20260723

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 3 Juni 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 2:1-4

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

Ini mengenai pencurahan Roh Kudus. Pencurahan Roh Kudus kepada bangsa Israel terjadi di sebuah rumah. Hal yang sama kepada bangsa kafir, diwakili Kornelius sekeluarga. Roh Kudus juga dicurahkan di sebuah rumah.

Kisah Para Rasul 10:22,44-48

10:22 Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan."

10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"

10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

 

Jadi sama, tidak dibedakan. Kepada bangsa Israel pencurahan Roh Kudus terjadi di rumah, kepada bangsa kafir juga terjadi di rumah. Bicara rumah ada hubungannya dengan nikah. Jadi tujuan utama pencurahan Roh Kudus adalah untuk memperbaiki nikah manusia yang sudah dirusak oleh setan sehingga bisa masuk nikah yang rohani antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan gereja yang sempurna Mempelai Wanita Tuhan.

 

Sejak manusia jatuh dalam dosa maka nikah manusia menjadi rusak dan terpisah dengan Tuhan. Pada waktu manusia diciptakan manusia telanjang dan tidak malu. Setelah jatuh dalam dosa mereka telanjang dan malu serta diusir dari taman Eden. Ada kutukan di dalamnya, Hawa dikutuk akan susah payah melahirkan. Adam dikutuk, tanah dikutuk karena Adam sehingga susah payah mencari rejeki. Nikah itu terusir, terpisah dari Tuhan.

 

Semua keturunan Adam dan Hawa bukannya berhenti berbuat dosa, tetapi Alkitab mengatakan semua telah berbuat dosa dan terpisah dari Tuhan.

Roma 3:23

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

 

Yesaya 59:1-2

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

 

Semua manusia berdosa itu terpisah dari Tuhan. Semua dosa, apapun itu, kalau tidak kita selesaikan, kita sembunyikan, arahnya hanya satu yaitu merusak nikah! Makanya dalam penataran nikah itu selalu saya katakan kepada calon suami isteri, jujur, jangan nanti terungkap waktu sudah menikah, itu hanya merusak! Jujur apa yang sudah dilakukan selama ini. Bagaimana hubungannya waktu masa pacaran dan tunangan. Apakah pernah dengan yang lain, semua harus dibuka, diakui dengan jujur. Karena nikah itu telanjang, terbuka, jangan ada yang ditutupi. Semua dosa, apapun itu, sepandai-pandainya kita sembunyikan, arahnya merusak nikah. Mungkin 1 tahun, 2 tahun belum terungkap, tetapi begitu sudah terungkap nikah itu bisa hancur.

 

Manusia ini tidak punya kemampuan untuk memperbaiki dirinya. Dan tidak punya kemampuan untuk kembali kepada Tuhan. Rasul Paulus katakan tubuhku ini tubuh celaka, yang aku kehendaki baik tetapi yang dibuat jahat.

Roma 7:21-24

7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,

7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

 

Siapa yang bisa melepaskan kita dari tubuh maut ini, karena yang dibuat oleh tubuh ini hanyalah yang jahat. Hati mau berbuat yang baik tetapi yang dilakukan tubuh ini adalah jahat. Siapa yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut? Ini jawabannya:

Roma 7:25-26

7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

7:26 Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

 

Hanya Yesus yang sanggup melepaskan kita dari tubuh maut, tubuh celaka. Hanya Yesus yang sanggup memperbaiki diri kita, memperbaiki nikah kita lewat KorbanNya di kayu salib. Tidak ada kekuatan di dunia yang sanggup memperbaiki kita. Manusia membuat hukum sendiri, ada norma-normanya yang berlaku di masyarakat, tetapi itupun tidak bisa meredam dosa, malah dilanggar. Manusia tambah jahat! Tambah banyak nikah yang hancur.

 

Sebab itu kita harus memanfaatkan Korban Kristus lewat praktek mau berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama, maka nikah kita bisa diperbaiki. Sekalipun sudah seperti tempayan yang diremukan dengan tidak belas kasih, masih diperbaiki, tinggal kita mau atau tidak. Di depan ada perjamuan suci sarana untuk memperbaiki kehidupan kita, memperbaiki nikah kita. Sarananya sudah ada yaitu Korban Kristus, kita manfaatkan untuk berdamai.

 

Kita pelajari satu contoh di dalam Alkitab, pribadinya sudah hancur, nikahnya sudah hancur. Ada perempuan yang terkenal berbuat dosa, menunjuk pribadi yang hancur, nikah yang hancur. Tetapi mendapat kesempatan untuk diperbaiki dan mengalami pencurahan Roh Kudus. Ada minyak yang harum, itu menubuatkan pencurahan Roh Kudus.

Lukas 7:36-38

7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 

7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

 

Bagaimana itu berdamai dengan Tuhan dan sesama?

1.      Berdamai dengan Tuhan.

Kalau kita berdamai dengan Tuhan, sehancur apapun kita bisa diperbaiki dan mengalami pencurahan Roh Kudus.

 

Sebenarnya dalam Perjanjian Lama hanya 3 jabatan yang diurapi:

a)      Raja

I Samuel 16:13

16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

 

b)      Nabi

I Raja-raja 19:16

19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

 

c)      Imam Besar dan imam-imam. Contohnya Harun dan anak-anaknya diurapi.

 

Jadi yang boleh menerima urapan hanya raja, nabi, imam besar dan imam-imam.

Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Dulu Imam Besar dan imam-imam itu hanya khusus untuk suku Lewi. Tetapi kita mendapat kemurahan untuk menjadi imam dan raja sehingga ada urapan Roh Kudus atas kita.

 


Imam itu seorang yang suci, seorang yang memangku jabatan pelayanan dan seorang yang beribadah melayani Tuhan. Ini yang mendapat prioritas untuk mengalami pencurahan Roh Kudus. Tetapi ada syaratnya, supaya Roh Kudus itu tetap menguasai kita maka harus tergembala, harus berada dalam ruangan suci, tidak boleh keluar dari situ. Ruangan Suci menunjuk penggembalaan, dulu ada 3 macam alat di situ, tetapi sudah hancur. Dalam Kisah Para Rasul pasal 2, pada gereja awal muncul dalam wujud 3 macam ketekunan. Sekarang ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

 

Kalau ini kita tekuni, kita mengalami penyucian tubuh, jiwa dan roh oleh Allah Tritunggal sehingga mengalami pencurahan Roh Kudus. Semakin meningkat kesucian kita, semakin meningkat juga urapannya. Jadi pemakaian Tuhan itu dari kekudusan, dari urapan. Bukan kekayaan dan kepandaian.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Semakin suci semakin meningkat urapannya, semakin dipakai oleh Tuhan. Makanya jangan keluar dari penggembalaan, kita tekuni 3 macam ibadah pokok itu. Sebaliknya kalau keluar dari penggembalaan, sehebat apapun pelayanan kita, suatu saat pasti kering, tidak ada jaminan untuk hidup suci. Dan suatu saat akan jatuh dalam dosa kejahatan dan kenajisan. Ibarat domba keluar dari kandang, suatu saat ketemu singa. Iblis itu singa yang berjalan keliling-keliling mencari siapa yang bisa dia telan. Kalau tidak tergembala, keluar dari kandang penggembalaan beredar-edar, ketemu singa, ditelan oleh singa. Sehingga urapan hilang, kering semuanya, yang ada hanya dosa kejahatan, dosa kenajisan.

 

Betul-betul saya alami waktu saya kerja di Malang. Pekerjaan itu membuat saya tidak bisa tekun dalam penggembalaan. Kalau dapat jadwal kerja sore, tinggalkan ibadah. Kalau minggu dapat jadwal kerja, minggu pagi belum selesai ibadah sudah saya tinggalkan. Akhirnya kering, urapan menjadi kering, kembali jatuh pada dosa yang lampau yang sudah diselesaikan. Kembali jatuh pada hidup lama, dosa makan minum. Syukur Tuhan sadarkan sehingga saya berjuang untuk penggembalaan. Dan Tuhan tidak menipu, Tuhan ganti pekerjaan yang tidak mengganggu ibadah pelayanan.

 

Tuhan tidak pernah menipu, kalau kita mau memperjuangkan ibadah pelayanan Tuhan pasti membela kita. Dulu ibadah bangsa Israel Tuhan perjuangkan dengan menghukum bangsa Mesir dengan 10 tulah dan mereka bisa beribadah di padang gurun. Untuk ibadah kita bangsa kafir, Yesus rela terhukum, mati di kayu salib untuk kita bisa beribadah. Jadi kalau kita berjuang untuk ibadah, Tuhan pasti membela.

 

Urapan dan kesucian ini yang membedakan pelayanan bernilai jasmani dengan yang rohani.

 

Tanda-tanda melayani dalam urapan Roh Kudus dan kesucian:

a)      Menarik hadirat Yesus Imam Besar di tengah-tengah ibadah pelayanan sehingga terasa sukacita Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun di dunia ini.

 

b)      Tertib dan teratur

I Korintus 14:39-40

14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

 

Kalau tidak ada urapan, jadinya urakan, tidak tertib, tidak teratur. Bukan dilarang kita bersukacita semangat memuji Tuhan, tetapi harus tertib dan teratur, dalam urapan Roh Kudus. Bukan malah membangkitkan kedagingan, malah membangkitkan hawa nafsu daging.

 

c)      Ada kemerdekaan

II Korintus 3:17

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

 

Seringkali kebebasan itu salah tafsir dengan kebebasan berekspresi, kebebasan berpenampilan, bukan itu! Kemerdekaan yang dimaksud itu lepas dari segala ikatan. Kita melayani tetapi tidak terikat oleh dosa, oleh uang, oleh dunia. Dan juga tidak dibatasi oleh waktu. Seringkali kalau pujian diberikan keleluasaan biarpun lama, tetapi kalau pemberitaan Firman dibatasi. Ini sudah tidak ada kemerdekaan, tidak ada urapan.

 

Juga tidak dibatasi oleh pikiran perasaan daging kita. Kadangkala kita sendiri yang membatasi, begitu Firman datang malah disambut dengan pikiran dan perasaan daging. Seperti dalam Kisah Para Rasul pasal 7, begitu orang banyak mendengar Stefanus menyampaikan Firman, hati mereka tertusuk-tusuk, mereka menutup telinga, berteriak dan serempak menyerbu Stefanus lalu mereka lempari Stefanus dengan batu.

 

Yang seharusnya boleh mengalami urapan Roh Kudus hanya raja, nabi dan imam-imam. Tetapi di sini perempuan yang terkenal berdosa mendapat kesempatan untuk menerima urapan Roh Kudus. Ini belas kasihan Tuhan yang besar kepada manusia berdosa, jangan kita permainkan, hargai belas kasihan Tuhan.

 

Yang harus kita taruh di hati, jangan sampai hamba Tuhan pelayan Tuhan kering. Sementara perempuan berdosa ini, pelacur, mendapat kesempatan menerima urapan Roh Kudus, lalu hamba Tuhan pelayan Tuhan justru kering, tidak ada urapan. Ini sangat mengerikan! Guru kami selalu mengatakan lapar sudah alami, haus sudah alami, tantangan apapun sudah alami, tetapi jangan sampai kering. Kalau kami hamba Tuhan melayani kering, apa yang mau dikhotbahkan, apa yang mau diajarkan? Akhirnya karena kering, dibawa masuklah cara-cara dunia ke dalam gereja untuk memberi kepuasan, tetapi bersifat sementara. Selesai ibadah kering lagi. Pulang di rumah tengkar lagi suami isteri.

 

Tuhan tolong jangan sampai kita kering. Kering itu suatu penderitaan. Coba kalau sum-sum kering, mau bergerak saja setengah mati. Begitu juga dengan perkara rohani, kalau kering lalu mau melayani jadi berat, semua jadi berat.

 

Yang seringkali membuat kekeringan dalam pelayanan adalah dosa pelacur, artinya:

a)      Dosa kenajisan yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Mulai dari pikiran, dari pandangan. Kalau itu sudah ada pada kita hamba Tuhan pelayan Tuhan, melayani jadi kering! Saya gembala mau khotbah kalau ada dosa makan minum dan kawin mengawinkan, jadi kering. Saya dengan isteri ada masalah lalu mau melayani, jadi kering. Itu sebabnya kami selalu berupaya menyelesaikan.

 

b)      Dosa tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mulai malas-malasan, asal-asalan melayani, jadi kering!

Kisah Para Rasul 6:4

6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."

 

Ini fokus kami hamba Tuhan, doa dan pelayanan Firman. Kalau sudah tidak setia dalam doa penyahutan dan dalam pelayanan Firman pasti kering. Jemaat jadi tidak nyaman datang ibadah.

 

c)      Memanjakan daging.

Wahyu 17:5

17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

 

Yesaya 47:8

47:8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!"

 

Tidak mau menderita, dalam melayani maunya yang enak-enak saja. Ini akan membuat kering! Jangan memanjakan daging, jangan ikuti hawa nafsu daging. Biarlah kita melayani sekalipun sengsara dan menderita, tetapi urapannya semakin bertambah. Semakin luar biasa sengsaranya, semakin luar biasa urapannya!

 

I Petrus 4:14

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Roh Allah, Roh Kudus ada pada kita. Bukan cuma dicurahkan dan mengurapi, tetapi memenuhi sampai meluap-luap di dalam kita.

 

Dosa ini yang harus kita perdamaikan dengan Tuhan supaya kita mengalami urapan Roh Kudus. Begitu perempuan ini mau berdamai, ada minyak berbau harum memenuhi seluruh rumah, menunjuk minyak urapan Roh Kudus.

 

Proses berdamai:

a)      Lukas 7:37

7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

 

Mendengar bahwa Yesus sedang makan. Artinya bagi kita, mau mendengar Firman pengajaran yang keras yang adalah makanan keras. Pengajaran ini yang menyatakan dosa sampai yang tersembunyi di dalam hati dan pikiran. Firman penginjilan disamakan dengan susu, untuk kanak-kanak rohani, untuk jiwa-jiwa baru. Makanan keras untuk menumbuhkan rohani, itulah pengajaran keras yang menyatakan dosa.

Ibrani 5:14

5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

 

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Kadangkala kita pikir yang kita lakukan sudah benar, sudah sesuai Firman. Setelah dinyatakan oleh Firman pengajaran ternyata masih salah, masih keliru, harus diperbaiki.

II Timotius 3:16

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Firman menyatakan salah untuk diperbaiki. Ini proses berdamai yang pertama, dengar Firman yang menyatakan kesalahan, makan makanan keras.

 

b)      Lukas 7:38

7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

 

Menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air mata. Dia menangis bukan karena kekurangan uang, dia menangisi dosanya. Menangis artinya menyadari dan menyesali dosa yang ditunjuk, yang dinyatakan oleh Firman Tuhan. Bukan karena sudah dipojokan manusia baru mau mengaku dosa seperti Akhan. Setelah dibuang undi dan dia kedapatan baru dia mengakui perbuatannya. Betul-betul karena hasil pekerjaan Firman, kita menangis, menyadari, menyesali dosa. Kalau hanya menyesal, Yudaspun menyesal, tetapi dia menggantung diri dan mati jatuh tertelungkup.

 

c)      Menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Artinya tanggalkan harga diri dan gengsi kita, merasa bahwa kita ini orang yang paling hina, paling tidak layak! Sehingga tidak akan bangga atau sombong kalau dipakai, kalau diberkati. Kebanggaan, harga diri dan gengsi, jika kita pertahankan hanya membawa pada kebinasaan.

 

Ingat Absalom, rambutnya paling indah.

II Samuel 14:25-26

14:25 Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya.

14:26 Apabila ia mencukur rambutnya — pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya — maka ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja.

 

Anak raja, ganteng, tidak ada cacat cela kalau dilihat secara fisik. Seringkali kebanggaan, harga diri, gengsi dipertahankan sehingga menjadi pemberontak dalam penggembalaan. Waktu Firman Tuhan datang menunjuk salah dan dosa, dia gengsi, pertahankan harga diri.

 

Akhirnya menjadi pemberontak!

II Samuel 15:10-12

15:10 Dalam pada itu Absalom telah mengirim utusan-utusan rahasia kepada segenap suku Israel dengan pesan: "Segera sesudah kamu mendengar bunyi sangkakala, berserulah: Absalom sudah menjadi raja di Hebron!"

15:11 Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apa pun tentang perkara itu.

15:12 Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.

 

Dari keluarga Daud lahirlah Yesus. Yesus adalah Firman. Jadi memberontak terhadap Daud = memberontak melawan Yesus, memberontak melawan penggembalaan. Inilah kalau harga diri, gengsi, kebanggaan dipertahankan. Bukan mau mengaku malah berontak melawan Firman.

 

Bisa seperti Absalom, mengadakan persepakatan gelap melawan gembala. Dia jalan ke sana ke mari ‘masa seperti itu Firman, tidak cocok, tidak pantas, tidak boleh seperti itu’. Itu karena dia pertahankan harga dirinya jadi dia cari teman.

 

Kalau harga diri dan kebanggaan ini dipertahankan, nanti ini yang menjadi penyebab kebinasaannya! Absalom mati karena rambutnya tersangkut.

II Samuel 18:9,14-15

18:9 Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus.

18:14 Tetapi Yoab berkata: "Aku tidak mau membuang-buang waktu dengan kau seperti ini." Lalu diambilnyalah tiga lembing dalam tangannya dan ditikamkannya ke dada Absalom, sedang ia masih hidup di tengah-tengah dahan pohon tarbantin itu.

18:15 Kemudian sepuluh bujang, pembawa senjata Yoab, mengelilingi Absalom, lalu memukul dan membunuh dia.

 

Harga diri, gengsi, kebanggaan, buang untuk berdamai, jangan dipertahankan. Sebab itu menjadi penyebab penderitaan dan kebinasaan kalau dipertahankan! Saya tidak mau mengaku, saya tunggu dia yang berdamai, saya tidak mau! Akhirnya kita yang rugi. Rambut tersangkut di pohon, tergantung antara langit dan bumi, hidupnya terkatung-katung.

 

Kadangkala kaum muda gengsinya terlalu tinggi untuk berdamai, akhirnya terkatung-katung dan kalau dibiarkan binasa! Jangan ada kebanggaan dan harga diri. Cukup Yesus yang tergantung di kayu salib untuk menanggung penderitaan kita supaya kita jangan binasa. Jangan bodoh, jangan kita lagi yang harus tergantung, terkatung-katung, binasa, karena mempertahankan kebanggaan, harga diri dan gengsi kita. Apalagi yang dari atas mau mengaku sama yang di bawah, berat sekali. Yang di bawah juga kadangkala susah mau mengaku kepada yang di atas. Sudah salah masih juga tidak mau mengaku. Mari kalau sudah salah berdamai, tanggalkan harga diri.

 

d)      Mencium kaki Yesus. Artinya mengaku dosa dengan kerendahan hati. Seringkali kita sudah mengaku tetapi tidak ada rendah hatinya. Malah kadangkala mengaku tetapi persalahkan orang lain, iya saya mengaku, bagaimana kau juga begitu. Betul-betul cium kaki, bukan cium pipi, mengaku dengan segala kerendahan hati.

 

Kalau kita mengaku dengan kerendahan hati maka saat itu darah Yesus aktif untuk mengampuni dan menghapus segala dosa kita sehingga kita tidak mengulanginya lagi.

I Yohanes 1:7,9

1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

 

Darah Yesus aktif untuk mengampuni dan menghapus segala dosa kita sehingga kita tidak mengulangi lagi. Kenapa dosa selalu terulang? Karena belum mencium kaki! Mengaku tetapi belum rendah hati.

 

e)      Meminyaki kaki Yesus.

Lukas 7:46-47

7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."

 

Meminyaki kaki Yesus ini banyak berbuat kasih kepada Tuhan. Artinya sesudah diampuni dosanya, darah Yesus mencabut akar dosa, kita mau aktif melayani Tuhan sebagai rasa syukur kita, kita yang begitu jahat dan najis sudah diampuni. Kita mau melayani Tuhan, mau berkorban apapun untuk pekerjaan Tuhan, tidak ada hitung-hitungan dengan Tuhan.

 

Rasul Paulus berkata aku orang paling berdosa, makanya dia bekerja lebih giat, lebih keras.

I Korintus 15:9-10

15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

 

Jadi bisa kita lihat, orang ini betul-betul mendapat pengampunan, dia minta ampun dan berdamai sungguh-sungguh atau tidak yaitu dari aktivitas pelayanannya. Kalau betul-betul kita sudah berdamai dengan Tuhan, mau mengaku dengan rendah hati dan darah Yesus sudah mengampuni kita, maka pasti mau bekerja melayani dengan lebih keras, lebih giat dari pada yang lain.

 

Pengalaman waktu Tuhan sudah jamah hati mau melayani sebagai hamba Tuhan sepenuh, berupaya melayani lebih giat. Ada teman tidak mau kerjakan pekerjaannya, saya kerjakan. Lihat teman-teman yang lain fasih lidah, saya sedangkan berdoa makan saja bingung mau susun kalimat, saya berusaha lebih keras, lebih giat. Saya ambil waktu puasa.

 

Betapa hancurnya hidup kita tetapi Tuhan mau disentuh oleh kita. Seperti perempuan ini, begitu najis hidupnya tetapi Yesus tidak protes waktu perempuan ini menyentuh kakiNya. Coba kita renungkan saya ini siapa? Orang yang kotor dan najis, tetapi Tuhan mau dihampiri oleh kita, Tuhan mau didekati oleh kita, kita boleh datang beribadah melayani. Maka kita akan bekerja lebih giat, lebih sungguh-sungguh lagi melayani Tuhan.

I Tesalonika 1:9-10

1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

 

Darah Yesus dibandingkan harta kita, tidak ada apa-apanya. Tidak bisa kita membayar mengganti Korban Kristus Yesus yang sudah mengampuni kita. Dengan waktu kita, harta kita, kekuatan kita, tidak bisa membayar. Makanya kita korban semua untuk melayani Tuhan karena kita sudah ditebus, sudah diperdamaikan oleh darah Yesus.

 

Dulu saya bertekad, saya sudah dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan, saya punya beban melayani anak-anak muda. Jangan sampai apa yang sudah saya alami di masa remaja, itu juga terjadi kepada anak-anak muda remaja. Makanya waktu dipercaya pelayanan kaum muda, saya bersukacita melayani kaum muda remaja. Mari kita lebih giat melayani Tuhan sambil menanti kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

 

2.      Berdamai dengan sesama yaitu saling mengaku dan saling mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Bukan orangnya tetapi dosanya yang dilupakan. Dari kita, kita berusaha untuk berdamai.

Ibrani 12:14

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

 

Roma 12:18

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

 

Saya berusaha untuk berdamai, sekalipun kalau dilihat bukan saya yang salah. Tetapi harus berupaya berdamai, dari pada kering melayani. Saya datang berdamai.

 

Semuanya oleh dorongan Firman, bukan karena emosi daging. Mengaku oleh dorongan Firman, mengampuni oleh dorongan Firman. Kalau semua oleh dorongan Firman, inilah pengakuan dosa yang tuntas, selesai semua, sudah dicabut akar-akar dosa itu. Seperti seruan Yesus di kayu salib ‘sudah selesai’. Sudah selesai semua karena mengaku oleh dorongan Firman. Jangan karena terpaksa, terpojok atau karena sudah terjadi sesuatu.

 

Itu roh Firaun, mengaku dosa bukan karena dorongan Firman. Nanti sudah kena tulah baru minta ampun. Begitu ada kelegaan, berbuat lagi!

Keluaran 8:8-15; 10:16-17

8:8 Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka mempersembahkan korban kepada TUHAN."

8:9 Kata Musa kepada Firaun: "Silakanlah tuanku katakan kepadaku, bila aku akan berdoa untukmu, untuk pegawaimu dan rakyatmu, supaya katak-katak itu dilenyapkan dari padamu dan dari rumah-rumahmu, dan hanya tinggal di sungai Nil saja."

8:10 Katanya: "Besok." Lalu kata Musa: "Jadilah seperti katamu itu, supaya tuanku mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti TUHAN, Allah kami.

8:11 Maka katak-katak itu akan dijauhkan dari padamu, dari rumah-rumahmu, dari pegawai-pegawaimu dan dari rakyatmu; dan hanya akan tinggal di sungai Nil saja."

8:12 Lalu Musa dan Harun keluar meninggalkan Firaun, dan Musa berseru kepada TUHAN karena katak-katak, yang didatangkan-Nya kepada Firaun.

8:13 Dan TUHAN melakukan seperti yang dikatakan Musa, sehingga katak-katak itu mati lenyap dari rumah, dari halaman dan dari ladang.

8:14 Dikumpulkan oranglah bangkai-bangkainya bertumpuk-tumpuk, sehingga tanah itu berbau busuk.

8:15 Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya — seperti yang telah difirmankan TUHAN.

10:16 Maka segeralah Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Aku telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu, dan terhadap kamu.

10:17 Oleh sebab itu, ampunilah kiranya dosaku untuk sekali ini saja dan berdoalah kepada TUHAN, Allahmu itu, supaya bahaya maut ini dijauhkan-Nya dari padaku."

 

Kelihatan dia mau berdamai, tetapi karena kena hukuman baru mau mengaku. Dia tidak tulus, tidak rendah hati, bukan karena dorongan Firman.

 

Keluaran 10:18-20

10:18 Lalu keluarlah Musa meninggalkan Firaun dan berdoa kepada TUHAN.

10:19 Maka TUHAN membuat angin bertiup dari jurusan sebaliknya, yakni angin barat yang sangat kencang, yang membawa belalang itu dan melemparkannya ke dalam Laut Teberau: tidak ada satu belalang pun yang tinggal di seluruh daerah Mesir.

10:20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.

 

Kalau pengakuan itu bukan karena dorongan Firman, satu kali dia mengaku, dua kali dia mengaku, tetapi bukan dorongan Firman, namun karena sudah dihajar, terjadi sesuatu yang luar biasa dalam dirinya, maka suatu saat Tuhan yang akan keraskan hatinya untuk tidak berdamai, tidak bertobat. Berarti sudah dikhususkan untuk dihukum oleh Tuhan!

Imamat 27:29

27:29 Setiap orang yang dikhususkan, yang harus ditumpas di antara manusia, tidak boleh ditebus, pastilah ia dihukum mati.

 

Korban Kristus tidak berlaku lagi atasnya, dia sudah siap untuk dihukum!

Yudas 1:4

1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

 

Kenapa mereka ditentukan untuk dihukum? Sebab menyalahgunakan kasih karunia Tuhan. Wujud kasih karunia Tuhan salah satunya adalah Firman Tuhan.

 

Mengaku oleh dorangan Firman, mengampuni oleh dorongan Firman. Ini tuntas, dosa selesai. Tetapi kalau karena terdesak, karena sesuatu yang hebat terjadi baru mengaku, bukan dorongan Firman, lalu diulang lagi, suatu saat Tuhan akan keraskan hatinya dan dia sudah ditentukan untuk dihukum.

 

Firaun disebut tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu. Lawan kata ribut adalah diam. Yang Tuhan mau kita berdiam diri, bertobat.

Yeremia 46:17

46:17 Sebutlah nama Firaun, raja Mesir: Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu!

 

Ini yang Tuhan mau:

Yesaya 30:15

30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

 

Inilah tukang ribut, disuruh diam, tenang dan bertobat tetapi dia tidak mau. Malah salahkan orang lain, sampai salahkan Tuhan. Waktu rasa ada kelegaan, mulai lagi berbuat dosa. Ini yang akan dihukum oleh Tuhan. Jangan terjadi pada kita.

 

Ingat, yang seharusnya dapat urapan hanyalah raja, nabi dan imam besar serta imam-imam, hamba Tuhan pelayan Tuhan yang suci, yang memangku jabatan pelayanan. Tetapi pelacur diberikan kesempatan untuk mendapat urapan. Sekarang kita diberi kesempatan untuk menerima urapan Roh Kudus asal berdamai dengan Tuhan dan sesama oleh dorongan Firman maka Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Biar malam ini Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Di depan kita ada Perjamuan Suci, ini harga yang harus Yesus bayar untuk mencurahkan Roh Kudus.

 

Kegunaan Roh Kudus:

1.      Lukas 7:48

7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."

 

Roh Kudus membebaskan kita dari kutuk dosa sehingga kita menerima berkat Abraham.

Galatia 3:13-14

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

 

Roh Kudus sanggup mengubah suasana kutuk menjadi berkat. Suasana kutuk itu beban berat, letih lesu, susah payah, diubah menjadi berkat, kelegaan, damai sejahtera.

 

Ini kegunaan pertama, kita dibebaskan dari kutuk dosa dan menerima berkat Abraham, berkat sampai ke anak cucu, masa depan yang diberkati. Ketika saya belum bertobat, semua Tuhan tutup, gelap semua. Begitu saya lulus SMA betul-betul keuangan pakat, tidak bisa kuliah. Saya mau ambil jurusan tertentu, tidak bisa, tidak ada biaya. Mau kerja, semua tertutup. Tetapi begitu selesaikan semua, Tuhan buka jalan.

 

2.      Lukas 7:50

7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

 

Roh Kudus membuka pintu keselamatan = membuka pintu Sorga kepada kita. Yang tadinya harus binasa, tetapi diselamatkan. Kalau pintu Sorga terbuka, yakinlah pintu-pintu apapun di dunia ini sanggup Tuhan bukakan. Mungkin kita menghadapi suatu masalah yang mustahil, tidak ada jalan keluar, kalau Roh Kudus bekerja semua terbuka.

 

Bangsa Israel menghadapi laut Teberau, kiri kanan tidak ada jalan, di belakang Firaun dengan pasukannya. Tuhan katakan Musa ulurkan tanganmu ke atas laut. Begitu Musa ulurkan tangan dengan tongkat maka angin timur bertiup dan laut terbelah. Kalau ini angin dari dunia, dari alam, kalau laut saja terbelah maka orang Israel pasti terlempar semuanya. Tetapi karena ini angin dari Sorga, angin Roh Kudus maka ada pembukaan pintu, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Keluaran 14:21

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

 

Angin Timur bertiup, ini Roh Kudus sanggup membuka pintu apapun. Jika Roh Allah bekerja tidak ada yang mustahil. Bagi kita yang percaya, tidak ada perkara yang mustahil.

 

3.      Begitu minyak dicurahkan ada bau harum. Artinya mujizat rohani terjadi, keubahan hidup. Yang tadinya manusia daging yang hina, yang busuk, diubahkan menjadi manusia rohani yang membawa bau harum pengenalan akan Kristus, menjadi saksi.

II Korintus 2:14

2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

 

Tadinya orang berdosa, tetapi sekarang dia membawa bau harum. Jadi jangan dihakimi orang-orang yang seperti pelacur ini, dia bisa diubahkan oleh Tuhan. Tuhan sanggup mengubahkan siapa saja asalkan membuka diri. Yang najis, yang busuk, bisa berbau harum.

 

Kadang saya renungkan saya tidak layak melayani di sini. Banyak jemaat yang tahu bagaimana yang saya buat dulu. Busuk dulunya, tetapi Tuhan sanggup ubahkan membawa bau harum.

 

Semoga kita bisa tampil membawa bau harum Yesus, sehingga waktu Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan sekejab mata, kita menjadi sama mulia dengan Dia, masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Pribadi yang rusak diperbaiki, nikah yang rusak diperbaiki, kita bisa menyambut Dia masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Tidak ada yang mustahil bagi kita yang percaya dan mau mempercayakan diri kepada Tuhan. Sudah hancur dan buruk, Roh Kudus sanggup bekerja memperbaiki semuanya, memperbaharui semuanya.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar