      Matius 14:23,28-32

14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

 

Yesus Imam Besar Gembala Agung, seorang diri berdoa syafaat untuk kita dan mengulurkan tangan kebaikan dan kemurahanNya untuk menolong kita yang hampir tenggelam.

 

Petrus sudah dipanggil melayani Tuhan, dia diangkat menjadi penjala manusia. Tetapi perahu mereka dihantam angin dan gelombang. Jangan heran, kita sudah hidup benar, menjadi senjata kebenaran, sudah melayani, tetapi perahu kehidupan kita dihantam angin dan gelombang sehingga kehidupan kita hampir tenggelam. Tuhan izinkan hal itu terjadi supaya kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, kita bisa menyeru nama Yesus. Seringkali saat dalam pelayanan semua baik, semua mulus, semua diberkati, kita menjadi lengah, tidak berjaga-jaga.

II Petrus 1:9

1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

 

Jadi lupa pengampunan, berbuat dosa kembali. Makanya Tuhan izinkan angin gelombang menerpa supaya kita kembali mengulurkan tangan kepada Yesus, menyeru nama Yesus. Kita harus berjaga-jaga, jangan lengah! Sebab kalau lengah nanti ketinggalan saat Yesus datang.

Lukas 12:35-39

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Lukas 12:40  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

 

Kalau sudah lengah, akibatnya melayani hanya sekedar melayani, tidak ada beban, tidak ada lagi tanggung jawab. Kalau gembala persiapannya sudah tidak serius lagi apalagi sudah pernah disampaikan, tidak ada pergumulan, tidak ada doa puasa. Begitu  juga yang paduan suara, sudah tidak latihan lagi, seragam tidak disiapkan dengan baik. Itu tanda sudah lengah! Harus doa sebelum melayani!

 

Tuhan tidak mau kita lengah. Cara Tuhan menolong, Dia datang dengan angin dan gelombang. Jadi ketika terjadi badai dalam hidup kita jangan salahkan Tuhan, periksa diri. Ternyata saya lengah selama ini makanya datang angin dan gelombang.

Ulangan 32:10-11

32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

 

Diizinkan datang badai gelombang dalam hidup kita. Sudah posisi enak, anak rajawali sudah enak di sarang, tinggal buka mulut induknya kasih makan, eh induknya goyang-goyang sarangnya. Diizinkan jatuh supaya bersandar kepada Tuhan.

 

Yang harus kita jaga, ketika angin gelombang datang, jangan bimbang! Mulai ragu dengan pengajaran. Ini pengajaran benar atau tidak. Kenapa hidup saya dulu enak-enak sebelum dalam pengajaran, sekarang dalam pengajaran kenapa hidup saya begini, saya mau tenggelam. Itu sudah bimbang. Jangan bimbang, yang Tuhan mau supaya kita mengulurkan tangan hanya kepada Yesus, tidak lagi pada yang lain. Berjaga-jaga, jangan lengah dan menyeru nama Yesus, menyembah Tuhan.

 

Apa badai gelombang yang menerpa. Mungkin sepanjang tahun ini badai belum surut. Periksa diri dulu, saya lengah Tuhan, merasa semua sudah enak, tenang, ampuni saya. Ulurkan tangan kepada Yesus dan menyembah.

 

Hati-hati, kalau bimbang mulai tenggelam. Mulai merosot, rohani mulai merosot, jasmani juga mulai merosot, segala-galanya merosot. Segera ulurkan tangan, segera menyeru nama Yesus. Hanya Tuhan yang kita andalkan, bukan yang lainnya. Jadi jangan kita marah kalau datang gelombang badai, jangan salahkan Tuhan tetapi langsung pukul diri.

 

Tuhan Yesus selalu berdoa syafaat untuk kita.

Ibrani 8:1

8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

 

Yesus duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa untuk berdoa syafaat untuk kita sekalian. Tuhan tunggu supaya kita sadar. Kalau bimbang apalagi meninggalkan Yesus, pasti tenggelam.

 

Ini pelajaran bagi kita, ketika sudah diberkati, sudah dipakai Tuhan, jangan lengah, jangan sombong. Jangan andalkan apa yang ada pada kita. Saya diberkati, mulai andalkan itu, bukan lagi mengandalkan Tuhan. Tuhan izinkan datang badai dan gelombang supaya kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, menyeru nama Yesus, andalkan Tuhan di atas segalanya.

 

Bisa bersandar kepada Tuhan, bisa menyembah Tuhan, itu suatu keajaiban. Yang punya sesuatu tidak mengandalkan apa yang dia punyai itu. Yang tidak punya kesempatan besar untuk mengandalkan Tuhan lebih dari segalanya. Seringkali kita anggap orang kaya itu yang sombong, tetapi banyak juga orang miskin yang sombong. Tidak punya tetapi sombong, tidak mau mengandalkan Tuhan, merasa bisa, merasa mampu. Mau kaya atau miskin, pandai atau bodoh, punya kedudukan atau tidak punya, yang kita andalkan Yesus Imam Besar Agung kita. Kita percaya Yesus ada di sebelah kanan takhta Allah Bapa, berdoa syafaat untuk kita, maka saya di bumi harus tekun dalam penyembahan, mengandalkan Yesus lebih dari segalanya.

 

Jangan bimbang, tetap percaya, tetap taat, bersandar kepada Tuhan, menyembah Tuhan, itu suatu keajaiban.

 

3.      Filipi 3:20-21

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

 

Yesus seorang diri sebagai Juruselamat yang mulia =  sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga, mengubahkan kita sampai sempurna. Ini keajaiban ketiga yang sedang Yesus kerjakan bagi kita. Dia mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, menjadi Mempelai WanitaNya.

 

Dalam Tabernakel daerah kesempurnaan itu ruangan maha suci. Kita ini belum ada yang sempurna. Tadi kita sudah dibenarkan, sudah menjadi senjata kebenaran, tetapi kadangkala lengah sehingga Tuhan izinkan badai datang supaya kita bersandar kepada Tuhan untuk nanti disempurnakan. Kita belum sempurna, tempat kita sekarang adalah ruangan suci, penggembalaan.

 

Jadi sesudah kita dibenarkan, menjadi senjata kebenaran harus tergembala, tekun 3 macam ibadah pokok.

a)      Meja roti sajian ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci, kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam pengajaran yang benar dan kurbanNya. Kita makan.

b)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya, kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Kita diberi minum.

c)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa, kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihnya. Ada udara yang besar untuk bernafas.

 

Tekuni 3 macam ibadah pokok, di situ kita mengalami penyucian, pembaharuan secara terus menerus. Bagaikan kayu penaga disalut dengan emas terus menerus sampai kayunya tidak terlihat lagi.

 

Yang menyucikan dan mengubahkan kita adalah Firman pengajaran.

Ibrani 4:12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

 

Tidak ada lagi daging yang tersembunyi. Keinginan daging, hawa nafsu daging, semua sudah disalut dengan emas.

 

Firman pengajaran itu lebih tajam dari pedang bermata 2. Tajam pertama untuk menyucikan, memotong yang lama. Tangan suka mencuri, suka merugikan orang lain, disucikan, bagaikan dipotong, tidak ada lagi tangannya. Tetapi kalau sudah dipotong jadi cacat. Tajam kedua ditumbuhkan tangan yang baru, tangan yang menjadi berkat, tidak lagi merugikan orang.

 

Dosa yang lama dipotong, itu memang sakit bagi daging, tetapi biar kita terima sehingga kita terus dibaharui sampai sempurna. Sampai tidak ada lagi keinginan hawa nafsu daging! Itu yang tidak kelihatan. Mulai dari hati disucikan dari keinginan daging!

 

Hati yang penuh keinginan ini hati yang kotor, hati yang gelap. Kalau disucikan menjadi hati yang jernih seperti kristal.

Wahyu 21:9-11

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

 

Jernih seperti kristal ini hati yang suci dan murni, tidak ada lagi keinginan daging di dalam hati. Keinginan dalam hati dibagi 3 yaitu keinginan jahat, keinginan najis, kepahitan hati. Itu membuat kotor, kalau kaca membuat kaca menjadi buram. Kalau diubahkan menjadi jernih seperti kristal.

 

Apa tanda hati sudah disucikan dan diubahkan? Kristal itu jernih, tembus pandang. Jadi tanda hati sudah disucikan adalah hati yang jujur, tidak ada yang disembunyikan. Terutama jujur soal pengajaran. Kenapa orang bisa meninggalkan pengajaran yang benar dan mau menganut ajaran campur? Sudah ada pada pengajaran yang benar lalu masih mau anut ajaran lain? Karena hatinya menyembunyikan sesuatu, makanya dia tidak pegang yang benar dan masih mau melirik yang lain. Kalau pengajaran yang benar tidak ada lagi yang tersembunyi. Dia rasa tidak nyaman dengan pengajaran, dosanya dibuka terus, akhirnya terima yang lain. Ada kesempatan menyembunyikan dosa dengan ajaran campur, ajaran yang lain.

 

Kalau semua sudah disucikan, kita bisa jujur soal pengajaran, pegang teguh pengajaran yang benar, tidak mau terombang ambing dengan ajaran lain.

Titus 2:7

2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

 

Ayo jujur soal Tuhan, jujur soal pengajaran. Pegang pengajaran apapun resikonya, mau dikata-katai, dihina, mau dikucilkan, kita pegang pengajaran yang sehat. Kalau jujur bisa dipercaya. Dapat dipercaya itu adalah tabiat dari Mempelai Wanita Tuhan.

I Timotius 3:11

3:11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

 

Biarlah kita dapat dipercaya oleh Tuhan. Mulai kaum muda, kalau jujur dapat dipercaya menikah. Nikah itu kepercayaan Tuhan.

Matius 19:10-12

19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."

19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

 

Jadi kalau jujur dipercaya Tuhan soal nikah. Ada yang dipercaya punya buah nikah, ada yang dipercaya tidak punya buah nikah. Yang dipercaya punya anak, jaga baik-baik. Yang tidak punya anak tetap jaga kekudusan nikah. Itu semua kepercayaan Tuhan.

 

Bisa dipercaya berarti dia juga percaya Tuhan. Tuhan percaya orang jujur, orang jujur juga percaya Tuhan sungguh-sungguh. Kalau sudah jujur, dapat dipercaya, percaya Tuhan, maka mujizat terjadi.

 

Contoh dalam Alkitab:

a)      Janda di Sarfat.

I Raja-raja 17:12,15

17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

 

Perempuan ini jujur tentang keadaannya, dia percaya Tuhan dan hamba Tuhan, maka mujizat jasmani terjadi. Dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Coba bayangkan segenggam tepung dan sedikit minyak, untuk dia dan anaknya saja sebenarnya tidak cukup. Tetapi karena dia jujur, dia akui kelemahan dan kekurangannya, serta mau percaya kepada Tuhan maka mujizat terjadi dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Bahkan anaknya yang mati dibangkitkan.

I Raja-raja 17:17-22

17:17 Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.

17:18 Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"

17:19 Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.

17:20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"

17:21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."

17:22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.

 

Ibu-ibu di sini mungkin menghadapi pergumulan buah nikah yang sudah mati dalam arti rohani. Anakku dulu sekolah minggu dengar-dengaran, beranjak remaja masih aktif kaum muda, tetapi waktu dewasa sudah hilang, sudah mati rohaninya. Diingatkan tidak bisa masuk. Malah mungkin lari dari rumah, tidak mau pulang dari rumah. Jujur dan percaya, Tuhan sanggup membangkitkan buah nikah yang sudah mati rohaninya. Akui kesalahan, akui kelemahan, pegang pengajaran yang benar. Tepung bicara Firman, digenggam artinya praktekan Firman dan percaya, Tuhan sanggup melakukan mujizat jasmani dan rohani. Anak yang mati rohanipun bisa dibangkitkan.

 

Gembala adalah seorang ibu secara rohani bagi sidang jemaat. Kalau ada jemaat yang mati rohani, hancur hati saya. Tinggal bawa di kaki Tuhan. Saya tempatkan diri bagaimana saya kalau menjadi orang tua kandung anak itu. Sedangkan saya bukan orang tua kandung, saya orang tua rohani sudah hancur hati saya, apalagi orang tua jasmaninya. Tetap yakin, jujur dan percaya, mujizat Tuhan pasti terjadi, yang mati dibangkitkan kembali.

 

b)      Yairus kepala rumah ibadah, gambaran bapa. Menghadapi masalah nikah, masalah yang menglobal, anaknya sakit bahkan mati.

Markus 5:22,35-36,40-43

22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya

35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"

36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"

42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

 

Di mana letak kejujuran Yairus? Dia tersungkur di depan kaki Yesus. Yairus kepala rumah ibadah, sudah bukan hal yang rahasia kalau kepala rumah ibadah, tua-tua, imam-imam kepala semua memusuhi Yesus, menuduh Yesus penyesat, pengacau. Banyak tuduhan kepada Yesus, sampai disebut orang gila, kerasukan setan. Mereka semua tidak percaya Yesus, tetapi dia tersungkur di kaki Yesus. Berarti dia akui bahwa Yesus yang benar. Sekarang kita tersungkur di kaki Yesus berarti kita mengakui bahwa hanya 1 Yesus, hanya 1 pengajaran yang benar yang harus saya pegang teguh, yang harus saya praktekan, tidak mau melirik yang lain. Apapun bahasa orang, tetap kita yakin ini pengajaran yang benar, ini Kabar Mempelai dalam Terang Tabernakel yang saya butuhkan. Maka masalah nikah dan buah nikah Tuhan sanggup atasi.  

 

Kalau buah nikah bermasalah tentu orang tuanya juga bermasalah. Karena anak, orang tua menjadi ribut. Menghadapi masalah buah nikah, jujur, pegang teguh pengajaran yang benar dan percaya semua Tuhan sanggup atasi pada waktunya.

 

Anak ini disuruh makan. Ini masalah yang seringkali terjadi pada buah nikah kita yaitu anak kaum muda tidak suka makan Firman. Orang tua sungguh-sungguh dengar Firman, anak-anak main game, main handphone, tidak fokus dengar Firman, melamun dan lain-lain, tidak makan Firman. Kaum muda perhatikan, kalau tidak makan Firman mati rohanimu! Jasmani juga ikut mati. Kasihan orang tuamu sudah bergumul ajak beribadah, sudah berupaya arahkan anak-anak beribadah. Orang  tua duduk manis dengar Firman, anak-anaknya tidak serius.

 

c)      Penjahat di sebelah kanan Yesus. Ini mewakili kaum muda!

Lukas 23:40-42

40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

 

Penjahat ini sudah disalibkan, tidak punya masa depan, rohani hancur, jasmani hancur. Tetapi dia mau jujur mengaku dosa. Kaum muda yang sudah hancur-hancuran rohaninya, tetapi mau mengaku dosa dan Tuhan pulihkan. Dan jaminan dari Tuhan ‘hari ini engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus’. Ini janji Tuhan kepada kita yang mau jujur dan percaya, kita mengalami suasana Firdaus hari ini juga, tidak tunggu besok. Suasana Firdaus itu suasana damai sejahtera, suasana berkat, suasana pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Kalau mau jujur dan percaya, hari ini juga kita alami. Dan yang nyata ketika kita masuk Firdaus, kerajaan 1000 tahun damai. Kita diubahkan sempurna sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang layak masuk di Firdaus. Yesus datang kita diangkat di awan-awan masuk pesta nikah Anak Domba, kemudian masuk Firdaus kerajaan 1000 tahun damai dan diangkat ke kerajaan Sorga Yerusalem yang Baru.

 

Istilah hari ini juga menunjuk kita berada di penghujung akhir zaman hari keenam. Hari yang keenam ini kita bisa menyambut Yesus, masuk pesta nikah Anak Domba untuk masuk hari ketujuh 1000 tahun damai.

 

Di depan jaminannya ada perjamuan suci, Korban Kristus. Jujur akui kelemahan kita, jujur akui dosa kita. Pegang teguh pengajaran yang benar. Percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepadaNya. Maka mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani terjadi. Nikah dan buah nikah tertolong, yang hancur-hancuran, yang mati sekalipun sanggup dipulihkan oleh Tuhan sampai kita berhasil mencapai Yerusalem Baru.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar