20251221

Kebaktian PA Kitab Wahyu, Minggu 21 Desember 2025 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:1-4

15:1 Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

15:2 Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Di sini ada sejumlah orang yang telah menang atas setan tritunggal. Berdiri di tepi lautan kaca bercampur api, menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.

Nyanyian Musa menunjuk Firman pengajaran yang benar.

Ulangan 31:19; 32:1-2

31:19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.

32:1 "Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.

32:2 Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

 

Ada 4 isi nyanyian Musa:

1.      Besar dan ajaib segala pekerjaan Tuhan.

2.      Adil dan benar segala jalan Tuhan.

3.      Hanya kepada Tuhan saja kita harus takut dan hanya nama Tuhan yang harus dimuliakan.

4.      Hanya Tuhan yang harus disembah.

 

Kalau kita mempelajari dan mempraktekan dalam hidup kita, ada harapan yang besar untuk kita bisa mencapai takhta Sorga. Lautan kaca itu berada di depan takhta sorga.

 

Kita pelajari poin kedua, adil dan benar segala jalan Tuhan. 2 kata ini disematkan kepada Mempelai Wanita Tuhan. Mempelai wanita Tuhan disebut isteri Tuhan di dalam keadilan dan kebenaran.

Hosea 2:18

2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

 

Nyanyian Musa adalah Firman pengajaran. Firman pengajaran yang benar ini menuntun kita menempuh jalan Tuhan yaitu perjalanan rohani untuk mencapai kesempurnaan sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Kita ada dalam perjalanan rohani, kita menempuh jalannya Tuhan, jangan jalannya setan. Firman pengajaran ini yang menuntun kita, kalau kita mau berbelok arah, Firman pengajaran membawa kita pada jalan yang benar. Jangan belok-belok sampai mencapai kesempurnaan. Jadi jalan Tuhan adalah jalan penyucian dan pembaharuan secara terus menerus sampai kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

 

Disebut adil, artinya semua diberi kesempatan menempuh jalan ini, tinggal mau atau tidak. Sampai penjahat di sebelah Yesus, orang berdosa yang tidak punya masa depan secara jasmani dan rohani, masih diberi kesempatan untuk menempuh jalan Tuhan. Dalam pelayanan Yesus ada beberapa perempuan yang menyertai, antara lain Maria Magdalena, dia pernah dirasuk oleh 7 roh jahat dan najis, tetapi diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bisa menempuh jalan Tuhan. Dia menyertai Yesus dari Galilea sampai Yesus dikuburkan, dia betul-betul menempuh jalan yang sudah Tuhan tentukan. Ini adilnya Tuhan, bukan dipilih yang kaya atau yang miskin, yang punya kedudukan atau tidak punya kedudukan, tidak! Semua diberikan kesempatan.

 

Disebut benar, artinya jalan Tuhan itu benar, patut kita terima sepenuhnya. Jangan kita ragukan.

Wahyu 19:9

19:19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

 

Tuhan tidak pernah menipu, Kita mau dijadikan mempelai Wanita Tuhan itu benar adanya, asalkan kita mau menempuh jalannya Tuhan. Jadi jangan kita ragu. Seringkali kita bersikap seperti Maria dan Zakharia. Ketika berita sorga datang, Zakharia ragu sehingga dia jadi bisu. Berita Sorga datang kepada Maria, dia juga ragu ‘bagaimana mungkin hal itu terjadi, aku belum bersuami’. Seringkali kita begitu, terhadap Firman pengajaran yang benar kita masih ragu, masih bimbang. Coba kita berjalan di jalan tol lalu ragu mau mengikuti jalan yang mana, bisa menabrak, bisa membuat orang lain celaka. Jalan yang kita tempuh ini sudah benar, berada dalam pengajaran ini sudah benar. Jangan ragu, jangan keluar, tetap berjalan di jalurnya Tuhan.

 

Nyanyian Musa dinyanyikan bersama nyanyian Anak Domba. Mempelai Wanita Tuhan disebut pengantin Anak Domba.

Wahyu 21:9-10

21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

 

Domba ada kaitan dengan penggembalaan. Jadi jalan penyucian dan pembaharuan adalah jalan yang ditempuh oleh domba yang tergembala. Kalau kita tidak mau tergembala tidak bisa menempuh jalan itu.

 

Apa yang harus disucikan dan dibaharui. Kita mau menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga, kita harus mengalami penyucian dan pembaharuan untuk bisa menyambut Yesus. Kedatangan Yesus kedua kali dinubuatkan lewat kedatangan Yesus pertama kali. Dari peristiwa natal kita pelajari apa yang harus disucikan dan dibaharui. Karena ini bicara penggembalaan, kita pelajari dari gembala-gembala di Efrata.

Lukas 2:15-20

2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.

2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Jadi gembala-gembala bisa bertemu bayi Yesus karena mereka mendengar dan melihat berita Sorga. Mendengar pakai telinga, melihat pakai mata, ini bicara indera manusia. Jadi penyucian dan pembaharuan dimulai dengan panca indera.

1.      Telinga harus disucikan. Telinga adalah indera khusus yang Tuhan ciptakan.

Amsal 20:12

20:12  Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

 

Tuhan menciptakan 2 telinga, 1 untuk mendengar Firman atau suara Tuhan, yang 1 lagi untuk dengar-dengaran pada Firman Tuhan.

 

Yang bisa menempuh jalan penyucian dan pembaharuan hanyalah domba-domba yang tergembala.

Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Itu sebabnnya indera yang pertama kali dirusak oleh setan adalah telinga. Ingat Hawa, ular datang berbicara, telinga Hawa menangkap suara ular. Setan itu mau merusak kehidupan kita, mau menyerongkan kita dari jalan Tuhan mulai dari mau merusak indera telinga. Memang sejak jatuh dalam dosa, telinga manusia sudah dikuasai oleh setan sehingga tidak mau menerima teguran Firman. Waktu Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, karena telinganya sudah dikuasai oleh setan, mereka tidak mau mengaku, tidak mau bertobat, malah saling mempersalahkan, sampai mempersalahkan Tuhan, mempersalahkan setan. Adam apa yang kau buat? Telinga Adam sebenarnya menangkap suara kasih Tuhan ‘apa yang kau buat’. Sebenarnya itu suara kasih Tuhan supaya Adam mengaku. Tetapi bukannya sadar, malah dia berkata ‘perempuan yang Kau tempatkan di sisiku’ Adam salahkan isterinya, dia juga salahkan Tuhan. Hawa apa yang kau perbuat, bukannya sadar dan mengaku dosa, malah Hawa berkata ‘ular ini yang memperdaya aku’. Dia salahkan setan.

 

Biar telinga kita ini kita serahkan pada Tuhan, jangan mau mendengar bujuk rayu iblis. Suara ular itu mendesis. Itu menunjuk bujuk rayu iblis. Ayo kamu berbuat dosa ini, sampai puncaknya dosa! Semanis-manisnya bujukan iblis, ujung-ujungnya adalah kutukan dan kebinasaan! Hawa terperdaya dengan bujuk rayu iblis, sehingga dia mengalami kutukan, terusir dari hadapan Tuhan.

 

Jangan mau dengar bujuk rayu iblis. Jangan beri kesempatan kepada iblis, karena dia itu selalu mencari keuntungan dari kita.

Efesus 4:27

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

 

II Korintus 2:11

2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

 

Bujuk rayu iblis itu lewat suara daging kita, enak. Iblis bilang kalau kamu makan buah itu, kamu jadi sama dengan Tuhan. Itu suara daging, yang enak-enak. Kalau melayani maunya yang enak-enak, itu sudah kena bujuk rayu iblis. Suara daging ini selalu mau yang enak bagi daging, itu bujuk rayu iblis. Bujuk rayu iblis juga lewat ajaran asing yang menyenangkan daging. Mungkin kita berkata ajaran itu ekstrim, berarti bukan ajaran asing. Tetapi tujuannya daging, berarti itu ajaran asing!

 

Sekarang ini ada sekte sedang berkembang di Indonesia, umatnya disuruh menjual hartanya untuk menyambut Yesus. Ujung-ujungnya perpuluhan. Umat yang melakukan memang berdarah-darah, sakit bagi daging. Tetapi yang mengajar mendapat sejumlah uang. Itulah bujuk rayu iblis, kita ditipu, yang diperalat iblis dapat keuntungan dari kita. Jangan mau!

 

Lebih baik telinga kita pakai untuk mendengar suara Firman.

Yohanes 10:3

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

 

Namanya memanggil pasti dengan suara keras. Inilah Firman yang keras. Sekeras-kerasnya Firman dibalik itu ada kemuliaan, ada kebahagiaan. Jangan mau ditipu oleh setan. Mari dengarlah suara panggilan Tuhan lewat Firman. Di dalam panggilan Tuhan terkandung pengutusan. Memanggil itu artinya menunjuk salah kita, menyatakan dosa kita. Kalau Tuhan memanggil sebenarnya Tuhan mau mengutus kita, tinggal bagaimana sikap kita menanggapi panggilan itu.

 

Contohnya adalah Musa, dipanggil oleh Tuhan untuk diutus.

Keluaran 3:4,10

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

 

Kalau Tuhan mau memanggil kita lewat Firman, berarti Tuhan mau mengutus kita. Kalau Tuhan memanggil, apa jawaban kita? Kita lihat jawaban Musa ‘ya Allah’. Artinya

a)      Kita jujur mengaku keadaan kita, jujur mengakui kekurangan kita segala dosa kekurangan kita kepada Tuhan dan juga kepada sesama. Seperti di taman Eden, Adam di panggil, Tuhan tunjuk salahnya. Begitu juga kita, Firman datang menunjuk salah kita, jawaban kita apa? Iya Tuhan saya orang berdosa, banyak kekurangan, tetapi tidak mau bertahan pada kekurangan itu, mau disucikan, mau diperbaiki.

 

b)      Taat pada Firman apapun resikonya. Sekalipun kadang Firman tidak sesuai logika tetapi kita mau taat, apapun resikonya. Kadang Firman tidak sesuai logika, kepada orang yang mati tangannya Yesus berseru ‘ulurkan tanganmu’. Tangan mati disuruh ulurkan, itu tidak sesuai logika. Tetapi karena mau taat, sembuh! Kepada orang buta ‘pergi basuh dirimu di kolam Siloam’. Matanya sudah buta, ditaruh lumpur, disuruh lagi jalan sendiri ke kolam Siloam, tetapi dia lakukan. Begitu pulang matanya celik. Maria ibu Yesus masih muda, belum menikah, lalu tiba-tiba disuruh mengandung bayi Yesus. Resikonya dilempar batu, tetapi dia mau taat ‘sesungguhnya aku adalah hamba, jadilah padaku seperti yang Engkau kehendaki. Ayo belajar taat pada firman Tuhan apapun resikonya. Sekalipun tidak sesuai logika dan kehendak kita.

 

c)      Mau melayani Tuhan dengan setia dan berkobar-kobar. Suara itu dari api yang membungkus semak duri. Itu menunjuk bahwa Firman Tuhan itu mau membawa kita setia, berkobar-kobar, melayani sampai garis akhir.

 

Jadi bukti telinga kita sudah disucikan dan dibaharui adalah kita belajar jujur, taat dan setia, pasti ada hasilnya.

a)      Amsal 15:8

15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

 

Hasil pertama kita menjadi rumah doa, doa didengar dan dijawab oleh Tuhan.

 

b)      Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Kita ada di dalam tangan Yesus Gembala Agung. Kalau ada di dalam tangan Yesus maka ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk:

1)      Memelihara, memberi hidup, baik sekarang, masa depan, sampai hidup kekal. Kalau hidup kekal saja Tuhan berikan, jangan ragu untuk hidup sehari-hari. Disebut mereka pasti tidak akan binasa, kalau Tuhan yang menjamin itu pasti! Kalau manusia yang menjamin kadang lupa. Begitu ditanya lagi ‘oh tidak ada saya bilang begitu!’

2)      Tidak ada yang bisa merebut dari tanganKu, itu jaminan kepastian menang! Banyak masalah dan pergumulan kita hadapi, itu semua serangan dari trio setan, tetapi kita pasti menang pada waktunya Tuhan. Kadang kita mau cepat-cepat menang. Tuhan bilang jangan dulu, kejujuranmu belum cukup, ketaatanmu masih kurang. Perbaiki itu maka Tuhan pasti memberikan kemenangan tepat pada waktunya.

 

2.      Mata disucikan dan dibaharui untuk bisa melihat wujud nyata Firman. Berita Sorga datang, malaikat berbicara kepada para gembala ‘hari ini telah lahir bagimu Juruselamat di kota Daud. Inilah tanda bagimu, engkau akan menemukan bayi dibungkus dengan lampin di dalam palungan’. Itu berita Sorga, mereka ikuti dan mereka melihat wujud nyatanya, mereka melihat bayi Yesus. Mulai dari telinga tadi, kalau kita mau taat pada Firman maka mata kita akan melihat wujud nyata Firman di dalam kita. Mata kita melihat, diri kita dikerjakan oleh Firman. Suami lihat isterinya sudah berubah, sudah dikerjakan oleh Firman. Isteri lihat suaminya sudah berubah, dikerjakan oleh Firman.

 

Dulu gembala-gembala melihat bayi Yesus. Sekarang pekerjaan Firman membuat mata kita bisa melihat diri kita sudah menjadi bayi secara rohani dalam pengertian yang positif.

 

I Petrus 2:1-2

2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

 

Tanda-tanda bayi secara positif:

a)      Membuang dosa! Kita lihat diri kita, dulu saya suka menipu orang, suka dengki, suka memfitnah, jahat, munafik, sekarang tidak ada lagi. Dulu saya perokok, peminum, sekarang cium baunya saja tidak mau, rasanya mau muntah. Itu pekerjaan Firman, sampai kita mual mengingat dosa kita di masa lampau, itu berarti sudah membuang dosa. Siapa yang mau mual.

Yehezkiel 20:43

20:43  Di sana kamu akan teringat-ingat kepada segala tingkah lakumu, dengan mana kamu menajiskan dirimu, dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena segala kejahatan-kejahatan yang kamu lakukan.

 

Suami lihat isteri, dia ingat dulu dia pukul terus, dia tendang, diperlakukan kasar, dia jadi mual, tidak mau ulangi lagi, betul-betul dosa sudah dibuang.

 

b)      Rindu akan air susu yang murni dan rohani, selalu rindu akan Firman penggembalaan. Kenapa kehidupan kita tidak rindu Firman? Karena keinginan dosa masih ada, malah dipupuk, ditumbuh suburkan, makanya keinginan akan Firman jadi berkurang sampai tidak ada sama sekali. Tetapi kalau keinginan dosa dibuang maka keinginan akan Firman bertumbuh, kita selalu rindu Firman. Jadikan Firman sebagai kebutuhan utama kita. Bayi biarpun dikasih kunci mobil yang paling mahal, kalau dia haus tetap menangis teriak dia butuh air susu. Begitu juga kita, selalu rindu Firman, tidak mau ditukar oleh apapun.

 

c)      Bayi kalau baru lahir, sekalipun anak orang kaya, tidak mungkin sombong. Jadi yang ketiga mengosongkan diri, menghampakan diri. Dia ada tetapi merasa tidak ada. Tidak sombong dan juga tidak egois. Berarti hidup kita sudah seperti Yesus yang mengosongkan diriNya. Yesus tidak mementingkan diriNya, bahkan Dia mengorbankan diriNya.

Filipi 2:5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Sombong itu merampas hak Tuhan. Mau dipuji, mau dihormati, padahal pujian dan hormat itu hanya milik Tuhan. Orang egois banyak menuntut hak, sementara seorang hamba itu tidak menuntut hak, hanya melakukan kewajiban. Periksa diri kita, selama ini kita melayani merasa seperti bayi yang baru lahir atau merasa hebat.

 

Isteri saya selalu ingatkan jangan sampai sombong. Bisa melayani, bisa khotbah diutus dimana-mana bukan untuk jadi kebanggaan dan kesombongan. Kalau sombong, merampas hak Tuhan sebentar lagi jatuh. Kalau sombong pasti ada egois, banyak menuntut hak. Tidak melakukan kewajiban tetapi menuntut ini itu.

 

Biarlah kita bisa mengosongkan diri, bisa merendahkan diri. Kalau mengosongkan diri bisa merendahkan diri melayani Tuhan dan bisa taat pada Firman Tuhan sampai daging mati, daging tidak bersuara.

 

Dan ada hasilnya:

Filipi 2:9-10

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

 

Hasilnya kepada kita dipercayakan kuasa nama Yesus, yaitu:

1)      Kuasa kemenangan atas trio setan, sumbernya dosa, sumbernya masalah, sumbernya yang jelek-jelek. Yang di langit setan dengan roh jahat dan roh najisnya. Yang di bumi nabi palsu dengan roh dusta. Yang di bawah bumi itu antikristus dengan ikatan uang, dengan roh hujat dan  roh kebencian. Saat mau membenci orang sebut Yesus, jangan kita membenci. Kalau hamba Tuhan melayani lalu ada kebencian berarti yang tampil di mimbar itu antikristus, bahaya! Jemaat di bawa ke mana? Bukan ketemu Yesus, tetapi ketemu antikristus.

 

2)      Kuasa pengangkatan. Baik secara jasmani diangkat. Apa yang sudah merosot dan tenggelam? Periksa diri, kenapa bisa tenggelam? Karena merasa kuat, merasa mampu. Bahkan kadang kita tidak ada tetapi merasa ada, makanya tambah merosot, tambah tenggelam. Tetapi kalau kita merasa saya tidak ada, tidak mampu, kosong, ditinggikan, diangkat oleh Tuhan secara jasmani. Tuhan sanggup menolong dari kemerosotan dan kegagalan, bisa berhasil, indah pada waktunya.

 

Secara rohani kita diangkat, makin disucikan, makin dipakai, makin diberkati oleh Tuhan. Intinya kita bisa mengosongkan diri, saya bisa melayani karena kemurahan Tuhan, saya dapat berkat ini karena kemurahan Tuhan, bukan untuk dibanggakan dan disombongkan. Dan jangan egois, alirkan menjadi berkat bagi sesama. Maka Tuhan sanggup mengangkat secara jasmani juga secara rohani. Kita semakin disucikan, semakin dipakai, sampai nanti kita diangkat ke awan-awan menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

3.      Mulut

Lukas 2:17

2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.

 

Mulut disucikan, hanya untuk bersaksi tentang Firman Tuhan, tentang apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita lewat Firman. Gembala-gembala kumpul memberitahukan apa yang sudah Tuhan kerjakan. Seharusnya begitu untuk kami gembala-gembala. Kalau dalam persekutuan berkumpul cerita Firman, pekerjaan Tuhan dalam diri kita masing-masing dan dalam penggembalaan. Kalau gembala-gembala suka gosip, domba-dombanya sudah tukang fitnah. Itu karena tidak mau bersaksi. Saya jaga, kalau ketemu rekan hamba Tuhan cerita Firman, cerita pengalaman dalam penggembalaan, akhirnya saling mendoakan.

 

Mulut dipakai untuk makan. Mulut yang suci hanya makan makanan yang suci. Apa makanan yang suci?

a)      Didoakan sebelum makan.

b)      Bermanfaat untuk kesehatan. Kalau tidak cocok untuk kesehatan jangan dimakan!

c)      Mengenyangkan, bukan racun. Kalau berbahaya bagi tubuh, racun, itu makanan yang tidak boleh dikonsumsi.

 

Jadi mulut yang suci dan dibaharui itu terlepas dari dosa makan minum.

 

4.      Hidung

Lukas 2:20

2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Ini bicara hidung menunjuk penyembahan, hanya untuk mencium bau dupa. Artinya hanya untuk memuji memuliakan Tuhan, menyembah Tuhan. Biar hidung disucikan. Jangan hidung tersumbat. Banyak kali hidung kita tersumbat kurang penyembahan. Jadinya sesak bernafas, paru-paru yang mestinya butuh banyak oksigen tetapi kurang oksigen masuk. Mari banyak menyembah, cium bau dupa.

 

Penyembahan itu adalah nafas hidup kita.

Efesus 6:18

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

 

Bernafas setiap waktu, begitu juga penyembahan kita setiap waktu. Menyembah Tuhan minimal 1 jam setiap hari tetapi sikap penyembahan 24 jam. Mari hidup kita pakai untuk mencium bau dupa.

 

Kalau malas untuk menyembah, hidung hanya untuk mencium bau busuk. Apa artinya?

a)      Banyak bersungut-sungut. Kalau dapat tugas yang berat, ayo menyembah Tuhan, jangan bersungut-sungut.

b)      Pasti menjelek-jelekan orang, mencium busuknya orang, bergosip, memfitnah. Bisa kita raba orang ini banyak menyembah atau tidak. Kalau dia banyak menyembah, dia hindari bau busuk, dia tidak mau menjelek-jelekan orang, tidak mau memfitnah, apalagi menghujat.

 

Kalau sudah mencium bau busuk apa yang terjadi? Mudah tersandung! Kalau penyembahan kurang, sedikit-sedikit tersandung, bau busuk terus dia cium. Nanti di neraka ulat bangkai terus yang dia cium, cium bau busuk selamanya.

Yesaya 66:24

66:24 Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

 

Jangan sampai kita cium bau busuk terus, akhirnya tersandung, juga menjadi sandungan. Siklus hidupnya begitu saja.

 

Biar kita disucikan, hidung kita mencium bau dupa, banyak menyembah, maka suatu saat hidup itu berbau harum bagi sesama, menjadi kesaksian kepada sesama.

II Korintus 2:14-15

2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

 

Kita membawa bau harum, dimanapun kita berada menjadi saksi Kristus.

 

5.      Lukas 2:9-10

2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

 

Kulit atau perasaan disucikan dari ketakutan daging, takut sesuatu di dunia ini sampai tidak takut Tuhan. Disucikan menjadi takut akan Tuhan.

 

Waktu Yesus datang ada 2 suasana:

a)      Bagi orang yang tidak takut Tuhan, hari kedatangan Tuhan itu hari yang pahit.

Zefanya 1:14-17

1:14 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawan pun akan menangis.

1:15 Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam,

1:16 hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi.

1:17 Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi.

 

b)      Bagi orang yang takut Tuhan, itu hari sukacita, hari sorak sorai, hari kebahagiaan.

Zefanya 3:16-18

3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

 

Hari pertemuan raya itu hari pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Kita berada pada suasana yang mana, manusia yang takut Tuhan atau yang tidak takut Tuhan. Biarlah kita serahkan indera kulit kita, indera peraba, Tuhan sucikan, Tuhan baharui, kita menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan. Bukti takut akan Tuhan:

a)      Amsal 8:13

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

 

Takut Tuhan itu membenci dosa sampai membenci dusta. Dosa dibuang sampai kita benci, tidak mau lagi, biar ada kesempatan, biar ada keuntungan, biar dipaksa, sudah tidak mau karena kita benci, sudah mengalami kelepasan dari dosa.

 

b)      Pengkhotbah 12:13

12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

 

Takut Tuhan pegang teguh pengajaran yang benar. Praktekan, jadi pengalaman hidup. Tadi indera pertama yang disucikan adalah telinga supaya taat. Awal penyucian taat, akhir penyucian taat. Jadi dari awal sampai akhir penyucian menghasilkan kehidupan yang taat pada Firman Tuhan. Dari awal kita menerima pengajaran sampai garis akhir hidup kita tidak pernah mau melepaskannya, tidak mau menambah dan mengurangi, tetap pegang teguh pengajaran yang benar.

 

Apa dasar yang sudah papa letakan di sini harus saya pertahankan. Jangan bangun dasar yang baru, teruskan apa yang sudah ada sampai garis akhir. Lanjutkan sampai pada kesempurnaan, jangan diotak atik lagi pengajaran itu.

Ibrani 6:1 (Terjemahan Lama)

6:1 Sebab itu baiklah kita berhenti daripada menerangkan pengajaran Kristus yang mula-mula itu, langsungkanlah kepada kesempurnaan: Janganlah lagi kita membubuh alas, yaitu dengan pengajaran hal tobat daripada perbuatan yang membawa kepada mati, dan iman kepada Allah,

 

Apa yang diletakan, pengajaran yang mula-mula, teruskan sampai pada kesempurnaan, jangan ditambah kurang. Para tua-tua yang sudah diangkat dari papa gembala sebelumnya, teruskan perjuangan beliau dalam pengajaran yang benar ini. Biarlah kita saling bekerja sama, jangan kita tambah kurang, jangan kita otak atik lagi. Pertahankan, pegang teguh sampai garis akhir. Terserah kalau orang mau menuduh kita macam-macam, yang penting praktek hidup kita, hati kita betul-betul pegang teguh pengajaran yang benar. Kita semua sidang jemaat, kita mau berpegang pada Firman pengajaran, menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan.

 

Takut akan Tuhan adalah puncak urapan Roh Kudus. Jadi bisa kita lihat orang ini berpegang pada pengajaran yang benar atau dia sudah menyimpang pada ajaran campur dan ajaran asing dari urapan. Kalau dia pegang ajaran yang benar ada urapan, terasa dalam pelayanan ada urapan, tidak kering. Jemaat juga menilai, merasakan, datang di sini ada urapan atau sudah kering. Kalau rasa sudah kering jangan mau.

 

Yesaya 11:1-3

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

 

Pengajaran sehat yang sudah menjadi pengalaman hidup kita. Maka ada hasilnya:

1)      Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai. Tunggul itu tanaman padi atau jagung yang sudah disabit, tidak mungkin tumbuh lagi, tetapi ini bisa bertunas. Hasil pertama, Roh Kudus sanggup mengadakan keajaiban secara jasmani dan secara rohani. Mungkin kita seperti unggul di mata orang lain, gambaran orang yang tidak ada harapan. Tetapi kalau takut Tuhan, ada Roh Kudus, maka yang tidak punya harapan menjadi punya harapan. Tuhan sanggup menolong.

 

Tidak usah kecil hati kalau kita dianggap. Roh Kudus mengadakan mujizat dari tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Jangan putus asa orang tua kalau tidak bisa lagi membiayai anak sekolah. Tunggul, tidak punya pengharapan, tidak bisa diharapkan, dalam keadaan mustahil, tetapi kalau takut akan Tuhan ada urapan, itu mengadakan mujizat bagi kita sekalian.

 

2)      Secara rohani kita memiliki hidup yang penuh pengharapan, Roh Kudus sanggup menolong kita.

Yesaya 11:4-5

11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Apa itu hidup penuh pengharapan? Benar dan setia sampai garis akhir. Waktu Yesus datang, kita bisa bertemu dengan Dia di awan-awan yang permai. Jalan yang kita tempuh jalan yang benar, jangan lagi menyimpang ke kiri dan ke kanan. Terus ikuti panduan Firman Tuhan, indera kita disucikan sampai kita menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan, ada hidup yang penuh pengharapan. Waktu Yesus datang kita bisa menyambut Dia.

I Yohanes 3:2-3

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Kaum muda ada yang merasa seperti tunggul, tidak ada pengharapan, terjepit, tersendiri, tidak ada yang bisa menolong. Tetapi Roh Kudus yang membuat kita bisa bertunas, hidup penuh pengharapan. Pengharapan kita untuk bertemu Yesus kekasih jiwa kita, Mempelai Pria Sorga. Dia akan segera datang untuk menjemput kita sekalian. Di depan kita ada perjamuan suci, dengan adanya Korban Kristus kita memiliki hidup yang penuh pengharapan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar