20260705

Kebaktian Umum, Minggu 5 Juli 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 16:4-7

16:4 Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.

16:6 Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"

16:7 Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

 

Air sungai dan mata air menjadi darah, ini adalah pembalasan Tuhan atas darah orang-orang kudus dan para nabi yang ditumpahkan. Malapetaka yang ketiga ini adalah kelanjutan dari meterai kelima. Dalam meterai kelima ditunjukan jiwa-jiwa di bawah mezbah, orang yang dibunuh karena kesaksian Yesus dan jiwa-jiwa ini menuntut balas.

Wahyu 6:9-11

6:9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

6:10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"

6:11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

 

Ini adalah para martir, orang-orang yang mati syahid. Dimulai dari Habel yang dibunuh oleh Kain, ini dizaman Allah Bapa. Kemudian di zaman Anak Allah ada anak imam Yoyada yang dibunuh. Sekarang kita di zaman akhir lebih banyak lagi orang-orang yang dibunuh karena Firman, karena kesaksian Yesus. Nanti akan terjadi secara massal pada zaman antikristus, pembunuhan secara massal terhadap orang yang punya Firman dan kesaksian Yesus.

 

Jiwa-jiwa mereka menuntut balas dan Tuhan yang membalas. Jadi pembalasan adalah hak Tuhan, bukan hak kita. Tugas kita hanya berseru kepada Tuhan dan nanti Tuhan yang beracara.

Roma 12:19

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

 

Kita lihat orang benar pertama yang menjadi martir, itulah Habel yang dibunuh oleh Kain oleh karena ibadahnya.

Kejadian 4:3-11

4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 

4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

4:9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

4:10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 

4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

 

Kenapa Kain membunuh Habel? Karena persembahan Habel diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. Jadi tidak semua jerih payah dalam ibadah pelayanan itu diterima. Kita periksa selama ini kita sudah berjerih payah dalam dalam ibadah pelayanan, apakah diterima atau tidak. ada orang sudah beribadah melayani, bernubuat, mengusir setan, mengadakan mujizat, tetapi Tuhan tidak menerima. Tuhan berterus terang, pelayanannya ditolak orangnya juga ditolak. Jangan tunggu nanti Tuhan berterus terang, lebih baik sekarang kita periksa lewat pedang Firman, apakah ibadah kita diterima oleh Tuhan.

 

Kita lihat tanda ibadah pelayanan yang tidak diterima oleh Tuhan adalah selalu diisi dengan kebencian, panas hati. Kalau saya khotbah, tetapi dari mimbar ini selalu menyerang hamba Tuhan lain, mendoktrin supaya jemaat membenci jemaat yang lain, ibadah saya tidak diterima! Kadang saya memberi contoh untuk jangan ditiru. Tetapi kalau mendoktrin jemaat supaya jangan menyapa pendeta lain, jangan bergaul dengan pendeta lain, ini ibadah Kain! Yang dia korbankan hasil kebunnya, berarti dia berjerih lelah selama ini, bercocok tanam, ada hasil, tetapi ketika dia persembahkan Tuhan tidak terima.

 

Ternyata ibadah pelayanan Kain tanpa kasih!

I Yohanes 3:11-15 (Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru)

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;

3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

3:13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

 

Dalam surat Korintus dikatakan biarpun bisa memindahkan gunung, memberi diri dibakar, tetapi kalau melayani tanpa kasih, tidak berguna!

 

Bukti ibadah pelayanan tanpa kasih:

1.      Habel mempersembahkan hewan sulung, Kain tidak! Jadi beribadah melayani tanpa tanda kesulungan. Apa artinya tanpa tanda kesulungan?

a)      Yakobus 1:18

1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

 

Sulung ada kaitan dengan kebenaran.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

Jadi tanpa tanda kesulungan artinya tanpa Firmam penyucian, tanpa Firman pengajaran yang benar. Bukan berarti di gereja tidak ada Firman, tetapi dia tidak suka mendengar Firman pengajaran yang benar sehingga dia melayani penyucian, tanpa kasih! Setiap ibadah diberitakan Firman dengan keras diberitakan, tetapi dia tidak mau dengar, tidak suka mendengar Firman yang menyucikan sehingga dia melayani tanpa kesucian. Ini tanpa tanda sulung. Inilah ibadah pelayanannya Kain!

 

Nomor 1 saya gembala, apa yang saya ajarkan kalau tidak saya kerjakan, berarti saya melayani tanpa kasih, tanpa kebenaran, tanpa Firman penyucian. Hanya sekedar mengajar tetapi tidak mengerjakan!

 

Yesus sendiri memberi teladan, apa yang Dia kerjakan, itulah yang dia ajarkan.

Kisah Para Rasul 1:1

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

 

Kalau kita mau memberi diri digembalakan, teliti dan selidiki dengan baik, gembala yang melayani saya ini dia kerjakan Firman baru dia ajar atau sekedar dia ajar tanpa dipraktekan.

Lukas 1:1-4

1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,

1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.

1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,

1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

 

Jemaat harus selidiki. Tidak mengapa kalau jemaat itu mau kepo pendeta ini bagaimana. Atau mungkin mau datang seharian mengamati gembala. Tidak mungkin kalau dia munafik bertahan satu hari berpura-pura! Padahal sebenarnya tidak begitu.  Saya juga begitu, saya digembalakan oleh siapa, saya selidiki, saya lihat. Guru saya ini apa yang dia kerjakan itu yang dia ajarkan, maka saya mantap ikut persekutuan yang benar di situ.

Ibrani 2:1

2:1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

 

Jangan dibawa arus, baik arus dosa, juga arus kesesatan. Yang membuat saya terpukul kalau isteri saja mengeluh kelakuan saya. Kalau isteri saya saja mengeluh dengan kelakuan saya, bagaimana dengan jemaat yang lain. Hanya munafik saja, pura-pura baik padahal tidak!

 

Kalau Firman penyucian sudah tidak disukai, maka orang seperti ini akan membuka telinga dan hatinya pada ajaran yang lain.

II Timotius 4:3-4

4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

 

Masih melayani tetapi sudah tidak bisa menerima penyucian. Dia akan membuka hati dan telinga mendengar ajaran lain. Dan dia tidak akan pernah berubah! Karena ia memungkiri kekuatan ibadah. Kekuatan ibadah itu Firman penyucian, dia tidak mau. Sampai Tuhan datang dia tidak akan berubah! Makanya ditolak oleh Tuhan, Tuhan berterus terang, Aku tidak pernah mengenal engkau!

 

Periksa selama ini kita melayani zangkoor, pemain musik, pemimpin pujian, bagian sound sistem dan lain-lain, saya berubah atau tidak. Kalau setiap Firman datang tidak senang, main-main, maka melayani tetapi tidak pernah berubah.

II Timotius 3:5,1-4

3:5  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

 

Melayani tetapi tidak berubah, tetap manusia jasmani! Keubahan itu mulai dari hati, hati itu tercermin di wajah.

 

Kejadian 4:3 (Terjemahan Lama)

4:3 Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan.

 

Ini kesudahan tahun. Kita periksa, jangan seperti Kain sepanjang tahun kita melayani tetapi wajahnya muram, melayani tetapi hati tidak berubah, panas hati, benci, dendam, pahit hati dan lain-lain membuat wajahnya muram. Tetapi kalau kehidupan itu dibaharui, wajahnya berseri-seri. Susah mau diterangkan dengan kata-kata. Kita bisa lihat sendiri ada sinar dari orang yang mau disucikan diubahkan. Kehidupan yang suci wajahnya berseri-seri memancarkan kasih Tuhan.

 

Sudah Tuhan Yesus berikan teladan, keubahan hidup itu dari wajah (dari hati).

Matius 17:1-2

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

 

Biar wajahnya jelek, tetapi mau disucikan, berseri-seri, bercahaya.

 

b)      Roma 8:23-25

8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

 

Beribadah melayani tetapi tanpa urapan dan karunia Roh Kudus. Ibadah pelayanannya kering. Mungkin bisa khotbah berjam-jam, tetapi kering! Jemaat muak mendengarkan.

 

Tanpa urapan dan karunia Roh Kudus buktinya:

1)      Tanpa pengharapan untuk sempurna seperti Yesus, sebab yang dia cari hanya yang jasmani. Keselamatan itu terserah, urusan Tuhan, yang penting dapat dulu yang jasmani, itu yang dia harapkan. Mau jadi sempurna urusan belakang, sampai dia berpikir kalau mati habis perkara. Dia pikir kalau sudah mati sudah selesai, padahal nanti dibangkitkan dan dia pertanggung jawabkan apa yang dia buat di dunia. Dibukan kitab kehidupan dan kitab pribadi, kalau namanya tidak tercantum dalam kita kehidupan, dia dilempar ke neraka. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Kalau gembala, dia khotbah, kalau ditanya melayani tujuannya apa? Yang penting melayani, terserah jemaat mau ke mana, yang penting isi ibadah hari minggu dengan khotbah. Terserah apa yang mau disampaikan, mau mendongeng, mau melawak, yang penting dilihat jemaat khotbah, tidak ada pengharapan. Yang diharapkan hanya yang jasmani, jemaat berkorban, jemaat kasih perpuluhan dan lain-lain. Begitu jemaat, yang penting ibadah supaya dapat yang jasmani. Orang seperti ini adalah orang yang paling malang. Kalau hidup kita hanya mengharapkan yang jasmani, tidak punya pengharapan untuk sempurna seperti Yesus, dia adalah orang yang paling malang!

I Korintus 15:15

15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.

 

Saya lahir, dibesarkan, berkarya di dunia ini, untuk apa kita hidup di dunia ini? Kalau pikirannya hanya untuk dapat sesuap nasi, untuk menyenangkan daging, ada uang dan lain-lain, maka orang itu orang paling malang! Kita hidup di dunia ini untuk menjadi terang kesaksian, menjadi berkat, supaya ketika Yesus datang kita menjadi terang dunia seperti Yesus terang dunia, kita bersamaNya selamanya.

 

Kaum muda silahkan pikirkan masa depanmu. Berupaya untuk meraih cita-citamu. Saya doakan untuk menjadi apa saja yang dicita-citakan. Tetapi pengharapan kita untuk menjadi sempurna seperti Yesus. Jangan hanya mengharapkan dapat ijazah, dapat pekerjaan yang mapan, enak hidup saya. Bukan itu!

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Ini yang kita harapkan, menjadi sama dengan Yesus, masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

2)      Kalau ada urapan dan karunia Roh Kudus kita bertekun.

Roma 8:25

8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

 

Pengharapan dan ketekunan tidak bisa dipisahkan. Kita punya pengharapan untuk jadi Mempelai Wanita Tuhan, untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan kita harus bertekun. Jadi praktek tanpa urapan dan karunia Roh Kudus adalah tidak mau bertekun dalam 3 macam ibadah pokok. Bertekun itu tidak mau dihalangi dan tidak mau terhalang. Saya sudah 3 macam ibadah pak gembala, tetapi gampang terhalang bahkan cari-cari halangan, itu belum bertekun! Biasanya diri sendiri yang cari halangan. Tuhan sudah buka jalan tetapi cari halangan, cari alasan. Kalau cari alasan untuk tidak beribadah, iblis sudah sodorkan sekeranjang alasan. Seharusnya halangan besar dijadikan kecil, yang kecil ditiadakan. Bukan yang kecil dijadikan besar.

 

Orang yang ada urapan dan karunia Roh Kudus bertekun dalam 3 macam ibadah pokok. Apapun halangannya, berupaya menerobos, tidak mau dihalangi. Halangan bukan malah dicari-cari, tapi harus ditiadakan, itu orang bertekun!

 

2.      Tanpa tanda darah. Yang dipersembahkan Kain hasil pertanian, yang dipersembahkan Habel domba sembelihan. Jadi Kain tanpa tanda darah, hanya mau cari yang enak bagi daging. Kalau hamba Tuhan hanya cari yang enak bagi daging, jangan jadi hamba Tuhan! Bahkan seringkali kesenangan daging yang di luar sana dibawa dalam ibadah. Ini tanpa tanda darah! Ibadah sekarang sudah jadi hiburan daging, padahal itu tidak disenangi oleh Tuhan.

Zakharia 10:2

10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

 

Kalau kesenangan daging dibawa dalam gereja, di hadapan Tuhan itu adalah domba-domba yang sengsara yang tidak ada gembala! Jemaat senang, gembala senang, tetapi Tuhan bilang ‘kamu domba yang tidak tergembala, yang sengsara!’.

 

3.      Tanpa lemak, artinya:

a)      Imamat 3:16

3:16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

 

Tanpa lemak artinya tidak tahu mengembalikan milik Tuhan. Milik Tuhan yang terkecil adalah perpuluhan dan persembahan khusus. Bagaimana mau memberi diri menjadi Mempelai Wanita Tuhan kalau yang terkecil saja yaitu perpuluhan dan persembahan khusus tidak dia berikan. Lebih membesar lagi ibadah pelayanan yang memuncak pada doa penyembahan. Dan paling besar Mempelai Wanita Tuhan, ayo kita kembalikan. Kita dapat kemurahan kerja di kebun anggur, apa yang diharapkan dari kebun anggur? Berikan buah, itu miliknya Tuhan. Mulai dari perpuluhan dan persembahan khusus, ibadah pelayanan dan doa penyembahan lalu puncaknya Mempelai Wanita Tuhan.

 

b)      Lemak itu adalah yang terbaik. Diambil dari bahasa Ibrani chleeb artinya yang terbaik. Jadi tanpa lemak artinya tidak bisa memberi yang terbaik bagi Tuhan. Apa yang terbaik?

Markus 12:30

12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

 

Ini yang terbaik yang Tuhan tunggu dari kita yaitu kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan. Beri yang terbaik kepada Tuhan belahan jiwa kita. Ayo kita persembahkan yang terbaik, mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dengan segenap kekuatan kita maka kita tidak akan pernah bosan beribadah melayani. Istilah dalam Kidung Agung ‘sakit asmara’.

Kidung Agung 2:5

2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

 

Kidung Agung 2:5 (Terjemahan Lama)

2:5  Kuatkanlah aku dengan air anggur, segarkanlah aku dengan buah jeruk, karena aku sakit birahi.

 

Orang kalau sakit asmara, satu hari tidak dapat kabar dari soul mate nya bisa sakit kepala, sakit perut. Betul-betul menggebu-gebu melayani Tuhan. Rasanya kalau tidak melayani Tuhan sakit perut, sakit kepala. Ayo kita melayani dengan kasih Tuhan.

 

Praktek melayani dengan sakit asmara.

Yohanes 14:15

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

 

Orang yang sakit asmara, apa yang dibilang pacarnya langsung iya. Begitu kita dengan Yesus. Yesus bilang A, iya. Firman bilang apa, iya saya lakukan. Itu sakit asmara dengan Yesus.

 

Kain berasal dari si jahat, pelayanannya hebat tetapi dibilang berasal dari si jahat. Sama dengan dalam Matius pasal 7.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Kenapa? Persoalannya pada ayat 21, tidak menuruti kehendak Tuhan, tidak taat! Katanya kekasih hati, belahan jiwa. Tetapi apa kekasih jiwa kita bilang, malah tidak mau didengar. Firman bilang A tidak mau dilakukan, Firman bilang B tidak mau ditaati! Itu bukan sakit asmara! Kalau dalam terjemahan lama sakit birahi. Itu menyenangkan hati Tuhan, pelayanan kita diterima oleh Tuhan.

 

Kita beri yang terbaik, dari Tuhan juga diberikan yang terbaik. Kita beribadah melayani Tuhan beri yang terbaik, maka dalam ibadah kita, Tuhan berikan juga yang terbaik. Tuhan berikan lemak juga untuk kita.

Mazmur 36:9

36:9 Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

 

Apa itu lemak di rumah Tuhan.

Yesaya 25:6;

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

 

Ini makanan berlemak yang Tuhan berikan dari gunung Sion:

Yesaya 2:3

2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

 

Inilah lemak yang Tuhan berikan, pengajaran. Ayo kita berikan pelayanan yang terbaik, maka dari Tuhan, Tuhan berikan pengajaran untuk kita nikmati. Jadi setiap kita beribadah, kita bisa menikmati Firman pengajaran, tidak bosan, terus bergemar, itu berarti mendapat yang terbaik dari Tuhan. Tadi dikatakan dengan anggur tua, itu bicara kesukaan.

 

Beri yang terbaik untuk Tuhan maka Tuhan berikan yang terbaik bagi kita Firman pengajaran. Kita beribadah dengan suatu perasaan bergemar, beribadah dengan suatu kepuasan, senang, tidak kering-kering. Datang dengan kening berkerut, pulang berseri-seri, dalam Firman ada jawaban dari segala masalah.

 

Kita lihat bagaimana jalan-jalan Tuhan.

Mazmur 107:7

107:7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.

 

Jalan Tuhan adalah jalan yang lurus. Kalau ikuti jalan yang lurus tidak akan mungkin tersesat.

Mazmur 25:10

25:10  Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

 

Jalan Tuhan adalah jalan lurus yang kita tempuh. Di situ kita dapat kasih setia Tuhan, mendapat kebenaran, di jalan yang lurus kita dapatkan kelepasan-kelepasan dari dosa, dari dunia, dari daging. Kita beri yang terbaik, Tuhan sudah berikan kita yang terbaik. Di dunia saja kalau dapat jalan yang mulus, senang sekali. Tuhan berikan jalan yang lurus, yang mulus, tidak usah takut mau tersesat.

 

Orang Kristen diberikan jalan lurus tetapi tidak mau, diberikan pengajaran tetapi tidak mau. Jalan lurus itulah pola Tabernakel, pola ibadah, tinggal kita ikuti. Mulai dari pintu gerbang sampai ruangan maha suci, tidak ada belok-beloknya, semua lurus!

 

Dulu bapak gembala saksikan bagaimana suara yang beliau dengar dari Tuhan ‘umatKu membutuhkan pola ibadah yang benar untuk terhindar dari kekacauan ibadah di akhir zaman’ lalu beliau melihat Tabernakel. Kita tidak usah kacau lagi, tidak usah bingung. Tuhan sudah berikan polanya, tinggal kita tempuh. Di situ kita dapatkan kasih setia Tuhan. Di jalan lurus itu juga kita dapatkan kebenaran, kita dilepaskan dari segala ikatan. Dan di penghujung jalan lurus ini yang kita dapatkan:

Hosea 2:18-19

2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.

 

Ujungnya kita menjadi isteri Tuhan dalam kesetiaan dan kebenaran, Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.

 

Kasih setia Tuhan yang besar yang ajaib dan yang abadi, itu Tuhan berikan kepada kita. Saat menempuh jalan yang lurus lalu tersandung jatuh, kasih setia Tuhan mengangkat kita. Saat mengikuti jalan Tuhan lalu ada kekurangan dan kelemahan kita, kasih setia Tuhan sanggup melepaskan kita dari kekurangan kelemahan itu. Dan Tuhan terus menuntun sampai ke Yerulem Baru.

 

Dalam perjalanan ini memang kita sedang mengembara di padang gurun dunia ini.

Mazmur 107:4

107:4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;

 

Kita sedang mencari kota kediaman orang, itulah Yerusalem Baru. Banyak tangisan dalam pengembaraan ini, tetapi syukur Tuhan berikan jalan yang lurus.

Mazmur 107:7

107:7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.

 

Tidak usah kita ragu, jalan yang kita tempuh ini sudah betul-betul jalan yang benar. Bukan merendahkan yang lain dan meninggikan diri. Kalau sudah ada di jalan Tuhan, tidak usah takut, pasti ada jalan keluar dari segala masalah.

 

Jalan Tuhan dalam hidup kita memang tidak bisa kita prediksi, tetapi seperti kita memberi yang terbaik bagi Tuhan, Tuhan juga berikan yang terbaik bagi kita. Yakin di jalan Tuhan ada masa depan yang indah Tuhan sediakan, ada kota Yerusalem Baru yang kita tuju.

 

Tuhan Yesus memberkati.