20260316

Kebaktian Umum, Minggu 11 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

 

 

 

 


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Wahyu 15:3-4

15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 

15:4 Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

 

Nyanyian Musa menunjuk Firman pengajaran yang benar. Ada 4 isi nyanyian Musa:

1.      Besar dan ajaib segala pekerjaan Tuhan.

2.      Adil dan benar segala jalan Tuhan.

3.      Hanya kepada Tuhan saja kita harus takut dan hanya nama Tuhan yang harus dimuliakan.

4.      Hanya Tuhan yang harus disembah.

 

Siang ini kita pelajari poin keempat, hanya Tuhan yang harus disembah. Mengapa demikian? Sebab telah  nyata segala penghakimanMu.  Di depan ada penghakiman dan penghukuman Tuhan. Jadi mengapa hanya Tuhan yang harus disembah? Supaya kita luput dari penghakiman dan penghukuman Tuhan.

 

Siapa yang akan dihakimi dan dihukum?

I Korintus 15:50-51

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

 

Yang akan dihakimi dan dihukum adalah manusia darah daging, manusia yang tidak mengalami penyucian dan pembaharuan. Kita semua memang manusia darah daging, tetapi mau disucikan dan dibaharui untuk memiliki tubuh kemuliaan.

 

Makanya kita harus menyembah Tuhan, penyembahan adalah proses untuk menghancurkan daging, proses pemerasan daging. Supaya kita beralih dari manusia darah daging ke manusia rohani, memiliki tubuh kemuliaan. Daging ini harus diperas, dimatikan, dihancurkan lewat doa penyembahan.

 

Lebih baik daging ini diperas, seperti dulu Yesus mengajak murid-muridNya ke taman Getsemani untuk berdoa menyembah, dari pada kita dihakimi dan dihukum.

Markus 14:32-33

14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Getsemani artinya pemerasan minyak. Karena Yesus akan menghadapi salib makanya Dia datang berdoa menyembah. Begitu juga kita, kita diperhadapkan dengan salib, pengalaman sengsara bersama dengan Yesus yang kian hari kian berat, sampai seperti mau mati rasanya. Petrus menghadapi dengan kekuatan daging, dia potong telinga orang. Murid-murid yang lain menghadapi dengan kekuatan daging malah lari semuanya. Kita tidak bisa menghadapinya dengan kekuatan daging, hanya lewat doa penyembahan. Doa penyembahan itu mempercepat perobekan daging.

 

Ada 3 tingkatan doa dalam Tabernakel:

1.      Markus 14:32

14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."

 

Tingkatan pertama adalah doa permohonan, kena pada halaman Tabernakel. Diwakili oleh 8 murid yang duduk-duduk di halaman. Yudas sudah tidak ada, 3 murid yang lain dibawa masuk ke dalam.

 

Duduk berarti pasif. Ini menunjuk doa yang pasif. Pusatnya adalah kebutuhan kita. Kita mohon kesehatan, kebutuhan untuk sehat, mohon masa depan, mohon jodoh, berkat dan lain-lain. Sentralnya adalah kebutuhan kita. Tidak salah kita memohon, bahkan Yesus juga mengajar mintalah maka akan diberi, tetapi ada syaratnya. Kenapa sampai sekarang kita memohon tetapi Tuhan belum menjawab? Sebab belum memenuhi syaratnya.

 

Yohanes 15:7

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

Syaratnya Firman Tuhan harus tinggal di dalam kita, jangan cuma lalu begitu saja. Seperti benih ditabur di pinggir jalan, benihnya ditabur lalu begitu saja di makan burung. Firman harus tinggal di dalam kita maka permohonan kita pasti sesuai kehendak Tuhan makanya dijawab. Kadangkala kita memohon tetapi kehendak daging kita yang tampil di situ, makanya tidak dijawab.

 

Bagaimana prosesnya supaya Firman itu bisa tinggal di dalam kita?

a)      II Timotius 2:7

2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

 

Proses pertama mendengar Firman dengan suatu perhatian sungguh-sungguh. Kita mau doa kita dijawab, suara kita didengar Tuhan, maka perhatikan sungguh-sungguh suara Tuhan! Mendengar Firman dengan suatu perhatian, suatu kebutuhan. Tadi kita memohon untuk kebutuhan kita, syaratnya supaya dijawab maka Firman harus tinggal di dalam kita. Jadikanlah Firman itu sebagai kebutuhan kita, maka segala kebutuhan yang kita mohonkan kepada Tuhan, Tuhan jawab. Tidak akan main-main, tidak akan melamun, mengantuk atau tertidur karena Firman sungguh-sungguh menjadi kebutuhan kita.

 

b)      Mengerti Firman. Ada yang sampai pengertian dari kata di dalam Firman saja tidak dia mengerti. Firman diterangkan, diulangi sampai jelas baru mengerti.

 

c)      Percaya dan yakin pada Firman Tuhan. Seperti Maria berkata jadilah padaku menurut perkataanMu, karena dia sudah yakin. Juga seperti Yesus dalam doaNya, biar kehendakMu yang jadi, bukan kehendakKu, karena sudah yakin pada Firman, menjadi iman di dalam hati kita.

 

d)      Praktek, taati Firman, lakukan kehendak Tuhan. Iman itu ada perbuatannya, iman tanpa perbuatan itu iman yang mati.

I Yohanes 3:22

3:22  dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

 

Segala, bukan hanya sebagian besar apalagi hanya sebagian kecil! Semua Firman harus dipraktekan. Kalau Firman Tuhan bolak balik disampaikan lalu kita tidak serius, tidak peduli, tidak mau praktek bahkan melawan, kalau berdoa bukan dijawab, malah yang Tuhan kirim badai, penghukuman. Kenapa? Karena waktu Tuhan bicara tidak mau didengar. Bangsa Israel sampai melintangkan bahu, makin Tuhan panggil makin mereka tidak mau mendengar.

Zakharia 7:12-14

7:12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.

7:13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.

7:14 Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu- lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

 

Ini jangan sampai terjadi! Kita mohon Tuhan sembuhkan penyakitku, eh malah tambah parah. Mohon kepada Tuhan ekonomiku dipulihkan, malah tambah bangkrut. Kenapa? Karena ketika Firman bicara kita tidak mau dengar! Kaum muda mohon kuliahnya lancar, malah drop out. Kenapa? Karena tidak dengar-dengaran pada Firman Tuhan. Karena waktu dengar Firman Tuhan tidak sungguh-sungguh, tidak serius.

 

Syaratnya sudah dipenuhi, doanya sudah dijawab Tuhan. Jangan puas, harus meningkat. Sebab halaman itu menjadi tempat yang akan diinjak-injak antikristus. Orang yang puas dengan doa permohonan keadaannya sama seperti 8 murid yang hanya duduk-duduk. Artinya duduk-duduk di sini:

a)      Saat doanya sudah dijawab, kebutuhannya sudah terpenuhi, dia menjadi lengah! Tidak ada lagi aktivitas rohani.

 

b)      Seperti Bartimeus buta yang duduk di pinggir jalan mengemis = rohaninya buta. Tidak tahu arah ke Yerusalem yang baru dan tidak pernah puas.

Markus 10:46

Markus 10:46  Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

 

Posisi duduk atau tempatnya duduk-duduk ada di jalan menuju Yerikho. Arti Yerikho adalah lembah bunga, menunjuk daya tarik dunia. Dia hanya terpikat dengan daya tarik dunia. Syukur Yesus keluar dari Yerikho mau menuju Yerusalem, dia dilawat, supaya sembuh dan ikut ke Yerusalem. Jangan minta-minta terus, nanti rohani jadi buta, tidak tahu arah ke Yerusalem Baru.

 

Yang Yesus ajak masuk ke dalam Taman Getsemani hanya 3 murid, yang di luar 8 orang. Jadi lebih banyak orang Kristen yang hanya tahu doa permohonan. Yang meningkat pada doa penyembahan hanya sedikit. Bahkan kelihatan menyembah padahal sebenarnya hanya memohon terus.

 

Daging ini harus dirobek, halaman itu nanti diserahkan kepada antikristus untuk dianiaya. Kalau hanya Kristen halaman, hanya masuk aniaya antikristus.

 

2.      Markus 14:33

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

 

Tingkatan kedua ini adalah doa penyembahan. Dalam Tabernakel ini ada dalam ruangan suci khususnya alat mezbah dupa emas. Di sini diwakili 3 murid yang maju untuk berdoa. Sentral dari doa penyembahan bukan kebutuhan kita lagi tetapi pribadi Yesus sebagai Raja, Mempelai Pria Sorga, sehingga di mana saja, kapan saja, dalam situasi kondisi apa saja kita bisa menyembah.

 

Doa penyembahan ini doa yang aktif, artinya:

a)      Kita memberi kepada Tuhan. Kita beri pujian, ucapan syukur, hormat, kemuliaan, sampai memberi seluruh hidup kita. Seperti Yesus berdoa biar kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendakKu.

b)      Doa penyembahan itu bagaikan naik gunung Tuhan yang kudus, yang disebut gunung kesucian. Memang sakit bagi daging, sengsara bagi daging tetapi untuk menyenangkan Tuhan.

 

Doa permohonan ada syaratnya, doa penyembahan mau naik gunung juga ada syaratnya.

Mazmur 24:3-4

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

 

Syaratnya harus mengalami penyucian lewat Firman pengajaran yang benar. Semakin suci semakin meningkat penyembahannya. Kesucian merosot, penyembahan juga merosot.

 

Apa yang disucikan?

a)      Hati yang suci. Penyembahan itu bagaikan masuk kamar, bicara kamar menunjuk hati, hati harus suci.

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Hati ini gudangnya dosa, dikelompokan menjadi 3:

1)      Keinginan jahat

2)      Keinginan najis

3)      Kepahitan hati

 

Bagaimana mau menyembah kalau isteri pahit hati kepada suami, tidak bisa! Apalagi kalau habis ditampar suaminya. Termasuk kalau gembala kepada jemaat atau jemaat kepada gembala pahit hati, tidak bisa menyembah.

 

Keinginan jahat ini berakar. Kalau akar jahat ini terus dipertahankan maka dia bertumbuh dan akhirnya berbuah seperti Yudas! Di hatinya berakar keinginan jahat, yang dia cari uang-uang, duit melulu. Akhirnya muncul pohonnya dan menghasilkan buah. Buahnya apa? Pengkhianatan! Mengkhianati pengajaran, mengkhianati Tubuh Kristus.

I Timotius 6:9-10

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Matanya Yudas sudah buta, dia tidak bisa lagi melihat Yesus, matanya hanya melihat uang, melihat yang jasmani! Apalagi kalau saya sebagai hamba Tuhan, kalau mata secara jasmani hanya melihat duit terus, mau dibawa ke mana sidang jemaat yang dilayani? Masuk lubang semuanya!

Ulangan 16:19

16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

 

Orang bijaksana itu orang yang dipakai Tuhan, tetapi menjadi buta. Akhirnya menjadi pengkhianat, pengajaran yang benar dibilang salah, hamba Tuhan yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar karena duit. Tidak peduli benar, kalau tidak menghasilkan uang itu salah. Ini salah, tetapi kalau menghasilkan uang jadi benar. Semua diputar balik, yang benar jadi salah, yang salah menjadi benar karena orientasinya pada uang.

 

Keinginan najis bersembunyi di dalam hati. Berkata-kata kelihatan suci, memandang seseorang kelihatan suci, padahal di dalam hati najis!

Wahyu 18:2

18:2  Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

 

Yang paling pandai menyembunyikan kenajisan itu adalah gembala! Pura-pura besuk, pura-pura perhatian, padahal ada kenajisan!

 

Kalau dibiarkan, tidak disucikan nanti akan muncul di permukaan dalam bentuk dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Perbuatan dan perkataannya najis! Biarlah ini disucikan semuanya.

 

Juga kepahitan hati harus disucikan, kalau tidak kepahitan hati akan memuncak pada kebencian tanpa alasan. Biar orang itu baik tetapi tetap dia benci tanpa alasan. Mulai dari rasa tidak senang pada orang lain, kalau dibiarkan, tidak disucikan akan mengarah pada kebencian tanpa alasan. Orang seperti ini sekalipun kelihatan menyembah sebenarnya tidak naik, kering penyembahannya.

 

b)      Tangan disucikan, berarti perbuatannya disucikan, tahbisan pelayanannya juga disucikan. Mungkin selama ini tahbisannya seperti imam besar Zakharia, melayani tetapi pakaiannya kotor, itu harus dibersihkan. Banyak kali kita melayani tetapi dalam keadaan kotor, itu harus disucikan.

 

c)      Mulut disucikan terutama dari roh tipu atau roh dusta. Melayani kalau dengan dusta tidak akan berkenan. Menyembah tetapi suka berdusta, tidak akan dijawab oleh Tuhan. Kadang malah hamba Tuhan seperti itu. Katanya mau ke sana, padahal dia ikut di suatu tempat. Mulut sudah dibiasakan berdusta, akhirnya menjadi malas bertobat.

Yeremia 9:5

9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

 

Sudah biasa berdusta, lancar sekali kalau mau cari alibi. Akhirnya dia berada pada posisi anak iblis. Bagaimana bisa dijawab doanya!

Yohanes 8:44

8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

 

Mari mulut ini dijaga untuk bisa menyembah. Hatinya suci, tangannya suci, mulutnya suci, seluruh hidupnya suci. Penyembahan bukan sesuatu yang berat, bukan sesuatu yang membosankan tetapi penyembahan itu sesuatu yang indah dan menyenangkan kalau semua sudah disucikan. Penyembahan menjadi kegemaran, itu dari kekudusan. Tetapi kalau tidak suci, penyembahan itu menjadi sesuatu yang berat.

 

Coba bandingkan belah kayu api dengan menyembah, lebih banyak tenaga keluar di mana? Belah kayu. Kalau penyembahan cukup berlutut, bersila atau kalau lagi sakit bisa sambil berbaring. Energinya tidak banyak keluar tetapi berat sekali, sulit sekali. Kenapa? Periksa hatinya, perbuatannya, tahbisannya, mulutnya, belum suci makanya jadi berat! Kalau sudah suci, penyembahan itu jadi kegemaran. Rasanya kalau sehari tidak menyembah rasa gelisah, tidak nyaman, tidak enak.

 

Kalau penyembahan naik maka ada hasilnya:

a)      Mazmur 24:5

24:5  Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

 

Daerah yang bergunung itu curah hujannya tinggi. Menerima hujan berkat dari Tuhan, baik berkat jasmani, terutama berkat rohani. Firman semakin dibukakan rahasianya, kalau dia gembala Tuhan semakin percayakan pembukaan Firman yang melimpah. Sampai Firman itu sudah bersumber dari hati kita, tidak kering.

 

Berkat jasmani juga Tuhan berikan, tidak usah kita minta, Tuhan tahu. Oh dia ini butuh kesehatan, Tuhan berikan kesehatan. Tuhan sanggup melimpahkan segala sesuatu bagi kita dari kayu salib.

 

Sesudah diberkati Tuhan, harus menjadi berkat bagi sesama. Kita terima berkat rohani, Firman pengajaran yang melimpah, ayo jadi berkat bagi sesama, bagikan. Jangan cuma tinggal di bawah pohon, keluar, harus ada aktivitas. Bagikan lewat keesaksian-kesaksian kita, bagikan link khotbah, bagikan transkrip khotbah, gelar ibadah rumah tangga undang orang datang mendengar Firman, mendengar pengajaran jadi berkat. Secara jasmani juga kita jadi berkat.

I Petrus 2:9-10

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

 

Ini tugas kita, beritakan perbuatan Tuhan yang besar. Kita gelar ibadah natal supaya orang datang mendengar Firman. Kita gelar ibadah Paskah, gelar ibadah KKR secara jasmani memang butuh uang yang banyak, tetapi kita menjadi berkat. Sebab itulah tujuan kita dipanggil Tuhan, untuk menjadi berkat. Tuhan panggil kita untuk memberitakan perbuatannya yang besar dan ajaib. Kalau sudah menerima hujan Firman pengajaran, sudah menerima berkat jasmani, lalu tidak mau dialirkan maka menjadi rawa-rawa, hidup itu adalah rawa-rawa. Siapa yang disebut rawa-rawa? Babel!

Yesaya 14:23

14:23 "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

 

Kalau sudah diberkati lalu tidak mau jadi berkat, akhirnya mengarah ke Babel, gereja palsu. Berkat tidak mau dialirkan hanya menjadi rawa dan tidak masuk pembangunan Tubuh Kristus, malah masuk pembangunan Tubuh Babel. Jadi jangan bersungut dan menggerutu kalau diumumkan kita mau menggelar natal, mengelar Paskah, menggelar ibadah persekutuan Tubuh Kristus, karena itulah tujuan Tuhan memanggil kita. Kita sudah menikmati Firman seminggu 3x belum doa pagi, orang di luar sana belum menikmati. Bagikan biar mereka dengar. Kita berkorban supaya mereka dengar Firman pengajaran. Saya sebagai gembala bukan sekedar mengumumkan, gembala harus lebih dahulu berkorban.

 

3.      Markus 14:35

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

 

Tingkatan ketiga ini doa Yesus Imam Besar. Dalam Tabernakel ini terkena ruangan maha suci. Maju sedikit dari ruangan suci adalah ruangan maha suci. Ini penyembahan yang ditingkatkan, yaitu doa penyembahan saat diperhadapkan dengan salib, sengsara daging! Bukan hanya saat diberkati, tetapi saat kita diperhadapkan dengan sengsara, kita bisa menaikan doa penyembahan, ditambah doa puasa, ditambah doa semalaman. Ini supaya daging betul-betul diperas sampai daging tidak bersuara lagi. Ini perobekan pintu tirai untuk masuk ruangan maha suci.

 

Perobekan daging itu juga ada tahapannya, tidak langsung, sampai betul-betul tidak ada lagi suara daging. Kita belajar dari Yesus, Dia berdoa seorang diri sampai 3 kali untuk mengalami perobekan daging.

Markus 14:36-41

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

14:37  Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.

14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

 

Daging yang bagaimana yang harus dirobek?

a)      Markus 14:33

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

 

Takut dan gentar. Ketika kita diperhadapkan dengan sengsara apalagi ketika ada ancaman, ada perasaan gentar, ada perasaan takut. Ini yang harus dirobek! Saat takut dan gentar, menyembah, biar Tuhan yang berikan ketenangan! Kalau sudah takut sesuatu di dunia ini, gentar begitu ada ancaman, akhirnya tidak takut Tuhan.

 

Namanya saja pencobaan, sebenarnya iblis itu hanya coba-coba. Apakah orang ini takut atau tidak? Oo ternyata takut, sudah tidak takut Tuhan, iblis yang menang. Makanya kalahkan iblis dengan doa penyembahan. Masih takut? Doa puasa. Masih takut? Tambah dengan doa semalaman sampai ketakutan daging ini hilang, yang ada hanya takut Tuhan. Kepada siapa kita harus takut? Bukan kepada manusia tetapi hanya kepada Tuhan.

Lukas 12:5

12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

 

Apa itu takut akan Tuhan?

Yesaya 24:12

24:12  Yang terdapat dalam kota hanya kerusakan, pintu gerbang telah didobrak dan runtuh.

 

Amsal 8:13

8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

 

Ketakutan daging di robek, menjadi takut Tuhan yaitu beribadah melayani Tuhan dengan tulus ikhlas dan setia serta membuang dosa. Takut Tuhan semakin bertambah, sampai takut akan Tuhan itu sudah mendarah daging, sudah menjadi tabiat kita. Makanya dikatakan bernafas dalam takut akan Tuhan.

Yesaya 11:3 (Terjemahan Lama)

11:3  Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

 

Ibadah pelayanan yang tulus ikhlas, buang dosa, benci dosa, kita semakin berkenan kepada Tuhan.

 

b)      Markus 14:34

14:34  lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

 

Perasaan sangat sedih. Memang wajar kalau ada sengsara lalu ada perasaan sedih. Tetapi harus dirobek supaya kita bahagia sekalipun sengsara. Bagi logika tidak masuk akal, tetapi itulah Firman Tuhan, daging kita harus dirobek. Kita pikul salib tetapi bahagia. Tadinya sedih rasanya mau mati, atau sampai minta mati. Seperti Elia menghadapi ancaman dari Izebel, dia takut dan lari. Lalu Elia minta mati, Tuhan ambillah nyawaku. Kalau sempat minta mati, cabut!

 

Sengsara membuat pedih, pahit, putus asa sampai mau tinggalkan Tuhan, sampai mau meninggalkan dunia, ini dirobek, kita bisa bahagia.

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Kisah Para Rasul 5:41

5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

 

Kalau kita dianggap layak sengsara karena Yesus, maka pasti dianggap layak dipermuliakan bersama Yesus. Tidak usah kecewa, sedih. Tetap percayakan hidup kepada Tuhan dan bahagia saat sengsara. Tidak usah takut, tangan Tuhan menyertai. Sengsara mungkin bisa tambah berat tetapi tangan Tuhan menyertai. Kita bisa bahagia karena kita dianggap layak mengambil bagian dalam penderitaan Yesus untuk nanti bisa dimuliakan bersama dengan Yesus.

 

c)      Markus 14:36

14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

 

Kehendak daging harus dirobek. Kadangkala ketika sengsara kita berkata kenapa begini Tuhan, seharusnya begitu, saya inikan sudah melayani Tuhan sungguh-sungguh, sudah berkorban, sudah ini sudah itu. Seperti janda di Sarfat, waktu sudah ditolong menghadapi kelaparan, anaknya sakit lalu mati. Kehendak daging seharusnya hidup.

 

Kadangkala kita juga seperti itu, saya sudah melayani, sudah berkorban, sudah hidup suci, seharusnya saya bahagia, saya diberkati, saya senang, nikahku mulus-mulus saja, koq kenapa begini? Kehendak daging harus dimatikan, biar kehendak Tuhan yang terjadi.

Roma 8:7

8:7  Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

 

Kehendak daging ini tidak bisa taat pada Firman. Makanya harus dirobek lewat doa penyembahan untuk bisa taat pada Firman dan bisa berseru ya Abba, ya Bapa. Daging dirobek, diperas, Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

Roma 8:15

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Daging dirobek, Roh Kudus dicurahkan, hasilnya:

1)      Yesaya 35:3-6

35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.

35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.

35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

 

Mata air menunjuk Roh Kudus, padang gurun berbicara sengsara bagi daging. Saat kita dalam pengalaman sengsara bisa menyembah, maka Roh Kudus dicurahkan bagaikan mata air yang memancar.

 

Hasilnya Roh Kudus membuat kita kuat dan teguh hati. Apa itu kuat dan teguh hati?

Ø  Tidak bersungut-sungut, tidak putus ada, tidak kecewa, tidak tinggalkan Tuhan dalam pengalaman sengsara, tetapi bisa mengucap syukur.

Ø  Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.

Ø  Teguhkan lutut yang goyah, artinya tetap berdiri teguh pada Firman pengajaran yang benar. Yang lain mungkin sudah goyah ditiup angin, kita kuat. Sekali layar terkembang, pantang surut untuk balik belakang. Terus maju! Tetap kuat berdiri teguh pada pengajaran yang benar. Juga artinya lulutnya tetap bertelut menyembah Tuhan.

 

2)      Tuhan mengadakan mujizat.

Yesaya 35:5-6

35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.

35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

 

Mujizat jasmani terjadi, penyakit tubuh disembuhkan, penyakit nikah dan ekonomi kembali sehat. Terutama mujizat rohani yaitu:

Ø  Yang tadinya buta bisa melihat. Artinya pandangan kita hanya pada perkara yang rohani. Bukan yang jasmani, tetapi pandangan jauh pada hal-hal rohani.

Ø  Telinga mendengar, telinga hanya untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman dan bergemar.

Ø  Lumpuh melompat, rohaninya selalu bergairah melayani, terus maju. Usia bertambah, kesehatan menurun, tetapi gairah melayani Tuhan tidak pernah kendor, terus bergairah.

Ø  Bisu bersorak-sorak. Mulutnya hanya untuk memuliakan Tuhan.

Wahyu 19:6-7

19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

 

Waktu Yesus datang kita bisa menyambutNya dengan seruan haleluya.

 

Yang sudah mulai loyo, tangannya lemah lesu, lututnya mulai goyah, minta Roh Kudus. Dalam pengalaman salib tetap menyembah, Roh Kudus dicurahkan. Kita menjadi kuat teguh hati, mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar