20260514

Kebaktian Kenaikan Tuhan Yesus, Kamis 14 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu
















Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:21-26

1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,

1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,

1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

 

Ayat-ayat ini menunjukan kriteria pengganti Yudas yaitu orang yang mengikut Yesus mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke Sorga, sehingga bisa menjadi saksi tentang Yesus.

 

Untuk apa Yesus terangkat ke Sorga?

Yohanes 14:1-3

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

 

Jadi, Yesus terangkat ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita dan sesudah itu Yesus akan datang kembali menjemput kita untuk membawa kita ke tempat yang sudah Dia siapkan. Di bumi kita juga harus menyiapkan tempat bagi Yesus yang akan datang kembali. Yesus ditampilkan sebagai Mempelai Pria Sorga, suami berarti kepala. Di bumi kita harus menyiapkan tempat bagi Yesus yang akan datang kembali sebagai Mempelai Pria Sorga, Raja segala raja, kepala gereja dalam kemuliaan. Yang harus kita siapkan tubuhNya, kita harus menjadi Tubuh Kristus yang sempurna yang siap sedia.

 

Tubuh Kristus tidak terbentuk dengan sendirinya, ada prosesnya. Prosesnya namanya pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi, kita harus masuk di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Untuk masuk pembangunan Tubuh Kristus kita harus memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Itu sebabnya tadi dikatakan jabatan pelayanan yang ditinggalkan Yudas tidak boleh kosong. Jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam Tubuh Kristus. Jadi kalau tidak ada jabatan pelayanan berarti tidak punya tempat di dalam Tubuh Kristus. Dalam Efesus pasal 4 itu 5 jabatan pokok, kalau dijabarkan ada lebih banyak lagi. Ada penyanyi zangkoor, pemain musik, guru sekolah minggu dan sebagainya. Semuanya harus memiliki jabatan pelayanan. Saya tidak bisa menyanyi, tidak bisa main musik, fisik juga lemah, kalau disuruh kerja juga tidak mampu. Lalu apa yang bisa dilakukan? Penyembahan, itu juga jabatan pelayanan, menjadi pendoa. Mungkin sudah lanjut usia atau kena penyakit yang tidak memungkinkan lagi mengerjakan pekerjaan fisik, yah jadi pendoa syafaat. Mungkin dulu anggota zangkoor tetapi karena ada pekerjaan di tempat lain atau lanjut pendidikan di tempat lain tidak bisa zangkoor lagi, ayo jadi pendoa di sana. Supaya jangan kehilangan tempat di dalam Tubuh Kristus, harus aktif semuanya, tidak boleh menganggur. Jabatan pelayanan yang ditinggalkan Yudas harus diisi, sebab jabatan itu tempat kita dalam Tubuh Kristus.

 

Kita bisa memangku jabatan pelayanan dari Tuhan itu hanya karena kemurahan Tuhan.

II Korintus 4:1

4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

 

Sebenarnya kita tidak layak tetapi semua adalah kemurahan kalau bisa menjadi gembala, pemain musik, anggota zangkoor, pendoa. Oleh sebab itu jangan jadikan murahan, artinya jangan mengentengkan pelayanan. Kalau suka melayani yah melayani, kalau tidak yah tinggal hubungi yang lain ‘gantikan saya’. Lama-lama tidak punya tempat, diambil orang! Seperti Esau, jubahnya dia taruh di rumah lalu pergi berburu daging. Ketika pulang dapat lagi jubahnya, dipakai lagi. Kemudian pergi berburu lagi, jubahnya ditinggal. Akhirnya diambil Yakub dan Yakub yang menerima berkat sulung, Esau tidak mendapat apa-apa. Pelayanan jangan dijadikan murahan. Saya sebagai gembala, jangan gampang serahkan mimbar kepada orang lain, harus punya pertimbangan yang betul-betul matang!

 

Jangan sampai jabatan pelayanan kita diambil orang. Ingat, Tuhan itu tidak pernah kekurangan orang! Yudas keluar, ada yang ganti. Esau keluar, ada Yakub menggantikan. Jangan pikir saya ini sangat dibutuh, kalau tidak ada saya tidak jadi apa-apa. Masih ada yang lain, Tuhan bisa pakai yang lain. Kalau kita bisa melayani itu hanya kemurahan Tuhan.

 

Dalam mengangkat seseorang untuk memangku jabatan pelayanan, Tuhan melihat hati. Jadi bukan otaknya, kepandaiannya, kemampuannya. Kalau di dunia harus kepandaian, kemampuan, pengalaman dan lain-lain, tetapi Tuhan melihat hati. Hati yang bagaimana? Kita belajar dari pengganti Yudas.

 

Yang dipilih untuk menggantikan Yudas adalah Matias. Bukan berarti Yusuf atau Barsabas atau Yustus tidak baik. Arti Barsabas itu anak terang. Yustus artinya jujur, jadi dia juga baik. Tetapi ada nilai tambah yang dilihat Tuhan ada pada Matias yang tidak dimiliki Barsabas.

 

Arti nama Matias adalah kasih karunia. Jadi Tuhan memilih dan memakai orang yang memiliki hati yang menghargai kasih karunia Tuhan dan hidup di dalam kasih karunia Tuhan. Kita lihat salah satu bentuk kasih karunia.

I Petrus 2:19

2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

 

Salah satu bentuk kasih karunia adalah salib, sengsara daging karena Yesus, karena Firman pengajaran yang benar. Nilai tambah kita hamba Tuhan pelayan Tuhan adalah salib! Kalau ada yang tidak mau mengerjakan pelayanannya karena alasan berat, susah, yah kita yang ambil, itu nilai tambah untuk kita. Salib itu puncak kasih karunia Tuhan, kalau kita mau terima, pasti bertahan dalam pelayanan pembangunann Tubuh Kristus. Jadi kalau kita menolak salib maka terbuang dari Tubuh Kristus, terpisah dari Tubuh Kristus.

 

Ada 5 bentuk kasih karunia Tuhan yang memuncak pada salib.

1.      Efesus 2:4-5

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

 

Kasih karunia Tuhan menyelamatkan kita manusia berdosa. Manusia berdosa sudah dijatuhkan vonis binasa! Seharusnya kita binasa, tetapi oleh kasih karunia Tuhan kita diselamatkan. Wujud kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan adalah Korban Kristus Yesus di kayu salib.

 

Apa prakteknya hati ini menghargai kasih karunia Tuhan, hidup dalam kasih karunia Tuhan? Bertobat! Mati terhadap dosa dan hidup di dalam kebenaran.

I Petrus 2:24

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Jadi, yang Tuhan mau pakai bukan hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang hebat keahliannya. Yang Tuhan mau pakai orang yang bertobat. Jadi kalau sudah bertobat, jangan dihalang-halangi untuk melayani. Harus sungguh-sungguh mati terhadap dosa, jangan diulangi.

 

Bertobat ini adalah buah permulaan yang Tuhan cari dari kita.

Matius 3:8

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Melayani itu bukan mencari sesuatu, melayani itu memberi. Beri pelayanan dari hidup yang sudah bertobat. Bukan melayani dengan dosa,  jangan! Dalam kitab Maleakhi ada imam yang melayani dengan cemar, tetapi kita melayani dengan pertobatan.

 

Yudas Iskariot diberikan kesempatan untuk bertobat. Ada teguran yang keras, tetapi dia tidak mau. Yudas sempat menyesali dosa tetapi tidak mau mengakui dosa kepada Tuhan dan sesama, malah dia menggantung diri.

Matius 27:3-5

27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"

27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

 

Banyak orang Kristen seperti Yudas, sudah sadar menyesal, tetapi tidak menyelesaikan, malah menambah dosa. Akhirnya seperti Yudas, mati menggantung diri. Ada lagi orang Kristen versi Firaun, istilahnya kapok-kapok lombok. Waktu makan rasanya pedis, tetapi begitu sudah redah makan lagi. Seperti Firaun ‘doakan, aku telah berdosa kepada Tuhan’. Setelah berhenti cambukan dan hajaran, dia ulang lagi, ulangi terus.

Keluaran 9:27-28,34-35

9:27 Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: "Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah.

9:28 Berdoalah kepada TUHAN; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi."

9:34 Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya.

9:35 Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi — seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.

 

Jangan kita seperti Firaun, sadar dan mengaku dosa ketika sudah dihajar Tuhan. Minta didoakan oleh hamba Tuhan. Tetapi begitu hajaran berhenti, semua lancar kembali, aman terkendali, keras hati dan berbuat dosa lagi!

 

Mari kita hargai kasih karunia Tuhan yang sudah menyelamatkan kita. Seharusnya kita diihukum, tetapi dibenarkan dengan cuma-cuma oleh darah Yesus, diselamatkan oleh kasih karunia. Tinggalkan semua hidup lama yang berdosa, jangan diulang lagi, jangan kapok-kapok lombok!

 

2.      I Korintus 15:10

15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

 

Kasih karunia Tuhan melayakkan kita beribadah melayani Tuhan. Seperti Paulus sebenarnya tidak layak, dia mengaku orang paling jahat, paling berdosa, tetapi diampuni, malah dilayakan melayani. Kita renungkan dulu kita betul-betul hancur-hancuran oleh dosa. Tetapi sesudah kita hargai kasih karunia Tuhan, kita mau bertobat, hidup untuk kebenaran, kita dilayakan melayani, diberikan jabatan pelayanan, diberikan karunia-karunia Roh Kudus.

 

Kalau saya renungkan, saya tidak layak melayani di sini. Banyak saksi di sini yang melihat keadaaan saya masa lalu. Tetapi setelah bertobat dilayakan beribadah melayani Tuhan, diberikan jabatan pelayanan. Kita ini bangsa kafir, dulu hidup dalam kegelapan, bukan umat Tuhan!

I Petrus 2:9-10

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

 

Dulu kita gelap, dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang, bertobat. Sesudah bertobat kita beroleh kasih karunia Tuhan untuk melayani Tuhan. Kalau kita renungkan, sebenarnya tidak ada dari kita yang layak untuk melayani. Ada yang berani berkata saya layak, dari kecil saya taat sampai sekarang melayani Tuhan, tidak ada! Kalau ada yang berani berkata seperti itu dia sudah tidak ada di sini, sudah terangkat ke Sorga. Buktinya masih ada di bumi, belum layak masuk Sorga, masih diproses. Sorga itu tempat kesempurnaan. Kita belum ada yang sempurna, masih manusia berdosa tetapi mau bertobat dan sesudah bertobat, dilayakan melayani.

 

Apa praktek hidup dalam kasih karunia Tuhan? Bekerja melayani lebih keras, lebih giat, lebih setia dari orang lain. Kita dapat kemurahan, jangan jadikan murahan. Kerjanya harus lebih keras, lebih giat, lebih sungguh-sungguh dari yang lain. Seperti Paulus mengaku orang yang paling jahat, tetapi oleh kasih karunia boleh melayani. Kita mengucap syukur bisa melayani karena kasih karunia Tuhan, jangan jual mahal mau melayani! Tuhan ganti orang yang bersikap seperti itu. Tersinggung sedikit langsung jual mahal, tidak mau melayani. Terganggu sedikit telinganya dengan perkataan orang, langsung jual mahal tidak mau melayani. Jangan! Harus bekerja keras. Kalau ada omongan miring, itu pupuk untuk pelayanan kita. Bukan malah berkata ‘saya ini sudah bekerja begini, malah dibilangi macam-macam, lebih baik tidak melayani’. Jangan! Itu jual mahal.

I Timotius 1:12

1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --

 

Tuhan yang mengganggap dia setia, Tuhan yang melayakan, bukan Paulus yang klaim sendiri dirinya.

I Timotius 1:13-15

1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

 

Mungkin pelayanan kita hina di mata manusia, tidak apa-apa yang penting Tuhan terima, Tuhan pakai. Kalau Tuhan yang tolak itu baru apa-apa. Kita ditahbiskan untuk melayani. Salah satu arti tahbisan ada mengabdikan diri kepada Tuhan. Jadi kita melayani tanggung jawab kepada Tuhan, bukan kepada manusia! Terserah manusia mau ngomong apa, mau dihina, tidak apa-apa, pekerjaan Tuhan tetap jalan, orang mau bilang apa terserah. Karena sebenarnya kita tidak layak, hanya dilayakan melayani.

 

Seperti ibu Musa tidak boleh menyusui anaknya, tidak boleh membiarkan anaknya hidup. Kalau ketahuan bukan hanya Musa yang dibunuh, dia sekeluarga juga akan dibunuh oleh Firaun. Lalu begitu Musa sudah dihanyutkan dan didapat oleh puteri Firaun, lalu dicari inang penyusu, ibunya dipanggil untuk menyusui Musa. Betapa sangat bersukacita, tidak perlu dibayar, dia pasti bekerja sungguh-sungguh, kasih karunia dia terima. Begitu juga kita, tidak perlu digaji, tidak perlu ucapan terima kasih, kita melayani lebih biat lagi.

 

Melayani dengan keras dan giat itu adalah wujud ucapan terima kasih kita atau rasa syukur kita kepada Tuhan. Puji Tuhan, saya diangkat jadi zangkoor, saya tidak tahu baca not, tidak tahu menyanyi, saya tidak jelas suara berapa, bernafas saja fals, saya mau lebih giat, sungguh-sungguh, lebih keras melayani. Belajar, minta hikmat kepada Tuhan, bukan malah santai!

 

Salah satu dosa yang menonjol di akhir zaman adalah dosa tidak tahu berterima kasih. Kita sudah diberikan jabatan pelayanan lalu kita tidak sungguh-sungguh, melayani asal-asalan, itu tidak tahu berterima kasih! Orang yang tidak tahu berterima kasih, sukar berubah!

II Timotius 3:1-5

1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

 

Termasuk kita bisa mengenal pengajaran, itu kasih karunia Tuhan. Ada hamba Tuhan yang membina kita, membentuk kita dibangun menjadi bangunan yang bagus. Lalu sesudah bisa melayani, pendahulu kita, hamba Tuhan yang membentuk kita malah dilawan, di belakangi, dicap macam-macam. Tahbisannya tidak benar, inilah, itulah, lupa dari mana berasal. Itu tidak tahu berterima kasih, tidak menghargai kasih karunia Tuhan! Hamba Tuhan sekalipun dipakai luar biasa, dia masih manusia biasa, tentu ada kekurangannya, tetapi bukan untuk kita kata-katai.

 

Kita jemaat bisa melayani, itu karena Tuhan berikan kasih karunia dan ada hamba Tuhan yang memberi penumpangan tangan kepada kita, ayo layani Tuhan lebih keras, lebih berkorbar-kobar.

II Timotius 1:6

1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

 

Lebih menyala-nyala, berkobar-korbar melayani Tuhan.

 

3.      Efesus 3:2-3

3:2 — memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,

3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

 

Kisah Para Rasul 20:32

20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

 

Kasih karunia Tuhan membukakan rahasia Firman dan melayakkan kita untuk menerimanya. Menerima di sini artinya mendengar sampai praktek. Kita ini hanya dilayakan, sebenarnya kita tidak layak sebab Firman ini hanya untuk bangsa Israel. Kita bangsa kafir tidak punya Firman, kita hanya diatur aturan nenek moyang kita yang disebut adat istiadat, tidak ada Firman! Tetapi kita dilayakan untuk menerima pembukaan Firman, dilayakan untuk mendengar sampai mempraktekan Firman.

 

Praktek hidup dalam kasih karunia Tuhan adalah lebih sungguh-sungguh dalam mendengar dan mempraktekan Firman. Kalau seandainya di dalam ada pembicaraan yang menentukan nasib masa depan hidup kita lalu kita hanya boleh di luar. Tetapi ada yang rela berkorban memberikan kesempatan kita boleh masuk dan mendengar. Masa begitu kita sudah berada di dalam hanya tidur. Bisa diusir sama yang memberikan materi, kamu tidak menghargai!

 

Hargai kasih karunia Tuhan, kita ini hanya mendapat kemurahan Tuhan bisa menjilat remah-remah roti. Roti utuh itu bukan untuk kita, itu hanya untuk anak. Yang untuk kita hanya remah-remah, tetapi kita tidak mau, tidak menghargai, itu terlalu jahat!

 

Ayo hargai kasih karunia Tuhan. Kita sudah mendapatkan pembukaan rahasia Firman, pengajaran yang benar, ajaran yang sehat. Sesudah kita menikmati pengajaran yang sehat, jangan buka telinga dengar yang lain. Sudah tahu jauh berbeda, tidak tertulis dalam Alkitab tetapi kenapa masih mau dengar. Alasan yang seringkali terucap bahkan oleh hamba Tuhan dan terdengar logis adalah saya ambil yang benar, yang salah saya tolak. Kadang itu memang terdengar logis, tetapi berada  di luar kasih karunia Tuhan! Kalau kita bisa bertahan dalam pengajaran yang sehat, itu hanya kasih karunia. Jadi kalau ada yang tidak mau mendengar malah keluar, itu berarti dia tidak mendapat kasih karunia. Banyak alasan dikemukakan, karena begini, karena begitu. Tidak usah cari alasan, ingat saja saya dapat kasih karunia untuk menerima ajaran yang sehat, saya tidak peduli dengan sikap orang seperti itu, itu urusannya dengan Tuhan. Urusan saya saya mau nikmati, saya mau praktekan. Ngapain tersandung dengan orang, rugi kita! Sudah dapat kasih karunia lalu mau tersandung.

 

II Korintus 6:1-3

6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

6:2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

6:3 Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

 

Yang menjadi batu sandungan dan yang tersandung sama hukumannya, lehernya ditaruh batu kilangan dan ditenggelamkan ke dalam laut. Kita sudah dapat kasih karunia lalu mau tersandung, rugi sekali! Yang lain mau menikmati. Kita malah karena tersandung dengan orang lain, akhirnya menolak, rugi sekali!

Matius 18:6

18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

 

Yang tersandung rugi, yang menyebabkan sandungan rugi. Ruginya apa? Diikat lehernya dengan batu kilangan lalu ditenggelamkan ke dalam laut. Merosot! Apalagi kalau sudah dalam pengajaran lalu keluar karena tersandung, itu merosot, betul-betul merosot. Terutama rohaninya, merosot!

 

Biar kita berpegang teguh pada Firman pengajaran yang sudah kita terima dari para pendahulu yang sudah membentuk hidup kita menjadi lebih baik, dan memperbaiki tahbisan serta nikah kita. Bertahan pada Firman pengajaran yang benar. Kita lihat Firman Tuhan, terserah orang di dalam kalau mau berbuat yang tidak benar, itu urusannya dengan Tuhan, yang penting saya bisa menikmati remah-remah roti itu. Saya mau praktekan Firman, saya mau hidup di dalam Firman Tuhan.

 

4.      Filipi 1:7

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

 

Jemaat mendapat kasih karunia dari hamba Tuhan. Jadi bentuk kasih karunia Tuhan adalah pelayanan dari hamba Tuhan atau gembala yang benar tahbisannya. Kita tidak menjadi domba yang liar, kita digembalakan, ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwa kita. Ini kasih karunia Tuhan. Kalau tidak tergembala itu berarti liar, siapa saja bisa mengklaim sebagai miliknya, nanti setan klaim sebagai miliknya. Tetapi kalau kita tergembala, ada hamba Tuhan yang menangani kita, kita merupakan miliknya Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

 

Tugas utama gembala:

a)      Yesaya 32:1-2

32:1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,

32:2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

 

Sebagai tempat perlindungan bagi jemaat terhadap angin ajaran palsu. Gembala itu bertanggung jawab terhadap keselamatan jemaat.

Jadi kalau gembala dari mimbar katakan jangan asal bersekutu, bukan karena maksud yang lain tetapi supaya kita terlindungi dari angin pengajaran palsu. Ini tujuannya, saya tidak mau jemaat binasa. Saya sudah menikmati bulu, daging, susu dari domba lalu keselamatannya tidak saya pedulikan, terserah mau dengar yang mana. Kalau saya seperti itu, tanggung jawab di hadapan Tuhan. Nanti Tuhan ambil dan berikan pada yang lain. Jadi jangan marah dan tersinggung kalau saya katakan jangan berfellowship di sana. Itu dibentengi, tujuannya supaya jangan kita hilang.

 

b)      Galatia 6:6

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

 

Sebagai bendahara rohani yaitu membagi berkat Firman pengajaran kepada sidang jemaat. Tugas seorang gembala, bagikan! Bagaimana gembala mau membagi kalau tidak ada yang mau dibagi. Makanya tugas gembala dia harus banyak bergumul di kaki Tuhan berdoa dan membaca Firman, gali terus di kaki Tuhan supaya perbendaharaannya melimpah untuk dibagikan.

 

I Timotius 4:13

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

 

Kecanggihan teknologi sudah banyak disalahgunakan. Bukan lagi bertekun membaca Alkitab, yang dibaca malah yang lain. Doakan saya sebagai hamba Tuhan bisa melakukan tugas ini untuk bisa membagi berkat Firman kepada sidang jemaat.

 

c)      Ibrani 13:7

13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

 

Jadi teladan iman, teladan keteguhan dalam pengajaran yang benar. Dia bagikan apa yang sudah menjadi pengalaman hidupnya, bukan sekedar khotbah. Firman itu sudah banyak di internet, tinggal chat GPT saja sudah bisa jadi bahan khotbah. Sudah tidak ada pergumulan, gampang khotbah tetapi sudah tidak sesuai kebutuhan sidang jemaat! Gembala harus menjadi teladan terutama teladan keteguhan dalam pengajaran yang sudah dipraktekan, praketk dulu baru ajar.

 

d)      Ibrani 13:17

13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Sebagai pendoa syafaat bagi sidang jemaat.

 

Kalau disimpulkan, tugas gembala adalah berjaga-jaga atas keselamatan sidang jemaat lewat pembukaan rahasia Firman dan lewat doa syafaat, supaya jemaat berhasil bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga. Kami ini suami bayangan, membawa jemaat pada suami sesungguhnya, Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Lalu bagaimana jemaat menghargai kasih karunia Tuhan? Praktek jemaat hidup dalam kasih karunia Tuhan adalah taat, belajar menjadi domba yang taat pada gembala yang menggembalakan saya. Saya tidak minta sepatu, baju, berkat-berkat jasmani yang lain, bukan itu! Yang saya minta jemaat bisa taat pada Firman Tuhan, bisa taat pada gembala. Jemaat bisa taat kalau percaya gembala.

Keluaran 14:31

14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

 

Bagaimana bisa enak penggembalaan kalau jemaat tidak percaya saya. Bagaimana bisa Tuhan bukakan Firman kalau saya tidak dipercaya! Jadi mari hargai pelayanan hamba Tuhan. Saya hargai pelayanan hamba Tuhan yang menggembleng saya, saya percaya mereka yang membimbing saya.

 

Kadang saya berkeluh kesah. Keluh kesahnya bagaimana? Kalau sudah datang minta nasihat dan saya sudah luangkan waktu ada yang sampai 2 jam, kemudian minta didoakan. Tetapi setelah itu nasihat saya tidak mau dilakukan, nasihat pendeta lain yang lebih dilakukan dari pada nasihat saya sebagai gembala. Paling banyak yang seperti itu adalah kaum muda, di situlah kadang saya merasa sedih.

 

Kalau kita percaya gembala, percaya Firman, maka kita berhasil dalam pelayanan dan juga dalam hidup kita.

II Tawarikh 20:20

20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!"

 

Berhasil di sini adalah berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

II Korintus 1:14

1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

5.      I Petrus 2:19

2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

 

Salib, sengsara daging karena kehendak Tuhan, karena Firman. Sudah tergembala, sudah melayani Tuhan, tetapi diizinkan menanggung penderitaan yang tidak harus dia tanggung! Salah satu contoh salib, pergi melayani tetapi malah sakit. Itu sengsara yang tidak harus kita tanggung, Tuhan izinkan terjadi. Tetapi kita bisa bertahan, tidak kecewa, tidak putus asa.

 

Salib menghasilkan kemuliaan.

II Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

 

Pengalaman sengsara menghasilkan keubahan hidup. Petrus kalau tidak mengalami pengalaman salib, dia tidak akan pernah berubah. Murid-murid yang lain juga tanpa pengalaman salib tidak akan pernah berubah. Buktinya waktu Yesus bangkit, Yesus mencela kedegilan hati mereka. Bertahun-tahun melayani tetapi keras hati, tidak bisa menerima Firman. Diizinkan mengalami salib dan mereka dibaharui, diubahkan.

 

Kita juga harus ada salib untuk bisa mulia. Tanpa salib tidak ada kemuliaan.

Roma 8:17-18

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

 

Salib menghasilkan keubahan hidup. Kita periksa, Tuhan izinkan kita sengsara karena kehendak Tuhan, karena Firman, apakah kita sudah berubah atau belum.

 

II Korintus 12:9-10

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

 

Tanda kita sudah diubahkan melewati pengalaman salib yaitu senang dan rela menerima. 2 kata ini kayak tidak masuk akal, orang menderita koq bisa senang dan rela. Tetapi kalau itu bisa kita lakukan berarti kita sudah diubahkan Tuhan. Sebentar lagi kemuliaan secara jasmani kita dapatkan dan kemuliaan yang rohani bersama Yesus kekal selama-lamanya.

 

Kadang kalau kita dicaci maki orang kita masih tidak rela. Masih ada keinginan untuk membalas. Kalau saya balas orang ini cukup 1 kalimat habis dia! Itu berarti kita belum rela. Begitu kita senang dan rela, maka dalam kelemahan kita kuasa Tuhan nyata, kita menjadi kuat. Saya teladani bapak gembala, kalau ada orang bicara macam-macam papa katakan orang bicara itu tidak dipajak, terserah orang mau ngomong apa.

Kisah Para Rasul 5:41

5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

 

Kita dianggap layak sengsara, nanti dianggap layak untuk dipermuliakan bersama Yesus. Nikmati saja pengalaman salib, senang dan rela. Saat kita lemah, di situ kita kuat, ada Yesus yang tidak pernah meninggalkan kita.

 

Di depan kita ada perjamuan suci sebagai jaminannya. Tahun ini tahun penyertaan Tuhan, Tuhan pasti menyertai, yang penting kita senang dan rela. Ini menjadi bekal kita, memperingati kenaikan Yesus biarlah kita juga mengalami kuasa pengangkatan, kuasa kemuliaan, saya mau belajar untuk senang dan rela menerima salib Tuhan. Kasih karunia Tuhan berlaku atas kita.

II Korintus 12:9

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

 

Saat kita tidak berdaya apa-apa, kuasa Tuhan nyata. Perempuan dalam Wahyu pasal 12 itu tidak berdaya apa-apa, kuasa Tuhan nyata menyingkirkan dia dari antikristus.

 

II Korintus 12:10

12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

 

Kasih karunia Tuhan kita butuhkan. Kita mohon penyertaan Tuhan, kita mau hidup dalam kasih karunia Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar