20260331

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 17 Januari 2026 Pdt. Handri Otniel Legontu

  

 


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Yohanes 15:5-8

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Tergembala = ranting yang melekat pada Yesus pokok anggur yang benar. Jadi orang yang tidak tergembala = ranting yang terlepas dari pokok, disamakan dengan orang di luar Yesus.  Tidak tergembala = memiliki hati yang sombong, orang yang congkak. Mengapa demikian?

I Petrus 5:5-6

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

 

Tergembala = sikap merendahkan diri serendah-rendahnya di bawah tangan Yesus Gembala Agung. Tergembala itu bagaikan domba yang masuk ke dalam kandang di bawah tongkat gembala. Seberapa jauh tongkat itu diturunkan di situ dia masuk, kalau makin diturunkan dia tetap masuk di bawah tongkat, tidak lompat.

Yehezkiel 20:37

20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

 

Bawalah hidup untuk digembalakan. Digembalakan berarti selalu dihitung, dimiliki Tuhan, dibela, dipelihara, dilindungi. Tergembala itu bagaikan ranting yang melekat pada pokok anggur sehingga dibersihkan terus menerus sampai nanti berbuah banyak dan berbuah manis. Ayo tergembala, cepat atau lambat pasti berbuah banyak, berbuah manis.

 

Yohanes 15:3

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Penyucian dikerjakan oleh Firman yang dikatakan Yesus, Firman pengajaran yang benar, Firman yang dibuka rahasianya.

 

Apa yang disucikan di dalam penggembalaan?

Yohanes 13:10-11

13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

 

Ada yang tidak bersih, itulah Yudas!

 

Yohanes 13:18

13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

 

Jadi yang mau disucikan adalah kakinya Yudas, mengangkat tumit terhadap Yesus. Mengangkat tumit berarti mau lebih tinggi dari Yesus. Ini hati yang sombong, kalau ada ini pasti rohaninya kering. Hati sombong ini harus disucikan supaya kita tidak kering seperti ranting yang terlepas dari pokok.

 

Praktek hati yang sombong, kita pelajari dari Yudas bukan untuk kita tiru tetapi supaya kita hindari.

1.      Yohanes 12:3-7

12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

 

Praktek hati yang sombong di sini adalah mengkritik pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Yang dilakukan oleh Maria adalah persiapan penguburan Tuhan Yesus. Yang dikuburkan adalah tubuh. Jadi yang dilakukan oleh Maria ini menubuatkan pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Ini yang dikritik oleh Yudas.

 

Ada hamba Tuhan mau menyebarkan Firman pengajaran, menggelar ibadah natal atau ibadah Paskah atau ibadah apa saja dikatakan sombong, mau tampil sendiri, mau lebih dari yang lain. Padahal hamba Tuhan itu tidak seperti itu. Disiarkan secara virtual, dikatakan sombong, dikritik lagi, banyak hal dikritik. Padahal itu pelayanan pembangunan Tubuh Kristus tetapi selalu dikritik. Diarahkan gembala melayani dalam hal ini, dikritik lagi. Semua dikritik, semua dimatanya tidak ada yang baik. Itu seperti nubuatan terhadap keturunan imam Eli, mereka memandang pelayanan dengan mata bermusuhan.

 

Kenapa mengkritik pelayanan pembangunan Tubuh Kristus? Karena hatinya dikotori oleh keinginan akan uang. Ada orang korban banyak dikritik. Padahal dia tidak berkorban, orang lain yang berkorban. Hati dikuasai oleh keinginan akan uang, itu keinginan jahat. Kalau ada keinginan jahat pasti ada keinginan najis!

 

Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus dikomando oleh Firman pengajaran yang benar. Dalam Wahyu pasal 6 ada seorang yang menunggangi kuda putih, itulah Yesus. Yesus adalah Firman. Kegerakan kuda putih adalah kegerakan pembangunan Tubuh Kristus, komandonya adalah Yesus yaitu Firman pengajaran yang benar. Saya arahkan jemaat masuk dalam pelayanan kalau pakai komando daging tidak bisa! Tetapi kalau komandonya Firman pengajaran yang benar, jemaat bergairah.

Wahyu 19:11-13

19:11  Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

 

Penunggang kuda putih adalah Firman Allah. Jadi kegerakan pembangunan Tubuh Kristus dikomando oleh Firman pengajaran yang benar.

 

Mari kita bergerak aktif terus. Setiap kali berita muncul di ambang perang dunia ke-3. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tetapi kalau kita ada dalam komando Firman pengajaran yang benar, di saat dunia goncang justru kita semakin aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Karena dalam kitab Hagai dikatakan Bait Allah itu dibangun justru di saat kegoncangan. Tubuh Kristus terwujud justru saat dunia goncang di segala bidang.

 

Kalau daging yang komando, pikir 2 kali kalau mau gelar ibadah persekutuan. Berapa biayanya ini? Mulai hitung-hitungan. Biaya hotel sudah naik, konsumsi sudah naik. Tidak akan jadi kalau komandonya daging. Tetapi kalau komandonya Firman pengajaran yang benar, segera kita gelar ibadah persekutuan, ibadah natal, ibadah Paskah, supaya pembangunan Tubuh Kristus semakin terwujuid, tidak menunda-nunda waktu lagi.

 

Jadi mengkritik pelayanan pembangunan Tubuh Kristus = mengkritik Firman pengajaran yang benar. Maka hati itu akan dikotori oleh keinginan jahat, pasti ada keinginan najis karena keduanya ini gandeng. Jangan terjadi dalam kehidupan kita sekalian.

 

2.      Markus 14:10-11

14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

 

Praktek sombong kedua adalah meninggalkan persekutuan yang benar (persekutuan dengan Yesus dan murid-murid) yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar, masuk dalam persekutuan yang salah yang tanpa Firman pengajaran. Di dalamnya hanya ada iri hati, dengki, hanya menampilkan perkara jasmani. Imam-imam kepala iri kepada Yesus, mereka mau memberikan uang kepada Yudas. Ini persekutuan yang salah, di dalamnya hanya menggembar-gemborkan perkara yang jasmani.

 

Orang seperti ini memang tidak langsung terang-terangan dia meninggalkan pengajaran. Tetapi dia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Dia cari kesempatan yang baik untuk meninggalkan dan mengorbankan Firman pengajaran yang benar. Kapan itu? Ketika ada kles dengan yang lain. Jadi alasan, orang itu membuat saya tersandung, saya tidak mau masuk lagi dalam penggembalaan karena si A karena si B.

 

Seperti Yudas sembunyi-sembunyi pergi bersekutu yang salah. Akhirnya di hatinya kapan saya mau keluar dari pengajaran, kapan saya mau keluar dari penggembalaan, kapan saya mau keluar dari persekutuan, dia cari momen yang tepat.

 

3.      Matius 26:23-25

26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Praktek sombong yang ketiga adalah mengelak dan menolak teguran Firman yang terang-terangan, tetap menyembunyikan dosa, tidak mau mengakui salahnya, malah persalahkan orang lain, sampai persalahkan Yesus, persalahkan Firman pengajaran. Kalau dibiarkan, tidak berubah maka ada praktek keempat.

 

4.      Menjadi pengkhianat terhadap Firman pengajaran yang benar, dia berbalik melawan Firman pengajaran yang benar. Dulu berkata ini yang saya cari selama ini, luar biasa Tuhan saya diperkenalkan dengan pengajaran. Akhirnya karena hatinya tetap sombong, dia berbalik meninggalkan dan melawan Firman pengajaran. Apa itu Firman pengajaran, kuno, tidak ada kemuliaan, cocoklogi.

 

Yudas tidak mau disucikan akhirnya dia binasa. Ternyata hati sombong ini bisa menular! Kalau lihat ada orang yang punya hati sombong, jangan bersekutu, doakan saja, sebab ini bisa menular. Hati sombong Yudas menular kepada Petrus.

Matius 26:31-35

26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

26:32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."

26:33 Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."

26:34 Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

26:35 Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

 

Apa praktek sombongnya Petrus? Meremehkan Firman! Yesus sampaikan Firman, kamu semua akan tergoncang imannya. Firman itu pasti akan digenapi, kalau Tuhan bilang A, pasti terjadi A. Petrus langsung remehkan Firman, dia merasa hebat. Ini meremehkan Firman Tuhan karena merasa lebih hebat dari orang lain, merasa lebih dipakai dari orang lain.

 

Ini sombongnya Petrus, akibatnya menyangkal. Seharusnya nasib Petrus sama dengan Yudas. Yudas binasa, seharusnya Petrus juga binasa!

Matius 10:33

10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

 

Hati-hati, kalau ada hati sombong akan mengarah pada kebinasaan, seperti ranting yang dipotong, dibuang keluar, dikumpulkan orang dan dibakar, artinya:

1.      Tidak berguna bagi Tubuh Kristus. Biar saya khotbah di pengggembalaan namun saya lawan pengajaran yang benar, di hadapan Tuhan sudah dibuang, tidak berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus, terbuang dari persekutuan Tubuh Kristus. Jangan terjadi dalam hidup kita!

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

 

Tuhan tidak kenal dia, tidak ditahu, berarti dia ranting yang terbuang, keluar dari persekutuan Tubuh Kristus. Persekutuan Tubuh Kristus itu mulai dari dalam nikah. Dia akan keluar dari persekutuan nikah. Setelah itu dia akan keluar dari penggembalaan. Kemudian persekutuan antara penggembalaan, dia akan keluar, tidak akan bertahan di situ.

 

2.      Ranting itu dikumpulkan, masuk persekutuan ranting kering. Dimulai dari nikah, nikahnya adalah persekutuan ranting kering. Kalau ranting yang berbuah itu lembut, tidak sakit kalau ditusuk ke tangan kita. Tetapi kalau ranting kering itu sakit. Artinya di dalamnya hanya saling menyakiti. Kamu isteri seperti itu, nanti saya buat juga begitu! Atau suami marah-marah isteri, isteri balas ngana kira saya tidak berani, saya lawan juga! Saling menyakiti mulai dari kata-kata dan perbuatan. Mulut kering, hanya bersungut-sungut, dalam nikah hanya bersungut-sungut, ngomel, berbantah-bantah, itu sudah kering! Bangun tidur cuma gara-gara kopi sudah baku bantah, nanti mau sarapan sudah berbantah-bantah, nanti dalam pekerjaan juga berbantah-bantah, satu hari cuma berbantah-bantah terus. Nikah itu cuma saling menyakiti, saling berbantah-bantah, saling mempersalahkan.

 

Dalam penggembalaan juga begitu, gembala cuma mengomel terus, bukan pukul diri, jemaat tidak tahu berkorban, tidak tahu ini tidak tahu itu. Telpon sana telpon sini, saya punya anggota jemaat begini begitu. Kenapa mau dicerita ke tempat lain, kan itu sama membuka aibnya sendiri! Itu sudah pasti kering!

 

Ketika ada teman hamba Tuhan yang tanya kenapa jemaat yang saya layani seperti ini, saya jawab itulah saya punya pergumulan. Bukan malah saya bilang memang dia itu pemberontak. Saya pukul diri, masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam pelayanan.

 

3.      Jasmaninya akan ikut kering.

 

4.      Dibakar oleh api hawa nafsu daging, api dunia dan api dosa!

 

Syukur Tuhan masih mau menolong, Tuhan datang lewat teguran Firman. Yudas ditegur tetapi dia mengelak, dia menjadi ranting kering yang terbakar oleh api hawa nafsu dagingnya, api dunia, api dosa! Sedang menuju pada pembakaran api neraka. Petrus juga ditegur dan dia mau melembutkan hati.

 

Sore ini kita bercermin pada Firman, oh saya yang selama ini suka angkat tumit terhadap Yesus. Teguran Firman datang, kita melembutkan hati untuk menerimanya, pasti dipulihkan oleh Tuhan.

 

Teguran yang diterima oleh Petrus sederhana, dia ditegur oleh ayam yang berkokok dan dia sadar. Dia ingat perkataan Yesus.

Lukas 22:60-62

22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."

22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

 

Kokok ayam itu tiap hari di jam yang sama, bunyinya sama, tidak berubah. Itu menunjuk Firman penggembalaan yang sederhana, diulang-ulang oleh gembala untuk menyadarkan kita dari kesombongan hati kita. Soal Yudas ini sudah berkali-kali diterangkan, tentang Petrus sudah berkali-kali juga kita dengar, diulang-ulang untuk kita ditolong Tuhan.

 

Ketika ayam berkokok, Yesus memandang Petrus. Jadi ketika Firman penggembalaan diberitakan, seperti sore ini, Firman menunjuk keadaan kita, kekurangan kesalahan kita, mata Yesus Imam Besar sedang memandang kita dengan pandangan belas kasihan. Bukan pandangan hakim yang kejam mau menghukum!

 

Kita yang mendengar Firman pengajaran yang benar, terhadap orang berdosa kita juga harus punya pandangan belas kasih. Yesus pandangannya belas kasih, kita seringkali pandangannya sebagai hakim yang menghakimi. Waktu Firman datang, langsung lihat isterinya ‘kau dengar itu toh!’ langsung pandangan hakim. Bahkan gembalapun begitu, dia khotbah tetapi pandangannya hakim, mau menghukum. Kalau ada yang tidak senang, keluar! Itu pandangan hakim menghukum, bukan pandangan Yesus. Yesus pandangannya, pandangan belas kasih, kita juga pandangan berbelas kasih. Kita lihat sesama kita yang berdosa, kita pandang dia dengan penuh belas kasih. Ingatkan, tegur, nasihati, doakan.

 

Sikap yang benar terhadap teguran Firman, seperti Petrus yang menangis dengan amat sedihnya. Artinya menyadari dosanya. Kemudian menyesali dan mengakuinya kepada Tuhan dan kepada sesama. Hatinya lembut, sadar menyesal. Mulutnya juga lembut, mengaku kepada Tuhan dan kepada sesama. Kalau sudah lembut, cepat atau lambat pasti menghasilkan buah anggur yang manis. Mulai buah pertobatan. Dia bisa bertobat, berhenti berbuat dosa.

Matius 3:8

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

 

Buah terang, buah kesucian.

Efesus 5:9

5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

 

Buah roh, buah mempelai.

Galatia 5:22-23

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Kita hasilkan buah yang bisa dinikmati oleh Tuhan dan juga bisa dinikmati sesama. Sesama melihat, isteriku sudah berubah, suamiku sudah berubah, anakku puji Tuhan sudah manis. Bisa dinikmati oleh Tuhan dan sesama. Berbuah berarti menyenangkan Tuhan, juga menyenangkan memuaskan sesama. Sebagai timbal balik Tuhan juga akan memuaskan kita, memberikan kebahagiaan sorga kepada kita yang memuncak pada kebahagiaan pesta nikah Anak Domba Allah. Anggur ada kaitannya dengan nikah.

 

Ayo hasilkan buah, ranting melekat pada pokok, pasti menghasilkan buah, menyenangkan Tuhan selalu dan juga bisa menyenangkan sesama. Menjadi berkat bagi sesama. Dalam nikah rumah tangga ada air anggur yang manis. Nikahnya tidak pernah kecut, tawar, tetapi selalu manis. Tambah manis, semakin manis, sampai puncak kemanisan pesta nikah Anak Domba Allah. Kita mau menyukakan Tuhan lewat perilaku kita yang sudah disucikan dan dibaharui. Ada air anggur yang manis dan nikah kita yang terus semakin manis.

Yohanes 2:10

2:10  dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

 

Kalau di dunia pertama manis, lama-lama tawar, kecut, pahit. Kalau kita yang tergembala, melekat pada pokok anggur, diawal manis, terus manis sampai puncak kemanisan, pesta nikah Anak Domba Allah. Tergembalalah dengan benar dan baik, jangan hati sombong tetapi merendahkan diri maka kita bisa berbuah menyenangkan Tuhan selalu.

 

GPT “Kristus Penebus”

Jl. Langgadopi No.4 Tentena

Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663

HP: 081334496911

Email: imamat_raja@yahoo.com

www.gptkp.blogspot.com

Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar