20251227

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 27 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:1-3

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Ada 2 hubungan yang erat dengan Yesus sebagai pokok anggur yang benar:

1.      Yang pertama hubungan kesetiaan (ayat 4 sampai 7). Biarlah kita mau setia dalam ibadah pelayanan, setia dalam tahbisan yang benar dan juga setia pada Firman pengajaran yang benar.

2.      Yang kedua hubungan kesucian (ayat 1 sampai 3).

 

Kalau kita setia seperti ranting melekat pada pokok pasti kita dibersihkan, disucikan secara terus menerus oleh Firman yang dikatakan Yesus = Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab dan tajam menyucikan. Penyucian itu sampai kita mendapatkan hasil yang maksimal yaitu kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Sekarang belum terwujud, sebab itu jangan keluar dari penyucian. Terus bertahan dalam penyucian sekalipun terasa sakit bagi daging sampai kita sempurna.

 

Yang terutama harus disucikan:

Yohanes 15:3; 13:10-11

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Yang belum bersih di situ adalah Yudas. Jadi yang terutama harus disucikan adalah dosa atau roh Yudas Iskariot = roh antikristus. Antikristus itu berasal dari dalam, dari ranting-ranting yang melekat di situ muncul antikristus.

I Yohanes 2:18-19

2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

 

Berasal dari kita, kalau dikaitkan Yohanes pasal 15 berarti dari antara ranting-ranting. Roh antikristus bisa kena pada siapa saja kalau tidak sungguh-sungguh.

 

Ada 5 rohnya Yudas:

1.      Pencuri. Suka mencuri milik sesama dan juga miliknya Tuhan = hati yang terikat akan uang. Penyucian dari roh pencuri ini = penyucian hati dan tangan atau perbuatan.

Yohanes 12:4-6

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

 

2.      Pendusta

Matius 26:23,25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Sudah jelas-jelas dia pelakunya masih berkata bukan saya, ini roh dusta. Firman datang selalu mengelak, itu roh dusta. Selalu mengatakan tidak berdosa, tidak salah. Kalau kita mengatakan tidak berdusta, kita menipu diri sendiri, seorang pendusta.

I Yohanes 1:8

1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

 

Disucikan dari dusta berarti ini penyucian mulut.

 

3.      Penuduh atau pendakwa. Sudah salah tidak mau mengaku malah salahkan orang lain. Ini juga harus disucikan, penyucian mulut.

 

4.      Roh pura-pura, munafik. Waktu Maria mengurapi kaki Yesus, Yudas berkata buat apa pemborosan ini, lebih baik minyak ini dijual dan uangnya untuk orang-orang miskin. Pura-pura baik padahal pencuri. Di taman Getsemani Yudas memimpin serombongan prajurit, Yudas mencium Yesus padahal untuk menyerahkan Yesus. Ini penyucian dari roh pura-pura = penyucian tabiat!

 

5.      Roh pengkhianat. Ini juga bicara tabiat, harus disucikan.

 

Jadi penyucian dari roh Yudas = penyucian seluruh hidup, hati disucikan, tangan disucikan, mulut disucikan, tabiat disucikan.

 

Roh Yudas bisa masuk kalau kita tidak sungguh-sungguh. Sudah ranting yang melekat pada pokok tetapi tidak sungguh-sungguh. Kalau istilah dalam kitab Yeremia adalah lalai dalam penggembalaan. Begitu kita lalai dalam penggembalan, lalai dalam hal rohani roh antikristus masuk.

Yeremia 48:10

48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

 

Tugas saya sebagai hamba Tuhan, gembala, tugasnya memberitakan Firman. Kalau tidak mau lagi memberitakan Firman, menolak melayani, bisa masuk roh Yudas.

 

Ada 2 macam kelalaian dalam penggembalaan.

1.      Lalai dalam melakukan pekerjaan Tuhan, lalai di dalam pelayanan. Kalau dalam perumpamaan tentang talenta, lalai dalam pekerjaan Tuhan = jahat dan malas. Malas = tidak setia. Sudah tidak setia dalam pelayanan, mulutnya jahat. Salahkan Tuhan, salahkan hamba yang lain.

Matius 25:24-26,30

25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

 

Kalau sudah jahat dan malas tidak berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus, malah merusak! Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Suami sudah lalai dalam pelayanan, tidak mau membantu isteri, tidak mau menolong, tetapi mulutnya jahat. Isteri pekerjaannya dikritik terus. Atau isteri sudah tidak lagi serius melayani dalam nikah tetapi mulutnya jahat, suaminya disalahkan terus. Begitu juga anak.

 

Dari mulut ini jahat, tidak melayani dalam nikah. Kewajiban dalam nikah tidak dilakukan tetapi mulutnya minta ampun. Kewajiban suami mengasihi isteri seperti diri sendiri, menjadi kepala yang bertanggung jawab bagi tubuh, itu tidak dilakukan! Tidak menjadi saluran yang jasmani dan rohani bagi isteri dan anak-anak. Begitu juga isteri, kewajibannya tunduk pada suami, mendoakan, menutupi kelemahan suami dan anak-anak lewat doa penyahutan, tidak dilakukan, tetapi mulutnya! Begitu juga anak dikoreksi.

 

Jangan dulu dalam gereja, dalam nikah dulu! Seringkali apa yang menjadi penyebab tidak melakukan kewajiban utama? Karena terlena dengan dunia. Ada satu itu yang seringkali menjadi pemicu dalam rumah tangga, yang menjadi penyebab tidak bisa melayani dalam rumah tangga, satu benda kecil, handphone! Suami terlalu sibuk dengan handphone, isteri terlalu sibuk dengan handphone, anak terlalu sibuk dengan handphone, kewajiban utama dalam nikah tidak dilakukan. Begitu diingatkan mulutnya jahat! Ini yang harus disucikan.

 

Kalau sudah lalai dalam pelayanan roh Yudas masuk. Nanti jadi pengkhianat dalam nikah! Lihat suami sudah tidak menarik wajahnya, lihat di handphone ada yang menarik. Bahaya roh pengkhianatan!

 

Akibatnya merusak Tubuh Kristus, tidak ada lagi hubungan dengan Tuhan, putus hubungan dengan Tuhan. Tuhan katakan hamba yang jahat dan malas, bukan lagi hambaKu! Putus hubungan dengan Tuhan dan dilempar dia di dalam kegelapan paling gelap. Mulai di dunia ini hidupnya gelap, dikuasai oleh kegelapan dosa. Seperti Yudas, ketika dia menerima perjamuan suci, dia dirasuk iblis, dia keluar meninggalkan Yesus, meninggalkan murid-murid, hari sudah malam. Hidup itu ditelan oleh kegelapan dosa. Akhirnya penuh ratap tangis dan kertakan gigi, dalam suasana kutukan. Sampai nanti menangis waktu masuk antikristus, bahkan menangis selamanya di neraka. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kita.

 

Periksa sepanjang tahun ini, saya suami bagaimana pelayananku dalam rumah tangga, bisa dikerjakan dengan baik atau banyak lalainya. Saya isteri, saya anak, bagaimana pelayanan kita dalam rumah tangga. Begitu mulai lalai, roh Yudas masuk dan roh antikristus masuk. Nanti hancur dan tidak bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Yang Tuhan cari dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus adalah orang yang setia dan benar.

Wahyu 19:11

19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Kuda putih adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus. Yang dipakai adalah yang setia dan benar. Kembali setia dan benar. Lakukan pelayanan kita dalam rumah tangga, baru di gereja kerjakan pelayanan kita, jangan lalai.

 

2.      Lalai dalam penyucian, menghambat pedang dari penumpahan darah. Bicara pedang menunjuk Firman pengajaran.

Ibrani 4:11-12

4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Firman pengajaran menyucikan, menyentuh daging kita, daging dipotong. Memang sakit! Jangan dihambat, jangan tolak penyucian, jangan keras hati, jangan pertahankan dosa! Setia melayani, semangat melayani, semua dia kerjakan tetapi dosanya tidak mau disucikan, dia pertahankan terus. Apalagi kami sebagai hamba Tuhan, khotbah tentang penyucian tetapi diri sendiri tidak mau disucikan, sembunyi dosa, penipu ulung! Dia tipu dirinya, dia tipu jemaat, kasihan semua.

 

Jangan tahan pedang. Biarlah Firman itu menyentuh daging kita, merobek daging kita, menyucikan daging kita. Memang sakit tetapi membawa kita pada kemuliaan kekal.

 

Penyucian untuk ranting itu bisa berbuah ada batas waktunya, tidak selamanya.

Lukas 13:6-9

13:6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

Di sini beri waktu 3 tahun, tetapi diberi lagi perpanjangan waktu 1 tahun. Apa itu 3 tahun?  

a)      Tahun pertama menunjuk zaman Allah Bapa. Di zaman Allah Bapa pohon ara tidak berbuah, hanya berdaun. Adam dan Hawa mengambil daun pohon Ara untuk menutupi ketelanjangan mereka.

b)      Tahun kedua menunjuk zaman Anak Allah, ternyata pohon ara juga belum berbuah. Yesus mencari buah dari pohon anggur di tepi jalan, hanya berdaun tetapi tidak berbuah. Daun bicara aktivitas pelayanan. Banyak aktivitas pelayanan tetapi tidak berbuah, tidak mau menerima penyucian.

c)      Sekarang tahun ketiga, zaman Allah Roh Kudus. Pohon ara masih tidak berbuah juga.

Tetapi masih diberikan perpanjangan sabar, Tuhan masih menunggu, masih diberikan waktu. Kalau belajar peta zaman, kita sudah berada pada masa perpanjangan waktu. Zaman Allah Bapa 2000 tahun, itu sudah lewat. Zaman Anak Allah 2000 tahun, sudah lewat. Zaman Allah Roh Kudus juga 2000 tahun, juga sudah lewat! Sekarang sudah 2025 mau masuk 2026, bonus 25 tahun diberikan pada kita. Pertanyaannya sudah buah atau belum.

 

Jadi penyucian itu ada batas waktunya, kalau kita lalai dalam penyucian, suatu saat ditebang. Ini bikin kotor di kebun anggur, lebih baik ditebang! Seperti Yudas, Tuhan yang pecat, bukan manusia!

 

Kami para pelayanan, imam-imam, ada buah atau tidak? Setiap ranting yang tidak berbuah dipotongnya! Begitu juga dalam Lukas pasal 13, kalau pohon ara yang tidak berbuah ditebangnya. Tetapi ada keuntungan bagi orang yang tergembala, kalau belum berbuah masih ada doa penyahutan dari gembala, siapa tahu berbuah. Didoakan terus oleh gembala,  dinaikan doa penyahutan, siapa tahu berbuah. Kalau tidak tebanglah dia. Yang menebang bukan gembala, yang menebang adalah Tuhan. Jangan ditebang, jangan dipotong dari pokok anggur, terbuang dari Tubuh Kristus. Kalau sudah ditebang, dipotong, dikumpulkan untuk dibakar, hanya masuk pembakaran.

 

Kita sudah berada di penghujung tahun 2025. Sepanjang tahun 2025 adakah buah yang kita hasilkan?

a)      Buah pertobatan

Matius 3:8

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Buah pertobatan ini buah permulaan yang dicari oleh Tuhan Yesus pada buah ara di tepi jalan. Sepanjang tahun melayani, bertobat atau tidak. Saya juga dikoreksi Tuhan, buah pertobatan ini sudah harus ada! Tahun depan ditebang kalau tidak berbuah. Tahun ini tahun pemisahan, kalau tidak berbuah ditebang, terpisah dari Tubuh Kristus.

 

b)      Buah terang

Efesus 5:9

5:9  karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

 

Ini buah pertengahan. Buah kebaikan, membalas kejahatan dengan kebaikan, hanya berbuat baik bagi sesama. Buah keadilan, adil = jujur, memihak pengajaran, pegang pengajaran yang benar. Buah kebenaran, hidup benar dalam segala hal. Nikahnya benar, studynya benar, pekerjaannya benar, mulai dari yang kecil-kecil benar.

 

c)      Buah-buah roh, buah mempelai, ini buah terakhir yang harus kita hasilkan.

Galatia 5:22-23

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

9 buah roh = tabiat Allah Tritunggal..

Kasih, sukacita, damai sejahtera = Tabiat Allah Bapa.

Kesabaran, kemurahan, kebaikan = Tabiat Anak Allah.

Kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri = Tabiat Allah Roh Kudus.

 

Penyucian ada batas waktu dan kita tidak tahu kapan waktu untuk kita habis. Kalau dalam cerita ini seakan-akan sudah tahu, tahun depan batas waktunya. Kita tidak tahu tahu depan itu hari apa, tanggal berapa, bulan berapa. Kalau waktunya sudah habis, berbuah atau tidak? Pengertian waktu habis ada 2:

a)      Waktu untuk hidup di dunia ini sudah habis, sudah dipangggil Tuhan. Waktu dipanggil Tuhan, ada buah atau tidak.

b)      Yesus sudah datang kembali, waktu untuk berbuah di dunia ini sudah habis.

 

Yang dicari pemilik kebun adalah buah. Buah pertobatan, buah terang atau buah kesucian dan buah-buah roh harus ada pada kita. Karena kita tidak tahu kapan batas waktu penyucian itu berakhir, jangan kita lalai, berjaga-jaga selalu.

Lukas 12:35-37 (Kewaspadaan)

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

12:40  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

 

Markus 13:33

13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.

 

Jangan berpikir saya ini sudah berbuah, buktinya semua enak, semua baik, semua nyaman. Hati-hati! Kedatangan Tuhan itu justru ketika kita merasa semua aman, semua terkendali. Study lancar, pekerjaan baik, masa depan aman, kita rasa semua aman, padahal tidak ada buah. Kebanyakan orang Kristen berpikir buah itu hanya yang jasmani saja. Gereja besar, jemaat banyak, duitnya banyak, depositonya banyak. Begitu Tuhan bilang kamu akan kaget, kamu merasa aman, tiba-tiba Tuhan datang. Yang belum berbuah tertinggal!

I Tesalonika 5:2-3

5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 

5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput.

 

Hati-hati, jangan lengah, berjaga-jaga terus, masuk dalam penyucian. Makanya kejarlah kekudusan! Kaum muda yang bisa menyucikan kita hanya Firman, Firman pengajaran, Firman yang dikatakan oleh Yesus. Saat-saat pemberitaan Firman seriuslah, diamankan handphonenya. Nanti begitu main handphone, Tuhan datang, tertinggal! Saat-saat pemberitaan Firman sungguh-sungguh, supaya ada buah yang kita hasilkan.

 

Kalau gembala melihat jemaat tidak sungguh-sungguh, gembala berkeluh kesah, apalagi Tuhan yang empunya Firman. Oh ini tidak sungguh-sungguh, padahal sudah dicangkul, dipupuk, gembala sudah bergumul, doa puasa, doa semalaman, tidak tidur sampai tengah malam, bahkan sampai pagi persiapan, digali semua. Demi siapa? Demi jemaat. Malaikat-malaikat di sorga ingin tahu rahasia Firman tetapi tidak dibuka bagi mereka, malah dibukakan bagi kita. Itulah yang diselidiki oleh hamba-hamba Tuhan, tetapi malah tidak ditanggapi. Tuhan bilang, tebang!

I Petrus 1:10-12

1:10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

1:11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

1:12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

 

Malaikat-malaikat ingin tahu tetapi mereka tidak diberitahu, malah diberi tahu kepada jemaat Langgadopi 4 Tentena. Berarti kedudukan kita lebih tinggi dari malaikat. Ada gembala yang menyelidiki Firman, bergumul, bagaikan dia mencangkul di sekeliling pohon. Dia kasih pupuk. Kalau hamba Tuhan sudah berupaya bergumul tetapi tidak berbuah, urusannya Tuhan yang menebang.

 

Ayo hasilkanlah buah, Tuhan menanti buah dari kita. Buah itu menyenangkan Tuhan, memuaskan Tuhan. Kalau Tuhan sudah menikmati buah dari kita, ada hasil:

a)      Yohanes 15:1

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

 

Bapa pengusahanya, artinya Tuhan memelihara kita dengan berkat-berkat yang tidak pernah habis, dengan kemurahan yang tidak pernah habis. Kalau pengusaha di dunia bisa bangkrut, kalau Allah Bapa tidak pernah bangkut. Sejauh mana kita disucikan, sejauh itu kita diberkati dengan berkat Tuhan yang tidak pernah habis, dari kemurahan Tuhan yang tidak pernah habis.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Kaum muda ingat baik-baik, batas waktu penyucian itu ada! Doa saya selalu jangan ada yang tertinggal dan binasa, jangan ada yang diterbuang. Biar semua berbuah.

 

b)      Yohanes 15:8

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Kalau kita berbuah kita disebut murid-muridNya Yesus, artinya:

1)      Murid itu selalu mendapat pengajaran. Jadi selalu ada pembukaan Firman. Semakin kita disucikan semakin melimpah pembukaan rahasia Firman. Gembala semakin dikuduskan semakin Tuhan percayakan rahasia Firman. Jemaat semakin disucikan semakin mengerti Firman, semakin paham rencana Tuhan. Kita menjadi pewaris ajaran yang sehat, Firman pengajaran yang benar.

II Timotius 2:2

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

 

Kita sudah menerima warisan pengajaran dari pendahulu, biar kita dapat dipercaya sebagai pewaris Firman pengajaran yang benar sampai kita mencapai garis akhir, berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

2)      Dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Sampai kita berhasil menjadi Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita Tuhan.

 

Waktu sudah mau habis, kita tidak tahu kapan batas waktunya. Biarlah kita berjaga-jaga dalam penyucian, bawa hidup kita untuk disucikan oleh Firman pengajaran yang benar. Dan ada buah yang kita hasilkan, sehingga waktu Yesus datang kita sudah siap sedia.

 

Tuhan Memberkati

20251226

Kebaktian Natal Kaum Muda, Jumat 26 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah

 

Lukas 1:30

1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

 

Kasih karunia Tuhan sanggup melenyapkan ketakutan seperti yang dialami oleh Maria. Maria ini kaum muda, kaum muda juga banyak diliputi ketakutan. Ketakutan yang seringkali ada di pikiran kaum muda adalah ketakutan soal masa depan, termasuk soal jodoh.

Lukas 1:34

1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"

 

Dulu Maria menerima kasih karunia Tuhan lewat mengandung bayi Yesus. Bagi kita sekarang menerima kasih karunia lewat menerima pribadi Tuhan Yesus. Yesus inilah yang sanggup melenyapkan ketakutan.

 

Ada 2 status Yesus:

Lukas 1:31-32

1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

 

1.      Anak Allah Raja yang Mahatinggi. Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Pekerjaan atau kegiatannya adalah menjadi korban pendamaian. Dia Anak Allah tetapi menjadi manusia seperti kita tetapi Dia tidak berdosa, untuk menjadi korban pendamaian. Yesus mati di kayu salib mendamaikan kita, menyelamatkan kita dari dosa-dosa. Kaum muda buktikan kita menerima Yesus, bukan cuma di mulut kita menerima Yesus tetapi betul-betul dalam praktek hidup sehari-hari kita menerima Yesus lewat menyelesaikan dosa-dosa. Dosa apa saja! Dosa perkataan, perbuatan, yang dipikirkan yang timbul dalam hati, itu diselesaikan semua. Berdamai, maka ketakutan akan lenyap. Kalau dosa sudah diselesaikan kita bisa dibenarkan, hidup benar. Kalau hidup benar maka ada ketenangan damai sejahtera tidak ada lagi ketakutan. Menghadapi masa depan tenang. Yang sudah berumah tangga menghadapi persoalan dalam rumah tangga bisa tenang karena dosa sudah diselesaikan.

 

2.      Raja segala raja. Raja identik dengan takhta, kemuliaan dan kemenangan. Jadi menerima Yesus sebagai Raja segala raja lewat mengabdi kepada Yesus Raja segala raja, melayani bersuasana takhta Sorga.

 

Siang ini kita akan belajar silsilah Yesus sebagai Raja. Raja itu dicatat jelas silsilahnya. Dari 4 Injil yang menceritakan kelahiran Yesus hanya 3 Injil yaitu Matius, Lukas dan Yohanes. Yohanes menampilkan Yesus Firman yang lahir mejadi manusia. Matius menampilkan Yesus sebagai Raja segala raja, makanya silsilahnya dicatat dengan begitu terperinci. Lambang dari Injil Matius adalah singa, warnanya warna ungu. Markus menampilkan Yesus sebagai hamba, jadi tidak perlu ditulis silsilahnya, hamba tidak dibutuh silsilahnya, hanya tenaganya yang dibutuhkan. Dilambangkan dengan lembu dan warnanya biru. Lukas menampilkan Yesus sebagai manusia yang sengsara, lambangnya manusia warna merah. Yohanes menampilkan Yesus sebagai Anak Allah, lambangnya rajawali, warnanya putih.

 

Kita lihat silsilah Yesus dalam Injil Matius.

Matius 1:1

1:1  Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

 

Secara urutan harusnya Abraham dulu baru Daud, tetapi Daud lebih dulu disebutkan karena menampilkan Yesus sebagai Raja. Daud adalah seorang raja. Daud itu identik dengan kemenangan.

 

Silsilah ini dibagi 2:

1.      40 orang laki-laki, semuanya Israel asli, keturunan raja-raja. Dari Abraham sampai kepada Yesus adalah 40 orang laki-laki. Ini adalah jalur pilihan Tuhan. Kalau dari jalur pilihan Tuhan, kita bangsa kafir tidak masuk didalamnya, berarti seharusnya kita tidak bisa menerima Yesus. Bangsa kafir tidak mendapat kasih karunia kalau melihat jalur ini.

 

2.      5 orang perempuan disebutkan, 3 di antaranya adalah bangsa kafir.

a)      Tamar

Matius 1:3

1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

Tamar seorang perempuan Kanaan.

 

b)      Rahab

Matius 1:5

1:5  Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

Rahab adalah orang Yerikho. Dia bukan perempuan baik-baik, dia adalah perempuan sundal.

 

c)      Rut orang Moab. Moab adalah hasil hubungan antara bapak dan anak. Ini juga bangsa kafir.

 

d)      Batsyeba

Matius 1:6

1:6  Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

 

e)      Maria

 

Kalau dilihat kelima wanita ini dalam keadaan tidak baik:

a)      Tamar

Kejadian 38:16

38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?"

Tamar jatuh dengan mertuanya sendiri yaitu Yehuda, lalu melahirkan Peres dan Zerah.

 

b)      Rahab, perempuan sundal.

c)      Rut, peremuan Moab. Moab hasil hubungan bapak dengan anak, jadi di mata orang Israel, orang Moab itu orang yang tidak baik.

d)      Batsyeba, isteri Uria. Statusnya isteri tetapi jatuh dengan Daud yang sudah beristeri.

e)      Maria memang perempuan baik tetapi hampir diceraikan oleh Yusuf.

Matius 1:18-19

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

 

Jadi 5 perempuan yang masuk dalam silsilah Yesus ada dalam kejatuhan dan kehancuran, tetapi dipakai untuk bisa menyambut kedatangan Yesus pertama kali. Dan 3 di antaranya adalah bangsa kafir. Dari 3 perempuan ini kita bangsa kafir beroleh jalur kemurahan untuk menerima Yesus Sang Raja. Kita bisa mendapat bagian di dalam janji Tuhan.

 

5 perempuan ini ditandai dengan kejatuhan dan kehancuran. Saya tidak tahu bagaimana keadaan kaum muda, saya tidak memata-matai kalian, tidak punya drone untuk mengikuti bagaimana keadaan kaum muda remaja. Orang tua juga tidak bisa melihat kaum muda. Mungkin di tengah-tengah kita ada yang ditandai dengan kejatuhan dan kehancuran. Masa pacaran, masa tunangan sudah ditandai dengan kejatuhan dan sudah hancur-hancuran karena dosa, dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan. Tetapi Tuhan mau menolong tinggal kita mau menerima atau tidak.

 

Termasuk kami orang tua mungkin ada yang rohaninya dalam keadaan kehancuran, nikahnya dalam keadaan kehancuran, tetapi lewat berita natal siang ini, kasih karunia Tuhan mau memulihkan. Kehancuran apapun, kejatuhan apapun, kuasa Sang Raja sanggup memulihkan.

 

Raja itu berkuasa, sekarang kita diberi kasih karunia untuk menerima Yesus sebagai Raja supaya kita bisa menerima kuasanya. Siang ini kita mau menerima kuasa Yesus sebagai Raja yaitu kuasa untuk mengangkat dan untuk memulihkan. Yang sudah jatuh diangkat, yang sudah hancur dipulihkan.

 

Seharusnya ini ada di dalam hati gembala. Kalau ada kaum muda yang jatuh, diangkat. Dalam suasana sudah jatuh, kalau dibiarkan dia hancur. Harus segera diangkat, bukan menunggu setahun, 2 tahun, 3 tahun. Kalau Tuhan datang bagaimana? Sementara dia dipercayakan Tuhan untuk dilayani hamba Tuhan itu. Diangkat, tetapi ada proses pengangkatan. Dipanggil, dinasihati, didoakan, mereka menyelesaikan dosanya. Kalau sudah mengaku, menyelesaikan dosanya, tinggal diangkat, itu tugas kami hamba Tuhan. Yesus saja mengangkat perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Perempuan Samaria diangkat, tidak tunggu waktu lama. Datang perempuan Samaria di tepi sumur dengan Yesus ada di situ, saat itu juga langsung Yesus angkat. Tidak tunggu kamu tergembala dulu 10 tahun baru saya angkat, kamu 50 tahun dulu di sini, mau dilihat dulu kesungguhanmu, kesetiaanmu, ketetkunanmu baru mau diangkat. Katanya mau meneladani Yesus, pelayanan Yesus juga harus diteladani.

 

Jaga kaum muda jangan ada kejatuhan. Kalaupun sudah pernah terjadi kejatuhan, minta ampun. Biarlah kuasa Sang Raja memulihkan dari kehancuran.

 

Kadangkala kalau melihat diri, saya sudah tidak layak, sudah jatuh berulang kali, sudah hancur berkeping-keping, sudah tidak layak saya, sudah tidak pantas saya untuk beribadah dan melayani Tuhan. Kalau begitu pasrah berbuat dosa saja. Jangan! Tempayan yang hancur, sudah tidak bisa dipakai mencedok air dan mengambil api, masih bisa juga dipulihkan.

Yesaya 30:14

30:14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."

 

Mungkin keadaan kita sudah seperti ini, sudah tidak bisa dipakai lagi, kaum muda yang sudah tidak berguna! Di hadapan Tuhan sudah hancur-hancuran, di hadapan manusia kita sudah dipandang orang pendosa, hidup yang hancur-hancuran, tetapi masih diberikan kesempatan.

 

Yesaya 30:15

15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

 

Lewat diam dan tenang masih diberikan kesempatan. Diam itu artinya koreksi diri lewat Firman, kalau ada dosa diselesaikan. Tenang itu berdoa dan menyembah Tuhan, pasti Tuhan pulihkan. Pada kesempatan ibadah natal ini kita berseru kepada Tuhan saya kaum muda, ibu, bapak, kakek, nenek yang sudah hancur. Tuhan bisa pulihkan semua, tinggal mau atau tidak. Jangan ada kalimat terakhir ‘tetapi kamu enggan’.

 

Sekarang kita lihat wujud kuasa pengangkatan dan pemulihan Tuhan:

1.      Matius 1:20

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

 

Wujud pertama adalah mimpi. Yusuf mau menceraikan Maria. Untuk mencegah Yusuf menceraikan Maria, Tuhan datang lewat mimpi. Apa mimpi yang dimaksud?

Ayub 33:14-15

33:14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.

33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,

 

Mimpi menunjuk pembukaan rahasia Firman. Yusuf tidak tahu kalau Maria mengandung dari Roh Kudus. Lewat mimpi, lewat pembukaan rahasia Firman diungkapkan ‘Yusuf, Maria yang mau kau ceraikan itu sudah mengandung Yesus, jangan yah diceraikan karena dia mengandung dari Roh Kudus’.

 

Yusuf dalam keadaan tidur waktu dia bermimpi, orang tidur pikirannya sudah tidak jalan lagi. Jadi untuk bisa menerima pembukaan rahasia Firman, supaya bisa mengerti Firman, jangan pakai logika, jangan pakai pikiran manusia. Kita tidak bisa menyelami Allah. Jangan pakai logika, jangan pakai kepandaian kita. Justru seringkali logika dan kepandaian kita membuat kita menolak Firman. Masakan firman begitu, tidak mungkin, tidak bisa. Jangan pakai logika tetapi pakai iman, berserah sepenuh kepada Tuhan. Tidur itu berserah sepenuh, penyerahan sepenuh sehingga kita bisa menerima Firman, Firman masuk ke dalam kita. Kuasa Firman itulah kuasa pengangkatan, kuasa pemulihan.

 

Kaum muda yang baru lulus, yang sudah dapat pekerjaan, kadang kita boleh kritis, apalagi menghadapi masalah di dunia ini. Tetapi terhadap Firman Tuhan tidak boleh kritik, Firman didengar untuk diterima, dipraktek. Di sinilah penyerahan diri, kalau pakai pikiran kita tidak cocok, tidak masuk akal. Memang kalau Firman itu kita ikuti, kita baca, kita cerna dengan otak kita yang terbatas ini pasti sulit menerima. Salah satu contoh, dalam Injil Matius orang buta yang disembuhkan Yesus ada 2, tetapi dalam Injil Markus hanya 1 itulah Bartimeus. Kalau pakai logika kita bisa berpikir Alkitab ini tidak betul. Jadi tidak bisa kita ikuti dengan pikiran kita yang terbatas ini. Firman hanya bisa diterima dengan iman, dengan berserah sepenuh kepada Tuhan.

 

Di mana kita bisa menerima kuasa Firman itu? Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Kaum muda masakan kalau membaca di internet, menonton bisa berjam-jam. Tetapi kalau dengar Firman dalam ibadah pendalaman Alkitab sudah tidak betah. Soal ibadah itu Tuhan cemburu, kalau untuk yang jasmani bisa berjam-jam untuk meluangkan waktu, tetapi kalau mendengar Firman tidak bisa meluangkan waktu.

 

2.      Matius 1:20

1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

 

Yesus dikandung dari Roh Kudus, jadi wujud yang kedua adalah urapan Roh Kudus. Di mana kita mendapatkan kesempatan yang luas untuk menerima urapan Roh Kudus? Lewat ketekunan dalam ibadah raya. Termasuk ibadah natal seperti ini.

 

3.      Matius 1:21

1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

 

Yesus datang untuk menyelamatkan umatNya yang berdosa, ini adalah wujud kasih Allah. Kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Di situ kita menerima kasih Allah.

 

Kalau disimpulkan kuasa Yesus Raja segala raja yaitu kuasa pengangkatan dan pemulihan adalah Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Semuanya kita dapatkan lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

 

Saya lihat kalau ibadah minggu, tempat kaum muda duduk itu penuh. Tetapi kalau sudah ibadah yang lain, apalagi ibadah pendalaman Alkitab, mulai kosong. Kaum muda ada di mana? Sementara keadaan dunia semakin hancur, dosa semakin luar biasa, dan terlalu banyak kaum muda yang rebah.

Amos 8:11-13

8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

 

Yang banyak berebahan justru kaum muda, karena iblis tahu yang mau dipakai oleh Yesus dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus adalah keledai muda, kaum muda mau dipakai. Pada kedatangan Yesus pertama kali kaum muda yang dipakai itulah Maria. Menyambut kedatangan Yesus kedua kali kaum muda juga mau dipakai. Makanya iblis serang kaum muda. Mulai dia masukan pengaruh dunia, pengaruh gadget membuat kamu muda malas untuk mendengar Firman, bosan untuk beribadah. Orang tua sudah sibuk, kadang kaum muda justru lebih sibuk dari orang tuanya. Orang tua sudah sibuk tetapi bisa datang beribadah, kaum muda mana! Orang tua harus diingatkan anaknya untuk beribadah. Jangan diikuti kalau mereka tidak mau beribadah, diarahkan ibadah. Kalau tidak kasihan, nanti haus, nanti rebah, pingsan dan tidak bisa bangkit-bangkit lagi.

 

Selagi masih ada kesempatan, ada waktu Tuhan berikan, masih ada perpanjangan umur, gunakanlah waktu kesempatan yang Tuhan berikan untuk beribadah, untuk mencari kuasa Sang Raja yaitu Firman, Roh Kudus dan kasih Allah di dalam 3 macam ibadah pokok. Yang hancur dipulihkan, yang jatuh diangkat.

 

Betapa banyak kaum muda yang berjatuhan di akhir zaman ini. Kalau orang tuanya saja begitu terpukul, apalagi saya sebagai gembala orang tua rohani, sangat terpukul! Tinggal pukul diri di hadapan Tuhan, ampuni saya Tuhan. Apalagi yang saya bina dari sekolah minggu, banyak yang sekarang sudah punya anak. Sekarang setelah dewasa jaga jangan terjadi kejatuhan, jangan hancur! Kalau sempat jatuh bahkan hancur, siang ini masih ada kuasa Yesus Raja segala raja, kuasa mengangkat dan memulihkan yaitu kuasa Firman, Roh Kudus dan Kasih Allah.

 

Kalau bisa beribadah seperti ini, hati gembala senang sekali, semua bisa beribadah. Orang tua, arahkan anak-anak untuk bisa beribadah. Anak sekolah minggu yang beranjak remaja, tetap dididik, dibina untuk bisa beribadah. Sebab yang rebah lesu itu kaum muda.

Amos 8:13

8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

 

Bukan berarti orang tua tidak ada yang jatuh. Banyak juga yang jatuh! Tetapi kita bersyukur kita punya Sang Raja yang kita rayakan hari kelahiranNya. Kita terima Dia, terima kuasaNya di dalam Firman, Roh Kudus dan kasih Allah. Kalau kita bisa bertekun dalam penggembalaan, tekun dalam 3 macam ibadah, menerima kuasa Sang Raja, maka ada hasilnya:

Matius 1:23

1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.

 

Hasilnya Allah menyertai kita semua. Bukti Allah menyertai kita:

1.      Kita disucikan secara terus menerus sampai tidak ada lagi dosa. Kita mau melangkah, bertutur kata, mau berbuat, terjaga kekudusannya. Begitu mau berbuat dosa, Firman, Roh Kudus dan kasih Tuhan mengingatkan ‘jangan!’. Mau berbelok arah diingatkan, tetap lurus dijalur yang benar!

 

2.      Tuhan memakai kita. Tuhan Yesus itu kepala, kita tubuh. Bukti kepala masih sehat, tubuhnya bisa bergerak. Kalau kepala sudah terganggu, gerak tubuh sudah terganggu juga, sudah sulit. Tuhan Yesus sebagai kepala ada di tengah-tengah kita, Dia menyertai kita dan buktinya Dia memakai kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semakin suci, semakin dipakai oleh Tuhan. Dan ada bonus, kalau sudah suci dan dipakai kita semakin damai sejahtera. Menghadapi masa depan, menghadapi study, menghadapi perjodohan, menghadapi pekerjaan, kalau sudah suci dan dipakai Tuhan kita semakin damai dan tenang. Dan juga semakin diberkati oleh Tuhan.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Puncak penyertaan Tuhan adalah di mana Yesus berada di situ kita berada. Yesus di Yerusalem Baru, nanti di sana tempat kita juga dalam kerajaan Sorga.

Yohanes 12:26

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

 

Ini penyertaan Mempelai, penyertaan kepala atas tubuhnya, sampai kita bisa menyatu selama-lamanya. Dia kepala Mempelai Pria Sorga, kita tubuhNya mempelai wanitaNya yang sempurna.

 

Ada orang tua di sini, kaum muda jangan malu untuk mengaku. Saya sudah hancur mama, saya sudah jatuh papa, sudah jatuh bolak balik. Tetapi ada kuasa Yesus Sang Raja. Datang kepada gembala untuk didoakan. Biarlah kita dipulihkan, kuasa Sang Raja, Firman, Roh Kudus dan kasih Allah sanggup mengangkat dari kejatuhan, sanggup memulihkan dari kehancuran. Sehingga kita bisa diangkat di awan-awan yang permai saat Yesus datang, menyambut Dia Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.  

 

Tuhan Memberkati.