Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:1-4
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Dalam peristiwa pencurahan Roh Kudus, Tuhan menunjukan bahwa 5 indera kita mau dikuasai Roh Kudus. Karena manusia jatuh dalam dosa ketika inderanya ditangkap oleh setan, mulai telinganya sampai matanya. Makanya waktu pencurahan Roh Kudus, indera yang pertama dikuasai Roh Kudus adalah telinga. Tiba-tiba turun dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras, bunyi itu sangat keras supaya kita tidak mendengar lagi suara lain, hanya mendengar suara dari sorga. Suara dari sorga sekarang wujudnya adalah Firman pengajaran yang benar, yang keras untuk menyucikan. Biarlah telinga kita untuk mendengar suara Sorga, sehingga kita tidak tergoyahkan oleh suara angin yang lain. Kita hanya mau mendengar suara angin Sorga.
Suara angin yang lain:
1. Angin pengajaran yang palsu. Kita harus ada ketegasan untuk menolak
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
2. Kabar angin yaitu gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kalau kita dengar sesuatu dan tidak terganggu perasaan kita, yah sudah hindari, tidak usah tanggapi. Kalau terganggu, tanya kepada yang bersangkutan supaya kita tidak disesatkan.
Mengerikan sekali penyesatan di akhir zaman ini. Penyesatan digambarkan seperti ekor naga yang menyeret jatuh 1/3 bintang.
Wahyu 12:4
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Wujud ekor naga adalah ajaran palsu.
Yesaya 9:14
9:14 Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
Ekor nata atau ajaran palsu ini begitu kuat, dia sedang menyabet sana sini dan 1/3 dari bintang jatuh. Bintang ini orang-orang pilihan, karena penyesatan itu sampai mau menjangkau orang-orang pilihan. Siapa orang-orang pilihan? Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Itu orang yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan. Seperti Yesus memanggil 12 murid, Dia memanggil dan memilih mereka untuk dipakai dalam kegerakan rohani.
Matius 24:24
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Tuhan tolong, jangan sampai kita menambah jumlah bintang yang gugur, biarlah kita bintang yang bertahan, tidak gugur.
Bentuk-bentuk penyesatan dalam hidup sehari-hari:
1. Ulangan 12:29-31
12:29 "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu.
12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.
Bentuk penyesatan yang pertama adalah ibadah kafir. Dengan jelas Tuhan berkata, jangan tanya-tanya, tidak usah ingin tahu, apalagi mau dibandingkan. Tetapi sekarang justru dibandingkan. Kalau di dunia ada study banding, sekarang dalam hidup beragama juga seperti itu, dibanding-bandingkan. Untuk apa! Tidak usah ingin tahu, tidak usah dibanding-bandingkan, apalagi mau melakukan ibadah kafir!
Bagaimana praktek ibadah kafir? Beribadah kepada Tuhan tetapi ajarannya campur dengan ajaran dari dunia. Termasuk filsafat dunia dibawa masuk dalam gereja. Seringkali orang Kristen lebih suka filsafat dunia dari pada Firman. Ngerinya sejak sekolah minggu mulai ditanamkan. Sekarang banyak anak sekolah minggu tidak mengerti Firman karena tidak diajarkan.
Kolose 2:8
2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Ibadah kafir itu ibadah yang disandingkan dengan adat istiadat nenek moyang menyangkut keselamatan. Dalam hal nikah, soal kematian, soal kelahiran, supaya selamat. Firman dicampur dengan adat istiadat nenek moyang. Bahkan yang memaksakan adalah pemimpin-pemimpin agama, kalau sekarang pemimpin-pemimpin gereja.
Markus 7:5-9
7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Yang paling ngeri sekarang ini, Firman dibanding-bandingkan dengan ajaran agama lain. Sampai ada Pendeta spesialis agama A, agama B, agama C dengan alasan mau memenangkan orang dari agama itu. Padahal Firman Tuhan sudah katakan jangan tanya-tanya, apalagi mau dipelajari.
Kalau masih campur baur dengan kekafiran itu suatu kekejian bagi Tuhan! Sekalipun beribadah, ibadahnya suatu kekejian bagi Tuhan, sesuatu yang dibenci oleh Tuhan.
Kita harus waspada, ibadah kafir jangan sampai menyesatkan kehidupan kita. Kagum saja dengan ajaran agama lain, itu berarti sudah kena sabetan ekor naga! Itulah liciknya setan, biarpun orang Kristen tidak pindah agama tetapi sudah kena sabetan ekornya lewat mempelajari ajaran agama lain lalu dicampur dengan ajaran agama Kristen. Dengarkan saja Firman, baca saja Alkitab.
Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Yang berbahagia yang membaca, mendengar dan menuruti Firman yang tertulis dalam Alkitab. Bukan yang bisa mempelajari ajaran-ajaran lain di dunia ini.
Ini bentuk penyesatan pertama, ibadah kafir. Tanpa disadari mulai diseret. Diseret pelan-pelan sampai jatuh. Akhirnya Firman dikesampingkan untuk perintah manusia, ajaran dunia, untuk filsafat dunia.
2. Ulangan 13:1-5
13:1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
13:2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
13:3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.
13:4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.
13:5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan — dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
Yang kedua adalah nabi palsu atau pelayan palsu yang disertai dengan mujizat-mujizat jasmani, tanda-tanda jasmani atau mimpi-mimpi. Ini justru yang digemari dalam gereja.
Kehidupan seperti ini tanpa disadari sudah terbujuk dan terseret jatuh pada ibadah palsu. Beribadahnya bukan lagi kepada Tuhan, sekalipun memuji Tuhan, membaca Alkitab, berdoa, tetapi ibadahnya bukan kepada Tuhan tetapi kepada ilah lain. Akhirnya jatuh pada penyembahan palsu, penyembahan kepada antikristus. Sekalipun mengaku menyembah Tuhan, tetapi sebenarnya sudah menyembah antikristus! Mimpi-mimpi ini bukan menyucikan tetapi hanya mencemarkan. Akhirnya nanti hanya menjadi penghujat.
Yudas 1:8
1:8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
Pekerja-pekerja palsu ini banyak bersilewaran di gereja sehingga banyak yang mencemarkan! Banyak yang tertipu sehingga akhirnya hanya membawa pada kecemaran!
Makanya kita harus jeli, kalau tidak ada nilai rohaninya itu bukan dari Tuhan. Nubuatan, penglihatan dan mimpi dari Tuhan, semuanya itu punya nilai yang rohani, membawa kita ke arah pertumbuhan rohani.
Zakharia 10:1
10:1 Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! TUHANlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
Ini yang harusnya kita minta, supaya Tuhan kirim awan pembawa hujan. Siapa itu? Itulah hamba Tuhan yang dipercayakan pembukaan rahasia Firman.
Firman pengajaran yang deras dicurahkan dalam gereja untuk menyingkirkan kita dari:
Zakharia 10:2
10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
Tujuan mimpi-mimpi ini hanya membuat gereja jadi tidak tergembala, liar. Dan selalu disertai dengan hiburan sia-sia. Hanya menghibur daging, tidak ada keubahan hidup. Ada mujizat, yang buta jadi melihat, tetapi tidak ada keubahan. Memang yang sembuh terhibur, yang melihat terhibur, tetapi hanya sebatas itu, tidak ada keubahan hidup. Justru banyak sudah disertakan dengan ilmu hitam di dalamnya, bukan lagi dari Tuhan.
Ini bentuk penyesatan dan arahnya membawa orang yang disesatkan itu menyembah antikristus. Antikristus bekerja sama dengan nabi palsu mengadakan tanda-tanda mujizat, bahkan api dari langit dia turunkan. Orang yang melihat bukan menyembah Tuhan tetapi menyembah antikristus.
Wahyu 13:11
13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
Ini kepalsuan! Seperti anak domba tetapi suaranya seperti seekor naga.
Wahyu 13:12-13
13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
Apa tandanya penyembahan itu kepada antikristus?
Wahyu 13:14-15
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Kalau penyembahan itu kepada antikristus, sistemnya paksaan, dipaksa, memaksa. Memang ada nubuatan, ada mimpi-mimpi tetapi sifatnya memaksa, diancam kalau tidak mau ikut. Itu sudah antikristus! Persekutuan yang benar terjadi secara wajar, tidak ada ancam mengancam, paksa memaksa. Tidak pernah saya mengancam orang awas kalau tidak datang! Kalau ada ancaman itu sudah palsu, sudah jelas bukan kepada Tuhan penyembahannya.
Biasanya bahasa yang sering diucapkan, nanti kalau kamu mati tidak ada yang kubur. Pasti ada yang kubur, tidak mungkin dibiarkan busuk di situ.
Dari mana kita ketahui bahwa itu adalah pelayan yang palsu? Yang pertama lihat nikahnya. Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang dipakai oleh Tuhan nikahnya pasti suci, nikah yang benar. Yang kedua lihat tahbisannya. Yang ketiga lihat perilakunya, sesuai atau tidak dengan Firman yang dia sampaikan. Supaya aman, kalau kita belum tahu jelas orang itu, lebih baik hindari. Dengar yang sudah pasti-pasti kita tahu. Kalau ternyata pekerja palsu, bisa kena seret, nanti sadar waktu sudah hancur. Lebih baik yang pasti-pasti saja!
Makanya rasul Paulus berkata lihat kami, pertimbangkan kami.
II Korintus 4:1-2
4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
Semua orang boleh melihat, yang saya sampaikan ini sesuai dengan hidup saya atau tidak. Silahkan dinilai supaya kita tidak terseret, terbujuk sehingga jatuh dalam penyembahan kepada antikristus. Lihat nikahnya, lihat tahbisannya, lihat hidupnya sehari-hari.
3. Ulangan 13:6-11
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
13:11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.
Yang ketiga, keluarga daging dipakai oleh setan sebagai ujung tombak untuk membelokan iman kita dari pengajaran yang benar. Dibelokan pada ajaran lain bahkan pada agama lain. Kita bergumul untuk keluarga kita masing-masing. Jangan malah kita yang ikut mereka, kita yang harus menarik mereka datang kepada Yesus. Bukan kita yang ikut terseret keluar dari pengajaran yang sehat.
Biasanya karena diajak oleh keluarga daging sehingga kita jadi sungkan. Mau tolak, sungkan, perasaan, ini keluarga saya. Sehingga ikut saja. Sekali ikut masih kuat, 2 kali mulai goyah keyakinannya, 3 kali sudah terseret. Tidak usah 3 kali, Hawa sekali mendengar suara ular langsung terseret jatuh.
Kita berdoa dan bergumul supaya tegas, tetapi tegas pakai hikmat, bukan kasar. Jangan kita sungkan pada sesama sampai tidak takut pada Tuhan. Yang harus kita takuti itu Tuhan, bukan manusia.
Lukas 12:5
12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
Bukan manusia yang kita takuti, manusia hanya bisa membunuh tubuh tetapi kemudian tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Lukas 12:4
12:4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Soal kebenaran jangan pakai perasaan daging, kalau kebenaran harus tegas. Kembali lagi kita tegas tetapi pakai hikmat. Mohon hikmat kepada Tuhan, bagaimana caranya. Ketegasan itu ditunjukan dengan perintah “tanganmu sendiri yang pertama kali melempar batu” itu menunjuk ketegasan!
4. Ulangan 13:12-15
13:12 Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:
13:13 Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
13:14 maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
13:15 maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.
Yang keempat ini orang dursila. Orang dursila ini bisa gembala. Contohnya Hofni dan Pinehas, mereka pemikul tabut tetapi mereka orang dursila. Kalau sekarang pemikul tabut menunjuk pemberita Kabar Mempelai. Doakan kami hamba Tuhan yang ada di sini. Jangan sampai memberitakan Kabar Mempelai tetapi hidup dursila!
I Samuel 2:12,17,22; 4:4,16-17
2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
2:17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
2:22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,
4:4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
4:16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"
4:17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."
Orang dursila bisa gembala, yaitu gembala yang tidak mengindahkan Tuhan, yang memandang rendah korban untuk Tuhan. Tidak menghargai Korban Kristus dengan praktek hidup dalam kenajisan. Memberitakan Kabar Mempelai tetapi nikahnya tidak benar. Termasuk kita sudah dalam Kabar Mempelai tetapi nikah tidak benar, itu orang dursila! Yang juga bertanggung jawab memberitakan Kabar Mempelai juga adalah jemaat lewat bersaksi. Bagaimana kita mau saksikan kalau orang lain berkata ‘kamu sendiri seperti itu!’.
Dalam Ulangan tadi dikatakan orang dursila ini tampil dari tengah-tengahmu.
I Yohanes 2:18-19
2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
Makanya mudah sekali dia membujuk karena memang dia berasal dari antara kita, kalau lebih diperkecil lagi, mereka berasal dari orang pengajaran Kabar Mempelai. Ini orang dalam pengajaran, bahkan menjadi pemberita, mereka bersaksi tetapi tidak sungguh-sungguh. Bukti ketidaksungguhannya adalah tetap dalam kenajisan, tidak mau disucikan!
Hofni dan Pinehas adalah orang yang ditentukan untuk dihukum Tuhan!
I Samuel 2:25
2:25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.
Jangan sampai di hadapan Tuhan kita dicap orang dursila oleh Tuhan, apalagi kami hamba Tuhan. Kalau manusia cap kita buruk tidak apa-apa, yang penting di hadapan Tuhan kita tidak buruk.
Orang dursila ini tandanya suka menghasut. Apa yang kita lakukan menghadapi orang dursila? Jaga hati nurani yang baik, yaitu lebih mendengar suara gembala yang benar tahbisannya, yang bertanggung jawab atas hidup kita dari pada suara asing
Bagaimana cara menghadapi ekor naga, menghadapi penyesatan?
1. Berkali-kali dikatakan lempari dengan batu, bunuh dengan pedang. Artinya sikap kita tegas dalam urapan Roh Kudus. Bukan tegas daging, kalau tegas daging berbenturan.
I Timotius 4:1-2
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
Yang dihantam itu hati nurani. Makanya kita harus tegas dalam urapan Roh Kudus sehingga kita bisa tegas dalam 2 hal:
a) Tegas menolak ajaran lain apapun resikonya.
b) Tegas berpegang pada satu pengajaran yang sehat yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, yang memberkati kita terutama yang membenahi nikah kita. Sudah punya pengalaman dengan Firman, kenapa mau melirik yang lain. Di dunia saja kalau kita dapat pengalaman air galon yang enak, sudah tidak mau diganti dengan air galon yang lain. Orang dunia saja tahu untuk tegas bertahan pada satu hal yang baik menurut mereka. Apalagi soal pengajaran!
Pdt. Pong Dongalemba katakan hidupi Firman, artinya praktekan Firman, sudah jadi pengalaman hidup kita. Kalau sudah jadi pengalaman hidup, tidak akan mau mendengar yang lain, karena nikahnya, tahbisannya, semua sudah ditolong.
Tanpa Roh Kudus kita menjadi kehidupan yang plin-plan. Ini rohnya Ruben, banyak pertimbangan, tidak akan dipakai dalam kegerakan. Kegerakan itu bagaikan berperang. Waktu Barak dan Debora, suku Ruben tidak ikut.
Hakim-hakim 5:15-16
5:15 Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.
5:16 Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
Padahal ini orang yang tergembala, ada dalam kandang, tetapi tidak tegas. Ternyata dia tergembala hanya cari yang enak bagi daging. Ini kalau tanpa Roh Kudus, jadi plin plan, banyak menimbang-nimbang, nanti begini nanti begitu, akhirnya tidak pernah maju, tidak pernah menang, tidak pernah ikut berperang. Karena hanya mencari yang enak bagi daging.
2. II Petrus 1:19
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Memusatkan perhatian pada Firman pengajaran yang benar, seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap. Artinya menjadikan Firman pengajaran yang benar sebagai kebutuhan utama kita, sehingga kita bisa menikmatinya, tidak mau ditukar dengan apapun. Kaum muda tidak mau ditukar dengan jodoh, dengan pekerjaan, dengan kedudukan.
Seringkali Tuhan izinkan hidup kita masuk dalam suasana gelap. Ada masalah, ada sesuatu yang dahsyat menimpa hidup kita. Mungkin masa depan tiba-tiba suram. Tujuannya apa? Supaya kita menjadikan Firman sebagai kebutuhan utama. Karena kadang kalau mulus semua, terang, baik-baik saja, kita sekedar saja datang ibadah dengar Firman.
Tuhan izinkan masuk dalam suasana gelap supaya kita cari Firman, supaya kita sadar bahwa hidup kita ini hanya bergantung pada Firman pengajaran yang benar, tidak bergantung pada yang lain. Diizinkan ada kegoncangan supaya kita hanya berharap pada Tuhan,
Ulangan 32:11
32:11 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
Diizinkan digoyang nikahnya, digoyang pelayanannya, digoyang pekerjaannya, digoyang kesehatannya, supaya tidak ada yang lain yang mau kita lirik, tidak ada yang lain yang kita andalkan, hanya Tuhan saja.
Ulangan 32:12
32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.
Waktu Yesus dicobai di padang gurun, iblis menyuruh merubah batu menjadi roti. Yesus berkata manusia hidup bukan dari roti tetapi dari setiap Firman. Hidup kita dari Firman. Taruhannya iman!
Kalau hidup kita dari Firman, kita jadikan itu sebagai kebutuhan utama kita, maka hasilnya:
a) II Korintus 4:6
4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Firman pengajaran itu adalah cahaya Injil.
II Korintus 4:4
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Jadi hasil pertama, Firman pengajaran yang benar itu menerangi hati kita. Sehingga segala yang gelap yang ada di hati disingkirkan oleh Tuhan. Begitu banyak kegelapan di dalam hati, kalau dikelompokan menjadi 3:
1) Keinginan jahat yaitu cinta akan uang, membuat tidak punya kasih, tidak cinta lagi kepada Tuhan.
2) Keinginan najis, mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
3) Kepahitan hati, mengarah pada kebencian tanpa alasan.
Itulah yang ada di dalam hati. Dengan pengajaran yang kita jadikan sebagai kebutuhan utama, maka yang gelap di hati disingkirkan, terang firman menerangi hati kita, Bintang Timur terbit bersinar di hati kita. Apa yang gelap yang saat ini sedang meliputi hati kita? Yang banyak itu kepahitan, kebencian yang dimulai dari iri dan dendam. Biar itu disingkirkan menjadi hati yang terang dan suci.
Hati itu sumber kehidupan rohani kita. Kalau hati terang, seluruh hidup terang.
Amsal 4:23
4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Kalau hati kita terang, kita memancarkan kehidupan kepada sesama. Kalau tidak ada matahari, gelap terus bumi ini, tidak ada kehidupan. Begitu juga kita, mungkin nikah dalam keadaan mati, isteri dalam keadaan mati rohani, anak-anak mati rohani. Kita yang sudah diterangi oleh Firman akan memancarkan terang kepada mereka, memancarkan terang kehidupan, sehingga suatu saat mereka bisa tertolong. Gelap tidak akan bisa menang atas terang, gelap pasti dikalahkan oleh terang! Tidak ada yang mustahil, yang penting ada terang Firman di dalam hati kita. Kita bagaikan lampu menerangi rumah tangga. Taruh pelita di atas kaki dian untuk menerangi rumah itu maka yang gelap akan sirna.
Kalau kita sudah terang, kita menjadi bintang bercahaya menuntun orang kepada kebenaran.
Daniel 12:3
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Kebenaran itu Yesus. Jadi menuntun kepada kebenaran = menuntun kepada Yesus.
Yohanes 8:32,36
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
b) Firman memberi kekuatan menghadapi tekanan, himpitan, hempasan apapun.
II Korintus 4:7
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Harta itu adalah Firman Tuhan.
II Korintus 4:8-11
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
Kalau kita baca di sini, semakin hebat tekanan yang kita alami, justru hidup Yesus semakin nyata di dalam kita. Artinya kita semakin dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani oleh kekuatan Firman pengajaran itu. Bukan malah hancur, bukan makin loyo dan lemas. Justru ada kekuatan ekstra dari Tuhan, kita tidak hancur, kita bisa bertahan sampai Yesus datang kedua kali.
Yesus bintang timur yang gilang gemilang. Istilah gilang gemilang itu kemenangan. Kalau hidup Yesus nyata di dalam kita, kita pasti menang! Tekanan bagaimanapun memang akan terjadi. Tahun ini tahun penyertaan, tantangannya akan lebih hebat, tetapi Yesus semakin nyata. Maut bekerja giat, hidup Yesus semakin nyata di dalam kita. Tidak usah takut, Tuhan Yesus memberikan kemenangan yang gilang gemilang.
Wahyu 22:16
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
Kemenangan yang gilang gemilang Tuhan berikan kepada kita. Kita tidak berdaya tetapi bisa menang, sebab ada Firman yang memberikan kekuatan. Makanya di tangan Yesus ada Firman yang terbuka, Dia mengangkat tanganNya ke atas melawan setan di udara, dia menginjakkan kakinya di bumi mengalahkan nabi palsu, juga menginjakan kaki di laut mengalahkan antikristus, kemenangan yang gilang gemilang!
Istilah gilang gemilang ini juga menunjuk kemuliaan. Tekanan, himpitan, tantangan datang silih berganti, tetapi dibalik itu ada kemuliaan menanti kita. Tuhan sudah menyediakan kemuliaan itu. Tidak usah ragu, jangan mundur, maju terus.
Saat kita benar-benar tidak berdaya, betul-betul sedih, betul-betul sesak, betul-betul pedih, betul-betul terhimpit, tetapi kita tetap bertahan pada Firman pengajaran yang benar, maka di situ Tuhan berikan kemenangan. Seperti yang Yesus alami waktu di taman Getsemani. Dalam kemanusiaan Yesus yang seperti kita, Dia merasa sedih, seperti mau mati rasanya. Tetapi Dalam doaNya “biarlah kehendakMu yang jadi’. Firman Tuhan tetap nomor 1. Yesus menang gilang gemilang. Di mata manusia Dia mati seperti terkutuk, tetapi Yesus dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Kemuliaan itu juga kelak akan kita nikmati!
Di depan ada perjamuan suci sebagai jaminannya. Yesus sudah menang, Dia berikan tubuh dan darahNya kepada kita supaya kita juga menang. Kemenangan yang Yesus raih itu juga yang akan kita raih.
Wahyu 10:1-2
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.
10:2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
Firman itu seringkali dikecilkan padahal itu yang memberikan kemenangan. Gulungan kitab terbuka menghadap ke atas. Pengajaran memberikan kemenangan atas setan di udara, memberi kemenangan atas antikristus di laut, memberi kemenangan atas nabi palsu di bumi, ada kemenangan gilang gemilang di tangan kanan Tuhan! Di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. Pengajaran itu sudah menjadi kenikmatan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar