Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Wahyu 16:4-7
16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."
Ini adalah malapetaka yang ketiga. Ada 2 sasaran dari cawan murka Allah yang ketiga:
1. Sungai, ini air yang mengalir. Menunjuk segala aktivitas manusia di dunia.
2. Mata air atau sumber air. Ini menunjuk sumber kehidupan manusia.
Jadi semua kegiatan manusia dan sumber kehidupan manusia di dunia ini, semuanya telah dikuasai oleh setan.
I Yohanes 5:19
5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Semuanya dikuasai si jahat, seperti dulu sungai Nil dikuasai Firaun. Orang Mesir tidak boleh beraktivitas sebelum Firaun mandi di situ.
Keluaran 7:14-15
7:14 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
7:15 Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular.
Sungai Nil tempat Firaun mandi. Artinya setan itu mau menanamkan pengaruh negatif dalam seluruh aktivitas kita. Makanya orang beraktivitas ada yang bertengkar, ada yang menipu karena setan sudah tanamkan pengaruh negatif di dalamnya. Terutama pengaruh negatif yang ditanamkan setan adalah roh keras hati. Firaun ini orang yang keras hati, dia menolak bangsa Israel pergi beribadah.
Praktek keras hati:
1. Firaun menolak bangsa Israel untuk pergi, tujuan bangsa Israel pergi untuk beribadah. Jadi praktek keras hati pertama adalah tidak setia dalam ibadah pelayanan bahkan tidak mau beribadah melayani Tuhan karena sibuk dan terikat dengan kegiatan duniawi. Bukan berarti kita tidak boleh beraktivitas, silahkan sekolah setinggi-tingginya tetapi jangan sampai kita abaikan ibadah pelayanan kita. Apa artinya kita dapat seluruh dunia tetapi kita kehilangan keselamatan. Kita dapat kekayaan, dapat kedudukan, dapat ijazah dan lain-lain tetapi tidak selamat, buat apa. Sebab itu jangan sampai sudah dipengaruhi setan, dia sudah isi pengaruh negatif sehingga tidak mau lagi beribadah melayani Tuhan.
2. Dikatakan engkau tidak mau mendengarkan. Artinya tidak mau taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Karena lebih tertarik pada dunia, baginya Firman itu hanya menyusahkan. Bangsa Israel sampai berkata jangan susahi kami, dengan Allah, menyisihlah dari jalan kami. Bahkan lebih parah lagi mereka berkata sabda yang dibebankan Tuhan, Firman itu dianggap beban bagi mereka.
Jangan sampai setan sudah memberikan pengaruh negatif dalam seluruh aspek hidup kita sehingga sepanjang hari ditandai ketidaktaatan karena sudah lebih tertarik pada yang jasmani.
Karena semua kegiatan dan sumber kehidupan dikuasai setan maka air menjadi darah, mengarah pada kebinasaan. Dunia ini sedang lenyap, jadi semua mengarah pada kebinasaan. Dimulai dengan krisis di berbagai bidang. Sekarang semua bidang krisis, bidang ekonomi, keamanan, pendidikan, krisis semuanya. Secara jasmani semua krisis, yang rohanipun krisis. Banyak orang Kristen bahkan hamba Tuhan, ketika menghadapi krisis jasmani malah tidak setia sampai tinggalkan ibadah. Itu rohaninya ikut krisis. Makanya waktu Yesus mengutus 12 murid, Dia memberikan larangan jangan membawa apa-apa, jangan bawa uang, jangan bawa roti roti, jangan bawa bekal, jangan bawa 2 helai baju, supaya jangan kita bergantung pada dunia. Apalagi kami hamba Tuhan, jangan bergantung pada dunia.
Dunia sedang krisis, air menjadi darah. Secara nyata akan terjadi demikian. Sekarang sudah terjadi krisis. Krisis yang paling dahsyat adalah perkara dunia dibawa masuk ke dalam gereja. Karena memang itu cara setan. Setan mau membuat kita bersahabat dengan dunia. Kemudian dia tingkatkan mengasihi dunia. Nanti sampai yang ketiga yaitu serupa dengan dunia. Iblis kerahkan kekuatannya besar-besaran supaya hamba Tuhan, pelayan Tuhan bersahabat dengan dunia.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Kemudian meningkat mengasihi dunia.
I Yohanes 2:15
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Lalu yang ketiga serupa dengan dunia.
Roma 12:2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ini cara setan, dia tarik hamba Tuhan pelayan Tuhan bersama dengan dunia. Karena krisis akhirnya tidak setia dalam ibadah pelayanan. Dia tarik lagi supaya mengasihi dunia, sudah dikuasai keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup, sudah tidak peduli Tuhan. Sampai serupa dengan dunia.
Lihatlah orang beribadah, penampilannya sudah seperti orang duniawi. Kalau di dunia pakai celana robek-robek, di gereja juga seperti itu, sudah duniawi! Semua yang dunia dibawa masuk dalam gereja, itu krisis rohani paling dahsyat. Cara menyanyi di dunia dibawa masuk dalam gereja, cara mencari dana di dunia dibawa masuk dalam gereja. Kalau di dunia biasa tipu menipu, di gereja juga begitu, pendeta tukang tipu.
Kemurahan Tuhan, Tuhan tidak langsung menghukum. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk luput dari penghukuman akan dunia ini. Selama kita bisa menarik nafas, jantung masih berdetak, umur masih diperpanjang, Tuhan belum datang, masih diberikan kesempatan untuk luput dari dunia ini. Bagaimana caranya supaya luput dari dunia? Aktif dalam kegiatan rohani, seperti air sungai kehidupan yang mengalir dari Bait Suci.
Gereja diperhadapkan dengan 2 aliran, aliran duniawi dan aliran rohani. Tinggal pilih mana, sungai dunia menjadi darah, kematian. Sungai air kehidupan membawa pada hidup kekal bersama Yesus. Jangan kurangi yang rohani untuk yang jasmani. Justru seharusnya yang jasmani semakin berkurang, yang rohani meningkat untuk yang jasmani. Justru seharusnya yang jasmani semakin berkurang, yang jasmani semakin meningkat. Nanti semua sudah menjadi fulltimer, tidak bekerja lagi di padang gurun. Manusia di dunia masuk dalam aniaya antikristus 3,5 tahun, kita di padang gurun Tuhan pelihara secara langsung. Tidak menanam, tidak menuai, tetapi Tuhan pelihara.
Kalau hamba Tuhan yang seharusnya fulltimer tetapi malah punya pekerjaan sampingan, bahaya! Bagaimana mau membawa jemaat menjadi fulltimer kalau hamba Tuhan tidak sepenuhnya melayani Tuhan.
Sungai air kehidupan menuju ke mana?
Yehezkiel 47:1-2,8
47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
Kenapa disebut sungai ini menuju ke timur? Timur itu daerah perkembangan dosa. Setelah manusia jatuh dalam dosa diusir ke timur dan di pintu sebelah timur dijaga oleh kerub dengan pedang menyambar-nyambar. Ketika Kain membunuh Habel, dia lari ke timur. Menara Babel dibangun di tanah timur. Anak Abraham yang tidak menerima janji Allah yaitu keturunan Ketura menuju ke timur. Tetapi sungai itu malah mengalir ke timur, artinya Tuhan mau menjangkau kita manusia berdosa. Semua kita ini manusia berdosa, tidak ada yang tidak berdosa! Tetapi Tuhan mau tarik kita masuk dalam kegiatan rohani. Jangan nganggur, kalau nganggur nanti berbuat dosa terus. Lebih baik aktif dalam kegerakan rohani, kita disucikan sampai di sempurnakan.
Sungai ini mata airnya di mana?
Wahyu 22:1
22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Mata air ini sumbernya dari takhta Allah, tahta Anak Domba, takhta Yerusalem Baru, takhta Mempelai. Kita manusia berdosa, Tuhan tarik masuk dalam kegiatan rohani, kegerakan rohani, untuk sampai ke takhta Sorga, Yerusalem Baru. Kita mau dibawa ke sana. Seharusnya kita bersyukur, bukan mengomel. Dari pada air menjadi darah, tinggal pilih yang mana! Bagaimana air menjadi darah, sedangkan air berlumpur sudah mengomel. Jadi jangan mengomel kalau diajak masuk dalam kegiatan rohani.
Bagaimana suasana kegerakan rohani?
Yehezkiel 47:10
47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.
Jadi suasana kegerakan rohani ada penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepi sungai. Apa artinya ini? Siapa yang dimaksud dengan ikan-ikan?
Habakuk 1:14
1:14 Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
Jadi suasana kegerakan rohani adalah menangkap jiwa. Itu tugas kita, tangkap jiwa sebanyak-banyaknya untuk dibawa kepada Tuhan. Petrus dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Sama dengan kita bersaksi. Ayo kita menjadi kesaksian di manapun kita berada, itu tugas kita. Dalam kita beraktivitas sehari-hari jadi kesaksian. Kita orang berdosa, orang di dalam gelap, dipanggil dari gelap kepada terang untuk memberitakan perbuatan besar dan ajaib dari Tuhan, bersaksi!
I Petrus 2:9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Ada 2 macam penebaran pukat:
1. Penebaran pukat Firman penginjilan. Bersaksi tentang Firman penginjilan yaitu bersaksi tentang Yesus yang telah datang sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa untuk mati di kayu salib menyelamatkan kita manusia berdosa. Ini untui jiwa-jiwa yang belum kenal Yesus, kita tebarkan pukat kepada mereka, saksikan Firman. Sampai kaum Kedar dan Nebayot dibawa sebagai persembahan bagi Tuhan, mereka akan dijangkau. Itulah orang Arab.
Yesaya 60:7
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
Jangan sampai kita orang Kristen sejak lahir lalu tertinggal. Mereka yang lahir bukan Kristen malah ditangkap oleh Tuhan. Tetapi jangan puas dengan penginjilan. Sebab ketika pukat itu dilepaskan, sejumlah ikan didapat tetapi jala mulai koyak. Kalau hanya sampai pada penginjilan, jala mulai koyak.
Lukas 5:6
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Kalau jala koyak, ikan cemplung lagi di sungai, kembali pada hidup lama, bisa kembali pada kepercayaan yang lama. Itu kalau hanya sampai pada penginjilan. Makanya Petrus 2 kali disuruh menebarkan jala oleh Tuhan, yang pertama ini penebaran Firman penginjilan. Yang kedua kali jalanya tidak koyak.
2. Penebaran pukat Firman pengajaran.
Yohanes 21:8-11
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
153 ini angka kerajaan Sorga. Ini pengajaran Tabernakel.
100 panjang Tabernakel.
50 lebar Tabernakel.
3 menunjuk 3 tingkat Tabernakel mulai dari halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci.
Kegerakan Firman pengajaran membawa kita masuk dalam kerajaan Sorga yang kekal, Yerusalem Baru. Jadi tidak kembali pada hidup lama. Jangan puas dengan penginjilan, tingkatkan pada Firman pengajaran yang benar!
Ada 2 tempat penjala ikan, mulai dari En-Gedi sampai ke En-Eglaim. En-Gedi artinya pancaran anak domba, En-Eglaim artinya pancaran anak lembu. Berarti meningkat dari domba kepada lembu. Dari kecil kepada yang besar. Bukti kita ada dalam kegerakan rohani terjadi peningkatan rohani. Periksa sudah meningkat rohani atau belum. Ada orang yang hanya kelihatan ada dalam kegiatan rohani., bahkan kelihatan aktif, tetapi dia tidak pernah mengalami peningkatan rohani. Contohnya Yudas, dia diutus diberi tenaga, diberi kuasa. Tetapi apakah Yudas mengalami peningkatan? Tidak, malah akhirnya dia binasa. Jadi tidak semua yang terlihat ada dalam kegiatan rohani itu ada peningkatan rohani. Sedangkan yang sudah ada dalam kegiatan rohani ada yang tidak meningkat, apalagi kalau tidak ada dalam kegerakan rohani, rohaninya betul-betul stagnan atau jangan-jangan mundur sampai gugur. Dalam Matius 7:21-23 juga ada orang yang aktif dalam kegerakan rohani tetapi Tuhan bilang kamu pembuat kejahatan, berarti mereka tidak mengalami peningkatan rohani.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Proses peningkatan rohani.
1. Anak Domba mengingatkan kita pada Yesus Anak Domba Allah yang tersembelih menebus dosa kita. Jadi ang pertama kita mengalami penebusan atau kelepasan dari dosa.
I Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Ada sebutan untuk darah Yesus di sini, darah yang mahal, darah Anak Domba, darah yang tak bernoda dan tak bercacat. Dari sini kita pelajari bagaimana mengalami penebusan dan kelepasan dari dosa.
a) Ditebus oleh darah yang mahal.
Sebenarnya kita manusia berdosa disejajarkan dengan anjing dan babi, hidup yang hina, tetapi Tuhan tebus dengan darah yang mahal.
II Petrus 2:22
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Ini praktek hidup yang hina! Kita raba dan periksa diri kita, saya ini sudah mahal atau masih hina. Praktek hidup yang hina adalah ulang-ulang dosa! Baik dosa perkataan (anjing menjilat muntah) dusta terus, gosip, fitnah, diulang-ulang sampai menjadi ikatan. Kemudian dosa perbuatan (babi mandi kembali ke kubangan) diulang-ulang dosa perbuatansampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Sampai akhirnya mengikat tubuh, jiwa dan rohnya. Tuhan tolong jangan terjadi dalam kehidupan kita.
Sebab itu oleh darah Yesus kita dilepaskan dari dosa ini sehingga kita menjadi mahal, berharga di mata Tuhan.
Mazmur 51:19
51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Hati dan patah dan remuk artinya merasa tidak layak, banyak dosa, tetapi bukan untuk kita pertahankan, kita akui kepada Tuhan, akui kepada sesama, itu kehidupan yang mahal. Jangan hina orang yang mengaku dosa, dia kehidupan yang mahal di hadapan Tuhan sebab sudah dilepaskan oleh darah Yesus. Kita ini memang hina, jangan malu mengaku dosa supaya kita menjadi mahal. Kalau terus berbuat dosa berarti terus hina! Kalau salah kepada isteri, salah kepada suami akui, salah kepada sesama, salah kepada Tuhan akui semua, maka darah Yesus yang mahal mengampuni segala dosa kita.
I Yohanes 1:7,9; 3:9
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
Ini orang yang mahal, setelah mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama, dia tidak berbuat dosa lagi. Bukan cuma tidak mengulangi dosa tetapi sampai tidak dapat berbuat dosa! Mau digoda, diancam, dipaksa, tidak bisa berbuat dosa.
I Yohanes 3:7
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Orang mahal hidup dalam kebenaran. Ayo lepas dari dosa, dosa yang diulang-ulang itu selesaikan, jangan terulang lagi! Apalagi sudah datang kepada gembala minta didoakan, lepaskan dari dosa, lalu terulang lagi. Jangan! Harus hidup di dalam kebenaran, itu kehidupan yang mahal, kehidupan yang berharga.
Jika kita punya sesuatu yang berharga, pasti akan kita rawat dengan baik, dijaga dengan sebaik-baiknya, tidak mungkin diletakan sembarangan. Begitu juga kita, kalau kita lepas dari dosa, hidup benar, kita berharga di mata Tuhan, Tuhan jaga, Tuhan lindungi, Tuhan rawat, Tuhan pelihara kita dengan sebaik-baiknya. Orang benar itu dipagari dengan berkat dan anugerah.
Mazmur 5:13
5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Tidak usah takut, Orang benar pasti diberkati, dilindungi, ada dalam tangan anugerah Tuhan. Jangan ulang-ulang dosa, nanti jadi murahan, jadi hina. Dosa kalau diulang-ulang menjadi ikatan.
I Korintus 5:11
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Dosa yang mengikat tubuh yaitu dosa cabul dan pemabuk. Sampai biar tidak makan nasi yang penting merokok, yang penting minum minuman keras, itu ikatan. Dosa percabulan mulai dari percabulan pada diri sendiri, diulang-ulang, jadi mengikat tubuh. Dosa yang mengikat jiwa yaitu kikir pemfitnah dan penipu, itu sudah jadi karakter. Dosa yang mengikat roh adalah penyembah berhala, hati yang keras.
Jangan makan bersama-sama dengan orang itu. Artinya kalau ada dosa ini yang mengikat maka kita tidak bisa masuk persekutuan Tubuh Kristus, tercerai dari Tubuh Kristus, ada pemisahan. 2 orang di tempat tidur, 1 terangkat, 1 tertinggal. 2 orang sedang mengilang, 1 terangkat, 1 tertinggal. 2 orang di ladang, 1 terangkat, 1 tertinggal. Yang tertinggal itulah yang terikat. Dia mau terangkat tidak bisa, sebab ada ikatan.
Bergumul, berjuang supaya terlepas dari ikatan, menjadi kehidupan yang mahal, yang berharga di mata Tuhan sehingga dipagari oleh Tuhan.
b) Ditebus oleh darah Anak Domba Allah
Domba ada kaitannya dengan penggembalaan:
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Orang yang ada dalam kegiatan rohani dia terlepas dari dosa, dia tergembala, tekun dalam penggembalaan. Mulai dari gembala, jadilah gembala yang tekun tergembala. Jemaat juga harus tekun tergembala.
Bukti orang yang tertekun tergembala:
Wahyu 5:4-6,9
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
Bukti tergembala adalah menangis untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman. Artinya ada kerinduan mendalam, mau bergumul sungguh-sungguh untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman. Untuk gembala bergumul di kaki Tuhan supaya Tuhan bukakan rahasia Firman. Jemaat bergumul di kaki Tuhan untuk bisa praktek Firman. Ini tanggung jawab saya, kalau jemaat dari jauh bergumul untuk datang mendengar Firman lalu saya tidak ada pergumulan untuk persiapan Firman, hutang darah di hadapan Tuhan!
Kalau kita bergumul untuk mendapatkan pembukaan rahasia Firman, maka ada hasilnya yaitu dibukakan rahasia sebelah dalam. Apa itu rahasia sebelah dalam? Rahasia nikah. Kalau ada pergumulan untuk pembukaan rahasia Firman maka nikah terbenahi, nikah tertolong, yang hancur, yang rusak diperbaiki. Karena tujuan akhir kita mengikut Yesus mau menjadi pengantin anak Domba. Kita mau menjadi Mempelai WanitaNya, masuk nikah yang rohani, maka nikah yang jasmani diperbaiki. Banyak kekurangan dalam nikah sehingga harus diperbaiki lewat kebenaran Firman Tuhan.
Wahyu 19:7; 21:9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
Setelah itu ditunjukan, Mempelai Wanita Tuhan itu Yerusalem Baru yang luar biasa, jalannya dari emas. Betapa berharganya, semua benda-benda berharga. Ini menunjukan kepada kita nikah itu sesuatu yang berharga yang harus dijaga, dirawat, dipelihara baik-baik. Orang yang tergembala dia menghargai nikahnya. Bukan sedikit-sedikit ‘pulangkan aku ke orang tuaku’ itu tidak menghargai nikah. Termasuk permulaan nikah, masa pacaran, masa tuanngan, hargai nikah! Jangan gampang sekali jatuh dalam kenajisan! Masa pacaran dan masa tunangan dijaga kekudusannya.
Jadikanlah nikah itu milik kita yang paling berharga yang harus kita jaga. Karena kita mau dibawa masuk dalam nikah yang rohani, menjadi Mempelai Wanita Tuhan, milik Tuhan yang paling berharga. Kalau nikah jasmani tidak dihargai, bagaimana mau masuk nikah yang rohani menjadi Mempelai Wanita Tuhan, milik paling berharga.
Suami-suami di sini, lebih berharga mana, handphone atau isteri, motor atau isteri, mobil atau isteri. Kalau yang jasmani lebih kita hargai dari pada isteri kita, tanda tanya besar untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Isteri juga, lebih berharga bunga dari suami, skin care atau suami, lipstik atau suami.
Kadangkala kita lupa bahwa nikah itu yang paling berharga. Kita tukar isteri, suami, orang tua, anak dengan perkara dunia. Sama juga orang tua, sudah Tuhan karuniakan anak, lebih berharga mana, yang jasmani atau anaknya. Termasuk anak kepada orang tua, kita lahir di dunia karena ada orang tua. Orang dunia saja tahu harta yang paling berharga adalah keluarga. Ini keluarga malah diterlantarkan, orang tua tidak dipeduli, anak tidak dipeduli, suami isteri tidak saling peduli, bagaimana mau menjadi pengantin Anak Domba kalau seperti itu!
Wahyu 21:11
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
Mempelai Wanita Tuhan, Yerusalem Baru itu begitu berharga. Jalannya saja dari emas murni.
Wahyu 21:21
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
Mulai dari sekarang taruh di hati, keluarga itu adalah harta paling berharga. Apa artinya suami kerja dapat uang tetapi isteri tidak bahagia, anak-anak tidak bisa kita dibahagiakan. Mungkin secara jasmani bisa kita suplai juta-juta sampai ratus juta kalau perlu miliar, tetapi tidak ada kasih sayang kita berikan pada keluarga kita. Doa bersama-sama, makan bersama-sama, itu salah satu contoh. Dari pada yang satu makan di muka, yang lain makan di belakang sana, sudah tidak ada rasa peduli. Ngobrol satu dua kata dalam sehari sudah jarang sekali, apalagi mau satu kalimat. Sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tidak ada komunikasi, padahal itu Tuhan berikan kepada kita harta paling berharga, rahasia sebelah dalam.
c) Ditebus dengan darah yang tak bernoda dan tak bercacat
Artinya disucikan sampai sempurna, tidak ada lagi noda dan cacat cela! Kita tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Inilah yang disebut suasana En-Eglaim, pancaran anak lembu. Dari domba yang kecil menjadi lembu, sempurna. Kita mengalami kesempurnaan.
Tetapi ada proses terakhir untuk bisa sempurna. Kita lihat kembali, ikan yang sudah ditangkap ditaruh di mana?
Matius 13:47-48
13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
13:48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
Apa yang ada di dalam pasu?
Keluaran 12:21-22
12:21 Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
Di dalam pasu ada darah, ikan dimasukan ke situ. Arti rohaninya bagi kita, untuk sempurna, proses terakhir adalah kita harus mengalami percikan darah, sengsara daging tanpa dosa. Ikan yang bergerak bebas ditangkap, tidak bisa bergerak lagi, diisi dalam darah. Sengsara daging tanpa dosa, kita tidak salah, dipersalahkan. Kita sudah hidup benar dan suci diizinkan mengalami penderitaan yang harus kita alami. Itu percikan darah, sengsar bersama Yesus karena kebenaran, sengsara karena ibadah pelayanan. Jangan mundur, jangan kita tinggalkan. Kalau tidak mau sengsara, hanya mau yang enak-enak, tidak akan bisa sempurna!
Percikan darah merupakan suatu proses penyaringan, pemisahan. Seperti dalam Matius pasal 13, ikan yang baik masuk dalam pasu, yang tidak baik dibuang. Ini penentuan kita masuk pilihan Tuhan atau terbuang, masuk Tubuh Kristus Mempelai Wanita Tuhan atau terbuang. Kalau bersungut saja, mengomel berarti terbuang dari Tubuh Kristus. Tetapi kalau kita mau menikmati, kita dipilih oleh Tuhan, kita tampil menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Mempelai Wanita Tuhan itu suasananya sengsara tetapi untuk masuk kemuliaan kekal.
Wahyu 12:1-2
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
Ini mempelai wanita Tuhan, bukan tertawa senang mengenakan daging.
Wahyu 12:3-4b
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4b Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Kita diperhadapkan sengsara yang kian berat dan menghadapi kebencian naga. Naga itu setan, antikristus, memperalat sesama. Kita diperhadapkan dengan roh kebencian hari-hari terakhir ini, mau benar dan suci tetapi malah dibenci, difitnah, digosipkan, nikmati saja.
Kita tidak sendirian, di pasu itu ada darah anak domba Paskah, itu adalah Yesus sendiri. Di dalam percikan darah ada Yesus bersama kita, tidak usah takut. Tahun ini tahun penyertaan Tuhan. Untuk disertai oleh Tuhan, kita memang diperhadapkan dengan percikan darah. Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Dia menyertai kita. Ingat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dilempar dalam dapur api menyala-nyala, dipanasi api 7x lipat tetapi ada seorang yang serupa anak dewa, itulah pribadi Tuhan sendiri. Roh Kudus menyertai mereka.
Apa yang harus kita lakukan dalam percikan darah? Dalam keluhan dan penderitaan, berteriak kepada Yesus. Yang bisa kita lakukan berteriak kepada Yesus, menyembah Tuhan. Dalam percikan darah banyak menyembah Tuhan, serahkan semua kepada Tuhan dan dalam penyembahan kita berteriak, mengeluh, Tuhan menyedot penderitaan kita, rasa sakit kita.
Dalam keluhan penderitaan kita berseru kepada Yesus maka kita dibawa kepada kemuliiaan.
Roma 8:17-18
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Saat kita menderita, sebentar lagi kita dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Kita mau dibawa pada kemuliaan kekal sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna, menjadi milik Tuhan yang paling berharga. Jangankan melihat kita antikristpun tidak bisa melihat kita.
Mari lepas dari dosa, tergembala dengan benar dan baik, disucikan, sampai kita bisa menghargai nikah. Nikah itu sesuatu yang paling berharga, hargailah. Sampai kelak kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna. Tuhan menyertai kita dalam sengsara, dalam pergumulan apapun. Di pasu ada darah Anak Domba Allah, dalam percikan darah ada Yesus Menyertai kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar