Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita mengucap syukur untuk pertambahan usia yang sudah Tuhan berikan kepada anak Yoana Zailin Sonora. Yoana artinya kemurahan atau anugerah dari Tuhan, Zailin artinya keindahan. Kita bersama boleh bersyukur, mau beribadah kepada Tuhan, terutama kita mau mendengarkan Firman Tuhan.
Seringkali orang Kristen merayakan pesta syukuran dan terbanyak menggelar ibadah ulang tahun. Di dalam Alkitab ada dicatat pesta perayaan ulang tahun, tetapi sayang suasananya negatif. Sore ini tentu kita merayakan ulang tahun dalam suasana positif karena kita bersyukur kepada Tuhan.
Matius 14:1-11
14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
Salah satunya acara ulang tahun yang dicatat dalam Alkitab yaitu pesta ulang tahun Herodes. Tetapi yang terjadi dalam pesta ini adalah perbuatan yang menyakiti Tuhan yaitu Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan yang benar, utusan Tuhan. Dalam perpanjangan usia dari Tuhan malah berbuat jahat, menyakiti hati Tuhan. Ini awasan bagi kita, jangan sampai dalam perayaan ulang tahun, yang kita lakukan justru menyakiti hati Tuhan. Menggelar pesta, mungkin sampai besar-besaran, tetapi jangan sampai kita hanya menyakiti hati Tuhan. Semua senang kalau dirayakan ulang tahunnya, ada pesta, mengundang orang, bersama-sama bergembira, tetapi jangan sampai malah menyakiti hati Tuhan.
Cerita ini tentang makanan maut atau makanan kebencian. Ditaruh disebuah talam atau sebuah baki. Itu tempat yang seharusnya menjadi tempat makanan, ini malah ditaruh kepala orang yang dipenggal. Ini makanan kebencian!
Hati kita bagaikan talam, tempat diletakan makanan rohani. Itulah Firman Tuhan, sehingga ada kepuasan. Kalau makanan jasmani kita makan, kita kenyang. Kalau makan Firman, kenyangnya dalam bentuk ada kepuasan. Kita puas karena ada Firman di hati kita. Kepuasan dalam hati karena ada isi Firman, diwujudkan dengan mengucap syukur.
Sikap kita terhadap Firman, menentukan apa yang ada di hati, makanan kebencian atau maut, atau makanan rohani, Firman Tuhan. Kita lihat di sini sikap Herodes sekeluarga adalah sikap yang negatif terhadap Firman Tuhan. Yohanes ini pemberita Firman, dia berseru di padang gurun, bertobatlah persiapkan jalan bagi Tuhan. Yohanes menyerukan Firman, ini yang diredam, dibunuh, dimatikan.
Berapa banyak kita gereja Tuhan menggelar ibadah syukuran, suatu pesta ulang tahun, tetapi suara Firman dimatikan, diredam. Yang diisi di situ hanya suara-suara yang lain, Firman sudah nomor sekian, yang utama yang jasmani, yang utama makan minumnya. Firman jangan lama-lama pak pendeta! Ini sama dengan sikap Herodes sekeluarga.
Kita lihat sikap Herodes, Herodias dan anaknya, mereka kompak, sehati tetapi yang negatif. Memang Alkitab mengajar kita supaya sehati, namun ini nikah yang sehati tetapi yang negatif.
1. Sikap Herodes
Markus 6:20
6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
a) Senang mendengar Firman tetapi selalu bimbang. Kalau dengar Yohanes dia senang tetapi bimbang. Kalau sudah bimbang pasti pilih yang negatif, tidak mungkin pilih yang benar. Sebab orang bimbang tidak mendapat apa-apa dari Tuhan. Dia tidak pilih Tuhan, tidak pilih yang benar! Saya sebagai suami jangan sampai bimbang terhadap Firman, tidak praktek Firman, pilih yang salah sehingga menjerumuskan isteri dan anak-anak pada hal yang salah. Kalau bimbang pasti pilih yang salah! Orang bimbang itu bagaikan ombak laut, ombak itu menghasilkan lumpur dan sampah!
Perhatikan suami-suami, jika kita bimbang terhadap Firman, ragu terhadap kuasa Firman, lalu memilih yang salah, pasti menghasilkan sampah, menghasilkan lumpur, hanya mengotori rumah tangga sendiri. Kalau pilih yang salah, rumah tangga menjadi kotor. Jika hamba Tuhan pilih yang salah, itu mengotori pelayanannya.
b) Tidak bisa menerima teguran Firman, tidak bisa menerima penyucian. Dia mempertahankan yang salah. Dalam hal ini Herodes mempertahankan nikah yang salah. Sudah tahu salah, Firman bilang tidak boleh, tetapi laki-laki itu egonya tinggi sekali, harga dirinya tinggi, biar sudah salah, malu kalau dia mau berkata saya salah. Apa kata isteri, apa kata anak. Jadi dia teruskan yang salah. Betapa kasihan nasib isteri dan anak kalau suami membawa pada yang salah.
Sampai dia ingin membunuh Yohanes! Yohanes pemberita, bukan dia yang punya Firman. Saya juga hanya pemberita, bukan saya yang punya Firman, Firman itu Tuhan yang punya, tetapi seringkali yang menjadi sasaran kebencian adalah pemberita Firman. Sudah begitu resiko menjadi hamba Tuhan, sampaikan kebenaran tetapi tidak disenangi. Yeremia menyampaikan kebenaran, berkali-kali dia diperlakukan dengan kejam. Dibuang di sumur, dipenjara dan hanya dikasih makan sedikit. Dan berapa banyak nabi-nabi dan rasul dalam Alkitab, pemberita kebenaran Firman dilawan.
Kalau suami-suami di sini manis-manis semua, tidak ada yang suka melawan Firman, semua suka mendengar penyucian oleh Firman Tuhan. Karena kita mau menanti Yesus. Yesus Maha Suci. Kita mau bertemu denganNya selama kehidupan kita kotor, bagaimana bisa bertemu dengan Yesus Yang Maha Suci, sebab itu harus disucikan! Memang tidak langsung seperti sulap, langsung jadi, langsung bersih, tetapi ada proses. Penyucian itu butuh proses. Firman diulang supaya kita semakin disucikan, semakin suci.
Jadi, kalau sudah bimbang terhadap Firman pasti menolak bahkan melawan Firman. Yang menjadi sasaran adalah hamba Tuhan, sampai tidak ada tempat bagi hamba Tuhan yang benar di bumi ini karena dilawan.
Ibrani 11:38-39
11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
Hamba Tuhan tidak disenangi apalagi yang berani menyampaikan kebenaran Firman.
2. Sikap isteri, Herodias
Seharusnya isteri ini penolong yang sepadan. Isteri seharusnya mengingatkan ‘papa, jangan begitu, Firman sudah datang untuk kita disucikan, jangan begitu, jangan menolak’.
Markus 6:18-19
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
Yang negatif ini cepat sekali menular. Coba kalau gosip cepat sekali menular. Tetapi kalau kebenaran malah dibilang gosip. Kalau suami bersikap negatif, isteripun begitu. Herodias juga dendam terhadap Yohanes, terang-terangan menolak Firman! Isteri di sini manis-manis semua, isteri mengingatkan. Seharusnya begitu, bukan dikasih biar. Ingatkan suami, dia penolong yang sepadan.
3. Sikap kaum muda, anak perempuan Herodias
Dalam pesta dia tampil menari. Artinya lebih menghargai pesta dunia dari pada Firman. Dia datang pada ibunya, tadi raja Herodes bilang apapun yang kamu minta akan kuberikan. Ibunya katakan minta kepala Yohanes Pembaptis. Langsung cepat-cepat dia pergi kepada Herodes, minta kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Dia lebih pilih kesenangan dunia dari pada Firman. Bumi ini akan dilanda kelaparan yang hebat, bukan akan makanan dan minuman tetapi kelaparan akan Firman.
Amos 8:11-13
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
Di dalam Tabernakel, utara itu tempatnya meja roti sajian, tetapi tidak ada lagi Firman. Akhirnya pergi ke timur, daerah halaman, yang dikhususkan untuk diinjak-injak antikristus. Siapa yang rebah? Anak-anak teruna dan anak dara. Pemuda dan pemudi banyak yang rebah, jatuh dalam dosa karena tidak menghargai Firman! Coba kalau hari Minggu, yang duluan datang di gereja adalah ibu-ibu dan bapak-bapak. Kaum muda menyusul di belakang bahkan seringkali tidak masuk gereja. Hanya menyukai pesta dunia, hiburan, kesenangan jasmani sampai akhirnya jatuh!
Di sini anak perempuan Herodes menari, bukan tarian yang baik, tetapi tarian erotis. Betapa banyak kaum muda jatuh dalam dosa kenajisan karena tidak makan Firman!
Biarlah sore ini kita mengambil sikap yang positif. Sebab jika sikap negatif maka talam menjadi tempat kepala yang dipenggal, bukan tempat makanan. Artinya hati menjadi tempat makanan maut, makanan kebencian, bukan Firman.
Ini yang ada di hati manusia yang tidak menghargai Firman:
Markus 7:21-23
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Sikap kita terhadap Firman menentukan apa yang ada di hati kita. Kalau sikap kita positif, Firman yang ada di hati, Yesus yang ada di hati. Tetapi kalau sikapnya negatif maka ada 3 kelompok dosa yang ada di hati yaitu keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan hati.
Berapa banyak setelah menggelar ibadah syukuran, bukan tambah satu tetapi tercerai berai karena muncul kepahitan di situ, sebab bukan Firman yang diutamakan. Mulai ungkit yang satu. Itu membuat pahit sebab yang diutamakan bukan yang rohani. Tetapi kalau mengutamakan yang rohani, mengutamakan Firman, selesai ibadah bisa berkata ‘luar biasa tadi Firman Tuhan, bersyukur sekali, seharusnya seperti itu sikap kita supaya bisa menyambut Yesus’. Yang seringkali dicerita yang negatif, kekurangan-kekurangan di dalam acara, bukan Firman lagi yang dicerita. Jangankan mau cerita isinya, pasalnya atau kitabnya saja sudah tidak tahu.
Semoga tidak terjadi hal demikian. Kalau dulu pernah terjadi, menjelang kedatangan Tuhan, kita rubah sikap kita menjadi sikap yang positif terhadap Firman. Sikap positif kita pelajari dari Yohanes pembaptis.
1. Yang pertama ini untuk kami hamba Tuhan. Hamba Tuhan harus tegas, berani menyampaikan Firman yang menyucikan! Bukan karena marah sama jemaat, bukan karena benci jemaat tetapi untuk menolong sidang jemaat. Firman yang keras untuk keselamatan jiwa kita.
Yakobus 1:21
1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
II Timotius 4:2
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Jangan marah kalau kita mendengar Firman yang menyatakan apa yang salah, itu kasih Tuhan kepada kita, jangan marah! Supaya kita ditolong.
II Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Firman itu untuk menyatakan kesalahan. Herodes salah ditegur, tidak peduli dia pejabat atau warga biasa, mau pemuka agama, kalau salah, tegur, harus berani! Setelah dinyatakan salahnya, diperbaiki. Setelah diperbaiki dididik di dalam kebenaran. Terus di jalur yang benar untuk berhasil menyambut kedatangan Yesus. Makanya rasul Paulus berkata kepada jemaat Efesus, berdoa setiap waktu untuk orang-orang kudus dan juga untuk aku supaya dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.
Efesus 6:19-20
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Kami hamba Tuhan berani menyampaikan Firman yang keras karena ada doa-doa dari sidang jemaat. Tuhan berikan roh keberanian kepada gembala, ketegasan untuk memberitakan Firman. Sekalipun keras dan tajam tetapi untuk keselamatan jiwa. Apa artinya seseorang memiliki seluruh dunia, kalau dia kehilangan nyawa, tidak selamat! Itu tidak ada gunanya!
Gembala selalu berdoa, Tuhan berkati umatMu, berkati usaha pekerjaan, berkati rumah tangga, berkati ibadah pelayanan dan itu yang utama supaya berhasil mencapai garis akhir yaitu menyambut Yesus Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Saya bersukacita kalau jemaat diberkati, tetapi yang terutama selamat. Kalau Yesus datang, berhasil menyambut Yesus. Doa saya selalu jangan ada satupun yang tertinggal dan binasa. Biar semua berhasil bersama semua keluarga jemaat menyambut Yesus waktu datang kedua kali.
Markus 8:36
8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
Dapat seluruh dunia, di kadangnya ada ayam, babi, sapi, bebek, semua ada tetapi tidak selamat. Ketika Yesus datang malah tertinggal, masuk aniaya antikristus dan dihukum bersama dunia. Tuhan tolong kita sekalian. Doakan kami hamba-hamba Tuhan yang ada di sini, untuk berani menyampaikan Firman yang keras menyucikan supaya semua selamat, tidak ada yang binasa.
2. Jemaat senang mendengar Firman yang menyucikan sehingga tegas dan berani mempraktekan Firman apapun resikonya.
Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
Ini sikap yang benar, bersukacita mendengar Firman karena mau disucikan. Jemaat seperti ini paham apa tujuan sebenarnya beribadah. Tujuan sebenarnya kita beribadah untuk mendengar Firman, untuk mengalami penyucian, untuk dibawa pada ketaatan yang sempurna, kita berhasil menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.
Jika gembala berani dan tegas memberitakan Firman yang keras menyucikan apapun resikonya apapun yang dikorbankan, lalu jemaat juga berani dan tegas mempraktekan Firman apapun resikonya, apapun yang dikorbankan, maka ini akan menjadi kenyataan:
II Korintus 1:14
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Apa hari Tuhan Yesus? Pesta nikah Anak Domba Allah. Nikah yang rohani antara Yesus dengan gereja yang sempurna.
Jadi jemaat bersukacita, saya berhasil menyambut Yesus karena gembalaku tegas dan berani memberitakan Firman yang keras dan menyucikan untuk saya. Gembala juga bersukacita melihat jemaat berhasil menyambut kedatangan Yesus, sukacita penuh. Rasul Paulus katakan siapakah mahkota kemegahanku kalau bukan kamu. Mahkota kemegahan gembala adalah jemaat yang mau menerima penyucian. Tentu gembala memberikan teladan untuk hidup dalam kesucian, jemaat juga mau hidup dalam kesucian, itu sukacita penuh. Bukan nanti jemaat ratusan atau ribuan, berapapun yang Tuhan percayakan kalau mau disucikan itu mahkota kemegahan bagi kami gembala. 100 jemaat tetapi tidak bisa diatur, ribut terus, bertengkar, jatuh bangun dalam dosa, pusing hamba Tuhan, pusing gembala! Mari kita bersikap yang positif terhadap Firman.
Roma 15:16,18
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,
Ini kerinduan kami gembala supaya jemaat berhasil menyambut kedatangan Yesus yang sudah di ambang pintu. Alkitab dicatat ribuan tahun lalu, dalam Markus 13 dikatakan kedatanganNya sudah di ambang pintu. Dalam surat Ibrani dikatakan tinggal sedikit bahkan sangat sedikit waktu lagi Yesus sudah mau datang. Lalu apakah kita masih mau mempertahankan sikap yang cemar, yang jahat, yang najis, pahit hati, iri, benci, dendam? Tuhan mau datang lalu kita tidak mau disucikan, bagaimana bisa menyambut Yesus.
Jemaat itu bagaikan suatu persembahan dibawa kepada Yesus. Bagaimana saya mau membawa persembahan lalu Tuhan lihat ‘Apa yang kau beri ini? Persembahan yang bercacat, yang kotor, yang cemar?’ Saya yang dimarah oleh Tuhan. Yang dipersembahkan kepada Tuhan itu harus yang terbaik! Bagaimana kami berani membawa persembahan kepada Tuhan tetapi Tuhan lihat, apa yang kau bawa ini, nikahnya tidak beres, pelayanannya tidak beres, apa yang kau kerjakan di dunia! Saya dituntut oleh Tuhan! Kamu melayani bagaimana!
Makanya sekali lagi, rasul Paulus minta kepada jemaat Efesus untuk mendoakannya supaya berani memberitakan Firman, supaya jemaat tampil sesuai selera Tuhan, berhasil untuk menyambut kedatangan Yesus.
Maleakhi 1:14
1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.
Ini mempersembahkan binatang cacat kepada Tuhan sudah dikatakan terkutuk! Apalagi kalau manusia dalam cacat cela, bagaimana bisa diterima oleh Tuhan?
Jadi kalau gembala kita di gereja sampaikan Firman yang keras untuk kita disucikan, pribadi, nikah, pelayanan kita, jangan marah! Itu berarti Tuhan sayang kita, Tuhan sayang gerejaNya. Gembala sayang jemaat, sebab tugasnya membawa jemaat kepada Tuhan sebagai persembahan yang sempurna.
Kami hamba Tuhan, bagaikan suami bayangan bagi jemaat untuk menghentar suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Rasul Paulus mempertunangkan jemaat kepada Yesus sebagai perawan suci. Jadi jangan marah kalau Firman menyatakan dosa. Bukan kami kepo, tetapi karena sayangnya gembala kepada jemaat.
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Gembala cemburu kalau jemaat lebih pilih yang jasmani dari pada yang rohani! Biar kita semua siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus. Kita gelar ibadah syukuran, fokus kita Firman supaya kita disucikan. Hati atau talam itu diisi makan sehat, ajaran sehat bukan makanan kebencian, makanan maut sehingga waktu Yesus datang kita berhasil untuk menyambut kedatanganNya, tidak ada yang tertinggal. Baik keluarga di tempat ini, jemaat yang Tuhan percayakan untuk saya gembalakan di Tentena, Tonusu, Diora, dan beberapa jemaat di Palu, serta yang tergembala secara virtual jarak jauh, berhasil menyambut Yesus. Tidak ada yang tertinggal.
Jemaat-jemaat yang lain yang ada di sini sempat mendengarkan Firman, berdoalah supaya gembala-gembala di tempat masing-masing berani tegas memberitakan Firman yang menyucikan, sehingga tidak ada yang tertinggal masuk aniaya antikristus, masuk penghukuman Tuhan atas dunia, apalagi masuk neraka selamanya, semua berhasil.
II Korintus 1:14
1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Tuhan kiranya menolong kita sekalian. Diwaktu yang Tuhan berikan ini, di waktu yang sisa, kita gunakan mempersiapkan diri dengan baik, dengan sungguh-sungguh untuk berhasil menyambut kedatangan Yesus Raja, Mempelai Pria Sorga di dalam kemuliaan.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar