Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:4-7
16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."
Ini adalah malapetaka ketiga di mana sungai-sungai dan mata-mata air menjadi darah.
Jadi ada 2 sasaran dari cawan murka Allah yang ketiga:
1. Sungai, ini air yang mengalir. Menunjuk segala aktivitas manusia di dunia, bagaikan air mengalir tidak henti-hentinya, terus beraktivitas.
2. Mata air atau sumber air. Ini menunjuk sumber kehidupan manusia. Apa saja sumber pencaharian manusia, baik pertanian, perdagangan, pertambangan dan lain-lain. Permulaannya adalah krisis ekonomi. Kita lihat sekarang dunia ini dalam krisis ekonomi. Hal ini memicu kejahatan meningkat. Kejahatan semakin hebat, semakin canggih. Kejahatan makin meningkat, kebenaran, kejujuran, kesetiaan semakin langka. Bahkan banyak orang Kristen gugur dari iman karena krisis ekonomi ini.
Satu-satunya sumber kehidupan yang sejati adalah Firman.
Roma 1:16-17 (Injil itu kekuatan Allah)
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Sumber-sumber di dunia semakin kering. Sudah sekolah S1, sekarang harus ada tambahannya untuk tetap bisa kerja. Yang menjadi sumber kehidupan sejati adalah dari Sorga itulah Firman. Disebutkan orang benar hidup dari iman, sebab iman timbul dari mendengar Firman. Kita hidup dari iman, dari Firman. Semakin melimpah pembukaan rahasia Firman, tidak perlu ragu dengan keadaan dunia akhir zaman, kita pasti hidup, Tuhan pelihara. Kami alami merintis di Tonusu, tidak ada gaji, tidak ada sponsor, tidak ada warisan tetapi hidup dari iman yang didengar dan dipraktekan.
Namun kenyataannya banyak hamba Tuhan yang lebih tertarik mencari kehidupan di dunia dari pada Firman. Firman sudah dijadikan mata pencaharian, sumber keuntungan.
II Korintus 2:17
2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Sekarang banyak di kota-kota, kalau mau masuk ibadah bayar karcis, ada VIP ada yang biasa. Itu ibadah sudah dijadikan sumber keuntungan. Makanya di dalamnya sudah dikemas dengan hiburan sehingga orang senang.
I Timotius 6:5
6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.
Dunia ini sedang lenyap, sumber-sumber kehidupan di dunia semakin kering. Kalau mengecilkan kesempatan mencari Firman karena mencari kehidupan di dunia, maka orang itu sedang lenyap bersama dengan dunia ini. Jangan sampai terjadi!
Sebab itu pandangan kita harus diubahkan, harus memiliki pandangan rohani, jangan punya pandangan jasmani.
II Korintus 5:16-17, 7
5:16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
5:7 — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —
Pandangannya adalah pandangan yang rohani, tertuju pada Yesus, Yesus adalah Firman. Jadi pusat perhatian kita adalah Yesus, Firman. Ini yang membuat kita tetap hidup sekalipun krisis dan goncang semua. Sampai di zaman antikristus berkuasa kita tetap hidup kalau pandangan kita hanya pada Firman. Menghasilkan hidup baru, hidup di dalam Yesus, maka tidak perlu ragu akan hidup sehari-hari. Kalau di dunia saja hidup kita ditanggung pemerintah, tentu kita sudah senang. Apalagi di dalam Yesus, tidak perlu ragu! Kalau di dunia, begitu pemerintah lengser, lain lagi kebijakannya, tidak dapat lagi jaminan seperti dulu. Tetapi kalau Tuhan, mau dunia ini goncang, kita tetap hidup sebab kita ciptaan baru, hidup di dalam Yesus.
Ini yang kita kejar hari-hari terakhir ini, pandangan kita tertuju pada Yesus, kita mengejar untuk menjadi ciptaan baru, menjadi manusia baru. Kalau manusia lama hidup dari dunia, pandangannya pandangan dunia. Susah hidup kalau melihat dunia. Manusia baru pandangannya pandangan rohani, hidup dari Firman.
Tanda-tanda ciptaan baru/ manusia baru:
1. Hidup karena percaya, hidup karena iman.
Roma 10:17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Hidup karena iman artinya hidup dari Firman yang didengar dan dipratekkan. Bukan cuma dengar tetapi sampai praktek. Apalagi kami hamba Tuhan, kalau mau sampaikan Firman harus praktek dulu. Itulah hidup sejati kita di dunia yang seperti padang gurun ini sampai kita masuk tanah Kanaan.
Musa berkata kepada bangsa Israel, lakukan perintah Tuhan, itu yang menjadi hidupmu sampai engkau menyeberangi sungai Yordan, masuk Kanaan. Sekarang untuk kita, Firman yang kita dengar kita praktekan, itulah hidup kita sampai masuk Kanaan Samawi, Yerusalem Baru. Itu hidup kita, jadi bukan dari kedudukan, kekayaan dan kepandaian. Mohon maaf bukan mengecilkan, yang punya kedudukan silahkan, saya berdoa supaya jemaat juga Tuhan berikan kedudukan di dunia. Punya kekayaan, punya kedudukan, punya ijazah, puji Tuhan. Tetapi jangan gantungkan hidup pada itu, gantungkan hidup pada Firman. Inilah adilnya Tuhan, kalau manusia hidup dari kekayaan, kedudukan, kepandaian, Tuhan tidak adil. Karena tidak semua kaya, tidak semua punya kedudukan, tidak semua pandai. Yang tidak punya itu bagaimana? Berarti tidak hidup. Tetapi kita hidup dari Firman, inilah adilnya Tuhan.
Ulangan 32:45-47
32:45 Setelah Musa selesai menyampaikan segala perkataan itu kepada seluruh orang Israel,
32:46 berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
32:47 Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."
Firman itulah hidup kita, sampai kita masuk Kanaan Samawi, Yerusalem yang Baru. Kita hidup bukan dari apa yang kita miliki di dunia, tetapi hidup dari Firman yang kita dengar dan praktekan. Maka kita tidak akan pernah kecewa, tidak pernah putus asa, tidak akan pernah tergoncang iman menghadapi kegoncangan-kegoncangan di dunia ini.
Dulu saya pengerja, tidak ada jemaat, tidak digaji, bisa hidup. Diutus ke Tonusu melayani 4 bapak-bapak lansia, hidup. Ditambah lagi pelayanan di Diora, hidup. Sampai melayani di Tentena, hidup. Berarti bukan dari jemaat, tetapi dari Firman yang didengar dan dipraktekan. Jemaatpun begitu, bukan dari toko, bukan dari kebun, bukan dari kedudukan dan lain-lain, tetapi dari Firman yang dipraktekan. Sehingga tidak akan pernah kecewa, tidak akan putus asa, tidak akan tergoncang iman biarpun dunia ini goncang. Ini tanda ciptaan baru, hidup dari iman, dari Firman.
Petrus dan kawan-kawan sebelum dipanggil Tuhan, pekerjaan mereka nelayan, mereka hidup dari hasil tangkapan ikan, hidup dari ciptaan Tuhan. Setelah dipanggil Tuhan melayani mereka tinggalkan semua dan hidup dari Yesus Sang Pencipta. Ini lebih dari ciptaan Tuhan. Dunia diciptakan Tuhan oleh Firman. Tuhan berfirman maka jadilah, tidak usah takut, Firman ini sudah lebih dari cukup. Ini yang harus kita praktekan untuk mendapatkan hidup jasmani dan rohani.
2. II Korintus 5:8
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
Yang kedua hati yang tabah = tahan uji. Kita sudah praktek Firman, ujian datang. Jangan heran kalau sudah praktek Firman, sudah lakukan Firman yang didengar lalu kenapa saya begini? Itu ujian yang Tuhan izinkan. Sama seperti anak sekolah, sudah belajar kenapa ada ujian? Harus ada ujian supaya lulus, bisa meningkat pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Begitu juga yang rohani, harus ada ujian. Tahan uji menghasilkan emas yaitu tabiat Ilahi. Harus ada ujian supaya muncul tabiat Ilahi, tabiat dosa dibuang.
Ayub 23:10
23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Ujian itu bukan hanya satu kali tetapi berkali-kali. Coba yang sekolah, dari SD kelas 1 kalau mau naik kelas ada ujian. Berapa kali ujian sampai kelas 6 Ebtanas. SMP ada ujian, SMA ada ujian, kuliah ujian lagi. Begitu juga yang dihadapi Ayub. Dia sudah mempunyai tabiat Ilahi.
Ayub 1:1
1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Luar biasa tabiat Ilahinya:
a) Saleh = tekun beribadah.
b) Jujur.
c) Takut akan Tuhan.
d) Menjauhi kejahatan.
Tetapi begitu diperhadapkan dengan pergumulan, ternyata masih ada tabiat daging. Dipermukaan kadangkala orang melihat kita saleh, taat ibadah, jujur, takut Tuhan, menjauhi kejahatan, tidak mau berbuat dosa. Padahal ada 1 tabiat daging yang masih tersembunyi paling dasar. Ini akan keluar kalau ujiannya sudah habis-habisan. Jangan heran kalau ada ujian habis-habisan. Itu untuk mengeluarkan tabiat daging yang paling tersembunyi. Ayub saleh, dia dengar Firman tetapi ternyata ada tabiat daging paling tersembunyi yaitu kebenaran diri sendiri.
Ayub 32:1-2; 40:1-3
32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,
40:1 Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:
40:2 "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku.
40:3 Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?
Ini tabiatnya Ayub:
Amsal 10:1-3
10:1 "Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
10:2 Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku.
10:3 Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik?
Sampai Ayub menuduh Tuhan mendukung orang fasik. Ini kebenaran diri sendiri, aku suci, aku beribadah, dia itu tidak beribadah-beribadah, kenapa Tuhan lebih berikan kesehatan dari pada saya, kenapa ekonominya lebih maju dari pada saya? Itu kebenaran diri sendiri. Mempersalahkan orang lain, mempersalahkan Tuhan karena merasa suci, merasa benar, merasa berjasa di dalam pelayanan. Ini yang seringkali muncul dalam benak kita dan juga dalam perkataan kita.
Tabiat daging itu tabiat tanah liat, tersembunyi betul-betul. Firman datang, tidak terdeteksi, nanti ujian habis-habisan. Akhirnya Ayub mengaku hanya tanah liat.
Ayub 42:5-6
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
Tuhan izinkan kita mengalami ujian sampai kita pada titik mengaku ‘saya hanya tanah liat’. Selama ini mungkin kita merasa berjasa, apalagi kalau hamba Tuhan lalu jemaat sudah agung-agungkan, sudah dipuja puji, dia sudah merasa berjasa, merasa dia dipakai. Lalu begitu datang ujian yang berat, mulai berpikir aku lebih benar dari dia, kenapa hidupnya begini, saya koq susah. Dia baru merintis sudah bangun gereja besar, ratusan jemaatnya. Saya puluhan tahun merintis, jemaat hanya satu dua orang. Mulai salahkan Tuhan, salahkan pengajaran. Itulah kebenaran diri sendiri yang seringkali muncul.
Tuhan izinkan ujian datang, sampai ujian habis-habisan, sampai kita mengaku hanya tanah liat. Artinya mengaku memang saya tidak layak, tidak mampu apa-apa, banyak kekurangan, banyak kelemahan. Kalau saya diperlakukan begini, diinjak-injak, memang layak sebab saya hanya tanah.
3. II Korintus 5:9
5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
Selalu berusaha hidup berkenan kepada Tuhan dan juga kepada sesama, jadi berkat. Tidak semua bisa menerima niat baik kita, tetapi kita selalu berkenan kepada sesama, jadi berkat. Sehingga kita disebut imam rajani, hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar.
I Petrus 2:5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Mau berkenan, jadilah hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar. Hofni, Pinehas dan Yudas hamba Tuhan pelayan Tuhan tetapi tidak benar. Bagaimana menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar?
Roma 15:16
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
Supaya berkenan harus disucikan oleh Roh Kudus. Roh Kudus bekerja bersama Firman pengajaran. Jadi kalau digabung, harus disucikan oleh Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus. Baru kita menjadi hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar, yang berkenan kepada Tuhan dan menjadi berkat kepada sesama. Suci, itu penekanannya!
Perhatikan kaum muda, masa muda itu masa kuatnya daging. Makanya harus berusaha sungguh-sungguh untuk masuk proses penyucian! Kaum muda hebat kalau melayani, tetapi suci atau tidak? Bukan hebatnya yang Tuhan lihat, tetapi kesuciannya!
Mazmur 119:9-11
119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Ayo kaum muda banyak dengar Firman, ini yang menjaga kita tetap suci. Ini yang menjadi syarat utama untuk melayani Tuhan, bukan pandai, hebat dan lain-lain, tetapi kesucian!
Keluaran 29:1
29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Kalau sudah kudus, mau disucikan, Tuhan perlengkapi dengan jabatan pelayanan. Mengapa ada yang jabatan pelayanannya gampang sekali lepas? Karena kesuciannya merosot! Kalau kekudusan meningkat, tidak mungkin lepas jabatannya. Dia pertahankan terus pelayanannya sampai Yesus datang, sekalipun harus dicelup dalam darah tetap putih pakaiannya sampai berkilau-kilau.
Ini lebih dulu untuk saya sebagai gembala. Jadi teladan dalam kesucian!
I Timotius 4:12
4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Buktikan, saya ini hamba Tuhan pelayan Tuhan, jabatan saya ini dalam gereja, harus hidup dalam kesucian karena disucikan oleh Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus.
Sama-sama sudah melayani, sama-sama menjadi imam raja, tetapi ada yang diterima ada yang ditolak. Seperti persembahan Kain dan Habel, ada yang ditolak, ada yang berkenan.. Bagaimana pelayanan yang berkenan kepada Tuhan?
Roma 14:17-18
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Ini pelayanan yang berkenan kepada Tuhan:
a) Bukan soal makan minum. Artinya melayani Tuhan bukan mencari perkara jasmani, jangan itu yang menjadi motivasi kita melayani. Jadi perhatikan, kita melayani cari apa, kalau cari yang jasmani, jangan! Lebih baik berubah! Biar hebat melayani kalau mencari yang jasmani, Tuhan tidak menerima pelayanan kita. Saya ikut ibadah persekutuan kalau cari yang jasmani, cari ketenaran, popularitas, buat apa.
Bukan mencari perkara jasmani tetapi memberi, mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Makanya selalu saya ajarkan kepada kita sekalian, kalau kita mau ikuti persekutuan, kita pergi berkorban bukan mencari, jangan bikin repot panitia.
b) Melayani dalam kebenaran. Artinya apa?
Yohanes 8:32,36
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
Melayani dalam kebenaran itu artinya merdeka, lepas dari segala ikatan. Jangan ada ikatan apapun. Ikatan itu awalnya tidak terasa. Seperti isteri Lot, keluar dari Sodom dan Gomora. Sebenarnya dia terikat dengan Sodom dan Gomora, tidak terasa awalnya. Seperti tali yang panjang diikatkan di pinggang, lalu orang itu berjalan, belum terasa kalau ada ikatan. Nanti sudah kencang talinya baru terasa dan menoleh ke belakang, itulah ikatan. Melayani hebat di awal, 1 tahun, 2 tahun sampai belasan tahun, tetapi begitu talinya sudah ketat, baru menoleh ke belakang, kembali ke hidup lama menjadi tiang garam. Garam yang hambar tidak ada gunanya, hanya untuk diinjak-injak.
Kita harus melayani dalam kelepasan, melayani dalam kebenaran. Ini hasil ketekunan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Bersekutu dengan Yesus Anak Allah yang adalah kebenaran itu, di dalam Firman pengajaran yang benar dan korbanNya.
Ayo layani Tuhan, jangan ada ikatan dalam dosa apapun, dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan, jangan ada ikatan uang, jangan ada ikatan dunia. Biar lepas semua.
c) Melayani dalam sukacita oleh Roh Kudus.
Tidak pernah saya memaksa orang berkorban atau memaksa orang melayani. Kalau saya tunjuk orang, kamu melayani zangkoor yah, nanti dia terpaksa. Kalau Firman yang mendorong dia, itu sukacita oleh Roh Kudus. Ini hasil ketekunan dalam ibadah raya. Sukacita oleh Roh Kudus, bahkan saat kita menderita bisa berbahagia. Tidak bisa diterima oleh logika, tetapi itulah kenyataan yang terjadi. Kalau ada Roh Kudus kita bisa bersukacita dalam melayani Tuhan.
d) Melayani dalam damai sejahtera, tidak merasakan lagi apa yang dirasakan oleh daging. Kalau daging kecewa, putus asa, sedih, takut, tidak kita rasakan lagi, hanya merasakan kasih Allah. Ini hasil ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya.
Kalau hati sudah damai maka pasti Tuhan pelihara. Pemeliharaan hidup kita dari hati damai.
I Tesalonika 5:23
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Semakin damai semakin Tuhan pelihara. Sebab itu kejar kekudusan, kejar damai sejahtera maka pasti Tuhan pelihara. Kalau masih iri dengki pada orang lain, mungkin secara jasmani terlihat terpelihara tetapi rohaninya tidak! Rohaninya kering.
Kalau disimpulkan pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah pelayanan dalam sistem penggembalaan dengan tidak memusingkan perkara-perkara jasmani. Bukan berarti kita tidak pikir perkara jasmani, tetap kita perhatian kita bukan terfokus pada yang jasmani melainkan pada yang rohani. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Sudah ada makanan Firman, kita disucikan sehingga bisa melayani, ada pakai pakaian pelayanan, itu sudah cukup.
I Timotius 6:8
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Ingat waktu bangsa Israel di padang gurun mengumpulkan manna, ada yang mengumpulkan banyak, ada yang mengumpulkan sedikit. Tetapi yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan. Cukup, itu pemeliharaan Tuhan. Tidak usah ragu yang penting kita melayani dalam sistem penggembalaan dengan tidak memusingkan perkara jasmani, Tuhan sudah memelihara hidup kita.
Sampai kapan kita dibaharui?
II Korinntus 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Wahyu 21:4-5
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Jadi kita dibaharui sampai segala yang lama sudah berlalu. Tidak ada lagi yang lama, berganti dengan yang baru, sampai kita masuk Yerusalem Baru. Kalau yang lama masih terulang, berjuang lagi! Kalau yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang maka kita luput dari takhta pengadilan Kristus.
II Korintus 5:10
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ada 3 macam takhta pengadilan. Kalau kita sudah tampil sebagai manusia baru maka kita lolos dari 3 takhta pengadilan ini:
1. Takhta pengadilan Kristus untuk menghakimi perbuatan dan perkataan sehari-hari serta tahbisan pelayanan kita. Kalau kita lihat ada orang yang tahbisannya tidak benar tetapi pelayanannya lancar, uangnya banyak, tidak usah iri. Nanti kalau tidak benar akan dihakimi di takhta pengadilan Yesus. Tetapi kalau kita manusia baru, kita terus disucikan dan dibaharui, tidak usah takut, kita tidak akan dihakimi. Justru Alkitab katakan kita akan duduk bersama dengan Yesus untuk menghakimi. Sampai menghakimi malaikat-malaikat. Mari jaga perbuatan, jaga perkataan, jaga tahbisan pelayanan tetap benar dan suci sesuai Firman.
2. Matius 25:31-32
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Takhta kemuliaan Tuhan untuk memisahkan domba dan kambing. Domba di sebelah kanan masuk dalam kemuliaan, kambing di sebelah kiri masuk dalam kebinasaan. Jadi yang mau dihakimi di sini tabiat kambing. Ini jangan ada pada kita! Kita adalah dombanya Tuhan.
Apa tabiat kambing?
Matius 25:41-46
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
Tabiat kambing itu egois, mementingkan diri sendiri sehingga tidak bisa mengutamakan kepentingan Tubuh Kristus.
Egois itu dimulai dari apa? Tidak peduli dengan rohani kita sendiri. Tidak mau tergembala, itu sebenarnya sudah egois. Rohani dalam keadaan lapar, haus, dalam keadaan terpenjara, dalam keadaan sakit, tetapi tidak peduli, tidak mau tergembala, tetap hidup enak daging di luar sana!
Kalau Egois dipertahankan, tidak akan bisa berubah. Ada 18 dosa di akhir zaman dibuka dengan egois. Kalau ada egois maka 17 dosa yang lain ada.
II Timotius 3:1-2
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
Kepentingan Tubuh Kristus di atas segalanya, saya ini harus masuk pembangunan Tubuh Kristus, itu yang harus selalu kita pikirkan. Bagaimana caranya? Tergembala, disucikan, melayani Tuhan. Kalau tidak saya kambing yang akan dihukum dan dibinasakan. Yang ada di kanan adalah domba, ternak yang digembalakan.
Seringkali tidak disadari, tidak mau tergembala itu sudah egois. Rohani lapar sebenarnya ingin makan Firman, haus butuh Firman, tetapi tidak mau beribadah, tidak mau dengar Firman, cari kesenangan di dunia. Rohani sudah terpenjara, ditawan oleh setan lewat dosa, tetapi tetap berbuat dosa itu. Rohani sakit, sekarat, sudah mau mati, tetapi tetap melakukan hal yang menyakiti hati Tuhan! Itu egosi, tidak mengutamakan kepentingan Tubuh Kristus.
3. Wahyu 20:11-15
20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Takhta putih, untuk menghakimi orang-orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan. Siapa mereka?
a) Orang yang tidak percaya Yesus, jelas namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan.
b) Orang yang selama hidupnya tidak mengalami keubahan hidup, tetap manusia daging!
Kita bergumul untuk menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Maka kita akan lolos dari 3 takhta pengadilan ini dan nama kita tercatat dalam kitab kehidupan sehingga kita bisa masuk kota Yerusalem Baru. Mendengar tema dalam ibadah KKR di Surabaya, kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu. Yesus berkata Aku datang segera. Amin datanglah Tuhan Yesus, ini hanya bisa diucapkan oleh orang-orang ciptaan baru. Semoga itulah bapak, ibu, kekasih dalam Tuhan.
Wahyu 21:27
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
Kita tidak menghadapi takhta pengadilan untuk dihukum, tetapi kita akan duduk setakhta dengan Yesus dalam kerajaan Sorga. Untuk sekarang kita hidup di dunia bersuasana takhta kasih karunia Tuhan.
Ibrani 4:14-16
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Biar sumber-sumber sudah kering, semua semakin sukar sulit, tetapi hidup kita bersuasana kasih karunia. Di situ ada pertolongan Tuhan tepat pada waktunya, di situ ada pemeliharaan Tuhan, di situ ada pembelaan, ada perlindungan Tuhan. Tidak usah ragu, semua kita dapatkan di dalam Tuhan, ada takhta kasih karunia Tuhan.
Kerinduan kita menjadi ciptaan baru untuk masuk Yerusalem Baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Hati ini begitu rindu untuk bertemu Yesus, bersama jemaat berhasil semua menyambutNya. Tidak pusing lagi dengan yang jasmani, bukan jasmani yang menjadi urusan tetapi bagaimana rohani ini terjaga, bagaimana rohani jemaat terawat, semua berhasil menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar