20260303

Kebaktian Natal Tentena, Selasa 23 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah

 

Lukas 1:30

1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

 

Dulu Maria  menerima kasih karunia bisa mengandung bayi Yesus sekalipun beresiko. Sebab bagi hukum Taurat, orang yang hamil diluar nikah berarti berzinah dan hukumannya harus dilempari batu. Tetapi malaikat berkata jangan takut hai Maria. Kasih karunia Tuhan sanggup melenyapkan ketakutan.

 

Sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia mengenal apa yang namanya takut itu. Tadinya manusia diciptakan segambar dengan Allah Tritunggal dan ditempatkan di suatu taman yang indah itulah taman Eden. Mereka dipelihara dengan melimpah oleh Tuhan dan mereka bergaul bersama dengan Tuhan. Tetapi ketika ular datang memperdaya Hawa, maka manusia jatuh di dalam dosa dan sejak itulah manusia mulai diliputi rasa takut.

Kejadian 3:10

3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

 

Kenapa Adam takut, kenapa telanjang? Karena jatuh dalam dosa. Sejak jatuh dalam dosa manusia diliputi ketakutan. Banyak hal yang membuat manusia takut. Ketakutan itu merupakan pembunuh utama manusia di akhir zaman. Manusia takut karena kecemasan berhubung dengan kegoncangan yang terjadi di dunia ini.

Lukas 21:26

21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

 

Kita lihat sekarang ini semua bidang di dunia ini goncang, terutama bidang keamanan dan ekonomi. Itu membuat manusia dihinggapi ketakutan, bahkan bisa mati karena ketakutan. Kita bersyukur bisa merayakan natal, kita merayakan hari lahirnya Yesus. Yesus lahir di dunia ini wujud kasih karunia Tuhan untuk melenyapkan ketakutan. Sehingga kita tidak takut terhadap apa di dunia ini tetapi bisa takut akan Tuhan, sehingga kita bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

I Yohanes 2:28

2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

 

Kita tidak takut, tetapi ada keberanian untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Sementara orang yang takut akan Tuhan, hari Tuhan itu menjadi hari kecemasan baginya, hari kegemasan, hari kemurkaan, hari kebinasaan. Tetapi kita yang takut akan Tuhan, kita bisa menyambut Dia. Tidak ada ketakutan tetapi keberanian percaya untuk menyambut Dia.

 

Ada 2 status Yesus yang diperkenalkan oleh Gabriel kepada Maria. Status Yesus ini harus kita terima sebab ini yang sanggup melenyapkan ketakutan apa saja, terutama ketakutan karena dosa.

Lukas 1:31-32

1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

 

2 status Yesus yaitu Anak Allah Raja yang Mahatinggi dan Raja segala raja. Kalau kita bisa menerima kedua status Yesus ini maka segala ketakutan itu akan lenyap. Bukan hanya sekedar kita menyanyikan kidung natal, Yesus Anak Allah Yesus Raja, tetapi harus ada praktek nyata, ada bukti nyata bahwa kita menerima Yesus itu Anak Allah yang Maha Tinggi, Yesus itu Raja segala raja.

 

Kita bahas status Yesus yang pertama.

I Yohanes 4:9-10

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

 

Yesus sebagai Anak Allah datang ke dunia ini untuk menjadi Korban Pendamaian bagi dosa-dosa kita. Dulu untuk memperdamaikan dosa bangsa Israel, mereka harus membawa hewan kurban. Dan setahun sekali ada hari raya pendamaian yang mereka kerjakan. Di situ segala dosa dituntaskan, dosa Imam Besar, dosa keluarganya dan keluarga seluruh jemaat. Kita tidak perlu membawa hewan kurban, sebab semua hewan kurban itu sudah digenapkan oleh kurban Yesus Anak Allah yang Maha Tinggi. Inilah wujud kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan kita. Kasih karunia Tuhan sudah menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Sebenarnya kita harus dihukum, orang berdosa, orang bersalah harus dihukum! Tetapi Yesus telah menggantikan kita.

Efesus 2:4-5

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

 

Lewat Korban Kristus Yesus kita diselamatkan. Kasih karunia melenyapkan ketakutan. Wujud kasih karunia adalah Yesus lahir ke dunia dan kita mau menerimanya. Tetapi harus ada praktek, bukan sekedar di mulut mengatakan saya orang percaya Yesus, saya yakin Dia Anak Allah. Harus ada prakteknya, praktek menerima Yesus sebagai Anak Allah adalah berdamai! Yesus Korban Pendamaian. Sarana pendamaian yang sempurna telah tersedia bagi kita, tinggal kita manfaatkan untuk berdamai.

 

Yesus mati di kayu salib, ada garis vertikal dan garis horisontal. Berdamai itu dengan Tuhan vertikal ke atas, berdamai juga dengan sesama, horizontal. Maka darah Yesus menghapus segala dosa, hutang dosa dipaku di kayu salib. Berita yang sering kita dengar setiap natal adalah berdamai, tetapi sering sulit untuk dilakukan.

 

Perdamaian ini sudah diupayakan oleh PBB dan negera-negara di dunia. Tetapi untuk mewujudkan damai itu berat sekali. Negara kita sudah berapa tahun merdeka, tetapi begitu sulit untuk memperdamaikan. Seringkali yang membuat sulit untuk damai adalah SARA.

 

Tidak usah jauh-jauh, dalam nikah rumah tangga kita seringkali untuk mewujudkan damai itu sulitnya minta ampun. Mau bercakap yang baik satu dengan yang lain dengan sesama anggota rumah tangga supaya terjadi kedamaian rasanya koq berat sekali! Paling kalau natal begini damainya kalau ada bingkisan natal.

 

Kita mau menerima Yesus Anak Allah yang Maha Tinggi, maka kita harus berdamai, menyelesaikan segala dosa kita.

 

Mengapa kita harus berdamai?

1.      Yesaya 59:1-3

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

59:3 Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Sebab dosa itu menjadi pemisah kita dengan Tuhan, sehingga Tuhan tidak menjawab doa kita. Bukan karena tangan Tuhan kurang panjang untuk menolong, tetapi dosa yang memisahkan kita dengan Tuhan. Kalau ada dosa yang disembunyikan, tidak akan pernah merasakan jamahan tangan Tuhan, rohani kering, pulang ibadah tidak rasa apa-apa, tetap kering. Kering itu bisa dideteksi dari mulut, dusta, menyebut kecurangan, perkataan tidak baik, perkataan sia-sia. Bahkan kadangkala ketika persiapan natal seperti ini, karena ada dosa disembunyikan, akhirnya dengan mulutnya membuat suasana menjadi tidak nyaman, tidak enak. Sementara persiapan ngomong yang tidak baik, yang sia-sia, yang menyakiti hati sesama. Akhirnya tidak nyaman mempersiapkan segala sesuatunya.

 

I Tesalonika 2:17

2:17 Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.

 

Jadi sekalipun jauh di mata, dekat di hati, karena dosa sudah diselesaikan. Bahasa gerikanya adelphos. Seringkali yang dekat di mata justru jauh di hati. Dalam rumah tangga yang dekat di mata itu suaminya, isterinya, kakaknya, adiknya tetapi justru jauh di hati karena ada dosa. Dosa yang disembunyikan itu membuat kita berjauhan terus! Seharusnya jauh di mata dekat di hati.

 

Mari kita ciptakan damai. Berdamai, sebenarnya sederhana kata ini, tetapi untuk mewujudkannya beratnya minta ampun, karena gengsi kita, harga diri kita.  

 

2.      Mazmur 1:5

1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

 

Mengapa harus berdamai? Sebab dosa itu adalah pemisah antara kita dengan sesama. Kadang kami hamba Tuhan seperti itu, kalau ada sesuatu disembunyikan, sedangkan bertegur sapa sudah tidak mau. Orang fasik tidak akan tahan dalam perkumpulan orang benar, dia merasa asing dan tersiksa.

 

3.      Roma 6:2-3

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

 

Upah dosa adalah maut, terpisah selamanya dengan Tuhan sampai sejauh sorga dan neraka. Jadi mengapa kita harus berdamai? Supaya kita tidak terpisah selamanya dengan Tuhan.

 

Sekarang masih ada waktu dan kesempatan. Mari kita manfaatkan waktu yang Tuhan berikan. Hari-hari terakhir ini adalah waktu yang sisa, jadi sudah tidak lama lagi kedatangan Yesus. Waktu yang sisa ini kita gunakan untuk berdamai, selesaikan dosa.

I Petrus 4:1-2

4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, — karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —,

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

 

Waktu ini waktu yang sisa, sudah mau habis. Ayo segera kita gunakan kesempatan ini untuk segera berdamai lewat praktek:

1.      Mengaku dosa dengan jujur, dengan hancur hati, tulus, apa adanya, jangan dibuat-buat. Kalau sudah diampuni oleh darah Yesus, jangan diulang lagi!

 

Mengampuni dan melupakan. Jangan lupakan orangnya. Jangan diungkit-ungkit lagi. Seandainya Tuhan mengungkit-ungkit kita, kalau dihitung karung sudah berapa karung yang kita buat! Orang yang berbuat dosa itu sebenarnya orang yang tertindas. Kalau kita mengungkit-ungkit dosa orang berarti kita sedang menindas orang! Itu sama dengan kita belum bertobat.

 

Yeremia 9:5-6

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

 

Apalagi kalau sudah salah lalu malah menghakimi orang lain lagi! Jangan terjadi pada kehidupan kita.

 

Di momen natal ini saya tidak tahu apa yang menjadi persoalan dalam kehidupan kita masing-masing, terutama dalam ruang lingkup keluarga kita, kalau ada yang tidak berkenan ayolah berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama. Dengan kita mau berdamai dengan Tuhan dan sesama maka kita menerima kasih dari Allah, kasih dari kayu salib. Sehingga kita bisa mengamalkan kasih itu kepada Tuhan dan kepada sesama dengan tulus.

Roma 12:9

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

 

Kadangkala kelihatan kita mengasihi, padahal mengamalkan kasih dengan pura-pura, ada dosa yang disembunyikan, sehingga untuk menutupi dosa itu pura-pura baik. Seperti Yudas, pura-pura memperhatikan orang miskin. Waktu Maria meminyaki kaki Yesus dia berkata buat apa pemborosan ini, lebih baik dijual dan uangnya dibagikan kepada orang miskin. Padahal dia katakan itu bukan karena dia memperhatikan orang miskin tetapi karena dia seorang pencuri. Kalau minyak itu dijual, uangnya dikasih kepada Tuhan Yesus, dia yang curi karena dia pemegang kas.

 

Jangan bersandiwara, apalagi kami hamba Tuhan. Seringkali bersembunyi di ayat-ayat Alkitab hanya untuk menyembunyikan dosanya. Jemaatnya senang, gembala baik, gembala perhatian, padahal gembalanya menyembunyikan dosanya!

 

Kita praktekan kasih yang tulus kepada Tuhan dan kepada sesama:

a)      Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Setia menyala-nyala untuk beribadah melayani Tuhan. Bukan terpaksa atau dipaksa. Kita periksa sepanjang tahun ini, betulkah kita mengasihi Tuhan dengan tulus? Periksa kesetiaannya. Mungkin kelihatan setia, tetapi periksa lagi kobarannya, masih menyala-nyala atau tidak. Sebab kalau hanya setia tidak menyala-nyala, bisa menyala-nyala dalam hal yang negatif. Salah satunya menyala-nyala dalam berahi, menyala-nyala dalam kenajisan!

Roma 1:27

1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

 

Yang sudah berumah tangga, kalau pasangan sudah tidak menyala-nyala dalam hal ibadah pelayanan, itu alarm! Dia akan menyala-nyala dalam kenajisan. Lebih baik saling mengingatkan, ayo pak, ayo bu kita tetap setia menyala-nyala. Termasuk anak-anak kita. Kita dipercaya buah nikah. Kalau sudah tidak bernyala-nyala dalam ibadah pelayanan, sebentar lagi menyala-nyala dalam kenajisan! Seperti mendengar guntur di siang hari, tiba-tiba mendengar anaknya begini dan begitu. Itu karena kurang kontrol, kurang mengawasi, kita pikir bisa menafkahi dia, diberikan uang jajan, bisa kasih ini kasih itu tetapi tidak diawasi ibadahnya, akhirnya malah menyala-nyala dalam kenajisan, kita yang menangis!

 

Ini praktek kasih tulus kepada Tuhan, setia menyala-nyala dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, bukan terpaksa atau dipaksa. Terima kasih kepada seluruh sidang jemaat yang sudah bekerja dari kemarin dan tadi mempersiapkan segala sesuatunya. Semoga semangat menyala-nyala itu tidak pernah kendur. Terus menyala-nyala sampai garis akhir kehidupan kita sekalian. Usia boleh bertambah tua, kekuatan fisik semakin menurun, tetapi semangat menyala-nyala melayani Tuhan jangan pernah kendor!

 

b)      Roma 12:9

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

 

Yang kedua menjauhi dosa = hidup benar dan suci sesuai Firman. Pergaulan buruk kita jauhi, hindari, jangan kita malah cemplung di situ.

I Korintus 5:11

5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

 

Bukan orangnya yang kita benci, kita doakan. Apalagi kalau itu keluarga kita, anak kita, saudara kita, doakan dan gumuli, tetapi jauhi dosanya, jangan ikut-ikutan berbuat dosa.

 

Kakak-kakak Yusuf berbuat dosa, tetapi Yusuf bertahan dalam kebenaran dan kesucian. Sekalipun diancam, karena dia sering melapor kelakuan kakak-kakaknya, tetapi dia bertahan dalam kebenaran dan kesucian. Ketika dia dijual di Mesir, dijadikan pembantu di rumah Potifar, isteri Potifar menggoda dia, dia tetap bertahan dalam kebenaran dan kekudusan. Malah ketika dipaksa untuk berbuat dosa dia lari keluar, tidak mau. Resikonya dia difitnah dan dipenjarakan dalam liang tertutup. Memang untuk kita menjauhi dosa, mau hidup dalam kebenaran dan kesucian resikonya kita dibenci, dikata-katai, dianggap sok suci dan sebagainya. Tetapi kita mau menjauhi, bukan membenci orangnya, doakan orangnya.

 

Salah satu kehendak Tuhan adalah hendaklah kamu kudus seperti Aku kudus.

I Petrus 1:15-16

1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

Di mana kita menjaga kekudusan? Lewat apa kita menjaga kekudusan? Kita bisa menjaga kekudusan di dalam penggembalaan, seperti ranting melekat pada pokok sehingga dibersihkan terus menerus. Bawa hidup kita, nikah dan buah nikah kita untuk digembalakan, tergembala dengan benar dan baik, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar maka kita akan dibersihkan, terjaga kekudusannya.

 

Lewat apa kita disucikan? Lewat Firman yang dikatakan oleh Yesus.

Yohanes 15:3

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Ini tanggung jawab kita hamba Tuhan. Kita menghadirkan Firman, menyampaikan Firman yang merupakan perkataan Yesus, jangan perkataan manusia! Firman yang merupakan perkataan Yesus yaitu Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab. Ayat itu perkataan Yesus, diterangkan ayat dalam Alkitab itu perkataan Yesus, sampai ayat yang terakhir, seluruh pemberitaan Firman adalah perkataan Yesus. Sebagai hamba Tuhan harus menggumuli ini supaya Tuhan bukakan apa yang menjadi isi hati Tuhan, rahasia Firman untuk gereja Tuhan. Sehingga jemaat akan tergairah. Kalau Firman itu perkataan Yesus, pembukaan rahasia Firman, jemaat tergairah, jemaat didorong untuk masuk dalam persiapan kegenapan waktu, penyatuan jemaat sebagai Tubuh dengan Yesus sebagai Kepala.

Efesus 1:8-10

1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

 

Bawa diri kita digembalakan lewat Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ajaran sehat. Dalam surat I dan II Timotius dan Titus berulang kali dikatakan ajaran sehat. Itu yang harus ada dalam gereja. Bukan ajaran campur apalagi ajaran palsu!

 

c)      Roma 12:12

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Yang ketiga bersukacita di dalam pengharapan. Sekalipun kita diperhadapkan dengan banyak tantangan, dengan banyak pergumulan, tetapi kita bersukacita dalam pengharapan. Tetap berpengharapan kepada Tuhan, tetap menyerah sepenuh kepada Tuhan apapun yang kita hadapi. Itu kasih yang tulus kepada Tuhan. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkata sekalipun kami ditolong atau tidak ditolong, kami tidak akan menyembah patung tuanku raja, mereka tetap menyembah Tuhan, tetap berpengharapan kepada Tuhan, Tuhan pasti menolong. Dulu Tuhan sudah tolong, sekarang Tuhan tolong, nanti juga Tuhan tolong asalkan kita selalu berpengharapan kepada Tuhan, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Seperti Maria menyerah sepenuh dan dia menyanyikan nyanyian pujian. Inti nyanyian pujian Maria adalah penyerahan sepenuh kepada Tuhan.

Lukas 1:46-49

1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,

1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

 

Tubuhnya menerima perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan. Dia mengandung oleh Roh Kudus, yang hamil adalah tubuh. Jiwanya memuliakan Tuhan dan hatinya yaitu rohnya dia serahkan kepada Tuhan, tubuhnya menerima perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan. Tubuh, jiwa dan rohnya dia serahkan kepada Tuhan.

 

Apapun pergumulan yang kita hadapi, mungkin pergumulan seperti Maria, pergumulan hidup mati! Serahkan tubuh, jiwa dan roh hanya kepada Tuhan. Kita yakin Tuhan sanggup mengadakan perbuatan besar dan ajaib dalam hidup kita.

 

Dalam Wahyu 15:1-4 ada sejumlah besar orang yang telah menang atas setan tritunggal dan mereka menyanyikan nyanyian Anak Domba, nyanyian Anak Allah, besar dan ajaib segala karyaMu.

Wahyu 15:3

15:3  Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

 

Mungkin kita diizinkan sakit dan tidak sembuh bahkan sampai meninggal, tetapi kita percaya itu perbuatan besar dan ajaib dari Tuhan dalam hidup kita. Bukan berlarut dalam kesedihan dan keputusasaan. Apapun pergumulan yang kita hadapi, mustahil di mata manusia, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.

Lukas 1:37

1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

 

d)      Roma 12:12

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Seringkali kesabaran ini masih kurang! Sabar dalam kesesakan = sabar menderita dan sabar menunggu waktu Tuhan. Waktu Tuhan pasti yang terbaik.

 

e)      Roma 12:12

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Bertekun dalam doa, tentunya bertekun dalam doa penyembahan. Itu bukti kasih kita yang tulus kepada Tuhan. Bukan hanya doa permohonan, kalau hanya doa permohonan nanti minta-minta terus seperti Bartimeus, minta-minta, pakaian compang camping. Tingkatkan doa ucapan syukur, tingkatkan sampai doa penyembahan. Hanya menyembah Tuhan, memuliakan Tuhan, memberi kepada Tuhan, bukan meminta. Dan Tuhan tidak pernah menipu!

Roma 8:26-28

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Mungkin untuk mengucapkan haleluya sudah tidak bisa, tinggal air mata, tetapi Tuhan mendengar. Roh Kudus menyampaikan keluhan-keluhan kita yang tidak terucapkan kepada Tuhan dan Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. apapun persoalan pergumulan kita hadapi, praktekan kasih tulus kepada Tuhan, sampai kita hanya menyembah Tuhan.

 

Kalau hanya mempraktekan kasih kepada Tuhan dan tidak kepada sesama, itu pendusta! Praktek kasih kepada sesama:

a)      Roma 12:10

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

 

Saling mendahului dalam memberi hormat. Mulai dari dalam rumah tangga.

Efesus 5:33

5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

 

Ada ayat juga suami menghormati isteri. Jadi adil, saling menghormati.

I Petrus 3:7

3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

 

Kita suami-suami, mau menghormati isteri ini kadang masih kurang. Apa yang sesama dalam nikah sudah kerjakan, ayo kita hormati.

 

Efesus 6:2

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

 

Anak-anak hormatilah orang tua. Apapun yang dilakukan orang tua mungkin dianggap tidak adil, jangan kutuk orang tuamu! Hormati! Apalagi kalau kita masih dibawa orang tua, masih disuplai, belum bisa cari uang sendiri, lalu melawan, itu terlalu! Bahasa yang paling jengkel saya dengar ‘kenapa saya lahir dalam keluarga ini’ itu terlalu! Coba kalau ibu kita jahat, begitu dia lahirkan langsung dia pencet hidung kita, mati! Ini 9 bulan ibu kita bawa dalam kandungan, setelah itu kita dilahirkan antara hidup dan mati. Lalu setelah sudah besar orang tua malah dilawan, tidak hormat. Mungkin di mata kita orang tua itu jahat, tetap harus dihormati.

Kalau sudah bisa saling menghormati baru bisa saling melayani dalam rumah tangga.

 

b)      Roma 12:13

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

 

Menolong sesama yang dalam kekurangan. Ada kalimat di situ yang tidak boleh dilupakan, terutama orang-orang kudus, yang seiman.

 

c)      Roma 12:13

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

 

Memberi tumpangan artinya memberi pelayanan dengan cuma-cuma, tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balas jasa.

 

d)      Roma 12:15

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

 

Punya rasa empati kepada sesama yaitu kita bisa memahami perasaan orang lain, kita bisa menempatkan diri kita pada posisi orang itu, sehingga kita tidak pernah menghakimi. Kadangkala hal ini masih kurang. Ketika orang dalam kesulitan malah dikomentari yang negatif. Ada orang yang dirundung dukacita malah dihakimi, dikomentari yang negatif. Ini tidak punya rasa empati. Apalagi kalau kami hamba Tuhan seperti itu!

 

Kita taruh dulu pada diri kita, kalau kita berkata seperti ini orang itu bagaimana dia punya reaksi. Dipikir dulu sebelum ngomong, harus ada rasa empati. Maka kita tidak pernah menghakimi orang lain. Sekalipun orang itu berbuat dosa, orang yang jahat dan najis lalu dia menghadapi masalah, coba tempatkan diri kita seperti dia, bagaimana kira-kira perasaan kita kalau menghadapi masalah seperti itu. Kalau karena dosanya dia harus menanggung akibatnya yah didoakan supaya dia bisa kembali. Bukan malah berkata syukur, kapok.

Yehezkiel 25:3

25:3 Katakanlah kepada bani Amon: Dengarlah firman Tuhan ALLAH: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau menyerukan: Syukur! mengenai tempat kudus-Ku, waktu kekudusannya dilanggar, dan mengenai tanah Israel, waktu itu dijadikan sunyi sepi, dan mengenai kaum Yehuda, waktu mereka harus pergi ke dalam pembuangan,

 

Memang ketika kita mau mengasihi Tuhan, mau mengasihi sesama dengan tulus, ada yang tidak suka, ada yang justru menyakiti kita, membalas kebaikan kita dengan kejahatan! Kalau membalas kebaikan dengan kebaikan itu manusia biasa, banyak yang bisa melakukan itu. Membalas kejahatan dengan kebaikan itu manusia Ilahi, manusia rohani. Tetapi kalau membalas kebaikan dengan kejahatan itu manusia iblis! Kita berbuat baik malah dikatakan mau pamer dia, mau ba kasih tunjuk!

 

Lalu apa yang harus kita lakukan menghadapi orang-orang seperti itu? Kita tingkatan kasih kita kepada sesama dengan kasih kepada orang yang membenci dan memusuhi kita dengan tulus. Memang ini bagi daging suatu percikan darah, berat rasanya! Saya sudah baik sama dia malah dia serang saya, tetapi saya tetap mau baik sama dia.

a)      Roma 12:14

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

 

Berkati, berdoa untuk orang yang menyakiti kita. Berdoa yang baik. Raja Daud untuk musuhnya malah dia berpuasa. Semakin kita mendoakan, kita semakin damai. Sampai tidak merasakan apa yang dirasakan oleh daging.

 

b)      Roma 12:17,21

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

 

Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi membalas dengan kebaikan. Sekalipun dia jahat, kita terus baik. Tetap baik, kalahkan kejahatan dengan kebaikan. Jangan kalah terhadap kejahatan. Dia tidak mau lihat kita, jangan marah. Dia tidak mau sapa kita, kita yang sapa. Lakukan yang baik bagi sesama.

 

c)      Roma 12:18

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

 

Damai itu bergantung dari kita. Jadi inisiatif untuk berdamai itu dari kita, jangan tunggu orang lain.

 

d)      Roma 12:19

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

 

Tidak menuntut pembalasan. Kita sudah dirugikan, mungkin nama baik kita sudah dicemarkan. Kita tidak menuntut pembalasan, tetapi kita serahkan pada Tuhan yang berhak untuk membalas!

 

e)      Roma 12:20

12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

 

Bisa memberi kepada orang yang menyakiti kita saat dia dalam kekurangan. Itu sama dengan kita menaruh bara api di atas kepalanya. Jadi berarti bermaksud jahat? Bukan! Artinya kalau dia sadar dengan kelakuannya, dia disucikan oleh api Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Tetapi kalau tidak mau sadar nanti dia tinggal menunggu hukuman oleh api murka Allah.

 

Roma 12:16

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

 

Tujuan kita saling mempraktekkan kasih supaya kita menjadi sehati sepikir, menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Berarti satu kepala itulah Yesus, maka kita memiliki pikiran dan perasaan Yesus. Puncak pikiran Yesus taat sampai mati di kayu salib. Kita praktekan kasih sampai daging kita tidak bersuara lagi, sampai daging kita mati. Tidak ada rasa geram, pahit, tidak ada lagi suara daging. Betul-betul pikiran perasaan Yesus ada pada kita. Semakin tenang, semakin damai hidup kita.

Filipi 2:5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Taat sampai mati di kayu salib, itu pikiran perasaan Yesus yang harus ada pada kita. Sampai daging tidak bersuara lagi. Yang ada di hati kita hanya kasih Tuhan, hanya damai sejahtera, sukacita dari Tuhan.

 

Maka Tuhan mempercayakan kuasa namaNya kepada kita. Kita punya pikiran perasaan Yesus, kuasa nama Yesus dipercayakan kepada kita.

Filipi 2:9

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

 

Kita alami kuasa nama Yesus yaitu:

a)      Kuasa kemenangan atas trio setan.

Filipi 2:10

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

Kuasa kemenangan atas naga yang di langit dengan roh jahat, roh najis dan roh durhaka. Yang di bumi itulah nabi palsu dengan ajaran palsu dan kepalsuannya. Yang di bawah bumi itulah Antikristus dengan roh hujat, roh kebencian, dengan ikatan uang. Kita menang atas setan sumbernya masalah, sumber air mata, sumbernya kegagalan, dikalahkan oleh nama Yesus itu. Yesus datang Dia menyandang nama yang berkuasa.

 

Kalau kita masih pahit hati sama orang, tidak akan pernah menang. Apalagi saya mau khotbah, lalu saya pahit hati sama orang, mau khotbah apa!

 

Yesus datang itu adalah kasih karunia Allah. Dia adalah Anak Allah yang Maha Tinggi. Dia menjadi korban pendamaian bagi kita. Mari segera damaikan semuanya, selesaikan semuanya dengan Tuhan, dengan sesama. Kasihi Tuhan, kasihi sesama dengan tulus, sampai mengasihi musuh, maka kuasa nama Yesus, kuasa kemenangan itu pasti kita alami.

 

b)      Kuasa nama Yesus sanggup meninggikan.

Filipi 2:9

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

 

Tidak usah kita meninggikan diri, nanti Tuhan yang angkat pada waktunya. Secara jasmani ditinggikan, diangkat dari ketenggelaman, kemerosotan, kegagalan. Secara rohani juga semakin disucikan, semakin dibaharui, semakin dipakai sehingga waktu Yesus datang kita diangkat di awan-awan menyambut Dia, memandang Dia muka dengan muka. Nama Yesus bukan hanya dipercayakan kuasanya tetapi nama itu dimeterai pada nama kita. Bukti kita sah menjadi miliknya Tuhan selama-lamanya, kita sah menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

Yesaya 4:1

4:1  Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

 

7 perempuan itulah gereja akhir zaman, 1 laki-laki itulah Yesus.

Wahyu 22:4

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

 

Nama Yesus dimeterai kepada nama kita. Nama kita sudah terlalu banyak dosa dilakukan, makanya harus mendapat nama baru dari Tuhan. Nama Yesus dilekatkan kepada kita sekalian, bukti kita milikNya, Mempelai WanitaNya yang sempurna, kita bisa memandang Dia muka dengan muka selama-lamanya. Segera berdamai, selesaikan semuanya, biar kuasa nama Yesus itu kita boleh alami, kuasa kemenangan, kuasa pengangkatan sampai di Yerusalem yang baru.

 

Tuhan Memberkati.

 

 

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar