20260214

Kebaktian Kaum Muda, Jumat 28 November 2025 Pdt. Handri Legontu

 

 

 

 

 

 

 

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 16:16-21

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

 

Ini mengenai roti manna. Manna itu adalah roti malaikat. Roti itu Firman, malaikat menunjuk gembala. Jadi manna adalah Firman penggembalaan.

Mazmur 78:23-25

78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,

78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;

78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

 

Setiap kita beribadah utamanya adalah mendengarkan Firman Tuhan, Firman penggembalaan. Ini yang harus kita kumpulkan sebanyak-banyaknya, karena di depan kita menghadapi kelaparan yang hebat, kelaparan akan Firman Tuhan.

 

Ayat yang kita baca tadi adalah kegunaan dari manna, kegunaan Firman penggembalaan:

1.      Untuk memelihara hidup sehari-hari. Sangat salah kalau menganggap pemeliharaan kita dari ijazah, dari gaji, dari warisan, bukan itu! Pemeliharaan hidup kita adalah dari Firman Tuhan. Ketika dicobai di padang gurun, Yesus sendiri berkata manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Tuhan.

 

Setiap hari selama 5 hari orang Israel memungut manna 1 gomer 1 hari. Angka 5 menunjuk 5 indera atau panca indera. Jadi kebutuhan kita sehari-hari adalah penyucian panca indera, mata, telinga, mulut, hidung, kulit. Banyak kebutuhan kita, tetapi kebutuhan yang paling utama adalah Firman penyucian menyucikan panca indera kita. Kalau panca indera sudah disucikan jangan takut, kebutuhan sehari-hari Tuhan sanggup sediakan bagi kita.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Kalau panca indera suci, seluruh hidup suci, maka tidak usah ragu, Tuhan sanggup memelihara dengan sempurna. Yang Tuhan pelihara bukan hanya tubuh tetapi dimulai dari roh dan jiwa baru tubuh. Berarti rohani dipelihara, jasmani juga dipelihara oleh Tuhan. Bagaimana sikap kita terhadap Firman penggembalaan ini yang akan menentukan kita terpelihara atau tidak.

 

Keluaran 16:14

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

 

Waktu Tuhan menurunkan manna, tidak Tuhan turunkan di meja makan tetapi di permukaan padang gurun, supaya bangsa Israel ada usaha untuk memungut manna. Jadi sikap kita terhadap Firman adalah ada kerinduan dan usaha untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman. Bisa diraba, kalau orang ini merindu akan Firman pasti berusaha datang untuk beribadah mendengar Firman. Sekalipun dia capek, rasa kantuk, kalau dia merindu Firman dia berusaha terjaga, tidak tidur, berusaha untuk fokus. Kalau tidak ada kerinduan, tidak ada usaha, maka hidup sehari-hari juga akan terlantar.

 

Yang memungut banyak tidak kelebihan, yang memungut sedikit tidak kekurangan. Jadi begitu ditakar, yang banyak 1 gomer, yang sedikit juga 1 gomer. Artinya:

a)      Ini adalah keadilan Tuhan, semua diberi kesempatan untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman, tinggal mau atau tidak.

b)      Firman pengajaran itu sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Karena sudah pandai, sekolahnya tinggi, mulai menambah dan mengurangi Firman. Contohnya waktu sekolah minggu percaya Firman Tuhan bahwa Tuhan menuntun bangsa Israel menyeberang laut Teberau, lalu Tuhan membelah laut dengan angin timur. Setelah sekolah tinggi mulai ragu, masa bisa! Mulai meragukan Firman, mulai mengurangi nilai Firman. Atau mulai ditambah dengan logika, pengetahuan dunia.

 

Apa akibatnya kalau tidak mau dengar-dengaran pada Firman:

Keluaran 16:19-20

16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

 

Akibatnya manna berulat dan berbau busuk. Artinya kalau kita tidak mau taat dengar-dengaran pada Firman, hidup kita berbau busuk, tidak berubah, tidak jadi kesaksian, malah menjadi sandungan. Apalagi kalau dia hamba Tuhan tidak dengar-dengaran pada Firman, hanya berbau busuk.

 

Mungkin orang tua belum bertobat, lihat anaknya pergi ibadah, ada kelihatan kegiatan memungut manna, sekarang ada kelihatan datang beribadah, tetapi tidak dengar-dengaran pada Firman. Bahkan mungkin tidak fokus dengar Firman, hanya main-main, akhirnya berbau busuk. Orang tua langsung bilang tidak usah pergi ibadah lagi, kamu pergi ibadah kelakuan tidak berubah!

 

Kita diberikan kesempatan mendengar dan dengar-dengaran pada Firman supaya kita berbau harum.

Efesus 5:1-2

5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

 

Yesus menjadi teladan taat pada Bapa di Sorga sampai mati di kayu salib, Dia berbau harum. Begitu juga kita. Taat pada Firman itu bagaikan daging dipotong-potong dan dibakar. Yang mencium baunya harum, rasanya biar tidak diundang mau datang. Begitu juga kalau kita berbau harum, teman-teman kita tidak usah diundang dia sendiri bertanya ‘ngana tidak ikut-ikutan teman-teman yang lain berbuat ini dan itu, kamu gereja di mana? Dilihat baik tutur katanya, perbuatannya, jadi bertanya kapan kamu ibadah boleh saya ikut. Coba kalau berbau busuk lalu kita undang datang ibadah. Biarlah semua berbau harum.

 

Manna itu tidak dihabiskan malah disimpan sampai pagi. Ini artinya menunda-nunda waktu untuk melakukan Firman. Kadang kita seperti itu, menunda waktu. Kalau saya mau lakukan sekarang ini rasanya masih berat, nantilah! Fajar menyingsing menunjuk kedatangan Yesus kedua kali. Jangan tunda waktu, jangan nanti Yesus sudah datang baru mau lakukan Firman, itu sudah terlambat! Firman menunjuk dosa kita, ayo akui, selesaikan pada orang tuamu, selesaikan pada saudaramu, gembalamu, malah menunda-nunda, nanti saja masih malu. Kalau kita tunda, Yesus datang, kita tertinggal.

 

Tempat yang berbau busuk untuk selamanya itulah neraka! Kalau sekarang menunda-nunda waktu untuk yang rohani, nanti Yesus datang, terlambat, tempat orang itu hanya di neraka, tempat yang penuh ulat, bangkai ada di sana!

Keluaran 16:21

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

 

Yesaya 66:24

66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

 

Markus 9:48

9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

 

Orang lihat, bukannya itu kaum muda di Langgadopi 4, bukannya dia pelayan Tuhan, koq begitu hidupnya! Betul-betul menjadi kengerian. Apalagi kalau masuk neraka, betul-betul kengerian untuk selama-lamanya. Ini jangan terjadi dalam hidup kita.

 

Ayo kaum muda, dengar Firman dan lakukan Firman. Ada kerinduan, ada usaha. Selalu diupayakan ada ibadah kaum muda. Kalau kaum muda merindu, ibadah kaum muda bisa ditingkatkan sebulan berapa kali. Itu semua tergantung kerinduan kaum muda. Semoga ada kerinduan, ada gairah terutama untuk mendengarkan Firman Tuhan.

 

2.      Keluaran 16:22-23

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

 

Kegunaan manna untuk hari sabat. Hari keenam kumpul setiap orang 6 gomer, 1 gomer untuk hari keenam dan 1 gomer untuk hari sabat, tidak boleh bekerja pada hari sabat. Sabat itu menunjuk hari perhentian penuh. Kalau sekarang sabat itu adalah perhentian atau damai sejahtera oleh Roh Kudus.

Yesaya 63:14

63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

 

Jadi sabat adalah perhentian di dalam Roh Kudus. Kalau kita bisa mendengar dan melakukan Firman maka kita merasakan perhentian, damai sejahtera, tidak galau, tidak putus asa, tidak kecewa dalam menghadapi apapun. Dunia yang kita tempati ini semakin goncang dan semakin hebat kegoncangannya. Tetapi manna atau Firman yang kita praktekan memberi damai sejahtera bagi kita sekalian. Firman itu memberikan damai sejahtera, tergantung dari kita mau praktek atau keras hati.

Ibrani 3:7-8,15; 4:7,10-11

3:7 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",

4:7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

4:10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

 

Sekarang ada kesempatan, hari ini adalah hari yang keenam. Sekarang kita berada pada hari keenam, sebentar lagi masuk hari perhentian, hari ketujuh. 1 tahun bagi Tuhan itu 1000 tahun. Zaman Allah Bapa itu 2000 tahun dari Adam sampai Abraham bapa orang percaya, berarti 2 hari. Zaman Anak Allah juga 2000 tahun, dari Ishak anak tunggal Abraham sampai kedatangan Yesus Anak Tunggal Allah, berarti 2 hari. Sekarang kita zaman Allah Roh Kudus, dari Yesus naik ke Sorga sampai Yesus datang kembali, juga 2000 tahun. Sekarang sudah bonus 25 tahun. Pada hari ini, hari keenam, kita mau masuk hari ketujuh, hari perhentian kerajaan 1000 tahun damai, ayo kaum muda jangan keraskan hati. Berusaha mendengar Firman dan praktek Firman supaya kita bisa mengalami damai sejahtera, perhentian dan kita bisa masuk kerajaan 1000 tahun damai.

 

Ada 3 macam sabat:

a)      Sabat kecil yaitu damai sejahtera dan perhentian oleh Roh Kudus. Kalau menghadapi masalah kita tenang, kita damai, kita tidak gelisah, itu sabat kecil, hasil dari kita mendengar dan melakukan Firman. Firman dan Roh Kudus itu yang memberikan ketenangan. Apalagi kalau seperti om gembala, menghadapi banyak orang dengan persoalannya masing-masing. Lain kali ada yang masalah dalam nikah datang, suaminya bilang isteri saya begini begitu, isterinya datang bilang suami saya begitu begini. Kadangkala orang tua dan anak-anak. Kalau gembala tidak melakukan Firman, tidak tenang, tidak damai menghadapi masalah itu, tidak akan mampu. Sebab itu praktekan Firman.

 

b)      Sabat besar, itulah kerajaan 1000 tahun damai, hari ketujuh. Kita mau dibawa ke sana, iblis dibelenggu 1.000 tahun. Masih di langit dan bumi ini tetapi sudah dibersihkan dari segala yang jahat. Lalu iblis dilepaskan kembali, dia kumpulkan pasukannya mau perang. Iblis ditangkap dilempar ke neraka. Langit bumi hancur, kiamat, kita dipindah ke langit dan bumi yang baru.

 

c)      Sabat kekal, kerajaan Sorga, Yerusalem Baru.

 

Mulai sekarang banyak mendengar Firman, praktekan Firman, lakukan Firman, taati Firman maka Tuhan berikan ketenangan dan damai sejahtera. Kalau melihat orang Kristen dipersekusi, dianiaya, rasanya sedih, geram, marah. Itulah yang kita hadapi sekarang ini. Mungkin sekarang masih tenang-tenang, tetapi Alkitab mengatakan orang Kristen akan menghadapi penganiayaan yang hebat. Kalau kita tidak punya kekuatan Firman, begitu menghadapi tekanan, himpitan, masalah dan pergumulan langsung meninggalkan Yesus, sudah tidak percaya Yesus lagi. Kecanggihan teknologi sekarang ini juga membuat goncang iman. Kalau tidak punya iman bisa ikut goncang, terseret dengan pergaulan dunia ini sehingga binasa.

 

Semakin suci, semakin tenang, damai sejahtera menghadapi apapun. Jadi Firman memelihara hidup kita sehari-hari, Firman memberi damai dan ketenangan. Kalau sudah terpelihara tenang, kalau sudah tenang bahagia. Siapapun di dunia ini pasti mencari pemeliharaan hidup dan ketenangan. Makanya tempat wisata menjadi laku keras. Kita tidak perlu bayar mahal, tinggal dengar Firman praktekan Firman, sudah tenang, healing time. Itu membawa damai sejahtera bagi kita.

 

Hari keenam memungut manna 2 gomer seorang. Artinya usaha kita untuk mendengar dan mempraktekan Firman harus dilipat gandakan. Kalau dulu hanya datang ibadah kaum muda, dilipat gandakan datang dalam ibadah raya, dilipat gandakan lagi datang dalam ibadah doa dan pendalaman Alkitab.

 

Dalam surat Ibrani tadi 3 kali disebutkan “pada hari ini” bicara 3 macam ibadah penggembalaan:

a)      Ibrani 3:7-8 menunjuk ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab.

b)      Ibrani 3:15 menunjuk ketekunan dalam ibadah raya.

c)      Ibrani 4:7 menunjuk ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

 

Bukan hanya yang jasmani, usaha yang rohani juga kita lipat gandakan usahanya.

 

3.      Keluaran 16:32-36

16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."

16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun." 

16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.

16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.

16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

 

Manna disimpan dalam buli-buli. Maksudnya supaya nanti kalau sudah masuk di Kanaan, anak-anaknya bisa tahu ternyata ada manna yang dimakan nenek moyang kita selama 40 tahun.

 

Artinya kegunaan Firman pengajaran itu membuat kita menjadi terang kesaksian bagi sesama, yaitu kita hidup dari Firman yang tersimpan di dalam hati kita. Kita hidup dari Firman yang sudah menjadi praktek, sudah menjadi pengalaman hidup kita.

 

Ayub orang yang luar biasa, setia dan saleh dalam ibadah. Tetapi selama ini dia tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, dengan Firman.

Ayub 42:5

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

 

Kadangkala kita seperti itu, kita tahu Firman cuma dari kesaksian orang. Hanya dari kata orang kita tahu tentang Yesus, tetapi tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Jangan tunggu nanti dihajar Tuhan, nanti ujian habis-habisan seperti Ayub. Biarlah sekarang Firman itu menjadi pengalaman hidup kita sehingga menjadi kesaksian bagi sesama, kita bisa menguatkan sesama.

 

Biarlah Firman menjadi pengalaman hidup. Kalau Tuhan sudah tolong 1 kali, 2 kali, ayo saksikan. Kalau tidak nanti pertolongan Tuhan berhenti sampai di situ. Pasti kita punya kesaksian kalau Firman itu kita praktekan. Kesaksian yang sederhana, mari kita saksikan.  

 

Keluaran 16:36

16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

 

Salah satu bukti bahwa kita hidup dari Firman adalah bisa mengembalikan persepuluhan yang adalah milik Tuhan. Misalnya saya ada kebutuhan 100.000 lalu dapat berkat 100.000, wah sudah pas ini. Tetapi ingat, perpuluhannya harus dikasih keluar, tinggal 90.000. kalau berkata nanti dulu perpuluhan kalau ada berkat menyusul, itu berarti belum hidup dari Firman. Tetapi kalau kembalikan perpuluhan lalu tetap bisa membayar kebutuhan kita, itu berarti hidup dari Firman Tuhan.

 

Manna itu disimpan turun temurun. Artinya Firman yang kita praktekan, yang menjadi pengalaman hidup, menentukan nasib masa depan kitta. Mau indah, mau berhasil? Firman dipraktekan taruh dalam hidup kita.

 

Kita manusia hidupnya hanya buli-buli bejana tanah liat. Kalau pandai, kaya, itu bagaikan vas bunga yang dicat, yang diukir, dilukis, tetapi mudah pecah, mudah retak, mudah hancur! Kalau hidup kita diisi dengan Firman, bisa praktek Firman menjadi pengalaman hidup kita, kita tampil sebagai buli-buli emas.

Ibrani 9:4

9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

 

Dalam keluaran 16 tadi tidak disebutkan dari emas, di dalam surat Ibrani disebut buli-buli emas. Jangan pertahankan buli-buli tanah liat, jangan pertahankan manusia daging sebab itu mudah retak.

 

Kekayaan tidak sanggup memberikan kekuatan menghadapi tekanan dan himpitan dari dunia ini. Berapa banyak orang kaya yang narkoba, berapa banyak orang kaya yang ditangkap pakai rompi orange, karena apa? Korupsi. Berapa banyak orang kaya dan orang pandai yang bunuh diri. Tidak ada kekuatan di dunia ini yang memampukan kita meredam himpitan dunia, menahan himpitan daging, hanyalah Firman Tuhan. Lewat Firman Tuhan kita dibaharui, bukan lagi manusia daging tetapi dibaharui menjadi manusia rohani yang kuat dan teguh hati. Kaum muda kuat dan teguh hati menghadapi dosa-dosa! Sekalipun digoda, ada kekuatan untuk tidak mau berbuat dosa. Sehingga waktu Yesus datang kita bisa menyambut kedatanganNya.

 

Jadilah kaum muda buli-buli emas semuanya, kuat teguh hati. Biar digoda, dipaksa, diancam, ada keuntungan, kita tidak mau. Ditawari gaji tinggi untuk meninggalkan ibadah pelayanan, kita tidak mau. Tetap pertahankan saya mau tergembala, saya mau diisi dengan Firman. Apa artinya saya dapat juta-juta tetapi saya kosong dari Firman, sekali dihempaskan langsung hancur!

II Korintus 4:7-10

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

 

Firman memberi kekuatan, kita tampil sebagai buli-buli emas berisi manna. Itu seperti perempuan yang hamil yang dipertontonkan di angkasa, itulah Mempelai Wanita Tuhan.

Wahyu 12:1

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

 

Menghadapi natal ini kita ingat satu sosok kaum muda yang tampil sebagai buli-buli emas, dia belum menikah tetapi mengandung bayi Yesus. Itulah Maria, seorang yang mendapat kasih karunia. Jadi kalau kita bisa diisi dengan Firman, kita mendapat kasih karunia.

Lukas 1:30

1:30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

 

Betapa banyak kaum muda di luar sana yang tidak tahu ibadah, tidak tahu dengar Firman. Kalau kaum muda sore ini bisa datang beribadah, kalian memperoleh kasih karunia untuk bisa menerima Firman, ditaruh dalam buli-buli hidup kita, supaya diubahkan Tuhan menjadi buli-buli emas. Kehidupan yang kuat teguh hati menghadapi segala godaan dosa, paksaan, ancaman, tekanan apapun, kita kuat. Sehingga ketika Yesus datang kita siap menyambutNya. Kalau kita kuat teguh hati, Tuhan sanggup menolong kita menghadapi segala persoalan.

 

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

JADWAL IBADAH

Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan

Perjamuan Suci → Pk. 17.00

Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30

Minggu :         Ibadah Raya → Pk. 10.00

            Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar