20260810

Kebaktian Umum, Minggu 21 Juni 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:4-7

16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.

16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"

16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

 

Sungai dan mata air menjadi darah menunjukan krisis ekonomi yang dahsyat. Jika kita bersandar pada segala sesuatu di dunia ini, maka hanya akan mengalami maut, mengalami kematian baik secara jasmani, terutama secara rohani. Jadi jangan kita gantungkan hidup kita pada sesuatu di dunia ini sebab semuanya ini akan kering, habis lenyap.

 

Sebab itu kita harus gantungkan hidup kita kepada Tuhan, harus hidup dari iman. Memiliki iman yang bertumbuh sampai iman itu sempurna. Iman yang benar timbul dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus.

Roma 10:17

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

Sesibuk apapun kita di dunia ini, baik kaum muda yang sekolah dan kita yang kerja, jangan pernah mengabaikan kesempatan untuk beribadah mendengar Firman. Sebab hidup kita dari iman, bukan dari apa yang ada di dunia ini. Kalau sibuk sampai tidak beribadah, orang itu tidak akan hidup. Kalau antikristus berkuasa 30% kita 70%, antikristus berkuasa 50% kita juga 50%, kalau antikristus berkuasa 70% kita sisa 30%, sudah susah. Sekarang mengarah ke sana. Sumber-sumber ini mulai dikuasai bukan lagi oleh rakyat tetapi dikuasai oleh kelompok-kelompok tertentu, nanti dikuasai antikristus. Baru dikuasai kelompok tertentu kita sudah kesulitan, apalagi kalau dikuasai antikristus. Makanya hidup kita dari iman, dari mendengar dan melakukan Firman.

 

Kita berjuang untuk hidup jasmani, tetapi untuk yang rohani harus lebih diperjuangkan. Berjuang untuk beribadah, berjuang untuk menumbuhkan iman sampai sempurna. Dalam Tabernakel iman yang sempurna ditunjukan oleh buli-buli emas berisi manna, salah satu isi dari peti perjanjian. Manna adalah roti malaikat, menunjuk Firman penggembalaan. Jadi supaya iman bertumbuh sampai sempurna, harus tergembala, tidak bisa tawar menawar! Karena kebutuhan kita manna, kebutuhan kita Firman penggembalaan, itu hidup kita.

 

Nanti suatu saat akan terlihat perbedaan orang tergembala dengan orang yang tidak tergembala. Orang yang tergembala dia seperti Yakub, tenang tinggal di kemah dan dia mendapat hak serta berkat sulung. Orang yang tidak tergembala dia seperti Esau mengembara, lelah dan bahasa yang sering muncul dari orang yang tidak tergembala ‘seperti mau mati’. Itu bahasa yang selalu muncul dari orang yang tidak tergembala, dia mengalami kesusahan. Untuk sesaat mungkin dia dapat daging buruan, tetapi suatu saat dia akan kesulitan, setengah mati.

Kejadian 25:29

25:29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.

 

Esau datang dengan lelah. Kalau tidak tergembala selalu lelah, letih lesu, beban berat. Yakub di dalam kemah, tenang, enak ringan, segala sesuatu sudah disiapkan di dalam kemah.

Kejadian 25:30-33

25:30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

25:31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."

25:32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"

25:33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.

 

Ini orang yang tidak tergembala, bahasanya yang negatif, yang pesimis, bahasa orang putus asa, sampai nanti tidak peduli lagi dengan perkara rohani. Jangan sampai terjadi pada kita.

 

Manna adalah makanan orang Israel di padang gurun selama 40 tahun sampai mereka masuk di tanah Kanaan. Waktu mereka sampai di tapal batas, mereka makan jagung bakar. Begitu masuk Kanaan, manna tidak ada lagi. Sekarang kita sedang mengembara di padang gurun dunia untuk mencapai Kanaan Samawi, Kanaan Rohani, Yerusalem Baru. Jadikanlah Firman penggembalaan sebagai kebutuhan pokok kita, kebutuhan utama kita.

 

Kalau Firman penggembalaan sudah menjadi kebutuhan pokok, maka hasilnya:

1.      Gembala tidak perlu lagi mencari kehidupan di dunia, tidak perlu lagi ada pekerjaan sampingan, sebab kebutuhan hidupnya sudah terkandung dalam Firman penggembalaan. Kalau gembala masih kerja di dunia, berarti Firman penggembalaan belum menjadi kebutuhan utamanya. Jangan-jangan Tuhan tidak percayakan Firman penggembalaan, tidak ada manna, makanya dia cari di dunia. Kalau ada pembukaan Firman tersedia semuanya, kami dipelihara. Tuhan pelihara bukan dari jumlah jemaat tetapi dari pembukaan rahasia Firman. Kalau Tuhan memelihara gembala dari jumlah jemaat, tidak adil Tuhan. Kasihan gembala yang dipercayakan 1 2 jemaat. Yang enak yang dipercaya 10, 100 atau 1000 jemaat. Tetapi adilnya Tuhan pemeliharaan Tuhan itu tergantung dari gembala itu mau bergaul 100% atau tidak.

 

Pesan saya kepada hamba Tuhan muda yang mau pergi merintis, cepat mati di sana supaya cepat bangkit, cepat dimuliakan. Supaya Tuhan pakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

2.      Sidang jemaat tidak usah melakukan cara-cara yang tidak halal untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Tidak usah tinggalkan ibadah pelayanan untuk mencari yang jasmani. Kalau Firman sudah menjadi kebutuhan pokok, sudah terkandung semua di dalamnya. Tidak perlu tinggalkan ibadah pelayanan, tidak perlu mengunakan cara-cara yang tidak halal untuk mencari kebutuhan jasmani, sebab sudah Tuhan cukupkan semuanya.

I Petrus 2:25

2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

 

Jiwa terpelihara maka tubuh dan roh juga pasti terpelihara.

I Tesalonika 5:23

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Kalau Firman sudah menjadi kebutuhan utama kita, tidak usah tinggalkan ibadah, kebutuhan kita sudah terkandung di dalam penggembalaan. Taruhannya adalah iman. Kita mau hidup dari dunia, maka sungai dan mata air jadi darah. Atau hidup dari iman, dari Firman, kita terpelihara. Tinggal pilih! Tuhan tidak pernah memaksa, tinggal bapak ibu pilih.

Ibrani 10:36

10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

 

Janji Tuhan sudah tersedia semua di situ, Tuhan siapkan semua bagi kita.

 

3.      Kalau Firman sudah menjadi kebutuhan pokok, maka gembala dan jemaat punya ketegasan untuk menolak ajaran asing, menolak suara asing.

Yohanes 10:3-5

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Lari ini artinya ada ketegasan! Mungkin ada suara asing lewat menghasut ‘gembalamu begini begitu’ tetapi kita sudah terpelihara lewat pelayanan gembala. Selama ini saya tergembala di Tentena, saya dengar Firman. Saya lihat bagaimana gembala, tahbisannya, nikahnya dan saya sudah diberkati. Kalau ada suara hasutan yah tidak mau dengar, karena kita sudah punya pengalaman. Sama juga saya gembala yang tergembala, kalau ada suara asing saya juga tidak mau dengar, apalagi saya sudah nikmati pemeliharaan Tuhan. Jadi ada ketegasan maka kita akan masuk dalam proses untuk mencapai iman yang permanen, iman yang sempurna, buli-buli emas berisi manna.

 

Proses mencapai iman yang sempurna:

1.      Keluaran 16:15-20

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

 

Mereka berkata ‘apakah ini?’. Memang tidak semua orang mengerti tentang Firman, hanya yang mendapat kasih karunia bisa mengerti.

 

Dulu bangsa Israel mengumpulkan manna 1 gomer untuk 1 orang dari hari pertama sampai hari kelima. Ini menunjuk iman dan kesucian. Angka 5 menunjuk pancaindera. Jadi orang yang punya iman, panca inderanya disucikan. Ada 2 indera yang terutama harus disucikan karena 2 indera ini yang ditangkap oleh setan untuk menjatuhkan manusia jatuh dalam dosa yaitu mata dan telinga.

 

Tadi dikatakan ketika orang Israel melihatnya, ini indera mata. Lalu Musa berkata, berarti mereka mendengar, ini indera telinga. Dulu ular menggoda Hawa, dia tangkap matanya, dia tangkap telinganya. Hawa dengar suara ular, dia lihat buah itu sedap kelihatannya, maka jatuhlah Hawa dalam dosa. Sekarang Tuhan mau tangkap mata dan telinga kita, Tuhan mau tangkap supaya kita tidak tergoda lagi dengan suara ular.

 

Mata yang suci hanya memandang perkara yang rohani. Waktu murid-murid menyodorkan makanan kepada Yesus, Yesus berkata ‘padaku ada makanan yang tidak kamu ketahui. Makananku ialah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya’. Sesudah Yesus bicara tentang makanan yang rohani, makanan Firman, lalu Yesus berkata ‘lihatlah sekelilingmu, pandanglah ladang-ladang’. Pandangan kita adalah pandangan ke ladang Tuhan. Ini pandangan yang suci.

 

Jangan seperti Lot, memandang Sodom dan Gomora, tempat orang berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Tetapi Lot berkata itu seperti taman Tuhan. Ini kalau pandangan daging, yang jasmani dilihat seperti yang rohani, padahal tidak seperti itu.

 

Yohanes 4:34-36

4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

 

Pandang pekerjaan Tuhan. Sekarang ini penuaian, bukan lagi penaburan. Penuaian ini kegiatan dalam pengajaran. Aktiflah dalam kegerakan rohani yang dipimpin oleh Firman pengajaran yang benar.

 

Telinga yang disucikan adalah telinga yang taat, telinga yang mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran. Akibat tidak taat, manna itu berulat dan berbau busuk. Ada manna, Firman melimpah. Tetapi kalau tidak taat, berulat dan busuk. Itu suasana neraka!

Yesaya 66:24

66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

 

Akibat tidak taat, menjadi bangkai yang dibakar di neraka. Artinya menjadi bangkai adalah turun statusnya. Yang seharusnya mempelai wanita Tuhan, turun jadi binatang yang hidup mengikuti hawa nafsu daging. Yang disebut bangkai itu hanya binatang!

 

Tetapi kalau mata dan telinga disucikan maka hasilnya:

a)      Ibrani 5:14

 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

 

Rohani bertumbuh dewasa sehingga bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat, mana yang benar dan yang salah.

 

b)      Amsal 20:12

20:12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

 

Hasil kedua mengalami kuasa penciptaan dari Firman. Dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Pengalaman kami kalau mau menggelar ibadah persekutuan, kalau ada pembukaan Firman maka dari tidak ada menjadi ada. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Terutama kita diciptakan kembali pada ciptaan semula, segambar dengan Allah Tritunggal.

 

2.      Miliki iman dalam kelimpahan

Keluaran 16:22

16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

 

Hari keenam bangsa Israel memungut manna 2 gomer 1 orang. Ini adalah iman dan kelimpahan. Jadi hari keenam ini menubuatkan hari kita di akhir zaman. Kita sudah mau masuk hari ketujuh, sabat besar, kerajaan 1000 tahun damai.

 

Sekarang kita ada di penghujung hari keenam, tugas kita adalah mengumpulkan Firman sebanyak-banyaknya, Firman double porsi. Bukan malah dikurangi waktu untuk mendengar Firman, justru harus diperbanyak.

 

2 gomer dimakan menjadi 1 orang, 2 menjadi satu. Jika kita mengggunakan waktu dengan maksimal, mengumpulkan Firman sebanyak-banyaknya maka nikah kita terpelihara. Dan nikah kita bisa mengarah pada nikah yang sempurna, nikah Yesus Kristus dengan gereja yang sempurna.

 

Ingat Yusuf, dia punya gandum melimpah. Karena Yusuf punya gandum melimpah, dia bisa menyatu kembali dengan saudara-saudaranya. Begitu juga kita, kumpulkan Firman sebanyak-banyaknya, nikah kita bisa menyatu. Yang terpisah, yang tercerai berai bisa Tuhan satukan, yang penting kita mengumpulkan Firman sebanyak-banyaknya. Baik dalam penggembalaan jangan biarkan tercecer. Perhatian kita pada Firman harus sudah lebih terfokus lagi! Kalau dulu mendengar Firman ada main-mainnya, ada pikiran mengembara, sekarang harus lebih fokus lagi!

 

Begitu bangsa Israel keluar pada hari ketujuh, manna sudah tidak ada. Itu menubuatkan kelaparan dalam Amos pasal 8, mau mencari Firman sudah tidak ada. Sekarang cari Firman semakin mahal, harga tiket semakin tinggi. Kalau mau ikuti daging tidak usah ikut KKR, tidak usah gelar ibadah persekutuan, sudah cukup dalam penggembalaan, tidak usah ke mana-mana, lebih baik uangnya disimpan. Tetapi lapar! Tidak ada kepuasan.

Amos 8:11-14

8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

 

Sekarang masih diberikan kesempatan, menyeberang lautan masih mendapatkan Firman. Kegerakan ini akan semakin besar, kumpulkan Firman sebanyak-banyaknya.

 

Sebagai keseimbangannya, kumpulkan Firman sebanyak-banyaknya, juga Roh Kudus harus melimpah-limpah. Kalau hanya mengumpulkan Firman tanpa Roh Kudus, itu hanya jadi pengetahuan.

 

Ingat 5 gadis bijaksana, ada seruan mempelai datang itu Kabar Mempelai, tetapi punya minyak persediaan ada urapan Roh Kudus, dua-dua harus kita miliki.

Matius 25:1-3

25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

 

Gadis bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sudah punya Firman pengajaran tetapi tidak ada Roh Kudus.

Amsal 6:23

6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

 

Matius 25:4-8

25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

 

Ini yang terjadi sekarang ini, gereja-gereja dalam pengajaran pelitanya hampir padam! Pengajarannya hampir padam, karena tidak punya Roh Kudus yang meluap-luap. Sudah mulai pengajaran Tabernakel menjadi asing. Cuma untung nama saja Tabernakel, tetapi kalau ditanya dia bingung. Jarang dia ajarkan kepada jemaat dan karena memang dia tidak mengerti pengajaran. Apalagi yang baru bergabung, tidak mengerti pengajaran. Pelita hampir padam, orang pengajaran tetapi tidak tahu pengajaran. Dari tahbisannya saja sudah ikut-ikutan gereja pada umumnya. Padahal seharusnya kita adalah gereja yang khusus, pengantin wanita Tuhan itu khusus, bukan umum!

 

Matius 25:9-12

25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

 

Tanda pengajaran itu hampir padam adalah roh jual beli masuk. Motivasi pelayanan hanya untuk yang jasmani. Jika hamba Tuhan seperti itu, pelitanya hampir padam. Motivasi pelayanan hanya untuk dapat perkara yang jasmani. Makanya tengkar dan ribut masalah domba. Karena kalau domba berkurang berkurang juga pemasukan, kalau bertambah domba bertambah juga isi dompetnya. Hanya itu yang ada di hati dan pikirannya, bukan bagaimana domba-domba ini dibawa untuk berhasil bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga, tetapi bagaimana supaya saya bisa menikmati dagingnya, bagaimana supaya saya bisa menikmati susunya, bisa menikmati bulunya.

 

Doakan saya sebagai gembala, supaya melayani jiwa bukan untuk mendapatkan keuntungan jasmani tetapi untuk membawa jemaat berhasil bertemu Yesus Mempelai Pria Sorga. Jangan sampai saya sebagai penerus merusak apa yang sudah diletakan oleh pendahulu. Dulu papa melayani dengan gigih, tidak peduli dengan yang jasmani!

 

Ini roh jual beli masuk dalam gereja sehingga ribut tengkar soal jiwa. Seharusnya bersyukur kalau ada yang pindah, berarti sudah habis kepercayaan Tuhan untuk melayani jiwa itu. Dipindahkan ke tempat lain supaya dia mengalami peningkatan rohani. Tetapi kalau pindah di sana lalu merosot, bergumul supaya Tuhan tarik dengan tali kasihMu!

 

Firman dan Roh Kudus yang melimpah menentukan pintu pesta nikah Anak Domba Allah terbuka bagi kita. Kalau pintu pesta nikah terbuka, maka pintu yang jasmani, pintu-pintu apa saja pasti terbuka!

II Korintus 2:12

2:12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.

 

Tanpa Firman, tanpa Roh Kudus, semua pintu tertutup!

 

3.      Iman yang sempurna

Keluaran 16:33-34

16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun." 

16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.

 

Ibrani 9:3-4

9:3 Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus.

9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

 

Buli-buli emas berisi manna dikaitkan dengan ukupan, ini menunjuk iman yang permanen, iman yang sempurna. Prosesnya adalah:

a)      Penyembahan

Penyembahan adalah perobekan daging. Firman yang kita terima, kita tanggapi dengan penyembahan. Biar daging kita dirobek oleh Tuhan, kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sempurna seperti Yesus. Kalau iman sempurna maka kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Bergumul supaya penyembahan kita meningkat. Terutama saya, harus mengalami peningkatan penyembahan.

 

b)      Rela menerima percikan darah, sengsara daging bersama Yesus, sengsara daging karena Firman, karena kebenaran, sengsara daging tanpa dosa. Nikmati saja kalau dipercik darah, pasti ada Shekina Glory, sinar kemuliaan, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang mulia, sampai sama mulia dengan Yesus. Sudah punya Firman, ada Roh Kudus yang melimpah, harus masuk percikan darah. Ini ujian untuk mencapai kesempurnaan. Dalam percikan darah nikmati, jangan mengeluh, jangan bersungut. Kalau bersungut itu berhadapan dengan Yesus sebagai hakim. Bangsa Israel waktu bersungut langsung dihukum!

 

Dasarnya manusia daging itu bagaikan bejana tanah liat, rapuh, mudah kecewa, mudah putus asa. Seperti bangsa Israel di padang gurun, tidak ada air ingat Mesir, tidak ada daging ingat Mesir. Kalau diberkati mudah bangga, mudah sombong. Kalau sudah sombong sebentar lagi jatuh. Kalau kita diberkati, mengucap syukur.

 

Sebab itu harus diisi dengan Firman supaya menjadi manusia rohani yang kuat dan teguh hati.

II Korintus 2:6-8

26:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

26:7 — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

26:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

 

Harus kuat dan teguh hati apapun sengsara yang dihadapi karena pengajaran yang benar, karena ibadah pelayanan yang benar, karena nikah yang benar, tetap percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan. Saat menghadapi sengsara, ini kesempatan untuk segera beralih dari tubuh ini mau menetap kepada Tuhan, mau menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus. Maju saja melayani Tuhan sampai sempurna seperti Yesus.

 

Contoh orang yang kuat teguh hati adalah Abraham.

Roma 4:17-21

4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. 

4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,

4:21  dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

 

Secara logika sudah tidak mungkin punya anak sudah umur 100 tahun. Dia sudah tua, isterinya sudah mati haid, bagaimana bisa punya anak lagi. Tetapi Abraham punya keyakinan bahwa Firman itu akan digenapi. Dan jika kita kuat teguh hati, kita akan menerima kuasa Tuhan yang menghapus kemustahilan. Sekalipun tidak punya dasar untuk berharap, orang bilang sudah tidak mungkin. Tetapi kalau ada Firman, ada Roh Kudus, ada doa penyembahan, kuasa Tuhan sanggup menghapus kemustahilan! Dulu Tuhan sudah tolong, sekarang Tuhan menolong, nanti Tuhan pasti tolong sampai kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Mungkin kita hadapi suami yang secara logika tidak ada harapan untuk berubah. Atau menghadapi isteri, tidak ada dasar berharap isteri untuk berubah. Anak ini sudah tidak ada harapan, sudah hancur. Dengan adanya Firman, ada Roh Kudus melimpah, ada iman, ada penyembahan, maka kuasa Tuhan nyata menghapus kemustahilan. Yang sudah tidak ada harapan bisa ada harapan. Bagaikan tunggul Isai bisa bertunas. Padi yang sudah disabit, bagaimana mungkin bisa punya tunas lagi! Tetapi bisa bertunas, ada harapan. Orang yang hancur-hancuran hidupnya, yang kotor, najis, jahat, ada harapan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar