Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tema: Sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah
Lukas 1:30
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Di sini Maria menerima kasih karunia Tuhan yaitu mengandung pribadi Yesus sekalipun beresiko. Resiko paling ringan adalah Maria diaibkan, dinista karena belum bersuami tetapi sudah mengandung. Yang terberat dilempar batu. Hukum Taurat kalau hamil diluar nikah berarti berzinah harus dilempari batu. Tetapi oleh kasih karunia Tuhan disebutkan tadi ‘jangan takut’. Kasih karunia Tuhan melenyapkan ketakutan.
Kita manusia daging seringkali diliputi ketakutan dalam menghadapi kegoncangan-kegoncangan di akhir zaman ini. Beberapa waktu lalu daerah kita digoncang gempa, apalagi ada isu tsunami.
Ketakutan ini adalah pembunuh utama manusia di akhir zaman. Kegoncangan-kegoncangan ini akan semakin hebat dan puncaknya waktu antikristus berkuasa 3,5 tahun di dunia ini. Ketakutan menjadi pembunuh utama manusia.
Lukas 21:25-26
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Jadi bukan bencana tetapi ketakutan ini yang menjadi pembunuh utama. Semua goncang, tidak ada bidang yang tidak goncang. Sebutkan bidang ekonomi, keamanan, pendidikan, bidang apa saja di dunia ini semua goncang. Juga termasuk bidang kerohanian sedang goncang dan akan semakin hebat kegoncangan ini.
Malam ini kita merayakan natal, dulu bahasa ini ditujukan kepada Maria, sekarang ditujukan kepada kita sekalian. Kasih karunia Tuhan melenyapkan ketakutan, jangan takut!
Ada 3 macam ketakutan yang terjadi dari zaman ke zaman.
1. Di zaman Allah Bapa, ketakutan yang dialami oleh Adam dan Hawa.
2. Di zaman Anak Allah, ketakutan yang dialami oleh Maria.
3. Di zaman Allah Roh Kudus, ketakutan di akhir zaman ini, manusia takut menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.
Kita bahas yang pertama, ketakutan di zaman Allah Bapa yang melanda manusia.
Kejadian 3:9-10
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Ketakutan pertama adalah ketakutan karena telanjang, karena berbuat dosa! Ketika Adam dan Hawa diciptakan disebut mereka telanjang tetapi tidak malu, ada kemuliaan Tuhan di dalam mereka. Setelah jatuh dalam dosa mereka telanjang dan takut. Kenapa manusia dilanda ketakutan? Karena manusia berbuat dosa! Saya seringkali kasih contoh dalam rumah tangga, ketika isteri pinjam handphone suami, suami takut karena ada sesuatu di situ. Itu ketakutan karena berbuat dosa!
Roma 3:23;10
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Semua orang telah berbuat dosa, berarti termasuk rohaniawan, pendeta, semua berbuat dosa, manusia ini tidak ada yang benar! Tetapi syukur kepada Tuhan, kasih karunia Tuhan diwujudkan lewat Yesus lahir di dunia untuk mati di kayu salib. Dan oleh penebusan oleh darah Yesus kita dibenarkan.
Roma 3:24
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Tidak bisa kita membayar darah Yesus, kita dibenarkan dengan cuma-cuma oleh darah Yesus. Cuma-cuma artinya tidak bisa kita bayar. Sekalipun kita serahkan semua uang kita bahkan seluruh harta dunia tidak bisa membayar hutang dosa kita.
Inilah keadaan kita manusia berdosa. Manusia berdosa seperti hamba yang berhutang 10.000 talenta.
Matius 18:23-27
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Hutangnya tidak mungkin dibayar. Hutangnya 10.000 talenta, 1 talenta = 6.000 dinar. 1 dinar upah bekerja 1 hari. Jadi untuk melunasi hutangnya dia harus bekerja 60.000.000 hari. Kalau dijadikan tahun sekitar 170.000 tahun. Tidak ada orang yang berusia 170.000 tahun. Jadi tidak ada yang bisa melunaskan hutang kita. Hanya belas kasih Tuhan lewat Korban Kristus Yesus. Waktu Yesus disalibkan, surat hutang dosa kita dipaku di kayu salib, dilunaskan oleh darah Yesus. Kita merayakan natal, kita merenungkan kasih karunia Tuhan yang telah datang ke dunia ini untuk mati di kayu salib, menghapus surat hutang dosa kita!
Ketakutan yang dialami oleh Adam dan Hawa justru terjadi di taman Eden. Taman Eden ini suasana kelimpahan, sekarang menunjuk suasana diberkati, kaya, punya kedudukan, kepandaian dan lain sebagainya. Dari sini kita melihat, kekayaan, kedudukan, kepandaian dan segala yang hebat di dunia ini tidak bisa menjamin kebahagiaan, tidak bisa melenyapkan ketakutan karena dosa! Hanya kasih karunia Tuhan lewat Yesus yang datang ke dunia, lewat natal. Ini yang sanggup melenyapkan ketakutan karena dosa.
Penyebab ketakutan Adam dan Hawa sebab berbuat dosa. Apa yang menyebabkan mereka telanjang dan berbuat dosa?
Kejadian 3:2-3
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Bandingkan dengan perkataan Tuhan:
Kejadian 2:16-17
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Firman Tuhan tidak disebutkan raba, sedangkan Hawa menambah kata raba. Jadi mengapa jatuh dalam dosa? Karena Hawa menambah dan mengurangi Firman. Hawa ini seorang ibu, hamba Tuhan digambarkan sebagai seorang ibu.
I Tesalonika 2:7
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
Jadi, kami gembala sama seperti seorang ibu yang mengasuh anak-anak rohani. Ternyata banyak ibu atau banyak hamba Tuhan justru menambah dan mengurangi Firman sehingga jemaat jatuh dalam dosa, tidak lepas dari dosa.
Waktu gereja mula-mula terbentuk, rasul Paulus mengatakan terkutuklah orang yang memutarbalikan injil, menambah dan mengurangi Firman. Ternyata ada yang seperti itu! Makanya gereja mengalami ketakutan karena ada dosa yang tidak dibereskan, tidak disucikan. Untuk saya nomor satu sebagai pembicara, jangan sampai saya menambah dan mengurangi Firman.
Hawa mengurangi kata bebas. Sekarang wujudnya dalam gereja, gembala memberitakan Firman tetapi tanpa kebebasan Roh Kudus.
II Korintus 3:17
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Sekarang sudah dibatasi, gembala menyampaikan Firman terbatas. Biasanya dibatasi perasaannya sendiri, kalau saya sampaikan ini, nanti jemaat bereaksi keras. Dibatasi oleh waktu, oleh situasi kondisi. Juga dibatasi oleh peraturan organisasi.
Organisasi gereja dibentuk untuk hubungan baik dengan pemerintah supaya gereja legal. Tetapi seringkali ruang lingkup Firman dibatasi dengan aturan buatan manusia. Ini yang menyebabkan sidang jemaat yang datang beribadah seharusnya mendapat kasih karunia, dibenarkan tetapi tetap berada dalam dosa, tidak dibenarkan. Dia tidak sadar bahwa dia berbuat dosa, dia tidak tahu yang dia lakukan itu dosa karena hamba Tuhan tidak berani menyampaikannya.
Tujuan Tuhan mengutus kami hamba Tuhan, tujuan ada gembala dalam sidang jemaat untuk mengasuh dan merawat rohani sidang jemaat, seperti kita mengasuh dan merawat anak kita. Ada orang tua ketika anaknya berbuat salah malah dibilangi ‘jago kau nak’. Kalau namanya mengasuh dan merawat orang tua pasti mengingatkan, itu salah. Diingatkan sekali, masih dia buat 2 kali, diingatkan lebih keras. Masih diulang yang salah, akhirnya mulai dipukul kakinya atau tangannya. Itu tujuan Tuhan menempatkan kami gembala ada di tengah-tengah sidang jemaat, untuk menyatakan apa yang menjadi isi hati Tuhan, Firman yang Tuhan bukakan rahasianya. Isinya apa? Menyatakan kesalahan supaya diperbaiki.
Kita semua tentu tidak mau berada di dalam kesalahan. Saya datang beribadah saya rindu keadaan saya diperbaiki. Masa dari tahun ke tahun begitu terus keadaan kita. Ada isteri yang senang dari tahun ke tahun ditempeleng suaminya. Tentu dia berdoa ‘Tuhan jamah suamiku, perbaiki dia’. Atau ada suami di sini suka disetir terus oleh isterinya, suami dibentak-bentak, tidak ada harga diri di depan isteri. Pasti rindu, Tuhan ubahkan isteriku. Itulah sebabnya kita datang beribadah, kita dengar Firman lewat bibir mulut hamba Tuhan menyatakan salah. Isteri kamu salah, suami itu kepala, hormati dia. Suami kamu salah, isteri itu tubuh, jangan dikasari, jangan dipukuli!
II Timotius 4:2
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Setelah dinyatakan salahnya, diperbaiki. Setelah diperbaiki, dididik dalam kebenaran, hamba Tuhan mengawasi terus perjalanan hidup jemaat, pantau rohaninya, jangan sampai menyimpang. Terus dalam kebenaran sampai mencapai Yerusalem Baru, langit dan bumi yang baru tempatnya kebenaran. Jadi datang ibadah kita rindu untuk mendengar Firman yang menyatakan salah kita supaya diperbaiki.
Biasanya kita berkata ‘tadi saya kena Firman’ itu sudah betul untuk diperbaiki. Jangan mengamuk, jangan marah! Kalau mengamuk, kalau marah, dosanya tidak pernah disentuh, tidak pernah perbaiki, tetap salah terus.
Tetapi banyak hamba Tuhan yang mengajar dengan sewenang-wenang, tidak ditunjukan salahnya jemaat. Domba-domba dicukur terus bulunya tetapi tidak dikasih makan.
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?
Kalau hamba Tuhan yang tampil menyampaikan Firman yang tidak menyatakan salah, hanya mengajar sewenang-wenang, justru itu disenangi. Akibatnya jemaat tetap terikat dengan dosa, tetap dalam keadaan telanjang dan malu. Bahkan lebih ekstrim lagi, hamba Tuhan dan jemaat sudah berbuat dosa, tidak pernah dinyatakan kesalahannya, tetapi masih kelihatan hebat melayani. Itu telanjang tetapi tidak tahu malu! Kita datang ke gereja, saya banyak kekurangan, saya mau diperbaiki, sebab kalau tetap seperti ini lalu Tuhan datang saya tidak akan masuk penyingkiran gereja, antikristus berkuasa saya akan dianiaya dan tertinggal!
Kalau Firman yang enak bagi daging itu disenangi. Lebih parah lagi, dosa meluas kepada jemaat dari hamba Tuhan. Jemaat berbuat dosa karena hamba Tuhan yang kasih kuat dia untuk berbuat dosa!!
Yeremia 23:14-15,17
23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorang pun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
Di mata Tuhan itu suatu kengerian. Bagaimana bisa menyambut Yesus kalau keadaannya tetap seperti ini! Mulai dari kami hamba Tuhan lalu meluas kepada sidang jemaat. Makanya sebagai hamba Tuhan saya katakan kepada jemaat yang Tuhan percayakan saya gembalakan, saya tidak akan pernah membuat sidang jemaat yang ada nyaman dengan dosanya! Kita tidak akan ketemu Yesus, biarpun hebat melayani tetapi berbuat dosa, Tuhan bilang kamu pembuat kejahatan!
Momen natal ini kita renungkan, sepanjang tahun ini bagaimana keadaan saya, bagaimana pelayanan saya, bagaimana nikah saya. Apakah masih mempertahankan yang salah atau mau diperbaiki. Biarlah kita semua rindu diperbaiki sehingga waktu Yesus datang kita bisa menyambutNya. Kadang kita hanya menyanyi ‘yang sudah rusak dibetulkan’ tetapi kenyataannya yang rusak tambah rusak, karena yang mau membetulkan dia juga rusak.
Biarlah terbuka mata rohani kita, oh Tuhan selama ini saya seperti itu. Dosa tetap bertumbuh subur karena hamba Tuhan yang melayani tetap mempertahankan dosa. Dia takut menyatakan dosa sehingga jemaat tetap hidup dalam dosanya, itu Tuhan katakan ada yang mengerikan! Karena jemaat terbiasa dilayani oleh pendeta seperti itu, begitu ada yang menyampaikan Firman yang keras, mereka berkata Firman Tuhan hanya menjadi beban, bikin susah, Firman bikin sakit hati. Dalam Yeremia pasal 23 ini sampai 6 kali sabda yang dibebankan Tuhan.
Yeremia 23:33-34,36,38
23:33 Apabila bangsa ini — baik nabi ataupun imam — bertanya kepadamu: Apakah 1Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang 2Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:36 Tetapi 3Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.
23:38 Tetapi jika kamu masih berbicara tentang 4Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, maka beginilah firman TUHAN: Oleh karena kamu masih memakai ungkapan 5Sabda yang dibebankan oleh TUHAN itu, sekalipun Aku mengutus orang kepadamu mengatakan: Janganlah kamu berbicara tentang 6Sabda yang dibebankan oleh TUHAN,
Akibatnya aibnya kekal!
Yeremia 23:40
23:40 Aku akan menimpakan kepadamu aib yang kekal dan noda yang kekal yang tidak akan terlupakan."
Karena kasih Tuhan maka dosa dinyatakan supaya diperbaiki. Tetapi ada yang malah berkata pendeta tidak punya kasih!
II Tawarikh 36:15-16
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
Kita merayakan natal, kita renungkan Yesus datang. Dia Firman yang lahir menjadi manusia. Lahir, berarti ada proses, melalui kandungan seorang ibu. Mengapa Dia harus lahir, tidak langsung datang begitu saja? Sebab sejak dari dalam kandungan, kita dikandung dalam dosa. Makanya Yesus lahir, Dia mau menyelesaikan dosa dari akarnya. Ini kasih karunia Tuhan. Jadi jangan marah kalau pulang dipenggembalaan masing-masing gembala menyampaikan Firman yang menyatakan dosa, itu kasih karunia Tuhan supaya memperbaiki.
Betapa ngeri kalau hamba Tuhan takut memberitakan Firman yang menyatakan dosa dan jemaat senang dengar khotbah yang menyenangkan daging. Firman Tuhan katakan itu hamba Tuhan yang membaca tetapi tidak mengerti akhirnya jemaat menjadi buta huruf dalam arti rohani, tidak bisa baca Alkitab.
Yesaya 29:11-12
29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";
29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
Kembali lagi dari kami hamba Tuhan. Makanya dari 7 sidang jemaat di Asia Kecil, yang disurati oleh Tuhan adalah malaikat jemaat. Malaikat jemaat itulah gembala sidang. Kami melayani jemaat yang Tuhan percayakan, mau dibawa ke mana? Sementara sidang jemaat mendapat kasih karunia dari Tuhan lewat hamba Tuhan. Kalau hamba Tuhan sendiri menghambat kasih karunia Tuhan, dia tidak mau menyampaikan Firman yang menyatakan dosa untuk diperbaiki, jemaat kasihan, tidak mendapat kasih karunia.
Filipi 1:7
1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
Paulus teguh memberitakan Firman, sekalipun harus dipenjarakan, dia berani menyampaikan Firman yang menyatakan salah supaya jemaat diperbaiki. Jadi jangan marah kalau dosa ditunjuk lewat pemberitaan Firman. Kita buka hati untuk Firman. Beri kebebasan dalam Roh Kudus, dalam pemberitaan jangan dibatasi.
Gembala bergumul supaya ada pembukaan Firman yang bisa memperbaiki keadaan gereja. Sidang jemaat bergumul dan berdoa untuk gembala supaya Tuhan berikan pembukaan Firman dan Tuhan berikan keberanian untuk memberitakan rahasia Injil.
Efesus 6:18-20
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Sampaikan dengan sejelas-jelasnya. Nyatakanlah kasih karunia Tuhan kepada sidang jemaat lewat Firman yang dibuka rahasianya, untuk jemaat bisa didorong masuk pada kegenapan waktu pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna untuk menyatu dengan Yesus sebagai kepala.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Ini kerinduan Yesus, biarlah menjadi kerinduan kita juga. Dalam keluhannya Yesus berkata, seringala punya liang, burung punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakan kepalaNya. Tempat kepala adalah tubuh. Siapa Tubuh Kristus? Itulah gereja Tuhan yang mau disucikan, mau dinyatakan salahnya, mau diperbaiki, mau dididik di dalam kebenaran. Sehingga ketika Yesus datang kita bisa menyambutNya, kita menyatu dengan Dia.
Semoga kita lebih sungguh-sungguh lagi memahami apa yang diinginkan oleh Tuhan. Kita bawa hidup kita untuk terus dibenarkan, disucikan oleh Firman Tuhan, dibawa masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna. Semakin kita disucikan, semakin dalam kita mengenal Yesus.
Efesus 1:17
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Kita mengenal Yesus dengan benar, sebagaimana Yesus mengenal kita. Sehingga ketika Yesus datang kita dibawa masuk pada kebahagiaan. Ada orang yang giat melayani, hebat melayani. Bahkan pelayanannya luar biasa, mengusir setan, bernubuat, mengadakan banyak mujizat, tetapi Yesus berkata ‘Aku tidak pernah kenal kamu!’. Bukan hanya tidak kenal, tetapi tidak pernah kenal. Enyahlah kamu semua pembuat kejahatan’. Ini jangan terjadi pada kehidupan kita.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Biarlah kita bergumul, kita berdoa, Tuhan dalam perayaan natal ini saya rindu diperbaiki, saya tidak mau bertahan dalam kekurangan saya. Bukakan rahasia Firman kepada kami lewat hambaMu. Berikan keberanian kepada hambaMu untuk memberitakan Firman supaya kami bisa menyambut kedatangan Yesus. Doa saya selalu, Tuhan ingat kami ketika Engkau datang, jangan ada satupun yang tertinggal dan binasa.
Betapa ngeri kalau seperti raja Zedekia, ketika ditangkap raja Babel dia dibawa ke Ribla dan di depan matanya anak-anaknya bunuh, juga keluarga kerajaan dan pejabat-pejabatnya. Kemudian matanya dicungkil dan dibawa ke Babel, dia mati di dalam penjara. Tentu kita para gembala tidak mau seperti itu. Dihadapan kami jemaat dianiaya antikristus dan akhirnya kami. Kenapa? Karena selama ini tidak pernah dinyatakan salahnya. Hanya dikatakan kamu selamat, kamu akan luput dari malapetaka, jemaat dikuatkan hatinya berbuat dosa terus. Tuhan tolong, biarlah kita lebih sungguh-sungguh lagi dalam mengikut Tuhan.
Hawa mengurangi kata bebas dan menambah kata raba. Artinya hamba Tuhan memberitakan Firman hanya meraba emosi jemaat lewat menambah dengan lawak-lawak, dengan dongeng, dengan ilustrasi-ilustrasi yang tidak ada dalam Alkitab. Jemaat hanya diraba emosinya. Kalau ditanya, bagaimana Firman tadi, cuma dijawab lucu, bukan lagi dosa yang dinyatakan!
II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Jangan dongeng, ajarkan Firman, supaya jemaat mengerti. Akhirnya begitu baca Alkitab malah tidak tahu, karena tidak pernah diajarkan tentang Firman, yang lain yang diajarkan. Tetapi ini yang disenangi jemaat, tidak mau makanan keras, yang disenangi dongeng sebelum tidur. Akhirnya jemaat tidak mengalami kuasa penyucian, tidak mengalami penyucian. Sekalipun enak tata bahasanya, tetapi kalau itu bukan dari Alkitab, itu omongan kosong yang tidak suci!
I Timotius 6:20-21
6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!
Dikunci dengan kasih karunia. Artinya Tuhan tidak mau kita hanya diisi dengan omongan kosong yang tidak suci. Tetapi Tuhan mau betul-betul Firman yang punya bobot, yang ada isi untuk kita disucikan.
Jika firman selalu ditambah, dikurang, disesuaikan dengan kehendak daging, nanti menjadi seperti Adam dan Hawa, membangun kebenaran diri sendiri. Waktu Tuhan datang mereka bersembunyi karena telanjang dan takut. Tuhan bertanya Adam di manakah engkau. Seharusnya dia berseru Tuhan ampuni, saya sudah makan buah terlarang. Malah dia tunjuk isterinya ‘perempuan yang Kau dtempatkan di sisiku’ isterinya dia salahkan, Tuhan juga dia salahkan. Karena Firman sudah ditambah kurang, disesuaikan kehendak daging, akhirnya orang lain yang salah, Tuhanpun disalahkan, Firman disalahkan. Firman yang benar dikritik, disalahkan, itu membangun kebenaran diri sendiri.
Lalu Hawa ditanya, apa yang kau perbuat. Bukannya minta ampun, Hawa malah berkata ular ini Tuhan yang memperdaya aku maka ku makan. Kadang kitapun seperti itu, apa yang kau buat? Gara-gara dia, itu karena Firman terlalu keras, karena setan yang bisik di telingaku makanya saya buat. Biarpun kita giat beribadah, tetapi ada kebenaran diri sendiri, Tuhan tidak berkenan dengan ibadah kita.
Roma 10:2-3
10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
Ibadahnya dengan kebenaran diri sendiri. Apalagi kami hamba Tuhan, si anu salah, si itu salah, menghakimi orang lain, janganlah. Tunjukanlah Firman, biarlah Firman yang menyatakan dosa, jangan kebenaran diri sendiri.
Orang seperti itu beribadah tetapi tidak berkenan kepada Tuhan, akhirnya kehidupan seperti ini, yaitu hamba Tuhan, gereja Tuhan yang menambah dan mengurangi Firman, mereka akan ketakutan menghadapi kegoncangan-kegoncangan di akhir zaman ini. Alkitab katakan sampai manusia lari ke celah-celah gunung karena takut ketika Tuhan bangkit menakut-nakuti bumi.
Yesaya 2:19,21
2:19 Maka orang akan masuk ke dalam gua-gua di gunung batu dan ke dalam liang-liang di tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
2:21 dan ia akan masuk ke dalam lekuk-lekuk di gunung batu dan ke dalam celah-celah di bukit batu terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya, pada waktu Ia bangkit menakut-nakuti bumi.
Kenapa mereka lari ke bukti-bukit, bersembunyi ke dalam celah-celah bukit batu? Seringkali hamba Tuhan yang berani menyampaikan Firman yang menyatakan dosa untuk memperbaiki sidang jemaat itu ditolak, diusir, tidak diterima. Surat Ibrani mengatakan tempat hamba Tuhan bersembunyi di celah-celah bukit, di celah-celah gunung karena jemaat tidak terima, jemaat tolak!
Ibrani 11:38-39
11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
Mereka sembunyi, tidak diterima, pendeta apa itu, terlalu keras Firman dia sampaikan. Akhirnya ketika Tuhan bangkit menakut-nakuti bumi baru dicari, mana itu pendeta yang lalu saya usir, mana itu gembala yang teguh menyampaikan Firman pengajaran yang benar, tetapi sudah terlambat, Tuhan sudah menghukum. Jangan tunggu seperti itu. Kasihan hamba Tuhan, sebenarnya tujuan dia datang melayani bukan untuk dirinya, tetapi untuk sidang jemaat supaya berhasil bertemu Yesus. Tetapi ditolak, begitu Tuhan bangkit menakut-nakuti bumi baru sadar, baru mau cari tetapi sudah terlambat.
Gunung batu juga menunjuk sabda Tuhan yang murni. Celah-celah gunung batu itu ayat-ayat Alkitab. Sekarang tidak suka Firman yang dibukakan rahasianya, nanti baru mau cari sudah terlambat, Tuhan sudah menghukum bumi.
II Samuel 22:31-32
22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?
Firman itu Allah sendiri. Jadi gunung batu bicara Firman Tuhan, Alkitab. Celah-celahnya adalah ayat-ayat Alkitab, Firman yang dibukakan rahasianya.
Ayat menerangkan ayat, supaya kita mengerti bahwa ini betul, tidak bisa dibantah karena ada ayatnya. Seperti dulu belajar matematika ada rumusnya, jadi tidak salah! Tidak bisa dibantah. Begitu juga Alkitab, kalau diterangkan dengan ayat tidak bisa dibantah karena ada ayatnya. Tetapi tidak disenangi, tidak disukai. Akhirnya begitu Tuhan bangkit menakut-nakuti bumi baru sadar, baru mau cari Firman tidak ada lagi, mau cari hamba Tuhan sudah tidak ada, sudah terlambat.
Sekarang kita merayakan natal, merayakan hari kelahiran Yesus. Firman yang lahir menjadi manusia adalah kasih karunia Tuhan kepada kita. Ada hamba Tuhan diutus datang melayani, menyampaikan Firman kasih karunia supaya sidang jemaat oleh kasih karunia itu bisa menyambut Yesus waktu Dia datang kedua kali.
Jangan tolak kasih karunia Tuhan, terima Firman yang menyucikan, sambut pelayanan hamba Tuhan. Sehingga kita tidak akan takut menghadapi kegoncangan, pencobaan apapun, penderitaan karena Yesus, karena ada kasih karunia. Setiap beribadah ada Firman yang menyatakan dosaku, itu kasih karunia Tuhan. Ada hamba Tuhan yang tekun melayani saya, teguh dalam kebenaran, dalam kesucian, itu wujud kasih karunia Tuhan. Sehingga Paulus katakan sekalipun aku lemah tetapi cukuplah kasih karunia Tuhan. Di dalam kelemahan aku kuat! Kita kuat menghadapi tantangan penderitaan apapun karena ada Firman yang menyatakan dosa, memperbaiki kehidupan kita, menyucikan kita, ada hamba Tuhan tekun melayani kita. Dalam kelemahan kita kuat, kita tidak bersungut-sungut, kita tidak tinggalkan Yesus, tetap bertahan, sekali Yesus tetap Yesus.
II Korintus 12:9-10
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Sekalipun diizinkan menderita kita rela karena ada kasih karunia Tuhan di dalam hidup kita. Saat kita lemah, kita kuat karena kasih karunia Tuhan. Tuhan sanggup menolong, kasih karuniaNya pasti menolong tepat pada wakutnya. Firman yang kita dengar, Firman yang dibuka rahasianya itu menjadi jawaban dalam pergumulan kita. Kita tidak takut seperti Hawa, tetapi kita malah mendekati Tuhan, menghampiri takhta kasih karuniaNya untuk mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Waktu Yesus datang, kita berhasil menyambut kedatanganNya.
Ibrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Mungkin malam ini waktunya kita ditolong oleh Tuhan. Kalau belum ditolong, jangan putus asa, tetap ada kasih karunia Tuhan dalam wujud Firman. Ada hamba Tuhan yang diutus Tuhan untuk melayani kita.
I Yohanes 2:28
2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
Yesus sudah mau datang, sekarang kita merayakan natal kedatangan Yesus pertama kali dengan kasih karunia. Kedatangan Yesus kedua kali juga akan kita sambut dengan kasih karunia Tuhan.
Wahyu 22:20-21
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
Kami hamba Tuhan jangan menghambat kasih karunia Tuhan kepada sidang jemaat. Sampaikan Firman yang dibukakan rahasianya untuk menyatakan dosa, untuk diperbaiki, untuk dididik di dalam kebenaran. Sidang jemaat jangan tolak kasih karunia Tuhan. Kita hidup dari kasih karunia Tuhan, kita bisa menyambut Yesus juga karena kasih karunia Tuhan. Semoga tidak ada yang tertinggal binasa, semua kita bisa berhasil menyambut Yesus.
Sidang jemaat yang Tuhan percayakan untuk kami gembalakan, ayo terima kasih karunia Tuhan, hargai sungguh-sungguh. Jangan marah kalau saya tegur secara pribadi, itu kasih karunia Tuhan supaya kita berhasil bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, Raja segala raja. Level tertinggi yang bisa dicapai oleh gereja Tuhan adalah menjadi Mempelai Wanita Tuhan tanpa cacat dan cela.
Tuhan Memberkati.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
|
JADWAL IBADAH Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci → Pk. 17.00 Sabtu : Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30 Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00 Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar