Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Keluaran 30:6
30:6 Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau.
Ini adalah letak dari Mezbah dupa emas, di letakan di muka tabir atau pintu tirai. Pintu tirai secara rohani menunjuk perobekan daging. Artinya penyembahan itu berada dekat dengan perobekan daging. Lewat doa penyembahan kita dimampukan masuk dalam perobekan daging atau sengsara daging tanpa dosa. Adalah kasih karunia bagi kita sekalian kalau diizinkan sengsara daging tanpa dosa.
I Petrus 2:19
2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Dulu Yesus sebelum menghadapi salib harus berdoa di taman Getsemani. Sengsara gereja Tuhan akan memuncak pada pra aniaya antikristus, ini disebut sengsara getsemani. Kita tidak tahu kapan waktunya. Untuk bisa tahan menghadapi sengsara Getsemani, sengsara daging tanpa dosa, kita harus bertekun dalam doa penyembahan ditambah doa puasa.
Sengsara daging tanpa dosa itu adalah nilai tambah bagi gereja Tuhan, jangan kita tolak. Bagi kami hamba Tuhan, sengsara daging tanpa dosa itu menghasilkan urapan Roh Kudus yang melimpah untuk mampu dalam pelayanan pemberitaan Firman. Karena untuk pemberitaan rahasia Firman tantangannya bukan hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Kalau pemberitaan injil, tantangannya dari luar. Kalau sudah masuk dalam pengajaran, tantangannya dari luar dan dari dalam.
Bagi hamba Tuhan sengsara daging tanpa dosa itu nilai tambah sebab menghasilkan urapan Roh Kudus yang semakin melimpah dan dan pembukaan rahasia Firman semakin melimpah juga. Bagi jemaat sengsara daging tanpa dosa itu juga nilai tambah, menghasilkan urapan Roh kudus dan semakin mengerti Firman, semakin mampu untuk melakukan Firman Tuhan. Sekali lagi, jangan mengelak dari sengsara, pikul salib itu harus!
Doa penyembahan memampukan kita masuk proses perobekan daging, masuk sengsara Getsemani sehingga menghasilkan urapan Roh Kudus yang melimpah. Urapan Roh Kudus yang melimpah ini memantapkan kita dalam penggembalaan, dalam pelayanan, tidak mundur.
Kita belajar dari Yesus, teladan yang sempurna, sengsara Getsemani itu memantapkan Yesus menghadapi salib.
Matius 26:36-39,42
26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
Yesus berdoa ‘jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu’. Ini daging Yesus yang bicara, mau menghindar dari salib. Tetapi lewat doa Yesus kuat ‘tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki’. Diayat 42 lebih tandas lagi.
Begitu juga kita, sengsara yang kita hadapi akan semakin meningkat. Itu suatu proses pemerasan daging kita. Getsemani adalah tempat pemerasan daging, sekarang menunjuk pemerasan daging. Daging ini diperas supaya menghasilkan minyak urapan Roh Kudus yang semakin melimpah dan kita akan mantap dalam pelayanan dan dalam penggembalaan sekalipun menghadapi salib sebab ada kemuliaan yang menanti kita Tuhan sediakan.
Yesus mengajak murid-muridNya supaya berdoa.
Matius 26:40-41
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Tahun ini tahun penyertaan Tuhan. Mau disertai oleh Tuhan, harus berjaga-jaga dan berdoa.. berdoa menyembah Tuhan. Sengsara daging yang kita alami semakin hebat, daging kita semakin diperas. Supaya bisa tahan harus berjaga-jaga bersama Yesus yaitu berdoa menyembah Tuhan. Daging ini kadang mau mengamuk, mau memberontak. Tidak bisa kita pakai kekuatan sendiri, hanya lewat doa penyembahan.
Di taman Getsemani ini ada 3 tingkatan doa. Kita sudah berada pada tingkatan doa yang mana?
1. Matius 26:36
26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
Murid-murid ditinggal di luar, tidak dibawa masuk. Ini menunjuk doa permohonan. Waktu menghadapi sengsara kita berdoa, tolong Tuhan, jawab doaku. Banyak orang Kristen hanya sampai pada tingkatan doa ini. Memang Tuhan berkata mintalah maka kepadamu akan diberi. Memang tidak salah kita memohon. Tetapi kalau hanya sampai doa permohonan, ini doa yang pasif, hanya duduk-duduk. Kenapa disebut pasif? Sebab hanya meminta, tidak memberi. Minta kesehatan, minta jodoh, minta nilai yang baik, semuanya diminta. Akhirnya hanya seperti Bartimeus yang duduk di tepi jalan menuju Yerusalem. Padahal dia sudah berada di jalur yang tepat untuk menuju Yerusalem Baru, tetapi sayang hanya duduk, pasif, tidak berjalan.
Markus 10:46
10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
Yerikho artinya lembah bunga, itu menunjuk dunia dengan segala daya tariknya. Bartimeus ini sudah lepas dari dunia, dia tidak lagi berada di dalam Yerikho, tetapi hanya duduk. Jadi kalau hanya meminta terus, tidak pernah memberi kepada Yesus, maka tidak akan sampai ke Yerusalem Baru. Sebenarnya sudah berada di jalan yang benar, tetapi tidak sampai di Yerusalem Baru. Kecenderungan yang terjadi, ketika doa sudah dijawab, keperluan sudah terpenuhi, malah jadi lengah. Dapat pekerjaan, sudah lengah, tidak beribadah melayani karena sibuk dengan pekerjaan. Dapat ijazah, lengah, sudah tidak sungguh-sungguh lagi dengan Tuhan. Dapat harta dan lain-lain, jadi lengah, sudah tidak bergairah lagi dalam hal yang rohani, makanya perlu ditingkatkan.
2. Matius 26:37-38
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Ini sudah masuk ruangan suci, ada alat mezbah dupa emas. Di sini dupa dibakar, dipersembahkan. Doa penyembahan kita beri kepada Tuhan, suatu dupa berbau harum bagi Tuhan. Diwakili 3 murid yang maju bersama Yesus. Jadi doa penyembahan ini sudah ada peningkatan, sudah bisa memberi.
Sentral dari doa penyembahan adalah pribadi Tuhan. Sehingga di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja kita bisa menyembah. Di rumah bisa menyembah, di jalan bisa menyembah. Waktu kita dalam keadaan menderita sakit, dalam situasi kondisi apa saja kita bisa menyembah. Sementara duduk dan berbaring kita menyembah, kita naikan penyembahan kepada Tuhan. Ini bukan lagi doa yang pasif, bukan duduk-duduk lagi tetapi sudah berjalan ke Yerusalem Baru, ini doa yang aktif!
Mazmur 24:3-4
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Doa penyembahan itu bagaikan naik gunung. Mulai sakit bagi daging. Berapa energi yang dikeluarkan dalam doa penyembahan dibandingkan belah kayu atau kerja di kebun. Tetapi kalau kerja di kebun bisa tahan berjam-jam, penyembahan 1 jam saja kadangkala kita tidak mampu. Jangankan 1 jam, 15 menit saja tidak mampu.
Supaya mampu naik gunung, supaya mampu menaikan doa penyembahan harus mengalami penyucian. Proses penyucian paling intensif itu dalam penggembalaan. Untuk mampu menyembah Tuhan, masuk dalam penggembalaan, disucikan secara intensif oleh Tuhan. Dalam ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab dan ibadah doa ada Firman yang menyucikan. Ada pemberitaan Firman dalam setiap ibadah supaya mampu menyembah. Mengalami penyucian di dalam penggembalaan oleh pedang Firman pengajaran yang benar.
a) Orang yang bersih tangannnya. Tangan dibersihkan, perbuatan dibersihkan.
Mazmur 149:6
149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
Tangan juga bicara pelayanan kita. Mulai pelayanan dalam nikah disucikan, maka penyembahan naik. Kemudian orang yang murni hatinya, hati disucikan, ditusuk dengan pedang.
Ibrani 4:12
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
b) Murni hatinya. Hati ini tempat bersembunyi dosa. Di hati seringkali ada makanan maut, makanan kebencian. Di situ ada kejahatan, kenajisan dan kepahitan hati. Harus disucikan! Seringkali pengalaman yang saya alami, ketika mau melayani ada hal-hal yang mengganggu hati. Di sini diuji hati saya bersih dan suci atau tidak. Kalau ikuti hati, ikuti keinginan tidak akan bisa melayani. Syukur Tuhan kasih kemenangan. Kalau hati mulai terganggu langsung strap, saya mau melayani.
Hati disucikan dari keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan.
Matius 15:19-20
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
c) Di mulut ada pujian pengagungan. Mulut disucikan dari bahasa-bahasa yang tidak baik, gosip-gosip, fitnah, dusta, ujaran kebencian. Bersekutu bukan untuk bergosip, apalagi hamba Tuhan. Saya berupaya kalau ikut persekutuan, saat bertemu dengan teman-teman kami bercerita pengalaman pelayanan. Ternyata sama, jadi bisa saling menguatkan.
Kalau penyucian sudah sampai pada mulut, kita menjadi seperti bayi yang baru lahir. Apa itu? Hanya menyerah sepenuh, biar kehendakMu yang jadi, bukan kehendakmu. Kadangkala kami hamba Tuhan masih teledor dalam perkataan di mulut, sehingga belum bisa menyerah sepenuh. Kalau sudah sampai pada mulut, bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan. Apapun yang terjadi hanya menangis saja. Kalau lapar dia menangis, ibunya berikan makanan. Kalau haus dia menangis, ibunya sediakan asi. Kalau buang kotoran hanya menangis, ibunya yang bersihkan. Begitu juga kita, hanya menangis saja, saya tidak kuat Tuhan, saya tidak mampu, seperti bayi tidak bisa berbuat apa-apa. Biar ada susu harga jutaan, ditambah botol paling canggih, air paling murni, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dikasih popok yang paling lembut, dia tidak bisa pakai.
Orang yang merasa bisa, mulutnya teledor. Hamba Tuhan merasa mampu, pelayanannya hebat, dia banyak gosipkan orang.
3. Doa Yesus Imam Besar
Kalau dalam Tabernakel ini sudah menunjuk daerah ruangan maha suci.
Matius 26:30
26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
Apa ini doa Yesus Imam Besar seorang diri? Ini doa penyembahan yang disertai perobekan daging, sampai daging tidak bersuara lagi. Apa yang bersuara? Bahasa roh. Kita sendiri tidak mengerti, bahasa apa itu.
Roma 8:26-27
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Perobekan daging terjadi secara bertahap. Jadi jangan kita marahi orang lain, kamu itu menyembah-menyembah, daging masih bersuara. Coba kalau dia tidak menyembah, dagingnya raksasa! Apa yang dirobek di sini?
a) Perasaan gentar atau takut. Daging ini selalu takut. Sangking takut sesuatu di dunia ini sehingga tidak takut Tuhan. Waktu diberkati takut, waktu belum diberkati takut. Belum panen coklat dia takut, panen atau tidak. Waktu coklat sudah berbuah takut, jangan-jangan dicuri orang. Sudah panen, takut juga, jangan-jangan kalau dijemur nanti diambil orang. Sudah dijual, takut juga waktu uangnya sudah masuk di bank. Sekarang mulai krisis, nanti bank bermasalah, bagaimana nanti. Itulah daging! Termasuk kami hamba Tuhan, perasaan daging takut ini seringkali muncul. Sebab itu berserah kepada Tuhan sehingga perasaan gentar dan takut diubahkan menjadi takut Tuhan.
b) Sedih sampai mau mati. Ini kesedihan yang mendalam. Termasuk kecewa, putus asa, itu yang harus dirobek lewat penyembahan sampai kita bisa percaya dan mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan. Tadinya kecewa, putus asa, sampai bisa berseri-seri.
c) Kehendak daging. Kehendak atau keinginan daging punya daya pikat yang kuat dan daya seret yang kuat.
Yakobus 1:14
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Keinginan itu punya daya pikat, bagi daging lebih bagus, lebih enak dari pada Firman Tuhan. Seperti Hawa sudah bisa makan semua buah pohon-pohon di dalam taman, tetapi karena keinginan daging, dia lihat buah pohon yang terlarang, kelihatan sedap. Padahal yang lain bisa dia makan dengan bebas, tetapi karena keinginan buah yang terlarang dia makan. Akhirnya tidak bisa makan buah-buahan di taman Eden. Rugi!
Kaum muda jangan ikuti keinginan dan kehendak daging. Mau menikah, pacaran, jangan ikuti keinginan dan kehendak daging. Memang kuat sekali daya pikat dan daya seretnya. Akhirnya kita diseret keluar dari kehendak Tuhan, keluar dari Firman. Kalau dibiarkan, dosa itu melahirkan maut.
Yakobus 1:15
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Kita merobek kehendak dan keinginan daging kita, sehingga yang kita lakukan hanya kehendak Tuhan. Inilah yang disebut manusia rohani yang taat. Jadi lewat doa penyembahan kita menjadi manusia rohani yang taat pada Firman Tuhan apapun resikonya. Tidak usah takut, kalau taat, mujizat terjadi. Contoh dalam Alkitab
1) Mewakili suami, bapak-bapak adalah Abraham. Dia taat pada Firman Tuhan. Abraham korbankan anakmu, dia taat dan mujizat terjadi, dari tidak ada menjadi ada.
Kejadian 22:14
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Kuncinya penyembahan. Penyembahan itu minimal 1 jam 1 hari, tetapi sikap penyembahan itu 24 jam yaitu taat. Kalau taat Tuhan menyediakan dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.
2) Mewakili isteri, ibu-ibu yaitu janda di Sarfat yang menghadapi kesulitan. Dia kekurangan hanya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli. Tetapi karena dia mau taat, dia terpelihara selama 3,5 tahun kelaparan. Isteri yang taat menghindarkan keluarga dari aniaya antikristus 3,5 tahun.
Lukas 4:25-26
4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Suami taat, ada kuasa penciptaan Tuhan Yehova Jireh. Isteri taat, ada keselamatan sampai selamat dari antikristus. Isteri itu tulang rusuk, melindungi dari organ-organ yang lemah. Isteri yang taat, yang banyak menyembah Tuhan, dia melindungi suami dan anak-anak sehingga bisa luput dari aniaya antikristus.
Apalagi kalau benar-benar seorang janda lalu bisa menyembah maka bisa menyelamatkan anak-anaknya, mantunya, cucu-cucunya bisa luput dari aniaya antikristus.
3) Mewakili kaum muda yaitu Maria dan Marta, taat dan percaya, melihat kemuliaan Tuhan, Lazarus yang sudah mati dan busuk dibangkitkan.
Yohanes 11:39-40
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Kaum muda yang taat bisa melihat kemuliaan Tuhan. Mungkin ada kaum muda sudah mengalami kebusukan dalam hal masa depan, jodoh, pekerjaan, study dan lain-lain. Taat maka bisa melihat kemuliaan Tuhan sampai kita sama mulia dengan Tuhan. Kemuliaan secara jasmani dinyatakan, terutama kemuliaan secara rohani, rohani yang mati dan busuk, bisa dibangkitkan dan diubahkan. Banyak kaum muda yang mati dan busuk, tetapi kalau bisa taat, bisa bangkit, dipulihkan oleh Tuhan. Suara Tuhan bisa membangkitkan yang sudah mati dan yang sudah busuk.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar