Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Yohanes 16:8-11
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Ini pekerjaan dari Allah Roh Kudus, menginsafkan kita akan dosa, supaya bisa kita akui kepada Tuhan dan kepada sesama supaya mendapat pengampunan. Tetapi ada dosa yang tidak terampuni, dosa kekal yaitu dosa tidak percaya Yesus. Dosa ini senilai dengan dosa menghujat Roh Kudus.
Markus 3:28-29
3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Menghujat Roh Kudus dimulai dari memadamkan roh lewat praktek tidak menghargai nubuatan Firman, tidak menghargai pembukaan rahasia Firman.
I Tesalonika 5:19-20
5:19 Janganlah padamkan Roh,
5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
Nubuatan adalah sesuatu yang diungkap oleh Tuhan yang akan terjadi nanti dan pasti terjadi. Nubuatan terbesar adalah pembukaan rahasia Firman. Ini mengungkap rencana Tuhan yang besar yaitu membawa kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang akan luput dari penghukuman atas dunia. Kalau pembukaan Firman mulai tidak dihargai, ngantuk dengar Firman, main-main saat dengar Firman suatu saat akan menjadi pengejek. Kalau sudah menjadi pengejek itu sudah menghujat Roh Kudus.
Yudas 1:18-19
1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.
Yang diejek adalah nubatan tentang kedatangan Yesus.
II Petrus 3:3-6
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
Karena dia ejek Yesus tidak datang maka praktek hidupnya hidup dalam hawa nafsu daging, hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, itulah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Akhirnya menjadi pemecah belah Tubuh Kristus.
Apa tandanya bahwa hidup seseorang sudah dimasuki roh pengejek, roh pemecah belah? Kita periksa mulai dari hamba Tuhan, tanda hamba Tuhan sudah dimasuki roh pengejek, roh pemecah belah.
1. Roma 16:17-18
16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Tanda hamba Tuhan sudah dimasuki roh pemecah belah adalah mengajarkan ajaran lain yang tidak sesuai dengan ajaran sehat yang diterima dari pendahulu. Kenapa? Karena motivasi pelayanannya adalah perkara perut, yang jasmani. Makanya ajarannya hanya bahasa yang manis-manis, yang muluk-muluk, tidak ada penyucian. Kalaupun ada penyucian itu hanya sepintas lalu, tidak tajam. Karena motivasinya yang jasmani. Kalau sampaikan Firman yang keras dan tajam lalu jemaat keluar, dia dapat apa. Makanya dia sampaikan yang manis-manis saja.
Doakan saya sebagai gembala, apa yang diterima dari pendahulu, itu yang diteruskan pada jemaat, bukan menafsirkan yang lain. Waktu saya ditahbiskan sebagai gembala di Diora, disampaikan Firman Tuhan jangan buat jalur yang baru. Itu akan membawa jemaat tersesat kalau membuat jalur yang lain.
2. II Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Tidak tahan mendengar ajaran sehat, artinya tidak tahan penyucian, sehingga dia akan mengembara mencari penggembalaan yang cocok dengan dagingnya. Jadi kita raba diri kita masing-masing, kalau tidak tahan mendengar penyucian, hati-hati, roh pengejek, penghujat, pemecah belah dan tidak percaya itu mulai masuk. Kalau dibiarkan dia betul-betul terhilang, dia akan cari penggembalaan yang cocok bagi dagingnya, akan mengembara!
Memecah belah Tubuh Kristus dimulai dari menceraikan nikah. Hamba Tuhan yang dimasuki roh pengejek dan pemecah belah, melegalkan kawin cerai, malah melayani pernikahan seperti itu. Jangan sampai kita memecah belah nikah kita, apapun alasannya tidak boleh bercerai. Sekalipun dalam hukum Taurat ada tentang perceraian, tetapi begitu orang Farisi bertanya kepada Yesus, Yesus berkata sejak dari mulanya Tuhan menciptakan nikah, tidak boleh ada perceraian.
Matius 19:8
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Sejak semula tidaklah demikian. Pada mulanya adalah Firman, Firman tidak memperbolehkan perceraian!
Matius 19:9
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Markus 10:11-12
10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Firman Tuhan sudah jelas! Kalau tetap mempertahankan nikah yang salah, itu menghujat Roh Kudus, dosanya kekal! Tidak terampunkan.
Hubungan nikah itu adalah hubungan hak dan kewajiban, lakukan dulu kewajiban baru mendapat haknya. Tetapi seringkali hanya menuntut hak, tidak melakukan kewajiban. Ini yang membuat keras hati sehingga terjadi perceraian. Isteri hak suami, suami hak isteri, anak hak orang tua, orang tua hak anak. Lakukan dulu kewajiban masing-masing baru mendapat haknya. Kalau hanya menuntut hak, tidak melakukan kewajiban, akhirnya keras hati dan terjadi perceraian. Mulai dari perceraian diam-diam, masih satu rumah, satu tempat tidur, tetapi hati sudah tercerai, sampai perceraian secara surat.
I Korintus 7:3-4
7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
Kewajiban suami mengasihi isteri seperti dirinya sendiri dan tidak berlaku kasar. Kewajiban isteri adalah tunduk pada suami dalam segala hal seperti kepada Tuhan.
Kaum muda masa pacaran, kalau yang laki-laki sudah kasar, main tangan, sudah tidak bisa diharap menjadi suami. Kalau yang perempuan suka melawan orang tuanya, tidak bisa diharap jadi isteri. Nanti hanya menuntut terus dalam nikah, timbul kekerasan hati, timbul perceraian.
Menikah itu adalah kepercayaan, ada yang Tuhan percayakan untuk menikah, maka dia harus menikah, kalau tidak dia akan hancur. Ada yang Tuhan percaya untuk tidak menikah seperti Paulus. Kalau paksa menikah, hancur! Yang dipercaya Tuhan untuk tidak menikah, jangan kecil hati, itu justru rohani paling tinggi karena dia bisa memusatkan pikiran pada Tuhan, tidak terbagi-bagi pikirannya.
Supaya tidak menghujat Roh Kudus, mari kita jaga hubungan nikah, antara lain:
1. Kejadian 2:24
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Ini artinya bukan kawin lari tetapi untuk menikah harus mendapat restu. Perhatikan kaum muda, masa pacaran dan tunangan harus dapat restu. Kalau belum direstui bergumul dan berdoa, kalau memang itu jodoh dari Tuhan pasti dapat restu.
a) Restu dari Tuhan yaitu diteguhkan dan diberkati Tuhan lewat pelayanan gembala. Untuk mendapat restu dari Tuhan ada syaratnya:
1) Kejadian 2:18
2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Sepadan, seimbang artinya satu Firman pengajaran yang benar.
Efesus 4:7
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Kemudian satu baptisan yang benar. Ini harus diupayakan, kalau suka sama seseorang bawa masuk mendengar pengajaran supaya menjadi pasangan yang seimbang. Dan baptisannya harus satu baptisan yang benar.
Makanya dalam Alkitab, kalau kita baca mulai dari kitab Kejadian, pasangan itu bertemu di sumur penggembalaan. Supaya aman cari yang satu sumur penggembalaan. Kalau belum satu penggembalaan, bawa dulu supaya satu pengajaran yang benar. Yang jasmani saja sudah beda, lalu kalau yang rohani juga berbeda, kapan mau menyatu!
2) Jangan jatuh
Kejadian 1:28
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Lalu bagaimana kalau sudah jatuh? Akui supaya diangkat nikahnya. Minta ampun sungguh-sungguh supaya Firman mengangkat nikahnya, meneguhkan nikahnya. Tetapi kehilangan berkat penuh, kasihan. Makanya dijaga!
b) Restu dari orang tua. Jangan dipaksa kalau tidak direstui orang tua, berdoa. Kadangkala orang tua yang sudah membesarkannya malah dibuang demi pasangannya, jangan!
c) Restu pemerintah, artinya terdaftar di catatan sipil.
2. I Korintus 7:5
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
Jangan saling menjauhi, kecuali untuk berdoa dan berpuasa. Kalau saling menjauhi untuk yang jasmani, jangan! Kalau mau kerja, mau pindah, harus sama-sama, jangan sendiri-sendiri.
3. I Korintus 7:12-15
7:12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.
7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
Jangan kawin campur! Kawin campur ini beda pengajaran, beda keyakinan. Kalau sudah terlanjur terjadi apa yang harus dilakukan?
a) Jangan diceraikan. Bertahan dan bergumul supaya pasangannya bisa menerima Yesus, bisa menerima pengajaran yang sehat. Tetapi harus rela bayar harga, ada harga yang harus dibayar. Suami yang tidak beriman dikuduskan oleh isterinya, isteri yang tidak beriman dikuduskan oleh suaminya. Artinya pasangan yang tidak seimbang itu dapat kesempatan untuk menerima pengajaran yang benar lewat kesaksian hidup dari pasangannya.
Jadi kita yang sudah ada dalam pengajaran harus memberi pengaruh rohani bagi pasangannya yang belum satu pengajaran atau belum satu keyakinan. Jangan kita yang terpengaruh!
b) Kalau pasangan yang tidak satu iman, tidak satu pengajaran itu mau bercerai, maka yang sudah dalam pengajaran itu bebas. Bebas bukan dalam arti boleh menikah lagi dengan orang yang satu pengajaran. Bebas yang dimaksud adalah bebas memusatkan perhatian pada perkara rohani.
I Korintus 7:32-35
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
Kebebasan di sini adalah melayani Tuhan tanpa gangguan. Memusatkan perhatian pada perkara rohani tanpa gangguan.
4. Jangan kawin cerai. Kalau sudah terlanjur, apa yang harus dilakukan? Semua ada jawabannya di dalam Firman, tinggal mau atau tidak.
a) Bertahan hidup sendiri dan melayani Tuhan. Kalau mau menikah lagi, harus rujuk.
I Korintus 7:10-11
7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku — tidak, bukan aku, tetapi Tuhan — perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
Rujuk dengan pasangannya dengan catatannya pasangannya belum menikah dengan yang lain.
Ulangan 24:2-4
24:2 dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
24:3 dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
24:4 maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.
Kalau pasangannya sudah menikah lagi, bertahan sendiri, tidak boleh rujuk. Karena itu kekejian, dia sudah dicemari oleh yang lain. Makanya harus dijaga hubungan nikah itu. Kalau pasangannya sudah menikah dengan yang lain, untuk rujuk sudah tidak bisa karena sudah dicemari.
Roma 7:2-3
7:2 Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.
7:3 Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.
Memang masalah nikah ini adalah masalah paling berat, masalah yang ruwet. Menghadapi ini gembala pusing 7 keliling, orang tua pusing 7 keliling. Serahkan pada Tuhan. Tinggal kita mau rendah hati melakukan Firman atau tidak. Kalau kita rendah hati melakukan Firman, Tuhan pasti kuatkan.
b) Kalau terlanjur menikah lagi dan punya anak? Firman Tuhan katakan tetap hidup sendiri, tetap tidak boleh! Lalu bagaimana solusinya? Hidup sebagai kakak adik, sebagai saudara membesarkan anaknya, tetapi tidak boleh melakukan hubungan suami isteri.
Makanya ada orang yang tidak dapat kawin karena orang lain, itulah peristiwa ini.
Matius 19:12
19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."
Di sini dibutuhkan kerendahan hati. Kalau bisa kita lakukan maka Tuhan akan kuatkan, pasti Tuhan menolong nikah kita dengan caranya Tuhan. Bukan kirim pembunuh bayaran!
Tuhan sudah memberikan cara yang jitu untuk menjaga nikah kita.
Kejadian 2:21
2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Supaya nikah kita aman, caranya tidur nyenyak. Artinya:
1. Menyerah sepenuh kepada Tuhan untuk disucikan oleh Firman pengajaran yang benar, tidak ada lagi reaksi daging. Orang tidur kalau mau dibolak balik, tidak ada perlawanan. Menyerah sepenuh kepada Tuhan. Saya serahkan nikahku, terserah Tuhan bagaimana membenahi nikah saya.
2. Menyerah sepenuh kepada Tuhan lewat doa penyembahan. Banyak menyembah, bergumul untuk nikah kita masing-masing. Ketika Esau datang dengan 400 orang mau membalas dendam, Yakub bergumul untuk nikahnya sampai fajar menyingsing. Bergumul sampai Tuhan menjawab doa kita pada waktunya. Kalau belum ditolong, terus tidur, jangan bereaksi daging. Maka Yesus Mempelai Pria sorga, suami kita, kepala, akan bertanggung jawab penuh atas kita dan atas nikah kita. Sehingga nikah jasmani akan mengarah masuk nikah yang rohani, pesta nikah Anak Domba Allah.
|
GPT “Kristus Penebus” Jl. Langgadopi No.4 Tentena Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663 HP: 081334496911 Email: imamat_raja@yahoo.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar