20260508

Kebaktian Doa Puasa Sesi 3, Sabtu 9 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Keluaran 30:6

30:6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.

 

Ini adalah letak dari Mezbah dupa emas, di letakan di depan tabir atau pintu tirai. Artinya doa penyembahan memampukan kita masuk dalam perobekan daging atau sengsara daging tanpa dosa.

 

Juga harus diletakan di depan tutup pendamaian.

Keluaran 25:21-22

25:21  Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.

25:22  Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."

 

Tuhan berfirman kepada Musa dari atas tutup pendamaian. Tutup pendamaian itu dari emas murni dengan 2 kerubnya. Kerub pertama menunjuk Allah Bapa, kerub kedua adalah Allah Roh Kudus, kemudian tutupnya menunjuk Yesus Anak Allah. Dari atas tutup pendamaian yang ada tanda darah ini, dari situlah Tuhan berfirman. Jadi lewat doa penyembahan kita bisa mendengar, mengerti, percaya sampai praktek Firman. Kalau tanpa penyembahan mungkin bisa mendengar Firman, mengerti, percaya tetapi tidak bisa sampai praktek.

 

Kunci keberhasilan pemberitaan Firman adalah doa penyembahan. Untuk kami hamba Tuhan supaya Tuhan percayakan pembukaan rahasia Firman, maka harus banyak berdoa menyembah. Bagi sidang jemaat, untuk bisa mendengar sampai praktek Firman, kuncinya adalah doa penyembahan. Makanya di atas tumpukan roti sajian itu ditaruh kemenyan. Kemenyan itu menunjuk doa penyembahan.

Imamat 24:7

24:7  Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

 

Semoga kita semakin meningkat di dalam penyembahan kita. Firman adalah suara Yesus sendiri. Ini sangat berguna untuk hidup sekarang maupun hidup yang akan datang.

Oleh sebab itu jangan entengkan Firman itu. Firman berguna untuk hidup sekarang, bagaikan benih ditanam, bertumbuh dan dipanen. Lalu sebagian disimpan untuk ditanam lagi, itu untuk hidup yang akan datang. Kuncinya penyembahan, kita bisa merasakan manfaat Firman itu hanya dari doa penyembahan.

 

Yohanes 5:25-29

5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.

5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,

5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

 

Ini kegunaan Firman untuk sekarang yaitu membangkitkan orang mati. Siapa orang mati yang dimaksud di sini?

Efesus 2:1

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

 

Orang mati adalah orang yang mati rohani = orang yang hidup dalam dosa. Dia berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Tetapi kalau mau mendengar suara Yesus, suara Firman pengajaran yang benar, Firman yang dibukakan rahasianya, rohani yang mati bisa hidup kembali. Tergantung dari sikap kita, mau buka hati dan disucikan atau tetap menutup pintu hati.

 

Waktu Yesus membangkitkan Lazarus, Yesus katakan ‘angkat batu itu’. Batu kubur menunjuk hati yang keras, singkirkan itu! Supaya rohani bisa hidup, tidak mati. Yang sudah hancur-hancuran hidupnya karena dosa, jangan putus asa. Kadangkala ada yang berkata kalau sudah terlanjur basah, mandi sekalian, jangan! Masih ada harapan. Yang sudah mati sekalipun masih bisa dibangkitkan. Ditunjukan juga dalam kitab Yehezkiel, tulang-tulang kering berserakan. Begitu Yehezkiel sampaikan Firman, langsung terdengar suara berderak-derak, tulang-tulang itu bertemu satu dengan yang lain. Kemudian tumbuh urat, tumbuh daging, ada kulitnya. Kemudian Yehezkiel bernubuat lagi, nafas hidup masuk dalam tulang-tulang yang tadinya kering. Akhirnya bangkit kembali, berjejak bagaikan balatentara yang besar.

 

Jadi jangan dihakimi orang yang hancur dalam dosa, jangan putus asa yang ada dalam keadaan hancur dalam dosa, masih ada harapan untuk bangkit kembali, dihidupkan kembali, lewat suara Yesus, Firman yang dibukakan rahasianya.

 

Firman yang dibukakan rahasianya atau Firman pengajaran yang benar, lebih tajam dari pedang bermata 2.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Firman pengajaran itu hidup! Jadi kalau kita ditusuk oleh pedang Firman, sakit rasanya, maksudnya supaya kita hidup. Di ayat yang sudah kita baca ini ada 2 hal yang disucikan:

1.      Hati dan pikiran.

Itu gudangnya dosa! Kalau tidak ditusuk, tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam hatinya. Manusia tidak tahu apa yang ada di dalam hati sesama, tetapi Tuhan tahu, iblis juga tahu. Makanya iblis menjadi pendakwa, penuduh. Kalau kita tidak selesaikan dosa, hati tidak tenang, tidak damai, makanya harus ditusuk. Dari sesi 1 2 dan 3 Firman disampaikan, izinkan pedang menusuk sampai ke dalam hati kita.

Matius 15:19-20

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

 

Begitu banyak dosa yang tersembunyi di hati dan pikiran, tetapi dikelompokan menjadi 3:

a)      Keinginan jahat mengarah pada cinta akan uang menyebabkan kikir dan serakah, menyimpang dari iman. Keinginan jahat ini menghambat pertumbuhan rohani kita. Ketika Israel sudah menyeberang sungai Yordan masuk ke tanah Kanaan, Kanaan artinya negeri kegerakan, ada dosa yang menghambat yang membuat bangsa Israel menjadi kalah dalam peperangan yaitu dosanya Akhan. Dia ingin uang, ingin harta, sampai dia sembunyikan dalam kemahnya bagian paling dalam. Itu bicara keinginan akan uang. Bisa hamba Tuhan bersembunyi di balik Firman padahal dia ingin uang. Dia sampaikan Firman padahal ada sesuatu yang dia inginkan, ada hal-hal yang tidak murni! Begitu juga sidang jemaat, ada sesuatu yang ingin dia dapat tetapi menggunakan Firman. Sekarang Firman dipakai sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan jasmani.

II Korintus 2:17

2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

 

Khotbah tarifnya berapa. Sampai ada yang sekali khotbah 2 digit dalam juta. Makanya tidak heran pendeta akhir zaman bergaya hidup mewah. Itulah sidang jemaat Laodekia yang berkata aku kaya, aku telah memperkayakan diriku. Tetapi Tuhan bilang kamu melarat, malang, miskin, buta, telanjang, padahal rohani sangat memprihatinkan.

 

Dalam Perjanjian Lama sudah terjadi, menghambat kegerakan bangsa Israel. 36 orang bangsa Israel mati di bunuh oleh penduduk AI. 36 = 4x9 perkara rohani mati. Antara lain 9 buah roh tidak ada. Itu kalau ada keinginan jahat, keinginan akan uang, cinta uang.

 

Di zaman gereja mula-mula, ada yang menghambat kegerakan, lagi-lagi karena masalah uang yaitu Ananias dan Safira. Sementara terjadi kegerakan yang hebat, mereka sepakat untuk mendustai Roh Kudus. Uang hasil penjualan tanah yang sebenarnya untuk pekerjaan Tuhan di tahan oleh mereka. Ini menghambat dan membunuh rohani mereka. Keinginan jahat, keinginan akan uang ini bisa mematikan rohani kita, makanya harus ditusuk pedang Firman.

 

Apalagi kalau menggelar ibadah persekutuan, kalau tidak hati-hati bisa kena keinginan jahat waktu lihat saldonya banyak!

 

b)      Keinginan najis, mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini menghambat kegerakan. Sampai rasul Paulus katakan kepada jemaat Korintus, kamu sombong padahal ada ragi Korintus di situ, dosa kenajisan terjadi di situ, namun mereka merasa tidak apa-apa. Itu menghambat kegerakan.

 

Salah satu contoh ketika bangsa Israel sudah menduduki tanah Kanaan, belum ada raja di situ, terjadi perbuatan noda di Gibea, ini menghambat kegerakan rohani.

Hakim-hakim 19:22

19:22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."

 

Tamu orang tua ini adalah laki-laki, yang datang menggedor-gedor pintu juga laki-laki. Ini laki-laki mau berbuat najis dengan laki-laki!

 

Hakim-hakim 19:23-25

19:23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.

19:24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."

19:25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.

 

Ini noda di Gibea:

1)      Penyimpangan seks, nikah yang tidak wajar, laki-laki mau dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Dan banyak lagi bentuk-bentuknya, orang tua dengan anak sendiri, dengan saudara kandung, dengan sepupu dan masih banyak lagi. Itu semua karena keinginan najis! Makanya harus ditusuk hati ini, kalau tidak bahaya!

 

2)      Mempermainkan nikah. Sekarang nikah itu bukan lagi dianggap sesuatu yang sakral dan suci. Gampang sekali mau kawin cerai, pendetapun mempermainkan. Seringkali ada nasihat-nasihat datang, tetapi bukan nasihat sesuai Firman, justru nasihat najis!

Hakim-hakim 19:24

19:24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."

 

Ini nasihat najis! Dan yang seringkali memberikan nasihat ini malah orang tua, hamba Tuhan yang tua dan juga orang tua secara usia, memberi nasihat yang tidak sesuai Firman. Karena dari hati ada keinginan najis!

 

Karena dosa kenajisan ini begitu kuat hari-hari terakhir ini, menghadapinya selain dengan pedang Firman, juga harus dengan doa puasa. Bukan hanya doa puasa secara pribadi, terutama dengan doa puasa bersama.

 

Ketika bangsa Israel menyerang suku Benyamin, sudah ada Firman, tetapi mereka masih kalah. Karena masih ada satu yang kurang yaitu doa puasa.

Hakim-hakim 20:18-21

20:18 Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: "Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?" Jawab TUHAN: "Suku Yehudalah lebih dahulu."

20:19 Lalu orang-orang Israel bangun pagi-pagi dan berkemah mengepung Gibea.

20:20 Kemudian majulah orang-orang Israel berperang melawan suku Benyamin; orang-orang Israel mengatur barisan perangnya melawan mereka dekat Gibea.

20:21 Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu.

 

Ada pedang Firman, tetapi kalah menghadapi orang Benyamin, masih kalah menghadapi kenajisan.

 

Hakim-hakim 20:22-25

20:22 Tetapi laskar orang Israel mengumpulkan segenap kekuatannya, lalu mengatur pula barisan perangnya di tempat mereka mengatur barisannya semula.

20:23 Kemudian pergilah orang-orang Israel, lalu menangis di hadapan TUHAN sampai petang, sesudah itu mereka bertanya kepada TUHAN: "Akan pergi pulakah kami berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu?" Jawab TUHAN: "Majulah melawan mereka."

20:24 Tetapi ketika orang-orang Israel pada hari kedua sampai di dekat bani Benyamin,

20:25 maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.

 

Di sini sudah ada Firman, ada penyembahan, mereka hancur hati, tetapi masih kalah! Sebab masih kurang satu, kalau sudah ada yang satu ini pasti menang.

Hakim-hakim 20:26

20:26  Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapan TUHAN, berpuasa sampai senja pada hari itu dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.

 

Padahal 11 suku melawan 1 suku tetapi 11 suku kalah. Menghadapi kenajisan ini sekalipun sedikit, kecil, bisa kalah! Kecil dalam arti baru kenajisan di pikiran, bisa kalah! Baru di mulut, sudah kalah! Apalagi kalau sudah perbuatan.

 

Makanya Firman kita butuhkan ditambah doa penyembahan dan ditingkatkan dengan doa puasa. Puasa bersama ini penting apalagi menghadapi roh najis ini. Anak muda diajak puasa. Karena masa muda itu kuat-kuatnya daging, harus dihadapi dengan doa penyembahan ditambah puasa. Mungkin di dalam rumah suami isteri berpuasa menggumuli anaknya, menggumuli keluarganya. Atau isteri dihantam roh najis, suami dan anak bergumul berpuasa bersama. Supaya kita menang menghadapi roh najis yang bekerja akhir zaman ini.

 

Kita berpuasa sepanjang hari ini untuk menghadapi roh najis dalam wujud apa yang mengganggu kita. Menghadapi roh najis di pikiran, mungkin kecil, tetapi bisa menghancurkan kita. Atau pandangan atau perkataan atau sudah sampai pada perbuatan. Hadapi dengan pedang Firman yang hidup, tambah dengan penyembahan dan tingkatkan dengan doa puasa, pasti menang!

 

c)      Kepahitan hati harus ditusuk dengan pedang Firman.

 

2.      Sendi dan sumsum. Ini hubungan antara 2 tulang. Artinya hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama. Apa yang seringkali merusak hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama yang dianggap biasa padahal sudah mengganggu.

I Korintus 3:3

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

 

Yang mengganggu hubungan dengan sesama adalah iri hati dan perselisihan. Coba yang pernah asam urat, mengganggu sekali! Itu sebabnya harus ditusuk dengan pedang Firman.

 

Iri hati itu tidak menghargai berkat Tuhan, berarti hubungan dengan Tuhan terganggu. Ada yang diberkati dengan berkat Tuhan yang banyak, ada yang diberkati dengan berkat Tuhan yang sedikit. Yang sedikit jangan iri kepada yang banyak.

 

Iri hati itu juga tidak menghargai pemakaian Tuhan. Pemakaian Tuhan itu berbeda-beda.

I Korintus 15:41

15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

 

Kemuliaannya beda, tetapi sama-sama dipakai. Matahari jangan menghina bulan, kalau tidak ada bulan, matahari tidak bisa berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan bintang-bintang. Jadi jangan hina yang lain, payah cuma di desa, jemaatnya hanya 2 atau 3. Jangan dihina, sama-sama dipakai. Dia cuma bersihkan gereja, saya ini zangkoor, sering disuruh solo. Kalau tidak ada yang bersihkan gereja, setengah mati kita beribadah, kotor!

 

Sama-sama dipakai, jadi hargai pemakaian Tuhan. Apapun jabatan dan karunia Tuhan berikan kepada kita, hargai. Kita pakai untuk kemuliaan nama Tuhan saja. Kalau dipakai dengan jabatan yang banyak, jangan sombong dan bangga.

 

Iri hati mengganggu hubungan dengan Tuhan. Perselisihan mengganggu hubungan dengan sesama. Kalau sudah ada iri dan perselisihan pasti ada bisik-bisikan.

II Korintus 12:20

12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

 

Biar disucikan, ditusuk dengan pedang Firman yang hidup supaya hubungan dengan Tuhan baik, hubungan dengan sesama baik.

 

Iri hati dan perselisihan membuat sum-sum kering. Artinya semangat dalam perkara rohani hilang! Semangat yang patah.

Amsal 17:22

17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

 

Kering, sudah tidak semangat lagi melayani karena iri hati dan perselisihan. Kalau saya hamba Tuhan, iri hati sama gembala yang lain, bisa patah semangat. Kalau gembala sudah patah semangat, bagaimana jemaat. Cuma dia-dia terus yang dipakai dalam ibadah persekutuan, saya koq tidak dipakai, padahal saya lebih baik dari dia, itu sudah iri. Akhirnya patah semangat ‘yah sudah tidak usah bersekutu’. Kasihan jemaat! Gembala kalau tidak mengajak jemaat bersekutu, bahaya! Gembala bisa makan domba-domba! Makanya harus diajak bersekutu.

 

Desember ada natal, ayo bersekutu. Jangan dibiarkan tinggal-tinggal di kandang. Domba-domba kalau dibiarkan gembala tinggal di kandang tidak diajak bersekutu, nanti dimakan gembala! Kalau binatang buas hanya makan dagingnya domba. Tetapi kalau gembala yang makan domba, dagingnya dia makan, sampai bulunya juga disikat semua.

 

Jangan ada iri, jangan ada perselisihan, itu membuat semangat kita dalam ibadah jadi kendor, semangat kita dalam persekutuan jadi kendor, jadi patah, sum-sum jadi kering. Biar disucikan supaya semangat menyala-nyala dalam kegerakan yang rohani.

 

Pekerjaan Tuhan tidak bisa dipikul sendiri, harus bekerja sama. Harus ada persekutuan, tidak boleh tidak ada persekutuan. Ciri Tubuh Kristus adalah persekutuan. Apapun yang terjadi, persekutuan harus digalakan. Paulus dalam penjara masih ingat persekutuan!

Timotius 4:9-10

4:9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku,

4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.

 

Memang ada yang meninggalkan persekutuan, itu sudah dicatat dalam Alkitab. Jangan sampai kita yang meninggalkan persekutuan.

 

II Timotius 4:11-17

4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.

4:12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 

4:13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.

 

Ada persekutuan, dia tidak kerja sendiri, itu ciri Tubuh Kristus. Harus bersekutu tetapi syaratnya pengajaran yang benar, Firman yang hidup. Kalau sendi dan sumsum sudah disucikan, maka persekutuan semakin erat. Mulai dalam nikah, persekutuan semakin erat. Sendi dan sum-sum ini yang seringkali menjadi penghalang kalau tidak disucikan. Persekutuan bisa pecah, bisa hancur. Yang kecil-kecil dianggap biasa padahal bisa merusak persekutuan yaitu iri dan perselisihan. Makanya harus disucikan!

 

Ini guna Firman untuk sekarang, menghidupkan apa yang sudah mati. Kalau rohani mati bisa hidup kembali, maka jangan ragu, jasmani mati bisa Tuhan hidupkan. Mati dan bangkit itu hal mustahil tetapi bisa dilakukan oleh Firman, Firman sanggup menghapus kemustahilan.

 

Kegunaan Firman yang akan datang yaitu membangkitkan orang yang sudah mati untuk masuk dalam kekekalan.

 

Ada 2 gelombang kebangkitan:

1.      Orang mati dalam Yesus dibangkitkan untuk hidup yang kekal. Selama hidup dia bergemar mendengar  Firman dan gemar melakukan Firman. Kalau diizinkan meninggal maka dia akan dibangkitkan untuk masuk dalam hidup yang kekal (Wahyu 20:4-6).

2.      Orang yang mati di luar Yesus, yang tidak percaya Yesus atau sudah menjadi orang percaya tetapi tidak bergemar dengan Firman, akan dibangkitkan untuk kebinasaan kekal (Wahyu 20:11-15).

 

Bukan hidup atau mati yang penting. Yang penting selama hidup kita mau mendengar suara Yesus, mau mendengar Firman, mau disucikan sampai ke dalam hati dan pikiran, sendi dan sumsum kita, menikmati Firman Tuhan. Maka ketika Yesus datang, kalau dia mati dalam Tuhan, dia akan dibangkitkan untuk hidup yang kekal. Kalau dia hidup sampai Yesus datang dia akan diubahkan sama mulia dengan Yesus untuk masuk dalam hidup yang kekal bersama Yesus.

 

Bukti kita bergemar mendengar Firman adalah penyembahan, ditambah dengan doa puasa sebab kita menghadapi gempuran dosa, terutama dosa kenajisan. Saya sebagai gembala berat sekali menghadapi dosa kenajisan ini, harus diatasi dengan Firman pengajaran yang benar, ditambah penyembahan dan ditambah lagi dengan doa puasa, terutama dengan doa puasa bersama. Kita gempur, sehingga kita menang dan kita bisa masuk dalam hidup kekal bersama Yesus.

 

Jadi mendengar Firman dan penyembahan, ditambah doa puasa adalah siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Kebaktian Doa Puasa Sesi 2, Sabtu 9 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.  

Keluaran 30:6

30:6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.

 

Ini adalah letak dari Mezbah dupa emas, di letakan di muka tabir atau pintu tirai. Pintu tirai secara rohani menunjuk perobekan daging. Artinya penyembahan itu berada dekat dengan perobekan daging. Lewat doa penyembahan kita dimampukan masuk dalam perobekan daging atau sengsara daging tanpa dosa. Adalah kasih karunia bagi kita sekalian kalau diizinkan sengsara daging tanpa dosa.

I Petrus 2:19

2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

 

Dulu Yesus sebelum menghadapi salib harus berdoa di taman Getsemani. Sengsara gereja Tuhan akan memuncak pada pra aniaya antikristus, ini disebut sengsara getsemani. Kita tidak tahu kapan waktunya. Untuk bisa tahan menghadapi sengsara Getsemani, sengsara daging tanpa dosa, kita harus bertekun dalam doa penyembahan ditambah doa puasa.

 

Sengsara daging tanpa dosa itu adalah nilai tambah bagi gereja Tuhan, jangan kita tolak. Bagi kami hamba Tuhan, sengsara daging tanpa dosa itu menghasilkan urapan Roh Kudus yang melimpah untuk mampu dalam pelayanan pemberitaan Firman. Karena untuk pemberitaan rahasia Firman tantangannya bukan hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Kalau pemberitaan injil, tantangannya dari luar. Kalau sudah masuk dalam pengajaran, tantangannya dari luar dan dari dalam.

 

Bagi hamba Tuhan sengsara daging tanpa dosa itu nilai tambah sebab menghasilkan urapan Roh Kudus yang semakin melimpah dan dan pembukaan rahasia Firman semakin melimpah juga. Bagi jemaat sengsara daging tanpa dosa itu juga nilai tambah, menghasilkan urapan Roh kudus dan semakin mengerti Firman, semakin mampu untuk melakukan Firman Tuhan. Sekali lagi, jangan mengelak dari sengsara, pikul salib itu harus!

 

Doa penyembahan memampukan kita masuk proses perobekan daging, masuk sengsara Getsemani sehingga menghasilkan urapan Roh Kudus yang melimpah. Urapan Roh Kudus yang melimpah ini memantapkan kita dalam penggembalaan, dalam pelayanan, tidak mundur.

 

Kita belajar dari Yesus, teladan yang sempurna, sengsara Getsemani itu memantapkan Yesus menghadapi salib.

Matius 26:36-39,42

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

 

Yesus berdoa ‘jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu’. Ini daging Yesus yang bicara, mau menghindar dari salib. Tetapi lewat doa Yesus kuat ‘tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki’. Diayat 42 lebih tandas lagi.

 

Begitu juga kita, sengsara yang kita hadapi akan semakin meningkat. Itu suatu proses pemerasan daging kita. Getsemani adalah tempat pemerasan daging, sekarang menunjuk pemerasan daging. Daging ini diperas supaya menghasilkan minyak urapan Roh Kudus yang semakin melimpah dan kita akan mantap dalam pelayanan dan dalam penggembalaan sekalipun menghadapi salib sebab ada kemuliaan yang menanti kita Tuhan sediakan.

 

Yesus mengajak murid-muridNya supaya berdoa.

Matius 26:40-41

26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Tahun ini tahun penyertaan Tuhan. Mau disertai oleh Tuhan, harus berjaga-jaga dan berdoa.. berdoa menyembah Tuhan. Sengsara daging yang kita alami semakin hebat, daging kita semakin diperas. Supaya bisa tahan harus berjaga-jaga bersama Yesus yaitu berdoa menyembah Tuhan. Daging ini kadang mau mengamuk, mau memberontak. Tidak bisa kita pakai kekuatan sendiri, hanya lewat doa penyembahan.

 

Di taman Getsemani ini ada 3 tingkatan doa. Kita sudah berada pada tingkatan doa yang mana?

1.      Matius 26:36

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

 

Murid-murid ditinggal di luar, tidak dibawa masuk. Ini menunjuk doa permohonan. Waktu menghadapi sengsara kita berdoa, tolong Tuhan, jawab doaku. Banyak orang Kristen hanya sampai pada tingkatan doa ini. Memang Tuhan berkata mintalah maka kepadamu akan diberi. Memang tidak salah kita memohon. Tetapi kalau hanya sampai doa permohonan, ini doa yang pasif, hanya duduk-duduk. Kenapa disebut pasif? Sebab hanya meminta, tidak memberi. Minta kesehatan, minta jodoh, minta nilai yang baik, semuanya diminta. Akhirnya hanya seperti Bartimeus yang duduk di tepi jalan menuju Yerusalem. Padahal dia sudah berada di jalur yang tepat untuk menuju Yerusalem Baru, tetapi sayang hanya duduk, pasif, tidak berjalan.

 

Markus 10:46

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

 

Yerikho artinya lembah bunga, itu menunjuk dunia dengan segala daya tariknya. Bartimeus ini sudah lepas dari dunia, dia tidak lagi berada di dalam Yerikho, tetapi hanya duduk. Jadi kalau hanya meminta terus, tidak pernah memberi kepada Yesus, maka tidak akan sampai ke Yerusalem Baru. Sebenarnya sudah berada di jalan yang benar, tetapi tidak sampai di Yerusalem Baru. Kecenderungan yang terjadi, ketika doa sudah dijawab, keperluan sudah terpenuhi, malah jadi lengah. Dapat pekerjaan, sudah lengah, tidak beribadah melayani karena sibuk dengan pekerjaan. Dapat ijazah, lengah, sudah tidak sungguh-sungguh lagi dengan Tuhan. Dapat harta dan lain-lain, jadi lengah, sudah tidak bergairah lagi dalam hal yang rohani, makanya perlu ditingkatkan.

 

2.      Matius 26:37-38

26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Ini sudah masuk ruangan suci, ada alat mezbah dupa emas. Di sini dupa dibakar, dipersembahkan. Doa penyembahan kita beri kepada Tuhan, suatu dupa berbau harum bagi Tuhan. Diwakili 3 murid yang maju bersama Yesus. Jadi doa penyembahan ini sudah ada peningkatan, sudah bisa memberi.

 

Sentral dari doa penyembahan adalah pribadi Tuhan. Sehingga di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja kita bisa menyembah. Di rumah bisa menyembah, di jalan bisa menyembah. Waktu kita dalam keadaan menderita sakit, dalam situasi kondisi apa saja kita bisa menyembah. Sementara duduk dan berbaring kita menyembah, kita naikan penyembahan kepada Tuhan. Ini bukan lagi doa yang pasif, bukan duduk-duduk lagi tetapi sudah berjalan ke Yerusalem Baru, ini doa yang aktif!

 

Mazmur 24:3-4

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

 

Doa penyembahan itu bagaikan naik gunung. Mulai sakit bagi daging. Berapa energi yang dikeluarkan dalam doa penyembahan dibandingkan belah kayu atau kerja di kebun. Tetapi kalau kerja di kebun bisa tahan berjam-jam, penyembahan 1 jam saja kadangkala kita tidak mampu. Jangankan 1 jam, 15 menit saja tidak mampu.

 

Supaya mampu naik gunung, supaya mampu menaikan doa penyembahan harus mengalami penyucian. Proses penyucian paling intensif itu dalam penggembalaan. Untuk mampu menyembah Tuhan, masuk dalam penggembalaan, disucikan secara intensif oleh Tuhan. Dalam ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab dan ibadah doa ada Firman yang menyucikan. Ada pemberitaan Firman dalam setiap ibadah supaya mampu menyembah. Mengalami penyucian di dalam penggembalaan oleh pedang Firman pengajaran yang benar.

 

a)      Orang yang bersih tangannnya. Tangan dibersihkan, perbuatan dibersihkan.

Mazmur 149:6

149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

 

Tangan juga bicara pelayanan kita. Mulai pelayanan dalam nikah disucikan, maka penyembahan naik. Kemudian orang yang murni hatinya, hati disucikan, ditusuk dengan pedang.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

b)      Murni hatinya. Hati ini tempat bersembunyi dosa. Di hati seringkali ada makanan maut, makanan kebencian. Di situ ada kejahatan, kenajisan dan kepahitan hati. Harus disucikan! Seringkali pengalaman yang saya alami, ketika mau melayani ada hal-hal yang mengganggu hati. Di sini diuji hati saya bersih dan suci atau tidak. Kalau ikuti hati, ikuti keinginan tidak akan bisa melayani. Syukur Tuhan kasih kemenangan. Kalau hati mulai terganggu langsung strap, saya mau melayani.

 

Hati disucikan dari keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan.

Matius 15:19-20

15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

 

c)      Di mulut ada pujian pengagungan. Mulut disucikan dari bahasa-bahasa yang tidak baik, gosip-gosip, fitnah, dusta, ujaran kebencian. Bersekutu bukan untuk bergosip, apalagi hamba Tuhan. Saya berupaya kalau ikut persekutuan, saat bertemu dengan teman-teman kami bercerita pengalaman pelayanan. Ternyata sama, jadi bisa saling menguatkan. 

 

Kalau penyucian sudah sampai pada mulut, kita menjadi seperti bayi yang baru lahir. Apa itu? Hanya menyerah sepenuh, biar kehendakMu yang jadi, bukan kehendakmu. Kadangkala kami hamba Tuhan masih teledor dalam perkataan di mulut, sehingga belum bisa menyerah sepenuh. Kalau sudah sampai pada mulut, bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan. Apapun yang terjadi hanya menangis saja. Kalau lapar dia menangis, ibunya berikan makanan. Kalau haus dia menangis, ibunya sediakan asi. Kalau buang kotoran hanya menangis, ibunya yang bersihkan. Begitu juga kita, hanya menangis saja, saya tidak kuat Tuhan, saya tidak mampu, seperti bayi tidak bisa berbuat apa-apa. Biar ada susu harga jutaan, ditambah botol paling canggih, air paling murni, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dikasih popok yang paling lembut, dia tidak bisa pakai.

 

Orang yang merasa bisa, mulutnya teledor. Hamba Tuhan merasa mampu, pelayanannya hebat, dia banyak gosipkan orang.

 

3.      Doa Yesus Imam Besar

Kalau dalam Tabernakel ini sudah menunjuk daerah ruangan maha suci.

Matius 26:30

26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

 

Apa ini doa Yesus Imam Besar seorang diri? Ini doa penyembahan yang disertai perobekan daging, sampai daging tidak bersuara lagi. Apa yang bersuara? Bahasa roh. Kita sendiri tidak mengerti, bahasa apa itu.

Roma 8:26-27

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

 

Perobekan daging terjadi secara bertahap. Jadi jangan kita marahi orang lain, kamu itu menyembah-menyembah, daging masih bersuara. Coba kalau dia tidak menyembah, dagingnya raksasa! Apa yang dirobek di sini?

a)      Perasaan gentar atau takut. Daging ini selalu takut. Sangking takut sesuatu di dunia ini sehingga tidak takut Tuhan. Waktu diberkati takut, waktu belum diberkati takut. Belum panen coklat dia takut, panen atau tidak. Waktu coklat sudah berbuah takut, jangan-jangan dicuri orang. Sudah panen, takut juga, jangan-jangan kalau dijemur nanti diambil orang. Sudah dijual, takut juga waktu uangnya sudah masuk di bank. Sekarang mulai krisis, nanti bank bermasalah, bagaimana nanti. Itulah daging! Termasuk kami hamba Tuhan, perasaan daging takut ini seringkali muncul. Sebab itu berserah kepada Tuhan sehingga perasaan gentar dan takut diubahkan menjadi takut Tuhan.

 

b)      Sedih sampai mau mati. Ini kesedihan yang mendalam. Termasuk kecewa, putus asa, itu yang harus dirobek lewat penyembahan sampai kita bisa percaya dan mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan. Tadinya kecewa, putus asa, sampai bisa berseri-seri.

 

c)      Kehendak daging. Kehendak atau keinginan daging punya daya pikat yang kuat dan daya seret yang kuat.

Yakobus 1:14

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

 

Keinginan itu punya daya pikat, bagi daging lebih bagus, lebih enak dari pada Firman Tuhan. Seperti Hawa sudah bisa makan semua buah pohon-pohon di dalam taman, tetapi karena keinginan daging, dia lihat buah pohon yang terlarang, kelihatan sedap. Padahal yang lain bisa dia makan dengan bebas, tetapi karena keinginan buah yang terlarang dia makan. Akhirnya tidak bisa makan buah-buahan di taman Eden. Rugi!

 

Kaum muda jangan ikuti keinginan dan kehendak daging. Mau menikah, pacaran, jangan ikuti keinginan dan kehendak daging. Memang kuat sekali daya pikat dan daya seretnya. Akhirnya kita diseret keluar dari kehendak Tuhan, keluar dari Firman. Kalau dibiarkan, dosa itu melahirkan maut.

Yakobus 1:15

1:15  Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

 

Kita merobek kehendak dan keinginan daging kita, sehingga yang kita lakukan hanya kehendak Tuhan. Inilah yang disebut manusia rohani yang taat. Jadi lewat doa penyembahan kita menjadi manusia rohani yang taat pada Firman Tuhan apapun resikonya. Tidak usah takut, kalau taat, mujizat terjadi. Contoh dalam Alkitab

1)      Mewakili suami, bapak-bapak adalah Abraham. Dia taat pada Firman Tuhan. Abraham korbankan anakmu, dia taat dan mujizat terjadi, dari tidak ada menjadi ada.

Kejadian 22:14

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

 

Kuncinya penyembahan. Penyembahan itu minimal 1 jam 1 hari, tetapi sikap penyembahan itu 24 jam yaitu taat. Kalau taat Tuhan menyediakan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.

 

2)      Mewakili isteri, ibu-ibu yaitu janda di Sarfat yang menghadapi kesulitan. Dia kekurangan hanya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli. Tetapi karena dia mau taat, dia terpelihara selama 3,5 tahun kelaparan. Isteri yang taat menghindarkan keluarga dari aniaya antikristus 3,5 tahun.

Lukas 4:25-26

4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

 

Suami taat, ada kuasa penciptaan Tuhan Yehova Jireh. Isteri taat, ada keselamatan sampai selamat dari antikristus. Isteri itu tulang rusuk, melindungi dari organ-organ yang lemah. Isteri yang taat, yang banyak menyembah Tuhan, dia melindungi suami dan anak-anak sehingga bisa luput dari aniaya antikristus.

 

Apalagi kalau benar-benar seorang janda lalu bisa menyembah maka bisa menyelamatkan anak-anaknya, mantunya, cucu-cucunya bisa luput dari aniaya antikristus.

 

3)      Mewakili kaum muda yaitu Maria dan Marta, taat dan percaya, melihat kemuliaan Tuhan, Lazarus yang sudah mati dan busuk dibangkitkan.

Yohanes 11:39-40

11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

 

Kaum muda yang taat bisa melihat kemuliaan Tuhan. Mungkin ada kaum muda sudah mengalami kebusukan dalam hal masa depan, jodoh, pekerjaan, study dan lain-lain. Taat maka bisa melihat kemuliaan Tuhan sampai kita sama mulia dengan Tuhan. Kemuliaan secara jasmani dinyatakan, terutama kemuliaan secara rohani, rohani yang mati dan busuk, bisa dibangkitkan dan diubahkan. Banyak kaum muda yang mati dan busuk, tetapi kalau bisa taat, bisa bangkit, dipulihkan oleh Tuhan. Suara Tuhan bisa membangkitkan yang sudah mati dan yang sudah busuk.

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati