20260219

Kebaktian PA Kitab Wahyu, Minggu 7 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 


 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:1-4

15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Ada orang-orang banyak yang berdiri di tepi lautan kaca. Orang-orang ini adalah orang yang sudah menang dari antikristus, nabi palsu dan setan. Lautan kaca menunjuk baptisan air yang benar. Orang-orang yang berdiri di tepi lautan kaca itu menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba. Nyanyian Musa menunjuk Firman pengajaran yang benar.

 

Ulangan 32:1-2; 31:19

32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

31:19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.

 

Nyanyian Musa dinyanyikan bersama dengan nyanyian Anak Domba, bicara domba ada kaitan dengan penggembalaan. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, untuk bisa menang atas antikristus, atas setan tritunggal, setelah masuk baptisan air yang benar kita harus tergembala pada pengajaran yang benar, bukan asal tergembala. Pengajaran yang benar itu bukan milik 1 gereja! Pengajaran yang benar tertulis di dalam Alkitab dan dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat menerangkan ayat dalam Alkitab, tajam menyucikan terutama menyucikan nikah dan diberitakan dengan maksud murni.

 

Disebut menang berarti ada peperangan. Jadi kita sekarang menghadapi peperangan rohani. Kalau kita tidak tergembala, bisa kalah. Penggembalaan itu menumbuhkan rohani kita menjadi dewasa sehingga bisa berperang melawan trio setan. Hanya orang dewasa yang boleh berperang, kalau anak-anak disuruh berperang, cuma disentil saja sudah menangis.

 

Bilangan 1:2-3

1:2 "Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel

1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.

 

Mari tergembala pada pengajaran yang sehat supaya rohani kita ditumbuhkan sampai dewasa, kita tidak dikalahkan oleh setan tetapi kita bisa menang atas trio setan.

Efesus 4:13-14

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

 

Salah satu dari trio setan itu nabi palsu, menyesatkan dengan angin pengajaran palsunya. Kalau kita masih kanak-kanak rohaninya mudah sekali disesatkan. Mari masuk dalam penggembalaan, lewat Firman pengajaran rohani kita didewasakan sehingga kita bisa berperang dengan trio setan.

 

Sudah sekian tahun kita dalam penggembalaan, kita periksa rohani kita sudah dewasa rohani atau belum. Kita periksa dari Musa:

Ibrani 11:24-26

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

 

1.      Menolak disebut anak puteri Firaun. Firaun itu gambaran setan. Jadi menolak disebut anak puteri Firaun = menolak menjadi anak setan! Iblis ini berupaya mau menjadikan kita sebagai anaknya. Kita tolak, saya tidak mau menjadi anaknya setan! Itulah orang dewasa. Artinya rela sengsara daging untuk lepas dari dosa! Terutama dosa kebencian dan dosa dusta.

Yohanes 8:44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Jangan pertahankan kebencian, dendam, amarah, kejengkelan dan juga dusta, lepaskan! Dusta ini penutup segala dosa, selama ada dusta maka dosa yang lain ada.

Wahyu 21:8

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

 

Tahun ini tahun pemisahan, tahun pengangkatan. Lepaslah dari dosa supaya rohani kita terangkat. Selama pertahankan dosa rohani kita semakin merosot sampai akhirnya nanti tenggelam dalam lautan api dan belerang. Kalau sudah lepas dari dosa, kita layak disebut Anak Allah, kita bisa menyapa Dia ‘Bapa kami yang di Sorga’. Selama masih ada kejahatan dan kenajisan, biar mulut sampai berbusa katakan ‘Bapa kami’ Tuhan tidak akan dengar, malah Tuhan bilang siapa kamu, Aku tidak pernah mengenal kamu!

II Timotius 2:19

2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

 

Tinggalkan kejahatan, tinggalkan dosa, lepas dari dosa. Bapa kita adalah Bapa segala terang, iblis itu bapa kegelapan. Lepas dari iblis, lepas dari dosa, kita menjadi anak-anak terang. Sampai suatu saat nanti kita menjadi terang dunia seperti Yesus terang dunia, kita menjadi Mempelai WanitaNya.

 

Hati-hati dalam pergaulan akhir zaman ini. Di dalam Alkitab dituliskan di situ anak-anak dunia lebih cerdik dari anak-anak terang! Makanya waspada dalam pergaulan, jangan sampai kita ditelan kegelapan. Kalau dalam pergaulan itu hanya ada kegelapan dosa, hindari! Sekalipun dihina kurang pergaulan dan macam-macam bilangi tidak apa-apa, dari pada kita terjerumus di dalam kegelapan. Sudah ada dalam terang, ditarik lagi dalam kegelapan, jangan!

Lukas 16:8

16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

 

Bagaimana caranya terlepas dari anak setan menjadi anak Tuhan bahkan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

‘Sekarang kita adalah anak-anak Allah’ ini ada kaitannya dengan kedatangan Yesus pertama kali. Kedatangan Yesus pertama kali memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi anak-anak Allah lewat proses

a)      Percaya kepada Yesus satu-satunya Juruselamat, tidak ada kepercayaan-kepercayaan yang lain. Kalau mau menanam ada dibaca-baca dulu, sampai untuk penyembelihan hewan ada yang dibaca-baca. Jangan ada lagi seperti itu! Kita adalah anak Allah, percaya Dia sebagai satu-satunya Juruselamat.

b)      Bertobat, berhenti berbuat dosa, mati terhadap dosa kembali kepada Tuhan. Percaya yang benar dilanjutkan dengan bertobat. Banyak orang mengaku percaya Yesus tetapi tidak bertobat.

c)      Lahir baru lewat baptisan air yang benar dan baptisan Roh Kudus, kita hidup dalam kebenaran.

 

Sudah menjadi anak Allah tetapi status kita yang tertinggi belum nyata. Status tertinggi kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Disebutkan ketika Kristus menyatakan diriNya maka kita menjadi sama seperti Dia. Sudah menjadi Anak Allah itu baik, percaya, bertobat, lahir baru, tetapi belum nyata keadaan kita kelak. Kita masih menanti kedatangan Yesus kedua kali, kita mau dibawa menjadi sama mulia dengan Dia, menjadi Mempelai WanitaNya Tuhan. Setelah menjadi anak terang, mau ditingkatkan kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Prosesnya bagaimana? Karena kita menaruh pengharapan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, maka bawa hidup kita masuk dalam penyucian. Di dalam penggembalaan ini kesempatan kita disucikan. Biar kita disucikan oleh Tuhan lewat Firman pengajaran yang benar.

 

Nyanyian Musa dinyanyikan dengan nyanyian Anak Domba. Anak Domba itu disembelih. Disembelih itu menggunakan pisau. Jadi penyucian itu lewat Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2. Memang sakit untuk memisahkan yang tidak baik.

Ibrani 4:12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

 

Sudah menjadi anak-anak terang, masih harus disucikan di dalam penggembalaan.

 

a)      Penyucian dimulai dari hati dan pikiran. Hati dan pikiran ini = meja kehidupan kita. Hati dan pikiran harus disucikan supaya diisi Firman, diisi pribadi Yesus. Orang lain tidak tahu, tetapi Tuhan tahu dan setan tahu. Buktinya kita tertuduh, hati berdebar-debar, itu setan menuduh, dia tahu apa yang ada dalam hati pikiran kita. Makanya harus disucikan supaya setan tidak menguasai. Kalau setan menguasai itu berarti hati gelap, mata gelap, gelap semuanya.

 

Ini yang seringkali berdiam di dalam hati dan pikiran manusia.

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, 1percabulan, 2pencurian, 3pembunuhan,

7:22 4perzinahan, 5keserakahan, 6kejahatan, 7kelicikan, 8hawa nafsu, 9iri hati, 10hujat, 11kesombongan, 12kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Ada 12 hal jahat dan najis yang ada di hati dan pikiran. Angka 12 adalah angka persekutuan. Ada 12 anak Yakub berkembang menjadi 12 suku. Kemudian Yesus memanggil 12 murid, Yudas berkhianat diganti dengan Matius. Pada Yerusalem Baru ada 12 batu dasar, 12 pintu, ada 12 Malaikat menjaga di setiap pintu. Angka 12 ini angka persekutuan.

 

Jadi kalau hati dan pikiran kita tidak disucikan, biar dipaksakan bagaimanapun tidak akan bisa bersekutu. Jadi tidak usah kita kesal kalau misalkan kita mengundang lalu tidak mau datang. Semua dari hati dan pikiran, kalau hati dan pikiran bersih bisa bersekutu. Kalau hati dan pikiran tidak bersih, lalu dipaksakan bersekutu, dia hanya masuk di situ untuk mengintip, mengintai, melihat kekurangan seperti orang Farisi. Setiap Yesus kumpul dengan orang banyak, mereka datang mengintip di situ, apalagi kekurangan Yesus yang mau dia serang. Dia datang bersekutu tetapi hanya cari kekurangan, begitu pulang kekurangan itu jadi bahan cerita. Persekutuan itu biarlah terjadi secara wajar, kalau hati pikiran sudah suci pasti bersekutu. Kalau belum suci, biar dipaksakan tidak bisa bersekutu. Si A hati pikirannya tidak bersih, tidak suci. Si B hati dan pikirannya tidak bersih, tidak suci. Kelihatan mereka bersekutu tetapi sebenarnya itu bukan bersekutu, itu persekongkolan untuk menentang yang benar. Kalau hati pikiran suci pasti bisa bersekutu, mengarah pada Yesus sebagai kepala.

 

Kaum muda kalau mau menikah calon suami hati pikiran suci, calon isteri hati pikiran suci, nikah itu persekutuan Tubuh Kristus, bisa menyatu. Tetapi kalau suami tidak suci, calon isteri tidak suci, paksa menikah. Itu persekongkolan untuk membunuh Yesus, dalam nikah tidak ada Yesus sebagai kepala!

 

Persekutuan harus diperhatikan, itu sangat penting. Persekutuan itu harus, tetapi harus dari hati pikiran yang sudah ditusuk oleh pedang Firman pengajaran yang benar. Kalau tidak kita hanya mengintip cari kekurangan, cuma jadi orang Farisi.

 

Biar kita semakin disucikan maka hati pikiran itu menjadi tempat Firman, tempat 12 roti sajian, itulah Firman yang murni. Firman di hati dan pikiran itu menjadi kontrol setiap gerak hidup kita. Kita mau berkata-kata dikontrol, mau berbuat dikontrol oleh Tuhan. Tidak sembarang, ada Firman yang menjadi remotenya.

 

Ingat Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf hati pikirannyan suci, saudara-saudaranya tidak. Mereka tidak bisa bersekutu, malah Yusuf yang dibuang. Tetapi pada Yusuf ada gandum, ada Firman. Akhirnya saudara-saudaranya mengalami kelaparan, cari gandum, cari Firman. Hati mereka merindu mencari Firman sehingga mereka bisa menyatu. Akhirnya Yusuf memperkenalkan diri. Tadinya mereka takut, akan diapa-apakan, namun Yusuf hiburkan, dia tidak seperti itu. Hati dan pikiran yang suci akan membawa kita satu dalam Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jadi bapak ibu jangan putus asa kalau cuma kita sendiri yang ada di dalam pengajaran, kita sendiri yang tergembala, yang lain belum. Jangan putus asa! Yang penting kita punya Firman pengajaran yang benar, seperti gandum Yusuf, nanti dicari. Akhirnya terjadi penyatuan. Firman pengajaran itu daya tarik sorga, kehidupan kita yang disucikan itu punya daya tarik sorga untuk membawa jiwa datang dalam kesatuan Tubuh Kristus.

 

Kita mau menggelar ibadah natal, dari hati pikiran harus suci. Saya sebagai pembicara lebih dahulu, hati dan pikiran suci supaya Firman itu punya daya tarik sorga, orang mau datang. Kalau kita tidak suci, biar kita mengundang, orang tidak tertarik! Biar ada daya tarik sorga di dalam kita sekalian. Mulai dari dalam nikah kita membawa daya tarik sorga, sebagai suami yang suci, sebagai isteri yang suci, sebagai anak yang suci, sebagai orang tua yang suci. Yang lain menjadi penasaran, koq bisa. Akhirnya datang, mau disucikan, mau digembalakan, sama-sama dalam penggembalaan untuk dibentuk menjadi Tubuh Kristus yang sempurna.

 

b)      Tangan atau perbuatan.

Mazmur 149:6

149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

 

Perbuatan disucikan, tahbisan pelayanan disucikan. Belajar lagi dari Yusuf. Perbuatan yang suci itu sampai kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Berkali-kali Yusuf disakiti sampai dia dijual. Tetapi Yusuf membalas kejahatan kakak-kakaknya dengan kebaikan. Mungkin kita berkali-kali disakiti orang, seringkali yang paling sakit itu kalau orang dalam rumah tangga kita sendiri yang paling menyakiti! Tetapi kalau perbuatan kita disucikan, kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Akhirnya kita menaruh bara api di atas kepala orang itu. Kalau dia sadar dia disucikan oleh api Firman, Roh Kudus dan api kasih. Kalau dia tidak sadar, dia nanti kena api penghukuman. Jangan kita yang menghukum, biarkan Tuhan yang bekerja. Dan doa kita jangan minta Tuhan yang menghukum dia. Berdoa supaya Tuhan mengampuni dia. Tolong suamiku Tuhan, tolong isteriku, tolong anakku, tolong orang tuaku, biar Firman yang bekerja.

 

c)      Kerongkongan atau mulut disucikan dari perkataan-perkataan yang sia-sia, gosip, fitnah, hujat, biar disucikan semuanya. Kadangkala yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar karena ada kepentingan di situ. Sampai mulut ini tidak salah dalam perkataan.

Yakobus 3:2

3:2  Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Ayo terimalah pedang penyucian, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2 Firman pengajaran yang benar. Orang yang dewasa rohaninya bisa disucikan. Dia tidak mengamuk, tidak marah, tetapi dia bisa menerima dengan suatu ucapan syukur.

 

Kalau Firman yang lebih tajam dari pedang yang bermata 2 yang keluar dari mulut Yesus ditolak, maka akan berubah menjadi pedang penghukuman.

Wahyu 1:16; 2:16

1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

2:16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

 

Pedang penyucian berubah menjadi pedang penghukuman. Kita mau lari ke mana! Orang ultra kaya bikin bunker, tetapi kalau Tuhan sudah jatuhkan penghukuman mau lari ke mana! Jangan sampai pedang Firman berubah menjadi pedang penghukuman. Dalam kitab Yehezkiel sampai pedang penghukuman itu digosok sampai seperti petir!

Yehezkiel 21:28-29

21:28 "Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH mengenai bani Amon dan cercaan mereka; katakanlah: Pedang, pedang sudah tercabut untuk menumpahkan darah, digosok untuk memusnahkan, dan supaya mengkilap seperti petir --

21:29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu — untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.

 

Tadinya penyucian itu sampai di kerongkongan, kerongkongan itu di leher. Karena dia menolak penyucian maka pedang itu ditaruh di leher untuk menyembelih, pedang penghukuman datang memotong leher. Ini jangan terjadi dalam diri kita!

 

Bisa terlihat orang yang sudah dipersiapkan untuk dihukum Tuhan, lehernya sudah tidak ada, perkataannya sudah tidak terkontrol lagi. Tidak ada lagi hubungan dengan Yesus sebagai kepala, tidak ada niat untuk beribadah, tidak ada niat untuk melayani, sudah kering! Itu sudah dipersiapkan untuk dihukum dan disebut orang fasik yang durhaka. Kata fasik saja sudah tidak bagus, ditambah lagi durhaka, betul-betul berlipat-lipat hukumannya.

 

Disebut mengkilat seperti petir. Petir itu cepat. Jadi ingat, penghukuman Tuhan itu datang dengan cepat, tidak ada kesempatan untuk menghindar. Supaya tidak dihukum, sekarang selagi ada kesempatan kejarlah kekudusan. Sebagai gembala mulut saya tidak akan pernah berhenti berseru, terima penyucian. Jangan sampai dikejar penghukuman! Kita mau lari ke manapun pasti dihantam oleh petir penghukuman. Saya tidak mau di depan mata saya sidang jemaat harus dibinasakan, dihukum oleh Tuhan karena saya tidak pernah menyerukan penyucian. Atau saya serukan penyucian tetapi saya sendiri hidup dalam kenajisan. Ini jangan sampai terjadi.

 

Jangan tunggu sudah terlambat. Kesempatan masih ada, segera masuk dalam penyucian Firman Tuhan. Kalau sudah disucikan pasti dipakai oleh Tuhan.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Sekalipun potensi jasmani tidak punya, tetapi kalau suci berarti potensi rohani dia miliki, pasti dipakai oleh Tuhan. Waktu di Lempinel guru kami selalu mengatakan khotbah itu nomor 27, yang utama itu kesucian. Banyak orang pintar khotbah, merangkai kata-kata bak pujangga, tetapi karena dia tidak dalam kesucian, khotbahnya cuma sekedar pidato, tetapi tidak ada kuasa untuk menyucikan gereja Tuhan.

 

2.      Ibrani 11:26

11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

 

Pandangannya diarahkan kepada upah, bukan upah jasmani tetapi upah rohani yaitu mau hidup kekal bersama Yesus di Yerusalem Baru. Artinya kehidupan itu punya pandangan yang rohani, pandangan yang hanya tertuju kepada Yesus Imam Besar yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Ibrani 12:1-2

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

 

Ibrani 8:1

8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

 

Imam Besar ada kaitan dengan pelayanan. Jadi pandangan kita tertuju pada pelayanan, pada pekerjaan Tuhan. Mengutamakan yang rohani lebih dari pada yang jasmani. Pandangan kita bukan lihat yang jasmani. Bukan berarti tidak usah memandang yang jasmani. Tetap perhatikan itu tetapi perhatian utama kita adalah yang rohani. Status kita adalah tunangan Yesus. Berarti kita adalah gadis secara rohani. Gadis itu pusat perhatiannya kepada perkara Tuhan.

I Korintus 7:34

7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

 

Orang tidak menikah itu rohani paling tinggi kalau dia pusatkan perhatian pada perkara Tuhan. Kita gadis yang bertunangan dengan Yesus secara rohani, pusat perhatian kita adalah kepada Yesus, kepada pekerjaan Tuhan, pada pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Kita tidak hitung untung ruginya. Tetapi karena pandangan kita pada yang rohani kita tidak takut berkorban, karena semua untuk pembangunan Tubuh Kristus. Semua yang saya kerjakan tidak hilang tetapi mengarahkan kita pada pembangunan Tubuh Kristus.

 

Yesus tekun memikul salib, Dia berkorban nyawa! Pengorbanan kita tidak akan pernah sebanding dengan pengorbanan Yesus. Uang itu perkara kecil, kita korbankan untuk pembangunan Tubuh Kristus. Contohnya juga Abraham dia korbankan Ishak, tetapi tidak hilang, Ishak dia terima kembali. Dan tempat di mana dia mempersembahkan Ishak di situ dibangun Bait Allah Salomo.

 

Jangan takut kalau kita diarahkan untuk masuk kegerakan rohani. Pandangan kita kepada Yesus Imam Besar.

Ibrani 12:2

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

 

Sekarang mungkin kita kehilangan sukacita yang dunia karena berkorban melayani Tuhan. Sebenarnya kita butuh tetapi kita korbankan, itu korban yang berdarah, tetapi Tuhan sediakan sukacita kekal bagi kita sekalian. Jika pandangannya rohani, pikirannya rohani maka perbuatan atau aktivitasnya juga pasti rohani.

Kolose 3:1-2

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

 

Perhatian kita perhatian yang rohani, pikiran kita juga pikiran yang rohani, maka aktivitas kita adalah aktivitas yang rohani. Tuhan tidak menipu kita, apa yang kita korbankan tidak hilang. Pandangan kita pandangan yang rohani sehingga bisa suci dan setia berkobar-kobar melayani Tuhan.

 

Periksa sepanjang tahun ini apa yang kita lakukan. Kesucian bertambah atau malah di akhir tahun malah merosot. Firman datang sekarang, ayo tingkatkan kembali kekudusan. Kesetiaan bagaimana? Akhir tahun koq malah merosot. Sekarang Firman Tuhan datang, ayo tingkatkan kembali, suci, setia berkobar-kobar. Maka posisi kita adalah biji mata Tuhan. Pelayan Tuhan yang suci berkobar-kobar adalah biji mata Tuhan.

Wahyu 1:14

1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

 

Siapa mata Tuhan?

Ibrani 1:7

1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

 

Mata Tuhan itulah kita yang suci, setia, berkobar-kobar. Pandangan kita tertuju pada takhta sorga, maka hidup kita bersuasana takhta Sorga. Takhta Sorga itu bagaikan nyala api. Tidak usah takut, memang tantangan kita hadapi, pergumulan datang silih berganti, tetapi takhta Sorga disebut takhta kasih karunia. Di situlah kita mendapat pertolongan pada waktunya. Banyak tantangan kami hadapi dalam pelayanan, tetapi dengan berupaya mau suci, setia berkobar-kobar, maka Tuhan menolong tepat pada waktunya.

Ibrani 4:16

4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

Kita mendapat pertolongan dari Tuhan pada waktunya Tuhan, bukan waktunya kita. Kadang kita mau cepat-cepat. Tunggu waktu Tuhan, Tuhan sanggup menolong. Yang penting yang kita kejar kekudusan, pertahankan kesetiaan. Pusat perhatian kita adalah yang rohani, pikiran kita adalah pikiran yang rohani, aktivitas kita adalah aktivitas yang rohani. Itu sudah lebih dari cukup untuk menarik belas kasihan Tuhan untuk menolong kita. Tuhan sanggup menolong kita tepat pada waktunya.

 

Kalau kita ikuti kegerakan Firman, hidup kita indah. Kegerakan pembangunan Tubuh Kristus bagaikan orang Israel berjalan menuju Kanaan. Kita sekarang berjalan ke Kanaan Samawi, tempat terindah, tempat paling bahagia. Maka pusat perhatian kita pada yang rohani, karena kita mau di bawa ke Yerusalem Baru. Kalau kita tidak mau aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, berarti tinggal di padang gurun, tidak pernah indah. Kalau malam dingin sekali, siang panas sekali, belum badai pasir, tidak pernah indah. Jangan hanya tinggal di padang gurun, berjalanlah ke Kanaan. Aktifkanlah diri kita dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Memang iblis mau menahan kita supaya tetap hidup dalam suasana seperti padang gurun.

Yesaya 14:17

14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

 

Periksa kenapa hidup kita sampai sekarang ini panas dingin terus, kering! Tidak ada kepuasan, tidak ada sukacita di dalam nikah. Periksa kesucian dan kesetiaan. Mungkin kesucian merosot, kesetiaan merosot, dikurung oleh iblis tetap di suasana padang gurun. Padahal Tuhan mau membawa kita ke negeri yang berlimpah susu dan madu, Kanaan, sekarang bicara Yerusalem Baru. Coba periksa, kenapa hidup saya kering, kemarin baru terima gaji langsung habis tidak ada bekasnya. Kalau dalam kitab Hagai itu menabung di pundi-pundi berlubang karena rumah dibiarkan tetap menjadi reruntuhan, karena tidak mau beraktivitas yang rohani. Ayo segera aktifkan diri pada aktivitas yang rohani. Ituu orang yang dewasa. Orang dewasa itu orang yang suci, setia bernyala-nyala melayani Tuhan sampai garis akhir.

 

3.      Ibrani 11:25

11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

 

Rela sengsara daging karena Yesus, karena ibadah pelayanan yang benar. Dalam sengsara kia sedang diuji oleh Tuhan. Apa yang diuji? Hati kita. Yohanes Pembaptis dia suci, dia setia berkobar-kobar, dia nabi yang luar biasa, dia mengenal pribadi Yesus dengan jelas. Tetapi ketika dia dipenjara, dia bimbang terhadap Yesus. Dia utus murid-muridnya bertanya kepada Yesus, benarkah Engkau Mesias yang kami nantikan atau kami harus menunnggu yang lain.

 

Seringkali kitapun seperti itu, kita hidup dalam kekudusan, dalam kesetiaan melayani Tuhan, dipakai Tuhan oleh, Tuhan izinkan sengsara datang, ujian datang, penderitaan datang. Di situ kadang hati kita langsung bimbang. Sudah betulkan pengajaran yang saya anut ini? Benarkah ini penggembalaan tempat saya harus digembalakan? Mulai ragu, mulai bimbang.

Matius 11:2-6

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

 

Yohanes sempat kecewa, ragu, bimbang. Begitu juga kita, kita sudah disucikan dan sudah melayani Tuhan. Berarti sudah mengenal pribadi Yesus dan dikenal oleh Yesus, tetapi ketika datang sengsara masih ragu. Makanya Tuhan izinkan kita masuk dalam pengalaman sengsara supaya pengenalan kita meningkat, kita mengenal Yesus dan juga mengenal salibNya.

 

Contohnya Petrus, dia mengenal Yesus tetapi ketika diperhadapkan dengan salib, dia menghindar, belum kenal salib. Banyak kali kita sudah mengenal Yesus tetapi tidak mau menerima salib. Sudah suci itu baik, sudah setia itu baik, tetapi tidak mau sengsara. Kalaupun sengsara belum rela, masih ada persungutan. Ayo terima salib, kenal Yesus, kenal salibNya.

 

Masih ada Firman diperdengarkan, perkataan Yesus sampai kepada Yohanes. Firman penggembalaan masih diberitakan kepada kita. Dan Yesus mengangkat beberapa kesaksian mujizat-mujizat yang Yesus lakukan. Jadi Firman penggembalaan itu penting, tetapi kesaksian itu juga penting. Kita yang sudah menerima salib bersaksilah supaya yang lain bisa kuat menerima salib. Pengajaran sudah kita miliki, salib juga harus kita miliki.

 

Mengapa Tuhan izinkan kita memikul salib?

a)      Supaya kita mengenal pribadi Yesus secara utuh dan memiliki tabiatNya.

 

 

 

 

 

 

 

 


Putih, Yesus sebagai Anak Allah, tabiatnya benar dan suci yang teruji.

 

Ungu, Yesus sebagai Raja, tabiatnya selalu menang, apapun tantangannya menang, tidak mudah dikalahkan, tidak mundur, maju terus.

 

Biru Yesus sebagai hamba, tabiatnya setia dan rela berkorban melayani Tuhan.

 

Merah Yesus sebagai manusia sengsara. Tabiatnya rela sengsara untuk menolong orang lain. Terutama menolong orang untuk bisa beribadah.

Yang sudah Tuhan berikan fasilitas, tolonglah yang lain yang juga rindu mau beribadah tetapi belum punya fasilitas beribadah. Kalau dia sudah mantap pasti dia ada usaha sendiri untuk datang beribadah.

 

I Korintus 2:2

2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

 

Kenal Yesus, kenal salibnya, terima tabiatNya.

 

b)      Matius 11:5

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

 

Tuhan izinkan kita memikul salib supaya kita mengalami kuasa Tuhan. Dan ini akan menjadi kesaksian hidup kita. Ada mujizat terjadi dalam kita, terutama mujizat rohani, dalam pengalaman salib kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani. Dan mujizat jasmani juga terjadi. Sampai yang mati dibangkitkan, ini hal yang mustahil. Tuhan sanggup menghapus kemustahilan.

 

Orang dewasa mau memikul salib, sehingga dia bisa menerima Yesus, mengenal pribadi Yesus secara utuh, dia memiliki tabiat Yesus dan dia mengalami mujizat kuasa Tuhan. Mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi. Di depan kita ada perjamuan suci. Sengsara kita tidak akan pernah sebanding dengan sengsara Yesus. Dia sengsara untuk menolong kita, itu kita teladani, kita rela sengsara untuk menolong yang lain. Dan kuasa Tuhan pasti dinyatakan, mujizat Tuhan pasti terjadi. Mujizat rohani dan jasmani pasti terjadi. Apa yang harus kita lakukan dalam sengsara? Hanya menyeru Yesus saja, hanya menyembah dan Yesus sanggup menolong hidup kita sekalian. Orang fitnah, orang gosipkan, yah sembayang. Kalau ikuti daging mau cari, mau luruskan, mau klarifikasi, tidak usah! 

 

Apa yang menjadi pergumulan kita? Sengsara apa yang kita alami karena kebenaran, karena pengajaran Firman kita dikucilkan, difitnah, dibuang dari keluarga. Lewat sengsara itu kita mengenal Yesus, kita menerima salibNya, menerima tabiatnya dan kuasa Tuhan pasti dinyatakan bagi kita sekalian.

 

Orang yang dewasa rohani adalah orang yang suci, setia dan mau pikul salib.

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar