Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul 2:1-4
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Kisah Para Rasul 2:1-36 kena pada kepala. Ayat 37 sampai 47 kena pada tangan.
Tubuh kita ini adalah Bait Allah = Tabernakel secara rohani, tempat Allah berdiam dalam wujud Roh Kudus, mengurapi, memenuhi sampai meluap-luap di dalam kita.
Bicara tangan menunjuk pada pelayanan. Sebelum melayani, kepala kita, dalam hal ini pancaindera kita harus dikuasai Roh Kudus. Supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan. Ada orang yang hebat melayani tetapi pelayanannya ditolak, contohnya Kain. Juga dalam Matius 7:21-23 ada orang melayani yang ditolak, bukan hanya pelayanannya tetapi orangnya juga ditolak.
II Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Kristus artinya yang diurapi. Pikiran harus ditaklukan kepada Kristus. Panca indera kita adalah pintu masuk segala sesuatu yang dari luar untuk kemudian dicerna oleh pikiran, untuk menentukan apa tindakan yang harus dilakukan. Seumpama kulit meraba sesuatu yang panas, dikelola oleh pikiran itu sesuatu yang panas, tindakannya apa? Jangan dipegang. Makanya pikiran ini harus ditaklukan kepada Kristus, ditaklukan kepada Roh Kudus. Berarti 5 indera kita dikuasai Roh Kudus. Kalau sudah dikuasai Roh Kudus, kita bisa taat dengar-dengaran pada Tuhan, maka pelayanan kita pelayanan yang berkenan sesuai kehendak Tuhan, sesuai Firman Tuhan.
Kalau ketaatan kita sudah sempurna maka kita bersama Tuhan akan menghakimi dan menghukum dunia ini yang sudah penuh dengan kedurhakaan.
II Korintus 10:6
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
Kita sekarang menghadapi kedurhakaan yang semakin meningkat. Untuk menghadapinya maka ketaatan kita harus semakin meningkat. Kalau ketaatan kita merosot, kita ditelan oleh kedurhakaan itu. Contohnya Korah, orang yang sudah dipilih, orang-orang kenamaan, tetapi mendurhaka akhirnya merosot, menurun, Panca indera kita harus dikuasai oleh Roh Kudus untuk kita bisa taat pada Firman Tuhan menghadapi kedurhakaan yang semakin meningkat.
Ketaatan itu kaitannya dengan Roh Kudus, kalau taat Roh Kudus memenuhi kita.
Kisah Para rasul 5:32
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
Roh Kudus erat kaitannya dengan ketaatan, Roh Kudus membuat kita taat. Makanya yang dipenuhi Roh Kudus adalah murid-murid yang taat.
Kisah Para Rasul 1:4
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.
120 murid yang menerima ketuangan Roh Kudus adalah orang-orang yang taat pada Firman, Tuhan Yesus melarang mereka meninggalkan Yerusalem. Padahal kalau kita baca dalam I Korintus pasal 15 bukan hanya 120 tetapi ada 500 orang yang melihat Yesus terangkat ke sorga dan mendengar pesan Yesus. Tetapi 380 tidak taat dan meninggalkan Yerusalem. Hanya 120 orang yang mau bertekun di Yerusalem, mau taat, sehingga mereka menerima pencurahan Roh Kudus.
Waktu Yesus bangkit, 40 hari Dia berulang-ulang menampakan diri kepada murid-murid. Salah satu pesan Tuhan Yesus melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem, lalu Dia terangkat ke Sorga. Sepuluh hari kemudian Roh Kudus dicurahkan. Bukan kebetulan pencurahan Roh Kudus kena pada hari Pentakosta. Memang Pentakosta itu kena pada Roh Kudus, hari kelima puluh.
Ada angka 10 di sini. Angka 10 adalah angka Firman sepenuh. Firman sepenuh ini yang harus ditaati. Taati sepenuhnya, jangan cuma sebagian! Kadang orang Kristen pilih-pilih, mana yang enak bagi daging ditaati, yang tidak enak tidak ditaati. Makanya Roh Kudus tidak tercurah. Taati Firman maka Roh Kudus dicurahkan dan panca indera kita dikuasai oleh Roh Kudus.
Contoh hamba Tuhan pelayan Tuhan yang panca inderanya tidak dikuasai Roh Kudus sehingga mendurhaka terhadap Tuhan, itulah Korah
Yudas 1:11
1:11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Bagaimana kedurhakaan Korah?
Bilangann 16:1-2
16:1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang
16:2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
Orang kenamaan ini bisa pengurus organisasi, juga yang ada jabatan di dalam gereja.
Bilangan 16:3,8-11
16:3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
16:8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
5 inderanya tanpa Roh Kudus, tidak dikuasai Roh Kudus sehingga melawan Tuhan, mendurhaka kepada Tuhan.
Praktek mendurhaka kepada Tuhan:
1. Mata tanpa Roh Kudus
Korah dan 250 orang ini orang hebat, tetapi matanya tanpa Roh Kudus. Jadi jangan kita lihat hebatnya orang secara jasmani. Karena Tuhan tidak melihat yang luar, Tuhan melihat hati.
Tanda mata tanpa Roh Kudus:
a) Melihat Musa hanya sebagai manusia biasa, tidak melihat Tuhan yang mengutus Musa sehingga berani melawan Musa. Artinya hanya melihat hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan sebagai manusia biasa, tidak melihat Tuhan yang mengutusnya sehingga berani melawan. Kalau melihat hamba Tuhan itu ada Tuhan yang mengutus dia, maka kita tidak berani melawan. Kalau melawan hamba Tuhan itu berarti melawan Tuhan. Karena Tuhan sendiri berkata hamba Tuhan itu kawan sekerjaNya.
I Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Tuhan membentuk Tubuh Kristus yang sempurna lewat perantaraan hamba Tuhan, utusan-utusannya, jangan dilawan! Misalkan kita bekerja dalam satu proyek, lalu 1 orang difitnah sampai dipenjarakan, proyeknya bisa terganggu. Kita kawan sekerja Allah, menangani suatu proyek yang besar. Kalau hamba Tuhan kawan sekerja Allah diusik, diganggu, proyeknya bisa terganggu. Maka orang yang mengganggu itu berhadapan dengan Tuhan!
b) Bilangan 16:13-14
16:13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?
16:14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."
Tuhan katakan akan membawa kamu ke negeri yang berlimpah susu dan madu, tetapi mereka balik, Mesir itu negeri yang berlimpah susu dan madu, bukan Kanaan, Kanaan yang berlimpah susu dan madu itu hanya tipuannya Musa.
Ini mata yang tidak dikuasai Roh Kudus, melihat Mesir negeri yang berlimpah susu dan madu, sehingga menganggap Musa penipu, Firman yang dia sampaikan tidak benar. Artinya pandangannya hanya tertuju pada perkara dunia, perkara jasmani yang enak bagi dagingnya. Sehingga menganggap hamba Tuhan yang memberitakan pengajaran yang benar itu penipu, ajarannya palsu!
Kalau disimpulkan, jika mata tidak dikuasai Roh Kudus akan menjadi buta rohani. Tidak tahu membedakan mana yang rohani mana yang duniawi, mana hamba Tuhan yang benar mana yang tidak benar tahbisannya, mana pengajaran benar mana yang salah, sehingga cenderung melawan yang benar! Dia hanya memandang yang duniawi saja.
Pengajaran yang benar ini untuk memutuskan kita dari ikatan dunia, itu tidak disukai! Banyak umat Tuhan yang suka hamba Tuhan yang mengajar sewenang-wenang, yang mengajar kebenaran malah dilawan.
Yeremia 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?
Tidak sah kita membela diri kalau dilawan. Yang penting kita ada pada posisi yang benar, Tuhan pasti membela! Kita mau hadapi dengan daging, bisa tambah hancur. Tuhan tidak bela, malah malu.
Pertahankan yang benar, jangan sampai mata kita buta. Orang buta menuntun orang buta masuk ke dalam lubang. Kalau gembalanya buta, menuntun jemaat yang buta, semuanya masuk ke dalam lubang dosa.
Sidang jemaat Laodekia gembalanya buta, sehingga Tuhan tawarkan minyak untuk melumas matanya.
Wahyu 3:15-18
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
Jangan sampai mata kita buta, hamba Tuhan yang benar dilawan, pengajaran yang benar dilawan, karena orientasinya hanya yang duniawi, hanya yang jasmani. Hanya mau yang senang daging, tidak mau pengajaran yang keras menyucikan.
2. Mulut tanpa Roh Kudus.
Tandanya:
a) Bilangan 16:3
16:3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
Menuduh hamba Tuhan pelayan Tuhan yang benar dengan tuduhan palsu. Termasuk menggosipkan, memfitnah, dituduh macam-macam. Kalau kita ada pada posisi yang benar, jangan heran kalau mendapat tuduhan-tuduhan. Bukan hanya Musa dan Harun, Yesuspun demikian. Di hadapan Pilatus diperhadapkan orang-orang yang menuduhnya, tetapi Yesus diam. Ini sikap yang benar, mulut yang dikuasai Roh Kudus, menghadapi tuduhan Dia diam. Serahkan saja kepada Tuhan.
Begitu banyak tuduhan kepada Yesus, tetapi Dia diam sekalipun oleh tuduhan itu Yesus akhirnya dihukum mati. Tetapi Yesus tidak membalas dengan mencaci maki.
Markus 15:1-5
15:1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
15:2 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
15:3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.
15:4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"
15:5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.
Mulut yang dikuasai Roh Kudus tahu kapan waktunya bicara, kapan harus diam. Kalau tuduhan tidak benar, diam saja.
Yang menuduh adalah imam-imam kepala, orang-orang yang punya kedudukan. Kalau hanya orang-orang biasa yang menuduh, tidak dianggap. Tetapi kalau punya kedudukan baik di dunia, dalam organisasi, maupun di gereja, pengaruhnya luas. Gereja hujan awal menghadapi tokoh-tokoh besar dan mereka dianiaya. Sikap kita diam saja.
b) Suka menghasut orang lain untuk melawan kebenaran. Korah sudah mati, tetapi roh menghasut ini tembus ke akhir zaman.
Yesuspun menghadapi itu, sebenarnya sudah mau dilepaskan oleh Pilatus, tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak supaya Yesus dihukum mati.
Markus 15:11-15
15:11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.
15:12 Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"
15:13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!"
15:14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!"
15:15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Siapa yang mudah dihasut? Orang yang mengikut Yesus hanya ikut-ikutan. Masuk pengajaran hanya ikut-ikutan. Tergembala hanya ikut-ikutan. Bersekutu hanya ikut-ikutan. Bukan karena dia sudah merasakan pekerjaan Firman. Kalau kita sudah merasakan pekerjaan Firman tidak akan mudah dihasut bahkan tidak akan bisa dihasut.
Padahal beberapa hari sebelumnya Yesus masuk ke Yerusalem menunggangi keledai muda. Orang banyak ini mengeluk-elukan Yesus dan berseru hosana bagi raja. Dengar orang lain teriak Hosana, orang banyak yang ikut-ikutan juga berteriak hosana. Berapa hari kemudian mereka dihasut sehingga dari Hosana berubah ‘salibkan!’.
Kita masuk pengajaran jangan ikut-ikutan, tergembala jangan ikut-ikutan, bersekutu jangan ikut-ikutan tetapi sungguh-sungguh daya tarik Firman. Kalau karena daya tarik Firman pasti kuat. Saya jadi hamba Tuhan jangan ikut-ikutan tetapi sungguh-sungguh panggilan, maka kita pasti kuat. Yang ikut-ikutan gampang dihasut, mana yang enak bagi daging itu yang diikuti, dibela mati-matian sekalipun salah. Kalau karena daya tarik Firman, apapun yang terjadi dia akan bertahan, tidak mau melawan Firman, tidak mau melawan pengajaran.
Tuhan izinkan saya mengikuti persekutuan, ada hal-hal yang tidak enak bagi daging menyangkut dengan hamba Tuhan. Kalau hanya mau ikut manusia, saya tidak mau bersekutu lagi. Tetapi karena ikut pengajaran, bukan ikut manusia, saya tetap ikut persekutuan.
Termasuk dengan papa, pernah dari mimbar saya dipermalukan oleh papa. Kalau mau ikuti daging, biar papaku sendiri saya tidak mau datang fellowship lagi. Tetapi bukan karena itu, tetapi karena saya menikmati pengajaran yang disampaikan. Dan saya percaya ini adalah cara Tuhan untuk menempa kehidupan saya menjadi hamba Tuhan yang kuat teguh hati. Diperhadapkan hal-hal seperti ini supaya kuat.
Makanya ikut pengajaran, ikut Yesus, jangan ikut manusia. Kalau manusia menyimpang, bisa ikut menyimpang. Kalau ikut pengajaran, pengajaran tidak pernah salah. Ilham Allah itu sempurna, kita akan bertahan sampai mencapai kesempurnaan Tubuh Kristus.
c) Banyak bersungut di dalam pelayanan. Karena apa? Banyak menuntut! Menuntut dipuji, dihormati, dihargai dan banyak lagi tuntutan dalam gereja.
Seharusnya hamba Tuhan melayani itu hanya melakukan kewajiban, tidak punya hak!
Lukas 17:7-8
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Hak hamba itu makan dan minum tetapi tidak diberikan. Layani dulu majikan sampai puas makan minum.
Lukas 17:10 (Terjemahan Lama)
17:10 Demikianlah juga kamu, apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu, berkatalah: Bahwa kami ini hamba yang tiada berguna; kami hanya berbuat barang yang wajib atas kami."
Ini hamba Tuhan pelayan Tuhan, hanya melakukan kewajiban, tidak menuntut hak. Sekalipun itu memang haknya tetapi tidak dituntut. Rasul Paulus katakan aku tidak mempergunakan hak itu sekalipun berhak. Ini hamba Tuhan pelayan Tuhan yang mulutnya dikuasai Roh Kudus. Kalau tanpa Roh Kudus banyak menuntut, mau minta ini, mau minta itu.
I Korintus 9:11
9:11 Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?
Seharusnya hamba Tuhan berhak menuai hasil duniawi dari jemaatnya. Sedangkan yang bukan gembalanya mengharapkan hal itu, apalagi gembalanya seharusnya lebih berhak. Tetapi Paulus tidak mempergunakan hak itu.
I Korintus 9:12-16
9:12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.
9:13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
9:14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
Kalau kita dipakai Tuhan jangan sombong. Sudah itu kewajiban kita kalau melayani, jangan jadi kebanggaan atau kesombongan.
I Korintus 9:17-18
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
Upah kita hamba Tuhan pelayan Tuhan adalah boleh melayani Tuhan tanpa upah. Hak upah kita sudah di tangan Tuhan, tidak usah kita tuntut. Pasti Tuhan berikan pada waktunya.
Yesaya 49:3-4
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Kalau Tuhan yang mengutus kita untuk melayani Tuhan, pasti Dia menyediakan segala yang kita butuhkan. Taruhannya adalah iman. Kalau Tuhan yang utus, Tuhan pasti bertanggung jawab atas kita. Sebab itu taklukan semua kepada Tuhan.
3. Telinga tanpa Roh Kudus
Bilangan 16:12-14
16:12 Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang.
16:13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?
16:14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang."
Telinga tanpa Roh Kudus tidak mau dengar-dengaran kepada gembala dan juga pada Firman penggembalaan. Jangan sampai telinga kita seperti ini. Kalau telinga kita mau mendengar suara hamba Tuhan, mendengar nasihat Firman, maka kita akan berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Seperti Rut yang dengar-dengaran pada nasihat Naomi, ibu mertuanya, maka dia berhasil menikah dengan Boas. Ibu itu sekarang adalah gambaran gembala.
Rut 3:1-3
3:1 Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
3:2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
3:3 maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.
Coba kalau Rut berkata, enak saja, saya ini masih muda masa dengan Boas sudah tua. Tetapi Rut menuruti Naomi, akhirnya menjadi isteri Boas. Sama seperti Ester, menuruti perkataan Hegai dan nasihat Mordekhai maka dia menjadi ratu. Sekarang kita bisa menjadi mempelai wanita Tuhan kalau telinga mau dengar-dengaran pada Firman dan kepada nasihat gembala.
4. Kulit tanpa Roh Kudus.
Bilangan 16:3,11
16:3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Mereka merasa ada Tuhan di tengah-tengah persekutuannya, di tengah-tengah ibadah pelayanannya padahal hanya melawan Tuhan. Ibadahnya melawan Firman Tuhan, tidak sesuai Firman. Sama seperti jemaat Laodekia tadi merasa kaya, tidak kekurangan suatu apapun padahal Tuhan bilang engkau melarat, miskin, buta dan telanjang. Banyak kali orang Kristen seperti itu, hamba Tuhan pimpin ibadah merasa ada Tuhan di situ padahal ajarannya melawan kebenaran Firman, tahbisannya tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Matius 7:21-23
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Merasa melayani, tetapi tidak sesuai kehendak Tuhan. Penyakit merasa ini akan mencapai pada tingkat kebenaran diri sendiri. Dia rasa ajarannya benar, pelayanannya benar, nikahnya benar padahal tidak sesuai Firman. Itu kebenaran diri sendiri, kebenaran di luar Firman.
Jangan ada penyakit merasa, nanti jadi benar sendiri. Jangan main-main, kalau sudah kebenaran diri sendiri, dampaknya ngeri! Hancur! Merasa dipakai, merasa diberkati sampai melawan Tuhan, melawan kebenaran Firman. Ini kulit tanpa Roh Kudus, merasa dipakai, merasa benar, sehingga melawan pembimbingnya. Musa yang memimpin Israel keluar dari Mesir. Kalau bukan Musa yang memimpin, Korah dicambuk terus di Mesir, diperbudak di Mesir, tetapi Korah malah melawan Musa. Kalau bukan gembala diutus Tuhan menangani jemaat, hancur hidup jemaat itu. Tetapi begitu sudah baik, diberkati, dia mulai lawan gembala. Di sini jangan ada yang seperti itu, roh Korah harus dimatikan.
5. Hidung tanpa Roh Kudus. Hidung untuk mencium dupa, bicara penyembahan. Korah punya dupa tetapi binasa.
Bilangan 16:6-7
16:6 Perbuatlah begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya,
16:7 bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada esok hari, dan orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"
Ini sebenarnya bahasa kasihnya Musa kepada Korah dan kumpulannya ‘cukup, jangan teruskan ulahmu yang salah itu’. Tetapi tetap diteruskan.
Bilangan 16:16-22
16:16 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari.
16:17 Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya."
16:18 Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.
16:19 Ketika Korah mengumpulkan segenap umat itu melawan mereka berdua di depan pintu Kemah Pertemuan, tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap umat itu.
16:20 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:
16:21 "Pisahkanlah dirimu dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata."
16:22 Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?"
Musa malah pasang badan padahal sudah dilawan. Saya masih belajar seperti Musa, belajar lemah lembut. Sudah dilawan, masih pasang badan terhadap murka Tuhan.
Ini hidung tanpa Roh Kudus, bawa dupa tetapi kejijikan bagi Tuhan. Ada penyembahan tetapi tidak berkenan kepada Tuhan! Kalau 4 indera di atas tidak dikuasai Roh Kudus, maka sekalipun dia menyembah maka penyembahan itu kekejian bagi Tuhan!
Akibatnya:
Bilangan 16:31-33
16:31 Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
16:32 dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.
16:33 Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.
Karena 5 inderanya terbuka melawan Tuhan, akibatnya bumi membuka mulutnya menelan mereka! Sehingga semua merosot, baik secara jasmani terutama secara rohani.
Ø Secara jasmani
Bumi itu perkara dunia. Apa yang dia andalkan di bumi ini, baik ijazah, mungkin pekerjaan, kedudukannya, justru menjadi penyebab kemerosotannya. Kebun dia andalkan, karena sudah berhasil luar biasa, dia lawan gembala, dia lawan Tuhan, itu yang menjadi penyebab kemerosotannya. Kedudukannya, punya kedudukan di organisasi, punya kedudukan di dunia, itu dia andalkan melawan Tuhan, itu menjadi penyebab dia merosot. Ini jangan sampai terjadi.
Kaum muda jangan karena sudah punya ijazah, jangan melawan Tuhan, melawan gembala, nanti ijazah itu menjadi penyebab merosot. Ingat Absalom, rambutnya indah maka rambutnya itu menjadi penyebab dia binasa, rambutnya tersangkut di pohon tarbantin. Akhirnya dia dibunuh oleh Yoab.
Ø Secara rohani
Akan semakin tenggelam di dalam dosa, sampai tidak ditemukan lagi, sudah tidak tertolong.
Wahyu 18:21
18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.
Sebelum semuanya habis binasa, masih ada jalan keluar. Korah memang tenggelam tetapi yang lain masih sempat tertolong. Jika kita menghadapi segala sesuatu mulai merosot, jasmani merosot, rohani merosot periksa diri. Kami hamba Tuhan pelayanan merosot, jangan langsung salahkan hamba Tuhan lain, periksa diri. Ada jalan keluar dari Tuhan. Mungkin indera kita hari-hari terakhir ini kering tanpa Roh Kudus, masih ada jalan keluar.
Bilangan 16:46-48
16:46 Berkatalah Musa kepada Harun: "Ambillah perbaraan, bubuhlah api ke dalamnya dari atas mezbah, dan taruhlah ukupan, dan pergilah dengan segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka TUHAN telah berkobar, dan tulah sedang mulai."
16:47 Maka Harun mengambil perbaraan, seperti yang dikatakan Musa, dan berlarilah ia ke tengah-tengah jemaah itu, dan tampaklah tulah telah mulai di antara bangsa itu; lalu dibubuhnyalah ukupan dan diadakannyalah pendamaian bagi bangsa itu.
16:48 Ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, berhentilah tulah itu.
Jalan keluarnya Harun berlari membawa ukupan untuk mendamaikan orang Israel dengan Tuhan. Berlari ini segera, tidak tunda-tunda waktu. Artinya:
1. Segera tergembala. Kalau melihat sudah mulai merosot, segera tergembala dengan benar dan baik, segera kembali pada persekutuan yang benar. Jangan bertahan pada yang salah. Jangan tunggu sudah terlambat, seperti Korah sudah ditelan bumi.
2. Segera berdamai dengan Tuhan dan dengan sesama.
Kita harus gunakan waktu dengan bijaksana karena waktu ini sudah mau habis. Jangan tunggu semua sudah habis lenyap, sudah terlambat. Sekarang kita lihat nikah sudah merosot, hubungan suami isteri, orang tua anak merosot, pelayanan merosot, rohani merosot, sudah mulai kering ibadahnya, kering penyembahannya, jatuh bangun dalam dosa, segera tergembala dengan benar dan baik, segera kembali pada persekutuan yang benar. Segera berdamai dengan Tuhan dan sesama. Jangan tunda-tunda waktu, waktu sudah mau berakhir.
Kalau kita bisa tergembala, hidup dalam pendamaian dengan Tuhan dan sesama, maka Roh Kudus akan menguasai panca indera kita.
Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
Roh Kudus menguasai kepala, pikiran, panca indera kita. Itu bisa kita alami kalau ada dalam penggembalaan. Segera tergembala, segera berdamai, maka Roh Kudus menguasai kita.
Tanda-tanda panca indera dikuasai Roh Kudus.
1. Mata dikuasai Roh Kudus, pandangannya tertuju pada perkara yang rohani sehingga bisa mendukung pelayanan hamba Tuhan yang benar dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar.
I Tesalonika 5:12
5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
2. Mulut berkata-kata benar sesuai Firman, bersaksi memuliakan Tuhan. Bukan bergosip lagi, bukan menghasut. Kita berfellowship untuk bersaksi. Yang ikut persekutuan ke Jakarta, ayo kita bersaksi. Jangan terpancing kalau ada yang ajak kita bergosip, rugi! Sudah bayar mahal untuk bersekutu lalu hanya pergi bergosip, rugi! Apalagi kalau saya hamba Tuhan, berfellowship jadi kering karena bergosip, pulang jemaat tambah kering.
Persekutuan Tubuh Kristus untuk membangun. Kita pergi untuk saling membangun. Ada yang lemah rohaninya lalu kita bersaksi, dia bisa terbangun. Jangan ada yang kuat rohani, lalu kita datang di situ bergosip, dia malah jadi lemah.
3. Telinga mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan. Telinganya hanya mau mendengar satu suara, tidak mau mendengar yang lain.
Yohanes 10:3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Suara orang asing tidak kita kenal, yang kita kenal hanya satu suara, itulah suara Yesus, Mempelai Pria Sorga kita.
4. Perasaan yang ada Roh Kudus pasti peka, tahu mana yang benar mana yang salah. Peka terhadap pengajaran benar dan pengajaran asing, tahu membedakan.
I Yohanes 2:27
2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Kita punya kepekaan sehingga tegas menerima yang benar, tegas menolak yang salah.
5. Hidung. Bisa menyembah Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi. Begitu ukupan dibawa oleh Harun, murka Tuhan surut. Jadi penyembahan ini menyurutkan murka Allah. Mungkin kita sudah mulai merosot, segera menyembah supaya segera diangkat.
Saya sempat merosot, sampai kemerosotan terendah saya sudah mau meninggalkan pelayanan. Tetapi Tuhan dorong untuk menyembah, kalau saya tidak menyembah saat itu saya sudah tidak jadi gembala, pasti hancur, kembali pada hidup lama, habis riwayat rohaniku. Tuhan dorong saya untuk menyembah, selesai menyembah semangat kembali melayani dan tidak lama masalah itu selesai.
Hukuman tidak jatuh, bumi tidak membuka mulutnya untuk menelan kita, tetapi pintu Sorga terbuka bagi kita. Kalau panca indera dikuasai Roh Kudus menentukan pintu Sorga terbuka bagi kita.
Kisah Para Rasul 7:55-56
7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, menanti kita untuk membawa kita juga berada di sebelah kanan Allah. Bukan cuma berdiri tetapi duduk bersama dengan Dia, bersanding di takhta Sorga, Yerusalem Baru.
Jadi panca indera ini menentukan pintu apa yang terbuka bagi kita. Kalau tidak dikuasai Roh Kudus yang terbuka pintu kebinasaan, pintu penghukuman. Kalau dikuasai Roh Kudus pintu Sorga terbuka. Kalau pintu Sorga terbuka, pintu apa saja di dunia ini Tuhan sanggup buka bagi kita.
Mungkin ada yang sudah mulai merosot jasmani dan rohani, periksa panca inderanya. Biarlah malam ini kita minta Roh Kudus. Roh Kudus mengambil alih seluruh hidup kita, sehingga pintu Sorga terbuka, pintu apa saja terbuka bagi kita. Di depan ada Perjamuan Suci, ini yang sanggup membuka pintu apapun bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar