20260520

Kebaktian Pendalaman Alkitab, Kisah Para Rasul, Rabu 20 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:21-26

1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,

1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,

1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

 

Dalam mengangkat seseorang untuk memangku jabatan pelayanan, Tuhan melihat hati. Jadi Tuhan tidak melihat kemampuan dan kepandaian kita atau kedudukan kita di dunia, tetapi yang Tuhan lihat adalah hati. Begitu juga waktu Daud diurapi menjadi raja, Samuel melihat kakaknya Daud yang hebat, prajurit yang gagah perkasa. Tetapi Tuhan berkata Aku tidak melihat rupa tetapi melihat hati.

 

Jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam Tubuh Kristus. Memangku jabatan pelayanan berbeda dengan memangku jabatan di dunia, apalagi jabatan di pemerintahan. Kalau jabatan di dunia diperebutkan bahkan dipertengkarkan karena kecenderungan manusia itu mau lebih besar dari orang lain. Lihat yang satu naik, mau dia jegal supaya dia yang ada di situ. Murid-murid sempat punya hati seperti itu, mau lebih besar dari yang lain. Sampai 2 kali mereka bertengkar siapa yang lebih besar. Akhirnya Yesus menegur dengan keras, bahwa kalau pemerintah di dunia menjalankan jabatannya dengan tangan besi. Kalau mau yang terbesar atau terkemuka harus menjadi hamba.

Markus 10:35-37,41-45

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"

10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"

10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

Ini kedua kalinya mereka bertengkar siapa yang lebih besar, dalam Markus 9:34-37 itu yang pertama kali mereka bertengkar. Sudah ditegur oleh Tuhan, masih terulang lagi. Itulah manusia, hati manusia itu mau lebih besar dari yang lain. Tidak mau nomor 2, tidak mau nomor 3, harus nomor 1. Manusia mau lebih besar dari yang lain. Tuhan tidak mau kita begitu, makanya Tuhan melihat hati. Kalau kecenderungan hati seperti ini, tidak akan pernah dipakai Tuhan. Yesus ajarkan kalau mau menjadi besar, harus menjadi pelayan. Mau terkemuka, harus menjadi hamba. Artinya kehendak Tuhan supaya kita mengecilkan diri. Bukan merasa saya lebih hebat dari yang lain. Akhirnya karena merasa lebih dari yang lain, jadinya seperti pemerintah dunia yang menjalankan pemerintah dengan kekerasan. Kalau gembala sudah seperti ini, habis jemaat, main pecat sehingga hancur pelayanan.

 

12 murid dikurangi Yudas sudah digodok hati mereka untuk menjadi yang kecil. Makanya yang menggantikan Yudas harus memiliki hati seperti itu, hati yang sama. Sebab itu dipilih dari orang-orang yang mengikut Yesus sejak baptisan Yohanes sampai Yesus terangkat ke Sorga. Jadi mereka tahu bagaimana Tuhan Yesus membina hati murid-muridNya. Ini untuk kita sekarang, biarlah kita mau mengecilkan diri supaya layak memangku jabatan dari Tuhan.

 

Mengapa Yudas gugur? Karena dia mengangkat tumit, berarti dia mau lebih tinggi dari yang lain. Kalau jalan sambil angkat tumit bisa jatuh!

 

Mari kita belajar mengecilkan diri sehingga suatu saat menjadi besar dan terkemuka.

v  Pengertian menjadi besar:

Wahyu 12:1

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

 

Menjadi besar artinya menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Tidak apa kita direndahkan, dihina, nanti dijadikan tanda besar di langit. Dari pada membesar-besarkan diri nanti jatuh seperti Yudas. Istilah di langit berarti sudah terlepas dari pengaruh dunia, dia tidak terpikat dengan daya tarik dunia. Tidak apa-apa tidak dianggap dan tidak diperhitungkan orang, yang penting Tuhan perhitungkan. Itulah mengecilkan diri, nanti menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

v  Pengertian menjadi terkemuka:

Yesaya 62:11

62:11 Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

 

Tidak usah kita mengejar untuk terkemuka di dunia, nanti Tuhan yang menempatkan kita di depanNya.

Yesaya 62:5; 40:10

62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

 

Jadi, menjadi yang terkemuka artinya menjadi upah jerih payah Tuhan yang dipermuliakan bersama dengan Tuhan. Tidak usah cari kemuliaan dunia, nanti Tuhan berikan lebih dari kemuliaan di dunia ini. Kalau sekarang kita selalu orang pinggirkan, tidak diizinkan untuk tampil, tidak masalah. Nanti Tuhan tampilkan kita di hadapanNya sebagai upah jerih payahNya.

 

Untuk mendapatkan kita Mempelai Wanita Tuhan, Tuhan Yesus berjerih payah. Maka kita juga harus berjerih payah untuk menjadi Mempelai WanitaNya, masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah. Secara jasmani orang yang mau menikah berjuang untuk nanti duduk di pelaminan, begitu juga dengan perkara yang rohani.

 

Kita lihat bagaimana jerih payah Tuhan Yesus:

1.      Datang ke dunia, lahir sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa untuk mati di kayu salib menyelamatkan kita dari cara hidup yang sia-sia supaya kita bisa beribadah melayani Tuhan.

Ibrani 9:14

9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

Makanya ibadah itu harus diperjuangkan. Kalau Yesus berjuang, kita juga harus berjuang beribadah melayani Tuhan.

Ibrani 9:24

9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

 

Semua yang Yesus lakukan untuk kepentingan kita. Kita yang diutamakan Tuhan, lalu kita mau santai-santai, jangan! Tuhan lakukan semua untuk kepentingan kita, kita sikapi, kita tanggapi dengan positif, kita berjuang sungguh-sungguh. Ibarat kita punya pekerjaan kita tidak mampu kerjakan sendiri. Lalu kita minta bantuan orang untuk kepentingan kita. Lalu kita yang dibantu malah santai, ngopi-ngopi, duduk manis lihat orang kerja. Itu terlalu! Kita yang dibantu harusnya lebih giat lagi bekerja. Begitu juga dalam hal yang rohani. Yesus lakukan semua untuk kepentingan saya dan bapak ibu kekasih dalam Tuhan, maka kita yang berkepentingan harus berjuang sungguh-sungguh, jangan santai dalam mengikut Tuhan.

 

2.      Oleh KorbanNya, rahasia Firman dibuka sebagai kekuatan ibadah. Kita disuruh berjuang beribadah, lalu dalam ibadah tidak dapat apa-apa, apa artinya! Tuhan sudah perjuangkan supaya kita beribadah, Tuhan bukakan rahasia Firman sebagai makanan rohani kita!

Wahyu 5:9

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

 

Lewat KurbanNya, Dia membuka rahasia Firman kepada kita.

 

3.      Tidak berhenti sampai di situ jerih payah Tuhan. Tuhan tahu kita manusia daging, sebagai manusia daging tidak mampu untuk mentaati Firman.

Roma 8:7

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

 

Sebab itu Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada kita untuk bisa taat.

Roma 8:15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Sebagai timbal baliknya dari kita berjuang untuk mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan, sampai bisa taat pada Firman Tuhan. Maka kita bangsa kafir bisa diterima oleh Tuhan sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya. Hidup kita menyenangkan Tuhan, memuaskan hati Tuhan.

Roma 15:16-18

15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.

15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

 

Jerih payah Tuhan kita responi dengan positif. Tuhan sudah berjuang datang untuk mati di kayu salib supaya kita bisa beribadah. Kita berjuang juga untuk beribadah. Sekalipun banyak tantangan, baik tantangan jarak, situasi kondisi, macam-macam, kita berjuang untuk beribadah. Kemudian Tuhan bukakan Firman bagi kita, kita berjuang untuk mendengar Firman sungguh-sungguh. Tuhan curahkan Roh Kudus, kita berjuang untuk taat kepada Tuhan oleh kekuatan Roh Kudus itu.

 

4.      Yesus naik ke sorga untuk kepentingan kita, menyiapkan tempat bagi kita.

Yohanes 14:2-3

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

 

Yesus berjuang menyediakan tempat bagi kita, sesudah itu Dia akan datang menjemput kita. Dari pihak kita berjuang untuk siap sedia menyambut kedatangan Yesus. Masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Tempat Yesus sebagai kepala adalah Tubuh. Harus ada perjuangan, apapun yang dikorbankan.

 

Berjuang untuk bisa mengikuti persekutuan Tubuh Kristus. Aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Yang tinggal berjuang juga lewat mendukung dalam berdoa dan mengikuti ibadah secara online. Sama-sama kita berjuang mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus.

Wahyu 22:20

22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

 

Jadi ada timbal balik, Yesus berjuang, kita juga berjuang. Maka waktu Yesus datang, kita siap menyambutNya, pengantinnya telah siap sedia untuk masuk pernikahan Anak Domba Allah. Coba waktu kita menikah, mempelai pria sudah siap, masakan mempelai wanitanya hanya santai-santai. Sama-sama siap, dijemput, dibawa ke gereja, siap masuk dalam pernikahan.

 

Kalau disimpulkan, perjuangan kita adalah memiliki hati yang mau mengecilkan diri. Maka kita tidak akan pernah marah kalau Firman datang menegur dan merendahkan kita.

Mazmur 119:141

119:141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan.

 

Kecil dan hina tetapi Firman tidak dilupakan, Firman ditaruh di dalam hidupnya. Memang Firman itu kadangkala seperti merendahkan kita. Kalau didengar sakit bagi daging, seperti tersayat-sayat, seperti dihina. Seperti yang dialami perempuan Siro-Fenesia, dia datang kepada Yesus minta tolong ‘tolong anakku kerasukan setan’. Apa yang Yesus katakan? Aku diutus hanya untuk mencari yang hilang dari bangsa Israel. Tetap dia memohon minta tolong. Yesus lebih keras lagi berkata tidak patut mengambil roti untuk anak untuk dilemparkan kepada anjing. Dia direndahkan, minta tolong malah dibilangi anjing. Kadang kita tidak bisa terima karena hati kita mau lebih besar, pertahankan harga diri, pertahankan gengsi, tidak mau direndahkan, tidak mau ditegur oleh Firman. Tidak akan pernah dipakai kalau seperti itu!

 

Mari kita belajar untuk mengecilkan diri, pasti dipakai oleh Tuhan. Yakub menganggap dirinya sebuah batu yang kecil, tetapi batu kecil dipakai menjadi Bait Allah, Tubuh Kristus yang sempurna. Belajar mengecilkan diri, pasti dipakai oleh Tuhan.

 

Kita belajar contoh dan praktek mengecilkan diri:

1.      Ulangan 7:7-8

7:7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu — bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? —

7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

 

Contohnya bangsa Israel, paling kecil dari segala bangsa. Tetapi dipakai Tuhan sebagai jalur datangnya Yesus. Bangsa Israel ditebus dari rumah perbudakan di Mesir. Sekarang bagi kita, praktek mengecilkan diri adalah mengalami penebusan atau kelepasan oleh darah Yesus dari perbudakan dosa!

 

Kadangkala orang yang berbuat dosa seperti merendahkan diri padahal sebenarnya sombong. Misalkan, saya tidak layak melayani, saya sudah jatuh. Itu sudah sombong sebenarnya, tetapi kalau orang lain dengar seperti rendah hati. Yang benar dosanya dibuang, pelayanannya dikerjakan. Saya orang berdosa, saya diperbudak oleh dosa, saya tidak mau terus diperbudak, saya mau jadi hamba Tuhan, saya tidak mau jadi hamba dosa! Buang dosanya, bukan pelayanannya yang dibuang!

 

Mari kita mau mengecilkan diri, mengalami kelepasan dari perbudakan dosa. Bagaimana prosesnya lepas dari perbudakan dosa?

a)      Roma 6:17-18

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

 

Mendengar Firman pengajaran yang benar yang menyatakan dosa, makanya sakit bagi daging.

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Untuk kami hamba Tuhan, sampaikan pengajaran dengan kesabaran. Mungkin waktu itu Firman belum sampai sama dia, terus diulang lagi sampai dia lepas. Jangan langsung dihakimi, memang ini kayu bakar di neraka! Kalau dengan kesabaran, yang yang suka melawanpun bisa bertobat.

II Timotius 2:24-25

2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,

 

b)      Menyadari dan menyesali dosa. Waktu dosanya dinyatakan bukan mengamuk, bukan marah, kalau marah berarti merasa besar. Harus sadar dan menyesal, itu berarti merasa kecil dan hina.

Mazmur 119:141

119:141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan.

 

c)      Mengaku dosa. Kalau hanya sampai tahap menyesal, tidak mengaku, akhirnya binasa seperti Yudas. Yudas berkata, aku menyesal telah menyerahkan darah orang yang tidak bersalah. Dia lempar uangnya lalu pergi gantung diri. Mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama. Setelah diampuni jangan berbuat lagi. Itu orang yang mengecilkan diri!

 

Kadang kita posisi di bawah, mau mengaku sama yang di atas berat. Contohnya saya anak, mau mengaku saya orang tua rasanya berat. Sudah dengar Firman yang keras malah tuduh papa yang lapor-lapor kelakuan saya sama bapak gembala. Begitu Firman datang tentang Hofni dan Pinehas di situ saya bertekad selesai ibadah saya harus selesaikan, diperdamaikan semua. Yang biasanya dari atas ke bawah itu berat. Tetapi harus mengosongkan diri, saya hina, saya tidak layak. Suami kepada isteri, gembala kepada jemaat, kepada pengerja, kalau salah minta ampun. Kalau kita mengaku dosa, maka darah Yesus mengampuni dan melepaskan dari dosa.

I Yohanes 1:7,9

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Ini bukti dosa sudah diampuni:

I Yohanes 3:9

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

 

Buktinya sudah diampuni kita tidak mengulangi dosa lagi, sampai tidak dapat berbuat dosa. Biar digoda, dipaksa, diancam, tidak mau berbuat dosa!

 

Memang mau mengaku dosa itu seperti terhina. Suami mau mengaku sama isteri ‘bunda ampuni saya, saya begini dan begitu’ seperti terhina. Tetapi Tuhan menjadikan kita berharga, Tuhan tidak memandang kita hina. Kalau pertahankan dosa itu hina di hadapan Tuhan. Di hadapan manusia mungkin punya harga diri, wibawa, tetapi kalau ada dosa dia sembunyikan, sekalipun manusia mengagung-agungkan tetapi Tuhan memandang hina! Manusia mungkin menghina kita karena kita mau mengaku dosa, tetapi Tuhan menghargai kita, menjadikan kita berharga.

Mazmur 51:19

51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

 

Kalau kita mau mengaku dengan hati yang patah remuk, hancur hati, Tuhan tidak pandang hina, tetapi berharga di mata Tuhan. Semoga kita mau mengecilkan diri, kalau salah, minta ampun saya salah. Untuk sesaat kita dihina, dimarahi, diusir tetapi kita berharga di mata Tuhan. Dan berharga juga di mata sesama.

 

Bangsa Israel paling kecil dari segala bangsa tetapi dipakai Tuhan sebagai jalur datangnya Yesus. Mereka ditebus dari rumah perbudakan. Kita berapa lama diperbudak? Bertahun-tahun, puluhan tahun, belasan tahun diperbudak, ayo selesaikan. Malam ini kesempatan kita mau mengecilkan diri, menyelesaikan dosa-dosa kita, kita berharga di mata Tuhan.

 

2.      Hakim-hakim 6:15 (Gideon diangkat menjadi hakim)

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."

 

Gideon kaum yang paling kecil dari suku Manasye dan paling muda dari kaum keluarganya, tetapi dipakai Tuhan membebaskan bangsa Israel dari tangan orang Midian.

 

Bagaimana praktek mengecilkan diri seperti Gideon?

Hakim-hakim 6:11

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

 

Kenapa Gideon yang dipilih Tuhan? Karena pada Giedon masih ada gandum. Sementara pada orang Israel sudah tidak punya gandum, sudah dimusnahkan orang Midian.

Hakim-hakim 6:3-5

6:3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;

6:4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak.

6:5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,

 

Apa artinya masih punya gandum sementara orang Israel yang lain sudah tidak memilikinya? Tetap pegang teguh Firman pengajaran yang benar, tetap mempertahankan kemurniannya, sekalipun mayoritas sudah tidak murni lagi pengajarannya. Sekalipun banyak tantangannya, kita pegang teguh dan pertahankan kemurnian Firman. Hati yang mau mempertahankan kemurnian Firman ini yang Tuhan lihat, sehingga hati Tuhan terpaut kepada kita. Seperti hati Boas terpikat kepada Rut karena Rut mau mengumpulkan jelai, karena ada Firman.

 

Pertanyaannya masih ada Firman atau tidak di hati kita? Masih murni pengajaran yang kita anut? Pertahankan Firman yang sudah kita terima dari para pendahulu. Wahyu tentang pengajaran Tabernakel ini kepada Pdt. Van Gessel dari 1935. Sekarang dihina, direndahkan sampai ada yang berkata sudah tidak ada lagi wahyu, tidak ada ilham. Jadi dia tidak akui ilham yang diberikan Tuhan kepada Pdt. Van Gessel. Banyak sekarang yang seperti itu, apalagi dihantam pengaruh dunia. Memang sesuai dengan perjalanan Tabut Perjanjian, ada waktunya menurun tetapi nanti dia naik kembali.

Roma 6:17

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

 

Yang diteruskan kepada kita, kita tinggal menerima. Pendahulu kita yang mendapat ilham lalu diteruskan kepada kita, biarlah kita menjadi orang yang setiawan, orang yang dapat dipercaya oleh Tuhan, pegang teguh pengajaran yang benar. Kalau sudah berubah-ubah, bagaimana bisa dipakai Tuhan.

 

Tantangan yang utama dari mempertahankan kemurnian Firman pengajaran adalah orang Midian datang banyak-banyak seperti belalang.

Hakim-hakim 6:5

6:5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,

 

Wahyu 9:1-3,7

9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.

9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

 

Jadi tantangan utama untuk mempertahankan kemurnian Firman pengajaran adalah belalang, yaitu:

a)      Roh peperangan atau roh kebencian. Kalau sudah benci pada seseorang sudah tidak bisa memberitakan Firman pengajaran yang murni, akhirnya tembak-tembak orang. Hamba Tuhan itu benar tahbisannya, dipakai Tuhan, tetapi karena ada iri, benci, pasti dilawan sehingga tidak punya gandum. Doakan saya sebagai hamba Tuhan bertanggung jawab atas keselamatan jemaat. Jangan sampai dalam diri saya ada roh kebencian, roh iri dengki kepada orang lain, apalagi kepada hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan, nanti sudah tidak murni pengajaran.

 

Jemaat juga kalau sudah ada kebencian, tidak bisa pertahankan pengajaran yang murni.

 

b)      Belalang menunjuk roh-roh di udara yaitu roh jahat dan roh najis.

 

Roh peperangan, roh jahat dan roh najis bekerja luar biasa di dalam nikah untuk menghancurkan nikah, sehingga seringkali menghalangi pertumbuhan Firman di dalam diri kita. Bukan kita yang lakukan, orang lain yang lakukan, tetapi karena keluarga kita, jadinya terhalang pertumbuhan rohani kita. Bekerja luar biasa di dalam nikah rumah tangga sehingga akhirnya keluar perkataan-perkataan teledor, tidak ada guna masuk pengajaran, sama saja dengan yang lain.

 

 

Jangan sampai kita dikalahkan oleh belalang-belalang. Sengat belalang itu sengat maut, itulah dosa. Berapa banyak hamba Tuhan, pelayan Tuhan, anak Tuhan setelah disengat oleh dosa tinggalkan pengajaran, tinggalkan kemurnian Firman pengajaran yang benar.

 

Perjuangan kita memang berat, menghadapi Midian yang banyak itu. Sebab itu pegang teguh Firman pengajaran yang benar, ditambah dengan penyembahan.

Hakim-hakim 7:6-7

7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."

 

Angka 300, ingat pergaulan Henokh dengan Allah Bapa. Jadi angka 300 adalah pergaulan dengan Allah Bapa di dalam kasih, itulah penyembahan. Jadi ada Firman pengajaran, ada penyembahan, maka kita bisa menang menghadapi Midian, belalang-belalang dikalahkan. Pertahankan Firman pengajaran yang benar, tambah dengan doa penyembahan. Sekalipun kita kecil dan lemah, Tuhan jadikan kita kuat dan menang!

 

Banyak nikah yang hancur karena roh najis ini, tidak mampu kita. Sudah punya pengajaran masih dihantam roh najis. Satu yang kurang yaitu doa penyembahan. Pergaulan dengan Allah Bapa lewat doa penyembahan harus ditingkatkan. Nomor satu saya, pengajaran sudah ada, penyembahan harus ditingkatkan.

 

Yesaya 60:22

60:22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

 

Biar kita kecil kalau kita ada pengajaran dan penyembahan kita kuat dan kita menang. Kita tidak lemah, tidak putus asa, tidak depresi, apalagi meninggalkan pengajaran, tetapi tetap kuat dan menang. Dan ada Tuhan menyertai, asalkan ada gandum yaitu Firman dan ada penyembahan.

Hakim-hakim 6:24

6:24  Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

 

3.      Mikha 5:1-5

5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

5:2 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

5:3 Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,

5:4 dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.

5:5 Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita.

 

Betlehem yang terkecil dari antara kaum Yehuda, tetapi dipakai Tuhan menampilkan pribadi Yesus, Gembala yang besar, Pemimpin yang besar.

 

Bagaimana praktek mengecilkan diri? Tergembala dengan benar dan baik. Itu bukan pada organisasi, pada gereja, pada manusia, tetapi kepada Yesus, pengajaran yang benar. Kalau dulu biar beda organisasi yang penting satu pengajaran. Kalau sekarang, biar beda pengajaran yang penting satu organisasi. Makanya perhatikan di mana kita tergembala, tidak boleh sembarang, harus jelas.

 

Mengapa harus tergembala dengan benar dan baik?

a)      Karena kita menghadapi negeri Asyur. Ini gambaran dunia dengan segala pengaruhnya. Kalau kita tidak tergembala dengan benar dan baik, kita diseret oleh pengaruh dunia. Sebagai gembala saya bertanggung jawab, kalau saya tidak menggembalakan dengan benar dan baik, dunia masuk dalam gereja! Berapa banyak penggembalaan hancur karena cara-cara dunia dibawa masuk dalam gereja.

 

b)      Untuk menghadapi Nimrod. Nimrod itu pendiri Babel. Artinya menghadapi Babel, gereja palsu! Gereja palsu mau menghimpit gereja yang benar, mau mematikan Firman. Di mana-mana banyak gereja berdiri, tetapi isinya benar atau palsu? Kalau belajar dari surat Yudas, gereja benar hanya satu, tetapi gereja palsu itu banyak. Ada gereja setan, gereja Taurat, gereja tidak tergembala, gereja daging, mau menghimpit gereja yang benar. Dalam kitab Yehezkiel ada 7 bangsa yang mau menghimpit Israel. Ini yang kita hadapi, kita dihimpit, ditentang, dilawan, diajak berdebat, hindari! Firman itu bukan untuk diperdebatkan tetapi dipraktekan saja. Biar kita dikenal dari buahnya, ini Firman pengajaran yang benar atau palsu.

 

Dunia dan gereja palsu bekerja sama menekan gereja yang benar, menekan gereja yang mempertahankan kesucian.

Wahyu 17:5-6

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

17:6 Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

 

Gereja yang benar yang mempertahankan kesucian malah ditekan! Dengan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu. Makanya tadi dalam kitab Mikha dibangkitkan 7 gembala, dibangkitkan 8 pemimpin.

 

1)      Tujuh gembala. Angka 7 menunjuk sempurna, akhir zaman dan sabat atau perhentian. Jadi 7 gembala artinya gembala yang paham betul tugas utamanya yaitu membawa jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, yang akan masuk hari perhentian, itulah kerajaan 1000 tahun damai.

 

Waktu ini sudah mau habis. Hari keenam minggu ketebusan sudah mau berakhir, sudah mau masuk hari ketujuh, hari sabat, hari perhentian, kerajaan 1000 tahun damai. Sebagai gembala saya harus paham tugas saya. Sebagai jemaat harus paham di mana digembalakan, jangan asal. Kalau gembala tidak mengarahkan kita menjadi mempelai wanita Tuhan, bahaya!

Efesus 5:25-27,30,32

5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

 

Gembala adalah suami bayangan dari jemaat, untuk menghentar jemaat kepada suami yang sesungguhnya yaitu Yesus Mempelai Pria Sorga. Sebagai gembala tugas saya untuk memberitakan pengajaran yang benar, pengajaran yang sehat supaya jemaat disucikan sampai tidak bercela. Mempelai wanita Tuhan disebut dagingnya Yesus dan tulangnya Yesus.

 

Ø  Dagingnya Yesus artinya Dia manusia daging seperti kita adalah manusia yang taat. Jadi daging Yesus adalah daging yang taat. Tugas kami hamba Tuhan memimpin pada ketaatan yang penuh kepada Firman. Bagaimana jemaat mau taat pada Firman kalau gembala sendiri tidak taat. Tidak mungkin bisa menghentar jemaat bertemu Yesus. Saya dulu sebagai gembala beri teladan taat, untuk jemaat bisa taat pada Firman, berhasil menjadi dagingnya Yesus, Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Jemaat bisa menilai, silahkan pertimbangan kami hamba Tuhan.

II Korintus 4:2

4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

 

Silahkan bapak ibu pertimbangkan saya sebagai gembala. Sudah benarkah saya ini sebagai alamat bagi jemaat untuk dihentar kepada Yesus? Kami tidak bisa menutup diri, jangan lihat kami, kami banyak kekurangan lihat saja Firman, itu menipu! Lihat dan pertimbangkan, bagaimana hidup sehari-hari, bagaimana nikahnya dan bagaimana tahbisan gembala, supaya jemaat mantap tergembala. Nikah gembalaku tidak ada yang bisa dituduhkan, hidup sehari-hari tidak ada yang bisa dituduhkan, tahbisannya tidak ada yang bisa dituduhkan, maka saya mau digembalakan, mau dibawa bertemu Yesus.

 

Memang untuk dibentuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, itu sakit bagi daging. Mau taat pada Firman itu seperti mandi, orang mandi itu telanjang. Kalau kita mau taat pada Firman, semua rela ditelanjangi tetapi membawa kita bertemu Yesus.

 

Ø  Tulangnya Yesus berarti kuat teguh hati. Mari dilihat, gembalaku ini kuat dan teguh hati atau tidak. Maka kita mengalami perhentian dan damai sejahtera di dalam Tuhan. Kita yakin, kita sudah berada pada alamat yang tepat. Dunia goncang, darat goncang, langit goncang, perkara jasmani goncang, perkara rohani goncang, ibadah goncang, pengajaran goncang tetapi kita yakin ada pada alamat yang tepat, kita tenang, damai sejahtera.

 

2)      Delapan pemimpin. 8 itu angka pembaharuan. Jadi artinya gembala itu memimpin jemaat pada pembaharuan demi pembaharuan sampai sempurna seperti Yesus. Gembala jadi teladan, dia di depan, domba ikut dari belakang. Gembala dibaharui, jemaat juga dibaharui. Kita mengalami pembaharuan demi pembaharuan sampai kita sempurna seperti Yesus.

 

Ini alamat yang tepat untuk kita digembalakan, ada pengajaran yang menyucikan sampai sempurna dan gembala jadi teladan di situ.

Ibrani 13:7

13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

 

Doakan saya sebagai hamba Tuhan, saya masih muda, belajar melayani Tuhan lebih baik, lebih sungguh-sungguh.

 

Mau melayani Tuhan di tempat itu suatu pergumulan berat bagi saya. Yang saya takutkan:

a)      Melayani keluarga daging saya sendiri.

b)      Mau menggantikan hamba Tuhan yang dipakai Tuhan.

 

Mau membawa jemaat, memimpin jemaat pada kesucian dan kesempurnaan, bukan sesuatu yang gampang. Tantangan dan pergumulannya begitu banyak. Dan banyak air mata tercurah. Masuk di Tentena berat saya rasakan, tetapi Tuhan kasih kekuatan. Mau memimpin dan membawa jemaat di sini, bukan sebatas tampil sebagai pemimpin dunia yang melayani dengan tangan besi, tetapi mengarahkan jemaat berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Seperti doa papa selalu ‘ingat kami Tuhan waktu Engkau datang kedua kali, jangan ada satupun yang tertinggal dan binasa’. Sebelum beliau dipanggil Tuhan selalu berucap ‘saya rindu ketemu Tuhan Yesus’. Itu juga yang ada di hati saya, saya rindu membawa jemaat besama-sama bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga waktu Dia datang kedua kali. Tidak ada satupun di antara kita yang tertinggal, tidak ada satupun yang hancur dihantam belalang, tidak ada satupun yang hancur dihantam Nimrod dan Asyur. Tetapi semua berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan, masuk Yerusalem Baru. Di sana segala sesuatu sudah menjadi baru. Tuhan menjadikan segala sesuatu baru.

Wahyu 21:5

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

 

Makanya sangat sedih sekali hati kalau ada anak sekolah minggu yang dulu saya bina lalu sekarang malah membelakangi. Tetapi hanya bisa menyerahkan kepada Tuhan. Tuhan saya tidak mampu, saya manusia biasa, jadikan saya sebagai 7 gembala, 8 pemimpin yang bisa menghentar berapapun jiwa yang Tuhan percayakan masuk di kota Yerusalem Baru. Mereka yang membelakangi saya doakan terus, yang sudah undur tarik dengan tali kasih setiaMu.

 

Yesaya 60:22

60:22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

 

KedatanganNya sudah di ambang pintu. Hari pernikahan Anak Domba Allah sudah akan terlaksana. Waktu pesta itu digelar adakah kita di dalamnya? Biarlah kita mau mengecilkan diri, kita mempersiapkan diri, waktu Yesus datang kita ada di sana, kita bisa menyambut Dia.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar