20260702

Kebaktian Ucapan Syukur, Jumat 8 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kita mengucap syukur untuk pertambahan usia yang sudah Tuhan berikan kepada anak Yoana Zailin Sonora. Yoana artinya kemurahan atau anugerah dari Tuhan, Zailin artinya keindahan. Kita bersama boleh bersyukur, mau beribadah kepada Tuhan, terutama kita mau mendengarkan Firman Tuhan.

 

Seringkali orang Kristen merayakan pesta syukuran dan terbanyak menggelar ibadah ulang tahun. Di dalam Alkitab ada dicatat pesta perayaan ulang tahun, tetapi sayang suasananya negatif. Sore ini tentu kita merayakan ulang tahun dalam suasana positif karena kita bersyukur kepada Tuhan.

Matius 14:1-11

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" 

14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,

14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."

14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

 

Salah satunya acara ulang tahun yang dicatat dalam Alkitab yaitu pesta ulang tahun Herodes. Tetapi yang terjadi dalam pesta ini adalah perbuatan yang menyakiti Tuhan yaitu Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan yang benar, utusan Tuhan. Dalam perpanjangan usia dari Tuhan malah berbuat jahat, menyakiti hati Tuhan. Ini awasan bagi kita, jangan sampai dalam perayaan ulang tahun, yang kita lakukan justru menyakiti hati Tuhan. Menggelar pesta, mungkin sampai besar-besaran, tetapi jangan sampai kita hanya menyakiti hati Tuhan. Semua senang kalau dirayakan ulang tahunnya, ada pesta, mengundang orang, bersama-sama bergembira, tetapi jangan sampai malah menyakiti hati Tuhan.

 

Cerita ini tentang makanan maut atau makanan kebencian. Ditaruh disebuah talam atau sebuah baki. Itu tempat yang seharusnya menjadi tempat makanan, ini malah ditaruh kepala orang yang dipenggal. Ini makanan kebencian!

 

Hati kita bagaikan talam, tempat diletakan makanan rohani. Itulah Firman Tuhan, sehingga ada kepuasan. Kalau makanan jasmani kita makan, kita kenyang. Kalau makan Firman, kenyangnya dalam bentuk ada kepuasan. Kita puas karena ada Firman di hati kita. Kepuasan dalam hati karena ada isi Firman, diwujudkan dengan mengucap syukur. 

 

Sikap kita terhadap Firman, menentukan apa yang ada di hati, makanan kebencian atau maut, atau makanan rohani, Firman Tuhan. Kita lihat di sini sikap Herodes sekeluarga adalah sikap yang negatif terhadap Firman Tuhan. Yohanes ini pemberita Firman, dia berseru di padang gurun, bertobatlah persiapkan jalan bagi Tuhan. Yohanes menyerukan Firman, ini yang diredam, dibunuh, dimatikan.

 

Berapa banyak kita gereja Tuhan menggelar ibadah syukuran, suatu pesta ulang tahun, tetapi suara Firman dimatikan, diredam. Yang diisi di situ hanya suara-suara yang lain, Firman sudah nomor sekian, yang utama yang jasmani, yang utama makan minumnya. Firman jangan lama-lama pak pendeta! Ini sama dengan sikap Herodes sekeluarga.

 

Kita lihat sikap Herodes, Herodias dan anaknya, mereka kompak, sehati tetapi yang negatif. Memang Alkitab mengajar kita supaya sehati, namun ini nikah yang sehati tetapi yang negatif.

1.      Sikap Herodes

Markus 6:20

6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

 

a)      Senang mendengar Firman tetapi selalu bimbang. Kalau dengar  Yohanes dia senang tetapi bimbang. Kalau sudah bimbang pasti pilih yang negatif, tidak mungkin pilih yang benar. Sebab orang bimbang tidak mendapat apa-apa dari Tuhan. Dia tidak pilih Tuhan, tidak pilih yang benar! Saya sebagai suami jangan sampai bimbang terhadap Firman, tidak praktek Firman, pilih yang salah sehingga menjerumuskan isteri dan anak-anak pada hal yang salah. Kalau bimbang pasti pilih yang salah! Orang bimbang itu bagaikan ombak laut, ombak itu menghasilkan lumpur dan sampah!

 

Perhatikan suami-suami, jika kita bimbang terhadap Firman, ragu terhadap kuasa Firman, lalu memilih yang salah, pasti menghasilkan sampah, menghasilkan lumpur, hanya mengotori rumah tangga sendiri. Kalau pilih yang salah, rumah tangga menjadi kotor. Jika hamba Tuhan pilih yang salah, itu mengotori pelayanannya.

 

b)      Tidak bisa menerima teguran Firman, tidak bisa menerima penyucian. Dia mempertahankan yang salah. Dalam hal ini Herodes mempertahankan nikah yang salah. Sudah tahu salah, Firman bilang tidak boleh, tetapi laki-laki itu egonya tinggi sekali, harga dirinya tinggi, biar sudah salah, malu kalau dia mau berkata saya salah. Apa kata isteri, apa kata anak. Jadi dia teruskan yang salah. Betapa kasihan nasib isteri dan anak kalau suami membawa pada yang salah.

 

Sampai dia ingin membunuh Yohanes! Yohanes pemberita, bukan dia yang punya Firman. Saya juga hanya pemberita, bukan saya yang punya Firman, Firman itu Tuhan yang punya, tetapi seringkali yang menjadi sasaran kebencian adalah pemberita Firman. Sudah begitu resiko menjadi hamba Tuhan, sampaikan kebenaran tetapi tidak disenangi. Yeremia menyampaikan kebenaran, berkali-kali dia diperlakukan dengan kejam. Dibuang di sumur, dipenjara dan hanya dikasih makan sedikit. Dan berapa banyak nabi-nabi dan rasul dalam Alkitab, pemberita kebenaran Firman dilawan.

 

Kalau suami-suami di sini manis-manis semua, tidak ada yang suka melawan Firman, semua suka mendengar penyucian oleh Firman Tuhan. Karena kita mau menanti Yesus. Yesus Maha Suci. Kita mau bertemu denganNya selama kehidupan kita kotor, bagaimana bisa bertemu dengan Yesus Yang Maha Suci, sebab itu harus disucikan! Memang tidak langsung seperti sulap, langsung jadi, langsung bersih, tetapi ada proses. Penyucian itu butuh proses. Firman diulang supaya kita semakin disucikan, semakin suci.

 

Jadi, kalau sudah bimbang terhadap Firman pasti menolak bahkan melawan Firman. Yang menjadi sasaran adalah hamba Tuhan, sampai tidak ada tempat bagi hamba Tuhan yang benar di bumi ini karena dilawan.

Ibrani 11:38-39

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

 

Hamba Tuhan tidak disenangi apalagi yang berani menyampaikan kebenaran Firman.

 

2.      Sikap isteri, Herodias

Seharusnya isteri ini penolong yang sepadan. Isteri seharusnya mengingatkan ‘papa, jangan begitu, Firman sudah datang untuk kita disucikan, jangan begitu, jangan menolak’.

Markus 6:18-19

6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"

6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,

 

Yang negatif ini cepat sekali menular. Coba kalau gosip cepat sekali menular. Tetapi kalau kebenaran malah dibilang gosip. Kalau suami bersikap negatif, isteripun begitu. Herodias juga dendam terhadap Yohanes, terang-terangan menolak Firman! Isteri di sini manis-manis semua, isteri mengingatkan. Seharusnya begitu, bukan dikasih biar. Ingatkan suami, dia penolong yang sepadan.

 

3.      Sikap kaum muda, anak perempuan Herodias

Dalam pesta dia tampil menari. Artinya lebih menghargai pesta dunia dari pada Firman. Dia datang pada ibunya, tadi raja Herodes bilang apapun yang kamu minta akan kuberikan. Ibunya katakan minta kepala Yohanes Pembaptis. Langsung cepat-cepat dia pergi kepada Herodes, minta kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Dia lebih pilih kesenangan dunia dari pada Firman. Bumi ini akan dilanda kelaparan yang hebat, bukan akan makanan dan minuman tetapi kelaparan akan Firman.

Amos 8:11-13

8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;

 

Di dalam Tabernakel, utara itu tempatnya meja roti sajian, tetapi tidak ada lagi Firman. Akhirnya pergi ke timur, daerah halaman, yang dikhususkan untuk diinjak-injak antikristus. Siapa yang rebah? Anak-anak teruna dan anak dara. Pemuda dan pemudi banyak yang rebah, jatuh dalam dosa karena tidak menghargai Firman! Coba kalau hari Minggu, yang duluan datang di gereja adalah ibu-ibu dan bapak-bapak. Kaum muda menyusul di belakang bahkan seringkali tidak masuk gereja. Hanya menyukai pesta dunia, hiburan, kesenangan jasmani sampai akhirnya jatuh!

 

Di sini anak perempuan Herodes menari, bukan tarian yang baik, tetapi tarian erotis. Betapa banyak kaum muda jatuh dalam dosa kenajisan karena tidak makan Firman!

 

Biarlah sore ini kita mengambil sikap yang positif. Sebab jika sikap negatif maka talam menjadi tempat kepala yang dipenggal, bukan tempat makanan. Artinya hati menjadi tempat makanan maut, makanan kebencian, bukan Firman.

 

Ini yang ada di hati manusia yang tidak menghargai Firman:

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Sikap kita terhadap Firman menentukan apa yang ada di hati kita. Kalau sikap kita positif, Firman yang ada di hati, Yesus yang ada di hati. Tetapi kalau sikapnya negatif maka ada 3 kelompok dosa yang ada di hati yaitu keinginan jahat, keinginan najis dan kepahitan hati.

 

Berapa banyak setelah menggelar ibadah syukuran, bukan tambah satu tetapi tercerai berai karena muncul kepahitan di situ, sebab bukan Firman yang diutamakan. Mulai ungkit yang satu. Itu membuat pahit sebab yang diutamakan bukan yang rohani. Tetapi kalau mengutamakan yang rohani, mengutamakan Firman, selesai ibadah bisa berkata ‘luar biasa tadi Firman Tuhan, bersyukur sekali, seharusnya seperti itu sikap kita supaya bisa menyambut Yesus’. Yang seringkali dicerita yang negatif, kekurangan-kekurangan di dalam acara, bukan Firman lagi yang dicerita. Jangankan mau cerita isinya, pasalnya atau kitabnya saja sudah tidak tahu.

 

Semoga tidak terjadi hal demikian. Kalau dulu pernah terjadi, menjelang kedatangan Tuhan, kita rubah sikap kita menjadi sikap yang positif terhadap Firman. Sikap positif kita pelajari dari Yohanes pembaptis.

1.      Yang pertama ini untuk kami hamba Tuhan. Hamba Tuhan harus tegas, berani menyampaikan Firman yang menyucikan! Bukan karena marah sama jemaat, bukan karena benci jemaat tetapi untuk menolong sidang jemaat. Firman yang keras untuk keselamatan jiwa kita.

Yakobus 1:21

1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

 

II Timotius 4:2

4:2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Jangan marah kalau kita mendengar Firman yang menyatakan apa yang salah, itu kasih Tuhan kepada kita, jangan marah! Supaya kita ditolong.

 

II Timotius 3:16

3:16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 

Firman itu untuk menyatakan kesalahan. Herodes salah ditegur, tidak peduli dia pejabat atau warga biasa, mau pemuka agama, kalau salah, tegur, harus berani! Setelah dinyatakan salahnya, diperbaiki. Setelah diperbaiki dididik di dalam kebenaran. Terus di jalur yang benar untuk berhasil menyambut kedatangan Yesus. Makanya rasul Paulus berkata kepada jemaat Efesus, berdoa setiap waktu untuk orang-orang kudus dan juga untuk aku supaya dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.

Efesus 6:19-20

6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

 

Kami hamba Tuhan berani menyampaikan Firman yang keras karena ada doa-doa dari sidang jemaat. Tuhan berikan roh keberanian kepada gembala, ketegasan untuk memberitakan Firman. Sekalipun keras dan tajam tetapi untuk keselamatan jiwa. Apa artinya seseorang memiliki seluruh dunia, kalau dia kehilangan nyawa, tidak selamat! Itu tidak ada gunanya!

 

Gembala selalu berdoa, Tuhan berkati umatMu, berkati usaha pekerjaan, berkati rumah tangga, berkati ibadah pelayanan dan itu yang utama supaya berhasil mencapai garis akhir yaitu menyambut Yesus Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga. Saya bersukacita kalau jemaat diberkati, tetapi yang terutama selamat. Kalau Yesus datang, berhasil menyambut Yesus. Doa saya selalu jangan ada satupun yang tertinggal dan binasa. Biar semua berhasil bersama semua keluarga jemaat menyambut Yesus waktu datang kedua kali.

Markus 8:36

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

 

Dapat seluruh dunia, di kadangnya ada ayam, babi, sapi, bebek, semua ada tetapi tidak selamat. Ketika Yesus datang malah tertinggal, masuk aniaya antikristus dan dihukum bersama dunia. Tuhan tolong kita sekalian. Doakan kami hamba-hamba Tuhan yang ada di sini, untuk berani menyampaikan Firman yang keras menyucikan supaya semua selamat, tidak ada yang binasa.

 

2.      Jemaat senang mendengar Firman yang menyucikan sehingga tegas dan berani mempraktekan Firman apapun resikonya.

Yeremia 15:16

15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

 

Ini sikap yang benar, bersukacita mendengar Firman karena mau disucikan. Jemaat seperti ini paham apa tujuan sebenarnya beribadah. Tujuan sebenarnya kita beribadah untuk mendengar Firman, untuk mengalami penyucian, untuk dibawa pada ketaatan yang sempurna, kita berhasil menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.

 

Jika gembala berani dan tegas memberitakan Firman yang keras menyucikan apapun resikonya apapun yang dikorbankan, lalu jemaat juga berani dan tegas mempraktekan Firman apapun resikonya, apapun yang dikorbankan, maka ini akan menjadi kenyataan:

II Korintus 1:14

1:14  seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

Apa hari Tuhan Yesus? Pesta nikah Anak Domba Allah. Nikah yang rohani antara Yesus dengan gereja yang sempurna.

 

Jadi jemaat bersukacita, saya berhasil menyambut Yesus karena gembalaku tegas dan berani memberitakan Firman yang keras dan menyucikan untuk saya. Gembala juga bersukacita melihat jemaat berhasil menyambut kedatangan Yesus, sukacita penuh. Rasul Paulus katakan siapakah mahkota kemegahanku kalau bukan kamu. Mahkota kemegahan gembala adalah jemaat yang mau menerima penyucian. Tentu gembala memberikan teladan untuk hidup dalam kesucian, jemaat juga mau hidup dalam kesucian, itu sukacita penuh. Bukan nanti jemaat ratusan atau ribuan, berapapun yang Tuhan percayakan kalau mau disucikan itu mahkota kemegahan bagi kami gembala. 100 jemaat tetapi tidak bisa diatur, ribut terus, bertengkar, jatuh bangun dalam dosa, pusing hamba Tuhan, pusing gembala! Mari kita bersikap yang positif terhadap Firman.

 

Roma 15:16,18

15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

 

Ini kerinduan kami gembala supaya jemaat berhasil menyambut kedatangan Yesus yang sudah di ambang pintu. Alkitab dicatat ribuan tahun lalu, dalam Markus 13 dikatakan kedatanganNya sudah di ambang pintu. Dalam surat Ibrani dikatakan tinggal sedikit bahkan sangat sedikit waktu lagi Yesus sudah mau datang. Lalu apakah kita masih mau mempertahankan sikap yang cemar, yang jahat, yang najis, pahit hati, iri, benci, dendam? Tuhan mau datang lalu kita tidak mau disucikan, bagaimana bisa menyambut Yesus.

 

Jemaat itu bagaikan suatu persembahan dibawa kepada Yesus. Bagaimana saya mau membawa persembahan lalu Tuhan lihat ‘Apa yang kau beri ini? Persembahan yang bercacat, yang kotor, yang cemar?’ Saya yang dimarah oleh Tuhan. Yang dipersembahkan kepada Tuhan itu harus yang terbaik! Bagaimana kami berani membawa persembahan kepada Tuhan tetapi Tuhan lihat, apa yang kau bawa ini, nikahnya tidak beres, pelayanannya tidak beres, apa yang kau kerjakan di dunia! Saya dituntut oleh Tuhan! Kamu melayani bagaimana!

 

Makanya sekali lagi, rasul Paulus minta kepada jemaat Efesus untuk mendoakannya supaya berani memberitakan Firman, supaya jemaat tampil sesuai selera Tuhan, berhasil untuk menyambut kedatangan Yesus.

Maleakhi 1:14

1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

 

Ini mempersembahkan binatang cacat kepada Tuhan sudah dikatakan terkutuk! Apalagi kalau manusia dalam cacat cela, bagaimana bisa diterima oleh Tuhan?

 

Jadi kalau gembala kita di gereja sampaikan Firman yang keras untuk kita disucikan, pribadi, nikah, pelayanan kita, jangan marah! Itu berarti Tuhan sayang kita, Tuhan sayang gerejaNya. Gembala sayang jemaat, sebab tugasnya membawa jemaat kepada Tuhan sebagai persembahan yang sempurna.

 

Kami hamba Tuhan, bagaikan suami bayangan bagi jemaat untuk menghentar suami yang sesungguhnya itulah Yesus. Rasul Paulus mempertunangkan jemaat kepada Yesus sebagai perawan suci. Jadi jangan marah kalau Firman menyatakan dosa. Bukan kami kepo, tetapi karena sayangnya gembala kepada jemaat.

II Korintus 11:2

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

 

Gembala cemburu kalau jemaat lebih pilih yang jasmani dari pada yang rohani! Biar kita semua siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus. Kita gelar ibadah syukuran, fokus kita Firman supaya kita disucikan. Hati atau talam itu diisi makan sehat, ajaran sehat bukan makanan kebencian, makanan maut sehingga waktu Yesus datang kita berhasil untuk menyambut kedatanganNya, tidak ada yang tertinggal. Baik keluarga di tempat ini, jemaat yang Tuhan percayakan untuk saya gembalakan di Tentena, Tonusu, Diora, dan beberapa jemaat di Palu, serta yang tergembala secara virtual jarak jauh, berhasil menyambut Yesus. Tidak ada yang tertinggal.

 

Jemaat-jemaat yang lain yang ada di sini sempat mendengarkan Firman, berdoalah supaya gembala-gembala di tempat masing-masing berani tegas memberitakan Firman yang menyucikan, sehingga tidak ada yang tertinggal masuk aniaya antikristus, masuk penghukuman Tuhan atas dunia, apalagi masuk neraka selamanya, semua berhasil.

II Korintus 1:14

1:14  seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.

 

Tuhan kiranya menolong kita sekalian. Diwaktu yang Tuhan berikan ini, di waktu yang sisa, kita gunakan mempersiapkan diri dengan baik, dengan sungguh-sungguh untuk berhasil menyambut kedatangan Yesus Raja, Mempelai Pria Sorga di dalam kemuliaan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Kebaktian PA Kisah Para Rasul, Rabu 6 Mei 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 1:21-26

1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,

1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.

1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,

1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

 

Para murid berkumpul untuk mencari pengganti Yudas Iskariot. Jabatan pelayanan tidak boleh kosong, setelah Yudas meninggalkan kerasulannya dan dia mati, rasul-rasul tinggal 11 orang, harus dilengkapi menjadi 12. Biar kita perhatikan ini, kita tidak meninggalkan jabatan pelayanan yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita sekalian.

 

Untuk bisa menggantikan Yudas Iskariot ada kriterianya yaitu orang yang mengikut Yesus dimulai dari baptisan Yohanes sampai Yesus terangkat ke Sorga. Jadi dia menyaksikan kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus. Ini menunjukan kepada kita orang yang setia dan tekun dalam persekutuan dengan Yesus. Yesus adalah Firman pengajaran yang benar. Ini pelajaran bagi kita, kalau kita setia dan tekun dalam persekutuan dengan Firman pengajaran yang benar maka kita akan dipilih Tuhan untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

 

Wahyu 21:14

21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

 

Tembok kota Yerusalem Baru memiliki 12 batu dasar dan di atas 12 batu dasar itu tertulis nama 12 rasul Kristus. Di luar Yudas, sudah diganti Matias.

 

Batu dasar menunjuk pendirian yang kuat. Jadi kalau kita setia dan tekun dalam Firman pengajaran yang benar, maka kita memiliki pendirian yang kuat, tidak mudah digoyahkan. Terutama pendirian di atas Korban Kristus. Di akhir zaman ini akan dan sedang terjadi kegoncangan diberbagai bidang. Semua bidang goncang, tetapi kalau kita punya pendirian yang kuat, kita tidak usah ragu, kita tidak akan tergoncangkan.

 

Betapa banyak hamba Tuhan berguguran karena kegoncangan ini. Terutama kegoncangan dalam hal yang rohani. Bingung mana ibadah yang benar, mana pengajaran yang benar, sehingga banyak yang berguguran. Kristen yang sudah jadi bintang masih bisa diseret oleh ekor naga, ekor naga menunjuk ajaran palsu.

Ibrani 12:26-28

12:26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."

12:27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Akan terjadi kegoncangan dan sedang terjadi, terutama dalam bidang yang rohani. Gereja yang sudah berkembang, hamba Tuhan yang sudah meningkat pelayanannya, bisa goncang, bisa gugur karena kegoncangan dalam hal yang rohani, dalam ibadah pelayanan. Antikristus, nabi palsu bekerja sama menciptakan ibadah palsu yang membingungkan orang. Ada penyembahan kepada antikristus, ada tanda-tanda mujizat. Ini membuat goncang sehingga banyak yang berguguran.

 

Biarlah kita punya pendirian yang kuat atas korban Kristus. Pendirian yang kuat atas Korban Kristus = percaya kepada Yesus sebagai batu penjuru.

Efesus 2:20

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

 

Nama rasul-rasul ditulis di atas 12 batu dasar. Batu dasar tidak bisa lepas dari batu penjuru, itulah Yesus, Korban Kristus Yesus. Pendiran kita harus kuat atas Korban Kristus, percaya kepada Yesus sebagai batu penjuru. Kita mau dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, kita harus percaya kepada Yesus sebagai batu penjuru.

I Petrus 2:5-7

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." 

2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

 

Mari kita percaya kepada Yesus sebagai batu penjuru. Rohani kita kuat, rohani tidak ambruk sekalipun ada kegoncangan. Goncang di organisasi, goncang dalam jemaat, goncang dalam nikah, kalau pendirian tidak kuat, ambruk! Kita menanti kerajaan yang tidak tergoncangan, Yerusalem Baru. Kalau kita goncang, tidak mungkin masuk di sana.

 

Praktek mempunyai pendirian yang kuat atas Korban Kristus = praktek sebagai Yesus sebagai batu penjuru.

1.      Mazmur 118:22-23; 19-21

118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

118:20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

118:21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

 

Di sini ini batu penjuru dikaitkan dengan pembukaan pintu gerbang kebenaran atau pintu gerbang Sorga. Tabernakel itu miniatur kerajaan Sorga, ada pintu gerbangnya dan kita mau masuk di situ.

 

Secara rohani pintu gerbang menunjuk iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar Firman. Pintu gerbang ini punya 4 tiang, menunjuk 4 injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Dan ada 3 tirainya menunjuk pribadi Tuhan Yesus Kristus. Kita percaya, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat lewat mendengar Firman penginjilan, bukan dari melihat.

 

Jadi praktek berdiri di atas Korban Kristus atau percaya Yesus sebagai batu penjuru adalah iman kepada Yesus lewat mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus.

Roma 10:17

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

Kristus artinya yang diurapi, jadi mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus. Mendengar Firman itu bergantung pada urapan Roh Kudus, bukan pada akal atau pendidikan kita.

 

Pemberitaan Firman bergantung pada urapan Roh Kudus.

II Korintus 3:14-16

3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.

3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

 

I Korintus 2:4-5

2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

 

Jadi pemberitaan Firman harus bergantung pada urapan Roh Kudus, baik kami hamba Tuhan yang memberitakan harus dalam urapan Roh Kudus. Yang mendengar juga harus dalam urapan Roh Kudus. Kalau ada urapan Roh Kudus maka sikap kita terhadap pemberitaan Firman pasti benar. Apa itu sikap yang benar?

Mazmur 118:19

118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

 

a)      Bukakankanlah aku pintu gerbang kebenaran, artinya:

1)      Hamba Tuhan berani membuka hati dan membuka mulut untuk memberitakan Firman sekalipun keras, tajam, menyucikan. Tidak membijaksanai, tidak mengurangi atau menambah dengan lawakan supaya segar, tidak ditambah dengan dongeng-dongeng. Makanya Paulus berkata berdoalah untuk aku supaya aku berani membuka mulut memberitakan rahasia Injil. Memberitakan Firman yang keras dan tajam untuk menyucikan.

 

Kadangkala Tuhan sudah bukakan Firman, tetapi karena tidak berani sehingga Firman ditutup, berarti dia egois, Firman untuk diri sendiri, tidak mau dia sampaikan. Sementara hamba Tuhan itu hanya dipercaya Firman untuk meneruskan Firman. Kalau saya hamba Tuhan menutup-nutupi Firman maka Tuhan tidak akan percayakan lagi pembukaan rahasia Firman.

Titus 1:3

1:3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.

 

Dipercaya kepada Paulus, dia tuliskan untuk dibaca. Sekarang disampaikan untuk didengar oleh sidang jemaat, jangan ditutup-tutupi. Karena takut nanti sidang jemaat marah lalu keluar, akhirnya dibijaksanai. Harus berani untuk memberitakan Firman, buka hati, buka mulut untuk memberitakan Firman sekalipun keras dan tajam menyucikan. Kalau disampaikan dengan urapan maka bisa diterima. Tetapi kalau disampaikan dengan emosi, yang mendengar mengamuk juga.

 

Untuk kami hamba Tuhan, memberitakan Firman dengan urapan Roh Kudus. Hati terbuka karena mau menolong, bukan sengaja mau tembak-tembak. Yang hancur nikahnya, hancur rohaninya ditolong. Sampaikan Firman dengan nada kasih.

 

2)      Sidang jemaat membuka telinga dan hati selebar-lebarnya bagi Firman.

II Korintus 6:11-13

6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.

6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.

6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

 

Kadangkala hamba Tuhan sudah buka hati lebar-lebar bagi sidang jemaat, karena mau menolong maka disampaikan Firman yang keras, untuk keselamatan jiwa, tetapi dari jemaat menghadapi dengan hati yang sempit, bahkan dengan hati yang tertutup. Sebagai timbal balik buka hati lebar-lebar, buka mata, jangan tidur! Buka hati, buka telinga untuk kita bisa mendengar Firman. Semoga Firman itu bisa masuk di dalam hati kita, menjadi iman untuk dilakukan, ada perbuatan iman.

 

b)      Mazmur 118:19

118:19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

 

Sikap kedua mengucap syukur kepada Tuhan. Tadinya Firman ini hanya untuk bangsa Israel. Di luar bangsa Israel itu bangsa kafir. Kalau sekarang kita bangsa kafir bisa mendengar pembukaan rahasia Firman, mari kita sikapi dengan mengucap syukur. Berarti kita senang, bergemar mendengar Firman. Sampai kita percaya, yakin, sampai kita praktekan, Firman itu menjadi kesukaan kita.

Yeremia 15:16

15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

 

Kita bersukacita, menikmati Firman. Maka kita akan menikmati keajaiban-keajaiban dari Firman itu.

Mazmur 118:23

118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

 

Saya banyak mengalami ajaibnya Tuhan, luar biasa Firman  itu. Yang penting ada pembukaan rahasia Firman, Tuhan buka jalan, Tuhan adakan. Apalagi kalau mau ikuti ibadah persekutuan. Kami hamba Tuhan kalau mau ikuti ibadah persekutuan seperti ini bergumul. Sesuai pembukaan rahasia Firman, Tuhan membuka jalan. Sampai saya bingung, bagaimana isteriku menyimpan uang. Jadi bukan nanti karena Tuhan sudah percaya jemaat yang lebih banyak baru ada tiket. Sejak merintis, ada perbuatan ajaib dari Tuhan. Waktu membangun gereja kalau Tuhan sudah bukakan Firman, pasti ada.

 

Secara jasmani ada perbuatan ajaib, juga secara rohani yaitu  kita dibaharui. Sampai kita sendiri heran, saya ini orang tempramen, koq bisa berubah. Saya ini orang yang tabiatnya buruk, koq bisa berubah.

 

2.      Markus 12:9-10

12:9 Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.

12:10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:

 

Ini adalah perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Yang dinanti oleh pemilik kebun anggur adalah buah anggur, tetapi begitu pemilik kebun anggur mengirim hambanya malah dipukuli, ada yang dibunuh. Akhirnya dikirim anaknya yang tunggal, malah dibunuh di luar kebun anggur. Itu menunjukan pribadi Yesus, Dia mati di luar Yerusalem, di bukit Golgota.

 

Yang kedua ini batu penjuru dikaitkan dengan buah anggur. Buah anggur kalau diperas menghasilkan air anggur. Air anggur yang diperas menunjuk darah Yesus yang tercurah sejak di taman Getsemani sampai di kayu salib. Dalam terang Tabernakel, darah Yesus yang tercurah kena pada mezbah korban bakaran.

 

Dulu bangsa Israel untuk mendapatkan pengampunan dosa mereka harus mempersembahkan hewan korban di mezbah ini, darahnya disiram di mezbah korban bakaran, dibakar dagingnya di situ. Semua hewan kurban sudah digenapi oleh satu kurban yaitu kurban Kristus Yesus. Kita tidak perlu lagi membawa hewan kurban seperti bangsa Israel dulu membawa lembu, membawa kambing, domba, burung tekukur atau burung merpati. Tidak perlu kita bawa itu karena sudah tersedia Korban Kristus sebagai sarana  pengampunan dosa kita, sebagai sarana untuk bertobat.

 

Disimpulkan berdiri di atas Korban Kristus atau percaya Yesus sebagai batu penjuru adalah bertobat, menyelesaikan dosa-dosa kita. Waktu Yesus di kayu salib Dia berseru ‘sudah selesai’. Dengan korbanNya di kayu salib menjadi sarana untuk menyelesaikan segala dosa. Berapa kali dilakukan, seberapa besar dosa itu, Korban Kristus adalah sarana untuk pengampunan dosa kita. Kita berdiri di atas Korban Kristus artinya kita bertobat menyelesaikan dosa lewat proses saling mengaku, saling mengampuni dan lupakan dosa. Jangan diungkit-ungkit!

Yohanes 19:28-30

19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —: "Aku haus!"

19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

 

Di kayu salib Yesus sudah meminum air anggur asam bercampur empedu, itulah dosa-dosa kita. Yesus sudah meminum dosa-dosa kita. Dosa itu yang membuat hidup kita menjadi asam, menjadi pahit, kecut. Ada dosa disembunyi dari isteri, begitu ketahuan rumah tangga itu menjadi asam, menjadi pahit. Itu dosa, membuat semua menjadi asam dan pahit. Tetapi sekarang Yesus mau teguk, mau ampuni. Sarana sudah Tuhan berikan, tinggal dari kita.

 

Roma 2:3-4

2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

 

Korban Kristus itu merupakan kemurahan Tuhan, kesabaran Tuhan dan kelapangan hati Tuhan bagi kita untuk bertobat. Apa artinya ini?

a)      Kemurahan Tuhan, Yesus mau menebus dosa kita dengan tubuhNya yang mati di kayu salib. Terutama untuk kita bangsa kafir, Yesus mau menebus dengan luka kelima, luka di lambungNya. Ini kemurahan bagi kita bangsa kafir, mau menebus kita dengan tubuhNya. Karena Dia sudah memberikan tubuhNya sebagai Korban penebusan dan Dia berikan juga tubuh bagi kita sebagai sarana untuk bertobat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa bertobat. Semua bisa bertobat, tinggal mau atau tidak!

 

Selain Tubuh, Tuhan berikan juga kepada kita jiwa dan roh sehingga perlu dan harus bertobat. Karena roh kita ini berasal dari Tuhan. Roh kita ini akan kembali kepada Tuhan, makanya perlu dan harus bertobat.

 

Apa binatang perlu bertobat, kan dia punya tubuh? Bisa tetapi tidak perlu dan tidak harus, karena dia tidak punya roh, tidak akan kembali kepada Tuhan. Malaikat tidak punya tubuh, tidak bisa bertobat. Makanya begitu malaikat jatuh dalam dosa, dia menjadi setan. Kita lengkap, punya tubuh sebagai sarana untuk bertobat. Punya jiwa, perlu bertobat. Punya roh harus bertobat. Ini kemurahan Tuhan kepada kita.

 

b)      Kelapangan hati Tuhan. Artinya Tuhan mau mengampuni segala jenis dosa, berapa lama dosa itu dilakukan dan berapa kali dosa itu dilakukan. Jadi jangan pesimis, saya sudah hancur-hancuran, saya tidak mungkin lagi diampuni. Karena hati Tuhan begitu lapang, Dia rindu juga kita memiliki hati yang lapang untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakan dosa orang lain. Dalam doa Bapa kami sudah jelas, ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Kita sudah diampuni, berikan juga pengampunan kepada sesama.

Matius 18:21-22

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"

18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

 

Kalau hati manusia, paling banyak itu mengampuni sampai 7 kali, ini sesuai dengan pengakuan Petrus, yang ke-8 sudah tidak bisa diampuni. Itulah manusia, terlalu sempit hatinya. 70x7x kalinya tidak terhingga. Jangan diartikan 7x70 kali berarti 490 kali. Sudah mulai dihitung-hitung suaminya berbuat salah dan diampuni, kalau sudah 491 kali sudah tidak mau lagi mengampuni.

 

Kadang kita melayani tetapi hati sempit untuk mengampuni. Apalagi kalau itu hamba Tuhan. Kesalahan yang lama-lama, yang sudah diselesaikan masih dicerita dan diungkit-ungkit, bagaimana bisa melayani! Sementara Yesus sendiri berkata kalau kamu mau mempersembahkan korban lalu  kamu mengingat ada kesalahan, ada dosa, ada yang mengganjal yang belum diselesaikan, tinggalkan dulu korbanmu, pergi berdamai, setelah itu baru lanjutkan pelayanannya.

Matius 5:23-24

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

 

Pergi berdamai dulu, buka hati lebar-lebar, selesaikan dosa dulu. Jadi bukan pelayanannya yang ditinggalkan, selesaikan dosa, pelayanan tetap dikerjakan. Kalimatnya bukan hanya tinggalkan persembahan pergi berdamai. Bahkan pendeta juga seringkali begitu, ada pelayan berbuat salah langsung disuruh tinggalkan persembahan di depan mezbah, stop jangan melayani lagi. Padahal Alkitab bilang tinggalkan persembahan, pergi berdamai, lalu kembali! Jangan dibuang pelayanannya. Kami juga hamba Tuhan jangan pecat-pecat jemaat, pecat-pecat pelayan Tuhan, arahkan dia berdamai. Sesudah dia berdamai, kembali melayani Tuhan. Itu hati Tuhan lapang. Kadang kami hamba Tuhan hatinya sempit.

 

c)      Korban Kristus merupakan kesabaran Tuhan. Artinya Tuhan masih memberikan perpanjangan umur kepada kita dan Tuhan belum datang kembali, dengan tujuan supaya kita bertobat. Gunakan waktu yang Tuhan berikan Tuhan untuk bertobat, untuk menyelesaikan dosa, bukan menambah dosa!

II Petrus 3:9

3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

 

Kalau Tuhan saja ingin kita bertobat, Tuhan tidak menghukum, lalu apa hak kita menghukum orang atau menghakimi orang. Tuhan itu mau mengampuni, bagi Tuhan lebih baik mengampuni dari pada menghukum. Tetapi bagi manusia malah seringkali lebih baik menghakimi! Jangan kita seperti itu.  

 

Mari kita bertobat, selesaikan dosa, apa saja jenis dosa itu. Berapa kali dibuat, berapa lama dilakukan, Yesus sedia untuk mengampuni. KorbanNya Dia berikan kepada kita sebagai sarana untuk mengampuni. Di depan kita ada perjamuan suci. Yesus teguh air anggur asam bercampur empedu dan berseru sudah selesai. Sodorkan air anggur asam, akui segala dosa. Sebagai ganti Tuhan berikan air anggur manis kepada kita. Dosa diselesaikan dan air anggur manis Tuhan berikan. Apa itu air anggur manis

Mazmur 32:1

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

 

Ini air anggur manis, kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Berikan air anggur asam bercampur empedu, akui dosa kita, Tuhan Yesus mau teguk, Dia mau terima dan Tuhan memberikan air anggur manis kepada kita kita. Kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Kalau dosa sudah tidak ada lagi, kita masuk puncak kebahagiaan Sorga, pesta nikah Anak Domba Allah. Kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan tanpa cacat cela, bersanding dengan Yesus Mempelai Pria Sorga dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Wahyu 19:6-9

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

 

3.      Kisah Para Rasul 4:11-12

4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru. 

4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

 

Batu penjuru dikaitkan dengan nama Yesus, artinya:

a)      Matius 28:19

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

 

Siapa nama Bapa, Anak dan Roh Kudus?

Kisah Para Rasul 2:38; 19:5

2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

 

Jadi batu penjuru di kaitkan dengan nama Yesus adalah masuk baptisan air yang benar dengan meterai nama yang benar dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dalam Tabernakel terkena bejana pembasuhan. Dulu Imam Besar Harun dan imam-imam yang mau melayani di kemah suci, harus mencuci tangan dan kaki dulu di sini. Itu bicara baptisan.

 

Baptisan air yang benar seperti Yesus dibaptis. Syarat baptisan air adalah mati terhadapa dosa! Bertobat.

Roma 6:2

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

 

Sesudah mati baru pelaksanaan baptisan air yaitu dikubur.

Roma 6:4

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

 

Kalau namanya dikubur, dari ujung rambut sampai ujung kaki masuk semua di dalam air dan posisinya dibaringkan. Ada juga yang sudah masuk dalam air tetapi dijongkokan.

 

Meterainya harus jelas di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Yang menangani baptisan juga harus diperhatikan, jangan asal, karena ini menyangkut memeteraikan nama Tuhan. Untuk persoalan baptisan ini Tuhan utus Yohanes Pembaptis, seorang yang terbesar. Bukan badannya besar sekali tetapi rohaninya luar biasa. Jadi yang menangani baptisan bukan sembarang, apalagi hamba Tuhan yang tidak jelas tahbisannya, tidak sungguh-sungguh melayani.

 

Ingat anak-anak Skewa, anak-anak imam, kalau sekarang anak-anak pendeta. Papanya pendeta, anaknya juga jadi pendeta. Anak-anaknya coba-coba usir setan. Orang yang dirasuk setan langsung berkata, Yesus aku kenal, Paulus aku kenal, kamu siap! Langsung mereka digagahi, diserang!

 

Tidak boleh sembarang, meterai nama ini penting, tidak boleh asal. Kalau yang melayani hamba Tuhan yang tidak jelas tahbisannya, diragukan meterai nama Tuhan atau meterai apa yang melekat?

Kisah Para Rasul 19:13-16

19:13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."

19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"

19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

 

Pikirnya sudah menerima meterai Allah Tritunggal, ternyata roh dari pelayan yang tidak benar tahbisannya itu turun pada yang dia baptis!

 

Baptisan air ini tidak bisa dientengkan sebab ini dasar rohani kita. Berdiri teguh di atas Korban Kristus. Kalau dasarnya tidak kuat, bagaimana mau membangun di atasnya? Pondasi begitu rapuh, mau mendirikan bangunan 2 tingkat, bagaimana bisa. Dasarnya harus kuat, tidak boleh dientengkan, harus benar-benar seperti yang ditulis di Alkitab, tidak boleh meleset sedikitpun. Bagaimana syaratnya harus ikuti, pelaksanaannya bagaimana ikuti sesuai Firman, baru nama Allah Tritunggal melekat kepada kita sekalian.

 

Jika baptisannya benar, meterai Allah Tritunggal ada pada kita, kita luput dari penghukuman Tuhan atas dunia kita. Yang punya meterai nama Tuhan itu diluputkan.

Wahyu 9:4-5

9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

 

Ini sangkakala yang kelima, belalang yang menyengat seperti kalajengking, menyengat manusia selama 5 bulan atau 150 hari. Bumi juga pernah dihukum oleh Tuhan selama 150 hari yaitu ketika air bah menguasai bumi. Yang selamat hanya orang yang di dalam bahtera Nuh yaitu Nuh sekeluarga. Di luar itu mati semua! 150 ada kaitannya dengan bahtera Nuh. Bahtera Nuh ada kaitannya dengan baptisan air.

Kejadian 7:24

7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

 

Yang selamat hanya yang ada di dalam bahtera Nuh. Sekalipun ada kapal atau perahu yang lain, tetapi yang menyelamatkan hanya bahtera Nuh, yang lain tenggelam. Hanya satu yang menyelamatkan itulah bahtera Nuh. Bahtera Nuh menunjuk baptisan air. Baptisan air seperti Yesus dibaptis yang sesuai Firman, itu yang menyelamatkan. Di luar itu tidak ada yang bisa menyelamatkan. Hanya seperti Yesus dibaptis, seperti yang tertulis di dalam Firman Tuhan.

I Petrus 3:20-21

3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 

3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,

 

Mari periksa baptisan kita, syaratnya bagaimana, pelaksanaannya bagaimana, siapa yang menangani. Supaya betul-betul kita selamat atas penghukuman Tuhan atas dunia ini. Ada 3x7 penghukuman dari Allah Tritunggal. 7 meterai hukuman dari Allah Roh Kudus, 7 sangakakala hukuman dari Anak Allah, 7 malapetaka hukuman dari Allah Bapa. Kita mau lari ke mana? Masuk bahtera, baptisan air yang benar.

 

Jadi batu penjuru dikaitkan dengan nama Yesus, arti pertama masuk dalam baptisan air yang benar. Jangan puas, sesudah baptisan air belum selesai.

 

b)      Kidung Agung 1:3

1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

 

Nama Salomo bagaikan minyak yang tercurah. Salomo gambaran Yesus Anak Allah Mempelai Pria Sorga. Bicara minyak menunjuk Roh Kudus. Jadi batu penjuru dikaitkan nama Yesus artinya kita mengalami baptisan Roh Kudus, diurapi, dipenuhi sampai meluap-luap dalam Roh Kudus. Dalam Tabernakel itu kena pintu kemah, untuk masuk dalam ruangan suci, daerah penggembalaan. Untuk luput dari penghukuman Tuhan, jangan rusakan minyak. Jaga Roh Kudus, jangan dukakan, jangan padamkan apalagi menghujat Roh Kudus. Yang belum dipenuhi Roh Kudus, minta Roh Kudus. Seorang anak meminta roti, pasti diberikan roti oleh Bapanya, tidak mungkin diberikan kalajengking. Minta maka Tuhan akan memberikan Roh Kudus kepada kita, sesuai dengan kerinduan dan kebutuhan kita.

 

Kalau disimpulkan praktek berdiri di atas Korban Kristus adalah lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus =  mengalami keubahan hidup. Yang sudah dibaptis, sudah dipenuhi Roh Kudus, buktikan ada keubahan hidup. Ini yang menentukan kita bisa melihat Sorga, bahkan masuk Sorga.

Yohanes 3:3-5

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

Apa bukti saya sudah dilahirkan baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus?

a)      Bisa melihat kerajaan Sorga. Sekarang lihat dulu baru nanti masuk. Apa artinya melihat kerajaan Sorga? Pandangan atau perhatian kita pada perkara yang rohani. Bukan hanya yang jasmani, yang rohani sudah diabaikan. Banyak kali keliru, sesudah dibaptis sudah tidak mau ibadah, merasa sudah pemilik Sorga. Pandangan dulu, perhatiannya ke mana? Pandang kerajaan Sorga, pandang perkara yang rohani.

 

Dalam Tabernakel, pandangan rohani setelah bejana pembasuhan dan pintu kemah adalah ruangan suci. Ada apa dalam ruangan suci? Ada 3 macam alat.

1)      Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman dan KorbanNya. Rohani kita diberi makan.

2)      Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karuniaNya. Rohani kita diberi minum

3)      Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, kita bernafas.

 

Urutannya terserah kebijakan gembala. Ada yang ibadah raya tidak bisa hari minggu, dibikin hari lain, semua sesuai kebijakan.

 

Tekuni itu, mata kita melihat kerajaan Sorga. Ini orang yang dibaharui, pandangannya pada penggembalaan. Matanya tertuju pada rumput penggembalaan,

 

b)      Yang dibaharui berikutnya adalah hati. Hati yang taat pada Firman = bisa makan Firman penggembalaan. Sudah tekuni 3 macam ibadah pokok harus makan. Bukan hanya tekuni tetapi tidak makan. Dalam kandang lalu tidak makan, rugi, nanti mati. Sudah dalam kandang penggembalaan, kesempatan makan Firman penggembalaan, taat pada Firman penggembalaan. Hati yang taat ini adalah landasan yang kuat untuk menerima berkat-berkat dari Tuhan.

Yehezkiel 11:19-20

11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,

11:20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.

 

Jadi yang kita upayakan, yang kita kejar adalah hati taat. Kejar dulu hati taat maka berkat yang mengejar kita. Jangan kita kejar berkat tetapi tidak taat pada firman, semakin jauh berkatnya! Baik berkat secara jasmani, terutama berkat secara rohani yaitu:

1)      Pembukaan rahasia Firman semakin melimpah. Kalau kamu masuk melalui pintu kamu akan mendapatkan padang rumput. Masuk melalui pintu artinya taat. Yesus adalah pintu, Dia taat sampai mati di kayu salib. Kita lewati pintu, mau taat seperti Yesus, maka kita akan menemukan padang rumput. Rohani kenyang, jasmani Tuhan pasti sediakan. Yang penting ada makanan, ada pakaian, cukuplah. Kalau sudah ada makanan Firman, cukuplah, tidak usah ragu, yang lain pasti Tuhan sediakan.

Yohanes 10:9-10

10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Bagaimana besarnya roti sajian itu, begitu luar biasa berkat Tuhan. 1 roti sajian itu dari 2 gomer tepung. 1 gomer itu 3.6 liter, kalau 2 gomer berarti 7,2 liter. Bayangkan 1 roti beratnya sekitar 5kg lebih.  Jadi tidak usah takut, kalau rohani melimpah, jasmani juga melimpah, Tuhan berkati.

 

Kadang Firman sudah disampaikan, hati belum percaya. Kalau hati sudah bisa menikmati Firman, tidak usah ragu. Jangan tinggalkan ibadah untuk mencari berkat yang jasmani. Kalau tinggalkan Firman untuk mencari berkat yang jasmani, tidak dapat! Nanti seperti Esau, lelah, terlantar! Orang yang online, mau suka tatap muka langsung. Kita yang dapat kesempatan tatap muka langsung malah mau online!

 

2)      Pemakaian Tuhan, jabatan pelayanan itu berkat dari Tuhan. Hatinya taat, dipakai oleh Tuhan. Semakin taat, semakin luar biasa pemakaian Tuhan di dalam kita. Semakin taat, semakin dipakai, semakin terangkat rohani kita. Sebagai pengerja belajar untuk taat. Kalau mau taat, Tuhan pakai.

 

Rohani terangkat, sampai kita terangkat ke awan-awan yang permai waktu Yesus datang kembali. Bukti rohani terangkat pandangan kepada yang jasmani sudah mulai berkurang. Perkara jasmani kita lihat semakin kecil. Kita tidak lagi terikat.

II Timotius 2:3-4

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

 

Dia tidak memusingkan diri dengan soal-soal penghidupannya. Bukan masa bodoh dengan perkara jasmani. Silahkan sekolah dengan giat, kerja dengan keras tetapi pandangan kita lebih fokus pada yang rohani. Perkara jasmani sudah terlihat kecil, tidak mempengaruhi pelayanan kita. Sudah terikat dengan perkara jasmani, sehingga tidak kuatir lagi dengan perkara jasmani. Seringkali selain kuatir, jadi bangga. Tidak bangga tidak sombong dengan perkara yang jasmani. Apa yang mau dibanggakan?

 

Tidak kuatir, tidak bangga akan perkara-perkara yang jasmani. Maka saat Yesus datang kita sudah terlepas sepenuhnya, terangkat ke awan-awan menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.

I Tesalonika 4:16-17

4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

 

Biarlah ini menjadi kenyataan. Yesus sudah mau datang, ayo berdiri teguh di atas Korban Kristus. Percaya, bertobat, lahir baru, tergembala, disucikan, kita melayani Tuhan sampai Yesus datang kembali kedua kali. Ada kesiapan menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Wahyu 22:20-21

22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

 

Betapa rindu hati ini untuk segera bertemu dengan Yesus bersama isteri dan anak-anak, juga bersama semua jemaat. Semoga tidak ada satupun yang tertinggal dan binasa, semua berhasil menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

 

Tuhan Yesus memberkati.