Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Dulu kasih karunia Tuhan ditujukan kepada Maria, sekarang ditujukan kepada kita. Maria mendapat kasih karunia untuk mengandung dan melahirkan pribadi Yesus. Secara hukum Taurat, orang yang hamil diluar nikah berarti berzinah dan hukumannya harus dilempari batu sampai mati. Di sini diawali jangan takut sebab engkau menerima kasih karunia. Tentu Maria takut kalau harus mengandung pribadi Yesus dengan posisi belum menikah. Dia tahu resikonya berdasarkan hukum Taurat harus mati. Makanya malaikat mengatakan jangan takut! Manusia pada umumnya diliputi dengan ketakutan, dengan masalah pencobaan yang datang, dengan angin badai yang menerpa hidup. Dan ketakutan adalah pembunuh utama manusia di akhir zaman.
Lukas 21:25-26
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Kita lihat negara kita di penghujung tahun ini dilanda dengan bencana alam di berbagai tempat, menghadapi longsor dan lain-lain. Tentu mereka yang menghadapi itu pasti ada rasa takut. Kita berapa bulan lalu dilanda gempa bumi, ada rasa takut.
Ada 8 dosa yang menenggelamkan langsung manusia ke neraka, dibuka dengan penakut.
Wahyu 21:8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Dibuka dengan penakut dan dikunci dengan dusta. Karena takut pada sesuatu di dunia akhirnya berdusta. Karena takut mau dihukum, berdusta. Takut mau diapakan, berdusta. Dusta ini penutup segala dosa yang menenggelamkan manusia ke dalam lautan api dan belerang.
Malam ini kita merayakan natal. Kasih karunia Tuhan sanggup melenyapkan ketakutan.
I Yohanes 4:18
4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Ada 3 macam ketakutan yang terjadi dari zaman ke zaman.
1. Di zaman Allah Bapa, Adam dan Hawa takut karena telanjang, karena mereka jatuh dalam dosa.
Kejadian 3:9-10
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Tadinya memang manusia itu diciptakan telanjang dan tidak malu. Setelah mereka jatuh dalam dosa, telanjang, malu dan takut, mereka bersembunyi dari Tuhan. Dosa ini memisahkan kita dari Tuhan, sampai nanti sejauh sorga dan neraka! Jadi dosa ini adalah pemisah.
Yesaya 59:1-2
59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Dalam nikah kalau ada dosa disembunyikan menjadi takut. Gembala menyembunyikan dosa, takut ketahuan kepada jemaat. Siapapun yang berbuat dosa menjadi takut, takut nanti begini, nanti begitu.
Penyebab Adam dan Hawa jatuh dalam dosa adalah:
a) Hawa menambah dan mengurangi Firman.
Kejadian 2:16-17
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Ini Firman Tuhan, tetapi apa kata Hawa?
Kejadian 3:1-3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Hawa mengurangi kata ‘bebas’ dan menambah kata ‘raba’ dia menambah dan mengurangi Firman. Hawa itu seorang ibu. Gembala adalah seorang ibu yang mengasuh dan merawati jemaat. Kalau seorang gembala menambah dan mengurangi Firman maka dampaknya kepada jemaat. Akhirnya terjadi kejatuhan-kejatuhan di dalam dosa, sampai tidak bisa bangkit lagi. Yang bisa mengangkat kita dari kejatuhan adalah Firman pengajaran yang benar. Kalau sudah ditambah dan dikurangi, tidak punya kuasa untuk mengangkat.
I Timotius 6:20-21
6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!
Kalau Firman sudah diterangkan dengan pengetahuan logika manusia, bukan lagi ilham dari Tuhan, itu disebut omongan kosong yang tidak suci, tidak punya kuasa menyucikan. Jadi gereja Tuhan yang jatuh dalam dosa tidak bisa diangkat.
b) Tidak taat pada Firman. Apa yang diperintahkan, itu malah mereka langgar.
Biarlah Firman itu kita terima untuk kita praktek, bukan untuk ditambah dikurangi. Sebab kalau Firman sudah ditambah kurangi maka nanti timbul kebenaran diri sendiri. Adam berbuat dosa malah membenarkan diri, Tuhan tanya ‘Adam apa yang kau perbuat?’. Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, Tuhan dia salahkan. Jadi kalau sudah Firman tambah kurang, nanti ada kebenaran diri sendiri, hamba Tuhan lain salah, pendeta lain salah, orang lain salah, Tuhan salah, sampai setanpun salah. Tuhan tanya kepada Hawa ‘apa yang kau perbuat?’. Ular ini yang memperdaya aku maka ku makan, setan dia salahkan.
Ibadah kalau dengan kebenaran diri sendiri tidak ada artinya. Biar giat untuk Allah tetapi membangun kebenaran diri sendiri dengan menyalahkan orang, menyalahkan Tuhan, menyalahkan setan, maka ibadahnya tidak berguna.
Roma 10:2-3
10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Biarlah malam ini kita mau menerima kebenaran Allah, bukan membangun kebenaran diri sendiri. Kebenaran Allah menghasilkan damai sejahtera. Kebenaran Allah didapatkan bagaimana? Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, darah Yesus menghapus dosa, membenarkan, jika sudah diampuni, jangan berbuat lagi. Maka kita mengalami damai sejahtera dan kemenangan.
2. Ketakutan di zaman Anak Allah.
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Kalau dikaitkan dengan kisah Zakharia dan Elisabet, begitu malaikat datang kepada Zakharia langsung berkata ‘jangan takut’. Persoalannya sama yaitu tentang anak. Jadi yang kedua ini ketakutan karena masalah nikah dan buah nikah. Ini masalah global yang melanda seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari istana Presiden sampai rakyat jelata, menghadapi masalah nikah dan buah nikah yang menimbulkan ketakutan. Penakut dalam Wahyu 21:8 artinya lebih takut pada sesuatu sampai tidak takut pada Tuhan. Seringkali menghadapi masalah nikah dan masalah buah nikah membuat manusia tidak takut Tuhan, lebih takut pada sesuatu di dunia ini. Akhirnya manusia melakukan kesalahan dalam nikah yang terus berlarut-larut.
Malam ini kita datang beribadah, tujuan kita beribadah untuk mengerumuni Yesus hendak mendengar Firman. Firman itu berkuasa untuk memperbaiki kita. Semua kita menghadapi banyak masalah, terutama masalah dalam nikah dan buah nikah. Tidak ada yang nikahnya mulus-mulus saja, sampai sekarang aman. Semua menghadapi masalah nikah dan buah nikah sehingga tidak takut Tuhan dan akhirnya melakukan kesalahan-kesalahan di dalam nikah yang berlarut-larut. Lewat Firman kesalahan yang ada mau dinyatakan untuk diperbaiki. Jangan marah kalau ditunjukan kesalahan dalam nikah, bukan untuk dipermalukan, tetapi supaya untuk diperbaiki. Buat apa saya tunjuk kesalahan jemaat hanya untuk dipermalukan. Tuhan percayakan sidang jemaat untuk diperbaiki, yang salah mau diperbaiki.
Kesalahan-kesalahan dalam nikah yang sering terjadi adalah:
a) Kejatuhan pada awal nikah, masa pacaran, masa tunangan, terjadi kejatuhan. Kalau ada yang jatuh, tugas kami hamba Tuhan harus mengangkat. Jangan dibiar, apalagi diusir! Kaum muda perhatikan masa pacaran dan masa tunangan, jangan sampai terjadi kejatuhan. Kalau sudah terlanjur minta ampun, Tuhan sanggup memperbaiki semuanya. Selama ada Firman diperdengarkan, kuasanya sanggup diperbaiki. Jangan malu mengaku kepada Tuhan, kepada orang tua, kepada gembala, biar diangkat.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Memang sebagai gembala kalau dengar pengakuan dari jemaat sedih, pukul diri. Saya masih kurang dalam pelayanan, masih banyak kesalahan. Tetapi bukan diusir ‘kamu ini tidak dengar-dengaran, pergi!’. Harus diangkat, didoakan, diperbaiki, diarahkan lewat Firman. Kalau sudah diakui, jangan diulang lagi!
b) Kawin campur.
Kejadian 6:1-2
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Anak-anak Allah kawin dengan anak-anak perempuan manusia. Siapa yang dimaksud dengan anak Allah?
Lukas 3:38
3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Anak Allah yang dimaksud adalah keturunan Adam melalui jalur Set. Anak manusia adalah keturunan Adam dari jalur Kain, disebut berasal dari si jahat.
I Yohanes 3:12
3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Keturunan Adam melalui Kain ini berasal dari si jahat, anak-anak gelap. Keturunan Adam dari jalur Set adalah anak Allah, anak-anak terang. Ini kawin campur, terang dengan gelap. Paulus ingatkan, jangan kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang, yang satu terang, yang satunya lagi gelap. Jangan karena keinginan mata, keinginan daging, sehingga tabrak saja, paksakan hubungan dengan yang gelap.
II Korintus 6:14
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Biar dipaksakan, terang dengan gelap tidak bisa menyatu. Orang tua harus menasihati anaknya, diingatkan, jangan dipaksakan hubungan yang tidak seimbang, satu terang, satu gelap, tidak satu iman. Tujuan menikah adalah untuk menjadi satu daging, satu tubuh Kristus.
Efesus 5:31
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Laki-laki dan perempuan itu sudah berbeda. Saya dengan isteri secara kebudayaan beda jauh. Kalau orang di sini bicara keras-keras, orang jawa bicara pelan-pelan. Dari makanan mereka tidak suka makan yang pedis-pedis, malah dikasih gula. Dari situ saja sudah beda, lalu tidak satu iman, yang jasmani sudah beda, yang rohani lagi beda, kapan jadi satunya!
Ada 7 kesatuan Tubuh Kristus. Nikah adalah persekutuan Tubuh Kristus yang terkecil. Kalau nikah saja tidak bisa menyatu bagaimana penggembalaan mau menyatu. Lalu bagaimana antara penggembalaan mau menyatu, apalagi mau menyatu dengan Israel di Timur tengah sana.
Efesus 4:3-6
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
1) Satu tubuh
Dimulai dengan 1 tubuh, kalau 1 tubuh berarti 1 kepala. Siapa kepala kita? Kepala kita adalah Firman.
Yohanes 1:1;14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Jadi satu tubuh = satu kepala = satu ajaran yang sehat, pengajaran yang sehat yaitu yang tertulis dalam Alkitab, diilhamkan oleh Allah, dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat menerangkan ayat dalam Alkitab. Dan tajam menyucikan terutama menyucikan nikah. Diberitakan dengan maksud yang murni.
Jangan cuma lihat gantengnya, cantiknya, kayanya, kedudukannya. Yang terutama satu tubuh, satu kepala, satu ajaran yang sehat, satu pengajaran yang benar. Pengajaran ini sanggup menyelesaikan masalah demi masalah dalam nikah. Masuk nikah itu masuk dalam masalah, kalau tidak ada firman yang mengatasi masalah, mau bagaimana kita. Kasihan pemerintah desa, tiap hari menangani permasalahan dalam nikah.
2) Satu roh
Roma 8:15
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Jadi satu roh artinya sama-sama taat. Kalau suami taat pada Firman, isteri taat pada firman, pasti aman rumah tangga. Begitu mau ribut ingat Firman, musuh kita adalah penguasa di angkasa, bukan darah daging. Suamiku ini darah daging, isteriku darah daging, jadi jangan bertengkar. Sama-sama taat pada firman, amanlah rumah tangga.
3) Satu pengharapan
Ada pengharapan yang salah.
I Korintus 15:19
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Maksud ayat ini berpengharapan kepada Tuhan hanya untuk mendapatkan perkara yang jasmani, itu pengharapan yang salah, disebut dia adalah orang yang paling malang! Satu pengharapan yang dimaksud adalah rindu, berpengharapan untuk bertemu dengan Yesus, mau menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Karena kita punya pengharapan menyambut kedatangan Yesus maka kita mau disucikan. Suami mau disucikan, isteri mau disucikan, maka aman rumah tangga.
I Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Kalau kita punya pengharapan untuk menyambut Yesus maka kita menyucikan diri, mau hidup dalam kekudusan, kesucian.
4) Satu Tuhan
5) Satu iman
6) Satu baptisan
Kadangkala dianggap baptisan itu tidak penting, hanya dianggap sakramen gereja. Baptisan itu punya arti penting bagi kita. Satu baptisan, teladannya adalah Yesus. Jangan binggung bagaimana baptisan yang harus saya lakukan? Seperti yang Yesus lakukan. Waktu Yesus mau dibaptis Dia masuk ke dalam air lalu keluar dari dalam air. Sejauh mana airnya?
Roma 6:4
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Baptisan itu untuk menguburkan hidup lama yang berdosa. Yesus tidak berdosa, seharusnya tidak perlu dibaptis. Lalu untuk apa Yesus dibaptis? Untuk memberi teladan kepada kita untuk kita ikuti baptisan mana yang benar yang sesuai Alkitab.
7) Satu Allah Bapa. Bapa adalah kasih. Satu Allah Bapa artinya saling mengasihi. Saling mengasihi itu jangan hanya diukur dengan uang, dengan yang jasmani. Mengasihi itu mulai dari saling mendoakan, saling menasihati, saling menegur, kalau ada yang salah ditegur, diingatkan. Jangan ikuti keinginan mata, jangan ikuti keinginan daging!
Bagaimana kalau sudah terlanjur kawin campur? Bertahan dan bergumul sungguh-sungguh supaya nikah itu bisa satu dan rela bayar harga.
c) Nikah yang terbalik yaitu isteri dan anak-anak mau menjadi kepala dalam rumah tangga, dalam nikah.
I Korintus 11:3
11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
Taruhlah pada kedudukan yang sebenarnya. Suami sebagai kepala, isteri sebagai tubuh dan anak sebagai anggota tubuh. Dan lakukan kewajiban masing-masing. Sebagai kepala, suami mengambil keputusan sesuai Firman, dia menjadi penyalur yang jasmani dan rohani bagi isteri dan anak-anak. Sebagai tubuh, isteri tunduk kepada suami sebagai kepala, dia tulang rusuk melindungi kelemahan suami dan anak-anak di dalam doa. Bukan malah bergosip! Anak sebagai anggota tubuh, meringankan orang tua.
Taruhlah posisi yang sebenarnya dalam rumah tangga, posisi yang tepat. Suami adalah kepala, isteri adalah tubuh, anak anggota tubuh maka amanlah nikah itu, bagaikan pelita yang ditaruh di atas kaki dian, menerangi seluruh rumah.
d) Kekerasan di dalam rumah tangga.
Maleakhi 2:13
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
Kalau nikah bermasalah, ibadah jadi kering. Kami hamba Tuhan kalau nikah ada masalah, ibadah kering!
Maleakhi 2:14-16
2:14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Baik kekerasan lewat kata-kata, juga kekerasan lewat perbuatan. Sampai ada kebencian dalam rumah tangga.
Matius 10:21
10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
Jangan pakai pakaian kekerasan dalam rumah tangga. Kalau kita diperlakukan tidak baik, diam, doakan! Apalagi kalau nikah menjadi tempat pemuasan hawa nafsu daging, ada masalah di luar isteri dan anak jadi sasaran.
Kalau sudah terjadi kekerasan, terjadilah perceraian. Perceraian terjadi karena kekerasan hati! Sehingga diwujudkan dengan kebenaran diri sendiri. Isteri bilang saya benar, suami bilang saya benar, karena sama-sama kebenaran diri sendiri akhirnya pisah.
Perceraian ada 2 hal:
1) Perceraian diam-diam, seperti Yusuf mau menceraikan Maria diam-diam.
Matius 1:18-19
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Ini bercerai diam-diam. Masih satu rumah, mungkin masih satu tempat tidur, tetapi hati sudah tidak satu lagi, hati sudah diisi dengan kepahitan-kepahitan.
2) Perceraian secara surat. Ini terjadi karena kekerasan hati!
Matius 19:5-6,8
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tadi Yusuf mau meninggalkan Maria dalam kondisi hamil. Berarti resikonya Maria akan dibunuh, dilempari batu karena dia belum bersuami. Jadi apapun alasan perceraian, itu mengandung kebencian atau pembunuhan. Ini jangan ada pada kita!
Sekarang kasih karunia dinyatakan kepada kita lewat Firman Tuhan, biar kesalahan-kesalahan kita diperbaiki, kita akui kepada Tuhan supaya diselesaikan, diperbaiki lewat Firman Tuhan.
e) Sudah kawin mengawinkan, seks bebas. Kawin mengawinkan sekarang ini makin hebat, makin menjadi-jadi.
Mengatasi masalah dalam nikah, caranya hanya 1. Tadi Yusuf sudah mau menceraikan isterinya, dia diperingatkan lewat mimpi bertemu malaikat. Apa artinya ini? Perkataan Malaikat kepada Yusuf itu nubuatan yang akan terjadi nanti, bicara Firman nubuatan, Firman yang dibuka rahasianya. Malaikat itu menunjuk gembala. Jadi untuk mengatasi masalah nikah adalah lewat Firman penggembalaan. Bawalah nikah dan buah nikah kita masuk dalam penggembalaan, biar digembleng, diperbaiki lewat Firman, dituntun lewat Firman penggembalaan, Firman pengajaran yang benar, ajaran yang sehat.
Bagaimana bisa tergembala, bagaimana bisa menerima Firman? Tadi Yusuf dikatakan hatinya tulus. Hanya orang yang tulus hati yang mau tergembala, mau menerima Firman. Sementara kecenderungan hati manusia adalah jahat. Lalu bagaimana memperoleh hati yang tulus? Lewat kelahiran baru yaitu baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus.
I Petrus 3:20-21
3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,
Baptisan air itu penting, bukan hanya sebagai sakramen dalam gereja. Baptisan menentukan kita memiliki hati nurani yang baik, hati yang tulus. Kalau hatinya sudah tulus, bisa tergembala, bisa masuk dalam kandang penggembalaan. Ayo masuk kelahiran baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Waktu Yesus selesai dibaptis, Dia keluar dari air dan Roh Kudus turun seperti burung merpati. Hendaklah kamu tulus seperti merpati. Lain kali hanya cerdik seperti ular tetapi tidak tulus seperti merpati.
Matius 10:16
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Domba harus tulus seperti merpati. Kita ini domba, menghadapi serigala, dosa-dosa di luar. Sebab itu harus tulus seperti merpati. Kalau suami tulus seperti merpati, isteri tulus seperti merpati, aman nikah itu. Yang bisa membuat kita tergembala karena hati tulus sehingga kita bisa menerima Firman sekeras apapun. Tidak berontak, tidak mengamuk, tidak marah. Lewat kasih karunia Tuhan maka Firman datang kepada kita supaya kita diperbaiki, tuluslah seperti merpati, terima Firman, bukan dilawan.
Isilah nikah kita dengan ketulusan hati, isi dengan Firman Tuhan, dengan pengajaran yang sehat. Malam ini kita komitmen, saya mau isi nikah saya dengan ketulusan hati, saya mau isi nikah saya dengan pengajaran yang sehat. Apa artinya kita dapat harta banyak, isi nikah dengan kekayaan, tetapi tidak ada ketulusan, tidak ada Firman pengajaran yang sehat di situ. Amsal mengatakan pada hari kemurkaan harta tidak berguna. Tidak bisa selamat, tertinggal. Terjadi pemisahan, ada yang terangkat, ada yang tertinggal. 2 orang di tempat tidur, 1 terangkat, 1 tertinggal. 2 orang di ladang, 1 diangkat, 1 tertinggal. 2 orang sama-sama mengilang, 1 diangkat, 1 tertinggal. jangan terjadi seperti itu!
Tahun ini tahun pemisahan dan tahun pengangkatan, pemisahan dari dosa. Terpisah dari hidup lama dan rohani terangkat, nikah juga terangkat.
Kalau hati tulus maka:
a) Kita bisa menerima sesama dalam rumah tangga dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Suami menerima isteri dengan kelebihan dan kekurangannya, isteri juga begitu. Orang tua terima kekurangan anak, anak terima kekurangan orang tua. Juga kekurangan mertua, terima kekurangan menantu. Yang seringkali kles itu menantu perempuan dengan mertua perempuan.
Matius 10:35-36
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Semua orang itu ada kelebihan dan ada kekurangannya. Dalam Tabernakel kita adalah papan jenang, papan jenang itu ada lubangnya, ada pasaknya juga, jadi saling mengisi. Kadang kita anak merasa paling benar, orang tua salah, jangan! Ingat Ham, apapun kekurangan orang tuamu, jangan diumbar ke mana-mana. Nuh papanya telanjang, Ham cerita ketelanjangan papanya di luar. Apa yang terjadi? Ham dikutuk! Anak-anak jangan cerita kekurangan orang tua, apalagi kalau sudah meninggal lalu masih dicerita lagi, terlalu! Termasuk anak rohani terhadap orang tua rohani, apalagi kalau orang tua rohani sudah meninggal masih dicerita kekurangannya. Itu hatinya tidak tulus, cuma cerdik seperti ular, tetapi tidak tulus seperti merpati.
Saudara kerabat mungkin ada kekurangan kelemahannya, terima. Seperti Yusuf, mau menerima Maria yang sedang mengandung.
b) Kalau hati tulus bisa menerima pribadi Yesus sebagai Juruselamat yang mendamaikan dosa-dosa kita, mendamaikan kita satu dengan yang lain.
Matius 1:21
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Yusuf menerima Maria berarti dia menerima pribadi Yesus sebagai Juruselamat yang mendamaikan dosa-dosa manusia. Hati yang tulus, ada Firman dalam nikah, akan mendorong kita untuk saling berdamai.
Saya tidak tahu masalah bapak ibu dalam nikah rumah tangga. Mungkin ada yang tidak damai, tidak satu, cerai, pisah, ayo selesaikan. Terima Yesus sebagai Imam Besar, sebagai Juruselamat yang sanggup menyelesaikan dosa-dosa kita.
Kalau sudah saling berdamai maka ada hasilnya:
Roma 4:7-8
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
Ada kebahagiaan dan kebahagiaan ini akan terus meningkat sampai nanti berbahagia orang yang diundang masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Nikah jasmani kita tidak berhenti di dunia, tetapi dibawa pada nikah yang rohani, kita menyambut Yesus, Dia kepala Mempelai Pria Sorga, kita Mempelai WanitaNya.
Nikah satu, nikah itu manis, nikah itu bahagia, mengarah pada pesta nikah Anak Domba Allah. Tidak ada lagi ketakutan, hanya kebahagiaan damai sejahtera.
Nikah kita bagaimana selama ini, ada yang salah, ada yang tidak berkenan kepada Tuhan, biarlah diperbaiki lewat Firman. Terima Firman dengan hati yang tulus, terima sesama kita dalam rumah tangga dengan kekurangan dan kelebihannya dengan hati yang tulus. Dan kita bisa menerima Yesus sebagai Juruselamat. Imam Besar ada di tengah-tengah kita memperdamaikan nikah kita, memperdamaikan kita dengan sesama.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar