Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 16:8-11
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Ini pekerjaan dari Allah Roh Kudus, menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan penghakiman. Roh Kudus yang menginsafkan kita akan dosa lewat Firman yang kita dengar. Pengajaran yang benar itu menyatakan dosa kita dan Roh Kudus menginsafkan kita, membuat kita sadar bahwa kita salah. Kemudian dilanjutkan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Makanya selalu kita berdoa supaya Tuhan mengurapi, supaya saat pemberitaan Firman disampaikan, pengajaran itu menyatakan dosa, kita langsung segera sadar akan dosa kita dan mau menyelesaikan, tidak berlarut-larut dalam kesalahan. Selalu saya berkata kepada Tuhan, Tuhan saya masih banyak kekurangan dan kelemahan, tetapi saya tidak mau bertahan pada kekurangan kelemahan itu. Biarlah Firman terus mengerjakan kehidupan kita.
Dari 5 jabatan, ini kena pada jabatan rasul. Jadi kalau dalam kita beribadah ada pengajaran yang benar diberitakan, menunjuk dan menyatakan salah kita, berarti kita sedang dilayani oleh jabatan rasul. Sebagai contoh pada hari Pentakosta, murid-murid dipenuhkan Roh Kudus, rasul Petrus tampil berkhotbah. Begitu dia berkhotbah, pekerjaan Roh Kudus menginsafkan 3.000 sehingga mereka mau bertobat dan memberi diri dibaptis.
Kisah Para Rasul 2:36-38
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Sebelum Petrus tampil berkhotbah, terjadi ketuangan Roh Kudus. Kita butuh Roh Kudus, dalam kita beribadah minta urapan Roh Kudus. Petrus berkhotbah dalam urapan, orang banyak mendengar juga dalam urapan, sehingga pekerjaan Roh Kudus terasa menginsafkan mereka. Pekerjaan Roh Kudus membuat mereka sadar akan dosa dan mereka mau bertobat, memberi diri dibaptis, nama Tuhan dipuji dan dipermuliakan.
Ada 2 hal yang diangkat oleh Petrus dalam khotbahnya:
1. Firman nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yoel.
Kisah Para Rasul 2:17-21
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
Apa yang disampaikan oleh nabi Yoel ini mengenai kegerakan Roh Kudus hujan awal yaitu kegerakan Firman penginjilan dan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan Firman pengajaran. Jadi ini nubuatan ganda, kegerakan Roh Kudus hujan awal sudah digenapi. Kegerakan penginjilan, dari Yerusalem 120 murid menjadi 3.000 kemudian menjadi 5.000 dan seterusnya sampai sekarang sudah ada berapa miliar orang Kristen. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir sedang digenapi. Kita berdoa supaya kegerakan ini semakin membesar, tidak berhenti hanya di Indonesia tetapi mendunia.
Dasar dari kegerakan Roh Kudus adalah darah, api dan gumpalan asap. Ini menunjukan hewan kurban yang dibakar dan asapnya naik. Dulu bangsa Israel mempersembahkan hewan kurban, dagingnya dibakar, asapnya naik, darahnya ditumpahkan. Sekarang hewan kurban ini sudah digenapi oleh korban Kristus Yesus di kayu salib. Jadi dasar kegerakan rohani, kegerakan Roh Kudus adalah korban Kristus.
Jangan kita menganggur, sementara terjadi kegerakan lalu kita pasif, tidak ada gairah dalam kegerakan, berarti itu tidak menghargai Korban Kristus. Kegerakan itu dimulai dari dalam penggembalaan. Kalau dalam penggembalaan sudah meluber, maka akan keluar. Kalau dalam penggembalaan kita aktif, maka tidak akan sulit diajak keluar. Domba-domba dibawa masuk kandang, kemudian dibawa keluar juga untuk bersekutu dengan domba-domba dari kandang yang lain. Ini kegerakan rohani, dasarnya Korban Kristus.
Sebenarnya kita tidak boleh masuk dalam kegerakan rohani, karena kita bangsa kafir yang hanya untuk dibinasakan, tidak ada kaitan dengan janji Tuhan. Tetapi lewat pencurahan Roh Kudus diberi kesempatan bangsa kafir ikut serta dalam kegerakan.
Kisah Para Rasul 2:39
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
Ayo kita aktif dalam kegerakan ini. Yang bisa ikut serta langsung puji Tuhan. Yang tidak bisa ikut, tetap ikut dalam kegiatan ini, baik doa, bisa juga dana. Kita semua aktif, tidak ada yang nganggur. Seperti raja Daud dulu waktu berperang, ada yang berperang ada yang menjaga di perkemahan.
Darah Yesus sudah dicurahkan dan Dia menghadapi api murka Allah. Seharusnya murka Allah untuk manusia berdosa, tetapi sudah Yesus tanggung. Dari atas api murka Allah Dia terima, dari bawah api kebencian ahli Taurat dan imam-imam serta orang Yahudi. Semua Yesus terima supaya kita bisa masuk dalam kegerakan ini. Terutama dalam penggembalaan, darah Yesus yang melayakkan kita untuk tergembala.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Oleh darah Yesus kita dibawa masuk dalam penggembalaan. Khususnya bangsa kafir diberikan kesempatan untuk tergembala. Bangsa kafir disebut keledai, juga disamakan dengan anjing dan babi, tetapi diberi kesempatan menjadi dombanya Tuhan, dibawa masuk dalam penggembalaan. Setelah masuk dalam penggembalaan di situ bangsa kafir diberi makan lewat pembukaan rahasia Firman. Darah Yesus mengangkat kita menjadi dombanya Tuhan, darah Yesus juga membukakan rahasia Firman menjadi makanan bagi kita.
Wahyu 5:9
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Kita dibeli menjadi domba gembalaan Tuhan, dibawa masuk dalam kandang, diberi makan lagi. Luar biasa kasih Tuhan. Makanya kalau pasif, tidak aktif dalam kegerakan itu berarti tidak menghargai Korban Kristus! Nanti akan berhadapan dengan murka Tuhan yang bernyala-nyala. Kalau darah Yesus tidak dihargai maka air menjadi darah, laut menjadi darah. Karena darah Yesus yang melayakan kita untuk tergembala, yang mengarahkan kita masuk dalam kegerakan rohani tidak dihargai, maka akan berhadapan dengan penghukuman, air menjadi darah. Diarahkan dalam kegerakan tidak mau akhirnya masuk dalam suasana penghukuman. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.
Dasar kegerakan adalah Korban Kristus. Ini yang melayakan kita beribadah, tergembala dan membukakan rahasia Firman kepada kita. Kegerakan hujan awal sudah terjadi, sekarang kita berada pada kegerakan hujan akhir.
Kisah Para Rasul 20:19-20
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
Saat kegerakan Roh Kudus hujan akhir terjadi, disertai dengan kegoncangan yang hebat.
Baik kegoncangan hebat di bumi, kegoncangan ekonomi, kegoncangan keamanan dan lainnya. Kegoncangan yang jasmani menimbulkan kegoncangan rohani. Krisis rohani yaitu:
a) Matahari menjadi gelap
Mazmur 84:12
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
Maksudnya kasih Tuhan bersinar seperti matahari, baik untuk orang baik, juga untuk orang jahat. Jadi matahari menjadi gelap = krisis kasih. Betul-betul krisis kasih hari-hari terakhir ini. Manusia semakin menjerit karena krisis kasih, tidak ada lagi kepedulian terhadap sesama.
Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Kasih sekarang ini sudah menjadi dingin, anak sekolah sudah tidak takut-takut bacok orang. Kalau terjadi kecelakaan tidak langsung ditolong malah bikin konten. Egois semakin luar biasa. Dalam II Timotius 3:1-5 dosa dibuka dengan manusia mencintai diri sendiri. Sekarang sudah tidak peduli yang lain mau susah, mau apa, yang penting dia senang.
b) Bulan menjadi darah. Ini bicara penebusan oleh darah Yesus. Artinya tidak ada lagi penebusan oleh darah Yesus = krisis iman. Manusia tidak peduli lagi dengan penebusan oleh darah Yesus. Sekarang mudah sekali menanggalkan iman, hanya digoda dengan uang, kedudukan, jodoh, sudah tinggalkan Yesus, tinggalkan pengajaran yang benar.
c) Bintang-bintang gugur.
Yoel 2:28-31
2:28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
2:29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.
3 hal ini tidak bisa dipisah, kalau matahari gelap, bulan jadi darah, bintang gugur.
Lukas 21:25
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Bintang gugur ini menunjuk krisis pengharapan. Bintang menunjuk Roh Kudus yang menuntun kita. Tidak ada lagi Roh Kudus, tidak ada lagi pengharapan.
Roma 5:5
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Manusia mudah kecewa, mudah putus asa, sampai ambil jalan pintas bunuh diri. Disamping itu manusia mudah bangga, mudah sombong.
Baik krisis jasmani maupun krisis rohani akan memuncak pada tampilnya antikristus. Dia akan berkuasa 3,5 tahun. Tetapi kehidupan Kristen yang tergembala, disucikan dan diubahkan, dia akan disempurnakan dan disingkirkan ke padang gurun. Sudah punya matahari, bulan dan bintang yang permanen. Ini yang disebut tanda di langit.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Berselubung matahari, itu kasih yang permanen. Bulan di bawah kaki, itu iman yang sempurna. Mahkota 12 bintang, itu pengharapan yang permanen.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Ini akan terjadi dan segera terjadi. Tetapi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik, dia luput dari krisis ini. Sekalipun dunia ini krisis dia bisa tetap makan, tetap minum, tetap bersukacita. Biar rebah di kiri dan kanan, dia tidak kena. Betul-betul Tuhan lindungi orang yang tergembala dengan benar dan baik, yang menghargai Korban Kristus. Yang ada dalam kegerakan rohani dia dipelihara dan dilindungi. Dunia ini semakin hancur, semua tidak baik-baik saja. Semua krisis tetapi kita yang tergembala dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan.
2. Mazmur Daud, mengenai keteguhan hati di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah sengsara daging karena kebenaran Firman. Jadi, kalau kita ada dalam kegerakan rohani, kita dipelihara oleh Tuhan maka Firman, Roh Kudus dan kasih memberi keteguhan kepada kita. Kita tidak terpengaruh dengan keadaan di sekitar kita.
Kisah Para Rasul 2:25-28
2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Firman, Roh Kudus dan kasih Allah itu yang memberikan kita keteguhan hati. Menghadapi krisis apapun kita tetap kuat teguh hati, tidak goyah. Tantangan yang dihadapi gereja Tuhan memang semakin luar biasa. Masuk Kisah Para Rasul pasal 3 dan seterusnya tantangannya semakin luar biasa, gereja menghadapi penganiayaan. Tetapi sebelum itu sudah didahului dengan Firman Tuhan yang disampaikan dalam khotbah Petrus ‘aku tidak goyah karena Tuhan berdiri di sebelah kananku’.
Supaya kita tidak goyah menghadapi krisis dan tantangan apapun, sikap kita adalah senantiasa memandang Tuhan. Prakteknya:
a) Bercermin pada Firman. Firman adalah pribadi Yesus sendiri. Kita bercermin pada Firman melihat kekurangan kita untuk kita serahkan kepada Tuhan supaya kita diperbaiki, bukan untuk kita pertahankan. Bagaimana itu bercermin pada Firman? Mendengar Firman sungguh-sungguh sehingga kita bisa melihat kekurangan kita. Kalau berkeras hati = bercermin tetapi pakai selubung di kepala, tidak lihat apa-apa. Dengar Firman tetapi keras hati, dia pertahankan kekurangannya.
II Korintus 3:14
3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
Sudah ada dalam penggembalaan, tetapi setiap cermin Firman ditampilkan, dia tidak lihat kekurangannya.
II Korintus 3:15--18
3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Kalau selubung sudah diambil maka kemuliaan Tuhan semakin nyata di dalam kita. Memandang Tuhan prakteknya bercermin pada Firman. Saat sore ini Firman disampaikan dan dalam setiap ibadah kita bercermin, kita lihat kekurangan kita supaya diperbaiki, jangan dipertahankan.
b) Menyembah. Setelah bercermin pada Firman, kita lihat kekurangan kita, kemudian kita serahkan kepada Tuhan, kita rasakan jamahan tangan Tuhan menyucikan mengubahkan kita, kita syukuri dengan penyembahan. Kita naikan pujian penyembahan kepada Tuhan.
Raja Daud berkata, saat pagi hari dia bangun, dia puas memandang wajah Tuhan. Kalau kita bisa bangun untuk doa penyembahan pagi hari, itu sudah luar biasa.
Mazmur 17:15
17:15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Kita puas memandang wajah Tuhan, maka sekalipun kegoncangan terjadi kita tidak akan kuat. Kita kuat, kita bisa menanti kedatangan Yesus kedua kali. Jadi dengan memandang wajah Tuhan lewat bercermin pada Firman dan lewat doa penyembahan, terutama doa pagi kita bisa bangun menyembah Tuhan, maka kita menjadi pribadi yang kuat teguh hati, bisa menanti Tuhan, menanti kedatangan Yesus.
Mazmur 27:14
27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Untuk yang akan datang kita bisa menanti kedatangan Yesus. Untuk sekarang kita bisa menanti pertolongan Tuhan, jawaban Tuhan atas doa-doa. Itulah orang yang bercermin pada Firman, orang yang menyembah, tidak cepat kecewa dan putus asa. Kita sabar menanti dan Tuhan pasti menjawab doa kita tepat pada waktunya.
Papa selalu berdoa, apa lagi kalau doa pagi ‘Engkau setia mendengar setiap seru doa kami, Engkau setia memberi jawabnya’. Jangan pernah ragukan kasih Tuhan. Kita pandang Dia lewat cermin Firman, kita pandang Dia lewat doa penyembahan, kita menjadi kuat teguh hati, bisa menanti kedatangan Yesus, menanti pertolongan Tuhan pada waktunya.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar