Penyerahan Anak Uriel Mikhael Poyo
Mazmur 22:10-12
22:10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
22:11 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
22:12 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
Uriel artinya cahaya Tuhan, terang dari Tuhan atau api Tuhan. Wujudnya dalam gereja adalah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus atau Firman pengajaran yang benar. Mikhael artinya siapa yang dapat seperti Tuhan. Adapun malaikat Mikhael adalah malaikat perang juga malaikat pendamping atau penolong.
Wahyu 12:7-8
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
Daniel 12:1
12:1 "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
Sekarang wujudnya adalah Roh Kudus. Anak ini diberi nama Uriel Mikhael Poyo dengan satu kerinduan anak ini betul-betul dibina dalam Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Itu yang menjadi kebutuhan kita.
Mengapa anak harus diserahkan kepada Tuhan? Karena di depan kita menghadapi kesesakan yang besar. Ketika bumi dihukum oleh Tuhan dengan air bah, tidak ada satu anakpun yang selamat. Anak sekolah minggu tidak ada, bayi tidak ada, yang selamat hanya orang dewasa 8 orang, 4 pasang. Di depan kita menghadapi air bah secara rohani, itulah dosa yang bergulung-gulung. Kalau anak tidak diserahkan kepada Tuhan, dosa bergulung nanti menghantam dia.
Air bah juga krisis di berbagai bidang. Kalau tidak diserahkan kepada Tuhan, menghadapi krisis dia tidak dapat bertahan. Air bah juga adalah penghukuman Tuhan yang diawali dengan aniaya antikristus.
Makanya raja Daud mengatakan sejak dalam kandungan dia diserahkan.
Mazmur 22:10-12
22:10 Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.
22:11 Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.
22:12 Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.
Kesusahan antikristus sudah dekat. Makanya sejak lahir anak harus diserahkan kepada Tuhan supaya dia aman di dada ibunya. Secara jasmani ibu itu adalah mama. Secara rohani ibu itu bicara gembala. Sejak kecil anak itu diserahkan kepada Tuhan supaya dia menjadi kehidupan yang tergembala, aman di dalam dekapan ibu. Gembala itu seperti ibu yang mengasuh dan merawat anak.
I Tesalonika 2:7
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
Siang ini di depan sidang jemaat dan di hadapan Tuhan anak ini mau diserahkan. Biar dia aman di dada ibunya. Artinya dia menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik dalam Firman pengajaran yang benar, dalam urapan Roh Kudus. Bukan hanya anak ini tetapi kita semua. Kebutuhan mutlak kita adalah penggembalaan. Itu yang meluputkan kita dari kesesakan di depan. Tanpa tergembala, kita akan terhuyung-huyung masuk dalam kesesakan itu.
Hasil tergembala pada Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus:
1. Efesus 5:25-27
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Hasil tergembala mengalami penyucian secara terus menerus sampai tidak bercacat cela, menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
2. I Petrus 1:23
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
Mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai nanti sama mulia dengan Tuhan Yesus, menjadi Mempelai WanitaNya. Kita disucikan, kita diubahkan.
3. Secara jasmani aman di dada ibu. Artinya ada pemeliharaan, ada perlindungan, ada damai sejahtera dari Tuhan. Dunia ini sudah goncang, tetapi dengan tergembala, semua ada. Begitu kita tergembala, kita mendapat hidup berkelimpahan, takkan kekurangan. Semua kita dapatkan di dalam penggembalaan.
Anak ini mau diserahkan kepada Tuhan. Orang tua menjadi teladan untuk tergembala. Kelak anak ini bertumbuh menjadi kehidupan yang tergembala, maka ada penyucian didapatkan, ada pembaharuan, juga pemeliharaan serta perlindungan dan damai sejahtera dari Tuhan.
Kebaktian Umum
Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:4-7
16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."
Ini adalah malapetaka yang ketiga yang ditumpahkan ke atas sungai. Sungai menunjuk segala aktivitas manusia di dunia. Juga ditumpahkan ke atas mata air. Mata air menunjuk sumber kehidupan manusia.
Semua menjadi darah. Kenapa menjadi darah? Karena segala aktivitas manusia dan sumber kehidupan manusia di dunia ini, semuanya telah dikuasai oleh setan.
I Yohanes 5:19
5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Semuanya dikuasai oleh setan, membuat manusia, khususnya hamba Tuhan dan pelayan Tuhan terikat dengan dunia dan sedang binasa. Dunia ini sedang lenyap, kalau terikat dengan dunia, mengasihi dunia maka orang itu ikut lenyap dengan dunia ini.
I Yohanes 2:15-17
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Boleh beraktivitas di dunia tetapi jangan sampai terikat dengan dunia. Peganglah dunia dengan tangan terbuka, sehingga ketika dunia ini sedang lenyap, kita tidak ikut lenyap dengan dunia ini. Tetapi kalau kita genggam, begitu dunia lenyap maka kita juga ikut lenyap.
Tuhan tidak serta merta menghukum tetapi Tuhan memberikan jalan keluar bagi kita. Apa jalan keluarnya? Aktif dalam kegerakan rohani, kegerakan Firman. Silahkan aktif di dunia, tetapi jangan lupa nomor 1 aktif dalam kegerakan rohani. Kalau hamba Tuhan yang seharusnya memimpin jemaat dalam kegerakan rohani malah lebih aktif di dunia, bagaimana bisa membawa jemaat dalam kegerakan rohani!
Gereja Tuhan diperhadapkan dengan 2 aliran.
1. Aliran sungai dan mata air dunia. Menunjuk aktivitas atau kesibukan dunia sampai perkara-perkara dunia dibawa masuk dalam gereja. Cara mencari dananya sudah cara dunia, penampilannya penampilan dunia, cara memujinya seperti konser di dunia, semua sudah duniawi. Hal ini membawa gereja semakin jahat, semakin najis, sampai sempurna dalam kejahatan dan kenajisan. Itulah Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan yang akan binasa bersama dengan dunia ini.
Wahyu 22:11
22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"
Kalau di dunia berpolitik, di gereja juga berpolitik. Kalau di dunia hasut menghasut untuk menggencet orang lain, di gereja juga begitu. Berdusta sampai segala cara dihalalkan.
2. Aliran sungai kehidupan yaitu aktif dalam kegerakan rohani, kegerakan Firman sehingga semakin benar dan suci sampai sempurna sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Ayo aktif dalam kegerakan rohani, kegerakan Firman.
Masing-masing meraba diri, tidak usah menunjuk yang lain. Di mana posisi kita, di sungai dunia atau di mata air kehidupan. Biarlah kita mau masuk dalam kegerakan rohani, kegerakan Firman.
Dalam Perjanjian Lama, kegerakan rohani digambarkan seperti sungai yang keluar dari Bait Suci.
Yehezkiel 47:1-2
47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
Ini air yang membual, yang meluap-luap, suatu kegerakan yang semakin besar. Karena begitu diukur bertambah tingginya, diukur lagi, lebih bertambah tingginya. Kita berdoa biar kegerakan ini semakin besar menjangkau jiwa-jiwa. Makanya siaran langsung terus diupayakan.
Disebut aliran sungai kehidupan ini menuju ke timur? Timur itu daerah perkembangan dosa. Setelah manusia jatuh dalam dosa diusir ke timur. Ketika Kain membunuh Habel, dia lari ke timur. Menara Babel dibangun di tanah timur. Anak Abraham yang tidak menerima janji Allah yaitu keturunan Ketura menuju ke timur. Jadi timur ini wilayah dosa yang bertambah-tambah. Tetapi kegerakan Firman mengarah ke sana. Justru disaat dosa bertambah-tambah, kasih karunia Tuhan melimpah, yang diwujudkan dengan pembukaan rahasia Firman yang semakin melimpah. Sebab kalau tidak ada Firman, dosa itu bergulung-gulung menghantam kita. Karena itu harus dihalangi dengan Firman. Di mana dosa bertambah, di situ kasih karunia Tuhan berlimpah. Bukan berarti tambah dosa supaya bertambah kasih karunia, bukan! Artinya pembukaan rahasia Firman semakin bertambah untuk menghambat lajunya dosa!
Roma 5:20
5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
Kalau membaca ayat ini, kenapa Taurat malah menambah pelanggaran? Sebelum ada Taurat, manusia tidak tahu bahwa yang dia buat itu salah. Tetapi begitu ada Taurat menjadi tahu ini salah, itu salah, pelanggaran semakin banyak.
Roma 5:21
5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Dosa semakin bertambah, Firman semakin dibukakan untuk menghambat laju dosa itu, supaya kita tidak diseret oleh arus dosa itu. Dulu belum ada internet, belum ada hp, dosa belum seperti sekarang. Setelah internet, ada handphone, dosa semakin menjadi-jadi. Makanya perlu Firman. Harus masuk dalam kegerakan Firman, tidak boleh ditawar-tawar. Jangan kita hanya sibuk dengan kegerakan dunia, aktivitas dunia.
Tetapi harus dijaga, dalam kegerakan Firman, roh fasik menyusup! Ada orang kelihatan aktif dalam kegerakan rohani, kegerakan Firman, tetapi sudah disusupi roh fasik. Dia bertanya Firman, menyelidiki Firman tetapi roh fasik di dalamnya.
Mazmur 50:16
50:16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
Ini hamba Tuhan yang tugasnya menyelidik Firman. Hamba Tuhan seharusnya mengarahkan jemaat masuk kegerakan Firman, dia sendiri disusupi roh fasik. Mulutnya menyebut Firman, berarti dia bersaksi Firman, ternyata roh fasik ada di dalamnya!
Mazmur 50:17-21
50:17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
50:18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.
50:19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
50:20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu.
50:21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.
Justru hamba Tuhan yang banyak seperti ini, mengata-ngatai saudara di dalam Tuhan, memfitnah. Dia pikir aman, Tuhan berdiam diri, kalau dia hamba Tuhan pelayanannya tetap jalan, perpuluhan dan korban lancar masuk dari jemaat, bisa beli ini dan itu, bisa ke sana sini, ikut KKR sana sini, uang lancar masuk. Nanti baru kaget begitu sudah dihukum oleh Tuhan! Sudah terlambat.
Saat kegerakan Firman, roh fasik masuk di situ. Kegerakan itu bukan nanti KKR, tetapi mulai dari dalam penggembalaan. Orang fasik masuk di dalam penggembalaan, ada di situ menyelidik Firman.
Yudas 1:4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Periksa diri sendiri, tidak usah tunjuk-tunjuk orang. Tetapi seringkali hamba Tuhan yang seperti itu! Jauhi dia, sesat, fasik, menyimpang, tabola bale. Nomor 1 saya, saya khotbah siang ini, jangan ada roh fasik di dalam saya.
Tanda-tanda roh fasik:
1. Berkawan dengan pencuri. Artinya:
a) Tidak jujur soal miliknya Tuhan. Mencuri milik Tuhan. Mana ada pencuri jujur.
b) Membiarkan nikah terbongkar. Nikah yang hancur tidak dibawa kepada Tuhan untuk diperbaiki, dibiarkan saja.
Matius 24:43
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
Pencuri ini membongkar rumah, di dalam rumah ada nikah. Kalau dia hamba Tuhan, dia setujui nikah yang tidak beres, dibiarkan saja, tidak diperbaiki. Kalau dia jemaat, dia lakukan nikah yang tidak benar. Membongkar nikah itu berujung pada perceraian. Dibiarkan perceraian ‘tidak usah gubris suamimu itu, kasih tinggal saja’.
Penggembalaan tempat memperbaiki nikah. Tugas kami gembala kalau ada nikah yang hancur diperbaiki. Montir malah senang kalau ada yang datang bawa motor yang rusak parah, karena kalau dia perbaiki, bayarannya tinggi.
Yang rusak dan hancur harus diperbaiki. Yesus memperbaiki orang gila di Gadara, untuk 1 orang Yesus rela menembusi angin dan gelombang. Yang hancur datang diperbaiki. Bukan disetujui nikah yang salah. Kalau dia tahan penyucian, dia mau diperbaiki. Kalau dia tidak tahan penyucian, tidak usah diusir, dia akan keluar sendiri.
2. Bergaul dengan orang berzinah, artinya:
a) Hidup di dalam kenajisan.
b) Yakobus 4:4 (Terjemahan Lama)
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Artinya bersahabat dengan dunia sehingga tidak setia dalam ibadah pelayanan. Atau dia beribadah melayani untuk mencari perkara dunia. Itu sama, motivasinya perkara dunia, perkara jasmani.
Aktif melayani, dia selidiki Firman, tetapi motivasinya untuk dapat keuntungan, untuk perkara dunia.
II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Kalau sekarang ini banyak yang menjadi konten kreator. Jangan yah khotbah dicuplik lalu diupload untuk dapat keuntungan!
3. Mulutnya kotor. Tipu sudah melekat di mulutnya!
Kita sekarang masuk dalam kegerakan rohani, jangan disusupi roh fasik!
Roh fasik membawa kepada kematian, Tetapi kegerakan rohani membawa kehidupan. Kita masuk di situ dengan sungguh-sungguh. Kegerakan ini digambarkan dengan sungai air yang mengalir, air yang mengalir itu lembut. Firman sekeras apapun sebenarnya adalah kelembutan hati Tuhan, kasih sayang Tuhan kepada kita. Tetapi kadangkala kita tanggapi dengan hati yang keras, amarah meluap-luap, emosi daging. Seperti yang dilakukan orang-orang di mahkamah agama waktu Stefanus diperhadapkan dalam sidang. Biarlah kita tanggapi dengan positif, itu kelembutan hati Tuhan. Bukti kelembutan hati Tuhan, Tuhan tidak langsung menghukum. Kepada orang fasik masih diberikan kesempatan.
Contoh Yudas penyelusup dalam penggembalaan, saat terakhirpun masih diberi kesempatan. Bahkan waktu Yudas mencium Yesus masih diingatkan, dengan inikah engkau menyerahkan Anak Manusia? Seharusnya dia sadar dan mohon ampun, tetapi tidak pernah sadar!
Biarlah kita masuk dalam kegerakan Firman. Sejahat, senajis, sehancur apapun kehidupan kita, ada Firman yang sanggup menyucikan dan mengubahkan. Itu adalah kelembutan hati Tuhan. Kegerakan Firman membawa kehidupan!
Sekarang kita periksa lagi. Saya ini sudah hidup rohaninya atau masih dalam keadaan mati?
Yehezkiel 47:8-9
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Sungai ini membawa kehidupan. Kegerakan Firman membawa kehidupan. Kita periksa, apakah rohani saya sudah hidup atau belum. Bukti rohani hidup:
Yehezkiel 47:7,12
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
1. Ada banyak pohon sebelah sini dan sebelah sana. Kenapa tidak pakai kiri dan kanan? Kalau pakai kiri dan kanan itu sudah berbicara penghakiman, domba di sebelah kanan, kambing di sebelah kiri dan dihukum. Umur panjang di tangan kanan, kekayaan dan kehormatan di tangan kiri. Kekayaan dan kehormatan ini yang dikejar manusia tetapi membawa pada penghukuman. Makanya tidak dipakai istilah sebelah kiri dan kanan.
Sebelah sini dan sana, kalau di sini ada pohon di sana juga ada pohon artinya ada keseimbangan. Yang bagaimana itu ada keseimbangan?
a) Adil dalam hal waktu untuk Tuhan dan untuk yang jasmani. Waktu untuk Tuhan jangan dikurangi. Jangan sampai terlalu sibuk waktu untuk yang jasmani sehingga waktu untuk Tuhan dikurangi. Untuk penyembahan Tuhan hanya minta 1 jam. Petrus tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga dengan Aku 1 jam saja? 1 jam itu sebenarnya terlalu minim, untuk kita 23 jam. Nonton bola saja 2x45 menit bisa, untuk menyembah susah sekali!
Tidak adil, berarti rohani belum hidup, waktu untuk Tuhan saja belum bisa diberi, masih diambil untuk diri kita sendiri. 1 jam saja belum bisa, apalagi untuk 3 macam ibadah. Kalau mau adil seharusnya 12 jam untuk Tuhan, 12 jam untuk kita. Tetapi Tuhan minta berdoa 1 jam setiap hari. Kalau ditambah ibadah rata-rata ibadah 2 jam, jadi seminggu 3 kali ibadah hanya 6 jam. Masih banyak waktu untuk kita.
Standar dari Tuhan seimbang, tetapi Tuhan tidak mau merugikan kita. Hanya kita saja yang seringkali merasa rugi! Semoga kita bisa menggunakan waktu dengan baik.
b) II Korintus 6:14
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Jangan dengan pasangan yang tidak seimbang, yang satu gelap, yang satu terang. Kalau disimpulkan jangan kawin campur! Yang sudah terlanjur jangan diceraikan, digumuli, didoakan.
c) Dalam nikah ada keseimbangan dalam mempraktekan kasih. Contoh suami mengasihi isteri, isteri tunduk kepada suami. Ini seimbang. Kalau masih jomplang timbangannya, minta ampun, mohon belas kasihan Tuhan. Kalau suami sudah mengasihi lalu isteri belum tunduk bukan berarti boleh diceraikan! Gumuli, supaya menjadi seimbang. Isteri sudah tunduk kepada suami, tetapi suami malah tendang terus, kalau begitu boleh diceraikan? Jangan tetap tunduk, tetap lakukan Firman sampai seimbang, suami mengasihi, isteri tunduk pada suami.
Contoh berikut orang tua membesarkan, mendidik, menafkahi, berkorban banyak untuk anak, anak hormat dan taat pada orang tua. Kadangkala begitu dia berhasil sedikit saja, orang tua sudah dilawan. Padahal di dalam darah dan dagingnya itu dia dapatkan makanan dari hasil keringat orang tua, dari air susu ibu. Baru dapat gelar, orang tua sudah dipandang sebelah mata. Apalagi kalau sudah soal jodoh, banyak yang tidak hormat pada orang tuanya. Sampai memilih orang lain yang tidak pernah punya kontribusi apa-apa dalam hidupnya dari pada memilih orang tuanya. Di sini jangan ada lagi yang seperti itu, yang sudah terlanjur minta ampun!
Bagi orang tua, kenapa anak bisa seperti itu? Karena tidak seimbang. Bagaimana tidak seimbangnya? Sudah sibuk sekali sampai sudah tidak ada waktu untuk keluarga. Makanya dia tidak dapat kasih sayang dari orang lain yang tidak pernah dia dapatkan dari orang tuanya, sehingga dia pilih itu dari pada orang tuanya. Kita periksa diri, anak kita tidak pernah dapat kasih sayang dari kita, dia dapat dari orang lain. Sesibuk apapun kita, jangan lupa memperhatikan keluarga kita.
d) II Korintus 8:13-14
8:13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
Saling memperhatikan dan membantu dalam hal yang jasmani sebagai sesama anggota Tubuh Kristus. Kalau kita ada kelebihan, bantu yang kurang. Suatu saat kita yang ada dalam kekurangan, dia yang membantu kita. Beri tumpangan, beri apa untuk menolong kehidupannya. Terutama menolongnya dalam hal yang rohani.
2. Buahnya selalu baru setiap bulan. Kalender Yahudi setiap bulan 30 hari. Jadi buahnya selalu baru setiap 30 hari. Angka 30 ingat Korban Kristus. Jadi artinya selalu menghargai Korban Kristus yaitu hidup dalam pertobatan. Bukan menambah dosa baru. Tetapi selesaikan dosa sampai tidak ada lagi dosa.
Lukas 3:8-9
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
Hasilkan buah pertobatan, selalu hidup dalam pertobatan. Ditunjuk dosanya oleh Firman, selesaikan. Bukan ditambah dosa yang baru. Hari-hari yang Tuhan berikan kepada kita, waktu yang sisa, gunakan untuk menyelesaikan dosa. Tuhan menghendaki semua manusia berotbat. Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, kenapa Dia belum datang? Supaya manusia menghasilkan buah, hidup dalam pertobatan.
3. Buahnya menjadi makanan. Artinya ada pelayanan yang memuaskan Tuhan dan memuaskan sesama. Pelayanan yang bagaimana itu?
Yohanes 4:34
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Makanan Tuhan Yesus adalah melakukan kehendak Bapa itu taat dan menyelesaikannya itu setia. Itu memuaskan Tuhan dan sesama. Ini bukti rohani kita hidup yaitu taat dan setia melayani Tuhan sampai garis akhir kehidupan kita sekalian.
4. Daunnya menjadi obat. Artinya pelayanan kita menyehatkan rohani. Orang yang datang dalam keadaan lemah, melihat kita melayani jadi bergairah, bukan malah menjadi sandungan. Banyak kali kita melayani tetapi justru menjadi sandungan. Orang yang tersandung dan menjadi sandungan nasibnya sama yaitu lehernya digantung batu kilangan kemudian ditenggelamkan. Kalau kita membuat orang lain tersandung, kepada kita dituntut Tuhan pertanggungjawaban, hutang darah! Karena perkataanmu, karena perbuatanmu dia sudah tidak mau melayani! Sebab itu harus diselesaikan. Kalau sampai dia tidak sehat rohaninya, dia tidak beribadah, selesaikan, itu kita punya daun yang menjadi obat. Kalau kita sudah selesaikan lalu dia tetap tidak mau beribadah, itu sudah urusannya dengan Tuhan, kita sudah tidak berhutang darah. Yang kita lakukan sudah sesuai Firman, selanjutnya biar Tuhan yang bekerja. Jangan malah kita yang terbeban.
5. Yehezkiel 47:9
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Ikan-ikan bekeriapan, berarti berenang di dalam sungai. Bukan menggelepar. Artinya adalah sukacita, ada damai sejahtera dalam kegerakan rohani. Itu berarti rohaninya hidup, ada respon yang positif terhadap kegerakan ini. Orang tua saja semangat, apalagi kaum muda semangat, jangan loyo, terus melayani sampai garis akhir kehidupan kita.
Yohanes 14:27
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Apapun yang terjadi di dunia jangan gelisah, jangan gentar hati, tetap sukacita melayani Tuhan. Di sini Yesus sudah mau meninggalkan dunia, karena Dia sudah mau ditangkap, dibunuh, bangkit dan naik ke sorga. Waktu Yesus bangkit, Dia berkata ‘Damai sejahtera bagi kamu’.
Yohanes 20:19b,21
20:19b Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Yesus sudah mau terangkat dan Dia memberi damai sejahtera. Sekarang Yesus sudah mau datang, kita sudah mau bertemu dengan Dia. Seharusnya damai sejahtera kita dalam melayani Tuhan semakin besar karena sudah mau bertemu Yesus. Lihat saja yang mau menikah, bertemu calonnya pasti sukacita. Apalagi kita mau ketemu Yesus. Yesus sudah mau datang, koq ikut Tuhan malah mengeluh, melayani mengeluh terus. Apalagi kalau gembala seperti itu, mengeluh kepada jemaat.
Yesus sudah mau datang, sukacita akan memuncak. Ini puncak sukacita kita:
Wahyu 19:6-9
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
Ini sukacita yang tidak terkatakan. Sengsara, salib itu pasti ada dan itu harus kita pikul setiap hari, tetapi Tuhan ganti sukacita yang tidak terkatakan. Tuhan sudah sediakan bagi kita. Mari kita melayani dengan sukacita dan damai sejahtera, ini rohani yang hidup. Ada keseimbangan, ada buah pertobatan, pelayanan kita memuaskan Tuhan dan memuaskan sesama, menyehatkan rohani bukan menjadi sandungan, dan ada sukacita damai sejahtera yang akan memuncak dalam pesta nikah Anak Domba Allah, aroma pesta tercium. Biar kita semua ada di sana.
Tuhan Yesus memberkati.